Tampilkan postingan dengan label Sejarah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sejarah. Tampilkan semua postingan

Kamis, 01 Maret 2018

Jelang Lebaran Ketupat, Warga Produksi Dodol Jaton

Gorontalo, SMA Negeri 1 Slawi. Menjelang perayaan Lebaran Ketupat, warga Desa Yosonegoro, Kecamatan Limboto Barat, Kabupaten Gorontalo mulai memproduksi dodol Jawa Tondano (Jaton). Hampir setiap rumah memasak dodol khas jaton yang nantinya akan dibagikan kepada tamu yang datang kerumah warga setempat.

Jelang Lebaran Ketupat, Warga Produksi Dodol Jaton (Sumber Gambar : Nu Online)
Jelang Lebaran Ketupat, Warga Produksi Dodol Jaton (Sumber Gambar : Nu Online)

Jelang Lebaran Ketupat, Warga Produksi Dodol Jaton

"Ini sudah menjadi tradisi kami, memasak dan membagikan dodol saat Lebaran Ketupat yang dirayakan seminggu setelah Idul Fitri," ucap Saleh, warga setempat, Ahad (10/7).

Dia menjelaskan, tiga hari sebelum perayaan Lebaran Ketupat, warga sekitar sudah mulai memproduksi dodol Jaton.

"Memasak dodol membutuhkan waktu yang cukup lama dan tenaga ekstra, karena untuk memasak 10 kg dodol, dibutuhkan sembilan jam waktu memasaknya, dan harus terus diaduk agar campuran bahannya merata," jelas Saleh.

Dodol Jaton terbuat dari tepung, kacang, santan kelapa dan gula merah, dengan penbandingan jika ingin membuat 10 kilogram dodol, dibutuhkan 30 butir kelapa dan 15 kilogram gula merah.

SMA Negeri 1 Slawi

"Untuk 10 kilogram dodol yang kami buat akan menjadi 225 bungkus dodol Jaton yang dibungkus menggunakan daun woka," kata Saleh.

Sementara itu, Ido Masuli yang ditemui saat sedang membungkus dodol Jaton mengatakan, dodol yang dibungkus adalah dodol yang telah didinginkan selama 12 jam usai dimasak.

SMA Negeri 1 Slawi

"Proses pendinginan dodol jaton terbilang cukup lama, karena harus sudah benar-benar dingin baru bisa dibungkus dengan daun woka," jelas Ido.

Ia menuturkan, daun woka yang digunakan sebagai pembungkus dibeli dari daerah pegunungan di Limboto Barat.

"Harus orang yang sudah terampil jika ingin membungkus dodol dengan daun woka, karena jika belum terbiasa, daun woka akan cepat sobek sehingga dodol tidak terbungkus rapi," katanya. (Antara/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Sejarah, Pendidikan SMA Negeri 1 Slawi

Selasa, 20 Februari 2018

Cak Nun Sumpah Ribuan Korban Lumpur

Sidoarjo, SMA Negeri 1 Slawi. Emha Ainun Nadjib atau yang akrab disapa Cak Nun, memimpin prosesi sumpah untuk 2.300 warga korban lumpur Lapindo Brantas Inc. yang tidak memiliki bukti kepemilikan lahan dan bangunan rumah mereka yang terendam lumpur di Pendopo Kabupaten Sidoarjo, Rabu.

Pengambilan sumpah di pendopo kabupaten itu dilakukan oleh petugas Kanwil Depag Jatim disaksikan Bupati Sidoarjo Drs. Win Hendrarso, Ketua Badan Penanggulangan Lumpur Sidoarjo (BPLS) Sunarso, serta perwakilan PT. Minarak Lapindo Jaya (PT MLJ) Bambang P. Widodo.

Cak Nun Sumpah Ribuan Korban Lumpur (Sumber Gambar : Nu Online)
Cak Nun Sumpah Ribuan Korban Lumpur (Sumber Gambar : Nu Online)

Cak Nun Sumpah Ribuan Korban Lumpur

Ribuan warga tersebut disumpah sesuai dengan agama dan kepercayaan masing-masing. Setelah ribuan warga disumpah, menurut rencana, warga lain yang juga tidak bisa menunjukkan bukti kepemilikan luasan lahan dan bangunan rumah mereka dalam bentuk IMB, juga akan mendapatkan giliran untuk disumpah.

Rencananya, Tim Pelaksana Verifikasi akan menyumpah warga korban lumpur sebanyak 500 orang setiap hari. "Mengingat jumlah warga yang disumpah sangat banyak, tim verifikasi akan menyesuaikan jadwal penyumpahan yang telah disiapkan," kata Ketua Pelaksanan Tim Verifikasi Yusuf Purnama, SH.

Cak Nun yang hadir didampingi istrinya, Novia Kolopaking beserta rombongan kelompok musik Kyai Kanjeng dari Yogyakarta memimpin prosesi sumpah tersebut.

SMA Negeri 1 Slawi

Sebelum sumpah dimulai, Cak Nun mengajak warga yang beragama Islam untuk bersama-sama membaca Sholawat Nabi Muhammad SAW, surat Yasin dan doa Nabi Yunus.

"Warga saat ini seperti Nabi Yunus yang sedang masuk dalam perut ikan Paus, tapi warga korban lumpur saat ini masuk ke dalam perut lumpur," kata Cak Nun.

Ia menambahkan, prosesi sumpah yang dilakukan oleh warga korban lumpur ini dilakukan untuk menggugah hati nurani warga dengan menyatakan luasan lahan dan bangunan milik mereka dengan jujur dan benar.

Sebab ia menilai, perdebatan antara warga korban lumpur dengan pihak Minarak Lapindo Jaya selaku pihak pembayar atas ganti rugi dalam proses penentuan luasan lahan dan bangunan warga tidak menemui titik temu.

"Ini semua untuk kelancaran, dengan pertimbangan untuk mencari solusi ketika silang pendapat tentang perbedaan penetapan luasan bangunan yang tidak kunjung usai. Sebab, aturan normatif dan administrasi dinilai tidak bisa menjangkau. Untuk itu, sumpah adalah upaya terakhir untuk mencari kebenaran," lanjut Cak Nun.

SMA Negeri 1 Slawi

Ia menerangkan, jika sumpah itu sudah dilakukan oleh semua warga, kejujuran menjadi dalih terakhir. Jaminannya, menurut Cak Nun, hanya terletak pada Allah SWT.

"Seperti ayat-ayat suci yang kami kumandangkan tadi, bahwa itu semua berlaku untuk semua warga yang menjadi korban lumpur," terangnya.

Selain warga korban lumpur melakukan sumpah di pendopo kabupaten, PT. Minarak Lapindo Jaya yang diwakili Bambang P. Widodo juga menyatakan kesanggupannya membayar ganti rugi sesuai apa yang diajukan warga korban lumpur.

"Apa yang disampaikan Minarak itu juga merupakan sumpah, dan kewajibannya adalah dari batin dan substansinya," tambah Cak Nun.

Ia menambahkan, dalam proses mendampingi perjuangan warga korban lumpur, dirinya akan tetap mendampingi warga korban lumpur untuk memperjuangkan hak-hak mereka. Sebab, mundur atau tidak dalam mendampingi warga korban lumpiur, itu semua diserahkan kepada Allah SWT.

"Saya ini tidak tahu posisinya ada di mana, tapi yang jelas saya berada di semua pihak, karena saya tidak berpihak pada siapa-siapa. Tapi, saya bersama teman-teman akan terus berjuang sampai terwujud 100 persen pembayarannya," terangnya.

Pengambilan sumpah ini merupakan terobosan di luar mekanisme hukum untuk menjembatani kebuntuan perundingan antara PT. MLJ dengan warga korban lumpur.

Selama ini PT. MLJ bersikeras berpedoman pada Perpres 14 / 2007 tentang BPLS, dimana acuan luasan bangunan yang diganti rugi adalah IMB. Jika tidak memiliki IMB maka acuan alternatifnya adalah survey dari ITS.

Namun, bila tidak tercover oleh survey ITS, maka luasan bangunannya mengacu pada kenyataan warga yang disahkan oleh Camat dan Kepala Desa masing-masing.

Dalam pelaksanaan di lapangan, tampaknya banyak terjadi kerumitan, misalnya untuk warga Perum TAS 1 yang rumahnya sudah direnovasi, tetap minta luasan renovasinya diganti rugi.

Padahal luasan renovasi itu tidak ada dalam IMB. Ada juga rumah yang tidak memiliki IMB dan luasan bangunan hanya berdasarkan pernyataan warga saja.

Untuk mengatasi kebuntuan ini, akhirnya dilontarkanlah ide pengambilan sumpah sebagai penguat pernyataan warga, dimana warga yang akan mempertanggungjawabkan kebenaran sumpah tersebut kepada Tuhan YME. (ant/eko)

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Quote, Sholawat, Sejarah SMA Negeri 1 Slawi

Selasa, 06 Februari 2018

Minat Warga Dengarkan Pengajian Radio Streaming Meningkat

Jakarta, SMA Negeri 1 Slawi. Pengajian kitab kuning dengan fasilitas radio streaming yang disiarkan setiap hari oleh SMA Negeri 1 Slawi mendapat respon yang cukup positif dari para pendengar. Minat warga mendengarkan pengajian melalui radio berbasis internet ini semakin meningkat.

Minat Warga Dengarkan Pengajian Radio Streaming Meningkat (Sumber Gambar : Nu Online)
Minat Warga Dengarkan Pengajian Radio Streaming Meningkat (Sumber Gambar : Nu Online)

Minat Warga Dengarkan Pengajian Radio Streaming Meningkat

"Pendengar radio ini yang istiqomah perhari sudah mencapai rata-rata sekitar 200 orang dari berbagai kalangan, tidak hanya di Indonesia tapi juga di luar negeri. Jumlah ini memang masih lebih rendah jika dibanding bulan Ramadhan. Namun semenjak awal Syawal kemarin, jumlah pendengar terus meningkat,” kata Direktur Radio Streaming SMA Negeri 1 Slawi, Mustiko Dwipoyono di Jakarta, Senin (12/11) sore.

“Para pendengar adalah warga pesantren dan masyarakat umum yang ingin mengikuti kajian kitab kuning. Melalui radio streaming mereka tidak harus langsung datang ke pesantren," tambahnya.

SMA Negeri 1 Slawi

Menurutnya, untuk program pasca Ramadhan saat ini radio streaming masih menggunakan rekaman (typing) yang antara lain diisi oleh KH Jamaluddin Muhammad dari Pondok Pesantren Tambak Beras Jombang, KH Musthofa Bisri dari Pondok Pesantren Raudlatuth Tholibin Rembang, dan rekaman pengajian KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur di Pesantren Ciganjur.

SMA Negeri 1 Slawi

Ke depannya akan SMA Negeri 1 Slawi akan menyiarkan pengajian-pengajian kitab kuning dan pengajian umum secara live dari beberapa pesantren di berbagai daerah. 

"Karena semakin mendapat respon yang cukup positif dari pendengar, maka rencananya pada awal tahun 2013 radio streaming ini akan dikembangkan menjadi siaran secara langsung dengan narasumber antara lain, KH Mustofa Bisri (Gus Mus), KH Sahal Mahfudz dengan tema kekinian yang melibatkan santrinya di masing-masing pesantren," katanya.

Pengajian online sementara ini dilaksanakan dalam dua sesi setiap harinya. Sesi pertama dimulai dari pukul 16.00 sampai dengan pukul 18.00 WIB dan sesi kedua pukul 19.30 sampai dengan pukul 21.00 WIB.

Menariknya, radio streaming ini dipancarluaskan oleh radio-radio lokal di Jawa Timur di antaranya Radio Madu FM di Tulungagung dan Jember, Aswaja FM di Ponorogo serta Radio Nur FM di Rembang Jawa Tengah dan beberapa radio komunitas NU.

"Bagi yang belum mengetahui dan ingin mendengarkan radio streaming ini bisa mengakses langsung di radio.nu.or.id atau klik di pojok kanan atas situs SMA Negeri 1 Slawi www.nu.or.id," pungkasnya.

Redaktur    : A. Khoirul Anam

Kontributor: Nurdin

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Sejarah SMA Negeri 1 Slawi

Jumat, 26 Januari 2018

Muslimat NU Gelar Rakernas dan Mukernas di Jakarta

Jakarta, SMA Negeri 1 Slawi. Pimpinan Pusat Muslimat Nahdlatul Ulama menggelar Rapat Kerja Nasional (Rakernas) dan Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) di Jakarta pada 28 Mei hingga 1 Juni 2014 di Asrama Haji Pondok Gede Jakarta Timur. Tema yang diangkat kali ini adalah “Khidmah Muslimat NU untuk Indonesia Bermartabat”.

“Rakernas dilaksanakan oleh jajaran pengurus, sedangkan Mukernas akan dilakukan oleh perangkat Muslimat NU dari anak cabang hingga pusat,” terang Ketua Umum PP Muslimat NU Khofifah Indar Parawansa dalam Jumpa Pers, Senin (26/5) di Gedung Serba Guna Utama Asrama Haji Pondok Gede Jakarta Timur.

Muslimat NU Gelar Rakernas dan Mukernas di Jakarta (Sumber Gambar : Nu Online)
Muslimat NU Gelar Rakernas dan Mukernas di Jakarta (Sumber Gambar : Nu Online)

Muslimat NU Gelar Rakernas dan Mukernas di Jakarta

Khofifah juga menjelaskan bahwa Muslimat NU yang telah berkembang di 33 Provinsi, mempunyai 554 Cabang di tingkat Kabupten/Kota, 5.222 Anak Cabang di tingkat Kecamatan, dan lebih dari 36 ribu Ranting di tingkat Desa atau Kelurahan, serta 22 Juta anggota sangat perlu menyelenggarakan kegiatan seperti ini dalam rangka membangun Muslimat NU ke depan.

SMA Negeri 1 Slawi

“Dengan berbagai macam materi dan permasalahan yang akan dibahas dalam kegiatan ini, diharapkan seluruh potensi Muslimat tumbuh berkembang untuk Indonesia bermartabat,” kata Khofifah, pusuk pimpinan badan otonom NU yang digawangi oleh kaum ibu ini.

SMA Negeri 1 Slawi

Dia juga menuturkan bahwa sudah lazim kegiatan Muslimat NU berjalan antara 5 hingga 6 hari, karena, tambah Khofifah, kegiatan seperti ini sangat dibutuhkan oleh seluruh komponen Muslimat NU di Indonesia agar terjalin komunikasi dan saling berbagi.

Acara ini akan dibuka langsung oleh Wakil Presiden RI Boediono Rabu, 28 Mei 2014. Sebelum resmi dibuka, sambutan Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj dan Gubernur DKI H Joko Widodo akan mengiringi kegiatan ini. Selain itu, acara ini juga akan dihadiri oleh para menteri, ulama, dan jajaran tokoh nasional lainnya. (Fathoni/Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Sejarah, Fragmen, AlaSantri SMA Negeri 1 Slawi

Kamis, 18 Januari 2018

Tahlilan Jadi Perekat Bangsa

Subang, SMA Negeri 1 Slawi. Alhamdulillah, umat Islam di Indonesia ada 12,9 persen dari total umat Islam seluruh dunia sehingga Indonesia menjadi negara Muslim terbesar di dunia. Organisasi umat Islam terbesar di dunia juga adanya di Indonesia yaitu Nahdlatul Ulama.

Demikian ceramah yang disampaikan Ketua PBNU H Marsudi Syuhud pada acara Pengajian Bulanan MWCNU Binong dan Tambakdahan yang diikuti ribuan jamaah di halaman Masjid Jami Al-Muttaqien Kp. Jungklang Desa Mulyasari Kec. Binong Kab. Subang. (Rabu, 24/02).

Tahlilan Jadi Perekat Bangsa (Sumber Gambar : Nu Online)
Tahlilan Jadi Perekat Bangsa (Sumber Gambar : Nu Online)

Tahlilan Jadi Perekat Bangsa

“Kenapa di Timur Tengah, negara yang banyak umat Islamnya mudah sekali perang? Karena di sana ulamanya, tidak punya organisasi semacam NU. Mereka berjuang sendiri,” kata Marsudi.

“Sebelum saling membunuh, mereka saling mengkafirkan dulu. Nah model faham Takfiri ini sekarang sudah masuk ke indonesia. Negara kita yang berketuhanan yang maha esa pun dianggap negara thoghut,” tambahnya.

SMA Negeri 1 Slawi

“Kenapa Islam di Indonesia aman. Karena ada Nahdlatul Ulama. NU mempunyai fasilitas-fasilitas brilian, yang bisa mengumpulkan banyak orang. Sebelum lahir, masih dalam kandungan 4 bulan ada acara mapat, setelah lahir ada acara marhaban, setelah meninggalpun ada acara yaitu tahlilan,” kata Ketua PBNU ini.

“Satu-satunya organisasi yang mengurus umatnya dari sebelum lahir hingga meninggal adalah NU. Model seperti ini tidak ada di Timur Tengah. Kalau ada kiai yang berselisih, rukun kembali karena bertemu salaman pada acara tahlilan. Oleh karena itu jangan sepelekan wahai pemerintah, bahwa tahlilan adalah perekat bangsa,” tegasnya.

SMA Negeri 1 Slawi

Pengajian bulanan ini dihadiri juga oleh Rais Syuriyah PCNU Subang KH. Agus Salim, Ketua Tanfidziyah PCNU Subang KH Musyfik Amrullah, Camat Binong H Suhaendi, Ketua PC Muslimat NU Subang Iis Salamah. Red: Mukafi Niam

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Nusantara, Sejarah SMA Negeri 1 Slawi

Jumat, 12 Januari 2018

Membuat Tempe dan Jagung Brondong, Santri Assalafiyah Berlatih Mandiri

Solo, SMA Negeri 1 Slawi. Pondok pesantren Assalafiyah Keboncau kecamatan Ciasem, Subang melatih para santrinya agar mampu menciptakan usaha sendiri demi tercapainya kemandirian ekonomi. Mereka diajari cara membuat tempe dan brondong jagung.

“Dari awal pesantren ini di bangun kami selalu malatih santri untuk bisa mandiri terutama dalam hal biaya atau ekonomi. Selain mengaji, santri juga kami latih membuat tempe dan brondong jagung. Sehingga dari hasil jualan dua produk itu mereka bisa mencukupi kebutuhan sehari-hari,” ujar pendiri pesantren Assalafiyah Kiai Haromain saat mengunjungi kampung asalnya di Solo kepada SMA Negeri 1 Slawi, Rabu (14/5).

Membuat Tempe dan Jagung Brondong, Santri Assalafiyah Berlatih Mandiri (Sumber Gambar : Nu Online)
Membuat Tempe dan Jagung Brondong, Santri Assalafiyah Berlatih Mandiri (Sumber Gambar : Nu Online)

Membuat Tempe dan Jagung Brondong, Santri Assalafiyah Berlatih Mandiri

Kami memang berusaha untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, kata Kiai Haromain. Konkretnya ketika masyarakat butuh pendidikan agama, kami berikan pengajian-pengajian di pesantren dan lingkungannya. Saat butuh lauk selain ikan, kami buat tempe. Dan saat anak-anak sedang gemar jajan brondong kami buat brondong.

SMA Negeri 1 Slawi

Jadi kami ingin pesantren bukan hanya sebagai pusat menimba ilmu namun pesantren ibarat toserba yang mampu membaca dan memenuhi kebutuhan masyarakat sekitar.

SMA Negeri 1 Slawi

Saat ini, pesantren Assalafiyah juga mempunyai usaha pengisian ulang air kemasan. Dengan usaha itu, jiwa kewirausahaan akan tumbuh di kalangan santri, pungkas Kiai Haromain. (Ahmad Rosyidi/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Sejarah SMA Negeri 1 Slawi

Bazar Murah Muslimat NU Disambut Antuasias Warga

Jakarta, SMA Negeri 1 Slawi. Pengurus Pusat Muslimat NU melalui bidang Ekonomi dan Koperasi (Ekop) menggelar bazar murah Ramadhan, Jumat-Sabtu, 16-17 Juni. Bazar murah bertempat di ? kantor PP Muslimat NU, Pancoran Jakarta Selatan.

Ketua PP Muslimat NU Siti Aniroh Slamet Efendi Yusuf, mengungkapkan bazaar tersebut bertujuan memberikan motivasi agar keluarga Muslimat lebih terampil dalam pergerakan ekonomi yang diharapkan akan menjadikan Muslimat yang mandiri.

Bazar Murah Muslimat NU Disambut Antuasias Warga (Sumber Gambar : Nu Online)
Bazar Murah Muslimat NU Disambut Antuasias Warga (Sumber Gambar : Nu Online)

Bazar Murah Muslimat NU Disambut Antuasias Warga

“Setelah dilantik pengurus mengadakan rapat dengan seluruh anggota bidang dan kita sepakat untuk memberikan semangat dalam menggairahkan bidang ekonomi dan koperasi. Langkah pertama adalah menghimpun kekuatan ke dalam.

Artinya siapa di antara anggota Muslimat yang punya potensi kita kembangkan. Ternyata banyak ibu-ibu Muslimat NU yang sudah menjadi pengusaha, maupun aktif di organisasi dalam bidang ekonomi. Ketika kami ajak sedikit, mereka klik untuk sehingga terlibat di bazaar ini,” papar Aniroh.

SMA Negeri 1 Slawi

Selain itu, bazaar juga bertujuan untuk membantu masyarakat umum, karena dalam bazaar tersebut selain pengurus Muslimat NU, juga dibuka untuk masyarakat sekitar yang datang berbelanja. Aniroh mengatakan pihaknya bersyukur, karena bazaar disambut baik oleh masyarakat.

“Alhamdulillah, selama dua hari bazaar yang beli ada dari masyarakat umum dan pengurus PP Muslimat NU. Ada yang beli 20 piece, atau beras 20 kilo,” tambah Aniroh.

Pihaknya menyatakan bazaar serupa akan sering diadakan walaupun bukan di bulan Ramadhan. “Sepanjang kita maish hidup kan perlu makan, jadi menyediakan sembako ini untuk kebutuhan pokok,” tuturnya.

SMA Negeri 1 Slawi

Aniroh menyebut Inkopad Muslimat NU Banyumas telah beberapa kali menyelenggarakan bazar murah dan selalu mendapat respons baik dari masyarakat. (Kendi Setiawan/Fathoni) ?

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Kajian Sunnah, Sejarah, Lomba SMA Negeri 1 Slawi

Rabu, 10 Januari 2018

MUI Minta Pengusaha Hiburan Batam Hormati Ramadhan

Batam, SMA Negeri 1 Slawi

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Ma’ruf Amin meminta pengusaha hiburan Batam menghormati Ramadhan dengan menutup usaha selama umat muslim menjalankan ibadah di bulan suci tersebut.

“Selama 11 bulan, pengusaha mendapat keuntungan, jadi tidak ada salahnya, jika satu bulan ini aktivitas hiburan libur," kata Kiai Ma’ruf di Batam, Jumat (24/8).

MUI Minta Pengusaha Hiburan Batam Hormati Ramadhan (Sumber Gambar : Nu Online)
MUI Minta Pengusaha Hiburan Batam Hormati Ramadhan (Sumber Gambar : Nu Online)

MUI Minta Pengusaha Hiburan Batam Hormati Ramadhan

Ia mengatakan pemerintah kota pun harus bijaksana mengambil keputusan buka-tutup usaha hiburan di Batam untuk menghindari konflik antara pengusaha dan organisasi masyarakat Islam.

Menurut Rais Syuriyah PBNU itu, pemerintah kota Batam terlambat memutuskan buka-tutup usaha hiburan Batam selama Ramadhan. "Seharusnya sekarang sudah ada komitmen buka-tutup itu," katanya.

Di tempat terpisah, Walikota Batam Ahmad Dahlan mengatakan hingga kini belum ada keputusan buka-tutup usaha hiburan. "Masih dalam pembahasan awal Dinas Pariwisata," katanya.

Ia mengatakan, sebelum ada keputusan baru, maka peraturan? buka-tutup usaha hiburan mengacu masih tetap pada SK Walikota Batam No 10 tahun 2006. SK yang diterbitkan menjelang Ramadhan tahun lalu itu menegaskan penutupan usaha hiburan 15 hari ditambah dua hari sebelum bulan puasa dengan formulasi 2-8-2-5, tutup dua hari sebelum puasa, delapan hari pertama bulan Ramadan, dua hari Nuzulul Quran dan lima hari terakhir bulan Ramadhan.

SMA Negeri 1 Slawi

Pengusaha tolak

Sebelumnya, pengusaha hiburan di Batam menolak usul Majelis Ulama Indonesia (MUI) menutup seluruh tempat hiburan malam selama Ramadhan untuk menghormati umat muslim yang menjalankan ibadah puasa.

SMA Negeri 1 Slawi

Penolakan tersebut disampaikan pengusaha hiburan Batam kepada Plt. Kepala Dinas Pariwisata Kota Batam Syamsul Bahrum saat pertemuan tertutup di Batam, Kamis.

"Kata para pengusaha, supaya para pekerja tetap bekerja, dan mereka bisa memperoleh keuntungan selama Ramadhan untuk membayar gaji berikut THR," kata Syamsul di Batam, Kamis.

Menurut Syamsul, pengusaha menginginkan hanya tutup tujuh hari menjelang, saat dan usai Ramadhan. "Mereka memberikan dua formulasi 2-1-1-3 dan 2-3-1-3," kata Samsul.

Formulasi 2-1-1-3 yaitu tutup dua hari sebelum Ramadhan, satu hari di awal Ramadhan, satu hari saat Nuzulul Quran, dan tiga hari terakhir Ramadhan.

Sedangkan formulasi 2-3-1-3 adalah tutup dua hari menjelang Ramadhan, tiga hari diawal Ramadhan, satu di Nuzulul Qur’an dan tiga hari terakhir Ramadhan. (ant/lik)



Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Cerita, Sejarah SMA Negeri 1 Slawi

Kamis, 04 Januari 2018

Haram Membawa HP Masuk Masjid

Derasnya kemajuan teknologi-informasi hendaknya dibaengi dengan sikap yang bijaksana. Tidak saja dalam hal pergaulan tetapi juga dalam masalah peribadatan. Karena bila diperhatikan kemajuan teknologi ini satu sisi membawa maslahah dan satu sisi juga mengundang mafsadah. Terkadang maslahahnya terasa begitu besar, tetapi seringkali mafsadahnya juga lebih besar. Peran keduanya sangat bersifat subjektif, tergantung manusia yang menggunakannya.

Memang kemajuan teknolgi-informasi sebagai syarat globalisasi tidak dapat dihindari. Masyarakat muslim sebagai bagian dari masyarakat duniapun ikut menikmati imbasnya. Dalam tamsil yang paling sepele adalah bagaimana kita sering terkaget dan merasa risi ketika nada panggil berbunyi di tengah-tengah jama’ah shalat. Padahal di tembok-tembok masjid itu telah ditempel tulin ‘HP harap dimatikan’ atau berbagai penanda yang menunjukkan larangan membawa atau mengaktifkan HP di masjid.

Nah bagaimanakah fiqih menyikapi realita ini? dalam konteks fiqih masalah semacam ini biasa disebut dengan tayswisy, yaitu berbagai macam tindakan yang mengganggu atau menimbulkan keraguan orang yang berada disekitranya. Biasanya hukum atas tindakan tayswisy ini diklarifikasi lagi.

Apabila memang mengganggu ibadah orang disekitarnya maka hukumnya makruh. Namun jika ternyata tidak mengganggu orang sekitarnya hukumnya diperbolehkan. Dengan catatan bentuk tasywisy itu adalah bacaan al-qur’an, tasbih atau dzikir, sebagaimana diterangkan Ba’lawi al-Hadrami dalam Bughyatul Mustarsyidin

Haram Membawa HP Masuk Masjid (Sumber Gambar : Nu Online)
Haram Membawa HP Masuk Masjid (Sumber Gambar : Nu Online)

Haram Membawa HP Masuk Masjid

جماعة Ù? قرأوÙ? القرأÙ? فى المسجد جهرا ÙˆÙ? Ù? تفع بقرائتهم Ø£Ù? اس ÙˆÙ? تشوش أخروÙ? فإÙ? كاÙ? ت المصلحة أكثر Ù…Ù? المفسدة فالقرأة أفضل وإÙ? كاÙ? ت بالعكس كرهت اهـ فتاوى الÙ? ووÙ?

Jikalau orang berkumpul membaca al-qur’an di dalam masjid dengan lantang, dan bacaan itu membuat sebagian orang disekitar merasa nyaman namun juga menyebabkan sebagian yang lain terganggu, apabila unsur maslahah dalam bacaan alqur’an itu lebih banyak (karena mendengarkan qur’an ada pahalanya) dari pada madharat, maka bacaan (al-qur’an yang lantang) itu lebih utama. Akan tetapi jika bacaan itu banyak mudharatnya (mengganggu orang lain), maka hukumnya makruh. ? ? ?

SMA Negeri 1 Slawi

Lain lagi pendapat al-Turmusi yang tegas mengharamkan tasywisy bila memang terbukti mengganngu orang lain. Walaupun tasywisy itu adalah shalat.

ÙˆÙ? حرم على كل أحد الجهر فى الصلاة وخارجها Ø¥Ù? شوش على غÙ? ره Ù…Ù? Ù? حو مصل أو قارئ أو Ù? ائم

Haram bagi seorang bersuara lantang baik dalam shalat ataupun lainnya apabila mengganggu orang lainnya yang sedang shalat dan membaca qur’an bahkan (mengganggu) orang tidur sekalipun.

Lantas bagaimanakah jika tasywisy itu berasal dari bunyi dering HP, atau suara orang berkomunikasi melalui HP di dalam dalam masjid? Jika melihat dua nash di atas jelas hukumnya haram, baik mengganggu ataupun tidak. Karena bentuk tasywisynya tidak mengandung ibadah yang mendekatkan diri pada Allah swt. Apalagi jika menimbang etika dalam masjid yang merupakan ruang untuk berdzikir Allah swt tidak untuk yang lain.

SMA Negeri 1 Slawi

?

(Redaktur: Ulil Hadrawy)

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi RMI NU, Internasional, Sejarah SMA Negeri 1 Slawi

Minggu, 24 Desember 2017

Semi Final MKK Zona Tiga Jabar Resmi Dimulai

Bandung, SMA Negeri 1 Slawi. Semi Final Musabaqoh Kitab Kuning (MKK) Zona Tiga Jabar di Ponpes Sindangsari Al-Jawami Cileunyi Kabupaten Bandung resmi dimulai. Dibuka langsung Ketua DKN Garda Bangsa, Cucun A Syamsurizal, seluruh peserta perwakilan asal Garut, Kabupaten Bandung, Kota Bandung, Kota Cimahi dan Kabupaten Bandung Barat berlomba menjadi yang terbaik.

Ketua DKN Garda Bangsa, Cucun A Syamsurizal mengatakan MKK ini kali kedua digelar. Dan ada yang menarik ketika MKK tahun lalu untuk juara kategori Ihya Ulumuddin berasal dari Cianjur namun mewakili Ponpes Lirboyo Jawa Timur.

"Maka Jabar punya lima zona sehingga potensi dari Jabar lebih tergali," katanya, Kamis (18/5).

Semi Final MKK Zona Tiga Jabar Resmi Dimulai (Sumber Gambar : Nu Online)
Semi Final MKK Zona Tiga Jabar Resmi Dimulai (Sumber Gambar : Nu Online)

Semi Final MKK Zona Tiga Jabar Resmi Dimulai

Menurut anggota DPR RI dari Fraksi PKB ini, setelah MKK antar pesantren akan digelar juga MKK "Goes To Campoes". Untuk Jabar dimulai dari Unpad dan ITB.

Ketua PCNU Kabupaten Bandung, KH Asep Jamaludin bersama Pimpinan Ponpes Aljawami, KH Imang Abdul Hamid sangat mengapresiasi dan berharap dari Jabar menang.?

SMA Negeri 1 Slawi

"Kitab Kuning sudah banyak dilupakan. Dengan MKK ini bukti PKB sebagai partainya warga NU," kata KH Asep.?

Zona Jabar Tiga meliputi Kota dan Kabupaten Bandung, Kabupaten Garut, Kota Cimahi dan Bandung Barat. (Nurjani/Zunus)

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi

SMA Negeri 1 Slawi Sejarah, Tegal, Pondok Pesantren SMA Negeri 1 Slawi

Rabu, 20 Desember 2017

Pelajar NU Jepara Usung Semangat Kebangsaan, Visioner dan Produktif

Jepara, SMA Negeri 1 Slawi. Bertempat di pendopo Kabupaten Jepara, Pimpinan Cabang IPNU-IPPNU Kabupaten Jepara masa khidmat 2016-2018 resmi dilantik oleh Ketua Umum Pimpinan Pusat IPNU Asep Iran Mujahid, acara pelantikan ini dihadiri oleh perwakilan seluruh kader IPNU-IPPNU baik tingkat anak cabang, komisariat maupun ranting di seluruh wilayah di Jepara pertengahan bulan lalu.

Acara yang dimulai sejak pagi hingga lepas dzuhur ini dihadiri pula oleh perwakilan badan otonom NU seperti Anshor dan Fatayat, serta tamu undangan dari jajaran Forkopinda Kabupaten Jepara, unsur TNI maupun Polisi.

Pelajar NU Jepara Usung Semangat Kebangsaan, Visioner dan Produktif (Sumber Gambar : Nu Online)
Pelajar NU Jepara Usung Semangat Kebangsaan, Visioner dan Produktif (Sumber Gambar : Nu Online)

Pelajar NU Jepara Usung Semangat Kebangsaan, Visioner dan Produktif

Dengan mengusung tema “Mengawal Pelajar NU Jepara Yang Visioner, Produktif Serta Berkarakter Kebangsaan”, pelantikan yang disertai guyuran hujan menjadi tambah gayeng.

“Kader IPNU IPPNU Jepara terbukti menjadi kader yang produktif,” terang Zaenal Muttaqin Ketua PC IPNU Jepara terlantik.

Ia menambahkan, periode kemarin, pengurus PC IPNU IPPNU Jepara meninggalkan karya dalam bentuk buku pedoman kaderisasi, serta buku pedoman tata kelola administrasi. Tak lupa dalam sambutannya ia mengingatkan para kader untuk berpartisipasi dalam pilkada Jepara Februari nanti, karena memilih Bupati adalah bagian dari cinta tanah air.

SMA Negeri 1 Slawi

Penuh bangga?

Rais PCNU Jepara, KH. Ubaidillah Umar dalam sambutannya merasa sangat berbangga melihat hadirnya IPNU IPPNUmasa khidmat 2016-2018.

“Saya bangga sekali melihat mereka sebagai anak cilikku, dengan melihat mereka berkeyakinan NU insyaallah akan tetap jadi mayoritas di Jepara,” tegas pengasuh Pondok Pesantren Darul Ulum Bandungharjo-Donorojo ini.

SMA Negeri 1 Slawi

Sementara ketua umum pimpinan pusat dalam sambutannya mengatakan, pelantikan ini adalah sebagai strategi awal, dengan wilayah kerja yang luas, tugas dan tanggung jawab di PC Jepara tidaklah mudah.?

“Perlu adanya kegiatan-kegiatan, minimal seperti kelompok kajian, atau studi klub untuk internalisasi nilai-nilai keaswajaan. IPNU IPPNU hari ini adalah perwajahan NU di tahun mendatang,” tegas kader asal Jawa Barat ini. ? ?

Acara pelantikan ini kemudian dilanjutkan dengan agenda rapat kerja cabang I untuk merumuskan program dalam watku 2 tahun , yang bertempat di ruang pringgitan di komplek Pendopo Kabupaten Jepara. (Achmad Ulil Albab/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Nahdlatul, Sejarah SMA Negeri 1 Slawi

Pergunu Jombang Desak Mendikbud Revisi Regulasi Sekolah 5 Hari

Jombang, SMA Negeri 1 Slawi?

Wacana Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy akan menerapkan sekolah 5 hari mendapat sorotan banyak pihak. Kebijakan ini juga berimplikasi pada kegiatan belajar mengajar akan berlangsung selama 8 jam per hari.

Salah satunya datang dari Ketua Persatuan Gurun Nahdlatul Ulama (Pergunu) Jombang, Ustadz Faqih. Kebijakan ini menurutnya tidak harus dipaksakan diterapkan di semua daerah, sebab kondisi lokal setiap daerah yang niscaya beragam.?

Pergunu Jombang Desak Mendikbud Revisi Regulasi Sekolah 5 Hari (Sumber Gambar : Nu Online)
Pergunu Jombang Desak Mendikbud Revisi Regulasi Sekolah 5 Hari (Sumber Gambar : Nu Online)

Pergunu Jombang Desak Mendikbud Revisi Regulasi Sekolah 5 Hari

Jika dipaksakan harus diterapkan di semua daerah, kata dia, tentu akan ada beberapa kebiasaan atau budaya yang subtansial yang harus dikorbankan, termasuk sekolah diniyah, TPQ dan sebagainya.

"Belum lagi banyak anak yang mengikuti pendidikan ganda, pagi belajar di sekolah formal, sore belajar di madrasah diniyah, TPQ, les, kursus dan lain-lain," ujarnya, Rabu (14/6).

Dari pertimbangan kondisi ini, Faqih mendesak Mendikbud untuk mengakaji lebih dalam lagi berdasarkan situasi dan kondisi pendidikan yang berlangsung selama ini. Bahkan jika Kebijakan itu jauh dari harapan mayoritas lembaga pendidikan di tanah air, Mendikbud harus merevisi kebijakannya tersebut.

SMA Negeri 1 Slawi

"Intinya Pergunu Jombang mendesak agar Mendikbud merevisi Permendikbud tentang sekolah 5 hari, tidak dipaksakan sebagai keharusan untuk semua, tapi sekedar bersifat opsional atau pilihan sesuai dengan kriteria-kriteria tertentu berdasarkan situasi, kondisi dan lokasi serta kearifan setempat," imbuhnya.

Meski demikian, Faqih mengatakan, kebijakan sekolah 5 hari ini tentu juga ada sisi manfaatnya, khususnya bagi sekolahan di perkotaan yang mayoritas wali murid bekerja hingga menjelang malam sehingga ada kekhawatiran kurangnya pengawasan murid di waktu jeda antara pulang sekolah hingga pulang kerjanya wali murid.

Namun di sisi lain, lanjut Faqih, kekhawatiran minimnya pengawasan di atas itu tentu bisa diantisipasi di internal keluarga masing-masing, tanpa menunggu kebijakan Kemendikbud ini. (Syamsul Arifin/Fathoni)

SMA Negeri 1 Slawi

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Ahlussunnah, Sejarah SMA Negeri 1 Slawi

Senin, 18 Desember 2017

Menag Pimpin Upacara Kenegaraan Pemakaman

Bogor, SMA Negeri 1 Slawi. Menteri Agama (Menag), Suryadharma Ali, memimpin upacara kenegaraan dalam pemakaman KH Idham Chalid, mantan Ketua DPR/MPR dan mantan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), yang dimulai sekitar pukul 12.00 WIB.

Para pelayat termasuk ulama dan anak-anak yatim turut mengantarkan kepergian almarhum KH Idham Chalid ke tempat peristirahatan terakhir di kompleks Pondok Pesantren Darul Quran di Cisarua, Bogor, Jawa Barat, Senin.

Menag Pimpin Upacara Kenegaraan Pemakaman (Sumber Gambar : Nu Online)
Menag Pimpin Upacara Kenegaraan Pemakaman (Sumber Gambar : Nu Online)

Menag Pimpin Upacara Kenegaraan Pemakaman

Suryadharma Ali dalam sambutannya atas nama negara menyampaikan bela sungkawa atas meninggalnya KH Idham Chalid. Ia juga meminta seluruh warga untuk turut mendoakan agar almarhum mendapat tempat yang layak di sisi Allah.

SMA Negeri 1 Slawi

"Banyak hal-hal yang telah diperbuat almarhum semasa hidupnya yang bisa dijadikan suri tauladan bagi kita yang masih hidup," katanya.

Upacara kenegaraan ini, lanjut dia, dilakukan untuk menghormati jasa-jasa almarhum.

SMA Negeri 1 Slawi

Hadir pada upacara tersebut di antaranya Bupati Bogor Rahmat Yasin serta para ulama termasuk KH Didin Hafiduddin dan KH Syukron Makmun, salah seorang murid KH Idham Chalid.

Sementara itu, Bupati Bogor, Rahmat Yasin, yang memberikan sambutan atas nama keluarga almarhum mengucapkan terima kasih atas bantuan semua pihak dalam proses pemakaman almarhum.

KH Idham Chalid wafat di usia 88 tahun pada Minggu (11/7) pukul 08.00 WIB di kediamannya di kawasan pendidikan Darrul Maarif, Cipete, Jakarta Selatan, karena sakit yang diderita selama 10 tahun terakhir.

Idham Chalid lahir di Setui, Kalimantan Selatan pada 27 Agustus 1922.

Ia adalah tokoh agama, tokoh bangsa, dan tokoh organisasi besar Islam Nahdlatul Ulama dan juga deklarator sekaligus pemimpin Partai Persatuan Pembangunan (PPP).

Sebelum meninggal, almarhum pernah bernazar ingin dimakamkan di kompleks Pondok Pesantren Darul Quran di Cisarua, Bogor.

Pesantren sederhana tersebut didirikan KH Idham Chalid pada tahun 1969.

Warga yang mengikuti jalannya upacara pemakaman terpaksa berdesak-desakan karena area pemakaman di kompleks tersebut relatif sempit hanya seluas 100 meter persegi.

Sebagian anak-anak yatim yang menghuni asrama di pondok pesantren tersebut menyaksikan jalannya pemakaman dari depan kamar mereka karena jarak antara asrama dengan area pemakaman sangat dekat dan hanya dibatasi oleh pagar.

Beberapa warga juga naik ke atas bangunan masjid yang tengah dibangun untuk bisa menyaksikan upacara pemakaman tersebut. (ant/mad)Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Hadits, Sejarah, Lomba SMA Negeri 1 Slawi

Senin, 04 Desember 2017

GP Ansor Pasuruhan Kidul Optimis Jadi Ranting Percontohan

Kudus, SMA Negeri 1 Slawi. Pimpinan Ranting GP Ansor Pasuruhan Kidul Kecamatan Jati Kabupaten Kudus secara resmi dilantik oleh Pimpinan Cabang GP Ansor Kabupaten Kudus bertepatan dengan pengajian umum Maulid Nabi Muhammad SAW di Masjid Jami’ Baitul Muttaqin, Rabu (23/12). Pengurus baru ini bertekad untuk menjadi ranting percontohan di Jati.

GP Ansor Pasuruhan Kidul Optimis Jadi Ranting Percontohan (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor Pasuruhan Kidul Optimis Jadi Ranting Percontohan (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor Pasuruhan Kidul Optimis Jadi Ranting Percontohan

Ratusan hadirin memadati serambi masjid mulai dari masyarakat Desa Pasuruhan Kidul dan sekitarnya, tokoh masyarakat, anggota DPRD Kudus, GP Ansor Jati dan Pimpinan Ranting GP Ansor sekecamatan.

Ketua GP Ansor Pasuruhan Kidul Munif Hamdani mengatakan, puluhan anggota GP Ansor dan Banser Pasuruhan Kidul ikut serta dalam pelantikan sehingga menjadikan kekompakan tersendiri antara GP Ansor dan Banser Pasuruhan Kidul. Hal ini menunjukan kekompakan dan tidak ada sekat antara Ansor dan Banser.

SMA Negeri 1 Slawi

“Kalau Banser pasti anggota Ansor, Kalau Ansor belum pasti Banser,” terangnya.

SMA Negeri 1 Slawi

Komunikasi antara GP Ansor dan Banser lebih ditingkatkan lagi agar tidak ada salah komunikasi saat Banser bertugas. “Ketika Banser bertugas, Ketua GP Ansor harus mengetahuinya,” tuturnya.

Harapan saya pada periode ini GP Ansor dan Banser Pasuruhan Kidul bisa menjadi barometer dan menjadi salah satunya ranting percontohan bagi semua ranting di Kecamatan Jati bahkan menjadi panutan bagi seluruh ranting di Kudus.

Setelah prosesi pelantikan KH Idham Cholid dari Demak memberi taushiyah tentang Maulid Nabi Muhammad SAW. (Dedi Hermanto/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Sejarah SMA Negeri 1 Slawi

Senin, 27 November 2017

Kisah Keajaiban Shalawat yang Dialami Kiai Masduqie Machfudh

Shalawat dan shalat jamaah adalah dua “senjata” Achmad Masduqie Machfudh. Tiap menerima aduan masalah dari masyarakat, ia selalu berwasiat untuk membaca shalawat, minimal 1000 kali setiap hari dan 10.000 kali setiap malam Jum’at.

Rais Syuriyah PBNU periode 2010-2015 yang juga pendiri Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyyah Nurul Huda Mergosono Malang ini memiliki pengalaman menarik tentang shalawat Nabi, tepatnya pada tahun 1956, saat ia masih duduk di sebuah SLTA di Yogjakarta.

Kisah Keajaiban Shalawat yang Dialami Kiai Masduqie Machfudh (Sumber Gambar : Nu Online)
Kisah Keajaiban Shalawat yang Dialami Kiai Masduqie Machfudh (Sumber Gambar : Nu Online)

Kisah Keajaiban Shalawat yang Dialami Kiai Masduqie Machfudh

Suatu ketika, ia mendapat gangguan jin di sebuah masjid tempat belajarnya sehingga selama tiga hari Maduqie muda merasa ingin banyak makan tapi anehnya tidak bisa buang hajat. Di hari ke empat, tubuhnya pun sangat panas dan saat itu juga beliau berpesan kepada adiknya.

“Dek, nanti kalau aku mati, tolong jangan bawa pulang janazahku ke Jepara tetapi dikuburkan di Jogja saja,” pinta kiai yang wafat pada 1 Maret 2014 ini kepada sang adik. Kiai Masduqie datang ke Jogja berniat untuk mondok. Beliau khawatir syahidnya hilang jika wafat di Jogja namun jenazahnya dimakamkan di Jepara.

SMA Negeri 1 Slawi

Sontak saja adiknya semakin khawatir kondisinya. Maka diajaklah sang kakak menemui seorang seorang kiai. “Mari kita pergi ke kiai itu, kiai yang Mas biasa ngaji di hari Ahad.”

SMA Negeri 1 Slawi

Kiai Masduqie menerima ajakan adiknya. Pergilah beliau bersama adiknya dengan naik becak dan sampai di rumah pak kiai yang di maksud pada pukul satu malam. Ketika beliau datang, pintu rumah Pak Kiai masih terbuka. Tentu tengah malam itu sang tuan rumah sudah tidak melayani tamu, karena sejak pukul 10 malam adalah waktu khusus Pak Kiai untuk ibadah kepada Allah. Karena melihat Masduqie muda yang datang di tengah malam dengan keadaan payah, kiai pun mempersilahkan Masduqie muda beristirahat di rumah.

Masduqie muda pun tertidur di rumah kiai itu. Baru beberapa jam di rumah kiai, tepatnya pukul 3 malam, beliau terbangun karena merasa mulas ingin buang hajat. Setelah itu, rasa sakit dan panas yang dirasakan sedikit hilang.

Pada pagi harinya, beliau yang masih panas badannya bertemu dengan Pak Kiai. “Pak Kiai, saya sakit”. Bukannya merasa iba, Pak Kiai hanya tersenyum. Dan anehnya, rasa panas yang beliau rasakan hilang seketika itu.

Pak Kiai dawuh, “Mas, sampean gendeng mas.”

“Kenapa gendeng, Yai?” tanya Masduqie muda.

“Iya, wong bukan penyakit dokter, sampean kok bawa ke dokter, ya uang sampean habis. Pokoknya kalau sampean kepengin sembuh, sampean tidak boleh pegang kitab apapun,” jawab kiai.

Jangankan membaca, menyentuh saja tidak diperbolehkan. Padahal pada saat itu, Masduqie muda dua bulan lagi akan mengikuti ujian akhir sekolah.

“Yai, dua bulan lagi saya ujian, kok enggak boleh pegang buku,” Masduqie muda matur kepada Pak Kiai.

Seketika itu Pak Kiai menanggapinya dengan marah-marah, “Yang bikin kamu lulus itu gurumu? Apa bapakmu? Apa mbahmu?”

Masduqie muda menjawab, “Pada hakikatnya Allah, Yai.”

“Lha iya gitu!” timpal Pak Kiai.

“Lalu bagaimana syariatnya (upaya yang dilakukan), Yai?” tanya Masdqie muda lagi.

“Tiap hari, kamu harus baca shalawat yang banyak,” jawab, Pak Kiai.

Masduqie muda kembali bertanya, “Banyak itu berapa, Yai?”

Pak Kiai pun menjawab, “Ya paling sedikit seribu, habis baca 1000 shalawat, minta ‘dengan berkat shalawat yang saya baca, saya minta lulus ujian dengan nilai bagus’.”

Ya sudah, Masduqie muda tidak berani pegang kitab maupun buku, karena memang ingin sembuh. Mendengar cerita dari Masduqie muda, Paman beliau marah-marah. “Bagaimana kamu ini? Dari Jepara ke sini, kamu kok nggak belajar?” Masduqie muda tidak berani komentar apa-apa. Karena beliau menuruti  dawuh kiai untuk tidak menyentuh kitab atau buku, beliau nurut saja.

Menjelang beliau ujian, pelajaran bahasa Jerman, bukunya ternyata diganti oleh gurunya dengan buku yang baru. Karena masih dilarang menyentuh buku, maka beliau tetap taat titah kiai.

Setelah ujian, Masduqie muda dipanggil guru bahasa Jerman.

Pak Guru    : Kamu her.

Masduqie   : Berapa nilai saya pak?

Pak Guru    : Tiga!

Masduqie    : Iya, Pak. Kapan, Pak?

Pak Guru    : Seminggu lagi  

Namun setelah seminggu, Masduqie muda tidak langsung mendatangi guru bahasa Jerman, karena larangan pegang buku belum selesai. Baru setelah selesai, Masduqie muda mendatangi Pak Guru.

Masduqie    : Pak, saya minta ujian, Pak.

Pak Guru    : Ujian apa?

Masduqie    : Ya ujian bahasa Jerman, Pak.

Pak Guru    : Lha kamu bodoh apa?

Masduqie    : Lho kenapa, Pak?

Pak Guru    : Nilai delapan kok minta ujian lagi. Kamu itu minta nilai berapa?

Masduqie    : Lho, ya sudah Pak, barang kali bisa nilai sepuluh.

Dari nilai angka 3, karena shalawat, mingkem menjadi angka 8. Setelah itu, beliau tidak pernah meninggalkan baca shalawat. Itulah satu pengalaman shalawat KH Masduqie Mahfudz saat muda.

Wasilah untuk Atasi Penyakit dan Kesulitan

Pengalaman shalawat beliau lagi, yakni ketika Kiai Masduqie harus melaksanakan dinas dinas di Tarakan, Kalimantan Timur. Pada suatu hari, ada tamu pukul 5 sore, dan bilang ke Kiai Masduqie, “Saya disuruh oleh ibu, disuruh minta air tawar.”

Kiai Masduqie mengaku masih bodoh saat itu. Seketika itu ia menjawab, “Ya, silakan ambil saja, air tawar. kan banyak itu di ledeng-ledeng itu.”

“Bukan itu, Pak. Air tawar yang dibacakan doa-doa untuk orang sakit itu, Pak,” kata si tamu.

“O, kalau itu ya tidak bisa sekarang. Ambilnya harus besok habis shalat shubuh persis.”

Kiai Masduqie menjawab begitu karena beliau ingin bertanya kepada sang istri perihal abah mertua yang sering nyuwuk-nyuwuk (membaca doa untuk mengobati) dan ingin tahu apa yang dirapalkan. Ternyata istri beliau tidak tahu tentang doa yang dibaca abahnya di rumah. Padahal Kiai Masduqie sudah janji.

Habis isya’ saat beliau harus wiridan membaca dalail, beliau menemukan hadits tentang shalawat. Inti hadits tersebut kurang lebih, “Siapa yang baca shalawat sekali, Allah beri rahmat sepuluh. Baca shalawat sepuluh, Allah beri rahmat seratus. Baca shalawat seratus, Allah beri rahmat seribu. Tidak ada orang yang baca shalawat seribu, kecuali Allah mengabulkan permintaanya.”

Setelah mencari di berbagai kitab, ketemulah hadits tersebut sebagai jawabannya. Lalu belaiu pun bangun di  tengah malam, mengambil air wudlu dan air segelas, setelah itu membaca shalawat seribu kali. Allahumma shalli wa sallim ‘ala sayyidinâ Muhammad.

Setelah beliau selesai membaca seribu shalawat, beliau berdoa, ”Allahumaj’al hadzal ma’ dawâ-an liman syarabahu min jamî’il amrâdh”. Arti doa tersebut, “Ya allah, jadikanlah air ini sebagai obat dari segala penyakit bagi peminumnya”. Lalu meniupkan ke air gelas dan baca shalawat satu kali lagi. Di pagi hari, diberikanlah air tersebut kepada orang yang memintanya.

Setelah tiga hari, ada berita dari orang tersebut bahwa si penderita penyakit sudah sembuh setelah meminum air dari Kiai Masduqie. Padahal, sakitnya sudah empat bulan dan belum ada obat yang bisa menyembuhkan. Dokter pun sudah tidak sanggup menangani penyakit yang diderita orang ini dan menyarankan untuk mencari obat di luar. Anehnya, pemberi kabar itu mengatakan bahwa Kiai Masduqie selama tiga hari itu mengelus-elus perut orang yang sakit.

Mengelus-ngelus perut? Tentu saja tidak, apalagi si penderita penyakit adalah perempuan yang bukan mahramnya. Hal itu juga mustahil karena Kiai Masduqie selama tiga hari di rumah saja. Berkat shalawat, atas izin Allah penyakitnya sembuh.

Sejak peristiwa itu di Kalimantan timur Kiai Masduqie terkenal sebagai guru agama yang pintar nyuwuk. Sampai penyakit apa saja bisa disembuhkan. Jika beliau tidak membacakan shalawat, ya istri beliau mengambilkan air jeding, yang sudah dipakai untuk wudlu. Ya sembuh juga penyakitnya. Inilah pengalaman shalawat Kiai Masduqie ketika dinas di Kalimantan.

Cerita lain, suatu ketika beliau harus ke Samarinda dengaan naik kapal pribadi milik Gubernur Aji Pangeran Tenggung Pranoto. Dalam pertengahan perjalanan melalui laut, tepatnya di Tanjung Makaliat kapal yang diinaikinya terkena angin puting beliung. Maka goyang-goyanglah kapal tersebut. Kiai Masduqie sadar, berwudlu, lalu naik ke atas kapal. Beliau ajak para awak kapal untuk mengumandangkan adzan agar malaikat pengembus angin dahsyat tersebut berhenti. Lalu berhentilah angin tersebut. Inilah salah satu pengalaman shalawat Kiai Masduqie.

“Kalau ada orang menderita penyakit aneh-aneh, datang ke Mergosono, insya Allah saya bacakan shalawat seribu kali. Kalau ndak mempan sepuluh ribu kali, insyaallah qabul,” kata Kiai Masduqie saat pengajian di Majelis Riyadul Jannah.

“Berkat shalawat Nabi, sampean tahu sekarang, saya bangun pondok sampai tingkat tiga, nggak pernah minta sokongan dana masyarakat, mengedarkan edaran, proposal nggak pernah. Modalnya hanya shalawat saja. Uang yang datang ya ada juga, tapi nggak habis-habis. Itu berkat shalawat,” lanjut Kiai Masduqie dalam pengajiannya.

Kisah lainnya, suatu ketika, seorang bidan mengadu kepada Kiai Masduqie tentang suaminya yang pergi meninggalkannya karena terpikat dengan wanita lain. Ia berharap suaminya bisa kembali. Abah, demikian para santrinya menyapa, menjawab bidang tersebut dengan tegas menganjurkan untuk baca shalawat. Bidan pun secara istiqamah mengamalkannya, dan dalam selang beberapa lama suaminya kembali seraya bertobat.

Kiai Masduqie memiliki sembilan putra/putri ini yang di samping sarjana juga bisa membaca kitab semua. Saat anak beliau ada yang mau ujian, di samping putranya juga disuruh baca shalawat, belaiu juga membacakan shalawat untuk kelancaran dan kesuksesan putra-putrinya.

Kiai Masduqie pernah dawuh, ”Berkat shalawat Nabi SAW, semua yang saya inginkan belum ada yang tidak dituruti oleh Allah. Belum ada permintaan yang tidak dituruti berkat shalawat Nabi. Semua permintaan saya terpenuhi berkat shalawat”.

Shallu ‘alan Nabi Muhammad! Allahumma shalli wa sallim ‘ala sayyidina Muhammad.

Indirijal Lutofa, Santri Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyyah Nurul Huda Mergosono, Malang dan mahasiswa Fakultas Syari’ah UIN Malang. Kisah ini diperoleh pendengaran langsung penuturan Kiai Masduqie saat memberikan penggajian di Majlis Taliim wal Maulid Riyadhul Jannnah Malang, Jawa Timur dan kisah yang dituturkan putranya.



Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Sejarah, Kajian SMA Negeri 1 Slawi

Minggu, 26 November 2017

Isi Ramadhan, Pelajar NU Ciwaringin Berbagi Takjil dan Buka Stand Buku

Cirebon, SMA Negeri 1 Slawi - Ramadhan yang penuh hikmah ini dimanfaatkan oleh Pelajar NU di Kecamatan Ciwaringin Kabupaten Cirebon untuk berbagi dengan masyarakat. Mereka berbagi takjil dengan masyarakat dan membuka stan buku bacaan untuk masyarakat.

Menurut Ketua IPNU Ciwaringin M Habibi, kegiatan dibagi dalam dua tahap. Pertama, kerja sama dengan Club Motor Moonraket pada 23 Juni. Kedua, kerja sama dengan Pemerintah Kecamatan Ciwaringin.

Isi Ramadhan, Pelajar NU Ciwaringin Berbagi Takjil dan Buka Stand Buku (Sumber Gambar : Nu Online)
Isi Ramadhan, Pelajar NU Ciwaringin Berbagi Takjil dan Buka Stand Buku (Sumber Gambar : Nu Online)

Isi Ramadhan, Pelajar NU Ciwaringin Berbagi Takjil dan Buka Stand Buku

"Alhamdulillah, tadi kita baksos berjalan dengan lancar. Dukungan dari camat, danramil, para kiai, dan sesepuh Ciwaringin sangat membuat kami semangat dalam berbagi," kata Habibi kepada SMA Negeri 1 Slawi di pendopo kecamatan setempat, Rabu (28/6).

SMA Negeri 1 Slawi

Buku-buku stand baca ini berasal dari berbagai perpustakaan di Ciwaringin.

"Dengan terselenggaranya kegiatan ini, kita bisa terus belajar bersama dalam segala hal dan bisa melahirkan itikad-itikad yang baik dalam masyarakat," harap Habibi.

SMA Negeri 1 Slawi

Sementara itu Ketua IPPNU Ciwaringin Indah Sari menjelaskan, selain baksos pihaknya juga mengadakan kegiatan tadarus keliling dari desa ke desa. Diawali dari desa Bringin, Gintung Kidul, Babakan, Gintung Tengah, Gintung ranjeng, Budur, Ciwaringin dan yang terkahir di desa Galagamba.

"Seluruh kegiatan yang dimulai dari 8 Juni sampai 28 Juni ini merupakan komitmen yang bagus bagi para anggota dan kader IPNU-IPPNU," kata Indah.

Sebagai penutup, Habibi dan Indah menegaskan bahwa seluruh kegiatan yang dilakukan sebagai wujud solidaritas dan kepedulian terhadap masyarakat yang menjalankan ibadah puasa.

"Juga untuk mengukur loyalitas dari setiap pengurus anak cabang dan ranting IPNU-IPPNU," tandas Habibi didampingi Indah. (Ayub Al-Ansori/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi IMNU, Habib, Sejarah SMA Negeri 1 Slawi

Jumat, 24 November 2017

Kiai Ma’sum Abidarda: GP Ansor itu Penolong!

Sragen, SMA Negeri 1 Slawi

Gerakan Pemuda (GP) Ansor, lahir dalam kondisi bangsa tengah berjuang untuk lepas dari belenggu penjajahan. Ketika itu, keberadaannya diharapkan sesuai dengan makna namanya, yakni menjadi penolong, baik bagi NU maupun bangsa.

Terkait makna Ansor sebagai penolong tersebut, ditandaskan Rais Syuriyah PCNU Kabupaten Sragen KH Ma’sum Abidardak, dalam sambutannya pada acara pembukaan Pelatihan Kepemimpinan Dasar (PKD) Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kabupaten Sragen, Jawa Tengah, Sabtu (18/3).

Kiai Ma’sum Abidarda: GP Ansor itu Penolong! (Sumber Gambar : Nu Online)
Kiai Ma’sum Abidarda: GP Ansor itu Penolong! (Sumber Gambar : Nu Online)

Kiai Ma’sum Abidarda: GP Ansor itu Penolong!

Menurutnya, GP Ansor agar tidak sekali-kali menjadi peminta-minta dalam segi apa pun. “Ansor itu penolong, jadi jangan sampai mita dibelas kasihani!” tukas dia.

SMA Negeri 1 Slawi

Ditambahkan Pengasuh Pondok Pesantren Salama Wabaroka Canden Ketro Tanon Sragen tersebut, kaum muda Ansor juga mesti siap dalam menghadapi segala perubahan zaman. “Ansor harus bergerak dan siap dalam menghadapi tatanan kehidupan modern seperti MEA”, tuturnya.

SMA Negeri 1 Slawi

Sementara itu, para peserta yang berjumlah 80 orang dari ranting dan PAC di Zona Sragen Barat, mengikuti berbagai materi, antara lain ke-NU-an, ke-Anso-an, dan ke-Banser-an. Kegiatan PKD ini dilaksanakan selama dua hari, Sabtu-Ahad (18-19/3), bertempat di Gedung MWC Kecamatan Tanon, Sragen. (Ajie, Jokowa/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Sejarah SMA Negeri 1 Slawi

Selasa, 07 November 2017

Ansor Diminta Segera Usut Penyebaran Fatwa Palsu

Jombang, SMA Negeri 1 Slawi. Gerakan Pemuda Ansor Nahdlatul Ulama perlu segera mengusut penyebaran fatwa palsu yang mengatasnamakan ulama NU Jombang, Jawa Timur. Kasus ini sebenarnya sudah terjadi berkali-kali dan tidak dihiraukan oleh warga nahdliyyin, namun masih berpotensi memunculkan keresahan.

Demikian dikatakan KH. Aziz Masyhuri, Pengasuh Pondok Pesantren Denanyar, Jombang, dihubungi SMA Negeri 1 Slawi, Sabtu (30/9). Dikatakan Kiai Aziz, selebaran gelap itu disebarkan dengan sangat hati-hati oleh para pelakunya.

Ansor Diminta Segera Usut Penyebaran Fatwa Palsu (Sumber Gambar : Nu Online)
Ansor Diminta Segera Usut Penyebaran Fatwa Palsu (Sumber Gambar : Nu Online)

Ansor Diminta Segera Usut Penyebaran Fatwa Palsu

“Saya sudah meminta kepada teman-teman Ansor baik di Jombang maupun di Jakarta untuk mencari siapa-siapa yang menyebarkan itu. Tapi ya memang sulit ngusutnya. Dulu juga sering terjadi begitu dan sampai sekarang belum ketemu pelakunya,” kata Kiai Aziz.

Nama-nama kiai NU yang disebutkan dalam selebaran itu, lanjut sesepuh Rabithah Ma’ahid Islamiyah (RMI) NU itu, sama sekali tidak dikenal. Sementara Buletin Mimbar Dakwa yang disebut-sebut dalam selebaran sebagai sumber pengambilan fatwa tidak beredar di Jombang.

“Saya sampai menanyakan kepada kiai-kiai tua di kampung-kampung apakah ada kiai-kiai NU yang namanya tercantum dalam selebaran itu atau ada yang bikin buletin itu ternyata nggak ada yang kenal,” kata Kiai Aziz.

SMA Negeri 1 Slawi

Selebaran yang mengatasnamakan ulama NU itu berisi ajakan untuk meninggalkan beberapa amaliyah yang selama ini dikerjakan oleh warga nahdliyyin, seperti wirid atau dzikir setelah shalat lima waktu, doa qunut dalam shalat subuh dan witir, adzan shalat Jum’at dua kali, shalat tarawih 20 rakaat, serta tahlil 7 hari untuk orang yang meninggal.

Dikatakan dalam selebaran itu amaliyah-amaliyah itu adalah bid’ah alias hukumnya haram dan harus segera ditinggalkan oleh umat Islam yang telah mengerjakannya.

“Tahun lalu itu disebarkan di luar Jawa, terutama di Lampung. Sekarang karena sudah banyak yang menggunakan internet ya para pelakukannya lebih mudah menyebarkan itu. Tapi saya kira itu tidak ada pengaruhnya, wong itu jelas-jelas untuk bikin ribut saja. Orang sudah ngerti semua,” kata Kiai Aziz. (nam)

SMA Negeri 1 Slawi

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Kiai, Pahlawan, Sejarah SMA Negeri 1 Slawi

Sabtu, 21 Oktober 2017

Istimewa, Penghormatan Nyai Sinta Nuriyah di Pernikahan Putri Presiden

Surakarta, SMA Negeri 1 Slawi. Pernikahan putri Presiden Joko Widodo, Kahiyang Ayu dengan Muhammad Bobby Afif Nasution yang diselenggarakan di Gedung Graha Saba Buana, Solo, Rabu (8/11) dihadiri sejumlah tokoh, tak terkecuali Nyai Sinta Nuriyah, istri dari mantan presiden Republik Indonesia KH Abdurrahman Wahid.

Istimewa, Penghormatan Nyai Sinta Nuriyah di Pernikahan Putri Presiden (Sumber Gambar : Nu Online)
Istimewa, Penghormatan Nyai Sinta Nuriyah di Pernikahan Putri Presiden (Sumber Gambar : Nu Online)

Istimewa, Penghormatan Nyai Sinta Nuriyah di Pernikahan Putri Presiden

Nyai Sinta hadir didampingi putri sulungnya Alissa Qotrunnada dan cucunya Sabrina A Arinka. Dalam prosesi tersebut ia turut menjadi tamu undangan yang berfoto pertama kali dengan kedua mempelai.

Dalam sesi dokumentasi itu, Nyai Sinta yang menaiki pelaminan Kahiyang-Bobby dengan menggunakan kursi roda, memilih berdiri ketika melakukan sesi berfoto bersama. Momen Nyai Sinta memaksakan untuk berdiri ini tentu menjadi perhatian bagi banyak orang. 

Salah satu tokoh Gusdurian Solo, Hussein Syifa mengungkapkan terakhir kali ia melihat Nyai Sinta berdiri yakni saat menghadiri pernikahan putri Pengasuh Pesantren Al-Muayyad Surakarta KH Rozaq Shofawi.

“Sebelumnya juga pernah lihat, pas beliau menghadiri pernikahan putri Kiai Rozaq,” kata Hussein.

SMA Negeri 1 Slawi

Sementara itu, menurut Wakil Syuriah PWNU Jateng KH M Dian Nafi’ momen berdirinya Nyai Sinta, merupakan bentuk penghormatan dan penghargaan kepada pasangan mempelai.

“Itu istimewa. Sikap menghargai syariat pernikahan. Juga dukungan moral Ibu Nyai Shinta Nuriyah bagi Mbak Kahyang Ayu dan Mas Bobby untuk menapak kehidupan baru  menyongsong karunia, untuk menjadi keluarga yang sakinah wa mawaddah wa rahmah,” tutur Gus Dian. (Ajie Najmuddin/Zunus)

SMA Negeri 1 Slawi

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Meme Islam, Sejarah, RMI NU SMA Negeri 1 Slawi

Sabtu, 23 September 2017

RMI NU-HIPSI Jateng Komit Majukan Ekonomi Pesantren

Semarang, SMA Negeri 1 Slawi. Rabithah Maahid Islamiyyah (RMI) NU Jawa Tengah telah bertemu dengan pengurus Himpunan Pengusaha Santri Indonesia (HIPSI) Jateng beberapa kali. Kedua lembaga ini secara bersama-sama berkomitmen dalam memajukan ekonomi pesantren.

"Titik temu RMI dan HIPSI punya tujuan yang sama dalam hal pengembangan ekonomi pesantren", ungkap Ketua RMI Jateng KH Abdul Ghaffar Rozien, M.Ed, Kamis (2/4).

RMI NU-HIPSI Jateng Komit Majukan Ekonomi Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)
RMI NU-HIPSI Jateng Komit Majukan Ekonomi Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)

RMI NU-HIPSI Jateng Komit Majukan Ekonomi Pesantren

Potensi yang dimiliki masing-masing pesantren, katanya, berbeda satu sama lain. Disinilah diperlukan pemetaan agar lebih mudah dalam mengorganisirnya. Setelah ketemu potensi yang dimiliki sehingga akan melahirkan kerjasama antar pesantren bisa saling dukung antara pesantren satu dengan yang lainnya. ?

SMA Negeri 1 Slawi

Sementara itu, Ketua HIPSI Jateng KH Muhammad Imaddudin menerangkan, melihat lahan-lahan subur yang masih terbuka di area Jawa Tengah ini, pertanian masih menjadi salah satu penyumbang terbesar pasokan bahan makanan.?

"Pengembangan pertanian fokus ke pesantren yang belum berkembang," tuturnya.?

SMA Negeri 1 Slawi

Dari pertanian, lanjutnya, bisa kita kembangkan menjadi pakan ternak sehingga dari pertanian semua bermanfaat, tidak ada yang terbuang. Ke depan RMI-HIPSI akan bersinergi untuk terus mengembangkan pesantren agar lebih mandiri di bidang perekonomian.?

Selain pertanian dan peternakan, wilayah Jawa Tengah juga terbentang pantai yang panjang. Potensi laut mulai dari ikan laut, perikanan tambak, dan garam. Pemerintah melalui kementrian agama juga memprioritaskan pengembangan pesantren bahari pada 2015 ini. (M Zulfa/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Sejarah, Pendidikan SMA Negeri 1 Slawi

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs SMA Negeri 1 Slawi sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik SMA Negeri 1 Slawi. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan SMA Negeri 1 Slawi dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock