Tampilkan postingan dengan label Hadits. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Hadits. Tampilkan semua postingan

Selasa, 27 Februari 2018

KH Ma’ruf Amin Akan Temui Ahok Terkait Penggusuran di Luar Batang

Jakarta, SMA Negeri 1 Slawi



Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia KH Ma’ruf Amin mengatakan akan menemui Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) untuk membahas nasib daerah penggusuran Luar Batang dan lokasi sekitarnya Kampung Akuarium dan Pasar Ikan.

KH Ma’ruf Amin Akan Temui Ahok Terkait Penggusuran di Luar Batang (Sumber Gambar : Nu Online)
KH Ma’ruf Amin Akan Temui Ahok Terkait Penggusuran di Luar Batang (Sumber Gambar : Nu Online)

KH Ma’ruf Amin Akan Temui Ahok Terkait Penggusuran di Luar Batang

"Kami akan bertemu Pemda untuk mempertahankannya. Tidak digusur tapi diperbaiki," kata Kiai Ma’ruf saat mengunjungi lokasi penggusuran di sekitar Luar Batang, Jakarta, Selasa.

Kiai Ma’ruf yang juga rais aam NU ini mengatakan salah satu hal yang akan direkomendasikan terkait hak-hak warga itu adalah supaya Ahok dapat membangun kembali rumah yang telah digusur dengan yang lebih baik.

Kiai Ma’ruf mengatakan pihaknya sangat prihatin dengan kondisi warga Luar Batang pascapenggusuran oleh otoritas Pemda DKI. Terlebih setelah MUI meninjau langsung lokasi penggusuran itu.

SMA Negeri 1 Slawi

Kendati demikian, MUI akan melakukan investigasi lebih dalam terlebih dahulu mengenai rincian hak-hak warga yang dilanggar. Dengan begitu, rekomendasi-rekomendasi yang disampaikan saat bertemu Ahok akan menyeluruh.

Kiai Ma’ruf mengatakan Pemda DKI sudah seharusnya mempertahankan situs sejarah Luar Batang dan sekitarnya lantaran kawasan itu sudah ada sejak lama yaitu ketika kota Sunda Kelapa cikal bakal Jakarta dibangun.?

SMA Negeri 1 Slawi

Kawasan Luar Batang, kata dia, memiliki nilai sejarah yang sangat tinggi khususnya terkait dengan Islam.

Pemprov DKI Jakarta sebelumnya melakukan relokasi warga Pasar Ikan dengan memberikan solusi kepada warga yang telah bermukim sejak lama dan memiliki rumah tinggal di lingkungan RT 001, 002, 011 dan 012 di RW 04 untuk mendapatkan hunian layak di rusun Marunda dan Rawa Bebek.

Saat dilakukan penggusuran pada Senin pagi (11/4), ratusan warga Pasar Ikan mencoba menolak dan bertahan. Bahkan petugas pengamanan gabungan dari Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Polisi dan TNI sebanyak 4.218 personel membawa sejumlah warga dengan bus yang telah disediakan. (Antara/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Hadits, Nasional, Bahtsul Masail SMA Negeri 1 Slawi

Sabtu, 24 Februari 2018

Pengobatan Gratis di Jombang Diserbu Ratusan Warga

Jombang, SMA Negeri 1 Slawi

Ratusan warga di Kecamatan Bareng, Kabupaten Jombang, Jawa Timur mendatangi lokasi pengobatan gratis yang diselenggarakan oleh panitia Hari Santri Nasional (HSN) di MI Nurul Islam Bareng, Kamis (20/10).

Pengobatan Gratis di Jombang Diserbu Ratusan Warga (Sumber Gambar : Nu Online)
Pengobatan Gratis di Jombang Diserbu Ratusan Warga (Sumber Gambar : Nu Online)

Pengobatan Gratis di Jombang Diserbu Ratusan Warga

Sebagian mereka datang lebih awal sebelum acara dibuka dan rela nunggu sembari mengikuti acara pembukaan. "Meraka datang sekitar pukul 06.30 WIB, padahal jadwal kita baru dibuka pukul 08.00 WIB," kata Minanur Rahman, koordinator tim pengobatan gratis kepada SMA Negeri 1 Slawi.

Mereka menunjukkan antusiasmenya dalam menyemarakkan Hari Santri Nasional. Minan menyampaikan, sebelumnya, panitia menyiapkan kupon peserta pengobatan gratis sebanyak 525. Kupon itu dikoordinasi pengurus MWCNU, dan badan otonom (Banom) NU di Bareng yang sudah diedarkan jauh hari sebelumnya.

SMA Negeri 1 Slawi

"Panitia membuat kupon sebanyak 525 untuk target peserta, yang diedarkan oleh pengurus NU Bareng. Namun Realisasinya, jumlah akhir tadi sebanyak 371 peserta pengobatan gratis," ujarnya.

SMA Negeri 1 Slawi

Jumlah peserta tersebut, menurut Minan, sudah mencapai target maksimal. Dari 371 kupon yang sudah diterima itu, 5 di antaranya khusus untuk pemeriksaan mata yang langsung ditangani dokter spesialis mata. "Kita juga menyiapkan dokter spesialis mata untuk masyarakat Bareng, ia akan menangani katarak dan obat dasar pengobatan mata," jelasnya.

Untuk diketahui, kegiatan pengobatan gratis itu merupakan kerja sama antar panitia penyelenggara dengan Rumah Sakit Nahdlatul Ulama (RSNU) Jombang. (Syamsul Arifin/Mahbib)Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Ubudiyah, Hadits SMA Negeri 1 Slawi

Selasa, 06 Februari 2018

‘Tumpeng Suci Ulam Sari’, Tirakatan Maulid Nabi di Wonogiri

Wonogiri, SMA Negeri 1 Slawi. Malam hampir tiba. Suara kentongan dipukul bertalu-talu. Sejumlah warga mulai berduyun-duyun menuju rumah Kepala Dusun (Kadus). Di tangan mereka ada bungkusan yang dibalut dengan kain.

‘Tumpeng Suci Ulam Sari’, Tirakatan Maulid Nabi di Wonogiri (Sumber Gambar : Nu Online)
‘Tumpeng Suci Ulam Sari’, Tirakatan Maulid Nabi di Wonogiri (Sumber Gambar : Nu Online)

‘Tumpeng Suci Ulam Sari’, Tirakatan Maulid Nabi di Wonogiri

Itulah pemandangan di sejumlah desa di Kecamatan Baturetno, Kecamatan Ngadirojo, dan Kecamatan Nguntoronadi saat Magrib usai, Senin (13/1). Seperti halnya saban malam tirakatan Maulid Nabi, sejumlah warga di tiga kecamatan itu membuat sesajen berupa tumpeng nasi uduk dan ingkung ayam kampung, warga Baturetno biasa menyebut dengan ‘Tumpeng Suci Ulam Sari’.

‘Tumpeng Suci Ulam Sari’ dalam makna Jawa sendiri merupakan simbol permohonan masyarakat supaya dijauhkan dari mara bahaya dan diberkahi Tuhan. Momen ini sekaligus jadi ajang silaturahmi antarwarga.

SMA Negeri 1 Slawi

Dalam tradisi itu pula, setiap warga wajib mengeluarkan satu paket nasi tumpeng dan ingkung ayam yang dibawa ke rumah Kadus dan masjid. Warga pun duduk bersila, sementara uborampe ditaruh di depan mereka untuk didoakan oleh tokoh masyarakat, kemudian dilanjutkan oleh ustadz.

Usai didoakan, warga berkeliling mengambil satu paha ayam ingkung. Setelah terkumpul, paha ayam dibagikan kepada fakir miskin maupun janda-janda yang tak mampu. Selain momen peringatan Maulid Nabi, tradisi uduk ingkung ini dilakukan dua kali, yakni pada saat ‘Maleman’, di waktu malam-malam ganjil Ramadhan. (Ajie Najmuddin/Mahbib)

SMA Negeri 1 Slawi

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Hadits SMA Negeri 1 Slawi

Minggu, 04 Februari 2018

Kemendes Kembangkan Konsep Transmigrasi Nelayan dan Penyangga

Jakarta, SMA Negeri 1 Slawi. Sejak zaman orde baru, konsep transmigrasi identik dengan pola agraris, konsep pertanian dan perkebunan pun lebih banyak dikembangkan di beberapa kawasan transmigrasi. Namun, di era pemerintahan saat ini dengan visi ke maritimannya, juga mulai menggarap pola transmigrasi dengan konsep nelayan.

Kemendes Kembangkan Konsep Transmigrasi Nelayan dan Penyangga (Sumber Gambar : Nu Online)
Kemendes Kembangkan Konsep Transmigrasi Nelayan dan Penyangga (Sumber Gambar : Nu Online)

Kemendes Kembangkan Konsep Transmigrasi Nelayan dan Penyangga

Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Marwan Jafar menjelaskan bahwa kawasan pantai potensial untuk pengembangan pola nelayan tangkap ikan dan budidaya. Oleh karena itu, kawasan tersebut akan dikembangkan menjadi kawasan pemukiman dengan konsep nelayan.

"Berbeda dengan kawasan transmigrasi lain yang mayoritas mengembangkan konsep pertanian dan perkebunan," ujar ? Marwan, di Jakarta, Selasa (21/6).

Salah satu kawasan yang coba ingin dikembangkan menjadi kawasan transmigrasi dengan konsep nelayan, salah satunya adalah kawasan Paguyaman Pantai Kabupaten Boalemo Provinsi Gorontalo menjadi salah satu prioritas pembangunan transmigrasi tahun ini.?

Berdasarkan studi Rencana Teknis Satuan Pemukiman Transmigrasi (RTSP), imbuh Marwan, kawasan tersebut potensial untuk 1000 KK (Kepala Keluarga). Oleh karen itu, ? Kemendesa PDTT di Tahun 2015 telah membangun 100 unit rumah transmigran dan telah ditempatkan transmigrasn sebanyak 65 KK (225) jiwa.

SMA Negeri 1 Slawi

"Sisa rumah yang belum ditempati akan segera dipenuhi pada tahun 2016. Transmigran yang akan ditempatkan adalah transmigran dari Jawa Timur, Jawa Tengah dan Jawa Barat," ujarnya.

Untuk tahun ini, Marwan menjelaskan akan membangun 75 unit rumah dan akan menempatkan transmigran sebanyak 75 KK. Transmigran tersebut meliputi Transmigran Penduduk Asal (TPA) dan Transmigran Penduduk Setempat (TPS). Selain transmigrasi dengan konsep nelayan, Marwan juga akan menerapkan pola transmigrasi lokal yang menempatkan para transmigran tidak jauh dari perkotaan.

SMA Negeri 1 Slawi

"Konsep yang berbeda juga akan diterapkan di Pulubala Kabupaten Gorontalo, yang mengembangkan konsepsi keterkaitan desa-kota. Pulubala adalah lokasi transmigrasi yang dibangun berdekatan dengan ibukota kabupaten Gorontalo, yang memiliki akses cukup baik dengan jarak kurang lebih 20 Kilometer dari Ibukota," tandasnya.

Dengan konsep ini, diharapkan kawasan transmigran bisa menjadi hinterland kota, yang berfungsi sebagai buffer (penyangga) untuk mensuplai kebutuhan konsumsi pangan perkotaan. "Pulubala di Tahun 2015, telah dibangun hunian transmigrasi sebanyak 150 unit rumah, dan diimplementasikan transmigran sebanyak 90 KK (360 jiwa). Rumah kosong sebanyak 60 unit, akan diberikan kepada transmigran dari daerah asal yakni Provinsi Lampung, Banten, DIY dan Jawa Timur. Sedangkan Tahun 2016, akan dibangun 25 unit rumah transmigran yang merupakan pemenuh sisa daya tamping, dan saat ini dalam tahap konstruksi," ujarnya. (Red: Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Ahlussunnah, Hadits SMA Negeri 1 Slawi

Sabtu, 20 Januari 2018

Pelarangan HTI Harus Disertai Pembinaan

Jakarta, SMA Negeri 1 Slawi. Pelarangan Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) sudah tepat, meskipun dinilai terlambat karena organisasi transnasional ini sudah berkembang dan mempunyai banyak pengikut. Karena itu, proses pelarangan HTI harus disertai dengan pembinaan terhadap para "korban" yang sudah terlanjur mengikuti organisasi ini.

Demikian dalam diskusi dan peluncuran buku "Gerakan Politik Hizbut Tahrir Indonesia Mampukah Menjadi Gerakan Dakwah?" karya Sofiuddin di Islam Nusantara Center (INC), Ciputat, Tangsel, Selasa (13/6). Diskusi dihadiri Wasekjen PBNU H Abdul Munim DZ, Sekjen Pimpinan Pusat GP Ansor Adung Abdul Rahman, dan mantan staf khusus Wantimpres Hilmi Asshidiqie.

Pelarangan HTI Harus Disertai Pembinaan (Sumber Gambar : Nu Online)
Pelarangan HTI Harus Disertai Pembinaan (Sumber Gambar : Nu Online)

Pelarangan HTI Harus Disertai Pembinaan

Dalam pemaparan bukunya, Sofiuddin mengatakan, pembubaran HTI bukan tanpa implikasi. "Justru mereka akan bergerak dan semakin militan jika tidak dibarengi dengan pembinaan," katanya.

Lebih lanjut, kata Sofiuddin, para anggota HTI yang berjumlah lebih dari 10 ribu orang merupakan bagian dari warga negara Indonesia yang mempunyai kewajiban dan hak yang sama dengan warga lain.

Hal senada disampaikan Hilmi Asidiqie. Menurutnya, HTI sudah sepantasnya dibubarin karena menentang ideologi negara. "Silakan bentuk organisasi tapi jangan seperti sebelumnya menentang ideologi negara. Jangan pertentangkan lagi agama dan negara," katanya.

Mengutip pernyataan KH Hasyim Muzadi (alm), ia mengatakan bahwa syariat Islam sebenarnya sudah diterapkan 92 persen di Indonesia. Hanya sedikit yang tidak diterapkan di Indonesia sebagaimana di negara lain, terutama terkait pelaksanan hukum pidana qishas dan rajam. Selebihnya Indonesia adalah salah satu negara yang paling islami di dunia.

SMA Negeri 1 Slawi

Dikatakan, Pancasila memberi ruang yang luas bagi umat Islam untuk menjalankan syaraiat Islam yang berisi aspek akidah, syariah, dan akhlak.

Sekjen GP Ansor Adung Abdul Rahman dalam kesempatan itu menegaskan kembali dukungannya kepada pemerintah untuk membubarkan HTI. "Kalau membaca buku ini, semua ditolak HTI: Pancasila, kebhinekaan, dan NKRI, karena tidak sesuai Islam kaffah menurut mereka," ujarnya.

SMA Negeri 1 Slawi

Indonesia didirikan oleh para pejuang dengan mengorbankan harta dan nyawa. "Termasuk nyawa para senior kami di GP Ansor," tegasnya. Karena itu tidak boleh ada yang merongrong Indonesia.

Ia juga menyesalkan perilaku HTI yang seringkali memanipulasi dukungan para tokoh dan warga NU. Sikap mereka juga seringkali ambigu. "Mereka anti Pancasila dan NKRI tapi banyak anggota mereka yang menjadi pegawai negeri sipil (PNS). Mereka menghidupi keluarga mereka dari anggaran negara," ujarnya.

Wasekjen PBNU dalam kesempatan itu menegaskan bahwa bagi NU, Pancasila bukan saja pilihan politik (siyasi) tetapi juga sesuai dengan ketentuan syariat Islam (syari).

"Pancasila adalah syariat Islam. Pada Munas alim ulama NU di Situbondo Jawa Timur tahun 1983, para ulama telah menegaskan bahwa menjalankan Pancasila sama dengan menjalankan syariat Islam. Pancasila itu sendiri dirumuskan oleh ulama NU lengkap dengan (dalil) Quran dan haditsnya," demikian Munim DZ. (Red-Zunus)

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Daerah, Hadits SMA Negeri 1 Slawi

Kamis, 18 Januari 2018

Ayatollah Ali Khamenei Puji Semangat Para Pelajar Iran

Tehran,SMA Negeri 1 Slawi. Pemimpin Tinggi Iran Ayatollah Seyed Ali Khamenei, Rabu (9/5), mengungkapkan apresiasinya yang tinggi atas semangat, bakat, dan kepercayaan diri yang dimiliki para pelajar di Iran.



Ayatollah Ali Khamenei Puji Semangat Para Pelajar Iran (Sumber Gambar : Nu Online)
Ayatollah Ali Khamenei Puji Semangat Para Pelajar Iran (Sumber Gambar : Nu Online)

Ayatollah Ali Khamenei Puji Semangat Para Pelajar Iran

Dalam sebuah pertemuan dengan ribuan anak sekolahan, pemimpin spiritual itu mengatakan bahwa "periode sejarah saat ini, di mana bangsa Iran menegakkan moralitas dan meluncurkan sebuah gerakan yang menjadi momentum menuju tercapainya kemajuan saintifik dan kesejahteraan, generasi muda seharusnya mengisi tanggung jawab mereka yang berat".

Minggu, 07 Januari 2018

Pesantren Lebih Siap Hadapi Tantangan MEA

Jakarta, NU ? Online

Terkait dengan penerapan dan tantangan MEA, pemerhati pendidikan dan penulis sejumlah buku pendidikan Doni Koesoema A mengatakan pondok pesantren lebih siap. ?

Pesantren Lebih Siap Hadapi Tantangan MEA (Sumber Gambar : Nu Online)
Pesantren Lebih Siap Hadapi Tantangan MEA (Sumber Gambar : Nu Online)

Pesantren Lebih Siap Hadapi Tantangan MEA

Demikian dikatakan Doni dalam wawancara dengan SMA Negeri 1 Slawi seusai menjadi pembicara dalam diskusi publik “Tantangan Dunia Pendidikan Menghadapi MEA” di Griya Gus Dur, Selasa (3/5).

Doni beralasan, “Karena di ponpes individu-individu dibekali oleh kekuatan spiritual yang bagus. Lalu ? kontak budaya dan kontak dengan masyarakat yang kuat, itu sebenarnya bisa menjadi modal.”?

(Baca:? Untuk Hadapi MEA, Pemerintah Harus Perbaharui Sistem Pendidikan)?

SMA Negeri 1 Slawi

Dari sisi ekonomi pondok pesantren perlu mengupayakan bagaimana memberdayakan ekonomi masyarakat. Menurut Doni hal ini akan mengubah bangsa Indonesia akan lebih cepat maju.

“Saya melihat di masjid-masjid ada banyak arus uang. Tetapi kas, di beberapa majid di Tangerang (tempat tinggal Doni-Red), dipakai untuk membangun gapura. Padahal di sekitarnya banyak orang miskin. Nah, saya membayangkan seandainya di setiap masjid mereka punya perhatian terhadap pemberdayaan ekonomi orang-orang miskin masyarakat bangsa ini akan cepat maju, naik kelas,” papar Doni.?

Doni menambahkan proses pendidikan di pesantren akan sangat membantu karena sejak awal, santri sudah dekat dengan masyarakat, mengenal siapa masyarakat di sekitar pesantren, tahu siapa yang miskin siapa yang bisa dibantu.

Pendidikan di pondok pesantren dalam pandangan Doni terlihat lebih ke pendidikan yang dinamis. Para santri selain tumbuh dengan kekuatan nilai-nilai tradisional, dan kitabnya yang diajarkan dengan model menghapal, kemudian terbatinkan dan diterapkan dalam praktik. Itu bisa menjadi modal yang bisa dipindahkan dalam menghadapi tantangan MEA.?

“Misalkan menghadapi tantangan di luar kan kita harus tahu, apa yang ada di dalam masyarakat, apa yang dibutuhkan. Kita akan mencari cara yang lebih baik untuk mengantisipasinya,” ungkap Doni.

SMA Negeri 1 Slawi

Hal lain yang membuat pesantren lebih siap menghadapi MEA adalah kemampuan berbahasa asing.

“Di ponpes bahasanya bagus. Itu kan menurut saya luar biasa,” pungkas Doni yang pernah meneliti pola pendidikan di beberapa pesantren termasuk Tebuireng, Jombang. (Kendi Setiawan/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi PonPes, Hadits, Meme Islam SMA Negeri 1 Slawi

Sabtu, 06 Januari 2018

PBNU Bahas Penataan Pendidikan di Lingkungan Nahdlatul Ulama

Jakarta, SMA Negeri 1 Slawi. Syuriyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menggelar pertemuan dengan pengurus sejumlah lembaga di NU yang menangani pendidikan. Pengurus Syuriyah PBNU meminta laporan dari masing-masing lembaga terkait data dan kerja-kerja pendidikan di wilayah garapan masing-masing.

PBNU Bahas Penataan Pendidikan di Lingkungan Nahdlatul Ulama (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU Bahas Penataan Pendidikan di Lingkungan Nahdlatul Ulama (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU Bahas Penataan Pendidikan di Lingkungan Nahdlatul Ulama

“Pesantren dengan hadirnya kiai, pondok, dan santri, biar menjadi urusan Rabithah Ma’ahid Islamiyah (RMI) saja. Sementara madrasah ibtida’iyah hingga aliyah, kita serahkan kepada LP Ma’arif,” kata Rais Syuriyah PBNU KH Mas Subadar dalam rapat yang dihadiri Rais Aam PBNU KH Ma’ruf Amin, Wakil Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar, dan juga Katib Aam PBNU KH Yahya Cholil.

Utusan sejumlah lembaga yang hadir antara lain adalah perwakilan dari LP Ma’arif NU, RMI, PP Muslimat NU, Lembaga Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama (LPTNU), Lembaga Takmir Masjid PBNU. Masing-masing dari mereka menyampaikan data terkini terkait lembaga binaan mereka.

SMA Negeri 1 Slawi

“Yang penting, kita perlu memperjelas kerja lembaga-lembaga ini agar tidak terjadi tumpang tindih kerja di lingkungan pendidikan NU,” ujar Gus Yahya yang memimpin rapat harian Syuriyah PBNU di Jakarta, Rabu (6/1) sore.

SMA Negeri 1 Slawi

Ketua LTM PBNU H Mansur Syairozi mengatakan, LTM PBNU kini sedang menggarap panduan operasional menggerakkan masjid. “Pasalnya pengurus banyak masjid belum mengerti bagaimana tujuan mengurus masjid,” kata H Mansur.

Terkait lembaga pendidikan kanak-kanak yang dihidupkan di lingkungan masjid, H Mansur belum memiliki data. Pasalnya, LTM PBNU masih menyosialisasikan 7 program utama kepengurusan masjid.

“Kita serahkan tugas pembinaan PAUD dan TK kepada Muslimat NU,” ujar Katib Syuriyah PBNU KH Asrorun Niam Sholeh.

Laporan dari utusan lembaga dan banom NU itu akan ditindaklanjuti PBNU sebagai pedoman dan pembagian kerja bagi lembaga dan banom NU yang menangani pendidikan. ? (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Hadits SMA Negeri 1 Slawi

Senin, 18 Desember 2017

Menag Pimpin Upacara Kenegaraan Pemakaman

Bogor, SMA Negeri 1 Slawi. Menteri Agama (Menag), Suryadharma Ali, memimpin upacara kenegaraan dalam pemakaman KH Idham Chalid, mantan Ketua DPR/MPR dan mantan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), yang dimulai sekitar pukul 12.00 WIB.

Para pelayat termasuk ulama dan anak-anak yatim turut mengantarkan kepergian almarhum KH Idham Chalid ke tempat peristirahatan terakhir di kompleks Pondok Pesantren Darul Quran di Cisarua, Bogor, Jawa Barat, Senin.

Menag Pimpin Upacara Kenegaraan Pemakaman (Sumber Gambar : Nu Online)
Menag Pimpin Upacara Kenegaraan Pemakaman (Sumber Gambar : Nu Online)

Menag Pimpin Upacara Kenegaraan Pemakaman

Suryadharma Ali dalam sambutannya atas nama negara menyampaikan bela sungkawa atas meninggalnya KH Idham Chalid. Ia juga meminta seluruh warga untuk turut mendoakan agar almarhum mendapat tempat yang layak di sisi Allah.

SMA Negeri 1 Slawi

"Banyak hal-hal yang telah diperbuat almarhum semasa hidupnya yang bisa dijadikan suri tauladan bagi kita yang masih hidup," katanya.

Upacara kenegaraan ini, lanjut dia, dilakukan untuk menghormati jasa-jasa almarhum.

SMA Negeri 1 Slawi

Hadir pada upacara tersebut di antaranya Bupati Bogor Rahmat Yasin serta para ulama termasuk KH Didin Hafiduddin dan KH Syukron Makmun, salah seorang murid KH Idham Chalid.

Sementara itu, Bupati Bogor, Rahmat Yasin, yang memberikan sambutan atas nama keluarga almarhum mengucapkan terima kasih atas bantuan semua pihak dalam proses pemakaman almarhum.

KH Idham Chalid wafat di usia 88 tahun pada Minggu (11/7) pukul 08.00 WIB di kediamannya di kawasan pendidikan Darrul Maarif, Cipete, Jakarta Selatan, karena sakit yang diderita selama 10 tahun terakhir.

Idham Chalid lahir di Setui, Kalimantan Selatan pada 27 Agustus 1922.

Ia adalah tokoh agama, tokoh bangsa, dan tokoh organisasi besar Islam Nahdlatul Ulama dan juga deklarator sekaligus pemimpin Partai Persatuan Pembangunan (PPP).

Sebelum meninggal, almarhum pernah bernazar ingin dimakamkan di kompleks Pondok Pesantren Darul Quran di Cisarua, Bogor.

Pesantren sederhana tersebut didirikan KH Idham Chalid pada tahun 1969.

Warga yang mengikuti jalannya upacara pemakaman terpaksa berdesak-desakan karena area pemakaman di kompleks tersebut relatif sempit hanya seluas 100 meter persegi.

Sebagian anak-anak yatim yang menghuni asrama di pondok pesantren tersebut menyaksikan jalannya pemakaman dari depan kamar mereka karena jarak antara asrama dengan area pemakaman sangat dekat dan hanya dibatasi oleh pagar.

Beberapa warga juga naik ke atas bangunan masjid yang tengah dibangun untuk bisa menyaksikan upacara pemakaman tersebut. (ant/mad)Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Hadits, Sejarah, Lomba SMA Negeri 1 Slawi

Sabtu, 16 Desember 2017

Siswa SMK Plus NU dan BNN Sidoarjo Diskusi Seputar Narkoba

Sidoarjo, SMA Negeri 1 Slawi - SMK Plus Nahdlatul Ulama Sidoarjo mendatangkan pemateri untuk mendiskusikan bahaya narkoba dari Badan Narkotika Nasional (BNN) Sidoarjo di sekolah setempat. Kehadiran BNN ini untuk memberikan penyuluhan tentang bahaya hingga penanganan bagi pecandu narkoba.

Guru BK SMK Plus NU Sidoarjo M Zakariya menuturkan, maraknya kasus narkoba yang menyasar di kalangan pelajar membuat para guru menjadi prihatin. Agar kasus tersebut tidak masuk di lingkungan sekolah, pihaknya sengaja memberikan edukasi dan pemahaman seputar narkoba kepada para siswanya.

Siswa SMK Plus NU dan BNN Sidoarjo Diskusi Seputar Narkoba (Sumber Gambar : Nu Online)
Siswa SMK Plus NU dan BNN Sidoarjo Diskusi Seputar Narkoba (Sumber Gambar : Nu Online)

Siswa SMK Plus NU dan BNN Sidoarjo Diskusi Seputar Narkoba

"Agar peserta didik baru maupun para siswa SMK Plus NU Sidoarjo terhindar dari narkoba, kami sengaja menghadirkan tim dari BNN Sidoarjo. Diharapkan para siswa bisa mengantisipasi dan mencegah penyebaran barang haram itu. Tak hanya itu saja, supaya anak-anak dan orang lain bisa selamat dari bahaya narkoba," kata Zakariya, Kamis (28/7).

Lebih lanjut ia mengatakan, untuk mempertebal keimanan para siswa setiap hari sebelum proses belajar-mengajar para siswa terlebih dulu shalat dhuha, membaca surah Yasin, istighotsah, dan kegiatan yang bersifat positif lainnya.

SMA Negeri 1 Slawi

"Para siswa kami ajarkan tatakrama dengan selalu senyum, salam, sapa dan tetap mengedepankan sopan santun. Pada saat pengenalan lingkungan sekolah yang kami adakan pada tanggal 18 hingga 20 Juli kemarin, kami juga meminta kepada anak-anak untuk menampilkan bakatnya masing-masing seperti qiroah, tari tradisional, nasyid, nyanyi, drama dan lain sebagainya. Hal ini untuk menghindari adanya penyalagunaan narkoba, salah satunya dengan melakukan hal-hal positif," tandasnya. (Moh Kholidun/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi

SMA Negeri 1 Slawi Hadits SMA Negeri 1 Slawi

Sabtu, 02 Desember 2017

Jauhkan Takbir dan Sujudmu dari Keangkuhan

Oleh Ahmad Ishomuddin

Tugas utama dari diutusnya Nabi Muhammad shalla Allahu alaihi wa sallama hanyalah untuk menyempurnakan akhlak. Adapun ibadah seperti shalat, zakat, puasa, dan haji--misalnya--hanyalah syariat. Syariat artinya jalan yang lurus, sebagai sarana yang wajib ditempuh para hamba Allah untuk mendekatkan diri kepada Allah. Sedangkan Allah Yang Maha Suci itu hanya bisa didekati oleh jiwa-jiwa yang suci dari setiap akhlak yang tercela. Jadi, tujuan ditempuhnya syariat (jalan lurus agama) pada hakikatnya adalah tercapainya tujuan berupa akhlak yang mulia.

Jauhkan Takbir dan Sujudmu dari Keangkuhan (Sumber Gambar : Nu Online)
Jauhkan Takbir dan Sujudmu dari Keangkuhan (Sumber Gambar : Nu Online)

Jauhkan Takbir dan Sujudmu dari Keangkuhan

Penempuhan jalan lurus berupa berbagai ibadah yang tidak memetik buah akhlak mulia adalah perjalanan yang belum tuntas hingga tujuannya, yang jika tidak dilanjutkan atau hanya berhenti di tengah perjalanan itu berarti telah gagal mencapai tujuan beragama, yakni meraih kesempurnaan akhlak.

SMA Negeri 1 Slawi

Membiasakan shalat wajib pada waktunya dan disempurnakan dengan beragam shalat sunnah harus terus menerus dilakukan hingga jiwa pelakunya selalu berzikir, mengingat Allah, mencecap ketenangan jiwa, mencegahnya dari segala bentuk perbuatan keji dan munkar. Tujuan tersebut jelaslah berupa pencapaian akhlak yang mulia. Mengerjakan puasa, baik fardlu atau sunnah, adalah untuk menahan diri dari segala yang semula mubah (boleh), apalagi dari segala yang diharamkan, karena penempuhan jalan puasanya adalah mengarah pada puncak kesadaran taqarrub (pendekatan diri) kepada Allah dan merasa selalu dalam pengawasan Allah, sehingga ia menjadi manusia yang bertaqwa kepada-Nya. Lagi-lagi tujuan hakiki dari puasa adalah pencapaian akhlak yang mulia. Ibadah kepada Allah yang tidak membuat pelakunya menjadi lebih baik akhlaknya di hadapan Allah dan keseluruhan makhluk-Nya adalah penempuhan jalan lurus yang tidak sempurna, hanyalah kelelahan fisik dan jiwa yang sia-sia, dan kegagalan secara total dalam beragama.

SMA Negeri 1 Slawi

Apabila mengingat, memaknai dan memetik keseluruhan bacaan dan gerakan shalat sepanjang menunaikannya tidak mampu, maka minimal setiap orang yang shalat dapat mengerti makna takbiratul ihram di awal shalatnya, yakni bacaan "Allahu Akbar (Allah Maha Besar), " dan memahami gerakan sujud, yakni meletakkan kening dan anggota sujud yang lain di tempat sujud, suatu tempat terendah (tanah, bumi) saat berhadapan dengan Allah Yang Maha Agung.

Semua itu pada hakikatnya adalah penempuhan jalan menuju perendahan diri serendah-rendahnya di hadapan Allah Sang Pencipta alam semesta. Sehingga buah dari takbir dan sujud dalam keseluruhan shalatnya adalah menorehkan sikap tawadlu (rendah hati) sepanjang hayatnya, bukan justru menjadi manusia sombong, merasa hebat, paling suci, paling berpengaruh dan menjadi provokator dalam bekerja sama menebar fitnah, dosa dan saling permusuhan. Teriakan takbir kapan dan di mana saja sungguh tidak dimaksudkan agar para pengucapnya mengumbar syahwat kebencian kepada sesama makhluk-Nya, dan tidak pula bertujuan untuk merusak keharmonisan hidup manusia di muka bumi. Maka, jauhkan takbirmu dari setiap keangkuhan dalam jiwamu!

Penulis adalah Rais Syuriyah PBNU



Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Hadits, Anti Hoax SMA Negeri 1 Slawi

Cegah Radikalisme dengan Perbanyak Grup Hadrah

Solo, SMA Negeri 1 Slawi. Habib Noval bin Muhammad Al Idrus menegaskan pentingnya memperbanyak kelompok hadrah dan majelis shalawat di manapun demi tumbuhnya kecintaan umat Islam terhadap agama dan NKRI.

Menurtnya, hal itu dikarenakan hadrah dan shalawat menunjukkan bahwa Islam merupakan agama yang memiliki metode dakwah yang ramah dan santun. Menurutnya, dengan begitu generasi muda tidak akan terpengaruh dengan kelompok-kelompok radikal yang mau merongrong kesatuan dan persatuan NKRI.

Cegah Radikalisme dengan Perbanyak Grup Hadrah (Sumber Gambar : Nu Online)
Cegah Radikalisme dengan Perbanyak Grup Hadrah (Sumber Gambar : Nu Online)

Cegah Radikalisme dengan Perbanyak Grup Hadrah

“Komitmen ke depan kita akan minta TNI dan Polri untuk lebih banyak membuat kelompok hadrah. Di setiap masjid nanti ada kelompok hadrahnya. Agar anak muda tidak terlibat (kelompok) yang keras-keras, meresahkan, dan penuh emosional. Tapi tebarkan senyum, terbarkan kebaikan, terbarkan keindahan. Itulah Islam dan itulah Indonesia,” ungkapnya.

SMA Negeri 1 Slawi

Pengasuh Majelis Ilmu dan Zikir Ar Raudhah Pasar Kliwon, Solo Jawa Tengah, ini mengatakannya dalam acara Tabligh Akbar dan Tabuh 5.000 Rebana yang digelar untuk menyemarakkan momentum HUT Kemerdekaan RI ke-69 di Alun-alun Lor Keraton Surakarta, Sabtu (9/8).

SMA Negeri 1 Slawi

Acara yang dihadiri puluhan ribu orang berpakaian serba putih tersebut mendapat apresiasi dari pemerintah setempat. Wakil Walikota Solo Achmad Purnomo mengaku takjub dengan semangat warga pada acara itu. “Ini mencerminkan betul kalau Kota Solo sebagai Kota Selawat. Luar biasa!,” kata Purnomo.

Bersama para Habib dan ulama lainnya, Habib Novel juga menyatakan mendukung sikap pemerintah yang melarang berkembangnya kelompok radikal, termasuk Islamic State of Iraq and Syiria (ISIS) yang belakangan mulai muncul di eks-Karesidenan Surakarta.

“Masyarakat harus membantu aparat. Kalau melihat gambar ISIS, tidak usah lapor polisi, langsung dicopot saja. Karena pemerintah kita sudah melarang perkembangan ISIS,” tegasnya. (Ahmad Rodif Hafidz/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Anti Hoax, Hadits SMA Negeri 1 Slawi

Rabu, 29 November 2017

Sambut Tahun Baru Hijriah dengan Dzikir

Pariaman, SMA Negeri 1 Slawi

Pemerintah Kota Pariaman mengawali Tahun Baru Hijriah 1432 dengan menggelar Pariaman Berdzikir, di Pantai Gandoriah Pariaman. Pariaman Berzikir sekaligus mengawali rangkaian perhelatan akbar anak Nagari Rang Piaman “Hoyak Tabuik” yang  di mulai dari 7 Desember 2010 hingga  19 Desember 2010.



Sambut Tahun Baru Hijriah dengan Dzikir (Sumber Gambar : Nu Online)
Sambut Tahun Baru Hijriah dengan Dzikir (Sumber Gambar : Nu Online)

Sambut Tahun Baru Hijriah dengan Dzikir

Hal ini dikemukakan Kabag Humas Pemko Pariaman Jose Rizal yang juga  Kepala Bidang Kehumasan Panitia Pesta Budaya Tabuik Piaman 2010 kepada Kontributor SMA Negeri 1 Slawi Bagindo Armaidi Tanjung di Padang, Jumat (26/11).

Menurut Jose Rizal, Pariaman Berdzikir  ini dikemas  juga untuk meningkatkan tali silaturahmi dengan masyarakat, memperkaya rohani masyarakat dengan menyebut asma Allah. Dan yang terpenting untuk memanjatkan doa kepada-Nya agar Kota Pariaman dihindari dari segala marabahaya dan balabencana.

SMA Negeri 1 Slawi

“Walikota Pariaman Mukhlis Rahman mengajak seluruh warga  dapat mengikuti Pariaman Berdzikir ini. Insya Allah  7 Desember 2010,  dimulai  pukul 08.00 WIB  bertempat di Pantai Gandoriah. Masyarakat yang berkenan hadir dihimba untuk mengenakan pakaian putih dan membawa sajadah. Sedangkan yang bertindak sebagai pemimpin zikir dan penceramah adalah Drs.H.Darmis Darwis,M.Ag dari Kantor Kementrian Agama Padang," kata Jose Rizal.

Ketua Panitia Pesta Budaya Tabuik Piaman tahun 2010 Mardison Mahyudin mengharapkan kehadiran masyarakat beramai-ramai. “Di tengah maraknya isu akan terjadinya bencana gempa tsunami, ini adalah salah satu upaya kita agar jiwa masyarakat menjadi sejuk dan tenang," katanya.

SMA Negeri 1 Slawi

"Justru ini momen yang baik bagi kita, di awal tahun baru Islam 1432 H ini kita mengisinya dengan berzikir dan ceramah agama, menginstropeksi diri selama ini dan mendekatkan diri pada Allah SWT. Semoga Allah memberikan hidayahnya pada masyarakat Pariaman semua dan akhirnya akan menghindarkan Kota Pariaman dari bencana,” kata Mardison yang juga Wakil Ketua DPRD Kota Pariaman.

Sekretaris Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kota Pariaman Muhammad Nur menyambut baik dan mendukung  pergelaran Pariaman Berzikir. Ini menunjukkan Pemko Pariaman semakin menyadari pentingnya mendekatkan diri kepada Allah Swt melalui pendekatan dzikir.

“Insya Allah, jika umat sudah semakin dekat dengan Sang Pencipta-Nya, ketenangan hidup akan bisa terwujud. Termasuk ketenangan dalam menghadapi isu bencana gempa besar dan tsunami yang kini menghantui masyarakat,” kata Muhammad Nur mantan Ketua KNPI Kota Pariaman ini. (arm)Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Hadits, Makam SMA Negeri 1 Slawi

Minggu, 26 November 2017

794 Calhaj Probolinggo Tasyakuran Berangkat ke Tanah Suci

Probolinggo, SMA Negeri 1 Slawi. Sedikitnya 794 orang Calon Jamaah Haji (Calhaj) Kabupaten Probolinggo mengikuti penutupan bimbingan manasik haji sekaligus tasyakuran pemberangkatan ke tanah suci CJH Kloter 51 dan 52 yang digelar oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo di Pendopo Kabupaten Probolinggo, Kamis (3/8).

Kegiatan itu dihadiri Bupati Probolinggo Hj Puput Tantriana Sari, Mustasyar PCNU Kabupaten Probolinggo H Hasan Aminuddin, Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Probolinggo H Santoso, Katib Syuriyah PCNU Kota Kraksaan KH Wasik Hannan, Rais Syuriyah PCNU Kabupaten Probolinggo KH Jamaluddin Al Hariri dan sejumlah pejabat Pemkab Probolinggo.

794 Calhaj Probolinggo Tasyakuran Berangkat ke Tanah Suci (Sumber Gambar : Nu Online)
794 Calhaj Probolinggo Tasyakuran Berangkat ke Tanah Suci (Sumber Gambar : Nu Online)

794 Calhaj Probolinggo Tasyakuran Berangkat ke Tanah Suci

Hasan Aminuddin dalam sambutannya menyampaikan bahwa rukun pertama wajib haji itu adalah niat lahir dan batin sebelum berangkat ke tanah suci. “Saya titip pesan kepada Kemenag bagaimana lansia (lanjut usia) di motivasi. Sebab takutnya setelah sampai di Asrama Haji Sukolilo minta pulang,” katanya.

Hasan menegaskan bahwa niat itu harus dilakukan dengan hati yang tulus dan ikhlas. Serta menjelang keberangkatan ke tanah suci istirahat yang cukup karena ini bukan mau rekreasi. Hal ini penting, khususnya bagi yang belum pernah haji.

“Ibadah haji ini adalah ibadah fisik. Perjalanan ke tanah suci itu butuh waktu yang lama di pesawat. Oleh karena itu, bagaimana sebelum berangkat bisa istirahat,” jelasnya.

SMA Negeri 1 Slawi

Lebih lanjut Hasan meminta kepada ketua regu agar senantiasa mengajari regunya pada hal-hal sepele namun banyak manfaatnya. “Seperti ketika mau buang air besar maupun air kecil saat berada di pesawat maupun hotel,” terangnya.

Hasan menegaskan bahwa tidak ada doa wajib haji yang harus dihafalkan oleh CJH. Sehingga buku manasik haji yang sudah dimiliki hendaknya cukup dimengerti dan jangan dihafal karena terlalu panjang.

SMA Negeri 1 Slawi

“Kuasai mana yang wajib dan sunnah dalam rukun haji. Selama berada di tanah suci, wajibnya hanya 4 hingga 5 hari. Selebihnya adalah sunnah. Yang paling wajib sekali dan tidak bisa diwakilkan adalah pada saat di Arofah,” tegasnya.

Sementara Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Probolinggo H Santoso mengungkapkan bahwa jumlah CJH Kabupaten Probolinggo yang akan berangkat ke tanah suci tahun 2017 sebanyak 794 orang plus 11 petugas.?

“Seharusnya CJH yang akan berangkat ke tanah suci sebanyak 798 orang. Namun sebelum berangkat ada 4 (empat) CJH yang meninggal dunia. Yakni, Bu Jati dari Kecamatan Bantaran, Pak Budi Hartono dari Kecamatan Maron, Pak Jamaluddin dari Kecamatan Besuk dan H Abdul Ghoni dari Kecamatan Kotaanyar,” ungkapnya.

Menurut Santoso, para CJH ini terbagi dalam Kelompok Terbang (Kloter) 51 dan 52. Kloter 51 sebanyak 445 CJH (laki-laki 211 orang dan perempuan 234 orang) didampingi 5 petugas dan pendamping mulai dari ibadah, dokter dan perawat. Selaku Ketua Kloter 51 adalah H Muhammad Taufik. Jamaah tertua atas nama Eni binti Takim (87) asal Kecamatan Kotaanyar dan jamaah termuda atas nama Nur Fahmi Idris (19) asal Kecamatan Leces.

Sementara Kloter 52 merupakan kloter gabungan Kabupaten Probolinggo dan Kota Surabaya. Jumlah CJH Kabupaten Probolinggo di Kloter 52 sebanyak 349 CJH (laki-laki 170 orang dan perempuan 179 orang) didampingi 5 petugas dan pendamping mulai dari ibadah, dokter dan perawat. Selaku Ketua Kloter 52 adalah Syamsul Huda. Jamaah tertua atas nama Zahriyah (84) asal Kecamatan Paiton dan jamaah termuda atas nama Halimatus Sya’diyah (19) asal Kecamatan Besuk.

“Para CJH ini akan berangkat ke tanah suci dari obyek wisata religius Miniatur Ka’bah Desa Curah Sawo Kecamatan Gending pada 13 Agustus 2017 mendatang. Setelah bermalam di Asrama Haji Sukolilo, para CJH ini akan berangkat ke tanah suci pada 14 Agustus 2017,” katanya. (Syamsul Akbar/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Hadits, Warta SMA Negeri 1 Slawi

Rabu, 22 November 2017

Konsolidasi NU, dari Pesantren sampai Kuburan

Medan, SMA Negeri 1 Slawi 

Nahdlatul Ulama didirikan pada 31 Januari tahun 1926 oleh para kiai Ahlussunah wal-Jamaah. Organisasi tersebut tidak dibangun dengan uang, kekuasaan, tapi dengan riyadoh atau tirakat para pendirinya yaitu dengan mendaktkan diri kepada Allah. 

Konsolidasi NU, dari Pesantren sampai Kuburan (Sumber Gambar : Nu Online)
Konsolidasi NU, dari Pesantren sampai Kuburan (Sumber Gambar : Nu Online)

Konsolidasi NU, dari Pesantren sampai Kuburan

“Makanya jangan meninggalkan hal-hal yang spiritual,” kata Wakil Sekretaris Jenderal PBNU H Imam Pituduh saat beramah-tamah dengan PWNU Sumatera Utara di sekretariat PWNU, Medan Rabu malam (4/5).  

Karena itulah cara ber-NU tersebut tidak hanya berkomunikasi dengan orang hidup, tapi dengan yang telah meninggal, yaitu kepada kiai-kiai NU yang telah mendahului, para wali, sahabat, dan Nabi Muhammad. 

“Ketika Rasulullah mi’raj, beliau bertemu dengan nabi-nabi yang telah meninggal. Haditsnya sahih menuruh Imam Bukhori dan Muslim. Kalau ngomong sama orang yang hidup itu sering ada yang bohongnya, tapi kalau sama orang yang telah meninggal tidak mungkin berbohong,” ungkapnya diakhiri kutipan KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur). 

SMA Negeri 1 Slawi

Ia menambahkan, melalui ramah-tamah antara tim Ekspedisi Islam Nusantara dan PWNU Sumut menecerminkan silaturahim, silatul amal, silatul ilmi, dan silatu ruh. “Sehingga kebersamaan kita di NU ini jasadan wa ruhan...,” lanjutnya.

Pada praktiknya, Ekspedisi Islam Nusantara, di setiap tempat yang sampai sampai sekarang ini telah menjelajahi 20 kabupaten dan kota, selalu berziarah ke makam-makam ulama, silaturahim ke pesantren, meminta doa kepada kiai, bersilaturahim ke PCNU dan PWNU. (Abdullah Alawi) 

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi

SMA Negeri 1 Slawi Hadits, Sholawat, Amalan SMA Negeri 1 Slawi

Rabu, 08 November 2017

Rais Aam Akan Hadir di Sragen Senin Malam

Solo, SMA Negeri 1 Slawi. Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Mustofa Bisri akan hadir di Kabupaten Sragen Jawa Tengah, Senin (14/4) malam. Kedatangannya ke Bumi Sukowati tersebut, untuk menghadiri undangan acara pengajian akbar dan doa masal yang diselenggarakan jamaah Ratib al Hadad Sragen.

Dalam rilisnya kepada SMA Negeri 1 Slawi, panitia kegiatan mengatakan acara doa bersama ini dimaksudkan agar daerah Sragen senantiasa diberikan ketentraman dan kedamaian. Sedangkan kehadiran Gus Mus diharapkan juga dapat untuk memberikan wejangan kebangsaan kepada masyarakat.

Rais Aam Akan Hadir di Sragen Senin Malam (Sumber Gambar : Nu Online)
Rais Aam Akan Hadir di Sragen Senin Malam (Sumber Gambar : Nu Online)

Rais Aam Akan Hadir di Sragen Senin Malam

“Juga kita harapkan agar beliau (Gus Mus), memberikan nasihat kepada para caleg yang lolos maupun yang tidak lolos agar tetap tegar,” ujar M. Fadlan, salah seorang panitia.

SMA Negeri 1 Slawi

M. Fadlan menambahkan dalam pengajian yang akan dihelat di halaman kampus STIT Madina Desa Teguhan tersebut, diperkirakan akan dihadiri ribuan jamaah dari wilayah Soloraya.

SMA Negeri 1 Slawi

“Semoga dengan banyaknya yang hadir, dapat menjadikan acara ini sebagai media dakwah dan penjalin silaturahim di antara sesama umat beragama,” imbuhnya. (Ajie Najmuddin/Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Warta, Hadits SMA Negeri 1 Slawi

Minggu, 29 Oktober 2017

Jika Banser Murtad, Bagaimana dengan Sayyidina Umar?

Batam, SMA Negeri 1 Slawi

Salah seorang Pengasuh Pondok Pesantren Al Anwar Sarang III KH Abdul Ghofur Maimoen menyesalkan hujatan murtad terhadap Banser dalam menjaga gereja, padahal fikih Islam, penghormatan terhadap warga nonmuslim sudah selesai.

Jika Banser Murtad, Bagaimana dengan Sayyidina Umar? (Sumber Gambar : Nu Online)
Jika Banser Murtad, Bagaimana dengan Sayyidina Umar? (Sumber Gambar : Nu Online)

Jika Banser Murtad, Bagaimana dengan Sayyidina Umar?

"Siapa yang berani mengatakan Sayyidina Umar murtad?" ujar pria karib dipanggil Gus Ghofur itu, di Batam Kepulauan Riau, Ahad (27/11).

Doktor Ushuluddin ? Tafsir Universitas Al-Azhar, Mesir itu menegaskan, Sayyidina Umar ketika memimpin kekhalifahan tidak membakar gereja karena dalam fiqih Islam, umat Islam juga menjaga warga negara yang nonmuslim.

"Sayyidina Umar bin Khotob tidak merusak tempat ibadah nonmuslim. Siapa yang berani mengatakan beliau murtad. Kalau ada Banser menjaga gereja itu mengikuti fikih Islam dan juga Sayyidina Umar," kata dia pada peserta Kursus Banser Pimpinan (Susbanpim) III, digelar di Asrama Haji Batam Centre, Engku Putri, Kota Batam, Kepulauan Riau.

Gus Ghofur menambahkan, di media sosial (medsos) banyak yang mencibir ? Ansor dan Banser. Bahkan ada yang menghujat ketika Banser Riyanto yang menjaga gereja mati karena bom, bukan bersimpati.

SMA Negeri 1 Slawi

"Saya salah satu pimpinan Banser. Kalau ada apa-apa dengan Banser, saya ikut bertanggung jawab. Apa yang dilakukan Banser dalam kerangka menjaga NKRI. Kalau kita bangga dengan Indonesia, itu tidak menjadi soal karena nabi-nabi juga melakukan itu. Anak turun Nabi Ibrahim melahirkan bangsa-bangsa besar, dan mereka bangga dengan bangsanya," ujarnya didamping Ketua Bidang Kaderisasi PP GP Ansor Ruchman Basori.

Islam, demikian Gus Ghofur lagi, disampaikan melalui Nabi Muhammad karena nabi memang hebat dan tahu rumusan masalah.

"Banser tidak akan lagi menjaga gereja jika ada jaminan kelompok radikal tidak lagi meneror gereja. Tapi sebaliknya, kalau teror terhadap gereja masih ada, maka Banser akan tetap menjaga gereja karena dalam fikih Islam itu sudah clear," pungkasnya pada kegiatan bertema Meningkatkan Transformasi dan Profesionalisme Banser dalam Mewujudkan Kemandirian Bangsa. (Gatot Arifianto/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi

SMA Negeri 1 Slawi Hadits, Amalan SMA Negeri 1 Slawi

Jumat, 27 Oktober 2017

Sempat Vakum, Pelajar NU Lumbang Kembali Gerak

Probolinggo, SMA Negeri 1 Slawi. Setelah sempat vakum, akhirnya kepengurusan Pimpinan Anak Cabang (PAC) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) kecamatan Lumbang kabupaten Probolinggo periode 2015-2017 terbentuk. Kepengurusan ini pun resmi dilantik di pesantren Zainul Hasan IV desa Boto kecamatan Lumbang, Ahad (1/1).

Sempat Vakum, Pelajar NU Lumbang Kembali Gerak (Sumber Gambar : Nu Online)
Sempat Vakum, Pelajar NU Lumbang Kembali Gerak (Sumber Gambar : Nu Online)

Sempat Vakum, Pelajar NU Lumbang Kembali Gerak

Pelantikan yang dipimpin oleh Ketua IPNU Probolinggo Eko Cahyono ini dihadiri oleh para pengurus IPNU Probolinggo, pengurus IPNU Lumbang, IPNU Kuripan dan seluruh pengurus Pimpinan Ranting IPNU sekecamatan Lumbang.

Dalam kepengurusan ini, Multazam diberi amanah untuk memimpin organisasi pelajar NU di Lumbang dua tahun mendatang. “Alhamdulillah, setelah sempat vakum kepengurusan PAC IPNU Lumbang bisa terbentuk kembali,” kata Eko Cahyono.

SMA Negeri 1 Slawi

Eko berharap pengurus yang baru dilantik ini dapat betul-betul menjalankan roda organisasi sesuai dengan tupoksinya sebaik-baiknya demi memajukan IPNU di Probolinggo.

“Selamat bergabung dan berjuang bersama kami dengan rekan dari kecamatan lain untuk membina watak generasi muda. Kami juga memohon agar para ulama, pejabat serta tokoh masyarakat turut serta mendukung kegiatan kepemudaan,” ungkapnya.

SMA Negeri 1 Slawi

Multazam menyatakan komitmennya untuk menjalankan amanah yang diberikan dengan sebaik-baiknya dan yakin bisa lebih eksis lagi serta lebih maju lagi dari sebelum-sebelumnya.

”Semoga kita terbang dengan ilmunya dan kita berlayar dengan pengalamannya serta kita tercantum sebagai sosok yang berakhlaqul karimah. Mohon doa dan dukungannya supaya kami bisa menjalankan amanah dengan sebaik mungkin,” harapnya. (Syamsul Akbar/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Khutbah, Kajian, Hadits SMA Negeri 1 Slawi

Kamis, 26 Oktober 2017

Para Da’i Perlu Perhatikan Relevansi Dakwah dan Persoalan Umat

Jakarta, SMA Negeri 1 Slawi. Ketua Umum Muslimat NU Hj Khofifah Indar Parawansa mengajak peserta pelatihan da’i dan da’iyah NU untuk mengidentifikasi masalah sosial untuk kemudian mencarikan solusinya. Khofifah mengingatkan, kekeliruan identifikasi persoalan umat akan berdampak pada efektivitas dakwah itu sendiri.

“Tugas Da’i itu mengamankan umat. Hanya saja konsep keamanan para da’i dengan aparat kepolisian tentu beda. Ancaman keamanan para da’i dan aparat keamanan tentu beda,” terang Khofifah dalam penutupan pelatihan kader da’i dan da’iyah NU di Gedung PBNU, Selasa (22/7).

Para Da’i Perlu Perhatikan Relevansi Dakwah dan Persoalan Umat (Sumber Gambar : Nu Online)
Para Da’i Perlu Perhatikan Relevansi Dakwah dan Persoalan Umat (Sumber Gambar : Nu Online)

Para Da’i Perlu Perhatikan Relevansi Dakwah dan Persoalan Umat

Ancaman keamanan yang jelas-jelas di depan mata itu eskalasi angka kelahiran bayi di luar nikah yang semakin tinggi. Bayangkan, remaja usia belasan sudah terbiasa bahkan tidak sekali melahirkan kandungan di luar nikah? Ini salah satu contohnya, tegas Khofifah.

SMA Negeri 1 Slawi

Kita sebagai penyampai nilai-nilai agama, Khofifah menambahkan, mesti membuat sendiri standar keamanan dan ancamannya. Dari situ, titik gerakan dakwah kita menjadi jelas dan terukur.

Para da’i dan da’iyah juga perlu banyak belajar dan melihat tantangan lingkungan ke depan. “Katakan saja potensi pertambangan di daerah masing-masing. Para da’i sangat bertanggung jawab mengamankan aset umat dalam hal ini,” kata Khofifah.

SMA Negeri 1 Slawi

Di akhir sambutan penutupannya, Khofifah menerangkan tugas berjenjang pengurus NU mulai dari tingkat ranting hingga PBNU. Dengan begitu, solusi keumatan tertangani secara tuntas dan menyentuh tepat di jantung persoalan umat. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Hadits, RMI NU SMA Negeri 1 Slawi

Rabu, 25 Oktober 2017

GP Ansor NTT Sambut Baik Partisipasi Pengamanan Pemuda Hindu di Bulan Ramadhan

Kupang, SMA Negeri 1 Slawi. GP Ansor Nusa Tenggara Timur menerima baik itikad Parisada Hindu Dharma Indonesia kota Kupang untuk menciptakan suasana aman dan damai demi kenyamanan ibadah puasa umat Islam Kupang di bulan Ramadhan. Kerja sama demikian dalam menghadirkan suasana damai memang diharapkan.

GP Ansor NTT Sambut Baik Partisipasi Pengamanan Pemuda Hindu di Bulan Ramadhan (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor NTT Sambut Baik Partisipasi Pengamanan Pemuda Hindu di Bulan Ramadhan (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor NTT Sambut Baik Partisipasi Pengamanan Pemuda Hindu di Bulan Ramadhan

Demikian dinyatakan Ketua GP Ansor NTT Abdul Muis kepada SMA Negeri 1 Slawi, Kamis, (26/6) sore. Terkait partisipasi pengamanan PHDI kota Kupang dan pemuda Hindu di bulan Ramadhan, GP Ansor NTT mengucapkan terima kasih.

Muis menekankan, “Kebersamaan ini perlu dijaga agar ke depan terus menyatu partisipasi pengamanan hari-hari besar keagamaan yang ada di Nusa Tenggara Timur. Karena, pada prinsipnya GP Ansor dan pemuda keagamaan lainnya berharap NTT tetap damai selalu.”?

SMA Negeri 1 Slawi

Sebelumnya, Rabu (25/6), Ketua PHDI kota Kupang Nyoman Mahayasa mewakili umat Hindu menyatakan dukungannya kepada umat Islam dalam menjalankan ibadah puasa. Nyoman berharap pelaksanaan ibadah puasa selama Ramadhan berjalan aman dan lancar. Ia juga berharap, pelaksanaan ibadah puasa Ramadhan tidak terganggu di tengah hiruk-pikuk kampanye pilpres.

“Jika keamanan dan kenyamanan pelaksanaan puasa Ramadhan bagi umat Islam di kota Kupang terganggu, PHDI dan Pemuda Hindu Dharma siap membantu,” ujar Nyoman kepada SMA Negeri 1 Slawi di Kupang, Rabu (25/6). (Ajhar Jowe/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi

SMA Negeri 1 Slawi Fragmen, Hadits SMA Negeri 1 Slawi

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs SMA Negeri 1 Slawi sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik SMA Negeri 1 Slawi. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan SMA Negeri 1 Slawi dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock