Tampilkan postingan dengan label IMNU. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label IMNU. Tampilkan semua postingan

Minggu, 11 Maret 2018

Gus Dur: SBY Berupaya Memperburuk Citra Megawati

Jakarta, SMA Negeri 1 Slawi. Mantan Presiden KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) menyebut Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) berupaya memperburuk citra Megawati Soekarnoputri pada Pemilu 2009 mendatang. Hal itu terlihat dari sejumlah bekas menteri pemerintahan Megawati yang jadi ‘bulan-bulanan’ Kejaksaan Agung atas dugaan korupsi.

"Ya, maksudnya untuk menjelekkan Mega, karena banyak yang sekarang diusut, bekas menteri di zamannya Mega. Kalau kita betul-betul demokrat, seharusnya ini tidak terjadi," tegas Gus Dur yang juga mantan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama, di Kantor DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Jalan Raya Kalibata, Jakarta, Kamis (12/4).

Gus Dur: SBY Berupaya Memperburuk Citra Megawati (Sumber Gambar : Nu Online)
Gus Dur: SBY Berupaya Memperburuk Citra Megawati (Sumber Gambar : Nu Online)

Gus Dur: SBY Berupaya Memperburuk Citra Megawati

Menurut Ketua Umum Dewan Syura DPP PKB itu, upaya pemerintah untuk memberantas korupsi sangat tampak ‘tebang pilih’. "Meski dibantah seseorang dari Partai Demokrat. Ini karena presiden terlalu penakut, bukan karena dendam apa-apa. Ini hanya untuk tahun (Pemilu, Red) 2009," ujarnya.

Padahal, lanjut Gus Dur, pemerintah saat ini juga korup. "Banyak banget, malah gede-gede (besar-besar). Contohnya saja Hamid Awaludin. Dia menyimpan uangnya Tommy (putra mantan Presiden Soeharto). Itu kan tidak bener. Tidak boleh orang swasta menyimpan duit di pemerintah. Jadi ini tidak lain untuk menjelekkan figur Megawati," tandasnya.

Parlemen Eropa

Di tempat yang sama, Gus Dur dan jajaran elit DPP PKB menerima kunjungan 12 Anggota delegasi Parlemen Eropa pimpinan Graham Watson yang tergabung dalam Alliance of Liberal and Democratics for Europe. Pertemuan itu digelar untuk membangun jaringan kesepahaman tentang nilai-nilai liberal dan demokrasi.

SMA Negeri 1 Slawi

"Ini bagian dari bentuk dialog untuk membangun kesepahaman tentang nilai-nilai liberal, karena bagaimana pun liberal itu sangat penting untuk penegakan HAM dan demokrasi," kata anggota Dewan Syura DPP PKB Cecep Syarifuddin.

Untuk membangun jaringan liberal itu, katanya, tidak mungkin dilakukan oleh satu negara, tapi banyak negara. PKB, imbuhnya, adalah satu-satunya partai yang selain mengakui nilai-nilai universal, etika, moral dan liberal, juga merakyat. "Di sinilah pentingnya pertemuan dengan para delegasi tersebut," ujarnya.

Pertemuan juga membahas isu aktual di Indonesia, seperti masalah penegakan demokrasi, pemberantasan korupsi, perlindungan kaum minoritas, dan pertahanan dan keamanan Indonesia. (rif)

SMA Negeri 1 Slawi

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi IMNU SMA Negeri 1 Slawi

Selasa, 06 Maret 2018

Santri Futuhiyyah Ikrar Antinarkoba dan Gelar Pengobatan Gratis

Demak, NU Online . Ratusan santri Suburan, Mranggen, Demak, menyatakan ikrar antinarkoba, antiminuman keras dan antiajaran yang berbau radikal. Hal itu dilakukan setelah mereka mendapatkan pembinaan dan pengarahan dalam diskusi bertema ”Dampak Negatif Penyalahgunaan Narkoba” di aula pondok pesantren Futuhiyyah. Seharian, para pelajar mendapat pembekalan materi dari Kepala RSI NU Demak dokter Abdul Aziz.

Santri Futuhiyyah Ikrar Antinarkoba dan Gelar Pengobatan Gratis (Sumber Gambar : Nu Online)
Santri Futuhiyyah Ikrar Antinarkoba dan Gelar Pengobatan Gratis (Sumber Gambar : Nu Online)

Santri Futuhiyyah Ikrar Antinarkoba dan Gelar Pengobatan Gratis

Pembicara lainnya yaitu dokter Imam Purwohadi dan Siti Khoirul Umiyati. ”Kami senang mendapat pengarahan secara jelas bahaya penyalahgunaan narkoba, dan ternyata mengerikan,” kata Ahmad salah satu pelajar yang mengikuti acara itu pada kegiatan Kamis (27/10).

Ketua Yayasan Futuhiyyah, KH Said Lafif berpesan agar generasi muda, khususnya pelajar dan alumni Futuhiyyah tidak mencicipi dan coba-coba narkoba, minuman keras dan obat-obatan lain yang bersifat adiktif.

SMA Negeri 1 Slawi

Pengobatan Gratis

SMA Negeri 1 Slawi

”Obat-obatan itu semuanya mengakibatkan ketergantungan atau kecanduan. Maka, jangan sampai santri atau pelajar Futuhiyyah mencobanya,” kata Ustadz Lafif.

Ketua Panitia Expo 115 Tahun Futuhiyyah, Faizurrohman Hanif menjelaskan, rangkaian kegiatan penyuluhan antinarkoba, pengobatan gratis dan khitan massal merupakan kerja sama RSI NU Demak dengan Pesantren Futuhiyyah dalam rangka Expo Futuhiyyah Refleksi 115 tahun Kiprah Untuk Bangsa.

”Kebetulan Kepala RSI NU Demak juga alumnus Futuhiyyah,” katanya sambil tertawa.

Khusus untuk Pengobatan gratis dan khitanan massal, Abdul Aziz menjelaskan, pihaknya mengerahkan tim beranggotakan 30 orang dilengkapi dua apoteker dan tujuh petugas medis dan perawat. Masyarakat di sekitar Kampung Suburan Mranggen tak menyianyiakan kesempatan itu. Mereka ramai-ramai mendatangi tempat pengobatan gratis yang ditempatkan tepat di halaman pondok pesantren tersebut.

Terjadi antrean panjang para pengunjung yang ingin berobat secara gratis. Adapun, khitanan massal diikuti 42 anak. Selain memberikan pengobatan gratis, tim RSI NU Demak juga menyampaikan penyuluhan dan konsultasi kesehatan.

”Mereka diajari bagaimana hidup sehat,” kata Aziz. (Ben Zabidy/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Syariah, Pemurnian Aqidah, IMNU SMA Negeri 1 Slawi

Minggu, 25 Februari 2018

Pengurus Baru PMII Purworejo Fokus Kawal Isu Lokal

Purworejo, SMA Negeri 1 Slawi. Isu-isu lokal menjadi prioritas utama yang akan digarap oleh aktivis mahasiswa yang tergabung dalam organisasi Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Purworejo. Pasalnya, masih banyak persoalan di Kabupaten Purworejo yang tidak beres.

Hal itu diungkapkan Ketua PC PMII Kabupaten Purworejo Muhammad Arifin dalam sambutannya usai pelantikan Pengurus Cabang PMII Purworejo periode 2014-2015 di Auditorium Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Ulama (STAINU) Purworejo, Jumat (28/11).

Pengurus Baru PMII Purworejo Fokus Kawal Isu Lokal (Sumber Gambar : Nu Online)
Pengurus Baru PMII Purworejo Fokus Kawal Isu Lokal (Sumber Gambar : Nu Online)

Pengurus Baru PMII Purworejo Fokus Kawal Isu Lokal

"Organisasi PMII sebagai salah satu elemen civil society  siap menjadi garda terdepan dalam mengawal perjalanan Pemerintahan di Kabupaten Purworejo. Berbagai isu-isu lokal untuk periode ini menjadi prioritas bidang garap organisasi sebagai media perjuangan bagi kami," ucap Arifin.

SMA Negeri 1 Slawi

Menurutnya, saat ini nyaris tidak ada kekuatan civil society di Kabupaten Purworejo yang memiliki taring dan memiliki daya dobrak untuk membela kepentingan rakyat.  Isu-isu pasar modern, lingkungan, supremasi hukum, korupsi serta ekonomi dan lain sebagainya. yang merugikan masyarakat banyak yang tidak tersentuh.

SMA Negeri 1 Slawi

"Dalam situasi ini PMII mencoba untuk mengambil peranan tersebut. Semua itu demi terciptanya tatanan masyarakat yang adil, makmur dan sejahtera," tandasnya.

Hadir dalam kegiatan yang dirangkai dengan seminar yang mengangkat tema ekonomi lokal tersebut, Pengurus Besar PMII, PKC PMII Jawa Tengah, segenap Muspida, NU dan Banom, Organisasi ekstra kampus, BEM, Tokoh masyarakat serta alumni dan ratusan Kader PMII Purworejo.

Bupati Purworejo dalam sambutannya yang dibacakan oleh Staff Ahli Bupati Bidang Pemerintahan dan Politik, Dr Ahmad Kasinu menyambut baik pelantikan pengurus PC PMII tersebut. "Selaku Pemerintah Daerah tentu sangat mendukung dan menyambut baik pelantikan sahabat-sahabat mahasiswa ini," katanya.

Lebih lanjut Kasinu mengatakan, pihaknya mengapresiasi peran PMII selama ini yang telah menjadi dinamisator bagi perjalanan pemerintahan. "Kritisme teman-teman mahasiswa terhadap isu-isu lokal harus diakui sebagai sumbangsih yang tak ternilai bagi kami. Hal itu harus senantiasa dilestarikan sebagai media perjuangan dan pembelajaran bagi para mahasiswa kader PMII," tandasnya. (Lukman Hakim/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi IMNU SMA Negeri 1 Slawi

Jumat, 26 Januari 2018

Haul Habib Ali Ditutup Pembacaan Simthudduror

Solo, SMA Negeri 1 Slawi. Acara peringatan haul Habib Ali bin Muhammad bin Husain Al-Habsyi di Masjid Riyadh Pasar Kliwon Solo, ditutup dengan pembacaan kitab maulid karya Habib Ali, Simtudurar pada Senin (4/3) pagi.?

Haul Habib Ali Ditutup Pembacaan Simthudduror (Sumber Gambar : Nu Online)
Haul Habib Ali Ditutup Pembacaan Simthudduror (Sumber Gambar : Nu Online)

Haul Habib Ali Ditutup Pembacaan Simthudduror

Pembacaan maulid tersebut dihadiri oleh puluhan ribu jamaah yang membuat kompleks masjid dan sepanjang jalan masjid penuh dengan manusia yang dominan berbaju putih.

Mereka bahkan rela menunggu dari malam harinya, untuk mendapat tempat yang menurut mereka paling berkah, yakni di dalam masjid. Apabila datang sesudah subuh, jangan harap bisa dapat tempat di masjid, bahkan di halaman masjid pun masih harus berdesakan. Itulah gambaran suasana tempat para pencari berkah dari wali Allah.

SMA Negeri 1 Slawi

“Saya datang tadi setelah subuh, mesti legowo dapat tempat di sini (dekat RS Kustasti, sekitar 500 m dari masjid),” kata Pitoyo, salah satu pengunjung haul.

Jadi bisa dibayangkan betapa penuhnya daerah Pasar Kliwon pada waktu itu. Sesudah salat subuh acara pembacaan kitab maulid Simtudurar pun dimulai, dipimpin oleh Habib Alwi bin Anis, cucu dari Habib Ali Al-Habsyi.

SMA Negeri 1 Slawi

Kitab yang dibaca Simthud-Durar, yang lengkapnya bernama Simthud-Durar fi akhbar Mawlid Khairil Basyar min akhlaqi wa awshaafi wa siyar (Untaian mutiara kisah kelahiran manusia utama, akhlak, sifat dan riwayat hidupnya), ditulis oleh Habib Ali ketika ia berusia 68 tahun, atau sekitar tahun 1327 H/1909 M. Kitab ini berisi riwayat sejarah hidup Nabi Muhammad, sifat dan akhlak beliau. Semua itu terangkai dalam syair nan indah.

Salah satu keistimewaan dari Simtudurar, menurut Habib Thoha bin Hasan bin Abdur Rahman as-Saqqaf dalam Fuyudhotul Bahril Maliy, beliau menukil kata-kata Habib Ali seperti berikut.?

”Jika seseorang menjadikan kitab mawlidku ini sebagai salah satu wiridnya atau menghafalnya, maka rahasia Nabi Besar akan nampak pada dirinya. Aku mengarangnya dan mengimlakannya, namun setiap kali kitab itu dibacakan kepadaku, dibukakan bagiku pintu untuk berhubungan dengan Junjungan Nabi saw.”

Acara pembacaan maulid berlangsung hingga sekitar pukul 10 pagi. Usai acara tersebut dilanjutkan dengan ziarah ke makam keturunan Habib Ali, yakni Habib Alwi (putera), Habib Anis (cucu) dan Habib Ahmad (cucu), yang terletak di selatan Masjid.?

Di akhir acara, sebelum pulang para peziarah kemudian disuguhi hidangan khas haul, yakni nasi kebuli dan masakan dengan bahan daging kambing. Setelah ikut haul, hati jadi tenang perut juga kenyang.

Redaktur ? ? : Hamzah Sahal

Kontributor : Ajie Najmuddin

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Nahdlatul Ulama, Nasional, IMNU SMA Negeri 1 Slawi

Selasa, 16 Januari 2018

PBNU Kecam Serangan Israel

Jakarta, SMA Negeri 1 Slawi

Aksi penyerangan yang dilakukan Israel terhadap Lebanon mendapat sorotan tajam dari Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU). Pimpinan tertinggi ormas Islam terbesar di Indonesia ini mengecam keras penyerangan tersebut sebagai tindakan yang tidak berprikemanusiaan serta melanggar Hak Asasi Manusia (HAM).

“PBNU menolak dengan keras penyerbuan yang tidak sah dan melanggar hukum internasional dan kemanusiaan,” kata Ketua Umum PBNU, KH Hasyim Muzadi kepada wartawan di Gedung PBNU, Jalan Kramat Raya, Jakarta Pusat, Senin (17/7)

PBNU Kecam Serangan Israel (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU Kecam Serangan Israel (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU Kecam Serangan Israel

Menurutnya, alasan untuk membebaskan tawanan yang digunakan Israel untuk menyerang Lebanon tidak dapat dibenarkan, karena obyek penyerangan selama beberapa hari terakhir telah melebar ke mana-mana dan telah memakan banyak korban dari warga? sipil.

”Fokus yang diserang telah melebar dari kebutuhan yang sebenarnya. Jadi, sudah tidak untuk membebaskan tawanan lagi,” ungkap Pengasuh Pondok Pesantren Al-Hikam,? Malang, Jawa Timur ini.

Dikatakan Hasyim, sikap tegas PBNU menolak penyerangan Israel terhadap Lebanon itu sudah sangat tepat, demi keadilan dan kedamaian di muka bumi. NU sebagai organisasi yang membela keadilan harus bersikap tegas melihat ketidakadilan dan kedholiman terjadi. ”Orang tidak perlu menjadi fundamentalis untuk menolak penyerbuan. Dengan hati nurani saja, orang bisa menolak penyerangan itu,” katanya.

SMA Negeri 1 Slawi

Sebagai Ketua Umum PBNU dan Sekretaris Jenderal International Conference of Islamic Scholars (ICIS), Hasyim mengintruksikan kepada seluruh anggota ICIS yang terdiri dari 53 negara untuk melalukan upaya-upaya yang bisa meredakan krisis yang terjadi antara Israel dan Lebanon. Salah satunya dengan melakukan pendekatan strategis terhadap pihak-pihak yang terkait dengan krisis tersebut.

“Kepada peserta atau anggota ICIS, saya minta untuk melakukan upaya-upaya yang sah sesuai dengan hukum internasional dan kemanusiaan. Bisa berupa upaya moral, bantuan ekonomi dan mendekati PBB,” kata Hasyim.

Pada kesempatan tersebut, mantan Ketua PWNU Jawa Timur ini juga menyayangkan pihak-pihak yang berdiam diri melihat pelanggaran yang dilakukan oleh Israel. Padahal, mereka selama ini dikenal lantang menyuarakan penegakan HAM di muka bumi. “Kalau yang menyerang itu Israel, orang-orang yang selama ini bicara soal HAM kok diam. Jadi, kalau Israel yang melanggar HAM, orang kok tidak bisa bertindak tegas,” ungkapnya.

Kepada pemerintah, Hasyim meminta agar Presiden Susilo Bambang Yudoyono (SBY) agar bersikap tegas melihat ketidakadilan yang dilakukan Israel. Dalam hal ini, pemerintah harus satu suara dengan mayoritas rakyat Indonesia yang mengecam keras tindakan Israel atas Lebanon. ”Sikap pemerintah jangan sampai berbeda dengan mayoritas rakyat Indonesia,” ungkapnya.

SMA Negeri 1 Slawi

Sesalkan Kunjungan Kadin ke Israel

Hasyim juga mengatakan, PBNU menyayangkan keberangkatan rombongan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) ke Israel. Meski untuk kepentingan pengembangan ekonomi, lanjutnya, kunjungan tersebut telah melukai hati rakyat Indonesia. ”Itu dapat melukai hati rakyat,” tuturnya.

Oleh karenanya, tegas Hasyim, dalam waktu dekat PBNU akan melayangkan surat kepada Kadin sebagai wujud? protes PBNU terhadap kunjungan tersebut.

Kabar tak sedap juga menghinggapi PBNU akibat kunjungan tersebut. Diberitakan sebuah media terkemuka di Ibukota, dua orang yang mengaku wakil dari NU, yakni Masdar Subagio dan Suhairi, turut dalam rombongan tersebut.

Hasyim dengan tegas menyatakan bahwa dua orang yang mengaku wakil NU tersebut sama sekali tidak ada hubungannya dengan NU. ”Yang bikin saya jengkel, ada yang bawa-bawa nama NU. Tidak benar mereka mewakili NU. Kalau memang dia pengurus NU, pasti sudah saya pecat,” katanya. (rif)

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi IMNU SMA Negeri 1 Slawi

Dibarengi Haul Gus Dur, Muskercab PCINU Korsel Hasilkan 3 Program Strategis

Yeongcheon, SMA Negeri 1 Slawi

Ditengah cuaca musim dingin yang begitu ekstrim di Korea Selatan (Korsel), PCINU Korsel begitu semangat dan antusias mengadakan musyawarah kerja cabang (Muskercab) yang dibarengi dengan digelarnya Haul Ke-6 Gus Dur serta Haul Ke-2 Mbah Sahal Mahfudz akhir pekan lalu. Acara berlangsung begitu khidmat dengan dihadiri oleh para pengurus PCINU Korsel dan warga Nahdliyin.

Acara Haul Gus Dur dan Mbah Sahal dimulai dengan tahlil dan istighotsah. Diadakannya haul kedua tokoh besar NU ini diharapkan menjadi momentum untuk mengingat sejarah hidup Gus Dur dan Mbah Sahal. Pemikiran, ilmu, dan karya-karya mereka semoga bisa menjadi contoh dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

Dibarengi Haul Gus Dur, Muskercab PCINU Korsel Hasilkan 3 Program Strategis (Sumber Gambar : Nu Online)
Dibarengi Haul Gus Dur, Muskercab PCINU Korsel Hasilkan 3 Program Strategis (Sumber Gambar : Nu Online)

Dibarengi Haul Gus Dur, Muskercab PCINU Korsel Hasilkan 3 Program Strategis

Setelah acara haul selesai dilanjutkan dengan Muskercab rutin PCINU Korsel. Hadir sebagai pembicara, Ketua PCINU Korsel yang baru terpilih beberapa bulan lalu, Zaenal Arifin.

Zaenal berpesan kepada para pengurus NU di Korsel untuk tetap menjaga NU. "Bukti kita cinta Rosulullah yakni dengan mencintai ulama, dan NU adalah wadah berkumpulnya para ulama Ahlussunah Wal Jamaah,” ujarnya.

“Kalau ada yang mengaku cinta Nabi tetapi tidak cinta ulama, maka dia telah berbohong besar," imbuhnya.

SMA Negeri 1 Slawi

Dalam Muskercab tersebut, PCINU Korsel menghasilkan tiga ? program strategis diantaranya:

1. Mengadakan pelatihan kepemimpinan dasar, mencakup kepemimpinan, keaswajaan, manajemen masjid dengan tujuan memperkuat akidah dan sarana dakwah, serta benteng dari paham-paham radikal.

2. Menerbitkan buku-buku saku yang berisi tentang dasar-dasar amaliyah warga NU yang akan dibagikan gratis untuk jamaah masjid dan musholla diseluruh Korea Selatan.

SMA Negeri 1 Slawi

3. Pendatangan para dai NU dalam safari Ramadhan.

“Semoga acara tersebut dapat bermanfaat sebagai wadah silaturrahim antarwarga Nahdliyin di Korsel dan meningkatkan pelayanan PCINU Korsel dalam berkhidmah untuk umat melalui kegiatan-kegiatan tersebut. (Imam Sibaweh/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Pesantren, IMNU, Pondok Pesantren SMA Negeri 1 Slawi

Selasa, 26 Desember 2017

Nusantara Bershalawat, Sekaligus Pelantikan Syekher Mania Lampung

Metro-Lampung, SMA Negeri 1 Slawi. Bertajuk Nusantara Bershalawat, Syekher Mania Provinsi Lampung dikukuhkan oleh Habib Syeh bin Abdul Qadir Assegaf dengan mengambil lokasi di samping Gedung NU Kota Metro, Kamis (20/04) malam.

Selain pengukuhan Syekher Mania Lampung, acara tersebut digelar dalam rangka Harlah 2 Windu, Khotmil Quran Juz 30, dan Juz Amma PP Roudlotul Quran Kota Metro, Lampung.

Nusantara Bershalawat, Sekaligus Pelantikan Syekher Mania Lampung (Sumber Gambar : Nu Online)
Nusantara Bershalawat, Sekaligus Pelantikan Syekher Mania Lampung (Sumber Gambar : Nu Online)

Nusantara Bershalawat, Sekaligus Pelantikan Syekher Mania Lampung

Dihadiri oleh puluhan ribu Syekher Mania dari seluruh penjuru Lampung dan sekitarnya yang tentu sudah kangen dengan sosok Habib Syeh dan lantunan shalawatnya. Maklum saja, karena Habib Syeh terakhir hadir di Lampung yaitu pada acara Lampung Tengah Bershalawat jilid II pada bulan September tahun lalu.

Hadir pula di acara tersebut, Pengasuh PP Raudloutul Quran Metro KH Ali Komarudin, Bupati Pringsewu KH Sujadi Saddat, Pengurus PP Sabilun Najah Kotagajah KH Daroini Ali, Mantan Bupati Tanggamus Fauzan Sai, Wakil Bupati Tanggamus H Samsul Hadi, Pengasuh PP Daruk Ulum Seputihbanyak KH Fathul Mujid dan tokoh-tokoh penting lainya yang masuk dalam jajaran Dewan Penasehat Syekher Mania Lampung.

SMA Negeri 1 Slawi

Bupati Lampung Tengah H Mustafa didaulat menjadi Ketua Syekher Mania Lampung dan ditunjuk langsung oleh Habib Syeh saat Habib Syeh hadir dalam acara Lampung Tengah Bershalawat jilid 2 bulan September tahun lalu.

Jadi tidaklah mengherankan jika ditunjuknya H Mustafa sebagai ketua Syekher Mania Propinsi Lampung karena Lampung Tengah adalah satu-satunya kabupaten/kota di Propinsi Lampung yang sering mendatangkan Habib Syeh dalam beberapa momen kegiatannya. Terhitung sudah tiga kali ini Habib Syeh hadir di Lampung Tengah.

SMA Negeri 1 Slawi

Habib Syeh dalam kesempatan tersebut menyatakan apresiasinya kepada Syekher Mania"Saya sangat mengapresiasi dengan semangat para Syekher Mania di Lampung, terutama di Lampung Tengah. Jamaahnya selalu penuh untuk melantunkan shalawat. Agar ini terus terjaga, saya berharap Pak Mustafa bisa menjadi Pembina Syekher Mania di Lampung. Saya percaya di bawah kepemimpinan beliau, Syekher Mania Lampung bisa lebih aktif lagi," ujar Habib saat itu. (Henudin/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi IMNU, Pertandingan, Lomba SMA Negeri 1 Slawi

Jumat, 15 Desember 2017

Di Balik Pernak-pernik Sidang MK

Oleh Muh Sulaiman SH

--Teringat pada saat saya menjadi salah satu kuasa hukum dalam perkara PUU/PHPU di mahkamah konstitusi, cukup mata kepala ini tercengang dengan desainer tempat yang begitu mewah serta jajaran hakim mahkamah kontitusi yang begitu berwibawa dalam memeriksa perkara. Alat peraga serta fasilitas yang dimiliki sangat jauh berbeda di peradilan-peradilan umum lainnya.

Betapa bangganya kita selaku pengacara bisa beradu argumentasi dengan para hakim yang notabenenya berangkat dari berbagai disiplin keilmuan serta jabatan yang cukup bombastis, tidak hanya itu secara keilmuan cukup mumpuni dalam membuat terobosan hukum (rechfinding).

Namun saat bersidang, sontak perasaan ini tercengang ketika begitu rapuhnya permohonan yang kita ajukan dipretele satu persatu oleh hakim konstitusi, dan pada saat itulah kita sebagai lawyer diuji dalam perbedaan cara pandang dalam menilai frasa ataupun dalil-dalil permasalahan yang kita sampaikan dalam perkara di Mahkamah konstitusi.

Di Balik Pernak-pernik Sidang MK (Sumber Gambar : Nu Online)
Di Balik Pernak-pernik Sidang MK (Sumber Gambar : Nu Online)

Di Balik Pernak-pernik Sidang MK

“Saudara pemohon, Siapa saja yang hadir dalam persidangan hari ini, ucap hakim konstitusi, saat menanyakan kami para pemohon/kuasanya untuk menjelaskan siapa saja yang hadir dalam persidangan. Dengan bahasa agak gugup dengan menggunakan microphone, dengan sigap kuasa hukum menjawab pertanyaan hakim konstitusi.

Cerita ini membayangkan betapa Mahkamah Konstitusi ( MK ), memiliki kewibawaan besar dalam mengambil sebuah keputusan perkara konstitusional yang memiliki putusan final dan mengikat. Harapan besar dari balik putusan mahkamah konstitusi memberikan warna tersendiri bagi kelompok yang memiliki kepentingan dalam menguji persoalan yang mereka sampaikan dalam kondisi antara menang dan kalah. Hal itu tercermin pada saat terjadi Permohonan Gugatan Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) oleh pasangan Prabowo-hatta.

Hiruk pikuk opini pro kontra terhadap permohonan tersebut menambah keyakinan kita betapa Mahkamah Konstitusi memiliki ruang peradilan yang begitu besar dalam hukum ketatanegaraan kita. Bukti, para saksi, dan ahli dihadirkan oleh ketiga kubu yang berseteru. Disitulah diuji seluruh kemampuan para akademisi maupun para lawyer untuk membuktikan dan memberikan keyakinan kepada hakim konstitusi telah terjadi kecurangan yang begitu masif, struktur, dan sistematis.

SMA Negeri 1 Slawi

Merujuk persoalan Perselisihan pemilu 2014 oleh pasangan Prabowo-hatta yang pada akhirnya di menangkan pasangan Jokowi-JK, tentu ini menjadi pelajaran besar bangsa dimana perkara perselisihan pemilu presiden yang di ikuti dua pasang calon di uji dalam posisi lawan dan kawan, tarik ulur opini yang terus berkembang di balik perselisihan pasca pemilu menimbulkan pemahaman yang berbeda-beda dikalangan masyarakat Indonesia. Perdebatan dari ruang persidangan Mahkamah Konstitusi membawa aura negatif sampai ke polosok pulau negeri ini, mereka bergunjing dari warung kopi jalanan sampai dengan rumah makan dan perkantoran elite.

Dan perdebatan itu pun menjadi asumsi negatif dan positif dalam ruang berbincangan yang tak kunjung selesai di kalangan masyarakat, sehingga banyak di antara para keluarga terjadi keributan internal demi mempertahankan argumentasi mereka masing-masing.

SMA Negeri 1 Slawi

Persoalan asumsi hukum yang diterima oleh kalangan bawah dengan asumsi yang utuh atau mentah akan sangat berefek pada distabilitas negara, karena masyarakat dalam menilai masalah perselisihan pemilihan presiden bukan menilai cara pandang secara normatif semata (asumsi hukum) tapi bicara di luar nalar logika. Dimana ketika nalar logika itu di imbangi oleh perasaan kecewa maka yang timbul adalah anarkisme serta menolak argumentasi apapun walau itu benar adanya.

Pasca putusan Mahkamah Konstitusi memiliki arti besar untuk melakukan rekontruksi mental masyarakat dalam memupuk kebersamaan yang secara tidak langsung telah terjadi perpecahan diantara dua kubu, dalam kondisi demikian peran penting pemerintah, tokoh agama, tokoh adat, ataupun mereka yang memiliki central figur harus mampu membantu pemerintah untuk menjernihkan negatifisme dalam kacamata pikiran masyarakat, dengan memberikan pemahaman untuk lebih menerima putusan Hakim Konstitusi sebagai lembaga negara yang memiliki obyektifitas dan kemampuan untuk memutus persoalan perselisihan dalam perkara PHPU atupu PUU.

Kita semua harus menyakini bahwa keputusan Mahkamah Konstitusi dalam Sengketa pemilihan Presiden yang telah diputus merupakan representatif dari masyarakat keadilan yang diwakili oleh mahkamah konstitusi. Sehingga keputusan apapun yang telah dikeluarkan oleh Mahkamah Konstitusi harus kita jaga dan kita hormati sebagai bagian dari keputusan kita bersama.

Tugas Kita hari ini adalah bagaimana kita mampu mengawal semua kebijakan-kebijakan yang akan diambil oleh founding father dengan cara mengkritisi kebijkan itu dengan cermat, teliti dan kritis. Apakah kebijakan tersebut masih dalam koridor kepentingan bersama ataukah hanyalah kepentingan perseorang, ataupun kelompok. Hal ini lebih penting ketimbang kita masih berdebat pada persoalan menang atau kalah, karena hakikatnya kemenangan hanyalah milik tuhan dan kekalahan adalah bagian dari keseimbangan ciptaannya.

Masyarakat sudah saatnya kembali dengan cara berfikir lokal menuju nasional, dimana mereka punya mata untuk menilai para wakilnya yang telah dilantik beberapa minggu lalu,  agar bekerja secara maksimal dalam mengawal anggaran dalam ruang kontrol yang lebih baik dalam merumuskan kebijakan program-program daerah yang sifatnya kearifan lokal menuju rakyat sejahtera.

Kita berharap berbagai perdebatan pendapat pasca putusan Mahkamah Konstitusi tidak meninggalkan bekas apapun baik itu dendam pribadi, kelompok ataupun cara-cara inskonstitusional dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Mari kita bangun kembali kebersamaan yang telah rapuh dari mulai pemilihan legislatif, pilpres, sampai pasca pilpres, untuk duduk bersama menjaga stabilitas negeri yang amat kita cintai ini, dalam rangka mewujudkan negeri yang adil dalam kemakmuran dan makmur dalam keadilan.

Wujud tersebut tidak akan bisa tercipta kalau di antara sesama bangsa saling menghujat serta mencari kelemahan satu dengan lainnya hanya demi kekuasaan dan kepentingan belaka tanpa menghiraukan dampak yang ditimbulkan bagi keberlangsungan hidup masyarakat serta anak-anak bangsa yang menunggu perubahan dari balik tirai keputusan Mahkamah Konstitusi. Semoga putusan Mahkamah Konstitusi memberikan arti penting bagi kemakmuran, kesejahteraan, dan bukan malah sebaliknya memberikan dampak buruk bagi keberlangsungan hidup masyarakat.

 

Moh Sulaiman SH, Pengurus Lembaga Peyuluhan dan Bantuan Hukum Nahdlatul Ulama (LPBH-PBNU)

 

 

 

 

 

 

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi IMNU, Cerita SMA Negeri 1 Slawi

Kamis, 14 Desember 2017

Habib Luthfi Minta Masyarakat Pahami Sejarah untuk Bangun Bangsa

Tegal, SMA Negeri 1 Slawi - Mustasyar PBNU KH Habib Luthfi bin Yahya mengajak masyarakat dan bangsa Indonesia untuk memahami sejarah. Menurutnya, pemahaman atas sejarah perjalanan bangsa tidak kehilangan relevansinya di masa kini.

"Zaman sekarang penting memahami sejarah," kata Habib Luthfi saat memberikan taushiyah pada zikir akbar Peringatan Tahun Baru Islam 1439 Hijriyah di Alun-alun Hanggawana Slawi, Kamis (21/9) lalu.

Habib Luthfi Minta Masyarakat Pahami Sejarah untuk Bangun Bangsa (Sumber Gambar : Nu Online)
Habib Luthfi Minta Masyarakat Pahami Sejarah untuk Bangun Bangsa (Sumber Gambar : Nu Online)

Habib Luthfi Minta Masyarakat Pahami Sejarah untuk Bangun Bangsa

Menurut Habib Luthfi, dengan memahami sejarah kita akan menghargai perjuangan dari leluhur kita dalam menjaga kesatuan dan kemerdekaan bangsa Indonesia.

SMA Negeri 1 Slawi

Ia mencontohkan, seperti di dalam Al-Quran, nama-nama ayat di dalam Al-Quran juga tidak lepas dari sejarah. "Asbabun nuzul juga tidak lepas dari sejarah. Sejarah penting agar kita tidak lupa pelajaran-pelajaran di dalam sejarah," ungkap Habib.

Rais Aam Jamiyah Thoriqoh Annahdiyah itu juga mengajak kita untuk bersatu membangun bangsa bukan saling menjatuhkan dan saling melukai dengan bangsa sendiri. (Hasan/Alhafiz K)

SMA Negeri 1 Slawi

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi IMNU SMA Negeri 1 Slawi

KH Ahmad Sufyan: Entaskan Kemiskinan dengan Cara Sederhana

Situbondo, SMA Negeri 1 Slawi. Nahdlatul Ulama (NU) dan pondok pesantren merupakan alat perjuangan para kiai untuk mewujudkan kehidupan masyarakat yang sejahtera dan kebahagiaan yang abadi. Karena itu NU dan pesantren harus tetap dalam genggaman para ulama.



KH Ahmad Sufyan: Entaskan Kemiskinan dengan Cara Sederhana (Sumber Gambar : Nu Online)
KH Ahmad Sufyan: Entaskan Kemiskinan dengan Cara Sederhana (Sumber Gambar : Nu Online)

KH Ahmad Sufyan: Entaskan Kemiskinan dengan Cara Sederhana

Adalah sebuah bencana besar jika NU tidak lagi menjadi tempat para ulama. Demikian penuturan KH Ahmad Sufyan, Rais Syuriah PCNU Situbondo saat menerima silaturahmi rombongan Lajnah Ta’lif wan Nasyr Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LTN PBNU).

Kehadiran LTN PBNU ini didampingi beberapa Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kab. Situbondo, di sela-sela acara Pelatihan Manajemen Baitul Mal wat Tamwil (BMT) kerjasama Pengurus Besar Nahdlatul Ulama dengan Kementerian Pembangunan Daerah Tertinggal.

SMA Negeri 1 Slawi

Kiai Sufyan menambahkan bahwa salah satu ciri masyarakat pesantren adalah pola komunikasi dan strategi yang dibangun secara sederhana dan ringkas. Idealnya Nahdlatul Ulama pun mempertahankan pola tersebut dan tidak terbawa arus budaya yang berkembang di luar pondok pesantren.

SMA Negeri 1 Slawi

“Kalau masalahnya sederhana, ya selesaikan dengan cara yang sederhana. Tidak perlu memperumit pembahasan atas masalah yang hakikinya sederhana,” papar kiai kharismatik ujung timur Pulau Jawa itu.

Kiai Sufyan lantas mencontohkan satu kasus tentang program pengentasan kemiskinan di Indonesia. Menurut beliau perlu diidentifikasi dengan benar dan akurat kategori “orang miskin” sebagai obyek, proses “pengentasan kemiskinan” sebagai pola dan “orang yang mengentaskan” sebagai subyek.

“Faktanya yang dientaskan dari kemiskinan itu lebih sedikit dari yang mengentaskan kemiskinan. Jadinya malah ruwet padahal persoalannya sederhana,” paparnya menjelang pengajian rutin lailatul ijtima yang diselenggarakan setiap Senin malam.

Kiai Sufyan juga mengatakan bahwa PCNU Situbondo saat ini sedang memersiapkan diri menyelenggarakan konferensi cabang yang direncanakan berlangsung akhir Desember 2010.

“Situbondo sebentar lagi menyelenggarakan Konferensi Cabang. NU harus dijaga agar tetap menjadi tempat para ulama,” jelasnya kepada SMA Negeri 1 Slawi.. Sementara itu Ahmad Nur, Ketua Lakpesdam NU Kab. Situbondo menjelaskan bahwa dalam usia yang cukup lanjut, tidak berkurang keaktifan Kiai Sufyan dalam berpikir dan bertindak untuk kemaslahatan nahdliyyin.

“Anda bisa bayangkan, di setiap Senin malam beliau selalu terlihat energik menggelar pengajian interaktif, terjadi diskusi, karena itu pengajian berjalan cukup dinamis dan tidak membosankan,” kata alumnus Universitas Gadjah Mada Yogyakarta itu. (bil)Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Berita, Nahdlatul Ulama, IMNU SMA Negeri 1 Slawi

Rabu, 06 Desember 2017

Ayo Mudik Gratis Bareng NU, Pendaftaran 1 Juli

Jakarta, SMA Negeri 1 Slawi. Seperti tahun-tahun sebelumnya, menjelang lebaran kali ini Pengurus Besar Nahdlatul Ulama melalui Lembaga Tamir Masjid NU (LTMNU) mengadakan program mudik gratis bagi para perantau di Jakarta dan sekitarnya. LTMNU juga akan membuka posko mudik berbasis masjid di sepanjang rute perjalanan pulang kampung ini.

Ayo Mudik Gratis Bareng NU, Pendaftaran 1 Juli (Sumber Gambar : Nu Online)
Ayo Mudik Gratis Bareng NU, Pendaftaran 1 Juli (Sumber Gambar : Nu Online)

Ayo Mudik Gratis Bareng NU, Pendaftaran 1 Juli

Warga yang hendak mudik ke sekitar Pulau Jawa bisa mendaftarkan diri pada Rabu, 1 Juli 2015, mulai pukul 08.30 WIB, di Kantor LTMNU, Gedung PBNU Lantai 4, Jalan Kramat Raya 164, Jakarta. Pendaftar diwajibkan membawa fotokopi KTP (Kartu Tanda Penduduk) dan KK (Kartu Keluarga).

Setelah mendaftar, para calon peserta "Mudik Bareng NU 2015" akan menerima tiket pada Senin, 6 Juli 2015. Bus mudik dijadwalkan akan berangkat serentak pada hari Ahad siang, 12 Juli 2015.

SMA Negeri 1 Slawi

Program tahunan ini dibuka untuk masyarakat umum tanpa membedakan latar belakang profesi, asal daerah, atau agama. Peserta diutamakan bagi warga yang kurang mampu.

SMA Negeri 1 Slawi

Ketua Pengurus Pusat LTMNU KH Abdul Manan A Ghani menjelaskan, pihaknya ingin menjembatani para perantau agar bisa silaturahim ke kampung halaman masing-masing dengan mudah dan selamat. Ia mengaku prihatin dengan kecelakaan lalu lintas yang marak tiap musim arus mudik.

"Pemudik merasa aman dan nyaman daripada naik kendaraan sepeda motor. Bagi para calon pemudik tuna netra atau penyandang cacat mendapat pelayanan khusus," ujarnya, Jumat (26/6), di Jakarta.

Program mudik gratis tahun ini juga menjadi bagian dari upaya menyemarakkan Muktamar ke-33 NU yang bakal dihelat di Jombang, Jawa Timur, pada Agustus mendatang. (Mahbib Khoiron)

Foto: suasana pendaftaran "Mudik Gratis Bareng NU 2014"

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi IMNU SMA Negeri 1 Slawi

Selasa, 05 Desember 2017

Kemesraan Zaid bin Tsabit dan Ibnu Abbas

Selepas menshalati jenazah sang ibunda, Zaid bin Tsabit pulang dengan menaiki bighãl (bagal). Saat akan menunggangi hewan peranakan kuda dan keledai itu, sepupu Rasulullah, Ibnu Abbas, tiba-tiba menghampiri lalu memegang tali kendali tunggangan tersebut. Ibnu Abbas hendak menuntunnya sebagai bentuk penghormatan.

Keduanya adalah sahabat Rasulullah yang istimewa. Zaid merupakan sahabat cerdas yang pada zaman Rasulullah dipercaya sebagai penulis wahyu. Ia adalah sekretaris pribadi Nabi yang keulamaannya diakui di Madinah. Ibnu Abbas pun tak kalah hebat. Putra Abbas bin Abdul Muthallib ini memiliki wawasan luas. Banyak hadits yang keluar melalui jalur riwayatnya.

Kemesraan Zaid bin Tsabit dan Ibnu Abbas (Sumber Gambar : Nu Online)
Kemesraan Zaid bin Tsabit dan Ibnu Abbas (Sumber Gambar : Nu Online)

Kemesraan Zaid bin Tsabit dan Ibnu Abbas

Namun demikian, kali ini atas sikap rendah hatinya, Ibnu Abbas rela melayani Zaid. Zaid bin Tsabit yang merasa sungkan diperlakukan demikian oleh Ibnu Abbas pun bertutur sopan, "Lepaskanlah, wahai anak paman Rasulullah!"

"Beginilah kami memperlakukan ulama," jawab Ibnu Abbas memuji keutamaan Zaid bin Tsabit. Bagi Ibnu Abbas, orang biasa seperti dirinya sudah sepantasnya menghormati sahabat selevel Zaid.

Sontak, Zaid mencium tangan Ibnu Abbas. "Beginilah kami diperintah dalam memperlakukan keluarga Nabi," katanya. Ini adalah sikap balasan atas ketawadukan Ibnu Abbas. Kerendahan hati dibalas kerendahan hati.

SMA Negeri 1 Slawi

Zaid menunjukkan kualitas jiwa yang luar biasa justru ketika dirinya mendapatkan pujian dan kehormatan. Ia adalah contoh dari kenyataan bahwa kian tinggi mutu seseorang, makin terkubur rasa congkak yang mengotori pribadinya. Ibnu Abbas yang mendapat penghormatan serupa juga tak lantas tinggi hati. Baginya, Zaid tetaplah orang pintar yang patut dimuliakan. Karena itu, saat Zaid bin Tsabit wafat, Ibnu Abbas sambil berdiri di sebelah makamnya berujar, "Demikianlah apabila ilmu pergi." Ibnu Abbas memandang kepergian Zaid bin Tsabit bagaikan kepergian ilmu itu sendiri.

Kisah ini diceritakan dari asy-Syabi, sebagaimana dikutip Hadratussyekh Muhammad Hasyim Asyari dalam Irsyâdul Muminîn ilâ Sîrati Sayyidil Mursalîn wa Man Tabiahu minas Shahâbah wat Tâbiîn yang terhimpun dalam? Irsyâduls Sârî.

Sebagaimana para sahabat lain, Zaid bin Tsabit al-Anshari dan Ibnu Abbas bukanlah dua orang yang selalu sepakat dalam hal pemikiran. Keduanya yang memang ahli fiqih tercatat pernah berselisih pendapat seputar bab warisan (farâidl). Hanya saja, kearifan dan akhlak terpuji mereka menjadikan perbedaan itu sebagai sesuatu yang wajar. Boleh beda asal persaudaraan tetap terjalin mesra! (Mahbib)

SMA Negeri 1 Slawi

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi IMNU SMA Negeri 1 Slawi

Senin, 04 Desember 2017

Kepengurusan GP Ansor di Tepi Jakarta Dilantik

Tangerang, SMA Negeri 1 Slawi - Pengurus Anak Cabang (PAC) Ansor Kecamatan Cipondoh Kota Tangerang masa khidmat 2016-2018 dilantik di Ballroom Hotel Narita, Cipondoh Kota Tangerang, Sabtu (29/10). Isi SK resmi pelantikan ini dibacakan oleh Pengurus GP Ansor Banten H Syahroni.

Tampak hadir Ketua GP Ansor Kota Tangerang H Mustaya Hasyim, Ketua GP Ansor Banten H Ahmad Imron, Wakil Ketua PP GP Ansor H Lukmanul Hakim. Hadir juga Sekretaris PCNU Kota Tangerang, Camat Cipondoh Demi Koswara, Kapolsek Cipondoh, dan juga unsur tokoh masyarakat dan organisasi kepemudaan.

Kepengurusan GP Ansor di Tepi Jakarta Dilantik (Sumber Gambar : Nu Online)
Kepengurusan GP Ansor di Tepi Jakarta Dilantik (Sumber Gambar : Nu Online)

Kepengurusan GP Ansor di Tepi Jakarta Dilantik

H Mustaya Hasyim mengatakan, Ansor bukan organisasi politik. "Ansor berdiri di atas semua kaki. Karena itulah, cara pandang politik Ansor adalah politik kebangsaan, bukan partisan. Itulah politik amar makruf nahi munkar yang menjadi haluan Nahdlatul Ulama," ujarnya.

Sedangkan H Ahmad Imron menyatakan, Ansor adalah organisasi yang merebut kemerdekaan Indonesia dari tangan penjajah. Pemuda NU tidak perlu ditanya perihal apa yang telah diperbuat Ansor untuk bangsa ini. Sudah semestinya kita sebagai kader-kader penerus melanjutkan dan mempertahankan kedaulatan, kesatuan dan persatuan NKRI, ujarnya.

SMA Negeri 1 Slawi

Mewakili PP GP Ansor, H Lukmanul Hakim menyampaikan terkait isu demonstrasi yang akan terjadi pada 4 November 2016. Ia mengajak kader-kader Ansor, Banser, warga NU mengikuti arahan PBNU. Karena apa yang disampaikan PBNU didasarkan pada hasil kajian-kajian yang sumbernya dapat dipercaya.

SMA Negeri 1 Slawi

“Kita dorong melalui jalur hukum dalam kasus penistaan Al-Quran agar pihak terkait menegakkan hukum dengan seadil-adilnya. Kita percayakan kepada kiai-kiai kita di PBNU untuk menghadapi masalah ini secara elegan,” ujarnya.

Ketua GP Ansor Cipondoh Nur Asyik berjanji untuk memberikan yang terbaik pada Ansor. "Insya Allah apa-apa yang diamanahkan oleh pimpinan cabang akan kami laksanakan dengan sebaik-baiknya," terangnya.

Nur Asyik berharap, kepengurusan baru ini terdiri atas personel-personel yang amanah dan profesional. "Tanpa hal ini, kerusakan yang akan terjadi. Semoga juga, pengurus memiliki karakter yang aktif, kreatif, inovatif, dan komunikatif," jelasnya.

Ia juga berharap semoga Ansor yang bermakna penolong itu bergerak untuk turut membantu semua pihak dalam mewujudkan kebaikan bagi masyarakat. "Kita membantu di bidang keagamaan dan kemasyarakatan. Inilah gerakan Ansor sebagai penolong," tandasnya. (Atho Al-Farhan/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi IMNU, Meme Islam SMA Negeri 1 Slawi

Minggu, 26 November 2017

Isi Ramadhan, Pelajar NU Ciwaringin Berbagi Takjil dan Buka Stand Buku

Cirebon, SMA Negeri 1 Slawi - Ramadhan yang penuh hikmah ini dimanfaatkan oleh Pelajar NU di Kecamatan Ciwaringin Kabupaten Cirebon untuk berbagi dengan masyarakat. Mereka berbagi takjil dengan masyarakat dan membuka stan buku bacaan untuk masyarakat.

Menurut Ketua IPNU Ciwaringin M Habibi, kegiatan dibagi dalam dua tahap. Pertama, kerja sama dengan Club Motor Moonraket pada 23 Juni. Kedua, kerja sama dengan Pemerintah Kecamatan Ciwaringin.

Isi Ramadhan, Pelajar NU Ciwaringin Berbagi Takjil dan Buka Stand Buku (Sumber Gambar : Nu Online)
Isi Ramadhan, Pelajar NU Ciwaringin Berbagi Takjil dan Buka Stand Buku (Sumber Gambar : Nu Online)

Isi Ramadhan, Pelajar NU Ciwaringin Berbagi Takjil dan Buka Stand Buku

"Alhamdulillah, tadi kita baksos berjalan dengan lancar. Dukungan dari camat, danramil, para kiai, dan sesepuh Ciwaringin sangat membuat kami semangat dalam berbagi," kata Habibi kepada SMA Negeri 1 Slawi di pendopo kecamatan setempat, Rabu (28/6).

SMA Negeri 1 Slawi

Buku-buku stand baca ini berasal dari berbagai perpustakaan di Ciwaringin.

"Dengan terselenggaranya kegiatan ini, kita bisa terus belajar bersama dalam segala hal dan bisa melahirkan itikad-itikad yang baik dalam masyarakat," harap Habibi.

SMA Negeri 1 Slawi

Sementara itu Ketua IPPNU Ciwaringin Indah Sari menjelaskan, selain baksos pihaknya juga mengadakan kegiatan tadarus keliling dari desa ke desa. Diawali dari desa Bringin, Gintung Kidul, Babakan, Gintung Tengah, Gintung ranjeng, Budur, Ciwaringin dan yang terkahir di desa Galagamba.

"Seluruh kegiatan yang dimulai dari 8 Juni sampai 28 Juni ini merupakan komitmen yang bagus bagi para anggota dan kader IPNU-IPPNU," kata Indah.

Sebagai penutup, Habibi dan Indah menegaskan bahwa seluruh kegiatan yang dilakukan sebagai wujud solidaritas dan kepedulian terhadap masyarakat yang menjalankan ibadah puasa.

"Juga untuk mengukur loyalitas dari setiap pengurus anak cabang dan ranting IPNU-IPPNU," tandas Habibi didampingi Indah. (Ayub Al-Ansori/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi IMNU, Habib, Sejarah SMA Negeri 1 Slawi

Kamis, 23 November 2017

Ajengan Siroj Garut: Syaikh Al-Qurra Makkah Asal Pasundan

Oleh Ahmad Ginanjar Syaban

Dalam deretan nama Masyâyikh al-Qurrâ (Guru Besar Para Ahli Qira’at al-Qur’an) Masjid al-Haram di Makkah pada paruh pertama abad ke-20 M, tersebutlah dua nama ajengan asal Tatar Pasundan, dan dua-duanya dari wilayah Garut, yaitu Ajengan Siroj Garut (Syaikh Sirâj ibn Muhammad ibn Hasan Qârût, 1895-1970) dan Ajengan Musaddad Garut (Syaikh Musaddad Qâqût).

Ajengan Siroj Garut: Syaikh Al-Qurra Makkah Asal Pasundan (Sumber Gambar : Nu Online)
Ajengan Siroj Garut: Syaikh Al-Qurra Makkah Asal Pasundan (Sumber Gambar : Nu Online)

Ajengan Siroj Garut: Syaikh Al-Qurra Makkah Asal Pasundan

Nama Syaikh Siroj Garut banyak disinggung dalam sanad ulama-ulama Qira’ah al-Qur’an yang berkarir di Makkah, juga dalam catatan sejarah studi qira’at al-Qur’an dan para guru besarnya di Makkah pada abad ke-20 M. Biografi Syaikh Siroj juga sedikit disinggung dalam laman Makkawi Qiblah al-Dunyâ.

Syaikh Siroj Garut dilahirkan di Makkah pada tahun 1313 H (1895 M) dari keluarga Sunda asal Garut yang bermukim di Makkah. Dalam reportase Snouck Hurgronje (Mekka in the Latter Part of the 19th Century), disebutkan jika orang-orang Sunda adalah salah satu bangsa Nusantara (Jâwî) yang paling banyak bermukim di Makkah di akhir abad ke-19 M.

Ketika berusia 13 tahun (1908 M), Siroj pergi ke kampung leluhurnya di Garut sekaligus belajar di beberapa pesantren di Jawa selama beberapa tahun. Tidak disebutkan di pesantren mana sajakah Siroj menjejakkan kakinya. Namun, merujuk pada catatan sejarah, di awal abad ke-20 M terdapat beberapa pesantren besar di Tatar Pasundan, seperti Pesantren Suka Miskin Bandung, Pesantren Gentur Cianjur, Pesantren Cikudang, Pesantren Cibarusah Bekasi, Pesantren Tanara Banten, Pesantren Sempur Purwakarta, dan lain-lain.

SMA Negeri 1 Slawi

Sementara di Jawa pada masa itu, terdapat juga pesantren-pesantren besar seperti Babakan Cirebon, Buntet Cirebon, Darat Semarang, Lasem Rembang, Siwalan Panji Sidoarjo, Tebu Ireng Jombang, hingga Bangkalan Madura.

Para ulama pengasuh pesantren di atas rata-rata pernah belajar dan bermukim lama di Mekkah, seperti Syaikh Jamil Buntet, Syaikh Soleh Darat Semarang, Syaikh Dahlan Abdullah Tremas, Syaikh Abdul Muhith Sidoarjo, Syaikh Baidhowi Ma’shum Lasem, Syaikh Hasyim Asy’ari Jombang, Syaikh Kholil Bangkalan, dan lain-lain.

SMA Negeri 1 Slawi

Jadi, besar kemungkinan selama berada, belajar, dan bermukim di Nusantara, Siroj belajar di pesantren-pesantren yang memiliki jaringan intelektual Nusantara-Haramain itu. Dan di pesantren-pesatren itulah Siroj belajar berbagai bidang ilmu keagamaan Islam, mulai dari tata bahasa Arab, yurisprudensi (fiqih), teologi, tafsir, hadits, dan lain sebagainya.

Setelah beberapa tahun berada di Nusantara, Siroj kemudian kembali ke Mekka dan melanjutkan pengembaraan intelektualnya di sana. Siroj lebih spesifik menekuni bidang Qira’ah al-Qur’an. Di Makkah ia pun belajar pada Masyâyikh al-Qurrâ di zamannya, seperti Syaikh al-Ghamrâwî, Syaikh Ma’mûn al-Bantanî al-Jâwî, Syaikh Ahmad al-Tîjî.

Syaikh Siroj kemudian mendapatkan lisensi (ijâzah) untuk mengajar Ilmu Qira’ah di Masjid al-Haram dan di kediamannya di distrik (hay) al-Qasyâsyiyyah. Beliau juga didaulat untuk menjadi muqrî (pelantun al-Qur’an) yang dilantik resmi oleh Kerajaan Saudi Arabia dan rutin melantunkan al-Qur’an di Masjid al-Haram setiap harinya.

Pada tahun 1369 H (1949 M), ketika Stasiun Radio Kerajaan Saudi Arabia didirikan, Syaikh Siroj pun diangkat menjadi Muqrî al-Qur’an di sana lantunan bacaan al-Qur’annya yang tartil dan merdu pun direkam dan diputar berulang-ulang. Di sana beliau bersama-sama dengan Syaikh ‘Umar Arba’în, Syaikh Muhammad Nûr Abû al-Khair, Syaikh Zakî al-Daghastânî, dan lain-lain.

Syaikh Siroj Garut wafat di Makkah pada 26 Rabî al-Awwal tahun 1390 H (1 Juni 1970 M). Selain Syaikh Siroj Garut, ada banyak beberapa nama ulama asal Tatar Pasundan yang berkarir di Makkah pada awal abad ke-20 M yang disinggung beberapa buku kesejarahan berbahasa Arab.

Penulis adalah Dosen Pascasarjana STAINU Jakarta.

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Santri, IMNU SMA Negeri 1 Slawi

Rabu, 22 November 2017

Atasi Krisis Akidah, NU Sumberwetan Ajak Nahdliyin Istighotsah

Probolinggo, SMA Negeri 1 Slawi. Sebagai upaya mengatasi krisi aqidah yang mulai marak terjadi, Ranting NU Sumberwetan Kecamatan Kedopok Kota Probolinggo mengajak Nahdliyin melakukan istighotsah bersama, Rabu (4/1) malam.

Atasi Krisis Akidah, NU Sumberwetan Ajak Nahdliyin Istighotsah (Sumber Gambar : Nu Online)
Atasi Krisis Akidah, NU Sumberwetan Ajak Nahdliyin Istighotsah (Sumber Gambar : Nu Online)

Atasi Krisis Akidah, NU Sumberwetan Ajak Nahdliyin Istighotsah

Kegiatan yang dipusatkan di Masjid Al Ihsan ini diikuti oleh ratusan nahdliyin mulai dari unsur pengurus NU, kiai, ustadz, tokoh masyarakat, Lurah dan Ketua RT/RW se-Kelurahan Sumberwetan Kecamatan Kedopok.

Ketua PRNU Sumberwetan Hamdan Amrullah mengungkapkan, istighotsah ini digelar karena saat ini keberadaan Kota Probolinggo sudah bisa dibilang mulai krisis akidah karena bulan-bulan ini banyak terjadi kejadian pembegalan, pencurian, maraknya hiburan malam dan pesta narkotika yang menimbulkan perzinahan dan lain sebagainya.

SMA Negeri 1 Slawi

“Istighotsah ini dilakukan sebagai upaya memperkecil angka kemaksiatan dan menghimpun kekompakan para tokoh masyarakat dan warga dari berbagai blok kelurahan, untuk mengurangi ruang gerak pemahaman radikal dan pembaharuan yang ingin mencoba masuk ke daerah perumahan baru-baru ini,” katanya.

Menurut Hamdan Amrullah, istighotsah bersama ini dilakukan rutin setiap bulan berpindah-pindah dari masjid, musholla dan rumah-rumah nahdliyin yang ingin ditempati. Selain istighotsah juga ada doa bersama untuk keselamatan, kemakmuran dank haul ahli kubur seluruh warga Kelurahan Sumberwetan.

SMA Negeri 1 Slawi

“Mudah-mudahan dengan kegiatan istighotsah ini semakin memantapkan keimanan dan ketaqwaan kita bersama kepada Allah SWT. Karena di Kota Probolinggo saat ini sudah mulai dilanda oleh krisis aqidah yang sangat mengancam keberlangsungan para generasi muda sebagai penerus perjuangan pembangunan di masa yang akan datang,” pungkasnya. (Syamsul Akbar/Abdullah Alawi)Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi News, IMNU SMA Negeri 1 Slawi

Kamis, 26 Oktober 2017

Terima Penghargaan, Ketua PBNU Imam Aziz Terbang ke Korea

Jakarta, SMA Negeri 1 Slawi. Ketua PBNU Imam Aziz memulai lawatannya ke Korea Selatan selama sepekan untuk menerima anugerah perdana istimewa dari Jeju Peace Foundation, Senin (30/3) malam. The Jeju 4.3 Peace Foundation (Yayasan Perdamaian Jeju 3 April) Korea menetapkan pria kelahiran Pati ini sebagai tokoh perdamaian.

“Saya malam ini jam 23:00 didampingi istri dan anak laki-laki serta asisten akan terbang ke Korea,” tutur Imam Aziz kepada SMA Negeri 1 Slawi Senin malam di ruang lantai 2 gedung PBNU Jl Kramat Raya 164, Jakarta.

Terima Penghargaan, Ketua PBNU Imam Aziz Terbang ke Korea (Sumber Gambar : Nu Online)
Terima Penghargaan, Ketua PBNU Imam Aziz Terbang ke Korea (Sumber Gambar : Nu Online)

Terima Penghargaan, Ketua PBNU Imam Aziz Terbang ke Korea

Seperti diwartakan, aktivis yang juga Ketua Panitia Pelaksana Muktamar ke-33 NU ini dua bulan lalu menerima kunjungan kehormatan lima orang tamu dari The Jeju 4.3 Peace Foundation Korea. Rombongan tamu tersebut diterimanya di lantai 4 gedung PBNU, Selasa, 27-1-2015.

SMA Negeri 1 Slawi

Sejarah mencatat, peristiwa Jeju 3 April 1948 merupakan insiden tragis yang menimbulkan korban terbesar kedua pascaperang Korea dalam sejarah Korea modern. Saat itu, muncul kekacauan menyusul kemerdekaan dari penjajahan Jepang. Ya, penduduk Jeju mengalami kerugian yang mengerikan atas kehidupan dan properti mereka. Sayangnya, investigasi mendalam atas insiden itu tidak dilakukan selama lebih dari setengah abad.

SMA Negeri 1 Slawi

Jeju merupakan satu dari sembilan provinsi di Korea Selatan. Pada tahun 1910, Jepang menduduki Korea, termasuk Jeju. Hal tersebut mengingatkan sebuah masa sulit dan paceklik bagi penduduk pulau tersebut. Banyak dari mereka terpaksa melakukan perjalanan ke daratan atau Jepang untuk bekerja.

Kepedulian Imam Aziz atas korban tragedi kemanusiaan di Indonesia menyusul pecahnya G30S/PKI menyebabkan ketertarikan salah satu lembaga nirlaba Korea kepada dirinya. Imam Aziz menginisiasi berdirinya “Syarikat (Masyarakat Santri untuk Advokasi Rakyat) Indonesia” untuk kepentingan rekonsiliasi masyarakat sipil.

Imam Aziz mengatakan, ia bersama rombongan akan tinggal selama sepekan di Korea. “Jumat siang, atau malam mungkin sudah kembali ke Jakarta setelah singgah sebentar di Bali,” tutur pria kelahiran Pati ini.

Setelah itu, lanjutnya, langsung tancap gas rapat-rapat persiapan dan mengawal agenda Muktamar NU. “Sepulang dari sana, saya langsung gelar rapat gabungan soal keamanan dan transportasi. Kemudian, tanggal 9-10 April ada rangkaian agenda pra-muktamar di Lombok Tengah, NTB,” pungkasnya. (Musthofa Asrori/Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Nahdlatul, IMNU, Ulama SMA Negeri 1 Slawi

Sabtu, 21 Oktober 2017

Sentralisasikan Kembali Urusan Kependudukan

Jakarta, SMA Negeri 1 Slawi. Ancaman ledakan jumlah penduduk di Indonesia akan menimbulkan banyak dampak negatif yang bahkan sulit untuk diramalkan. Ketua PP Muslimat NU Khofifah Indar Parawansa mengusulkan untuk melakukan kembali sentralisasi urusan kependudukan.

“Diberbagai daerah, urusan kependudukan dan KB biasanya digabung dengan dinas lainnya dan pemda biasanya hanya mengucurkan dana yang kecil karena dianggap membebani APBD. Ini terjadi karena mereka kurang memahami aspek kependudukan yang dianggapnya hanya masalah administrasi,” tandasnya kepada SMA Negeri 1 Slawi.

Mantan Menteri Pemberdayaan Perempuan era Gus Dur tersebut mengatakan bahwa sebenarnya ia sudah menyadari potensi ledakan penduduk saat ia masih menjadi menteri. Namun upaya konsolidasi dan koordinasi dengan fihak terkait lainnya belum selesai ketika ia turun dari jabatannya.

Sentralisasikan Kembali Urusan Kependudukan (Sumber Gambar : Nu Online)
Sentralisasikan Kembali Urusan Kependudukan (Sumber Gambar : Nu Online)

Sentralisasikan Kembali Urusan Kependudukan

“Nantinya beban pemerintah semakin berat karena harus menyediakan fasilitas kesehatan, pendidikan sampai dengan lapangan kerja,” imbuhnya.

Jika hal tersebut diatas tidak dapat diatasi, akan menimbulkan dampak sosial yang luar biasa seperti kriminalitas dan bahkan bisa menimbulkan bencana politik.

Hal-hal yang harus diantisipasi oleh pemerintah berkaitan dengan kependudukan menurutnya adalah masalah mobilitas, kualitas dan kuantitas. “Saat ini konsentrasi penduduk di pulau Jawa dan tingginya tingkat urbanisasi, khususnya di Jakarta,” paparnya.

SMA Negeri 1 Slawi

Sementara itu berkaitan dengan kualitas penduduk, Indonesia saat berada dalam peringkat 108 dalam Human Development Index, jauh dibawah negara tetangga seperti Singapura, Malaysia maupun Thailand.

Berdasarkan data BPS, secara kuantitas, saat ini jumlah penduduk Indonesia sudah lebih dari 220 juta dengan jumlah kelahiran bayi sekitar 4 juta per tahun. “Meskipun ada otonomi daerah, tapi untuk urusan kependudukan, perlu ada pengecualian khusus karena beban pemerintah sudah berat,” tegasnya. (mkf)

SMA Negeri 1 Slawi

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi IMNU, Pertandingan SMA Negeri 1 Slawi

Rabu, 27 September 2017

Pelatihan Hisab-Rukyat Dimulai Rabu Malam

Jakarta, SMA Negeri 1 Slawi. Pelatihan Hisab dan Rukyat yang diselenggarakan oleh Lajnah Falakiyah PBNU akan dimulai Rabu (3/3) malam. Para calon peserta telah terdaftar, namun panitia tetap membuka kesempatan bagi calon peserta baru untuk hadir dan langsung mendaftar sesaat menjelang pembukaan pelatihan.

Kegiatan dilaksanakan di masjid An-Nahdliyah lantai dasar kantor PBNU, Jalan Kramat Raya 164 Jakarta Pusat. Pembukaan dan materi pertama akan disampaikan langsung oleh Dr. H. Ahmad Izzuddin, M.Ag. Kasubdit Pembinaan Syariah dan Hisab Rukyat Kemenag RI yang juga pengurus Lajnah Falakiyah PBNU.

Pelatihan Hisab-Rukyat Dimulai Rabu Malam (Sumber Gambar : Nu Online)
Pelatihan Hisab-Rukyat Dimulai Rabu Malam (Sumber Gambar : Nu Online)

Pelatihan Hisab-Rukyat Dimulai Rabu Malam

Menurut sekretaris Lajnah Falakiyah PBNU Nahari Muslih, permintaan untuk memberikan pengetahuan mengenai hisab-rukyat cukup banyak, terutama dari warga yang tinggal di Jakarta dan sekitarnya. Karena itu pihaknya berinisiatif menyelenggarakan pelatihan khusus yang bertempat di PBNU, atau di pusat kota Jakarta.

SMA Negeri 1 Slawi

“Tidak menutup kemungkinan nanti kita juga menyelenggarakan pelatihan di luar Jakarta. Kita lihat nanti kesiapan tim pelatih dan pertimbangan peserta,” katanya dihubungi SMA Negeri 1 Slawi.

Jumlah peserta dari luar Jakarta yang terdaftar di sekretariat Lajnah Falakiyah PBNU ada sekitar 28 orang. Sementara ini pelatihan baru akan rutin diselenggarakan sebulan sekali, namun pada pertemuan Rabu nanti akan disepakati semacam ‘kontrak belajar’ dengan para calon peserta mengenai waktu dan tempat pelatihan.

SMA Negeri 1 Slawi

Menurut Staf Sekretariat Maftuhin, materi yang akan diajarkan dalam pelatihan ini meliputi pengetahuan dasar tentang hisab rukyat, pengenalan dengan berbagai peralatan hitung dalam hisab-rukyat dari yang klasik hingga modern, penentuan waktu shalat, arah kiblat dan awal bulan qamariyah.

Penulis: A. Khoirul Anam

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi IMNU, Syariah SMA Negeri 1 Slawi

Sabtu, 23 September 2017

PMII Perlu Membangun Strategi Kebudayaan

Bandung, SMA Negeri 1 Slawi. Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) perlu gerakan kebudayaan sebagai salah satu pilar mengembangkan kaderisasi dan gerakan. Selama ini visi perjuangan masih dengan strategi advokasi dan gerakan jalanan. Padahal gerakan kebudayaan bernilai strategis jangka panjang.

Menurut Ketua PKC PMII Jawa Barat, Edi Rusyandi, praktik kaderisasi dan gerakan yang dibangun PMII selama ini belum memberikan ruang apresiasi berdimensi kebudayaan dalam menginternalisasi nilai-nilai oraganisasi kepada kader-kadernya.

PMII Perlu Membangun Strategi Kebudayaan (Sumber Gambar : Nu Online)
PMII Perlu Membangun Strategi Kebudayaan (Sumber Gambar : Nu Online)

PMII Perlu Membangun Strategi Kebudayaan

Hal itu diungkapkan Edi pada pembukaan “Serambi Sastera Pesantren dan Wisata Kampung Santri” yang diselenggarakan Pengurus Komisariat PMII STAI Darul Falah Kabupaten Bandung Barat di Pondok Pesantren Banuraja Batujajar Kabupaten Bandung Barat (29/03).

SMA Negeri 1 Slawi

“Dalam momentum jelang Harlah ke 53 ini, alangkah baiknya PMII untuk membangkitkan spirit kebudayaan sebagai pilar kaderisasi dan gerakannya. Agar hidup pergerakan lebih hidup lagi,” katanya melalui press realeas yang disampaikan melalui surat elektronik kepada SMA Negeri 1 Slawi, pada Selasa, (2/4).

SMA Negeri 1 Slawi

Lebih jauh Edi mengatakan, dalam konteks benturan ideologi yang berlangsung saat ini, spirit keislaman dan kebangsaan PMII dapat menjadi alternatif gerakan.

Sementara itu ketua pelaksana  kegiatan, Masturi Fajrin menyampaikan bahwa kegiatan tersebut diselenggarakan atas dukungan penuh PKC PMII Jawa Barat sebagai salah satu mata rangkaian menyambut Harlah ke-53 PMII. Di samping itu menghidupkan PMII di Kabupaten Bandung Barat yang baru dipekarkan.

Penulis: Abdullah Alawi

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi IMNU, Berita SMA Negeri 1 Slawi

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs SMA Negeri 1 Slawi sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik SMA Negeri 1 Slawi. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan SMA Negeri 1 Slawi dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock