Tampilkan postingan dengan label Pendidikan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pendidikan. Tampilkan semua postingan

Kamis, 01 Maret 2018

Jelang Lebaran Ketupat, Warga Produksi Dodol Jaton

Gorontalo, SMA Negeri 1 Slawi. Menjelang perayaan Lebaran Ketupat, warga Desa Yosonegoro, Kecamatan Limboto Barat, Kabupaten Gorontalo mulai memproduksi dodol Jawa Tondano (Jaton). Hampir setiap rumah memasak dodol khas jaton yang nantinya akan dibagikan kepada tamu yang datang kerumah warga setempat.

Jelang Lebaran Ketupat, Warga Produksi Dodol Jaton (Sumber Gambar : Nu Online)
Jelang Lebaran Ketupat, Warga Produksi Dodol Jaton (Sumber Gambar : Nu Online)

Jelang Lebaran Ketupat, Warga Produksi Dodol Jaton

"Ini sudah menjadi tradisi kami, memasak dan membagikan dodol saat Lebaran Ketupat yang dirayakan seminggu setelah Idul Fitri," ucap Saleh, warga setempat, Ahad (10/7).

Dia menjelaskan, tiga hari sebelum perayaan Lebaran Ketupat, warga sekitar sudah mulai memproduksi dodol Jaton.

"Memasak dodol membutuhkan waktu yang cukup lama dan tenaga ekstra, karena untuk memasak 10 kg dodol, dibutuhkan sembilan jam waktu memasaknya, dan harus terus diaduk agar campuran bahannya merata," jelas Saleh.

Dodol Jaton terbuat dari tepung, kacang, santan kelapa dan gula merah, dengan penbandingan jika ingin membuat 10 kilogram dodol, dibutuhkan 30 butir kelapa dan 15 kilogram gula merah.

SMA Negeri 1 Slawi

"Untuk 10 kilogram dodol yang kami buat akan menjadi 225 bungkus dodol Jaton yang dibungkus menggunakan daun woka," kata Saleh.

Sementara itu, Ido Masuli yang ditemui saat sedang membungkus dodol Jaton mengatakan, dodol yang dibungkus adalah dodol yang telah didinginkan selama 12 jam usai dimasak.

SMA Negeri 1 Slawi

"Proses pendinginan dodol jaton terbilang cukup lama, karena harus sudah benar-benar dingin baru bisa dibungkus dengan daun woka," jelas Ido.

Ia menuturkan, daun woka yang digunakan sebagai pembungkus dibeli dari daerah pegunungan di Limboto Barat.

"Harus orang yang sudah terampil jika ingin membungkus dodol dengan daun woka, karena jika belum terbiasa, daun woka akan cepat sobek sehingga dodol tidak terbungkus rapi," katanya. (Antara/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Sejarah, Pendidikan SMA Negeri 1 Slawi

Minggu, 25 Februari 2018

Mantan PM Israel Ehud Olmert Dipenjara karena Korupsi

Ramle, SMA Negeri 1 Slawi

Ehud Olmert, yang pernah dipuji karena upaya perdamaian dengan Palestina, pada Senin menjadi mantan perdana menteri pertama Israel yang harus masuk penjara.?

Mantan PM Israel Ehud Olmert Dipenjara karena Korupsi (Sumber Gambar : Nu Online)
Mantan PM Israel Ehud Olmert Dipenjara karena Korupsi (Sumber Gambar : Nu Online)

Mantan PM Israel Ehud Olmert Dipenjara karena Korupsi

Pada hari itu, ia memulai masa penahanan selama 19 bulan karena menerima suap dan menghalang-halangi peradilan, lapor AFP.?

Di tengah banyak pihak yang tercengang serta siaran langsung oleh stasiun televisi Israel, Olmert memasuki penjara Maasiyahu di kota Ramle, tak lama sebelum pukul 10.00 waktu setempat.?

Sosok ramah berusia 70 tahun dan dikenal sebagai penggemar cerutu itu digiring masuk oleh para pejabat badan keamanan nasional Israel, Shin Bet, sementara kerumunan wartawan menyaksikan peristiwa itu dari jarak dekat.?

Hukuman penjara yang sudah dijatuhkan terhadap Olmert menutup babak panjang proses hukum sejak ia mengakhiri jabatan pada 2009.?

SMA Negeri 1 Slawi

Dakwaan yang diterimanya dikenakan dari sebelum ia menjadi sebagai perdana menteri hingga pada tahun-tahun ia menjabat sebagai wali kota Jerusalem dan menteri ekonomi.?

SMA Negeri 1 Slawi

Dalam pesan melalui video yang disiarkan pada Senin pagi sebelum ia memulai masa penahanannya, Olmert tetap menyatakan tidak bersalah.?

"Bisa dibayangkan betapa menyakitkan dan anehnya perubahan ini bagi saya, keluarga saya, orang-orang yang saya sayangi dan para pendukung (saya)," kata Olmert. Ia terlihat kuyu dan sedih.?

"Saya menolaknya sepenuhnya semua dakwaan penyuapan yang dikenakan kepada saya."

Ia menambahkan bahwa "selama menjalankan karir panjang saya juga melakukan kesalahan-kesalahan, walaupun tidak ada di antaranya, yang menurut saya, merupakan kejahatan. Dengan berat hati, saya menerima hukuman saya hari ini. Tidak ada orang yang berada di atas hukum."

Olmert sebelumnya dijatuhi hukuman enam tahun penjara pada Mei 2014 karena menerima suap pada awal tahun 2000 terkait kasus pembangunan besar-besaran kompleks pemukiman Holyland Jerusalem. Hukuman itu kemudian dikurangi menjadi 18 bulan.?

Pekan lalu, pengadilan Israel memberikan tambahan satu bulan hukuman karena ia dianggap menghalangi-halangi peradilan.?

Hukuman menjara bagi Olmert kemungkinan masih akan diperpanjang. Mahkamah Agung masih membahas banding Olmert terhadap hukuman ketiga yang dijatuhkan, yaitu berupa hukuman penjara selama delapan bulan karena penipuan dan korupsi. (Antara/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Pendidikan, Warta SMA Negeri 1 Slawi

Minggu, 18 Februari 2018

Mengapa KH Wahab Chasbullah Layak Pahlawan Nasional (2)

Oleh Ahmad Baso

Setelah Resolusi Jihad dicetuskan, Kiai Wahab Chasbullah kemudian bergerak di lapangan. Itu ditunjukkan dari peran beliau sebagai komandan Barisan Kiai. Barisan Kiai tidak popular di kalangan kaum pergerakan merebut kemerdekaan. Tidak seperti Laskar Hisbullah pimpinan KH Zainul Arifin yang bermarkas di Malang atau Laskar Sabilillah di bawah komando KH Masykur.?

Peran sentral laskar kiai khos ini dikutip dari KH Saifuddin Zuhri di atas, sudah muncul sejak masa pendudukan Jepang. Pasca Resolusi Jihad, misinya kemudian lebih mengental untuk tujuan-tujuan khusus perjuangan mempertahankan kemerdekaan bangsa kita.

Mengapa KH Wahab Chasbullah Layak Pahlawan Nasional (2) (Sumber Gambar : Nu Online)
Mengapa KH Wahab Chasbullah Layak Pahlawan Nasional (2) (Sumber Gambar : Nu Online)

Mengapa KH Wahab Chasbullah Layak Pahlawan Nasional (2)

Apa itu Barisan Kiai dan Apa Peran Kiai Wahab?

SMA Negeri 1 Slawi

Dalam buku-buku sejarah resmi, apalagi yang diajarkan kepada anak-anak sekolah, nama Barisan Kiai tidak muncul. Sebutan ini dimunculkan eprt kali oleh seorang santri Kiai Wahab, yang juga aktif dalam pergerakan nasional, KH Saifuddin Zuhri. Dalam buku yang terbit setahun setelah Kiai Wahab wafat, KH Saifuddin Zuhri menulis “Di samping ada ‘Tentara Pembela Tanah-Air’, juga tersusun Laskar HIZBULLAH di bawah pimpinan Almarhum Zainul Arifin, Laskar SABILILLAH di bawah pimpinan Kiai Haji Masjkur, dan BARISAN KIAI dipimpin sendiri oleh Kiai Wahab.”?

Mengungkap peran Kiai Wahab sebagai komandan Barisan Kiai di era Revolusi Kemerdekaan tahun 1945-1949 memang amat susah. Karena Kiai Wahab sendiri menutupi keberadaan laskar kiai-kiai khos ini. Dan hanya orang-orang tertentu saja yang tahu.?

SMA Negeri 1 Slawi

Kalau peran Kiai Wahab ini bisa terungkap, sudah selayaknya beliau dapat penghargaan anugerah pahlawan nasional untuk tahun ini. Karena dengan barisan ini, perjuangan kemerdekaan di kalangan rakyat benar-benar menjadi dinamit yang mengekalkan semangat heroik dan daya juang rakyat kita di lapangan dalam berperang melawan penjajah.

Di antara sedikit orang yang tahu tentang Barisan Kiai itu, setidaknya dan tiga sumber yang bisa saya tunjukkan di sini:

Pertama, sumber yang ditulis oleh murid beliau sendiri, KH Saifuddin Zuhri. Pernah menjabat sebagai Menteri Agama di era Sukarno, KH Saifuddin Zuhri menulis tiga buku yang mengangkat kiprah Kiai Wahab selama Perang Kemerdekaan. Ketiga buku ini sudah sering saya kutip di atas.

Dalam buku ini Kiai wahab disebut sebagai komandan Barisan Kiai pusat.

Kedua, penuturan para informan pelaku sejarah yang pernah bergabung dalam Kesatuan Laskar Hizbullah Surakarta. Pengalaman mereka sudah dibukukan dengan judul Hizbullah Surakarta (UMS Karanganyar, 1992).?

Dalam buku ini disebut struktur pimpinan Barisan Kiai dan naman-nama kiainya. Karena ini kasusnya Hizbullah Surakarta, maka yang disebut di sana adalah Barisan Kiai Jawa Tengah pimpinan Kiai Ma’ruf; dan Barisan Kiai Surakarta pimpinan Kiai Abdurrahman. Barisan Kiai Sragen dipimpin Kiai Haji Bolkin, KH Muslim, Kiai Ridwan, Kiai Sujak dan Kiai Djarkasi.

Disebut juga: “Semula Sabilillah merupakan laskarnya Barisan Kiai. Tetapi para kiai menyadari, akhirnya Sabilillah yang ditampilkan.”?

Ketiga, penuturan seorang informan bernama Tamsiri Hadi Supriyanto, mantan komandan Hizbullah di wilayah Surakarta, yang kemudian ditulis oleh Tashadi dalam satu artikelnya berjudul “Hizbullah-Sabilillah Divisi Sunan Bonang dalam Revolusi Kemerdekaan: Lahir dan Pertumbuhannnya”.?

Dari sumber terakhir ini, kita temukan satu karakter Barisan Kiai. Tidak mendapat gaji, tidak mendapat jabatan tertentu, keiktu sertaan mereka dalam perjuangan kemerdekaan didasarkan pada keikhlasan dan semangat mempertahankan negara dan agama.

“Penasehat Laskar Hizbullah-Sabilillah adalah para ulama atau kiai yang memiliki peran dalam pembinaan mental dan ideologi, tetapi kadang-kadang mereka juga ikut berjuang di medan perang. Gabungan para ulama atau kiai dalam laskar Hizbullah-Sabilillah diberi nama Barisan Kiai”.?

Barisan Kiai tidak kalah gigihnya dengan ketiga lasykar di atas, dan langsung di bawah pimpinan Kiai Wahab Chasbullah sendiri. Keberadaan Barisan Kiai ini memang sangat dirahasiakan, karena anggotanya terdiri dari para kiai sepuh, yang memang tidak pernah muncul dipermukaan. Bahkan di antaranya sudah tua renta, yang berjalan dan melihatpun pun sudah tidak mamapu. Namun demikian, mereka tokoh yang disegani.

Kelahiran Barisan Kiai ini tidak diketahui persis, karena ia merupakan komitmen para kiai sejak lama dan ‘khas’. Tapi, Jepang mengetahui pergerakan mereka. Dan tak lama mereka menangkap serta memenjarakan tokoh-tokoh kunci, seperti Hadrotusy Syekh KH Hasyim Asy’ari, KH Machfudz Siddiq. Dan ternyata, para kiai yang ditangkapi tidak hanya di Jombang dan Surabaya, tapi juga di Wonosobo, Banyumas, Magelang. Sikap Jepang yang keras membuat Kiai Wahab Chasbullah, keliling Jawa, selama empat bulan, guna membela para koleganya yang dipenjara.

Disebutkan dalam buku ketiga di atas, Ketua Barisan Kiai Jawa Tengah KH Ma’ruf, Barisan Kiai Solo dipimpin KH Abdurrahman yang usianya sudah sangat uzur, Barisan Kiai Sragen dipimpin KH Bulkin. Para kiai itu menjadi pembimbing kapan musuh datang dan harus menyerang. Dan para kiai pula yang tergabung dalam Barisan Kiai yang memberi doktri bela negara-bela agama di kalangan para anggota laskar perjuangan. Dan itu semua berkat perjuangan al-maghfur-lah Kiai Wahab Chasbullah.?

Ahmad Baso, Wakil Ketua Pengurus Pusat Lakpesdam NU, penulis Agama NU untuk NKRI, Pesantren Studies, NU Studies, dan banyak buku lainnya. Artikel ini disampaikan dalam Seminar Nasional “KH. Abdul Wahab Chasbullah dalam Politik, Keagamaan dan Transformasi Sosial Masyarakat Indonesia: Usulan Bagi Pengangkatan Pahlawan Nasional”, yang diselenggarakan oleh Pusat Kajian Sosial Politik FISIP Universitas Nasional, Kamis, 24 April 2014, di Jakarta.?

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Khutbah, Pendidikan, Pemurnian Aqidah SMA Negeri 1 Slawi

Sabtu, 17 Februari 2018

LTMNU: Bersihkan Masjid dari Kampanye Hitam

Jakarta, SMA Negeri 1 Slawi. Pengurus Pusat Lembaga Ta’mir Masjid Nahdlatul Ulama (LTMNU) mengimbau seluruh masjid di Indonesia untuk menjaga netralitas fungsinya sebagai tempat ibadah dan pemberdayaan umat menjelang pemilihan umum presiden 2014.

LTMNU: Bersihkan Masjid dari Kampanye Hitam (Sumber Gambar : Nu Online)
LTMNU: Bersihkan Masjid dari Kampanye Hitam (Sumber Gambar : Nu Online)

LTMNU: Bersihkan Masjid dari Kampanye Hitam

“Masjid adalah tempat yang netral. Tidak boleh dibuat kampanye. Karena masjid merupakan tempat berkumpulnya jamaah dari berbagai macam golongan dan aspirasinya bermacam-macam,” ujar Ketua PP LTMNU KH Abdul Manan A Ghani di Jakarta, Jumat (13/6).

Manan juga menyayangkan adanya kampanye hitam bernuansa SARA yang dikumandangkan melalui tempat ibadah umat Islam ini. Menurutnya, pengurus masjid semestinya dapat mencegah hal tersebut melalui penyeleksian khotib atau dai yang ada di sana.

SMA Negeri 1 Slawi

“Tidak ada contoh dari Nabi untuk memusuhi golongan lain, apalagi black campaign (kampanye hitam). Masak orang yang benar-benar Islam, benar-benar haji, diplesetkan sebaliknya. Tidak benar itu,” tuturnya.

Kalaupun masjid menjadi tempat pembicaraan politik, lanjut Manan, materi yang disampaikan mestinya bersifat normatif saja, tidak menyudutkan atau mendukung salah satu pihak. “Mungkin mengenalkan bahwa tasharruful imam alar ra’iyyah manuthun bil mashlahah (kebijakan pemimpin tergantung pada kemaslahatan umat). Yang begini tidak apa-apa,” paparnya.

SMA Negeri 1 Slawi

Manan tidak menampik fungsi lain masjid di luar sebagai tempat shalat. Menurutnya masjid bisa menjadi sarana pengembangan dakwah, pendidikan, bahkan ekonomi, namun bukan politik praktis. “Mending pengurus masjid menyiapkan bagaimana memakmurkan masjid menghadapi Ramadhan, daripada harus kampanye hitam,” katanya. (Mahbib Khoiron)

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Pendidikan, Nahdlatul, Nahdlatul Ulama SMA Negeri 1 Slawi

Kamis, 15 Februari 2018

Mensos Khofifah Ajak Sineas Muda Angkat Film Bertema Sosial

Jakarta, SMA Negeri 1 Slawi. Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa ingatkan sineas muda Indonesia konsisten dalam berkarya dan menghadirkan film-film berkualitas dan mengangkat tema yang menarik.?

Mensos Khofifah Ajak Sineas Muda Angkat Film Bertema Sosial (Sumber Gambar : Nu Online)
Mensos Khofifah Ajak Sineas Muda Angkat Film Bertema Sosial (Sumber Gambar : Nu Online)

Mensos Khofifah Ajak Sineas Muda Angkat Film Bertema Sosial

"Jadi tidak hanya mengedepankan horor dan menyerempet eksploitasi seks semata," ungkap Khofifah disela-sela acara nonton bersama film Kartini di Studio XXI Plaza Senayan, Jumat (7/4).

Beragamnya tema, kata Khofifah, dapat membuat gairah perfilman Indonesia semakin baik, produktif dan berkualitas. Menurutnya, tema-tema sosial sangat jarang diangkat. Berbeda dengan tema cinta yang begitu mudah dijumpai.?

Padahal tema sosial, lanjutnya, cukup menarik karena mampu membangun kepedulian sosial, setia kawan, kepahlawanan, dan lain sebagainya. Khofifah mengatakan, film bisa menjadi alat kampanye sosial efektif jika disajikan secara kreatif dan kekinian.?

SMA Negeri 1 Slawi

"Film seperti Laskar Pelangi atau Habibie Ainun tidak hanya menarik untuk ditonton, tapi banyak pesan moral yang bisa diambil dari tiap scene. Termasuk film Kartini yang hari ini saya tonton karena sarat pesan pendidikan dan nilai-nilai perjuangan kesetaraan serta emansipasi," ujarnya.?

Khofifah mengungkapkan, jika dikontekskan dengan era kekinian, "Kartini-Kartini Indonesia" harus menjadi perempuan yang sehat, cerdas, dan peduli kepada yang lemah tanpa meninggalkan kodratnya.?

SMA Negeri 1 Slawi

Menjadi penting, tambahnya, karena perempuan adalah pondasi dan ibu bangsa. Hal ini bukan isapan jempol, mengingat setiap perempuan adalah guru dan pengajar, minimal bagi anaknya sendiri.

"Ibu adalah madrasah pertama dan utama bagi anak. Peran ini sangat fundamental karena akan berimplikasi kepada ketahanan keluarga yang tentunya bermuara pada ketahanan nasional," imbuhnya. ?

Dalam kesempatan tersebut, Khofifah juga memuji alur cerita film Kartini garapan sutradara Hanung Bramantyo yang menurutnya sangat runtut, dan mampu memainkan emosi penonton.?

"Filmnya bagus, banyak pesan dan nilai perjuangan perempuan dalam meraih kesempatan pendidikan dan kesantunan yang bisa diambil oleh generasi muda. Banyak-banyak baca buku dan menulis," ujarnya. (Red: Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Pendidikan, Nasional SMA Negeri 1 Slawi

Rabu, 31 Januari 2018

Zakat Berperan Penting Wujudkan Kesejahteraan Umat

Brebes, SMA Negeri 1 Slawi. Ketua Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Brebes KH Chusnan Zein meminta semua pihak untuk peduli terhadap kewajiban membayar zakat. Hal ini penting dilakukan guna percepatan penanggulangan kemiskinan, terutama di Kabupaten Brebes.

Hal tersebut dikatakan Ketua Baznas saat Sosialisasi program Baznas dengan Kepala KUA, Tokoh Agama dan Ketua Takmir Masjid se-Kabupaten Brebes di Kantor Baznas, Jalan Ahmad Yani Brebes, Kamis (7/4).

Zakat Berperan Penting Wujudkan Kesejahteraan Umat (Sumber Gambar : Nu Online)
Zakat Berperan Penting Wujudkan Kesejahteraan Umat (Sumber Gambar : Nu Online)

Zakat Berperan Penting Wujudkan Kesejahteraan Umat

Masyarakat Brebes yang mayoritas Islam, lanjut Kiai Chusnan, akan cepat mencapai kesejahteraan bila kepedulian terhadap kewajiban membayar zakat ditunaikan. Selama ini, kita masih sedikit ‘eman-eman’ bukan karena faktor keimanan belaka, tetapi karena berbagai faktor. “Saya sendiri belum meneliti perihal masih enggannya masyarakat menyalurkan zakat lewat amil zakat,” ungkapnya.?

Potensi umat, kata Kiai Zein, jauh lebih besar bila diberdayakan dengan penuh kesungguhan. Tentunya, perlu mendapat bantuan dari seluruh pihak untuk mewujudkan masyarakat yang sadar zakat melalui baznas. “Kami bertekad mewujudkan Baznas Kabupaten Brebes sebagai lembaga yang amanah, professional dan transparan,” ujarnya.

Chusnan menjelaskan, selama ini kesadaran yang tinggi untuk berzakat lewat Baznas baru dari kalangan PNS. Itu pun masih berkisar 9 persen. Hal ini terjadi karena sosialisasi dan pengumpul ditingkatan masyarakat belum maksimal. “Kalau dari kalangan PNS, penghimpunan zakatnya agak mudah karena melalui bendahara di masing-masing instansi,” ucapnya.?

SMA Negeri 1 Slawi

Sosialisasi disampaikan terkait dibentuknya kepengurusan baru periode 2015-2020. Dalam program unggulannya, antara lain akan mengadakan pendataan dan pembentukan Unit Pengumpul Zakat (UPZ), pemetaan dan pengembangan kuantitas dan kualitas mustahik, potensi zakat produktif, pemenuhan sarana prasarana, membangun kepercayaan muzaki, membangun sinergitas kerja dengan unsur terkait, dan meningkatkan akuntabilitas laporan keuangan dengan audit internal dan eksternal.

Senada disampaikan Bupati Brebes Hj Idza Priyanti yang disampaikan Kepala Bagian Perekonomian Setda Brebes Daan Susanto. Dia mengaakan bahwa masyarakat masih memandang zakat itu masih sebagai urusan pribadi masing-masing umat. Sehingga yang menyalurkan zakat lewat Baznas masih belum signifikan dari jumlah umat Islam di Kabupaten Brebes.?

Bupati juga mengingatkan untuk tidak terkecoh dengan lembaga yang mengumpulkan zakat karena ditengarai pertanggungjawabannya tidak maksimal. “Kita sudah memiliki badan resmi yang mengelola Zakat, Infak dan Sodaqoh yakni Baznas Kabupaten Brebes. Sehingga masyarakat muslim sudah seharusnya menyalurkan ke badan resmi pemerintah,” tandasnya. (Wasdiun/Fathoni)?

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi

SMA Negeri 1 Slawi Sholawat, Humor Islam, Pendidikan SMA Negeri 1 Slawi

Senin, 29 Januari 2018

PBNU akan Usulkan Perubahan UU Perkawinan

Jakarta, SMA Negeri 1 Slawi. Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj menyatakan UU Perkawinan yang telah berlaku sejak tahun 1970-an saat ini sudah tidak sesuai dengan situasi dan kondisi sekarang, salah satunya mengenai soal batasan perkawinan bagi perempuan berumur 16 tahun.

“Kita akan usulan perubahan UU tersebut, tetapi akan kita bahas dahulu lebih matang bersama lembaga bahtsul masail,” katanya dalam pertemuan dengan Kepala BKKBN Dr Sudibyo, Selasa (12/2).

PBNU akan Usulkan Perubahan UU Perkawinan (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU akan Usulkan Perubahan UU Perkawinan (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU akan Usulkan Perubahan UU Perkawinan

Salah satu yang akan diusulkan oleh PBNU adalah menaikkan batasan usia pernikahan bagi perempuan dari 16 tahun menjadi 18 tahun.

Mengenai persoalan Keluarga Berencana (KB) Kang Said menyatakan dukungan atas program tersebut. NU turut mensukseskan program KB secara nasional setelah sebelumnya pemerintah kurang maksimal dengan pendekatan birokratisnya. Melalui para kiai, masyarakat menerima dan mendukung program tersebut. Dulu masyarakat berpandangan, banyak anak banyak rezeki atau rezeki sudah diatur oleh Allah, tanpa melihat faktor-faktor yang lain.

SMA Negeri 1 Slawi

Kang Said menjelaskan, Imam Ghozali dalam kita Ihya Ulumuddin menyetujui pengaturan kelahiran dengan sejumlah alasan. Pertama, alasan kesehatan, baik itu dan anak yang dilahirkannya, jangan sampai terlalu rapat melahirkan karena bisa menganggu kedua belah pihak. 

Alasan kedua adalah alasan pendidikan, baik menyangkut soal kecerdasan atau soal biaya pendidikan yang harus disediakan oleh orang tua. Ketiga, alasan kemaslahatan dan kesejahteraan anak.

SMA Negeri 1 Slawi

“Bahkan Imam Ghozali juga menyetujui mengatur angka kelahiran agar istri tetap seksi,” paparnya.

Sayangnya, setelah program KB tersebut berhasil, kalangan ulama ditinggal sehingga sekarang angka penurunan tingkat kelahiran mengalami stagnasi. 

Kedatangan Kepala BKKBN merupakan upaya untuk menjalin silaturrahmi dan kerjasama di masa yang akan datang. Salah satu kerjasama yang akan digagas adalah pendirian pusat informasi kesehatan reproduksi di pesantren untuk memberi pemahaman yang lebih lengkap kepada remaja soal kesehatan alat-alat reproduksinya. 

Sudibyo dalam kesempatan tersebut mengatakan, saat ini angka kelahiran dari remaja usia 15-19 tahun meningkat. Hal ini diperkirakan sebagian karena naiknya kehamilan di luar nikah. Australian National University (ANU) bersama Pusat Penelitian Kesehatan Universitas Indonesia (UI) dalam penelitian di Jatabek melaporkan 20.9 remaja usia 17-24 tahun hamil sebelum menikah. 

Untuk membantu memberi pemahaman yang lebih baik tentang reproduksi, BKKBN membentuk Pusat Informasi dan Konseling Kesehatan Reproduksi Remaja) baik di sekolah-sekolah, universitas maupun organisasi kepemudaan. Melalui PIK KIRR, remaja akan memperoleh informasi dan konseling tentang reproduksi sehat dan memperoleh rujukan bila ada permasalahan terkait kesehatan reproduksi.

Melalui program-program tersebut diharapkan dapat membantu remaja dalam menghadapi permasalahan dan tantangan yang ada dalam kehidupannya, serta membantu remaja dapat melalui 5 transisi kehidupan dengan lebih baik. Lima fase  transisi kehidupan remaja tersebut yaitu melanjutkan sekolah kejenjang yang lebih tinggi, mencari pekerjaan yang komperhensif dan kompetitif, memulai kehidupan berkeluarga yang harmonis, menjadi anggota masyarakat dan dapat mempraktekkan hidup sehat.

Penulis: Mukafi Niam

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Pendidikan, Warta, Kyai SMA Negeri 1 Slawi

Sabtu, 20 Januari 2018

Gubernur Jatim Dukung Muktamar NU di Jombang

Surabaya, SMA Negeri 1 Slawi. Gubernur Jawa Timur Dr H Soekarwo beserta para jajaran Forpimda Jatim menghadiri grand launching sukses muktamar ke-33 Nahdatul Ulama, Sabtu malam (14/3) lalu. Terlihat ada di belakang Pakde Karwo, Anas Yusuf (Kapolda Jatim) Eko Wiratmoko (Pangdam Brawijaya V), H Abdul Halim Iskandar (Ketua DPRD Jatim) dan beberapa Bupati se-Jatim.

Gubernur Jatim Dukung Muktamar NU di Jombang (Sumber Gambar : Nu Online)
Gubernur Jatim Dukung Muktamar NU di Jombang (Sumber Gambar : Nu Online)

Gubernur Jatim Dukung Muktamar NU di Jombang

Dalam sambutannya ia menceritakan saat PWNU Jatim meminta izin akan mengadakan muktamar di Jawa Timur dan meminta Wakil Gubernur menjadi ketua Panitia Daerah, tanpa berpikir panjang Pakde Karwo langsung mengiyakan. "Iya, gus saya setuju," jelas Pakde Karwo kepada Gus Ipul waktu itu.

Pakde juga mengapresiasi langkah NU yang mengambil tema Islam Nusantara, menurut pakde, dalam hidup itu harus diimbangi dengan spiritual dan kultural. Kalau ada orang Islam yang menentang, diislamkan kembali Prof Kiai Said," kata Pakde kepada Ketum PBNU.

SMA Negeri 1 Slawi

NU sungguh luar biasa dalam mengambil keputusan terkait kepentingan umat. NU selalu bermusyawarah dan tidak mengenal votting. Itulah yang dilakukan NU lewat bahtsul masailnya. Banyak keputusan NU yang sangat membantu pemerintah, kata gubernur dua periode itu. (Rofi’i Boenawi/Anam)

SMA Negeri 1 Slawi

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Daerah, Pendidikan, Sholawat SMA Negeri 1 Slawi

Sabtu, 13 Januari 2018

PWNU dan Gubernur Jatim Kompak Tolak Full Day School

Surabaya, SMA Negeri 1 Slawi

Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama Jawa Timur menolak kebijakan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) terkait pelaksanaan Full Day School. Keputusan resmi PWNU Jatim itu dibacakan langsung Sekretaris PWNU Jatim, Akh Muzakki pada acara buka bersama Gubenur dan PCNU Se Jatim (18/6) di Gudung PWNU Jatim.

KH Hasan Mutawakkil Alallah, Ketua PWNU Jatim mengatakan bahwa PWNU Jatim setelah menyerap aspirasi dari berbagai pesantren dan madrasah diniyah maka PWNU secara tegas menolak kebijakan full day school.?

PWNU dan Gubernur Jatim Kompak Tolak Full Day School (Sumber Gambar : Nu Online)
PWNU dan Gubernur Jatim Kompak Tolak Full Day School (Sumber Gambar : Nu Online)

PWNU dan Gubernur Jatim Kompak Tolak Full Day School

"Realitas keberadaan lembaga pendidikan swasta itu sangat membantu pemerintah agar anak-anak muda bisa mengenyam bangku sekolah. Mengingat lembaga pendidikan yang disediakan pemerintah jumlahnya masih kurang memadai," tegas Kiai Mutawakkil

"Kami berharap pemerintah aspiratif. Langkah yang akan ditempuh PWNU Jatim membuat surat resmi kepada pemerintah pusat dan kami berharap Pemprov Jatim juga menolak keputusan Mendikbud sebagai aspirasi mayoritas rakyat Jatim terutama mereka yang berkecimpung di dunia pendidikan," tegas pengasuh Ponpes Zainul Hasan Genggong Probolinggo.

Kebanyakan mereka (TPQ dan Madin) yang terdampak itu bukan orang lain. Apalagi selama ini penguatan pendidikan karakter sudah dilakukan penguatan dengan cukup baik. "Kebijakan Mendikbud itu, tidak pernah mengajak bicara tokoh masyarakat dan organisasi masyarakat apalagi NU," kata Kiai Mutawakkil disambut tepuk tangan para pengurus PCNU.

H Soekarwo sebelum memberikan sambutannya langsung memberikan surat penolakan terhadap kebijakan full day school. "Sebelum PWNU Jatim menyatakan menolak, tanggal 16 Juni lalu, pemprov Jatim sudah menolak dan mengirim surat kepada Presiden," tegas Pakde Karwo?

SMA Negeri 1 Slawi

Pakde Karwo mengaku sudah memanggil Kadiknas dan Kabiro Hukum Jatim untuk menunda dulu rencana Full Day School yang saat ini ramai dibicarakan (debatebel) di media sosial atau media-media yang lain. "Kami akan mencari rumusan yang terbaik bagi masyarakat Jatim. Karena itu tunda dulu pelaksanaan Full Day School di Jatim," terang Gubenur dua periode itu.

"Jatim itu memiliki kearifan lokal berupa Madrasah Diniyah Salafiyah dan sejak 2006 menjadi program Pemprov Jatim melalui Bosda Madin hingga sekarang. Kalau tidak ada itu maka basis moral spiritual masyarakat Jatim yang kuat akan hilang. Ini khas Jatim yang harus dipertahankan karena bisa membuat Jatim tenang dan rahmatan lil alamain bisa menjadi contoh bagi daerah yang lain," beber Pakde Karwo.

Terkait adanya beberapa kepala daerah di Jatim yang mendukung program Full Day School, Gubernur Jatim dalam waktu dekat juga akan membuat Surat Edaran kepada Bupati/Wali Kota di Jatim untuk menunda dulu pelaksanaan Full Day School di daerahnya masing-masing sebelum ada rumusan terbaik dari pemerintah.

SMA Negeri 1 Slawi

"Kita ini negara demokrasi sehingga pemerintah harus membuka ruang publik untuk dialog. Mereka yang mendukung Full Day School dan mereka yang khawatir Madrasah Diniyah Salafiyah mati karena pemberlakuan Full Day School harus diajak dialog untuk mencari rumusan yang terbaik," pungkas Pakde Karwo.( Rof Maulana/Muslim Abdurrahman)

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Pendidikan SMA Negeri 1 Slawi

Jumat, 12 Januari 2018

Hamas dan Fatah Harus Satu Kata

Jakarta, SMA Negeri 1 Slawi. Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH. Hasyim Muzadi menegaskan, perjuangan rakyat Palestina tidak akan tercapai jika Hamas dan Fatah tak satu kata. Keduanya mempuai cita-cita yang sama yakni melawan pendudukan Israel di Palestina, namun menempuh cara yang berbeda.

Setelah terlibat perundingan dua hari penuh di Kota Makkah, Arab Saudi, Kamis (8/2) lalu, delegasi Hamas dan Fatah yang selama ini berseteru berhasil membuahkan kesepakatan. Dua kekuatan politik utama Palestina itu siap berbagi kekuasaan dalam Kabinet Palestina.

Menurut hasyim, penyelesaian konflik Arab-Israel, dan negara-negara Arab lainnya memang harus berangkat dari internal umat Islam sendiri. Tidak bisa tidak, umat Islam harus bersatu.

Hamas dan Fatah Harus Satu Kata (Sumber Gambar : Nu Online)
Hamas dan Fatah Harus Satu Kata (Sumber Gambar : Nu Online)

Hamas dan Fatah Harus Satu Kata

Dikatakan Israel yang menjadi musuh bersama memang tidak akan pernah menghargai norma dan itu sudah menjadi karakter mereka. Kesepakatan-kesepakatan yang telah terbentuk akan dilanggar begitu saja oleh negara Zionis ini.

Pemerintah Indonesia diharapkan sebisa mungkin ikut andil dalam penyelesaian konflik Palestina. Pada saat sama umat Islam di Indonesia bisa bercermin diri, agar jangan terpecah belah. Perbedaan pendapat, kata Hasyim jangan sampai diartikan sebagai permusuhan. (nam)

SMA Negeri 1 Slawi

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Pendidikan SMA Negeri 1 Slawi

SMA Negeri 1 Slawi

Kebutuhan Internet Tak Terelakkan

Jakarta, SMA Negeri 1 Slawi. Warga jamiyyah Nahdlatul Ulama (Nahdliyyin) sudah semakin gandrung dengan media internet dalam memperkuat fungsi keorganisasian baik ke dalam maupun keluar. Dalam hal ini SMA Negeri 1 Slawi sebagai situs resmi PBNU menjadi kekuatan perekat dan pemandu bagi terciptanya konsolidasi organisasi.

“Tahun 1980-an saat membuat website www.bumi-nu.com saya masih merasa sendirian. Namun sekarang lembaga-lembaga di bawah naungan NU sudah memakai media internet untuk keperluan organisasi masing-masing,” kata H Said Budairi, usai menerima penghargaan sebagai salah seorang tokoh NU yang berjasa dalam pengembangan teknologi informasi pada acara Tasyakuran Harlah ke-84 NU dan ke-4 SMA Negeri 1 Slawi di Jakarta, Selasa (28/8) tadi malam.

Kebutuhan Internet Tak Terelakkan (Sumber Gambar : Nu Online)
Kebutuhan Internet Tak Terelakkan (Sumber Gambar : Nu Online)

Kebutuhan Internet Tak Terelakkan

Selain Said Budairi, 3 tokoh lainnya yang mendapat penghargaan adalah Ketua Lajnah Falakiyah Nahdlatul Ulama (LFNU), Wakil Rais Syuriah NU Sumatra Barat Tuanku Bagindo Haji Mohhammad Letter, dan Pemimpin Pondok Pesantren Luhur Al-Wasilah Garut KH Thonthowi Djauhari Musaddad.

Keempat tokoh tersebut dinilai berjasa dalam pengembangan dan pemamfaatan teknologi informasi untuk kebutuhan organisasi NU. Sebelumnya direncanakan hanya tiga tokoh NU yang mendapat pernghargaan. “Namun Alhamdulillah Bagindo Leter bisa hadir,” kata Suwadi DP, Ketua Pelaksana Acara.

Pada malam Tasyakuran Harlah ke-84 NU dan ke-4 SMA Negeri 1 Slawi juga dianugerahkan penghargaan kepada empat websiter terbaik di lingkungan NU, berturut-turut www.pmii.or.id, www.gp-ansor.orgwww.lakpesdamjombang.org, dan www.muslimat-nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi

Keempat website terbaik itu dipilih dari 22 website yang memenuhi kriteria penilaian, yakni website milik perangkat-perangkat organisasi NU (lajnah, lembaga, dan badan otonom) baik tingkat pusat dan daerah, juga website Pengurus Cabang Istimewa (PCI) NU di luar negeri. Aspek yang dinilai adalah kelengkapan teknis semisal desain grafis, standar kepantasan, keamanan, kemudahan navigasi, pencarian internal, dan kelancaran mesin pencari data.

Sementara kelengkapan non teknis meliputi isi website baik menyangkut kontinuitas, konsistensi dan relevansi dengan back-ground instansi, juga menyangkut jumlah pengunjung dan respon publik, inovasi teknologi serta dampak dan manfaat website bagi masyarakat.(nam)

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi

SMA Negeri 1 Slawi Olahraga, Pendidikan SMA Negeri 1 Slawi

Kamis, 11 Januari 2018

Awal Sya’ban Serentak, Awal Ramadhan Berpotensi Berbeda

Jakarta, SMA Negeri 1 Slawi. Rukyatul hilal atau observasi bulan sabit untuk penentu awal bulan Sya’ban 1435 H yang diselenggarakan pada Kamis (29/5) petang kemarin bertepatan dengan 29 Rajab 1435 H telah dinyatakan berhasil, sesuai dengan prediksi (hisab) dalam almanak NU.

Lajnah Falakiyah PBNU mengikhbarkan, hilal awal Sya’ban telah berhasil di lihat di beberapa titik rukyat antara lain di Balai Rukyat Bukit Condrodipo Gresik oleh Ust H M Inwanuddin, KH A Asyhar Sofwan, dan Ust Khusnul Khoatim.? Di Basmol Basmol Jakarta Barat, hilal disaksikan oleh Ust Abdul Hadi, Ust H Zawawi, dan H Syaroni.

Awal Sya’ban Serentak, Awal Ramadhan Berpotensi Berbeda (Sumber Gambar : Nu Online)
Awal Sya’ban Serentak, Awal Ramadhan Berpotensi Berbeda (Sumber Gambar : Nu Online)

Awal Sya’ban Serentak, Awal Ramadhan Berpotensi Berbeda

Di lokasi rukyat Season City Jakarta, hilal disaksikan oleh Ust Rusli Arsyad MM, KH Ahmad Rohimin,? KH Khudrin Hasbulah, dan KH Ahmad Hariri. Sementara di Pelabuhan Ratu hilal disaksikan oleh KH Yahya dan tim Lajnah Falakiyah PBNU .

SMA Negeri 1 Slawi

“Dengan demikian awal Syaban 1435 H jatuh pada Jum’at 30 Mei 2014, dimulai malam Jum’at ini atas dasar rukyah yang diselenggarakan LFNU petang ini di beberapa lokasi rukyat tersebut,” kata Ketua Lajnah Falakiyah PBNU KH A. Ghazalie Masroeri melalui SMS yang diterima SMA Negeri 1 Slawi beberapa saat setelah pelaksanaan rukyat.

SMA Negeri 1 Slawi

Hasil rukyat ini sesuai dengan data dalam almanak yang diterbitkan oleh Lajnah Falakiyah PBNU untuk markaz Jakarta. Ijtima’ telah terjadi pada pukul 01.38 WIB pada hari pelaksanaan rukyat. Sementara ketinggian hilal sudah mencapai lebih dari 7 derajat dan berada di atas ufuk cukup lama selama 31 menit 52 detik sehingga memudahkan proses rukyat.

Data hisab ini berbeda untuk penentuan awal Ramadhan 1435 H nanti. Ijtima’ atau konjungsi baru terjadi pada pukul 15.07 atau umur hilal hanya sekitar tiga jam dari waktu tenggelam matahari, 29 Sya’ban. Sementara Ketinggian hilal hanya 0 derajat 25 menit di atas ufuk.

Dalam posisi seperti itu hilal dinyatakan belum imkanur rukyat atau tidak mungkin dilihat. Namun pihak yang menggunakan kriteria wujudul hilal seperti Muhammadiyah, yakni asal sudah terjadi ijtima’ sebelum tenggelam matahari, dan hilal sudah di atas ufuk bisa saja menetapkan awal bulan lebih dulu karena tanpa menyaratkan harus melalui proses rukyatul hilal. (A. Khoirul Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Internasional, Pendidikan, Quote SMA Negeri 1 Slawi

Minggu, 07 Januari 2018

Ketika Seorang Sahabat Menjadi Presiden

Menyaksikan seorang sahabat menjadi presiden, tentu memberikan perasaan tersendiri bagi pengasuh Pesantren Al-Qur’aniyy Solo, KH Abdul Karim.

Saat diwawancarai salah satu stasiun TV swasta, Senin (20/10), kiai yang akrab disapa Gus Karim itu menceritakan kisah mereka, ketika Presiden Joko Widodo (Jokowi) hendak mencalonkan diri menjadi menjadi presiden, beberapa bulan silam.

“Sesaat sebelum pengambilan nomor urut, Jokowi sempat bertanya melalui SMS kepada saya, tentang wiridan apa yang perlu dibaca,” kata Gus Karim yang pernah menjadi ketua tanfidziyah PCNU Kota Surakarta,.

Ketika Seorang Sahabat Menjadi Presiden (Sumber Gambar : Nu Online)
Ketika Seorang Sahabat Menjadi Presiden (Sumber Gambar : Nu Online)

Ketika Seorang Sahabat Menjadi Presiden

“Gus, apakah wiridannya itu perlu dibaca? Saya jawab, ya perlu dibaca wiridan itu,” kata Gus Karim tanpa menyebut wirid apa yang diijazahkannya ke Jokowi.

“Esoknya beliau kembali menghubungi saya , Gus saya dapat nomor dua. Saya jawab, ya itu, salah sendiri cuma tanya lewat SMS, tidak sowan langsung,” ujar Gus Karim menirukan pembicaraanya dengan Jokowi.

Pengasuh Majelis Dzikir dan Shoalwat Jamuro itu juga memiliki panggilan tersendiri kepada Jokowi. “Dari dulu saya memanggilnya dengan sebutan ‘Pak Wali’. Bahkan, ketika sudah menjadi Gubernur. Tapi ndak tahu kalau sudah jadi presiden sekarang,” katanya sembari terkekeh.

Kata Gus Karim, Jokowi itu punya tiga nama panggilan, “Pertama yoqowiyu, ini panggilan dari mereka yang terlalu mengidolakan. Adapula yang memanggilnya dengan biasa Jokowi, seperti saya. Lain lagi dengan yang tidak senang, memanggilnya dengan jo kui (jangan yang itu).”

SMA Negeri 1 Slawi

Jokowi dan Jamuro

Pada kesempatan lain, Gus Karim juga pernah mengungkapkan, sosok Jokowi yang ikut membesarkan jamaah Sholawat di Solo bersama Jamaah Muji Rosul (Jamuro). Menurutnya, Jamuro tak lepas dari Jokowi.

SMA Negeri 1 Slawi

“Saat Jokowi naik, mulai saat itulah Jamuro naik. Akhirnya kami pun meminta Jokowi untuk menjadi penasihat Jamuro.”

Gus Karim menceritakan “ledakan” jemaah Jamuro terjadi seusai mereka berkegiatan di Lodji Gandrung, Rumah Dinas Walikota Solo. “Sebelum Pak Jokowi ngunduh Jamuro di Lodji Gandrung jemaah sekitar 100- 200 orang setelah itu semakin banyak. Sekarang jemaah bisa mencapai 2.000-3.000 orang jika Jamuro mengadakan pengajian,” ucapnya. (Ajie Najmuddin/Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Pendidikan SMA Negeri 1 Slawi

Sabtu, 06 Januari 2018

Apresiasi Warga Maluku, Pesantren Tebuireng Cabang Ambon Diresmikan

Ambon, SMA Negeri 1 Slawi. Pengasuh Pesantren Tebuireng Jombang KH Salahuddin Wahid (Gus Sholah) mengapresiasi warga Maluku sebagai masyarakat yang mengalami dan menjiwai makna penting persaudaraan. Hal itu diungkapkan Gus Sholah saat pertemuan dengan para tokoh agama dan peresmian berdirinya Pesantren Tebuireng Cabang Ambon di Batumerah, Ambon, Rabu (5/4).

Menurut Gus Sholah, saat ini masyarakat sudah capek dan sadar, apa pun alasannya, tidak ada manfaat yang bisa diperoleh dari sebuah konflik. Tingkat kerukunan di Maluku juga dinilai semakin membaik, setelah terlepas dari belenggu konflik bernuansa suku, agama, ras, dan antargolongan atau SARA belasan tahun silam. "Mestinya Maluku sudah bisa jadi laboratorium kerukunan umat beragama di Indonesia," ungkap adik kandung Presiden Keempat RI KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) ini.

Apresiasi Warga Maluku, Pesantren Tebuireng Cabang Ambon Diresmikan (Sumber Gambar : Nu Online)
Apresiasi Warga Maluku, Pesantren Tebuireng Cabang Ambon Diresmikan (Sumber Gambar : Nu Online)

Apresiasi Warga Maluku, Pesantren Tebuireng Cabang Ambon Diresmikan

Pada acara yang juga dihadiri Gubernur Maluku Said Assagaf dan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Maluku Fesal Musaad itu, Gus Sholah berharap para pejabat di lingkungan Kantor Wilayah Kementerian Agama dapat menjaga kondusivitas yang sudah berjalan baik.

"Fenomena pilkada DKI harus disikapi dengan bijak, sebagai sebuah pendidikan politik yang mencerahkan. Bukan sebaliknya, malah larut dan ikut-ikutan mengadopsi pola-pola perilaku politik yang tidak baik," pesan salah satu cucu pendiri NU ini.

SMA Negeri 1 Slawi

Dalam pidatonya, Gus Sholah menuturkan bahwa umat Islam memiliki kontribusi yang besar dan signifikan dalam proses tegak dan berdirinya NKRI pada berbagai aspek kehidupan, terutama dalam bidang pendidikan. "Pesantren dengan madrasahnya, sangat besar perannya meski tidak mendapatkan bantuan dari negara," tegasnya.

Pada kesempatan tersebut, Gus Sholah juga mengkritik belum diterapkannya Pancasila secara penuh dalam kehidupan bernegara. "Kelima sila Pancasila memang belum sepenuhnya bisa dilaksanakan oleh negara, terutama sila kedua dan kelima tentang keadilan sosial, dengan sila ketiga sebagai resultannya," tutur mantan Wakil Ketua Komnas HAM ini.

Cabang Tebuireng Kesebelas

SMA Negeri 1 Slawi

Dengan berdirinya pesantren di Ambon ini, Pesantren Tebuireng telah memiliki 11 cabang yang tersebar di beberapa provinsi di Indonesia. Mulai dari Jawa Timur, Jawa Barat, Riau, Sulawesi Utara, hingga Sumatera Utara.

Direktur Pendidikan Pesantren Tebuireng Kusnadi menuturkan, inisiator pendirian Pesantren Tebuireng Cabang Ambon ini adalah mantan Kepala Kanwil Kemenag Maluku HM Attamimy. Pria yang sekarang menjadi guru besar IAIN Ambon ini mendapatkan wakaf tanah seluas 2.500 meter persegi dari mantan hakim PTUN Ambon bernama Umar. Oleh Attamimy, amanah tersebut disampaikan kepada Gus Sholah. "Dan Kiai Salahuddin berkenan menerima wakaf tanah ini untuk pendirian cabang Pesantren Tebuireng ke-11," ujarnya. (Ibnu Nawawi/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Pendidikan, Nasional, Pahlawan SMA Negeri 1 Slawi

Selasa, 02 Januari 2018

PMII IAIN Pekalongan Lahirkan Kader Baru Melalui Mapaba

Pekalongan, SMA Negeri 1 Slawi. Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Rayon IAIN Pekalongan kembali melahirkan 45 kader baru untuk berkhidmah ke Nahdlatul Ulama melalui gerakan organisasi ekstra kampus.

Sebanyak 45 peserta kader baru PMII melalui Masa Penerimaan Anggota Baru (Mapaba) Raya semuanya berasal dari IAIN Pekalongan berlangsung di balai desa Gutomo Kecamatan Karanganyar Kabupaten Pekalongan (3-5/3).

PMII IAIN Pekalongan Lahirkan Kader Baru Melalui Mapaba (Sumber Gambar : Nu Online)
PMII IAIN Pekalongan Lahirkan Kader Baru Melalui Mapaba (Sumber Gambar : Nu Online)

PMII IAIN Pekalongan Lahirkan Kader Baru Melalui Mapaba

Mapaba Raya bertema “Kader Mu’takid: Paham, Yakin, Lakoni kanthi Istiqomah” itu ditangani pengurus dan anggota PMII Rayon Tarbiyah, Rayon Syariah dan Ekonomi Islam, dan Rayon Ushuludin dan Dakwah.

Ketua Panitia Mapaba PMII Nurul Haq kepada SMA Negeri 1 Slawi mengatakan, kegiatan yang berlangsung selama 3 hari diisi materi ke-PMII-an, Keislaman, Sejarah Bangsa Indonesia, Mahasiswa dan Tanggung Jawab Sosial, Studi Gender dan Kopri, dan Nilai Dasar Pergerakan.

“Tujuan diadakannya Mapaba Raya ini adalah untuk merekrut kader dan menambah wawasan bagi mahasiswa Nahdliyin untuk bergerak dalam bingkai organisasi PMII,” ujar Nurul.

SMA Negeri 1 Slawi

Dikatakan, pada malam inaugurasi peserta dihibur penampilan dari pencak silat Pagar Nusa, komunitas tari pergerakan, dan teater Jagat PMII IAIN Pekalongan.?

SMA Negeri 1 Slawi

Menurut Ketua PMII Komisariat Ki Ageng Ganjur IAIN Pekalongan Sahrul Pamuji Utomo, Mapaba Raya itu adalah bagian dari kaderisasi formal PMII yang bertujuan untuk mencetak kader-kader yang kompetitif dikalangan mahasiswa khususnya yang berhaluan Ahlussunnah wal-Jamaah.

“Saya berharap dari kegiatan Mapaba PMII ini peserta ? dapat memahami isi materi yang disampaikan, sehingga para mahasiswa yang tergabung dalam organisasi PMII tidak hanya melek ilmu saja, akan tetapi juga melek organisasi yang berbasis ajaran dan akidah aswaja," tandas Sahrul. (Abdul Muiz/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Pendidikan, Makam, Humor Islam SMA Negeri 1 Slawi

PBNU Berharap Santri Ukir Prestasi di Dunia Olahraga

Blora, SMA Negeri 1 Slawi. Liga Santri Nusantara (LSN) Jawa Tengah Region 1 Grup B telah ditutup pada Ahad (17/9) pukul 16.00 WIB. Acara penutupan yang juga berpusat di Stadion Kridosono Blora ini juga dihadiri oleh Sekjen PBNU Helmy Faishal Zaini. Turut hadir juga Wakil Bupati Blora Ahmad Arif Rahman.

Dalam penutupan LSN di Blora kali ini, Helmy mengutarakan kekagumannya pada laga final di Blora tahun ini. “Bersyukur bahwa dalam final LSN region 1 Jawa Tengah kali ini, saya seperti menonton MU versus City. Sungguh pertandingan yang menurut saya, berskala internasional,” pujinya.

PBNU Berharap Santri Ukir Prestasi di Dunia Olahraga (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU Berharap Santri Ukir Prestasi di Dunia Olahraga (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU Berharap Santri Ukir Prestasi di Dunia Olahraga

Atas nama Pengurus Besar Nahdlatul Ulama, ia menyatakan senang, bergembira, sekaligus bangga bahwa ternyata santri merupakan atlet-atlet kebanggaan Indonesia, yang diharapkan nanti dapat mengukir prestasi dalam dunia olahraga di kancah nasional. Ia juga mengungkapkan bahwa olahraga merupakan suatu hal yang sangat penting.?

“Bahkan dalam perpres yang baru, pendidikan karakter, olahraga merupakan bagian dari olah pikir dan olah hati,” terangnya.

Mantan Menteri Pembangunnan Daerah Tertiggal Dan Transmigrasi ini, menutup pidatonya dengan menyitir pepatah asing yang berkaitan dengan olahraga, “Men sana in corpore sano. Bahwa di dalam tubuh yang sehat, terdapat jiwa yang kuat. Maka untuk berpikir yang sehat diperlukan pula badan yang sehat terlebih dahulu. Untuk itu, mari kita terus galakkan olahraga terutama di kalangan santri.”?

SMA Negeri 1 Slawi

Laga Final LSN Jateng Region 1 Grup B kali ini dimainkan oleh tim tuan ruamah, An Nur FC Blora melawan tim asal pesantren asuhan Gus Mus, Robin FC Rembang. Namun, Robin FC harus tunduk pada tim tuan rumah dengan menenggak pahitnya kekalahan 1-0.?

Dengan hasil tersebut, An Nur nantinya masih akan ditandingkan dengan pemenang LSN Region 1 Jateng Grup A Manhik FC Kendal di Stadion Gelora Kartini, Jepara, pada 30 September mendatang untuk memperebutkan posisi wakil ketiga dari Jawa Tengah guna melaju mewakili ke Liga Santri Nusantara tingat nasional. (Ulin Nuha Karim/Mahbib)

SMA Negeri 1 Slawi

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Cerita, Nusantara, Pendidikan SMA Negeri 1 Slawi

Selasa, 26 Desember 2017

Berdayakan Dana Desa untuk Bangun Tanggul Penahan Longsor

Jakarta, SMA Negeri 1 Slawi. Hujan deras menimbulkan bencana banjir dan longsor di sejumlah desa di Jawa Tengah, Mingu (19/6/2016). Setidaknya ada 16 kabupaten di Jawa Tengah yang mengalami bencana longsor dan banjir akibat hujan lebat. Salah satunya yang paling parah adalah Purworejo yang mengalami longsor dan menewaskan puluhan korban jiwa.

Terkait kejadian ini, Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Marwan Jafar mengingatkan bahwa bencana alam ini harus direspon dengan cepat. Setelah identifikasi dan evakuasi korban, masyarakat dapat menggunakan Dana Desa untuk membenahi dan membangun infrastruktur desa, terutama tanggul penahan longsor dan membangun saluran air agar tidak terjadi banjir.

Berdayakan Dana Desa untuk Bangun Tanggul Penahan Longsor (Sumber Gambar : Nu Online)
Berdayakan Dana Desa untuk Bangun Tanggul Penahan Longsor (Sumber Gambar : Nu Online)

Berdayakan Dana Desa untuk Bangun Tanggul Penahan Longsor

"Membangun dan membenahi Infrastruktur desa yang rusak akibat bencana itu masuk dalam prioritas. Ini sudah kita atur dalam Permendesa No. 21/2015 tentang Penetapan Prioritas Penggunaan Dana Desa tahun 2016," ujar Menteri Marwan, di Jakarta, Senin (20/6).

Dalam Permendesa jelas tertera bahwa salah satu prinsip penggunaan Dana Desa adalah mendahulukan kepentingan desa yang lebih mendesak, lebih dibutuhkan, dan berhubungan langsung dengan kepentingan sebagian besar masyarakat Desa.

"Bencana alam yang menimbulkan kerusakan infrastruktur adalah sesuatu yang mendesak untuk dibenahi. Jadi masuk dalam prioritas Dana Desa. Jalan desa, gorong-gorong, sanitasi air, maupun tanggul penahan banjir yang rusak harus dibangun kembali. Tentunya dengan penataan baru yang lebih baik dan tahan terhadap bencana," jelasnya.

SMA Negeri 1 Slawi

Tokoh asal Pati, Jawa Tengah ini sangat berbela sungkawa atas bencana yang terjadi di desa-desa. Dia pun mengingatkan perlunya desa siaga bencana, mengingat banyaknya desa yang rawan bencana. Bukan hanya musim hujan yang kerap terjadi banjir atau longsor. Pada musim kemarau, banyak juga desa yang kekeringan dan kebakaran hutan. Wilayah-wilayah seperti ini harus membangun dengan program yang siaga bencana.

"Bencana alam yang terjadi itu bisa karena murni bencana alam, bisa juga karena ada sumbangsih faktor manusia yang kurang bersahabat dengan lingkungan. Tapi dua-duanya ini bisa dihindari dengan membangun infrastruktur yang lebih kuat dan tahan bencana," imbuh Menteri Marwan.

Lebih jauh ia meminta agar desa-desa membuat perencanaan pembangunan dengan baik sehingga penggunaan Dana Desa benar-benar sesuai kebutuhan dan dapat dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat.

SMA Negeri 1 Slawi

Karena itu, masyarakat desa seharusnya terlibat aktif dalam rembug Desa tentang penggunaan Dana Desa. Berlakunya UU No 6/2014 telah memberikan Desa kewenangan penuh mengelola Dana Desa, mulai dari perencanaan, pelaksanaan program, hingga pelaporannya.

"Kami kemudian membuat aturan turunan agar penggunaan dana desa ini punya panduan-panduan agar sesuai dengan tujuan. Dana desa itu diprioritaskan untuk infrastruktur desa, kemudian pembangunan fasilitas sosial dasar seperti posyandu, polindes, puskesdes, dan PAUD, serta untuk memperkuat perekonomian local desa," terangnya. (Red: Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Ubudiyah, Pendidikan SMA Negeri 1 Slawi

Kamis, 21 Desember 2017

Sosok Ulama yang Komplit

Nama Pondok Pesantren Zainul Hasan, di Desa Karangbong, Kecamatan Pajarakan, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, cukup populer. Pesantren yang juga dikenal dengan nama Pesantren Genggong ini, sering dikait-kaitkan dengan penggalan sejarah perjalanan NU.

Maklum, pesantren yang didirikan oleh Kiai Zainul Abidin ini kerap menjadi tuan rumah berbagai hajatan NU tingkat regional maupun nasional. Semua itu tak lepas dari kiprah dan kharisma Kiai Hasan Saifourridzal yang menjadi sabab musabab bendera Genggong terkerek tinggi-tinggi.

Sosok Ulama yang Komplit (Sumber Gambar : Nu Online)
Sosok Ulama yang Komplit (Sumber Gambar : Nu Online)

Sosok Ulama yang Komplit

Kiai Hasan –sapaan akrabnya— lahir ketika bangsa Indonesia merajut kekuatan para pemuda dalam bingkai “Sumpah Pemuda”, yaitu tanggal 28 Oktober 1928, dari pasangan Kiai Muhammad Hasan dan Nyai Hj. Siti Aminah. Adalah Desa Karangbong, Kec. Pajarakan, Kab. Probolinggo yang menjadi tempat kelahiran pria yang bernama kecil Ahsan itu. Ayahnya, Kiai Muhammad Hasan adalah seorang ulama besar dan salah satu pendiri pesantren Zainul Hasan.?

Masa kecil Non Ahsan –panggilannya sewaktu kecil-- ? tidak hidup di lingkungan pesantren karena tinggal bersama ibunya di kota Probolinggo, lalu pindah ke Bondowoso. Ini terjadi karena biduk rumah tangga orang tuanya pecah, firoq. Kendati hidup dalam kondisi ekonomi yang pas-pasan, namun Non Ahsan tetap tegar. Untuk membantu mencukupi kebutuhan hidup ibunya, ia rela berjualan makanan ringan di terminal dan kadang di stadion saat ada event keramaian. ?

SMA Negeri 1 Slawi

SMA Negeri 1 Slawi

Menjelang umur 16 tahun, Non Ahsan diminta pulang, tinggal bersama ayahnya di Genggong. Di situlah ia diajari kitab kuning. Tidak hanya di situ, Non Ahsan juga dimondokkan ke beberapa pesantren di Madura, Paterongan, Tebuireng (asuhan KH. Hasyim Asy’ari) dan Lirboyo, Kediri.?

Waktu terus berputar, masapun berlalu. Ketika usianya semakin matang, Non Ahsan menyunting seorang gadis asal Desa Sukodadi, Kec. Paiton, Probolinggo. Namanya Himami Hafsyawati. Sejak saat itu, ia diberi amanah oleh ayahnya untuk mengurus pesantren. Nama Kiai Hasan tercatat sebagai generasi ketiga yang memimpin pesantren Zainul Hasan.

Mengasuh pesantren dan menjadi muballigh, itulah dua tugas ? yang selalu melekat dalam perjalanan hidup Kiai Hasan. Karena kehebatannya berorasi, Kiai Hasan dijuluki singa podium. Dengan gayanya yang khas, Kiai Hasan mampu membuat auiden hanyut dalam pidatonya. Popularitasnya sebagi da’i yang handal juga sampai ke manca negara. Diantaranya beliau pernah diundang ke Malaysia, Singapura, Brunai, Tahiland dan Iraq.

Di sisi lain, sejarah mencatat, pesantren Zainul Hasan tidak hanya menjadi pusat pendidikan agama tapi juga menjadi bagian dari penggemblengan para pejuang. Bahkan Kiai Hasan sendiri terjun langsung di garda terdepan untuk mengusir penjajah. Ketika perang berkecemuk di Tulangan, Sidoarjo, Kiai Hasan bersama 20 pasukannya yang tergabung dalam Ansorudinillah, ikut bergabung dalam bentrok fisik versus serdadu Belanda itu. Alhamdulillah beliau selamat.

Kiai Hasan juga dikenal sebagai tokoh NU. Beliau pernah dua periode menjabat Rais Syuriah PCNU Kabupaten Probolinggo. Kendati secara politik, Kiai Hasan waktu itu “dekat” dengan kekuasaan, namun beliau menolak mentah-mentah ajakan Bupati Probolinggo, Suprapto untuk mengamini praktek vasektomi. “Terus terang kalau masalah politik, saya ikut bupati. Tapi kalau masalah hukum, saya ikut NU. Karena NU mengharamkan vasektomi, maka sampai sekarang saya tetap mengatakan haram,” ujar Kiai Hasan di hadapan Bupati Suprapto dan para hadirin saat itu.

NU adalah segalanya bagi Kiai Hasan. Ketika NU menjadi partai politik, beliau tampil sebagai jurkam andalan. Tapi saat NU kembali menjadi ormas, Kiai Hasan juga cabut dari aktifitas politik. Belakangan Kiai Hasan memilih jalan berbeda. Beliau bergabung dengan Golkar. Sebuah pilihan yang sebenarnya terasa pahit, namun karena beliau ingin menghindari kian tajamnya tekanan penguasa terhadap wara nahdliyyin, maka itupun menjadi solusi. Seperti diketahui, ? selama sekian tahun Golkar begitu dominan dan menjadi raja diraja di jagat politik nusantara. Jangankan melawan penguasa, bersuara kritis saja, harus siap-siap diculik, atau dijebak masuk penjara.

Kenyataannya, banyak ulama NU yang ditahan lantaran berseberangan dengan penguasa. Contohnya KH. Badri Masduki (pengasuh pesantren Badrid Duja, Kraksaan), yang sempat ditangkap aparat keamanan di Jember karena dianggap menentang penerapan azas tunggal. Atas campur tangan Kiai Hasan, beliau bebas. Kiai Marfu’ (anggota DPRD Probolinggo dari PPP) yang mau dibabat habis karir politiknya (dengan alasan tidak lulus litsus), namun Kiai Hasan bisa membantunya.

Dengan perannya itu, Kiai Hasan benar-benar tampil sebagai sosok ulama yang komplit. Ya, sebagai pendidik, orator ulung, pejuang dan politikus. ? Semua itu bermuara kepada satu tujuan; menggapai ridlo Allah.

Betapapun sebuah perjuangan ditakar, bagaimanapun sebuah kegigihan dan cita-cita ditebar, semuanya masih dibelenggu oleh dimensi waktu. Umurlah yang akan menyudahi segala aktifitas manusia. Kiai Hasan yang begitu agung, toh akhirnya harus tunduk kepada sunnatulah, ajal. Hari Jum’at 13 Juni 1991, Kiai Hasan meninggalkan alam fana.?

Jasad Kiai Hasan boleh tiada, tapi perjuangan, pengabdian dan cita-citanya harus tetap lestari. Dan anak-anak beliau yang berjumlah 24 orang, siap melanjutkan perjuangan sang ayah sesuai profesinya masing-masing. (Aryudi A. Razak /Red:Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Budaya, Ulama, Pendidikan SMA Negeri 1 Slawi

Senin, 18 Desember 2017

Tak Perlu Risau dengan Bilangan Rakaat Shalat Tarawih

Jakarta, SMA Negeri 1 Slawi. Umat Islam di Indonesia, khususnya warga Nahdlatul Ulama (Nahdliyyin) tidak perlu merasa risau dengan berbagai perbedaan pendapat atau persoalan khilafiyah, apalagi jika perbedaan tersebut? hanya berkenaan dengan persoalan yang? tidak terlalu? krusial seperti jumlah rakaat shalat tarawih.

Demikian disampaikan KH Arwani Faisal dalam Pengajian Online Ramadhan kitab "Manahijul Imdad" karya ulama besar Nusantara Syeikh Ihsan Jampes di ruang redaksi SMA Negeri 1 Slawi, lantai V Gedung PBNU, Jalan Kramat Raya 164 Jakarta Pusat, Selasa (18/9). Pengajian dapat diikuti melalui akun pbnu_online@yahoo.com pada setiap Jum’at dan Selasa Pukul 16.00-17.30 selama Ramadhan 1428 H.

Soal khilafiyah itu disampaikan Kiai Arwani menyusul pertanyaan peserta pengajian online dari Riyadh dan Jakarta mengenai tatacara shalat tarawih warga Nahdliyyin? jika berada dalam komunitas masyarakat yang menjalankan shalat tarawih hanya 8 rakaat.

Tak Perlu Risau dengan Bilangan Rakaat Shalat Tarawih (Sumber Gambar : Nu Online)
Tak Perlu Risau dengan Bilangan Rakaat Shalat Tarawih (Sumber Gambar : Nu Online)

Tak Perlu Risau dengan Bilangan Rakaat Shalat Tarawih

Dikatakan, warga nahdliyyin diperkenankan menyempurnakan shalat tharawih di rumah masing-masing menjadi 20 rakaat, dan tidak perlu menutup dengan shalat witir lagi.

"Bahwa shalat witir sebagai penutup shalat malam atau qiyamul lail itu bukan harga mati. Karena misalnya kita di Indonesia selesai menjalankan shalat tarawih 20 rakaat dan witir 3 rakaat paling lambat pukul 21.00, nah setelah itu kan malam masih panjang. Padahal waktu afdhal atau paling utama untuk melakukan qiyamul lail adalah pada? sepertiga malam yang terakhir," kata Kiai Arwani.

SMA Negeri 1 Slawi

Ditegaskan wakil ketua Lembaga Bahtsul Masail (LBM) PBNU itu, bahwa aspek penting dalam shalat tarawih dan witir adalah persaudaraan sesama umat Islam yang tinggal dalam satu komunitas masyarakat. "Kita tidak perlu terus berdebat tentang bilangan shalat tarawih. Kita jalankan saja yang kita yakini paling kuat dasarnya," katanya.(nam)

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi

SMA Negeri 1 Slawi Pendidikan SMA Negeri 1 Slawi

Senin, 11 Desember 2017

IPPNU Banyuwangi Tingkatkan Kapasitas Kepengurusan Baru

Jakarta, SMA Negeri 1 Slawi - Kepengurusan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kabupaten Banyuwangi masa khidmah 2015-2018 menjalani satu persatu amanah organisasi. Setelah terbentuk susunan baru kepengurusan, IPPNU Banyuwangi langsung mengadakan “up grading” kepengurusan kemarin. Acara yang dihelat selama dua hari tersebut difokuskan di aula kantor PCNU Banyuwangi.

Ketua IPPNU Banyuwangi Halimah menekankan penting acara ini untuk membentuk kesiapan dan kekompakan pengurus dalam masa khidmahnya selama dua tahun di IPPNU Banyuwangi.

IPPNU Banyuwangi Tingkatkan Kapasitas Kepengurusan Baru (Sumber Gambar : Nu Online)
IPPNU Banyuwangi Tingkatkan Kapasitas Kepengurusan Baru (Sumber Gambar : Nu Online)

IPPNU Banyuwangi Tingkatkan Kapasitas Kepengurusan Baru

“Up grading ini merupakan usaha dari kita untuk menyamakan visi, meningkatkan keterampilan, menjalin keharmonisan, dan kekompakan antarsesama pengurus,” pesannya.

Kegiatan ini diikuti oleh sebanyak 20 pengurus IPPNU Banyuwangi. Pada hari kedua, acara ini diadakan di ruang terbuka hijau Sayu Wiwit.

SMA Negeri 1 Slawi

SMA Negeri 1 Slawi

Hadir sebagai pemateri antara lain Emi Hidayati (aktivis perempuan/ alumni IPPNU), Ketua IPNU masa khidmah 2011-2013 Lukman Hadi Abdillah, akademisi IAI Ibrahimy Ainurrofiq, dan beberapa narasumber lainnya. Forum ini didampingi oleh pengurus IPPNU Jawa Timur.

Sementara itu, Haikal Kafili yang mewakili PCNU Banyuwangi mengucapkan terima kasih atas dedikasi para pengurus IPPNU yang terus menggiatkan proses kaderisasi di kalangan anak muda.

Haikal mengingatkan betapa pentingnya peranan organisasi kepemudaan di bawah naungan NU di saat problematika remaja yang begitu silang sengkarut.

“IPPNU ini oase bagi pergaulan remaja saat ini,” ungkapnya. (Red Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Nahdlatul, Nusantara, Pendidikan SMA Negeri 1 Slawi

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs SMA Negeri 1 Slawi sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik SMA Negeri 1 Slawi. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan SMA Negeri 1 Slawi dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock