Tampilkan postingan dengan label AlaNu. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label AlaNu. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 24 Februari 2018

Jelang Kongres XV, Ansor Jatim Belum Tentukan Pilihan

Jombang, SMA Negeri 1 Slawi. Menjelang Kongres XV Gerakan Pemuda Ansor, Pimpinan Wilayah GP Ansor Jawa Timur hingga kini belum menentukan siapa calon yang bakal diusung untuk menggantikan Nusron Wahid dalam kongres yang bakal digelar di Pesantren Sunan Pandanaran, Jalan Kaliurang Km 12,5 Sardonoharjo, Sleman, Yogyakarta, 25-27 November 2015 mendatang.

"Untuk Ansor Jawa Timur memang belum menentukan pilihan siapa yang bakal dicalonkan pada Kongres XV mendatang. Tapi yang jelas Jawa Timur memiliki banyak kader yang siap untuk memimpin Ansor,” ujar Rudy Nur Wahid, Ketua PW GP Ansor Jatim.

Jelang Kongres XV, Ansor Jatim Belum Tentukan Pilihan (Sumber Gambar : Nu Online)
Jelang Kongres XV, Ansor Jatim Belum Tentukan Pilihan (Sumber Gambar : Nu Online)

Jelang Kongres XV, Ansor Jatim Belum Tentukan Pilihan

Rudy mengatakan pihaknya masih akan melakukan rapat dengan beberapa pengurus cabang untuk menentukan pilihan bersama pengurus wilayah. Karena, imbuhnya, beberapa kandidat sudah banyak yang turun melakukan komunikasi dengan pengurus cabang. "Kita masih akan merapatkan bersama pengurus lainnya," terang alumni IAIN Sunan Ampel Surabaya ini.

SMA Negeri 1 Slawi

Menurut Rudy, salah satu kader yang sangat memenuhi kriteria dan persyaratan dalam PD/ PRT adalah Sholahul Am Notowono (mantan Ketua PC GP Ansor Jombang) yang juga salah satu wakil ketua di PW GP Ansor Jatim. "Kalau dari kriteria dan persyaratan, di (Gus Aam) sangat memenuhi, usia belum 40 tahun, mantan ketua cabang dan telah lulus PKN," bebernya.

SMA Negeri 1 Slawi

Dikonfirmasi terkait kemunculan dirinya dalam bursa calon Ketua Umum PP GP Ansor menggantikan Nusron Wahid,? Sholahul Am (Gus Aam) tidak banyak komentar.? Dia hanya mengatakan sebagai kader? GP Ansor harus selalu siap mengemban amanah. "Lihat perkembangan saja lah, kalau diberi amanah semua kader Ansor tidak boleh menolak," jawab Katib Pengasuh PP Bahrul Ulum Tambakberas Jombang ini.

Dalam proses kaderisasi organisasi, Gus Aam adalah Ketua PC GP Ansor Jombang.? Kini dia merupakan salah satu Wakil Ketua PW GP Ansor Jawa Timur dan merupakan salah satu kader yang telah lulus kaderisasi tingkat nasional (PKN).

Dari informasi yang dihimpun, sejumlah nama kandidat beredar di kalangan Pimpinan Cabang (PC) GP Ansor di Jawa Timur. Nama-nama itu di antaranya, KH Abdussalam Sohib (ketua pengasuh Pengasuh Ponpes Mabaul Maarif, Denanyar, Jombang), Syaikhul Islam (anggota DPR RI Fraksi PKB), dan Dhofir Al Farisi (kerabat Pondok Pesantren Riyadhus Sholihin Probolinggo dan Pesantren Ciganjur), Yakut Kholil Khoumas (anggota DPR RI Fraksi PKB), Idi Muzayyat (mantan Ketua Umum PP IPNU), dan Sholahul Am Notobuwono (wakil ketua PW GP Ansor Jatim dan juga Katib Pengasuh Pesantren Bahrul Ulum Tamakberas Jombang).? (Muslim Abdurrahman/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Sholawat, AlaNu SMA Negeri 1 Slawi

Selasa, 13 Februari 2018

Riya dan Penanggulangannya

Ingin terlihat baik, rajin, sempurna, dan saleh di hadapan umum merupakan tabi’at dasar manusia. Tabi’at dasar ini sangat sulit dilepaskan dalam diri manusia. Terlebih lagi, tidak ada manusia di dunia ini yang tidak ingin dipuji oleh orang sekitarnya.

Bahkan untuk mendapatkan pujian itu, pencitraan diri sendiri pun dilakukan. Misalnya, pura-pura baik, dermawan, rajin, saleh ketika ada orang, diliput wartawan, atau pemotretan.

Riya dan Penanggulangannya (Sumber Gambar : Nu Online)
Riya dan Penanggulangannya (Sumber Gambar : Nu Online)

Riya dan Penanggulangannya

Dalam kamus Islam, prilaku semacam ini disebut riya. Riya berati mengerjakan perbuatan lantaran mengharap pujian dan sanjungan orang lain, bukan didasarkan keikhlasan.

Sifat ini tentu tidak lah elok dan bertentangan dengan doktrin Islam yang mengajarkan keikhlasan. Apalagi jika riya itu terbawa dalam urusan ibadah. Amalan yang dilakukan tidak akan ada nilainya di mata Allah SWT jika dikerjakan atas dasar ingin memperoleh pujian dan sanjungan manusia.

SMA Negeri 1 Slawi

Menurut Izzuddin bin Abdus Salam, ketika riya menghantui orang yang mau atau tengah beribadah, ada beberapa tindakan yang perlu dilakukan supaya amalannya tetap bernilai di mata Tuhan. Ketiga hal ini disebutkan dalam bukunya Maqashidur Ri‘ayah li Huquqillah.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

SMA Negeri 1 Slawi

“Terdapat tiga bentuk riya: pertama, orang yang terbesit riya sebelum mengerjakan amalan dan dia mengerjakan amalan tersebut hanya semata karena riya. Agar selamat, orang semacam ini harus menunda amalannya sampai timbul rasa ikhlas. Kedua, orang yang timbul di dalam hatinya riya syirik (mengerjakan ibadah karena ingin mengharap pujian manusia serta ridha Allah SWT). Orang seperti ini juga dianjurkan menunda amalan hingga benar-benar ikhlas. Ketiga, riya yang muncul di saat melakukan aktivitas/amalan. Orang yang dihadang riya di tengah jalan seperti ini, dianjurkan untuk menghalau gangguan itu sambil meneruskan amalannya. Kalau godaaan riya terus hadir, ia tidak perlu menggubrisnya. Insya Allah amalannya diterima karena tetap berpijak pada niatnya semula.”

Ketiga kondisi ini seringkali ditemukan ketika beraktivitas, terutama beribadah. Sekalipun niat awal mengerjakan ibadah hanya mengharap ridha Allah SWT, tetapi sering kali rasa ‘ujub dan riya tiba-tiba muncul menghantui perasaan kita.

Orang yang rajin beribadah sekalipun bukan berati dapat terbebas begitu saja dari kondisi ini. Terkadang godaan datang silih berganti untuk menjerumuskan ibadah yang mereka lakukan pada jalan yang salah. Maka dari itu, dibutuhkan kesabaran dan usaha maksimal untuk mengalahkannya. Wallahu a‘lam. (Hengki Ferdiansyah)

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi AlaNu SMA Negeri 1 Slawi

Senin, 12 Februari 2018

Santri Pesantren Annajyiah Bahrul Ulum Belajar Jurnalistik

Jombang, SMA Negeri 1 Slawi. “Pak, kalau sudah bisa nulis berita apakah harus jadi wartawan media? celetuk santri perempuan pesantren Annajiah Bahrul Ulum Tambakberas Jombang saat mengikuti diklat jurnalistik santri beberapa waktu lalu.

Santri Pesantren Annajyiah Bahrul Ulum Belajar Jurnalistik (Sumber Gambar : Nu Online)
Santri Pesantren Annajyiah Bahrul Ulum Belajar Jurnalistik (Sumber Gambar : Nu Online)

Santri Pesantren Annajyiah Bahrul Ulum Belajar Jurnalistik

Kegiatan diklat jurnalistik dikalangan santri pesantren Bahrul Ulum Tambakberas bukan hal baru, hampir setiap tahun dilakukan. Baik untuk kalangan santri maupun pelajar di lingkungan madrasah yang ada di pesantren KH Wahab Hasbullah ini.

”Setiap tahun santriwati memiliki agenda kegiatan pelatihan, termasuk jurnalistik seperti ini,” ujar Dewi Widya Sari ketua pelaksana kegiatan yang juga santri senior di Annajiah ini menceritakan.

SMA Negeri 1 Slawi

Diklat jurnalistik tahun ini dikatakannya diperuntukkkan bagi santri kelas 1 dan II setingkat Madrasah Aliah. “Mereka diharapkan bias mengisi dan mengelola majalah yang dimiliki pesantren. Karena sekarang majalah yang pernah diterbitkan sekarang rencananya akan kembali diterbitkan lagi,” tandasnya, majalah pesantren Annajiah bahrul Ulum diterbitkan bersama mahasiswa Stikes dan pelajar SMK dibawah naungan Annajiah.

Pesantren Bahrul Ulum juga pernah memiliki Majalah dengan nama Ka’bah, yang terbit setiap satu tahun sekali. Sedangkan beberapa unit lembaga pendidikan juga memiliki Majalah tersendiri, Seperti Madrasah Mu’alimin Mu’alimat Atas (MMA) enam tahun menerbitkan majalah atau bulletin tahunan dengan Kharisma, begitu juga dengan MAN juga menerbitkan Majalah tahunan. Bahkan kedua lembaga ini kini juga memiliki web site www.mualliminenamtahun.net dan www.mantambakberas.com.

SMA Negeri 1 Slawi

Sementara itu, SMA Negeri 1 Slawi yang diminta memberikan materi Jurnalistik Dasar untuk menulis karya jurnalistik seseorang tidak harus menjadi wartawan. Karena karya jurnalistik bisa dipublikasikan diberbagai media. 

“Dan banyak orang bisa dengan mudah membuat beritanya sendiri lalu menyebarluaskannya di berbagai jejaring sosial dunia maya. Entah lewat blog atau di berbagai situs jejaring sosial seperti Facebook atau Youtube,” beber Ramadlan mengatakan.

Untuk publikasi, lanjutnya sesorang tidak perlu menunggu waktu lama agar tulisannya bisa dimuat dalam media cetak arus utama, saat ini, seseorang sudah bisa memublikasikan tulisannya secara independen. Semangat kemandirian yang difasilitasi dengan sangat baik oleh jaringan internet.

Jika tulisan-tulisan itu cukup kuat, maka peran pembentukan opini pun dapat pula direngkuhnya. Media jenis ini disebut sebagai “new media.” Kemudian melahirkan pula apa yang dikenal saat ini dengan konsep “citizen journalism” atau pewarta warga yang biasa dikirim seorang pada media media cetak maupun online.

"Dan banyak media menyediakan kolom untuk karya seperti ini," tandasnya. 

Dikatakannya, media kini terbagi menjadi beberpa macam, meliputi jurnalistik cetak (print journalism), elektronik (electronic journalism). Akhir-akhir ini juga telah berkembang jurnalistik secara tersambung (online journalism).’ Seperti SMA Negeri 1 Slawi, dan yang lainnya,” pungkasnya.

Redaktur: Mukafi Niam

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi AlaNu SMA Negeri 1 Slawi

Sabtu, 13 Januari 2018

Kabar Duka, Sekjen PBNU 1999-2004 H Muhyidin Arubusman Meninggal

Jakarta, SMA Negeri 1 Slawi?

Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un, Sekretaris Jenderal PBNU periode 1999-2004 H. Muhyiddin Arubusman meninggal dunia di Rumah Sakit Tebet, Jakarta pada Senin malam (10/4). Ia meninggal pada usia 66 tahun.?

Muhyiddin Arubusman adalah tokoh NU dari Indonesia timur. Ia lahir di Ende, Nusa Tenggara Timur 24 April1951. Masa mudanya ia aktif di Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) dan pernah menjadi ketua umumnya pada periode 1981-1985.?

Kabar Duka, Sekjen PBNU 1999-2004 H Muhyidin Arubusman Meninggal (Sumber Gambar : Nu Online)
Kabar Duka, Sekjen PBNU 1999-2004 H Muhyidin Arubusman Meninggal (Sumber Gambar : Nu Online)

Kabar Duka, Sekjen PBNU 1999-2004 H Muhyidin Arubusman Meninggal

Ketua PBNU H. Robikin Emhas atas nama PBNU mengucapkan duka mendalam atas meninggalnya Muhyiddin Arubusman.?

“PBNU mengucapkan duka mendalam atas meninggalnya Pak Muhyiddin. Semoga beliau husnul khatimah, diampuni segala dosanya, serta mendapat tempat paling layak di sisi Allah. Dan semoga keluarga yang ditinggalkan tabah menerimanya,” katanya. (Abdullah Alawi)



SMA Negeri 1 Slawi



SMA Negeri 1 Slawi



? ?

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi AlaNu, Pondok Pesantren, Cerita SMA Negeri 1 Slawi

Minggu, 07 Januari 2018

Diusulkan Calon Ketum PBNU, Ini Komentar Gus Sholah

Jombang, SMA Negeri 1 Slawi. Sejumlah kiai dan pengasuh pondok pesantren di Jawa Timur menghadiri Forum Silaturrahim Kiai dan Pengasuh Pesantren NU se-Jawa Timur di Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Ahad (11/1) kemarin. Forum antara lain membicarakan kriteria calon ketua umum PBNU.

Diusulkan Calon Ketum PBNU, Ini Komentar Gus Sholah (Sumber Gambar : Nu Online)
Diusulkan Calon Ketum PBNU, Ini Komentar Gus Sholah (Sumber Gambar : Nu Online)

Diusulkan Calon Ketum PBNU, Ini Komentar Gus Sholah

Hadir sebagai nara sumber pada halaqah bertema "Mengembalikan NU pada Ruhnya," mantan ketua umum PBNU KH Hasyim Muzadi, pengasuh Pesantren Tebuireng KH Salahudin Wahid atau Gus Sholah dan KH Muhyidin Abdusshomad dari Jember.

Halaqah menelorkan beberapa syarat atau kriteria calon ketua umum PBNU periode mendatang, antara lain calon juga harus mampu menjaga martabat NU, komitmen dalam menjalankan Qonun Asasi Hadratus Syekh KH Hasyim Asyari, memiliki kemampuan kepemimpinan dan managemen, istiqomah menjaga netralitas NU dalam politik praktis dan tidak punya beban masa lalu serta profesional.

Salah seorang penggagas kegiatan KH Abdurrahman Ustman mengatakan, meski tidak menyebut nama, kriteria yang diajukan mengarah kepada sosok KH Salahuddin Wahid atau Gus Sholah.

SMA Negeri 1 Slawi

Sementara itu Gus Sholah dalam forum itu menyampaikan bahwa NU selama ini belum banyak membicarakan persoalan ekonomi terutama yang sesuai dengan sistem Islam, padahal organisasi lain telah melakukan.

“Apakah sistem ekonomi kita sudah islami atau belum? Dimana masih banyak masyarakat muslim dalam kondisi miskin. Padahal negera kita sangat kaya. Apakah ini sistem ekonomi islami.? Kedepan NU perlu membahas persolan ini," ujarnya.

Adik kandung Gus Dur ini menambahkan, NU harus berada di depan dalam menjalankan ajaran Islam ahlussunnah wal jama’ah. Selain itu, NU juga harus memberikan perhatian lebih terhadap keberlangsungan pendidikan pesantren.

"Bagaimana NU bisa sesuai dengan Qonun Asasi KH Hasyim Asyari, melayani pesantren dan ulama karena NU didirikan dari ulama pesantren yang telah memberikan pendidikan sejak sebelum adanya lembaga pendidikan formal seperti sekarang," tandas cucu pendiri NU KH Hasyim Asyari itu.

Disinggung soal kesiapan menjadi calon ketua PBNU, Gus Sholah mengaku belum berpikir, untuk menjadi kandidat. Dikatakannya hingga saat ini dirinya belum berpikir, dan tidak melakukan upaya apapun untuk maju sebagai calon ketua umum PBNU.

SMA Negeri 1 Slawi

"Saya tidak berpikir dan belum berencana untuk itu, kita lihat saja nanti. Muktamar kan masih lama," pungkasnya usai acara. (Muslim Abdurrahman/Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi AlaNu, Fragmen SMA Negeri 1 Slawi

Senin, 01 Januari 2018

NKRI Terancam, Penyuluh Agama Se-Jatim Helat Jambore di Puncak B-29

Lumajang, SMA Negeri 1 Slawi. Ancaman terkoyaknya ? kerukunan dan tergerusnya Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang belakangan kian santer terdengar, menjadi salah satu alasan para penyuluh agama se-Jawa Timur untuk menghelat Jambore regional di Puncak B-29, Kabupaten ? Lumajang tanggal 24 sampai 26 Juli 2017 mendatang.

Menurut Ketua Kelompok Kerja Penyuluh (Pokjaluh) Jawa Timur, Syaifuddin Maarif, Jambore yang bertemakan "Penyuluh Lebih Dekat Melayani Umat" tersebut bertujuan agar penyuluh mampu memberikan pelayanan lebih baik bagi masyarakat. Kedepan, katanya, penyuluh diimbau tidak hanya "berceramah" soal agama tapi juga perlu melebarkan tema hingga soal kerukunan antarumat beragama, soal NKRI dan sebagainya. ? "Kita ingin melebur dan menyatu dengan masyarakat. Umat Islam harus betul-betul menjadi rahmat di negeri ini," turur Syaifuddin usai survei lokasi, Selasa (11/7).

NKRI Terancam, Penyuluh Agama Se-Jatim Helat Jambore di Puncak B-29 (Sumber Gambar : Nu Online)
NKRI Terancam, Penyuluh Agama Se-Jatim Helat Jambore di Puncak B-29 (Sumber Gambar : Nu Online)

NKRI Terancam, Penyuluh Agama Se-Jatim Helat Jambore di Puncak B-29

Menurut rencana, kegiatan tersebut akan dihadiri Menteri Agama RI, Wakil Gubernur Jawa Timur, Kepala Kanwil Kemenag Jawa Timur, Kepala Kemenag dan Kasi Bimas Islam se-Jawa Timur dan ? sejumlah Ketua Pokjaluh dari berbagai provinsi serta 550 penyuluh agama Islam se-Jawa Timur. "Ada beberapa Ketua Pokjaluh yang akan ikut hadir dengan biaya sendiri, diantaranya adalah Pokjaluh Gorontalo, Pokjaluh Palembang, Pokjaluh Maluku, Pokjaluh DKI dan Pokjaluh Jawa Barat," tambah Syaifuddin

Di Jambore itu, para penyuluh juga akan menggelar bakti sosial dengan memberikan bantuan untuk para mualaf dan menanam 5000 pohon sebagai bentuk kepedulian penyuluh terhadap kelestarian lingkungan. "Ini misi kita bersama, dekat dengan masyarakat dan peduli terharap lingkungan," lanjutnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Jambore, Sriwanti menyatakan, para peserta akan menginap di home sty milik masyarakat setempat. Ratusan penyuluh dan para pejabat akan bermalam bersama untuk melakukan tadabbur alam. "Ini agar para penyuluh dekat dan menyatu dengan masyarakat," ujarnya. (Aryudi A. Razaq/Zunus)

SMA Negeri 1 Slawi

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi AlaNu, Anti Hoax, RMI NU SMA Negeri 1 Slawi

SMA Negeri 1 Slawi

Jumat, 22 Desember 2017

Liburan Sekolah, IPNU-IPPNU Kudus Panen Pengkaderan

Kudus, SMA Negeri 1 Slawi. Musim liburan sekolah, Pimpinan Cabang IPNU-IPPNU Kudus panen kegiatan pengkaderan. Selama dua pekan, terdapat 16 kegiatan Masa kesetiaan anggota (Makesta) dan 2 Latihan kader muda (Lakmud) yang diadakan Pimpinan Ranting dan ancab IPNU-IPPNU se Kudus.

Wakil Ketua PC IPNU kudus Noor Khoiri mengatakan kaderisasi menjadi tuntutan dan program ? yang harus dilakukan secara terus menerus pada semua tingkatan. Arahnya untuk mencetak kader yang memiliki dedikasi dan militansi.?

Liburan Sekolah, IPNU-IPPNU Kudus Panen Pengkaderan (Sumber Gambar : Nu Online)
Liburan Sekolah, IPNU-IPPNU Kudus Panen Pengkaderan (Sumber Gambar : Nu Online)

Liburan Sekolah, IPNU-IPPNU Kudus Panen Pengkaderan

"Pengkaderan telah menjadi program unggulan IPNU-IPPNU Kudus dalam upaya menyiapkan kader yang siap dan militan,"katanya kepada SMA Negeri 1 Slawi di kantor sekretariat JL Pramuka 20 Kudus.

Khoiri menambahkan makesta merupakan proses awal pengkaderan guna menjaring sekaligus memberikan legitimasi sebagai anggota IPNU-iPPNU.

SMA Negeri 1 Slawi

SMA Negeri 1 Slawi

"Setelah digembleng di Makesta, mereka (peserta) akan dibaiat dan diberi kartu tanda anggota IPNU-IPPNU,"imbuhnya.

Untuk menangani Makesta, pihaknya menyiapkan tim pelatih dari unsur PAC. "Sementara Pimpinan Cabang hanya sebagai nara sumber yang memberi materi, sementara instruktur dari pimpinan anak cabang," katanya.

Khoiri mengapresiasi Pimpinan Ranting yang telah mengadakan Makesta. "Tanpa adanya instruksi PC, ranting mampu mengadakan pengkaderan sendiri,"ujar pria jebolan STAIN Kudus.

Menyinggung jumlah anmggota IPNU-IPPNU Kudus, ia menyebut mencapai lebih dari 10.000 pelajar.

"Semuanya itu dari anggota ranting/desa dan komisariat di madrasah dan santri pondok pesantren,"ungkap Khoiri.

Redaktur ? ? : A. Khoirul Anam

Kontributor : Qomarul Adib

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Pertandingan, AlaNu SMA Negeri 1 Slawi

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs SMA Negeri 1 Slawi sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik SMA Negeri 1 Slawi. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan SMA Negeri 1 Slawi dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock