Tampilkan postingan dengan label Ulama. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ulama. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 24 Februari 2018

PWNU DKI Jakarta Perkuat Wawasan Aswaja An-Nahdliyah di Jakarta Selatan

Jakarta, SMA Negeri 1 Slawi - Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) DKI Jakarta dan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Jakarta Selatan menggelar halaqah Aswaja An-Nahdliyyah di aula Darul Marfu‘, Radio Dalam, Jakarta Selatan, Ahad (17/9) pagi. Halaqah di PCNU Jaksel ini merupakan agenda keliling terakhir penguatan Aswaja NU yang dilakukan PWNU DKI Jakarta.

Halaqah ini diikuti oleh pengurus harian banom NU, lembaga NU, serta pengurus harian MWCNU yang ada di Jakarta Selatan.

PWNU DKI Jakarta Perkuat Wawasan Aswaja An-Nahdliyah di Jakarta Selatan (Sumber Gambar : Nu Online)
PWNU DKI Jakarta Perkuat Wawasan Aswaja An-Nahdliyah di Jakarta Selatan (Sumber Gambar : Nu Online)

PWNU DKI Jakarta Perkuat Wawasan Aswaja An-Nahdliyah di Jakarta Selatan

Halaqah ini diisi dengan dua sesi diskusi dengan tema berbeda. Satu sesi membahas materi Aswaja An-Nahdliyah mulai dari sikap keislaman hingga sikap kebangsaan. Sementara sesi kedua membahas dinamika NU paling aktual di lingkungan Jakarta Selatan mulai dari sikap politik hingga pembahasan plang NU di masjid-masjid.

Sekretaris PCNU Jakarta Selata KH Irfan Zidni mengatakan, “Ini keliling terakhir halaqah PWNU DKI Jakarta. Halaqah di PCNU Jakarta Selatan ini merupakan halaqah terbaik dari pelaksanaan halaqah terbaik dari seluruh PCNU di Jakarta sebagaimana pengakuan dari pengurus harian PWNU DKI Jakarta.”

SMA Negeri 1 Slawi

SMA Negeri 1 Slawi

Sementara Ketua PCNU Jakarta Selatan KH Abdurrazak Alwi mengatakan bahwa untuk menangani nahdliyin di Jakarta, pengurus NU harus memiliki pendekatan khusus.

“Pengurus NU harus turun ke bawah, rajin silaturahmi, lalu menggerakkan simpul-simpul kekuatan jamaah. Ujung tombaknya adalah pengurus harian MWCNU. Pengurus NU harus diisi oleh bukan kalangan ustadz dan santri saja, tetapi harus dari pelbagai kalangan. Bukan juga sekadar dzurriyah pendiri NU, tetapi mereka yang mau khidmah untuk NU di Jakarta,” kata Kiai Razak Alwi. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Internasional, Olahraga, Ulama SMA Negeri 1 Slawi

Terbesar, PMII Jatim Mesti Jadi Contoh bagi Wilayah Lain

Ponorogo, SMA Negeri 1 Slawi

Pengurus Koordinator Cabang (PKC) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Jawa Timur merupakan PKC dengan jumlah cabang terbanyak se-Indonesia. Jumlah cabang definitif PMII se-Jatim adalah 31 institusi. Mulai dari ujung barat Ngawi hingga ujung timur Banyuwangi.

Demikian dikatakan ketua PKC PMII Jatim 2014-2016, Ahmad Junaidi dalam Konferensi Koordinator Cabang (Konkoorcab) XXII Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Jawa Timur resmi dilaksanakan di Pendopo Agung Kabupaten, Ponorogo pada kamis Rabu 27-30 April 2016.

Terbesar, PMII Jatim Mesti Jadi Contoh bagi Wilayah Lain (Sumber Gambar : Nu Online)
Terbesar, PMII Jatim Mesti Jadi Contoh bagi Wilayah Lain (Sumber Gambar : Nu Online)

Terbesar, PMII Jatim Mesti Jadi Contoh bagi Wilayah Lain

“Meskipun begitu, saya harap sahabat-sahabat tidak melupakan tiga hal, yakni komitmen ideologi, kaderisasi, dan gerakan PMII. Dan tiga poin itu haruslah juga jadi agenda utama forum (konkoorcab) ini,” katanya.

SMA Negeri 1 Slawi

Kang Juned, sapaan akrabnya, dengan potensi cabang yang banyak tersebut PMII Jatim seharusnya memberikan teladan pergerakan bagi wilayah-wilayah lain.

SMA Negeri 1 Slawi

“PMII merupakan kawah candradimuka para politisi dan intelektual NU di masa depan, mari membangun PMII lebih bermanfaat,” ajaknya.

Sementara itu, Ketua Umum PB PMII Aminuddin Ma’ruf mengatakan, sejarah Jatim menjadi tempat sejarah kelahiran PMII pada 17 April 1960 tidak boleh melengahkan PMII Jatim untuk terus berupaya menjadi barometer kepemimpinan, gerakan dan ideologisasi Islam Ahlussunnah wal Jamaah.

Secara simbolik pembukaan konkoorcab resmi dibuka dengan penabuhan gong sebanyak tiga kali oleh Bupati Ponorogo Ipoeng Mukhlisoni ditemani Ketum PB PMII Aminuddin Ma’ruf dan Ketum PKC Jatim Ahmad Junaidi.

Pada kesempatan pembukaan juga ditampilkan kesenian Reog Ponorogo yang merupakan kesenian asli Nusantara asal Ponorogo. Pada kesempatan acara juga makin khidmat dengan kehadiran salah satu pendiri PMII KH Nuril Huda, dan sejumlah alumni PMII dan pejabat setempat. (Ali Makhrus/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Ulama, Nasional, Aswaja SMA Negeri 1 Slawi

Rabu, 21 Februari 2018

Gagap Digital, Dakwah NU Tak Terkoordinir dengan Baik

Banyuwangi, SMA Negeri 1 Slawi

Ketua Lembaga Talif wan Nasyr (LTN) PBNU Hari Usmayadi mengatakan, sekitar 88,1 juta dari total penduduk dunia menggunakan browsing internet dalam waktu 4,1 jam. Selebihnya digunakan untuk bermedia sosial.

Ia mengatakan hal itu saat menyampaikan materi di "Kongkow Netizen NU" di aula tingkat II kantor PCNU Banyuwangi, Ahad (19/2).

Gagap Digital, Dakwah NU Tak Terkoordinir dengan Baik (Sumber Gambar : Nu Online)
Gagap Digital, Dakwah NU Tak Terkoordinir dengan Baik (Sumber Gambar : Nu Online)

Gagap Digital, Dakwah NU Tak Terkoordinir dengan Baik

Pria yang akrab disapa Cak Usma tersebut, sebelum berbicara lebih dalam tentang penggunaan sosial media, ia mengupas tentang permasalahan organisasi NU.

SMA Negeri 1 Slawi

"Permasalahan NU saat ini terkesan masih gagap menyikapi tantangan perkembangan dakwah di era digital terkini dan peningkatan masyarakat kelas menengah," tuturnya di hadapan ratusan peserta kongkow yang terdiri dari mahasiswa, anggota IPNU dan IPPNU, PMII, banom & lembaga PCNU Banyuwangi, serta netizen yang tergabung di banyuwangi.

SMA Negeri 1 Slawi

Sehingga, menurutnya, saluran dan muatan informasi syiar dakwah tidak terkoordinir dengan baik dari struktural pusat sampai cabang.

"Inilah permasalahan yang saat ini perlu dan harus kita selesaikan bersama. Untuk penyelesaian ini perlu adanya koneksi mulai tingkat pusat sampai ranting," kata Cak Usma.

Setidaknya, kata dia, NU harus memetakan secara spesifik analisis strength, weakness, opportunity, threat (SWOT). Setelah hal itu, barulah membuat strategi gebrakan-gebrakan yang berarti dalam penyelesaian masalah yang telah kita petakan," pungkas Usma.

Sementara itu, Wakil Ketua LTN PWNU Jatim Sururi Arumbani memberikan dua racikan solusi yang harus digerakaan di semua media. Termasuk SMA Negeri 1 Slawi Banyuwangi.

"Pertama yang harus dilakukan adalah peningkatan kuantitas maupun kualitas wartawan media dalam setiap periode," tutur Ruri.

Karena kualitas dan kuantitas wartawan, lanjut dia, merupakan satu-satunya mesin penggerak media sampai mencapai kejayaannya. Wartawan disini pun harus menulis dan mencari berita media secara terus-menerus. "Jangan setengah-setengah !" tegas Ruri.

Tak kalah penting, menurutnya, yaitu keberlangsungan produksi narasi juga harus ditingkatkan. Artinya produksi tulisan tidak hanya terbatas hanya berita-berita. Juga penting diisi dengan profil kiai, nasehat, dan fatwa-fatwanya.

"Dengan sebuah gebrakan, misalnya, wartawan sering-sering mendatangi kediaman sesepuh dan kiai. Selain disana untuk meminta nasehat juga bisa meminta fatwa terhadap suatu permasalahan. Karena tugas seorang kiai sangat padat sekali dalam masalah keummatan dan pengajian. Dalam hal ini wartawan harus jemput bola agar produksi tulisan tidak berhenti dan monoton," pungkas pengurus Jatim asal Rembang.

Kongkow yang dihelat SMA Negeri 1 Slawi Banyuwangi ini dihadiri Katib Syuriah PCNU Jember Harisudin. (M. Sholeh Kurniawan/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Ulama, Aswaja SMA Negeri 1 Slawi

Minggu, 11 Februari 2018

Kiai Said Bersedia Dicalonkan Kembali Pimpin NU

Muktamar NU akan diselenggarakan Agustus 2015 mendatang. Siapa yang akan memimpin NU, menjadi perbincangan menarik, bukan hanya bagi warga NU, tetapi juga bagi publik Indonesia mengingat besarnya pengaruh NU. Dalam tradisi NU, tidak ada pencalonan diri menjadi ketua umum, tetapi kandidat dianggap sebagai calon setelah memenuhi persyaratan tertentu, diantaranya memperoleh dukungan 99 suara atau sesuai dengan tata tertib pemilihan. Ketua Umum PBNU periode 2010-2015 KH Said Aqil Siroj kepada SMA Negeri 1 Slawi menyatakan, dirinya siap dicalonkan kembali jika memang masih dipercaya untuk memimpin NU lima tahun berikutnya. Berikut hasil wawancaranya. 

Apa Pak Kiai masih bersedia dicalonkan kembali?

Terima kasih atas pertanyaannya, saya menggelinding saja, mengalir saja. Kalau masih dipercaya saya siap, tetapi bukan berarti saya ambisius ingin menjadi ketua umum. Kalau tidak menjadi ketua umum saya juga tidak “habis”. Ngak seperti itu. Saya terus terang saja, malu, malu kalau di NU ini terlalu ambisius karena kalau di NU ini yang pertama pengabdian, ibadah, dan amanah.

Kiai Said Bersedia Dicalonkan Kembali Pimpin NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Kiai Said Bersedia Dicalonkan Kembali Pimpin NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Kiai Said Bersedia Dicalonkan Kembali Pimpin NU

Ya, kita akui kalau di NU ini, jadi ketua umum dimana-mana dihormati orang, dimana-mana diperhitungkan. Akan tetapi secara materi, tidak ada sama sekali. Saya punya perusahaan bukan karena jadi ketua umum PBNU, saya juga punya sawah di Cirebon (tanah kelahiran. red). Karena jadi ketua umum PBNU, terus kekayaan saya terus melonjak, ngak…ngak…seperti itu.

SMA Negeri 1 Slawi

Jadi kalau dipercaya lagi, saya siap. Kalau ngak, ya ngak apa-apa, ngak perlu sampai kampanye ke sana kemari, malu…

SMA Negeri 1 Slawi

Memang, yang paling menarik di NU ini kan banyak tantangan. Semakin banyak tantangan, semakin dewasa, semakin matang. Banyak tantangan internal maupun eksternal. Kalau ada masalah, saya selalu ingat Gus Dur, tantangan beliau jauuuh lebih berat daripada saya, berharapan dengan tentara, pemerintah dari rezim Orde Baru. Kalau saya tidak. Tantangan kalau orang tidak seneng, pasti ada. Orang mengkritik saya tunggui. Saya seneng kritik yang konstruktif.

Jika jadi lagi, apa visi dan misi Kiai jika terpilih lagi?. Pertama, mimpi saya, membangun universitas. Dulu waktu di Muktamar Makassar mimpi saya mendirikan lima universitas selama lima tahun. Alhamdulillah, sekarang 23 buah. Ini berapa persen peningkatannya. Saya pikir dulu lima. Kedua, soal Kartu anggota NU (Kartanu). Ketiga ingin mengembalikan aset-aset NU yang hilang. Ini tidak gampang, masyaallah, sudah menang di Mahkamah Agung (MA), sudah inkracht (berkekuatan hukum tetap), tanah Tomang itu, tetapi sampai sekarang belum bisa dieksekusi. 

Dan Alhamdulillah, sejak saya ini, saya mulai manajemen keuangan yang terbuka, alhamdulillah, baik hasilnya. Lembaga-lembaga keuangan juga diaudit, terutama yang banyak uangnya. 

Tapi mimpi saya ini, lembaga lajnah ini tidak perlu memiliki bendahara karena mereka merupakan perangkatnya PBNU. Rupanya belum jalan, karena karena ada lembaga yang “basah”, ada yang “kering”. Ini kurang sehat sebenarnya.

Dan motto saya kembali ke pesantren, disamping secara fisik pleno dan acara besar NU di pesantren, nilai-nilai pesantren kita tonjolkan kembali. NU ya pesantren, pesantren ya NU dengan nilai-nilai kesederhanaan, kemandirian, kejujuran, akhlakul karimah, juga keilmuan. Ini akan saya teruskan. 

Adapun gagasan-gagasan baru, kita akan go internasional. Kita kan “putus asa” dengan konflik di Timur Tengah. Kondisinya semakin parah. Al Qaeda tumbang, Osama bin Laden terbunuh, eh muncul ISIS yang lebih kejam yang membunuh orang Syiah, bagaimanapun mereka juga Islam, dijejer kemudian dibunuh. Orang Kurdi juga. Luar biasa kejamnya. Islam apa ini. Wallaahi, Islam bukan seperti itu. Mereka sudah bertentangan dengan ajaran Islam, mereka mencoreng dan mengotori nilai-nilai Islam. Tapi saya tidak mengatakan mereka kafir, selama orang-orang itu tetap bersyahadat. Ini bertentangan, berlawanan dengan ajaran Islam.

NU itu kan banyak tantangan eksternal. Umat yang besar memiliki pengaruh politik yang besar pula? . NU ini kan ormas kemasyarakatan, memiliki pengaruh politik dan sosial, seperti yang saya katakan kemarin. Demokrasi kita belum disertai dengan kesejahteraan. Masih transaksional. Wani piro, mbayar piro, baru menang. Demokrasi akan sehat kalau dibarengi dengan kesejahteraan. Betul, prosesnya demokratis dalam pemilihan DPR atau, bupati atau walikota, tapi selalu dengan uang. Uang kita butuhkan, tapi jangan semata-mata.

Sikap kita sebagai ormas Islam, pertama amanah diniyah, amanah agama. NU akan selalu mengawal dan memperkuat Islam aswaja, kedua amanah wathoniyah, mengawal keutuhan kebangsaan. Islam tanpa kebangsaan akan seperti Timur tengah, Islam tanpa komitmen menyelamatkan keutuhan negaranya. Perang terus. Nasionalis tanpa agama, akan kering, akan sekuler, nasionalis tanpa spirit. Dua amanah ini ada di NU. Kita akan melanjutkan amanah ini. 

Dan bukan berarti ini semua kerja ketua umum, tidak, ini kerja semua anggota tim, ketua umum, para ketua, ketua lembaga dan lajnah.

Banyak permintaan maju lagi, dari cabang, wilayah atau kiai-kiai?. Ya, ada banyak. Kalau lebih dari tiga kan banyak he he he...(mukafi niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Ulama SMA Negeri 1 Slawi

Jumat, 09 Februari 2018

Syukur yang Mendekatkan Kepada Allah SWT

Syukur merupakan salah satu sifat mahmudah yang harus dimiliki seorang muslim. Syukur tidaklah sekedar ungkapan ? rasa terimakasih seorang hamba kepada Allah swt, tetapi juga merupakan wahana menuju (wushul) kepada Allah swt.

اÙ? الحمد لله الذى أرسل رسوله بالهدى ودÙ? Ù? الحق Ù„Ù? ظهره على الدÙ? Ù? كله. أرسله بشÙ? را ÙˆÙ? ذÙ? را وداعÙ? ا الى الله? باذÙ? Ù‡ وسراجا Ù…Ù? Ù? را. أشهد اÙ? لا اله الا الله وحده لا شرÙ? Ùƒ له. شهادة اعدها للقائه ذخرأ. واشهد اÙ? محمدا عبده Ùˆ رسوله. ارفع البرÙ? Ø© قدرا. اللهم صل وسلم وبارك على سÙ? دÙ? ا محمد وعلى أله وأصحابه وسلم تسلÙ? ما كثÙ? را. أما بعد. فÙ? اأÙ? ها الÙ? اس اتقوالله حق تقاته ولاتموتÙ? الا وأÙ? تم مسلموÙ? .

Jama’ah Jum’ah rahimakumullah

Marilah pada kesempatan ini kita bersama-sama meningkatkan ketaqwaan diri dan keluarga kita dengan melakukan berbagai amal kebaikan yang dapat memperbanyak pahala. Diantaranya dengan memenuhi perintah-Nya bersyukur atas segala nikamt dan rahmat yang diberikan oleh-Nya kepada kita semua.

Syukur yang Mendekatkan Kepada Allah SWT (Sumber Gambar : Nu Online)
Syukur yang Mendekatkan Kepada Allah SWT (Sumber Gambar : Nu Online)

Syukur yang Mendekatkan Kepada Allah SWT

Jama’ah Jum’ah yang berbahagia

Pada dasarnya syukur merupakan salah satu sifat mahmudah yang harus dimiliki seorang muslim. Dalil tentang perintah bersyukur sangatlah jelas diterangkan dalam al-Baqarah ayat 152

SMA Negeri 1 Slawi

فاذكروÙ? Ù‰ أذكركم واشكروا لى ولا تكفروÙ?

Karena itu, ingatlah kamu kepada-Ku niscaya Aku ingat (pula) kepadamu dan bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kamu mengingkari (nikmat)-Ku

Seringkali orang memahami bahwa syukur merupakan uangkapan? manusia atas nikmat yang diberikan oleh Allah swt kepada mereka, sehingga syukur terkesan hanya sebagai ? ‘re-aksi‘ seorang hamba kepada Tuhannya, Allah swt. Padahal sesungguhnya tidaklah sesederhana itu. Karena sesungguhnya syukur merupakan salah satu wasilah mendekatkan diri kepada Allah swt. Syukur merupakan laku ibadah tersendiri yang apabila dikelola dengan benar oleh hamba akan mempermudahkan perjalanan mendekati Yang Maha Agung. Atau yang oleh para ahli tasawwuf dikatakan sebagai wushul kepada Allah swt.

SMA Negeri 1 Slawi

Begitulah kiranya, Allah swt menaruh kata syukur bedekatan dengan kata dzikir dalam ayat diatas. Tidak lain karena, posisi syukur sama pentingnya dengan dzikir kepadaNya. Keduanya (dzikir dan syukur) sama-sama akan menghantarkan kita kepada-Nya.

Apabila diperhatikan secara seksama, potongan pertama ayat di atas yang berbunyi ‘fadzkuruni adzkurkum’ mengandung pemahaman bahwa barang siapa mengingat Allah swt maka Allah swt juga ? akan mengingatnya. Artinya barang siapa berdzikir kepada-Nya, maka Allah swt akan selalu dekat dengannya.

Mengenai hal ini Rasulullah saw pernah berkata kepada para sahabatnya “maukah kalian aku tunjukkan amal yang paling bagus, yang paling bersih (di sisi-Nya) dan lebih berharga dari pada infaq emas-perak, juga lebih bernilai dibandingkan jika kalian memenggal leher musuh dan kemudian musuh itu memenggal lehermu (mati syahid di medan perang)”. Para sahabat kemudian menjawab ? “mau ya Rasul” lalu nabi membalas “itulah dzikir kepada Allah swt”.

Pada kesempatan lain dalam hadits qudsi juga diterangkan “ana ma’a abdi idza dzkaroni,

Aku akan selalu menyertai hamabaku, selama hambaku ingat kepadaku dan kedua bibirnya selalu bergerak-gerak.

Kedua hadits di atas menunjukkan betapa dzikir itu sungguh berharga di sisi-Nya. Karena dzikir merupakan wahana mendekatkan diri kepadaNya. Dan begitupula dengan syukur yang tidak kalah berharganya dengan dzikir, sebagaimana keduanya diperintahakn oleh Allah dalam al-Baqarah ayat 152dengan redaksi ‘fadzkuruni dan wasykuruli ’.

Pertanyaannya kemudian, syukur seperti apakah yang berharga senilai dengan dzikir? Syukur seperti apakah yang dapat menghantarkan kita mendekat kepada Nya? yaitu syukur yang mengandung tiga hal sekaligus pertama, syukur billisan, syukur bil janan dan syukur bil arkan

Ketiganya merupakan satu kesatuan yang tidak terpisahkan, jika ketiganya tidak terkumpul dalam satu tindakan, maka syukur itu tidak akan mampu mendorong diri manusia mendekat kepadaNya.

Hadirin Jama’ah Jum’ah yang Dimuliakan Allah swt.

Pertama, Syukur billisan. Yaitu menggunakan lisan sebagai media representasi rasa terimakasih kepada Tuhan dengan mengucapkan kalimat ‘alhamdulillah’. Kalimat yang hanya terdiri dari dua kata ini jika terucap dari mulut seorang hamba, maka sejatinya hamba itu telah mengakui keagungan dan kemewahan rahmat Allah swt atas segala yang telah ditakdirkan dan diberlakukan kepadanya. Sebagaimana tersimpan dalam huruf ‘al’ dalam al-hamdu yang bermakna ‘lil istighraq’. Artinya segala macam puja dan puji hanya kepada-Nya. Ini sekaligus juga menepis adanya pengakuan lain selain Allah swt. membersihkan dari dari rasa syirik yang mungkin menempel dalam hati kecil manusia.

Oleh karena itu Allah swt menggaransi siapapun yang mengucapkan Alhamdulillah dengan ridha-Nya. Maka dari itu marilah kita bersama-sama melatih diri membiasakan mengucap Alhamdulillah dalam laku kita. baik setelah makan, setelah minum, setelah berpakaian, setelah shalat dan lain sebagainya. Karena jikalau Allah swt telah meridhai kita, rasanya Allah tidak akan membiarkan makanan yang telah masuk ke dalam perut kita sebagai penyakit. Jika Allah telah meridhai kita maka kehidupan kita akan berjalan di atas trek ketentuan-Nya.

Demikian keterangan hadits Rasulullah saw;

عَÙ? Ù’ Ø£ÙŽÙ? َسِ بْÙ? ِ مَالِكٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَÙ? ْهِ وَسَلَّمَ إِÙ? ÙŽÙ‘ اللَّهَ Ù„ÙŽÙ? َرْضَى عَÙ? Ù’ الْعَبْدِ Ø£ÙŽÙ? Ù’ Ù? َأْكُلَ الْأَكْلَةَ فَÙ? َحْمَدَهُ عَلَÙ? ْهَا أَوْ Ù? َشْرَبَ الشَّرْبَةَ فَÙ? َحْمَدَهُ عَلَÙ? ْهَا. رواه مسلم?

Bahwa Rasulullah saw pernah bersabda sesungguhnya Allah swt (pasti) meridhai seorang hamba yang makan makanan kemudian bersyukur (mengucap alhamdulillah) atau meminum minuman kemudian bersyukur (mengucap alhamdulillah) .

Namun, tidak hanya berhenti sekedar ucapan alhamdulillah saja.Tetapi harus disertai dengan tambahnya rasa dalam hati (biljanan)akan rasa cinta kepada Allah swt sebagai Sang Pemberi rizki. Itulah perasaan yang diutamakan. Baru menyusul kemudian rasa senang dan gembira akan rizki yang diberikan kepadanya.

Disinilah para Jama’ah yang Dirahmati Allah… yang perlu digaris bawahi bahwa yang utama adalah menambahkan rasa cinta kepada Allah Sang Pemberi nikmat, lalu setelah baru rasa senang dan gembira atas rizki yang diberikan oleh-Nya.

Yang ketiga dan terakhir, adalah menyertai ucapan dan perasaan itu dengan tindakan konkrit (bilarkan). Berupa berbagai macam kewajiban syariat yaitu zakat, bila memang sudah memenuhi syaratnya. Artinya, nikamt yang diberikan Allah kepadanya harus digunakan sebagai alat mendekatkan diri kepada Allah swt. Jangan sampai rizki pemberian dari-Nya menemuhi salah sasaran dipergunakan selain kepentingan ilahiyah.

Jika memang ketiga hal ini dirangkai dalam satu tindakan syukur, maka Allah akan menjamin kehidupan hamba itu dan meridhainya. Hal ini pulalah yang akan menghantarkan kita memahami ayat special untuk syukur yang berbunyi

لَئِÙ? شَكَرْتُمْ لأَزِÙ? دَÙ? َّكُمْ وَلَئِÙ? كَفَرْتُمْ إِÙ? ÙŽÙ‘ عَذَابِÙ? لَشَدِÙ? د

Bahwa Allah pasti akan menambahkan kepada mereka yang bersyukur dan menyiksa mereka yang kufur.

Demikianlah khutbah kali ini semoga, bermanfaat bagi kita semua, amin.

بَارَكَ اللهُ لِÙ? Ù’ وَلَكُمْ فِÙ? Ù’ اْلقُرْآÙ? ِ اْلعَظِÙ? ْمِ ÙˆÙŽÙ? َفَعَÙ? ِÙ? ÙˆÙŽØ¥Ù? َّاكُمْ ِبمَا ِفÙ? ْهِ مِÙ? ÙŽ اْلآÙ? اَتِ وَالذكْر ِالْحَكِÙ? ْمِ وَتَقَبَّلَ مِÙ? ِّÙ? وَمِÙ? ْكُمْ تِلاَوَتَهُ Ø¥Ù? َّهُ هُوَ السَّمِÙ? ْعُ اْلعَلِÙ? ْمُ

Khutbah II

اَلْحَمْدُ للهِ عَلىَ اِحْسَاÙ? ِهِ وَالشُّكْرُ لَهُ عَلىَ تَوْفِÙ? ْقِهِ وَاِمْتِÙ? َاÙ? ِهِ. وَاَشْهَدُ اَÙ? Ù’ لاَ اِلَهَ اِلاَّ اللهُ وَاللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِÙ? ْكَ لَهُ وَاَشْهَدُ اَÙ? ÙŽÙ‘ سَÙ? ِّدَÙ? َا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الدَّاعِى اِلىَ رِضْوَاÙ? ِهِ. اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَÙ? ِّدِÙ? َا مُحَمَّدٍ وِعَلَى اَلِهِ وَاَصْحَابِهِ وَسَلِّمْ تَسْلِÙ? ْمًا كِثÙ? ْرًا

اَمَّا بَعْدُ فَÙ? اَ اَÙ? ُّهَا الÙ? َّاسُ اِتَّقُوااللهَ فِÙ? ْمَا اَمَرَ وَاÙ? ْتَهُوْا عَمَّا Ù? ÙŽÙ‡ÙŽÙ‰ وَاعْلَمُوْا اَÙ? ÙŽÙ‘ اللهّ اَمَرَكُمْ بِاَمْرٍ بَدَأَ فِÙ? ْهِ بِÙ? َفْسِهِ وَثَـÙ? ÙŽÙ‰ بِمَلآ ئِكَتِهِ بِقُدْسِهِ وَقَالَ تَعاَلَى اِÙ? ÙŽÙ‘ اللهَ وَمَلآ ئِكَتَهُ Ù? ُصَلُّوْÙ? ÙŽ عَلىَ الÙ? َّبِى Ù? Ø¢ اَÙ? ُّهَا الَّذِÙ? Ù’Ù? ÙŽ آمَÙ? ُوْا صَلُّوْا عَلَÙ? ْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِÙ? ْمًا. اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَÙ? ِّدِÙ? َا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَÙ? ْهِ وَسَلِّمْ وَعَلَى آلِ سَÙ? ِّدِÙ? اَ مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَÙ? ْبِÙ? آئِكَ وَرُسُلِكَ وَمَلآئِكَةِ اْلمُقَرَّبِÙ? Ù’Ù? ÙŽ وَارْضَ اللّهُمَّ عَÙ? ِ اْلخُلَفَاءِ الرَّاشِدِÙ? Ù’Ù? ÙŽ اَبِى بَكْرٍوَعُمَروَعُثْمَاÙ? وَعَلِى وَعَÙ? Ù’ بَقِÙ? َّةِ الصَّحَابَةِ وَالتَّابِعِÙ? Ù’Ù? ÙŽ وَتَابِعِÙ? التَّابِعِÙ? Ù’Ù? ÙŽ لَهُمْ بِاِحْسَاÙ? ٍ اِلَىÙ? َوْمِ الدِّÙ? Ù’Ù? ِ وَارْضَ عَÙ? َّا مَعَهُمْ بِرَحْمَتِكَ Ù? َا اَرْحَمَ الرَّاحِمِÙ? Ù’Ù? ÙŽ

اَللهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِÙ? ِÙ? Ù’Ù? ÙŽ وَاْلمُؤْمِÙ? َاتِ وَاْلمُسْلِمِÙ? Ù’Ù? ÙŽ وَاْلمُسْلِمَاتِ اَلاَحْÙ? آءُ مِÙ? ْهُمْ وَاْلاَمْوَاتِ اللهُمَّ اَعِزَّ اْلاِسْلاَمَ وَاْلمُسْلِمِÙ? Ù’Ù? ÙŽ وَأَذِلَّ الشِّرْكَ وَاْلمُشْرِكِÙ? Ù’Ù? ÙŽ وَاÙ? ْصُرْ عِبَادَكَ اْلمُوَحِّدِÙ? َّةَ وَاÙ? ْصُرْ Ù…ÙŽÙ? Ù’ Ù? َصَرَ الدِّÙ? Ù’Ù? ÙŽ وَاخْذُلْ Ù…ÙŽÙ? Ù’ خَذَلَ اْلمُسْلِمِÙ? Ù’Ù? ÙŽ ÙˆÙŽ دَمِّرْ اَعْدَاءَالدِّÙ? Ù’Ù? ِ وَاعْلِ كَلِمَاتِكَ اِلَى Ù? َوْمَ الدِّÙ? Ù’Ù? ِ. اللهُمَّ ادْفَعْ عَÙ? َّا اْلبَلاَءَ وَاْلوَبَاءَ وَالزَّلاَزِلَ وَاْلمِحَÙ? ÙŽ وَسُوْءَ اْلفِتْÙ? َةِ وَاْلمِحَÙ? ÙŽ مَا ظَهَرَ مِÙ? ْهَا وَمَا بَطَÙ? ÙŽ عَÙ? Ù’ بَلَدِÙ? َا اِÙ? ْدُوÙ? ِÙ? ْسِÙ? َّا خآصَّةً وَسَائِرِ اْلبُلْدَاÙ? ِ اْلمُسْلِمِÙ? Ù’Ù? ÙŽ عآمَّةً Ù? َا رَبَّ اْلعَالَمِÙ? Ù’Ù? ÙŽ. رَبَّÙ? َا آتِÙ? اَ فِى الدُّÙ? Ù’Ù? َا حَسَÙ? َةً وَفِى اْلآخِرَةِ حَسَÙ? َةً وَقِÙ? َا عَذَابَ الÙ? َّارِ. رَبَّÙ? َا ظَلَمْÙ? َا اَÙ? ْفُسَÙ? َاوَاِÙ? Ù’ لَمْ تَغْفِرْ Ù„ÙŽÙ? َا وَتَرْحَمْÙ? َا Ù„ÙŽÙ? َكُوْÙ? ÙŽÙ? ÙŽÙ‘ مِÙ? ÙŽ اْلخَاسِرِÙ? Ù’Ù? ÙŽ. عِبَادَاللهِ ! اِÙ? ÙŽÙ‘ اللهَ Ù? َأْمُرُÙ? َا بِاْلعَدْلِ وَاْلاِحْسَاÙ? ِ وَإِÙ? ْتآءِ ذِى اْلقُرْبىَ ÙˆÙŽÙ? ÙŽÙ? ْهَى عَÙ? ِ اْلفَحْشآءِ وَاْلمُÙ? ْكَرِ وَاْلبَغْÙ? Ù? َعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْÙ? ÙŽ وَاذْكُرُوااللهَ اْلعَظِÙ? ْمَ Ù? َذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلىَ Ù? ِعَمِهِ Ù? َزِدْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ اَكْبَرْ

?

redaktur: Ulil Hadrawy

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Halaqoh, Ulama SMA Negeri 1 Slawi

Rabu, 07 Februari 2018

Ansor Kalbar Gembleng Kader Setia NKRI

Pontianak, SMA Negeri 1 Slawi. Pimpinan Wilayah Gerakan Pemuda Ansor Kalimantan Barat menggembleng para kadernya melalui Pelatihan Kepemimpinan Lanjutan (PKL) II di Pondok Pesantren Darul Faizin, jalan Danau Sentarum Kota Pontianak, Kalbar, 12-15 Juni 2014. Para peserta didorong untuk setia membela tanah airnya.

Ansor Kalbar Gembleng Kader Setia NKRI (Sumber Gambar : Nu Online)
Ansor Kalbar Gembleng Kader Setia NKRI (Sumber Gambar : Nu Online)

Ansor Kalbar Gembleng Kader Setia NKRI

"Dengan pengkaderan ini akan muncul kader-kader militan yang siap menjaga keutuhan NKRI dan Islam Ahlussunah wal Jamaah, sebagai Islam rahmatan lil alamin," terang Ketua PW GP Ansor Kalbar M Nurdin, Senin (16/6).

Menurutnya, PKL merupakan kegiatan wajib bagi pengurus PW GP Ansor, sebagai proses pengkaderan di tingkat wilayah. Subro, Sekretaris PW GP Ansor Kalbar, mengatakan, ada 33 orang peserta yang dibaiat untuk tetap setia kepada NKRI.

SMA Negeri 1 Slawi

Subro menambahkan, ke-33 peserta tersebut berasal dari pengurus Pimpinan Wilayah GP Ansor Kalbar, dan utusan dari beberapa Pimpinan Cabang GP Ansor, antara lain Kota Pontianak, Kota Singkawang, Kabupaten Pontianak, Kabupaten Sanggau, Kabupaten Sintang, Kabupaten Sekadau, Kabupaten Kayong Utara dan Kabupaten Kubu Raya.

SMA Negeri 1 Slawi

Kegiatan PKL ini mendapat sambutan positif dari pengasuh Pesantren Darul Faizin, Ust. Rudhy Abdullah Faiz. Ia berharap, dengan program ini hubungan antara GP Ansor dan pondok pesantren terus berlanjut dalam rangka meningkatkan sumber daya manusia (SDM) Indonesia, khususnya generasi mudanya.

Ungkapan serupa disampaikan Faisal Attamimi, instruktur PKL. Ia menekankan pentingnya kaderisasi bagi anggota GP Ansor di seluruh Indonesia.

"Ini juga menjadi syarat bagi sahabat-sahabat untuk menjadi pengurus GP Ansor dan mendapatkan pengesahan dari pimpinan pusat. Kalau ada pengurus belum ikut kaderisasi maka SK kepengurusannya tidak akan dikeluarkan," pesan kandidat doktor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta ini kepada para peserta PKL. (Yadi/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Makam, Ulama SMA Negeri 1 Slawi

Senin, 05 Februari 2018

JQHNU Sumedang Rutin Gelar Semaan Al-Qur’an

Sumedang, SMA Negeri 1 Slawi

Pimpinan Cabang Jamiyyatul Qurra wal Hufadz (JQH) Nahdlatul Ulama Kabupaten Sumedang, Jumat (2/12), mengadakan kegiatan Semaan Al-Quran di aula PCNU setempat, Sumedang, Jawa Barat. Kegiatan tersebut digagas dalam rangka mendoakan keselamatan bangsa dan negara Indonesia.

Semua pengurus PC JQH NU Sumedang yang mayoritas para hafidz dan hafidzah diberikan kesempatan untuk membaca Al-Quran secara dihafal. Sementara yang lain menyimak atau mendengarkan dengan seksama lafal yang dibaca. Ketua PCNU Sumedang H Sadulloh yang merupakan penghafal Al-Qur’an juga ikut bagian dalam semaan ini.

JQHNU Sumedang Rutin Gelar Semaan Al-Qur’an (Sumber Gambar : Nu Online)
JQHNU Sumedang Rutin Gelar Semaan Al-Qur’an (Sumber Gambar : Nu Online)

JQHNU Sumedang Rutin Gelar Semaan Al-Qur’an

Ketua PC JQH NU Kabupaten Sumedang Ahmad Jauharudin mengatakan, kegiatan ini merupakan agenda bulanan pengurus. Biasanya yang hadir hanya pengus JQH, tapi untuk bulan ini sengaja mengundang seluruh pengurus PCNU, badan otonom NU, dan lembaga NU yang ada di Sumedang. Selain syukuran aula baru PCNU, tambahnya, juga ikut mendoakan keselamatan bangsa dan negara Indonesia.

SMA Negeri 1 Slawi

Ketua PCNU Sumedang H Sadulloh di sela-sela acara mengatakan bahwa Al-Quran adalah obat yang paling mujarab untuk mengobati manusia yang tersiksa hati nuraninya. Selain itu Al-Quran bisa memperbaiki kerusakan akhlak dan moral manusia. Siapa pun yang mau mengikuti petunjuk Allah yang disampaikan-Nya melalui Al-Quran, hidupnya tidak akan sesat dan celaka.

Al-Quran sangatlah istimewa, tutur H Sadulloh. Dengan keistimewaanya, Al-Quran mampu memecahkan problem-problem kemanusiaan dalam berbagai segi kehidupan, baik rohani, jasmani, sosial, ekonomi, maupun politik dengan pemecahan yang bijaksana. Pada setiap problem itu, Al-Quran meletakan sentuhannya yang mujarab dengan dasar-dasar umum yang dapat dijadikan landasan untuk langkah-langkah manusia di setiap zaman.

SMA Negeri 1 Slawi

Dengan demikian, kaum Muslimin dengan Al-Qurannya harus mampu membangun obor di tengah-tengah gelapnya sistem-sistem dan prinsip-prinsip lain di luar Al-Quran. Kaum Muslimin dengan Al-Qurannya harus membimbing manusia yang kebingungan, sehingga terbimbing ke pantai keselamatan, tutup H Sadulloh. (Ayi Abdul Kohar/Mahbib)

?


Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Pemurnian Aqidah, Ulama, Kyai SMA Negeri 1 Slawi

Sabtu, 03 Februari 2018

Ansor Merupakan Ujung Tombak Empat Pilar

Jakarta, SMA Negeri 1 Slawi. Wakil Ketua MPR RI Oesman Sapta Odang menegaskan jika Nahdlatul Ulama (NU), Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor) dan Barisan Serbaguna (Banser) NU adalah sebagai ujung tombak 4 Pilar (Pancasila, UUD NRI 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika). Bahkan NU sudah mempeloporinya sebelum Indonesia merdeka pada 17 Agutus 1945.

Ansor Merupakan Ujung Tombak Empat Pilar (Sumber Gambar : Nu Online)
Ansor Merupakan Ujung Tombak Empat Pilar (Sumber Gambar : Nu Online)

Ansor Merupakan Ujung Tombak Empat Pilar

"Jadi, saya sebagai pimpinan MPR RI tidak ragu lagi dengan sepak terjang dan perjuangan NU dan organisasinya dalam memperjuangkan 4 Pilar. Apalagi NU sebagai organisasi Islam terbesar, maka sangat efektif jika perjuangan 4 Pilar MPR RI itu bergandengan dengan NU, GP Ansor dan Banser di seluruh Indonesia," tegas Oesman Sapta dalam acara Kursus Banser Pimpinan (Susbanpim) Angkatan Ke-2 GP Ansor-Transformasi dan Profesionalisme Banser dalam Mengabdi kepada Agama, Bangsa dan Negara di Ciracas, Jakarta Timur, pada Kamis (19/2).

Hadir dalam acara tersebut antara lain Ketua Umum PP GP Ansor Nusron Wahid, Sekjen M. Aqil Irham, Kabag Humas MPR RI Yana Indrawan dan lain-lain. Acara ini berlangsung sampai Senin (23/2). Sebagai pembicara antara lain Panglima TNI Jenderal Moeldoko, Menhan RI Tedjo Edhy Purdijatno, dan lain-lain.

SMA Negeri 1 Slawi

Menurut Oesman Sapta, dengan cara yang sederhana, tanpa kemewahan melainkan tradisional, justru sosialisasi 4 Pilar MPR RI tersebut jauh lebih efektif disbanding dengan gaya-gaya modern. "Jadi, ini gaya kampung, yang hadir di kota. Tanpa mewah-mewah di hotel dan sebagainya," ujarnya.

Justru, anggota DPD RI asal Kalimantan Barat itu merasa prihatin dengan perkembangan masyarakat saat ini akibat pengaruh budaya Barat, sehingga banyak melupakan 4 Pilar. "Kita boleh apa saja, tapi hatinya tetap nasionalisme Indonesia. Sebab, bagaimana bisa memabngun bangsa ini jika nasionalisme kita sudah runtuh?" tanya Oesman.

SMA Negeri 1 Slawi

Karena itu kata Oesman Sapta, sebagai keluarga besar NU dirinya merasa bertanggungjawab untuk terus menyosialisasikan 4 Pilar MPR RI itu. "Bayangkan saya hanya ditelepon oleh Nusron Wahid, tapi saya datang. Ini tidak lain karena saya merasa terpanggil untuk memperjuangkan 4 Pilar itu bersama keluarga besar NU ini," tambahnya.

Melalui sosialisasi 4 Pilar MPR RI ini, Oesman Sapta bertekad membangkitkan rakyat Indonesia untuk kembali kepada jati diri bangsa yang kuta dengan kearifan lokal, gotong-royong, sederhana, menjunjung tinggi harkat dan martabat bangsa dan sebagainya.

"Jangan sampai pengaruh Barat dan liberalism itu menjadikan kita lupa sebagai bangsa. Apalagi diperparah dengan kepentingan asing dalam merumuskan kebijakan Negara. Lalu, mau menjadi apa bangsa ini? Maka ke depan sosialisasi ini harus disesuaikan dengan trend anak-anak zaman sekarang. Bukan lagi seperti era dulu yang penuh indoktrinasi. Misalnya melalui komik atau film kartun I love Indonesia dll," ungkapnya.

Selain itu, sosialisasi 4 Pilar itu dengan komitmen dan tekad untuk mengentaskan kebodohan, kemiskinan, menegakkan keadilan, mengurangi ketidakamanan dan ketidaknyamanan, dan ketertinggalan lainnya. ? ? ?

Dengan demikian dia berharap, NU, Ansor dan Banser menjadi agen perubahan di daerah-daerah di seluruh Indonesia. Di mana GP Ansor tidak pernah absen dalam mengisi kemerdekaan bangsa ini. Bahkan Muktamar NU ke-27 di Situbdondo Jawa Timur pada tahun 1984 telah menetapkan Pancasila sebagai satu-satunya asas berbangsa dan bernegara dan NKRI sebagai bentuk Negara sebagai harga mati dan final.

Mengapa? Karena PBNU itu sama dengan 4 Pilar, yaitu PBNU singkatan dari (Pancasila, Bhinneka Tunggal IKa, NKRI dan UUD NRI 1945). "Untuk itu NU dan kita semua dalam berbangsa dan bernegara itu harus memikirkan kepentingan bangsa dan negara serta kesehteraan rakyat," pungkasnya. (ahmad munif/mukaf niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi AlaSantri, Ulama SMA Negeri 1 Slawi

Jumat, 02 Februari 2018

Menyegarkan Peran Kebudayaan NU

Sejak didirikan pada tanggal 31 Januari 1926 M/16 Rajab 1344 H, NU lebih banyak berbaur dengan masyarakat bawah di pedesaan. Sehingga tidak heran bila NU lekat dengan bahasa tradisional.

Meski sekarang ini terus mengalami perkembangan yang sangat signifikan, sebagai respon NU terhadap perkembangan dunia modern. Namun NU tetaplah organisasi yang getol mempertahankan tradisi-tradisi Nusantara, asalkan manfaatnya jelas dan bisa diselaraskan dengan ninai-nilai keislaman.

Menyegarkan Peran Kebudayaan NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Menyegarkan Peran Kebudayaan NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Menyegarkan Peran Kebudayaan NU

Salah satu contoh konkret yang bisa kita lihat sampai saat ini adalah budaya tahlilan. Meski ormas-ormas lain gencar menuduh tahlilan bi’dah, karean tidak pernah diajarkan oleh Rasulullah, namun NU tetap kuat dengan perinsipnya, selama mengandung maslahah bagi masyarakat dan bisa diselaraskan dengan nilai-nilai ke-Islaman, tanpa masalah.

Dalam sejarah Nusantara masa lalu, tahlilan berasal dari upacara pribadatan (selamatan) yang dilakukan nenak moyang bangsa Indonesia yang mayoritas dari mereka adalah penganut agama Hindu dan Budha. Upacara tersebut dilakukan sebagai bentuk penghormatan dan do’a kepada orang yang telah meninggal dunia.

SMA Negeri 1 Slawi

Namun secara praktis tahlilan yang dilakukan oleh nenek moyang terdahulu dengan tahlilan yang dilakukan oleh warga NU jauh berbeda, yakni menganti semua bacaan upacara selamatan tersebut dengan bacaan-bacaan-bacaan Al-Quran, Shalawat dan dzikir-dzikir kepada Allah SWT. Manfatnya, selain mendekatkan diri kepada Allah SWT. budaya tahlilan juga merekatkan relasi sosial masyarakat.

SMA Negeri 1 Slawi

Itu hanya salah satu contoh bahwa NU begitu menghargai kebudayaan Nusantara. Selama mengandung maslahah dan bisa diselaraskan dengan ajaran Islam, kebudayaan apapun harus tetap dipertahankan. Sebab kebudayaan merupakan kekayaan bangsa yang harganya begitu mahal. Bahkan suatu bangsa tanpa kebudayaan tak bernilai di mata dunia internasional.

Di tengah kemajuan teknologi yang berkembang begitu pesat, NU harus mampu memainkan perannya secara siginifikan di bidang kebudayaan. Agar aset-aset kekayaan bangsa Indonesia tidak tergerus oleh budaya global yang notabene banyak dipengaruhi budaya-budaya Barat. Terutama menyangkut kerekatan relasi sosial antarsesama bangsa.

Kemajuan teknologi yang begitu pesat menjadi ancaman serius bagi budaya silaturrahim yang sejak dulu telah membudaya di bumi Nusantara. Komunikasi melalui HP, Facebook, Twiter dan yang sejenis, perlahan tapi pasti telah merusak tatanan kebudayaan Nusantara. Meski secara jujur kita akui ada hal positifnya. Hanya saja jangan sampai kita terlelap dalam gelamur kebudayaan modern, sehingga lupa akar kebudayaan Nusantara yang mestinya kita lestarikan.

Hal mendasar yang begitu terasa jauh saat ini dari realitas dilingkungan kita adalah budaya gotong royong. Dulu budaya ini mengakar kuat dalam tradisi Nusantara. Sekarang hanya tinggal kenangan, sebab masyarakat sibuk dengan ambisi individualismenya masing-masing dan mengukur segalanya dengan upah (uang). Di desa sekalipun kita sangat sulit menemukan budaya gotong royong dilakukan oleh warga. Sementara gotong royong dahulu begitu akrab didengar di pedesaan.

Suatu contoh, di masa lalu orang desa yang hendak memperbaiki kandang hewan peliharaan hanya butuh kentongan sebagai alat bunyi yang menandakan bahwa keluarga tersebut sedang butuh bantuan, sehingga ketika kentongan tersebut bunyikan warga datang berhamburan untuk membantunya. Kemudian mereka berbaur bersama begitu akrab tanpa tanpa berharap upah. Sekarang budaya seperti ini sudah tidak jelas rimbanya.

Oleh karena itu, NU sebagai organisasi sosial keagamaan harus bisa memainkan perannya secara signifikan dalam rangka menjaga dan melestarikan kebudayaan Nusantara. Jangan sampai aset kebudayaan yang begitu banyak dimiliki Indonesia di masa lalu hilang ditelan globalisasi budaya. Negara kita dikenal dengan negara multikultural, kita tidak ingin julukan ini hanya manis di masa lalu, namun sekarang kita hanya gigit jari karena kelalaian dalam menjaga kebudayaan tersebut.

* Penulis adalah Ketua Umum Aliansi Mahasiswa Bidik Misi (Ambisi) dan Pustakawan Pesantren Mahasiswa (Pesma) IAIN Sunan Ampel Surabaya.

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Ulama, Habib, Doa SMA Negeri 1 Slawi

Kamis, 01 Februari 2018

Siswa MTs N Model Brebes Latihan Urus Jenazah

Brebes, SMA Negeri 1 Slawi. Minimnya pengetahuan tentang mengurus jenazah, menarik perhatian bagi MTs Negeri Model Brebes. Untuk itu, pihak sekolah mengadakan pelatihan bagaimana mengurus jenazah sehingga kewajiban fardlu kifayah bisa terpenuhi. Para siswa dilatih perihal cara memandikan, mengafani, menshalati, hingga menguburkan jenazah.

Siswa MTs N Model Brebes Latihan Urus Jenazah (Sumber Gambar : Nu Online)
Siswa MTs N Model Brebes Latihan Urus Jenazah (Sumber Gambar : Nu Online)

Siswa MTs N Model Brebes Latihan Urus Jenazah

“Merawat jenazah, tidak hanya urusan pak lebe atau modin saja, tetapi seluruh umat Islam berkewajiban memiliki pengetahuan guna menggugurkan kewajiban kifayah,” kata Kepala MTs N Model Brebes H Muh Muntoyo di sela pelatihan di sekolah setempat, Sabtu (11/7).

Kata Muntoyo, para siswa dibekali ilmu mengurus jenazah agar tidak gagap ketika dimintai pertolongan warga untuk mengurus jenazah.

SMA Negeri 1 Slawi

“Melalui pelatihan ini, setidaknya berupaya menciptakan kader yang benar-benar andal dan terampil dalam mengurus jenazah. Sederhananya, para siswa bisa mengurus jenazah keluarganya sendiri tanpa tergantung kepada orang lain,” ujarnya.

Menurut Muntoyo, pelatihan rukun kifayah ini bertujuan untuk berbagi ilmu secara mendalam terkait tata cara merawat jenazah yang benar menurut syari’ah Islam.

SMA Negeri 1 Slawi

“Dengan pelatihan ini para siswa bisa mengamalkan bagaimana cara merawat jenazah yang benar sesuai dengan tuntunan syariat Islam,” tandasnya.

Pelatihan diikuti 1.409 siswa secara berkelompok dalam waktu tiga hari. Pelatihan ini merupakan rangkaian pesantren Ramadhan 1436 Hijriyah. Pesantren Ramadhan yang diikuti kelas 8 dan 9 berlangsung sejak pukul 08.00 sampai selesai.

Mereka mendapatkan materi pesantren berupa tadarus Al-Quran dengan tajwidnya, praktik wudhu, praktik bacaan dan gerakan dalam shalat fardhu dan sunah, praktik mengafani dan shalat jenazah, tahlil dan doa-doa dalam kehidupan sehari-hari.

Siska, salah seorang siswa mengaku senang mendapatkan pelatihan mengurus jenazah. Pada awalnya merasa takut, tetapi kemudian berani karena dilakukan bersama-sama dan media yang digunakan bukan orang mati sungguhan tetapi boneka manekin.

“Senang, meski kadang diliputi rasa takut dan saling berseloroh yang mengingatkan kematian,” ungkapnya. (Wasdiun/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Ulama, Warta, Kiai SMA Negeri 1 Slawi

Rabu, 31 Januari 2018

PBNU Berangkatkan Tujuh Kontainer Bantuan Korban Gempa Sumbar

Jakarta, SMA Negeri 1 Slawi. Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) memberangkatkan tujuh kontainer bantuan untuk korban gempa Sumatra Barat yang merupakan hasil bekerjasama dengan Pemerintah Australia melalui AusAids senilai 250.000 Dolar Australia.

Pemberangkatan bantuan ini dilakukan dengan pemotongan pita oleh Ketua PBNU HM Rozy Munir, Wakil Sekjen PBNU Iqbal Sullam dan Dubes Australia untuk Indonesia Bill Farmer, Kamis (29/10).

PBNU Berangkatkan Tujuh Kontainer Bantuan Korban Gempa Sumbar (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU Berangkatkan Tujuh Kontainer Bantuan Korban Gempa Sumbar (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU Berangkatkan Tujuh Kontainer Bantuan Korban Gempa Sumbar

Avianto Muhtadi, program manager Community Based Disaster Risk Management (CBDRMNU) yang merupakan penanganan bencana berbasis komunitas NU menjelaskan bantuan ini merupakan bagian dari kerjasama dan kepercayaan yang sudah terjalin sejak tahun 2006 lalu antara pemerintah Australia dengan PBNU melalui MoU yang ditandatangi oleh PM Kevin Rudd dan KH Hasyim Muzadi.

SMA Negeri 1 Slawi

“Bantuan ini merupakan upaya Pemerintah Australia untuk memberikan dukungan kepada warga NU yang jumlahnya sangat besar dalam mengatasi bencana mengingat Indonesia merupakan daerah yang rawan bencana,” tandasnya.

SMA Negeri 1 Slawi

Jangkau Deerah Terpencil

Ia menjelaskan, bantuan dari pemerintah Australia ini ditargetkan mampu menjangkau daerah-daerah terpencil yang selama ini kurang terjangkau. Dari rapid assessment yang dilakukan oleh tim (CBDRMNU), banyak bantuan yang belum sampai atau belum memenuhi kebutuhan masyarakat.

“Banyak permintaan langsung yang ditujukan kepada Nahdlatul Ulama setempat. Karena itu, bantuan yang dikirimkan telah disesuaikan dengan kebutuhan paling penting bagi para korban,” jelasnya.

Beberapa jenis kebutuhan yang berikan meliputi layanan kesehatan dasar dan gigi, penyediaan kebutuhan peralatan sekolah berupa buku pelajaran dan peralatan tulis, penyediaan kebutuhan psikososial atau penyembuhan traumatis bagi anak-anak melalui pendekatan psikososial maupun agamis serta penyediaan kebutuhan sarana prasarana sanitasi, alat masak, pakaian dalam, tenda, selimut, terpal, peralatan mandi, sarung, mukena, ember, jerigen, termos, dan tempat sampah yang berada di lokasi pengungsian. Ditargetkan bantuan ini mampu menjangkau 10.000 jiwa di 24 nagari/desa.

“Dengan menggunakan pendekatan berbasis komunitas dalam menangani bencana, PBNU melibatkan seluruh komponen warga NU di Sumatra Barat seperti tokoh masyarakat, kiai, dan relawan NU serta jejaring bersama seperti BNPB, Pemda Sumbar, Pemkab, Kecamatan dan fihak kelurahan,” tandasnya.

Sebelumnya pada tanggal 4 Oktober 2009, Tim PBNU telah berada di Padang 15 orang yang terdiri dari para dokter dan relawan untuk membantu pada masa tanggap darurat. Ketua umum PBNU KH Hasyim Muzadi juga telah melakukan kunjungan ke lokasi-lokasi yang menjadi daerah sasaran pemberian bantuan PBNU pada 10-11 Oktober lalu. Bantuan yang dikirimkan diantaranya meliputi ambulan, bus, tenda, senter, kantong tidur, selimut, sabun, peralatan medis, obat-obatan, tabung oksigen, sembako dan susu.

Avianto menjelaskan, dalam pesannya kepada warga NU di Sumatra Barat, KH Hasyim Muzadi meminta agar para korban gempa tidak sampai putus asa dari rahmat Allah. Jangan sampai terjadi hidup tak karuan setelah bencana gempa melanda.

Ditambahkannya, kiai Hasyim berharap agar bencana tsunami di Aceh dapat menjadi pelajaran. “Beliau memberi pesan yang tak kalah pentingnya dilakukan pascagempa adalah perawatan batin umat yang terkena bencana. Untuk perawatan batin ini, perlu disiapkan mursyid, ustadz dan tenaga pembinaan mental umat. Sehingga masalah baru tidak muncul pascagempa ini,” ujarnya.

Dubes Australia Bill Farmer menyatakan senang danb bangga bisa bekerjasama dengan NU. Dikatakannya, bantuan ini merupakan bagian dari kerjasama yang sudah dijalin antara pemerintah Australia dan PBNU yang ditandatangani PM Kevin Rudd dan KH Hasyim Muzadi.

“Ini merupakan refleksi dari hubungan yang kuat antara pemerintah Australid dan Indonesia serta ormas seperti NU, yang terus memberikan dukungan kepada mereka yang terkena bencana,” jelasnya. (mkf)Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Nasional, Ulama, Anti Hoax SMA Negeri 1 Slawi

Selasa, 23 Januari 2018

Kearifan Lokal Harus Diekspose di Tengah Informasi Kerukunan Umat Beragama

Bandarlampung, SMA Negeri 1 Slawi - Saat ini keberagamaan agama, suku, dan budaya di Negara Kesatuan Republik Indonesia terus diuji dengan berbagai bentuk permasalahan. Isu-isu keagamaan yang bersinggungan dengan isu-isu politik dan kemanusiaan terus menghiasi pemberitaan baik cetak dan elektronik. Kondisi ini diperparah dengan ulah kelompok yang tidak bertanggung jawab dengan menyelipkan berita hoaks untuk kepentingan mereka.

Jika fenomena pemberitaan yang mengarah pada disintegrasi bangsa serta merusak kerukunan antar maupun intern umat beragama ini terus menjadi konsumsi masyarakat, tidak menutup kemungkinan kondisi yang tidak diinginkan terjadi di NKRI ini.

Kearifan Lokal Harus Diekspose di Tengah Informasi Kerukunan Umat Beragama (Sumber Gambar : Nu Online)
Kearifan Lokal Harus Diekspose di Tengah Informasi Kerukunan Umat Beragama (Sumber Gambar : Nu Online)

Kearifan Lokal Harus Diekspose di Tengah Informasi Kerukunan Umat Beragama

Oleh karena itu, untuk menyejukkan kondisi yang ada ini diperlukan pemberitaan yang berimbang terkait kerukunan umat beragama. Hal ini karena banyak sisi-sisi lain yang terjadi di tengah-tengah masyarakat tidak terekspos oleh media seperti kearifan lokal tentang hubungan antarumat beragama di suatu daerah.

Kearifan lokal semisal bagaimana kekompakan terwujud dengan saling membantu kelancaran acara keagamaan pemeluk agama lain perlu disampaikan melalui pemberitaan sehingga suasana damai dan aman dirasakan oleh masyarakat luas.

SMA Negeri 1 Slawi

Hal inilah yang diharapkan Kementerian Agama Provinsi Lampung melalui Kasubbag Hukum dan KUB Kementerian Agama Provinsi Lampung H Wasril Purnawan, Jumat (8/9).

SMA Negeri 1 Slawi

Untuk mengangkat masalah strategis tentang kerukunan umat beragama ini, Wasril mengatakan bahwa pihaknya telah menggandeng media dan para jurnalis untuk terus mengampanyekan kerukunan umat beragama.

"Jangan hanya pemberitaan konflik agama saja yang diekspos. Masih banyak yang menyejukkan dari local wisdom yang perlu kita angkat," tegasnya.

Dengan menggandeng para jurnalis, pihaknya juga akan meramu berbagai kegiatan jurnalistik yang terkait dengan kerukunan ini.

"Berbagai kegiatan jurnalistik sedang digodok semisal lomba essai, fotografi dan iklan pendek tentang kerukunan diharapkan dapat meningkatkan kesejukan dari pemberitaan yang ada," tambahnya.

Kanwil Agama Lampung juga menggandeng para jurnalis untuk menyamakan persepsi tentang kerukunan ini melalui kegiatan diskusi dan workshop.

"Pada 11 September 2017 ini kita akan mengirimkan delegasi yang terdiri dari para jurnalis dari berbagai media di Lampung untuk mengikuti Workshop Peningkatan Peran Jurnalis Dalam Penanganan Isu Kerukunan Umat Beragama Tingkat Nasional di Pekan Baru Riau," katanya.

Ia berharap dengan langkah-langkah ini, pemberitaan yang berimbang dan menyejukkan tentang kerukunan umat beragama akan mewarnai berbagai media sehingga opini positif dapat terwujud di tengah-tengah masyarakat sebagai modal menjaga kedamaian di tengah keberagaman. (Muhammad Faizin/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Ulama SMA Negeri 1 Slawi

Minggu, 21 Januari 2018

Hukum Aqiqah dengan Sapi

Assalamu ’alaikum wr. wb.

Redaksi Bahtsul Masail SMA Negeri 1 Slawi yang kami hormati. Sebelumnya mohon maaf apabila pertanyaan kami tidak berkenan di hati. Kami hendak menanyakan hal yang terkait dengan aqiqah. Kebiasaan yang berlaku aqiqah itu dengan kambing sebagaimana yang kami ketahui selama ini.

Yang ingin kami tanyakan bolehkah aqiqah dengan sapi? Yang kedua, jika boleh apakah satu sapi bisa untuk aqiqah tujuh anak? Bolehkah menyembelih sapi dengan niat aqiqah sebagian orang dan niat qurban sebagian lainnya. Atas penjelasannya kami ucapkan terima kasih. Wassalamu ’alaikum wr. wb. (Ahmad Fajri/Pemalang)

Hukum Aqiqah dengan Sapi (Sumber Gambar : Nu Online)
Hukum Aqiqah dengan Sapi (Sumber Gambar : Nu Online)

Hukum Aqiqah dengan Sapi

Jawaban

SMA Negeri 1 Slawi

Assalamu ’alaikum wr. wb.

Penanya yang budiman, semoga selalu dirahmati Allah SWT. aqiqah memang masalah yang tak akan lekang oleh waktu. Ia selalu berkait-kelindan dengan kelahiran anak. Sepanjang masih ada kelahiran seorang anak manusia, selama itu pula aqiqah akan tetap melekat dan tak terpisahkan.

Ajaran tentang aqiqah sudah sangat terang-benderang disabdakan oleh Rasulullah SAW. Dalam salah satu sabdanya beliau mengatakan, bahwa seorang bayi itu tergadakan dengan aqiqahnya, pada hari ketujuh disembelih hewan dicukur rambutnya dan diberi nama.

SMA Negeri 1 Slawi

? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya, “Seorang bayi itu tergadaikan dengan aqiqahnya, pada hari ketujuh disembelih hewan, dicukur rambutnya, dan diberi nama,” (HR Tirmidzi).

Pesan penting yang ingin dikatakan dalam hadits tersebut adalah anjuran untuk mempublikasikan kebahagian, kenikmatan, dan nasab. Dengan demikian aqiqah adalah salah satu bentuk taqarrub kepada Allah dan manifestasi rasa syukur kepada-Nya atas karunia yang telah dilimpahkan.

Sudah jamak diketahui bahwa aqiqah jika bayi yang lahir adalah laki-laki adalah disunahkan dengan menyembelih dua ekor kambing. Sedang apabila perempuan disunahkan dengan menyembelih seekor kambing. Tentunya dengan ketentuan-ketentuan yang telah diatur dalam masalah ini.

Sampai di titik ini sebenarnya tidak ada persoalan serius. Namun persoalan kemudian muncul jika pihak yang mempunyai anak ingin mengganti aqiqah berupa kambing dengan hewan lain, sapi misalnya. Di sini kemudian muncul pertanyaan, bagaimana hukumnya aqiqah dengan sapi? Lantas, apakah sapi bisa dibuat aqiqah untuk tujuh orang bayi?

Untuk menjawab hal ini ada baiknya kita tengok keterangan dalam kitab Kifayatul Akhyar. Dalam kitab ini dikatakan bahwa menurut pendapat yang paling sahih (al-ashshah) aqiqah dengan unta gemuk (al-badanah) atau sapi lebih utama dibanding aqiqah dengan kambing (al-ghanam). Namun pendapat lain menyatakan, yang paling utama adalah aqiqah dengan kambing sesuai bunyi hadits yang ada (li zhahiris sunah).

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya, “Menurut pendapat yang paling sahih, aqiqah dengan unta gemuk (al-badanah) atau sapi lebih utama dibanding aqiqah dengan kambing. Namun dalam pendapat lain dikatakan bahwa aqiqah dengan kambing lebih utama, yang saya maksudkan adalah dengan dua ekor kambing untuk bayi laki-laki dan seekor kambing untuk bayi perempuan, karena sesuai dengan bunyi sunah,” (Lihat Taqiyuddin Al-Hushni, Kifayatul Akhyar fi Halli Ghayatil Ikhtishar, Beirut, Darl Fikr, halaman 535).

Jika kita cermati penjelasan dalam kitab Kifayatul Akhyar itu, dengan jelas mengandaikan kebolehan beraqiqah dengan unta atau sapi. Bahkan dengan sangat gamblang dikatakan di situ, bahwa pendapat yang lebih sahih adalah yang menyatakan bahwa beraqiqah dengan unta atau sapi lebih utama dibanding dengan kambing.

Selanjutnya menanggapi pertanyaan kedua mengenai soal sapi yang dijadikan aqiqah untuk tujuh anak, apakah boleh? Dalam konteks ini diperbolehkan, bahkan jika ada beberapa pihak dengan niat yang berbeda sekalipun.

Misalnya ada tujuh orang yang patungan membeli sapi, dari ketujuh orang tersebut yang tiga berniat untuk aqiqah, sedang yang lainnya berniat untuk berkurban, atau hanya sekedar mengambil dagingnya untuk dimakan ramai-ramai atau mayoran.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya, “Jika seseorang menyembelih sapi atau unta yang gemuk untuk tujuh anak atau adanya keterlibatan (isytirak) sekelompok? orang dalam hal sapi atau unta tersebut maka boleh, baik semua maupun sebagian dari mereka berniat untuk aqiqah sementara sebagian yang lain berniat untuk mengambil dagingnya untuk pesta (makan besar/mayoran),” (Lihat Muhyiddin Syaraf An-Nawawi, Al-Majmu’ Syarhul Muhadzdzab, Jeddah, Maktabah Al-Irsyad, juz VIII, halaman 409).

Bagi orang tua yang anaknya belum diaqiqahi dan sudah memiliki rezeki yang lapang, sebaiknya segera diaqiqahi.

Demikian jawaban yang dapat kami kemukakan. Kami selalu terbuka untuk menerima saran dan kritik dari para pembaca.

Wallahul muwaffiq ila aqwamith thariq,

Wassalamu ’alaikum wr. wb.


(Mahbub Ma’afi Ramdlan)Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Ulama, Anti Hoax, Quote SMA Negeri 1 Slawi

Jumat, 19 Januari 2018

Liga Santri Nusantara Jatim 1 akan Dirangkai dengan Piala Bupati Ponorogo

Ponorogo, SMA Negeri 1 Slawi. Menjelang berlangsunya Liga Santri Nusantara Tahun 2016 yang akan digelar usai bulan Ramadhan, Panitia Pelaksana LSN Region Jawa Timur 1 melakukan rapat bersama Kepala Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga Kabupaten Ponorogo, Jum’at (17/6).

Pada rapat yang dihadiri Koordinator LSN Jawa Timur 1 Habib Mustofa, pengurus KONI dan PSSI Ponorogo itu berhasil menyepakati pelaksanaan kompetisi sepakbola antar pesantren itu akan dirangkaikan dengan Piala Bupati Ponorogo Tahun 2016. ?

Liga Santri Nusantara Jatim 1 akan Dirangkai dengan Piala Bupati Ponorogo (Sumber Gambar : Nu Online)
Liga Santri Nusantara Jatim 1 akan Dirangkai dengan Piala Bupati Ponorogo (Sumber Gambar : Nu Online)

Liga Santri Nusantara Jatim 1 akan Dirangkai dengan Piala Bupati Ponorogo

“Sesuai dengan arahan Bupati Ponorogo, kick off LSN Region Jatim 1 dan Piala Bupati Ponorogo akan digelar pada 27 Juli mendatang di Ponorogo,” jelas Kepala Dinas BUDPARPORA, Sapto Djatmiko di Kantornya Jl Pramuka No 19A Ponorogo.

Menurut Sapto, Bupati Ponorogo Ipong Muclissoni sangat mengapresiasi atas ditunjuknya Kota Reog Ponorogo sebagai tuan rumah gelaran Liga Santri Nusantara Region Jawa Timur 1 yang akan diikuti sebanyak 32 Peserta itu.

SMA Negeri 1 Slawi

“Bupati berharap besar kepada Panitia Liga Santri Nusantara untuk mengundang Menpora H Imam Nahrawi agar dapat hadir di Ponorogo dalam acara pembukaan liga santri nusantara dan piala Bupati Ponorogo yang rencananya akan diikuti oleh ribuan santri,” katanya.

Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) dan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Ponorogo menyambut baik perhelatan sepakbola antar pesantren ini. Mereka akan berperan aktif dalam mensukseskan LSN tahun 2016.

“Kami akan mempersiapkan peralatan pertandingan sekaligus akan membentuk kepanitiaan lokal yang akan bersinergi dengan RMI NU, Banom NU dan Pihak pemerintah daerah serta kalangan professional,” jelas Dite perwakilan PSSI Ponorogo.

Liga Santri Nusantara region Jawa Timur 1 akan diikuti 32 Peserta, yang meliputi Ponorogo sebanyak 5 pesantren, Trenggalek (5), Pacitan (5), Magetan (5), Ngawi (5), Kabupaten Madiun (5), dan Kota Madiun 2 pesantren itu.

Sementara Itu pada selasa malam (14/6) lalu, Panitia Pelaksana juga melakukan rapat membahas teknis pelaksanaan LSN dan hal-hal terkait bersama pengurus Asosiasi Wasit dan Perangkat Pertandingan Professional Indonesia (AWAPPI).?

SMA Negeri 1 Slawi

Rapat membahas tentang hal-hal teknis seperti, Kode disiplin liga santri nusantara, peraturan khusus bidang komersial, dan regulasi LSN. Selain itu, masing-masing divisi telah memaparkan tugas dan tanggungjawabnya. Tugas utama dari panitia lokal antara lain terus melakukan sosialisasi kepada kalangan pesantren dibawah naungan Asosiasi Pesantren NU (RMI). (Zaenal Faizin/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Nasional, Hikmah, Ulama SMA Negeri 1 Slawi

Senin, 15 Januari 2018

Ansor Jabar Serahkan pada Empat Cabang Setempat

Jakarta, SMA Negeri 1 Slawi. Kerja organisasi kepemudaan Nahdlatul Ulama (NU), Gerakan Pemuda (GP) Ansor benar-benar nyata. Sehari setelah penandatanganan Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU), antara PP GP Ansor dan Kementerian Lingkungan Hidup, Pengurus Wilayah (PW) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Jawa Barat (Jabar) akan melakukan penanaman bibit cemara laut di Pantai Wisata Pangandaran, Jabar.

Ketua PW GP Ansor Jabar, Dr Ali Anwar Yusuf mengatakan, pihaknya akan menyerahkan secara teknis pelaksanaan penanaman bibit cemara laut tersebut kepada Banser (Barisan Ansor Serba Guna). Menurutnya, empat Pengurus Cabang (PC) Ansor akan dilibatkan langsung dalam program ini, antara lain, PC Ansor Kota Tasikmalaya, PC Ansor Kabupaten Tasikmalaya, PC Ansor Banjar dan PC Ansor Ciamis.

Ansor Jabar Serahkan pada Empat Cabang Setempat (Sumber Gambar : Nu Online)
Ansor Jabar Serahkan pada Empat Cabang Setempat (Sumber Gambar : Nu Online)

Ansor Jabar Serahkan pada Empat Cabang Setempat

“Juklak(petunjuk pelaksanaan)-nya kita mengacu pada PP GP Ansor dan teknisnya diserahkan kepada empat PC Ansor,” kata Kang Ali—panggilan akrab Ali Anwar Yusuf—di sela-sela penandatanganan MoU yang dilakukan oleh Ketua PP GP Ansor Saifullah Yusuf dan Menteri Negara Lingkungan Hidup Rachmat Witoelar, di Kantor PP GP Ansor, Jakarta (4/10) kemarin.

Namun demikian, Kang Ali mengaku belum tahu persis kapan pelaksanaan penanaman bibit cemara laut tersebut, sebab belum ada pemberitahuan khusus dari PP GP Ansor. Masalahnya, PW Ansor Jabar hanya bersifat mengkoordinasikan saja pelaksanaan kegiatan itu. “Kita belum mendapat petunjuk lebih lanjut, karenanya pasca-MoU itu pihaknya bersifat menunggu saja dari PP GP Ansor,” tandasnya.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal PP GP Ansor, A Malik Haramain mengatakan, pihaknya akan membentuk tim terlebih dahulu untuk mengimplementasikan MoU tersebut agar pelaksanaan di lapangan tidak semrawut dan asal tanam saja. Tentunya, sasaran pantai wisata sebagai uji coba yang harus menjadi contoh untuk langkah selanjutnya.

Menurut Malik, gerakan pelestarian lingkungan hidup yang dimotori GP Ansor harus menjadi teladan bagi warga nahdliyyin (sebutan untuk warga NU) lainnya. Kita menginginkan warga nahdhliyin bisa terlibat secara pro-aktif, sehingga program Kementerian Lingkungan Hidup dan GP Ansor bisa sejalan. (rif)

SMA Negeri 1 Slawi

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Ulama, Pertandingan SMA Negeri 1 Slawi

SMA Negeri 1 Slawi

Senin, 25 Desember 2017

Pergunu dan Ansor Bantu Pelajar NU Masuk Perguruan Tinggi

Waykanan, SMA Negeri 1 Slawi. Persatuan Guru Nahdlatul Ulama Waykanan mendukung program Pesantren Kilat Bimbingan Belajar Pasca Ujian Nasional (Sanlat BPUN) GP Ansor setempat. Keduanya telah melakukan penandatanganan nota kesepahaman untuk membantu para pelajar NU melanjutkan pendidikan ke jenjang selanjutnya.

Pergunu dan Ansor Bantu Pelajar NU Masuk Perguruan Tinggi (Sumber Gambar : Nu Online)
Pergunu dan Ansor Bantu Pelajar NU Masuk Perguruan Tinggi (Sumber Gambar : Nu Online)

Pergunu dan Ansor Bantu Pelajar NU Masuk Perguruan Tinggi

Penandatangan dilakukan Ketua Pergunu Ali Tahan Uji dan Ketua GP Ansor Gatot Arifianto di sela perhelatan Festival Bhineka Tunggal Ika berlangsung di SMAN 2 Blambangan Umpu, kampung Sidoarjo, kecamatan Blambangan Umpu, Rabu (18/11).

Pada tahun 2015, demikian Ali menjelaskan latar belakang nota kesepahaman, GP Ansor Waykanan menggelar Sanlat BPUN dan meloloskan lima pelajar masuk Perguruan Tinggi Negeri (PTN) dan mendapat beasiswa.

SMA Negeri 1 Slawi

"Tujuan utama program ini ialah mengantarkan siswa-siswa kurang mampu memasuki PTN melalui jalur SBMPTN dengan program studi beragam. Kami rasa itikad baik Ansor harus direspon untuk semakin banyak meloloskan pelajar Waykanan memasuki PTN. Inilah upaya kecil kami, warga NU untuk Waykanan," ujar Ali lagi.

SMA Negeri 1 Slawi

Secara garis besar, BPUN berbicara tiga hal, pendidikan, kepemimpinan, dan keberagamaan yang ramah.

Sebagaimana diketahui, Pergunu merupakan organisasi profesi yang mewadahi para ustadz, guru, dan dosen NU yang dirintis mulai 1952. Secara singkat, Pergunu dalam khidmat dan kiprahnya diharapkan sebagai penggerak intelektual dan sekaligus sebagai penggerak peradaban. (Disisi SF/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Ulama, Ubudiyah, Khutbah SMA Negeri 1 Slawi

Sabtu, 23 Desember 2017

PP IPPNU Buka Lomba Penulisan Esai Pelajar

Jakarta, SMA Negeri 1 Slawi. Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (PP IPPNU) menggelar sayembara penulisan jenis esai pelajar. Sayembara digelar dalam rangka merayakan Hari Pendidikan Nasional (HARDIKNAS) yang diperingati setiap tanggal 2 Mei.

PP IPPNU Buka Lomba Penulisan Esai Pelajar (Sumber Gambar : Nu Online)
PP IPPNU Buka Lomba Penulisan Esai Pelajar (Sumber Gambar : Nu Online)

PP IPPNU Buka Lomba Penulisan Esai Pelajar

Perihal ini disampaikan Ketua Umum Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (PP IPPNU) Farida Farichah kepada SMA Negeri 1 Slawi per telepon, Kamis (2/4) sore.

Sayembara esai ini penting untuk meningkatkan kreatifitas dan kapasitas pelajar di bidang Jurnalisme. Sebenarnya kemampuan menulis pelajar Indonesia, menurut Farida, cukup baik. Hanya saja mereka belum diberikan ruang apresiasi dan wadah yang memunculkan mereka.

SMA Negeri 1 Slawi

“Lewat tulisan bentuk esai, IPPNU ingin menangkap aspirasi dan gagasan-gagasan pelajar seputar dunia pendidikan Indonesia. Aspirasi, opini, dan gagasan itu pada gilirannya akan kita jadikan rekomendasi kepada para pengambil kebijakan terkait pendidikan,” kata Farida.

SMA Negeri 1 Slawi

Di Hardiknas kali ini, IPPNU mengajak semua kalangan untuk memosisikan pelajar sebagai komponen utama dalam pengambilan kebijakan seputar pendidikan. Dengan demikian, pelajar tidak lagi menjadi korban dari kebijakan sistem pendidikan yang berlaku, tegas Farida.

“Panitia sayembara menerima esai yang masuk sejak pengumuman dinyatakan di dinding ippnu.org Fan Page hingga 15 Juni 2013. ” Sekretaris VIII PP IPPNU Rien Zumaroh saat ditemui SMA Negeri 1 Slawi di Gedung PBNU lantai lima, Kramat Raya nomor 164, Jakarta Pusat, Kamis (3/4) sore.

Panitia akan memilih enam esai terbaik, tambah Rien. Panitia mengambil dua esai dari masing-masing tingkatan; tingkat SMP, SMA, dan tingkat Perguruan Tinggi. Usia peserta maksimal 25 tahun. Karya dikirim langsung ke kotak pesan ippnu.org Fan Page.

Menurut Rien, panitia akan mengirimkan hadiah kepada enam penulis esai terbaik dua minggu setelah pengumuman pemenang. Informasi lebih lanjut dapat ditanyakan kepada Rien Zumaroh di nomor kontak 085770429016.

Penulis: Alhafiz Kurniawan

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Ulama, Nahdlatul Ulama SMA Negeri 1 Slawi

Kamis, 21 Desember 2017

Sosok Ulama yang Komplit

Nama Pondok Pesantren Zainul Hasan, di Desa Karangbong, Kecamatan Pajarakan, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, cukup populer. Pesantren yang juga dikenal dengan nama Pesantren Genggong ini, sering dikait-kaitkan dengan penggalan sejarah perjalanan NU.

Maklum, pesantren yang didirikan oleh Kiai Zainul Abidin ini kerap menjadi tuan rumah berbagai hajatan NU tingkat regional maupun nasional. Semua itu tak lepas dari kiprah dan kharisma Kiai Hasan Saifourridzal yang menjadi sabab musabab bendera Genggong terkerek tinggi-tinggi.

Sosok Ulama yang Komplit (Sumber Gambar : Nu Online)
Sosok Ulama yang Komplit (Sumber Gambar : Nu Online)

Sosok Ulama yang Komplit

Kiai Hasan –sapaan akrabnya— lahir ketika bangsa Indonesia merajut kekuatan para pemuda dalam bingkai “Sumpah Pemuda”, yaitu tanggal 28 Oktober 1928, dari pasangan Kiai Muhammad Hasan dan Nyai Hj. Siti Aminah. Adalah Desa Karangbong, Kec. Pajarakan, Kab. Probolinggo yang menjadi tempat kelahiran pria yang bernama kecil Ahsan itu. Ayahnya, Kiai Muhammad Hasan adalah seorang ulama besar dan salah satu pendiri pesantren Zainul Hasan.?

Masa kecil Non Ahsan –panggilannya sewaktu kecil-- ? tidak hidup di lingkungan pesantren karena tinggal bersama ibunya di kota Probolinggo, lalu pindah ke Bondowoso. Ini terjadi karena biduk rumah tangga orang tuanya pecah, firoq. Kendati hidup dalam kondisi ekonomi yang pas-pasan, namun Non Ahsan tetap tegar. Untuk membantu mencukupi kebutuhan hidup ibunya, ia rela berjualan makanan ringan di terminal dan kadang di stadion saat ada event keramaian. ?

SMA Negeri 1 Slawi

SMA Negeri 1 Slawi

Menjelang umur 16 tahun, Non Ahsan diminta pulang, tinggal bersama ayahnya di Genggong. Di situlah ia diajari kitab kuning. Tidak hanya di situ, Non Ahsan juga dimondokkan ke beberapa pesantren di Madura, Paterongan, Tebuireng (asuhan KH. Hasyim Asy’ari) dan Lirboyo, Kediri.?

Waktu terus berputar, masapun berlalu. Ketika usianya semakin matang, Non Ahsan menyunting seorang gadis asal Desa Sukodadi, Kec. Paiton, Probolinggo. Namanya Himami Hafsyawati. Sejak saat itu, ia diberi amanah oleh ayahnya untuk mengurus pesantren. Nama Kiai Hasan tercatat sebagai generasi ketiga yang memimpin pesantren Zainul Hasan.

Mengasuh pesantren dan menjadi muballigh, itulah dua tugas ? yang selalu melekat dalam perjalanan hidup Kiai Hasan. Karena kehebatannya berorasi, Kiai Hasan dijuluki singa podium. Dengan gayanya yang khas, Kiai Hasan mampu membuat auiden hanyut dalam pidatonya. Popularitasnya sebagi da’i yang handal juga sampai ke manca negara. Diantaranya beliau pernah diundang ke Malaysia, Singapura, Brunai, Tahiland dan Iraq.

Di sisi lain, sejarah mencatat, pesantren Zainul Hasan tidak hanya menjadi pusat pendidikan agama tapi juga menjadi bagian dari penggemblengan para pejuang. Bahkan Kiai Hasan sendiri terjun langsung di garda terdepan untuk mengusir penjajah. Ketika perang berkecemuk di Tulangan, Sidoarjo, Kiai Hasan bersama 20 pasukannya yang tergabung dalam Ansorudinillah, ikut bergabung dalam bentrok fisik versus serdadu Belanda itu. Alhamdulillah beliau selamat.

Kiai Hasan juga dikenal sebagai tokoh NU. Beliau pernah dua periode menjabat Rais Syuriah PCNU Kabupaten Probolinggo. Kendati secara politik, Kiai Hasan waktu itu “dekat” dengan kekuasaan, namun beliau menolak mentah-mentah ajakan Bupati Probolinggo, Suprapto untuk mengamini praktek vasektomi. “Terus terang kalau masalah politik, saya ikut bupati. Tapi kalau masalah hukum, saya ikut NU. Karena NU mengharamkan vasektomi, maka sampai sekarang saya tetap mengatakan haram,” ujar Kiai Hasan di hadapan Bupati Suprapto dan para hadirin saat itu.

NU adalah segalanya bagi Kiai Hasan. Ketika NU menjadi partai politik, beliau tampil sebagai jurkam andalan. Tapi saat NU kembali menjadi ormas, Kiai Hasan juga cabut dari aktifitas politik. Belakangan Kiai Hasan memilih jalan berbeda. Beliau bergabung dengan Golkar. Sebuah pilihan yang sebenarnya terasa pahit, namun karena beliau ingin menghindari kian tajamnya tekanan penguasa terhadap wara nahdliyyin, maka itupun menjadi solusi. Seperti diketahui, ? selama sekian tahun Golkar begitu dominan dan menjadi raja diraja di jagat politik nusantara. Jangankan melawan penguasa, bersuara kritis saja, harus siap-siap diculik, atau dijebak masuk penjara.

Kenyataannya, banyak ulama NU yang ditahan lantaran berseberangan dengan penguasa. Contohnya KH. Badri Masduki (pengasuh pesantren Badrid Duja, Kraksaan), yang sempat ditangkap aparat keamanan di Jember karena dianggap menentang penerapan azas tunggal. Atas campur tangan Kiai Hasan, beliau bebas. Kiai Marfu’ (anggota DPRD Probolinggo dari PPP) yang mau dibabat habis karir politiknya (dengan alasan tidak lulus litsus), namun Kiai Hasan bisa membantunya.

Dengan perannya itu, Kiai Hasan benar-benar tampil sebagai sosok ulama yang komplit. Ya, sebagai pendidik, orator ulung, pejuang dan politikus. ? Semua itu bermuara kepada satu tujuan; menggapai ridlo Allah.

Betapapun sebuah perjuangan ditakar, bagaimanapun sebuah kegigihan dan cita-cita ditebar, semuanya masih dibelenggu oleh dimensi waktu. Umurlah yang akan menyudahi segala aktifitas manusia. Kiai Hasan yang begitu agung, toh akhirnya harus tunduk kepada sunnatulah, ajal. Hari Jum’at 13 Juni 1991, Kiai Hasan meninggalkan alam fana.?

Jasad Kiai Hasan boleh tiada, tapi perjuangan, pengabdian dan cita-citanya harus tetap lestari. Dan anak-anak beliau yang berjumlah 24 orang, siap melanjutkan perjuangan sang ayah sesuai profesinya masing-masing. (Aryudi A. Razak /Red:Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Budaya, Ulama, Pendidikan SMA Negeri 1 Slawi

Sabtu, 09 Desember 2017

Ketum IPNU Minta Rekomendasi Rapimnas Diwujudkan PW dan PC

Bandung, SMA Negeri 1 Slawi

Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) 2017 Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) di Bandung ditutup secara resmi oleh Ketua Umum Pimpinan Pusat IPNU Asep Irfan Mujahid, pada Senin (20/11/2017).

Ketum IPNU Minta Rekomendasi Rapimnas Diwujudkan PW dan PC (Sumber Gambar : Nu Online)
Ketum IPNU Minta Rekomendasi Rapimnas Diwujudkan PW dan PC (Sumber Gambar : Nu Online)

Ketum IPNU Minta Rekomendasi Rapimnas Diwujudkan PW dan PC

Dalam sambutan penutupannya, Asep mengatakan, bahwa rekomendasi yang telah dirumuskan tidak hanya selesai hanya dibacakan, tetapi harus diwujudkan dengan program nyata. Ia juga berharap agar Pimpinan Wilayah proaktif dalam membangun komunikasi dan menyampaikannya ke PC.

Asep juga menyampaikan, bahwa keterbatasan pelaksanaan, tidak mengurangi khidmah kader dalam berorganisasi.

SMA Negeri 1 Slawi

“Keterbatasan pelaksanaan rapat pimpinan nasional ini tidak mengurangi khidmah kita dalam mengawal proses organisasi, mengawal ikhtiar kita untuk mewujudkan organisasi lebih baik,” katanya.

SMA Negeri 1 Slawi

Mewakili pimpinan wilayah se-Indonesia, Ketua Pimpinan Wilayah (PW) IPNU Jawa Barat Ziyad Ahmad menyampaikan beberapa pesan. IPNU, menurutnya, berdasar diskusi bersama seluruh PW, harus mengambil peran dalam wacana besar nasional.

“Organisasi berperan dalam memberikan wacana besar,” katanya.

Kondisi di tengah zaman yang terus bergerak secara dinamis ini membuat IPNU harus menyesuaikan diri. “IPNU harus mampu menyesuaikan diri dengan konteks pelajar zaman now,” katanya.

Selain itu, Pimpinan Pusat juga, menurut Ziyad, harus kembali mengkaji model kaderisasi berdasarkan data riil.

“PP harus kembali mengkaji sistem kaderisasi by data.”

Rekomendasi

Sementara itu, Ketua PP IPNU bidang jaringan kepesantrenan Aqib Malik menyampaikan beberapa rumusan rekomendasi pada malam sebelum penutupan. Ia mengatakan, bahwa PW harus memperkuat konsolidasi dan keterampilan anggota.

“Menguatkan konsolidasi di masing-masing wilayah untuk menghadapi dan merespon kekuatan luar yang mau merongrong dan menghancurkan pelajar dan generasi muda bangsa Indonesia,” katanya.

PP IPNU juga mengajak semua pihak untuk bersama memberi penguatan kebangsaan guna mencegah radikalisme yang sudah menjalar di dunia pelajar.

“PP IPNU mengharap penguatan materi kebangsaan dan kebhinnekaan, pendidikan inklusif dan nilai-nilai keagamaan yang moderat di dunia pendidikan guna menangkal radikalisme,” ujar Gus Aqib, begitu ia akrab disapa.

Selain itu, dalam hal narkoba, penting diketahui juga, bahwa ada pula yang menawarkannya agar kuat dalam berzikir.

“PP IPNU mengimbau kepada semua pihak untuk tidak bosan-bosan menyerukan bahaya narkoba kepada pelajar dan generasi muda mengingat bentuk narkoba sudah sangat beragam. Begitupun menawarkannya. Bahkan ada yang menawarkan agar zikirnya kuat dengan mengatakannya sebagai obat atau vitamin, padahal narkoba,” pungkasnya.

Wakil Sekretaris Bidang Kaderisasi Abdullah Muhdi PP IPNU mengatakan, dalam waktu dekat, PP IPNU akan menggelar workshop kaderisasi dan merampungkan buku kaderisasi nasional. (Syakirnf/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Olahraga, Ulama SMA Negeri 1 Slawi

Jumat, 08 Desember 2017

Warga Desa Ini Tradisikan Gerbat di Tahun Baru Hijriah

Sumenep, SMA Negeri 1 Slawi. Gerakan batin (gerbat) menjadi tradisi turun temurun dalam memperingati tahun baru Islam di Desa Campor Timur, Kecamatan Ambunten, Kabupaten Sumenep. Hal itu masih mengemuka pada Ahad (2/10) malam.

Warga Desa Ini Tradisikan Gerbat di Tahun Baru Hijriah (Sumber Gambar : Nu Online)
Warga Desa Ini Tradisikan Gerbat di Tahun Baru Hijriah (Sumber Gambar : Nu Online)

Warga Desa Ini Tradisikan Gerbat di Tahun Baru Hijriah

Pengurus Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Sumenep, Ahmad Daniyal, terlibat aktif dalam acara tersebut. Dia menegaskan, gerbat diwarnai dengan parnyoonan (doa bersama) demi kebaikan masyarakat desa setempat dan umat Islam secara umum.

"Setelah bertawassul dan berpanyoonan, kami membaca Alquran. Kami mengaji Surat Yaasin sebanhak 41 kali. Sudah itu dilanjutkan pembacaan tahlil bersama kemudian doa," terang Dadang, panggilan akrab Ahmad Daniyal.

Menurut mantan Ketua Umum PMII Komisariat Guluk-Guluk tersebut, kebiasaan ini sudah berjalan tahunan silam di masyarakat dengan mengundang sanak saudara terutama dari silsilah Bani Patimangon yang jaraknya tidak terlalu jauh.

"Hidangan tawai menjadi ciri khas dalam acara peringatan tahun baru hijriyah 1438 H. Ini sebagai wujud betapa tahun baru ini mesti dilecuti kesederhanaan dan kematangan dalam menjalani hisup," tukasnya. (Hairul Anam/Fathoni)

SMA Negeri 1 Slawi

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Kajian, Ulama, Kiai SMA Negeri 1 Slawi

SMA Negeri 1 Slawi

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs SMA Negeri 1 Slawi sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik SMA Negeri 1 Slawi. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan SMA Negeri 1 Slawi dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock