Tampilkan postingan dengan label Pondok Pesantren. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pondok Pesantren. Tampilkan semua postingan

Minggu, 18 Februari 2018

NU, Nasionalisme dan Politik

Oleh Abdurrahman Wahid. Kenyataan politik di bawah kolonialisme Belanda menyadarkan aktivis gerakan Islam dan gerakan nasionalis sebelum masa kemerdekaan. Dari kesadaran itulah lahir berbagai gerakan Islam, seperti Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama (NU). Walaupun ‘berbaju’ gerakan kultural, tapi lingkup pembahasan di kalangan mereka bersifat politis. Tidak heranlah jika para tokoh mereka juga berwajah nasionalis.

Dalam lingkungan gerakan-gerakan Islam di luar Indonesia muncul orang-orang seperti Jamaluddin al-Afghani, yang menyuarakan pentingnya arti kemerdekaan bagi kaum muslimin sendiri. Demikian juga halnya dengan berbagai gerakan Islam di negeri kita waktu itu. Apa lagi ketika H.O.S. Tjokroaminoto di Surabaya mengambil menantu Soekarno di tahun dua puluhan. Soekarno yang waktu itu sudah “terbakar” melihat nasib bangsa-bangsa terjajah, mulai mencari bentuk perjuangan politik untuk kemerdekaan bangsanya.

NU, Nasionalisme dan Politik (Sumber Gambar : Nu Online)
NU, Nasionalisme dan Politik (Sumber Gambar : Nu Online)

NU, Nasionalisme dan Politik

Memang, dalam waktu sepuluh-dua puluh tahun baru tampak hasilnya, tetapi bagaimanapun juga kiprah para pemuda itu menunjukkan arah yang jelas: menolak penjajahan dan menuntut kemerdekaan Kongres Pemuda 1928 nyata-nyata menunjukkan hal itu. Ini sekaligus merupakan pantulan hasrat kemerdekaan dari berbagai orang muda yang berasal dari berbagai daerah. Mereka mecita-citakanapa yang dikemudian dikenal sebagai Republik Indonesia. Mereka kemudian memimpin pembentukan apa yang kemudian hari dikenal dengan nama Bangsa Indonesia.

SMA Negeri 1 Slawi

Dua raksasa di lingkungan gerakan-gerakan Islam yaitu Muhammadiyah dan NU memimpin kesadaran berbangsa melalui jaringan pendidikan yang mereka buat. Walaupun Muhamadiyah merintis pendidikan yang ‘lebih banyak’ mengacu kepada hal-hal duniawi, seperti penguasaan pengetahuan umum, dan NU mengacu kepada pengetahuan agama, namun keduanya sangat dipengaruhi oleh apa yang berkembang di lingkungan gerakan nasionalis. Nasionalisme dalam arti menolak penjajahan, berarti juga pencarian jati diri sejarah masa lampau negeri sendiri.

SMA Negeri 1 Slawi

Para pemuda mendapati bahwa sejarah masa lampau kawasan ini juga menyajikan hal-hal lain di luar ideologi nasionalisme, seperti pluralitas budaya dan rasa toleransi yang tinggi antara berbagai budaya daerah. Pada waktu bersamaan, di negeri lain muncul juga orang-orang seperti Mahatma Gandhi, Jawaharlal Nehru dan Sun Yat Sen.

Sejak semula lahir juga di kalangan gerakan-gerakan Islam, mereka yang tidak memperdulikan nasionalisme. Mereka hanya mengutamakan perhatian kepada masalah-masalah keislaman belaka. Mereka melihat kepada hal-hal yang penting menyangkut kehidupan kaum muslimin belaka. Cukup lama terjadi ‘pemisahan’ antara kedua pihak. Dan kedua-duanya mengambil sikap tidak memperdulikan keadaan satu sama lain. Pembelaan Bung Karno di muka Pengadilan Negeri Bandung di tahun 1931, berjudul “Indonesia menggugat” seperti hanya di baca kalangan nasionalis saja, dan tidak oleh kalangan Islam.

Dalam keadaan seperti itu, rakyat kehilangan contoh-contoh mereka yang memberikan apresiasi terhadap perjuangan yang dilakukan. Jadilah “perjuangan Islam” seolah-olah terpisah dari gerakan nasionalisme.

Hanya hubungan kekeluargaan antara H.O.S Tjokroaminoto dan KH. M. Hasjim As’yari dari Tebu Ireng, Jombang saja, yang membuat persamaan itu hampir terlihat. KH. M. Hasjim As’yari memang menyadari bahwa secara kultural, gerakan Islam dan nasionalis berbeda satu dari yang lain, tetapi dari sudut ideologi berupa kebutuhan akan kemerdekaan, kita adalah satu bangsa. Di saat-saat menentukan seperti itu, apa yang dipikirkannya itu lalu disebarkan kepada sanak keluarga terdekat, dan kemudian kepada organisasi yang dipimpinnya: NU.

Tentu saja hal ini tidak berlangsung secara mulus. Bagaimanapun juga, sikap seperti itu masih menjadi pandangan minoritas. Tampak nyata ketika pandangan integratif yang menyatukan agama dan cita-cita kemerdekaan itu dibawa ke dalam lingkungan NU. Namun, di kalangan generasi muda NU, pemikiran seperti itu sudah mulai dapat diterima dengan baik.

Dalam tahun-tahun menjelang Perang Dunia II KH. Mahfudz Sidiq umpamanya, mengemukakan prinsip perjuangan "khaira ummah” (umat yang baik), yang diambilkan dari ayat Al-Qur’an: “Kalian adalah sebaik-baik umat yang dilahirkan antara sesama manusia, karena kalian memerintahkan yang baik dan menolak yang tidak baik (kuntum khaira ummah ukhrijat lin n?s ta’m?r?na bil-ma`r?f wa tanhauna `anil-munkar). Pendapat ini dikemukakan, ketika ia dalam usia muda menjadi Ketua NU di tahun menjelang Perang Dunia II. Istilah itu ia gunakan untuk menunjukkan pentingnya memperkuat posisi ekonomi-finansial warga NU sendiri sebagai anggota gerakan Islam. Atau dapat dikatakan prinsip tersebut guna mengembangkan Usaha Kecil dan Menengah (UKM), yang akhir-akhir ini menjadi lebih penting lagi. Jelas dari gambaran itu, bahwa kalangan muda lebih memahami konteks kebangsaan. Cukup menarik bukan.

Sumber belum terlacak, Jakarta, 18 Maret 2007

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Pondok Pesantren, Anti Hoax, Quote SMA Negeri 1 Slawi

Sabtu, 17 Februari 2018

RS NU Jombang Dikelola Profesional, Kedepankan Pengabdian Sosial

Bermula pada 19 Ramadhan 1429 H/2008 M, ba’da salat Tarawih Pengurus Harian PCNU mengadakan rapat di kediaman Rais Syuriah membicarakan tentang adanya informasi tawaran bantuan pembangunan Rumah Sakit Nahdlatul Ulama (RS NU) Jombang

Setelah dimusyawarahkan, dengan segala pertimbangannya, rapat memutuskan untuk mendelegasikan Rais Syuriyah, Ketua dan Wakil Ketua Tanfidziyah menghadap ke  Menteri Kesehatan di Jakarta untuk memastikan adanya informasi tersebut.  Difasilitasi  H. Achmad Mundzir, pada 22 Ramadhan delegasi PCNU  diterima  Menteri didampingi  ketua PWNU Jatim KH Hasan Mutawakkil Alallah dan ketua PBNU  KH. Hasyim Muzadi.

RS NU Jombang Dikelola Profesional, Kedepankan Pengabdian Sosial (Sumber Gambar : Nu Online)
RS NU Jombang Dikelola Profesional, Kedepankan Pengabdian Sosial (Sumber Gambar : Nu Online)

RS NU Jombang Dikelola Profesional, Kedepankan Pengabdian Sosial

Dalam pertemuan tersebut  Menteri yang didampingi tiga orang Dirjen menyampaikan kepastian adanya bantuan pembangunan Rumah Sakit untuk Nahdlatul Ulama Jombang. Untuk itu, PCNU berkewajiban menyediakan tanah.

SMA Negeri 1 Slawi

Pada  23 Ramadhan di kediaman Ketua Tanfidiyah PCNU dibahas tentang kepastian menerima tawaran menteri tersebut dilanjutkan membahas langkah-langkah mencari lahan tanah yang disyaratkan. Kemudian dari beberapa alternatif tanah yang disurvei baik dari segi kelayakan, prospek maupun harga dan sistem pembayarannya maka diputuskan untuk memproses tanah yang berlokasi di desa Balong Besuk Ceweng Jombang, yang luas keseluruhannya 5900 meter. Harga yang disepakati PCNU dengan pemilik tanah untuk yang 5200 meter adalah Rp 1,5 milyar dan 700 Meter Rp 200.000.000. Total harga tanah seluas 5900 meter adalah Rp. 1.700.000.000 dengan sistem pembayaran bertahap sampai paling akhir 6 bulan, 31 Maret 2009.

Untuk pembayaran tanah, PCNU mengumpulkan tokoh-tokoh dan pengusaha NU pada tanggal 29 Ramadlan

Penyerahan dana pembelian tanah sudah dilaksanakan pada 15 Oktober 2008. Dan pada  25 Oktober 2008 disepakati perjanjian peralihan nama hak milik sertifikat tanah dari pemilik asal ke Jam’iyyah Nahdlatul Ulama Jombang melalui seorang notaris yang ditunjuk dan kemudian diproses di Badan Pertahanan Kab Jombang.

SMA Negeri 1 Slawi

PCNU mengadakan beberapa kali rapat untuk menyusun skema pembayaran pinjaman dan akhirnya memutuskan langkah-langkah sebagai berikut :

Segera melakukan penggalangan partisipasi keluarga besar NU dan para simpatisan melalui gerakan wakaf dengan skema wakaf tanah per 1 meter seharga Rp. 288.450. (dua ratus delapan puluh delapan ribu empat ratus lima puluh rupiah).

Mengajukan bantuan dana hibah pendampingan ke Pemkab Jombang melalui APBD 2009 sesuai dengan prosedur yang ada. dan setelah melakukan komunikasi dengan Ketua DPRD,  Bupati serta Wakil Bupati disepakati adanya komitmen untuk mendapatkan bantuan tersebut pada APBD 2009.

PCNU hanya berkewajiban menyediakan tanah, seluruh proses pembangunan mulai dari perencanaan dan pelaksanaannya dilaksanakan sepenuhnya oleh Pemerintah Pusat dan Pemerintah Provinsi Jatim sesuai dengan mekanisme yang berlaku.

PCNU dan seluruh jajarannya tidak ikut serta dalam proses pembangunan. Ibaratnya PCNU tinggal menerima kunci bangunan RSNU dari pemerintah apabila sudah jadi.

Bahwa jadwal pelaksanaan pembangunan RSNU menurut informasi dari Pemerintah Pusat dan Pemprov Jatim dimulai akhir bulan proses tender perencanaan Desember pengerjaan fisik dan diperkirakan bulan Agustus 2009 sudah bisa diresmikan, walaupun kemudian pembukaan dan peresmian dilaksanakan pada 10 Maret 2012.

Profil Rumah Sakit Nahdlatul Ulama dapat digambarkan sebagai berikut : Pemilik RSNU adalah Jamiyah Nahdatul Ulama Cabang Jombang, dan bukan atas nama pengurus atau yayasan tersendiri yang dibentuk untuk itu. Sementara legalitas hukum dan keabsahan kepemilikan Jamiyyah NU Cabang Jombang atas RSNU tersebut dibuktikan dengan : kepemilikan tanah RSNU adalah Jam’iyyah NU Jombang, baik sebagai Mauquf alaih atau Mauhub lah. Adapun PCNU Jombang bertindak sebagai nadhir atas tanah tersebut.

Untuk memastikan ke depan supaya tidak terjadi permasalahan-permasalahan dan kemungkinan adanya pembelokan kepemilikan RSNU, maka PCNU telah membentuk tim yang ditugasi untuk mengumpulkan data dan menyusun draft rumusan pedoman dasar yang mengatur tentang pola hubungan kelembagaan antara RSNU dan PCNU, standar manejemen pengelolaan RSNU, standar rekruitmen ketenagaan, standar pengelolaan keuangan dan pertanggung jawabannya.

Hasil rumusan tersebut akan dikaji melalui forum-forum workshop dengan berbagai pihak baik dari internal warga Nahdlatul Ulama dan para ahli dibidangnya. Dan akhirnya Draft tersebut ditetapkan melalui forum musyawarah pleno lengkap PCNU yang dihadiri dan disahkan oleh PWNU dan PBNU.

RS NU akan dikelola secara profesional dengan keunggulan-keunggulan tertentu dengan tetap berprinsip pada pengabdian sosial dan prinsip-prinsip keagamaan Jamiyah Nahdlatul Ulama

Segenap PCNU Jombang mengharap partisipasi dari seluruh jajaran Pengurus dan warga NU di Jombang, para tokoh, jajaran Pemerintah Daerah Kabupaten Jombang untuk sepenuhnya memberikan dukungan dan partisipasi khususnya dalam hal gerakan wakaf tanah.

(bersambung…)

Penulis : Yusuf Suharto

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Pondok Pesantren, Santri, Internasional SMA Negeri 1 Slawi

Jumat, 09 Februari 2018

Dialog Para Imam Mazhab soal Hadits

Dalam kitab Tarikh al-Tasyri al-Islami karya Syekh Muhammad Khudhari Bek diceritakan dialog antara Imam Abu Hanifah dan Imam al-Auzai:

? ? ? ?: ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?: ? ? ? ? ? ? ? ? ?: ? ? ? ? ? ? ? - ? ? ? ? - ? ?: ?: ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? - ? ? ? ? - ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ?: ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?: ? ? - ? ? ? ? - ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ?: ? ? ? ? ? ? ? ?: ? ? ? ?! ? ? ?: ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Dialog Para Imam Mazhab soal Hadits (Sumber Gambar : Nu Online)
Dialog Para Imam Mazhab soal Hadits (Sumber Gambar : Nu Online)

Dialog Para Imam Mazhab soal Hadits

Sufyan bin Uyainah menceritakan bahwa pada suatu kesempatan Imam Al-Auza’i dan imam Abu Hanifah bertemu di Mekkah. Terjadilah dialog di antara ulama besar fiqih negeri Syam dan ulama besar fiqih negeri Kufah tersebut.

SMA Negeri 1 Slawi

Auzai bertanya: "Kenapa kalian tidak mengangkat tangan kalian ketika melakukan ruku’ dan bangun dari ruku’?”

SMA Negeri 1 Slawi

Abu Hanifah menjawab, “Ya, karena tidak ada Hadits yang shahih dari Rasulullah SAW atas masalah itu.”

“Bagaimana tidak shahih, sedangkan (Ibnu Syihab) Az-Zuhri telah menceritakan kepadaku, dari Salim (bin Abdullah bin Umar) dari bapaknya (Abdullah bin Umar) dari Rasulullah SAW bahwa beliau mengangkat kedua tangannya saat memulai shalat, saat ruku’, dan saat bangun dari ruku’?” bantah Auza’i.

Abu Hanifah pun merespon, "Telah menceritakan kepada kami Hammad (bin Abi Sulaiman) dari Ibrahim (bin Yazid) dari Alqamah (bin Qais) dan Al-Aswad (bin Yazid) dari (Abdullah) Ibnu Mas’ud bahwa Rasulullah SAW tidak mengangkat kedua tangannya kecuali saat memulai shalat dan tidak melakukannya lagi setelah itu.”

Auza’i mencoba membantah argumentasi Abu Hanifah. “Aku menceritakan kepada anda Hadits dari Az-Zuhri dari Salim dari bapaknya. Sementara Anda menceritakan Hadits dari Hammad dari Ibrahim?”

[Kalau sebelumnya kedua imam besar ini sama-sama membacakan sanad Hadits, sampai di sini Auzai mulai mengajukan penilaian terhadap kualitas rawi]

Abu Hanifah menjawab: "Hammad lebih faqih daripada Az-Zuhri, Ibrahim lebih faqih dari Salim, dan Alqamah tidak lebih rendah dari Ibnu Umar. Kalaupun Ibnu Umar seorang sahabat atau unggul karena menjadi sahabat Nabi, toh Al-Aswad memiliki keutamaan yang besar. Sedangkan Abdullah (bin Mas’ud) sudah jelas, siapa Abdullah itu,” jawab Abu Hanifah.

Mendengar argumentasi Abu Hanifah tersebut, Al-Auza’i pun diam.

Ini artinya masing-masing imam telah menjelaskan argumentasinya, dan mereka kemudian diam dan saling menghormati perbedaan pendapat di antara mereka yang disebabkan perbedaan dalam menerima dan menilai kekuatan sanad suatu Hadits.

Imam Syafii juga senang berdialog. Bahkan beliau tuliskan dialog itu baik dalam kitab al-Umm dan lebih-lebih lagi dalam kitab al-Risalah.

Pada masa beliau terdapat pertentangan mengenai boleh tidaknya menerima Hadits Ahad, yaitu riwayat yang diterima dan disampaikan dari satu orang perawi. Imam Malik di Madinah lebih menerima amal ahli Madinah ketimbang Hadits Ahad dengan alasan penduduk Madinah lebih paham Hadits dan jumlahnya lebih banyak ketimbang riwayat satu orang. Imam Abu Hanifah dalam beberapa kasus malah mengeyampingkan Hadits Ahad jikalau bertentangan dengan qiyas yang beliau gunakan. Maka tampillah Imam Syafii membela status dan kedudukan Hadits Ahad. Upaya beliau inilah yang membuat para ulama menggelari Imam Syafii sebagai Nashirus Sunnah (Pembela Sunnah Nabi).

Imam Syafii dalam juz dua kitab al-Risalah menuliskan bab khusus tentang Khabar Ahad. Bab ini dimulai dengan dialog sebagai berikut:

? ? ?: ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?.

?: ? ? ? ? ? ? ? ? [?: ? ] ? ? ? ? ? ? ?.

? ? ? ? ? ? ? ?:

?- ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? [?: ?] ? ? ? ? ?: ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? [?: ?] ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?.

Seseorang berkata kepadaku, "definisikan untukku teks yg paling sedikit hujjahnya tapi ia memiliki kekuatan mengikat bagi para ulama?"

Imam Syafii menjawab: "Itu adalah Khabar (Hadits) Ahad dari satu orang perawi ke satu perawi lainnya baik yang jalurnya sampai kembali ke Nabi atau terhenti pada selain beliau."

"Kehujjahan Khabar Ahad tidak terjadi melainkan memenuhi persyaratan seperti perawinya tsiqah dalam agamanya, terkenal jujur dalam ucapannya, paham dengan apa yang dia riwayatkan, mengerti dengan perbedaan redaksi atau lafaz. Dia jg bisa mengulangi teks Hadits huruf demi huruf seperti yang dia dengar, karena kalau disampaikan secara makna maka boleh jadi nanti dia tidak akan paham mana yang halal dan haram."

"Dia harus punya hafalan yang bagus baik menyampaikannya dari memori atau catatannya. Dan jika diambil dari catatanya maka itu harus cocok dengan hafalan Hadits yang disampaikan pihak lain. Dia tidak boleh mudallis yang meriwayatkan? dari orang yang dia temui tapi sebetulnya dia tidak mendengar Hadits darinya atau meriwayatkan dari Nabi yang kontradiksi dengan apa yang disampaikan orang yang tsiqah. Juga, semua perawi di atasnya bersambung? sampai ke Rasul atau berhenti pada orang lain. Soalnya masing-masing perawi akan saling menetapkan satu sama lain. Tidak ada yang melewati persyaratan yang aku sampaikan ini [barulah Hadits Ahad itu diterima sebagai hujjah]."

Dari dua kutipan dialog di atas, para Imam Mazhab sangat memahami Hadits Nabi. Jangan mengira mereka mengeluarkan pendapat tanpa dalil Al-Quran dan Hadits sehingga anak zaman sekarang berani-beraninya mengecam para Imam Mazhab dan lantas mengajak kembali kepada Al-Quran dan Hadits seolah-olah para Imam Mazhab itu telah meninggalkan Al-Quran dan Hadits. ?

Ibaratnya para Imam Mazhab itu adalah para petani yang sudah bersusah payah menanam padi, dan para ulama sesudahnya telah mengolahnya menjadi beras, dan kemudian para kiai kita sudah menanak nasi. Kemudian para ustadz mengolah nasi tersebut dan kita tinggal menikmati nasi yang terhidang sesuai pilihan kita baik nasi goreng, nasi uduk, sampai nasi kabuli. Eh, pas baru mau makan, ada yang teriak: "jangan tinggalkan beras, ayo kembalilah kepada beras!"



Nadirsyah Hosen, Rais Syuriyah PCI Nahdlatul Ulama Australia - New Zealand dan Dosen Senior Monash Law School



Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Sholawat, Sunnah, Pondok Pesantren SMA Negeri 1 Slawi

Jumat, 19 Januari 2018

Hakikat Bidah menurut Muallim Syafii Hadzami

Hingga kini perkara bid’ah masih saja diperselisihkan. Baik dalam teori maupun praktiknya. Sebagian orang menganggap bid’ah sebagai sesuatu yang salah dan harus diluruskan. Dan sebagian yang lain memposisikan bid’ah sebagai suatu kreatifitas yang dibolehkan selama tidak menerjang rambu-rambu al-Quran dan as-sunnah.

Mengenai perkara bid’ah ini Muallim Syafi’i Hadzami ulama Betawi menerangkan dengan cukup panjang dalam bukunya Taudhihul Adillah juz tiga. Muallim Syafi’i memulai tulisannya dengan menukil perkataan As-Syatibi dalam kitabnya al-I’tisham begini kalimatnya:

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?.

Hakikat Bidah menurut Muallim Syafii Hadzami (Sumber Gambar : Nu Online)
Hakikat Bidah menurut Muallim Syafii Hadzami (Sumber Gambar : Nu Online)

Hakikat Bidah menurut Muallim Syafii Hadzami

Kata bada’a pada mulanya menunjukkan arti mengada-adakan sesuatu tanpa ada contoh sebelumnya. Seperti dalam firman Allah ‘? ? ?’ (Allah menciptakan tujuh lapis langit dan bumi) maksudnya Dialah Allah yang mengadakan keduanya tanpa ada contoh sebelumnya. Begitu pula firman-Nya dalam ayat ‘? ? ? ? ? ?’(katakanlah Muhammad “bukanlah aku ini Rasul yang diutus mula-mula/pertama kali) maksudnya bahkan sebelumku (Muhammad) telah banyak Rasul yang diutus Allah swt.Ddalam bahasa Arab kata bid’ah juga sering digunakan seperti kalimat ‘ ? ? ?’ (si fulan telah merintis satu jalan yang belum pernah didahului orang lain). Atau juga dalam kalimat ‘? ? ?’ (ini adalah perkara yang indah) yaitu perkara yang indah dan belum pernah ada tandingannya.

Demikian Muallim Syafi’i Hadzami memulai keterangan tentang arti bid’ah dari sisi kebahasaan. Karena kata bid’ah itu berasal dari bahasa Arab maka yang menjadi rujukan juga penggunaan kata tersebut dalam keseharian masyarakat Arab. Selanjutnya dijabarkan bahwa kata bid’ah digunakan untuk menunjuk suatu hasil atu karya.  Sedangkan proses pekerjaannya (berkreasi) dikatkan ibda’.

Dengan demikian bid’ah merupakan hasil pekerjaan yang bisa terkena hukum, bukan hukum itu sendiri. Karena pada hakikatnya hukum syar’i itu cuma lima yaitu wajib, sunnah, haram, makruh dan mubah. Tidak ada bid’ah di dalamnya. Jadi sangat tidak tepat jika dikatakan “yang begini atau begitu hukumnya bid’ah”. Intinya keterangan ini menegaskan bahwa bid’ah bukanlah termasuk hukum syar’i.

SMA Negeri 1 Slawi

 Adapun secara istilah Muallim Syafi’i Hadzami memberi pemahaman bid’ah sebagaimana dipergunakan dan difahami kebanyakan orang Indonesia sebagai suatu amalan yang tidak ada dalil syara’nya. Bid’ah biasa dijadikan pembanding dengan sunnah yaitu sesuatu yang ada dalil syar’inya.

Selanjutnya Muallim Syafi’i Hadzami menjelaskan rincian macam bid’ah dengan diawali pendapat Imam Syafi’i katanya

SMA Negeri 1 Slawi

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Bida’ah itu ada dua macam. Bid’ah yang terpuji dan bid’ah yang tercela. Maka mana-mana yang sesuai dengan sunnah itulah yang terpuji, dan mana-mana yang menyalahinya itulah yang tercela

Ini merupakan dalil pertama yang digunakan oleh Muallim Syafi’i Hadzami menunjukkan adanya dua macam bid’ah. Penunjukan dalil ini tidaklah sembarangan, mengingat otoritas Imam Syafi’i sebagai salah satu peletak dasar madzhab syafi’i yang telah diakui secara mufakat hasil ijtihadnya.

Guna menguatkan dan menjelaskan rincian bid’ah ini, Muallim Syafi’i Hadzami mengambil satu pendapat lagi dari Al-Baihaqi sebagaimana tersebut dalam manakibnya:

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Segala yang diadakan itu ada dua macam. Sesuatu yang diadakan padahal menyalahi kitab atau sunnah atau atsar ataupun ijma’ maka inilah bid’ah yang sesat. Sedangkan apa-apa yang baik yang  diadakan yang tidak bertentangan dengan tersebut (kitab atau sunnah atau atsar ataupun ijma’) maka itulah bid’ah yang tidak tercela.

Sampai di sini semakin jelas bahwa pemahaman tentang bid’ah sebagai sesuatu kreasi baru tidaklah sesederhana pemahaman hitam dan putih. Karena tidak semua yang baru itu dapat dianggap sesat. Mengingat banyak hal-hal baru yang tidak ada di zaman Rasulullah saw juga baik.

Dalam rangka menklasifikasikan bid’ah Muallim Syafi’i Hadzami memperjelas dengan pendapat Al-Hadidi dalam Syarah Nahjul Balaghah menyatakan yang artinya demikian “lafald bid’ah dipakai untuk dua pengertian. Salah satunya yang untuk menunjukkan sesuatu yang melanggar al-Qur’an dan as-sunnah semisal puasa di hari idul adha ataupu pada hari-hari tasyriq. Karena puasa pada hari-hari tersebut dilarang. Pengertian kedua, kata bid’ah digunakan untuk menunjuk sesuatu pekerjaan yang dilakukan tanpa dasar nash, namun syara’ membiakannya. Dan kemudian biasa dilakukan oang-orang Islam setelah wafatnya Rasulullah saw. Adapun hadits yang berbunyi “ ? ? ? ? ? ? ? “ setiap bid’ah itu sesat dan setiap kesesatan masuk neraka dapat diperuntukkan terhadap makna bid’ah yang pertama. Sedangkan perkataan sayyidina Umar as. Sehubungan dengan shalat tarawih berjama’ah yang berbunyi “ ? ? ? ? ?  “ sesungguhnya yang demikian ini bid’ah dan inilah sebaik-baik bid’ah. Dapat diaterapkan pada pemahaman makna bid’ah yang kedua.

Demikianlah pendapat Muallim Syafi’i Hadzami mengenai arti bid’ah sebagaimana diterbitkan dalam bukunya Taudhihul Adillah jilid ke III. Sesungguhnya pengambilan berbagai rujukan ini merupakan bukti betapa luasnya pengetahuan agama Muallim Syafi’i di satu sisi. Dan pada sisi lain menunjukkan ketawadhu’annya sebagai seorang alim yang tidak mau menunjukkan pendapat sendiri selagi masih ada rujukan para ulama.

 

 

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Pondok Pesantren SMA Negeri 1 Slawi

Selasa, 16 Januari 2018

Dibarengi Haul Gus Dur, Muskercab PCINU Korsel Hasilkan 3 Program Strategis

Yeongcheon, SMA Negeri 1 Slawi

Ditengah cuaca musim dingin yang begitu ekstrim di Korea Selatan (Korsel), PCINU Korsel begitu semangat dan antusias mengadakan musyawarah kerja cabang (Muskercab) yang dibarengi dengan digelarnya Haul Ke-6 Gus Dur serta Haul Ke-2 Mbah Sahal Mahfudz akhir pekan lalu. Acara berlangsung begitu khidmat dengan dihadiri oleh para pengurus PCINU Korsel dan warga Nahdliyin.

Acara Haul Gus Dur dan Mbah Sahal dimulai dengan tahlil dan istighotsah. Diadakannya haul kedua tokoh besar NU ini diharapkan menjadi momentum untuk mengingat sejarah hidup Gus Dur dan Mbah Sahal. Pemikiran, ilmu, dan karya-karya mereka semoga bisa menjadi contoh dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

Dibarengi Haul Gus Dur, Muskercab PCINU Korsel Hasilkan 3 Program Strategis (Sumber Gambar : Nu Online)
Dibarengi Haul Gus Dur, Muskercab PCINU Korsel Hasilkan 3 Program Strategis (Sumber Gambar : Nu Online)

Dibarengi Haul Gus Dur, Muskercab PCINU Korsel Hasilkan 3 Program Strategis

Setelah acara haul selesai dilanjutkan dengan Muskercab rutin PCINU Korsel. Hadir sebagai pembicara, Ketua PCINU Korsel yang baru terpilih beberapa bulan lalu, Zaenal Arifin.

Zaenal berpesan kepada para pengurus NU di Korsel untuk tetap menjaga NU. "Bukti kita cinta Rosulullah yakni dengan mencintai ulama, dan NU adalah wadah berkumpulnya para ulama Ahlussunah Wal Jamaah,” ujarnya.

“Kalau ada yang mengaku cinta Nabi tetapi tidak cinta ulama, maka dia telah berbohong besar," imbuhnya.

SMA Negeri 1 Slawi

Dalam Muskercab tersebut, PCINU Korsel menghasilkan tiga ? program strategis diantaranya:

1. Mengadakan pelatihan kepemimpinan dasar, mencakup kepemimpinan, keaswajaan, manajemen masjid dengan tujuan memperkuat akidah dan sarana dakwah, serta benteng dari paham-paham radikal.

2. Menerbitkan buku-buku saku yang berisi tentang dasar-dasar amaliyah warga NU yang akan dibagikan gratis untuk jamaah masjid dan musholla diseluruh Korea Selatan.

SMA Negeri 1 Slawi

3. Pendatangan para dai NU dalam safari Ramadhan.

“Semoga acara tersebut dapat bermanfaat sebagai wadah silaturrahim antarwarga Nahdliyin di Korsel dan meningkatkan pelayanan PCINU Korsel dalam berkhidmah untuk umat melalui kegiatan-kegiatan tersebut. (Imam Sibaweh/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Pesantren, IMNU, Pondok Pesantren SMA Negeri 1 Slawi

Senin, 15 Januari 2018

KH Ahmad Muthohar, Mursyid Thariqah Penulis Berbagai Kitab

KH Ahmad Muthohar bin Abdurrahman bin Qoshidil Haq adalah putra kelima KH Abdurrahman. Beliau merupakan adik KH Fathan bin Abdurrahman yang meneruskan perjalanan Pesantren Futuhiyyah bersama dengan dua keponakannya, KH Muhammad Shodiq Luthfil Hakim Muslih dan KH Muhammad Hanif Muslih, sepeninggal KH Muslih bin Abdurrahman.

?

Sepanjang masa itu, kiai Ahmad Muthohar merupakan sesepuh yang mengampu pengajian santri dan bertindak sebagai imam sholat maktubah di Masjid An Nur Pondok Pesantren Futuhiyyah, disamping sebagai imam sholat Jumat di Masjid Jami’ Baitul Muttaqin, Kauman, Mranggen.

KH Ahmad Muthohar, Mursyid Thariqah Penulis Berbagai Kitab (Sumber Gambar : Nu Online)
KH Ahmad Muthohar, Mursyid Thariqah Penulis Berbagai Kitab (Sumber Gambar : Nu Online)

KH Ahmad Muthohar, Mursyid Thariqah Penulis Berbagai Kitab

Sedang struktur tata kelola organisasi pesantren (termasuk pengelolaan yayasan) dipimpin oleh dua putra KH Muslih bin Abdurrahman, yakni KH Muhammad Shodiq Luthfil Hakim Muslih dan dibantu adiknya KH Muhammad Hanif Muslih.

KH Ahmad Muthohar bin Abdurrahman terkenal sebagai sosok ulama yang istiqomah. Para santri menjadi saksi keistiqomahannya dalam hal ubudiyah. Sepanjang hayat, kecuali pada saat benar-benar udzur, beliau senantiasa melaksanakan sholat maktubah berjamaah dengan para santri.

Salah satu hal yang patut menjadi teladan dari kiai kelahiran 1926 ini adalah keistiqomahan dalam beribadah. Meski harus dengan menaiki kursi roda dan didorong oleh santri dari kediaman menuju masjid, beliau tetap semangat, bahkan masih sempat keliling ke kamar-kamar pesantren untuk membangunkan santri yang tidur atau sekedar mengingatkan waktu sholat jamaah.

Disamping menjadi imam Masjid An Nur Pesantren Futuhiyyah, sehari-harinya KH Ahmad Muthohar bin Abdurrahman juga mengampu pengajian kitab-kitab salaf.

SMA Negeri 1 Slawi

Semasa hidup, KH Ahmad Muthohar dikenal sebagai penulis produktif. Tak kurang dari 30 judul kitab kuning karyanya membahas berbagai disiplin ilmu, diantara kitab nahwu, shorof (tata bahasa), aqidah (ketahuidan), akhlak (budi pekerti), fiqih (hukum Islam), tafsir, hingga mawaris (tentang pembagian warisan).

KH Ahmad Muthohar merupakan salah satu ulama yang berkesempatan menimba ilmu dari Abu Al Faidh’ Alam Ad Diin Muhammad Yasin bin Isa Al Fadani, yang masyhur dikenal dengan Syekh Yasin Al Fadani, ulama Makkah asal Padang Sumatera Barat, bergelar “Al Musnid Dunya” (ulama ahli sanad dunia), berkat keahliannya dalam hal ilmu periwayatan hadits.

SMA Negeri 1 Slawi

Di kalangan nahdliyyin, karya-karya KH Ahmad Muthohar cukup dikenal dan masih dipakai untuk pembelajaran agama hingga sekarang. Sebut saja kitab Imrithi dan Al Wafiyyah fi Al Fiyyah (Nahwu), Akhlaqul MArdliyyah (akhlak), Tafsir Faidurrahman (tafsir), Al Maufud (Shorof), Syifaul Janan dan Tuhfatul Athfal (tajwid). Buah karyanya yang lain, kitab Rahabiyyah (warisan) serta Tsamrotul Qulub (bacaan wirid sesudah shalat).

Sebagian besar karya KH Ahmad Muthohar diterbitkan oleh penerbit Thoha Putra Semarang, yang memang dikenal sebagai penerbit kitab-kitab klasik. Selain itu, ada pula sejumlah karyanya yang dirilis oleh penerbit Malaysia.

Selain penulis produktif, KH Ahmad Muthohar juga merupakan sosok penting di kalangan nahdliyin, hingga wafat tahun 2005, beliau adalah Mustafadl Jam’iyyah al Mu’tabarah Qadiriyyah wan Naqsyabandiyyah An Nahdliyyah.

Tak heran, kepergiannya dihantarkan oleh banyak pelayat. Sebagian mereka merupakan murid thariqah. Tak cuma dari Mranggen, para murid tersebut datang dari berbagai kota di Jawa, seperti Semarang, Purwodadi, Kendal, Sragen, Pekalongan, Blora, Pati, Solo, Cirebon, bahkan luar Jawa.

KH Ahmad Muthohar meninggal dunia pada usia 79 tahun saat melaksanakan sholat tahajud, yang rutin dilakoninya selama berpuluh-puluh tahun. Beliau wafat meninggalkan 8 putra-putri dari para istrinya, 4000-an santri, dan puluhan ribu anggota thoriqoh.

(Abdus Shomad/Ben Zabidy – PP. Futuhiyyah Suburan Mranggen)

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Olahraga, Pondok Pesantren, Bahtsul Masail SMA Negeri 1 Slawi

Sabtu, 13 Januari 2018

Kabar Duka, Sekjen PBNU 1999-2004 H Muhyidin Arubusman Meninggal

Jakarta, SMA Negeri 1 Slawi?

Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un, Sekretaris Jenderal PBNU periode 1999-2004 H. Muhyiddin Arubusman meninggal dunia di Rumah Sakit Tebet, Jakarta pada Senin malam (10/4). Ia meninggal pada usia 66 tahun.?

Muhyiddin Arubusman adalah tokoh NU dari Indonesia timur. Ia lahir di Ende, Nusa Tenggara Timur 24 April1951. Masa mudanya ia aktif di Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) dan pernah menjadi ketua umumnya pada periode 1981-1985.?

Kabar Duka, Sekjen PBNU 1999-2004 H Muhyidin Arubusman Meninggal (Sumber Gambar : Nu Online)
Kabar Duka, Sekjen PBNU 1999-2004 H Muhyidin Arubusman Meninggal (Sumber Gambar : Nu Online)

Kabar Duka, Sekjen PBNU 1999-2004 H Muhyidin Arubusman Meninggal

Ketua PBNU H. Robikin Emhas atas nama PBNU mengucapkan duka mendalam atas meninggalnya Muhyiddin Arubusman.?

“PBNU mengucapkan duka mendalam atas meninggalnya Pak Muhyiddin. Semoga beliau husnul khatimah, diampuni segala dosanya, serta mendapat tempat paling layak di sisi Allah. Dan semoga keluarga yang ditinggalkan tabah menerimanya,” katanya. (Abdullah Alawi)



SMA Negeri 1 Slawi



SMA Negeri 1 Slawi



? ?

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi AlaNu, Pondok Pesantren, Cerita SMA Negeri 1 Slawi

Rabu, 03 Januari 2018

Bupati Brebes: Shalat Awal Waktu Bentuk Disiplin

Brebes, SMA Negeri 1 Slawi. Bupati Brebes Hj Idza Priyanti mengajak masyarakatnya untuk menunaikan shalat di awal waktu. Dengan Shalat di awal waktu mampu membentuk budaya hidup disiplin di berbagai segi kehidupan.

Bupati Brebes: Shalat Awal Waktu Bentuk Disiplin (Sumber Gambar : Nu Online)
Bupati Brebes: Shalat Awal Waktu Bentuk Disiplin (Sumber Gambar : Nu Online)

Bupati Brebes: Shalat Awal Waktu Bentuk Disiplin

Bupati menyampaikan pesan tersebut saat kembali dari menunaikan ibadah umroh Senin malam, (11/1).

Menurutnya, kedisiplinan amat penting untuk mencapai kesuksesan.Terbukti negara-negara yang menerapkan budaya disiplin telah maju dan rakyatnya sejahtera.

SMA Negeri 1 Slawi

Dirinya juga akan membuat surat edaran terkait imbauan kepada PNS, atau pekerja pabrik ketika datang waktu shalat untuk menghentikan sementara pekerjaannya guna menunaikan shalat fardlu ain di awal waktu.

SMA Negeri 1 Slawi

“Saya akan membuat surat imbauan terkait, shalat di awal waktu,” ucapnya.

Dia yakin, dengan shalat diawal akan mendatangkan keberkahan. Bila kita mengutamakan shalat, shalat pula yang menjadikan amalan mendapat penilaian pertama kali ketika dihisab. “Jangan khawatir akan keduniaan karena Allah SWT menjamin apa pun bila warganya beriman dan bertakwa. Insya Allah barokah,” tuturnya.

Saat turun dari bis yang mengangkut rombongan umroh bersama 38 warga masyarakat Brebes, bupati disambut hangat oleh keluarga, dan beberapa pejabat pemerintah kabupaten Brebes.

Dia menambahkan, umroh bukan perjalanan wisata. Namun perjalanan religi dalam upaya mendekatkan diri kepada Allah SWT. Haji kecil ini diperlukan disamping ziarah ke raudlah juga melakukan aktivitas peribadatan lainnya.

“Saya sangat bangga dengan banyaknya warga Brebes yang melakukan perjalanan umroh, hampir setiap minggu ada yang berangkat ke tanah suci,” ungkapnya.

Ini menandakan, sambungnya, masyarakat Brebes sudah tambah sejahtera dan keimanannya makin meningkat. “Mudah-mudahan Brebes makin aman, nyaman, sejahtera di bawah perlindungan Allah SWT, baldatun toyibatun warobun ghofur,” pungkasnya.

Perjalanan Umrah Bupati Brebes yang didampingi suami Drs Kompol H Warsidin MH dipandu Pengasuh Pondok Pesantren Al Hikmah I KH Labib Sodiq Suhaemi. Bupati melakukan perjalanan Umrah sejak 3 hingga 11 Januari. Tugas pokok dan fungsi selama itu dipegang Wakil Bupati Narjo SH. (wasdiun/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Makam, Bahtsul Masail, Pondok Pesantren SMA Negeri 1 Slawi

Selasa, 02 Januari 2018

Dua Kepengurusan Ansor di Probolinggo Kerjasama Kelola BPUN

Probolinggo, SMA Negeri 1 Slawi



Bertempat di gedung Auditorium Hasan Center Probolinggo, dua Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda (PC GP) Ansor Probolinggo-Kraksaan Jawa Timur, menggelar pertemuan teknik (tehnical meeting) dengan peserta Bimbingan Pasca Ujian Nasional (BPUN) tahun ini pada Jumat (15/4)

Dua Kepengurusan Ansor di Probolinggo Kerjasama Kelola BPUN (Sumber Gambar : Nu Online)
Dua Kepengurusan Ansor di Probolinggo Kerjasama Kelola BPUN (Sumber Gambar : Nu Online)

Dua Kepengurusan Ansor di Probolinggo Kerjasama Kelola BPUN

Pembacaan istighotsah mengawali kegiatan temu teknis ini. Selanjutnya Ketua PC Gerakan Pemuda Ansor Kab. Probolinggo Muhlis mengatakan bahwa pihaknya akan berusaha mengemas kegiatan ini semenarik mungkin, disamping bertujuan untuk memperkenalkan tradisi warga Nahdlatul Ulama.

Dia mengatakan, "Tradisi spiritual warga NU semoga bisa menjadi penggugah para peserta untuk selalu berusaha keras dan senantiasa berdoa." Selanjutnya para peserta Bimbingan Pasca Ujian Nasional (BPUN) tahun ini akan melaksanakan tes tulis dan dikarantina di pesantren Hati Toroyyan Kraksaan. ?

Sementara Taufik, Ketua PC Gerakan Pemuda Ansor Kota Kraksaan menyampaikan sangat bahagia dengan adanya kegiatan yang diadakan bersama antara PC GP Ansor Kab. Probolinggo dan Kota Kraksaan. Dari sinilah nantinya akan mampu memperkuat tradisi NU dalam bergotong-royong, membahu membahu antara yang satu dengan lainnya terutama dengan Pemerintah Daerah Kab. Probolinggo.

Ia mengatakan, ini merupakan amanah yang harus dijalankan dengan baik dan penuh semangat. Taufik yakin bahwa PR Gerakan Pemudat Ansor sudah pasti mengetahui program kegiatan yang akan dilaksanakan oleh PAC Gerakan Pemuda Ansor di wilayahnya masing-masing, sekaligus sebagai ajang silaturrahim antara dua cabang yang sama-sama berada di daerah Probolinggo. Dalam mengemban amanah memajukan anak bangsa ini, tutupnya. Red: Mukafi Niam

SMA Negeri 1 Slawi

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Pesantren, Pondok Pesantren, Syariah SMA Negeri 1 Slawi

SMA Negeri 1 Slawi

Kamis, 28 Desember 2017

RSI Siti Hajar Sidoarjo Sosialisasi Kesehatan Gigi pada Anak

Sidoarjo, SMA Negeri 1 Slawi

Puluhan siswa Raudlatul Atfal (RA) Raden Patah Sidoarjo mengikuti sosialisasi dan pemeriksaan gigi secara gratis yang diadakan oleh Rumah Sakit Islam (RSI) Siti Hajar Sidoarjo, di lantai 2, Kamis (28/1).

RSI Siti Hajar Sidoarjo Sosialisasi Kesehatan Gigi pada Anak (Sumber Gambar : Nu Online)
RSI Siti Hajar Sidoarjo Sosialisasi Kesehatan Gigi pada Anak (Sumber Gambar : Nu Online)

RSI Siti Hajar Sidoarjo Sosialisasi Kesehatan Gigi pada Anak

Dokter spesialis gigi anak, dr Dini Safitri mengatakan, menggosok gigi sangat penting untuk melindungi gigi agar menjadi kuat. Terutama pada anak usia dini, sebaiknya dilakukan selama tiga kali sehari.

"Menggosok gigi sebaiknya dilakukan rutin sehari tiga kali yakni sesudah sarapan, sore dan sebelum tidur," kata dr Dini.

Ia menegaskan bahwa minum susu sebaiknya jangan dilakukan dengan menggunakan dot. Lebih baik menggunakan gelas saja. Karena minum susu menggunakan dot dapat membuat gigi anak bagian atas bisa ke depan.

SMA Negeri 1 Slawi

"Minum susu menggunkan dot bisa mengakibatkan gigi anak bagian atas bisa ke depan. Jika minum susu sebelum tidur, sebaiknya langsung dilakukan gosok gigi agar tidak menimbukan kuman pada gigi. Karena pada saat tidur, sisa susu kental di dalam rongga mulut bisa menyebabkan gigi berlubang," saranya.

Lebih jauh dr Dini menyampaikan, anak pada usia 6 tahun, gigi geraham paling belakang sudah keluar. Walaupun tidak ada keluhan, sekitar 6 bulan sekali harus kontrol. Tanpa harus menunggu gigi anak goyang.

"Pada anak yang berusia 6 bulan sampai 2,5 tahun, mereka memiliki 10 gigi susu atas dan 10 gigi bawah. Terkadang ada juga yang sampai 12 atas dan bawah. Pada saat usia 6 tahun ke atas baru tumbuh gigi tetap," jelasnya.

Sementara itu di tempat yang sama, salah satu siswa RA Raden Patah Sidoarjo, Danang kelompok B mengaku senang bisa mengikuti sosialisasi dan pemeriksaan gigi yang dilakukan oleh RSI Siti Hajar Sidoarjo.

SMA Negeri 1 Slawi

"Ketika diperiksa gigi saya tadi gak takut. Saya setiap hari gosok gigi, pagi, sore dan malam," ucapnya singkat. (Moh Kholidun/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Pondok Pesantren, Kajian SMA Negeri 1 Slawi

Minggu, 24 Desember 2017

Semi Final MKK Zona Tiga Jabar Resmi Dimulai

Bandung, SMA Negeri 1 Slawi. Semi Final Musabaqoh Kitab Kuning (MKK) Zona Tiga Jabar di Ponpes Sindangsari Al-Jawami Cileunyi Kabupaten Bandung resmi dimulai. Dibuka langsung Ketua DKN Garda Bangsa, Cucun A Syamsurizal, seluruh peserta perwakilan asal Garut, Kabupaten Bandung, Kota Bandung, Kota Cimahi dan Kabupaten Bandung Barat berlomba menjadi yang terbaik.

Ketua DKN Garda Bangsa, Cucun A Syamsurizal mengatakan MKK ini kali kedua digelar. Dan ada yang menarik ketika MKK tahun lalu untuk juara kategori Ihya Ulumuddin berasal dari Cianjur namun mewakili Ponpes Lirboyo Jawa Timur.

"Maka Jabar punya lima zona sehingga potensi dari Jabar lebih tergali," katanya, Kamis (18/5).

Semi Final MKK Zona Tiga Jabar Resmi Dimulai (Sumber Gambar : Nu Online)
Semi Final MKK Zona Tiga Jabar Resmi Dimulai (Sumber Gambar : Nu Online)

Semi Final MKK Zona Tiga Jabar Resmi Dimulai

Menurut anggota DPR RI dari Fraksi PKB ini, setelah MKK antar pesantren akan digelar juga MKK "Goes To Campoes". Untuk Jabar dimulai dari Unpad dan ITB.

Ketua PCNU Kabupaten Bandung, KH Asep Jamaludin bersama Pimpinan Ponpes Aljawami, KH Imang Abdul Hamid sangat mengapresiasi dan berharap dari Jabar menang.?

SMA Negeri 1 Slawi

"Kitab Kuning sudah banyak dilupakan. Dengan MKK ini bukti PKB sebagai partainya warga NU," kata KH Asep.?

Zona Jabar Tiga meliputi Kota dan Kabupaten Bandung, Kabupaten Garut, Kota Cimahi dan Bandung Barat. (Nurjani/Zunus)

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi

SMA Negeri 1 Slawi Sejarah, Tegal, Pondok Pesantren SMA Negeri 1 Slawi

Senin, 18 Desember 2017

Numart Sidoarjo Berikan Donasi ke Pesantren Al-Amanah Junwangi Krian

Sidoarjo, SMA Negeri 1 Slawi. Numart Sidoarjo memberikan donasi sebesar Rp. 497 ribu rupiah kepada pengurus pondok pesantren Al-Amanah Junwangi, Krian, Sidoarjo yang merupakan binaan KH Nur Cholis, Selasa (31/1). Pemberian donasi tersebut untuk pembangunan rumah pengolahan sampah di lingkungan pesantren Al-Amanah, Junwangi tersebut.

Manager Numart Sidoarjo, Guruh Sugeng Mulyono, mengatakan bahwa, pada saat Musker PCNU Sidoarjo yang pertama digelar di pesantren Al-Amanah, Junwangi Krian pada tanggal 28 Januari lalu, Guruh melihat bahwa di lingkungan pondok masih memerlukan sumbangan untuk pembangunan rumah pengolahan sampah. Saat ini, proses pengolahan sampah dilakukan secara mandiri di lingkungan ponpes modern tersebut.

Numart Sidoarjo Berikan Donasi ke Pesantren Al-Amanah Junwangi Krian (Sumber Gambar : Nu Online)
Numart Sidoarjo Berikan Donasi ke Pesantren Al-Amanah Junwangi Krian (Sumber Gambar : Nu Online)

Numart Sidoarjo Berikan Donasi ke Pesantren Al-Amanah Junwangi Krian

"Semoga dengan donasi ini dapat sedikit membantu ke pihak ponpes. Ke depan Numart mobile berencana mengadakan kegiatan serupa saat kunjungan wali santri setiap hari Ahad ke satu dan ketiga. Di mana donasi nantinya juga akan diserahkan kepada ponpes setempat, karena Numart belanja hemat, barokah untuk ummat," kata Guruh Sugeng.

Lebih lanjut Guruh Sugeng menjelaskan, dalam Musker PCNU Sidoarjo ke satu yang diadakan di ponpes Al-Amanah, Junwangi Krian kemarin ada satu sudut yang cukup menarik. Disebelah masjid tepatnya di bawah rindangnya pohon bambu, Numart mobile membuka gerai toko tenda Numart berjalan (Numart mobile).

SMA Negeri 1 Slawi

"Tidak lupa di toko tenda Numart mobile tersebut di pajang aneka produk UMKM yang telah bergabung ke Numart group antara lain teh UMKM, keripik talaso Ansor, dan lain sebagainya," pungkasnya. (Moh Kholidun/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Pondok Pesantren SMA Negeri 1 Slawi

SMA Negeri 1 Slawi

Jumat, 01 Desember 2017

Membangun Infrastruktur NU di Perkotaan

Masa depan ada di kota. Bagi yang tidak bersiap-siap menghadapi trend baru ini, mereka akan ketinggalan. Kecenderungan ini tergambar dari angka statistik yang dari tahun ke tahun menunjukkan semakin besarnya jumlah orang yang hidup di kota. Wilayah urban menyediakan banyak fasilitas yang tidak ada di desa. Kota menyediakan lapangan pekerjaan di bidang industri dan jasa yang memberi nilai tambah besar. Kota menyediakan situasi yang dinamis untuk berkembang bagi mereka yang menyukai tantangan. Kemudahan informasi melalui internet semakin meneguhkan posisi kota. Berbagai isu dibangun di kota.

Mereka yang mampu bertahan melintasi zaman adalah yang berhasil menyesuaikan diri dengan kondisi baru. Dinosaurus merupakan binatang yang besar dan kuat, tetapi punah karena tidak mampu menyesuaikan diri dengan kondisi baru. Sejarah juga telah membuktikan, sejumlah organisasi besar era prakemerdekaan bubar atau peran yang dimainkannya kini tak sebesar sebagaimana sebelumnya. Ada pula organisasi Islam yang didirikan semasa prakemerdekaan yang tetap eksis, tetapi perannya tetap dalam skala lokal.

Membangun Infrastruktur NU di Perkotaan (Sumber Gambar : Nu Online)
Membangun Infrastruktur NU di Perkotaan (Sumber Gambar : Nu Online)

Membangun Infrastruktur NU di Perkotaan

NU salah satu dari sedikit organisasi yang mampu mengembangkan kapasitas dan perannya dalam skala nasional yang lebih besar sampai sekarang. Basis tradisional NU adalah masyarakat pedesaan. Dengan perubahan zaman, apakah NU telah siap untuk berkiprah di masyarakat perkotaan? Atau apakah masyarakat akan tetap menjalankan amaliyah dan memiliki pandangan agama ala NU, tetapi tidak terikat secara organisatoris dengan NU? Ini menjadi pertanyaan yang harus dikaji secara serius.

SMA Negeri 1 Slawi

Eksistensi NU di wilayah perkotaan bisa dilihat dari persiapannya menyongsong masa depan ini. NU memiliki posisi dominan di Jawa Timur dan Jawa Tengah karena di wilayah tersebut banyak sekali infrastruktur yang mendorong posisi dominan tersebut. Salah satunya adalah keberadaan banyak pesantren. Masyarakat pedesaan yang komunal terus menjaga dan mewariskan tradisi dan nilai NU dari generasi ke generasi. Posisi tersebut menguat  seiring dengan tumbuhnya aktivitas sosial organisasi yang menegaskan keberadaan NU sebagai jamiyah, bukan sekedar jamaah seperti sekolah NU, rumah sakit NU, perguruan tinggi NU, dan lainnya. Apalagi ditambah dengan dukungan politik dari partai yang secara kultural berafiliasi dengan NU.

Untuk menjaga posisi dominan dengan ajaran Islam moderat dan keindonesiaan di perkotaan, NU juga membutuhkan banyak infrastruktur pendukung, tetapi bentuknya berbeda dengan kebutuhan masyarakat rural. Pembahasan tentang infrastruktur pendukung dan kesuksesan sebuah organisasi banyak diulas dalam konteks bisnis. Salah satu contoh adalah Silicon Valley, sebuah daerah di selatan San Fransisco, California, Amerika Serikat, yang menjadi pusat industri teknologi informasi. Sejumlah perusahaan besar yang memiliki kantor pusat di sana adalah Adobe Systems, Apple Computer, Cisco Systems, eBay, Google, Hewlett-Packard, Intel, dan Yahoo!.

Ada banyak hal yang mendukung adanya keunggulan kompetitif dari Lembah Silikon ini seperti adanya perguruan tinggi, pusat penelitian, pusat teknologi, perusahaan penyedia modal bagi usaha pemula (start up) dan tentu saja kebijakan pemerintah. Semuanya jalin-menjalin membentuk sebuah keunggulan yang susah ditiru oleh negara lain. Sangat gampang untuk sekedar membuat area khusus teknologi informasi sebagaimana yang ditiru oleh banyak negara, tetapi tak banyak yang berhasil karena tiadanya faktor pendukung.

SMA Negeri 1 Slawi

Dalam tingkat lokal, industri furniture memiliki keunggulan kompetitif di daerah Jepara karena di daerah tersebut terdapat faktor-faktor pendukung yang tidak dimiliki oleh daerah lain seperti adanya perajin kayu yang kompeten, pasokan bahan baku, kebijakan pemerintah yang mendukung, sudah dikenal pasar, dan lainnya. Semuanya tidak dibangun dalam waktu semalam, tetapi merupakan pilihan-pilihan yang pada masa lalu berlangsung secara alamiah. Dengan berberkembangnya ilmu pengetahuan, maka pilihan-pilihan strategi masa depan tersebut bisa dilakukan saat ini dengan mempertimbangkan banyak hal, seperti kelebihan-kelemahan, hambatan dan tantangan.

NU, jika ingin memiliki basis kuat di perkotaan harus mampu memiliki banyak faktor pendukung yang sifatnya berbeda dengan kebutuhan masyarakat pedesaan. Bila di pedesaan, anak-anak belajar agama di madrasah diniyah sore hari untuk melengkapi pelajaran di sekolah umum, di perkotaan, proses pendidikan nilai-nilai keislaman diajarkan di sekolah Islam dengan sistem sekolah sehari penuh (full day school).

Pola filantropi juga berbeda antara masyarakat pedesaan dan perkotaan, mengingat organisasi sosial sangat mengandalkan donasi dari pihak lain. Di pedesaan, masyarakat mempercayakan zakat, infak, dan sedekahnya  (ZIS) kepada tokoh agama setempat yang memang terpercaya integritasnya. Di perkotaan, pengumpulan ZIS sudah mengandalkan lembaga yang lebih terorganisir, dikelola secara transparan dan akuntabel. Kelompok pengajian khusus, majelis taklim, dan keberadaan jaringan pengusaha menjadi satu kesatuan yang saling mendukung. Bahkan keberadaan partai politik juga menjadi sarana untuk memastikan kepentingan kelompoknya terwakili dalam proses-proses politik di parlemen.

Dalam beberapa aspek tersebut di atas, komunitas NU memiliki keunggulan, tetapi ada beberapa hal yang harus diperkuat. Jika NU tidak mengelola sekolah-sekolah Islam di perkotaan, tetapi dikelola oleh kelompok yang menentang ajaran NU, maka dalam 20-30 tahun, generasi kanak-kanak yang saat ini sedang belajar bisa menjadi orang-orang yang, minimal, tidak bersimpati terhadap NU. Jika NU tidak memiliki lembaga-lembaga filantropi yang kuat, maka NU tidak memiliki sarana pendukung untuk menyapa kaum mustadl’afin atau menjalankan kegiatan-kegiatan keorganisasian. Jika NU tidak memiliki wakil-wakil di parlemen tingkat lokal yang memperjuangkan kepentingan warga NU, maka akan ada kesulitan-kesulitan terkait kebijakan yang menyangkut warga NU.

Hal-hal tersebut merupakan tantangan yang harus disiapkan dalam mengantisipasi masyarakat baru pada 20-30 tahun mendatang. Kebesaran dan kejayaan di masa lalu dan saat ini belum tentu akan terus dapat dipertahankan jika kita tidak mampu merumuskan strategi yang tempat dalam menghadapi masa depan. (Mukafi Niam)



Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Pondok Pesantren SMA Negeri 1 Slawi

Kamis, 23 November 2017

MWCNU Bandar Surabaya Lampung Tengah Miliki Gedung Baru

Lampung Tengah, SMA Negeri 1 Slawi. Majelis Wakil Cabang NU (MWCNU) Bandar Surabaya, Kebupaten Lampung Tengah, Lampung, memiliki gedung baru sebagai kantor dan sarana penunjang operasional kerja organisasi.

Gedung yang terletak di Desa Surabaya Ilir, Kecamatan Bandar Surabaya, ini telah diresmikan dengan disaksikan kurang lebih 600-an warga NU se-Kecamatan Bandar Surabaya, pada akhir pekan lalu.

MWCNU Bandar Surabaya Lampung Tengah Miliki Gedung Baru (Sumber Gambar : Nu Online)
MWCNU Bandar Surabaya Lampung Tengah Miliki Gedung Baru (Sumber Gambar : Nu Online)

MWCNU Bandar Surabaya Lampung Tengah Miliki Gedung Baru

Ketua PCNU Lampung Tengah Kiai A Jailani MS menyambut gembira adanya gedung baru MWCNU Bandar Surabaya. Menurutnya, ini memberi tanda bahwa panji-panji NU dan ruh NU hidup di seluruh pelosok-pelosok desa se-Lampung Tengah, mengingat kabupaten ini adalah yang paling luas di Provinsi Lampung, yaitu sebanyak 28 kecamatan dan Bandar Surabaya adalah kecamatan paling ujung timur Lampung Tengah.

SMA Negeri 1 Slawi

“Harapan saya gedung kebanggaan warga nahdlyyin di kecamatan Bandar Surabaya ini adalah sebagai ruh dan gedung ini dapat dimaksimalkan sebaik-baiknya dan sebanyak mungkin oleh keluarga besar NU, baik Muslimat, GP Ansor, Fatayat NU, IPNU, IPPNU dan lain-lain,” ujarnya saat peresmian, Ahad (11/10).

SMA Negeri 1 Slawi

Di sela-sela peresmian gedung MWCNU Bandar Surabaya juga dilaksanakan pelantikan jajaran pengurus PAC GP Ansor Bandar Surabaya masa khidmat 2015-2018 yang diketuai sahabat Nur Kholis dengan sekretaris, Apriadi.

Joko Utomo, selaku aktivis muda NU Lampung Tengah yang juga mantan Sekretaris PC IPNU Lampung Tengah mengaku bangga sekaligus berharap gedung MWC NU ini dapat dimanfaatkan untuk kegiatan yang positif untuk mensyiarkan dakwah NU, sekaligus sebagai pusat penyebaran Islam yang Rahmatan Lil Alamin bagi lingkungan masyarakat se kecamatan Bandar Surabaya khususnya dan kabupaten Lampung Tengah pada umumnya.

Hadir dalam peresmian gedung MWC NU Bandar Surabaya antara lain; KH. Daroini Ali, S.H.I (Pengasuh Pesantren Sabilun Najah Seputih Raman), jajaran pengurus PCNU Lampung Tengah, jajaran pengurus MWCNU Bandar Surabaya, kiai-kiai pengasuh pesantren, kiai-kiai langgar/musholla, perangkat kecamatan, Polsek, perangkat kampung, Muslimat NU, GP Ansor, Fatayat NU, IPNU, IPPNU, Banser, dan lain-lain. (Akhmad Syarief Kurniawan/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Amalan, Pondok Pesantren SMA Negeri 1 Slawi

Jumat, 03 November 2017

Muslimat NU Bentuk Laskar Antinarkoba Hingga Pelosok Desa

Jombang, SMA Negeri 1 Slawi - Bahaya narkoba menjadi perhatian serius Pimpinan Cabang Muslimat NU Jombang. Perhatian itu diwujudkan dengan membentuk Laskar Perempuan Antinarkoba hingga pelosok desa.

Ketua Pimpinan Cabang Muslimat NU Jombang Hj Mundjidah Wahab mengatakan, bahaya narkoba sudah sangat mengkhawatirkan bagi generasi anak bangsa. Karenanya Muslimat meminta kaum ibu untuk mendampingi dan mengawasi perilaku anak dan masyarakat sekitar.

Muslimat NU Bentuk Laskar Antinarkoba Hingga Pelosok Desa (Sumber Gambar : Nu Online)
Muslimat NU Bentuk Laskar Antinarkoba Hingga Pelosok Desa (Sumber Gambar : Nu Online)

Muslimat NU Bentuk Laskar Antinarkoba Hingga Pelosok Desa

"Kita kaum Muslimat NU yang berada di desa-desa harus bergerak, membentengi anak anak kita dan masyarakat kita," tuturnya saat pengukuhan Laskar Perempuan Antinarkoba di Desa Sentul Tembelang, Ahad (31/7).

Dikatakan Mundjidah yang juga Wakil Bupati Jombang ini, peredaran narkoba sudah sangat mengancam genaerasi bangsa. Tidak hanya di perkotaan, barang haram ini juga menyasar pelajar sebagai generasi penerus bangsa.

SMA Negeri 1 Slawi

"Peredaran narkoba sudah menjadi bencana, butuh aksi dan peran semua pihak untuk memerangi. Termasuk kita kaum ibu yang lebih dekat dengan anak anak," tandasnya.

Masih menurut Mundjidah, Lakar Perempuan Antinarkoba dibentuk PC Muslimat NU Jombang hingga pimpinan ranting yang ada di desa.

SMA Negeri 1 Slawi

"Masing masing Ranting ada sebanyak 5 orang, dan sejak dideklarasikan bulan lalu oleh Ketua PP Muslimat Ibu Khofifah, di Jombang sudah terbentuk di dua kecamatan yakni PAC Muslimat Perak dan PAC Tembelang," bebernya.

Dengan telah dikukuhkannya Laskar Perempuan Antinarkoba ini, lanjut putri pendiri NU KH Wahab Hasbullah ini, perempuan Muslimat NU berperan aktif bekerja sama dengan tiga pilar, Kepala Desa, Babinkabtibmas dan Babinsa memberantas narkoba.

"Muslimat harus aktif baik melalui pengajian, arisan maupun kegiatan lainnya dalam mensosialisasikan, mengawasi dan juga melakukan penyuluhan bahaya narkoba di sekitar kita," pintanya.

Hadir dalam pengukuhan lskar oleh PAC Muslimat NU Tembelang yang dibarengkan dengan pengajian halal bihalal dihadiri Camat Wor Windari, Kapolsek, dan Komandan Koramil serta kepala desa. (Muslim Abdurrahman/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Humor Islam, Pondok Pesantren SMA Negeri 1 Slawi

Kamis, 26 Oktober 2017

Ada Rencana Bentuk Paguyuban Hadrah di Solo

Solo, SMA Negeri 1 Slawi. Gemuruh suara rebana yang ditabuh oleh sekurangnya seribu orang, menghentakkan suasana di serambi Masjid Agung Surakarta, Ahad (18/5). Irama tabuhan rebana tersebut mengiringi bacaan shalawat yang dilantunkan jamaah lainnya.

Ada Rencana Bentuk Paguyuban Hadrah di Solo (Sumber Gambar : Nu Online)
Ada Rencana Bentuk Paguyuban Hadrah di Solo (Sumber Gambar : Nu Online)

Ada Rencana Bentuk Paguyuban Hadrah di Solo

Panitia kegiatan yang bertajuk “Tabligh Akbar Tabuh 1000 Rebana” Seto Setiawan, menerangkan, setidaknya ada ribuan peserta yang mengikuti kegiatan ini. “Ribuan peserta tersebut tergabung dalam 70 grup yang terdaftar, di luar itu mungkin masih lebih banyak lagi jumlahnya," terangnya.

Seto menambahkan, setelah kegiatan ini, rencananya akan dilanjutkan dengan pembentukan paguyuban hadrah se-Soloraya. “Sebetulnya sudah digagas sejak lama, nantinya akan kami beri nama Paguyuban Hadrah Indonesia Raya,” ungkapnya.

SMA Negeri 1 Slawi

Salah satu peserta penabuh rebana, Miftahul Huda, menuturkan ia bersama 12 rekannya dari Majelis Aswaja Siwal Baki menyambut baik ide ini. “Kita menyambut baik gagasan ini. Selain itu, kita juga berharap untuk depan diselenggarakan lagi kegiatan tabuh 100 rebana,” ujarnya.

SMA Negeri 1 Slawi

Dalam kegiatan ini, di akhir acara para jamaah mendengarkan tausiyah dari Pengasuh Majelis Ar-raudhah Solo, Habib Novel bin Muhammad Alaydrus. (Ajie Najmuddin/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Pondok Pesantren SMA Negeri 1 Slawi

Selasa, 26 September 2017

Gus Mus Hingga Cak Nun Bakal Isi Acara Puncak 1 Abad Qudsiyyah

Kudus, SMA Negeri 1 Slawi. Emha Ainun Najib (Cak Nun) bersama grup musik Kiai Kanjeng bakal menyemarakan acara puncak peringatan satu abad Qudsiyyah Kudus di lapangan Qudsiyyah, Jl KHR Asnawi No 32 Damaran Kota Kudus, Jawa Tengah, Rabu (3/8) mendatang. Kehadiran Cak Nun untuk mendaulat sholat Asnawiyah karya KHR Asnawi sebagai Sholawat Kebangsaan.

Gus Mus Hingga Cak Nun Bakal Isi Acara Puncak 1 Abad Qudsiyyah (Sumber Gambar : Nu Online)
Gus Mus Hingga Cak Nun Bakal Isi Acara Puncak 1 Abad Qudsiyyah (Sumber Gambar : Nu Online)

Gus Mus Hingga Cak Nun Bakal Isi Acara Puncak 1 Abad Qudsiyyah

Ketua panitia satu Abad Qudsiyah, H Ihsan menjelasakan panggung Cak Nun dan Kiai Kanjeng dari Yogyakarta ini sebagai salah satu rangkaian dari 22 kegiatan puncak acara satu abad yang akan menjadi daya tarik masyarakat umum.

"Selama ini Shalawat Asnawiyyah hanya dikenal di Kudus saja, kita mau sholawat ini dikenal secara nasional karena sholawat ini berisi doa untuk keamanan Indonesia raya," ujarnya di kantor sekretariat panitia.

Ihsan menambahkan acara puncak satu abad Qudsiyah yang dipusatkan di Lapangan Qudsiyah Kl KHR Asnawi ini akan berlangsung selama 1-7 Agustus 2016. Pihaknya telah menyiapkan 22 kegiatan diantaranya, Santri Mandiri dan UMKM Expo, pameran ? Kitab Ulama Nusantara, Konser Budaya Santri, peluncuran album baru Rebana Qudsiyyah "Al-Mubarok", Bahtsul Masail se-Jawa Madura, Lomba mewarnai gambar Menara, Cak Nun dan Kiai Kanjeng, laga santri dan pelajar se-Jateng serta ditutup dengan Gema Qudsiyyah bersama KH Ahmad Mustofa Bisri (Gus Mus).

SMA Negeri 1 Slawi

Kegiatan Santri Mandiri dan UMKM Expo bakal digelar selama satu pekan untuk mewadahi dan memasarkan produk-produk alumni Qudsiyyah dan masyarakat umum. Sebanyak 30 stan disiapkan panitia untuk mendukung seluruh rangkain acara satu abad. "Bagi UMKM yang ingin memperluas pasar silahkan segera mendaftar," kata Ihsan yang juga menjadi Ketua FKUB Kudus.

Selain ? Expo, ia juga menyiapkan galeri pameran kesenian dan pameran kitab-kitab karya ulama Nusantara. "Ada begitu banyak kitab-kitab karya Ulama Nusantara, termasuk karya pendiri Qudsiyyah KHR Asnawi yang akan kita pamerkan," kata dia. Pameran ini akan digelar selama tiga hari, yakni pada Senin-Rabu, 1-3 Agustus 2016 yang bertempat di Aula MA Qudsiyyah Kudus.

Agenda lain yang cukup banyak ditunggu-tunggu adalah peluncuran album baru "Al-Mubarok". grup Rebana Qudsiyyah ini bakal meluncurkan album kesebelasnya. Total ada 100 yang sudah diproduksi selama ini. ? "Sebanyak 15 lagu baru bakal ada dalam DVD terbaru Al-Mubarok. Lagu ini melengkapi total 100 lagu Al-Mubarok. Ini sebagai kado ulang tahun Qudsiyyah ke-100," papar Ihsan.

Kegiatan selama satu pekan ini akan ditutup dengan pengajian yang bertajuk "Gema Qudsiyyah" bersama KH Mustofa Bisri, Sabtu (6/8) mendatang. "Kita berharap dalam momentum 100 tahun ini, Qudsiyyah semakin maju dan semakin berkah," pungkasnya. (Qomarul Adib/Fathoni)

SMA Negeri 1 Slawi

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi AlaNu, Pondok Pesantren SMA Negeri 1 Slawi

Rabu, 16 Agustus 2017

GP Ansor-Pemuda Katolik Pringsewu Inisiasi Forum Lintas Agama

Pringsewu, SMA Negeri 1 Slawi - Pimpinan Cabang (PC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kabupaten Pringsewu dan Komisariat Cabang (Komcab) Pemuda Katolik Kabupaten Pringsewu menggelar acara Silaturahmi Kebangsaan di aula gedung PCNU Pringsewu, Lampung, Sabtu (15/04).

Acara tersebut dihadiri Kasat Intel Polres Tanggamus IPTU Andy Yunara, Ketua PC GP Ansor Pringsewu M. Sofyan, Ketua Komcab Pemuda Katolik Pringsewu R. Didi Budiawan C, Kasatkorcab Banser Pringsewu Sunarman, dan para kader dari kedua organisasi kepemudaan tersebut.

GP Ansor-Pemuda Katolik Pringsewu Inisiasi Forum Lintas Agama (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor-Pemuda Katolik Pringsewu Inisiasi Forum Lintas Agama (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor-Pemuda Katolik Pringsewu Inisiasi Forum Lintas Agama

Dalam sambutannya, Ketua Komcab Pemuda Katolik menyampaikan rasa bangga dan senang atas respon yang diberikan oleh GP Ansor dengan mengizinkan organisasinya menjalin tali silaturahim dalam rangka saling bertukar pengalaman di bidang keorganisasian dan sosial kemasyarakatan.

Didi Budiawan juga menyampaikan bahwa tujuan diadakannya silaturahmi tersebut adalah untuk saling mengenal dan membahas beberapa kesamaan misi organisasi antara Pemuda Katolik dan GP Ansor. Selain itu, dirinya dan organisasinya juga berkomitmen serta konsisten dalam menjaga kerukunan dan toleransi beragama bersama GP Ansor.

SMA Negeri 1 Slawi

Hal senada juga disampaikan oleh M. Sofyan, dalam sambutannya Sofyan juga sangat senang bisa bersilaturahmi dengan Pemuda Katolik. Menurutnya, meski berbeda agama namun tetap bersama-sama untuk terus menjaga kerukunan dan toleransi beragama. Yang tidak kalah pentingnya adalah antara GP Ansor dan Pemuda Katolik sepakat bahwa NKRI adalah harga mati.

SMA Negeri 1 Slawi

Dirinya juga menginisiasi agar di Kabupaten Pringsewu ini dibentuk Forum Pemuda Lintas Agama. Dalam wadah ini, seluruh organisasi kepemudaan dari berbagai agama yang ada bersatu padu untuk membangun sinergi menjaga toleransi beragama dan menjaga empat pilar kebangsaan yaitu Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika, NKRI, dan UUD 1945.

Sementara itu, Kasat Intel Polres Tanggamus sangat mengapresiasi terselenggaranya acara tersebut. Menurutnya, pemuda adalah aset bangsa yang harus dijaga dan dimonitor dengan baik agar pemuda benar-benar terarah pada hal-hal yang positif sehingga mereka dapat berkontribusi terhadap masyarakat, bangsa dan negara sesuai dengan potensi yang dimiliki masing-masing.

IPTU Andy juga menegaskan bahwa pihaknya sangat mendukung dan meminta kegiatan seperti ini terus dilanjutkan, tidak hanya antara GP Ansor dan Pemuda Katolik saja tetapi seluruh elemen organisasi kepemudaan dari berbagai agama juga dilibatkan.

Dari hasil kegiatan tersebut, disepakati beberapa poin kesamaan misi di antaranya adalah mereka sepakat untuk tetap menjalin tali silaturahim dan menjaga toleransi beragama, sepakat bahwa NKRI adalah harga mati yang harus dijaga dari rongrongan kelompok radikal yang mencoba untuk memecah belah persatuan dan kesatuan. Mereka juga sepakat untuk membentuk Forum Pemuda Lintas Agama yang akan disusun bersama pihak kepolisian dan organisasi kepemudaan lainnya.

Acara Silaturahmi tersebut ditutup dengan pemberian kenang-kenangan dari GP Ansor kepada Pemuda Katolik dan foto bersama sebagai simbol kebersamaan dalam keberagaman serta bersatu padu dalam membangun negeri. (Henudin/Mahbib)



Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Olahraga, Pondok Pesantren SMA Negeri 1 Slawi

Senin, 24 Juli 2017

GP Ansor Kutuk Serangan Bom di Gereja Oikumene Samarinda

Jakarta, SMA Negeri 1 Slawi. Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Ansor (PP GP Ansor) mengutuk keras aksi peledakan bom di Gereja Oikumene Samarinda, Kalimantan Timur pada tanggal 13 November 2016 lalu.?

"Peristiwa Bom Gereja Oikumene ini menunjukkan dangkalnya pemahaman keagamaan sebagian kecil masyarakat kita," ujar Ketua Umum PP GP Ansor, H Yaqut Cholil Qoumas.?

GP Ansor Kutuk Serangan Bom di Gereja Oikumene Samarinda (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor Kutuk Serangan Bom di Gereja Oikumene Samarinda (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor Kutuk Serangan Bom di Gereja Oikumene Samarinda

Bagi GP Ansor, kejadian ini kembali menodai kedamaian dan kerukunan beragama yang telah lama berlangsung di Indonesia. GP Ansor mengutuk tindak kekerasan yang mengakibatkan meninggalnya 1 orang korban anak-anak.?

"Ajaran Islam tidak membenarkan pengrusakan tempat ibadah, apalagi menghilangkan nyawa anak-anak yang tak berdosa," tegas Gus Yaqut.?

Atas kejadian Bom Gereja ini, GP Ansor turut berbelasungkawa sedalam-dalamnya atas meninggalnya korban bernama Intan Olivia Marbun, 4 tahun serta anak-anak lain yang menjadi korban dengan kondisi kritis dan mengenaskan.

SMA Negeri 1 Slawi

"Kami meminta pihak kepolisian mengusut tuntas pelaku peledakan Bom Gereja Oikumene ini, termasuk jaringannya. Karena kami yakin mereka memiliki keterkaitan dengan kelompok teroris yang selama ini mengacaukan stabilitas keamanan di negeri ini," pungkas Yaqut. (Red: Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Pondok Pesantren, Sholawat SMA Negeri 1 Slawi

SMA Negeri 1 Slawi

Jumat, 16 Juni 2017

Presiden Iran Hargai Pernyataan Maaf Paus

Caracas, SMA Negeri 1 Slawi. Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad, Senin (18/9) mengungkapkan rasa hormatnya atas pernyataan maaf Paus Benediktus XVI soal Islam dan penyebaran ajaran Nabi Muhammad sebagai "kejahatan dan tidak manusiawi" yang menuai protes dari umat Islam di seluruh dunia.

"Kami menghargai Paus dan seluruh pihak yang cinta pada perdamaian dan keadilan," ungkap Ahmadinejad. "Saya memahami bahwa dia (Paus Benediktus XVI) telah meralat pernyataannya yang dia buat."

Presiden Iran Hargai Pernyataan Maaf Paus (Sumber Gambar : Nu Online)
Presiden Iran Hargai Pernyataan Maaf Paus (Sumber Gambar : Nu Online)

Presiden Iran Hargai Pernyataan Maaf Paus

Seperti diberitakan, Paus dalam kuliah umum di Aula Magna, Universitas Regensburg, Jerman, Selasa lalu, mengutip pernyataan Kaisar Bizantium (kini Turki) Manuel II Paleologus mengenai makna jihad dalam Islam dan penyebaran Islam dengan pedang. Sehubungan dengan itu, Paus "dengan setulusnya menyesali" bahwa pernyataannya tersebut telah melukai umat Islam, di mana kalimat itu sama sekali tidak berhubungan dengan maksud Paus.

Dalam kunjungannya selama dua hari ke Venezuela, Ahmadinejad juga mengatakan adanya kontradiksi antara nilai-nilai (ajaran) Kristen negara-negara Barat dengan perang yang selama ini mereka lancarkan.

"Seluruh pertempuran abad ke-20 (terjadi) disebabkan oleh (ulah) sejumlah negara Eropa dan Amerika Serikat (AS)," kata Ahmadinejad seperti dilansir sumber AP dan AFP.

SMA Negeri 1 Slawi

Dia juga mengingatkan bahwa "Isa sebagaimana nabi-nabi yang lain adalah figur yang cinta perdamaian dan keadilan bagi kemanusiaan." (dar)

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Nusantara, Olahraga, Pondok Pesantren SMA Negeri 1 Slawi

SMA Negeri 1 Slawi

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs SMA Negeri 1 Slawi sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik SMA Negeri 1 Slawi. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan SMA Negeri 1 Slawi dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock