Tampilkan postingan dengan label Sholawat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sholawat. Tampilkan semua postingan

Kamis, 15 Maret 2018

Arab Pegon

Biasanya disebut pula Arab Pego atau Arab Jawi, yaitu tulisan dengan huruf Arab atau huruf hijaiyah tapi menggunakan bahasa Jawa. Di daerah lain disebut dengan Arab Melayu karena menggunakan Bahasa Melayu atau Indonesia; atau bahasa lokal lain yang ditulis dengan huruf Arab. 

Jika dilihat dari kejauhan, tulisan Arab Pegon seperti tulisan Arab pada biasa, namun kalau dicermati sebenarnya susunannya atau rangkaian huruf-hurufnya bukan susunan bahasa Arab. Orang Arab asli tidak akan bisa membaca tulisan ini.

Arab Pegon (Sumber Gambar : Nu Online)
Arab Pegon (Sumber Gambar : Nu Online)

Arab Pegon

Huruf konsonan dalam tulisan Arab Pegon ini diwakili oleh huruf-huruf hijaiyah yang mirip bunyinya, seperti “m” dengan mim (Ù…). Sementara huruf vokalnya diwakili dengan huruf-huruf yang dalam tulisan Arab berfungsi untuk memanjangkan bacaan huruf, yakni alif (ا), wawu (Ùˆ) dan ya (ÙŠ). Alif untuk mengganti huruf “a”, wawu untuk huruf “u” dan “o”, serta ya’ untuk konsonan “I”. Untuk vokal e ditulis tanpa ada huruf bantu atau terkadang dipakai tanda khusus berupa garis bergelombang (~).  

Misalnya kata makan dituliskan dengan huruf mim, alif, kaf, alif dan nun menjadi ماكان dan kata belajar dengan hurub ba, lam, alif, jim, alif, dan ro’ بلاجار .

SMA Negeri 1 Slawi

Selain huruf yang sudah ada padanannya, untuk huruf yang tidak ada dalam abjad hijaiyyah seperti bunyi sengau “ng” atau dan huruf “c”, dipakai huruf tertentu dengan menambahkan titik tiga: Ng dengan ghoin (غ)titik tiga dan c dengan jim (ج) titik tiga.

Kalangan pesantren atau warga NU masih banyak menggunakan tulisan Arab Pego sebagai alat komunikasi tertulis. Arab pego ini diajarkan jauh lebih dulu dari pada sekolah formal Hindia Belanda, sehingga banyak orang tua yang tidak bisa membaca huruf latin atau buta huruf, namun bisa membaca tulisa Arab Pego.

SMA Negeri 1 Slawi

Dalam tradisi bahtsul masail di kalangan tarekat misalnya, pertanyaan dan jawaban tetap ditulis dengan huruf Arab Pego. Beberapa kitab karya ulama Nusantara yang berbahasa melayu atau jawa juga ditulis dengan huruf Arab Pegon. 

Tulisan Arab Pego, terutama dalam bahasa Jawa, biasa digunakan untuk ngabsahi atau memberikan makna kata-perkata dalam kitab kuning. Biasanya makna ini ditulis di sela-sela baris.

Pada masa lalu, Arab Melayu atau Jawi ini digunakan sebagai bahasa resmi dan bahasa pendidikan. Beberapa karya sastra seperti Hikayat Hang Tuah dan Hikayat Raja-Raja Pasai ditulis dengan aksara Arab Melayu atau Jawi ini.

Demikian juga dengan karya-karya keagamaan seperti karya-karya Syekh Muhammad Arsyad al-Banjari  di Banjarmasin atau karya-karya Kiai Shaleh Darat di Semarang, Jawa Tengah. Surat-surat raja Nusantara, stempel kerajaan,  dan mata uang pun ditulis dalam aksara Arab Melayu/Jawi ini.

Sejak tahun 1920an, Pemerintah kolonial secara pelan mulai menggantikan penggunaan aksara Arab Melayu atau Pego ini dan menggantikannya dengan aksara latin. Dalam beberapa decade, aksara Arab Melayu perlahan menghilang dari komunikasi tertulis secara resmi, baik di pemerintahan, pendidikan maupun media. 

Kini Arab Pego ini hanya dipakai di kalangan terbatas pesantren, baik di Jawa maupun di belahan Nusantara lainnya. (Sumber: Ensiklopedi NU)

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Sholawat, Makam SMA Negeri 1 Slawi

Sabtu, 24 Februari 2018

Jelang Kongres XV, Ansor Jatim Belum Tentukan Pilihan

Jombang, SMA Negeri 1 Slawi. Menjelang Kongres XV Gerakan Pemuda Ansor, Pimpinan Wilayah GP Ansor Jawa Timur hingga kini belum menentukan siapa calon yang bakal diusung untuk menggantikan Nusron Wahid dalam kongres yang bakal digelar di Pesantren Sunan Pandanaran, Jalan Kaliurang Km 12,5 Sardonoharjo, Sleman, Yogyakarta, 25-27 November 2015 mendatang.

"Untuk Ansor Jawa Timur memang belum menentukan pilihan siapa yang bakal dicalonkan pada Kongres XV mendatang. Tapi yang jelas Jawa Timur memiliki banyak kader yang siap untuk memimpin Ansor,” ujar Rudy Nur Wahid, Ketua PW GP Ansor Jatim.

Jelang Kongres XV, Ansor Jatim Belum Tentukan Pilihan (Sumber Gambar : Nu Online)
Jelang Kongres XV, Ansor Jatim Belum Tentukan Pilihan (Sumber Gambar : Nu Online)

Jelang Kongres XV, Ansor Jatim Belum Tentukan Pilihan

Rudy mengatakan pihaknya masih akan melakukan rapat dengan beberapa pengurus cabang untuk menentukan pilihan bersama pengurus wilayah. Karena, imbuhnya, beberapa kandidat sudah banyak yang turun melakukan komunikasi dengan pengurus cabang. "Kita masih akan merapatkan bersama pengurus lainnya," terang alumni IAIN Sunan Ampel Surabaya ini.

SMA Negeri 1 Slawi

Menurut Rudy, salah satu kader yang sangat memenuhi kriteria dan persyaratan dalam PD/ PRT adalah Sholahul Am Notowono (mantan Ketua PC GP Ansor Jombang) yang juga salah satu wakil ketua di PW GP Ansor Jatim. "Kalau dari kriteria dan persyaratan, di (Gus Aam) sangat memenuhi, usia belum 40 tahun, mantan ketua cabang dan telah lulus PKN," bebernya.

SMA Negeri 1 Slawi

Dikonfirmasi terkait kemunculan dirinya dalam bursa calon Ketua Umum PP GP Ansor menggantikan Nusron Wahid,? Sholahul Am (Gus Aam) tidak banyak komentar.? Dia hanya mengatakan sebagai kader? GP Ansor harus selalu siap mengemban amanah. "Lihat perkembangan saja lah, kalau diberi amanah semua kader Ansor tidak boleh menolak," jawab Katib Pengasuh PP Bahrul Ulum Tambakberas Jombang ini.

Dalam proses kaderisasi organisasi, Gus Aam adalah Ketua PC GP Ansor Jombang.? Kini dia merupakan salah satu Wakil Ketua PW GP Ansor Jawa Timur dan merupakan salah satu kader yang telah lulus kaderisasi tingkat nasional (PKN).

Dari informasi yang dihimpun, sejumlah nama kandidat beredar di kalangan Pimpinan Cabang (PC) GP Ansor di Jawa Timur. Nama-nama itu di antaranya, KH Abdussalam Sohib (ketua pengasuh Pengasuh Ponpes Mabaul Maarif, Denanyar, Jombang), Syaikhul Islam (anggota DPR RI Fraksi PKB), dan Dhofir Al Farisi (kerabat Pondok Pesantren Riyadhus Sholihin Probolinggo dan Pesantren Ciganjur), Yakut Kholil Khoumas (anggota DPR RI Fraksi PKB), Idi Muzayyat (mantan Ketua Umum PP IPNU), dan Sholahul Am Notobuwono (wakil ketua PW GP Ansor Jatim dan juga Katib Pengasuh Pesantren Bahrul Ulum Tamakberas Jombang).? (Muslim Abdurrahman/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Sholawat, AlaNu SMA Negeri 1 Slawi

Rabu, 21 Februari 2018

Pesan Rasulullah SAW di Balik Shalat Witir

Di antara ibadah yang disunahkan Rasulullah ialah shalat witir. Saking tegasnya kesunahan ini, sebagian ulama mewajibkan shalat witir seperti yang dikenal dalam madzhab Hanafi. Ketegasan anjuran ini diperkuat dengan kesaksian para sahabat. Beberapa orang sahabat seperti Abu Hurairah dan Abu Dzar diwasiatkan oleh Nabi SAW agar tidak meninggalkan shalat witir.

Menurut Badruddin Al-‘Ayni dalam ‘Umdatul Qari’, pesan Rasulullah SAW ini memiliki hikmah. Di antara hikmahnya, agar para sahabat terbiasa witir, menunjukkan kewajiban witir, dan waktu pelaksanaannya pada malam hari. Witir sangat dianjurkan karena shalat termasuk kategori ibadah badaniyah yang paling mulia dan utama.

Pesan Rasulullah SAW di Balik Shalat Witir (Sumber Gambar : Nu Online)
Pesan Rasulullah SAW di Balik Shalat Witir (Sumber Gambar : Nu Online)

Pesan Rasulullah SAW di Balik Shalat Witir

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

SMA Negeri 1 Slawi

Artinya, “Anjuran witir sebelum tidur mengisyaratkan agar sahabat membiasakannya, sekaligus tanda kewajiban witir, dan waktu pelaksanaannya malam hari. Sementara malam merupakan waktu paling baik untuk santai, tidur, dan istirahat.”

Sebenarnya, shalat witir lebih baik dikerjakan di akhir malam atau menjelang waktu shubuh. Namun bila khawatir tidak bangun pada waktu itu, Rasulullah SAW menganjurkan pelaksanaannya sebelum tidur. Hal ini dijelaskan oleh hadits riwayat Jabir, Rasulullah SAW berkata:

SMA Negeri 1 Slawi

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya, “Siapa yang khawatir tidak bangun di akhir malam, maka witirlah terlebih dahulu. Sementara orang yang yakin bangun di akhir malam, kerjakanlah witir di akhir malam, sebab shalat di akhir malam itu disaksikan malaikat dan lebih utama,” (HR Muslim).

Menurut hadits ini, shalat di akhir malam disaksikan oleh para malaikat. Tentu makhluk agung itu tidak hanya sekedar melihat. Mereka sekaligus membawa rahmat untuk makhluk bumi.

Dalam hadits lain dikatakan, Allah SWT menurunkan rahmat-Nya pada akhir malam, sehingga siapapun yang berdo’a kepada-Nya akan dikabulkan, (HR Ibnu Majah). Wallahu a’lam. (Hengki Ferdiansyah)

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Sholawat SMA Negeri 1 Slawi

Selasa, 20 Februari 2018

Cak Nun Sumpah Ribuan Korban Lumpur

Sidoarjo, SMA Negeri 1 Slawi. Emha Ainun Nadjib atau yang akrab disapa Cak Nun, memimpin prosesi sumpah untuk 2.300 warga korban lumpur Lapindo Brantas Inc. yang tidak memiliki bukti kepemilikan lahan dan bangunan rumah mereka yang terendam lumpur di Pendopo Kabupaten Sidoarjo, Rabu.

Pengambilan sumpah di pendopo kabupaten itu dilakukan oleh petugas Kanwil Depag Jatim disaksikan Bupati Sidoarjo Drs. Win Hendrarso, Ketua Badan Penanggulangan Lumpur Sidoarjo (BPLS) Sunarso, serta perwakilan PT. Minarak Lapindo Jaya (PT MLJ) Bambang P. Widodo.

Cak Nun Sumpah Ribuan Korban Lumpur (Sumber Gambar : Nu Online)
Cak Nun Sumpah Ribuan Korban Lumpur (Sumber Gambar : Nu Online)

Cak Nun Sumpah Ribuan Korban Lumpur

Ribuan warga tersebut disumpah sesuai dengan agama dan kepercayaan masing-masing. Setelah ribuan warga disumpah, menurut rencana, warga lain yang juga tidak bisa menunjukkan bukti kepemilikan luasan lahan dan bangunan rumah mereka dalam bentuk IMB, juga akan mendapatkan giliran untuk disumpah.

Rencananya, Tim Pelaksana Verifikasi akan menyumpah warga korban lumpur sebanyak 500 orang setiap hari. "Mengingat jumlah warga yang disumpah sangat banyak, tim verifikasi akan menyesuaikan jadwal penyumpahan yang telah disiapkan," kata Ketua Pelaksanan Tim Verifikasi Yusuf Purnama, SH.

Cak Nun yang hadir didampingi istrinya, Novia Kolopaking beserta rombongan kelompok musik Kyai Kanjeng dari Yogyakarta memimpin prosesi sumpah tersebut.

SMA Negeri 1 Slawi

Sebelum sumpah dimulai, Cak Nun mengajak warga yang beragama Islam untuk bersama-sama membaca Sholawat Nabi Muhammad SAW, surat Yasin dan doa Nabi Yunus.

"Warga saat ini seperti Nabi Yunus yang sedang masuk dalam perut ikan Paus, tapi warga korban lumpur saat ini masuk ke dalam perut lumpur," kata Cak Nun.

Ia menambahkan, prosesi sumpah yang dilakukan oleh warga korban lumpur ini dilakukan untuk menggugah hati nurani warga dengan menyatakan luasan lahan dan bangunan milik mereka dengan jujur dan benar.

Sebab ia menilai, perdebatan antara warga korban lumpur dengan pihak Minarak Lapindo Jaya selaku pihak pembayar atas ganti rugi dalam proses penentuan luasan lahan dan bangunan warga tidak menemui titik temu.

"Ini semua untuk kelancaran, dengan pertimbangan untuk mencari solusi ketika silang pendapat tentang perbedaan penetapan luasan bangunan yang tidak kunjung usai. Sebab, aturan normatif dan administrasi dinilai tidak bisa menjangkau. Untuk itu, sumpah adalah upaya terakhir untuk mencari kebenaran," lanjut Cak Nun.

SMA Negeri 1 Slawi

Ia menerangkan, jika sumpah itu sudah dilakukan oleh semua warga, kejujuran menjadi dalih terakhir. Jaminannya, menurut Cak Nun, hanya terletak pada Allah SWT.

"Seperti ayat-ayat suci yang kami kumandangkan tadi, bahwa itu semua berlaku untuk semua warga yang menjadi korban lumpur," terangnya.

Selain warga korban lumpur melakukan sumpah di pendopo kabupaten, PT. Minarak Lapindo Jaya yang diwakili Bambang P. Widodo juga menyatakan kesanggupannya membayar ganti rugi sesuai apa yang diajukan warga korban lumpur.

"Apa yang disampaikan Minarak itu juga merupakan sumpah, dan kewajibannya adalah dari batin dan substansinya," tambah Cak Nun.

Ia menambahkan, dalam proses mendampingi perjuangan warga korban lumpur, dirinya akan tetap mendampingi warga korban lumpur untuk memperjuangkan hak-hak mereka. Sebab, mundur atau tidak dalam mendampingi warga korban lumpiur, itu semua diserahkan kepada Allah SWT.

"Saya ini tidak tahu posisinya ada di mana, tapi yang jelas saya berada di semua pihak, karena saya tidak berpihak pada siapa-siapa. Tapi, saya bersama teman-teman akan terus berjuang sampai terwujud 100 persen pembayarannya," terangnya.

Pengambilan sumpah ini merupakan terobosan di luar mekanisme hukum untuk menjembatani kebuntuan perundingan antara PT. MLJ dengan warga korban lumpur.

Selama ini PT. MLJ bersikeras berpedoman pada Perpres 14 / 2007 tentang BPLS, dimana acuan luasan bangunan yang diganti rugi adalah IMB. Jika tidak memiliki IMB maka acuan alternatifnya adalah survey dari ITS.

Namun, bila tidak tercover oleh survey ITS, maka luasan bangunannya mengacu pada kenyataan warga yang disahkan oleh Camat dan Kepala Desa masing-masing.

Dalam pelaksanaan di lapangan, tampaknya banyak terjadi kerumitan, misalnya untuk warga Perum TAS 1 yang rumahnya sudah direnovasi, tetap minta luasan renovasinya diganti rugi.

Padahal luasan renovasi itu tidak ada dalam IMB. Ada juga rumah yang tidak memiliki IMB dan luasan bangunan hanya berdasarkan pernyataan warga saja.

Untuk mengatasi kebuntuan ini, akhirnya dilontarkanlah ide pengambilan sumpah sebagai penguat pernyataan warga, dimana warga yang akan mempertanggungjawabkan kebenaran sumpah tersebut kepada Tuhan YME. (ant/eko)

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Quote, Sholawat, Sejarah SMA Negeri 1 Slawi

Jumat, 09 Februari 2018

Dialog Para Imam Mazhab soal Hadits

Dalam kitab Tarikh al-Tasyri al-Islami karya Syekh Muhammad Khudhari Bek diceritakan dialog antara Imam Abu Hanifah dan Imam al-Auzai:

? ? ? ?: ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?: ? ? ? ? ? ? ? ? ?: ? ? ? ? ? ? ? - ? ? ? ? - ? ?: ?: ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? - ? ? ? ? - ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ?: ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?: ? ? - ? ? ? ? - ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ?: ? ? ? ? ? ? ? ?: ? ? ? ?! ? ? ?: ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Dialog Para Imam Mazhab soal Hadits (Sumber Gambar : Nu Online)
Dialog Para Imam Mazhab soal Hadits (Sumber Gambar : Nu Online)

Dialog Para Imam Mazhab soal Hadits

Sufyan bin Uyainah menceritakan bahwa pada suatu kesempatan Imam Al-Auza’i dan imam Abu Hanifah bertemu di Mekkah. Terjadilah dialog di antara ulama besar fiqih negeri Syam dan ulama besar fiqih negeri Kufah tersebut.

SMA Negeri 1 Slawi

Auzai bertanya: "Kenapa kalian tidak mengangkat tangan kalian ketika melakukan ruku’ dan bangun dari ruku’?”

SMA Negeri 1 Slawi

Abu Hanifah menjawab, “Ya, karena tidak ada Hadits yang shahih dari Rasulullah SAW atas masalah itu.”

“Bagaimana tidak shahih, sedangkan (Ibnu Syihab) Az-Zuhri telah menceritakan kepadaku, dari Salim (bin Abdullah bin Umar) dari bapaknya (Abdullah bin Umar) dari Rasulullah SAW bahwa beliau mengangkat kedua tangannya saat memulai shalat, saat ruku’, dan saat bangun dari ruku’?” bantah Auza’i.

Abu Hanifah pun merespon, "Telah menceritakan kepada kami Hammad (bin Abi Sulaiman) dari Ibrahim (bin Yazid) dari Alqamah (bin Qais) dan Al-Aswad (bin Yazid) dari (Abdullah) Ibnu Mas’ud bahwa Rasulullah SAW tidak mengangkat kedua tangannya kecuali saat memulai shalat dan tidak melakukannya lagi setelah itu.”

Auza’i mencoba membantah argumentasi Abu Hanifah. “Aku menceritakan kepada anda Hadits dari Az-Zuhri dari Salim dari bapaknya. Sementara Anda menceritakan Hadits dari Hammad dari Ibrahim?”

[Kalau sebelumnya kedua imam besar ini sama-sama membacakan sanad Hadits, sampai di sini Auzai mulai mengajukan penilaian terhadap kualitas rawi]

Abu Hanifah menjawab: "Hammad lebih faqih daripada Az-Zuhri, Ibrahim lebih faqih dari Salim, dan Alqamah tidak lebih rendah dari Ibnu Umar. Kalaupun Ibnu Umar seorang sahabat atau unggul karena menjadi sahabat Nabi, toh Al-Aswad memiliki keutamaan yang besar. Sedangkan Abdullah (bin Mas’ud) sudah jelas, siapa Abdullah itu,” jawab Abu Hanifah.

Mendengar argumentasi Abu Hanifah tersebut, Al-Auza’i pun diam.

Ini artinya masing-masing imam telah menjelaskan argumentasinya, dan mereka kemudian diam dan saling menghormati perbedaan pendapat di antara mereka yang disebabkan perbedaan dalam menerima dan menilai kekuatan sanad suatu Hadits.

Imam Syafii juga senang berdialog. Bahkan beliau tuliskan dialog itu baik dalam kitab al-Umm dan lebih-lebih lagi dalam kitab al-Risalah.

Pada masa beliau terdapat pertentangan mengenai boleh tidaknya menerima Hadits Ahad, yaitu riwayat yang diterima dan disampaikan dari satu orang perawi. Imam Malik di Madinah lebih menerima amal ahli Madinah ketimbang Hadits Ahad dengan alasan penduduk Madinah lebih paham Hadits dan jumlahnya lebih banyak ketimbang riwayat satu orang. Imam Abu Hanifah dalam beberapa kasus malah mengeyampingkan Hadits Ahad jikalau bertentangan dengan qiyas yang beliau gunakan. Maka tampillah Imam Syafii membela status dan kedudukan Hadits Ahad. Upaya beliau inilah yang membuat para ulama menggelari Imam Syafii sebagai Nashirus Sunnah (Pembela Sunnah Nabi).

Imam Syafii dalam juz dua kitab al-Risalah menuliskan bab khusus tentang Khabar Ahad. Bab ini dimulai dengan dialog sebagai berikut:

? ? ?: ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?.

?: ? ? ? ? ? ? ? ? [?: ? ] ? ? ? ? ? ? ?.

? ? ? ? ? ? ? ?:

?- ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? [?: ?] ? ? ? ? ?: ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? [?: ?] ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?.

Seseorang berkata kepadaku, "definisikan untukku teks yg paling sedikit hujjahnya tapi ia memiliki kekuatan mengikat bagi para ulama?"

Imam Syafii menjawab: "Itu adalah Khabar (Hadits) Ahad dari satu orang perawi ke satu perawi lainnya baik yang jalurnya sampai kembali ke Nabi atau terhenti pada selain beliau."

"Kehujjahan Khabar Ahad tidak terjadi melainkan memenuhi persyaratan seperti perawinya tsiqah dalam agamanya, terkenal jujur dalam ucapannya, paham dengan apa yang dia riwayatkan, mengerti dengan perbedaan redaksi atau lafaz. Dia jg bisa mengulangi teks Hadits huruf demi huruf seperti yang dia dengar, karena kalau disampaikan secara makna maka boleh jadi nanti dia tidak akan paham mana yang halal dan haram."

"Dia harus punya hafalan yang bagus baik menyampaikannya dari memori atau catatannya. Dan jika diambil dari catatanya maka itu harus cocok dengan hafalan Hadits yang disampaikan pihak lain. Dia tidak boleh mudallis yang meriwayatkan? dari orang yang dia temui tapi sebetulnya dia tidak mendengar Hadits darinya atau meriwayatkan dari Nabi yang kontradiksi dengan apa yang disampaikan orang yang tsiqah. Juga, semua perawi di atasnya bersambung? sampai ke Rasul atau berhenti pada orang lain. Soalnya masing-masing perawi akan saling menetapkan satu sama lain. Tidak ada yang melewati persyaratan yang aku sampaikan ini [barulah Hadits Ahad itu diterima sebagai hujjah]."

Dari dua kutipan dialog di atas, para Imam Mazhab sangat memahami Hadits Nabi. Jangan mengira mereka mengeluarkan pendapat tanpa dalil Al-Quran dan Hadits sehingga anak zaman sekarang berani-beraninya mengecam para Imam Mazhab dan lantas mengajak kembali kepada Al-Quran dan Hadits seolah-olah para Imam Mazhab itu telah meninggalkan Al-Quran dan Hadits. ?

Ibaratnya para Imam Mazhab itu adalah para petani yang sudah bersusah payah menanam padi, dan para ulama sesudahnya telah mengolahnya menjadi beras, dan kemudian para kiai kita sudah menanak nasi. Kemudian para ustadz mengolah nasi tersebut dan kita tinggal menikmati nasi yang terhidang sesuai pilihan kita baik nasi goreng, nasi uduk, sampai nasi kabuli. Eh, pas baru mau makan, ada yang teriak: "jangan tinggalkan beras, ayo kembalilah kepada beras!"



Nadirsyah Hosen, Rais Syuriyah PCI Nahdlatul Ulama Australia - New Zealand dan Dosen Senior Monash Law School



Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Sholawat, Sunnah, Pondok Pesantren SMA Negeri 1 Slawi

Jumat, 02 Februari 2018

Merah Putih akan Hiasi Mina

Makkah, SMA Negeri 1 Slawi. Sebanyak 350 petugas Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) diterjunkan untuk membantu kelancaran proses ibadah mabit (bermalam) dan melontar jumroh di Mina. Mereka juga bertugas mengibarkan bendera merah putih agar Calhaj Indonesia tidak tersesat.

"Sebagian ditugasi membawa bendera dan mengibarkan-ngibarkannya untuk membantu jamaah yang kebingungan dan tersesat pulang ke tendanya setelah melempar jumroh,"kata Kasatgas Mina Subakin Abdul Muthalib di markas pemondokan petugas haji Mina di Rusyaifah, Makkah, Jumat (12/11).

Merah Putih akan Hiasi Mina (Sumber Gambar : Nu Online)
Merah Putih akan Hiasi Mina (Sumber Gambar : Nu Online)

Merah Putih akan Hiasi Mina

Para petugas tersebut membawa bendera, sehingga Merah-Putih bakal menghiasi kawasan Mina. Mengapa? Sebab, yang paling dikhawatirkan di Mina itu adalah jamaah tersesat setelah melontar jumroh. Jamaah umumnya bingung dan tidak tahu jalan kembali ke maktab. Ada 30 bendera yang akan dikibarkan untuk membantu jamaah.

SMA Negeri 1 Slawi

Menurut Subakin, saat ini persiapan di Mina sudah mencapai 95 persen. Petugas sudah melakukan observasi dan mempersiapkan maktab Indonesia yang jumlahnya 71 di Mina.

SMA Negeri 1 Slawi

"Dokter dan tim kesehatan juga sudah menyiapkan logistik obat-obatan di Mina,"tutur Subakin. Mengenai makanan, Subakin menegaskan lebih dari cukup, sehingga jamaah tidak perlu berebutan. Untuk itu dia mengimbau jamaah untuk tidak memaksakan diri melontar jumroh pada waktu yang utama (afdhol) bila tidak memungkinkan.

Selain itu, demi keamanan jamaah juga diimbau tidak emosional saat melempar jumroh. "Jangan sampai emosi membayangkan setan benar-benar di situ (jamarat),"tutur Subakin. (amf/menag)Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Lomba, Sholawat SMA Negeri 1 Slawi

Kamis, 01 Februari 2018

Generasi Millenial Rawan Alami Pendangkalan Nilai Kebangsaan

Manado, SMA Negeri 1 Slawi. Wakil Sekretaris Jenderal PBNU H Masduki Baidlawi mengkhawatirkan terjadinya pendangkalan nilai-nilai kebangsaan pada generasi millenial mengingat sebagian besar mereka hanya melihat sesuatu hanya dari permukaan. Mereka enggah membaca informasi secara mendalam, padahal masalah kebangsaan merupakan masalah yang rumit.

“Cara bacanya tidak mendalam, sementara kalau kita disuruh memahami negara bangsa, tidak bisa dengan cara sederhana,” katanya dalam acara pra-Munas dan Konbes dengan tema NU dan Kebinekaan di Manado, Sabtu (11/11).

Generasi Millenial Rawan Alami Pendangkalan Nilai Kebangsaan (Sumber Gambar : Nu Online)
Generasi Millenial Rawan Alami Pendangkalan Nilai Kebangsaan (Sumber Gambar : Nu Online)

Generasi Millenial Rawan Alami Pendangkalan Nilai Kebangsaan

Pada sebagian kelompok umat Islam, negara bangsa dan demokrasi masih dipahami sebagai paham kafir. Selama ini, NU telah berusaha melakukan rumusan bagaimana agama dan negera bisa bersatu. Dan kaum millenial tidak mudah memahami ini. “Ini problem NU bagaimana memberikan pemahaman yang mudah, tetapi sebenarnya cukup rumit,” kata Masduki yang juga anggota DPR RI periode 2004-2009 ini. 

Persoalan lain terkait dengan perkembangan teknologi baru adalah munculnya berita hoaks sebagai sebuah industri, bukan sekedar pekerjaan orang per orang secara individual. Dalam sistem demokrasi liberal di mana setiap orang memiliki suara. Tim sukses berusaha memenangkan calonnya dengan segala cara, dengan menjelek-jelekkan lawannya dan mempahlawankan calonnya sebagai strategi menghancurkan lawan. 

“Karena itu, NU mengajak berpolitik yang dilandasi politik kenegaraan. Kalau tidak, akan menghancurkan negara,” ujarnya. 

SMA Negeri 1 Slawi

Masduki menjelaskan, tantangan yang dialami dalam memberikan pemahaman nilai-nilai kebangsaan pada generasi milenial ini harus diatasi dengan cara yang kekinian pula. Dan persoalan ini merupakan persoalan serius yang harus diselesaikan bersama, bukan hanya oleh NU.

Selanjutnya di forum yang sama, Rektor Universitas De La Salle Manado Johanis Ohoitimur mengapresiasi keberadaan NU sebagai penjaga kebinekaan Indonesia. Ia berpendapat, sejarah Indonesia akan berubah tanpa peranan NU sebagai penjaga kebinekaan. Prinsip NU yang berbasis kebudayaan dalam membangun kehidupan Islam juga menjadi dasar kuat dalam menjaga kebinekaan budaya di Indonesia. 

SMA Negeri 1 Slawi

“Sebagai non-Muslim, saya beryukur NU menjadi khalifah yang menjaga kebinekaan alam,” katanya 

Ia berharap komitmen tersebut dapat ditingkatkan terus menerus. “Bahkan saya berpikir, seandainya komitmen ini menjadi longgar, maka sejarah Indonesia akan berubah. Dengan kata lain, kehidupan kebinekaaan Indonesia berada dalam kawalan NU dan kami berharap kawalan tersebut semakin penting.” (Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Sholawat SMA Negeri 1 Slawi

Rabu, 31 Januari 2018

Ratusan Warga di Boyolali Gelar Tradisi Nyadran

Boyolali, SMA Negeri 1 Slawi. Menjelang bulan puasa Ramadhan, ratusan warga Dukuh Tompak, Tarubatang, Selo, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah menggelar tradisi sadranan untuk mendoakan para leluhur, Selasa (9/6).

Ratusan Warga di Boyolali Gelar Tradisi Nyadran (Sumber Gambar : Nu Online)
Ratusan Warga di Boyolali Gelar Tradisi Nyadran (Sumber Gambar : Nu Online)

Ratusan Warga di Boyolali Gelar Tradisi Nyadran

Sadranan di Desa Tompak termasuk yang paling awal dilakukan masyarakat di lereng Merapi-Merbabu tahun ini.

Sejak pagi, ratusan warga dari dukuh Desa Tompak serta warga dari daerah lain yang memiliki leluhur dimakamkan di pemakaman tersebut, berbondong-bondong ke pemakaman yang terletak di sisi timur lereng Gunung Merapi tersebut.

SMA Negeri 1 Slawi

Bersama keluarga dan sanak saudaranya, warga berdatangan ke areal pemakaman dengan membawa tenong, yang berisi tumpeng nasi rasul dan aneka jajan seperti ketan, apem dan pisang.

SMA Negeri 1 Slawi

Bagi warga setempat, tradisi nyadran ini selain menjadi agenda untuk mendoakan mereka yang sudah meninggal, juga sebagai ajang silaturrahim. “Kegiatan ini juga memiliki pesan moral, yakni ajaran untuk saling berbagi antara satu dengan lainnya,” kata Syahirul Alim, salah satu tokoh pemuda setempat.

Usai melakukan doa bersama yang diisi dengan pembacaan yasin, zikir dan tahlil di areal pemakaman, warga kemudian saling berbagi makanan yang mereka siapkan dari rumah.

“Meski praktiknya sudah agak berbeda, dengan zaman saya kecil dulu, tapi pesan utamanya tetap dipegang teguh masyarakat, yakni untuk berbagi apa yang kita punyai serta bersyukur atas nikmat dari Allah,” tutur Syahirul yang juga aktif di JQHNU Boyolali itu. (Ajie Najmuddin/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Syariah, Sholawat, Meme Islam SMA Negeri 1 Slawi

Zakat Berperan Penting Wujudkan Kesejahteraan Umat

Brebes, SMA Negeri 1 Slawi. Ketua Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Brebes KH Chusnan Zein meminta semua pihak untuk peduli terhadap kewajiban membayar zakat. Hal ini penting dilakukan guna percepatan penanggulangan kemiskinan, terutama di Kabupaten Brebes.

Hal tersebut dikatakan Ketua Baznas saat Sosialisasi program Baznas dengan Kepala KUA, Tokoh Agama dan Ketua Takmir Masjid se-Kabupaten Brebes di Kantor Baznas, Jalan Ahmad Yani Brebes, Kamis (7/4).

Zakat Berperan Penting Wujudkan Kesejahteraan Umat (Sumber Gambar : Nu Online)
Zakat Berperan Penting Wujudkan Kesejahteraan Umat (Sumber Gambar : Nu Online)

Zakat Berperan Penting Wujudkan Kesejahteraan Umat

Masyarakat Brebes yang mayoritas Islam, lanjut Kiai Chusnan, akan cepat mencapai kesejahteraan bila kepedulian terhadap kewajiban membayar zakat ditunaikan. Selama ini, kita masih sedikit ‘eman-eman’ bukan karena faktor keimanan belaka, tetapi karena berbagai faktor. “Saya sendiri belum meneliti perihal masih enggannya masyarakat menyalurkan zakat lewat amil zakat,” ungkapnya.?

Potensi umat, kata Kiai Zein, jauh lebih besar bila diberdayakan dengan penuh kesungguhan. Tentunya, perlu mendapat bantuan dari seluruh pihak untuk mewujudkan masyarakat yang sadar zakat melalui baznas. “Kami bertekad mewujudkan Baznas Kabupaten Brebes sebagai lembaga yang amanah, professional dan transparan,” ujarnya.

Chusnan menjelaskan, selama ini kesadaran yang tinggi untuk berzakat lewat Baznas baru dari kalangan PNS. Itu pun masih berkisar 9 persen. Hal ini terjadi karena sosialisasi dan pengumpul ditingkatan masyarakat belum maksimal. “Kalau dari kalangan PNS, penghimpunan zakatnya agak mudah karena melalui bendahara di masing-masing instansi,” ucapnya.?

SMA Negeri 1 Slawi

Sosialisasi disampaikan terkait dibentuknya kepengurusan baru periode 2015-2020. Dalam program unggulannya, antara lain akan mengadakan pendataan dan pembentukan Unit Pengumpul Zakat (UPZ), pemetaan dan pengembangan kuantitas dan kualitas mustahik, potensi zakat produktif, pemenuhan sarana prasarana, membangun kepercayaan muzaki, membangun sinergitas kerja dengan unsur terkait, dan meningkatkan akuntabilitas laporan keuangan dengan audit internal dan eksternal.

Senada disampaikan Bupati Brebes Hj Idza Priyanti yang disampaikan Kepala Bagian Perekonomian Setda Brebes Daan Susanto. Dia mengaakan bahwa masyarakat masih memandang zakat itu masih sebagai urusan pribadi masing-masing umat. Sehingga yang menyalurkan zakat lewat Baznas masih belum signifikan dari jumlah umat Islam di Kabupaten Brebes.?

Bupati juga mengingatkan untuk tidak terkecoh dengan lembaga yang mengumpulkan zakat karena ditengarai pertanggungjawabannya tidak maksimal. “Kita sudah memiliki badan resmi yang mengelola Zakat, Infak dan Sodaqoh yakni Baznas Kabupaten Brebes. Sehingga masyarakat muslim sudah seharusnya menyalurkan ke badan resmi pemerintah,” tandasnya. (Wasdiun/Fathoni)?

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi

SMA Negeri 1 Slawi Sholawat, Humor Islam, Pendidikan SMA Negeri 1 Slawi

Minggu, 28 Januari 2018

Mendikbud Janjikan Pembenahan Regulasi PAUD

Jakarta, SMA Negeri 1 Slawi. Dalam Rakernas Muslimat NU di Asrama Haji Pondok Gede, Jumat (30/5), Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Mohammad Nuh berterima kasih atas peran Muslimat NU dalam penyelenggaraan pendidikan anak usia dini, taman kanak-kanak, dan taman pendidikan Al-Qur’an. Nuh berjanji akan membenahi regulasi dan kurikulum PAUD terutama pada kelembagaan, tenaga pengajar, dan pembinaan.

Nuh juga mengingatkan pentingnya perhatian khusus terhadap pendidikan anak-anak di tengah banyaknya problem anak-anak di Indonesia saat ini.

Mendikbud Janjikan Pembenahan Regulasi PAUD (Sumber Gambar : Nu Online)
Mendikbud Janjikan Pembenahan Regulasi PAUD (Sumber Gambar : Nu Online)

Mendikbud Janjikan Pembenahan Regulasi PAUD

“Kami menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya kepada Muslimat NU yang menggerakkan PAUD, TK serta TPA. Kami juga mengakui masih banyaknya problem pendidikan dini yang harus dibenahi,” kata Nuh.

SMA Negeri 1 Slawi

Persoalan PAUD di Indonesia masih menyangkut tentang kelembagaan, ketersediaan tenaga pengajar, dan kesiapan kurikulum. “Meski masih ada persoalan yang harus dibenahi, kami berterima kasih kepada Muslimat atas upaya luar biasa,” ujarnya.

SMA Negeri 1 Slawi

“Kami sedang menyusun regulasi untuk menata apakah di PAUD itu harus guru, pembina, atau pengasuh. Kalau Guru, terkena UU Guru dan Dosen, yakni harus S1 atau D4. Kami melihat PAUD tak harus ditangani S1 atau D4. Substansinya pengasuh mampu mengembangkan kreatifitas dan motivasi anak PAUD,” ujarnya.

Muslimat saat ini memiliki Yayasan Pendidikan Muslimat dengan empat puluhan ribu lembaga pendidikan berbasis masyarakat ? yang tersebar di seluruh Indonesia. Nuh mendukung langkah Muslimat NU dalam memanfaatkan tempat-tempat ibadah untuk lembaga pendidikan berbasis kemasyarakatan seperti PAUD dan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) serta taman pendidikan Al-Qur-an.

“Masjid pada pagi hari biasanya sepi. Tetapi Muslimat NU memanfaatkan masjid sebagai tempat PAUD. Sekurangnya Muslimat NU mengoptimalkan wakaf atau jariyah para dermawan yang menyumbang masjid, mengajarkan cinta masjid sejak dini, dan melayani anak-anak sekitar masjid,” imbuhnya. (Abdul Malik/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Sholawat, Kyai SMA Negeri 1 Slawi

Sabtu, 27 Januari 2018

Menengok Masjid Syekh Jafar Shidiq Garut yang Berusia Ratusan Tahun

Garut, SMA Negeri 1 Slawi. Salah seorang tokoh penyebar Islam di Garut, Jawa Barat adalah Syaikh Muhammad Jafar Shidiq Cibiuk yang hidup satu perjuangan dengan Syekh Abdul Muhyi Pamijahan Tasikmalaya dan Syaikh Maulana Mansur Banten.

Hingga saat ini banyak masyarakat yang datang berziarah ke makam Syekh Jafar Sidiq yang terletak di Gunung Haruman Cibiuk dan nama Haruman ini kemudian jadi nama lain Syekh Jafar Sidiq, Sunan Haruman, namun masyarakat setempat sering menyebutnya dengan Embah Wali Cibiuk.

Menengok Masjid Syekh Jafar Shidiq Garut yang Berusia Ratusan Tahun (Sumber Gambar : Nu Online)
Menengok Masjid Syekh Jafar Shidiq Garut yang Berusia Ratusan Tahun (Sumber Gambar : Nu Online)

Menengok Masjid Syekh Jafar Shidiq Garut yang Berusia Ratusan Tahun

Menurut riwayat, Syekh Jafar Sidiq ini bersahabat baik dengan Syaikh Abdul Muhyi Pamijahan dan Syekh Maulana Mansur Banten, bahkan persahabatan Syekh Jafar Sidiq dengan Syekh Maulana Mansur tergambar jelas dari gaya arsitektur bangunan masjid yang bernama Masjid Agung Syaikh Jafar Shiddiq.

Masjid yang sudah beberapa kali mengalami renovasi tersebut diperkirakan sudah berusia lebih dari 400 tahun dan sampai hari ini pataka yang terbuat dari ukiran batu dan dipasang di pucuk atap bangunan masjid tersebut masih terlihat utuh.

"Pada saat membangun masjid Agung tersebut Embah Wali mendatangkan arsitek dari Banten, makanya bentuk masjidnya mirip sekali dengan bentuk masjid Banten," papar H Rd Imam Abdurrachman di Pesantren As-Saadah Limbangan,Garut. Jumat (29/12) lalu.

SMA Negeri 1 Slawi

Dikatakan Imam, masjid tersebut berlokasi beberapa KM dari kaki gunung Haruman, tepatnya di jalan Pesantren Tengah, Desa Cibiuk Tengah, Kecamatan Cibiuk dan masyarakat setempat sering menyebutnya dengan Masjid Agung, Masjid Keramat atau masjid Embah Wali.

"Syaikh Syaikh Muhammad Jafar Shiddiq Cibiuk ini adalah putera Kyai Mas Masud Dipakusumah dan merupakan generasi ke 8 dari Sunan Pancer Limbangan," tambah Katib Syuriah MWCNU Limbangan ini.

Berdasarkan pantuan SMA Negeri 1 Slawi, konstruksi bangunan Masjid Syaikh Jafar Shidiq yang berbentuk bujur sangkar berukuran 6x6 meter ini masih berdiri kokoh dan konstruksi bangunan yang didominasi oleh kayu jati tersebut berbentuk panggung, sedangkan bangunan baru yang ada di belakangnya berukuran lebih luas dan sudah menggunakan lantai keramik.

Selain mewariskan masjid, ada juga peninggalan lain dari puteri Syekh Jafar Shidiq yang bernama Nyimas Siti Fatimah, ia mewariskan resep kuliner Sambel Cibiuk yang sampai hari ini masih terkenal hingga ke beberapa kota besar di Indonesia. (Aiz Luthfi/Fathoni)

SMA Negeri 1 Slawi

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Halaqoh, Kajian Sunnah, Sholawat SMA Negeri 1 Slawi

Sabtu, 20 Januari 2018

Gubernur Jatim Dukung Muktamar NU di Jombang

Surabaya, SMA Negeri 1 Slawi. Gubernur Jawa Timur Dr H Soekarwo beserta para jajaran Forpimda Jatim menghadiri grand launching sukses muktamar ke-33 Nahdatul Ulama, Sabtu malam (14/3) lalu. Terlihat ada di belakang Pakde Karwo, Anas Yusuf (Kapolda Jatim) Eko Wiratmoko (Pangdam Brawijaya V), H Abdul Halim Iskandar (Ketua DPRD Jatim) dan beberapa Bupati se-Jatim.

Gubernur Jatim Dukung Muktamar NU di Jombang (Sumber Gambar : Nu Online)
Gubernur Jatim Dukung Muktamar NU di Jombang (Sumber Gambar : Nu Online)

Gubernur Jatim Dukung Muktamar NU di Jombang

Dalam sambutannya ia menceritakan saat PWNU Jatim meminta izin akan mengadakan muktamar di Jawa Timur dan meminta Wakil Gubernur menjadi ketua Panitia Daerah, tanpa berpikir panjang Pakde Karwo langsung mengiyakan. "Iya, gus saya setuju," jelas Pakde Karwo kepada Gus Ipul waktu itu.

Pakde juga mengapresiasi langkah NU yang mengambil tema Islam Nusantara, menurut pakde, dalam hidup itu harus diimbangi dengan spiritual dan kultural. Kalau ada orang Islam yang menentang, diislamkan kembali Prof Kiai Said," kata Pakde kepada Ketum PBNU.

SMA Negeri 1 Slawi

NU sungguh luar biasa dalam mengambil keputusan terkait kepentingan umat. NU selalu bermusyawarah dan tidak mengenal votting. Itulah yang dilakukan NU lewat bahtsul masailnya. Banyak keputusan NU yang sangat membantu pemerintah, kata gubernur dua periode itu. (Rofi’i Boenawi/Anam)

SMA Negeri 1 Slawi

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Daerah, Pendidikan, Sholawat SMA Negeri 1 Slawi

Jumat, 05 Januari 2018

Total Jemaah Haji Tahun Ini Naik 24 Persen

Dubai, SMA Negeri 1 Slawi. Lebih dari satu juta jemaah haji datang ke Arab Saudi tahun ini. Mereka yang berasal dari berbagai penjuru dunia ini pergi ke negeri kaya minyak ini melalui darat, udara, atau laut.

Al Arabiya Ahad (20/8) melaporkan, total jemaah haji tahun 2017 mencapai 1.070.951 orang pada Jumat petang kemarin.

Total Jemaah Haji Tahun Ini Naik 24 Persen (Sumber Gambar : Nu Online)
Total Jemaah Haji Tahun Ini Naik 24 Persen (Sumber Gambar : Nu Online)

Total Jemaah Haji Tahun Ini Naik 24 Persen

Menurut Direktorat Jenderal Paspor Saudi, jumlah ini meningkat 204.302 jemaah atau 24 persen bila dibandingkan dengan periode musim haji tahun lalu.

Secara rinci dijelaskan, jumlah jemaah haji yang masuk melalui bandara Arab Saudi mencapai 1.015.482 orang. Yang tiba melalui jalur darat berjumlah 50.554. Sementara yang berangkat haji melalui laut sebanyak 4.915 jemaah.

Seperti diwartakan sebelumnya, Pangeran Khalid Al-Faisal, Penasihat Raja Arab Saudi, Gubernur wilayah Makkah dan Ketua Komite Haji Pusat, menyatakan pemerintah dan warga negaranya sangat antusias menyambut hangat kedatangan para jemaah dari berbagai negara.

Ia mengaku siap menyediakan semua potensi untuk melayani jemaah haji dan umrah agar mereka mendapat kemudahan dalam menuntaskan berbagai tahapan ibadah tersebut.

SMA Negeri 1 Slawi

Seperti dilansir kantor berita Arab Saudi, SPA, pihak Arab Saudi menolak semua tuduhan adanya politisasi haji dengan menolak kunjungan jemaah dari negara tertentu sebagaimana ditudingkan negara-negara rivalnya. (Red: Mahbib)

SMA Negeri 1 Slawi

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Sholawat SMA Negeri 1 Slawi

Sabtu, 30 Desember 2017

Masyarakat Pemilih Makin Independen

Jakarta, SMA Negeri 1 Slawi
Pemilihan Umum Presiden 5 Juli nanti, akan diwarnai oleh kecenderungan perilaku pemilih (voting behavior) yang makin independen. Ciri khas pemilih independen ini, pengambilan keputusan politik  berdasarkan pertimbangan rasional, menggunakan hitungan-hitunagan matang dalam menggunakan preferensi pilihan politiknya. Demikian kesimpulan umum Diskusi Membaca Skenario Pilihan Presiden Putaran Kedua, yang diselenggarakan oleh Komite Persiapan Pergerakan Indonesia (KPPI), (2/7) pukul 19.00 di Jl Proklamasi 41 Jakarta. Hadir sebagai pembicara dalam forum tersebut Enceng Shobirin Naj, Wakil Direktur LP3ES, Mohammad Qodari, Direktur Riset LSI, serta Faisal Basri, Sekretaris Jenderal Pergerakan Indonesia.  

Dalam pemaparannya E. Shobirin mengungkapkan terjadinya migrasi pemilih yang sangat signifikan konstituen partai tertentu pada pilihan presiden yang berbeda dengan partainya, bahkan politik aliran juga menunjukkan hal yang sama, tidak mampu mengikat pemilih berdasarkan ikatan ideologi serta politik aliran, mengalahkan popularitas presiden. Pilihan presiden sangat berbeda dengan Pemilu Legislatif, popularitas sangat penting didalam mendongkrak  Hasil Survey LP3ES, Juni 2004 yang lalu menunjukkan gejala tersebut, misalnya pendukung Megawati juga mengalami kenaikan dengan kehadirannya dalam dialog mulai memunculkan simpati dukungan dari luar konstituennya. skenario putaran kedua akan diperebutkan oleh pasangan SBY-Kalla dengan Megawati-Hasyim. Gejala otonomi pemilih dalam konteks demokrasi sangat membantu, semakin masyarakat menggunakan kalkulasi-kalkulasi politik maka peluang, mobilisasi politik makin berkurang. Namun ini hanya tangkapan yang bisa dilihat sementara. Sebab operasi inteljen yang digunakan untuk memenangkan salah satu kandidat presiden atau praktek money politik bisa menggugurkan tesis itu.

Senada dengan E. Shobirin, M  Qodari menyatakan bahwa survey LSI menemukan data-data yang tak jauh beda dengan LP3ES. Gejala bahwa pilihan partai politik tidak equivalen dengan pilihan presiden tampak nyata. Oleh karena pemilihan presiden akan saling menarik. Dua pasangan yang akan bertarung kuat di putaran kedua adalah SBY versus Megawati, tinggal dilihat apakah perbandingan angkanya mencolok atau tidak. Amien dan Wiranto juga memiliki kans kuat untuk masuk putaran kedua, namun penambahan suaranya tidak akan mampu mengguli popularitas SBY. Dukungan PKS pada Amien memang besar namun belum tentu akan menjamin masuk ke putaran kedua.

Sementara Faisal Basri mengungkapkan analisis hasil polling ini akan makin meningkatkan kompetisi  antar kandidat, kandidat yang suaranya tidak begitu bagus harus bekerja keras, akan simpati publik makin meningkat. sekaligus bisa dijadikan sarana pendidikan politik masyarakat. Masyarakat akan terlibat aktif dalam proses ini, mayoritas yang diam (silent mayority) perlahan tapi pasti akan tergerus dengan makin terbukanya informasi yang dapat diakses langsung oleh masyarakat. Dengan demikian apapun scenario putaran kedua akan sangat dipengaruhi oleh kesiapan kandidat serta sejauhmana mereka mampu mempengaruhi pemilih.(AA)

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Kiai, News, Sholawat SMA Negeri 1 Slawi

Masyarakat Pemilih Makin Independen (Sumber Gambar : Nu Online)
Masyarakat Pemilih Makin Independen (Sumber Gambar : Nu Online)

Masyarakat Pemilih Makin Independen

Senin, 18 Desember 2017

Bagaimana Mengganti Shalat dan Puasa yang Bolong?

Assalamualaikum ustadz. Duh ribet nih mau darimana nyampeinya. Saya memang muslim tapi sering ninggalin shalat 5 waktu dan saat Ramadhan saya juga banyakan bolongnya. Pertanyaan saya gmn cara mengganti sholat fardu yang tertinggal ataupun puasa Ramadhan terhitung dari baligh sedang sekarang usia saya sudah seperempat abad lebih dikit. Apa ada kafaratnya juga. Mohon banget jawabanya ustadz.

?

Dido (Nama disamarkan)

---

Bagaimana Mengganti Shalat dan Puasa yang Bolong? (Sumber Gambar : Nu Online)
Bagaimana Mengganti Shalat dan Puasa yang Bolong? (Sumber Gambar : Nu Online)

Bagaimana Mengganti Shalat dan Puasa yang Bolong?

?

Jawaban

SMA Negeri 1 Slawi

Penanya yang budiman, semoga selalu mendapatkan rahmat dan hidayah Allah swt. Kami yakin bahwa pertanyaan yang Anda ajukan lahir dari kesadaran keimanan yang mendalam. Ada dua pertanyaan yang Anda ajukan di sini, dan kami akan memulai dengan menjawab dan menjelaskan pertanyaan yang pertama.

Sebagaimana telah kita ketahui bersama bahwa shalat lima waktu adalah kewajiban bagi setiap orang muslim yang sudah mukallaf. Dan termasuk salah satu rukun Islam seperti halnya puasa.

Meninggalkan shalat sama halnya dengan merusak agama. Dalam sebuah hadits dikatakan: “Bahwa shalat adalah tiang agama, barang siapa yang menegakkannya sungguh ia telah menengakkan agama, dan barang siapa yang merusaknya sungguh ia telah merusak agama”. Karenanya kelak di akhirat amal pertama seorang hamba yang akan dimintai pertanggungjawabannya oleh Allah swt adalah shalat.

Shalat lima waktu sebagai kewajiban seorang muslim yang mukallaf jika karena udzur seperti lupa atau ketiduran ditinggalkan maka harus diqadla. Namun bagaimana jika dengan sengaja meninggalkan shalat tanpa adanya alasan yang dapat dibenarkan secara syara` (‘udzur syar’i) dan itu dilakukan selama bertahun-tahun? Apakah wajib meng-qadla?

Dalam kasus seperti ini para ulama berbeda pendapat. Pendapat pertama dari kalangan madzhab hanafi menyatakan bahwa jika seseorang yang shalatnya banyak yang bolong dan tidak tahu secara pasti berapa jumlah shalat yang ditinggalkan maka ia tetap wajib meng-qadla`-nya sampai ia yakin bahwa bahwa ia telah terbebas dari tanggungjawabnya. Lantas ia wajib menentukan waktu yang pernah ditinggalkannya. Dan dimulai dengan men-qadla` shalat dhuhur yang pertama kali atau yang terakhir kali ditinggalkan. Hal ini untuk memberikan kemudahan.?

SMA Negeri 1 Slawi

? ? ?: ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. (? ? ? ? ? ?-? ? ? ? 1405 ?/1985 ? ? 2? ?. 143)

“Para ulama dari kalangan madzhab hanafi berpendapat bahwa seseorang yang shalatnya banyak ditinggalkan hingga dia sendiri tidak tahu berapa jumlah yang ditinggalkannya wajib meng-qadla-nya sampai ia yakin terbebas dari kewajiban itu. Dan ia wajib menentukan waktunya (waktu yang selama itu tidak menjalankan shalat). Lantas ia berniat (meng-qadla`) shalat dhuhur yang pertama kali atau yang terakhir ia tinggalkan untuk memberi kemudahan baginya”. ? (Wahbah az-Zuhaili, al-Fiqh al-Islami wa Adillatuhu, Beirut-Dar al-Fikr, cet ke-3, 1405 H/1985 M. juz, 2, h. 143)

Sedang menurut kalangan madzhab Maliki, Syafii, dan Hanbali orang yang meninggalkan shalat dalam jangka waktu yang sangat lama sehingga ia tidak ingat lagi berapa jumlah yang ditinggalkan maka ia wajib meng-qadla` sampai ia yakin ia terlepas dari kewajibannya dan tidak harus menentukan waktunya. Tetapi cukup baginya untuk menentukan shalat yang pernah ditinggalkan, seperti dhuhur atau ashar.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? (? ? ? ? ? ?-? ? ? ? 1405 ?/1985 ? ? 2? ?. 143)

“Ulama dari kalangan madzhab Maliki, Syafii, dan Hanbali berpendapat, wajib baginya untuk meng-qadla shalat yang pernah ditinggalkan sampai ia yakin bebas dari kewajibannya berupa shalat-shalat fardlu (yang pernah ditinggalkan), dan tidak harus menentukan waktunya, tetapi cukup dengan menentukan yang diniati (shalat yang pernah ditinggalkan) seperti dhuhur atau ashar”. (Wahbah az-Zuhaili, al-Fiqh al-Islami wa Adillatuhu, Beirut-Dar al-Fikr, cet ke-3, 1405 H/1985 M. juz, 2, h. 143)

Sedangkan menurut Ibnu Qudamah, peng-qadla`-an terhadap shalat yang pernah ditinggalkan dilakukan sesuai kemampuan pelakunya dan jangan sampai menimbulkan masaqqah atau memberatkan terhadap badan atau hartanya. Misalnya jangan sampai membuat ia sakit, atau menyebabkan kehilangan mata pencariannya.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? (? ? ? ? ?-? ? ? ? 1405? ? 1? 681)

“Apabila banyak sekali shalat yang ditinggalkan maka ia (orang yang meninggalkan shalat) wajib menyibukkan dirinya dengan qadla` sepanjang hal itu tidak menimbulkan masyaqqah pada badan atau hartanya. Adapun masyaqqah badannya adalah menjadi lemah fisik atau khawatir sakit. Sedang masyaqqah harta adalah ia terhenti dari men-tasharruf-kan hartanya sekiranya ia terputus mata pencariannya”. (Ibnu Qudamah al-Maqdisi, al-Mughni, Bairut-Dar al-Fikr, cet ke-1, 1405 H, juz, 1, h. 681)

Dari kedua pendapat yang telah kami paparkan, maka dalam pandangan kami pendapat yang kedua terasa lebih mudah untuk dilakukan. Sebab untuk menentukankan waktu bukanlah perkara yang mudah karena biasanya orang lupa kapan waktu awal atau akhir meninggalkan shalat.

Namun dalam kasus ini juga sebenarnya ada pilihan pendapat yang ketiga yang dikemukakan oleh para ulama seperti Ibnu Taimiyyah. Menurutnya, orang yang meninggalkan shalat dengan sengaja tidak disyariatkan untuk meng-qadla’ shalat yang pernah ditinggalkan karenanya qadla-nya tidak sah. Tetapi sebaiknya ia memperbanyak shalat dan puasa sunnah.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? (? ? ? ? ?-? ? ? ? ? 1408?/1987 ? ?. ? 5? ?. 320)

“Orang yang meninggalkan shalat dengan sengaja itu tidak disyariatkan untuk meng-qadla` shalat yang telah ia tinggalkan dan tidak sah pula qadla`-nya, tetapi sebaiknya ia memperbanyak shalat sunnah begitu juga memperbanyak puasa. Demikian ini adalah pandangan sekelompok dari para ulama salaf seperti Abi Abdirrahman seorang pengikut setia Imam Syafii dan Imam Dawud azh-Zhahiri beserta para pengikutnya. Dalam hal ini tidak ada satu pun dalil yang bertentangan dengan pandangan ini”. (Ibnu Taimiyyah, al-Fatawa al-Kubra, Beirut-Dar al-Kutub al-‘Ilmiyyah, cet ke-1, 1408 H/1987 M, juz, 5, h. 320) ? ? ?

Pandangan Ibnu Taimiyyah ini pada dasarnya bukanlah pandangan yang baru sebagaimana pengakuannya sendiri. Tetapi sudah dikemukakan oleh para ulama terdahulu seperti Imam Dawud azh-Zhahiri yang pandangannya fiqh didokumentasikan oleh muridnya yaitu Ibnu Hazm. Dalam kasus ini Ibnu Hazm lebih lanjut menyatakan bahwa orang tersebut sebaiknya memperbanyak perbuatan baik, shalat sunnah untuk memperberat timbangan amal kebajikannya kelak pada hari kiamat, taubat, dan istighfar.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? (? ? ? ? ? ? ? ? ? 1? ?. 196)

“Adapun orang yang dengan sengaja meninggalkan shalat sampai keluar waktunya, maka ia selamanya ia tidak akan mampu meng-qadla`-nya selamanya. Karenanya, sebaiknya ia memperbanyak perbuatan baik dan shalat sunnah agar timbangan kebaikannya kelak pada hari kiamat menjadi berat, taubat, dan meminta ampun kepada Allah ‘azza wajalla”. (lihat as-Sayyid as-Sabiq, Fiqh as-Sunnah, Kairo-Fath al-I’lam al-‘Arabi, juz, 1, h. 196)?

Dari penjelasan di atas setidaknya dapat ditarik kesimpulan bahwa orang yang meninggalkan shalat secara sengaja selama bertahun-tahun sampai ia tidak ingat berapa jumlah shalat yang pernah ditinggalkan maka ia harus meng-qadla` shalat menurut pendapat mayoritas ulama dan tidak ada kafarat baginya. Namun dengan mengacu kepada pandangan Ibnu Qudamah, maka qadla’ tersebut dilakukan sesuai dengan kemampuannya. Di samping itu juga orang tersebut agar memperbanyak kebajikan, shalat sunnah, bertaubat, dan memperbanyak istighfar. Demikian penjelasan yang dapat kami sampaikan, semoga bermanfaat. (Mahbub Ma’afi Ramdlan)

?

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Sholawat SMA Negeri 1 Slawi

Senin, 11 Desember 2017

Rapat Syuriyah-Tanfidziyah PBNU Bahas Perkembangan Program

Jakarta, SMA Negeri 1 Slawi

Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menggelar Rapat Harian Syuriyah dan Tanfidziyah di kantor PBNU di Jalan Kramat Raya 164, Jakarta, Kamis (11/2). Forum gabungan tersebut membahas sejumlah capaian sejak masa kepengurusan berjalan dan sejumlah rencana dan tantangan ke depan.

Rapat Syuriyah-Tanfidziyah PBNU Bahas Perkembangan Program (Sumber Gambar : Nu Online)
Rapat Syuriyah-Tanfidziyah PBNU Bahas Perkembangan Program (Sumber Gambar : Nu Online)

Rapat Syuriyah-Tanfidziyah PBNU Bahas Perkembangan Program

Rapat yang dihadiri pengurus syuriyah dan tanfidziyah PBNU lengkap itu dipimpin langsung Rais ‘Aam PBNU KH Ma’ruf Amin dan Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj. Turut mendampingi Wakil Rais Aam PBNU KH Miftahul Ahyar dan Katib ‘Aam Yahya Staquf.

Satu persatu ketua PBNU masing-masing bidang memaparkan beragam program dan hasil kerja selama ini, antara lain bidang kesehatan, perguruan tinggi, ekonomi, hukum, dakwah, dan lain-lain. KH Said Aqil Siroj dalam kesempatan itu menampung setiap laporan dan mendorong seluruh pengurus meningkatkan kinerja selama kepemimpinannya.

SMA Negeri 1 Slawi

Sekjen PBNU H Helmy Faishal Zaini yang mengawali presentasi mengatakan, kesekjenan PBNU akan terus berupaya mengembangkan komunikasi dan pengayaan data berbasis teknologi informasi. Dengan demikian, basis data dari cabang dan wilayah NU di berbagai daerah dapat teridentifikasi secara cepat dan terintegrasi secara terpusat.

“Hampir semua PCNU dan PWNU kita masih menggunakan sistem manual. Ke depan kita dorong masing-masing dari mereka mulai memanfaatkan kecanggihan sistem teknologi informasi,” papar Helmy yang juga merencanakan pengadaan Kartanu (Kartu Anggota NU) multifungsi, tak hanya sebagai tanda pengenal tapi juga sebagai alat pembayaran elektronik.

SMA Negeri 1 Slawi

Ketua PBNU M Nuh yang membidangi perguruan tinggi NU melaporan, dari hasi surveinya ke kampus NU di sejumlah daerah ia menyimpulkan tentang perlunya NU mengejar ketertinggalan. Universitas-universitas NU yang telah berdiri, katanya, mesti digarap secara serius agar dapat mengatasi berbagai kendala, antara lain rekrutmen dosen, manajemen administrasi, dan sejenisnya.

“Karena itu saya mengusulkan, sementara ini kita tunda pendirian lagi perguruan tinggi NU. Bukan menghalangi untuk ekspansi lebih luas, tapi sekadar memastikan bahwa perguruan tinggi NU yang sudah ada punya jaminan sudah terkelola maksimal,” tutur mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) ini.

Hingga berita ini dimuat, proses rapat masih berlangsung dengan agenda laporan dari sejumlah ketua PBNU di berbagai bidang. (Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi RMI NU, PonPes, Sholawat SMA Negeri 1 Slawi

Jumat, 08 Desember 2017

Syaiful Bahri Ansori Kembali Pimpin Sarekat Buruh NU

Jakarta, SMA Negeri 1 Slawi - Syaiful Bahri Anshori terpilih kembali sebagai Presiden Konfederasi Sarekat Buruh Muslimin Indonesia (Sarbumusi) untuk masa khidmah 2016-2021. Ia terpilih secara aklamasi dalam Kongres Akbar V Konfederasi Sarbumusi di Balai Besar Pengembangan dan Perluasan Kerja (BBPPK) Kemenaker RI, Jalan Raya Lembang, Bandung, Ahad (30/4) siang.

Alhamdulillah kita menyelesaikan kongres ini dengan lancar. Saya mohon maaf atas masalah teknis dalam penyelenggaraan kongres ini. Semoga Sarbumusi ke depan menjadi lebih maju digerakkan oleh pengurus yang menginginkannya maju,” kata Syaiful Bahri Anshori dalam sambutannya setelah ditetapkan sebagai Presiden Konfederasi dalam sidang Kongres Sarbumusi.

Syaiful Bahri Ansori Kembali Pimpin Sarekat Buruh NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Syaiful Bahri Ansori Kembali Pimpin Sarekat Buruh NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Syaiful Bahri Ansori Kembali Pimpin Sarekat Buruh NU

Syaiful Bahri sebelumnya diamanahi sebagai Ketua Umum Sarbumusi masa khidmah 2010-2015.

SMA Negeri 1 Slawi

Salah seorang ketua federasi Sarbumusi yang memimpin sidang ini Muhit Effendi mengatakan bahwa tim formatur dibentuk terlebih dahulu. Tim formatur berjumlah sembilan orang termasuk Presiden terpilih Konfederasi Sarbumusi.

“Delapan orang terdiri atas pengurus DPW dan Sarbumusi utusan luar negeri, dan satu dari DPP. Formatur menyusun kepengurusan selambat-lambatnya satu bulan,” kata Muhit Effendi yang menyimpulkan hasil musyawarah peserta kongres.

SMA Negeri 1 Slawi

Sementara revisi draf sidang komisi organisasi dan rekomendasi akan diselesaikan oleh tim finalisasi yang terdiri atas pengurus baru Konfederasi Sarbumusi. Mereka akan bekerja menyelesaikan revisi paling lambat 50 hari setelah kongres.

“Saya mohon maaf dan terima kasih kepada peserta kongres. Semoga kekurangan-kekurangan di kongres ini menjadi catatan bagi kami ke depan. Alhamdulillah kongres ini berjalan baik dengan mengakomodasi aspirasi semua peserta kongres,” kata Ketua panitia kongres Sarbumusi Jazim. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Habib, Pesantren, Sholawat SMA Negeri 1 Slawi

Jumat, 01 Desember 2017

Melawan Rentenir dengan Kelompok Yasin Tahlil

Jombang, SMA Negeri 1 Slawi. Dengan duduk berhadapan, Muhibbulloh salah satu pengurus jamiyah Yasinan dan Tahlil Dusun Babatan Desa Kedawong Kecamatan Diwek Jombang dengan telaten melayani pinjamaan modal bagi anggotanya. 

Kegiatan peminjaman ini dilakukan usai menjalankan pembacaan Yasin dan Tahlil setiap malam Jum’at. Dengan modal saling percaya jamaah ini telah memiliki omset sebesar Rp 16,5 juta selama dua tahun yang digulirkan tanpa ada bunga sama sekali.

Melawan Rentenir dengan Kelompok Yasin Tahlil (Sumber Gambar : Nu Online)
Melawan Rentenir dengan Kelompok Yasin Tahlil (Sumber Gambar : Nu Online)

Melawan Rentenir dengan Kelompok Yasin Tahlil

“Alhamdulillah, dengan adanya dana Yasinan dan Tahlil ini masyarakat tidak lagi meminjam dari rentenir yang getol masuk di desa ini,” ujarnya bercerita.

SMA Negeri 1 Slawi

Muhibbullah menceritakan, kegiatan simpan pinjam modal di desanya memang dilatarbelakangi maraknya rentenir yang masuk dalam perekonomian masyarakat di lingkungan dusun Babatan Desa Kedawong Diwek Jombang. Melalui PKBM Sanggar Belajar Yalatif yang memberikan infaq Dana kepada Jam’iyah Yasin Tahlil membuat sistem perbantuan ekonomi dengan sistem Simpan Pinjam Tanpa Bunga (SPTB). 

SMA Negeri 1 Slawi

“Kegiatan yang dilakukan sejak bulan September 2010 ini sampai saat ini telah memiliki modal sebesar Rp16,2 juta dan dipinjam bergiliran oleh 32 orang dari 70 anggota jam’iyah,” bebernya.

Untuk bisa meminjam modal usaha, dikatakannya, nasabah harus terlebih dahulu menjadi anggota aktif Jamiyah Yasin Tahlil dan mendaftar dengan uang pangkal (simpanan wajib) sebesar Rp. 5.000. Soal berapa besar pinjaman untuk setiap anggota bervariasi. 

“Untuk modal usaha maksimal pinjaman Rp 1 juta sedangkan untuk keperluan konsumtif maksimal pinjaman Rp500.000,” ungkapnya.

Muhib meyakinkan, bahwa setiap nasabah yang hutang menerima utuh modal yang dipinjam tanpa adanya potongan administrasi sebagaimana di koperasi atau yang lainnya. Sedangkan terkait pengembalian juga dilakukan secara utuh dengan cara mengangsur selama 20 kali kegiatan Yasin tahlil atau 20 minggu dengan toleransi absen 2 kali,

”Berapa yang diangsur tidak ada ketentuan, yang penting 20 pertemuan Yasin Tahlil bisa lunas, jadi jika melakukan pengembalian nasabah juga dilakukan saat kegiatan Yasin dan tahlil,” ungkapnya seraya mengatakan selama masih memiliki pinjaman, setiap anggota bisa memasukkan infaq sukarela ke dalam kaleng yang disediakan jamaah.

Dari infaq para nasabah dan jamaah ini pada akhir tahun (bulan Sya’ban) baru dibuka. Adapun dana infaq dari kaleng peruntukannya dibagi menjadi 3 kegiatan, yakni 20 % untuk petugas pencatat, 30 % untuk dana sosial (bila ada tetangga kesusahan) dan yang 50 % untuk tambahan modal atau Kas Yasinan.

Bagaimana cara pengurus menghindari kredit macet..? Dikatakan Muhib, untuk menghindari pinjaman agar tidak macet, beberapa cara dilakukan diantaranya adalah setiap anggota yang meminjam, maka antara Pengurus dan Peminjam melakukan akad pinjam meninjam disaksikan seluruh Jamaah. 

“Saya Pak Fulan dengan ini meminjam uang Yasinan sebesar Rp 1 juta untuk modal usaha, semoga barokah,” ucapnya dan akan menggembalikan dalam waktu 22 pertemuan.

Dengan akad pinjam modal dengan model ini dikatakan Muhibbullah sebagai bentuk tanggung jawab seorang nasabah terhadap seluruh jamaah yasin dan tahlil. 

“Akad pinjam ini efektif untuk menghindari kredit macet,“ jelasnya.

Disamping itu, ada sanksi sosial yang juga dijalankan atas kesepakatan jamaah, karena dana yang dipinjam adalah uang Jam’iyah Yasiin, sejak awal dibentuknya SPTB ini semua anggota telah bersepakat bahwa ketika ada anggota yang ngemplang utang, maka kalau dia atau keluarganya meninggal. Masyarakat tidak akan datang untuk Tahlil ke rumahnya.

”Faktanya membuktikan bahwa uang infaq sukarela peminjam yang dikumpulkan ketika dibuka di akhir tahun jumlahnya lebih besar dari bunga konvensional,” bebernya.

Dari kegiatan Simpan Pinjam melalui Jamaah Yasin Tahlil ini, hari ini bisa dirasakan masyakarat. Diantaranya adalah tidak ada rentenir yang berani masuk Dusun Babatan Desa Kedawong Diwek. Karena uang mereka tidak laku lagi, karena bunganya juga sangat tinggi. 

“Dan Alhamdulillah kini masyarakat sudah mulai ada rintisan wirausaha. Ada sebanyak 21 Rumah Tangga yang memiliki jenis usaha, seperti pengolahan kripik gadung dan tape ketan hijau "tjap sanggar" dan lain lain dibawah naungan PKBM Sanggar Belajar Yalatif,” pungkas Zainudin yang terus mendampingi kegiatan masyarakat ini.

Redaktur    : Mukafi Niam

Kontributor: Muslim Abdurrahman

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Warta, Doa, Sholawat SMA Negeri 1 Slawi

Kamis, 23 November 2017

Kitab Al-Quran, Hadits dan Kain Sarung Selamat dari Kebakaran

Subang, SMA Negeri 1 Slawi - Sekitar pukul 23.00 WIB musibah kebakaran menimpa rumah salah seorang warga Gang Palabuan, Kelurahan Cigadung, Subang. Diduga kuat api yang menghabiskan rumah beserta isinya tersebut berasal dari hubungan arus pendek di salah satu ruangan. Kejadian ini tidak memakan korban jiwa. Jumat (18/11) malam.

Setelah beberapa jam pasukan pemadam kebakaran berhasil menjinakkan si jago merah. Salah seorang penghuni rumah mencoba memasuki ruangan dengan harapan bisa menemukan beberapa barang berharga yang masih dapat diselamatkan. Sayangnya ia tidak berhasil, namun anehnya ada beberapa yang tidak ikut terbakar, yaitu Kitab Suci Al-Quran, kitab hadits, dan sehelai kain sarung.

Kitab Al-Quran, Hadits dan Kain Sarung Selamat dari Kebakaran (Sumber Gambar : Nu Online)
Kitab Al-Quran, Hadits dan Kain Sarung Selamat dari Kebakaran (Sumber Gambar : Nu Online)

Kitab Al-Quran, Hadits dan Kain Sarung Selamat dari Kebakaran

"Tadi ada keajaiban, Al-Quran, kitab hadits, dan sarung bisa selamat. Padahal yang lainnya habis terbakar. Saya juga tidak mengerti bisa seperti itu," ucap Rendy, salah seorang anggota keluarga korban.

SMA Negeri 1 Slawi

Rendy menambahkan, yang lebih kaget lagi adalah saat Kitab Suci Al-Quran dan hadits tersebut dibuka. Karena entah kebetulan atau tidak ketika Al-Quran dibuka di sana ditemukan ayat yang menceritakan tentang kiamat. Ketika membuka kitab hadits ditemukan hadits yang membahas tentang akhir zaman.

SMA Negeri 1 Slawi

"Wallahualam, yang jelas saya langsung merinding mendengarnya. Mohon doanya saja dari semuanya, semoga musibah ini ada hikmahnya dan semoga Allah segera menggantinya dengan yang lebih baik, lebih bermanfaat dan tentunya berkah," pungkasnya. (Aiz Luthfi/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Sholawat, Pahlawan SMA Negeri 1 Slawi

Rabu, 22 November 2017

Konsolidasi NU, dari Pesantren sampai Kuburan

Medan, SMA Negeri 1 Slawi 

Nahdlatul Ulama didirikan pada 31 Januari tahun 1926 oleh para kiai Ahlussunah wal-Jamaah. Organisasi tersebut tidak dibangun dengan uang, kekuasaan, tapi dengan riyadoh atau tirakat para pendirinya yaitu dengan mendaktkan diri kepada Allah. 

Konsolidasi NU, dari Pesantren sampai Kuburan (Sumber Gambar : Nu Online)
Konsolidasi NU, dari Pesantren sampai Kuburan (Sumber Gambar : Nu Online)

Konsolidasi NU, dari Pesantren sampai Kuburan

“Makanya jangan meninggalkan hal-hal yang spiritual,” kata Wakil Sekretaris Jenderal PBNU H Imam Pituduh saat beramah-tamah dengan PWNU Sumatera Utara di sekretariat PWNU, Medan Rabu malam (4/5).  

Karena itulah cara ber-NU tersebut tidak hanya berkomunikasi dengan orang hidup, tapi dengan yang telah meninggal, yaitu kepada kiai-kiai NU yang telah mendahului, para wali, sahabat, dan Nabi Muhammad. 

“Ketika Rasulullah mi’raj, beliau bertemu dengan nabi-nabi yang telah meninggal. Haditsnya sahih menuruh Imam Bukhori dan Muslim. Kalau ngomong sama orang yang hidup itu sering ada yang bohongnya, tapi kalau sama orang yang telah meninggal tidak mungkin berbohong,” ungkapnya diakhiri kutipan KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur). 

SMA Negeri 1 Slawi

Ia menambahkan, melalui ramah-tamah antara tim Ekspedisi Islam Nusantara dan PWNU Sumut menecerminkan silaturahim, silatul amal, silatul ilmi, dan silatu ruh. “Sehingga kebersamaan kita di NU ini jasadan wa ruhan...,” lanjutnya.

Pada praktiknya, Ekspedisi Islam Nusantara, di setiap tempat yang sampai sampai sekarang ini telah menjelajahi 20 kabupaten dan kota, selalu berziarah ke makam-makam ulama, silaturahim ke pesantren, meminta doa kepada kiai, bersilaturahim ke PCNU dan PWNU. (Abdullah Alawi) 

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi

SMA Negeri 1 Slawi Hadits, Sholawat, Amalan SMA Negeri 1 Slawi

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs SMA Negeri 1 Slawi sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik SMA Negeri 1 Slawi. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan SMA Negeri 1 Slawi dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock