Tampilkan postingan dengan label Lomba. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Lomba. Tampilkan semua postingan

Minggu, 04 Maret 2018

Pembangunan Tenda Muktamar NU Dimulai

Jombang, SMA Negeri 1 Slawi. Pelaksanaan Muktamar NU ke-33 di Jombang tinggal menghitung hari. Tidak sampai tiga pekan lagi, forum tertinggi di NU ini digelar. Berbagai persiapan sudah dilakukan. Termasuk konsolidasi panitia dan persiapan lokasi acara.

Demikian terlihat di alun-alun Jombang sejak Rabu (8/7). Berbagai alat berat untuk mendirikan tenda besar sudah didatangkan. Alat-alat itu diangkut dengan menggunakan beberapa truk besar.

Pembangunan Tenda Muktamar NU Dimulai (Sumber Gambar : Nu Online)
Pembangunan Tenda Muktamar NU Dimulai (Sumber Gambar : Nu Online)

Pembangunan Tenda Muktamar NU Dimulai

"Truk-truk itu sempat parkir di alun-alun Jombang," kata Mukani, guru SMAN 1 Jombang yang berlokasi di utara alun-alun Jombang.

SMA Negeri 1 Slawi

Mulai Rabu (8/7) pagi, pendirian tenda besar berwarna putih dimulai oleh puluhan pekerja. Letaknya di sisi selatan alun-alun. Sedangkan di sisi timur dan utara, dimulai pada Kamis (9/7) hari ini.?

Menurut rencana, tenda-tenda itu akan digunakan sebagai lokasi pembukaan dan penutupan acara Muktamar NU ke-33. Sedangkan sidang komisi digelar di empat pondok pesantren, Tebuireng, Tambakberas, Denanyar, dan Peterongan.

SMA Negeri 1 Slawi

Sebagai sekolah yang berdekatan dengan lokasi Muktamar NU, SMAN 1 Jombang juga siap menyukseskan Muktamar kali ini. Baliho besar sudah dipasang di timur pintu gerbang sejak sepekan lalu. Baliho besar itu bertuliskan “Keluarga Besar SMAN 1 Jombang siap menyuksukseskan Muktamar NU Ke-33 di Jombang.”

Menurut rencana, SMAN 1 Jombang juga ditempati peserta muktamar. "Puluhan kran air sudah disediakan di tempat parkir sebelah barat. Renovasi mushalla juga dipercepat agar sudah bisa digunakan saat Muktamar nanti," ujar Mukani.

Demi kenyamanan peserta dalam beribadah di mushalla, arah kiblat pun sudah diukur ulang. "Selasa (7/7) kemarin kita mengundang Ketua Lajnah Falakiyah MWCNU Diwek ustadz Abdul Majid untuk mengukur ulang arah kiblat mushalla di sekolah ini," pungkasnya. (Abu Jauhar/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Anti Hoax, Budaya, Lomba SMA Negeri 1 Slawi

Rabu, 14 Februari 2018

Polres Pekalongan Siap Amankan Forum Muktamar Ke-12 Jatman

Pekalongan, SMA Negeri 1 Slawi - Polres Pekalongan beserta jajarannya siap membantu panitia mengamankan jalannya kegiatan besar berupa Muktamar XII Jamiyyah Ahlit Thariqah Al-Mutabarah An-Nahdliyyah (JATMAN) yang akan berlangsung di Pekalongan pada 23-27 Desember 2017 mendatang.

Kesiapan jajaran Polres Pekalongan mengamankan kegiatan muktamar disampaikan langsung oleh Kapolres Pekalongan AKBP Wawan Kurniawan di hadapan Panitia Muktamar XII Jatman yang beraudiensi dengan jajaran Polres Pekalongan di Mapolres Kajen, Kamis (30/11).

Polres Pekalongan Siap Amankan Forum Muktamar Ke-12 Jatman (Sumber Gambar : Nu Online)
Polres Pekalongan Siap Amankan Forum Muktamar Ke-12 Jatman (Sumber Gambar : Nu Online)

Polres Pekalongan Siap Amankan Forum Muktamar Ke-12 Jatman

Kegiatan pengamanan tidak saja pada area pembukaan yang rencananya akan dilangsungkan di kompleks Rumah Dinas Jabatan Bupati di Kajen saja, tetapi di tempat-tempat pemondokan dan sidang-sidang komisi di wilayah kerjanya.

"Ini kegiatan besar sejak saat saya menjabat sebagai Kapolres Pekalongan, apalagi kegiatan pembukaannya akan dihadiri oleh Presiden sehingga saya beserta jajaran akan melaksanakan pengamanan secara maksimal," ujar Kapolres yang didampingi Kabag Ops Polres Pekalongan Kompol Mohammad Udjir dan Kasat Lantas AKP Bobby A Rachman.

SMA Negeri 1 Slawi

Kegiatan audiensi yang dilakukan Panitia Muktamar XII dengan jajaran kepolisian untuk menjalin kerja sama khususnya di bidang pengamanan di samping dengan Polres Pekalongan, pihaknya juga melakukan dengan Polres Pekalongan Kota. Hal ini dimaksudkan agar kegiatan besar yang dilaksanakan di dua wilayah, yakni di Kota dan Kabupaten Pekalongan dapat berjalan dengan aman dan lancar.

SMA Negeri 1 Slawi

"Kami berharap pihak Polres di dua wilayah dapat membantu keamanan dan kenyamanan peserta yang datang dari berbagai daerah yang ribuan jumlahnya dan pemondokannnya tersebar di delapan kecamatan," ujar Sekretaris Jenderal Jatman KH Masroni kepada Kapolres.

Ada sekitar 10 ribu muktamirin yang akan mengikuti kegiatan Muktamar yang ke-12. Mereka terdiri atas tamu undangan dari dalam negeri dan luar negeri. Melihat animo peserta yang cukup besar, maka perlu dibantu keamanan yang memadai baik di lokasi acara juga di pemondokan-pemondokan peserta.

Kapolres Pekalongan berpesan kepada panitia, setiap perkembangan persiapan dan pelaksanaan kegiatan Muktamar XII agar selalu dikomunikasikan dengan jajaran polres. Hal ini dimaksudkan untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan bersama, terutama pada saat kehadiran RI 1 di pembukaan Muktamar XII.

Ikut mendampingi Sekjend Jatman yakni jajaran pengurus harian Idaroh Aliyah (pengurus pusat), Pengurus Mahasiswa Ahlith Thariqah Al Mutabarah An Nahdliyyah (MATAN), dan Humas Panitia Muktamar M Ngisom Chollil. (Red Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Lomba, Ahlussunnah, Jadwal Kajian SMA Negeri 1 Slawi

Rabu, 07 Februari 2018

Ketum PBNU: Tidak Ada yang Paling Tepat Jadi KaBIN Selain Pak As’ad

Jakarta, SMA Negeri 1 Slawi. Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH. Said Aqil Siroj, angkat bicara mengenai tarik ulur pemilihan Kepala Badan Intelejen Negara (BIN). 

Ketum PBNU: Tidak Ada yang Paling Tepat Jadi KaBIN Selain Pak As’ad (Sumber Gambar : Nu Online)
Ketum PBNU: Tidak Ada yang Paling Tepat Jadi KaBIN Selain Pak As’ad (Sumber Gambar : Nu Online)

Ketum PBNU: Tidak Ada yang Paling Tepat Jadi KaBIN Selain Pak As’ad

“Menurut saya tidak ada yang paling tepat jadi Kepala BIN selain Pak As’ad (Said Ali),” kata Kiai Said di Jakarta, Selasa (11/11/2014).

 Kiai Said meminta Presiden Joko Widodo memilih sosok yang tepat dan profesional untuk mengisi pos Kepala BIN. “Ini bukan urusan main-main,” tambahnya.

SMA Negeri 1 Slawi

 Kang Said, demikian Kiai Said akrab disapa, menilai As’ad Said Ali sudah memenuhi seluruh kriteria untuk menjadi Kepala BIN. Sebelum akhirnya pensiun dan mengabdikan dirinya di Nahdlatul Ulama, masih kata Kang Said, As’ad Said Ali memiliki pengalaman panjang di dunia intelejen, baik di dalam maupun luar negeri.

SMA Negeri 1 Slawi

 “Pak As’ad lama bertugas di Timur Tengah, pernah jadi salah satu direktur BIN di era Presiden Abdurrahman Wahid, kemudian jadi Wakil Kepala BIN di era Bu Mega (Megawati, Red). Pak As’ad adalah wakil kepala di tiga Kepala BIN berbeda, yaitu di saat kepalanya Pak Hendropriyono, Pak Syamsir, dan Pak Sutanto,” urai Kang Said.  

 Lebih jauh Kang Said juga mengatakan, ancaman paling besar bagi bangsa Indonesia ke depan adalah redikalisme agama yang dalam prakteknya saat ini memunculkan ancaman perpecahan di tengah masyarakat. Radikalisme itu sendiri menurut Kang Said merupakan adopsi dari sejumlah negara di Timur Tengah. 

“Dan bicara terorisme, Pak As’ad-lah yang paling paham seluk beluknya. Bagaimana mengatasinya dan bagaimana mencegahnya, Pak As’ad paham itu,” tegas Kang Said. 

Mengenai nada-nada sumbang yang mengaitkan As’ad Said Ali dengan pelanggaran HAM berat di Indonesia, Kang Said meminta seluruh pihak menjunjung tinggi azas praduga tak bersalah. “Itu kan masih dugaan-dugaan, belum ada bukti nyatanya. Jangan sampai karena hanya dugaan nama baik orang tercemar,” pungkasnya. 

Nama As’ad Said Ali muncul sebagai salah satu kandidat Kepala BIN, yang pemilihannya merupakan hak prerogatif presiden. Beberapa saat lalu As’ad Said Ali sudah pernah dipanggil ke Istana Negara oleh Presiden Joko Widodo. (mukafi niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Berita, Lomba SMA Negeri 1 Slawi

Minggu, 04 Februari 2018

Gubenur Jatim Dukung Gerakan Sertifikat Tanah NU

Surabaya, SMA Negeri 1 Slawi

Pemerintah Provinsi Jawa Timur mendukung Gerakan Sertifikat Tanah Wakaf Sejuta Nahdliyin yang dilaksanakan oleh Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jatim. Dalam hal ini PWNU Jatim bekerja sama dengan Kementerian Agraria dan Tata Ruang/ Badan Pertanahan Nasional RI dan Bank Tabungan Negara (BTN).

Gubenur Jawa Timur Soekarwo menilai, sertifikat merupakan masalah yang serius karena terkait dengan kepastian hukum, baik tanah milik organisasi maupun yayaan. Langkah PWNU Jatim dinilai sangat bagus. ?

Gubenur Jatim Dukung Gerakan Sertifikat Tanah NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Gubenur Jatim Dukung Gerakan Sertifikat Tanah NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Gubenur Jatim Dukung Gerakan Sertifikat Tanah NU

"Program ini merupakan langkah awal dan baru pertama kali dilakukan di Indonesia. Kalau di Jatim ini berhasil, otomatis langkah ini akan dijadikan contoh untuk program sertifikat tanah wakaf milik NU yang ada di provinsi lain," tegas Gubenur yang disapa Pakde Karwo ini.

SMA Negeri 1 Slawi

Menurutnya, program ini juga akan memberikan nilai tambah bagi pemilik tanah karena member kepastian hukum bagi tanah yang mereka miliki.

Selanjutnya pria yang akrab disapa Pakde Karwo itu menambahkan, peluncuran Gerakan Nasional Wakaf Uang Sejuta Nahdliyin juga sangat bagus. Ia bangga Jatim menjadi proyek percontohan pengembangan ekonomi syariah.

SMA Negeri 1 Slawi

“Salah satunya adalah sekarang ini, yaitu wakaf uang sejuta Nahdliyin, kemudian sertifikat untuk tanah wakaf. Terus yang terkahir adalah bagaimana kemudian uang itu harus diputar untuk dikembangkan secara sariat Islam,” ujarnya. (Rof Maulana/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi AlaSantri, Internasional, Lomba SMA Negeri 1 Slawi

Jumat, 02 Februari 2018

Merah Putih akan Hiasi Mina

Makkah, SMA Negeri 1 Slawi. Sebanyak 350 petugas Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) diterjunkan untuk membantu kelancaran proses ibadah mabit (bermalam) dan melontar jumroh di Mina. Mereka juga bertugas mengibarkan bendera merah putih agar Calhaj Indonesia tidak tersesat.

"Sebagian ditugasi membawa bendera dan mengibarkan-ngibarkannya untuk membantu jamaah yang kebingungan dan tersesat pulang ke tendanya setelah melempar jumroh,"kata Kasatgas Mina Subakin Abdul Muthalib di markas pemondokan petugas haji Mina di Rusyaifah, Makkah, Jumat (12/11).

Merah Putih akan Hiasi Mina (Sumber Gambar : Nu Online)
Merah Putih akan Hiasi Mina (Sumber Gambar : Nu Online)

Merah Putih akan Hiasi Mina

Para petugas tersebut membawa bendera, sehingga Merah-Putih bakal menghiasi kawasan Mina. Mengapa? Sebab, yang paling dikhawatirkan di Mina itu adalah jamaah tersesat setelah melontar jumroh. Jamaah umumnya bingung dan tidak tahu jalan kembali ke maktab. Ada 30 bendera yang akan dikibarkan untuk membantu jamaah.

SMA Negeri 1 Slawi

Menurut Subakin, saat ini persiapan di Mina sudah mencapai 95 persen. Petugas sudah melakukan observasi dan mempersiapkan maktab Indonesia yang jumlahnya 71 di Mina.

SMA Negeri 1 Slawi

"Dokter dan tim kesehatan juga sudah menyiapkan logistik obat-obatan di Mina,"tutur Subakin. Mengenai makanan, Subakin menegaskan lebih dari cukup, sehingga jamaah tidak perlu berebutan. Untuk itu dia mengimbau jamaah untuk tidak memaksakan diri melontar jumroh pada waktu yang utama (afdhol) bila tidak memungkinkan.

Selain itu, demi keamanan jamaah juga diimbau tidak emosional saat melempar jumroh. "Jangan sampai emosi membayangkan setan benar-benar di situ (jamarat),"tutur Subakin. (amf/menag)Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Lomba, Sholawat SMA Negeri 1 Slawi

Kamis, 01 Februari 2018

Ketua Baru Ansor Jakbar Komit Kembangkan NU di Ibu Kota

Jakarta, SMA Negeri 1 Slawi - Regenerasi di tubuh Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Jakarta Barat berlanjut dengan terpilihnya Alfanny sebagai ketua baru pada perhelatan Konferensi Cabang GP Ansor Jakarta Barat di TK Muslimat 2 Yayasan Darussalam Cengkareng, Jakarta Barat.

Alfanny mengajak segenap kader Ansor Jakarta Barat untuk bersinergi mengembangkan NU di tengah masyarakat Ibu Kota yang majemuk dengan membenahi organisasi Ansor terlebih dulu sebelum terjun menyelesaikan masalah di tengah masyarakat.

Ketua Baru Ansor Jakbar Komit Kembangkan NU di Ibu Kota (Sumber Gambar : Nu Online)
Ketua Baru Ansor Jakbar Komit Kembangkan NU di Ibu Kota (Sumber Gambar : Nu Online)

Ketua Baru Ansor Jakbar Komit Kembangkan NU di Ibu Kota

“Jakarta Barat adalah pintu gerbang Jakarta dan juga Indonesia, karena ketika turis asing dari luar negeri mendarat di Bandara Soekarno-Hatta, harus diingat sebagian wilayah bandara tersebut merupakan wilayah Cengkareng yang termasuk dalam Jakarta Barat.  Sudah saatnya Ansor Jakarta Barat bangkit dan terjun ke masyarakat dengan terlebih dulu membenahi tata internal organisasinya,” papar Alfanny di hadapan peserta konfercab, Ahad (13/3).

SMA Negeri 1 Slawi

Optimisme Alfanny didukung oleh Ketua Pimpinan Wilayah GP Ansor DKI Jakarta Abdul Azis yang mengatakan, Ansor merupakan organisasi pemuda terbesar yang mesti memberikan kontribusi positif bagi kemajuan DKI Jakarta.

Dalam kesempatan konfercab tersebut, turut hadir Abdul Haris Makmun dan Saiful Dasuki, fungsionaris Pimpinan Pusat GP Ansor serta mantan Ketua PC Ansor Jakarta Barat Abdul Syakir.

SMA Negeri 1 Slawi

Sebelum dipilih menjadi ketua PC GP Ansor Cabang Jakarta Barat, Alfanny memulai kiprah organisasinya di PMII UI-Depok tahun 1996-2001 dan menjadi salah satu anggota pertama PMII UI yang didirikan Yaqut Cholil Qoumas (Ketua Umum PP GP Ansor saat ini) dan Nusron Wahid (Ketua Umum PP GP Ansor 2011-2015).

Setelah lulus UI, Alfanny berkiprah sebagai wakil sekjen DPP Sarikat Buruh Muslimin Indonesia (Sarbumusi) antara tahun 2004-2010, kemudian tahun 2012-2015 menjadi Ketua Umum Forum Alumni PMII UI dan kemudian “pulang kampung” ke Jakarta Barat mendampingi kaderisasi IPNU-IPPNU sejak 2007 lalu bergabung dengan PC Ansor Jakarta Barat periode 2011-2015 sebagai wakil sekretaris. (Red: Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Ubudiyah, Lomba, Tegal SMA Negeri 1 Slawi

Selasa, 23 Januari 2018

Siaran Pers Jaringan Gusdurian Indonesia Terkait Pilpres

Mencermati perkembangan akhir-akhir ini terkait dengan Pemilihan Presiden 2014, terutama menyangkut berbagai klaim dan pernyataan dukungan pada capres-cawapres tertentu dari sejumlah pihak yang mengatasnamakan Jaringan Gusdurian, maka Sekretariat Nasional Jaringan Gusdurian Indonesia  (JGD Indonesia) merasa perlu menyampaikan sejumlah hal berikut ini:

1. Bahwa Jaringan Gusdurian bersifat netral dengan tidak terlibat kegiatan dukung-mendukung calon presiden/wakil presiden manapun. Netralitas ini mengacu pada kode etik yang telah disusun dan disepakati pada awal tahun 2013, jauh hari sebelum pemilu legislatif dan pemilihan presiden.

Siaran Pers Jaringan Gusdurian Indonesia Terkait Pilpres (Sumber Gambar : Nu Online)
Siaran Pers Jaringan Gusdurian Indonesia Terkait Pilpres (Sumber Gambar : Nu Online)

Siaran Pers Jaringan Gusdurian Indonesia Terkait Pilpres

2. Kode etik JGD Indonesia juga menyatakan bahwa aktivitas politik praktis apapun dari para individu Gusdurian adalah aspirasi pribadi, dan tidak boleh membawa dan mengatasnamakan Jaringan GUSDURian Indonesia (JGD Indonesia) .

3. Komunitas-komunitas Gusdurian di berbagai kota yang tergabung dalam JGD Indonesia

SMA Negeri 1 Slawi

selama ini teguh memegang prinsip nonpolitik praktis tersebut, dan menghindarkan diri dari keterlibatan dalam arena Pemilihan Kepala Daerah, Pemilihan Umum Anggota Legislatif, dan Pemilihan Presiden.

SMA Negeri 1 Slawi

4. Seknas JGD Indonesia menyesalkan penggunaan nama Komunitas Gusdurian dalam deklarasi dukungan terhadap pasangan capres-cawapres manapun. Klaim ini telah menciderai netralitas dan kemurnian serta ketulusan kerja-kerja social-kultural yang panjang dari seluruh elemen JGD Indonesia dan telah mengurangi kepercayaan publik pada kenetralan kerja jaringan di masa depan.

5. Seknas JGD Indonesia mengimbau kepada masyarakat untuk merujuk kepada Seknas JGD Indonesia untuk setiap sikap resmi Jaringan, utamanya dalam proses Pemilu Presiden 2014 ini.

6. Seknas JGD Indonesia mengimbau kepada setiap Gusdurian untuk terus menjunjung prinsip demokrasi dan menghormati hak konstitusional warga untuk menggunakan hak politiknya secara jujur dan berintegritas.

7.     Seknas JGD Indonesia mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk menjaga kedamaian serta menghindari pertikaian yang merusak sendi kehidupan berbangsa.   

Demikian pernyataan ini kami sampaikan agar semua pihak bisa merujuk dan memahami sikap yang diambil oleh Jaringan Gusdurian Indonesia terkait dengan pemilihan presiden mendatang.

Yogyakarta 23 Mei 2014

Alissa Wahid

(Koordinator Umum Jaringan Gusdurian Indonesia)

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Lomba SMA Negeri 1 Slawi

Jumat, 12 Januari 2018

Bazar Murah Muslimat NU Disambut Antuasias Warga

Jakarta, SMA Negeri 1 Slawi. Pengurus Pusat Muslimat NU melalui bidang Ekonomi dan Koperasi (Ekop) menggelar bazar murah Ramadhan, Jumat-Sabtu, 16-17 Juni. Bazar murah bertempat di ? kantor PP Muslimat NU, Pancoran Jakarta Selatan.

Ketua PP Muslimat NU Siti Aniroh Slamet Efendi Yusuf, mengungkapkan bazaar tersebut bertujuan memberikan motivasi agar keluarga Muslimat lebih terampil dalam pergerakan ekonomi yang diharapkan akan menjadikan Muslimat yang mandiri.

Bazar Murah Muslimat NU Disambut Antuasias Warga (Sumber Gambar : Nu Online)
Bazar Murah Muslimat NU Disambut Antuasias Warga (Sumber Gambar : Nu Online)

Bazar Murah Muslimat NU Disambut Antuasias Warga

“Setelah dilantik pengurus mengadakan rapat dengan seluruh anggota bidang dan kita sepakat untuk memberikan semangat dalam menggairahkan bidang ekonomi dan koperasi. Langkah pertama adalah menghimpun kekuatan ke dalam.

Artinya siapa di antara anggota Muslimat yang punya potensi kita kembangkan. Ternyata banyak ibu-ibu Muslimat NU yang sudah menjadi pengusaha, maupun aktif di organisasi dalam bidang ekonomi. Ketika kami ajak sedikit, mereka klik untuk sehingga terlibat di bazaar ini,” papar Aniroh.

SMA Negeri 1 Slawi

Selain itu, bazaar juga bertujuan untuk membantu masyarakat umum, karena dalam bazaar tersebut selain pengurus Muslimat NU, juga dibuka untuk masyarakat sekitar yang datang berbelanja. Aniroh mengatakan pihaknya bersyukur, karena bazaar disambut baik oleh masyarakat.

“Alhamdulillah, selama dua hari bazaar yang beli ada dari masyarakat umum dan pengurus PP Muslimat NU. Ada yang beli 20 piece, atau beras 20 kilo,” tambah Aniroh.

Pihaknya menyatakan bazaar serupa akan sering diadakan walaupun bukan di bulan Ramadhan. “Sepanjang kita maish hidup kan perlu makan, jadi menyediakan sembako ini untuk kebutuhan pokok,” tuturnya.

SMA Negeri 1 Slawi

Aniroh menyebut Inkopad Muslimat NU Banyumas telah beberapa kali menyelenggarakan bazar murah dan selalu mendapat respons baik dari masyarakat. (Kendi Setiawan/Fathoni) ?

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Kajian Sunnah, Sejarah, Lomba SMA Negeri 1 Slawi

Prihatin Kondisi Bangsa, Ulama Thariqah Akan Gelar Manaqib Kubro

Pekalongan, SMA Negeri 1 Slawi. Berbagai musibah yang menimpa bangsa Indonesia membuat kalangan ulama Jawa Tengah yang tergabung dalam wadah jam’iyyah tarekat NU atau Jamiyyah Ahlit Thariqah Al Mu’tabarah An Nahdliyyah merasa prihatin. Terjadinya banjir, gempa bumi, tanah longsor, kebakaran, kecelakaan kereta api, pesawat terbang dan kapal laut, juga masalah flu burung, demam berdarah, hingga bencana lumpur lapindo di Sidoarjo tidak terlepas dari kesalahan manusia sendiri.

Rencananya, tidak kurang dari 700 ulama dan kiai thariqah se-Jawa Tengah akan berkumpul di Pondok Pesantren Al Utsmani, Gejlig, Kecamatan Kajen, Pekalongan untuk bersama-sama berdoa dan bermunajat kepada Allah SWT, memohon ampunan melalui istighotsah dan manaqib kubro yang juga akan diikuti oleh sekitar 10.000 umat muslimin se-Kabupaten Pekalongan dan sekitarnya. Acara akan dilaksanakan pada Sabtu (17/3) pukul 19.00.

Banyaknya musibah yang menimpa negeri ini tidak bisa lagi ditimpakan pada sekelompok orang apalagi kepada para pemimpin bangsa ini. Akan tetapi sudah menjadi kesalahan kita bersama yang diakui atau tidak telah melakukan penyimpangan dan pembangkangan terhadap perintah-perintah Allah.

Prihatin Kondisi Bangsa, Ulama Thariqah Akan Gelar Manaqib Kubro (Sumber Gambar : Nu Online)
Prihatin Kondisi Bangsa, Ulama Thariqah Akan Gelar Manaqib Kubro (Sumber Gambar : Nu Online)

Prihatin Kondisi Bangsa, Ulama Thariqah Akan Gelar Manaqib Kubro

Ketua panitia manaqib kubro, KH. Mirza Hasbullah kepada wartawan mengatakan, kehadiran para ulama dan kiyai se Jawa Tengah di samping dalam rangka manaqib kubro, juga akan membahas berbagai persoalan keagamaan yang dikemas dalam bentuk Bahtsul Masail Diniyah pada hari esoknya. Gubernur, Pangdam IV/Diponegoro dan Kapolda Jawa Tengah serta Rais Am Jamiyyah Ahlit Thariqah Al Mu’tabarah An Nahdliyyah Habib Luthfi Bin Ali Bin Yahya telah menyatakan siap hadir secara pribadi di acara manaqib kubro dan sekaligus akan memberikan pengarahan di hadapan ribuan ummat Islam.

KH. Mirza menambahkan, untuk menampung para kiyai dari berbagai daerah, pihaknya telah melakukan koordinasi dengan pihak pesantren Al Utsmani dan Pemerintah Kabupaten Pekalongan untuk kesiapan akomodasi dan lain-lain. Apalagi kehadiran tiga pejabat penting Jawa Tengah diperlukan pengamanan khusus, sehingga dirinya memerlukan bekerja sama dengan pihak Polres Pekalongan dan Kodim serta dibantu pengamanan internal yakni banser dan pagar nusa Kabupaten Pekalongan.

Sementara itu, Ketua Yayasan Al Utsmani, H. Arifin Utsman mengatakan, dirinya dengan segenap kekuatan yang ada yang meliputi santri, murid dan pengasuh di komplek Pondok Pesantren Al Utsmani telah melakukan berbagai persiapan terkait dengan kedatangan para kiyai dan pejabat di pesantrennya. Sebagai tuan rumah, dirinya berharap kehadiran para kiyai dan ulama thariqah dapat memberikan kontribusi melalui cara-cara ulama thariqah untuk ikut meringankan beban penderitaan bangsa yang sedang ditimpa musibah beruntun ini. (muiz)

SMA Negeri 1 Slawi

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Lomba, Ahlussunnah, Halaqoh SMA Negeri 1 Slawi

SMA Negeri 1 Slawi

Senin, 08 Januari 2018

Agama, Rohingya, dan Masa Depan Kemanusiaan

Oleh Aswab Mahasin

Sebagai sistem kepercayaan, agama hanya mempunyai kapasitas mengajak. Ada dua pilihan ketika seseorang diajak oleh agama “mempercayai” atau “mengingkari”. Secara personal, tidak ada konsekuensi logis bagi mereka yang mengingkarinya, namun bagi mereka yang meyakininya (telah sukarela menjadi penganutnya), maka ada tuntunan yang harus dijaga dan disemarakan, khususnya esensi dari nilai-nilai agama itu sendiri. Agama tidak memuat unsur paksaan, melainkan agama memuat batasan-batasan nilai, norma, aturan, dan konsep sebagai realisasi keimanan seseorang.

Agama, Rohingya, dan Masa Depan Kemanusiaan (Sumber Gambar : Nu Online)
Agama, Rohingya, dan Masa Depan Kemanusiaan (Sumber Gambar : Nu Online)

Agama, Rohingya, dan Masa Depan Kemanusiaan

Agama dalam catatan Karen Armstrong, “akhir abad ke-20, agama akan menjadi kekuatan yang harus dipertimbangkan. Dewasa ini, kita tengah dipertontonkan kebangkitan agama yang menyebar luas, padahal sebelumnya kisaran tahun 1950 dan 60-an oleh banyak orang, khususnya kaum sekuler cenderung menganggap agama sebagai takhayul primitif yang ditumbuh-kembangkan oleh manusia rasional dan beradab. Ada juga yang memprediksi kematian agama sudah di depan mata. Sedangkan prediksi terbaik pada saat itu, agama hanya akan menjadi aktifits privat dan marginal, yang tidak lagi dapat mempengaruhi peristiwa-peristiwa dunia.”

Sekarang ini, kembangkitan agama dipertanyakan kembali, agama yang seharusnya konsisten mengusung misi perdamaian, terlihat lebih lihai menebarkan konflik. Walaupun jumlah antara kedamaian dan konflik, lebih dominan situasi damai. Hanya saja, ketika konflik meletus atas nama agama sulit untuk dilerai, pasti berkepanjangan, dan efeknya menyebar kemana-mana.

Munculnya penganut paham radikal atau biasa dikenal juga dengan fundamentalisme merupakan salah satu bagian penyulut api konflik tersebut. Karen Amstrong berpendapat fundamentalisme adalah suatu bentuk keimanan yang bersifat sangat politis, dan sebagian orang melihatnya sebagai bahaya yang mengancam dunia dan kedamaian sipil.

Lanjutnya, fundamentalisme muncul ke permukaan di kebanyakan agama dan menjadi respon mendunia atas ketegangan kehidupan di akhir abad ke-20. Hindu radikal turun ke jalan-jalan untuk membela sistem kasta dan menentang Muslim India; kaum fundamentalisme Yahudi melakukan penghunian ilegal di Tepi barat dan Jalur Gaza serta bersumpah untuk mengusir semua orang Arab dari Tanah Suci mereka; Moral Majority yang dipimpin Jerry Falwell dan Chrsitian Right, yang menganggap Uni Soviet sebagai kerajaan setan, mencapai kekuatan yang hebat di Amerika Serikat selama tahun 1980-an. (Karen Armstrong: 2001). Selain itu, ada laskar ISIS yang mengusik kedamaian Aleppo.

SMA Negeri 1 Slawi

Baru-baru inikonflik atas nama agama muncul kembali, belum habis berita Israel dan Palestina, menyusul gejolak yang sedang terjadi di Myanmar, di manaumat Islam Rohingya diberangus oleh kelompok Budha Ortodok (katanya). Ini adalah tragedi kemanusiaan yang “parah”. Namun, situasi yang terjadi sekarang di Myanmar kalau kita kaji secara mendalam, seperti yang di tuliskan dalam pernyataan GP Ansor di SMA Negeri 1 Slawi (judul berita: Ini Pernyataan Sikap GP Ansor Terkait Nasib Rohingya, Arakan, Rakhine, Myanmar) sangat menarik.

GP Ansor dalam pernyataannya, atas dasar laporan UN Office of the High Commissioner for Human Rights (OHCHR) – 2017peristiwa kemanusiaan keji di Myanmar semenjak tahun 2013, 2016, dan menguat di tahun 2017 syarat dengan konflik geopolitik, ada tiga hal yang saya garis bawahi;

Pertama, konflik geopolitik di dasari atas pertarungan kuasa dan kekuasaan (yang tidak seimbang), di daerah Arakan-Rakhine, yang dihuni mayoritas etnis Rohingya, dengan dugaan kuat ada perebutan paksa tanah dan sumber daya, khususnya minyak dan gas (di wilayah-wilayah sekitar).

Kedua, daerah tersebut dilaporkan memiliki cadangan sebesar 1,774 triliun kaki kubik gas dan 1,569 Barel minyak, yang beberapa blok diantara jatuh tempo pada tahun 2017. GP Ansor menyatakan, fenomena minyak dan gas atau kutukan sumber daya, tidak hanya terjadi di Myanmar tetapi juga terjadi di belahan dunia yang lain. Di mana untuk menutup operasi apropriasi sumber daya. GP Ansor menyebutkan operator-operator di lapangan melakukan dengan cara menjijikan, dibungkus dengan konflik antar etnis, antar agama, antar kelompok masyarakat dengan tujuan agar akar masalahnya menjadi kabur.

SMA Negeri 1 Slawi

Ketiga, Menurut GP Ansor saudara-saudara kita di Rohingya sudah menjadi sasaran khusus dengan operasi terselubung (covered operation) apropriasi kapital dan sumber daya secara biadab dan terencana menyasar praktik serta simbol agama. Membenturkan antar umat beragama termasuk dengan cara membakar al-Qur’an, pemerkosaan di Masjid, mempersenjatai dan memprovokasi warga untuk juga melakukan persekusi terhadap minoritas Rohingya.

GP Ansor juga mencermati, tragedi kemanusian ini karena situaasi dimana pemeluk agama mayoritas yang sebenarnya moderat memilih diam dan bukan membantu melawan saat terjadi persekusi terhadap kaum minoritas. GP Ansor dengan tegas menyatakan, Aung San Suu Kyi, sang penerima Nobel Perdamaian, hanyalah contoh paling memuakan dari diamnya mayoritas. (untuk lebih jelas, bisa membacanya langsung link di atas).

Di lihat dari analisis panjang tersebut, pembantain keji di Rohingya memang layak untuk dikutuk sebagai bentuk kebiadan sejarah umat manusia. Logikanya, kita tidak harus memakai agama untuk mengutuk ini, sisi kemanusiaan kita pun sudah tergugah, bahwa ini adalah tindakan yang sangat tidak manusiawi.?

Khusus mengenai peristiwa Rohingya tersebut, dalam menanggapi hal ini, mungkin yang paling bijak adalah mencoba menyaring seluruh berita, dan menganalisis sebenarnya apa yang terjadi di Rohingya, karena ini bukanlah perseteruan antar kampung. Siapa saja mungkin bisa ikut campur secara lapangan.?

Tentu kita tidak bisa diam, karena ini adalah peristiwa kemanusiaan paling parah di Asia Tenggara. Namun, untuk menyelesaikan masalah konflik, hubungannya bukanlah kirim militer dan kemudian berperang, melainkan ada pendekatan yang dilakukan antar negara, berdiplomasi, mengurai konflik, dan Indonesia dalam hal ini telah melakukan tindakan tersebut, bekerja sama dengan 11 Ormas, salah satunya Nadhlatul Ulama (NU) untuk membentuk aliansi kemanusiaan, dengan fokus pada bantuan kesehatan, makanan dan perlindungan. Sekarang telah akan mengglontorkan bantuan senilai 24 Miliar untuk warga Rakhine di Myanmar dan Ormas NU dan 11 Ormas lainnya melakukan pemberdayaan terhadap warga di Rakhine.

Dengan demikian, memanjatkan doa, dan terus mendukung serta memberi masukan terhadap pemerintah atas peristiwa ini adalah hal yang paling bijak, tidak lantas melampiaskan kemarahan kita, khususnya dilatarbelakangi sentimen keagamaan, dengan menggugat salah satu agama di Indonesia, karena dianggap sebagai agama tertuduh dalam konflik di Myanmar. Mari kita urai sekarng, bagaimana agama-agama dunia, khususnya Islam dalam menyikapi berbagai perbedaannya.

Agama dan sikap kemanusiaan

Berpijak dari hal-hal di atas, agama dalam praksisnya (oleh oknum-oknum tertentu), menjadi alat pertentangan yang strategis, ia dijadikan sebagai alat penindasan. Apalagi jika agama sudah bercampur dengan aktivitas politik arogan. Rumusannya begini, begitu agama diformalkan, baik dalam bentuk pelembagaan doktrin ataupun lainnya, dengan tujuan kepentingan-kepentingan kelompok, baik kepentingan “suara Tuhan” sebagai suara kekuasaan, maupun berbagai kepentingan lain yang memanfaatkan agama, maka agama tidak lagi murni sebagai gerakan persaudaran, perdamaian, dan keselarasan. Melainkan sebagai topeng surgawi semata.?

Pada tataran berhubungan dengan Tuhan, antar semua agama tidaklah ada pertentangan, apalagi konflik yang mengakar, wilayah keTuhan hanya melahirkan perdebatan teologis semata. Konflik terlahir dari mulut manusia yang mengatasnamakan sebagai pembela Tuhan demi keteraturan dunia. Akhirnya, dunia ini seakan-akan menjadi tunggal, kalau tidak sesuai dengannya maka akan salah. Lebih parah lagi, jika agama ditunggangi oleh kepentingan-kepentingan duniawi. Seperti yang dikatakan Sidney Hook, perbedaan antar-agama tidak terletak pada “nilainya”, tetapi lebih pada “kosmologinya”.

Seperti halnya ilustrasi, memakan daging anjing bagi umat agama tertentu adalah haram, bagi satu umat agama lainnya hal yang biasa. Ini sama saja kita dengan membandingan antara satu merek mobil A dengan mobil B, yang jelas-jelas pabrikan dan buku panduannya berbeda. Itu bukanlah substansi yang harus kita perdebatkan, karena kebenaran esensinya antara mobil A dan mobil B, mempunyai tujuan yang sama, yakni “keselamatan dalam berkendara”. Artinya, yang kita cari adalah keamanan dan perdamaian.

Bukan berarti dalam hal ini kita menyamaratakan agama, melainkan sebagai pijakan paradigma kita dalam berpikir, untuk meminimalisir konflik. bahwa sesungguhnya Tuhan menghendaki perbedaan, seperti halnya apa yang pernah di tuliskan oleh Muhammad Afiq Zahara dalam opininya di SMA Negeri 1 Slawi (Terorisme Jihad), “Diversitas, kemajemukan dan kebhinekaan merupakan ketetapan dan fitrah kehidupan. Tuhan sendiri tidak menghendaki menciptakan umat yang satu”, seperti firmanNya (Q.S. Hud [11]: 118: “Jikalau Tuhanmu menghendaki, tentulah Dia menjadikan manusia umat yang satu, tetapi mereka senantiasa berselisih pendapat.”

Komarudin Hidayat, dalam tulisannya “Agama-agama Besar Dunia: Masalah Perkembangan dan Interelasi”, menyatakan, “Suatu kenyataan yang tidak dapat dibantah (truism) bahwa bumi ini hanya satu, sementara penghuninya terkotak-kotak ke dalam berbagai suku, ras, bangsa, profesi, kultural dan agama. Membayangkan bahwa dalam kehidupan ini hanya terdapat satu agama, rasanya hanya ilusi belaka.”

Untuk menjaga masa depan kemanusiaan, yang perlu ditanamkan adalah sebuah paradigma berpikir yang utuh mengenai sebuah ajaran, kita tidak bisa larut dalam pemahaman segregatif, di mana klaim kebenaran menjadi mutlak dalam setiap agama. Padahal, esensi dari beragama bukanlah mencari “kebenaran” untuk “menyalahkan”, melainkan kebenaran itu difungsikan sebagai jalan perdamain dan menebarkan kasih sayang. Karena ketika orang merasa benar, maka di situlah ia menjadi salah.?

Agama jika dipahami secara mendalam dan komperhensif akan melahirkan sifat humanis, toleran dan menghormati orang lain. Dengan demikian, yang dibangun tidak hanya pemahaman kemajemukan semata, melainkan pemahaman yang sesuai dengan konteks kekinian, tentu diambil dari ajaran agama yang utuh. Dalam Islam sendiri kita diajarkan oleh Allah sebuah penghormatan yang besar untuk menghormati yang lain dari kita, “tidak ada paksaan dalam beragama...”, “untukmulah agammu, dan untukkulah agamaku..”, “kebenaran itu datangnya dari Tuhanmu: Maka barangsiapa yang ingin beriman hendaklah berimanlah”.

Di lihat dari penggalan pesan-pesan Allah SWT tersebut, Allah mengajarkan kepada kita bahwa prinsip beragama harus merupakan sebuah pilihan bukan paksaan. Karena dasar dari keimanan selain keTuhanan adalah kemanusiaan. Dan agama menolak kekerasan sebagai prinsip sebuah tindakan. Kekerasan merupakan tindakan amoral. Moralitas agama adalah kesadaran, kesalehan, yang selalu mendorong pemeluknya untuk akrab satu sama lain.?

Dan jangan dipahami keliru, pluralisme, saling menghormati dan berdampingan dengan agama lain, lantas kita mencampuradukan ajaran-ajaran agama tersebut, saya katakan, “tidak”. Karena tentu takarannya tidak akan sama. Pastinya adalah, keyakinan kita (keimanan) terhadap Allah SWT harus terus disemarakan untuk membangun sebuah sistem berketuhanan yang mampu menajawab persoalan-persoalan kemanusiaan. Agar masa depan kemanusiaan, yang dilatarbelakangi oleh misi agama yaitu perdamaian bisa terselenggara dengan baik.

Saya tutup tulisan ini dari perkataan seorang atheis, Friedrich Nietzche, “Hidup ini hanya masalah selera”. Agama adalah pilihan selera makan, tujuan makan adalah rasa kenyang, pepatah Jawa mengatakan, “Weteng ngelih pikiran ngalih, weteng wareg pikiran jejeg”. Jadi, beragama dengan memahami segala aspeknya—mutlak sebagai gizi kehidupan kita, sehat jasmani dan rohani.

Penulis adalah Dewan Pengasuh Pondok Pesantren Darussa’adah Kebumen, Jawa Tengah.

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Lomba, Pemurnian Aqidah SMA Negeri 1 Slawi

Kamis, 04 Januari 2018

Mbah Maimoen Rutin Ikuti Perkembangan Dunia Luar

Rembang, SMA Negeri 1 Slawi. Di sela-sela aktivitas yang padat, Mustasyar PBNU KH Maimoen Zubair atau yang akrab disapa Mbah Moen selalu menyempatkan waktu untuk mengikuti perkembangan informasi dunia luar. Baik lewat berita surat kabar cetak maupun online.

Salah satu santri ndalem, Muhammad Wahyudi kepada SMA Negeri 1 Slawi, Senin (28/11) membeberkan, walaupun di ndalem tidak terpasang satu unit televisi pun, kiai sepuh tersebut tetap mengikuti perkembangan dan kabar luar dengan membaca koran.

Mbah Maimoen Rutin Ikuti Perkembangan Dunia Luar (Sumber Gambar : Nu Online)
Mbah Maimoen Rutin Ikuti Perkembangan Dunia Luar (Sumber Gambar : Nu Online)

Mbah Maimoen Rutin Ikuti Perkembangan Dunia Luar

"Syaikhina tetap mengikuti perkembangan dan kabar luar dengan membaca koran, baik koran level nasional maupun daerah. Baik dibaca sendiri oleh beliau, ataupun dibacakan anak ndalem," terang santri asal Magelang tersebut.

Pengasuh Pondok Pesantren Al-Anwar Desa Karangmangu Kecamatan Sarang Kabupaten Rembang, Jawa Tengah tersebut, tidak ketinggalan untuk mengikuti kabar yang berkembang dari dunia internet, baik media sosial maupun portal berita.

"Disamping itu, pada masa kemajuan internet seperti sekarang, beliau pun dibacakan informasi dari media sosial maupun portal berita," terangnya.

SMA Negeri 1 Slawi

Wahyudi menambahkan, aktivitas semacam ini rutin dilakukan tiap hari di sela-sela kesibukannya. "Jadi, ini sebagai bukti bahwa beliau tetap aktif untuk mengikuti perkembangan dunia luar," jelas pria yang mulai nyantri di Al-Anwar sejak 2003 tersebut.

Dalam kesempatan yang berbeda, ? Ahad (27/11) saat ditemui SMA Negeri 1 Slawi di kediamannya, Mbah Moen berpesan kepada rakyat Indonesia ? agar tetap menjaga kondisi bangsa. Menjaga persatuan dan kesatuan. Indonesia walaupun di dalamnya ada perbedaan agama, prinsip Bineka Tunggal Ika harus tetap dijaga. (Aan Ainun Najib/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi

SMA Negeri 1 Slawi Lomba SMA Negeri 1 Slawi

Senin, 01 Januari 2018

Ada Tiga Kesamaan Antara Santri dan Kartun, Kata Menag

Jakarta, SMA Negeri 1 Slawi. Selama ini, santri identik dengan mengaji. Sementara kartun adalah karya seni. Menyandingkan santri dan kartun bagi sebagian orang mungkin terasa aneh dan memberi kesan tersendiri.

“Apa pertautan antara kartun dan santri?” demikian pertanyaan Menteri Agama mengawali sambutannya saat launching Pameran Kartun Santri Nasional di Galeri Nasional, Jakarta, Selasa (24/11) malam.

Ada Tiga Kesamaan Antara Santri dan Kartun, Kata Menag (Sumber Gambar : Nu Online)
Ada Tiga Kesamaan Antara Santri dan Kartun, Kata Menag (Sumber Gambar : Nu Online)

Ada Tiga Kesamaan Antara Santri dan Kartun, Kata Menag

Menurut Menag, banyak kesamaan antara seni kartun dan santri, dan 3 di antaranya adalah: pertama, kartun dan santri sama-sama memiliki ruh, memiliki jiwa intelektual. Dikatakan Menag, baik kartun maupun santri selalu mengajak seseorang untuk berfikir. Santri senang melakukan pengkajian, penelaahan, aktivitas yang tidak bisa dilepaskan dari berfikir.?

SMA Negeri 1 Slawi

“Kartun selalu merupakan artikulasi apa yang ada dalam fikiran yang dituangkan dalam bentuk lukisan,visual, dan gambar,” terangnya.

SMA Negeri 1 Slawi

Kedua, baik kartun ataupun santri selalu berupaya mengubah kehidupan sosial kemasyarakatan ke arah yang lebih baik, apalagi jika muatan pesannya berupa kritik-kritik sosial.?

Ketiga, kartun dan santri, keduanya mengandung unsur homor, setidak-tidaknya suka dengan hal-hal yang humoris. Karya-karya kartun sangat kaya dengan nilai humor, santri juga kaya dengan humor.?

“Kalau gak suka humor, perlu dipertanyakan kesantriannya,” canda Menag.

Menag berharap kartun ke depan menjadi ajang para santri dalam menyampaikan gagasan tentang ke-Islaman dan ke-Indonesiaan sehingga terasa lebih ringan dan mudah diterima. Islam tidak selalu disampaikan dengan teori-teori yang berat, namun bisa juga dengan santai.?

“Dunia kartun merupakan media yang strategis untuk menyampaikan kedamaian, toleransi kesejukan, sehingga kehidupan keberagamaan kita semakin baik,” kata Menag seperti dikutip dari laman kemenag.go.id.

Senada dengan Menag, Dirjen Pendis Kamaruddin Amin menyampaikan bahwa direktorat yang dipimpinnya akan terus mengkampanyekan bahwa pesantren merupakan penjaga Islam Nusantara yang konsisten. Di tengah perkembangan zaman yang ada, harapannya pesan-pesan melalui kartun dapat mengubah yang berat dan menjadi mudah dicerna. ?

Sementara itu, Kurator Kartun Indonesia Kuss Indarto menyampaikan, agama itu bersumber dari wahyu dan memiliki norma-normanya sendiri, yang bersifat normatif, sehingga ia cenderung menjadi permanen.

Sedangkan budaya, merupakan buatan manusia, maka ia berkembang sesuai dengan perkembagan zaman dan cenderung untuk selalu berubah. Oleh karenanya, Kuss berharap berharap Kemenag bisa menjadikan kartun sebagai salah satu sarana pencapai tujuannya untuk dapat menyampaikan ajaran Islam dengan seni kartun.

Launching Pameran Kartun Santri Nasional dimeriahkan dengan pembacaan puisi oleh santri yang kini menjadi sastrawan nasional asal Madura, KH Zawawi Imron. Sebelumnya membacakan puisinya, ? seniman yang dikenal dengan Celurit Emas ini menyampaikan bahwa dirinya adalah kartun. Kepada ratusan pengunjung yang hadir memadati venue pameran, Zawawi mengaku masih bingung siapakah dia sebenarnya. Ke mana-kemana dengan tongkat yang mengikutinya, atau dirinya yang mengikuti tongkat. Tapi biarlah itu menjadi misteri, paparnya.

“Telur…. Dubur ayam yang mengeluarkan telur, lebih mulia dari mulut intelektual yang hanya menjanjikan telur,” demikian KH Zawawi Imron mulai membacakan puisinya.

Selain puisi telur, KH Zawawi Imron juga membacakan puisinya tentang “Cinta Tanah Air Model Pesantren” dan puisi tentang “Ibu”. Red: Mukafi Niam

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Lomba, Ubudiyah SMA Negeri 1 Slawi

Selasa, 26 Desember 2017

Nusantara Bershalawat, Sekaligus Pelantikan Syekher Mania Lampung

Metro-Lampung, SMA Negeri 1 Slawi. Bertajuk Nusantara Bershalawat, Syekher Mania Provinsi Lampung dikukuhkan oleh Habib Syeh bin Abdul Qadir Assegaf dengan mengambil lokasi di samping Gedung NU Kota Metro, Kamis (20/04) malam.

Selain pengukuhan Syekher Mania Lampung, acara tersebut digelar dalam rangka Harlah 2 Windu, Khotmil Quran Juz 30, dan Juz Amma PP Roudlotul Quran Kota Metro, Lampung.

Nusantara Bershalawat, Sekaligus Pelantikan Syekher Mania Lampung (Sumber Gambar : Nu Online)
Nusantara Bershalawat, Sekaligus Pelantikan Syekher Mania Lampung (Sumber Gambar : Nu Online)

Nusantara Bershalawat, Sekaligus Pelantikan Syekher Mania Lampung

Dihadiri oleh puluhan ribu Syekher Mania dari seluruh penjuru Lampung dan sekitarnya yang tentu sudah kangen dengan sosok Habib Syeh dan lantunan shalawatnya. Maklum saja, karena Habib Syeh terakhir hadir di Lampung yaitu pada acara Lampung Tengah Bershalawat jilid II pada bulan September tahun lalu.

Hadir pula di acara tersebut, Pengasuh PP Raudloutul Quran Metro KH Ali Komarudin, Bupati Pringsewu KH Sujadi Saddat, Pengurus PP Sabilun Najah Kotagajah KH Daroini Ali, Mantan Bupati Tanggamus Fauzan Sai, Wakil Bupati Tanggamus H Samsul Hadi, Pengasuh PP Daruk Ulum Seputihbanyak KH Fathul Mujid dan tokoh-tokoh penting lainya yang masuk dalam jajaran Dewan Penasehat Syekher Mania Lampung.

SMA Negeri 1 Slawi

Bupati Lampung Tengah H Mustafa didaulat menjadi Ketua Syekher Mania Lampung dan ditunjuk langsung oleh Habib Syeh saat Habib Syeh hadir dalam acara Lampung Tengah Bershalawat jilid 2 bulan September tahun lalu.

Jadi tidaklah mengherankan jika ditunjuknya H Mustafa sebagai ketua Syekher Mania Propinsi Lampung karena Lampung Tengah adalah satu-satunya kabupaten/kota di Propinsi Lampung yang sering mendatangkan Habib Syeh dalam beberapa momen kegiatannya. Terhitung sudah tiga kali ini Habib Syeh hadir di Lampung Tengah.

SMA Negeri 1 Slawi

Habib Syeh dalam kesempatan tersebut menyatakan apresiasinya kepada Syekher Mania"Saya sangat mengapresiasi dengan semangat para Syekher Mania di Lampung, terutama di Lampung Tengah. Jamaahnya selalu penuh untuk melantunkan shalawat. Agar ini terus terjaga, saya berharap Pak Mustafa bisa menjadi Pembina Syekher Mania di Lampung. Saya percaya di bawah kepemimpinan beliau, Syekher Mania Lampung bisa lebih aktif lagi," ujar Habib saat itu. (Henudin/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi IMNU, Pertandingan, Lomba SMA Negeri 1 Slawi

Selasa, 19 Desember 2017

Teknologi Berperan Penting agar Manusia Tidak Teralienasi

Yogyakarta, SMA Negeri 1 Slawi

Zaman sekarang merupakan era digital. Seseorang akan teralienasi (terasingkan) ketika tidak melek teknologi. Dengan tidak paham teknologi, manusia akan ketinggalan zaman. Apalagi zaman terus berubah dengan cepat.

Teknologi Berperan Penting agar Manusia Tidak Teralienasi (Sumber Gambar : Nu Online)
Teknologi Berperan Penting agar Manusia Tidak Teralienasi (Sumber Gambar : Nu Online)

Teknologi Berperan Penting agar Manusia Tidak Teralienasi

Hal tersebut dikatakan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) H Nizar saat didaulat membuka resmi Rapat Koordinasi Nasional pematangan draft Peraturan Menteri Agama tentang Sistem Informasi Manajemen Kediklatan (Simdiklat).

"Pengalaman soal teknologi sudah saya terapkan ketika saya dilantik sebagai Wakil Rektor UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta pada 2010 silam. Saat itu belum ada gadget canggih seperti sekarang. Adanya baru Blackberry," kata Nizar di hadapan peserta rakornas, Kamis (21/4) malam.

Nizar punya ide yang kemudian ia sampaikan ke rektor. "Begini Pak, demi efisiensi, kita gunakan teknologi untuk virtual meeting. Jadi nggak perlu lagi rapat tatap muka. Belum konsumsinya, tenaganya. Belum lagi koordinasi waktu. Pokoknya melelahkan," tuturnya.

SMA Negeri 1 Slawi

Jika memakai virtual meeting, lanjut Nizar, sambil tiduran pun tetap bisa memberikan masukan dalam forum rapat. "Lalu kami membuat konsep untuk naskah akademiknya untuk pengadaan Blackberry dan tablet Samsung. Lalu, sejak itu tiap habis subuh dibuka rapat. Tiap hari itu," ungkap pria asal Jepara ini.

Sementara ada beberapa pimpinan yang gagap teknologi. "Mencet tombol aja nggak bisa. Karena sudah terbiasa dengan staf. Mau saya paksa. Ada trik atau briefing sehari untuk penggunaan Blackberry. Akhirnya, semua lancar," ujarnya bangga.

SMA Negeri 1 Slawi

Menurut guru besar yang juga Wakil Rais Syuriah PWNU DIY ini, jika tidak selesai di level virtual, baru dilakukan rapat face to face. Apalagi sekarang sejak media sosial berkembang luar biasa, maka tidak ada alasan diklat juga harus menyesuaikan dengan kondisi kekinian.

"Sekarang, registrasi online sebenarnya sudah terlambat. Pendaftaran SMA di Yogya aja sudah online sejak 2010. Nah, kok Diklat masih manual. Apalagi dari Pusdiklat Ciputat sampai sekarang kalau minta peserta masih manual. Waduh, ini saya yang susah karena disposisi ya jadi lambat juga," selorohnya disambut tawa hadirin.

Tapi jika memakai IT, lanjut Nizar, maka real time langsung bisa. "Makanya kemudian, saya di Kanwil itu paperless (minim kertas). Jadi, saya ke mana-mana bisa mendisposisi. Kan sekarang ada electronic office," tukasnya.

Turbulensi birokrasi

Dari tipikal seorang akademisi yang terbiasa gerak cepat ke birokrasi yang "rutinitas", Nizar melihat dunianya yang baru seperti layaknya pesawat yang mengalami turbulensi. "Tapi saya paksakan. Kalau tidak, ke depan bakal makin ketinggalan. Memang, problemnya itu di sarprasnya," ujar Kakanwil.

Apalagi setelah diaudit, ternyata bandwitch internetnya dan server tidak memenuhi syarat. "Data center juga tidak punya. Bagaimana bisa cepat kalau kayak gini. Lalu ada bantuan dari Pinmas yang hanya 2 GB. Itu pun hanya untuk personalia SDM Kepegawaian. Nggak cukup. Kalau bareng-bareng bisa lemot. Makanya, Diklat juga harus memperhatikan aneka kebutuhan tersebut," tegasnya.

Hadir dalam upacara pembukaan rakornas, Kepala Bagian Perencanaan dan Sistem Informasi Sekretariat Hj Sunarini, dan Kepala Bagian Ortala dan Kepegawaian Sekretariat H Bahari, Kasubag Hukum dan Perundang-undangan Asroi, dan Kepala Balai Diklat Keagamaan (BDK) Jakarta Aden Daenuri.

Rakornas yang diinisasi Badan Litbang dan Diklat Kemenag ini digelar di Hotel Ros-In Jalan Lingkar Selatan No 110 Bangunharjo, Sewon, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta dan diagendakan selama tiga hari, Kamis-Sabtu, 21-23 April 2016. (Musthofa Asrori/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Lomba, Kiai SMA Negeri 1 Slawi

Senin, 18 Desember 2017

Menag Pimpin Upacara Kenegaraan Pemakaman

Bogor, SMA Negeri 1 Slawi. Menteri Agama (Menag), Suryadharma Ali, memimpin upacara kenegaraan dalam pemakaman KH Idham Chalid, mantan Ketua DPR/MPR dan mantan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), yang dimulai sekitar pukul 12.00 WIB.

Para pelayat termasuk ulama dan anak-anak yatim turut mengantarkan kepergian almarhum KH Idham Chalid ke tempat peristirahatan terakhir di kompleks Pondok Pesantren Darul Quran di Cisarua, Bogor, Jawa Barat, Senin.

Menag Pimpin Upacara Kenegaraan Pemakaman (Sumber Gambar : Nu Online)
Menag Pimpin Upacara Kenegaraan Pemakaman (Sumber Gambar : Nu Online)

Menag Pimpin Upacara Kenegaraan Pemakaman

Suryadharma Ali dalam sambutannya atas nama negara menyampaikan bela sungkawa atas meninggalnya KH Idham Chalid. Ia juga meminta seluruh warga untuk turut mendoakan agar almarhum mendapat tempat yang layak di sisi Allah.

SMA Negeri 1 Slawi

"Banyak hal-hal yang telah diperbuat almarhum semasa hidupnya yang bisa dijadikan suri tauladan bagi kita yang masih hidup," katanya.

Upacara kenegaraan ini, lanjut dia, dilakukan untuk menghormati jasa-jasa almarhum.

SMA Negeri 1 Slawi

Hadir pada upacara tersebut di antaranya Bupati Bogor Rahmat Yasin serta para ulama termasuk KH Didin Hafiduddin dan KH Syukron Makmun, salah seorang murid KH Idham Chalid.

Sementara itu, Bupati Bogor, Rahmat Yasin, yang memberikan sambutan atas nama keluarga almarhum mengucapkan terima kasih atas bantuan semua pihak dalam proses pemakaman almarhum.

KH Idham Chalid wafat di usia 88 tahun pada Minggu (11/7) pukul 08.00 WIB di kediamannya di kawasan pendidikan Darrul Maarif, Cipete, Jakarta Selatan, karena sakit yang diderita selama 10 tahun terakhir.

Idham Chalid lahir di Setui, Kalimantan Selatan pada 27 Agustus 1922.

Ia adalah tokoh agama, tokoh bangsa, dan tokoh organisasi besar Islam Nahdlatul Ulama dan juga deklarator sekaligus pemimpin Partai Persatuan Pembangunan (PPP).

Sebelum meninggal, almarhum pernah bernazar ingin dimakamkan di kompleks Pondok Pesantren Darul Quran di Cisarua, Bogor.

Pesantren sederhana tersebut didirikan KH Idham Chalid pada tahun 1969.

Warga yang mengikuti jalannya upacara pemakaman terpaksa berdesak-desakan karena area pemakaman di kompleks tersebut relatif sempit hanya seluas 100 meter persegi.

Sebagian anak-anak yatim yang menghuni asrama di pondok pesantren tersebut menyaksikan jalannya pemakaman dari depan kamar mereka karena jarak antara asrama dengan area pemakaman sangat dekat dan hanya dibatasi oleh pagar.

Beberapa warga juga naik ke atas bangunan masjid yang tengah dibangun untuk bisa menyaksikan upacara pemakaman tersebut. (ant/mad)Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Hadits, Sejarah, Lomba SMA Negeri 1 Slawi

LPPNU, Lesbumi dan LPNU Sidoarjo Jalin Sinergi Perekonomian

Sidoarjo, SMA Negeri 1 Slawi. Setelah diluncurkannya NU Mart oleh Lembaga Perekonomian Nahdlatul Ulama dan PCNU Sidoarjo di Desa Ketegan, Kecamatan Tanggulangin, Kabupaten Sidoarjo, Jumat (13/1) lalu, membuat sejumlah pemangku bisnis ingin melakukan kerja sama di bidang usaha. Tak terkecuali Lembaga Pengembangan Pertanian NU dan Lembaga Seni Budaya Muslim Indonesia (Lesbumi) Sidoarjo.

LPPNU, Lesbumi dan LPNU Sidoarjo Jalin Sinergi Perekonomian (Sumber Gambar : Nu Online)
LPPNU, Lesbumi dan LPNU Sidoarjo Jalin Sinergi Perekonomian (Sumber Gambar : Nu Online)

LPPNU, Lesbumi dan LPNU Sidoarjo Jalin Sinergi Perekonomian

Ketua LPPNU Sidoarjo, Supriyono menyatakan bahwa dengan diluncurkannya NU Mart, justru membuka kesempatan di LPPNU. Pasalnya, banyak binaan LPPNU di bidang UKM yang nantinya bisa disinergikan dengan kebutuhan yang ada di NU Mart.

"Selama ini kami kesulitan di pemasarannya. LPPNU bisa melakukan produksi, namun belum bisa memasarkannya. Dengan adanya NU Mart ini, produksi beras, kripik gayam, telur asin dan lain sebagainya bisa kami kirim ke NU Mart dengan menggunakan level NU Mart," kata Supriyono, Senin (16/1).

Surpiyono mengimbau kepada masyarakat dan ibu-ibu Muslimat supaya berbelanja ke NU Mart, karena profitnya nanti akan kembali lagi ke ummat.

Sementara itu, Ketua Lesbumi Sidoarjo, Ainul Yaqin mengatakan bahwa, kerjasama yang akan dilakukan Lesbumi dengan LPNU yaitu di bidang kesenian. Seperti menjual alat-alat musik.

SMA Negeri 1 Slawi

"Alhamdulillah, kami bersyukur akhirnya LPNU Sidoarjo bisa meluncurkan NU Mart. Kami akan mencoba menjual alat-alat musik di toko NU itu, semisal menjual gitar dan peralatan musik lainnya," kata Ainul Yaqin. (Moh Kholidun/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi

SMA Negeri 1 Slawi Lomba SMA Negeri 1 Slawi

Minggu, 17 Desember 2017

Takut Konstituen Kabur, Partai-Partai Islam Dukung “Diam-Diam”

Jakarta, SMA Negeri 1 Slawi. Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Komjen Saud Usman Nasution menyatakan kecewa atas sikap partai-partai Islam saat BNPT diundang dalam sebuah rapat anggota dewan di Gedung DPR pada Rabu (8/4) lalu. Mereka tidak bersuara perihal pemblokiran situs-situs Islam yang memuat hasutan dan provokasi.

Takut Konstituen Kabur, Partai-Partai Islam Dukung “Diam-Diam” (Sumber Gambar : Nu Online)
Takut Konstituen Kabur, Partai-Partai Islam Dukung “Diam-Diam” (Sumber Gambar : Nu Online)

Takut Konstituen Kabur, Partai-Partai Islam Dukung “Diam-Diam”

“Setelah rapat ditutup, mereka dalam obrolan santai baru menyatakan dukungan untuk BNPT. Saya bilang, ‘Kenapa tidak disampaikan saat rapat berlangsung pak?’” kata Komjen Saud menceritakan kelakuan anggota fraksi sejumlah partai-partai Islam di Gedung PBNU, Jumat (10/4) siang.

Perihal pemblokiran situs ini, partai-partai berasas nasionalis dan kebangsaan lainnya juga bersikap dingin. Mereka tidak menunjukkan sikap tertentu.

SMA Negeri 1 Slawi

Saud menaruh curiga mereka yang dari partai Islam itu khawatir kehilangan konstituen. Saud lalu menyebut sejumlah partai yang mengibarkan bendera Islam untuk menarik suara dari kalangan umat Islam. Sementara anggota dewan dari partai nasionalis dan kebangsaan lainnya mencari aman.

“Saya ingat hanya dua anggota dewan dari fraksi PKB komisi III menyatakan dukungan terbuka. ‘Maju terus pak, PKB di belakang BNPT’, kata mereka,” ujar Saud saat diskusi bertajuk ‘Media Islam, Demokrasi, dan Gerakan Terorisme: Respon NU Terhadap Situs Radikal’ bersama PBNU, SMA Negeri 1 Slawi, dan Radio NU. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi

SMA Negeri 1 Slawi Lomba, RMI NU SMA Negeri 1 Slawi

Selasa, 05 Desember 2017

Tingkatkan Kapasitas Kader Ansor dengan Gerakan Bulanan

Way Kanan, SMA Negeri 1 Slawi

Silaturahim unsur pimpinan cabang dan pimpinan anak cabang Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Way Kanan, Lampung di Blambangan Umpu, Jumat (15/7) memutuskan evaluasi program dan gerakan bakal dilakukan ke depan melalui Rapat Kerja Cabang (Rakercab).

Tingkatkan Kapasitas Kader Ansor dengan Gerakan Bulanan (Sumber Gambar : Nu Online)
Tingkatkan Kapasitas Kader Ansor dengan Gerakan Bulanan (Sumber Gambar : Nu Online)

Tingkatkan Kapasitas Kader Ansor dengan Gerakan Bulanan

"Ujung tombak pimpinan cabang adalah pimpinan anak cabang, karena itu wajib didorong tumbuh dan kuat melalui program-program positif untuk membuktikan kader Ansor memang kompeten dan mempunyai ketangguhan menghadapi persoalan di masyarakat," kata Ketua PC Ansor Way Kanan Gatot Arifianto.

Supaya Rakercab tidak bertele-tele, maka setiap pimpinan anak cabang diharuskan membawa dua rumusan program yang akan dilakukan per enam bulan sekali.

SMA Negeri 1 Slawi

"Misal PAC Negara Batin program pertama jatuh pada Maret, maka program selanjutnya dilakukan enam bulan ke depan, lalu PAC lain di bulan berikutnya, begitu seterusnya sehingga setiap bulan, dalam setahun Ansor di Way Kanan ini ada kegiatan," ujar Ketua Bidang Media dan Publikasi DPP Sarbumusi NU itu pula.

Gatot melanjutkan, kaderisasi tanpa mempersiapkan regenerasi dan upaya peningkatan kapasitas bagi kader adalah hal sia-sia. "Rumusan program sebaiknya bermanfaat, baik untuk internal (organisasi) dan eksternal (masyarakat/pemerintah). Namun demikian, program itu terpisah dari gerakan ekonomi yang harus pula dimiliki setiap PAC," paparnya.

SMA Negeri 1 Slawi

Kabupaten Way Kanan memiliki 14 kecamatan, dari jumlah itu, ada enam kepengurusan PAC yang perlu dievaluasi dan didampingi, yakni Blambangan Umpu, Negeri Besar, Bumi Agung, Buay Bahuga, Bahuga dan Gunung Labuhan.

Pada silaturahim dihadiri Dewan Penasehat Darul Hafiz, Wakil Ketua Refki Dharmawan, Heri Amanudin, Hasyim Asyari, Bendahara Abdullah Candra Kurniawan, Wakil Sekretaris Pebri, Kasatkorcab Alex Almukmin dan anggota Banser serta sejumlah Ketua PAC Ansor, Kecamatan Pakuan Ratu Bakti Gozali, Negara Batin Hozin Munir, Banjit Yudi Hutri Winata, Rebang Tangkas Arif Makhfudin, Kasui Hendri Purwadi, diputuskan pimpinan cabang akan melakukan pendampingan dan melakukan evaluasi terhadap enam PAC tersebut, targetnya rampung pada 24 Juli sebelum Rakercab yang akan digelar 27 Juli 2016 di Pesantren Darul Hikmah asuhan KH Supandi di Taman Asri, Baradatu.

Koordinator pendampingan Rebang Tangkas, Banjit dan Kasui Pebri. Untuk Blambangan Umpu dan Negeri Agung Abdullah Candra, lalu Way Tuba, Buay Bahuga, Bahuga dan Bumi Agung Hasyim Asyari. Kemudian untuk Baradatu dan Gunung Labuhan sahabat Basuki Rahmat dibantu Supri Iswan. Adapun untuk Negeri Besar, Negara Batin dan Pakuan Ratu Alex Almukmin dibantu Bakti Gozali.

"Langkah tersebut diperlukan untuk memperkuat kiprah Gerakan Pemuda Ansor di Way Kanan," imbuh Heri Amanudin. (Disisi Saidi Fatah/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Lomba, Halaqoh SMA Negeri 1 Slawi

Senin, 04 Desember 2017

Kenalkan Sejarah dengan Ziarahi Makam dan Museum

Sumedang, SMA Negeri 1 Slawi. Banyak hal yang bisa dilakukan untuk menghargai dan mengenalkan pelajar pada sejarah. Pimpinan Komisariat Ikatan Pelajar NU (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri NU (IPPNU) Madrasah Tsanawiyah Plus Al-Hikam memilih ziarah dan rihlah ilmiah untuk mewujudkan tujuan tersebut.

Rombongan ziarah dan rihlah ilmiah (tur studi) antara lain mengunjungi sejumlah tempat di Sumedang, Jawa Barat, antara lain Makam Cut Nyak Dien, Makam Prabu Geusan Ulun, Petilasan Mbah Jaya Perkasa, dan Museum Prabu Geusan Ulun Sumedang.

Kenalkan Sejarah dengan Ziarahi Makam dan Museum (Sumber Gambar : Nu Online)
Kenalkan Sejarah dengan Ziarahi Makam dan Museum (Sumber Gambar : Nu Online)

Kenalkan Sejarah dengan Ziarahi Makam dan Museum

Pembina PK IPNU-IPPNU MTs Plus Al-Hikam Syarif Hidayatullah mengatakan, kegiatan yang dilaksanakan Kamis (12/11) ini sudah menjadi program kerja tahunan yang selalu dilaksanakan. Selain mendapatkan wawasan sejarah, kegiatan ini diharapkan membiasakan para siswa generasi penerus NU untuk melaksanakan ziarah.

SMA Negeri 1 Slawi

Hal ini sesuai dengan moto MTs Plus Al-Hikam saat ini, yaitu melestarikan nilai-nilai lama yang baik dan mengambil nilai-nilai baru yang lebih baik.

“Ziarah merupakan nilai lama yang sering dilaksanakan oleh para alim ulama. Nilai tersebut janganlah sampai luntur atau hilang. Harus terus dilestarikan oleh generasi NU saat ini,” kata Syarif.

SMA Negeri 1 Slawi

Untuk rihlah ilmiah, pelajar diajak ke Museum Prabu Geusan Ulun. Hal ini dilaksanakan supaya mereka melek sejarah dan menghargai sejarah, karena bangsa yang besar adalah yang menghargai sejarah. (Ayi Abdul Kohar/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Lomba, Santri, Tegal SMA Negeri 1 Slawi

Senin, 20 November 2017

Kader PMII Majalengka Tingkatkan Kemampuan Berbahasa Inggris

Majalengka, SMA Negeri 1 Slawi. Para kader PMII Majalengka menggunakan Bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar diskusi rutin. Dengan pengantar itu, mereka berniat menciptakan lingkungan bahasa Inggris agar terbiasa dalam komunikasi sehari-hari.

Kader PMII Majalengka Tingkatkan Kemampuan Berbahasa Inggris (Sumber Gambar : Nu Online)
Kader PMII Majalengka Tingkatkan Kemampuan Berbahasa Inggris (Sumber Gambar : Nu Online)

Kader PMII Majalengka Tingkatkan Kemampuan Berbahasa Inggris

Agenda ini dipandu oleh  instruktur dari Happy English Course Pare Kediri di Gazebo pesantren Raudlatul Mubtadiin Cisambeng, Palasah, Majalengka, Rabu (11/2) pagi.

Kader PMII universitas Majalengka Mawah Khoerunnisa menyatakan rasa bangganya atas diskusi berpengantar bahasa Inggris. “Walaupun masih terus berlatih dalam menyusun kalimatnya, tapi hal ini menjadi kebanggaan.”

SMA Negeri 1 Slawi

Mawah yang juga mahasiswa Jurusan Bahasa Inggris ini menambahkan, pelatihan ini sangat membantu karena insya Allah ke depan pihaknya akan membentuk kelompok belajar dan kelompok paduan suara PMII yang memakai bahasa Inggris.

SMA Negeri 1 Slawi

"Pokoknya anak PMII tiada henti harus memahami Bahasa Inggris. Soalnya, malam Jumat ada kegiatan pertemuan relijius dengan pidato berbahasa Inggris. Sementara malam Aha dada kegiatan pertemuan mingguan yang berisi drama english, debat berbahasa Inggris. Setiap hari peserta wajib berbicara bahasa Inggris,” ujar Ma’wah.

Sementara Ketua PMII Majalengka Iwan Irwanto mengatakan, walaupun agenda ini PMII hanya bersifat mengikut, namun itu sangat membantu para kader dalam menunjukkan kemampuannya selama beberapa hari mengikuti pelatihan di pesantren ini.

“Tak hanya itu para kader pula yang notabene bukan asli santri setidaknya bisa mengenal dunia pesantren dan nyantri di sini selama pelatihan berlangsung,” kata Iwan.

Iwan berharap ke depan para kadernya bisa lebih berdaya saing dengan organisasi mahasiswa lain dalam rekrutmen kadernya. Ini juga menjadi nilai plus bagi PMII Majalengka untuk menciptakan kader yang tak hanya mampu berwacana tapi mampu memperlihatkan kemampuannya khususnya komunikasi bahasa Inggris.

Acara dimulai pukul 20:00 dengan terlebih dahulu tahlillan dan ditutup dengan doa. Setiap hari 4 kali pembelajaran pukul 09-10 (grammar), pukul 10-11 (speaking), pukul 13.30-15 (tutorial program), pukul 16-17.30 (speaking), dan pukul 21-23 (grammar, trick, review). (Aris Prayuda/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Lomba, Makam, Doa SMA Negeri 1 Slawi

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs SMA Negeri 1 Slawi sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik SMA Negeri 1 Slawi. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan SMA Negeri 1 Slawi dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock