Tampilkan postingan dengan label Anti Hoax. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Anti Hoax. Tampilkan semua postingan

Minggu, 11 Maret 2018

Tri Sutrisno: Kita Punya Sistem Politik Sendiri

Jakarta, SMA Negeri 1 Slawi. Mantan wakil presiden RI Try Sutrisno mengingatkan para pelaku politik negeri ini untuk kembali kepada sistem yang telah dirumuskan oleh para pendiri bangsa. Keberhasilan dalam menata sistem politik tidak bisa diukur dengan standar sistem yang ada di negara lain.

“Kita harus punya sistem sendiri, baik fisik maupun non fisik; bahkan tidak perlu mencontoh karena kita punya Pancasila,” katanya dalam diskusi bertajuk “Amandemen UUD 45 dalam Dimensi Sosial, Ekonomi Politik” di kantor PBNU, Kamis (19/7).</p> Dikatakannya, praktek komunisme di Indonesia terbukti tidak bisa bertahan dalam suasana kebatinan banga Indonesia. Alih-alih memperbaiki tata kenegaraan Indonesia, faham asing itu justru mengganggu stabilitas negara.

Tri Sutrisno: Kita Punya Sistem Politik Sendiri (Sumber Gambar : Nu Online)
Tri Sutrisno: Kita Punya Sistem Politik Sendiri (Sumber Gambar : Nu Online)

Tri Sutrisno: Kita Punya Sistem Politik Sendiri

”Kita tidak belajar dari masa lalu. Sistem liberal pun pada akhirnya bertemu dengan komunis, sama-sama mempertanyakan keberadaan Tuhan,” katanya.

Sejak berakhirnya Orde Baru dan dimulainya era reformasi, tatanan politik Indonesia cenderung mengarah kepada sistem politik yang liberal. Itu pun dengan model yang sangat bebas dan terbuka dari intervensi asing.

”Pada umumnya negara-negara maju tidak sebebas di Indonesia. Di sini partai politik terlalu bebas. Pemerintahan menjadi tidak efektif,” katanya.

Sementara amandemen UUD 1945, kata Try, cenderung acuh terhadap aspek pertahanan dan keamanan. Padahal ancaman pertahanan dan keamanan datang dari berbagai lini kehidupan berbangsa, baik dari luar negeri maupun dari dalam negeri sendiri.

SMA Negeri 1 Slawi

”Sekarang aspek pertahanan dan keamanan tidak seperti yang dibanggakan dulu. Narkotika bisa bebas beredar. Ada terorisme, gerakan sparatis dan lain-lainnya yang mengancam NKRI dan UUD 45,” katanya.(nam)

SMA Negeri 1 Slawi

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Anti Hoax, Nahdlatul Ulama, AlaSantri SMA Negeri 1 Slawi

Minggu, 04 Maret 2018

Pembangunan Tenda Muktamar NU Dimulai

Jombang, SMA Negeri 1 Slawi. Pelaksanaan Muktamar NU ke-33 di Jombang tinggal menghitung hari. Tidak sampai tiga pekan lagi, forum tertinggi di NU ini digelar. Berbagai persiapan sudah dilakukan. Termasuk konsolidasi panitia dan persiapan lokasi acara.

Demikian terlihat di alun-alun Jombang sejak Rabu (8/7). Berbagai alat berat untuk mendirikan tenda besar sudah didatangkan. Alat-alat itu diangkut dengan menggunakan beberapa truk besar.

Pembangunan Tenda Muktamar NU Dimulai (Sumber Gambar : Nu Online)
Pembangunan Tenda Muktamar NU Dimulai (Sumber Gambar : Nu Online)

Pembangunan Tenda Muktamar NU Dimulai

"Truk-truk itu sempat parkir di alun-alun Jombang," kata Mukani, guru SMAN 1 Jombang yang berlokasi di utara alun-alun Jombang.

SMA Negeri 1 Slawi

Mulai Rabu (8/7) pagi, pendirian tenda besar berwarna putih dimulai oleh puluhan pekerja. Letaknya di sisi selatan alun-alun. Sedangkan di sisi timur dan utara, dimulai pada Kamis (9/7) hari ini.?

Menurut rencana, tenda-tenda itu akan digunakan sebagai lokasi pembukaan dan penutupan acara Muktamar NU ke-33. Sedangkan sidang komisi digelar di empat pondok pesantren, Tebuireng, Tambakberas, Denanyar, dan Peterongan.

SMA Negeri 1 Slawi

Sebagai sekolah yang berdekatan dengan lokasi Muktamar NU, SMAN 1 Jombang juga siap menyukseskan Muktamar kali ini. Baliho besar sudah dipasang di timur pintu gerbang sejak sepekan lalu. Baliho besar itu bertuliskan “Keluarga Besar SMAN 1 Jombang siap menyuksukseskan Muktamar NU Ke-33 di Jombang.”

Menurut rencana, SMAN 1 Jombang juga ditempati peserta muktamar. "Puluhan kran air sudah disediakan di tempat parkir sebelah barat. Renovasi mushalla juga dipercepat agar sudah bisa digunakan saat Muktamar nanti," ujar Mukani.

Demi kenyamanan peserta dalam beribadah di mushalla, arah kiblat pun sudah diukur ulang. "Selasa (7/7) kemarin kita mengundang Ketua Lajnah Falakiyah MWCNU Diwek ustadz Abdul Majid untuk mengukur ulang arah kiblat mushalla di sekolah ini," pungkasnya. (Abu Jauhar/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Anti Hoax, Budaya, Lomba SMA Negeri 1 Slawi

Minggu, 25 Februari 2018

Konferwil PWNU Jabar Diawali Istighotsah, Dibuka Ketum PBNU

Jakarta, SMA Negeri 1 Slawi?



Konferensi Wilayah ke-17 PWNU Jawa Barat akan dimulai dengan istighotsah para kiai dan peserta konferensi pada Senin malam (10/10) di Pondok Pesantren Fauzan, Kabupaten Garut. Kemudian keesokan harinya, Selasa (11/10) konferensi akan dibuka Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj.?

Menurut salah seorang panitia Konferwil, Dasuki Qs, pada istighotsah tersebut akan disertakan doa kepada para korban musibah yang menimpa Garut dan Sumedang belum lama ini.

Konferwil PWNU Jabar Diawali Istighotsah, Dibuka Ketum PBNU (Sumber Gambar : Nu Online)
Konferwil PWNU Jabar Diawali Istighotsah, Dibuka Ketum PBNU (Sumber Gambar : Nu Online)

Konferwil PWNU Jabar Diawali Istighotsah, Dibuka Ketum PBNU

“Senin siang registrasi sampai malam. Kemudian istighotsah dan malam amal,” katanya kepada SMA Negeri 1 Slawi ketika dihubung dari Jakarta, Sabtu (8/10).

Ia menambahkan, konferwil bertema “Meneguhkan Khidmah Jamiyah ? untuk Umat dan Bangsa” ini akan dihadiri 27 perwakilan PCNU dan satu karteker dan para peninjau. “Salah satu agendanya, akan menentukan pemimpin NU Jabar lima tahun mendatang,” katanya. ? (Abdullah Alawi)

SMA Negeri 1 Slawi

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi

SMA Negeri 1 Slawi Anti Hoax SMA Negeri 1 Slawi

Minggu, 18 Februari 2018

NU, Nasionalisme dan Politik

Oleh Abdurrahman Wahid. Kenyataan politik di bawah kolonialisme Belanda menyadarkan aktivis gerakan Islam dan gerakan nasionalis sebelum masa kemerdekaan. Dari kesadaran itulah lahir berbagai gerakan Islam, seperti Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama (NU). Walaupun ‘berbaju’ gerakan kultural, tapi lingkup pembahasan di kalangan mereka bersifat politis. Tidak heranlah jika para tokoh mereka juga berwajah nasionalis.

Dalam lingkungan gerakan-gerakan Islam di luar Indonesia muncul orang-orang seperti Jamaluddin al-Afghani, yang menyuarakan pentingnya arti kemerdekaan bagi kaum muslimin sendiri. Demikian juga halnya dengan berbagai gerakan Islam di negeri kita waktu itu. Apa lagi ketika H.O.S. Tjokroaminoto di Surabaya mengambil menantu Soekarno di tahun dua puluhan. Soekarno yang waktu itu sudah “terbakar” melihat nasib bangsa-bangsa terjajah, mulai mencari bentuk perjuangan politik untuk kemerdekaan bangsanya.

NU, Nasionalisme dan Politik (Sumber Gambar : Nu Online)
NU, Nasionalisme dan Politik (Sumber Gambar : Nu Online)

NU, Nasionalisme dan Politik

Memang, dalam waktu sepuluh-dua puluh tahun baru tampak hasilnya, tetapi bagaimanapun juga kiprah para pemuda itu menunjukkan arah yang jelas: menolak penjajahan dan menuntut kemerdekaan Kongres Pemuda 1928 nyata-nyata menunjukkan hal itu. Ini sekaligus merupakan pantulan hasrat kemerdekaan dari berbagai orang muda yang berasal dari berbagai daerah. Mereka mecita-citakanapa yang dikemudian dikenal sebagai Republik Indonesia. Mereka kemudian memimpin pembentukan apa yang kemudian hari dikenal dengan nama Bangsa Indonesia.

SMA Negeri 1 Slawi

Dua raksasa di lingkungan gerakan-gerakan Islam yaitu Muhammadiyah dan NU memimpin kesadaran berbangsa melalui jaringan pendidikan yang mereka buat. Walaupun Muhamadiyah merintis pendidikan yang ‘lebih banyak’ mengacu kepada hal-hal duniawi, seperti penguasaan pengetahuan umum, dan NU mengacu kepada pengetahuan agama, namun keduanya sangat dipengaruhi oleh apa yang berkembang di lingkungan gerakan nasionalis. Nasionalisme dalam arti menolak penjajahan, berarti juga pencarian jati diri sejarah masa lampau negeri sendiri.

SMA Negeri 1 Slawi

Para pemuda mendapati bahwa sejarah masa lampau kawasan ini juga menyajikan hal-hal lain di luar ideologi nasionalisme, seperti pluralitas budaya dan rasa toleransi yang tinggi antara berbagai budaya daerah. Pada waktu bersamaan, di negeri lain muncul juga orang-orang seperti Mahatma Gandhi, Jawaharlal Nehru dan Sun Yat Sen.

Sejak semula lahir juga di kalangan gerakan-gerakan Islam, mereka yang tidak memperdulikan nasionalisme. Mereka hanya mengutamakan perhatian kepada masalah-masalah keislaman belaka. Mereka melihat kepada hal-hal yang penting menyangkut kehidupan kaum muslimin belaka. Cukup lama terjadi ‘pemisahan’ antara kedua pihak. Dan kedua-duanya mengambil sikap tidak memperdulikan keadaan satu sama lain. Pembelaan Bung Karno di muka Pengadilan Negeri Bandung di tahun 1931, berjudul “Indonesia menggugat” seperti hanya di baca kalangan nasionalis saja, dan tidak oleh kalangan Islam.

Dalam keadaan seperti itu, rakyat kehilangan contoh-contoh mereka yang memberikan apresiasi terhadap perjuangan yang dilakukan. Jadilah “perjuangan Islam” seolah-olah terpisah dari gerakan nasionalisme.

Hanya hubungan kekeluargaan antara H.O.S Tjokroaminoto dan KH. M. Hasjim As’yari dari Tebu Ireng, Jombang saja, yang membuat persamaan itu hampir terlihat. KH. M. Hasjim As’yari memang menyadari bahwa secara kultural, gerakan Islam dan nasionalis berbeda satu dari yang lain, tetapi dari sudut ideologi berupa kebutuhan akan kemerdekaan, kita adalah satu bangsa. Di saat-saat menentukan seperti itu, apa yang dipikirkannya itu lalu disebarkan kepada sanak keluarga terdekat, dan kemudian kepada organisasi yang dipimpinnya: NU.

Tentu saja hal ini tidak berlangsung secara mulus. Bagaimanapun juga, sikap seperti itu masih menjadi pandangan minoritas. Tampak nyata ketika pandangan integratif yang menyatukan agama dan cita-cita kemerdekaan itu dibawa ke dalam lingkungan NU. Namun, di kalangan generasi muda NU, pemikiran seperti itu sudah mulai dapat diterima dengan baik.

Dalam tahun-tahun menjelang Perang Dunia II KH. Mahfudz Sidiq umpamanya, mengemukakan prinsip perjuangan "khaira ummah” (umat yang baik), yang diambilkan dari ayat Al-Qur’an: “Kalian adalah sebaik-baik umat yang dilahirkan antara sesama manusia, karena kalian memerintahkan yang baik dan menolak yang tidak baik (kuntum khaira ummah ukhrijat lin n?s ta’m?r?na bil-ma`r?f wa tanhauna `anil-munkar). Pendapat ini dikemukakan, ketika ia dalam usia muda menjadi Ketua NU di tahun menjelang Perang Dunia II. Istilah itu ia gunakan untuk menunjukkan pentingnya memperkuat posisi ekonomi-finansial warga NU sendiri sebagai anggota gerakan Islam. Atau dapat dikatakan prinsip tersebut guna mengembangkan Usaha Kecil dan Menengah (UKM), yang akhir-akhir ini menjadi lebih penting lagi. Jelas dari gambaran itu, bahwa kalangan muda lebih memahami konteks kebangsaan. Cukup menarik bukan.

Sumber belum terlacak, Jakarta, 18 Maret 2007

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Pondok Pesantren, Anti Hoax, Quote SMA Negeri 1 Slawi

Kamis, 08 Februari 2018

Berziarah ke Ajengan Abdullah Bin Nuh, Ulama Produktif Sunda

Bogor, SMA Negeri 1 Slawi 



Para ajengan dari Bandung Barat berziarah ke makam Mama Ajengan KHR. Abdullah Bin Nuh di Pondok Pesantren Al-Ghazali, Kota Bogor, Sabtu (20/1). Para ajengan itu mendapat sambutan yang hangat dari KH Toto Mustofa Abdullah Bin Nuh,  putra Mama Ajengan Abdullah Bin Nuh beserta keluarga.

Mama Ajengan Abdullah Bin Nuh adalah seorang mahaguru ulama dari Tatar Sunda keturunan ketujuh dari Eyang Dalem Wiratanu Datar (Dalem Cikundul), Cianjur. Ia dikenal sebagai ulama produktif menulis. Lebih dari 70 buah karya tulis lahir dari pemikirannya dalam bidang fiqh, ushuludin, sejarah, sastra dan sebagainya. Sebagian karyanya telah tersebar dan menjadi rujukan di berbagai belahan dunia Islam. 

Berziarah ke Ajengan Abdullah Bin Nuh, Ulama Produktif Sunda (Sumber Gambar : Nu Online)
Berziarah ke Ajengan Abdullah Bin Nuh, Ulama Produktif Sunda (Sumber Gambar : Nu Online)

Berziarah ke Ajengan Abdullah Bin Nuh, Ulama Produktif Sunda

Menurut Kiai Toto, Mama Ajengan Abdullah bin Nuh merupakan seorang ulama yg teguh dan gigih dalam memperjuangkan Islam Ahlussunnah wal-Jama’ah (Aswaja) sebagaimana terangkum dalam karya monumentalnya sebanyak 36 jilid Ana Muslimun, Suniyyun, Syafiiyun yang telah dicetak di Mesir. 

Sayangnya, kata dia, figur ulama kharismatik yang nasionalis sejati ini telah diselewengkan peran sejarahnya sebagai salah seorang pendiri HTI. Pihak keluarga secara tegas menolak klaim tersebut. Klaim tersebut sebagai bentuk yang tidak bertanggung jawab.

SMA Negeri 1 Slawi

Di Bandung Barat, jejak Mama Ajengan Abdullah Bin Nuh merupakan salah satu tokoh penting berdirinya Pondok Pesantren Pembangunan Sumur Bandung (P3SB) Cililin tahun 1970 bersama Kiai Mayor Makmun dan Kiai Supardan.

Mulai 10 Februari 2018, rencananya karya-karya intelektual ulama Sunda kelas Internasional ini akan secara rutin dikaji bersama ajengan-ajengan Bandung Barat dipandu langsung oleh putranya KH Toto Mustofa Abdullah Bin Nuh.

Selain jamuan yang sempurna dari keluarga Mama Ajengan, para peziarah diberikan oleh-oleh tiga buah buku karya Mama Ajengan tersebut, yaitu Ana Muslimun Suniyyun Syafiiyun jilid 1, Islam dan Materialisme dan Mencintai Keluarga Nabi. (Edi Rusyandi/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi

SMA Negeri 1 Slawi Anti Hoax, Ahlussunnah SMA Negeri 1 Slawi

Selasa, 06 Februari 2018

NU Setia Menjaga NKRI

Nusantara sebagai sebuah kesatuan geografis, kesatuan budaya, kesatuan politik dan kesatuan ekonomi terbentuk melalui proses berabad-abad, setidaknya mulai wangsa Sanjaya Mataram, Sriwijaya yang terus berkembang zaman Kahuripan, Daha, Singasari, Sriwijaya, Majapahit, Demak, Mataram Baru hingga Republik Indonesia saat ini. Kehadiran penjajah Spanyol, Belanda, Inggris, selama ratusan tahun itu gagal memecah-belah kesatuan yang telah kokoh itu.

Ketika Indonesia merdeka kesatuan itu segera dikukuhkan kembali sebagai sebuah negara kesatuan berdasarkan ideologi Pancasila, yang merupakan warisan leluhur bangsa ini. Itulah sebabnya Pancasila diterima oleh bangsa ini dengan tangan terbuka karena memang sebelumnya telah hidup dan berkembang sebagai falsafah hidup bagi bangsa ini, sehingga walaupun berbeda budaya, berbeda suku dan berbeda agama, tetapi bisa hidup rukun dan bersatu saling tolong-menolong satu sama lain.

Sebagaimana disebutkan di depan bahwa kesatuan Indonesia ini bukan sesuatu yang sekali jadi melainkan terus berkembang dalam proses, karena itulah kesatuan NKRI dan keutuhan Pancasila sebagai falsafah dan ideologi negara harus dijaga dan dipertahankan. Tidak sedikit kelompok yang dengan menawarkan ideologi tertentu mencoba untuk menolak Indonesia sebagai sebuah negara kesatuan, dan berusaha memecah belah sebagai serta berusaha memutus pengikatnya yaitu Pancasila sebagai ideologi negara.

NU Setia Menjaga NKRI (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Setia Menjaga NKRI (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Setia Menjaga NKRI

Nahdlatul Ulama (NU) lahir dari budaya Islam Nusantara dan berkembang dalam budaya Nusantara dengan segala gelombang yang terjadi di atasnya, ketika Nusantara dalam penjajahan NU dengan gigih mempertahankan identitas kenusantaraannya dan berjuang penuh melawan penjajah yang ingin melenyapkan kenusantaraan menjadi kebelandaan. Pesantren berhasil menjaga tradisi Islam Nusantara dan dari situlah 88 tahun yang lalu NU Lahir. Dalam keterjajahan itu NU mengobarkan semangat revolusi dan perjuangan, karena itu ketika Nusantara merdeka menjadi Negara Kesatuan Republik Indonesia, tidak ragu lagi NU menjadi penjaga dan sekaligus penyangga serta perekat persatuan Indonesia, dalam menghadapi berbagai subversi, gerakan separatis dan pemberontakan yang menodai negeri ini.

Hadirnya Reformasi dengan semangat liberalisme yang tanpa batas menjadikan upaya merombak NKRI serta mengganti atau merevisi Pancasila terus berjalan, dengan menawarkan ideologi lain yang tidak sesuai dengan budaya bangsa Indonesia. Dari situlah ketegangan nasional mulai terjadi antara kelompok pembela NKRI dan pendukung Pancasila sebagai dasar dan ideologi negara dengan kelompok yang ingin merombaknya. Berkat kegigihan pendukung NKRI dan Pancasila ini kedua hal tersebut tidak diubah.

Dengan tidak diubahnya konsep NKRI dan Pancasila tersebut tidak dengan sendirinya NKRI tetap ada dan lestari. Secara geografis sejak reformasi hingga sekarang memang masih utuh, maraknya gerakan separatisme beberapa waktu yang lalau tidak mampu memecah kesatuan geografis negeri ini. Tetapi apabila ditinjau dari segi kesatuan politik, dengan diterapkannya otonomi yang tanpa batas, kesatuan Indonesia sebagai kesatuan politik mulai pudar. Mulai banyak pejabat daerah yang tidak setia pada pemerintah di atasnya atau bahkan pemerintah pusat.

SMA Negeri 1 Slawi

Dilihat dari sudut pertahanan (militer), nampaknya integritas NKRI juga sudah mulai mengendor, terbukti dengan terjadinya pelanggaran wilayah oleh pasukan asing yang tidak sepenuhnya bisa diatasi oleh tentara Indonesia. Sementara, setiap upaya peningkatan sistem pertahanan selalu mendapat serangan dari kelompok tertentu dari bangsa sendiri, sehingga kedaulatan Republik ini dengan mudah diganggu dan dinodai masuknya kekuatan asing yang ingin memecah belah negeri ini.

Dari segi kesatuan ekonomi, sejak dilakukan liberalisasi perdagangan, dengan dibebaskannya investasi asing masuk ke seluruh sektor strategis, maka bisa dilihat bahwa saat ini ekonomi nasional tidak lagi di bawah kendali bangsa sendiri, melainkan telah dikuasai asing. Mulai dari sektor pertambangan, sektor perbankan, sektor pertanian, sektor industri, sektor properti, telekomunikasi, yang penguasaan asing rata-rata di atas 50%, bahkan terakhir di sektor bandara yang bisa mencapai 100 persen. Akibatnya terjadi ketimpangan ekonomi yang sangat tajam yang belum pernah terjadi di Indonesia ini selama ini.

SMA Negeri 1 Slawi

Kemudian di sektor kebudayaan, pengaruh asing mulai menerobos hingga ke sektor privat, dengan perkembangan teknologi informasi dan komunikasi. Sementara informasi dari dunia internasional yang dikendalikan oleh kapitalisme global yang berpandangan hidup liberal, tetaplah begitu jauh mempengaruhi cara berpikir, sikap dan tindakan masyarakat negeri ini. Dengan demikian nilai-nilai agama budaya dan tradisi, termasuk nilai-nilai Pancasila akan sulit diterapkan. Karena propaganda liberal disebarkan sedemikian gencar dengan peralatan teknologi dan strategi yang sangat canggih.

Inilah yang menjadi keprihatinan NU dan yang menjadi tekad NU untuk selalu setia menjaga keutuhan NKRI di saat pihak lain banyak yang mulai meragukan pentingnya NKRI. Karena itu bersamaan dengan peringatan Hari Lahir NU yang ke-88 tahun 2014 ini, NU berikrar bahkan bertekad bahwa keutuhan NKRI dan kejayaan Pancasila harus dijaga. Keutuhan NKRI harus tetap dijaga, tidak hanya secara geografis, tetapi secara politik, ekonomi dan budaya ini Indonesia kembali menjadi negara yang berdaulat, sebagaimana yang diperjuangkan para ulama NU terdahulu bersama elemen bangsa lainnya.

Untuk menjaga keutuhan NKRI ini sarana yang paling tepat adalah Pancasila, karena Pancasila dengan falsafah Bhinneka Tunggal Ika, merupakan tali pengikat keragaman bangsa ini. Kemampuan Pancasila dalam merekat keutuhan bangsa ini telah terbukti selama bertahun-tahun. Maka NU tidak mau ambil risiko dengan adanya kelompok lain? yang ingin mengganti Pancasila, sebab tanpa Pancasila NKRI tidak akan bisa dipertahankan.

Sebagaimana NKRI, saat ini Pancasila secara formal memang masih ada, tetapi harap diketahui, Pancasila oleh liberalisme tidak lagi dijadikan sumber nilai, baik dalam merumuskan undang-undang, dalam menentukan kebijakan politik, termasuk dalam kebijakan ekonomi dan kebudayaan. Semuanya mengacu pada berbagai konvensi internasional yang berfalsafah liberal yang jauh dari nilai agama dan tradisi.

Bagi NU membela NKRI dan Pancasila merupakan keharusan politik, untuk menjaga kesatuan dan kedamaian negeri ini. Dan sekaligus merupakan kewajiban syar’i, karena membela negara wajib hukumnya menurut agama.? Sebagaimana diputuskan dalam Muktamar NU di Situbondo bahwa penerimaan dan pengamalan Pancasila bagi umat Islam Indonesia sama dengan menjalankan syariat Islam. Sebagai konsekwensinya NU berkewajiban menjaga dan mengamankan Pancasila.

Komitmen atau kesetiaan ini perlu terus ditegaskan sehingga ketika NU genap berusia satu abad tahun 2026 nanti, sekitar 12 tahun lagi, kita berharap NKRI tetap utuh dan Pancasila tetap jaya. Penegasan ini menunjukkan bahwa NU bukan hanya untuk pada Nahdliyin, tetapi untuk bangsa secara keseluruhan dan bahkan untuk sekalian umat manusia. Karena itu berangkat dari Harlah NU yang 88 ini, tekad dan kesetiaan tersebut kita ikrarkan, di tengah Indonesia dengan NKRI dan Pancasila sedang menghadapi tantangan.

?

KH Said Aqil Siroj

Ketua Umum PBNU

?

* Disampaikan dalam acara peringatan hari lahir atau Harlah ke-88 NU di Jakarta, 31 Januari 2014.

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Pertandingan, Doa, Anti Hoax SMA Negeri 1 Slawi

Rabu, 31 Januari 2018

Santri Situbondo Terbitkan Buku Sukses Bisnis Via Internet

Situbondo, SMA Negeri 1 Slawi. Rahmat Saputra, santri di Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, yang juga motivator bisnis, menerbitakan buku tentang strategi sukses berbisnis lewat internet.

Santri Situbondo Terbitkan Buku Sukses Bisnis Via Internet (Sumber Gambar : Nu Online)
Santri Situbondo Terbitkan Buku Sukses Bisnis Via Internet (Sumber Gambar : Nu Online)

Santri Situbondo Terbitkan Buku Sukses Bisnis Via Internet

"Buku ini bisa dibaca oleh siapa saja, termasuk yang baru mulai mau belajar berbisnis. Isinya sangat praktis, yakni 30 persen teori dan 70 persen praktik," ujar Rahmat Saputra di Situbondo, Senin.

Pria kelahiran Aceh yang mengenyam pendidikan di Pesantren Salafiyah Syafiiyah, Sukrejo, Situbondo, yang didirikan oleh ulama tekemuka KH Asad Syamsul Arifin ini mengemukakan bahwa bukunya berisi tentang bagaimana menjual produk lewat internet.

SMA Negeri 1 Slawi

Pendiri komunitas Internet Cerdas Indonesia (ICI) yang sebelumnya telah menerbitkan tiga buku mengenai bisnis ini menjelaskan bahwa pemasaran merupakan ilmu yang sangat penting dalam dunia bisnis.

SMA Negeri 1 Slawi

"Saya pernah melihat seorang ibu yang sangat kreatif menciptakan produk-produk kerajinan tangan yang indah dari sampah daur ulang. Produk itu sangat disukai oleh pelajar-pelajar di sekitar rumahnya. Kelemahannya adalah ibu tersebut hanya mampu memasarkan produk itu di sekitar rumahnya," kata penerima penghargaan sebagai satu dari 100 pemuda pembawa perubahan di Indonesia dari "Indonesian Young Changemaker Summit" (IYCS) ini.

Ia melanjutkan bahwa ibu tersebut kemudian menutup usahanya ketika permintaan semakin mengecil karena wilayah pemasarannya yang terbatas. Padahal produk si ibu tersebut sebetulnya memiliki pasar yang sangat luas jika ia menguasai ilmu mengenai pemasaran dengan baik.

Sementara di tempat lain, kata dia, banyak perusahaan yang hampir semua orang mengenal produknya, padahal produk itu belum tentu lebih bagus dari produk lainnya. Hal itu terjadi karena perusahaan tersebut menguasai strategi pemasaran.

Di buku berjudul "Revolusi Bisnis Internet; 3 Langkah dan 7 Strategi Sukses dan Kaya dari Internet" ini, Rahmat membagikan ilmunya bagaimana memasarkan produk lewat media online sehingga penyebarannya menjadi sangat luas karena dapat diakses oleh pasar di berbagai belahan dunia.

Salah satu pengurus Himpunan Pengusaha Santri Indonesia (HIPSI) Jatim ini mengemukakan bahwa di Indonesia saat ini sangat banyak produk atau jasa yang dihasilkan oleh masyarakat, namun persoalannya adalah mereka tidak bisa menjual.

"Hal ini berbeda dengan negara lain, seperti Singapura yang sangat kecil dan bahkan mereka tidak memiliki produk sendiri. Kita menjual produk dengan kualitas rendah ke Singapura, lalu mereka menjual produk tersebut dengan nilai tinggi ke negara-negara lainnya," katanya.

Ia berharap lewat bukunya ini akan banyak lahir wiraswastawan baru di negeri ini. Dengan demikian, maka hal itu akan mengurangi pengangguran dan pada akhirnya akan membuka banyak lapangan kerja. (antara/mukafi niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Anti Hoax SMA Negeri 1 Slawi

PBNU Berangkatkan Tujuh Kontainer Bantuan Korban Gempa Sumbar

Jakarta, SMA Negeri 1 Slawi. Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) memberangkatkan tujuh kontainer bantuan untuk korban gempa Sumatra Barat yang merupakan hasil bekerjasama dengan Pemerintah Australia melalui AusAids senilai 250.000 Dolar Australia.

Pemberangkatan bantuan ini dilakukan dengan pemotongan pita oleh Ketua PBNU HM Rozy Munir, Wakil Sekjen PBNU Iqbal Sullam dan Dubes Australia untuk Indonesia Bill Farmer, Kamis (29/10).

PBNU Berangkatkan Tujuh Kontainer Bantuan Korban Gempa Sumbar (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU Berangkatkan Tujuh Kontainer Bantuan Korban Gempa Sumbar (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU Berangkatkan Tujuh Kontainer Bantuan Korban Gempa Sumbar

Avianto Muhtadi, program manager Community Based Disaster Risk Management (CBDRMNU) yang merupakan penanganan bencana berbasis komunitas NU menjelaskan bantuan ini merupakan bagian dari kerjasama dan kepercayaan yang sudah terjalin sejak tahun 2006 lalu antara pemerintah Australia dengan PBNU melalui MoU yang ditandatangi oleh PM Kevin Rudd dan KH Hasyim Muzadi.

SMA Negeri 1 Slawi

“Bantuan ini merupakan upaya Pemerintah Australia untuk memberikan dukungan kepada warga NU yang jumlahnya sangat besar dalam mengatasi bencana mengingat Indonesia merupakan daerah yang rawan bencana,” tandasnya.

SMA Negeri 1 Slawi

Jangkau Deerah Terpencil

Ia menjelaskan, bantuan dari pemerintah Australia ini ditargetkan mampu menjangkau daerah-daerah terpencil yang selama ini kurang terjangkau. Dari rapid assessment yang dilakukan oleh tim (CBDRMNU), banyak bantuan yang belum sampai atau belum memenuhi kebutuhan masyarakat.

“Banyak permintaan langsung yang ditujukan kepada Nahdlatul Ulama setempat. Karena itu, bantuan yang dikirimkan telah disesuaikan dengan kebutuhan paling penting bagi para korban,” jelasnya.

Beberapa jenis kebutuhan yang berikan meliputi layanan kesehatan dasar dan gigi, penyediaan kebutuhan peralatan sekolah berupa buku pelajaran dan peralatan tulis, penyediaan kebutuhan psikososial atau penyembuhan traumatis bagi anak-anak melalui pendekatan psikososial maupun agamis serta penyediaan kebutuhan sarana prasarana sanitasi, alat masak, pakaian dalam, tenda, selimut, terpal, peralatan mandi, sarung, mukena, ember, jerigen, termos, dan tempat sampah yang berada di lokasi pengungsian. Ditargetkan bantuan ini mampu menjangkau 10.000 jiwa di 24 nagari/desa.

“Dengan menggunakan pendekatan berbasis komunitas dalam menangani bencana, PBNU melibatkan seluruh komponen warga NU di Sumatra Barat seperti tokoh masyarakat, kiai, dan relawan NU serta jejaring bersama seperti BNPB, Pemda Sumbar, Pemkab, Kecamatan dan fihak kelurahan,” tandasnya.

Sebelumnya pada tanggal 4 Oktober 2009, Tim PBNU telah berada di Padang 15 orang yang terdiri dari para dokter dan relawan untuk membantu pada masa tanggap darurat. Ketua umum PBNU KH Hasyim Muzadi juga telah melakukan kunjungan ke lokasi-lokasi yang menjadi daerah sasaran pemberian bantuan PBNU pada 10-11 Oktober lalu. Bantuan yang dikirimkan diantaranya meliputi ambulan, bus, tenda, senter, kantong tidur, selimut, sabun, peralatan medis, obat-obatan, tabung oksigen, sembako dan susu.

Avianto menjelaskan, dalam pesannya kepada warga NU di Sumatra Barat, KH Hasyim Muzadi meminta agar para korban gempa tidak sampai putus asa dari rahmat Allah. Jangan sampai terjadi hidup tak karuan setelah bencana gempa melanda.

Ditambahkannya, kiai Hasyim berharap agar bencana tsunami di Aceh dapat menjadi pelajaran. “Beliau memberi pesan yang tak kalah pentingnya dilakukan pascagempa adalah perawatan batin umat yang terkena bencana. Untuk perawatan batin ini, perlu disiapkan mursyid, ustadz dan tenaga pembinaan mental umat. Sehingga masalah baru tidak muncul pascagempa ini,” ujarnya.

Dubes Australia Bill Farmer menyatakan senang danb bangga bisa bekerjasama dengan NU. Dikatakannya, bantuan ini merupakan bagian dari kerjasama yang sudah dijalin antara pemerintah Australia dan PBNU yang ditandatangani PM Kevin Rudd dan KH Hasyim Muzadi.

“Ini merupakan refleksi dari hubungan yang kuat antara pemerintah Australid dan Indonesia serta ormas seperti NU, yang terus memberikan dukungan kepada mereka yang terkena bencana,” jelasnya. (mkf)Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Nasional, Ulama, Anti Hoax SMA Negeri 1 Slawi

Minggu, 21 Januari 2018

Hukum Aqiqah dengan Sapi

Assalamu ’alaikum wr. wb.

Redaksi Bahtsul Masail SMA Negeri 1 Slawi yang kami hormati. Sebelumnya mohon maaf apabila pertanyaan kami tidak berkenan di hati. Kami hendak menanyakan hal yang terkait dengan aqiqah. Kebiasaan yang berlaku aqiqah itu dengan kambing sebagaimana yang kami ketahui selama ini.

Yang ingin kami tanyakan bolehkah aqiqah dengan sapi? Yang kedua, jika boleh apakah satu sapi bisa untuk aqiqah tujuh anak? Bolehkah menyembelih sapi dengan niat aqiqah sebagian orang dan niat qurban sebagian lainnya. Atas penjelasannya kami ucapkan terima kasih. Wassalamu ’alaikum wr. wb. (Ahmad Fajri/Pemalang)

Hukum Aqiqah dengan Sapi (Sumber Gambar : Nu Online)
Hukum Aqiqah dengan Sapi (Sumber Gambar : Nu Online)

Hukum Aqiqah dengan Sapi

Jawaban

SMA Negeri 1 Slawi

Assalamu ’alaikum wr. wb.

Penanya yang budiman, semoga selalu dirahmati Allah SWT. aqiqah memang masalah yang tak akan lekang oleh waktu. Ia selalu berkait-kelindan dengan kelahiran anak. Sepanjang masih ada kelahiran seorang anak manusia, selama itu pula aqiqah akan tetap melekat dan tak terpisahkan.

Ajaran tentang aqiqah sudah sangat terang-benderang disabdakan oleh Rasulullah SAW. Dalam salah satu sabdanya beliau mengatakan, bahwa seorang bayi itu tergadakan dengan aqiqahnya, pada hari ketujuh disembelih hewan dicukur rambutnya dan diberi nama.

SMA Negeri 1 Slawi

? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya, “Seorang bayi itu tergadaikan dengan aqiqahnya, pada hari ketujuh disembelih hewan, dicukur rambutnya, dan diberi nama,” (HR Tirmidzi).

Pesan penting yang ingin dikatakan dalam hadits tersebut adalah anjuran untuk mempublikasikan kebahagian, kenikmatan, dan nasab. Dengan demikian aqiqah adalah salah satu bentuk taqarrub kepada Allah dan manifestasi rasa syukur kepada-Nya atas karunia yang telah dilimpahkan.

Sudah jamak diketahui bahwa aqiqah jika bayi yang lahir adalah laki-laki adalah disunahkan dengan menyembelih dua ekor kambing. Sedang apabila perempuan disunahkan dengan menyembelih seekor kambing. Tentunya dengan ketentuan-ketentuan yang telah diatur dalam masalah ini.

Sampai di titik ini sebenarnya tidak ada persoalan serius. Namun persoalan kemudian muncul jika pihak yang mempunyai anak ingin mengganti aqiqah berupa kambing dengan hewan lain, sapi misalnya. Di sini kemudian muncul pertanyaan, bagaimana hukumnya aqiqah dengan sapi? Lantas, apakah sapi bisa dibuat aqiqah untuk tujuh orang bayi?

Untuk menjawab hal ini ada baiknya kita tengok keterangan dalam kitab Kifayatul Akhyar. Dalam kitab ini dikatakan bahwa menurut pendapat yang paling sahih (al-ashshah) aqiqah dengan unta gemuk (al-badanah) atau sapi lebih utama dibanding aqiqah dengan kambing (al-ghanam). Namun pendapat lain menyatakan, yang paling utama adalah aqiqah dengan kambing sesuai bunyi hadits yang ada (li zhahiris sunah).

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya, “Menurut pendapat yang paling sahih, aqiqah dengan unta gemuk (al-badanah) atau sapi lebih utama dibanding aqiqah dengan kambing. Namun dalam pendapat lain dikatakan bahwa aqiqah dengan kambing lebih utama, yang saya maksudkan adalah dengan dua ekor kambing untuk bayi laki-laki dan seekor kambing untuk bayi perempuan, karena sesuai dengan bunyi sunah,” (Lihat Taqiyuddin Al-Hushni, Kifayatul Akhyar fi Halli Ghayatil Ikhtishar, Beirut, Darl Fikr, halaman 535).

Jika kita cermati penjelasan dalam kitab Kifayatul Akhyar itu, dengan jelas mengandaikan kebolehan beraqiqah dengan unta atau sapi. Bahkan dengan sangat gamblang dikatakan di situ, bahwa pendapat yang lebih sahih adalah yang menyatakan bahwa beraqiqah dengan unta atau sapi lebih utama dibanding dengan kambing.

Selanjutnya menanggapi pertanyaan kedua mengenai soal sapi yang dijadikan aqiqah untuk tujuh anak, apakah boleh? Dalam konteks ini diperbolehkan, bahkan jika ada beberapa pihak dengan niat yang berbeda sekalipun.

Misalnya ada tujuh orang yang patungan membeli sapi, dari ketujuh orang tersebut yang tiga berniat untuk aqiqah, sedang yang lainnya berniat untuk berkurban, atau hanya sekedar mengambil dagingnya untuk dimakan ramai-ramai atau mayoran.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya, “Jika seseorang menyembelih sapi atau unta yang gemuk untuk tujuh anak atau adanya keterlibatan (isytirak) sekelompok? orang dalam hal sapi atau unta tersebut maka boleh, baik semua maupun sebagian dari mereka berniat untuk aqiqah sementara sebagian yang lain berniat untuk mengambil dagingnya untuk pesta (makan besar/mayoran),” (Lihat Muhyiddin Syaraf An-Nawawi, Al-Majmu’ Syarhul Muhadzdzab, Jeddah, Maktabah Al-Irsyad, juz VIII, halaman 409).

Bagi orang tua yang anaknya belum diaqiqahi dan sudah memiliki rezeki yang lapang, sebaiknya segera diaqiqahi.

Demikian jawaban yang dapat kami kemukakan. Kami selalu terbuka untuk menerima saran dan kritik dari para pembaca.

Wallahul muwaffiq ila aqwamith thariq,

Wassalamu ’alaikum wr. wb.


(Mahbub Ma’afi Ramdlan)Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Ulama, Anti Hoax, Quote SMA Negeri 1 Slawi

Kamis, 18 Januari 2018

Tiap Jumat, Mobil Aswaja Siap Sapa Sejumlah Masjid

Surabaya, SMA Negeri 1 Slawi. PW Aswaja NU Center Jawa Timur memastikan bahwa setiap Jumat akan mengunjungi sejumlah masjid untuk kian memasyarakatkan Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja) kepada kaum muslimin. Hal ini sebagai bentuk tanggung jawab demi menyelamatkan akidah umat dari rongrongan gerakan Islam yang cenderung ekstrem.

"Kami telah memiliki mobil operasional dan akan dioptimalkan untuk menyapa masjid setiap Jumat," kata Direktur PW Aswaja NU Center, KH Abdurrahman Navis, Sabtu (22/8).

Tiap Jumat, Mobil Aswaja Siap Sapa Sejumlah Masjid (Sumber Gambar : Nu Online)
Tiap Jumat, Mobil Aswaja Siap Sapa Sejumlah Masjid (Sumber Gambar : Nu Online)

Tiap Jumat, Mobil Aswaja Siap Sapa Sejumlah Masjid

Mobil dengan jenis APV tersebut akan menyediakan sejumlah kebutuhan Aswaja. "Dari mulai buku, flash disk, dan selebaran Jumat," kata Wakil Ketua PWNU Jatim ini. Bahkan sejumlah pengurus dan anggota siap memberikan layanan tanya jawab seputar Aswaja dan pengetahuan agama Islam yang dibutuhkan masyarakat, lanjutnya.

SMA Negeri 1 Slawi

Kiai Navis, sapaan akrabnya sangat menyadari bahwa tantangan bagi tersebarnya Aswaja demikian berat. "Banyak masjid di sekitar kita yang telah dimasuki aliran Islam garis keras," ungkapnya. Dan untuk mengimbangi atau bahkan melawan gerakan ini, cara yang ditempuh adalah antara lain dengan melakukan sosialisasi ke sejumlah masjid tersebut.

SMA Negeri 1 Slawi

Dosen UIN Sunan Ampel Surabaya ini juga berharap agar gerakan PW Aswaja NU Center bisa dilakukan juga oleh banyak kalangan, khususnya para generasi muda. "Karena tantangan Aswaja ala NU semakin berat," pungkasnya.? (Syaifullah/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Anti Hoax, Ubudiyah, Olahraga SMA Negeri 1 Slawi

Kamis, 11 Januari 2018

UNU Indonesia Kini Miliki Pusat Kajian dan Pendidikan Antikorupsi

Jakarta, SMA Negeri 1 Slawi

Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Indonesia kini memiliki Pusat Kajian dan Pendididikan Antikorupsi. Peresmian pusat kajian kampus yang beralamat di Jl. Taman Amir Hamzah No. 5

Kelurahan Pegangsaan, Kecamatan Menteng, Jakarta Pusat tersebut, dilakukan di gedung PBNU, Jakarta Senin malam (20/2).

UNU Indonesia Kini Miliki Pusat Kajian dan Pendidikan Antikorupsi (Sumber Gambar : Nu Online)
UNU Indonesia Kini Miliki Pusat Kajian dan Pendidikan Antikorupsi (Sumber Gambar : Nu Online)

UNU Indonesia Kini Miliki Pusat Kajian dan Pendidikan Antikorupsi

Peresmian ditandai dengan penandatanganan plakat oleh Sekretaris Jenderal PBNU H. A. Helmy Faishal Zaini, Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Agus Raharjo, dan Rektor UNU Indonesia KH Maksum Mahfud.

SMA Negeri 1 Slawi

Pada kesempatan tersebut, Ketua Pusat Kajian dan Pendididikan Antikorupsi Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia Fira Mubayyinah mengatakan, ide pembentukan pusat kajian tersebut muncul dari Fakultas Ilmu Hukum UNU.

SMA Negeri 1 Slawi

“Kami dari beberapa dosen menyadari betul pemberantasan korupsi adalah tanggung jawab kita bersama,” tegasnya.

Pusat kajian tersebut, lanjutnya, akan bergerak bersama seluruh civitas UNU Indonesia untuk melakukan pendidikan antikorupsi kepada siswa di sekolah umum dan para santri di pesantren-pesantren.

Tak hanya itu, kata dia, lembaga tersebut akan melakukan kajian-kajian terhadap kasus korupsi untuk mengetahui cara-cara pencegahannya. (Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Anti Hoax, Berita SMA Negeri 1 Slawi

Senin, 01 Januari 2018

NKRI Terancam, Penyuluh Agama Se-Jatim Helat Jambore di Puncak B-29

Lumajang, SMA Negeri 1 Slawi. Ancaman terkoyaknya ? kerukunan dan tergerusnya Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang belakangan kian santer terdengar, menjadi salah satu alasan para penyuluh agama se-Jawa Timur untuk menghelat Jambore regional di Puncak B-29, Kabupaten ? Lumajang tanggal 24 sampai 26 Juli 2017 mendatang.

Menurut Ketua Kelompok Kerja Penyuluh (Pokjaluh) Jawa Timur, Syaifuddin Maarif, Jambore yang bertemakan "Penyuluh Lebih Dekat Melayani Umat" tersebut bertujuan agar penyuluh mampu memberikan pelayanan lebih baik bagi masyarakat. Kedepan, katanya, penyuluh diimbau tidak hanya "berceramah" soal agama tapi juga perlu melebarkan tema hingga soal kerukunan antarumat beragama, soal NKRI dan sebagainya. ? "Kita ingin melebur dan menyatu dengan masyarakat. Umat Islam harus betul-betul menjadi rahmat di negeri ini," turur Syaifuddin usai survei lokasi, Selasa (11/7).

NKRI Terancam, Penyuluh Agama Se-Jatim Helat Jambore di Puncak B-29 (Sumber Gambar : Nu Online)
NKRI Terancam, Penyuluh Agama Se-Jatim Helat Jambore di Puncak B-29 (Sumber Gambar : Nu Online)

NKRI Terancam, Penyuluh Agama Se-Jatim Helat Jambore di Puncak B-29

Menurut rencana, kegiatan tersebut akan dihadiri Menteri Agama RI, Wakil Gubernur Jawa Timur, Kepala Kanwil Kemenag Jawa Timur, Kepala Kemenag dan Kasi Bimas Islam se-Jawa Timur dan ? sejumlah Ketua Pokjaluh dari berbagai provinsi serta 550 penyuluh agama Islam se-Jawa Timur. "Ada beberapa Ketua Pokjaluh yang akan ikut hadir dengan biaya sendiri, diantaranya adalah Pokjaluh Gorontalo, Pokjaluh Palembang, Pokjaluh Maluku, Pokjaluh DKI dan Pokjaluh Jawa Barat," tambah Syaifuddin

Di Jambore itu, para penyuluh juga akan menggelar bakti sosial dengan memberikan bantuan untuk para mualaf dan menanam 5000 pohon sebagai bentuk kepedulian penyuluh terhadap kelestarian lingkungan. "Ini misi kita bersama, dekat dengan masyarakat dan peduli terharap lingkungan," lanjutnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Jambore, Sriwanti menyatakan, para peserta akan menginap di home sty milik masyarakat setempat. Ratusan penyuluh dan para pejabat akan bermalam bersama untuk melakukan tadabbur alam. "Ini agar para penyuluh dekat dan menyatu dengan masyarakat," ujarnya. (Aryudi A. Razaq/Zunus)

SMA Negeri 1 Slawi

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi AlaNu, Anti Hoax, RMI NU SMA Negeri 1 Slawi

SMA Negeri 1 Slawi

Kamis, 21 Desember 2017

Rahasia Kecerdasan Gus Dur

Suatu ketika seorang wartawan bertanya kepada Gus Dur soal kecerdasannya yang dikenal oleh masyarakat nasional sampai internasional.

Wartawan ada di satu mobil bersama Gus Dur yang habis ceramah keagamaan dan kebangsaan di suatu daerah ketika itu.

“Gus, rahasia Anda apa sih sampai bisa berpikir hebat?”

Rahasia Kecerdasan Gus Dur (Sumber Gambar : Nu Online)
Rahasia Kecerdasan Gus Dur (Sumber Gambar : Nu Online)

Rahasia Kecerdasan Gus Dur

“Ah, biasa aja,” jawab Gus Dur diplomatis.

“Sungguh Gus, bahkan Cak Nur (Nurkholis Madjid), pemikir modern yang katanya bahan bacaannya ribuan buku, tapi ilmu sampeyan lebih lengkap darinya, berarti bacaan sampeyan lebih banyak lagi dong,” ujar Ramdhani dengan polosnya.

“Baik, kalau anggapan sampeyan demikian,” tutur Gus Dur enteng.

“Lalu, apa rahasianya Gus?” ujar Ramdhani kembali tanya.

SMA Negeri 1 Slawi

“Rahasianya, kalau Cak Nur membaca buku-bukunya hingga pengantarnya, kalau saya cukup daftar isinya saja,” jawab Gus Dur sambil terkekeh. (Fathoni)

?

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi

SMA Negeri 1 Slawi Budaya, Makam, Anti Hoax SMA Negeri 1 Slawi

Rabu, 13 Desember 2017

Sesat Pikir Full Day School

Oleh: Darmaningtyas







Sesat Pikir Full Day School (Sumber Gambar : Nu Online)
Sesat Pikir Full Day School (Sumber Gambar : Nu Online)

Sesat Pikir Full Day School

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan telah mengeluarkan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 23 Tahun 2017 tentang Hari Sekolah. Pasal 2 Permendikbud tersebut mengatur hari sekolah dilaksanakan 8 (delapan) jam dalam 1 (satu) hari atau 40 (empat puluh jam) selama 5 (lima) hari dalam 1 (satu) minggu atau yang akhir-akhir ini disebut full day school.

Seperti ditegaskan dalam pasal 8, peraturan ini mulai dilaksanakan pada tahun pelajaran 2017/2018. Ini artinya, pada tahun ajaran baru, Juli 2017 nanti, sekolah-sekolah secara nasional sudah melaksanakan lima hari sekolah ini.

Namun, dalam Permendikbud tersebut tidak ditemukan tujuan menjadikan hari sekolah itu seragam dari enam menjadi lima hari secara nasional. Pasal 3 hanya mengatur penggunaan hari sekolah oleh guru untuk melaksanakan beban kerja guru, dan pasal 4 mengatur penggunaan hari sekolah oleh tenaga kependidikan untuk melaksanakan tugas dan fungsinya. Tapi tugas tersebut dapat berlaku enam hari sekolah.

SMA Negeri 1 Slawi

Demikian pula pengaturan dalam pasal 5 dan 6 ? mengenai penggunaan hari sekolah oleh murid untuk melaksanakan kegiatan intrakurikuler, kokurikuler, dan ekstrakurikuler, selama ini sudah demikian adanya, tidak perlu nunggu delapan jam di sekolah. Artinya, tanpa ada perubahan dari enam menjadi lima hari sekolah pun kegiatan murid di sekolah mencakup kegiatan intrakurikuler, kokurikuler, dan ekstrakurikuler.

Kita tidak temukan pasal yang menjelaskan pentingnya perubahan hari sekolah dari enam menjadi lima hari dan dalam sehari anak-anak harus di sekolah delapan jam secara nasional. Ini sesat pikir pertama, membuat kebijakan tanpa tujuan yang jelas.

Gagasan sekolah sehari penuh (full day school/FDS) pernah dilontarkan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy pada masa awal menjabat sebagai Menteri Pendidikan. Dalam banyak kesempatan di forum-forum resmi, Menteri Muhadjir sering menjelaskan bahwa pelaksanaan FDS akan dimulai dengan piloting system. Implementasi detailnya masih dikaji.

SMA Negeri 1 Slawi

Melalui running text di stasiun televisi nasional (awal September 2016), misalnya, kita pernah membaca “Mendikbud Muhadjir Efendy: Full day school meningkatkan SDM”. ? Ini mencerminkan niat Menteri Muhadjir untuk mewujudkannya.

Menteri Muhadjir menjelaskan bahwa yang dia kerjakakan itu adalah melaksanakan visi dan misi Presiden Joko Widodo tentang pendidikan, bahwa untuk pendidikan dasar (SD/MI-SMP/MTs) 80% berisi pendidikan budi pekerti atau karakter, sementara untuk ilmu pengetahuan cukup 20%. FDS merupakan salah satu upaya untuk mewujudkan visi-misi Presiden Jokowi.

Dengan FDS rancang bangun pendidikan karakter dapat dilaksanakan. Dengan FDS, anak-anak secara perlahan akan terbangun karakternya dan tidak menjadi liar di luar sekolah ketika orangtua mereka belum pulang dari kerja. Menurut Muhadjir, kalau anak-anak tetap berada di sekolah, mereka dapat menyelesaikan tugas-tugas sekolah sampai dijemput orangtuanya seusai jam kerja.

Selain itu, anak-anak dapat pulang bersama orangtua sehigga ketika di rumah mereka tetap dalam pengawasan orangtua. Ini sesat pikir kedua yang menganggap bahwa semua orangtua murid kerja kantoran sampai sore hari, kebijakan yang bias Jakarta.

Konsep full day school dan lima hari sekolah bukan konsep baru. Sejak reformasi 1998, banyak sekolah telah menerapkannya. Langkah sejumlah sekolah itu termasuk dalam kategori manajemen berbasis sekolah (MBS). Mengingat sekolah yang lebih tahu kondisi sekolahnya, maka sekolah diberi kebebasan untuk mengambil kebijakan teknis untuk sekolahnya sendiri.

Agar kebijakan sekolah tersebut memiliki landasan hukum yang kuat, ada UU Sisdiknas No. 20/2003 pasal 51 ayat (1): “Pengelolaan satuan pendidikan anak usiadini, pendidikan dasar, dan pendidikanmenengah dilaksanakan berdasarkanstandar pelayanan minimal dengan prinsipmanajemen berbasis sekolah/madrasah”.

Urusan apakah sekolah akan enam hari atau lima hari itu urusan teknis sekolah, bukan urusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan. Oleh karena itu, meski selama hampir dua dekade di masyarakat kita itu ada sekolah yang enam hari dan ada sekolah yang lima hari, hal itu tidak menimbulkan pro dan kontra karena dasarnya adalah manajemen berbasis sekolah (MBS), sehingga tidak terjadi penyeragaman.

Sekolah-sekolah yang merasa cocok untuk menerapkan konsep FDS dipersilakan, tapi yang akan tetap melaksanakan enam hari sekolah juga dipersilakan. Demikian pula daerah, ada daerah yang melaksanakan lima hari sekolah, seperti DKI Jakarta, tapi mayoritas daerah tetap memilih melaksanakan enam hari kerja.

Bahkan Provinsi Jawa Tengah yang sejak Gubernur Ganjar Pranowo melakukan uji coba melaksanakan lima hari sekolah, beberapa kabupaten/kota sudah mengajukan permohonan untuk kembali ke enam hari sekolah, karena penerapan kebijakan lima hari sekolah dinilai tidak efektif, tidak sesuai dengan kultur mayoritas warga yang agraris, sehingga justru orang tua bingung memberikan kegiatan/mengarahkan anak-anaknya pada hari Sabtu yang tidak sekolah itu.

Jadi, jelas substansi yang menolak FDS dan kebijakan lima hari sekolah secara nasional itu bukan terletak pada konsep lima harinya, melainkan sifat kebijakannya yang sentralistik tanpa melihat karakter geografis, infrastruktur dan sarana transportasi, ekonomis, sosial, dan budaya.

Indonesia ini amat luas dan beragam. Bukan hanya Jakarta dan kota-kota lain di Jawa yang memiliki infrastruktur dan sarana transportasi yang memadai, tapi ada pulau-pulau kecil yang infrastruktur dan sarana transportasinya minim, guru di sekolah cuma 1-3 orang saja. Pada daerah-daerah dan sekolah-sekolah seperti itu FDS sangat tidak cocok diterapkan.

Alih-alih meningkatkan SDM, FDS justru membuat orangtua memilih tidak menyekolahkan anaknya. Permendikbud ? Nomor 23 Tahun 2017 yang mengatur Lima Hari Sekolah adalah langkah mundur di era reformasi, dari manajemen berbasis sekolah (MBS) menjadi sentralistik. Bahaya rezim Orde Baru yang sentralistik terulang.

Saya pernah berusaha menyampaikan masukan untuk tidak memperlakukan FDS secara nasional. Pada November 2016 saya pergi ke Pulau Samosir dan menjumpai sejumlah murid SMP-SMA berjalan kaki jauh, melintasi pegunungan yang sunyi. Lalu pada Maret 2017 saya ke Kupang dan melihat anak-anak SMP menunggu angkutan umum sampai jam 17.30 (di Kupang sudah gelap).

Dua potret ini saya kirim ke Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kemendikbud dengan keterangan: “Mereka akan sampai di rumah jam berapa jika nanti full day school diterapkan secara nasional?”.

Sampai saat ini sebagian murid murid SMPN 2 Kupang ada yang masuk pagi dan ada yang masuk siang. Seorang guru (Ibu Essey) dari Soe (NTT) juga menyampaikan pesan agar Menteri Pendidikan kalau buat kebijakan tidak sentralistis, seperti kebijakan full day school dan lima hari sekolah. ? Sayang, masukan-masukan dari lapangan itu diabaikan saja karena kebijakan dibuat dengan cara pandang Jakarta dan Jawa sentris.

Mengingat Indonesia ini amat luas dan beragam serta janji Presiden Jokowi dalam kampanye dulu untuk menjamin keragaman dan budaya lokal dalam kebijakan pendidikan, maka kembalikan persoalan teknis: enam atau lima hari sekolah itu ke otonomi sekolah sesuai dengan manajemen berbasis sekolah, bukan ditarik oleh Menteri Pendidikan.

Permendikbud Nomor 23 Tahun 2017 tentang Hari Sekolah sebaiknya dicabut karena bertentangan dengan UU Sistem Pendidikan Nasional No. 20/2003 Pasal 51 ayat (1) tentang Otonomi Sekolah/Madrasah. Bagaimana mungkin Menteri Pendidikan membuat Peraturan Menteri yang bertentangan dengan UU Sisdiknas yang mereka buat sendiri dan harus dijalankan?

Ini sesat pikir ketiga full day school dan lima hari sekolah. Saya berharap pemerintahan Jokowi tidak mundur dan sentralistik dalam penyelenggaraan pendidikan, seperti masa Orde Baru.





Penulis adalah pakar pendidikan nasional, tulisan ini sebelumnya pernah dimuat di Geotimes?

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Meme Islam, Anti Hoax, Amalan SMA Negeri 1 Slawi

Selasa, 12 Desember 2017

LKTI PMII Cari Masukan untuk Indonesia yang Lebih Baik

Surabaya, SMA Negeri 1 Slawi. Sepuluh nominator Lomba Karya Tulis Ilmiah (LKTI) yang diselenggarakan PMII Korcab Jatim harus benar-benar bisa meyakinkan dewan juri terhadap solusi yang ditawarkan. Tidak jarang terjadi debat yang cukup alot antara juri dengan para peserta.

LKTI PMII Cari Masukan untuk Indonesia yang Lebih Baik (Sumber Gambar : Nu Online)
LKTI PMII Cari Masukan untuk Indonesia yang Lebih Baik (Sumber Gambar : Nu Online)

LKTI PMII Cari Masukan untuk Indonesia yang Lebih Baik

Dewan juri yang terdiri atas Dr H Muhammad Zamzami, dosen Fakultas Ushuluddin IAIN Sunan Ampel Surabaya, Soeprayitno, Redaktur Harian Umum Seputar Indonesia Biro Jawa Timur serta Faza Dhora Nailufar, S.IP, M.IP,  Kepala Litbang ISNU Jawa Timur dan Kepala Laboratorium Ilmu Politik Unibrawa Malang, tidak henti-hentinya mempermasalahkan sejumlah alasan dan solusi yang ditawarkan peserta. 

"Rata-rata peserta kurang memperhatikan sistematika penulisan dan tinjauan pustaka yang digunakan," kata Faza Dhora Nailufar kepada SMA Negeri 1 Slawi (17/4).

Demikian juga yang dikeluhkan para juri adalah solusi kongkrit dari ide brilian yang disampaikan. "Kalau kemudian usul itu diaplikasikan dalam kondisi kekinian, apakah memungkinkan?" tandas Muhammad Zamzami.

SMA Negeri 1 Slawi

Namun, proses seleksi yang berlangsung sejak jam 09.00 hingga 16.12 WIB di Ruang Salsabila PWNU  Jatim ini akhirnya menyepakati para pemenang sebagai berikut. 

SMA Negeri 1 Slawi

Juara pertama diraih oleh Nasrun Annahar dengan judul makalah Narasi Besar Proses Perencanaan Kebijakan Pembangunan dan Politik Anggaran; (Studi Relevansi Kebutuhan Dan Realisasi Kebijakan Pembangunan Jawa Timur). Peserta adalah utusan dari  Unibraw Malang, tepatnya jurusan Ilmu Administrasi Publik.

"Sedangkan juara kedua diraih  Yeni Imroatul Mufidah yang mempresentasikan makalah Evaluasi Pelaksanaan Program Adiwayata dalam Rangka Menciptakan Sekolah Berbudaya Lingkungan (green school) dengan Mengoptimalkan System Zero Waste dan Material Ramah Lingkungan pada Sekolah Berbasis Pondok Pesantren," kata Abdul Hady JM yang juga Ketua Panitia. Yeni adalah peserta dari  STIT Raden Wijaya Mojokerto.

Untuki juara ketiga diraih Labuda yang berhasil mempresentasikan makalah Peran Jawa Timur sebagai Basis Negeri Santri Indonesia Mewujudkan Model Starter of Socioreligipreneur Programme. Peserta berasal dari  Unibrawa Malang, tepatnya jurusan manajemen.

Untuk juara harapan pertama, dua dan tiga adalah  Mi’rojul Huda, dengan makalah Meneropong Politik Incumbent Pada Pilgub Jatim (Analisis Kinerja Incumbent Dalam Anggaran Pendapatan Dan Belanja Daerah Provinsi Jawa Timur Tahun 2009-2011 Sebagai Prediksi Peta Politik Jatim 2013. 

"Perserta juga dari Unibraw Malang, yakni FISIP, jurusan ilmu politik," lanjutnya

Ach. Taufiqil Aziz mempresentasikan makalah, Rukun Politik Masyarakat Madura; Refleksi Kritis Pilkada Tiga Kabupaten di Madura, dan merupakan utusan dari Institut Ilmu Keislaman An-Nuqayah (STIKA) Guluk-guluk Sumenep, yakni fakultas Syariah, jurusan Muamalah

Angga Erlando dengan makalah Program "Edupreneursah” (Edupreneur of Syariah) Sebagai Model Inovasi Pendidikan Kewirausahaan Berbasis “PAT” Di Provinsi Jawa Timur. Dia juga mahasiswa Unibraw Malang, jurusan ilmu ekonomi.

Dalam sambutannya, Ketua Umum PKC PMII Jawa Timur, Faiuruz menandaskan bahwa kegiatan ini sebagai media untuk merumuskan dan memberikan kontribusi pemikiran dari kalangan mahasiswa. 

"Jadi, mahasiswa bukan hanya menyuarakan di jalanan, melainkan juga dalam tingkat tawarann konsep pemikiran," katanya.

Selanjutnya ia berharap mahasiswa terus menjadi  ikon penggerak pembangunan dan pemikiriran masa depan. "Masa depan bangsa berada di tangan mahasiswa hari ini," lanjutnya.

Para juara nantinya akan didaulat naik panggung pada acara  puncak Harlah PMII ke 53. "Kegiatan akan berlangsung di gedung Balai Pemuda Surabaya, tanggal 23 April, malam hari," kata Abdul Hady JM. 

Ia berharap seluruh komponen PMII di Jatim dapat berpartisipasi dan mengunjungi puncak acara. "Kita menginginkan para alumni dan aktif PMII bisa berbaur dan melakukan konsolidasi," harapnya.

Redaktur    : Mukafi Niam

Kontributor: Syaifullah

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Anti Hoax, Ahlussunnah, Kajian Sunnah SMA Negeri 1 Slawi

Sabtu, 09 Desember 2017

Mobil Pengawal Tim Vaksinasi Polio Pakistan Dibom

Peshawar, SMA Negeri 1 Slawi. Setidaknya tujuh orang tewas, Rabu, dalam sebuah serangan bom atas mobil polisi yang membawa petugas pengawal vaksinasi polio di kawasan barat laut Pakistan yang bergejolak.

Serangan oleh kelompok militan dan ancaman kekerasan sangat memengaruhi upaya penanggulangan penyakit penyebab kelumpuhan tersebut di Pakistan, satu dari tiga negara yang masih menghadapi endemi polio.

Mobil Pengawal Tim Vaksinasi Polio Pakistan Dibom (Sumber Gambar : Nu Online)
Mobil Pengawal Tim Vaksinasi Polio Pakistan Dibom (Sumber Gambar : Nu Online)

Mobil Pengawal Tim Vaksinasi Polio Pakistan Dibom

Polisi mengatakan, bom tersebut menggunakan lebih dari lima kilogram bahan peledak dan dikendalikan dari jarak jauh.

SMA Negeri 1 Slawi

"Tujuh orang termasuk enam personel polisi serta seorang anak tewas dalam ledakan bom di Sir Dheri," kata seorang polisi senior Shafi Ullah kepada AFP.

SMA Negeri 1 Slawi

Polisi senior lain, Sayed Khan mengatakan mobil polisi tersebut membawa personel ke pusat kesehatan, untuk kemudian mengawal tim vaksinasi polio.

Seorang pejabat administrasi di distrik itu mengonfirmasi bahwa polisi tengah dalam perjalanan untuk mengawal pekerja polio saat mereka diserang.

Rabu ini merupakan hari kedua pelaksanaan gerakan anti-polio di kawasan itu, kata pejabat administrasi senior Tahir Zafar.

Pakistan merupakan satu dari tiga negara di dunia dimana polio masih menjadi penyakit endemis, bersama Afghanistan dan Nigeria.

Kelompok militan menilai kampanye vaksinasi merupakan spionase terselubung. Disamping itu beredar kabar burung bahwa vaksin polio yang diteteskan itu menyebabkan ketidaksuburan.

Menurut Badan Kesehatan Dunia (WHO), Pakistan mencatat 91 kasus polio pada 2013, naik dari 58 kasus pada 2012.

Pada Jumat, WHO memperingatkan bahwa Peshawar akan menjadi "penampungan terbesar" di dunia untuk penyakit polio.

Perjuangan Pakistan untuk menanggulangi polio ini sangat berlawanan dengan kondisi di negara tetangga, India, yang pekan lalu merayakan keberhasilannya selama tiga tahun tidak mencatat adanya kasus polio baru, demikian AFP. (antara/mukafi niam)

ilustrasi: Asian tribune

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Tegal, Anti Hoax SMA Negeri 1 Slawi

Selasa, 05 Desember 2017

Bakti Santri untuk Negeri

Oleh: Anggi Afriansyah

Gemuruh kegembiraan Peringatan Hari Santri Nasional begitu semarak dirayakan di berbagai tempat. Sejak 2015, tanggal 22 Oktober memang resmi diperingati sebagai hari santri. Penetapannya dilakukan melalui Keputusan Presiden Nomor 22 Tahun 2015. 

Bakti Santri untuk Negeri (Sumber Gambar : Nu Online)
Bakti Santri untuk Negeri (Sumber Gambar : Nu Online)

Bakti Santri untuk Negeri

Ada beberapa pertimbangan mengapa hari santri kemudian diperingati. Pertama, ulama dan santri berkontribusi besar dalam merebut dan mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Kedua, mengenang serta meneladani ulama dan santri dalam membela, mempertahankan dan berkontribusi untuk pembangunan bangsa. Ketiga, sebagai pengingat, bahwa pada tanggal tersebut resolusi jihad dikumandangkan oleh para Ulama, sebagai bentuk perlawanan terhadap agresi militer Belanda.

Tentu saja jejak langkah pesantren dalam mendidik anak bangsa tak usah diragukan. Latif (2013) mencatat hingga paruh pertama abad ke 19 sekolah-sekolah Islam tradisional mampu berperan sebagai institusi-institusi pendidikan yang utama di Hindia. Catatan dari Steenbrink, pada tahun 1873 merujuk pada laporan Kantor Inspeksi Pendidikan Pribumi (didirikan J.A. van der Chijs) jumlah pesantren ketika itu sekitar 20.000-25.000 dengan santri sekitar 300.000.

Beberapa pesantren yang didirikan pada era tersebut masih eksis hingga saat ini. Pesantren Tremas di Pacitan (1823), Pesantren Jampes dan Bendo di Kediri dan Pelangitan di Babat (1855), Pesantren Teglasari di Semarang (1870), Pesantren Tebu Ireng di Jombang (1899) (Soekardi, 1979; Dhofier, 1982 dalam Latif, 2013). Para santri dan kiayi merupakan agen penting perlawanan bagi pemerintah kolonial. Seruan hubbul wathon minal iman menjadi penguat bagi para santri untuk memperjuangkan kemerdekaan. 

SMA Negeri 1 Slawi

Para santri lahir dari rahim pesantren, dididik dengan tauladan terbaik para ulama para pewaris nabi yang mengedepankan uswatun hasanah. Mereka digembleng melalui disiplin tinggi pendidikan pesantren. Disiapkan untuk menjadi sosok terbaik yang mampu bermanfaat sesuai hadist Rasullah, khoirunnas anfauhum linnas--sebaiknya manusia adalah mereka yang bermanfaat bagi sesamanya. Sebab itu pijakan pendidikan pesantren selalu berorientasi pada kemaslahatan umat dan kebaikan semesta. Berfokus pada penempaan diri para santri menjadi sebaik-baiknya manusia penebar kasih bagi sesamanya. 

Jumlah santri yang tercatat oleh Kemenag (2012) sebesar 3.759.198 adalah aset besar bagi bangsa ini. Jumlah tersebut dirilis tahun 2012. Jumlah yang sebesar itu jika tentu akan berkontribusi positif bagi negeri ini jika mendapatkan pendidikan di pesantren secara optimal. Santri tentu punya peran yang amat strategis bagi keberlangsungan bangsa ini. 

Di pesantren, para santri terpapar dengan beragam keilmuan bagi untuk penguatan keagamaan juga pengetahuan-pengetahuan praksis keseharian. Kondisi tersebut dapat menjadi salah satu keunggulan sistem pembelajaran pesantren. Pembelajaran pesantren menitikberatkan pada penguasaan yang benar-benar mumpuni mengenai permasalahan keagamaan dari beragam referensi yang di susun ulama-ulama terdahulu. Mereka dibiasakan dengan beragam perdebatan beragam ulama. Kondisi tersebut membuat para santri sejak awal dibiasakan dengan ragam cara pandang yang tentu saja tidak monolitik.

Di pesantren, para santri juga dikondisikan untuk mengenal lingkungan masyarakat yang ada di sekitarnya. Pendidikan pesantren memang ditujukan mendekatkan para santri dengan realitas masyarakat, sebab mereka memang disiapkan untuk mengabdi di masyarakat setelah lulus nanti apapun profesinya.

Jihad para santri saat ini tentu semakin berat. Selain kemampuan mumpuni pada penguasaan keislaman juga diharapkan memiliki keluasan cakrawala dalam beragam perspektif keilmuan umum. Sebab mereka akan dihadapkan pada penyelesaian persoalan masyarakat di mana mereka hidup. 

SMA Negeri 1 Slawi

Dan saat ini tantangan bagi para santri tentu lebih kompleks dibanding masa-masa sebelumnya. Mereka akan bergelut dengan isu-isu sosial kemasyarakatan, lingkungan, politik, ekonomi, dan kebangsaan yang lebih rumit disbanding dengan masa lalu. Modalitas yang didapat para santri ketika ditempa di pesantren sesungguhnya sangat berarti bagi realitas kebangsaan kini. Apalagi jika dikuatkan dengan kapasitas yang dimiliki di beragam bidang kehidupan. 

Di era digital misalnya saja para santri bisa mengisi ruang diskusi di dunia maya dengan beragam konten yang mencerahkan. Ruang-ruang media sosial yang selama ini cenderung gaduh sepatutnya diisi oleh beragam konten yang lebih produktif. Peluang santri mengisi beragam konten tersebut sangatlah terbuka. 

Kehadiran kanal daring misalnya menjadi dapat menjadi ruang yang amat strategis untuk menyerukan ajaran islam yang rahmatan lil alamin. Islam yang ramah bukan yang marah. Ajaran dan ujaran yang meneduhkan bukan malah menimbulkan kemarahan, yang merangkul bukan memukul. Konten-konten tersebut harus diisi oleh para santri dengan beragam telaahan yang lebih konstruktif. Ruang-ruang yang dapat digunakan untuk menebar kasih dan kebermanfaatan bukan oleh konten yang penuh rasa benci.

Semoga ke depan, pendidikan pesantren semakin banyak melahirkan kader-kader terbaik bagi bangsa ini. Seperti para pendahulu yang sudah membaktikan dirinya untuk bangsa sebaik-baiknya, sekuat-kuatnya. 

*

Penulis adalah Peneliti Sosiologi Pendidikan di Pusat Penelitian Kependudukan LIPI

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Daerah, Anti Hoax, Warta SMA Negeri 1 Slawi

Minggu, 03 Desember 2017

Ketua Baru KMNU UII Dipilih secara Mufakat

Sleman, SMA Negeri 1 Slawi. Setelah setahun masa kepengurusan, Keluarga Mahasiswa Nahdlatul Ulama (KMNU) Universitas Islam Indonesia (UII) menghelat musyawarah besar (mubes). Forum permusyawaratan tertinggi ini menetapkan Syah Muhammad Barin Al-Rasyid sebagai ketua baru KMNU UII.

Ketua Baru KMNU UII Dipilih secara Mufakat (Sumber Gambar : Nu Online)
Ketua Baru KMNU UII Dipilih secara Mufakat (Sumber Gambar : Nu Online)

Ketua Baru KMNU UII Dipilih secara Mufakat

Syah Muhammad Barin Al-Rasyid dipercaya memimpin organisasi kemahasiswaan tersebut untuk masa khidmah 2016/2017 tanpa melalui pemungutan suara. Forum mubes secara mufakat memilihnya di antara dua calon lain, yakni Kukuh Faedlur Rahman dan Irvan Nuary Ariefiansyah.

Mubes perdana yang diselenggarakan di Pondok Pesantren Al-Qodir Cangkringan Sleman, DI Yogyakarta, 26-27 Maret 2016, itu dihadiri para anggota KMNU UII dan beberapa alumni UII. Sebelumnya, acara dimulai dengan mengikuti Khataman Al-Qur’an oleh Muslimat NU Ngemplak, Sleman.

SMA Negeri 1 Slawi

Forum Mubes KMNU UII juga berisi Laporan Pertanggungjawaban dari Pengurus KMNU UII masa khidmah 2015/2016. Kemudian musyawarah AD/ADR serta GBHO dan PTKO KMNU UII. Terakhir adalah pemilihan Ketua Tanfidziyah KMNU UII masa khidmah 2016/2017.

Mazdan Maftukha Assyayuti, sebagai Ketua Tanfidziyah KMNU UII yang didemisioner mengungkapkan bahwa Mubes KMNU UII kali pertama ini sangat menentukan langkah dan perjuangan KMNU UII di masa depan. “Kelengkapan organisasi seperti AD/ART, GBHO dan PTKO sangat berarti guna memecahkan jalan keluar untuk menuju visi KMNU UII yang ideal di masa depan serta menjawab tantangan bangsa Indonesia,” tuturnya.

SMA Negeri 1 Slawi

Hasil lain yang kemudian juga ditetapkan adalah AD/ART, GBHO, PTKO dan Majelis Syuriyah. Majelis Syuriyah KMNU UII ini terdiri dari Ahmad Nur Shobah, Muhammad Agvian Megantara, Alfan Nur Asyhar, Miqdam Makfi, Najmu Tsaqib Akhda, Mazdan Maftukha Assyayuti, Ahmad Ulin Nuha, Widiaturrahmi dan Fachrul Nurcholis. Ketua dan Wakil Ketua Tanfidziyah KMNU UII juga termasuk dalam majelis ini sebagai anggota ex-officio. (Red: Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Anti Hoax, Santri SMA Negeri 1 Slawi

Hukum Berdoa Jadi Milyarder dalam Islam

Assalamu ’alaikum wr. wb.

Redaktur SMA Negeri 1 Slawi, saya ingin menanyakan seputar doa. Allah itu memerintahkan manusia berdoa kepada-Nya. Bolehkah kalau manusia meminta kepada-Nya hal-hal di luar kewajaran seperti meminta kekayaan yang melimpah? Mohon penjelasannya. Atas keterangannya saya ucapkan terima kasih. Wassalamu ‘alaikum wr. wb. (Karim/Tangerang)

Jawaban

Hukum Berdoa Jadi Milyarder dalam Islam (Sumber Gambar : Nu Online)
Hukum Berdoa Jadi Milyarder dalam Islam (Sumber Gambar : Nu Online)

Hukum Berdoa Jadi Milyarder dalam Islam

Assalamu ’alaikum wr. wb.

Penanya yang budiman, semoga selalu dirahmati Allah SWT. Dalam kesempatan ini kami mencoba menjawab pertanyaan di atas. Pertama, Allah memang memerintahkan manusia untuk berdoa kepada-Nya.

SMA Negeri 1 Slawi

Allah SWT sangat “gembira” sekali atas doa dan permintaan hambanya. Bahkan kita diperkenankan meminta apa saja. Semoga Allah mengabulkan permohonan makhluk-Nya. Karenanya Rasulullah SAW membaca doa hampir dalam segala aktivitas hariannya. Karenanya tidak heran kalau banyak sekali doa yang diajarkan oleh Rasulullah SAW.

Hanya saja Rasulullah SAW memberikan batasan perihal doa. Ada baiknya berdoa secara wajar. Dalam arti berdoa dengan mempertimbangkan kemungkinan-kemungkinan yang jelas. Rasulullah SAW pernah mengingatkan bahwa suatu saat nanti ada umatnya yang berdoa memohon hal-hal yang berlebihan. Hadits ini diriwayatkan oleh Abu Dawud sebagai berikut.

SMA Negeri 1 Slawi

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya, “Dari Abdullah bin Mughaffal RA, ia berkata, ‘Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda, ‘Akan ada sekelompok di tengah umatku yang berlebihan dalam bersuci dan berdoa,’’” (HR Abu Dawud).

Hadits ini kemudian diuraikan antara lain oleh Syekh Abdullah As-Syarqawi. Menurutnya, bersuci dan berdoa mesti memerhatikan aspek kewajaran. Artinya, bersuci sesuai keperluan dan berdoa dengan permohonan yang wajar kepada Allah SWT. demikian keterangan Syekh Abdullah As-Syarqawi.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya, “Untuk yang kedua (berlebihan dalam berdoa) contohnya permohonan kepada Allah untuk dianugerahi derajat kenabian; dianugerahi harta melimpah yang tidak mungkin terwujud (menurut kalkulasi matematik) dari praktik bisnis tertentu; atau berdoa dengan suara yang terlampau keras,” (Lihat Syekh Abdullah As-Syarqawi, Hasyiyatus Syarqawi ala Tuhfatit Thullab, Beirut, Darul Fikr, 2006 M/1426-1427 H, juz I, halaman 60).

Penjelasan Syekh Abdullah As-Syarqawi ini menurut hemat kami cukup menjawab pertanyaan di atas. Meskipun tidak ada larangan perihal doa menjadi milyarder, namun doa seperti ini secara akhlak telah keluar dari batasan berdoa menurut tuntunan Rasulullah SAW.

Hadits ini bukan berarti menghalangi umat Islam untuk menjadi kaya raya. Tetapi hadits ini lebih memberikan panduan agar bersuci dan berdoa secara wajar. Islam menganjurkan Muslim untuk mengelola kekayaan dan mengembangkan bisnis dan tidak lupa pada kewajiban zakat.

Demikian jawaban dapat kami kemukakan. Semoga bisa dipahami dengan baik. Kami terbuka dalam menerima saran dan kritik dari para pembaca.

Wallahul muwaffiq ila aqwamith thariq,

Wassalamu ‘alaikum wr. wb.


(Alhafiz Kurniawan)Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Anti Hoax SMA Negeri 1 Slawi

Kader IPPNU Ikuti Kompetisi Internasional tentang Pangan di Swiss

Malang, SMA Negeri 1 Slawi

Salah satu kader Pimpinan Komisariat Perguruan Tinggi Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Universitas Brawijaya, Anik Haryanti, kini sedang berjuang dalam acara TFF (Thought For Food) Challenge 2016 yang berlangsung 1-2 April 2016 di Zurich, Swiss.

Kader IPPNU Ikuti Kompetisi Internasional tentang Pangan di Swiss (Sumber Gambar : Nu Online)
Kader IPPNU Ikuti Kompetisi Internasional tentang Pangan di Swiss (Sumber Gambar : Nu Online)

Kader IPPNU Ikuti Kompetisi Internasional tentang Pangan di Swiss

Anik yang merupakan mahasiswi Universitas Brawijaya sekaligus pengurus IPPNU Universitas Brawijaya beserta tim melakukan inovasi dan mengangkat produk lokal di ajang akademik dan teknologi pangan tersebut. Dengan mengusung produk Biteback, mereka berhasil membawa nama Indonesia di ajang internasional. Biteback merupakan produk yang meyakini serangga dapat menjadi solusi pangan alternatif di masa depan.

Setelah bersaing ketat dengan 416 tim dari 105 negara di seluruh penjuru dunia, Tim Biteback yang digawangi Anik Haryanti bersama tiga mahasiswa lainnya akhirnya mampu menuju babak final. Tim-tim yang dinyatakan lolos di antaranya berasal dari negara Amerika, Brazil, India, Uganda, Kenya, Britania Raya, dan Perancis.

SMA Negeri 1 Slawi

Tim Biteback mengusung inovasi dalam pengolahan makanan, dan menemukan minyak untuk memasak yang dibuat dari serangga meailworm atau larva kumbang. Inovasi minyak ini diyakini mengandung omega-3 yang tinggi dan zat besi yang mampu mengatasi anemia.

SMA Negeri 1 Slawi

Babak final kompetisi ini akan diselenggarakan di Zurich, Swiss, 1-2 April mendatang. Pemenang akan berkesempatan mendapatkan dana investasi dengan total 15.000 USD atau setara 208 juta rupiah untuk pengimplementasian program yang direncanakan. Selamat berjuang ya! (Ikbar Al Asyari/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Bahtsul Masail, Pertandingan, Anti Hoax SMA Negeri 1 Slawi

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs SMA Negeri 1 Slawi sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik SMA Negeri 1 Slawi. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan SMA Negeri 1 Slawi dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock