Tampilkan postingan dengan label AlaNu. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label AlaNu. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 24 Februari 2018

Jelang Kongres XV, Ansor Jatim Belum Tentukan Pilihan

Jombang, SMA Negeri 1 Slawi. Menjelang Kongres XV Gerakan Pemuda Ansor, Pimpinan Wilayah GP Ansor Jawa Timur hingga kini belum menentukan siapa calon yang bakal diusung untuk menggantikan Nusron Wahid dalam kongres yang bakal digelar di Pesantren Sunan Pandanaran, Jalan Kaliurang Km 12,5 Sardonoharjo, Sleman, Yogyakarta, 25-27 November 2015 mendatang.

"Untuk Ansor Jawa Timur memang belum menentukan pilihan siapa yang bakal dicalonkan pada Kongres XV mendatang. Tapi yang jelas Jawa Timur memiliki banyak kader yang siap untuk memimpin Ansor,” ujar Rudy Nur Wahid, Ketua PW GP Ansor Jatim.

Jelang Kongres XV, Ansor Jatim Belum Tentukan Pilihan (Sumber Gambar : Nu Online)
Jelang Kongres XV, Ansor Jatim Belum Tentukan Pilihan (Sumber Gambar : Nu Online)

Jelang Kongres XV, Ansor Jatim Belum Tentukan Pilihan

Rudy mengatakan pihaknya masih akan melakukan rapat dengan beberapa pengurus cabang untuk menentukan pilihan bersama pengurus wilayah. Karena, imbuhnya, beberapa kandidat sudah banyak yang turun melakukan komunikasi dengan pengurus cabang. "Kita masih akan merapatkan bersama pengurus lainnya," terang alumni IAIN Sunan Ampel Surabaya ini.

SMA Negeri 1 Slawi

Menurut Rudy, salah satu kader yang sangat memenuhi kriteria dan persyaratan dalam PD/ PRT adalah Sholahul Am Notowono (mantan Ketua PC GP Ansor Jombang) yang juga salah satu wakil ketua di PW GP Ansor Jatim. "Kalau dari kriteria dan persyaratan, di (Gus Aam) sangat memenuhi, usia belum 40 tahun, mantan ketua cabang dan telah lulus PKN," bebernya.

SMA Negeri 1 Slawi

Dikonfirmasi terkait kemunculan dirinya dalam bursa calon Ketua Umum PP GP Ansor menggantikan Nusron Wahid,? Sholahul Am (Gus Aam) tidak banyak komentar.? Dia hanya mengatakan sebagai kader? GP Ansor harus selalu siap mengemban amanah. "Lihat perkembangan saja lah, kalau diberi amanah semua kader Ansor tidak boleh menolak," jawab Katib Pengasuh PP Bahrul Ulum Tambakberas Jombang ini.

Dalam proses kaderisasi organisasi, Gus Aam adalah Ketua PC GP Ansor Jombang.? Kini dia merupakan salah satu Wakil Ketua PW GP Ansor Jawa Timur dan merupakan salah satu kader yang telah lulus kaderisasi tingkat nasional (PKN).

Dari informasi yang dihimpun, sejumlah nama kandidat beredar di kalangan Pimpinan Cabang (PC) GP Ansor di Jawa Timur. Nama-nama itu di antaranya, KH Abdussalam Sohib (ketua pengasuh Pengasuh Ponpes Mabaul Maarif, Denanyar, Jombang), Syaikhul Islam (anggota DPR RI Fraksi PKB), dan Dhofir Al Farisi (kerabat Pondok Pesantren Riyadhus Sholihin Probolinggo dan Pesantren Ciganjur), Yakut Kholil Khoumas (anggota DPR RI Fraksi PKB), Idi Muzayyat (mantan Ketua Umum PP IPNU), dan Sholahul Am Notobuwono (wakil ketua PW GP Ansor Jatim dan juga Katib Pengasuh Pesantren Bahrul Ulum Tamakberas Jombang).? (Muslim Abdurrahman/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Sholawat, AlaNu SMA Negeri 1 Slawi

Selasa, 13 Februari 2018

Riya dan Penanggulangannya

Ingin terlihat baik, rajin, sempurna, dan saleh di hadapan umum merupakan tabi’at dasar manusia. Tabi’at dasar ini sangat sulit dilepaskan dalam diri manusia. Terlebih lagi, tidak ada manusia di dunia ini yang tidak ingin dipuji oleh orang sekitarnya.

Bahkan untuk mendapatkan pujian itu, pencitraan diri sendiri pun dilakukan. Misalnya, pura-pura baik, dermawan, rajin, saleh ketika ada orang, diliput wartawan, atau pemotretan.

Riya dan Penanggulangannya (Sumber Gambar : Nu Online)
Riya dan Penanggulangannya (Sumber Gambar : Nu Online)

Riya dan Penanggulangannya

Dalam kamus Islam, prilaku semacam ini disebut riya. Riya berati mengerjakan perbuatan lantaran mengharap pujian dan sanjungan orang lain, bukan didasarkan keikhlasan.

Sifat ini tentu tidak lah elok dan bertentangan dengan doktrin Islam yang mengajarkan keikhlasan. Apalagi jika riya itu terbawa dalam urusan ibadah. Amalan yang dilakukan tidak akan ada nilainya di mata Allah SWT jika dikerjakan atas dasar ingin memperoleh pujian dan sanjungan manusia.

SMA Negeri 1 Slawi

Menurut Izzuddin bin Abdus Salam, ketika riya menghantui orang yang mau atau tengah beribadah, ada beberapa tindakan yang perlu dilakukan supaya amalannya tetap bernilai di mata Tuhan. Ketiga hal ini disebutkan dalam bukunya Maqashidur Ri‘ayah li Huquqillah.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

SMA Negeri 1 Slawi

“Terdapat tiga bentuk riya: pertama, orang yang terbesit riya sebelum mengerjakan amalan dan dia mengerjakan amalan tersebut hanya semata karena riya. Agar selamat, orang semacam ini harus menunda amalannya sampai timbul rasa ikhlas. Kedua, orang yang timbul di dalam hatinya riya syirik (mengerjakan ibadah karena ingin mengharap pujian manusia serta ridha Allah SWT). Orang seperti ini juga dianjurkan menunda amalan hingga benar-benar ikhlas. Ketiga, riya yang muncul di saat melakukan aktivitas/amalan. Orang yang dihadang riya di tengah jalan seperti ini, dianjurkan untuk menghalau gangguan itu sambil meneruskan amalannya. Kalau godaaan riya terus hadir, ia tidak perlu menggubrisnya. Insya Allah amalannya diterima karena tetap berpijak pada niatnya semula.”

Ketiga kondisi ini seringkali ditemukan ketika beraktivitas, terutama beribadah. Sekalipun niat awal mengerjakan ibadah hanya mengharap ridha Allah SWT, tetapi sering kali rasa ‘ujub dan riya tiba-tiba muncul menghantui perasaan kita.

Orang yang rajin beribadah sekalipun bukan berati dapat terbebas begitu saja dari kondisi ini. Terkadang godaan datang silih berganti untuk menjerumuskan ibadah yang mereka lakukan pada jalan yang salah. Maka dari itu, dibutuhkan kesabaran dan usaha maksimal untuk mengalahkannya. Wallahu a‘lam. (Hengki Ferdiansyah)

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi AlaNu SMA Negeri 1 Slawi

Senin, 12 Februari 2018

Santri Pesantren Annajyiah Bahrul Ulum Belajar Jurnalistik

Jombang, SMA Negeri 1 Slawi. “Pak, kalau sudah bisa nulis berita apakah harus jadi wartawan media? celetuk santri perempuan pesantren Annajiah Bahrul Ulum Tambakberas Jombang saat mengikuti diklat jurnalistik santri beberapa waktu lalu.

Santri Pesantren Annajyiah Bahrul Ulum Belajar Jurnalistik (Sumber Gambar : Nu Online)
Santri Pesantren Annajyiah Bahrul Ulum Belajar Jurnalistik (Sumber Gambar : Nu Online)

Santri Pesantren Annajyiah Bahrul Ulum Belajar Jurnalistik

Kegiatan diklat jurnalistik dikalangan santri pesantren Bahrul Ulum Tambakberas bukan hal baru, hampir setiap tahun dilakukan. Baik untuk kalangan santri maupun pelajar di lingkungan madrasah yang ada di pesantren KH Wahab Hasbullah ini.

”Setiap tahun santriwati memiliki agenda kegiatan pelatihan, termasuk jurnalistik seperti ini,” ujar Dewi Widya Sari ketua pelaksana kegiatan yang juga santri senior di Annajiah ini menceritakan.

SMA Negeri 1 Slawi

Diklat jurnalistik tahun ini dikatakannya diperuntukkkan bagi santri kelas 1 dan II setingkat Madrasah Aliah. “Mereka diharapkan bias mengisi dan mengelola majalah yang dimiliki pesantren. Karena sekarang majalah yang pernah diterbitkan sekarang rencananya akan kembali diterbitkan lagi,” tandasnya, majalah pesantren Annajiah bahrul Ulum diterbitkan bersama mahasiswa Stikes dan pelajar SMK dibawah naungan Annajiah.

Pesantren Bahrul Ulum juga pernah memiliki Majalah dengan nama Ka’bah, yang terbit setiap satu tahun sekali. Sedangkan beberapa unit lembaga pendidikan juga memiliki Majalah tersendiri, Seperti Madrasah Mu’alimin Mu’alimat Atas (MMA) enam tahun menerbitkan majalah atau bulletin tahunan dengan Kharisma, begitu juga dengan MAN juga menerbitkan Majalah tahunan. Bahkan kedua lembaga ini kini juga memiliki web site www.mualliminenamtahun.net dan www.mantambakberas.com.

SMA Negeri 1 Slawi

Sementara itu, SMA Negeri 1 Slawi yang diminta memberikan materi Jurnalistik Dasar untuk menulis karya jurnalistik seseorang tidak harus menjadi wartawan. Karena karya jurnalistik bisa dipublikasikan diberbagai media. 

“Dan banyak orang bisa dengan mudah membuat beritanya sendiri lalu menyebarluaskannya di berbagai jejaring sosial dunia maya. Entah lewat blog atau di berbagai situs jejaring sosial seperti Facebook atau Youtube,” beber Ramadlan mengatakan.

Untuk publikasi, lanjutnya sesorang tidak perlu menunggu waktu lama agar tulisannya bisa dimuat dalam media cetak arus utama, saat ini, seseorang sudah bisa memublikasikan tulisannya secara independen. Semangat kemandirian yang difasilitasi dengan sangat baik oleh jaringan internet.

Jika tulisan-tulisan itu cukup kuat, maka peran pembentukan opini pun dapat pula direngkuhnya. Media jenis ini disebut sebagai “new media.” Kemudian melahirkan pula apa yang dikenal saat ini dengan konsep “citizen journalism” atau pewarta warga yang biasa dikirim seorang pada media media cetak maupun online.

"Dan banyak media menyediakan kolom untuk karya seperti ini," tandasnya. 

Dikatakannya, media kini terbagi menjadi beberpa macam, meliputi jurnalistik cetak (print journalism), elektronik (electronic journalism). Akhir-akhir ini juga telah berkembang jurnalistik secara tersambung (online journalism).’ Seperti SMA Negeri 1 Slawi, dan yang lainnya,” pungkasnya.

Redaktur: Mukafi Niam

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi AlaNu SMA Negeri 1 Slawi

Sabtu, 13 Januari 2018

Kabar Duka, Sekjen PBNU 1999-2004 H Muhyidin Arubusman Meninggal

Jakarta, SMA Negeri 1 Slawi?

Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un, Sekretaris Jenderal PBNU periode 1999-2004 H. Muhyiddin Arubusman meninggal dunia di Rumah Sakit Tebet, Jakarta pada Senin malam (10/4). Ia meninggal pada usia 66 tahun.?

Muhyiddin Arubusman adalah tokoh NU dari Indonesia timur. Ia lahir di Ende, Nusa Tenggara Timur 24 April1951. Masa mudanya ia aktif di Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) dan pernah menjadi ketua umumnya pada periode 1981-1985.?

Kabar Duka, Sekjen PBNU 1999-2004 H Muhyidin Arubusman Meninggal (Sumber Gambar : Nu Online)
Kabar Duka, Sekjen PBNU 1999-2004 H Muhyidin Arubusman Meninggal (Sumber Gambar : Nu Online)

Kabar Duka, Sekjen PBNU 1999-2004 H Muhyidin Arubusman Meninggal

Ketua PBNU H. Robikin Emhas atas nama PBNU mengucapkan duka mendalam atas meninggalnya Muhyiddin Arubusman.?

“PBNU mengucapkan duka mendalam atas meninggalnya Pak Muhyiddin. Semoga beliau husnul khatimah, diampuni segala dosanya, serta mendapat tempat paling layak di sisi Allah. Dan semoga keluarga yang ditinggalkan tabah menerimanya,” katanya. (Abdullah Alawi)



SMA Negeri 1 Slawi



SMA Negeri 1 Slawi



? ?

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi AlaNu, Pondok Pesantren, Cerita SMA Negeri 1 Slawi

Minggu, 07 Januari 2018

Diusulkan Calon Ketum PBNU, Ini Komentar Gus Sholah

Jombang, SMA Negeri 1 Slawi. Sejumlah kiai dan pengasuh pondok pesantren di Jawa Timur menghadiri Forum Silaturrahim Kiai dan Pengasuh Pesantren NU se-Jawa Timur di Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Ahad (11/1) kemarin. Forum antara lain membicarakan kriteria calon ketua umum PBNU.

Diusulkan Calon Ketum PBNU, Ini Komentar Gus Sholah (Sumber Gambar : Nu Online)
Diusulkan Calon Ketum PBNU, Ini Komentar Gus Sholah (Sumber Gambar : Nu Online)

Diusulkan Calon Ketum PBNU, Ini Komentar Gus Sholah

Hadir sebagai nara sumber pada halaqah bertema "Mengembalikan NU pada Ruhnya," mantan ketua umum PBNU KH Hasyim Muzadi, pengasuh Pesantren Tebuireng KH Salahudin Wahid atau Gus Sholah dan KH Muhyidin Abdusshomad dari Jember.

Halaqah menelorkan beberapa syarat atau kriteria calon ketua umum PBNU periode mendatang, antara lain calon juga harus mampu menjaga martabat NU, komitmen dalam menjalankan Qonun Asasi Hadratus Syekh KH Hasyim Asyari, memiliki kemampuan kepemimpinan dan managemen, istiqomah menjaga netralitas NU dalam politik praktis dan tidak punya beban masa lalu serta profesional.

Salah seorang penggagas kegiatan KH Abdurrahman Ustman mengatakan, meski tidak menyebut nama, kriteria yang diajukan mengarah kepada sosok KH Salahuddin Wahid atau Gus Sholah.

SMA Negeri 1 Slawi

Sementara itu Gus Sholah dalam forum itu menyampaikan bahwa NU selama ini belum banyak membicarakan persoalan ekonomi terutama yang sesuai dengan sistem Islam, padahal organisasi lain telah melakukan.

“Apakah sistem ekonomi kita sudah islami atau belum? Dimana masih banyak masyarakat muslim dalam kondisi miskin. Padahal negera kita sangat kaya. Apakah ini sistem ekonomi islami.? Kedepan NU perlu membahas persolan ini," ujarnya.

Adik kandung Gus Dur ini menambahkan, NU harus berada di depan dalam menjalankan ajaran Islam ahlussunnah wal jama’ah. Selain itu, NU juga harus memberikan perhatian lebih terhadap keberlangsungan pendidikan pesantren.

"Bagaimana NU bisa sesuai dengan Qonun Asasi KH Hasyim Asyari, melayani pesantren dan ulama karena NU didirikan dari ulama pesantren yang telah memberikan pendidikan sejak sebelum adanya lembaga pendidikan formal seperti sekarang," tandas cucu pendiri NU KH Hasyim Asyari itu.

Disinggung soal kesiapan menjadi calon ketua PBNU, Gus Sholah mengaku belum berpikir, untuk menjadi kandidat. Dikatakannya hingga saat ini dirinya belum berpikir, dan tidak melakukan upaya apapun untuk maju sebagai calon ketua umum PBNU.

SMA Negeri 1 Slawi

"Saya tidak berpikir dan belum berencana untuk itu, kita lihat saja nanti. Muktamar kan masih lama," pungkasnya usai acara. (Muslim Abdurrahman/Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi AlaNu, Fragmen SMA Negeri 1 Slawi

Senin, 01 Januari 2018

NKRI Terancam, Penyuluh Agama Se-Jatim Helat Jambore di Puncak B-29

Lumajang, SMA Negeri 1 Slawi. Ancaman terkoyaknya ? kerukunan dan tergerusnya Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang belakangan kian santer terdengar, menjadi salah satu alasan para penyuluh agama se-Jawa Timur untuk menghelat Jambore regional di Puncak B-29, Kabupaten ? Lumajang tanggal 24 sampai 26 Juli 2017 mendatang.

Menurut Ketua Kelompok Kerja Penyuluh (Pokjaluh) Jawa Timur, Syaifuddin Maarif, Jambore yang bertemakan "Penyuluh Lebih Dekat Melayani Umat" tersebut bertujuan agar penyuluh mampu memberikan pelayanan lebih baik bagi masyarakat. Kedepan, katanya, penyuluh diimbau tidak hanya "berceramah" soal agama tapi juga perlu melebarkan tema hingga soal kerukunan antarumat beragama, soal NKRI dan sebagainya. ? "Kita ingin melebur dan menyatu dengan masyarakat. Umat Islam harus betul-betul menjadi rahmat di negeri ini," turur Syaifuddin usai survei lokasi, Selasa (11/7).

NKRI Terancam, Penyuluh Agama Se-Jatim Helat Jambore di Puncak B-29 (Sumber Gambar : Nu Online)
NKRI Terancam, Penyuluh Agama Se-Jatim Helat Jambore di Puncak B-29 (Sumber Gambar : Nu Online)

NKRI Terancam, Penyuluh Agama Se-Jatim Helat Jambore di Puncak B-29

Menurut rencana, kegiatan tersebut akan dihadiri Menteri Agama RI, Wakil Gubernur Jawa Timur, Kepala Kanwil Kemenag Jawa Timur, Kepala Kemenag dan Kasi Bimas Islam se-Jawa Timur dan ? sejumlah Ketua Pokjaluh dari berbagai provinsi serta 550 penyuluh agama Islam se-Jawa Timur. "Ada beberapa Ketua Pokjaluh yang akan ikut hadir dengan biaya sendiri, diantaranya adalah Pokjaluh Gorontalo, Pokjaluh Palembang, Pokjaluh Maluku, Pokjaluh DKI dan Pokjaluh Jawa Barat," tambah Syaifuddin

Di Jambore itu, para penyuluh juga akan menggelar bakti sosial dengan memberikan bantuan untuk para mualaf dan menanam 5000 pohon sebagai bentuk kepedulian penyuluh terhadap kelestarian lingkungan. "Ini misi kita bersama, dekat dengan masyarakat dan peduli terharap lingkungan," lanjutnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Jambore, Sriwanti menyatakan, para peserta akan menginap di home sty milik masyarakat setempat. Ratusan penyuluh dan para pejabat akan bermalam bersama untuk melakukan tadabbur alam. "Ini agar para penyuluh dekat dan menyatu dengan masyarakat," ujarnya. (Aryudi A. Razaq/Zunus)

SMA Negeri 1 Slawi

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi AlaNu, Anti Hoax, RMI NU SMA Negeri 1 Slawi

SMA Negeri 1 Slawi

Jumat, 22 Desember 2017

Liburan Sekolah, IPNU-IPPNU Kudus Panen Pengkaderan

Kudus, SMA Negeri 1 Slawi. Musim liburan sekolah, Pimpinan Cabang IPNU-IPPNU Kudus panen kegiatan pengkaderan. Selama dua pekan, terdapat 16 kegiatan Masa kesetiaan anggota (Makesta) dan 2 Latihan kader muda (Lakmud) yang diadakan Pimpinan Ranting dan ancab IPNU-IPPNU se Kudus.

Wakil Ketua PC IPNU kudus Noor Khoiri mengatakan kaderisasi menjadi tuntutan dan program ? yang harus dilakukan secara terus menerus pada semua tingkatan. Arahnya untuk mencetak kader yang memiliki dedikasi dan militansi.?

Liburan Sekolah, IPNU-IPPNU Kudus Panen Pengkaderan (Sumber Gambar : Nu Online)
Liburan Sekolah, IPNU-IPPNU Kudus Panen Pengkaderan (Sumber Gambar : Nu Online)

Liburan Sekolah, IPNU-IPPNU Kudus Panen Pengkaderan

"Pengkaderan telah menjadi program unggulan IPNU-IPPNU Kudus dalam upaya menyiapkan kader yang siap dan militan,"katanya kepada SMA Negeri 1 Slawi di kantor sekretariat JL Pramuka 20 Kudus.

Khoiri menambahkan makesta merupakan proses awal pengkaderan guna menjaring sekaligus memberikan legitimasi sebagai anggota IPNU-iPPNU.

SMA Negeri 1 Slawi

SMA Negeri 1 Slawi

"Setelah digembleng di Makesta, mereka (peserta) akan dibaiat dan diberi kartu tanda anggota IPNU-IPPNU,"imbuhnya.

Untuk menangani Makesta, pihaknya menyiapkan tim pelatih dari unsur PAC. "Sementara Pimpinan Cabang hanya sebagai nara sumber yang memberi materi, sementara instruktur dari pimpinan anak cabang," katanya.

Khoiri mengapresiasi Pimpinan Ranting yang telah mengadakan Makesta. "Tanpa adanya instruksi PC, ranting mampu mengadakan pengkaderan sendiri,"ujar pria jebolan STAIN Kudus.

Menyinggung jumlah anmggota IPNU-IPPNU Kudus, ia menyebut mencapai lebih dari 10.000 pelajar.

"Semuanya itu dari anggota ranting/desa dan komisariat di madrasah dan santri pondok pesantren,"ungkap Khoiri.

Redaktur ? ? : A. Khoirul Anam

Kontributor : Qomarul Adib

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Pertandingan, AlaNu SMA Negeri 1 Slawi

Rabu, 13 Desember 2017

Ketika Rasulullah Hadapi Lobi-lobi Politik untuk Kasus Hukum

Suatu kali masyarakat Quraisy dibuat canggung dengan kasus pencurian oleh seorang perempuan bangsawan dari subklan Bani Makhzum. Mereka gelisah karena dalam kesadaran kolektif penduduk Arab kala itu, bangsawan adalah simbol kehormatan suku. Aib bangsawan adalah aib masyarakat Quraisy secara umum.

Akibat suasana serbabingung dan malu tersebut, mereka pun ragu-ragu ketika hendak melaporkanya kepada Rasulullah. Di dalam hati mereka terbesit keinginan, si bangsawan pencuri mendapatkan dispensasi hukuman.

Ketika Rasulullah Hadapi Lobi-lobi Politik untuk Kasus Hukum (Sumber Gambar : Nu Online)
Ketika Rasulullah Hadapi Lobi-lobi Politik untuk Kasus Hukum (Sumber Gambar : Nu Online)

Ketika Rasulullah Hadapi Lobi-lobi Politik untuk Kasus Hukum

Hingga akhirnya masyarakat Quraisy meminta bantuan kepada Usamah bin Zaid yang dikenal sangat dekat dan dicintai Rasulullah. Usamah merupakan putra Zaid bin Haritsah, budak yang dimerdekakan Nabi yang kemudian menjadi pelayan setia beliau.

Usamah pun mengantarkan perempuan bangsawan itu menghadap Nabi. Seperti paham dengan gelagat Usamah, dalam hadits riwayat Imam Muslim disebutkan bahwa wajah Rasulullah saat itu memerah dan berujar, “Kamu mau meminta keringanan hukum Allah?”

Usamah menyesali tindakannya, “Mintakan ampun atas dosaku, wahai Rasulullah!”

Sore harinya, Rasulullah berdiri dan berpidato di depan khalayak, "Sungguh orang-orang sebelum kalian hancur lantaran apabila ada bangsawan mencuri, dibiarkan; sementara apabila ada kaum lemah mencuri, dihukum. Demi Allah, seandainya Fatimah putri Muhammad mencuri, pasti aku potong tangannya."

SMA Negeri 1 Slawi

Perempuan bangsawan itu pun akhirnya menerima sanksi potong tangan. Perempuan ini didakwa mencuri karena ia meminjam harta orang lain, lalu mengingkari perbuatannya. Ini adalah bagian dari tindakan korupsi. Siti Aisyah menceritakan, setelah peristiwa hukuman tersebut, si perempuan bangsawan bertobat secara sungguh-sungguh dan menikah.

SMA Negeri 1 Slawi

Rasulullah dalam paparan peristiwa di atas menunjukkan kelasnya sebagai pemimpin yang tegas dan adil. Hukum diposisikan setara di hadapan semua orang, entah bangsawah ataupun rakyat biasa. Tidak ada diskriminasi atau pandang bulu dalam memutuskan perkara hukum, meski “lobi-lobi politik” lewat Usamah sempat dilakukan.

Hal ini menjadi renungan bersama bahwa hukum tak semestinya hanya keras saat berhadapan dengan rakyat kecil, tapi lembek kala bersentuhan dengan para pejabat, pengusaha, politisi, ataupun orang-orang terpandang lainnya. Dalam bahasa populer disebut, hukum jangan tumpul ke atas tapi tajam ke bawah. (Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Pahlawan, Nasional, AlaNu SMA Negeri 1 Slawi

Kamis, 07 Desember 2017

Pasar Rakyat NU Giliran di Sidoarjo

Sidoarjo, SMA Negeri 1 Slawi. Kegiatan pasar murah atau Pasar Rakyat Indonesia yang diselenggarakan oleh Pengurus Besar Nahdlatul Ulama PBNU) bersama pengurus NU setempat giliran dilaksanakan di Sidoarjo, Jawa Timur. Pasar rakyat ini akan dibuka pada Sabtu (19/1) sore ini.

Pasar Rakyat NU Giliran di Sidoarjo (Sumber Gambar : Nu Online)
Pasar Rakyat NU Giliran di Sidoarjo (Sumber Gambar : Nu Online)

Pasar Rakyat NU Giliran di Sidoarjo

H Nasirul Falah Amru, pemrakarsa kegiatan yang akan berlangsung di 48 kota ini menandaskan, kegiatan  ini merupakan sebagai wujud kepedulian NU terhadap warganya. "Pasar murah adalah komitmen NU untuk mengangkat ekonomi warga," katanya kepada SMA Negeri 1 Slawi.

Wakil Bendahara PBNU ini mengingatkan, NU tidak boleh terpengaruh dengan hiruk pikuk politik baik lokal maupun nasional. "Kita ingin ngopeni (merawat, red) ekonomi warga," katanya.

SMA Negeri 1 Slawi

Menurutnya, pada pasar murah ini nantinya akan dijual sembilan bahan pokok dengan harga terjangkau. Beras misalnya. Kalau di pasaran seharga tujuh ribu rupiah perkilogram, akan dijual dengan harga empat ribu rupiah. "Demikian juga dengan minyak goreng, pasti akan lebih murah dari harga pasar," ungkapnya.

SMA Negeri 1 Slawi

Pasar murah untuk wilayah Sidoarjo dan sekitarnya akan diselenggarakan di Kampus YPM (Yayasan Pendidikan Maarif) Sepanjang Sidoarjo.

Kegiatan ini terselenggara atas kerjasama PBNU, PT Umat Power, Apace, Sinar Mas dan perusahaan pendukung lainnya. Pasar murah akan berlangsung sampai besok Ahad dengan diikuti beberapa perusahaan pendukung maupun unit lembaga pendidikan yang berada di bawah naungan YPM.

Redaktur    : A. Khoirul Anam

Kontributor: Saifullah

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi News, AlaNu SMA Negeri 1 Slawi

Senin, 20 November 2017

Ini Sejumlah Penyebab Sakit Kepala

Sidoarjo, SMA Negeri 1 Slawi - Nyeri kepala merupakan salah satu keluhan paling sering dijumpai sehari-hari. Penyebab nyeri kepala dapat digolongkan menjadi nyeri kepala primer dan nyeri kepala sekunder. Dokter yang bertugas di Rumah Sakit Islam (RSI) Siti Hajar Sidoarjo dr Vani Hayu Firdayanti mengatakan, nyeri kepala primer meliputi migrain, nyeri kepala tipe tegang, nyeri kepala cluster dan nyeri kepala primer lainnya.

"Nyeri kepala sekunder adalah nyeri kepala yang disebabkan karena trauma pada kepala atau leher, sakit kepala akibat infeksi serta sakit kepala karena kelainan anatomis (mulut, gigi). Nyeri kepala yang banyak ditemukan di masyarakat adalah nyeri kepala migrain dan nyeri kepala tipe tegang," kata Vani kepada SMA Negeri 1 Slawi, Jumat (30/9).

Ini Sejumlah Penyebab Sakit Kepala (Sumber Gambar : Nu Online)
Ini Sejumlah Penyebab Sakit Kepala (Sumber Gambar : Nu Online)

Ini Sejumlah Penyebab Sakit Kepala

Ia menjelaskan, jenis nyeri kepala tipe tegang paling sering dijumpai dan sering pula dikaitkan dengan jangka waktu dan stres. Nyeri kepala ini disebabkan oleh ketegangan otot di bagian kepala, leher dan bahu. Gejala dari nyeri kepala itu awalnya dirasakan pasien pada leher bagian belakang, kemudian nyeri akan menjalar ke kepala bagian depan. Nyeri kepala dirasakan seperti kepala terasa berat atau kadang sering terasa di sekeliling kepala bagaikan diikat.

Penyebab dari nyeri kepala tersebut masih belum diketahui. Namun, diduga bahwa penyebabnya bisa karena faktor kelelahan fisik maupun faktor psikis. Secara psikis, nyeri kepala ini dapat timbul akibat reaksi tubuh terhadap stres yang dialaminya, depresi maupun konflik emosional. Sedangkan untuk penyebab fisik yang mungkin dapat mengakibatkan nyeri kepala jenis ini adalah posisi kepala yang menetap dan mengakibatkan kontraksi otot kepala dan leher dalam jangka waktu lama, waktu tidur yang kurang/kesalahan posisi tidur serta kelelahan.

SMA Negeri 1 Slawi

SMA Negeri 1 Slawi

Faktor-faktor pencetus yang dapat menimbulkan migrain adalah perubahan hormone, makanan, stres dan rangsangan sensorik. Setelah dilakukan pemeriksaan, dapat ditentukan pengobatan yang tepat. Pada migraine, umumnya digunakan obat anti nyeri seperti Aspirin dan NSAID untuk serangan sedang atau ringan, dapat pula diberikan kombinasi anti-emetik. Untuk terapi non farmakologi, kurang lebih hampir sama dengan nyeri kepala tipe tegang.

"Tanda-tanda nyeri kepala yang harus diwaspadai yakni nyeri kepala hebat yang muncul tiba-tiba, nyeri kepala yang disertai kelainan neurologik, contohnya dari kelainan neurologik seperti rasa kebas atau kesemutan, kelemahan satu sisi tubuh, gangguan penglihatan, kesulitan berbicara, kejang, dan lain sebagainya. Nyeri kepala yang disertai gejala sistemik atau keluhan yang mempengaruhi seluruh tubuh, contohnya sesak napas, mual dan muntah yang berlebihan hingga menyebabkan dehidrasi, demam dan sebagainya," terang Vani.

Jika seseorang mengalami salah satu dari yang tersebut, Vani menyarankan agar sebaiknya segera diperiksakan diri ke dokter. Jangan menunda-nunda untuk segera mencari layanan kesehatan jika menemui gejala nyeri kepala yang harus diwaspadai karena bisa saja hal tersebut adalah suatu kegawat-daruratan. (Moh Kholidun/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi AlaNu, Santri, Humor Islam SMA Negeri 1 Slawi

Kamis, 09 November 2017

Saring Buku Penyebaran Paham Radikalisme Agama di Sekolah

Jakarta, SMA Negeri 1 Slawi?

Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Ansor Benny Rhamdany meminta negara melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) untuk melakukan penyaringan terhadap penyebaran buku-buku yang bermuatan penyebaran paham radikalisme agama.?

Saring Buku Penyebaran Paham Radikalisme Agama di Sekolah (Sumber Gambar : Nu Online)
Saring Buku Penyebaran Paham Radikalisme Agama di Sekolah (Sumber Gambar : Nu Online)

Saring Buku Penyebaran Paham Radikalisme Agama di Sekolah

Penyaringan tersebut, menurut Benny, dilakukan dengan integratif, paling tidak antara Kemendikbud, penegak hukum, Kementerian Komunikasi dan Informatika, dan masyarakat.?

Dia menyampaikan hal itu di Cikini, Jakarta, Jumat (23/1) setelah GP Ansor menemukan buku bacaan untuk anak usia dini di Depok, Jawa Barat, yang mengandung unsur-unsur radikalisme dan terorisme. Di buku tersebut ada kalimat “Selesai-raih-bantai-kiai.”

Atas kejadian tersebut, Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat (PAUD dan Dikmas) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mengeluarkan Surat Edaran Pelarangan Bahan Ajar PAUD mengandung unsur kekerasan.

SMA Negeri 1 Slawi

Surat Edaran Nomor 109/C.C2/DU/2016 tersebut dikeluarkan hari ini, Kamis (21/1/2016), dan ditandatangani oleh Dirjen PAUD dan Dikmas Harris Iskandar.

“Kita mau kecolongan berapa kali lagi? Sebelumnya pernah beredar buku yang serupa dan bahkan pernah yang berbau pornografi,” katanya.?

SMA Negeri 1 Slawi

Ia menyadari instrumen Kemendiknas hanya sampai kecamatan dan dengan personil terbatas. Karenanya perlu peran serta masyarakat diwakili ormas keagamaan, pemuda, dan lain-lain. “Tawaran kita bikin MoU penegak hukum, kementerian pendidikan, dengan masyarakat untuk melakuakan pengawasan buku-buku seperti itu. (Ula)

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi AlaNu, Aswaja SMA Negeri 1 Slawi

Senin, 06 November 2017

Puluhan Ribu Nahdliyin Gemakan Sholawat di GOR Jombang

Jombang, SMA Negeri 1 Slawi. Puluhan ribu warga Nahdliyin memadati Gedung Olah Raga Kabupaten Jombang, Jawa Timur, Jumat (31/7) malam. Kedatangan mereka dari berbagai pelosok Jombang dan sekitarnya hendak menggemakan sholawat bersama Habib Syeikh dari Solo, Jawa Tengah.

Pantauan SMA Negeri 1 Slawi, masyarakat secara bergelombang berduyun-duyun menuju GOR yang terletak di jalan Presiden KH Abdurrahman Wahid No 151 Jombang sejak usai sembahyang Maghrib. Menjelang Isya hingga dimulainya acara pada pukul 20.00 WIB, warga terus berdatangan.

Puluhan Ribu Nahdliyin Gemakan Sholawat di GOR Jombang (Sumber Gambar : Nu Online)
Puluhan Ribu Nahdliyin Gemakan Sholawat di GOR Jombang (Sumber Gambar : Nu Online)

Puluhan Ribu Nahdliyin Gemakan Sholawat di GOR Jombang

Kedatangan mereka bermacam-macam. Mulai berjalan kaki secara berkelompok, rombongan bersama keluarga mengendarai mobil, bus umum, mobil pick up, hingga sepeda onthel. Di wajah mereka tampak kegembiraan dalam menyambut perhelatan Muktamar ke-33 NU.?

SMA Negeri 1 Slawi

Sepanjang jalan arteri menuju GOR padat merayap. Kepadatan arus lalu lintas terasa hingga jalan KH A Wahab Hasbullah. Aparat kepolisian kemudian membuat rekayasa lalu lintas. Pengalihan arus kendaraan roda empat pun dialihkan ke jalan KH A Wahid Hasyim menuju Alun-alun Jombang.

Pasukan Barisan Ansor Serbaguna (Banser) tampak membantu berjaga-jaga di sepanjang jalan sembari mengarahkan pengendara roda empat ke jalur yang telah ditentukan. Beberapa pemotor tampak menerobos barisan aparat.?

SMA Negeri 1 Slawi

“Yang dilarang masuk kan mobil, kalau motor boleh,” kilah sepasang muda-mudi berjaket Syeikher-Mania.

Habib Syeikh di sela-sela gebyar sholawat menyampaikan selamat kepada NU yang akan bermuktamar hingga lima hari ke depan.?

“Mari kita doakan muktamar NU sukses. Untuk para ulama dan pahlawan kita doakan semoga di alam barzah mendapat syafaat dan dikumpulkan bersama Rasulullah SAW,” ujar Habib Syeikh yang diamini ribuan jamaah.

Selama melantunkan sholawat, hadirin tanpa lelah mengibar-ngibarkan bendera NU dan bendera Sang Saka Merah Putih. Suasana kian meriah kala Habib Syeikh meminta hadirin berdiri sembari melantunkan lagu kebangsaan.?

“Sebelum pulang, mari kita kuatkan nasionalisme dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya. Merdeka,” teriak Habib diikuti jamaah.

Di tribun utama, Habib Syeikh didampingi para ulama dan habaib dari berbagai kota di sekitar Jombang. Tampak hadir Wakil Gubernur Jawa Timur yang juga Ketua Panitia Daerah (Panda) Saifullah Yusuf (Gus Ipul), Bupati Jombang Nyono Suharli Wihandoko, Wakil Bupati Hj Mundjidah Wahab, dan mantan Mendikbud Mohammad Nuh. (Musthofa Asrori/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi AlaNu SMA Negeri 1 Slawi

Jumat, 20 Oktober 2017

Aplikasi Android Stasiun Televisi Aswaja Diluncurkan

Jakarta, SMA Negeri 1 Slawi. Sejumlah anak muda NU yang fokus di bidang informasi teknologi, meluncurkan sebuah aplikasi yang memuat beberapa stasiun televisi bermuatan paham aswaja di seluruh Indonesia. Aplikasi android ini dapat dengan mudah diakses lewat telepon genggam smartphone.

Aplikasi Android Stasiun Televisi Aswaja Diluncurkan (Sumber Gambar : Nu Online)
Aplikasi Android Stasiun Televisi Aswaja Diluncurkan (Sumber Gambar : Nu Online)

Aplikasi Android Stasiun Televisi Aswaja Diluncurkan

“Kini siaran televisi Islam Aswaja dapat dinikmati melalui internet. Televisi streaming ini sangat mudah diakses,” kata salah satu aktivis PPM Aswaja Ozzy El-Huda kepada SMA Negeri 1 Slawi, Kamis (22/5).

Pengguna smartphone android dapat mengunduh aplikasi ini di Google Play dengan memasukkan keyword ‘Islam Nusantara’. Sebagai pilihannya, mereka juga bisa menggunakan link https://play.google.com/store/apps/details?id=com.aswajacenter.tvislam dan melakukan instalasi aplikasi itu.

SMA Negeri 1 Slawi

Setelah aplikasi terinstall di smartphone, maka dengan mudah kita bisa memilih beberapa channel tv Islam Nusantara yang siarannya berisi dakwah Islam Ahlussunnah Waljamaah.

Ozzy berharap, aplikasi yang dikembangkan komunitas PPM Aswaja ini dapat berguna bagi kita untuk memperoleh tontonan bermanfaat, tontonan TV Islam Nusantara. (Mukhlisin Akhlis/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi

SMA Negeri 1 Slawi Bahtsul Masail, Nahdlatul Ulama, AlaNu SMA Negeri 1 Slawi

GP Ansor Bondowoso Gerakkan Pemuda Pelopori Ekonomi Kreatif

Bondowoso, SMA Negeri 1 Slawi

Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur, menggelar pelatihan usaha ekonomi kreatif bagi para pemuda di Aula Dewan Koperasi Indonesia Daerah (Dekopinda) Kabupaten Bondowoso, Jalan Satawai No. 101 Bondowoso Jawa Timur, Sabtu (4/2).

?

GP Ansor Bondowoso Gerakkan Pemuda Pelopori Ekonomi Kreatif (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor Bondowoso Gerakkan Pemuda Pelopori Ekonomi Kreatif (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor Bondowoso Gerakkan Pemuda Pelopori Ekonomi Kreatif

Kegiatan yang bertema “Pengembangan Usaha Ekonomi Kreatif sebagai Pengerak Kader” ini diikuti 40 peserta utusan Pimpinan Anak Cabang (PAC) GP Ansor, Majelis Dzikir dan Shalawat Rijalul Ansor, dan Badan Antinarkoba (Bannar) GP Ansor Kabupaten Bondowoso.

Ketua panitia, Ahmad Junaidi mengatakan acara pelatihan usaha ekonomi kreatif ini dalam rangka menggali potensi usaha yang ada di wilayah Bondowoso. Ia mengajak kepada para pemuda untuk menjadi pelopor usaha di daerahnya.

SMA Negeri 1 Slawi

“Kalau kita sebagai pemuda tidak mempeloporinya terus siapa lagi?" Pintanya kepada para peserta pelatihan pada saat itu.

SMA Negeri 1 Slawi

Ia menjelaskan, pelatihan ini akan diteruskan dengan pelatihan-pelatihan lanjutan. Junaidi menilai upaya tersebut penting dilakukan karena menyangkut persoalan ekonomi masyarakat yang saat ini seperti mengalami kemunduran.

Sementara itu, Ketua PC GP Ansor Bondowoso Muzammil mengatakan, pelatihan usaha ekonomi kreatif merupakan program kerja GP Ansor untuk mendorong terwujudnya cita-cita kemandirian ekonomi.

Muzammil berharap dengan pelatihan ini pemuda NU tidak ada yang menjadi pengangguran. “Tidak ada laporan kader Ansor tidak mempunyai pekerjaan, tidak ada laporan kader Banser yang pengguran.”

Acara pelatihan dibuka langsung oleh penasehat Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Bondowoso H Ahmad Dhafir. Peserta mendapatkan materi misalnya dari palaku usaha Kukuh Raharjo dari PT Bank Jatim Kabupaten Bondowoso dan Diskoperindag kabupaten Bondowoso. (Ade Nurwahyudi/Mahbib)

?

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Ulama, AlaNu SMA Negeri 1 Slawi

Minggu, 08 Oktober 2017

Liberalisme dan Fundamentalisme Abaikan Aspek Rasa

Jakarta, SMA Negeri 1 Slawi. Kasus penembakan majalah Charlie Hebdo yang terjadi di Paris, Prancis, beberapa hari yang lalu menunjukkan bahwa liberalisme dan fundamentalisme mengabaikan aspek rasa.

Hal ini dinyatakan oleh Ketua Lembaga Seni Budaya Muslimin Indonesia (Lesbumi) Zastrouw Al-Ngatawi kepada SMA Negeri 1 Slawi di Pesantren Ats-Tsaqafah, Ciganjur, Jakarta, Sabtu (17/1)

Liberalisme dan Fundamentalisme Abaikan Aspek Rasa (Sumber Gambar : Nu Online)
Liberalisme dan Fundamentalisme Abaikan Aspek Rasa (Sumber Gambar : Nu Online)

Liberalisme dan Fundamentalisme Abaikan Aspek Rasa

"Apa yang di lakukan oleh orang Barat (Prancis) yang menggambar Karikatur Nabi Muhammad itu adalah efek dari liberalisme dan liberalisme itu mengabaikan aspek rasa, mengabaikan bagaimana perasaan orang lain ketika berbuat sesuatu," imbuhnya.

SMA Negeri 1 Slawi

Sebaliknya, lanjut Dosen Pascasarjana STAINU Jakarta ini, pelaku penembakan juga sama saja, dia mengabaikan aspek rasa, hal itu merupakan efek dari ajaran fundamentalisme. "Yang ditembak dan yang menembak sama saja, keduanya sama-sama mengabaikan aspek rasa," tegasnya.

SMA Negeri 1 Slawi

Liberalisme, lanjut dia, landasannya adalah kebebasan, bebas mengekspresikan apa yang dia mau, sementara fundamentalisme hanya berlandaskan dalil-dalil yang dia yakini saja, tanpa disandarkan dengan dalil-dalil lain dan konteksnya.

"Bisa jadi kedua belah pihak harus belajar kepada ulama Nusantara yang memiliki wisdom (kearifan) yang cukup kuat yang mengedepankan aspek rasa," tambahnya.

Menurut Zastrouw, sebagai umat Islam yang mencintai Nabi Muhammad, sudah seharusnya kita menyatakan sikap dan mengecam atas tindakan yang dilakukan oleh pihak majalah Charlie Hebdo.

"Kita harus punya sikap, protes, tapi menyatakan sikap itu kan tidak harus membunuh orang," pungkasnya. (Aiz Luthfi/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi AlaNu SMA Negeri 1 Slawi

Selasa, 26 September 2017

Gus Mus Hingga Cak Nun Bakal Isi Acara Puncak 1 Abad Qudsiyyah

Kudus, SMA Negeri 1 Slawi. Emha Ainun Najib (Cak Nun) bersama grup musik Kiai Kanjeng bakal menyemarakan acara puncak peringatan satu abad Qudsiyyah Kudus di lapangan Qudsiyyah, Jl KHR Asnawi No 32 Damaran Kota Kudus, Jawa Tengah, Rabu (3/8) mendatang. Kehadiran Cak Nun untuk mendaulat sholat Asnawiyah karya KHR Asnawi sebagai Sholawat Kebangsaan.

Gus Mus Hingga Cak Nun Bakal Isi Acara Puncak 1 Abad Qudsiyyah (Sumber Gambar : Nu Online)
Gus Mus Hingga Cak Nun Bakal Isi Acara Puncak 1 Abad Qudsiyyah (Sumber Gambar : Nu Online)

Gus Mus Hingga Cak Nun Bakal Isi Acara Puncak 1 Abad Qudsiyyah

Ketua panitia satu Abad Qudsiyah, H Ihsan menjelasakan panggung Cak Nun dan Kiai Kanjeng dari Yogyakarta ini sebagai salah satu rangkaian dari 22 kegiatan puncak acara satu abad yang akan menjadi daya tarik masyarakat umum.

"Selama ini Shalawat Asnawiyyah hanya dikenal di Kudus saja, kita mau sholawat ini dikenal secara nasional karena sholawat ini berisi doa untuk keamanan Indonesia raya," ujarnya di kantor sekretariat panitia.

Ihsan menambahkan acara puncak satu abad Qudsiyah yang dipusatkan di Lapangan Qudsiyah Kl KHR Asnawi ini akan berlangsung selama 1-7 Agustus 2016. Pihaknya telah menyiapkan 22 kegiatan diantaranya, Santri Mandiri dan UMKM Expo, pameran ? Kitab Ulama Nusantara, Konser Budaya Santri, peluncuran album baru Rebana Qudsiyyah "Al-Mubarok", Bahtsul Masail se-Jawa Madura, Lomba mewarnai gambar Menara, Cak Nun dan Kiai Kanjeng, laga santri dan pelajar se-Jateng serta ditutup dengan Gema Qudsiyyah bersama KH Ahmad Mustofa Bisri (Gus Mus).

SMA Negeri 1 Slawi

Kegiatan Santri Mandiri dan UMKM Expo bakal digelar selama satu pekan untuk mewadahi dan memasarkan produk-produk alumni Qudsiyyah dan masyarakat umum. Sebanyak 30 stan disiapkan panitia untuk mendukung seluruh rangkain acara satu abad. "Bagi UMKM yang ingin memperluas pasar silahkan segera mendaftar," kata Ihsan yang juga menjadi Ketua FKUB Kudus.

Selain ? Expo, ia juga menyiapkan galeri pameran kesenian dan pameran kitab-kitab karya ulama Nusantara. "Ada begitu banyak kitab-kitab karya Ulama Nusantara, termasuk karya pendiri Qudsiyyah KHR Asnawi yang akan kita pamerkan," kata dia. Pameran ini akan digelar selama tiga hari, yakni pada Senin-Rabu, 1-3 Agustus 2016 yang bertempat di Aula MA Qudsiyyah Kudus.

Agenda lain yang cukup banyak ditunggu-tunggu adalah peluncuran album baru "Al-Mubarok". grup Rebana Qudsiyyah ini bakal meluncurkan album kesebelasnya. Total ada 100 yang sudah diproduksi selama ini. ? "Sebanyak 15 lagu baru bakal ada dalam DVD terbaru Al-Mubarok. Lagu ini melengkapi total 100 lagu Al-Mubarok. Ini sebagai kado ulang tahun Qudsiyyah ke-100," papar Ihsan.

Kegiatan selama satu pekan ini akan ditutup dengan pengajian yang bertajuk "Gema Qudsiyyah" bersama KH Mustofa Bisri, Sabtu (6/8) mendatang. "Kita berharap dalam momentum 100 tahun ini, Qudsiyyah semakin maju dan semakin berkah," pungkasnya. (Qomarul Adib/Fathoni)

SMA Negeri 1 Slawi

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi AlaNu, Pondok Pesantren SMA Negeri 1 Slawi

Jumat, 22 September 2017

Full Day School Tinggalkan Semangat Multikultural

Oleh Irham Yuwanamu

Selepas hari libur Lebaran ini topik full day school (FDS)—sekolah 5 hari dan 8 jam perhari—makin hangat diperdebatkan. Pasalnya, hingga kini belum ada titik temu antara pemerintah dan masyarakat yang kontra.

Full Day School Tinggalkan Semangat Multikultural (Sumber Gambar : Nu Online)
Full Day School Tinggalkan Semangat Multikultural (Sumber Gambar : Nu Online)

Full Day School Tinggalkan Semangat Multikultural

Sejak awal terlontarkan pada tahun 2016 ide ini sudah menuai kritik dan penolakan dari masyarakat. Walupun begitu pemerintah melalui Mendikbud tetap ingin menerapkan ide tersebut dengan membuat Permendikbud nomor 23 tahun 2017 tentang hari sekolah. Kritik dan penolakan pun datang dari berbagai pihak.

SMA Negeri 1 Slawi

Karena kontroversi yang sangat keras, Presiden Jokowi akhirnya membatalkan Permendikbud itu, dan akan dikaji ulang. Menurut Mendikbud, FDS akan diperlakukan melalui aturan yang lebih tinggi melalui Perpres.



Akar Masalah


SMA Negeri 1 Slawi

Mendikbud keukeuh untuk menerapkan ide yang digagasnya sejak awal menjadi menteri pendidikan tanpa mempertimbangkan aspirasi yang ada. Keributan di luar dianggap angin lalu. Sebenarnya apa argumentasi yang paling mendasar dari Mendikbud ini? Mencermati dari Permendikbud nomor 23 itu tujuannya untuk menghadapi era globalisasi dengan penguatan karakter dengan restorasi pendidikan karakter. Untuk itu alternatifnya adalah waktu sekolah dibuat 5 hari dan perharinya 8 jam.

?

Sebelumnya tak terdengar ada kajian yang mendalam tentang bentuk restorasi pendidikan karakter yang tepat seperti apa, kemudian mengapa solusinya FDS, apa hubungannya. Dugaan penulis jangan jangan ini masih sebatas asumsi Mendikbud bahwa FDS sebagai jawaban tepat.

Mendikbud tak melihat kesiapan di bawah seperti apa. Faktanya banyak forum guru dan orang tua murid menolak, warga NU protes keras yang secara resmi disampaikan oleh PBNU, dan juga MUI dengan berbagai alasan yang mendasar. Ini menunjukkan ketergesaan Mendikbud dan abai atas aspirasi rakyat. Kebijakan tanpa melihat aspirasi dari bawah yang niatnya baik bisa menjadi tidak baik hasilnya. Mengapa fakta dari bawah tidak diindahkan.

Persoalan karakter sudah menjadi sorotan oleh menteri pendidikan sebelum era Presiden Jokowi, yaitu pada saat Presiden Susilo Bambang Yudoyono yang menteri pendidikannya waktu itu pak Nuh. Dengan berbagai kajian yang dilakukan terwujudlah kurikulum 2013 (K-13) sebagai kurikulum yang terintegrasi dan berbasis karakter. Tentu kurikulum ini disertai kritik tajam dari masyarakat dan para pakar. Kurikulum ini pun nasibnya belum jelas karena sebelum diimplementasikan sepenuhnya sudah diberhentikan. Namun begitu, pendidikan di lingkungan Kemenag saat ini telah menerapkan K-13. Artinya penguatan karakter melalui kurikulum pendidikan belum rampung sudah beralih pada penentuan hari sekolah.

Kemudian tepatkah FDS untuk? penguatan karakter? Pertanyaan ini perlu dilontarkan, mengingat klausul utama dalam Permendikbud itu adalah penguatan karakter dan jawabannya tidaklah cukup berangkat dari asumsi, tetapi harus dari hasil riset yang mendalam.

Asumsi FDS adalah membatasi jam main anak di luar kontrol orang tua sepulang sekolah. Dengan demikian agar anak didik terjaga di sekolah dan karakternya menjadi baik. Benarkah demikian! Apakah kalau tidak FDS anak didik merosot karakternya, jangan jangan hanya kasuistik saja hal itu terjadi. Ini butuh kajian lapangan yang serius.

Setelah presiden Jokowi meminta agar permendikbud dibatalkan dan dikaji kembali, Mendikbud menjelaskan sebenarnya ide sekolah 8 jam sehari berawal dari problem tunjangan guru (detik, 8/6). Jika Hal ini benar,? maka Permendikbud yang lahir tersebut atau yang akan dibuat perpres tak jelas landasan dasarnya untuk penguatan karakter.

Pengelolaan pendidikan tidak boleh asal, sebab pendidikan sebagai strategi membangun peradaban dan kebudayaan bangsa. Dari pendidikan juga sosio-kultural terbentuk. Jadi dampaknya ini sangat besar, apakah sudah diperhitungkan semua itu?



Kebijakan Multikultural


Indonesia adalah negara yang berbhineka. Tidak Indonesia kalau tak beragam dan majemuk. Untuk mengatasi persoalan pendidikan nasional di Indonesia khususnya tentang FDS, kebijakan yang menghargai perbedaan dan kemajemukan lah yang bisa menjadi solusi.

Sejarah era orde baru dapat menjadi pelajaran penting. Kebijakan yang sifatnya terpusat, dari atas ke bawah tanpa melihat keragaman dan perbedaan yang ada, terbukti gagal. Indonesia yang berbhineka alias multikultural tidak bisa disamaratakan. Di era reformasi jangan sampai kembali pada masa kelam.

Kebijakan multikultural dalam pendidikan nasional perlu diterapkan. Kebijakan yang seperti ini yang menghargai keragaman dan kemajemukan yang tepat untuk Indonesia. Kontroversi tentang kebijakan FDS hemat saya karena tidak melihat aspirasi masyarakat dan tak berdasar dari riset yang kuat. Sementara masyarakat ada yang pro dan kontra karena kebutuhan dan konteks sosial yang berbeda. Mungkin bagi masyarakat perkotaan dengan kondisi orang tua murid yang sibuk bekerja akan setuju, walaupun tidak semuanya. Dan ini berbeda pada kondisi yang ada di daerah. Situasi pendidikan yang masih kurang memadai baik sarana prasarana maupun SDM-nya juga menjadi salah satu faktornya. Belum lagi tradisi lainnya seperti adanya sekolah sore (sekolah ngaji). Mendikbud setidaknya mengajak bicara pada semua kalangan yang memiliki kepentingan. Dengan seperti ini akan tahu aspirasi yang disampaikan yang berbeda-beda pula.

Perbedaan yang ada itu perlu diperhatikan sehingga kebijakan yang ditetapkannya tidak harus seragam tapi dapat beragam sesuai konteks masalah yang dihadapi. Inilah semangat dari UU Sisdiknas tahun 2003 yaitu otonomi pendidikan. Jika FDS masih diberlakukan dengan pendekatan seragam dari atas ke bawah, ini bertentangan dengan UU Sisdiknas tersebut, alih-alih untuk meningkatkan moralitas, malah bisa-bisa membuat karakter anak makin merosot karena kebijakan yang tanpa didukung dengan riset yang mendalam.

Kebijakan multikultural dapat diberlakukan pada kurikulum, sistem evaluasi, dan yang terkait dengan pendidikan. Semestinya hal-hal yang seperti ini diurus oleh organisasi profesi keguruan yang merupakan ahlinya. Level kementerian mengurus yang sifatnya besar-besar saja misalnya soal pendanaan, dan pengembangan SDM. Dengan seperti ini proyek pendidikan dengan visi ke depan jangka panjang tetap terjaga. Sementara ini visi pendidikan nasional kita masih jangka pendek, ganti menteri ganti kebijakan. Kapan unggulnya?

Penulis adalah dosen FAI UNISMA Bekasi, dan UNU Indonesia serta peneliti di Pusat Riset Pendidikan Indonesia



Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi AlaNu, Nasional, Santri SMA Negeri 1 Slawi

Rabu, 16 Agustus 2017

Banser Diimbau Perkuat Kemampuan di Bidang IT

Majalengka, SMA Negeri 1 Slawi - Barisan Ansor Serbaguna (Banser) Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, menggelar Pendidikan dan Pelatihan Dasar (Diklatsar) Angkatan VII pada Jumat-Sabtu (13-14/1). Kegiatan kaderisasi jenjang awal ini dikonsentrasikan di Lereng Cakrabuana Girimukti, Malausma, Majalengka.

Ketua GP Ansor Kabupaten Majalengka Ahmad Cece Asyfiyadi menjelaskan, sebanyak 350 anggota Banser terlibat kegiatan itu. "Ini adalah tahap awal untuk menempa fisik dan mental sebagai Banser agar siap menjaga marwah NU dan keutuhan NKRI," ujar Cece.

Banser Diimbau Perkuat Kemampuan di Bidang IT (Sumber Gambar : Nu Online)
Banser Diimbau Perkuat Kemampuan di Bidang IT (Sumber Gambar : Nu Online)

Banser Diimbau Perkuat Kemampuan di Bidang IT

Ketua Lembaga Dakwah PBNU KH Maman Imanulhaq yang turut mengisi acara tersebut meminta Banser menjadi garda terdepan dalam menjaga NKRI. Ia menegaskan, Banser harus siap membela para kiai dan ulama NU yang belakangan ini marak dilecehkan, dihujat, dan dihina.

"Apakah kalian siap menjaga NKRI? Apakah kalian siap membela para kiai dan ulama?" teriak Kiai Maman dalam orasinya di hadapan peserta Diklatsar Banser.

SMA Negeri 1 Slawi

Pertanyaan itu pun langsung dijawab serentak oleh seluruh anggota Banser yang hadir dengan jawaban “Siap!”.

SMA Negeri 1 Slawi

Terkait Rapat Kerja Cabang (Rakercab) Ansor yang digelar bersamaan Diklatsar Banser, Kiai Maman meminta GP Ansor Majalengka fokus melakukan kaderisasi untuk menguatkan ideologi Ahlussunah wal Jama’ah dan nasionalisme ke berbagai kalangan, termasuk pondok pesantren.

"Intensifkan berbagai kegiatan pengkaderan seperti Pendidikan Kepemimpinan Dasar (PKD), Pendidikan Kader Lanjutan (PKL) untuk Ansor maupun Pendidikan dan Pelatihan Dasar (Diklatsar), Kursus Banser Lanjutan (Susbalan) bagi Banser," ujar anggota DPR RI ini.

Merespon pesatnya perkembangan medsos dewasa ini, Kiai Maman berharap agar kader GP Ansor dan Banser memperkuat diri dengan kapasitas atau kemampuan di bidang teknologi informasi (IT).

"Ansor juga harus membangun jaringan komunikasi yang lebih luas dengan berbagai elemen lain dalam kerangka terlibat aktif memajukan pembangunan di Majalengka," pinta Pengasuh Pondok Pesantren Al-Mizan Jatiwangi itu. (Red: Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi AlaNu SMA Negeri 1 Slawi

Minggu, 30 Juli 2017

Rumus Menghadapi Ahok ala Gus Mus

Jakarta, SMA Negeri 1 Slawi?

Sebagai seorang pemimpin sebuah ibu kota negara, Basuki Tjahja Purnama (Ahok) dari awal kepemimpinannya sebagai suksesor Jokowi banyak mendapat sorotan publik. Selain cara dia mereformasi birokrasi di DKI Jakarta, pria yang didukung Gus Dur saat maju dalam Pilkada Provinsi Bangka Belitung ini juga berkali-kali mendapat kecaman karena gaya komunikasinya yang kerap menabrak batas-batas kesantunan.

Rumus Menghadapi Ahok ala Gus Mus (Sumber Gambar : Nu Online)
Rumus Menghadapi Ahok ala Gus Mus (Sumber Gambar : Nu Online)

Rumus Menghadapi Ahok ala Gus Mus

Mustasyar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Ahmad Mustofa Bisri atau Gus Mus kembali melontarkan penilaiannya terhadap tokoh yang dikenal bersih tetapi keras ini. Gus Mus menuliskan penilainnya dalam akun Facebook pribadinya pada 13 September 2016 lalu.

Pengasuh Pondok Pesantren Raudlatut Thalibin Leteh, Rembang, Jawa Tengah ini mengatakan secara gamblang bahwa sebagai virus, makhluk yang diciptakan Allah bernama Ahok --Gubernur DKI-- itu memang luar biasa. Ia menyerang otak dan menghilangkan akal sehat banyak orang, termasuk mereka yang seharusnya sangat waras.?

“Parahnya lagi; penyakit yang diakibatkannya, menular dengan cepat. Mewabah. Hanya mereka yang dirahmati Allah saja yang selamat dari wabah ini,” tulis Pj Rais Aam PBNU 2014-2015 ini.

SMA Negeri 1 Slawi

Lalu adakah penangkalnya, kata Gus Mus, ada; yaitu sebagaimana penangkal virus-virus lain yang menyerang penalaran: bersikaplah sedang-sedang saja dalam segala hal.

“Jangan berlebih-lebihan. Termasuk sedang-sedang saja dalam menyenangi dan tidak berlebih-lebihan dalam membenci,” tandasnya. (Fathoni)

SMA Negeri 1 Slawi

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Ulama, Hadits, AlaNu SMA Negeri 1 Slawi

Kamis, 22 Juni 2017

Gandeng Australia, LPBINU Tingkatkan Kapasitas Tanggap Bencana

Jakarta, SMA Negeri 1 Slawi. Pengurus Pusat Lembaga Penanunggalan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama (LPBI NU) peluncuran program “Peningkatan Kapasitas dalam Kesiapsiagaan Bencana untuk Respon yang Cepat dan Efektif” di Gedung PBNU Lantai 5 Jakarta Pusat, Selasa (14/6) sore.

Ketua LPBINU M Ali Yusuf memaparkan, berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), selama tahun 2015 menunjukkan dari jumlah kejadian, jumlah korban dan kerugian yang disebabkan longsor merupakan yang pertama, disusul banjir, dan puting beliung.?

BNPB juga menyebut ada lebih dari 1.500 bencana terjadi di Indonesia dan menyebabkan lebih dari 240 korban jiwa serta lebih dari 837 ribu orang mengungsi, serta kerugian material yang sangat besar.

Gandeng Australia, LPBINU Tingkatkan Kapasitas Tanggap Bencana (Sumber Gambar : Nu Online)
Gandeng Australia, LPBINU Tingkatkan Kapasitas Tanggap Bencana (Sumber Gambar : Nu Online)

Gandeng Australia, LPBINU Tingkatkan Kapasitas Tanggap Bencana

Pemerintah dan pemangku kepentingan lainnya termasuk masyarakat telah melakukan berbagai hal. Namun, penanggulangan bencana khususnya tanggap darurat bencana dirasakan belum maksimal. Banyaknya kejadian bencana yang terjadi belum dapat ditangani secara cepat, kurang efektif dan masih berdampak besar. Hal tersebut disebabkan di antaranya oleh minimnya kompetensi pemangku kepentingan. Tidak adanya sistem tanggap darurat bencana yang efektif yang dapat digunakan dalam aktivitas respon darurat, kurangnya koordinasi antara pemangku kepentingan, dan kurangnya korelasi antara kegiatan kesiapsiagaan dengan implementasi pada saat tanggap darurat.

Oleh karena itu, sambung Ali, Nahdlatul Ulama melalui LPBINU bekerjasama dengan Pemerintah Australia melalui Department of Foreign Affairs and Trade (DFAT) akan melaksanakan program “Mendukung Pemerintah dan Masyarakat Lokal untuk Meningkatkan Kapasitas dalam Kesiapsiagaan Bencana untuk Respon Bencana yang Cepat dan Efektif (SLOGAN-STEADY)”.

SMA Negeri 1 Slawi

Tujuan umum dari program ini adalah untuk mengelola risiko dan dampak bencana melalui penguatan kapasitas kesiapsiagaan dan respon bencana. Upaya kesiapsiagaan bencana dibutuhkan untuk memastikan sistem dan prosedur dapat diimplementasikan. Kemudian sumber daya siap dimobilisasi secepat mungkin demi efektifitas kegiatan pemberian bantuan sehingga mempermudah tahapan rehabilitasi dan rekonstruksi agar risiko dan dampak bencana dapat diminimalkan.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ani Isgiyati dari BNPB, Natalie Cohen ? dari Department of Foreign Affairs and Trade (DFAT) Australia, Bina Suhendra ? dan Sultonul Huda dari PBNU. (Kendi Setiawan/Zunus)

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi AlaNu, Kiai, Hadits SMA Negeri 1 Slawi

SMA Negeri 1 Slawi

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs SMA Negeri 1 Slawi sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik SMA Negeri 1 Slawi. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan SMA Negeri 1 Slawi dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock