Tampilkan postingan dengan label Budaya. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Budaya. Tampilkan semua postingan

Minggu, 04 Maret 2018

Pembangunan Tenda Muktamar NU Dimulai

Jombang, SMA Negeri 1 Slawi. Pelaksanaan Muktamar NU ke-33 di Jombang tinggal menghitung hari. Tidak sampai tiga pekan lagi, forum tertinggi di NU ini digelar. Berbagai persiapan sudah dilakukan. Termasuk konsolidasi panitia dan persiapan lokasi acara.

Demikian terlihat di alun-alun Jombang sejak Rabu (8/7). Berbagai alat berat untuk mendirikan tenda besar sudah didatangkan. Alat-alat itu diangkut dengan menggunakan beberapa truk besar.

Pembangunan Tenda Muktamar NU Dimulai (Sumber Gambar : Nu Online)
Pembangunan Tenda Muktamar NU Dimulai (Sumber Gambar : Nu Online)

Pembangunan Tenda Muktamar NU Dimulai

"Truk-truk itu sempat parkir di alun-alun Jombang," kata Mukani, guru SMAN 1 Jombang yang berlokasi di utara alun-alun Jombang.

SMA Negeri 1 Slawi

Mulai Rabu (8/7) pagi, pendirian tenda besar berwarna putih dimulai oleh puluhan pekerja. Letaknya di sisi selatan alun-alun. Sedangkan di sisi timur dan utara, dimulai pada Kamis (9/7) hari ini.?

Menurut rencana, tenda-tenda itu akan digunakan sebagai lokasi pembukaan dan penutupan acara Muktamar NU ke-33. Sedangkan sidang komisi digelar di empat pondok pesantren, Tebuireng, Tambakberas, Denanyar, dan Peterongan.

SMA Negeri 1 Slawi

Sebagai sekolah yang berdekatan dengan lokasi Muktamar NU, SMAN 1 Jombang juga siap menyukseskan Muktamar kali ini. Baliho besar sudah dipasang di timur pintu gerbang sejak sepekan lalu. Baliho besar itu bertuliskan “Keluarga Besar SMAN 1 Jombang siap menyuksukseskan Muktamar NU Ke-33 di Jombang.”

Menurut rencana, SMAN 1 Jombang juga ditempati peserta muktamar. "Puluhan kran air sudah disediakan di tempat parkir sebelah barat. Renovasi mushalla juga dipercepat agar sudah bisa digunakan saat Muktamar nanti," ujar Mukani.

Demi kenyamanan peserta dalam beribadah di mushalla, arah kiblat pun sudah diukur ulang. "Selasa (7/7) kemarin kita mengundang Ketua Lajnah Falakiyah MWCNU Diwek ustadz Abdul Majid untuk mengukur ulang arah kiblat mushalla di sekolah ini," pungkasnya. (Abu Jauhar/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Anti Hoax, Budaya, Lomba SMA Negeri 1 Slawi

Senin, 12 Februari 2018

Safari Ramadhan, PWNU DKI Kunjungi MWCNU Se-Jakarta Selatan

Jakarta, SMA Negeri 1 Slawi - Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) DKI Jakarta memanfaatkan momentum Ramadhan sebagai ajang konsolidasi dengan kepengurusan NU di bawahnya. Pengurus Harian NU DKI Jakarta menemui pengurus Majelis Wakil Cabang NU se-Jakarta Selatan di Kantor Sekretariat PCNU Jakarta Selatan di Jalan H Zainudin, Radio Dalam, Gandaria Utara, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Sabtu (11/6) malam.

Kunjungan silaturahmi dan konsolidasi ini diawali dengan khataman Al-Quran dan sembahyang tarawih berjamaah. Forum ini diisi dengan tanya jawab terkait ke-NU-an dan permasalahan ibu kota Jakarta antara pengurus MWCNU dan PWNU DKI Jakarta.

Safari Ramadhan, PWNU DKI Kunjungi MWCNU Se-Jakarta Selatan (Sumber Gambar : Nu Online)
Safari Ramadhan, PWNU DKI Kunjungi MWCNU Se-Jakarta Selatan (Sumber Gambar : Nu Online)

Safari Ramadhan, PWNU DKI Kunjungi MWCNU Se-Jakarta Selatan

“Semoga pertemuan silaturahmi ini menguatkan nahdliyin di Ibu Kota Jakarta,” kata Ketua Panitia Safari Ramadhan Ustadz H Munahar Mukhtar mengawali sambutannya.

SMA Negeri 1 Slawi

Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Jakarta Selatan KH Abdurrazak Alwi mengapresiasi gerakan tangkas pengurus harian NU DKI Jakarta. Menurutnya, tidak lama setelah konferensi wilayah NU pengurus baru harian NU DKI Jakarta segera melangsungkan pelantikan untuk kemudian terus menyapa cabang dan majelis wakil cabang NU di Jakarta.

“Insya Allah Jakarta adem kalau pengurus NU dan nahdliyin bergerak menjalankan amanah organisasi dan menghidupkan tradisi Aswaja NU. Semoga gerakan NU Jakarta ini menjadi etalase kepengurusan NU se-Indonesia,” kata Kiai Abdurrazak.

SMA Negeri 1 Slawi

Sebelum menyapa pengurus MWCNU se-Jakarta Selatan, H Saefullah mendata kehadiran pengurus satu per satu MWCNU. Menurutnya, Jakarta ini penuh dengan masalah.

Pengurus NU di Jakarta, menurutnya, harus kerja keras untuk membenahi Jakarta dan nahdliyin. Kiprah NU dalam pergerakan dan mengisi kemerdekaan Indonesia tidak perlu diragukan. Kini kita mesti meningkatkan pengabdian kita untuk khususnya Jakarta menjadi lebih baik.

“Kalau Pemda DKI Jakarta punya APBD, NU ini seperti kata Ketua PBNU KH Imam Aziz tidak memiliki APBN dan APBD. Tetapi berkah perjuangan para ulama kita, NU harus terus bergerak dari mana rezekinya,” kata H Saefullah disambut gelak tawa hadirin.

Menurutnya, NU sudah terbukti menerima Pancasila dan UUD 1945. Hal ini terbukti dari komitmen NU terhadap Pancasila dan UUD 1945 sebagai landasan ideal dan konstitusional di Indonesia. NU dalam acara formalnya selalu membawakan lagu Indonesia Raya.

Sebelum ditutup dengan doa khatmil Quran oleh KH Muhyiddin Ishaq, Ketua PWNU DKI Jakarta Dr H Saefullah menyerahkan secara simbolis wakaf Al-Quran pribadinya kepada Ketua PCNU Jakarta Selatan KH Abdurrazak Alwi. Sebelum bubar, para hadirin membaca doa kaffaratul majlis yang dipimpin Rais Syuriyah NU Jakarta Selatan KH Lukman Hakim. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Budaya, PonPes, Tokoh SMA Negeri 1 Slawi

Sabtu, 03 Februari 2018

PMII Bandung: Kekuatan Ekonomi Asia-Afrika Harus Saling Menopang

Bandung, SMA Negeri 1 Slawi. Ketua PC PMII Kota Bandung, Ahmad Riyadi mengatakan, hasil KAA memang bisa dilihat, tetapi harapan yang ideal dari KAA kali ini adalah negara Asia Afrika harus memiliki kekuatan ekonomi politik untuk menentang dominasi imperialisme Amerika.?

PMII Bandung: Kekuatan Ekonomi Asia-Afrika Harus Saling Menopang (Sumber Gambar : Nu Online)
PMII Bandung: Kekuatan Ekonomi Asia-Afrika Harus Saling Menopang (Sumber Gambar : Nu Online)

PMII Bandung: Kekuatan Ekonomi Asia-Afrika Harus Saling Menopang

“Harus adanya kekuatan ekonomi Asia Afrika yang saling menopang dan mengembangkan negara-negara berkembang, jangan sampai peserta negara KAA sendiri yang melakukan penghisapan dan eksploitasi terhadap negara berkembang lainnya. Maka, Indonesia sebagai tuan rumah harus lantang bicara soal koorporasi di Indonesia,” tegasnya saat dimintai konfirmasi oleh SMA Negeri 1 Slawi, Kamis (23/4) di Bandung.?

Selain itu, mahasiswa Pascasarjana Universitas Langlangbuana Bandung ini menilai, KAA harus memiliki suara lebih lantang untuk bicara persoal konflik di Timur Tengah yang sudah melanggar hukum kemanusiaan.

SMA Negeri 1 Slawi

Dia menginginkan, negara-negara peserta KAA harus saling menjaga dan menghargai kedaulatan negara, sehingga dalam konteks kerjasama ekonomi luar negeri harus berangkat dari hukum kemanusiaan bukan logika hukum dagang semata.

Selain itu, Riyadi menyampaikan, bahwa Konferensi Asia Afrika (KAA) jangan hanya ditinjau dari indahnya seremonial belaka dan maksimalnya persiapan, tetapi yang paling penting adalah muatan materi dan gerakan kemanusiaan yang nyata bagi kepentingan nasional dan global.

SMA Negeri 1 Slawi

“Kalau dinilai dari keindahan, maka saya katakan, Kota Bandung juga bisa disulap menjadi (bergaya) Eropa dalam sekejap,” jelasnya?

Riyadi meminta kepada Wali kota Bandung supaya jangan pernah berparadigma bahwa dengan bagusnya tata kota Bandung untuk menarik investor asing menanam modal di kota Bandung. Tetapi bagaimana menciptakan pasar ekonomi untuk mempromosikan kreatifitas masyarakat kota Bandung ke dunia Internasional.?

Pihaknya juga memandang peringatan ke-60 tahun KAA pada ini berlangsung terbuka, dan dalam seremonialnya terpublikasikan dengan baik.?

“Tapi pertemuan tertutup di Jakarta belum diberitakan untuk melahirkan (keputusan) apa. Mungkinkah ada kesepakatan yang sama seperti Dasa Sila Bandung dan semangat kebersamaan dan kemanusiaannya sama?” tandas Riyadi. (Zidni Nafi’/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Budaya, Quote SMA Negeri 1 Slawi

Minggu, 28 Januari 2018

GP Ansor Jabar: Kemiskinan Sudah Nyata, Harus Diperangi!

Subang, SMA Negeri 1 Slawi

Ketua Pimpinan Wilayah (PW) Gerakan Pemuda Ansor Jawa Barat Deni Ahmad Haidar mengatakan, sudah saatnya kader GP Ansor bangkit dari segala keterpurukan.

GP Ansor Jabar: Kemiskinan Sudah Nyata, Harus Diperangi! (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor Jabar: Kemiskinan Sudah Nyata, Harus Diperangi! (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor Jabar: Kemiskinan Sudah Nyata, Harus Diperangi!

"Ketika hari ini orang lain menilai bahwa kemiskinan itu sebuah isu, saya tegaskan bahwa kemiskinan itu sudah nyata," ujar Deni saat memberikan sambutan dalam acara Pelantikan Pengurus Pimpinan Cabang GP Ansor Subang di Pondok Pesantren Al-Istiqamah, Kebondanas, Pusakajaya, Subang, Selasa (29/11).

Dikatakan, sebagai organisasi kaderisasi, GP Ansor harusnya tampil untuk memberikan pembinaan dan pemberdayaan bagi para anggotanya.

SMA Negeri 1 Slawi

"Salah satunya dengan penguatan kapasitas dan revitalisasi pemberdayaan kader. Jika itu dijalankan, niscaya GP Ansor menjelma sebagai organisasi yang besar," katanya.

Dengan penguatan kapasitas tersebut, lanjut Deni, hendaknya bisa memanfaatkan potensi dan peluang yang ada sehingga kader Ansor tidak kesulitan lagi dalam mengembangkan kreativitasnya itu.

SMA Negeri 1 Slawi

"Terlebih, kader-kader Ansor sebetulnya memiliki skill individu yang bisa dikembangkan menjadi sebuah hasil karya yang baik. Tentu didorong dengan semangat yang tinggi," pungkasnya. (Ade Mahmudin/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Budaya SMA Negeri 1 Slawi

Rabu, 17 Januari 2018

Halaqah Ulama ASEAN Kembali Digelar Kementerian Agama

Jakarta, SMA Negeri 1 Slawi. Kementerian Agama kembali menggelar Halaqah (Sarasehan) Ulama ASEAN. Pelaksanaan halaqah tahun ini merupakan yang ketujuh sejak tahun 2010 yang diinisiasi Puslitbang Pendidikan Agama dan Keagamaan (Penda) Badan Litbang dan Diklat Kemenag RI.

Halaqah Ulama ASEAN Kembali Digelar Kementerian Agama (Sumber Gambar : Nu Online)
Halaqah Ulama ASEAN Kembali Digelar Kementerian Agama (Sumber Gambar : Nu Online)

Halaqah Ulama ASEAN Kembali Digelar Kementerian Agama

Hal tersebut disampaikan Kepala Badan Litbang dan Diklat Kemenag Abdurrahman Mas’ud dalam jumpa pers di Gedung Kemenag Jl MH Thamrin Jakarta, Jumat (13/10). Acara yang dijadwalkan selama tiga hari, Selasa-Kamis, 17-19 Oktober 2017 ini akan dihelat di Hotel Sari Pan Pasific Jakarta.

“Halaqah ini merupakan tindaklanjut dari halaqah tahun 2016  yang saat itu mengetengahkan tema Mengembangkan Islam Moderat Melalui Jaringan Pesantren ASEAN,” ujar Mas’ud didampingi Kepala Puslitbang Penda Amsal Bachtiar, Ketua Panitia OC Nyai Hj Faiqoh Mansyur.

Mas’ud menambahkan, Halaqah Ulama ASEAN Tahun 2017 ini akan diarahkan kepada tiga isu utama. Pertama, pengembangan Islam moderat (wasathiyah) melalui jaringan pendidikan Islam ASEAN. Kedua, penguatan daya saing lembaga pendidikan Islam di ASEAN. Ketiga, membuat model lembaga pendidikan Islam yang kompetitif, mampu merespon tantangan dalam menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA).

SMA Negeri 1 Slawi

Menurut pria kelahiran Kudus ini, halaqah tahun 2017 lebih istimewa lantaran didahului oleh penelitian tentang pesantren dan lembaga pendidikan yang memiliki kemandirian di bidang ekonomi, baik di Indonesia maupun di negara-negara ASEAN. Dari halaqah ini diharapkan lahirk program kerja yang berkelanjutan (networking).

“Hasil riset menyebut bahwa beberapa pesantren di Indonesia ternyata mampu mandiri dalam membiayai ekonomi dan mendorong jiwa wiraswasta kepada para santrinya. Di negara ASEAN lainnya, lembaga pendidikan Islam berjalan lewat usaha sendiri, terutama di negara-negara minoritas muslim, seperti Kamboja dan Philipina,” ungkapnya.

Dikatakan Mas’ud, tahun ini tema yang diangkat adalah Memperkuat Daya Saing Lembaga Pendidikan Islam ASEAN. Menurutnya, pertimbangan tema ini penting dan perlu diangkat karena peran sentral pendidikan.

“Pendidikan itu segala-galanya, (proses dan hasil) pendidikan itu lambat, tapi ia adalah kekuatan yang dasyat,” tegasnya.

SMA Negeri 1 Slawi

Menurut Mas’ud, halaqah akan diikuti oleh 12 negara, 10 negara ASEAN dan dua dari Tiongkok dan Timor Leste. “Kita bisa belajar masing-masing negara itu, karena tidak mungkin kita berdiri sendiri maka butuh pengalaman dari pembicara dari negara lainnya,” tandasnya.

Sejumlah pembicara akan hadir, antara lain Yunahar Ilyas (Wakil Ketua Umum MUI), Nurhayati Subakat (CEO PT Paragon Technology Innovation), Esmael Ebrahim (Direktur PCID Philipina). Ketiga narasumber tersebut akan berbicara tentang Daya Saing Ekonomi & Lembaga Pendidikan Islam di ASEAN.

Ronald Lukens Bull (University of North Florida, USA), Abdurrahman Mas’ud (Kepala Balitbang Diklat Kemenag RI), dan Dato’ Siddiq Fadzil (Presiden Kolej Dar Hikmah dan Pengurus Institut Darul Ehsan Selangor Malaysia) akan berbicara tentang Pendidikan Islam ASEAN dan Daya Saing Sumber Daya Manusia.

Sementara topik Lembaga Pendidikan Islam di ASEAN: Wacana Moderatisme dan Usaha Mengembangkan Pendidikan Berdaya Saing akan disampaikan Guru Besar UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Azyumardi Azra, Dosen NUS Singapura Khaerudin al-Juned, dan Anggota Komisi VIII DPR RI KH Maman Imanul Haq. (Musthofa Asrori/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Habib, Budaya SMA Negeri 1 Slawi

Selasa, 09 Januari 2018

PBNU Keberatan Monopoli Sertifikasi Halal UU JPH

Jakarta, SMA Negeri 1 Slawi. Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menyatakan keberatan atas Undang-Undang Jaminan Produk Halal (JPH) yang telah disetujui dalam Rapat Paripurna DPR, Kamis (25/9). UU JPH membuka pintu monopoli sertifikasi halal oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI).

PBNU Keberatan Monopoli Sertifikasi Halal UU JPH (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU Keberatan Monopoli Sertifikasi Halal UU JPH (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU Keberatan Monopoli Sertifikasi Halal UU JPH

Wakil Sekretaris Jenderal PBNU H Adnan Anwar menyayangkan monopoli jaminan halal oleh MUI pada UU JPH. Pasalnya jumlah warga sangat banyak untuk ditangani dengan keterbatasan jumlah SDM pada institusi MUI.

Semangat monopoli ini menutup peran keumatan ormas-ormas keislaman seperti NU, Muhammadiyah dan lainnya. “Jumlah kader NU yang memiliki kemampuan fikih dan ushul fikih sangat banyak. Mereka sangat terlatih memecahkan persoalan keumatan melalui diskusi, musyawarah, dan terutama bahtsul masail.”

SMA Negeri 1 Slawi

Keputusan mereka menjadi valid dengan dukungan dan pertimbangan dari para peneliti dan saintis di kalangan pemuda NU. Mereka cukup berkompeten untuk meneliti kandungan-kandungan produk di makanan, perlengkapan kosmetik, dan lainnya.

Di samping itu basis massa NU di tengah masyarakat sangat jelas. Dari situ pelayanan yang berkenaan dengan jaminan kehalalan produk menjadi lebih optimal.

SMA Negeri 1 Slawi

Kalau JPH dimonopoli MUI, kepentingan warga yang banyak itu akan terbengkalai, pungkas H Adnan di Jakarta, Jumat (25/9). (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Bahtsul Masail, Budaya, Ubudiyah SMA Negeri 1 Slawi

Kamis, 21 Desember 2017

Sosok Ulama yang Komplit

Nama Pondok Pesantren Zainul Hasan, di Desa Karangbong, Kecamatan Pajarakan, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, cukup populer. Pesantren yang juga dikenal dengan nama Pesantren Genggong ini, sering dikait-kaitkan dengan penggalan sejarah perjalanan NU.

Maklum, pesantren yang didirikan oleh Kiai Zainul Abidin ini kerap menjadi tuan rumah berbagai hajatan NU tingkat regional maupun nasional. Semua itu tak lepas dari kiprah dan kharisma Kiai Hasan Saifourridzal yang menjadi sabab musabab bendera Genggong terkerek tinggi-tinggi.

Sosok Ulama yang Komplit (Sumber Gambar : Nu Online)
Sosok Ulama yang Komplit (Sumber Gambar : Nu Online)

Sosok Ulama yang Komplit

Kiai Hasan –sapaan akrabnya— lahir ketika bangsa Indonesia merajut kekuatan para pemuda dalam bingkai “Sumpah Pemuda”, yaitu tanggal 28 Oktober 1928, dari pasangan Kiai Muhammad Hasan dan Nyai Hj. Siti Aminah. Adalah Desa Karangbong, Kec. Pajarakan, Kab. Probolinggo yang menjadi tempat kelahiran pria yang bernama kecil Ahsan itu. Ayahnya, Kiai Muhammad Hasan adalah seorang ulama besar dan salah satu pendiri pesantren Zainul Hasan.?

Masa kecil Non Ahsan –panggilannya sewaktu kecil-- ? tidak hidup di lingkungan pesantren karena tinggal bersama ibunya di kota Probolinggo, lalu pindah ke Bondowoso. Ini terjadi karena biduk rumah tangga orang tuanya pecah, firoq. Kendati hidup dalam kondisi ekonomi yang pas-pasan, namun Non Ahsan tetap tegar. Untuk membantu mencukupi kebutuhan hidup ibunya, ia rela berjualan makanan ringan di terminal dan kadang di stadion saat ada event keramaian. ?

SMA Negeri 1 Slawi

SMA Negeri 1 Slawi

Menjelang umur 16 tahun, Non Ahsan diminta pulang, tinggal bersama ayahnya di Genggong. Di situlah ia diajari kitab kuning. Tidak hanya di situ, Non Ahsan juga dimondokkan ke beberapa pesantren di Madura, Paterongan, Tebuireng (asuhan KH. Hasyim Asy’ari) dan Lirboyo, Kediri.?

Waktu terus berputar, masapun berlalu. Ketika usianya semakin matang, Non Ahsan menyunting seorang gadis asal Desa Sukodadi, Kec. Paiton, Probolinggo. Namanya Himami Hafsyawati. Sejak saat itu, ia diberi amanah oleh ayahnya untuk mengurus pesantren. Nama Kiai Hasan tercatat sebagai generasi ketiga yang memimpin pesantren Zainul Hasan.

Mengasuh pesantren dan menjadi muballigh, itulah dua tugas ? yang selalu melekat dalam perjalanan hidup Kiai Hasan. Karena kehebatannya berorasi, Kiai Hasan dijuluki singa podium. Dengan gayanya yang khas, Kiai Hasan mampu membuat auiden hanyut dalam pidatonya. Popularitasnya sebagi da’i yang handal juga sampai ke manca negara. Diantaranya beliau pernah diundang ke Malaysia, Singapura, Brunai, Tahiland dan Iraq.

Di sisi lain, sejarah mencatat, pesantren Zainul Hasan tidak hanya menjadi pusat pendidikan agama tapi juga menjadi bagian dari penggemblengan para pejuang. Bahkan Kiai Hasan sendiri terjun langsung di garda terdepan untuk mengusir penjajah. Ketika perang berkecemuk di Tulangan, Sidoarjo, Kiai Hasan bersama 20 pasukannya yang tergabung dalam Ansorudinillah, ikut bergabung dalam bentrok fisik versus serdadu Belanda itu. Alhamdulillah beliau selamat.

Kiai Hasan juga dikenal sebagai tokoh NU. Beliau pernah dua periode menjabat Rais Syuriah PCNU Kabupaten Probolinggo. Kendati secara politik, Kiai Hasan waktu itu “dekat” dengan kekuasaan, namun beliau menolak mentah-mentah ajakan Bupati Probolinggo, Suprapto untuk mengamini praktek vasektomi. “Terus terang kalau masalah politik, saya ikut bupati. Tapi kalau masalah hukum, saya ikut NU. Karena NU mengharamkan vasektomi, maka sampai sekarang saya tetap mengatakan haram,” ujar Kiai Hasan di hadapan Bupati Suprapto dan para hadirin saat itu.

NU adalah segalanya bagi Kiai Hasan. Ketika NU menjadi partai politik, beliau tampil sebagai jurkam andalan. Tapi saat NU kembali menjadi ormas, Kiai Hasan juga cabut dari aktifitas politik. Belakangan Kiai Hasan memilih jalan berbeda. Beliau bergabung dengan Golkar. Sebuah pilihan yang sebenarnya terasa pahit, namun karena beliau ingin menghindari kian tajamnya tekanan penguasa terhadap wara nahdliyyin, maka itupun menjadi solusi. Seperti diketahui, ? selama sekian tahun Golkar begitu dominan dan menjadi raja diraja di jagat politik nusantara. Jangankan melawan penguasa, bersuara kritis saja, harus siap-siap diculik, atau dijebak masuk penjara.

Kenyataannya, banyak ulama NU yang ditahan lantaran berseberangan dengan penguasa. Contohnya KH. Badri Masduki (pengasuh pesantren Badrid Duja, Kraksaan), yang sempat ditangkap aparat keamanan di Jember karena dianggap menentang penerapan azas tunggal. Atas campur tangan Kiai Hasan, beliau bebas. Kiai Marfu’ (anggota DPRD Probolinggo dari PPP) yang mau dibabat habis karir politiknya (dengan alasan tidak lulus litsus), namun Kiai Hasan bisa membantunya.

Dengan perannya itu, Kiai Hasan benar-benar tampil sebagai sosok ulama yang komplit. Ya, sebagai pendidik, orator ulung, pejuang dan politikus. ? Semua itu bermuara kepada satu tujuan; menggapai ridlo Allah.

Betapapun sebuah perjuangan ditakar, bagaimanapun sebuah kegigihan dan cita-cita ditebar, semuanya masih dibelenggu oleh dimensi waktu. Umurlah yang akan menyudahi segala aktifitas manusia. Kiai Hasan yang begitu agung, toh akhirnya harus tunduk kepada sunnatulah, ajal. Hari Jum’at 13 Juni 1991, Kiai Hasan meninggalkan alam fana.?

Jasad Kiai Hasan boleh tiada, tapi perjuangan, pengabdian dan cita-citanya harus tetap lestari. Dan anak-anak beliau yang berjumlah 24 orang, siap melanjutkan perjuangan sang ayah sesuai profesinya masing-masing. (Aryudi A. Razak /Red:Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Budaya, Ulama, Pendidikan SMA Negeri 1 Slawi

Rahasia Kecerdasan Gus Dur

Suatu ketika seorang wartawan bertanya kepada Gus Dur soal kecerdasannya yang dikenal oleh masyarakat nasional sampai internasional.

Wartawan ada di satu mobil bersama Gus Dur yang habis ceramah keagamaan dan kebangsaan di suatu daerah ketika itu.

“Gus, rahasia Anda apa sih sampai bisa berpikir hebat?”

Rahasia Kecerdasan Gus Dur (Sumber Gambar : Nu Online)
Rahasia Kecerdasan Gus Dur (Sumber Gambar : Nu Online)

Rahasia Kecerdasan Gus Dur

“Ah, biasa aja,” jawab Gus Dur diplomatis.

“Sungguh Gus, bahkan Cak Nur (Nurkholis Madjid), pemikir modern yang katanya bahan bacaannya ribuan buku, tapi ilmu sampeyan lebih lengkap darinya, berarti bacaan sampeyan lebih banyak lagi dong,” ujar Ramdhani dengan polosnya.

“Baik, kalau anggapan sampeyan demikian,” tutur Gus Dur enteng.

“Lalu, apa rahasianya Gus?” ujar Ramdhani kembali tanya.

SMA Negeri 1 Slawi

“Rahasianya, kalau Cak Nur membaca buku-bukunya hingga pengantarnya, kalau saya cukup daftar isinya saja,” jawab Gus Dur sambil terkekeh. (Fathoni)

?

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi

SMA Negeri 1 Slawi Budaya, Makam, Anti Hoax SMA Negeri 1 Slawi

Senin, 18 Desember 2017

Resmi, PBNU Sikapi Perilaku Seksual Menyimpang LGBT

Jakarta, SMA Negeri 1 Slawi

Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) tegas menolak praktik Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender sebagai perilaku menyimpang dan tidak sesuai dengan fitrah manusia. PBNU juga menilai, praktik-praktik kelompok tersebut adalah sebuah penodaan kehormatan kemanusiaan.

Sikap ini disampaikan oleh Wakil Rais Aam PBNU, KH Miftahul Akhyar di lantai 8 Gedung PBNU Jakarta, Kamis (25/2/2016). Dalam menyampaikan sikap PBNU tersebut, Kiai asal Jawa Timur ini didampingi oleh Katib Syuriyah PBNU, KH M Mujib Qulyubi.

Resmi, PBNU Sikapi Perilaku Seksual Menyimpang LGBT (Sumber Gambar : Nu Online)
Resmi, PBNU Sikapi Perilaku Seksual Menyimpang LGBT (Sumber Gambar : Nu Online)

Resmi, PBNU Sikapi Perilaku Seksual Menyimpang LGBT

Di depan para wartawan yang hadir, Kiai Miftah menegaskan, LGBT adalah bentuk penyimpangan dari fitrah kemanusiaan. Apalagi dalam Islam, lanjutnya, sangat menjunjung tinggi perlindungan terhadap keturunan (hifzun nasl).

“Terkait dengan kampanye sistematis terhadap aktivitas LGBT dan kelompok pendukungnya termasuk dukungan aliran dana, PBNU menolak dengan tegas paham dan gerakan yang membolehkan atau mengakui eksistensi LGBT,” ujar Kiai Miftah.

SMA Negeri 1 Slawi

Oleh karena itu, lanjutnya, perlu ada pegerahan sumber daya untuk rehabilitasi terhadap orang yang mempunyai kecenderungan LGBT. PBNU meminta pemerintah serius memberikan rehabilitasi dan mewajibkannya. PBNU juga mengimbau kepada seulurh dai dan warga NU khususnya serta masyarakat pada umumnya untuk bahu-membahu menyediakan layanan rehabilitasi bagi mereka serta mendampingi untuk pemulihannya.

“PBNU juga mengimbau kepada seluruh elemen untuk melakukan berbagai usaha guna pencegahan dan pemulihan yang bertujuan membantu sesama manusia agar kembali pada fitrahnya sebagai manusia bermartabat,” tutur mantan Rais Syuriyah PWNU Jawa Timur ini.

SMA Negeri 1 Slawi

Kiai Miftah juga menyampaikan, untuk memperkuat ketahanan keluarga, salah satunya dengan pendidikan pra nikah serta konsultasi-konsultasi keagamaan untuk melanggengkan pernikahan.

“PBNU juga meminta kepada semu pihak untuk memberikan bantuan kepada orang-orang yang memiliki kecenderungan LGBT untuk dapat hidup lurus sesuai dengan norma-norma agama, sosial, dan budaya,” tuturnya. (Fathoni)

? ? ?

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Cerita, Budaya, Fragmen SMA Negeri 1 Slawi

Selasa, 14 November 2017

Lajnah Falakiyah Selenggarakan Rukyatul Hilal, Sabtu Sore

Jakarta, SMA Negeri 1 Slawi. Lajnah Falakiyah Nahdlatul Ulama akan melaksanakan rukyatul hilal untuk penentuan awal Syawal 1433 H di sedikitnya 70 titik rukyat seluruh Indonesia. Rukyat dilaksanakan pada Sabtu 18 Agustus 2012, bertepatan dengan 29 Ramadhan 1433 H, pada sore hari.

Lajnah Falakiyah Selenggarakan Rukyatul Hilal, Sabtu Sore (Sumber Gambar : Nu Online)
Lajnah Falakiyah Selenggarakan Rukyatul Hilal, Sabtu Sore (Sumber Gambar : Nu Online)

Lajnah Falakiyah Selenggarakan Rukyatul Hilal, Sabtu Sore

"Rukyat akan dilaksanakan di tempat-tempat strategis seperti menara, gedung pencakar langit, bukit, lepas pantai dan lain-lain," kata kata Ketua lajnah Falakiyah PBNU Kiai Ghazalie saat memberikan pengajian di radio.nu.or.id dari ruang redaksi SMA Negeri 1 Slawi, Jakarta, Jum’at (10/8) sore lalu.

Rukyatul hilal atau observasi bulan sabit juga didukung oleh sedikitnya 90 perukyat bersertifikat nasional, dan para ahli hisab-rukyat setempat.

SMA Negeri 1 Slawi

Menurut Kiai Ghazalie Masroeri, pada Jum’at 17 Agustus 2012 sekitar pukul 22:55:37 terjadi terjadi ijtima awal bulan atau konjungsi. Sementara ketinggian hilal pada Jum’at hampir 5 derajat di bawah ufuk.

SMA Negeri 1 Slawi

Namun pada keesokan harinya Sabtu, pada saat dilakukan rukyatul hilal, posisi hilal sudah berada pada ketinggian 6 derajat 44 menit 9 detik atau hampir tujuh derajat di atas ufuk.

Berdasarkan kriteria yang telah disepakati para ahli astronomi hilal sangat mungkin untuk dirukyat atau dilihat. Dengan demikian diprediksi awal Syawal 1433 H atau hari raya Idul Fitri akan jatuh pada Ahad, 19 Agustus 2012 M.

Namun Lajnah Falakiyah mengimbau umat Islam untuk tetap menunggu hasil rukyatul hilal yang diikuti pelaksanaan sidang itsbat di kantor Kementerian Agama Jakarta. "Nahnu nurid wallahu a’lamu ma yurid. (Kita punya keinginan namun Allah Yang Maha Berkehendak: red). Kita tunggu hasil rukyat dan sidang itsbat,” kata Kiai Ghazalie. 

Penulis: A. Khoirul Anam

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Budaya, Ubudiyah, Doa SMA Negeri 1 Slawi

Senin, 06 November 2017

Tim Silat Al-Ma’arif Udanawu Juara Umum Kejurnas

Blitar, SMA Negeri 1 Slawi. Tim Pencak Silat Madrasah Aliyah Ma’arif? Undawu Blitar, menjadi juara umum Kejurnas Inten Porsigal (Pendidikan Olah Raga Silat Indah Garuda Loncat) di Pesantren Mojosari, Nganjuk , Jawa Timur.

Mereka? berhasil meraih peringkat utama setelah berhasil mengumpulkan 16 medali emas dari 25 kelas yang dipertandingkan dalam Kejurnas yang berlangsung? sejak 14-16 Agustus 2014 tersebut.

Tim Silat Al-Ma’arif Udanawu Juara Umum Kejurnas (Sumber Gambar : Nu Online)
Tim Silat Al-Ma’arif Udanawu Juara Umum Kejurnas (Sumber Gambar : Nu Online)

Tim Silat Al-Ma’arif Udanawu Juara Umum Kejurnas

Pada babak final tim yang bermarkas di Jalan Raya Bakung Udanawu tersebut berhasil meloloskan 22 pesilatnya. Dari jumlah itu, 16 pesilat berhasil melibas pesaing-pesaingnya.

SMA Negeri 1 Slawi

Mereka adalah Moh. Syaiful Anawar (kelas E Putra Dewasa), Frebri Adi Gunawan (Kelas A Putra Dewasa),Moh. Taufikurrohim (Kelas B Dewasa Putra),Moh.Ainun Fuad( Kelas D Dewasa Putra), M.Choirul Anwar ( Kelas E Dewasa Putra), Mila Choirun Nisa’ ( Kelas A Putri Dewasa),Nur Aina ( Kelas B Dewasa Putri).Kemudian disulul katagori pesilat remaja masing-masing M.Rizal Taufiqi ( Kelas A Remaja Putra), M. Febri Nur Windani (Kelas D Remaja Putra), Wahyudi (Kelas D Remaja Putra),M. Choirul Anwari (Kelas E Remaja Putra),Naja Daroini (Kelas F Remaja Putra), M. Subhan ( Kelas H Remaja Putra) dan Cindy Wulandari (Kelas B Remaja Putri), Peni Asrurin ( Kelas C Remaja Putri).

Moh. Rokib,official Tim Aliyah Ma’arif mengatakan JawaTimur sebagai tuan rumah mengikutkan 5 tim. Masing-masing Blitar A? (Kota Blitar), Blitar B (Blitar Kabupaten) diwakili Aliyah Ma’arif, Surabaya, Lamongan dan Ponorogo.

SMA Negeri 1 Slawi

“Meski sama-sama dari Jatim, 5 tim ini bersaing ketat. Selain dengan tim luar daerah seperti DKI Jakarta, Jabar, Lampung dan Jawa Tengah serta Kalimantan. Ditingkat Jatim sendiri juga bermain ketat. Misalnya saat melawan Ponorogo,Lamongan dan Ponorogo. Pesilat kami sempat ada yang cedera,’’ ungkap Moh. Rokib kepada SMA Negeri 1 Slawi.

Menurutnya, Kejurnas kali ini memang sangat berat.Karena diselenggarakan mepet dengan hari raya Idul Fitri. Sehingga, para pesilat pada bulan puasa harus tetap latihan.

“Ya, terpaksa kita harus nyiasati latihan. Yakni saat Mau buka puasa dan setelah salat traweh. Alhamdulillah kerja keras anak-anak berhasil dan menjadi juara,’’ katanya. “ Semoga keberhasilan ini bisa memicu semangat anak-anak dalam berlatih dan meraih prestasi yang lebih tinggi lagi serta barokah,’’ tambahnya.

Kiai Chalim Bastomi (Gus Chalim), selaku tuan rumah menyatakan sangat bangga bisa menyelenggarakan Kejurnas Intern Porsigal tahun 2014 ini.

“Kami ditunjuk sebagai penyelenggara saja sudah terima kasih. Apalagi bisa menelurkan sang juara dalam penyelenggaraan ini.Meski masih ada kekurangan disana sini. Ditambah lagi para pesilatnya dari beberapa pesantren dan madrasah. Jadi Kejurnas ini sama saja dengan seleksi para santri. Jadi kita juga yang menang,’’ kata Gus Chalim. (Imam Kusnin Ahmad/Anam)

Foto: Tim Al-Ma’arif Usai Menerima Trofi Juara diabadikan bersama Guru Besar KH Gholib Thohir, Gus Chalim.

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Budaya, Olahraga SMA Negeri 1 Slawi

Sabtu, 21 Oktober 2017

Keliling Ranting, Pelajar NU Gantiwarno Adakan Bantuan Pengobatan

Klaten, SMA Negeri 1 Slawi. Untuk mendekatkan diri dengan masyarakat, PAC IPNU-IPPNU Kecamatan Gantiwarno, Klaten, menggelar kegiatan bantuan pengobatan. Kegiatan ini dilakukan secara rutin setiap bulan dengan berkeliling dari satu ranting ke ranting lainnya.

Keliling Ranting, Pelajar NU Gantiwarno Adakan Bantuan Pengobatan (Sumber Gambar : Nu Online)
Keliling Ranting, Pelajar NU Gantiwarno Adakan Bantuan Pengobatan (Sumber Gambar : Nu Online)

Keliling Ranting, Pelajar NU Gantiwarno Adakan Bantuan Pengobatan

Ketua PAC IPPNU Gantiwarno Adita Pebriana Sari menjelaskan, kegiatan yang berbentuk bantuan pengobatan alternatif ini diprakarsai bersama Ansor-Banser Gantiwarno.

“Jenisnya bermacam-macam, ada ttv/tensi, bekam, gurah kesehatan, gurah telinga, gurah mata, terapi perana, dan totok minyak," terang Adita, saat dihubungi SMA Negeri 1 Slawi, Rabu (15/3).

SMA Negeri 1 Slawi

Adita menjelaskan untuk warga yang ingin ikut cukup melakukan pendaftaran, kemudian meminta terapi apa yang diinginkan.

“Alhamdulillah program ini mendapatkan sambutan luar biasa dari masyarakat,” ungkapnya.

SMA Negeri 1 Slawi

Menurutnya kegiatan ini sekaligus untuk melatih para kader, untuk memberikan ilmu dan bermanfaat bagi masyarakat. “Bagi saya orang hebat kan yang bermanfaat untuk orang lain,” pungkas dia.? (Ajie Najmuddin/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Budaya SMA Negeri 1 Slawi

Jumat, 20 Oktober 2017

ISNU Tasikmalaya Kembangkan Potensi Desa

Tasikmalaya, SMA Negeri 1 Slawi - Sarjana NU Kabupaten Tasikmalaya bekerja sama dengan Asosiasi Pemerintahan Desa Indonesia (Apdesi)? mencoba memunculkan potensi desa di Kabupaten Tasikmalaya. Mereka mengadakan pekan raya Usaha Menengah Kecil Mandiri (UMKM) Desa yang dilaksanakan di Lapangan Doser Kompleks Pesanten Cipasung pada Ahad (22/5) hingga Sabtu (4/6).

Kegiatan ini termasuk dalam salah satu rangkaian dari Pelantikan 25 Pimpinan Wakil Cabang (PWC) Se-Kabupaten Tasikmalaya. Mereka juga menggelar seminar nasional? tentang Undang-Undang Desa No.6 tahun 2014 dengan narasumber Ketua Umum ISNU Ali Masykur Musa dan Menteri Desa Marwan Jafar pada Sabtu (28/5).

ISNU Tasikmalaya Kembangkan Potensi Desa (Sumber Gambar : Nu Online)
ISNU Tasikmalaya Kembangkan Potensi Desa (Sumber Gambar : Nu Online)

ISNU Tasikmalaya Kembangkan Potensi Desa

Pekan Raya UMKM ini berbarengan dengan pameran yang diikuti 80 stan dengan berbagai bentuk potensi desa yang ada di Kabupaten Tasikmlaya. Pecan ini juga diisi dengan kegiatan sosial yang berbentuk donor darah, Orasi Jaga Lembur (Jaga Kampung Halaman), dan seni budaya lokal.

SMA Negeri 1 Slawi

Ketua ISNU Kabupaten Tasikmlaya Sandra Muhammad Firdaus saat ditemui SMA Negeri 1 Slawi di Pesantren Manarul Hikam Tampian Singaparna pada Jum’at (20/5) mengatakan, kegiatan ini bertujuan untuk memunculkan potensi desa di Kabupaten Tasikmalaya supaya siapa pun bisa mengetahui bahwa Kabupaten Tasikmalaya ini kaya dan memiliki potensi yang besar.

Ketua Majelis Alumni IPNU ini melanjutkan, di samping itu kami juga dari ISNU memunyai Kelompok Usaha Mandiri (KUM) yang dari pameran ini semoga kami bisa menampilkan? potensi yang bagus? dan bisa bersama membangun potensi-potensi di Tasikmalaya. (Husni Mubarok/Alhafiz K)

SMA Negeri 1 Slawi

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Aswaja, Khutbah, Budaya SMA Negeri 1 Slawi

Kamis, 19 Oktober 2017

Ini Pilihan Metode untuk Khatamkan Al-Quran

Tadarus Al-Quran adalah suatu kegiatan yang lazim dilakukan oleh seluruh Muslim, khususnya di bulan Ramadhan. Bagi beberapa orang, Ramadhan adalah bulan tadarus. Mereka berlomba-lomba untuk mengisi hari-hari Ramadhan dengan kegiatan yang bermanfaat, yaitu mengkhatamkan Al-Quran.

Beberapa ulama seperti Hajjaj bin Yusuf Ats-Tsaqafi, Abu Bakar bin Ayyasy, dan beberapa ulama yang lain telah membuat rumusan jitu untuk segenap umat Islam agar bisa mengkhatamkan Al-Quran sesuai dengan waktu yang ia miliki.

Ini Pilihan Metode untuk Khatamkan Al-Quran (Sumber Gambar : Nu Online)
Ini Pilihan Metode untuk Khatamkan Al-Quran (Sumber Gambar : Nu Online)

Ini Pilihan Metode untuk Khatamkan Al-Quran

Dengan rumusan-rumusan ini diharapkan semua orang bisa tetap membaca Al-Quran setiap hari khususnya bagi orang-orang yang sangat sibuk. Berikut rumusan-rumusan para ulama yang bisa dipilih sesuai dengan waktu yang dimiliki.

SMA Negeri 1 Slawi

Mengkhatamkan Al-Quran dalam Waktu 7 Hari (Metode Famy Bi Syawqin)

Muslim yang memiliki waktu cukup longgar untuk tadarus Al-Quran di bulan Ramadhan bisa memilih metode ini.

SMA Negeri 1 Slawi

Dengan menggunakan metode ini, setiap orang bisa mengkhatamkan Al-Quran dalam waktu tujuh hari (sepekan).

Caranya dengan menggunakan metode Famy Bi Syawqin.

Fa, untuk hari pertama membaca Surat Al-Fatihah hingga akhir Surat An-Nisa.

Mim, untuk hari kedua membaca Surat Al-Maidah hingga akhir Surat Att-Taubah.

Ya, untuk hari ketiga membaca Surat Yunus hingga akhir Surat An-Nahl.

Ba, untuk hari keempat membaca Surat Al-Isra/Bani Israil hingga akhir Surat Al-Furqan.

Sya, untuk hari kelima membaca Surat Asy-Syuara hingga akhir Surat Yasin.

Wawu, untuk hari keenam membaca Surat Ash-Shafat hingga akhir Surat Al-Hujurat.

Qaf, untuk hari ketujuh membaca Surat Qaf hingga akhir Surat An-Nas.

Jika hal ini dilakukan, maka pembaca akan mampu mengkhatamkan Al-Quran selama empat kali dalam sebulan.

Mengkhatamkan Al-Quran dengan Metode 30 Juz

Dengan metode ini, seseorang bisa mengkhatamkan Al-Quran dalam waktu satu hari, yakni dengan membaca 30 juz Al-Quran dalam waktu satu hari, mulai pagi hingga malam atau 30 hari dengan membaca satu juz setiap hari dalam waktu sebulan.

Mengkhatamkan Al-Quran dengan Metode Hizb

Dengan metode hizb ini, seseorang bisa mengkhatamkan Al-Quran selama dua bulan. Karena setiap juz terdapat dua hizb, sehingga jika dihitung maka setiap hari, seseorang bisa membaca satu hizb. Hizb ini biasanya bisa kita temukan dalam Mushaf Madinah atau mushaf-mushaf terbaru Indonesia yang ditulis ala Mushaf Bahriyah dan telah distandardisasi oleh Lajnah Pentashih Mushaf. Hizb biasanya ditandai dengan tulisan hizb berbahasa arab (?) di bagian samping mushaf.

Menghatamkan Al-Quran dengan Metode Tsumun

Para ulama juga membagi setiap hizb menjadi empat bagian. Setiap juz memiliki depalan bagian (tsumun). Pembagian ini diharapkan agar seseorang bisa menghatamkan Al-Quran dalam kurun waktu delapan bulan. Tandanya biasanya menggunakan angka ½,  ¼, dan ¾ di atas tulisan hizb yang artinya ar-Rub’ (seperempat), an-Nisf (seperdua), dan as-Salasah (tiga perempat).

Selain itu, dengan pembagian tsumun ini juga setiap orang bisa menghatamkan Al-Quran selama sebulan melalui rakaat shalat. Caranya, setiap raka‘at pertama dan kedua membaca Al-Quran sebanyak dua tsumun. Jika setiap hari terdapat lima kali waktu shalat, maka secara otomatis orang tersebut telah membaca 10 tsumun setiap harinya atau setara dengan 1 ¼ juz sehingga dalam waktu kurang dari satu bulan bisa mengkhatamkan Al-Quran.

Mengkhatamkan Al-Quran dengan Metode Ruku’

Metode ini adalah metode paling mudah dan diperuntukkan untuk orang-orang yang sangat sibuk. Mereka tidak memiliki cukup waktu untuk membaca Al-Quran. Ruku’ biasanya ditandai dengan huruf ‘ain (?) di bagian samping mushaf. Dengan metode ini sesibuk apapun seseorang tetap bisa membaca Al-Quran.

Jumlah ruku’ dalam Al-Quran sebanyak 554 ruku’. Surat yang panjang biasanya berisi beberapa ruku’, sedang surat yang pendek hanya berisi satu ruku’. Sehingga jika dijumlahkan, maka orang tersebut bisa menghatamkan Al-Quran dalam kurun waktu sekitar 18 bulan setengah. Itupun jika orang tersebut mau istiqamah membaca Al-Quran setiap hari.

Metode-metode di atas adalah usaha para ulama agar semua orang bisa istiqamah membaca Al-Quran di tengah berbagai kesibukan. Siapapun bisa memilih metode mana yang mampu digunakan. Asalkan penggunaan metode tersebut bisa dilaksanakan secara istiqamah.

Dengan metode-metode tersebut tidak ada seorangpun yang masih tidak membaca Al-Quran dengan alasan kesibukan. Wallahu a’lam. (M Alvin Nur Choironi)

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi RMI NU, Budaya, Aswaja SMA Negeri 1 Slawi

Rabu, 18 Oktober 2017

Polres Karanganyar Sampaikan Pesan Pemilu Damai Lewat Shalawat

Karanganyar, SMA Negeri 1 Slawi. Untuk menyampaikan pesan damai menjelang pemilihan umum pada April 2014 nanti, Polisi Sektor Karanganyar, Jawa Tengah, menggelar acara shalawat akbar bersama Habib Syech bin Abdul Qodir Assegaf di lapangan Mapolres Karanganyar.

Acara yang digelar Selasa (11/3) ini dihadiri ribuan jamaah dari berbagai daerah, termasuk bupati Karanganyar serta wakinya dan beberapa pejabat pemerintah lainnya. 

Polres Karanganyar Sampaikan Pesan Pemilu Damai Lewat Shalawat (Sumber Gambar : Nu Online)
Polres Karanganyar Sampaikan Pesan Pemilu Damai Lewat Shalawat (Sumber Gambar : Nu Online)

Polres Karanganyar Sampaikan Pesan Pemilu Damai Lewat Shalawat

Shalawat akbar dibuka dengan penampilan hadrah Bhayangkari yang beranggotakan para istri anggota Polri, dilanjut dengan hadrah dari Lantas dan hadrah Ahbabul Musthofa. Kemudian pembacaan Ratibul Hadad yang dipimpin Kiai Abdullah Saad, pengasuh pesantren Al-Insof Plesungan Gondangrejo Karanganyar.

SMA Negeri 1 Slawi

Kapolres Karanganyar AKBP Martireni Narmadiana atau yang kerap dipanggil Ibu Reni mengungkapkan, acara shalawat akbar ini digelar dalam rangka memberi pesan damai menjelang pemilu.

“Acara ini tujuannya  silaturahmi, antara ulama, pimpinan daerah dan masyarakat. Dan diharapkan dapat meningkatkan keamanan dan ketertiban masyarakat di tahun politik ini,” paparnya.

SMA Negeri 1 Slawi

Acara serupa pernah digelar Polres Karanganyar dalam Pemilu 2009 silam. Waktu itu, gelaran Dzikir dan Shalawat dipimpin Habib Luthfi bin Yahya dari Pekalongan. Ribuan umat pun ikut berzikir dan berselawat bersama seraya berdoa untuk keamanan selama pemilu. (Ahmad Rosyidi/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Olahraga, Budaya SMA Negeri 1 Slawi

Senin, 09 Oktober 2017

Tiga Darurat Perlunya Penyebaran Islam Nusantara

Jombang, SMA Negeri 1 Slawi - Ketua Rombongan Tim Ekspedisi Islam Nusantara Imam Pituduh mengungkapkan beberapa pemicu Islam Nusantara harus disebarluaskan di belahan dunia. Setidaknya ada tiga darurat kenapa Islam Nusantara harus diketahui sejumlah kalangan, khususnya bangsa Indonesia sendiri.

"Darurat radikalisme, darurat terorisme, dan darurat narkoba. Tiga hal itu menjadi tantangan tersendiri untuk Indonesia," katanya saat memberikan sambutan di Pendopo Jombang, Selasa (19/4).

Tiga Darurat Perlunya Penyebaran Islam Nusantara (Sumber Gambar : Nu Online)
Tiga Darurat Perlunya Penyebaran Islam Nusantara (Sumber Gambar : Nu Online)

Tiga Darurat Perlunya Penyebaran Islam Nusantara

Ia menjelaskan, tak sedikit masyarakat Indonesia yang turut mengembangkan radikalisme, juga terorisme di negara-negara luar. Bahkan mereka sedang menyeting dan menargetkan tahun 2017, Indonesia harus menjadi negara radikal.

"Kurang lebih 140 warga Indonesia berlatih tentang gerakan radikal di Suriah, dan kini sudah kembali ke Indonesia. Sekitar 200 warga Indonesia tertangkap di Turki yang sedang berlatih gerakan radikal," ujarnya.

SMA Negeri 1 Slawi

Hal demikian menjadi tantangan serius bagi masyarakat luas tatkala mereka sedang mengembangkan gerakan-gerakannya. "Gerakan mereka harus kita halau dan seting mereka harus dihentikan," katanya.

Padahal, Islam yang diajarkan oleh Nabi SAW hingga Wali Songo sampai pendiri NU sama sekali tidak berindikasi pada kekerasan. "Maka dari itu kita keliling sejak bulan lalu ingin meluruskan pemahaman-pemahaman yang keliru terhadap Islam itu sendiri," kata Imam.

SMA Negeri 1 Slawi

Warga nahdliyin dengan menyajikan model Islam Nusantara harus bisa memosisikan di tengah-tengah antara paham radikal dan fundamental.

"Islam Nusantra bukan hal baru. Islam Nusantara sebagai dedikasi umat Islam pada ajaran Islam yang sesuai dengan ajaran nabi, model Islam yang diterapkan nabi yaitu merangkul sesama, menerapkan sikap toleransi dan menjaga perdamaian," ungkapnya.

Untuk itu, kata dia, suatu budaya, nilai kesejarahan dan pemahaman atau ajaran yang dilakukan oleh para ulama harus dikumpulkan menjadi satu dokumen agar mudah memahami Islam. (Syamsul Arifin/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Ubudiyah, Budaya, Kiai SMA Negeri 1 Slawi

Minggu, 10 September 2017

Pergantian Tahun dengan Dzikir dan Sholawat

Brebes, SMA Negeri 1 Slawi. Hujan deras yang mengguyur kota Brebes, tidak menyurutkan langkah para Santri dan masyarakat menuju ke Islamic Centre Brebes. Mereka menyambut datangnya tahun baru 2013 tidak dengan menyalakan mercon kembang api dan tiup trompet,  tetapi menyambutnya dengan dzikir, sholawat dan pengajian Senin malam (31/12). 

Pergantian Tahun dengan Dzikir dan Sholawat (Sumber Gambar : Nu Online)
Pergantian Tahun dengan Dzikir dan Sholawat (Sumber Gambar : Nu Online)

Pergantian Tahun dengan Dzikir dan Sholawat

“Akibat hujan deras, acara yang semula akan digelar di halaman Islamic Center, berpindah tempat ke Masjid al Mukaromah Islamic Centre,” terang Ketua Panitia Ustadz Dulhadi.

Dengan berpindah tempat, justru menambah kusyu dan hikmatnya dzikir dan pengajian. Termasuk Bupati Brebes Hj Idza Priyanti SE dan Wakil Bupati Narjo beserta para Kepala SKPD, Pengasuh Pondok Pesantren Al Hikmah 1 KH Labib Sodiq dengan hikmat mengikuti acara sejak awal. 

SMA Negeri 1 Slawi

Bupati Brebes dalam sambutannya mengajak para Santri dan masyarakat Brebes untuk tidak salah kaprah dalam merayakan pergantian tahun baru. Karena pada hakekatnya, pergantian tahun sama halnya pengurangan usia dan jatah waktu bakti kita di dunia. Untuk itu, agar selalu berintrospeksi diri dengan selalu menambah kebaikan-kebaikan dan semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT. 

SMA Negeri 1 Slawi

Pesan Nabi, kata Bupati, orang yang beruntung itu apabila hari ini lebih baik dari pada hari kemarin. Sedang orang yang merugi bila pada hari ini sama seperti hari kemarin dan orang yang celaka bila hari ini lebih jelek daripada hari kemarin. 

“Orang yang berbahagia, adalah orang yang panjang umur dalam takwa pada Allah SWT,” ujarnya.

Sebanyak  lebih kurang 20 habib habaib datang dari penjuru Brebes dan Tegal. Antara lain Habib Tohir bin Abdullah Al Kaf (Tegal), Habib Sholeh Bin Ali Al Athos (Tegal), Habib Ali bin Abdullah Al Athos (Bekasi), Mbah Wid (Pangeran Timur) dari Purwokerto dan lain-lain.

Perayaan tahun baru 2013 yang dikemas dengan nama Brebes bersholawat itu digelar Majelis Nurul Mustofa 2 asuhan Habib Hasan bin Abdullah bin Umar assegaf (Purwokerto).

Tampil mengiringi pembacaan dzikir Rhotibul Athos grup Simtudduror dari Cirebon.  

Redaktur    : Mukafi Niam

Kontributor: Wasdiun

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Lomba, Budaya SMA Negeri 1 Slawi

Kamis, 31 Agustus 2017

Inilah Saptawikrama Lesbumi, Tujuh Strategi Kebudayaan Islam Nusantara

Lembaga Seni Budaya Muslimin Indonesia (LESBUMI) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) masa khidmah 2015 -2020, pada Rabu-Kamis, 27 dan 28 Januari 2016, telah melaksanakan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) bertempat di Gedung PBNU, Jalan Kramat Raya 164, Jakarta.

Dalam Rakernas LESBUMI PBNU yang dibuka oleh Ketua Umum PBNU, Prof. Dr. K.H. Said Aqil Siroj, M.A dan dihadiri Ketua LESBUMI PBNU K.H. Agus Sunyoto dan Sekjen LESBUMI PBNU, H Uki Marzuki Solihin, serta para pengurus harian telah melahirkan Saptawikrama Tujuh Strategi Kebudayaan Islam Nusantara.

Inilah Saptawikrama Lesbumi, Tujuh Strategi Kebudayaan Islam Nusantara (Sumber Gambar : Nu Online)
Inilah Saptawikrama Lesbumi, Tujuh Strategi Kebudayaan Islam Nusantara (Sumber Gambar : Nu Online)

Inilah Saptawikrama Lesbumi, Tujuh Strategi Kebudayaan Islam Nusantara



Saptawikrama Tujuh Strategi Kebudayaan Islam Nusantara
adalah keputusan strategis yang paling ditunggu oleh PBNU dalam Rakernas LESBUMI karena merupakan bagian integral dari pedoman kebijakan Nahdlatul Ulama (NU) dalam merumuskan kebijakan dan menentukan sikap terhadap berbagai permasalahan yang dihadapi warga NU (Nahdiyin) pada khususnya dan masyarakat Indonesia pada umumnya. Keputusan strategis yang meneguhkan posisi Lesbumi PBNU sebagai Garda Nasional Peradaban, Kesenian dan Kebudayaan Islam Nusantara ini menandai kehadiran dan fungsi penting Lesbumi dalam meneguhkan Islam Nusantara untuk membangun peradaban Indonesia dan dunia.

Saptawikrama Tujuh Strategi Kebudayaan Islam Nusantara yang meneguhkan Hasil Muktamar ke-33 NU di Jombang, Jawa Timur, pada 1-5 Agustus 2015, adalah sebagai berikut:

SMA Negeri 1 Slawi

SMA Negeri 1 Slawi

SAPTAWIKRAMA (AL-QAWA’ID AS-SAB’AH)

Tujuh Strategi Kebudayaan Islam Nusantara

1. Menghimpun dan mengosolidasi gerakan yang berbasis adat istiadat, tradisi dan budaya Nusantara.

2. Mengembangkan model pendidikan sufistik (tarbiyah wa ta’lim) yang berkaitan erat dengan realitas di tiap satuan pendidikan, terutama yang dikelola lembaga pendidikan formal (ma’arif) dan Rabithah Ma’ahid Islamiyah (RMI).

3. Membangun wacana independen dalam memaknai kearifan lokal dan budaya Islam Nusantara secara ontologis dan epistemologis keilmuan.

4. Menggalang kekuatan bersama sebagai anak bangsa yang bercirikan Bhinneka Tunggal Ika untuk merajut kembali peradaban Maritim Nusantara.

5. Menghidupkan kembali seni budaya yang beragam dalam ranah Bhnineka Tunggal Ika berdasarkan nilai kerukunan, kedamaian, toleransi, empati, gotong royong, dan keunggulan dalam seni, budaya dan ilmu pengetahuan.

6. Memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi untuk mengembangkan gerakan Islam Nusantara.

7. Mengutamakan prinsip juang berdikari sebagai identitas bangsa untuk menghadapi tantangan global.



Rakernas LESBUMI PBNU masa khidmat 2015-2020 dihadiri oleh:

1. Ketua, K.H. Agus Sunyoto

2. Wakil Ketua, K.H. Muhammad Jadul Maula

3. Wakil Ketua, Candra Malik

4. Wakil Ketua, Muhammad Dinaldo

5. Wakil Ketua, Muhammad Sofwan

6. Sekretaris, Uki Marzuki Solihin

7. Wakil Sekretaris, Abdullah Wong

8. Wakil Sekretaris, Abdul Ghofur

9. Wakil Sekretaris, Sastro Adi Wiyono

10. Bendahara, Senja Bagus Ananda

11. Anggota, Abi S Nugroho

12. Anggota, Didin Ahmad Zaenudin

13. Anggota, Widyasena

14. Anggota, Autar Abdillah

15. Anggota, Lodji Nur Hadi

16. Anggota, Isfandiari

17. Anggota, Viddy Deary

18. Anggota, Aji Prasetyo

19. Anggota, Agung Purnomo

20. Anggota, Agustya Hertwiyanto

21. Anggota, Hasan Basri

22. Anggota, Abdullah Alawi

23. Anggota, H N Hamid

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Nahdlatul Ulama, Budaya SMA Negeri 1 Slawi

Rabu, 02 Agustus 2017

Prof Maksum: ABG Makin "Jijik" dengan Pertanian

Yogyakarta, SMA Negeri 1 Slawi

Minat kalangan ABG atau anak baru gede terhadap bidang pertanian semakin merosot. ABG bahkan makin "jijik" dengan sektor ekonomi yang membersarkan mereka di desa.

Demikian dikatakan Guru Besar Pertanian Universitas Gajah Mada (UGM) Prof Dr H Mohammad Maksum. Menurutnya, perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) kemerdekaan Indonesia ke-63 kemarin tidak banyak bermakna bagi pengembangan sektor pertanian.

Prof Maksum: ABG Makin Jijik dengan Pertanian (Sumber Gambar : Nu Online)
Prof Maksum: ABG Makin Jijik dengan Pertanian (Sumber Gambar : Nu Online)

Prof Maksum: ABG Makin "Jijik" dengan Pertanian

”Inti persoalannya adalah bahwa sektor pertanian ini nyaris tidak memiliki janji ekonomis, sektor yang dipermasalahkan. Padahal kinerja ekonomis sektor ini yang sebenarnya harus digenjot,” katanya kepada SMA Negeri 1 Slawi di Yogyakarta, Senin (25/8).

SMA Negeri 1 Slawi

Dikatakan Prof Maksum yang juga Wakil Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Yogyakarta, rasa kemerdekaan bangsa Indonesia mestinya terusik lagi ketika menyaksikan eksportasi getah karet, misalnya, yang makin membengkak. Sementara itu importasi ban mobil ke Indonesia sangat besar.

”Importasi ban Bridgestone, Genlop, RTRadial, makin tinggi dan memacetkan jalan raya RI. Eksportasi getah diimbangi dengan impor ban mobil, bukan pengembangan pabrik ban dengan nilai tambah hulu-hilirnya,” katanya.

SMA Negeri 1 Slawi

Maksum mengeluhkan, sistem tataniaga dan industri pertanian telah lama tidak dibangun sebagai kepentingan nilai tambah dan rakyat tani. Sektor ini telah lama diabaikan dalam sistem pembangunan nasional.

Akibatnya nilai tambahnya menjadi terbatas dan pada gilirannya sektor ini menjadi sektor anak tiri yang tidak menjanjikan masa depan.

”Tentu janji masa depan ini penting sekali bagi ABG. Ketika sektor ini tidak menjanjikan perekonomian dan masa depan yang menarik, maka wajar sekali kalau ABG makin jijik dan menjauhi sektor pertanian, yang dalam benak publik dan khususnya ABG tanpa masa depan dan kemerdekaan,” katanya.

Dikatakan Maksum, pemerintah mempunyai tantangan serius untuk membangun sektor pertanian. Kebijakan yang dzalim terhadap sektor pertanian menyebabkan sektor ini tidak menarik bagi kalangan ABG. ”Sistem pembangunan pertanian harus berbenah diri dan dirombak total,” katanya. (nam)Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Budaya, Doa, Daerah SMA Negeri 1 Slawi

Kamis, 01 Juni 2017

IPNU DKI Gelar Kuliah Jurnalistik untuk Pelajar dan Mahasiswa

Jakarta, SMA Negeri 1 Slawi

Pimpinan Wilayah Ikatan Pelajar Nahdatul Ulama (IPNU) DKI Jakarta bekerja sama dengan Lembaga Talif wan Nasyr NU (LTNNU) menggelar Kuliah Jurnalistik di aula PWNU Dki Jakarta, Jakarta Pusat, Sabtu (18/6). Kegiatan pelatihan ini diikuti sekitar 55 orang yang merupakan pelajar dan mahasiswa di wilayah DKI Jakarta.

IPNU DKI Gelar Kuliah Jurnalistik untuk Pelajar dan Mahasiswa (Sumber Gambar : Nu Online)
IPNU DKI Gelar Kuliah Jurnalistik untuk Pelajar dan Mahasiswa (Sumber Gambar : Nu Online)

IPNU DKI Gelar Kuliah Jurnalistik untuk Pelajar dan Mahasiswa

Ketua PW IPNU DKI Jakarta Muhamad Muhadzab mengatakan, kegiatan ini dimaksudkan untuk meningkatkan kemampuan dan kreativitas para pelajar dan mahasiswa khususnya kader IPNU dalam bidang kepenulisan.

"Semoga setelah Kuliah Jurnalistik ini, para kader IPNU memiliki keinginan untuk menjadi seorang jurnalis, tidak hanya seorang jurnalis biasa namun juga seorang jurnalis yang berpegang teguh pada ideologi NU dan kode etik pers," sambung pria yang kerap disapa Adam ini.

SMA Negeri 1 Slawi

Acara yang digelar sehari ini menyajikan sejumlah materi, di antaranya alasan menjadi wartawan, kode etik jurnalistik, teknik penulisan dan mencari berita, menciptakan konten yang menarik, serta pemanfaatan media sosial.

SMA Negeri 1 Slawi

Salah seorang peserta, Fadli dari IPNU Jakarta Pusat mengaku sangat senang dengan pelatihan ini. Menurutnya, kegiatan ini sangatlah bermanfaat, apalagi pemateri yang diundang merupakan orang-orang yang berkompeten di bidangnya.

"Alhamdulillah, saya mendapat banyak ilmu, setelah kegiatan ini saya akan mencoba mengaplikasikan ilmu yang telah diberikan di lapangan walaupun masih banyak belajar" ungkap Fadli.

Acara ini dihadiri oleh Sekretaris Daerah DKI Jakarta Saefullah yang juga merupakan Ketua Tanfidziah PWNU DKI Jakarta. Kuliah Jurnalistik dilanjutkan dengan buka puasa bersama. (Ahmad Kowi/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Budaya, Ubudiyah SMA Negeri 1 Slawi

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs SMA Negeri 1 Slawi sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik SMA Negeri 1 Slawi. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan SMA Negeri 1 Slawi dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock