Kamis, 15 Maret 2018

Arab Pegon

Biasanya disebut pula Arab Pego atau Arab Jawi, yaitu tulisan dengan huruf Arab atau huruf hijaiyah tapi menggunakan bahasa Jawa. Di daerah lain disebut dengan Arab Melayu karena menggunakan Bahasa Melayu atau Indonesia; atau bahasa lokal lain yang ditulis dengan huruf Arab. 

Jika dilihat dari kejauhan, tulisan Arab Pegon seperti tulisan Arab pada biasa, namun kalau dicermati sebenarnya susunannya atau rangkaian huruf-hurufnya bukan susunan bahasa Arab. Orang Arab asli tidak akan bisa membaca tulisan ini.

Arab Pegon (Sumber Gambar : Nu Online)
Arab Pegon (Sumber Gambar : Nu Online)

Arab Pegon

Huruf konsonan dalam tulisan Arab Pegon ini diwakili oleh huruf-huruf hijaiyah yang mirip bunyinya, seperti “m” dengan mim (Ù…). Sementara huruf vokalnya diwakili dengan huruf-huruf yang dalam tulisan Arab berfungsi untuk memanjangkan bacaan huruf, yakni alif (ا), wawu (Ùˆ) dan ya (ÙŠ). Alif untuk mengganti huruf “a”, wawu untuk huruf “u” dan “o”, serta ya’ untuk konsonan “I”. Untuk vokal e ditulis tanpa ada huruf bantu atau terkadang dipakai tanda khusus berupa garis bergelombang (~).  

Misalnya kata makan dituliskan dengan huruf mim, alif, kaf, alif dan nun menjadi ماكان dan kata belajar dengan hurub ba, lam, alif, jim, alif, dan ro’ بلاجار .

SMA Negeri 1 Slawi

Selain huruf yang sudah ada padanannya, untuk huruf yang tidak ada dalam abjad hijaiyyah seperti bunyi sengau “ng” atau dan huruf “c”, dipakai huruf tertentu dengan menambahkan titik tiga: Ng dengan ghoin (غ)titik tiga dan c dengan jim (ج) titik tiga.

Kalangan pesantren atau warga NU masih banyak menggunakan tulisan Arab Pego sebagai alat komunikasi tertulis. Arab pego ini diajarkan jauh lebih dulu dari pada sekolah formal Hindia Belanda, sehingga banyak orang tua yang tidak bisa membaca huruf latin atau buta huruf, namun bisa membaca tulisa Arab Pego.

SMA Negeri 1 Slawi

Dalam tradisi bahtsul masail di kalangan tarekat misalnya, pertanyaan dan jawaban tetap ditulis dengan huruf Arab Pego. Beberapa kitab karya ulama Nusantara yang berbahasa melayu atau jawa juga ditulis dengan huruf Arab Pegon. 

Tulisan Arab Pego, terutama dalam bahasa Jawa, biasa digunakan untuk ngabsahi atau memberikan makna kata-perkata dalam kitab kuning. Biasanya makna ini ditulis di sela-sela baris.

Pada masa lalu, Arab Melayu atau Jawi ini digunakan sebagai bahasa resmi dan bahasa pendidikan. Beberapa karya sastra seperti Hikayat Hang Tuah dan Hikayat Raja-Raja Pasai ditulis dengan aksara Arab Melayu atau Jawi ini.

Demikian juga dengan karya-karya keagamaan seperti karya-karya Syekh Muhammad Arsyad al-Banjari  di Banjarmasin atau karya-karya Kiai Shaleh Darat di Semarang, Jawa Tengah. Surat-surat raja Nusantara, stempel kerajaan,  dan mata uang pun ditulis dalam aksara Arab Melayu/Jawi ini.

Sejak tahun 1920an, Pemerintah kolonial secara pelan mulai menggantikan penggunaan aksara Arab Melayu atau Pego ini dan menggantikannya dengan aksara latin. Dalam beberapa decade, aksara Arab Melayu perlahan menghilang dari komunikasi tertulis secara resmi, baik di pemerintahan, pendidikan maupun media. 

Kini Arab Pego ini hanya dipakai di kalangan terbatas pesantren, baik di Jawa maupun di belahan Nusantara lainnya. (Sumber: Ensiklopedi NU)

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Sholawat, Makam SMA Negeri 1 Slawi

Minggu, 11 Maret 2018

Gus Dur: SBY Berupaya Memperburuk Citra Megawati

Jakarta, SMA Negeri 1 Slawi. Mantan Presiden KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) menyebut Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) berupaya memperburuk citra Megawati Soekarnoputri pada Pemilu 2009 mendatang. Hal itu terlihat dari sejumlah bekas menteri pemerintahan Megawati yang jadi ‘bulan-bulanan’ Kejaksaan Agung atas dugaan korupsi.

"Ya, maksudnya untuk menjelekkan Mega, karena banyak yang sekarang diusut, bekas menteri di zamannya Mega. Kalau kita betul-betul demokrat, seharusnya ini tidak terjadi," tegas Gus Dur yang juga mantan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama, di Kantor DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Jalan Raya Kalibata, Jakarta, Kamis (12/4).

Gus Dur: SBY Berupaya Memperburuk Citra Megawati (Sumber Gambar : Nu Online)
Gus Dur: SBY Berupaya Memperburuk Citra Megawati (Sumber Gambar : Nu Online)

Gus Dur: SBY Berupaya Memperburuk Citra Megawati

Menurut Ketua Umum Dewan Syura DPP PKB itu, upaya pemerintah untuk memberantas korupsi sangat tampak ‘tebang pilih’. "Meski dibantah seseorang dari Partai Demokrat. Ini karena presiden terlalu penakut, bukan karena dendam apa-apa. Ini hanya untuk tahun (Pemilu, Red) 2009," ujarnya.

Padahal, lanjut Gus Dur, pemerintah saat ini juga korup. "Banyak banget, malah gede-gede (besar-besar). Contohnya saja Hamid Awaludin. Dia menyimpan uangnya Tommy (putra mantan Presiden Soeharto). Itu kan tidak bener. Tidak boleh orang swasta menyimpan duit di pemerintah. Jadi ini tidak lain untuk menjelekkan figur Megawati," tandasnya.

Parlemen Eropa

Di tempat yang sama, Gus Dur dan jajaran elit DPP PKB menerima kunjungan 12 Anggota delegasi Parlemen Eropa pimpinan Graham Watson yang tergabung dalam Alliance of Liberal and Democratics for Europe. Pertemuan itu digelar untuk membangun jaringan kesepahaman tentang nilai-nilai liberal dan demokrasi.

SMA Negeri 1 Slawi

"Ini bagian dari bentuk dialog untuk membangun kesepahaman tentang nilai-nilai liberal, karena bagaimana pun liberal itu sangat penting untuk penegakan HAM dan demokrasi," kata anggota Dewan Syura DPP PKB Cecep Syarifuddin.

Untuk membangun jaringan liberal itu, katanya, tidak mungkin dilakukan oleh satu negara, tapi banyak negara. PKB, imbuhnya, adalah satu-satunya partai yang selain mengakui nilai-nilai universal, etika, moral dan liberal, juga merakyat. "Di sinilah pentingnya pertemuan dengan para delegasi tersebut," ujarnya.

Pertemuan juga membahas isu aktual di Indonesia, seperti masalah penegakan demokrasi, pemberantasan korupsi, perlindungan kaum minoritas, dan pertahanan dan keamanan Indonesia. (rif)

SMA Negeri 1 Slawi

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi IMNU SMA Negeri 1 Slawi

Tri Sutrisno: Kita Punya Sistem Politik Sendiri

Jakarta, SMA Negeri 1 Slawi. Mantan wakil presiden RI Try Sutrisno mengingatkan para pelaku politik negeri ini untuk kembali kepada sistem yang telah dirumuskan oleh para pendiri bangsa. Keberhasilan dalam menata sistem politik tidak bisa diukur dengan standar sistem yang ada di negara lain.

“Kita harus punya sistem sendiri, baik fisik maupun non fisik; bahkan tidak perlu mencontoh karena kita punya Pancasila,” katanya dalam diskusi bertajuk “Amandemen UUD 45 dalam Dimensi Sosial, Ekonomi Politik” di kantor PBNU, Kamis (19/7).</p> Dikatakannya, praktek komunisme di Indonesia terbukti tidak bisa bertahan dalam suasana kebatinan banga Indonesia. Alih-alih memperbaiki tata kenegaraan Indonesia, faham asing itu justru mengganggu stabilitas negara.

Tri Sutrisno: Kita Punya Sistem Politik Sendiri (Sumber Gambar : Nu Online)
Tri Sutrisno: Kita Punya Sistem Politik Sendiri (Sumber Gambar : Nu Online)

Tri Sutrisno: Kita Punya Sistem Politik Sendiri

”Kita tidak belajar dari masa lalu. Sistem liberal pun pada akhirnya bertemu dengan komunis, sama-sama mempertanyakan keberadaan Tuhan,” katanya.

Sejak berakhirnya Orde Baru dan dimulainya era reformasi, tatanan politik Indonesia cenderung mengarah kepada sistem politik yang liberal. Itu pun dengan model yang sangat bebas dan terbuka dari intervensi asing.

”Pada umumnya negara-negara maju tidak sebebas di Indonesia. Di sini partai politik terlalu bebas. Pemerintahan menjadi tidak efektif,” katanya.

Sementara amandemen UUD 1945, kata Try, cenderung acuh terhadap aspek pertahanan dan keamanan. Padahal ancaman pertahanan dan keamanan datang dari berbagai lini kehidupan berbangsa, baik dari luar negeri maupun dari dalam negeri sendiri.

SMA Negeri 1 Slawi

”Sekarang aspek pertahanan dan keamanan tidak seperti yang dibanggakan dulu. Narkotika bisa bebas beredar. Ada terorisme, gerakan sparatis dan lain-lainnya yang mengancam NKRI dan UUD 45,” katanya.(nam)

SMA Negeri 1 Slawi

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Anti Hoax, Nahdlatul Ulama, AlaSantri SMA Negeri 1 Slawi

Selasa, 06 Maret 2018

Di Pesantren Darul Ulum, Tim Resolusi Jihad Ditunjukkan Kiprah Pendiri Pesantren

Jombang, SMA Negeri 1 Slawi - Sekitar jam 13.00 WIB rombongan Tim Resolusi Jihad NU 2016 tiba di Pesantren Darul Ulum (PPDU) Peterongan Jombang. Disambut drumband, mereka diterima pimpinan pesantren setempat. KH Cholil Dahlan mewakili pimpinan PPDU mengemukakan bahwa para pendiri pesantren sangat peduli dengan perjuangan NU.

"Di pesantren ini, kami memperjuangkan amaliyah Ahlussunnah wal Jamaah secara lahir dan batin," katanya, Sabtu (15/10) siang.

Di Pesantren Darul Ulum, Tim Resolusi Jihad Ditunjukkan Kiprah Pendiri Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)
Di Pesantren Darul Ulum, Tim Resolusi Jihad Ditunjukkan Kiprah Pendiri Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)

Di Pesantren Darul Ulum, Tim Resolusi Jihad Ditunjukkan Kiprah Pendiri Pesantren

Ketua MUI Jombang ini juga menceritakan bahwa kiprah pendiri PPDU telah dimulai sejak tahun 1885. "Kala itu pesantren didirikan oleh KH Tamim Irsyad," terangnya.

SMA Negeri 1 Slawi

Dari putra-putrinya yakni Ny Hj Farihah Cholil, KH Romli Tamim, dan KH Umar Tamim perjuangan PPDU dilanjutkan.

Bahkan akses perjuangan kepada NU kian nyata saat KH Romli dan KH Dahlan memperjuangkan masuknya dua badan otonom (banom). "Dua banom itu adalah Jamiyatul Qurra wal Huffadz serta thariqah mutabarah," terang Kiai Cholil, sapaan akrabnya.

SMA Negeri 1 Slawi

Demikian pula saat terjadi perang kemerdekaan. "Karena kala itu KH Cholil menjadikan kediamannya sebagai markas Hizbullah," ungkapnya.

Karenanya, kehadiran Tim Resolusi Jihad ini menjadi penyemangat bagi seluruh komponen di PPDU untuk terus berkhidmat.

Ketua rombongan Tim Resolusi Jihad NU H Ishfah Abidal Azis yang juga sangat terharu dengan sambutan ini.

Selanjutnya rombongan dan pimpinan PPDU melakukan tahlil di pesantren setempat. Perjalanan dilanjutkan dengan berziarah ke Pesantren Tebuireng. (Ibnu Nawawi/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Kiai, RMI NU SMA Negeri 1 Slawi

Santri Futuhiyyah Ikrar Antinarkoba dan Gelar Pengobatan Gratis

Demak, NU Online . Ratusan santri Suburan, Mranggen, Demak, menyatakan ikrar antinarkoba, antiminuman keras dan antiajaran yang berbau radikal. Hal itu dilakukan setelah mereka mendapatkan pembinaan dan pengarahan dalam diskusi bertema ”Dampak Negatif Penyalahgunaan Narkoba” di aula pondok pesantren Futuhiyyah. Seharian, para pelajar mendapat pembekalan materi dari Kepala RSI NU Demak dokter Abdul Aziz.

Santri Futuhiyyah Ikrar Antinarkoba dan Gelar Pengobatan Gratis (Sumber Gambar : Nu Online)
Santri Futuhiyyah Ikrar Antinarkoba dan Gelar Pengobatan Gratis (Sumber Gambar : Nu Online)

Santri Futuhiyyah Ikrar Antinarkoba dan Gelar Pengobatan Gratis

Pembicara lainnya yaitu dokter Imam Purwohadi dan Siti Khoirul Umiyati. ”Kami senang mendapat pengarahan secara jelas bahaya penyalahgunaan narkoba, dan ternyata mengerikan,” kata Ahmad salah satu pelajar yang mengikuti acara itu pada kegiatan Kamis (27/10).

Ketua Yayasan Futuhiyyah, KH Said Lafif berpesan agar generasi muda, khususnya pelajar dan alumni Futuhiyyah tidak mencicipi dan coba-coba narkoba, minuman keras dan obat-obatan lain yang bersifat adiktif.

SMA Negeri 1 Slawi

Pengobatan Gratis

SMA Negeri 1 Slawi

”Obat-obatan itu semuanya mengakibatkan ketergantungan atau kecanduan. Maka, jangan sampai santri atau pelajar Futuhiyyah mencobanya,” kata Ustadz Lafif.

Ketua Panitia Expo 115 Tahun Futuhiyyah, Faizurrohman Hanif menjelaskan, rangkaian kegiatan penyuluhan antinarkoba, pengobatan gratis dan khitan massal merupakan kerja sama RSI NU Demak dengan Pesantren Futuhiyyah dalam rangka Expo Futuhiyyah Refleksi 115 tahun Kiprah Untuk Bangsa.

”Kebetulan Kepala RSI NU Demak juga alumnus Futuhiyyah,” katanya sambil tertawa.

Khusus untuk Pengobatan gratis dan khitanan massal, Abdul Aziz menjelaskan, pihaknya mengerahkan tim beranggotakan 30 orang dilengkapi dua apoteker dan tujuh petugas medis dan perawat. Masyarakat di sekitar Kampung Suburan Mranggen tak menyianyiakan kesempatan itu. Mereka ramai-ramai mendatangi tempat pengobatan gratis yang ditempatkan tepat di halaman pondok pesantren tersebut.

Terjadi antrean panjang para pengunjung yang ingin berobat secara gratis. Adapun, khitanan massal diikuti 42 anak. Selain memberikan pengobatan gratis, tim RSI NU Demak juga menyampaikan penyuluhan dan konsultasi kesehatan.

”Mereka diajari bagaimana hidup sehat,” kata Aziz. (Ben Zabidy/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Syariah, Pemurnian Aqidah, IMNU SMA Negeri 1 Slawi

Minggu, 04 Maret 2018

Pembangunan Tenda Muktamar NU Dimulai

Jombang, SMA Negeri 1 Slawi. Pelaksanaan Muktamar NU ke-33 di Jombang tinggal menghitung hari. Tidak sampai tiga pekan lagi, forum tertinggi di NU ini digelar. Berbagai persiapan sudah dilakukan. Termasuk konsolidasi panitia dan persiapan lokasi acara.

Demikian terlihat di alun-alun Jombang sejak Rabu (8/7). Berbagai alat berat untuk mendirikan tenda besar sudah didatangkan. Alat-alat itu diangkut dengan menggunakan beberapa truk besar.

Pembangunan Tenda Muktamar NU Dimulai (Sumber Gambar : Nu Online)
Pembangunan Tenda Muktamar NU Dimulai (Sumber Gambar : Nu Online)

Pembangunan Tenda Muktamar NU Dimulai

"Truk-truk itu sempat parkir di alun-alun Jombang," kata Mukani, guru SMAN 1 Jombang yang berlokasi di utara alun-alun Jombang.

SMA Negeri 1 Slawi

Mulai Rabu (8/7) pagi, pendirian tenda besar berwarna putih dimulai oleh puluhan pekerja. Letaknya di sisi selatan alun-alun. Sedangkan di sisi timur dan utara, dimulai pada Kamis (9/7) hari ini.?

Menurut rencana, tenda-tenda itu akan digunakan sebagai lokasi pembukaan dan penutupan acara Muktamar NU ke-33. Sedangkan sidang komisi digelar di empat pondok pesantren, Tebuireng, Tambakberas, Denanyar, dan Peterongan.

SMA Negeri 1 Slawi

Sebagai sekolah yang berdekatan dengan lokasi Muktamar NU, SMAN 1 Jombang juga siap menyukseskan Muktamar kali ini. Baliho besar sudah dipasang di timur pintu gerbang sejak sepekan lalu. Baliho besar itu bertuliskan “Keluarga Besar SMAN 1 Jombang siap menyuksukseskan Muktamar NU Ke-33 di Jombang.”

Menurut rencana, SMAN 1 Jombang juga ditempati peserta muktamar. "Puluhan kran air sudah disediakan di tempat parkir sebelah barat. Renovasi mushalla juga dipercepat agar sudah bisa digunakan saat Muktamar nanti," ujar Mukani.

Demi kenyamanan peserta dalam beribadah di mushalla, arah kiblat pun sudah diukur ulang. "Selasa (7/7) kemarin kita mengundang Ketua Lajnah Falakiyah MWCNU Diwek ustadz Abdul Majid untuk mengukur ulang arah kiblat mushalla di sekolah ini," pungkasnya. (Abu Jauhar/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Anti Hoax, Budaya, Lomba SMA Negeri 1 Slawi

Jumat, 02 Maret 2018

Belajar dari KH Tholhah Mansur: Catatan Harlah Ke-63 IPNU

Oleh ? Imam Fadlli

“Cita-cita IPNU adalah membentuk manusia berilmu yang dekat dengan masyarakat, bukan manusia calon kasta elit dalam masyarakat.”

Belajar dari KH Tholhah Mansur: Catatan Harlah Ke-63 IPNU (Sumber Gambar : Nu Online)
Belajar dari KH Tholhah Mansur: Catatan Harlah Ke-63 IPNU (Sumber Gambar : Nu Online)

Belajar dari KH Tholhah Mansur: Catatan Harlah Ke-63 IPNU

Itulah sepenggal pidato KH Tholhah Mansur dalam Muktamar IV IPNU di Yogyakarta tahun 1961. Dari kalimat pendek tersebut, sangatlah jelas bahwa Pendiri IPNU mempunyai cita-cita sejak awal bahwa kelahiran IPNU pada tanggal 24 Februari 1954 atau bertepatan dengan tangal 20 Jumadil Akhir 1373 H adalah untuk membentuk dan mencetak pelajar dan santri Nahdlatul Ulama yang berilmu yang tidak berlagak elitis dan eksklusif. Berilmu dalam konteks pidato di atas, mempunyai makna yang kompleks, definisi berilmu disini penulis artikan sebagai kapasitas seorang kader yang harus mempunyai ilmu pengetahuan sekaligus kecerdasan.?

Apa maksud dari pengetahuan dan kecerdasan yang penulis maksud adalah, seorang kader IPNU, adalah agen yang harus mempunyai modalitas wawasan (baca: pengetahuan) yang implementatif, ready to use. Sehingga, kecerdasan disini merupakan upaya untuk mempraktekkan segala wawasan yang dimilikianya. Karena, melalui dua modalitas inilah kader-kader IPNU akan menjadi aset transformasi sosial bagi masyarakat yang lebih luas.

Cita-cita ini, tentu dilandasi dengan asas ideologis yang bersumber dari teks al-Quran, sebagaimana yang teruraikan melalui pesan surah al-Mujadalah: 11 yang menegaskan bahwa Allah akan meninggikan beberapa derajat orang-orang yang beriman diantara kamu dan orang-orang yang berilmu (diberi ilmu pengetahuan) beberapa derajat. Landasan normatif ayat suci inilah yang menjadi pedoman pengembangan pengetahuan sekaligus kecerdasan agar selalu “kehausan” dalam meraup air-air ilmu pengetahun bagi para kader IPNU.

Namun, orientasi keilmuan ini tentu saja bukan dalam rangka mencapai ketinggian derajat semata, karena Kiai Tolchah dalam pidatonya tersebut melakukan taqyid al-makna,? yang menegaskan keilmuan tersebut harus dilandasi sikap yang dekat dengan masyarakat. artinya, kader IPNU harus mempunyai karakter, yaitu sikap yang siap sedia kapanpun masyarakat memanggil. Sehingga, sangat absurd jika ada seorang kader IPNU yang tidak dekat dengan masyarakat, merasa terasing dari denyut kehidupan warganya. Dari fenomena ini, maka harus ada yang dibenahi dari internal individual atau pola kaderisasi yang kurang tepat. Karena, sikap elitis inilah yang sangat dikhawatirkan oleh Kiai Tolchah selaku founding fathers IPNU.

SMA Negeri 1 Slawi

Cita dan asa Kiai Tolchah diatas, selanjutnya disimbolisasikan melalui logo IPNU yang sangat sarat makna. Gambar bulu angsa misalnya, dalam logo tersebut dimaknai sebagai spirit keilmuan yang harus tetap dilakukan oleh para kader, kemudian karakter yang istiqomah, berkomitmen dan selalu tuntas dalam setiap kinerja disimbolkan dengan logo IPNU yang berbentuk bulat.?

SMA Negeri 1 Slawi

Kemudian, bintang yang merupakan benda luar angkasa meniscayakan sebuah ketinggian harapan yang harus selalau tergenggam agar kader-kader tidak hanya hidup tanpa adanya cita-cita yang tinggi. Dari sekelumit kode-kode inilah, sebenarnya karakter keilmuan IPNU termanifestasikan dengan baik. Hal ituharus dipahami dan disadari oleh semua elemen pengurus, anggota, dan seluruh kader.

Sebuah kredo yang terkenal di IPNU: belajar, berjuang dan bertaqwa juga menjadi semacam world view yang mendarah daging, untuk terus melakukan kerja-kerja intelektual, sosial dan spiritual secara sekaligus. Selaras dengan makna nahdlah dalam nomenklatur Nahdlatul Ulama yang berarti kebangkitan agama dan peradaban secara bersama-sama (nahdlah ad-diniyah wal madaniyah ma’an). Melihat kesinambungan gagasan konseptual serta falsafahnya, maka sangat masuk akal jika pembangunan dan keberlangsungan NahdlatulUlama sebagai garda pembentukan peradaban masyarakat Indonesia, berada dipundak kader-kader IPNU.

Untuk itulah, pembangunan kader-kader IPNU sama halnya dengan membangun NU di masa depan, dan memperhatikan NU sama dengan turut andil dalam membangun generasi bangsa Indonesia yang berkualitas di era yang akan datang. Selamat Harlah IPNU ke-63. Belajar, Berjuang dan Bertaqwa.

Penulis adalah Wakil Ketua Umum Pimpinan Pusat IPNU 2015-2018.

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Quote, Berita, Tokoh SMA Negeri 1 Slawi

Kamis, 01 Maret 2018

Jelang Lebaran Ketupat, Warga Produksi Dodol Jaton

Gorontalo, SMA Negeri 1 Slawi. Menjelang perayaan Lebaran Ketupat, warga Desa Yosonegoro, Kecamatan Limboto Barat, Kabupaten Gorontalo mulai memproduksi dodol Jawa Tondano (Jaton). Hampir setiap rumah memasak dodol khas jaton yang nantinya akan dibagikan kepada tamu yang datang kerumah warga setempat.

Jelang Lebaran Ketupat, Warga Produksi Dodol Jaton (Sumber Gambar : Nu Online)
Jelang Lebaran Ketupat, Warga Produksi Dodol Jaton (Sumber Gambar : Nu Online)

Jelang Lebaran Ketupat, Warga Produksi Dodol Jaton

"Ini sudah menjadi tradisi kami, memasak dan membagikan dodol saat Lebaran Ketupat yang dirayakan seminggu setelah Idul Fitri," ucap Saleh, warga setempat, Ahad (10/7).

Dia menjelaskan, tiga hari sebelum perayaan Lebaran Ketupat, warga sekitar sudah mulai memproduksi dodol Jaton.

"Memasak dodol membutuhkan waktu yang cukup lama dan tenaga ekstra, karena untuk memasak 10 kg dodol, dibutuhkan sembilan jam waktu memasaknya, dan harus terus diaduk agar campuran bahannya merata," jelas Saleh.

Dodol Jaton terbuat dari tepung, kacang, santan kelapa dan gula merah, dengan penbandingan jika ingin membuat 10 kilogram dodol, dibutuhkan 30 butir kelapa dan 15 kilogram gula merah.

SMA Negeri 1 Slawi

"Untuk 10 kilogram dodol yang kami buat akan menjadi 225 bungkus dodol Jaton yang dibungkus menggunakan daun woka," kata Saleh.

Sementara itu, Ido Masuli yang ditemui saat sedang membungkus dodol Jaton mengatakan, dodol yang dibungkus adalah dodol yang telah didinginkan selama 12 jam usai dimasak.

SMA Negeri 1 Slawi

"Proses pendinginan dodol jaton terbilang cukup lama, karena harus sudah benar-benar dingin baru bisa dibungkus dengan daun woka," jelas Ido.

Ia menuturkan, daun woka yang digunakan sebagai pembungkus dibeli dari daerah pegunungan di Limboto Barat.

"Harus orang yang sudah terampil jika ingin membungkus dodol dengan daun woka, karena jika belum terbiasa, daun woka akan cepat sobek sehingga dodol tidak terbungkus rapi," katanya. (Antara/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Sejarah, Pendidikan SMA Negeri 1 Slawi

Tips Rasulullah untuk Melunakkan Hati yang Keras

Pernahkah Anda terbukti bersalah namun sukar sekali mengeluarkan minta maaf? Alasannya: orang yang dimintai maaf lebih muda dari kita, lebih miskin dari kita, atau status jabatannya lebih rendah dari kita. Jika kita penah mengalami demikian atau menyaksikan orang yang berperilaku begitu, yang bersangkutan sesungguhnya telah mengidap penyakit hati yang keras.

Surat Al-Baqarah ayat 67-74 mengambarkan kondisi penyakit tersebut ketika mengisahkan tentang Bani Israil. Mereka dilukiskan sebagai orang-orang yang sulit menerima kebenaran meskipun bukti nyata telah hadir di depan mata. Hati mereka mengeras seperti batu, bahkan bisa lebih keras lagi.

Tips Rasulullah untuk Melunakkan Hati yang Keras (Sumber Gambar : Nu Online)
Tips Rasulullah untuk Melunakkan Hati yang Keras (Sumber Gambar : Nu Online)

Tips Rasulullah untuk Melunakkan Hati yang Keras

Penyakit ini susah disembuhkan karena yang mesti dihadapi penderitanya adalah dirinya sendiri. Egoisme, gengsi, atau perasaan paling istimewa, biasanya menjadi biang keladi mengapa hati seseorang membatu sehingga sukar dimasuki kebenaran dan kebaikan yang datang dari luar dirinya. Namun, susah disembuhkan bukan berarti tidak bisa diobati.

SMA Negeri 1 Slawi

Suatu hari seorang laki-laki datang mengadu kepada Rasulullah shallallâhu ‘alaihi wasallam tentang hatinya yang keras (qaswatul qalb). Nabi menjawab:

? ? ? ? ? ? ? ? ?

SMA Negeri 1 Slawi

Artinya: “Jika kamu ingin melunakkan hatimu maka berilah makan orang miskin dan usaplah kepala anak yatim.” (HR al-Hakim dalam al-Mustadrak)

Dalam hadits tersebut, Rasulullah menganjurkan orag yang keras hatinya untuk melatih diri berempati dengan orang-orang lemah. Empati tersebut diwujudkan salah satunya dengan memberi makan orang miskin.

Makan adalah di antara kebutuhan primer (hâjiyât) setiap manusia. Penghasilan orang miskin sering hanya bisa mencukupi keperluan pokok tersebut tanpa bisa menambah kebutuhan sekunder lainnya. Lebih dari miskin disebut faqîr. Keduanya merupakan kelompok rentan yang sama-sama membutuhkan uluran tangan.

Ibnu Rajab al-Hanbali saat menjelaskan hadits ini mengatakan bahwa bergaul dengan orang-orang miskin dapat meningkatkan rasa ridha dan syukur seorang hamba atas nikmat yang dikaruniakan oleh Allah. Sebaliknya, bergaul dengan orang kaya potensial membuatnya kurang menghargai rizeki yang diterimanya.

Selanjutnya adalah mengusap kepala anak yatim. Kata “mengusap” di sini merupakan kiasan dari anjuran untuk menyayangi, berlemah lembut, dan mengayomi mereka. Tentang hal ini, Nabi bersabda:

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

“Barangsiapa yang mengusap kepala anak yatim laki-laki atau perempuan hanya karena Allah, baginya setiap rambut yang diusap dengan tangannya itu mengalirkan banyak kebaikan, dan barangsiapa berbuat baik kepada anak yatim perempuan atau laki-laki yang dia asuh, aku bersama dia di surga seperti ini (Nabi menyejajarkan dua jarinya).”

Dalam hadits itu, Allah memberikan kebaikan kepada orang-orang yang mengusap kepala anak yatim. Jumlah rambut di hadits ini merupakan ilustrasi dari kebaikan yang tak terhitung sebagaimana tak terhitungnya jumlah rambut kepala orang. Artinya, sebanyak apa kebaikan seseorang kepada anak yatim, sebesar itu pula Allah berikan kebaikan kepadanya. Inilah mengapa hati yang keras menjadi mudah melunak, terbuka terhadap kebenaran dan kebaikan. Sebab, Sang Penguasa Hati sedang berada di pihaknya. Wallah a’lam. (Mahbib)



Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Habib SMA Negeri 1 Slawi

Selasa, 27 Februari 2018

GP Ansor Mulai Pra Kongres di Makassar

Makassar, SMA Negeri 1 Slawi. Menjelang pelaksanaan kongres ke-XV Gerakan Pemuda Ansor, acara pendahuluan berupa kegiatan pra kongres dilaksanakan di beberapa daerah yang dibagi per region. Kali ini yang menjadi pelaksanaan adalah regional III yang meliputi seluruh Sulawesi, Maluku, Maluku Utara, dan Papua. Acara dilaksanakan di Makasar pada Sabtu-Ahad (31/10—1/11/2015).?

Kongres ke XV GP Ansor akan dilaksanakan di Pesantren Sunan Pandanaran, Jl Kaliurang Km 12,5 Sardonoharjo, Sleman, Yogyakarta, 25-27 November 2015.

GP Ansor Mulai Pra Kongres di Makassar (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor Mulai Pra Kongres di Makassar (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor Mulai Pra Kongres di Makassar

Fathul Maskur, wasekjen PP GP Ansor mengatakan pra kongres adalah bagian dari persiapan atau semacam warming up, agar kongres ? yang merupakan forum permusyawaratan dan pemegang kekuasaan tertinggi dalam organisasi itu berjalan sukses.

SMA Negeri 1 Slawi

Pra kongres ini akan dibuka oleh Ketua Umum PP GP Ansor, H. Nusron Wahid.

Fathur menjelaskan pra kongres ini mempunyai arti sangat penting, yakni sebagai forum sosialisasi persiapan teknis kegiatan kongres XV, penyampaian materi dan pembahasan materi kongres, pembahasan sejumlah program, kendala dan solusinya, hingga soal teknis seperti registrasi peserta.

SMA Negeri 1 Slawi

Sosialisasi persiapan teknis kegiatan Kongres XV akan disampaikan oleh panitia pelaksana, adapun penyampaian materi kongres akan dibawakan oleh panitia pengarah.?

"Di sini, para peserta diberikan kesempatan untuk membahas bersama-sama," tambahnya.

Pra kongres juga akan membahas implementasi dan evaluasi program Akreditas Pimpinan Cabang (PC) dan Pimpinan Wilayah (PW), yang akan dipandu secara khusus oleh Tim Akreditas Pimpinan Pusat GP Ansor.

Tak kalah penting, panitia juga akan membuka registrasi peserta Kongres XV. "Nah, ini tentu bagi PC dan PW yang sudah lolos akreditasi organisasi," kata Fatkhul Maskur.

Setelah pra kongres di regional III, PP GP Ansor selanjutnya akan menggelar pra kongres lanjutan untuk wilayah di regional II, dan regional I.

Kongres diselenggarakan untuk (1) menilai pertanggungjawaban Pimpinan Pusat, (2) menetapkan program umum organisasi, (3) menetapkan Peraturan Dasar/Peraturan Rumah Tangga, (4) merumuskan ? kebijaksanaan ? organisasi berkaitan dengan kehidupan, kebangsaan, kemasyarakatan dan keagamaan, dan (5) memilih Pimpinan Pusat. (Anwar Muhammad/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Jadwal Kajian SMA Negeri 1 Slawi

KH Ma’ruf Amin Akan Temui Ahok Terkait Penggusuran di Luar Batang

Jakarta, SMA Negeri 1 Slawi



Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia KH Ma’ruf Amin mengatakan akan menemui Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) untuk membahas nasib daerah penggusuran Luar Batang dan lokasi sekitarnya Kampung Akuarium dan Pasar Ikan.

KH Ma’ruf Amin Akan Temui Ahok Terkait Penggusuran di Luar Batang (Sumber Gambar : Nu Online)
KH Ma’ruf Amin Akan Temui Ahok Terkait Penggusuran di Luar Batang (Sumber Gambar : Nu Online)

KH Ma’ruf Amin Akan Temui Ahok Terkait Penggusuran di Luar Batang

"Kami akan bertemu Pemda untuk mempertahankannya. Tidak digusur tapi diperbaiki," kata Kiai Ma’ruf saat mengunjungi lokasi penggusuran di sekitar Luar Batang, Jakarta, Selasa.

Kiai Ma’ruf yang juga rais aam NU ini mengatakan salah satu hal yang akan direkomendasikan terkait hak-hak warga itu adalah supaya Ahok dapat membangun kembali rumah yang telah digusur dengan yang lebih baik.

Kiai Ma’ruf mengatakan pihaknya sangat prihatin dengan kondisi warga Luar Batang pascapenggusuran oleh otoritas Pemda DKI. Terlebih setelah MUI meninjau langsung lokasi penggusuran itu.

SMA Negeri 1 Slawi

Kendati demikian, MUI akan melakukan investigasi lebih dalam terlebih dahulu mengenai rincian hak-hak warga yang dilanggar. Dengan begitu, rekomendasi-rekomendasi yang disampaikan saat bertemu Ahok akan menyeluruh.

Kiai Ma’ruf mengatakan Pemda DKI sudah seharusnya mempertahankan situs sejarah Luar Batang dan sekitarnya lantaran kawasan itu sudah ada sejak lama yaitu ketika kota Sunda Kelapa cikal bakal Jakarta dibangun.?

SMA Negeri 1 Slawi

Kawasan Luar Batang, kata dia, memiliki nilai sejarah yang sangat tinggi khususnya terkait dengan Islam.

Pemprov DKI Jakarta sebelumnya melakukan relokasi warga Pasar Ikan dengan memberikan solusi kepada warga yang telah bermukim sejak lama dan memiliki rumah tinggal di lingkungan RT 001, 002, 011 dan 012 di RW 04 untuk mendapatkan hunian layak di rusun Marunda dan Rawa Bebek.

Saat dilakukan penggusuran pada Senin pagi (11/4), ratusan warga Pasar Ikan mencoba menolak dan bertahan. Bahkan petugas pengamanan gabungan dari Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Polisi dan TNI sebanyak 4.218 personel membawa sejumlah warga dengan bus yang telah disediakan. (Antara/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Hadits, Nasional, Bahtsul Masail SMA Negeri 1 Slawi

Senin, 26 Februari 2018

Perguruan Tinggi NU Kuatkan Komitmen Bisa Tersertifikasi secara Global

Surabaya, SMA Negeri 1 Slawi - Sejumlah pimpinan perguruan tinggi Nahdlatul Ulama (PTNU) di Jawa Timur kembali berkonsolidasi dalam rangka peneguhan eksistensi sekaligus memaparkan komitmennya dalam menciptakan kualitas perguruan tinggi di kancah regional dan global.

Forum dikemas dalam Focus Group Discussion (FGD) yang diselenggarakan oleh Pengurus Wilayah Lembaga Pendidikan Tinggi NU (LPTNU) Jawa Timur, Selasa (20/9), di aula Salsabila Gedung PWNU Jawa Timur, Jalan Masjid Akbar Timur 9 Surabaya.

Perguruan Tinggi NU Kuatkan Komitmen Bisa Tersertifikasi secara Global (Sumber Gambar : Nu Online)
Perguruan Tinggi NU Kuatkan Komitmen Bisa Tersertifikasi secara Global (Sumber Gambar : Nu Online)

Perguruan Tinggi NU Kuatkan Komitmen Bisa Tersertifikasi secara Global

Hadir dalam diskusi ini para pimpinan dan dosen PTNU Jawa Timur, PWLPTNU Jawa Timur serta perwakilan Jurusan di Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya yang baru saja divisitasi oleh Asesor AUN-QA (ASEAN University Network – Quality Assurance).

SMA Negeri 1 Slawi

AUN-QA adalah program sertifikasi penjaminan mutu skala global yang digagas oleh asosiasi perguruan tinggi. AUN sendiri berkantor pusat di Thailand, dengan anggota perguruan tinggi dan asesor dari berbagai kampus di negara-negara ASEAN.

SMA Negeri 1 Slawi

“Di dunia ini, setidaknya ada tiga ‘madzhab’ atau aliran dalam akreditasi perguruan tinggi, yang pertama Dublin Accord; kedua, Washington Accord; dan ketiga, Sidney Accord,” kata Ketua Jurusan Teknik Elektro ITS Dr. Ardyono Priadi mengawali diskusi.

Dublin Accord adalah sertifikasi perguruan tinggi yang banyak bergerak pada bidang vokasi, Washington Accord menekankan bagaimana capaian lulusan pembelajaran (learning outcomes) dari lembaga pendidikan tinggi, sedangkan Sidney Accord lebih pada bagaimana kompetensi dari lulusannya.

“Di Indonesia tampaknya ada pergeseran dari madzhab kompetensi ke madzhab learning outcomes,” papar Ardyono.

Sebagaimana diketahui, beberapa dekade terakhir di era global ini perguruan tinggi dunia memacu diri dengan membuat sistem penjaminan mutu tata kelola dan hasilnya. Sebut saja ABET (Accreditation Board for Engineering and Technology), perkumpulan perguruan tinggi Islam dunia (ISESCO/Islamic Educational, Scientific and Cultural Organization), hingga ASEAN University Network ini.

Pada penilaian sertifikasi AUN-QA, ada 15 kriteria penilaian yaitu: Expected learning outcomes, programm specification, programm structure and content, teaching and learning strategy, student assessment,? academic staff quality, support staff quality, student quality, student advice and support, facilities and infrastructure, quality assurance of teaching and learning process, staff development activities, stakeholders feedback, output dan stakeholders satisfaction.

Menurut Setiyo Gunawan, Sekjur Teknil Kimia ITS, para asesor AUN-QA cukup detail dalam memverifikasi bukti-bukti fisik dari proses-proses yang sudah dikerjakan, mulai dari proses penyusunan kurikulum, proses pembelajaran, hingga umpan balik para pemangku kepentingan dan pengguna lulusan.

Dekan Fakultas Teknologi Informasi ITS Agus Zainal Arifin yang turut hadir dalam diskusi ini menambahkan, sertifikasi AUN-QA memang lebih mengkroscek dari segi proses. Dengan proses yang bermutu maka tentu akan menghasilkan output yang bermutu pula.

Yusuf Amrozi, sekretaris LPTNU Jawa Timur mengatakan, bukan tidak mungkin PTNU di Indonesia tersertifikasi secara global. Tinggal bagaimana PTNU kita ini memacu komitmen masing-masing untuk menumbuhkan budaya mutu. Sehingga jika budaya mutu telah terbentuk, maka tinggal mengikuti template yang diminta oleh lembaga akreditasi atau sertifikasi internasional tersebut. (Red: Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Berita, Syariah SMA Negeri 1 Slawi

Minggu, 25 Februari 2018

Pengurus Baru PMII Purworejo Fokus Kawal Isu Lokal

Purworejo, SMA Negeri 1 Slawi. Isu-isu lokal menjadi prioritas utama yang akan digarap oleh aktivis mahasiswa yang tergabung dalam organisasi Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Purworejo. Pasalnya, masih banyak persoalan di Kabupaten Purworejo yang tidak beres.

Hal itu diungkapkan Ketua PC PMII Kabupaten Purworejo Muhammad Arifin dalam sambutannya usai pelantikan Pengurus Cabang PMII Purworejo periode 2014-2015 di Auditorium Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Ulama (STAINU) Purworejo, Jumat (28/11).

Pengurus Baru PMII Purworejo Fokus Kawal Isu Lokal (Sumber Gambar : Nu Online)
Pengurus Baru PMII Purworejo Fokus Kawal Isu Lokal (Sumber Gambar : Nu Online)

Pengurus Baru PMII Purworejo Fokus Kawal Isu Lokal

"Organisasi PMII sebagai salah satu elemen civil society  siap menjadi garda terdepan dalam mengawal perjalanan Pemerintahan di Kabupaten Purworejo. Berbagai isu-isu lokal untuk periode ini menjadi prioritas bidang garap organisasi sebagai media perjuangan bagi kami," ucap Arifin.

SMA Negeri 1 Slawi

Menurutnya, saat ini nyaris tidak ada kekuatan civil society di Kabupaten Purworejo yang memiliki taring dan memiliki daya dobrak untuk membela kepentingan rakyat.  Isu-isu pasar modern, lingkungan, supremasi hukum, korupsi serta ekonomi dan lain sebagainya. yang merugikan masyarakat banyak yang tidak tersentuh.

SMA Negeri 1 Slawi

"Dalam situasi ini PMII mencoba untuk mengambil peranan tersebut. Semua itu demi terciptanya tatanan masyarakat yang adil, makmur dan sejahtera," tandasnya.

Hadir dalam kegiatan yang dirangkai dengan seminar yang mengangkat tema ekonomi lokal tersebut, Pengurus Besar PMII, PKC PMII Jawa Tengah, segenap Muspida, NU dan Banom, Organisasi ekstra kampus, BEM, Tokoh masyarakat serta alumni dan ratusan Kader PMII Purworejo.

Bupati Purworejo dalam sambutannya yang dibacakan oleh Staff Ahli Bupati Bidang Pemerintahan dan Politik, Dr Ahmad Kasinu menyambut baik pelantikan pengurus PC PMII tersebut. "Selaku Pemerintah Daerah tentu sangat mendukung dan menyambut baik pelantikan sahabat-sahabat mahasiswa ini," katanya.

Lebih lanjut Kasinu mengatakan, pihaknya mengapresiasi peran PMII selama ini yang telah menjadi dinamisator bagi perjalanan pemerintahan. "Kritisme teman-teman mahasiswa terhadap isu-isu lokal harus diakui sebagai sumbangsih yang tak ternilai bagi kami. Hal itu harus senantiasa dilestarikan sebagai media perjuangan dan pembelajaran bagi para mahasiswa kader PMII," tandasnya. (Lukman Hakim/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi IMNU SMA Negeri 1 Slawi

Konferwil PWNU Jabar Diawali Istighotsah, Dibuka Ketum PBNU

Jakarta, SMA Negeri 1 Slawi?



Konferensi Wilayah ke-17 PWNU Jawa Barat akan dimulai dengan istighotsah para kiai dan peserta konferensi pada Senin malam (10/10) di Pondok Pesantren Fauzan, Kabupaten Garut. Kemudian keesokan harinya, Selasa (11/10) konferensi akan dibuka Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj.?

Menurut salah seorang panitia Konferwil, Dasuki Qs, pada istighotsah tersebut akan disertakan doa kepada para korban musibah yang menimpa Garut dan Sumedang belum lama ini.

Konferwil PWNU Jabar Diawali Istighotsah, Dibuka Ketum PBNU (Sumber Gambar : Nu Online)
Konferwil PWNU Jabar Diawali Istighotsah, Dibuka Ketum PBNU (Sumber Gambar : Nu Online)

Konferwil PWNU Jabar Diawali Istighotsah, Dibuka Ketum PBNU

“Senin siang registrasi sampai malam. Kemudian istighotsah dan malam amal,” katanya kepada SMA Negeri 1 Slawi ketika dihubung dari Jakarta, Sabtu (8/10).

Ia menambahkan, konferwil bertema “Meneguhkan Khidmah Jamiyah ? untuk Umat dan Bangsa” ini akan dihadiri 27 perwakilan PCNU dan satu karteker dan para peninjau. “Salah satu agendanya, akan menentukan pemimpin NU Jabar lima tahun mendatang,” katanya. ? (Abdullah Alawi)

SMA Negeri 1 Slawi

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi

SMA Negeri 1 Slawi Anti Hoax SMA Negeri 1 Slawi

Peringati Hari Pahlawan, Ansor Sumberasih Ziarah Wali

Probolinggo, SMA Negeri 1 Slawi - Dalam rangka memperingati Hari Pahlawan tahun 2017, Pimpinan Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda Ansor Kecamatan Sumberasih Kabupaten Probolinggo melakukan ziarah wali, Sabtu dan Ahad (11-12/11).

Ziarah ke malam wali ini diikuti oleh 57 orang yang melibatkan para pengurus GP Ansor dan Banser Kecamatan Sumberasih, serta perwakilan tiap-tiap ranting GP Ansor se-Kecamatan Sumberasih.

Peringati Hari Pahlawan, Ansor Sumberasih Ziarah Wali (Sumber Gambar : Nu Online)
Peringati Hari Pahlawan, Ansor Sumberasih Ziarah Wali (Sumber Gambar : Nu Online)

Peringati Hari Pahlawan, Ansor Sumberasih Ziarah Wali

Dalam ziarah GP Ansor Sumberasih ini, ada empat tempat ziarah wali yang dilakukan mulai dari KH Abdul Hamid Pasuruan, dilanjutkan ke makam KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) di Jombang. Ziarah kemudian dilanjutkan ke pulau garam Madura, tepatnya ke makam KH Kholil Bangkalan. Terakhir di Sunan Ampel Surabaya. Jika memungkinkan, para pengurus juga akan silaturahim ke kantor PWNU Jawa Timur atau GP Ansor Jawa Timur.

Ketua GP Ansor Sumberasih H Abdul Mujib mengatakan, kegiatan ziarah makam wali ini bertujuan untuk mengenang kembali peran para kiai yang tidak tercatat dalam sejarah kemerdekaan RI. Sekaligus mengenang kejadian 10 November 1945, di mana kaum sarungan inilah yang menjadi para Komandan salah satu pasukan berani mati yang terjadi di Surabaya.

SMA Negeri 1 Slawi

“Harapan kami dengan adanya agenda ini bisa memompa semangat sahabat-sahabat Ansor dan Banser Kecamatan Sumberasih dalam berkhidmah di Ansor. Meski akhir-akhir ini ada isu yang kurang enak terkait berita hoaks Banser. Namun bagi kami, NKRI harga mati,” harapnya.

SMA Negeri 1 Slawi

Ketua Rombongan Abdul Jalal mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan salah satu media positif untuk memberikan gambaran sekaligus mengingatkan kembali perjuangan para ulama NU dalam ambil bagian merebut kemerdekaan RI dari tangan penjajah.

“Kami menginginkan agar para kader GP Ansor ini tidak melupakan perjuangan para ulama NU yang ikhlas berjuang melawan penjajah. Semoga para kader muda ini mampu meneladani apa yang sudah diberikan para ulama NU buat bangsa dan negara Indonesia,” ungkapnya.

Dengan adanya ziarah wali ini Jalal mengharapkan agar nantinya bisa menambah semangat perjuangan dalam berorganisasi sehingga bisa keberadaan GP Ansor benar-benar bisa dirasakan oleh masyarakat. “Karena berjuang itu tidak hanya melawan penjajah saja, tetapi juga diwujudkan dengan berjuang melawan kebodohan dan kemungkaran,” pungkasnya. (Syamsul Akbar/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Quote SMA Negeri 1 Slawi

Mantan PM Israel Ehud Olmert Dipenjara karena Korupsi

Ramle, SMA Negeri 1 Slawi

Ehud Olmert, yang pernah dipuji karena upaya perdamaian dengan Palestina, pada Senin menjadi mantan perdana menteri pertama Israel yang harus masuk penjara.?

Mantan PM Israel Ehud Olmert Dipenjara karena Korupsi (Sumber Gambar : Nu Online)
Mantan PM Israel Ehud Olmert Dipenjara karena Korupsi (Sumber Gambar : Nu Online)

Mantan PM Israel Ehud Olmert Dipenjara karena Korupsi

Pada hari itu, ia memulai masa penahanan selama 19 bulan karena menerima suap dan menghalang-halangi peradilan, lapor AFP.?

Di tengah banyak pihak yang tercengang serta siaran langsung oleh stasiun televisi Israel, Olmert memasuki penjara Maasiyahu di kota Ramle, tak lama sebelum pukul 10.00 waktu setempat.?

Sosok ramah berusia 70 tahun dan dikenal sebagai penggemar cerutu itu digiring masuk oleh para pejabat badan keamanan nasional Israel, Shin Bet, sementara kerumunan wartawan menyaksikan peristiwa itu dari jarak dekat.?

Hukuman penjara yang sudah dijatuhkan terhadap Olmert menutup babak panjang proses hukum sejak ia mengakhiri jabatan pada 2009.?

SMA Negeri 1 Slawi

Dakwaan yang diterimanya dikenakan dari sebelum ia menjadi sebagai perdana menteri hingga pada tahun-tahun ia menjabat sebagai wali kota Jerusalem dan menteri ekonomi.?

SMA Negeri 1 Slawi

Dalam pesan melalui video yang disiarkan pada Senin pagi sebelum ia memulai masa penahanannya, Olmert tetap menyatakan tidak bersalah.?

"Bisa dibayangkan betapa menyakitkan dan anehnya perubahan ini bagi saya, keluarga saya, orang-orang yang saya sayangi dan para pendukung (saya)," kata Olmert. Ia terlihat kuyu dan sedih.?

"Saya menolaknya sepenuhnya semua dakwaan penyuapan yang dikenakan kepada saya."

Ia menambahkan bahwa "selama menjalankan karir panjang saya juga melakukan kesalahan-kesalahan, walaupun tidak ada di antaranya, yang menurut saya, merupakan kejahatan. Dengan berat hati, saya menerima hukuman saya hari ini. Tidak ada orang yang berada di atas hukum."

Olmert sebelumnya dijatuhi hukuman enam tahun penjara pada Mei 2014 karena menerima suap pada awal tahun 2000 terkait kasus pembangunan besar-besaran kompleks pemukiman Holyland Jerusalem. Hukuman itu kemudian dikurangi menjadi 18 bulan.?

Pekan lalu, pengadilan Israel memberikan tambahan satu bulan hukuman karena ia dianggap menghalangi-halangi peradilan.?

Hukuman menjara bagi Olmert kemungkinan masih akan diperpanjang. Mahkamah Agung masih membahas banding Olmert terhadap hukuman ketiga yang dijatuhkan, yaitu berupa hukuman penjara selama delapan bulan karena penipuan dan korupsi. (Antara/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Pendidikan, Warta SMA Negeri 1 Slawi

Sabtu, 24 Februari 2018

Pengobatan Gratis di Jombang Diserbu Ratusan Warga

Jombang, SMA Negeri 1 Slawi

Ratusan warga di Kecamatan Bareng, Kabupaten Jombang, Jawa Timur mendatangi lokasi pengobatan gratis yang diselenggarakan oleh panitia Hari Santri Nasional (HSN) di MI Nurul Islam Bareng, Kamis (20/10).

Pengobatan Gratis di Jombang Diserbu Ratusan Warga (Sumber Gambar : Nu Online)
Pengobatan Gratis di Jombang Diserbu Ratusan Warga (Sumber Gambar : Nu Online)

Pengobatan Gratis di Jombang Diserbu Ratusan Warga

Sebagian mereka datang lebih awal sebelum acara dibuka dan rela nunggu sembari mengikuti acara pembukaan. "Meraka datang sekitar pukul 06.30 WIB, padahal jadwal kita baru dibuka pukul 08.00 WIB," kata Minanur Rahman, koordinator tim pengobatan gratis kepada SMA Negeri 1 Slawi.

Mereka menunjukkan antusiasmenya dalam menyemarakkan Hari Santri Nasional. Minan menyampaikan, sebelumnya, panitia menyiapkan kupon peserta pengobatan gratis sebanyak 525. Kupon itu dikoordinasi pengurus MWCNU, dan badan otonom (Banom) NU di Bareng yang sudah diedarkan jauh hari sebelumnya.

SMA Negeri 1 Slawi

"Panitia membuat kupon sebanyak 525 untuk target peserta, yang diedarkan oleh pengurus NU Bareng. Namun Realisasinya, jumlah akhir tadi sebanyak 371 peserta pengobatan gratis," ujarnya.

SMA Negeri 1 Slawi

Jumlah peserta tersebut, menurut Minan, sudah mencapai target maksimal. Dari 371 kupon yang sudah diterima itu, 5 di antaranya khusus untuk pemeriksaan mata yang langsung ditangani dokter spesialis mata. "Kita juga menyiapkan dokter spesialis mata untuk masyarakat Bareng, ia akan menangani katarak dan obat dasar pengobatan mata," jelasnya.

Untuk diketahui, kegiatan pengobatan gratis itu merupakan kerja sama antar panitia penyelenggara dengan Rumah Sakit Nahdlatul Ulama (RSNU) Jombang. (Syamsul Arifin/Mahbib)Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Ubudiyah, Hadits SMA Negeri 1 Slawi

PWNU DKI Jakarta Perkuat Wawasan Aswaja An-Nahdliyah di Jakarta Selatan

Jakarta, SMA Negeri 1 Slawi - Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) DKI Jakarta dan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Jakarta Selatan menggelar halaqah Aswaja An-Nahdliyyah di aula Darul Marfu‘, Radio Dalam, Jakarta Selatan, Ahad (17/9) pagi. Halaqah di PCNU Jaksel ini merupakan agenda keliling terakhir penguatan Aswaja NU yang dilakukan PWNU DKI Jakarta.

Halaqah ini diikuti oleh pengurus harian banom NU, lembaga NU, serta pengurus harian MWCNU yang ada di Jakarta Selatan.

PWNU DKI Jakarta Perkuat Wawasan Aswaja An-Nahdliyah di Jakarta Selatan (Sumber Gambar : Nu Online)
PWNU DKI Jakarta Perkuat Wawasan Aswaja An-Nahdliyah di Jakarta Selatan (Sumber Gambar : Nu Online)

PWNU DKI Jakarta Perkuat Wawasan Aswaja An-Nahdliyah di Jakarta Selatan

Halaqah ini diisi dengan dua sesi diskusi dengan tema berbeda. Satu sesi membahas materi Aswaja An-Nahdliyah mulai dari sikap keislaman hingga sikap kebangsaan. Sementara sesi kedua membahas dinamika NU paling aktual di lingkungan Jakarta Selatan mulai dari sikap politik hingga pembahasan plang NU di masjid-masjid.

Sekretaris PCNU Jakarta Selata KH Irfan Zidni mengatakan, “Ini keliling terakhir halaqah PWNU DKI Jakarta. Halaqah di PCNU Jakarta Selatan ini merupakan halaqah terbaik dari pelaksanaan halaqah terbaik dari seluruh PCNU di Jakarta sebagaimana pengakuan dari pengurus harian PWNU DKI Jakarta.”

SMA Negeri 1 Slawi

SMA Negeri 1 Slawi

Sementara Ketua PCNU Jakarta Selatan KH Abdurrazak Alwi mengatakan bahwa untuk menangani nahdliyin di Jakarta, pengurus NU harus memiliki pendekatan khusus.

“Pengurus NU harus turun ke bawah, rajin silaturahmi, lalu menggerakkan simpul-simpul kekuatan jamaah. Ujung tombaknya adalah pengurus harian MWCNU. Pengurus NU harus diisi oleh bukan kalangan ustadz dan santri saja, tetapi harus dari pelbagai kalangan. Bukan juga sekadar dzurriyah pendiri NU, tetapi mereka yang mau khidmah untuk NU di Jakarta,” kata Kiai Razak Alwi. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Internasional, Olahraga, Ulama SMA Negeri 1 Slawi

Jelang Kongres XV, Ansor Jatim Belum Tentukan Pilihan

Jombang, SMA Negeri 1 Slawi. Menjelang Kongres XV Gerakan Pemuda Ansor, Pimpinan Wilayah GP Ansor Jawa Timur hingga kini belum menentukan siapa calon yang bakal diusung untuk menggantikan Nusron Wahid dalam kongres yang bakal digelar di Pesantren Sunan Pandanaran, Jalan Kaliurang Km 12,5 Sardonoharjo, Sleman, Yogyakarta, 25-27 November 2015 mendatang.

"Untuk Ansor Jawa Timur memang belum menentukan pilihan siapa yang bakal dicalonkan pada Kongres XV mendatang. Tapi yang jelas Jawa Timur memiliki banyak kader yang siap untuk memimpin Ansor,” ujar Rudy Nur Wahid, Ketua PW GP Ansor Jatim.

Jelang Kongres XV, Ansor Jatim Belum Tentukan Pilihan (Sumber Gambar : Nu Online)
Jelang Kongres XV, Ansor Jatim Belum Tentukan Pilihan (Sumber Gambar : Nu Online)

Jelang Kongres XV, Ansor Jatim Belum Tentukan Pilihan

Rudy mengatakan pihaknya masih akan melakukan rapat dengan beberapa pengurus cabang untuk menentukan pilihan bersama pengurus wilayah. Karena, imbuhnya, beberapa kandidat sudah banyak yang turun melakukan komunikasi dengan pengurus cabang. "Kita masih akan merapatkan bersama pengurus lainnya," terang alumni IAIN Sunan Ampel Surabaya ini.

SMA Negeri 1 Slawi

Menurut Rudy, salah satu kader yang sangat memenuhi kriteria dan persyaratan dalam PD/ PRT adalah Sholahul Am Notowono (mantan Ketua PC GP Ansor Jombang) yang juga salah satu wakil ketua di PW GP Ansor Jatim. "Kalau dari kriteria dan persyaratan, di (Gus Aam) sangat memenuhi, usia belum 40 tahun, mantan ketua cabang dan telah lulus PKN," bebernya.

SMA Negeri 1 Slawi

Dikonfirmasi terkait kemunculan dirinya dalam bursa calon Ketua Umum PP GP Ansor menggantikan Nusron Wahid,? Sholahul Am (Gus Aam) tidak banyak komentar.? Dia hanya mengatakan sebagai kader? GP Ansor harus selalu siap mengemban amanah. "Lihat perkembangan saja lah, kalau diberi amanah semua kader Ansor tidak boleh menolak," jawab Katib Pengasuh PP Bahrul Ulum Tambakberas Jombang ini.

Dalam proses kaderisasi organisasi, Gus Aam adalah Ketua PC GP Ansor Jombang.? Kini dia merupakan salah satu Wakil Ketua PW GP Ansor Jawa Timur dan merupakan salah satu kader yang telah lulus kaderisasi tingkat nasional (PKN).

Dari informasi yang dihimpun, sejumlah nama kandidat beredar di kalangan Pimpinan Cabang (PC) GP Ansor di Jawa Timur. Nama-nama itu di antaranya, KH Abdussalam Sohib (ketua pengasuh Pengasuh Ponpes Mabaul Maarif, Denanyar, Jombang), Syaikhul Islam (anggota DPR RI Fraksi PKB), dan Dhofir Al Farisi (kerabat Pondok Pesantren Riyadhus Sholihin Probolinggo dan Pesantren Ciganjur), Yakut Kholil Khoumas (anggota DPR RI Fraksi PKB), Idi Muzayyat (mantan Ketua Umum PP IPNU), dan Sholahul Am Notobuwono (wakil ketua PW GP Ansor Jatim dan juga Katib Pengasuh Pesantren Bahrul Ulum Tamakberas Jombang).? (Muslim Abdurrahman/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Sholawat, AlaNu SMA Negeri 1 Slawi

Terbesar, PMII Jatim Mesti Jadi Contoh bagi Wilayah Lain

Ponorogo, SMA Negeri 1 Slawi

Pengurus Koordinator Cabang (PKC) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Jawa Timur merupakan PKC dengan jumlah cabang terbanyak se-Indonesia. Jumlah cabang definitif PMII se-Jatim adalah 31 institusi. Mulai dari ujung barat Ngawi hingga ujung timur Banyuwangi.

Demikian dikatakan ketua PKC PMII Jatim 2014-2016, Ahmad Junaidi dalam Konferensi Koordinator Cabang (Konkoorcab) XXII Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Jawa Timur resmi dilaksanakan di Pendopo Agung Kabupaten, Ponorogo pada kamis Rabu 27-30 April 2016.

Terbesar, PMII Jatim Mesti Jadi Contoh bagi Wilayah Lain (Sumber Gambar : Nu Online)
Terbesar, PMII Jatim Mesti Jadi Contoh bagi Wilayah Lain (Sumber Gambar : Nu Online)

Terbesar, PMII Jatim Mesti Jadi Contoh bagi Wilayah Lain

“Meskipun begitu, saya harap sahabat-sahabat tidak melupakan tiga hal, yakni komitmen ideologi, kaderisasi, dan gerakan PMII. Dan tiga poin itu haruslah juga jadi agenda utama forum (konkoorcab) ini,” katanya.

SMA Negeri 1 Slawi

Kang Juned, sapaan akrabnya, dengan potensi cabang yang banyak tersebut PMII Jatim seharusnya memberikan teladan pergerakan bagi wilayah-wilayah lain.

SMA Negeri 1 Slawi

“PMII merupakan kawah candradimuka para politisi dan intelektual NU di masa depan, mari membangun PMII lebih bermanfaat,” ajaknya.

Sementara itu, Ketua Umum PB PMII Aminuddin Ma’ruf mengatakan, sejarah Jatim menjadi tempat sejarah kelahiran PMII pada 17 April 1960 tidak boleh melengahkan PMII Jatim untuk terus berupaya menjadi barometer kepemimpinan, gerakan dan ideologisasi Islam Ahlussunnah wal Jamaah.

Secara simbolik pembukaan konkoorcab resmi dibuka dengan penabuhan gong sebanyak tiga kali oleh Bupati Ponorogo Ipoeng Mukhlisoni ditemani Ketum PB PMII Aminuddin Ma’ruf dan Ketum PKC Jatim Ahmad Junaidi.

Pada kesempatan pembukaan juga ditampilkan kesenian Reog Ponorogo yang merupakan kesenian asli Nusantara asal Ponorogo. Pada kesempatan acara juga makin khidmat dengan kehadiran salah satu pendiri PMII KH Nuril Huda, dan sejumlah alumni PMII dan pejabat setempat. (Ali Makhrus/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Ulama, Nasional, Aswaja SMA Negeri 1 Slawi

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs SMA Negeri 1 Slawi sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik SMA Negeri 1 Slawi. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan SMA Negeri 1 Slawi dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock