Tampilkan postingan dengan label Berita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Berita. Tampilkan semua postingan

Jumat, 02 Maret 2018

Belajar dari KH Tholhah Mansur: Catatan Harlah Ke-63 IPNU

Oleh ? Imam Fadlli

“Cita-cita IPNU adalah membentuk manusia berilmu yang dekat dengan masyarakat, bukan manusia calon kasta elit dalam masyarakat.”

Belajar dari KH Tholhah Mansur: Catatan Harlah Ke-63 IPNU (Sumber Gambar : Nu Online)
Belajar dari KH Tholhah Mansur: Catatan Harlah Ke-63 IPNU (Sumber Gambar : Nu Online)

Belajar dari KH Tholhah Mansur: Catatan Harlah Ke-63 IPNU

Itulah sepenggal pidato KH Tholhah Mansur dalam Muktamar IV IPNU di Yogyakarta tahun 1961. Dari kalimat pendek tersebut, sangatlah jelas bahwa Pendiri IPNU mempunyai cita-cita sejak awal bahwa kelahiran IPNU pada tanggal 24 Februari 1954 atau bertepatan dengan tangal 20 Jumadil Akhir 1373 H adalah untuk membentuk dan mencetak pelajar dan santri Nahdlatul Ulama yang berilmu yang tidak berlagak elitis dan eksklusif. Berilmu dalam konteks pidato di atas, mempunyai makna yang kompleks, definisi berilmu disini penulis artikan sebagai kapasitas seorang kader yang harus mempunyai ilmu pengetahuan sekaligus kecerdasan.?

Apa maksud dari pengetahuan dan kecerdasan yang penulis maksud adalah, seorang kader IPNU, adalah agen yang harus mempunyai modalitas wawasan (baca: pengetahuan) yang implementatif, ready to use. Sehingga, kecerdasan disini merupakan upaya untuk mempraktekkan segala wawasan yang dimilikianya. Karena, melalui dua modalitas inilah kader-kader IPNU akan menjadi aset transformasi sosial bagi masyarakat yang lebih luas.

Cita-cita ini, tentu dilandasi dengan asas ideologis yang bersumber dari teks al-Quran, sebagaimana yang teruraikan melalui pesan surah al-Mujadalah: 11 yang menegaskan bahwa Allah akan meninggikan beberapa derajat orang-orang yang beriman diantara kamu dan orang-orang yang berilmu (diberi ilmu pengetahuan) beberapa derajat. Landasan normatif ayat suci inilah yang menjadi pedoman pengembangan pengetahuan sekaligus kecerdasan agar selalu “kehausan” dalam meraup air-air ilmu pengetahun bagi para kader IPNU.

Namun, orientasi keilmuan ini tentu saja bukan dalam rangka mencapai ketinggian derajat semata, karena Kiai Tolchah dalam pidatonya tersebut melakukan taqyid al-makna,? yang menegaskan keilmuan tersebut harus dilandasi sikap yang dekat dengan masyarakat. artinya, kader IPNU harus mempunyai karakter, yaitu sikap yang siap sedia kapanpun masyarakat memanggil. Sehingga, sangat absurd jika ada seorang kader IPNU yang tidak dekat dengan masyarakat, merasa terasing dari denyut kehidupan warganya. Dari fenomena ini, maka harus ada yang dibenahi dari internal individual atau pola kaderisasi yang kurang tepat. Karena, sikap elitis inilah yang sangat dikhawatirkan oleh Kiai Tolchah selaku founding fathers IPNU.

SMA Negeri 1 Slawi

Cita dan asa Kiai Tolchah diatas, selanjutnya disimbolisasikan melalui logo IPNU yang sangat sarat makna. Gambar bulu angsa misalnya, dalam logo tersebut dimaknai sebagai spirit keilmuan yang harus tetap dilakukan oleh para kader, kemudian karakter yang istiqomah, berkomitmen dan selalu tuntas dalam setiap kinerja disimbolkan dengan logo IPNU yang berbentuk bulat.?

SMA Negeri 1 Slawi

Kemudian, bintang yang merupakan benda luar angkasa meniscayakan sebuah ketinggian harapan yang harus selalau tergenggam agar kader-kader tidak hanya hidup tanpa adanya cita-cita yang tinggi. Dari sekelumit kode-kode inilah, sebenarnya karakter keilmuan IPNU termanifestasikan dengan baik. Hal ituharus dipahami dan disadari oleh semua elemen pengurus, anggota, dan seluruh kader.

Sebuah kredo yang terkenal di IPNU: belajar, berjuang dan bertaqwa juga menjadi semacam world view yang mendarah daging, untuk terus melakukan kerja-kerja intelektual, sosial dan spiritual secara sekaligus. Selaras dengan makna nahdlah dalam nomenklatur Nahdlatul Ulama yang berarti kebangkitan agama dan peradaban secara bersama-sama (nahdlah ad-diniyah wal madaniyah ma’an). Melihat kesinambungan gagasan konseptual serta falsafahnya, maka sangat masuk akal jika pembangunan dan keberlangsungan NahdlatulUlama sebagai garda pembentukan peradaban masyarakat Indonesia, berada dipundak kader-kader IPNU.

Untuk itulah, pembangunan kader-kader IPNU sama halnya dengan membangun NU di masa depan, dan memperhatikan NU sama dengan turut andil dalam membangun generasi bangsa Indonesia yang berkualitas di era yang akan datang. Selamat Harlah IPNU ke-63. Belajar, Berjuang dan Bertaqwa.

Penulis adalah Wakil Ketua Umum Pimpinan Pusat IPNU 2015-2018.

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Quote, Berita, Tokoh SMA Negeri 1 Slawi

Senin, 26 Februari 2018

Perguruan Tinggi NU Kuatkan Komitmen Bisa Tersertifikasi secara Global

Surabaya, SMA Negeri 1 Slawi - Sejumlah pimpinan perguruan tinggi Nahdlatul Ulama (PTNU) di Jawa Timur kembali berkonsolidasi dalam rangka peneguhan eksistensi sekaligus memaparkan komitmennya dalam menciptakan kualitas perguruan tinggi di kancah regional dan global.

Forum dikemas dalam Focus Group Discussion (FGD) yang diselenggarakan oleh Pengurus Wilayah Lembaga Pendidikan Tinggi NU (LPTNU) Jawa Timur, Selasa (20/9), di aula Salsabila Gedung PWNU Jawa Timur, Jalan Masjid Akbar Timur 9 Surabaya.

Perguruan Tinggi NU Kuatkan Komitmen Bisa Tersertifikasi secara Global (Sumber Gambar : Nu Online)
Perguruan Tinggi NU Kuatkan Komitmen Bisa Tersertifikasi secara Global (Sumber Gambar : Nu Online)

Perguruan Tinggi NU Kuatkan Komitmen Bisa Tersertifikasi secara Global

Hadir dalam diskusi ini para pimpinan dan dosen PTNU Jawa Timur, PWLPTNU Jawa Timur serta perwakilan Jurusan di Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya yang baru saja divisitasi oleh Asesor AUN-QA (ASEAN University Network – Quality Assurance).

SMA Negeri 1 Slawi

AUN-QA adalah program sertifikasi penjaminan mutu skala global yang digagas oleh asosiasi perguruan tinggi. AUN sendiri berkantor pusat di Thailand, dengan anggota perguruan tinggi dan asesor dari berbagai kampus di negara-negara ASEAN.

SMA Negeri 1 Slawi

“Di dunia ini, setidaknya ada tiga ‘madzhab’ atau aliran dalam akreditasi perguruan tinggi, yang pertama Dublin Accord; kedua, Washington Accord; dan ketiga, Sidney Accord,” kata Ketua Jurusan Teknik Elektro ITS Dr. Ardyono Priadi mengawali diskusi.

Dublin Accord adalah sertifikasi perguruan tinggi yang banyak bergerak pada bidang vokasi, Washington Accord menekankan bagaimana capaian lulusan pembelajaran (learning outcomes) dari lembaga pendidikan tinggi, sedangkan Sidney Accord lebih pada bagaimana kompetensi dari lulusannya.

“Di Indonesia tampaknya ada pergeseran dari madzhab kompetensi ke madzhab learning outcomes,” papar Ardyono.

Sebagaimana diketahui, beberapa dekade terakhir di era global ini perguruan tinggi dunia memacu diri dengan membuat sistem penjaminan mutu tata kelola dan hasilnya. Sebut saja ABET (Accreditation Board for Engineering and Technology), perkumpulan perguruan tinggi Islam dunia (ISESCO/Islamic Educational, Scientific and Cultural Organization), hingga ASEAN University Network ini.

Pada penilaian sertifikasi AUN-QA, ada 15 kriteria penilaian yaitu: Expected learning outcomes, programm specification, programm structure and content, teaching and learning strategy, student assessment,? academic staff quality, support staff quality, student quality, student advice and support, facilities and infrastructure, quality assurance of teaching and learning process, staff development activities, stakeholders feedback, output dan stakeholders satisfaction.

Menurut Setiyo Gunawan, Sekjur Teknil Kimia ITS, para asesor AUN-QA cukup detail dalam memverifikasi bukti-bukti fisik dari proses-proses yang sudah dikerjakan, mulai dari proses penyusunan kurikulum, proses pembelajaran, hingga umpan balik para pemangku kepentingan dan pengguna lulusan.

Dekan Fakultas Teknologi Informasi ITS Agus Zainal Arifin yang turut hadir dalam diskusi ini menambahkan, sertifikasi AUN-QA memang lebih mengkroscek dari segi proses. Dengan proses yang bermutu maka tentu akan menghasilkan output yang bermutu pula.

Yusuf Amrozi, sekretaris LPTNU Jawa Timur mengatakan, bukan tidak mungkin PTNU di Indonesia tersertifikasi secara global. Tinggal bagaimana PTNU kita ini memacu komitmen masing-masing untuk menumbuhkan budaya mutu. Sehingga jika budaya mutu telah terbentuk, maka tinggal mengikuti template yang diminta oleh lembaga akreditasi atau sertifikasi internasional tersebut. (Red: Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Berita, Syariah SMA Negeri 1 Slawi

Sabtu, 17 Februari 2018

IPPNU Raih Juara Kedua OKP Terbaik 2013

Jakarta, SMA Negeri 1 Slawi. Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) meraih juara kedua organisasi kepemudaan (OKP) terbaik tingkat nasional 2013. Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) memilihnya atas dasar kemandirian OKP.

IPPNU Raih Juara Kedua OKP Terbaik 2013 (Sumber Gambar : Nu Online)
IPPNU Raih Juara Kedua OKP Terbaik 2013 (Sumber Gambar : Nu Online)

IPPNU Raih Juara Kedua OKP Terbaik 2013

“Ketika Kemenpora membuka pendaftaran lomba OKP, kita memasukkan segala berkas yang disyaratkan,” kata Sekretaris Umum PP IPPNU Wildatus Sururoh kepada SMA Negeri 1 Slawi di studio Radio NU, Gedung PBNU lantai tujuh, Jakarta Pusat, Kamis (24/10) petang.

Setelah persyaratan dinilai lolos, pihak Kemenpora kemudian mengadakan sidak langsung ke kantor Sekretariat PP IPPNU di Gedung PBNU lantai enam. Saat sidak di sekretariat, mereka mewawancarai kita, sambung Wilda.

SMA Negeri 1 Slawi

Beberapa waktu berselang, Kemenpora mengundang PP IPPNU untuk mempresentasikan program unggulannya, lanjut Wilda. Presentasi ini merupakan tahap terakhir. Untuk bisa juara, OKP harus melewati tiga tahapan.

SMA Negeri 1 Slawi

Kalau tidak lolos di satu tahap, peserta yang terdiri banyak OKP tidak bisa naik ke tahap berikutnya. Demikian seterusnya hingga tahap terakhir.

Dalam presentasi di kantor Kemenpora, IPPNU mengunggulkan program antiradikalisme, antikekerasan pelajar, dan antinarkoba. IPPNU mengikuti perlombaan OKP kelas pelajar. Selain kelas pelajar, Kemenpora juga membuka perlombaan OKP kelas mahasiswa dan pemuda.

Meskipun baru tahun ini mengikuti perlombaan itu, IPPNU sudah meraih juara kedua. Tetapi, kejuaraan ini menjadi pelajaran buat IPPNU agar terus membenahi diri, tegas Wilda. (Alhafiz Kurniawan)

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Pesantren, AlaSantri, Berita SMA Negeri 1 Slawi

Rabu, 07 Februari 2018

Ketum PBNU: Tidak Ada yang Paling Tepat Jadi KaBIN Selain Pak As’ad

Jakarta, SMA Negeri 1 Slawi. Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH. Said Aqil Siroj, angkat bicara mengenai tarik ulur pemilihan Kepala Badan Intelejen Negara (BIN). 

Ketum PBNU: Tidak Ada yang Paling Tepat Jadi KaBIN Selain Pak As’ad (Sumber Gambar : Nu Online)
Ketum PBNU: Tidak Ada yang Paling Tepat Jadi KaBIN Selain Pak As’ad (Sumber Gambar : Nu Online)

Ketum PBNU: Tidak Ada yang Paling Tepat Jadi KaBIN Selain Pak As’ad

“Menurut saya tidak ada yang paling tepat jadi Kepala BIN selain Pak As’ad (Said Ali),” kata Kiai Said di Jakarta, Selasa (11/11/2014).

 Kiai Said meminta Presiden Joko Widodo memilih sosok yang tepat dan profesional untuk mengisi pos Kepala BIN. “Ini bukan urusan main-main,” tambahnya.

SMA Negeri 1 Slawi

 Kang Said, demikian Kiai Said akrab disapa, menilai As’ad Said Ali sudah memenuhi seluruh kriteria untuk menjadi Kepala BIN. Sebelum akhirnya pensiun dan mengabdikan dirinya di Nahdlatul Ulama, masih kata Kang Said, As’ad Said Ali memiliki pengalaman panjang di dunia intelejen, baik di dalam maupun luar negeri.

SMA Negeri 1 Slawi

 “Pak As’ad lama bertugas di Timur Tengah, pernah jadi salah satu direktur BIN di era Presiden Abdurrahman Wahid, kemudian jadi Wakil Kepala BIN di era Bu Mega (Megawati, Red). Pak As’ad adalah wakil kepala di tiga Kepala BIN berbeda, yaitu di saat kepalanya Pak Hendropriyono, Pak Syamsir, dan Pak Sutanto,” urai Kang Said.  

 Lebih jauh Kang Said juga mengatakan, ancaman paling besar bagi bangsa Indonesia ke depan adalah redikalisme agama yang dalam prakteknya saat ini memunculkan ancaman perpecahan di tengah masyarakat. Radikalisme itu sendiri menurut Kang Said merupakan adopsi dari sejumlah negara di Timur Tengah. 

“Dan bicara terorisme, Pak As’ad-lah yang paling paham seluk beluknya. Bagaimana mengatasinya dan bagaimana mencegahnya, Pak As’ad paham itu,” tegas Kang Said. 

Mengenai nada-nada sumbang yang mengaitkan As’ad Said Ali dengan pelanggaran HAM berat di Indonesia, Kang Said meminta seluruh pihak menjunjung tinggi azas praduga tak bersalah. “Itu kan masih dugaan-dugaan, belum ada bukti nyatanya. Jangan sampai karena hanya dugaan nama baik orang tercemar,” pungkasnya. 

Nama As’ad Said Ali muncul sebagai salah satu kandidat Kepala BIN, yang pemilihannya merupakan hak prerogatif presiden. Beberapa saat lalu As’ad Said Ali sudah pernah dipanggil ke Istana Negara oleh Presiden Joko Widodo. (mukafi niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Berita, Lomba SMA Negeri 1 Slawi

Jadul Unjuk Rasa ke DPR soal Kerusakan Jalan di Jember

Jember, SMA Negeri 1 Slawi



Puluhan orang yang tergabung dalam Jember Aksi Peduli Jalan Berlubang (Jadul) menggelar unjuk rasa di gedung DPRD Jember, Jawa Timur, Selasa (11/4). Mereka mengeluhkan rusaknya jalan di sejumlah tempat, termasuk jalan yang dipenuhi lubang.?

Jadul Unjuk Rasa ke DPR soal Kerusakan Jalan di Jember (Sumber Gambar : Nu Online)
Jadul Unjuk Rasa ke DPR soal Kerusakan Jalan di Jember (Sumber Gambar : Nu Online)

Jadul Unjuk Rasa ke DPR soal Kerusakan Jalan di Jember

Menurut salah seorang pengunjuk rasa, Kustiono Musri, jalan berlubang di Jember sudah cukup parah sehingga perlu segera ditangani.?

Dikatakannya, hampir di setiap ruas jalan, lebih-lebih di pedesaan, lubang selalu ditemukan. "Jadi saya minta anggota dewan yang terhormat untuk menekan bupati agar jalan berlubang segera diperbaiki. Ini untuk kepentingan masyarakat. Bukan orang per orang," ucapnya.

Ia menambahkan, yang paling ? merasakan dampak rusaknya jalan (berlubang) adalah masyarakat kebanyakan, khsusunya di pedesaan. Selama ini jalan berlubang terkesan ? dibiarkan begitu saja, hingga akhirnya masyarakat berinisiaif untuk menanami lubang tersebut dengan pohon pisang. Tujuannya adalah sebagai tanda bahwa jalan itu berbahaya dan tak boleh dilintasi. "Itu juga sindiran bagi pemerintah," ungkap Kustiono.

SMA Negeri 1 Slawi

Hal senada juga diungkapkan, Prasetyo. Menurutnya, hampir setiap hari terjadi kecelakaan akibat jalan berlubang. Dikatakannya, korban jalan berlubang kebanyakan dari pengendara roda dua, sebab model ban kendaraan roda dua ? memang sangat rentan ? terhadap ? lubang.?

"Kalau roda dua, itu artinya kan katakanlah ? masyarakat biasa. Sedangkan pejabat biasanya memakai roda empat, sehingga tak terasa meski ada lubang. "Oleh karena itu, tolong ini diperhatikan. Jangan sampai lubang di jalan memakan korban lebih banyak lagi," jelasnya.

Menanggapi itu, Wakil Ketua Komisi C DPRD Jember, Anang Murwanto menegaskan bahwa pihaknya sudah melakukan fungsi pengawasan dengan baik. Namun diakuinya, eksekusi di lapangan tergantung pada eksekutif.?

Walaupun demikian, katanya, apa yang disampaikan perwakilan pengunjuk rasa, merupakan masukan bagi dewan untuk melakuan evaluasi kinerja pada pihak-pihak terkait. "Kami sudah melakukan itu (pengawasan). Yang jelas kami juga tak ingin lubang di jalan terus memakan korban," ucap politisi Partai Demokrat itu. (Aryudi A. Razaq/Abdullah Alawi)

SMA Negeri 1 Slawi

?

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Kajian Sunnah, Santri, Berita SMA Negeri 1 Slawi

Senin, 05 Februari 2018

Mengenal Pengajian Kitab Al-Hikam Terbesar di Blitar

Almaghfurlah KH Syaifulloh Harun merintis pengajian rutin Kitab Al-Hikam sejak tahun 1990. Majelis ilmu yang diselenggarakan setiap Ahad ini adalah pengajian terbesar di Blitar, Jawa Timur, dengan jumlah peserta (mustami’in) lebih kurang 1.000 orang.

Pengajian yang berlangsung rutin pukul 06.00 -07.00 WIB tersebut bertempat di Mushala Almaghfurlah H Sulthon di Desa Modangan Kecamatan Nglegok, Kabupaten Blitar. Sejak didirikan hingga saat ini situasi dan lokasi terkesan tidak berubah, hanya pelebaran tempat duduk para jamaah yang mengalami sedikit tambahan yaitu lesehan di plataran rumah Almaghfurlah H Sulthon dan bahkan sampai ada yang mengikutinya di teras rumah tetangga.

Mengenal Pengajian Kitab Al-Hikam Terbesar di Blitar (Sumber Gambar : Nu Online)
Mengenal Pengajian Kitab Al-Hikam Terbesar di Blitar (Sumber Gambar : Nu Online)

Mengenal Pengajian Kitab Al-Hikam Terbesar di Blitar

Majelis ini berawal dengan 20 mustami’in saja. Dan seterusnya berkembanglah hingga saat ini dengan jumlah samiin lebih kurang seribu orang yang terdiri dari laki- laki dan perempuan, tua, muda, bahkan ada juga yang masih remaja.

SMA Negeri 1 Slawi

Setelah sang pengasuh pertama, Almaghfurlah KH Syaifulloh Harun meninggal dunia tahun 1995, pengasuh pengajian diteruskan oleh KH Imam Sibaweh hingga wafatnya pada tahun 2000. Selanjutnya pengajian Al-Hikam diasuh oleh KH Zainuddin.

Pada tahun 2005 KH Zainuddin meninggal dunia, dan pengasuh pengajian pun diteruskan oleh KH Lubul Aqil dan KH Masud Damanhuri dari Pondok Pesantren Sanan Gondang Gandusari Kabupaten Blitar hingga sekarang.

SMA Negeri 1 Slawi

Sakrip Ms BSc, jamaah pengajian Al-Hikam; tinggal di Jalan Seruni 35 Kota Blitar



Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Berita SMA Negeri 1 Slawi

Minggu, 28 Januari 2018

Yahya Staquf: Pagelaran Wayang Mirip dengan Al-Qur’an

Bantul, SMA Negeri 1 Slawi. Katib Syuriah PBNU KH Yahya Cholil Staquf mengatakan bahwa pagelaran wayang mirip dengan Al-Qur’an. Selama ini bahasa yang digunakan dalam pagelaran wayang adalah bahasa Jawa Kawi, yang meskipun banyak orang dapat menikmati alur ceritanya, tapi tidak semua orang (Jawa) dapat mengerti dan memahami maknanya.

Yahya Staquf: Pagelaran Wayang Mirip dengan Al-Qur’an (Sumber Gambar : Nu Online)
Yahya Staquf: Pagelaran Wayang Mirip dengan Al-Qur’an (Sumber Gambar : Nu Online)

Yahya Staquf: Pagelaran Wayang Mirip dengan Al-Qur’an

“Ini mirip dengan Al-Qur’an. Al-Qur’an itu kan berbahasa Arab, tapi tidak semua orang Arab dapat memahaminya. Tapi meskipun tidak paham, itu dapat menimbulkan sensasi spiritual yang luar biasa ketika merapalkannya,” ujarnya saat mengisi Seminar Nasional bertajuk Wayang dan Krisis Manusia Nusantara, Senin (17/11) siang, di Aula Pesantren Kaliopak Bantul, Yogyakarta.

Pengasuh Pesantren Raudhatut Thalibin itu menambahkan, sebenarnya pagelaran wayang bukanlah sekadar tontonan, hiburan, atau rekreasi semata, melainkan juga merupakan ritus keagamaan, selain sebagai media pendidikan. “Sehingga ada suasana yang mirip dengan ketika berdzikir,” tegas Kiai Yahya.

SMA Negeri 1 Slawi

Ia menduga, pagelaran wayang sudah ada sejak sebelum zaman Wali Songo. Kemudian ketika ada Wali Songo, pagelaran wayang menjadi bagian dari Islam yang dikembangkan dalam peradaban Jawa.

SMA Negeri 1 Slawi

“Ini tidak ada kaitannya dengan otentik atau bid’ah, karena islam hadir untuk seluruh umat manusia, dan Nabi Muhammad diutus untuk menyempurnakan akhlak manusia, innama bu’itstu li utammima makarimal akhlaq (sesungguhnya aku diutus untuk menyempurnakan akhlaq),” tandasnya.

Dalam hal ini, Kiai Yahya menitikberatkan pada kata-kata utammima yang berarti menyempurnakan. Menurutnya, ada alasan di balik penggunaan kata-kata utammima dan bukan ubaddila yang berarti menggantikan. “Rasulullah saat itu diutus hanya untuk menyempurnakan, tidak menggantikan. Secara implisit ini merupakan pengesahan bahwa makarimal akhlaq sebelum Islam itu sudah ada, dan Nabi tidak menggantikannya, tapi menyempurnakannya agar menjadi lebih berkualitas,” jelasnya panjang lebar.

Maka sama halnya dengan pagelaran wayang, yang tidak serta merta langsung diganti begitu saja oleh Wali Songo, melainkan disempurnakan dengan membingkainya sebagai salah satu ritus keagamaan dalam Islam. (Dwi Khoirotun Nisa’/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Nusantara, Berita, Khutbah SMA Negeri 1 Slawi

Kamis, 18 Januari 2018

Serukan Ranting Ansor Peringati Maulid Nabi

Probolinggo, SMA Negeri 1 Slawi. Pimpinan Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kecamatan Dringu Kabupaten Probolinggo menyerukan kepada semua pengurus jajaran ranting di wilayah kerja kecamatan untuk mengikuti peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dan mengisinya dengan berbagai kegiatan yang bermanfaat bagi warga nahdliyin.

Serukan Ranting Ansor Peringati Maulid Nabi (Sumber Gambar : Nu Online)
Serukan Ranting Ansor Peringati Maulid Nabi (Sumber Gambar : Nu Online)

Serukan Ranting Ansor Peringati Maulid Nabi

“Agungkanlah peringatan hari kelahiran Baginda Rasulullah SAW ini dengan kegiatan-kegiatan yang bermanfaat bagi masyarakat. Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW ini merupakan tradisi dari pendiri NU. Tradisi NU ini harus terus dipertahankan oleh pemuda Ansor. Oleh karenanya, pemuda itu harus banyak belajar dari orang yang lebih tua,” ujar Ketua PAC GP Ansor Kecamatan Dringu Mahfud Hidayatullah kepada SMA Negeri 1 Slawi, Selasa (22/1).

Menurut Mahfud, peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW tidak hanya dilakukan oleh masyarakat yang ada di perkotaan saja tetapi juga dilakukan warga nahdliyin di pelosok-pelosok desa. Momentum bersejarah tersebut bahkan diperingati dengan sangat menarik. Masyarakat desa biasanya membawa makanan, kue dan buah-buahan yang kemudian dikumpulkan di musholla maupun masjid setempat.

SMA Negeri 1 Slawi

“Biasanya setelah terkumpul semua, selanjutnya dilakukan pembacaan sholawat Nabi (srakalan) secara bersama-sama. Masyarakat di desa mempercayai pada saat pembacaan tersebut, ruh Nabi Muhammad SAW akan hadir untuk memberikan rahmat,” jelasnya.

SMA Negeri 1 Slawi

Tidak berhenti sampai disitu saja, sebab setelah prosesi pembacaan sholawat Nabi Muhammad SAW selesai tandas Mahfud, barang bawaan tadi ditukar dengan barang bawaan tetangga sekitar untuk dimakan bersama-sama.

“Disitulah tercipta tali silaturahim antar sesama warga nahdliyin. Tanpa melihat status, mereka makan bersama-sama dalam satu wadah. Dan tradisi itu tidak bisa dihilangkan karena itu tradisi NU,” terangnya.

Untuk tahun ini, PAC GP Ansor Kecamatan Dringu berencana akan memberikan santunan kepada fakir miskin, anak yatim dan kaum dhuafa. Santunan tersebut akan diwujudkan dalam bentuk pakaian maupun makanan tergantung porsi kebutuhan dari masing-masing warga nahdliyin.

“Santunan ini diberikan sebagai bentuk kepedulian pemuda Ansor Kecamatan Dringu kepada warga yang sangat membutuhkan. Harapannya, santunan ini dapat bermanfaat untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari,” tandasnya.

Redaktur     : A. Khoirul Anam

Kontributor : Syamsul Akbar

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Nasional, Berita SMA Negeri 1 Slawi

Selasa, 16 Januari 2018

Kader Binaan LDNU Dibekali Materi Revolusi Mental

Jakarta, SMA Negeri 1 Slawi. Lembaga Dakwah (LDNU) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama menggelar dialog interaktif Revolusi Mental sekaligus pembekalan materi penguatan kualitas bagi kader dai binaan. Kegiatan ini digelar atas kerja sama dengan Kementrian Pembangunan Manusia dan Kebudayaan di lantai 5 Gedung PBNU Jakarta, Rabu (23/12).

Kader Binaan LDNU Dibekali Materi Revolusi Mental (Sumber Gambar : Nu Online)
Kader Binaan LDNU Dibekali Materi Revolusi Mental (Sumber Gambar : Nu Online)

Kader Binaan LDNU Dibekali Materi Revolusi Mental

Ketua Pelaksana Muhammad Imaduddin mengatakan, program presiden terkait Revolusi Mental ada yang mengidentifikasikan adalah program dari kelompok kiri, lantaran revolusi mental pernah diungkapkan oleh Karl Marx.

"Dalam perspektif Islam khususnya NU ajaran revolusi mental itu ada. Sebab Islam itu Rahmatan lil alamin, bukan untuk orang Islam saja," katanya.

SMA Negeri 1 Slawi

Lebih lanjut Imaduddin mengungkapkan bahwa data Surya Candra dari Universitas Indonesia di mana tahun 2020 sampai 2030 masyarakat Indonesia? akan menikmati bonus demografi di mana anak-anak usia produktif melimpah tetapi dengan kondisi mental bangsa yang semakin bobrok baik dari segi ekonomi, politik maupun budaya.

Salah satu cara adalah melakukan Revolusi Mental dari atas sampai bawah, dari elit sampai rakyat.

SMA Negeri 1 Slawi

"Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum kecuali kaum itu sendiri yang mengubah apa yang pada diri mereka," kata Imaduddin menyitir surat Ar-Rad ayat 11.

Untuk itu, kata Imaduddin, para da’i penggerak binaan LDNU mengambil manfaat sekaligus wawasan yang didapat dari kegiatan kali ini.

Materi diskusi disampaikan oleh Deputi Menko PMK Drs. Sahlan, Wakil Ketua LDNU KH Agus Salim, dan Sekretaris LDNU Drs Nurul Yaqin Ishaq. (Faridur Rohman/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Berita, Bahtsul Masail SMA Negeri 1 Slawi

Kamis, 11 Januari 2018

UNU Indonesia Kini Miliki Pusat Kajian dan Pendidikan Antikorupsi

Jakarta, SMA Negeri 1 Slawi

Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Indonesia kini memiliki Pusat Kajian dan Pendididikan Antikorupsi. Peresmian pusat kajian kampus yang beralamat di Jl. Taman Amir Hamzah No. 5

Kelurahan Pegangsaan, Kecamatan Menteng, Jakarta Pusat tersebut, dilakukan di gedung PBNU, Jakarta Senin malam (20/2).

UNU Indonesia Kini Miliki Pusat Kajian dan Pendidikan Antikorupsi (Sumber Gambar : Nu Online)
UNU Indonesia Kini Miliki Pusat Kajian dan Pendidikan Antikorupsi (Sumber Gambar : Nu Online)

UNU Indonesia Kini Miliki Pusat Kajian dan Pendidikan Antikorupsi

Peresmian ditandai dengan penandatanganan plakat oleh Sekretaris Jenderal PBNU H. A. Helmy Faishal Zaini, Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Agus Raharjo, dan Rektor UNU Indonesia KH Maksum Mahfud.

SMA Negeri 1 Slawi

Pada kesempatan tersebut, Ketua Pusat Kajian dan Pendididikan Antikorupsi Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia Fira Mubayyinah mengatakan, ide pembentukan pusat kajian tersebut muncul dari Fakultas Ilmu Hukum UNU.

SMA Negeri 1 Slawi

“Kami dari beberapa dosen menyadari betul pemberantasan korupsi adalah tanggung jawab kita bersama,” tegasnya.

Pusat kajian tersebut, lanjutnya, akan bergerak bersama seluruh civitas UNU Indonesia untuk melakukan pendidikan antikorupsi kepada siswa di sekolah umum dan para santri di pesantren-pesantren.

Tak hanya itu, kata dia, lembaga tersebut akan melakukan kajian-kajian terhadap kasus korupsi untuk mengetahui cara-cara pencegahannya. (Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Anti Hoax, Berita SMA Negeri 1 Slawi

Kamis, 04 Januari 2018

Gus Mus: Poligami Menjadi Modus Pencucian Uang

Rembang, SMA Negeri 1 Slawi. Modus pencucian uang hasil korupsi di Indonesia semakin beragam, mulai digunakan untuk membeli mobil mewah, rumah milyaran rupiah hingga poligami.

Hal itu disampaikan oleh Wakil Rais Aam PBNU KH Mustofa Bisri, Jumat pagi (20/12), di hadapan jamaah pengajian rutin setiap Jumat, di aula Pondok Pesantren Raudhotut Tholibien Leteh Rembang.

Gus Mus: Poligami Menjadi Modus Pencucian Uang (Sumber Gambar : Nu Online)
Gus Mus: Poligami Menjadi Modus Pencucian Uang (Sumber Gambar : Nu Online)

Gus Mus: Poligami Menjadi Modus Pencucian Uang

Gus Mus mengatakan, para koruptor sekarang tidak pernah menyimpan uang di rumah, pasalnya modus seperti itu, sudah banyak diketahui oleh penyidik anti korupsi.

SMA Negeri 1 Slawi

“Para pelaku korupsi kebanyakan menggunakan uang hasil korupsi untuk membeli mobil, rumah hingga diatasnamakan istri mereka yang jumlahnya lebih dari satu,” kata Gus Mus.

Namun penyidik anti korupsi, lanjut Gus Mus, semakin jeli, sehingga modus seperti itu dapat terdeteksi dan tertangkap.

SMA Negeri 1 Slawi

Lebih jauh Gus mus menambahkan, tak jarang para koruptor mengalihkan harta benda hasil korupsi mereka atas nama, sopir, pembantu dan orang lain, supaya tidak terendus petugas.

Kiai sastrawan itu  berpesan, sebagai orang muslim, banyaklah bersyukur, dan amanah sehingga selamat dunia dan akhirat. (Ahmad Asmu’i/Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Berita, Nahdlatul Ulama SMA Negeri 1 Slawi

Sabtu, 16 Desember 2017

Saatnya PMII Kembali ke Pangkuan NU

Oleh Abdul Rahman Wahid

--Wacana kembalinya Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) menjadi Badan Otonom (Banom) Nahdlatul Ulama (NU) mulai memasuki titik ujung. Hal ini didasarkan pada hasil Sidang Komisi Organisasi Musyawarah Nasional Alim Ulama dan Konferensi Besar Nahdlatul Ulama (Munas-Konbes NU) pada Sabtu, 1 November 2014. PBNU dan perwakilan wilayah NU dari seluruh Indonesia telah sepakat memberikan tenggang waktu kepada PMII hingga menjelang Muktamar NU 2015 nanti. Jika tidak ada sikap PMII kembali ke NU, ada kemungkinan NU akan membuat organisasi kemahasiswaan yang baru di bawah naungan NU.

Menilik pada sejarah, berangkat dari hasrat atau panggilan nurani mahasiswa NU untuk mendirikan organisasi merupakan hal yang wajar, karena kondisi sosial politik pada dasawarsa 50-an memang sangat memungkinkan untuk mendirikan organisasi baru.

Saatnya PMII Kembali ke Pangkuan NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Saatnya PMII Kembali ke Pangkuan NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Saatnya PMII Kembali ke Pangkuan NU

Hasrat tersebut kemudian diwujudkan dalam bentuk Ikatan Mahasiswa NU (IMANU) pada akhir 1955 yang diprakarsai oleh beberapa pimpinan pusat dari Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU). Namun IMANU tak berumur panjang, karena PBNU secara tegas menolak keberadaannya. Tindakan keras itu dilakukan lantaran IPNU baru saja lahir, yakni pada tanggal 24 Februari 1954. “Apa jadinya jika baru lahir saja belum terurus sudah terburu menangani yang lain,” logika yang dibangun oleh PBNU. Jadi keberadaan PBNU bukan pada prinsip berdiri atau tidak adanya IMANU tapi lebih merupakan pertimbangan waktu, pembagian tugas dan efektifitas waktu.

Pada tanggal 14-16 Maret 1960 IPNU menggelar Konferensi Besar di Kaliurang,? Yogyakarta. Konferensi inilah yang menjadi cikal bakal pendirian suatu organisasi mahasiswa yang terlepas dari IPNU baik secara struktural maupun administratif, kemudian dikristalkan dengan nama PMII. Selanjutnya, PMII diabadikan dalam dokumen kenal lahir yang dibuat di Surabaya. Tepatnya di Taman Pendidikan Putri Khodijah pada tanggal 17 April 1960 bertepatan dengan tanggal 21 Syawal 1379 H.

?

Independensi PMII

SMA Negeri 1 Slawi

Jatuhnya rezim Orde Lama dan naiknya Soeharto sebagai penguasa Orde Baru telah membawa Indonesia kepada perubahan politik dan pemerintahan baru. Pada masa Orde Baru (1966) situasi sosial politik semakin panas dan banyak organisasi-organisasi mahasiswa yang berafiliasi dengan kekuatan politik untuk sepenuhnya mendukung dan menyokong kemenangan partai. Akhirnya, PMII yang sejak kelahirannya sedikit banyak terpengaruhi oleh kondisi politik, gerakan PMII juga cenderung bersifat politik praktis dengan menjadi Under-bow partai NU.

Keterlibatan PMII dalam dunia politik praktis semakin jauh pada pemilu pertama, tahun 1971. Keterlibatan tersebut disinyalir sangat merugikan gerakan PMII sebagai organisasi mahasiswa, yang menyebabkan PMII mengalami kemunduran? dalam banyak hal. Hal ini juga berakibat buruk pada beberapa Cabang PMII di daerah-daerah.

Kondisi ini menuntut PMII untuk mengkaji ulang gerakan yang telah dilakukannya, khususnya dalam dunia politik praktis. Setelah melalui berbagai pertimbangan, maka pada Musyawarah Besar tanggal 14-16 Juli 1972 PMII mencetuskan deklarasi Independen di Murnajati, Lawang, Jawa Timur, kemudian dikenal dengan “Deklarasi Murnajati.

SMA Negeri 1 Slawi

Sejak itulah PMII secara formal-struktural lepas dari naungan partai NU. PMII membuka ruang sebesar-besarnya tanpa berpihak kepada salah satu partai politik. Pada saat itu PMII Cabang Yogyakarta mendorong secara total di canangkannya independensi PMII. Dengan alasan bahwa PMII sebagai organisasi kemahasiswaan dan kelompok insan akademis yang harus bebas menentukan sikap.

?

Menakar Kembalinya PMII Pada Rahim NU

Melihat fakta sejarah, keluarnya PMII dari naungan NU lantaran NU menjadi Partai Politik. PMII sebagai gerakan mahasiswa terpasung dalam bergerak. PMII lebih menjadi under-bow NU di level mahasiswa. Sikap kritis dan kepekaan sebagai organisasi kemahasiswaan tumpul dengan sendirinya. Namun, ada beberapa hal kenapa hari ini PMII dirasa penting kembali ke pangkuan NU.

Pertama, muktamar ke-27 di Situbondo pada tahun 1984, di bawah kepemimpinan KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur) NU menyatakan sikap “kembali ke khittah 1926”. NU melepaskan diri sebagai partai politik dan kembali menjadi organisasi sosial keagamaan.

Dengan demikian, alasan keluarnya PMII karena NU menjadi partai politik hari ini sudah tidak dibenarkan lagi. Kembalinya NU ke khittah 1926 membenarkan kembalinya PMII menjadi badan otonom NU. Karena cita-cita yang diusung keduannya sama.

Kedua, berakhirnya otoritarianisme Orde Baru dan munculnya era reformasi. Dimana, PMII pada masa Orde Baru memakai logika vis a vis terhadap Negara dengan selalu melakukan kritik. Sikap ini dibenarkan karena Soeharto pada saat itu memimpin dengan cara militeristik, memasung dan menindas hak kebebasan semua warga serta memihak pada golongan tertentu. Hadirnya Negara pada masa Orde Baru sangat represif, PMII menyadari itu.

Akan tetapi, kehadiran Negara pasca reformasi berbeda jauh dengan Orde Baru. Kebebesan sudah bisa dirasakan oleh semua elemen masyarakat Indonesia. Saat ini mesin kekuasaan sudah bergerak cepat dan terbuka lebar, bersikap demokratis transformatif adalah pilihan yang harus diambil. Memperbaiki dari dalam mendorong agenda kesejahteraan? merupakan agenda besar yang harus terpatri secara terus menerus dalam tubuh PMII. Bagaimanapun juga PMII dan NU sama-sama mempunyai komitmen menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Ketiga, munculnya kelompok-kelompok makar dengan nama agama dan spirit Ahlus Sunnah Wal Jamaah (Aswaja) yang diusung PMII dan NU. Banyaknya kelompok makar yang ingin menjadikan Indonesia sebagai Negara Islam merupakan masalah serius. Jika hal ini dibiarkan maka cita-cita NU dan PMII tinggal slogan saja.

NU maupun PMII sudah final dengan Pancasila dan NKRI merupakan harga mati. Dengan berlandaskan Aswaja, selama ini NU dan PMII merupakan kelompok Islam Indonesia yang sangat toleran dengan kelompok lain. Nah, kalau NU dan PMII berjalan dengan sendiri-sendiri kekuatan besar itu akan terbelah menjadi dua.

Berangkat dari kultur dan tradisi yang sama, bagaimanapun juga PMII adalah tameng terakhir yang bergerak di level mahasiswa (pemuda) dalam mempertahankan paham Aswaja. Untuk menjadi jamaah yang besar dalam merealisasikan cita-cita bangsa PMII harus menjadi bagian dari NU. Dengan demikian, jika PMII kembali ke pangkuan NU, eksistensi Pancasila dan Keutuhan NKRI akan semakin terjaga pula. Agar Islam yang menghargai sesama, menghargai tradisi, dan Islam yang rahmatal lil ‘alamin ini tetap menjadi ciri khas Islam Indonesia.

Menurut penulis sendiri, wacana kembalinya PMII menjadi Badan Otonom NU bisa dibenarkan untuk saat ini. Seperti yang telah disampaikan oleh PBNU dan juga para sesepuh PMII. Dimana, selama ini ada keterputusan jenjang kaderisasi. IPNU sebagai organisasi pelajar juga bergerak di Perguruan Tinggi. Agar kaderisasi IPNU fokus di pelajar, NU butuh wadah yang jelas di level mahasiswa. PMII merupakan oraganisasi yang tepat, karena PMII lahir dari rahim NU.

Namun penulis di sini melihat ada dua hal urgen yang harus dilakukan PMII ketika sudah kembali ke naungan NU. Pertama, PMII mampu menginternalisasi pemahaman Aswaja. Karena sejauh ini saya melihat pemahaman Aswaja bukan menjadi hal utama dalam kaderisasi PMII. Seakan-akan pemahaman Aswaja dianggap cukup karena kader PMII mayoritas dari pesantren yang kulturnya NU. Generalisasi semacam ini tidak bisa dibenarkan.

Kedua, tidak ada patronase pada partai politik. Jika PMII berpatron pada partai politik dan cenderung menjadi tujuan utama untuk meniti karir ini akan berakibat fatal. Spirit kembalinya PMII ke pangkuan NU tak akan membuahkan hasil apa-apa. Namun bukan berarti PMII tidak boleh berpolitik. Yang dimaksud di sini adalah, tradisi transaksional yang mengatasnamakan organisasi harus dihilangkan. Bagaimanapun juga NU dan PMII mempunyai dua identitas, NU dan PMII sebagai organisasi serta NU dan PMII sebagai Jamaah.

Saya rasa, jika dua hal di atas di penuhi maka kembalinya PMII menjadi badan otonom NU akan menjadi kekuatan besar di Republik ini. Keberadaan PMII dan NU akan menjadi tameng pertahanan NKRI. Sejarah pun akan mencatat momen penyatuan kembali NU dan PMII. Sehingga membicarakan Indonesia tidak lengkap tanpa membicarakan NU dan PMII juga. Karena Indonesia, NU dan PMII tiga hal yang tidak bisa dipisahkan. Jika ingin berbicara pada sejarah, inilah saat yang tepat PMII kembali kepangkuan NU.

?

Abdul Rahman Wahid, pengurus Rayon PMII Ashram Bangsa, Fakultas Syariah dan Hukum UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta Masa Khidmat 2014-2015.

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Berita, Nasional, Bahtsul Masail SMA Negeri 1 Slawi

Kamis, 14 Desember 2017

KH Ahmad Sufyan: Entaskan Kemiskinan dengan Cara Sederhana

Situbondo, SMA Negeri 1 Slawi. Nahdlatul Ulama (NU) dan pondok pesantren merupakan alat perjuangan para kiai untuk mewujudkan kehidupan masyarakat yang sejahtera dan kebahagiaan yang abadi. Karena itu NU dan pesantren harus tetap dalam genggaman para ulama.



KH Ahmad Sufyan: Entaskan Kemiskinan dengan Cara Sederhana (Sumber Gambar : Nu Online)
KH Ahmad Sufyan: Entaskan Kemiskinan dengan Cara Sederhana (Sumber Gambar : Nu Online)

KH Ahmad Sufyan: Entaskan Kemiskinan dengan Cara Sederhana

Adalah sebuah bencana besar jika NU tidak lagi menjadi tempat para ulama. Demikian penuturan KH Ahmad Sufyan, Rais Syuriah PCNU Situbondo saat menerima silaturahmi rombongan Lajnah Ta’lif wan Nasyr Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LTN PBNU).

Kehadiran LTN PBNU ini didampingi beberapa Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kab. Situbondo, di sela-sela acara Pelatihan Manajemen Baitul Mal wat Tamwil (BMT) kerjasama Pengurus Besar Nahdlatul Ulama dengan Kementerian Pembangunan Daerah Tertinggal.

SMA Negeri 1 Slawi

Kiai Sufyan menambahkan bahwa salah satu ciri masyarakat pesantren adalah pola komunikasi dan strategi yang dibangun secara sederhana dan ringkas. Idealnya Nahdlatul Ulama pun mempertahankan pola tersebut dan tidak terbawa arus budaya yang berkembang di luar pondok pesantren.

SMA Negeri 1 Slawi

“Kalau masalahnya sederhana, ya selesaikan dengan cara yang sederhana. Tidak perlu memperumit pembahasan atas masalah yang hakikinya sederhana,” papar kiai kharismatik ujung timur Pulau Jawa itu.

Kiai Sufyan lantas mencontohkan satu kasus tentang program pengentasan kemiskinan di Indonesia. Menurut beliau perlu diidentifikasi dengan benar dan akurat kategori “orang miskin” sebagai obyek, proses “pengentasan kemiskinan” sebagai pola dan “orang yang mengentaskan” sebagai subyek.

“Faktanya yang dientaskan dari kemiskinan itu lebih sedikit dari yang mengentaskan kemiskinan. Jadinya malah ruwet padahal persoalannya sederhana,” paparnya menjelang pengajian rutin lailatul ijtima yang diselenggarakan setiap Senin malam.

Kiai Sufyan juga mengatakan bahwa PCNU Situbondo saat ini sedang memersiapkan diri menyelenggarakan konferensi cabang yang direncanakan berlangsung akhir Desember 2010.

“Situbondo sebentar lagi menyelenggarakan Konferensi Cabang. NU harus dijaga agar tetap menjadi tempat para ulama,” jelasnya kepada SMA Negeri 1 Slawi.. Sementara itu Ahmad Nur, Ketua Lakpesdam NU Kab. Situbondo menjelaskan bahwa dalam usia yang cukup lanjut, tidak berkurang keaktifan Kiai Sufyan dalam berpikir dan bertindak untuk kemaslahatan nahdliyyin.

“Anda bisa bayangkan, di setiap Senin malam beliau selalu terlihat energik menggelar pengajian interaktif, terjadi diskusi, karena itu pengajian berjalan cukup dinamis dan tidak membosankan,” kata alumnus Universitas Gadjah Mada Yogyakarta itu. (bil)Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Berita, Nahdlatul Ulama, IMNU SMA Negeri 1 Slawi

Sabtu, 02 Desember 2017

Ikhtiar Muslimat NU untuk Perempuan dari Masa ke Masa

Oleh Hj. Ida Masruroh Hakim* Tanggal 29 Maret 2015 usia Muslimat NU genap berusia 69 tahun. Bagi sebuah organisasi, ? tumbuh dan berkembang ? melampaui lebih ? dari setengah abad, adalah fakta yang sulit dibantah bahwa organisasi ini semakin meneguhkan eksistensi kematangan dan kemapanannya.?

Tidaklah mudah bagi sebuah organisasi dapat bertahan melampaui jauh dari usia keemasan (50 tahun) bahkan terus berkembang semakin kuat dan mengakar sampai ke pelosok desa di seluruh Nusantara.?

Ikhtiar Muslimat NU untuk Perempuan dari Masa ke Masa (Sumber Gambar : Nu Online)
Ikhtiar Muslimat NU untuk Perempuan dari Masa ke Masa (Sumber Gambar : Nu Online)

Ikhtiar Muslimat NU untuk Perempuan dari Masa ke Masa

Maka tidak mengherankan jika dalam perkembangannya Muslimat NU yang notabene sebagai Badan Otonom NU tumbuh menjadi Organisasi Sosial Kemasyarakatan Keagamaan berbasis perempuan terbesar di negeri ini bahkan di dunia karena anggotanya sampai tahun 2015 ini mencapai 22 juta orang tersebar di 33 Wilayah (Provinsi), 554 Cabang (Kab/Kota), 5.222 Anak Cabang (Kecamatan), 36.000 Ranting (Desa/Kelurahan).

Muslimat NU lahir 69 tahun yang lalu tepatnya 29 maret 1946 di Purwokerto dalam Kongres NU XVI (sekarang muktamar) dengan nama Nahdlatul Oelama Muslimat (NOM). Kelahirannya dilatarbelakangi keprihatian kuat atas keterbelakangan, kebodohan dan rendahnya derajat kesehatan ang dialami oleh kaum perempuan sebagai akibat kuatnya budaya patriarkhi saat itu.?

SMA Negeri 1 Slawi

Sebagai salah satu Badan Otonom Nahdlatul Ulama dengan mandat garapan pada segmen perempuan dewasa, sejak awal kelahirannya Muslimat NU konsern pada bidang dakwah islamiyah, pendidikan, kesehatan, sosial dan ekonomi. Mengangkat perempuan dari kebodohan, keterbelakangan dan kemiskinan menjadi cita-cita awal Muslimat NU.?

SMA Negeri 1 Slawi

Catatan singkat berikut ini dapat membantu menengok bagaimana Muslimat NU melakukan ikhtiar dan upaya mengentaskan perempuan dari lembah keterbelakangan, kebodohan dan kemiskinan:

Tahun 1952 Melaksanakan Pelatihan kepemimpinan Perempuan untuk membekali perempuan dapat berkiprah menjadi guru, memimpin organisasi dan meningkatkan kualitas diri.

Tahun 1950 Mencanangkan Program Pemberantasan Buta Aksara untuk mengentaskan perempuan dari kebodohan dan ketertinggalan.

Tahun 1954 merekomendasikan kepada pemerintah melakukan pelarangan perkawinan di bawah umur/pernikahan usia dini.

Tahun 1968 menyepakati dan menyetujui Program keluarga Berencana yang dilakukan BKKBN, untuk mengendalikan pertumbuhan penduduk.

Tahun 1970 Mendorong duindangkannya UU no 1 tahu 1954 tentang Perkawinan.

Program–program ini sepertinya biasa dan hampir semua organisasi perempuan juga melaksanakannya, karena program tersebut menjadi isu nasional dan bahkan isu dunia, akan tetapi jikalau ditilik dari masa pencanangan program yang dilakukan Muslimat NU, maka akan terlihat bahwa Muslimat NU selalu mencanangkan program dan merelisasikannya puluhan tahun sebelum isu tersebut booming. Hal ini menegaskan bahwa Muslimat NU selalu menjaga orisinalitas gagasan agar tidak terjebak pada euforia belaka.

Adalah program Keluaga Berencana (KB) oleh BKKBN, program ini pada awal dicanangkan oleh Pemerintah mendapat penolakan dari kalangan ulama karena dianggap menolak takdir dan membatasi kelahiran. Namun Muslimat NU menyetujui program KB sebagai upaya Pemerintah untuk mengatur dan merencanakan kelahiran sejak tahun 1980. Berkat peran Ormas Keagamaan termasuk Muslimat NU, KB akhirnya dapat diterima masyarakat dan ? menjadi program pemerintah yang populis.

Pada awal bedirinya Muslimat NU ? hanya dipandang sebagai kumpulan pengajian Ibu-ibu untuk ? Tahlilan dan Berzanjenan, pandangan tersebut berlanjut sampai masa orde baru yang memandang Muslimat NU dengan sebelah mata. Seiring dengan datangnya masa reformasi dibawah kepemimpinan Khofifah Indar Parawansa, Menteri Pemberdayaan Perempuan RI era Gus Dur Muslimt NU mengalami kemajuan pesat.?

Berkat kepiawaian Khofifah meyakinkan pihak eksternal bahwa Muslimat NU memiliki social capital yang riil sampai pada tingkat akar rumput maka banyak Kementrian dan lembaga menjalink Kemitraan dengan Muslimat NU. Program- program ini hasilnya dirasakan betul sampai pada struktur paling bawah yaitu Ranting/Desa. ? ?

Keberhasilan Khofifah dalam memimpin Muslimat NU dengan berbagai dinamikanya membentuk Khofifah menjadi sosok perempuan yang progresif, tangguh dengan skill kepemimpinan yang teruji. Tidak heran jika predikat sebagai Srikandi Demokrasi Indonesia disandangkan kepadanya. Dan karena alasan inilah Presiden Joko Widodo mendaulatnya menjadi Menteri Sosial RI pada masa Pemerintahannya.?

Pengangkatan Khofifah yang masih menjabat sebagai Ketua Umum Muslimat NU ini tentu saja menjadi kesyukuran tersendiri bagi Muslimat NU karena pasti akan membawa efek domino bagi ? Muslimat NU dengan bergaining position yang semakin meningkat merajai jagad keormasan ? berbasis perempuan keagamaan di Indonesia.

Namun di sisi lain sesungguhnya ada tantangan serius yang pada momentum peringatan Harlah Muslimat NU ke 69 ini patut menjadi bahan Refleksi bersama. Meningkatkan kualitas sumber daya pengurus serta penguatan kelembagaan Muslimat NU di semua tingkatan merupakan langkah prioritas yang harus segera dilaksanakan, agar Muslimat NU di semua tingkatan, layak menjadi semacam implementator agen dari program–program pembangunan melalui berbagai layanan keumatan yang dimilki oleh Muslimat NU. Ini sekaligus juga meneguhkan komitmen Muslimat NU untuk selalu menjadi bagian dari ikhtiar penyelesai masalah bangsa...

“Selamat harlah Muslimat NU ke-69. Dirgahayu Muslimat NU“

Hj. Ida Masruroh Hakim, Pengurus PW Muslimat NU Jawa Tengah

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi RMI NU, Kyai, Berita SMA Negeri 1 Slawi

Rabu, 29 November 2017

Doa Melepas Pakaian

Ketika kita melepas pakaian, baik saat hendak mandi, tidur atau lainnya, Rasulullah menganjurkan kita membaca:

Doa Melepas Pakaian (Sumber Gambar : Nu Online)
Doa Melepas Pakaian (Sumber Gambar : Nu Online)

Doa Melepas Pakaian

? ? ? ? ? ? ?

SMA Negeri 1 Slawi

Bismillâhil ladzî lâilâha illâ huwa

"Dengan nama Allah yang tiada tuhan selain Dia."

(Lihat: Muhyiddin Abi Zakariya Yahya ibn Syaraf an-Nawawi, Al-Adzkâr, Penerbit Al-Hidayah, Surabaya)

SMA Negeri 1 Slawi

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Berita, Khutbah, Kiai SMA Negeri 1 Slawi

Sabtu, 25 November 2017

KH Quraish Shihab: Jangan Monopoli Kebenaran Tafsir Al-Qur’an

Tangerang Selatan, SMA Negeri 1 Slawi - Penulis Tafsir Al-Misbah KH Muhammad Quraish Shihab mengumpamakan ayat-ayat Al-Qur’an itu seperti berlian. Seseorang yang melihat berlian tersebut dari satu sudut akan melihat pancaran cahaya yang berbeda dengan sudut yang lainnya.

Namun demikian, ia menyesalkan, ada orang yang hanya melihat Al-Quran dari sudut yang ia senangi saja dan mengabaikan sudut yang lainnya.“Padahal ada arti lain,” kata Quraish di Pondok Cabe, Tangsel, Kamis (11/5) malam.

KH Quraish Shihab: Jangan Monopoli Kebenaran Tafsir Al-Qur’an (Sumber Gambar : Nu Online)
KH Quraish Shihab: Jangan Monopoli Kebenaran Tafsir Al-Qur’an (Sumber Gambar : Nu Online)

KH Quraish Shihab: Jangan Monopoli Kebenaran Tafsir Al-Qur’an

Dalam memahami Al-Quran, ia mengumpamakannya dengan orang yang melihat gajah. Jika ada yang mengatakan bahwa gajah itu besar, itu benar. Begitupun benarnya jika ada orang yang mengatakan bahwa gajah adalah binatang yang memiliki belalai.

Oleh karena itu, mantan Menteri Agama RI itu menilai, kebenaran itu bisa beragam. Kesalahan umat Islam dalam memahami Al-Qur’an adalah hanya menganggap satu makna atau tafsir saja yang benar.

SMA Negeri 1 Slawi

SMA Negeri 1 Slawi

“Padahal Tuhan tidak bertanya lima tambah lima berapa, karena jawabannya hanya satu, sepuluh. Tuhan bertanya sepuluh itu berapa tambah berapa. Bisa tujuh tambah tiga, delapan tambah dua,” urainya.

Pemahaman seperti itulah, lanjut Duta Besar Indonesia untuk Mesir, yang seharusnya dihayati dan diajarkan agar tidak menimbulkan sikap perpecahan diantara umat Islam.

“Jangan menganggap hanya ini yang benar. Jangan memonopoli kebenaran,” tukasnya. (Muchlishon Rochmat/Abdullah Alawi)? ?

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Berita, Doa SMA Negeri 1 Slawi

Minggu, 12 November 2017

Makna Wali dan Karomah Menurut KH Sholeh Darat

Oleh M. Rikza Chamami

Banyak diskusi tentang perwalian menjadi berhenti karena takut salah membahas. Atau diskusi perwalian menjadi dangkal karena bahan materi yang tersedia tidak terlalu banyak. Termasuk diskusi perwalian menjadi terhambat karena yang mengajak diskusi bukan wali dan dihentikan dengan kalimat “la ya’rifu al-wali illa al-wali”, tidak mengetahui kewalian seseorang kecuali seseorang wali”.

Makna Wali dan Karomah Menurut KH Sholeh Darat (Sumber Gambar : Nu Online)
Makna Wali dan Karomah Menurut KH Sholeh Darat (Sumber Gambar : Nu Online)

Makna Wali dan Karomah Menurut KH Sholeh Darat

Nampaknya memang suasana yang demikian butuh pencerahan. Satu sisi memang positif bahwa membincang soal wali bukan hanya sekedar bicara individu manusia saja. Akan tetapi lebih luas karena wali merupakan orang pilihan dan harus dihormati. Namun jika diskusi membahas wali itu berhenti, maka generasi yang akan datang tidak akan mendapat kisah tentang wali-wali dan bakal tersimpan rapat oleh generasi tua.?

Bagaimana Syekh Muhammad Sholeh bin Umar Assamarani (Mbah Sholeh Darat) memberi dasar tentang pemahaman wali dan karomahnya? Diantara penjelasan Mbah Sholeh Darat tentang wali dan karamah adalah dalam syarh nadzam Jauhar al-Tauhid Syekh Ibrahim Allaqani: ? ? ? ? ? ? ? ?.

Wali menurut Mbah Sholeh Darat adalah seorang ‘arif billah (mengetahui Allah) sekedar derajat dengan menjalankan secara sungguh-sunggu taat kepada Allah dan menjauhi ma’siyat. Artinya para wali itu menjauhi segala macam kemaksiyatan berbarengan dengan selalu bertaubat kepada Allah. Sebab wali itu belum kategori ma’shumin (terjaga) seperti Nabi. Maka wali belum bisa meninggalkan ma’siyat secara penuh. Makanya mereka disebut waliyullah.

Keberadaan wali yang sedemikian agung ini mendapatkan keistimewaan dalam hidupnya. Mereka dalam hidupnya selalu mengingat dan menggantungkan diri, dan menyatukannya pada Allah. Hati selalu menghadap dan pasrah dengan taqdir Allah saja. Itulah definisi sederhana mengenai wali menurut Mbah Sholeh Darat.

SMA Negeri 1 Slawi

Adapun karomah menurut Mbah Sholeh Darat sesuatu yang nulayani adat (berbeda dari sewajarnya) jika dilihat secara kasat mata. Mereka yang mendapat karomah selalu menunjukkan kepribadian baik dan meniru jejak Rasulullah dengan bekal syariah dan baik secara ideologi serta perilakunya.

Karomah yang dimiliki oleh wali itu tidak hanya nampak ketika hidup saja. Tetapi setelah wafat, waliyullah masih diberi karomah. Dan bagi pengikut ahlussunnah wal jama’ah, kepercayaan terhadap adanya waliyullah dan karomah itu perlu diyakini secara baik. Bahkan empat imam madzhab sudah bersepakat mengenai karomah yang ada para wali ketika hidup maupun sudah wafat.?

SMA Negeri 1 Slawi

Para ulama muhaqqiqin menyampaikan: “Barangsiapa yang tidak nampak karamanya setelah meninggal sebagaimana karamah ketika masih hidup, maka itu tidak benar”. Imam Sya’roni juga berpesan kepada para Syaikh: “Sesungguhnya Allah SWT itu selalu membuat wakil berupa satu malaikat di dalam kuburnya para wali, yang bertugas mengabulkan seluruh hajat manusia”.

Selain itu, seorang waliyullah juga terkadang keluar dari kuburnya untuk mengabulkan hajat manusia yang meminta hajat sebagaimana persaksian karomah para wali itu secara kasat mata (musyahada karamah al-auliya’). Sebagaimana Sayyid Al Aidarusi Al Adnani, Shahib Al Tubani, Sayyid Abdul Qadir Al Jilani, Sayyid Ahmad Al Badawi.

Satu pertanyaan yang dimunculkan oleh Mbah Sholeh Darat dalam Kitab Sabil Al ‘Abid adalah: “Kenapa zaman akhir para wali banyak kelihatan karomahnya? Dan kenapa zaman Sahabat dan Tabi’in tidak nampak wujud karomah wali?”

Oleh Mbah Sholeh dijawab, bahwa zaman akhir ditunjukkan banyak karomah karena manusia di zaman akhir banyak kesalahan (dla’if) keyakinan agamanya. Maka mereka didampingi oleh para wali dengan karomahnya agar semakin kuat keyakinan agamanya dan patuh kepada orang shalih. Dengan demikian, generasi zaman akhir tidak mudah menghina para orang-orang sholih.

Berbeda dengan orang-orang zaman al-awwalin (periode Sahabat dan Tabi’in) yang dalam hidupnya masih sangat yakin kepada orang-orang shalih. Sehingga karamah para wali tidak diperlihatkan. Apalagi pada zaman Sahabat, dimana Rasulullah SAW masih hidup bersama mereka.

Penjelasan Mbah Sholeh tentang wali ini merupakan dasar dari pemaknaan kata wali dan karomah cukup memberikan pencerahan. Penjelasan lengkap mengenai wali dalam karya tulis Mbah Sholeh Darat terdapat dalam Kitab Minhaj al-Atqiya’ fi Syarh Ma’rifah al-Adzkiya il Thariqi al-Auliya’ (tebalnya kitab ini 516 halaman). Ini menjadi ‘ibrah bahwa generasi masa kini hendaknya menghormati orang shalih dan selalu ingin dekat kepada orang terkasih. Derajat wali pada hakikatnya titipan dari Allah, bukan predikat yang dipasang secara mandiri dan diumumkan. Wallahu a’lam.***

Penulis adalah Wakil Ketua KOPISODA (Komunitas Pecinta KH Sholeh Darat), Dosen UIN Walisongo Semarang.

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Berita, Sholawat SMA Negeri 1 Slawi

Kamis, 09 November 2017

Mensos Resmikan Aplikasi Bumil Resti dan Kembang Desa di Bangka Belitung

Bangka, SMA Negeri 1 Slawi. Upaya pendampingan kesejahteraan masyarakat terus dilakukan Kementerian Sosial RI. Kali ini Kemensos memanfaatkan kecanggihan teknologi digital untuk mempermudah pendampingan sosial dengan meresmikan dua aplikasi yaitu Aplikasi Bumil Resti dan Kembang Desa, Rabu (5/4) di Kabupaten Bangka, Provinsi Bangka Belitung.

Mensos Resmikan Aplikasi Bumil Resti dan Kembang Desa di Bangka Belitung (Sumber Gambar : Nu Online)
Mensos Resmikan Aplikasi Bumil Resti dan Kembang Desa di Bangka Belitung (Sumber Gambar : Nu Online)

Mensos Resmikan Aplikasi Bumil Resti dan Kembang Desa di Bangka Belitung

Menteri Sosial RI Khofifah Indar Parawansa hadir secara langsung ke Bangka untuk meresmikan aplikasi penanganan ibu hamil dan pengembangan desa tersebut.?

“Kami di sini untuk meresmikan aplikasi Bumil Resti dan aplikasi Kembang Desa,” ujar Khofifah.

Dia menerangkan, Aplikasi Bumil Resti atau Sistem Informasi Ibu Hamil Resiko Tinggi merupakan inisiatif Pemkab Bangka dalam rangka peningkatan pelayanan kesehatan ibu hamil dan ibu bersalin untuk menurunkan angka kematian ibu dan bayi.

SMA Negeri 1 Slawi

“Ini adalah sebuah inovasi yang bisa menjadi role model bagi daerah lain. Lewat aplikasi ini Pemkab Babel memburu atau mencari ibu-ibu hamil yang beresiko tinggi sampai ke pelosok desa,” jelas perempuan kelahiran Surabaya 51 tahun yang lalu ini.

Khofifah juga menerangkan, aplikasi ini menguatkan peran bidan dan dokter spesialis kandungan dalam pemantauan secara terus menerus terhadap Bumil Resti.

Dalam kesempatan tersebut, dia juga mengapresiasi program perburuan anak putus sekolah untuk mendapatkan kejar paket serta perburuan lansia terlantar untuk mendapatkan respon cepat.

Sementara aplikasi "Kembang Desa" atau Kesejahteraan Masyarakat Bangka dengan Sistem dan Aplikasi merupakan sistem yang dibangun dengan mengedepankan Rumah Tangga Sasaran (RTS).?

Aplikasi tersebut menurutnya, merupakan sistem informasi pengelolaan data kemiskinan yang paling lengkap di Indonesia dan paling mudah diakses oleh masyarakat luas.

SMA Negeri 1 Slawi

“Sistem ini memiliki keunggulan tidak hanya merekam data kemiskinan by name by address, tetapi juga terdapat foto dan profil lengkap RTS. Bahkan sampai titik koordinat alamat individu RTS,” tandas Khofifah. (Red: Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Ulama, Berita, Cerita SMA Negeri 1 Slawi

Senin, 30 Oktober 2017

Kanada Buka Tangah untuk Pengungsi yang Izin Masuknya Ditunda Trump

Ottawa, SMA Negeri 1 Slawi



Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau pada Sabtu mengatakan, warga Kanada akan menyambut yang lari dari penganiayaan, teror dan perang, sehari setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump menunda izin masuk.

Kebijakan pemerintahan Trump adalah menunda empat bulan izin masuk pengungsi dari tujuh negara mayoritas Muslim ke Amerika Serikat.

Kanada Buka Tangah untuk Pengungsi yang Izin Masuknya Ditunda Trump (Sumber Gambar : Nu Online)
Kanada Buka Tangah untuk Pengungsi yang Izin Masuknya Ditunda Trump (Sumber Gambar : Nu Online)

Kanada Buka Tangah untuk Pengungsi yang Izin Masuknya Ditunda Trump

"Untuk yang melarikan diri dari penganiayaan, teror dan perang, warga Kanada akan menyambut Anda, terlepas dari agama Anda. Keberagaman adalah kekuatan kami #WelcomeToCanada," kata perdana menteri itu di Twitter-nya pada Sabtu.

Sementara itu, 300 penentang berkumpul di Bandar Udara Internasional Los Angeles (LAX) pada Sabtu malam untuk memperlihatkan kesetiakawanan kepada pengungsi dan pendatang Muslim, yang ditahan berdasarkan atas perintah Presiden Donald Trump "Muslim Ban".

Sambil meneriakkan "Trump harus pergi", "Tidak Trump, Tidak KKK, Tidak Ada Fasisme di USA", dan semboyan lain, kerumunan orang itu menyeru rakyat membangkang terhadap keputusan presiden pada Jumat, yang memberlakukan larangan bepergian 90 hari ke negeri itu oleh warga tujuh negara berpenduduk sebagian besar Muslim dan pembekuan 120 hari program pengungsi AS.

SMA Negeri 1 Slawi

Sedikit-dikitnya tujuh warga negara asing ditahan di LAX dan diberitahu tidak lagi disambut, kata "Los Angeles Times" sebagaimana diberitakan Xinhua.

SMA Negeri 1 Slawi

Harian tersebut menyatakan warga negara asing itu diperkenankan naik pesawat sebelum perintah tersebut berlaku.

Tuntutan pemrotes dikumandangkan oleh Wali Kota Los Angeles Eric Garcetti, yang pada Sabtu malam mentweet, "Los Angeles akan selalu menjadi tempat buat pengungsi."

Acara menyalakan lilin dan protes dijadwalkan diselenggarakan pada Ahad.

Larangan perjalanan Trump, yang oleh banyak pihak digambarkan sebagai "Muslim ban", telah menyulut kebingungan dan kekacauan di seluruh negeri itu dan memicu keprihatinan serta kecaman dari seluruh dunia.

Penentangan serupa meletus di bandar udara banyak kota besar lain. Di Chicago, lebih dari 1.000 orang berkumpul di Bandar Udara OHare. Di Denver, Colorado, puluhan pemrotes berkumpul di luar bandar udara internasional untuk memperlihatkan dukungan buat pengungsi.

Itu adalah akhir pekan kedua unjuk rasa di Los Angeles setelah Trump diambil sumpahnya. Lebih dari satu juta orang hadir pada akhir pekan sebelumnya untuk mengikuti Womens March. Demikian laporan Reuters. (Antara/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Berita SMA Negeri 1 Slawi

Minggu, 22 Oktober 2017

Selfie Sosialisasi IPNU-IPPNU Mojoduwur Diikuti Banyak Daerah

Jombang, SMA Negeri 1 Slawi - Lomba foto selfie sebagai media memperkenalkan lembaga Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama dan Ikatan Pelajar Putrid Nahdlatul Ulama (IPNU-IPPNU) oleh pelajar NU Desa Mojoduwur, Kecamatan Mojowarno, Kabupaten Jombang menjadi sorotan banyak kalangan datang dari sejumlah daerah.

Lomba yang dibuka sejak awal bulan Januari 2016 lalu hingga akhir Februari, dinilai efektif untuk menyosialisasikan IPNU-IPPNU di media sosial (medsos). Selfie belakangan ini telah digemari banyak orang, bahkan seakan menjadi keharusan mendokumintasikan pada momen-momen tertentu.

Selfie Sosialisasi IPNU-IPPNU Mojoduwur Diikuti Banyak Daerah (Sumber Gambar : Nu Online)
Selfie Sosialisasi IPNU-IPPNU Mojoduwur Diikuti Banyak Daerah (Sumber Gambar : Nu Online)

Selfie Sosialisasi IPNU-IPPNU Mojoduwur Diikuti Banyak Daerah

Didukung dengan kriteria dan persyaratan perlombaan selfie ini, peserta harus mengenakan bendera atau logo IPNU untuk peserta laki-laki dan logo IPPNU untuk peserta perempuan. Hal itu akan mempermudah publik mengetahui tentang IPNU-IPPNU meskipun dari sisi yang terkecil.

Ketua panitia kegiatan, Vivi Arianti saat melaukukan rekapan dari sejumlah foto yang sudah masuk mengatakan bahwa lomba selfie ini diikuti sekitar 55 peserta dari asal daerah yang berbeda, dimulai dari Kabupaten Jombang sendiri hingga Kalimantan Barat.

SMA Negeri 1 Slawi

SMA Negeri 1 Slawi

"Tepat pukul 24.00 WIB kemarin, (29 Februari 2016) kami telah resmi menutup pengiriman foto, dan alhamdulillah jumlah foto yang telah masuk ke panitia sebanyak 55 foto. Alhamdulillah juga pesertanya berasal dari berbagai daerah mulai dari Jombang sendiri sampai Kalimantan Barat,” katanya, Selasa (1/3).

Saat ini panitia tengah melakukan penilaian-penilaian terhadap foto tersebut, kemudian memilih tiga foto terbaik sesuai kriteria penjurian. "Ya, hari ini foto yang telah dikirim ke kami, akan dinilai oleh Tim Penilai, yang telah ditunjuk oleh panitia,” ujarnya.

Disinggung mengenai kriteria penilaian lomba, Vivi yang juga masih duduk di bangku MA (Madrasah Aliyah) Roudlotul Ulum ini menjelaskan bahwa kreativitas serta keunikan adalah penilaian yang paling berpengaruh. “Tiga foto yang paling kreatif dan unik akan ditetapkan sebagai Pemenang,” tuturnya.

Di samping itu, ia mengaku akan mempercepat mengumumkan pemenang lomba melalui akun Facebook IPNU IPPNU Ranting Mojoduwur. "Pemenang akan kami umumkan pada tanggal 3 Maret 2016. Kemudian pemenang akan kami hubungi melalui akun Facebooknya, dan selanjutnya hadiah bisa diambil di Kantor IPNU IPPNU Ranting Mojoduwur atau dikirimkan melalui kantor Pos,” uangkapnya. (Syamsul Arifin/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Berita, Kajian, Ubudiyah SMA Negeri 1 Slawi

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs SMA Negeri 1 Slawi sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik SMA Negeri 1 Slawi. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan SMA Negeri 1 Slawi dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock