Tampilkan postingan dengan label Syariah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Syariah. Tampilkan semua postingan

Selasa, 06 Maret 2018

Santri Futuhiyyah Ikrar Antinarkoba dan Gelar Pengobatan Gratis

Demak, NU Online . Ratusan santri Suburan, Mranggen, Demak, menyatakan ikrar antinarkoba, antiminuman keras dan antiajaran yang berbau radikal. Hal itu dilakukan setelah mereka mendapatkan pembinaan dan pengarahan dalam diskusi bertema ”Dampak Negatif Penyalahgunaan Narkoba” di aula pondok pesantren Futuhiyyah. Seharian, para pelajar mendapat pembekalan materi dari Kepala RSI NU Demak dokter Abdul Aziz.

Santri Futuhiyyah Ikrar Antinarkoba dan Gelar Pengobatan Gratis (Sumber Gambar : Nu Online)
Santri Futuhiyyah Ikrar Antinarkoba dan Gelar Pengobatan Gratis (Sumber Gambar : Nu Online)

Santri Futuhiyyah Ikrar Antinarkoba dan Gelar Pengobatan Gratis

Pembicara lainnya yaitu dokter Imam Purwohadi dan Siti Khoirul Umiyati. ”Kami senang mendapat pengarahan secara jelas bahaya penyalahgunaan narkoba, dan ternyata mengerikan,” kata Ahmad salah satu pelajar yang mengikuti acara itu pada kegiatan Kamis (27/10).

Ketua Yayasan Futuhiyyah, KH Said Lafif berpesan agar generasi muda, khususnya pelajar dan alumni Futuhiyyah tidak mencicipi dan coba-coba narkoba, minuman keras dan obat-obatan lain yang bersifat adiktif.

SMA Negeri 1 Slawi

Pengobatan Gratis

SMA Negeri 1 Slawi

”Obat-obatan itu semuanya mengakibatkan ketergantungan atau kecanduan. Maka, jangan sampai santri atau pelajar Futuhiyyah mencobanya,” kata Ustadz Lafif.

Ketua Panitia Expo 115 Tahun Futuhiyyah, Faizurrohman Hanif menjelaskan, rangkaian kegiatan penyuluhan antinarkoba, pengobatan gratis dan khitan massal merupakan kerja sama RSI NU Demak dengan Pesantren Futuhiyyah dalam rangka Expo Futuhiyyah Refleksi 115 tahun Kiprah Untuk Bangsa.

”Kebetulan Kepala RSI NU Demak juga alumnus Futuhiyyah,” katanya sambil tertawa.

Khusus untuk Pengobatan gratis dan khitanan massal, Abdul Aziz menjelaskan, pihaknya mengerahkan tim beranggotakan 30 orang dilengkapi dua apoteker dan tujuh petugas medis dan perawat. Masyarakat di sekitar Kampung Suburan Mranggen tak menyianyiakan kesempatan itu. Mereka ramai-ramai mendatangi tempat pengobatan gratis yang ditempatkan tepat di halaman pondok pesantren tersebut.

Terjadi antrean panjang para pengunjung yang ingin berobat secara gratis. Adapun, khitanan massal diikuti 42 anak. Selain memberikan pengobatan gratis, tim RSI NU Demak juga menyampaikan penyuluhan dan konsultasi kesehatan.

”Mereka diajari bagaimana hidup sehat,” kata Aziz. (Ben Zabidy/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Syariah, Pemurnian Aqidah, IMNU SMA Negeri 1 Slawi

Senin, 26 Februari 2018

Perguruan Tinggi NU Kuatkan Komitmen Bisa Tersertifikasi secara Global

Surabaya, SMA Negeri 1 Slawi - Sejumlah pimpinan perguruan tinggi Nahdlatul Ulama (PTNU) di Jawa Timur kembali berkonsolidasi dalam rangka peneguhan eksistensi sekaligus memaparkan komitmennya dalam menciptakan kualitas perguruan tinggi di kancah regional dan global.

Forum dikemas dalam Focus Group Discussion (FGD) yang diselenggarakan oleh Pengurus Wilayah Lembaga Pendidikan Tinggi NU (LPTNU) Jawa Timur, Selasa (20/9), di aula Salsabila Gedung PWNU Jawa Timur, Jalan Masjid Akbar Timur 9 Surabaya.

Perguruan Tinggi NU Kuatkan Komitmen Bisa Tersertifikasi secara Global (Sumber Gambar : Nu Online)
Perguruan Tinggi NU Kuatkan Komitmen Bisa Tersertifikasi secara Global (Sumber Gambar : Nu Online)

Perguruan Tinggi NU Kuatkan Komitmen Bisa Tersertifikasi secara Global

Hadir dalam diskusi ini para pimpinan dan dosen PTNU Jawa Timur, PWLPTNU Jawa Timur serta perwakilan Jurusan di Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya yang baru saja divisitasi oleh Asesor AUN-QA (ASEAN University Network – Quality Assurance).

SMA Negeri 1 Slawi

AUN-QA adalah program sertifikasi penjaminan mutu skala global yang digagas oleh asosiasi perguruan tinggi. AUN sendiri berkantor pusat di Thailand, dengan anggota perguruan tinggi dan asesor dari berbagai kampus di negara-negara ASEAN.

SMA Negeri 1 Slawi

“Di dunia ini, setidaknya ada tiga ‘madzhab’ atau aliran dalam akreditasi perguruan tinggi, yang pertama Dublin Accord; kedua, Washington Accord; dan ketiga, Sidney Accord,” kata Ketua Jurusan Teknik Elektro ITS Dr. Ardyono Priadi mengawali diskusi.

Dublin Accord adalah sertifikasi perguruan tinggi yang banyak bergerak pada bidang vokasi, Washington Accord menekankan bagaimana capaian lulusan pembelajaran (learning outcomes) dari lembaga pendidikan tinggi, sedangkan Sidney Accord lebih pada bagaimana kompetensi dari lulusannya.

“Di Indonesia tampaknya ada pergeseran dari madzhab kompetensi ke madzhab learning outcomes,” papar Ardyono.

Sebagaimana diketahui, beberapa dekade terakhir di era global ini perguruan tinggi dunia memacu diri dengan membuat sistem penjaminan mutu tata kelola dan hasilnya. Sebut saja ABET (Accreditation Board for Engineering and Technology), perkumpulan perguruan tinggi Islam dunia (ISESCO/Islamic Educational, Scientific and Cultural Organization), hingga ASEAN University Network ini.

Pada penilaian sertifikasi AUN-QA, ada 15 kriteria penilaian yaitu: Expected learning outcomes, programm specification, programm structure and content, teaching and learning strategy, student assessment,? academic staff quality, support staff quality, student quality, student advice and support, facilities and infrastructure, quality assurance of teaching and learning process, staff development activities, stakeholders feedback, output dan stakeholders satisfaction.

Menurut Setiyo Gunawan, Sekjur Teknil Kimia ITS, para asesor AUN-QA cukup detail dalam memverifikasi bukti-bukti fisik dari proses-proses yang sudah dikerjakan, mulai dari proses penyusunan kurikulum, proses pembelajaran, hingga umpan balik para pemangku kepentingan dan pengguna lulusan.

Dekan Fakultas Teknologi Informasi ITS Agus Zainal Arifin yang turut hadir dalam diskusi ini menambahkan, sertifikasi AUN-QA memang lebih mengkroscek dari segi proses. Dengan proses yang bermutu maka tentu akan menghasilkan output yang bermutu pula.

Yusuf Amrozi, sekretaris LPTNU Jawa Timur mengatakan, bukan tidak mungkin PTNU di Indonesia tersertifikasi secara global. Tinggal bagaimana PTNU kita ini memacu komitmen masing-masing untuk menumbuhkan budaya mutu. Sehingga jika budaya mutu telah terbentuk, maka tinggal mengikuti template yang diminta oleh lembaga akreditasi atau sertifikasi internasional tersebut. (Red: Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Berita, Syariah SMA Negeri 1 Slawi

Kamis, 22 Februari 2018

Seratus Banser Temanggung Tingkatkan Keterampilan Khusus

Temanggung, SMA Negeri 1 Slawi - Satuan Komando Cabang (Satkorcab) Banser X-22 Kabupaten Temanggung mengadakan Pendidikan Latihan Khusus (Diklatsus) Banser Tanggap Bencana (Bagana) dan Banser Lalu Lintas (Balalin) di Desa Kundisari Kecamatan Kedu Kabupaten Temanggung. Sepanjang Jumat-Ahad (6-8/5), mereka dipersiapkan untuk menangani masalah bencana dan lalu lintas.

Kegiatan dengan tema Mengabdi Untuk Negeri Membentuk Kader Pemuda Yang Ikhlas, Tangkas, dan Cerdas ini diikuti oleh seratus peserta yang terdiri dari 60 peserta Diklatsus Bagana dan 40 peserta Diklatsus Balalin. Peserta merupakan utusan dari Satuan Komando Rayon (Satkoryon) Banser se-Kabupaten Temanggung.

Seratus Banser Temanggung Tingkatkan Keterampilan Khusus (Sumber Gambar : Nu Online)
Seratus Banser Temanggung Tingkatkan Keterampilan Khusus (Sumber Gambar : Nu Online)

Seratus Banser Temanggung Tingkatkan Keterampilan Khusus

Komandan Satkorcab Banser Temanggung Lutfi Arifin mengatakan, selama ini anggotanya sudah banyak terjun di masyarakat membantu penanganan bencana di daerah rawan bencana maupun membantu mengatur kelancaran lalu lintas dalam banyak kegiatan. Hanya saja mereka belum memiliki keterampilan yang memadai.

"Untuk itu adanya Diklatsus Bagana dan Balalin ini diharapkan mampu melahirkan kader-kader Banser Tanggap Bencana dan Kader Lalu Lintas yang mumpuni," katanya.

SMA Negeri 1 Slawi

Belum lama ini puluhan anggota Banser Temanggung ikut berpartisipasi menangani bencana tanah longsor yang melanda beberapa tempat di Desa Tegalsari, Kecamatan Tretep, Kabupaten Temanggung.

SMA Negeri 1 Slawi

Bersama Tim SAR Tretep dan masyarakat setempat puluhan anggota Banser ini membantu evakuasi bencana tanah longsor yang mengakibatkan terhambatnya jalur utama transportasi yang menghubungkan Kecamatan Wonoboyo dan Kecamatan Tretep. (M Haromain/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Syariah, Fragmen, Habib SMA Negeri 1 Slawi

Kamis, 08 Februari 2018

Momentum Membangkitkan Jamiyah

Jombang, SMA Negeri 1 Slawi. Halal bihalal  yang di gelar Badan Otonom Nahdlatul Ulama kabupaten Jombang, Ahad (9/9) terlihat sangat meriah. Meski digelar lesehan, hampir 300 perwakilan Banom NU yang terdiri, Ansor, Muslimat NU, Fatayat NU, Pergunu, IPNU-IPPNU, Ikatan Sarjana NU, Pagar Nusa dan juga PMII pun terlihat kompak. 

Ketua PCNU Jombang terpilih KH Isrofil Amar, mengatakan kegiatan yang digelar Banom NU ini bisa menjadi momentum meneguhkan gerakan NU dimasa yang akan datang. "Kegiatan semacam ini, merupakan Inisiatif cemerlang untuk membangun NU ke depan. Saya sangat mengapresiasi positif, dan berharap bisa menjadi kegiatan yang lebih bermakna," tuturnya mengatakan.

Momentum Membangkitkan Jamiyah (Sumber Gambar : Nu Online)
Momentum Membangkitkan Jamiyah (Sumber Gambar : Nu Online)

Momentum Membangkitkan Jamiyah

Apalagi, Ketua PCNU dua periode ini menambahkan, dalam kegiatan halal bihalal badan otonom juga melibatkan PMII yang selama ini berada diluar perangkat kelembagaan NU."Mudahmudahan PMII segera masuk NU, mudah mudahan pada kongres mendatang bisa masuk menjadi perangkat organisasi NU," tandas Dosen Unipdu ini berharap.

SMA Negeri 1 Slawi

Masih menurut KH Isrofil menuturkan, persoalan NU ke depan, pihaknya sangat optimis dengan melihat kekompakan badan otonom, NU memiliki potensi yang sangat besar dan kuat."Mudah mudahan tidak hanya halal bihalal, tetapi juga kegiatan yang lain, juga bisa disinergikan, untuk menuju NU yang maju," tandasnya seraya meminta seluruh pengurus banom istqomah membesarkan NU dan tidak ada lagi Banom, baik  Muslimat, Ansor berjauhan dengan NU nya. 

SMA Negeri 1 Slawi

KH Isrofil mengakui, adanya kesenjangan komunikasi antar Badan Otonom. Dan hal itu karena kurang ada pertemuan."Mengapa ini terjadi demikian karena tidak sering ketemu. Karena itu mari kita kokohkan NU. Ini momentum, Kami minta dikokohkan untuk menuju masa depan NU yang gemilang," pungkasnya.

Nampak hadir memberikan semangat, pada kegiatan tersebut mantan ketua Muslimat NU Jombang Hj Munjidah Wahab. Putri pendiri NU, KH Wahab Hasbulloh ini meminta jalinan komunikasi antar banom bisa dilakukan terus menerus. "Ini penting, dan harus kita lakukan terus, dan saya siap untuk memfasilitasi sehingga ada sinergitas program antar Banom," tutur anggot DPRD Jatim ini menjanjikan. 

Redaktur: Mukafi Niam

Kontributor: Ramadlan

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Syariah, Olahraga, Fragmen SMA Negeri 1 Slawi

Kamis, 01 Februari 2018

Hukum Jabat Tangan Usai Shalat

Masyarakat Nusantara dikenal dengan kesantunan, kesopanan, dan kelembutannya. Mereka identik dengan masyarakat yang pandai bersosial dan bukan tipikal masyarakat individual. Kekompakan masyarakat Nusantara ini juga tercermin dalam tradisi agama yang mereka jalankan.

Terbukti hampir sebagian besar tradisi keagamaan mereka dilakukan secara kolektif (berjama’ah) dan memiliki fungsi sosial yang cukup kuat. Misalnya tradisi salaman setelah shalat.

Hukum Jabat Tangan Usai Shalat (Sumber Gambar : Nu Online)
Hukum Jabat Tangan Usai Shalat (Sumber Gambar : Nu Online)

Hukum Jabat Tangan Usai Shalat

Kebiasaan ini lumrah ditemukan di masyarakat. Usai shalat berjama’ah mereka saling sapa satu sama lainnya dengan jabat tangan. Ada juga yang berdzikir dan berdo’a terlebih dahulu, kemudian baru salaman. Hal ini menunjukkan betapa akurnya masyarakat Nusantara dan tradisi ini sekaligus dapat memupuk persaudaraan dan memperkuat keakraban.

Bagi sebagian orang, terutama mereka yang sudah lupa dengan tradisi Nusantara dan terlalu lama di negeri orang, tradisi salaman setelah shalat dianggap bid’ah dan tidak boleh dilakukan. Tapi menurut An-Nawawi, jabat tangan setelah shalat termasuk bid’ah yang diperbolehkan (bid’ah al-mubahah), bahkan disunahkan bila bertujuan untuk silaturahmi. Dalam kumpulan fatwanya, Fatawa Al-Imam An-Nawawi, ia mengatakan,

SMA Negeri 1 Slawi

SMA Negeri 1 Slawi

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? (?)

? ? ? ? ? ? ? ? ?-? ?- ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya, “Jabat tangan disunahkan ketika bertemu. Adapun kebiasaan masyarakat yang mengkhususkan salaman setelah dua shalat (subuh dan ashar) tergolong bid’ah yang diperbolehkan. Dikatakan bid’ah mubah jika orang yang bersalaman sudah bertemu sebelum shalat. Namun jika belum bertemu, maka berjabat tangan disunahkan karena termasuk bagian dari silaturahmi.”

Jadi, tradisi salaman yang sudah berlangsung lama di masyarakat Nusantara bukanlah bid’ah tercela, namun dapat digolongkan bid’ah hasanah. Bahkan menurut An-Nawawi, tradisi ini dapat dikatakan sebagai kesunahan terutama jika orang yang dijabat tangannya belum pernah bertemu sebelumnya. Wallahu a’lam. (Hengki Ferdiansyah)

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Syariah, Aswaja, Kajian SMA Negeri 1 Slawi

Rabu, 31 Januari 2018

Ratusan Warga di Boyolali Gelar Tradisi Nyadran

Boyolali, SMA Negeri 1 Slawi. Menjelang bulan puasa Ramadhan, ratusan warga Dukuh Tompak, Tarubatang, Selo, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah menggelar tradisi sadranan untuk mendoakan para leluhur, Selasa (9/6).

Ratusan Warga di Boyolali Gelar Tradisi Nyadran (Sumber Gambar : Nu Online)
Ratusan Warga di Boyolali Gelar Tradisi Nyadran (Sumber Gambar : Nu Online)

Ratusan Warga di Boyolali Gelar Tradisi Nyadran

Sadranan di Desa Tompak termasuk yang paling awal dilakukan masyarakat di lereng Merapi-Merbabu tahun ini.

Sejak pagi, ratusan warga dari dukuh Desa Tompak serta warga dari daerah lain yang memiliki leluhur dimakamkan di pemakaman tersebut, berbondong-bondong ke pemakaman yang terletak di sisi timur lereng Gunung Merapi tersebut.

SMA Negeri 1 Slawi

Bersama keluarga dan sanak saudaranya, warga berdatangan ke areal pemakaman dengan membawa tenong, yang berisi tumpeng nasi rasul dan aneka jajan seperti ketan, apem dan pisang.

SMA Negeri 1 Slawi

Bagi warga setempat, tradisi nyadran ini selain menjadi agenda untuk mendoakan mereka yang sudah meninggal, juga sebagai ajang silaturrahim. “Kegiatan ini juga memiliki pesan moral, yakni ajaran untuk saling berbagi antara satu dengan lainnya,” kata Syahirul Alim, salah satu tokoh pemuda setempat.

Usai melakukan doa bersama yang diisi dengan pembacaan yasin, zikir dan tahlil di areal pemakaman, warga kemudian saling berbagi makanan yang mereka siapkan dari rumah.

“Meski praktiknya sudah agak berbeda, dengan zaman saya kecil dulu, tapi pesan utamanya tetap dipegang teguh masyarakat, yakni untuk berbagi apa yang kita punyai serta bersyukur atas nikmat dari Allah,” tutur Syahirul yang juga aktif di JQHNU Boyolali itu. (Ajie Najmuddin/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Syariah, Sholawat, Meme Islam SMA Negeri 1 Slawi

Rabu, 24 Januari 2018

“Mengikuti Lakut Bagian dari Jihad Fi Sabilillah”

Tasikmalaya, SMA Negeri 1 Slawi

Mengikuti Latihan Kader Utama (Lakut) sama dengan Jihad Fi Sabilillah, tutur pengasuh Pesantren Al Munir Gunung Tanjung, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, Ajengan Muayyad pada pembukaan Lakut Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) se-Priangan Timur yang meliputi Kota Tasikmalaya, Kabupaten Tasikmalaya, Kabupaten Ciamis, Kabupaten Garut, Kota Banjar, dan Kabupaten Pangandaran.

Lakut adalah jenjang kaderisasi formal tingkat lanjut di Ikatan Pelajar NU (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri NU (IPPNU). Menurutnya, Lakut termasuk perjuangan dalam organisasi tingkat pelajar di NU.

“Mengikuti Lakut Bagian dari Jihad Fi Sabilillah” (Sumber Gambar : Nu Online)
“Mengikuti Lakut Bagian dari Jihad Fi Sabilillah” (Sumber Gambar : Nu Online)

“Mengikuti Lakut Bagian dari Jihad Fi Sabilillah”

“Kita perhatikan, penjaga NKRI adalah NU, NU dijaga oleh pelajar-pelajar NU ini, menjaga IPNU juga menjaga Ahlussunah wal Jamaah sebagai aqidah kita, pijakan kita,” ujarnya, Jumat (25/8) itu di hadapan para kader IPNU.

SMA Negeri 1 Slawi

Oleh karena itu, bagi Ajengan Muayyad, mengikuti Lakut adaah bagian dari menjaga NU, menjaga NKRI, menjaga Aswaja. “Dan ini merupakan jalan kita untuk berjihad fisabilillah (di jalan Allah). Ini bentuk jihad kita, tidak harus ngebom dan sebagainya,” tuturnya.

SMA Negeri 1 Slawi

Ia menambahkan, di era globalisasi ini IPNU harus tampil di depan mengawal pelajar dan santri Nahdlatul Ulama untuk tetap berada pada ideologi yang benar demi mengisi kemerdekaan dan memajukan Indonesia.

“Hambatan dan tantangan yang sangat banyak di era ini harus ditaklukan oleh Pelajar NU, teruslah berjuang rekan-rekan pelajar NU, tetap belajar berjuang dan bertaqwa,” pungkas putra pendiri Pesantren Al Munir ini. (Husni Mubarok/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi News, Syariah, Tokoh SMA Negeri 1 Slawi

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs SMA Negeri 1 Slawi sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik SMA Negeri 1 Slawi. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan SMA Negeri 1 Slawi dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock