Tampilkan postingan dengan label Cerita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Cerita. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 17 Februari 2018

LTMNU: Tangkal Ekstremisme, Makmurkan Masjid!

Jakarta, SMA Negeri 1 Slawi. Pengurus Pusat Lembaga Ta’mir Nadlatul Ulama (LTMNU) mengimbau, upaya paling baik menangkal ektremisme adalah dengan memperkuat kegiatan dari dalam. Memakmurkan masjid merupakan cara efektif merealisasikan usaha ini.

LTMNU: Tangkal Ekstremisme, Makmurkan Masjid! (Sumber Gambar : Nu Online)
LTMNU: Tangkal Ekstremisme, Makmurkan Masjid! (Sumber Gambar : Nu Online)

LTMNU: Tangkal Ekstremisme, Makmurkan Masjid!

Sekretaris PP LTMNU Ibnu Hazen mengakui, masjid-masjid NU yang tersebar di beberapa tempat mulai diganggu oleh kelompok-kelompok berhaluan keras. Selain menjadi cermin tentang kelemahan pengurus masjid, persoalan ini menuntut penanganan secepat mungkin.

“Tidak ada jalan lain kecuali memakmurkan masjid,” ujarnya saat ditemui di Kantor PP LTMNU, Gedung PBNU Lantai 5, Jalan Kramat Raya 164, Jakarta Pusat, Rabu (21/11).

SMA Negeri 1 Slawi

Dengan memperbanyak aktivitas ibadah di dalam masjid, jamaah tak hanya menuai maslahat dalam hal ibadah dan hubungan sosialnya, tapi juga menghambat proses masuknya paham kekerasan ke dalam masjid.

“Apalagi masjid jamaahnya yang jelas. Jadi perlu diperdayakan dalam hal-hal positif,” imbuhnya.

SMA Negeri 1 Slawi

LTMNU juga menyarankan, Pengurus Cabang NU di setiap daerah untuk senantiasa memperhatikan kegiatan masjidnya. Mereka didorong untuk menggerakkan lembaga dan lajnah yang dimilikinya serentak memakmurkan masjid.

“Kan ada LDNU (Lembaga Dakwah NU) untuk mengisi dakwah, JQH (Jam’iyyatul Qurra’ wal Huffadz) dalam hal mengaji, tarekat, dan lainnya,” tandasnya.

Sebagaimana diberitakan, sejumlah warga NU, khususnya di kota Depok, mengeluh atas aksi pembubaran kegiatan ibadah yang dialami di masjid. Secara paksa, beberapa orang tak sepaham membubarkan aktivitas majelis taklim yang dianggap bidah.

Redaktur: Mukafi Niam

Penulis   : Mahbib Khoiron

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Cerita SMA Negeri 1 Slawi

Rabu, 07 Februari 2018

AGH Sanusi Baco: Jaga Keikhlasan Mengurus Umat

Makassar, SMA Negeri 1 Slawi. Rais Syuriyah PWNU Sulawesi Selatan Anregurutta Haji (AGH) Sanusi Baco mengharapkan berharap semua pengurus tetap menjaga keikhlasan dalam mengurus umat dan tetap konsisten pada khittah NU 1926.

AGH Sanusi Baco: Jaga Keikhlasan Mengurus Umat (Sumber Gambar : Nu Online)
AGH Sanusi Baco: Jaga Keikhlasan Mengurus Umat (Sumber Gambar : Nu Online)

AGH Sanusi Baco: Jaga Keikhlasan Mengurus Umat

Kemarin (19/9), AGH Sanusi Baco memberikan pengarahan dalam Rapat Pleno Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama di Aula Gedung Universitas Islam Makassar.

Rapat ini dihadiri semua unsur pengurus syuriyah, tanfidziyah, lembaga, Lajnah dan badan otonom guna membicarakan persiapan Musyawarah Kerja NU Sulsel, mengevaluasi dan membicarakan program kerja yang akan dibicarakan pada Musyawarah Kerja Wilayah.

Ia mengharapkan setelah dua kegiatan besar terlaksana yakni pelantikan dan halal bihalal, semua pengurus tetap menjaga keikhlasan dalam menjalankan roda organisasi.

SMA Negeri 1 Slawi

“Pada musyawarah kerja nanti diharapkan semua pengurus hadir untuk memberikan sumbangsih pemikiran untuk kemajuan Nahdlatul Ulama khususnya di Sulawesi Selatan,” kata AGH Sanusi Baco.

SMA Negeri 1 Slawi

Beberapa isu akan dibicarakan pada Musker nanti, antara lain penanganan dan penataan asset NU, pengembangan pendidikan NU di Sulawesi Selatan, mendiskusikan isu-isu keagamaan dan mengadakan kerja sama dengan pemerintah daerah. (Andi Muhammad Idris/Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Cerita, Quote SMA Negeri 1 Slawi

Senin, 29 Januari 2018

Ngaji Jurnalistik di Serambi Masjid, Mengapa Tidak?

Solo, SMA Negeri 1 Slawi

Sore itu, suasana di kompleks Pesantren Al-Muayyad Mangkuyudan Surakarta terlihat seperti biasa, usai menyelesaikan jadwal belajar sekolah diniyah, para santri bergegas ke tempat yang mereka tuju untuk mengikuti kegiatan ekstakurikuler.

Ngaji Jurnalistik di Serambi Masjid, Mengapa Tidak? (Sumber Gambar : Nu Online)
Ngaji Jurnalistik di Serambi Masjid, Mengapa Tidak? (Sumber Gambar : Nu Online)

Ngaji Jurnalistik di Serambi Masjid, Mengapa Tidak?

Tak terkecuali dua santri, Wildan Aji Gumilang dan Abdul Rouf, dengan masih mengenakan sarung dan peci keduanya bergegas untuk pergi ke serambi masjid pondok. Tiba di lokasi, keduanya langsung bergabung bersama santri yang lain untuk mengikuti kegiatan ekstrakurikurikuler jurnalistik dan sastra.

Setelah mendapat pengarahan dari sang pembimbing, buku yang mereka bawa mulai dibuka untuk berlatih menulis. Macam-macam tulisan yang mereka buat, ada puisi, berita, dan lain-lain. Posisi menulis pun dibebaskan, ada yang sembari tengkurap, duduk, bersandar pada tiang dan sebagainya.

Wildan, Rouf dan beberapa santri kelas 7 dan 8 SMP Al-Muayyad lainnya mengikuti kegiatan pelatihan tulis menulis ini kurang lebih sudah sekitar setengah tahun yang lalu. Kegiatan ini diadakan setiap Selasa, pukul 4 hingga 5 sore.

SMA Negeri 1 Slawi

Kegiatan jurnalistik termasuk salah satu ekstra pilihan yang mesti yang diikuti para santri. Selain itu ada pramuka, public speaking, sablon, kaligrafi, PBB, qiro’ah, dan rebana.

Kenalkan melalui sastra

Miftahul Abrori, sang pembimbing ekstrakurikuler jurnalistik, mengungkapkan dalam pelatihan ini para santri selain belajar jurnalistik, juga menggali kemampuan mereka di bidang sastra.

“Tadinya pihak sekolah hanya memberi pengarahan kepada saya untuk mengajar jurnalistik, namun saya mengusulkan untuk menyisipkan sastra pada ekstrakurikuler ini, dan pihak sekolah setuju,” papar Miftah, saat ditemui SMA Negeri 1 Slawi, belum lama ini (1/4).

Materi sastra diberikan Miftah kepada siswa sebagai perangsang untuk menulis. Menurutnya, pelajaram jurnalistik dirasa agak berat dicerna para siswa. “Materi jurnalistik yang saya sampaikan ternyata berat bagi mereka. Saya ingat, bahwa saya mengawali menulis dari menulis puisi, lalu cerpen, berita dan sedikit artikel,” tutur dia.

SMA Negeri 1 Slawi

Kegiatan ini ternyata juga mendapat sambutan yang baik dari para siswa. Pada awal pendaftaran, ada 80 santri yang memilih ekstra ini. “Meskipun sekarang, yang bertahan aktif hanya 40-an anak, tapi ini sudah lumayan,” ujar alumni UNU Surakarta itu.

Sampai setengah tahun ini, hasil dari pelatihan jurnalistik di Pesantren Al-Muayyad mulai terlihat. Para santri yang didorong untuk produktif membuat puisi dan cerpen, beberapa karya mereka bahkan bisa termuat di koran lokal.

Ditambahkan Miftah, selain mengikuti kegiatan ekstra jurnalistik, untuk mengasah potensi tulis menulis lainnya di pesantren yang pernah diasuh KH Umar Abdul Mannan tersebut, juga disediakan sebuah media, yakni Majalah Serambi Al-Muayyad. (Ajie Najmuddin/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Makam, Cerita SMA Negeri 1 Slawi

Sabtu, 27 Januari 2018

Bupati Probolinggo: Safari Haji, Sarana Dakwah dan Syiar

Probolinggo, SMA Negeri 1 Slawi



Dalam rangka memberikan dukungan moral kepada calon jamaah haji (calhaj) Kabupaten Probolinggo ke Tanah Suci, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo menggelar safari haji ke beberapa calon tamu Allah dan Rasulullah SAW yang akan berangkat menunaikan ibadah haji tahun ini.

Rabu (12/7), safari haji ini dilaksanakan di 4 (empat) titik lokasi. Yakni, Maliya di Dusun Krajan Desa Matekan Kecamatan Besuk, Sosianto dan istrinya Ida Noerhayati di Dusun Desa Gunggungan Lor Kecamatan Pakuniran. Kemudian Anna Ratnawati di Dusun Krajan Desa Talkandang Kecamatan Kotaanyar. Serta A Fathoni Hidayat dan A Nurul Hidayati di Dusun Desa Kedungrejoso Kecamatan Kotaanyar.

Bupati Probolinggo: Safari Haji, Sarana Dakwah dan Syiar (Sumber Gambar : Nu Online)
Bupati Probolinggo: Safari Haji, Sarana Dakwah dan Syiar (Sumber Gambar : Nu Online)

Bupati Probolinggo: Safari Haji, Sarana Dakwah dan Syiar

Safari haji ini diikuti oleh Bupati Probolinggo Hj Puput Tantriana Sari, Mustasyar PCNU Kabupaten Probolinggo H Hasan Aminuddin, Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Probolinggo H Santoso serta sejumlah pejabat di lingkungan Pemkab Probolinggo.

Bupati Probolinggo Hj. Puput Tantriana Sari mengungkapkan bahwa kegiatan safari haji ini istiqomah dilakukan Pemkab Probolinggo sejak tahun 2003 silam. “Tujuannya adalah mendoakan calon tamu Allah dan Rasulullah sekaligus mempererat jalinan silaturahmi dan ukhuwah Islamiyah,” katanya.

SMA Negeri 1 Slawi

Menurut Tantri, kegiatan ini dimaksudkan untuk memperolah barokah Mekah dan Madinah dari para calon tamu Allah dan Rasulullah. Pasalnya calhaj ini memiliki magnet dan daya tarik yang luar biasa.

“Safari haji ini bertujuan sebagai dakwah dan jihad sekaligus syiar tentang haji. Karena banyak orang Islam yang rejekinya dilebihkan tetapi lupa kewajiban hajinya sampai meninggal dulu,” tegasnya.

Sementara Mustasyar PCNU Kabupaten Probolinggo H Hasan Aminuddin mengungkapkan bahwa setiap harta dijalankan untuk ibadah haji pasti mendapatkan pahala ibadah. Sehingga begitu dilebihkan hartanya segera daftarkan haji dan jangan bingung dengan lamanya antrian. Karena jika sudah mendapatkan undangan dari Allah maka antrian itu tidak berlaku. Sebab menjadi tamu Allah, kapanpun diundang terserah Allah SWT.?

SMA Negeri 1 Slawi

“Umroh itu sunnah sehingga setiap ibdah umroh tidak akan mampu menggugurkan kewajiban hajinya. Meskipun nantinya meninggal sebelum berangkat maka akan tetap dicatat sebagai ibadah haji. Karena setiap uang yang ditaruh di jalan Allah, nantinya akan dikalikan 700 kali kebaikan. Pasti kembali bentuknya dalam apapun terserah Allah,” tegasnya,” katanya.

Kepada para calon tamu Allah dan Rasulullah, Hasan meminta agar senantiasa diberi kelancaran selama menjalankan ibadah haji maka hendaknya menghormati kedua orang tua. Apabila sudah meninggal, datangi kuburannya dan doakan kedua orang tuanya. “Orang tua itu adalah pintu surga dari Allah SWT,” terangnya.

Hasan mengharapkan agar ibadah haji ini dilaksanakan dengan niat ikhlas lahir dan batin untuk mencari ridho dari Allah. Lakukan tahapan demi tahapan ibadah haji dengan baik. Bacalah doa yang sudah dihafal karena tidak ada bacaan wajib yang menggugurkan ibadah hajinya.?

“Mabrur bukan di Mekah dan Madinah, tapi setelah pulang ke kampung halaman. Bagaimana ibadahnya meningkat dari sebelum menunaikan haji. Perbanyak di masjid dan bukan di hotel. Semoga diberi sehat oleh Allah, berangkat dan pulang sehat dan menjadi haji mabrur. Jaga ibadah sholat lima waktu dengan baik,” pungkasnya. (Syamsul Akbar/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Pesantren, Cerita SMA Negeri 1 Slawi

Rabu, 24 Januari 2018

Untuk Apa PMII Didirikan?

Oleh KH Nuril Huda (Pendiri PMII)

Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) pada 17 April 2016 genap berusia 56 tahun. Sebagai warga pergerakan sekaligus pendiri PMII, penulis bangga sekaligus bersyukur ke hadirat Illahi Robbi yang telah memberikan karunia dan nikmat untuk terus mengabdi dan berjuang dalam mencari ridla-Nya.

Untuk Apa PMII Didirikan? (Sumber Gambar : Nu Online)
Untuk Apa PMII Didirikan? (Sumber Gambar : Nu Online)

Untuk Apa PMII Didirikan?

Bangga karena tidak terasa ternyata PMII sudah berusia 56 tahun, umur yang dalam hitungan usia sudah tidak muda lagi, tapi semangat dan jiwa sebagai warga pergerakan harus muda dan siap menjadi garda terdepan dalam mengawal tradisi dan ajaran Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja).

Semakin tua semakin menjadi. Artinya, dengan sikap kesatria, profesional dan mandiri, PMII harus lebih produktif memberikan sumbangsih dan kontribusi terhadap agama dan bangsa Indonesia. Meskipun acapkali PMII selalu menjadi momok dalam rumah sendiri, tapi itulah perjuangan, bahwa perjuangan hanya butuh pengorbanan bukan imbalan.

SMA Negeri 1 Slawi

Meminjam istilah Bung Karno “berikan aku 10 pemuda, maka akan kuguncang dunia”, begitu juga dengan PMII, sekali PMII selamanya berjuang bersama PMII. Di PMII hanya butuh pemuda yang idealis dan semangat berjuang mengawal tradisi Aswaja. Berorganisasi itu belajar menghargai orang lain, latihan mengenal orang, menghormati keyakinan orang lain. Orang yang tanpa latihan maka dia akan menjadi pemimpin yang wagu, yang tidak pernah menghargai orang lain, apalagi menghormati orang lain.

Nah, pada harlah (hari lahir) PMII kali ini, terpenting dan yang paling penting adalah mengenang dan mendoakan (haul) jasa para pendiri PMII. Meneruskan perjuangan dan menjaga tradisi paham Aswaja. Tentu, melalui acara istighotsah, tahlil, dan doa bersama. Karena inilah etika dan kebudayaan model Aswaja. Harlah PMII dalam setiap tahun harus selalu diperingati agar para generasi PMII tahu, orang lain tahu, apa sih PMII dan mengapa didirikan. Ini penting!

SMA Negeri 1 Slawi

Mengapa PMII berdiri? Pada saat itu, tahun 1960 partai-partai besar mempunyai angkatan muda khususnya di kalangan mahasiswa, seperti GMNI, HMI, Masyumi, dan lain sebagainya. Akan tetapi NU yang memiliki basis massa terbesar justru tidak memiliki. HMI yang dulunya menjadi garda NU akan tetapi lebih condong kepada Masyumi.

Akhirnya, munculah ide dan gagasan dari daerah-daerah untuk mendirikan pergerakan mahasiswa yang selanjutnya diberi nama PMII. Beridirnya PMII tidak mulus begitu saja, banyak ganjalan dan kendala untuk mendirikan sebuah pergerakan Islam. Namun, karena keukeuh dan tekad bulat dari para pendiri PMII, maka hingga saat ini PMII tetap kokoh berdiri dan eksis sepanjang masa.

Gagasan Mendirikan PMII

Gagasan untuk mendirikan PMII berawal muncul dari pojok Sekretariat IPNU di Yogyakarta, dan waktu itu yang menjadi koordinator sementara adalah Ismail Makki. Setelah semua ide dikumpulkan, maka sepakat untuk mendirikan PMII. Sebanyak 13 orang sowan (menghadap) kepada Pengurus Besar NU di Jakarta yang isinya niatan untuk mendirikan PMII. Akhirnya, setelah berbincang dan membahas panjang, maka PBNU setuju PMII didirikan yang tujuannya adalah untuk mengikat para mahasiswa NU agar tidak bisa dan memiliki rumah sendiri.

Pada tahun 1960-an tepatnya bulan Ramadhan, selama 3 hari di Kaliurang,Yogyakarta, berkumpulah para tokoh IPNU dan 13 pimpinan IPNU wilayah se-Indonesia. Ketika itu, saya merupakan ketua IPNU cabang Solo yang saat itu sedikitnya memiliki 7 perguruan tinggi. Karena memang syarat mendirikan PMII di daerah harus ada perguruan tingginya. Sedangkan utusan dari PBNU yang hadir adalah KH. Anwar Mussadad.

Nah, dalam kongres pertama inilah PMII resmi berdiri lalu melahirkan berbagai macam aturan dan okoh muda yang selanjutnya diberikan mandat untuk meneruskan perjuangan Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja) di Nusantara. Karena esensi didirikannya PMII adalah pertama, untuk meneruskan estafet perjuangan NU. Kedua, untuk melatih diri bermasyarakat dan berorganisasi tanpat mengubah pendirian dalam mempertahankan Aswaja. Dan ketiga, untuk menyiapkan generasi yang mampu menangani pergolakan tanpa mengorbankan prinsip akidah.

Untuk mendirikan PMII di daerah, saya sowan ke KH Abdul Hadi Al Hafidz di Langitan, Tuban. Niatan itu mendapat restu dan pesan untuk menunaikan puasa. Saya puasa 7 hari, dan mendirikan PMII di Lamongan, kemudian harus kembali lagi ke Solo untuk melanjutkan kuliah. Jadi, tidak main-main untuk memperjuangkan PMII. Bahwa berjuang di NU itu tidak mengandalkan pemikiran saja tetapi juga mengorbankan harta dan mendekatkan diri kepada Yang Maha Kuasa.

Sekali lagi inilah perjuangan. Jadi, idealis itu butuh generasi, bahwa mendirikan PMII sampai merawat organisasi itu tidak gampang dan butuh perjuangan panjang. Untuk itulah, generasi saat ini hanya tinggal meneruskan dan merawat saja, tidak kurang, tidak lebih. Dan yang paling utama adalah tradisi Aswaja jangan sampai pudar dan musnah ditelah modernnya zaman.

Setelah PMII berdiri, maka para pengurus langsung eksen dan menyebarkan PMII di kampus-kampus. Berawal di kampus Yogyakarta, selama beberapa tahun anggotanya bisa dihitung jari, karena banyak mahasiswa yang tidak tertarik dengan PMII. Apa PMII itu? Mahluk apa itu? begitu kira-kira pertanyaannya.

Alhamdulillah, di Asia Tenggara, hanya PMII-lah yang sampai hari ini tetap eksis dan banyak anggotanya hampir mencapai satu juta dua ratus, tiap kota ada PMII. Dari 9 tokoh pendiri PMII, kini tinggal 3 orang yang masih hidup dan terus berjuang agar PMII tetap eksis dan menjadi penerus perjuangan ajaran Aswaja. Ketiga tokoh itu di antaranya, saya, KH Munsih Nahrawi dan KH Khalid Mawardi.

Sampai sekarang saya masih terus bergerilya ke daerah-daerah untuk menyuarakan panji-panji PMII. Pada tanggal 17 April 2016 saya menghadiri harlah PMII di Tuban, lanjut ke Lamongan pada tanggal 18, terus ke Bekasi, dan tanggal 19 saya menghadiri harlah PMII di Bondowoso, dan tanggal 20 saya menghadiri harlah PMII di Pamekasan, Madura. Kalau dituruti, hidup saya di jalanan, tapi enggak apa-apa, memang harus begini. Yang penting PMII tetap hidup dan terus berkembang.

Kalau saya tidak turun, saya khawatir, dalam ilmu sosiologi, suatu organisasi yang lama didirikan tanpa sentuhan pendiri maka lambat laun akan berubah. Makanya, saya khawatir PMII kalau tidak diurusi, akan berubah dan lama-lama tidak keruan. Saya sangat memperhatikan, terlebih kalau di luar daerah, apakah saya diundang MUI, NU, atau acara lainnya, saya selalu telepon temen-temen PMII untuk kumpul sama-sama bicara soal PMII dan masa depan PMII. Ini saya lakukan, mumpung saya masih hidup.

Tantangan hari ini, besok dan lusa PMII adalah budaya zaman. Tapi kalau idealisme PMII selamanya tidak bisa berubah yakni Aswaja, begitu juga soal akidah tidak bisa kompromi dan berubah, sekali NU selamanya tetap NU. Memang zaman sekarang berbeda jauh dengan zaman dulu, dari sisi budaya, karakter dan modelnya. Untuk itulah, generasai PMII saat ini harus bisa mengalahkan zaman atau paling tidak, jangan sampai kalah dengan budaya zaman saat ini. Boleh kita bicara budaya, boleh kita bergaya modern, boleh kita berdandan barat, boleh kita berpolitik, dan seterusnya. Tapi, jangan sekali-kali idealisme dan idiologi Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja) berubah. Karakter NU harus tetap melekat walaupun penampilan bukan NU.

Salam pergerakan! Wallâahul muwaffiq ila aqwamith tharîq. Wassalam.

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Fragmen, Cerita, Santri SMA Negeri 1 Slawi

Sabtu, 13 Januari 2018

Kabar Duka, Sekjen PBNU 1999-2004 H Muhyidin Arubusman Meninggal

Jakarta, SMA Negeri 1 Slawi?

Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un, Sekretaris Jenderal PBNU periode 1999-2004 H. Muhyiddin Arubusman meninggal dunia di Rumah Sakit Tebet, Jakarta pada Senin malam (10/4). Ia meninggal pada usia 66 tahun.?

Muhyiddin Arubusman adalah tokoh NU dari Indonesia timur. Ia lahir di Ende, Nusa Tenggara Timur 24 April1951. Masa mudanya ia aktif di Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) dan pernah menjadi ketua umumnya pada periode 1981-1985.?

Kabar Duka, Sekjen PBNU 1999-2004 H Muhyidin Arubusman Meninggal (Sumber Gambar : Nu Online)
Kabar Duka, Sekjen PBNU 1999-2004 H Muhyidin Arubusman Meninggal (Sumber Gambar : Nu Online)

Kabar Duka, Sekjen PBNU 1999-2004 H Muhyidin Arubusman Meninggal

Ketua PBNU H. Robikin Emhas atas nama PBNU mengucapkan duka mendalam atas meninggalnya Muhyiddin Arubusman.?

“PBNU mengucapkan duka mendalam atas meninggalnya Pak Muhyiddin. Semoga beliau husnul khatimah, diampuni segala dosanya, serta mendapat tempat paling layak di sisi Allah. Dan semoga keluarga yang ditinggalkan tabah menerimanya,” katanya. (Abdullah Alawi)



SMA Negeri 1 Slawi



SMA Negeri 1 Slawi



? ?

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi AlaNu, Pondok Pesantren, Cerita SMA Negeri 1 Slawi

Rabu, 10 Januari 2018

MUI Minta Pengusaha Hiburan Batam Hormati Ramadhan

Batam, SMA Negeri 1 Slawi

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Ma’ruf Amin meminta pengusaha hiburan Batam menghormati Ramadhan dengan menutup usaha selama umat muslim menjalankan ibadah di bulan suci tersebut.

“Selama 11 bulan, pengusaha mendapat keuntungan, jadi tidak ada salahnya, jika satu bulan ini aktivitas hiburan libur," kata Kiai Ma’ruf di Batam, Jumat (24/8).

MUI Minta Pengusaha Hiburan Batam Hormati Ramadhan (Sumber Gambar : Nu Online)
MUI Minta Pengusaha Hiburan Batam Hormati Ramadhan (Sumber Gambar : Nu Online)

MUI Minta Pengusaha Hiburan Batam Hormati Ramadhan

Ia mengatakan pemerintah kota pun harus bijaksana mengambil keputusan buka-tutup usaha hiburan di Batam untuk menghindari konflik antara pengusaha dan organisasi masyarakat Islam.

Menurut Rais Syuriyah PBNU itu, pemerintah kota Batam terlambat memutuskan buka-tutup usaha hiburan Batam selama Ramadhan. "Seharusnya sekarang sudah ada komitmen buka-tutup itu," katanya.

Di tempat terpisah, Walikota Batam Ahmad Dahlan mengatakan hingga kini belum ada keputusan buka-tutup usaha hiburan. "Masih dalam pembahasan awal Dinas Pariwisata," katanya.

Ia mengatakan, sebelum ada keputusan baru, maka peraturan? buka-tutup usaha hiburan mengacu masih tetap pada SK Walikota Batam No 10 tahun 2006. SK yang diterbitkan menjelang Ramadhan tahun lalu itu menegaskan penutupan usaha hiburan 15 hari ditambah dua hari sebelum bulan puasa dengan formulasi 2-8-2-5, tutup dua hari sebelum puasa, delapan hari pertama bulan Ramadan, dua hari Nuzulul Quran dan lima hari terakhir bulan Ramadhan.

SMA Negeri 1 Slawi

Pengusaha tolak

Sebelumnya, pengusaha hiburan di Batam menolak usul Majelis Ulama Indonesia (MUI) menutup seluruh tempat hiburan malam selama Ramadhan untuk menghormati umat muslim yang menjalankan ibadah puasa.

SMA Negeri 1 Slawi

Penolakan tersebut disampaikan pengusaha hiburan Batam kepada Plt. Kepala Dinas Pariwisata Kota Batam Syamsul Bahrum saat pertemuan tertutup di Batam, Kamis.

"Kata para pengusaha, supaya para pekerja tetap bekerja, dan mereka bisa memperoleh keuntungan selama Ramadhan untuk membayar gaji berikut THR," kata Syamsul di Batam, Kamis.

Menurut Syamsul, pengusaha menginginkan hanya tutup tujuh hari menjelang, saat dan usai Ramadhan. "Mereka memberikan dua formulasi 2-1-1-3 dan 2-3-1-3," kata Samsul.

Formulasi 2-1-1-3 yaitu tutup dua hari sebelum Ramadhan, satu hari di awal Ramadhan, satu hari saat Nuzulul Quran, dan tiga hari terakhir Ramadhan.

Sedangkan formulasi 2-3-1-3 adalah tutup dua hari menjelang Ramadhan, tiga hari diawal Ramadhan, satu di Nuzulul Qur’an dan tiga hari terakhir Ramadhan. (ant/lik)



Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Cerita, Sejarah SMA Negeri 1 Slawi

Selasa, 02 Januari 2018

PBNU Berharap Santri Ukir Prestasi di Dunia Olahraga

Blora, SMA Negeri 1 Slawi. Liga Santri Nusantara (LSN) Jawa Tengah Region 1 Grup B telah ditutup pada Ahad (17/9) pukul 16.00 WIB. Acara penutupan yang juga berpusat di Stadion Kridosono Blora ini juga dihadiri oleh Sekjen PBNU Helmy Faishal Zaini. Turut hadir juga Wakil Bupati Blora Ahmad Arif Rahman.

Dalam penutupan LSN di Blora kali ini, Helmy mengutarakan kekagumannya pada laga final di Blora tahun ini. “Bersyukur bahwa dalam final LSN region 1 Jawa Tengah kali ini, saya seperti menonton MU versus City. Sungguh pertandingan yang menurut saya, berskala internasional,” pujinya.

PBNU Berharap Santri Ukir Prestasi di Dunia Olahraga (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU Berharap Santri Ukir Prestasi di Dunia Olahraga (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU Berharap Santri Ukir Prestasi di Dunia Olahraga

Atas nama Pengurus Besar Nahdlatul Ulama, ia menyatakan senang, bergembira, sekaligus bangga bahwa ternyata santri merupakan atlet-atlet kebanggaan Indonesia, yang diharapkan nanti dapat mengukir prestasi dalam dunia olahraga di kancah nasional. Ia juga mengungkapkan bahwa olahraga merupakan suatu hal yang sangat penting.?

“Bahkan dalam perpres yang baru, pendidikan karakter, olahraga merupakan bagian dari olah pikir dan olah hati,” terangnya.

Mantan Menteri Pembangunnan Daerah Tertiggal Dan Transmigrasi ini, menutup pidatonya dengan menyitir pepatah asing yang berkaitan dengan olahraga, “Men sana in corpore sano. Bahwa di dalam tubuh yang sehat, terdapat jiwa yang kuat. Maka untuk berpikir yang sehat diperlukan pula badan yang sehat terlebih dahulu. Untuk itu, mari kita terus galakkan olahraga terutama di kalangan santri.”?

SMA Negeri 1 Slawi

Laga Final LSN Jateng Region 1 Grup B kali ini dimainkan oleh tim tuan ruamah, An Nur FC Blora melawan tim asal pesantren asuhan Gus Mus, Robin FC Rembang. Namun, Robin FC harus tunduk pada tim tuan rumah dengan menenggak pahitnya kekalahan 1-0.?

Dengan hasil tersebut, An Nur nantinya masih akan ditandingkan dengan pemenang LSN Region 1 Jateng Grup A Manhik FC Kendal di Stadion Gelora Kartini, Jepara, pada 30 September mendatang untuk memperebutkan posisi wakil ketiga dari Jawa Tengah guna melaju mewakili ke Liga Santri Nusantara tingat nasional. (Ulin Nuha Karim/Mahbib)

SMA Negeri 1 Slawi

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Cerita, Nusantara, Pendidikan SMA Negeri 1 Slawi

Rabu, 20 Desember 2017

PBNU Desak Pemerintah Lakukan Dialog Intensif Lintas Tokoh dan Pemuka Agama

Jakarta, SMA Negeri 1 Slawi. Melihat situasi dan kondisi yang masih simpang siur terhadap kesepakatan aksi damai 4 November kemarin, Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj mendesak pemerintah untuk segara melakukan dialog intensif dengan para tokoh dan pemuka agama.

Hal ini untuk memberikan solusi nyata dari tuntutan yang dilayangkan umat Islam dalam aksi 4 November tersebut terkait dugaan penistaan agama yang dilakukan oleh Gubernur DKI Jakarta Nonaktif Basuki Tjahaja Purnama.

PBNU Desak Pemerintah Lakukan Dialog Intensif Lintas Tokoh dan Pemuka Agama (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU Desak Pemerintah Lakukan Dialog Intensif Lintas Tokoh dan Pemuka Agama (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU Desak Pemerintah Lakukan Dialog Intensif Lintas Tokoh dan Pemuka Agama

“Kami menyayangkan kelambanan pemerintah dalam melakukan komunikasi politik dengan rakyatnya. Sebab itu, kami mendesak kepada pemerintah untuk segera melakukan dialog yang lebih intensif dengan seluruh lintas tokoh, pemuka agama sehingga terbangun suasana yang kondusif,” ujar Kiai Said, Sabtu (5/11) di Jakarta.

Kiai Said menilai, pemerintah juga harus menjaga stabilitas negara dengan berupaya semaksimal mungkin untuk berdialog intensif dengan rakyatnya. Karena upaya membangun kondusifitas dan stabilitas negara selama ini telah dilakukan oleh berbagai Ormas Islam dalam menyikapi demo 4 November lalu.

Menurut Kiai Said, Aksi Damai 4 November tentu hendak meluruskan etika berpolitik para pemimpin. Karena hakikat kepemimpinan adalah memberikan teladan yang baik (uswatun hasanah), bukan dengan mengeluarkan kebijakan atau pernyataan yg menimbulkan kontroversi/perpecahan di kalangan masyarakat.

SMA Negeri 1 Slawi

“Apalagi menimbulkan hal yang mengarah pada upaya penistaan atas agama, hal ini tidak dibenarkan dalam hukum dan perundang-undangan kita,” jelas Guru Besar Ilmu Tasawuf ini.?

Seba itu, PBNU menyeru kepada Kepolisian untuk segera mengusut tuntas dugaan penistaan agama yang dilakukan oleh Basuki Tjahaja Purnama ini sesuai dengan hukum dan perundang-undangan.

Dia juga menyerukan kepada seluruh rakyat Indonesia untuk bersatu padu, senantiasa membangun ukhuwah dan memperkokoh ikatan kebangsaan kita. “Semoga peristiwa ini menjadi pelajaran yang paling berharga bagi kita sebagai bangsa agar tidak mengulanginya lagi,” tandasnya. (Fathoni)

SMA Negeri 1 Slawi

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Kajian Sunnah, Cerita SMA Negeri 1 Slawi

Senin, 18 Desember 2017

Resmi, PBNU Sikapi Perilaku Seksual Menyimpang LGBT

Jakarta, SMA Negeri 1 Slawi

Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) tegas menolak praktik Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender sebagai perilaku menyimpang dan tidak sesuai dengan fitrah manusia. PBNU juga menilai, praktik-praktik kelompok tersebut adalah sebuah penodaan kehormatan kemanusiaan.

Sikap ini disampaikan oleh Wakil Rais Aam PBNU, KH Miftahul Akhyar di lantai 8 Gedung PBNU Jakarta, Kamis (25/2/2016). Dalam menyampaikan sikap PBNU tersebut, Kiai asal Jawa Timur ini didampingi oleh Katib Syuriyah PBNU, KH M Mujib Qulyubi.

Resmi, PBNU Sikapi Perilaku Seksual Menyimpang LGBT (Sumber Gambar : Nu Online)
Resmi, PBNU Sikapi Perilaku Seksual Menyimpang LGBT (Sumber Gambar : Nu Online)

Resmi, PBNU Sikapi Perilaku Seksual Menyimpang LGBT

Di depan para wartawan yang hadir, Kiai Miftah menegaskan, LGBT adalah bentuk penyimpangan dari fitrah kemanusiaan. Apalagi dalam Islam, lanjutnya, sangat menjunjung tinggi perlindungan terhadap keturunan (hifzun nasl).

“Terkait dengan kampanye sistematis terhadap aktivitas LGBT dan kelompok pendukungnya termasuk dukungan aliran dana, PBNU menolak dengan tegas paham dan gerakan yang membolehkan atau mengakui eksistensi LGBT,” ujar Kiai Miftah.

SMA Negeri 1 Slawi

Oleh karena itu, lanjutnya, perlu ada pegerahan sumber daya untuk rehabilitasi terhadap orang yang mempunyai kecenderungan LGBT. PBNU meminta pemerintah serius memberikan rehabilitasi dan mewajibkannya. PBNU juga mengimbau kepada seulurh dai dan warga NU khususnya serta masyarakat pada umumnya untuk bahu-membahu menyediakan layanan rehabilitasi bagi mereka serta mendampingi untuk pemulihannya.

“PBNU juga mengimbau kepada seluruh elemen untuk melakukan berbagai usaha guna pencegahan dan pemulihan yang bertujuan membantu sesama manusia agar kembali pada fitrahnya sebagai manusia bermartabat,” tutur mantan Rais Syuriyah PWNU Jawa Timur ini.

SMA Negeri 1 Slawi

Kiai Miftah juga menyampaikan, untuk memperkuat ketahanan keluarga, salah satunya dengan pendidikan pra nikah serta konsultasi-konsultasi keagamaan untuk melanggengkan pernikahan.

“PBNU juga meminta kepada semu pihak untuk memberikan bantuan kepada orang-orang yang memiliki kecenderungan LGBT untuk dapat hidup lurus sesuai dengan norma-norma agama, sosial, dan budaya,” tuturnya. (Fathoni)

? ? ?

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Cerita, Budaya, Fragmen SMA Negeri 1 Slawi

Jumat, 15 Desember 2017

Di Balik Pernak-pernik Sidang MK

Oleh Muh Sulaiman SH

--Teringat pada saat saya menjadi salah satu kuasa hukum dalam perkara PUU/PHPU di mahkamah konstitusi, cukup mata kepala ini tercengang dengan desainer tempat yang begitu mewah serta jajaran hakim mahkamah kontitusi yang begitu berwibawa dalam memeriksa perkara. Alat peraga serta fasilitas yang dimiliki sangat jauh berbeda di peradilan-peradilan umum lainnya.

Betapa bangganya kita selaku pengacara bisa beradu argumentasi dengan para hakim yang notabenenya berangkat dari berbagai disiplin keilmuan serta jabatan yang cukup bombastis, tidak hanya itu secara keilmuan cukup mumpuni dalam membuat terobosan hukum (rechfinding).

Namun saat bersidang, sontak perasaan ini tercengang ketika begitu rapuhnya permohonan yang kita ajukan dipretele satu persatu oleh hakim konstitusi, dan pada saat itulah kita sebagai lawyer diuji dalam perbedaan cara pandang dalam menilai frasa ataupun dalil-dalil permasalahan yang kita sampaikan dalam perkara di Mahkamah konstitusi.

Di Balik Pernak-pernik Sidang MK (Sumber Gambar : Nu Online)
Di Balik Pernak-pernik Sidang MK (Sumber Gambar : Nu Online)

Di Balik Pernak-pernik Sidang MK

“Saudara pemohon, Siapa saja yang hadir dalam persidangan hari ini, ucap hakim konstitusi, saat menanyakan kami para pemohon/kuasanya untuk menjelaskan siapa saja yang hadir dalam persidangan. Dengan bahasa agak gugup dengan menggunakan microphone, dengan sigap kuasa hukum menjawab pertanyaan hakim konstitusi.

Cerita ini membayangkan betapa Mahkamah Konstitusi ( MK ), memiliki kewibawaan besar dalam mengambil sebuah keputusan perkara konstitusional yang memiliki putusan final dan mengikat. Harapan besar dari balik putusan mahkamah konstitusi memberikan warna tersendiri bagi kelompok yang memiliki kepentingan dalam menguji persoalan yang mereka sampaikan dalam kondisi antara menang dan kalah. Hal itu tercermin pada saat terjadi Permohonan Gugatan Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) oleh pasangan Prabowo-hatta.

Hiruk pikuk opini pro kontra terhadap permohonan tersebut menambah keyakinan kita betapa Mahkamah Konstitusi memiliki ruang peradilan yang begitu besar dalam hukum ketatanegaraan kita. Bukti, para saksi, dan ahli dihadirkan oleh ketiga kubu yang berseteru. Disitulah diuji seluruh kemampuan para akademisi maupun para lawyer untuk membuktikan dan memberikan keyakinan kepada hakim konstitusi telah terjadi kecurangan yang begitu masif, struktur, dan sistematis.

SMA Negeri 1 Slawi

Merujuk persoalan Perselisihan pemilu 2014 oleh pasangan Prabowo-hatta yang pada akhirnya di menangkan pasangan Jokowi-JK, tentu ini menjadi pelajaran besar bangsa dimana perkara perselisihan pemilu presiden yang di ikuti dua pasang calon di uji dalam posisi lawan dan kawan, tarik ulur opini yang terus berkembang di balik perselisihan pasca pemilu menimbulkan pemahaman yang berbeda-beda dikalangan masyarakat Indonesia. Perdebatan dari ruang persidangan Mahkamah Konstitusi membawa aura negatif sampai ke polosok pulau negeri ini, mereka bergunjing dari warung kopi jalanan sampai dengan rumah makan dan perkantoran elite.

Dan perdebatan itu pun menjadi asumsi negatif dan positif dalam ruang berbincangan yang tak kunjung selesai di kalangan masyarakat, sehingga banyak di antara para keluarga terjadi keributan internal demi mempertahankan argumentasi mereka masing-masing.

SMA Negeri 1 Slawi

Persoalan asumsi hukum yang diterima oleh kalangan bawah dengan asumsi yang utuh atau mentah akan sangat berefek pada distabilitas negara, karena masyarakat dalam menilai masalah perselisihan pemilihan presiden bukan menilai cara pandang secara normatif semata (asumsi hukum) tapi bicara di luar nalar logika. Dimana ketika nalar logika itu di imbangi oleh perasaan kecewa maka yang timbul adalah anarkisme serta menolak argumentasi apapun walau itu benar adanya.

Pasca putusan Mahkamah Konstitusi memiliki arti besar untuk melakukan rekontruksi mental masyarakat dalam memupuk kebersamaan yang secara tidak langsung telah terjadi perpecahan diantara dua kubu, dalam kondisi demikian peran penting pemerintah, tokoh agama, tokoh adat, ataupun mereka yang memiliki central figur harus mampu membantu pemerintah untuk menjernihkan negatifisme dalam kacamata pikiran masyarakat, dengan memberikan pemahaman untuk lebih menerima putusan Hakim Konstitusi sebagai lembaga negara yang memiliki obyektifitas dan kemampuan untuk memutus persoalan perselisihan dalam perkara PHPU atupu PUU.

Kita semua harus menyakini bahwa keputusan Mahkamah Konstitusi dalam Sengketa pemilihan Presiden yang telah diputus merupakan representatif dari masyarakat keadilan yang diwakili oleh mahkamah konstitusi. Sehingga keputusan apapun yang telah dikeluarkan oleh Mahkamah Konstitusi harus kita jaga dan kita hormati sebagai bagian dari keputusan kita bersama.

Tugas Kita hari ini adalah bagaimana kita mampu mengawal semua kebijakan-kebijakan yang akan diambil oleh founding father dengan cara mengkritisi kebijkan itu dengan cermat, teliti dan kritis. Apakah kebijakan tersebut masih dalam koridor kepentingan bersama ataukah hanyalah kepentingan perseorang, ataupun kelompok. Hal ini lebih penting ketimbang kita masih berdebat pada persoalan menang atau kalah, karena hakikatnya kemenangan hanyalah milik tuhan dan kekalahan adalah bagian dari keseimbangan ciptaannya.

Masyarakat sudah saatnya kembali dengan cara berfikir lokal menuju nasional, dimana mereka punya mata untuk menilai para wakilnya yang telah dilantik beberapa minggu lalu,  agar bekerja secara maksimal dalam mengawal anggaran dalam ruang kontrol yang lebih baik dalam merumuskan kebijakan program-program daerah yang sifatnya kearifan lokal menuju rakyat sejahtera.

Kita berharap berbagai perdebatan pendapat pasca putusan Mahkamah Konstitusi tidak meninggalkan bekas apapun baik itu dendam pribadi, kelompok ataupun cara-cara inskonstitusional dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Mari kita bangun kembali kebersamaan yang telah rapuh dari mulai pemilihan legislatif, pilpres, sampai pasca pilpres, untuk duduk bersama menjaga stabilitas negeri yang amat kita cintai ini, dalam rangka mewujudkan negeri yang adil dalam kemakmuran dan makmur dalam keadilan.

Wujud tersebut tidak akan bisa tercipta kalau di antara sesama bangsa saling menghujat serta mencari kelemahan satu dengan lainnya hanya demi kekuasaan dan kepentingan belaka tanpa menghiraukan dampak yang ditimbulkan bagi keberlangsungan hidup masyarakat serta anak-anak bangsa yang menunggu perubahan dari balik tirai keputusan Mahkamah Konstitusi. Semoga putusan Mahkamah Konstitusi memberikan arti penting bagi kemakmuran, kesejahteraan, dan bukan malah sebaliknya memberikan dampak buruk bagi keberlangsungan hidup masyarakat.

 

Moh Sulaiman SH, Pengurus Lembaga Peyuluhan dan Bantuan Hukum Nahdlatul Ulama (LPBH-PBNU)

 

 

 

 

 

 

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi IMNU, Cerita SMA Negeri 1 Slawi

Jumat, 01 Desember 2017

GP Ansor Desak PWNU agar Netral pada Pilgub Jatim

Jakarta, SMA Negeri 1 Slawi. Pengurus Pusat Gerakan Pemuda (GP) Ansor, meminta Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) maupun seluruh badan otonom NU di Jawa Timur agar netral dalam menghadapi Pemilihan Gubernur (Pilgub) 2013 mendatang.

GP Ansor Desak PWNU agar Netral pada Pilgub Jatim (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor Desak PWNU agar Netral pada Pilgub Jatim (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor Desak PWNU agar Netral pada Pilgub Jatim

“NU secara institusi harus netral, GP Ansor berharap NU dan seluruh banomnya juga harus netral,” kata Nusron, dalam keterangan tertulisnya, seperti dikutip GP-Ansor.org (4/12).

Dengan demikian, Nusron berharap pengurus NU bisa membebaskan seluruh warganya untuk memilih siapapun calon yang dikehendaki.

SMA Negeri 1 Slawi

Ansor berharap, NU secara kelembagaan juga fokus pada kegiatan untuk mengurus umat. Jangan sampai, harap dia, Pilgub nanti akan memecah belah umat.

Terkait munculnya dua nama dari internal NU yaitu Khofifah Indar Parawansa, Ketua Umum Muslimat NU dan Saifullah Yusuf, Wakil Ketua Pengurus Besar NU dalam Pilgub mendatang, Nusron dengan tegas minta kedua calon tidak hanya pandai memanfaatkan nama besar NU, melainkan juga harus menunjukkan manfaatnya bagi NU.

SMA Negeri 1 Slawi

Pada kesempatan berbeda, Miftachul Ahyar, Rais Syuriyah PWNU Jatim mengaku akan menggerakan kekuatan PWNU Jatim untuk menentukan dukungan bagi satu kandidat dari internal NU. Saat ini, kata Miftach, sudah ada dua kandidat di internal NU yang akan mereka dukung yaitu Khofifah Indar Parawansa serta Saifullah Yusuf.

“Kita secepatnya gelar pleno untuk menentukan dukungan,” kata Miftach. Pleno akan digelar dengan menghadirkan beberapa kiai berpengaruh serta seluruh Ketua Pengurus Cabang yang ada di Jatim.

Redaktur: Hamzah Sahal

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Bahtsul Masail, Cerita SMA Negeri 1 Slawi

Selasa, 21 November 2017

Gerakan Pesantrenku Bersih Pesantrenku Sehat Terus Digiatkan

Salatiga, SMA Negeri 1 Slawi



Pengurus Wilayah Rabithah Maahid Islamiyah Nahdlatul Ulama (RMNINU) atau asosiasi pesantren NU terus mengintensifkan gerakan Pesantrenku Bersih Pesantrenku Sehat (PBPS). Rabu (11/5) kemarin, pelatihan berlangsung di aula Pondok Pesantren Tarbyatul Islam (PPTI) Al-Falah Salatiga, Jawa Tengah.

Gerakan Pesantrenku Bersih Pesantrenku Sehat Terus Digiatkan (Sumber Gambar : Nu Online)
Gerakan Pesantrenku Bersih Pesantrenku Sehat Terus Digiatkan (Sumber Gambar : Nu Online)

Gerakan Pesantrenku Bersih Pesantrenku Sehat Terus Digiatkan

M Faiz Aminuddin, pemateri pada Training Housekeeping Pesantren dalam pelatihan tersebut mengatakan, hal penting yang perlu diingat adalah prinsip suka terlebih dulu. Menurutnya, kebersihan harus disukai terlebih dahulu. Selanjutnya proses yang akan mengambil peran dalam melaksanakan penataan pemahaman seseorang. Seperti roan (kerja bakti) di pondok pesantren yang dikerjakan santriwan-santriwati.

"Move on, bergerak ke arah yang lebih baik, berkelas, dan bermartabat," pinta pengajar di Institut Pesantren Mathaliul Falah Pati ini.?

SMA Negeri 1 Slawi

Paradigma bahwa pesantren itu kumuh, kotor, tak teratur mulai ada pembenahan. Kantor Wilayah Kementerian Agama Jateng ini salah satunya untuk terus memperbaiki kekurangan pesantren. Memang, kata Faiz, banyak tantangan untuk menggerakkan perubahan.

"Sayangnya tidak semua orang menyukai perubahan, karena untuk berubah tidak mudah, tidak selalu indah dan terkadang tidak menyenangkan," tambahnya.

Rata-rata usia santri di pesantren di bawah dua puluh tahun. Secara psikologis, masa seperti ini masih labil dari segi spiritual, intelektual, emosional dan sosial. Maka, peran penting pelatihan ini membentuk agen penebar kebersihan dan kesehatan di pesantren-pesantren. Dalam sesi awal ini peserta diajak untuk menekankan tentang kebersihan dan kesehatan pesantren. (M. Zulfa/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi

SMA Negeri 1 Slawi Nahdlatul, Olahraga, Cerita SMA Negeri 1 Slawi

Sabtu, 18 November 2017

Ini Pesan PBNU kepada Bakal Cagub-Cawagub DKI Agus-Sylvi

Jakarta, SMA Negeri 1 Slawi

Bakal Calon Gubernur dan bakal Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta, Agus Harimurti Yudhoyono dan Sylviana Murni melakukan kunjungan ke kantor PBNU, Jalan Kramat Raya 164, Jakarta, Jumat (7/10) pagi.

Kedatangan keduanya diterima Ketum PBNU KH Said Aqil Siroj, Rais ‘Aam PBNU KH Ma’ruf Amin, Sekjen PBNU H Helmy Faishal Zaini, dan sejumlah pengurus lainnya.

Ini Pesan PBNU kepada Bakal Cagub-Cawagub DKI Agus-Sylvi (Sumber Gambar : Nu Online)
Ini Pesan PBNU kepada Bakal Cagub-Cawagub DKI Agus-Sylvi (Sumber Gambar : Nu Online)

Ini Pesan PBNU kepada Bakal Cagub-Cawagub DKI Agus-Sylvi

Agus mengaku berkunjung dengan niat yang tulus untuk bersilaturahim dan meminta wejangan dari PBNU, yang disebutnya ‘para senior’. Selain itu, ia juga memohon doa restu dalam perjuangan dalam Pilkada DKI 2017-2022.

SMA Negeri 1 Slawi

“Kami ingin mendengar langsung hal-hal yang menjadi asprasi masyarakat, termasuk dari NU untuk membangun Jakarta. Tentu ini merupakan kehormatan bagi kami. Kami mohon terus mendapat bimbingan dan masukan agar bisa terus menjaga idealisme berjuang, bila takdir Allah bagi kami mengemban amanah tersebut,” kata Agus.

Agus juga menyampaikan salam pesan dari Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono bahwa bila PBNU berkenan meluangkan waktu, ayahnya itu ingin mengadakan dialog dalam kaitan Islam untuk Indonesia dan dunia.

SMA Negeri 1 Slawi

KH Said Aqil Siroj memberikan tanggapan bahwa NU hanya bisa mendoakan. Ia menyampaikan harapan mudah-mudahan niat Agus dan Sylvi terkabul dan dipermudah oleh Allah.

Kiai Said berpesan dalam sosialisasi, Agus tidak boleh berpandangan SARA secara emosional. Oleh karena itu Cagub-Cawagub harus kembali kepada niat demi kebenaran. Ia juga mengatakan, tantangan di DKI Jakarta berat dan tidak gampang. Ia meyakini bahwa masyarakat Islam di DKI mayoritas berkultur NU. Pendekatan kepada masyarakat DKI tentu perlu dilakukan dengan cara-cara yang baik.

Kepada Agus dan Sylvi, Kiai Said menegaskan NU tidak bisa mendukung secara formal karena bukan partai politik. Tetapi NU mendukung dan mendoakan serta ikut gembira dengan pencalonan keduanya.

Senada dengan itu, Rais Syuriah PBNU KH Maruf Amin mengatakan, secara kelembagaan NU memang tidak bisa mendukung salah satu calon, karena ada tata kramanya. Namun, ia mengaku yakin bahwa warga NU akan mendukung calon yang paling banyak kesamaanya dengan NU.

Kiai Ma’ruf yang juga Ketua MUI Pusat ini juga mengingatkan kedua bakal calon pemimpin DKI Jakarta tersebut untuk mengusung program yang berpihak kepada kesejahteraan rakyat. (Kendi Setiawan/Mahbib)

?

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Doa, Nahdlatul, Cerita SMA Negeri 1 Slawi

Minggu, 12 November 2017

Pengalaman Lakpesdam Bela Hak-hak Masyarakat Terdiskriminasi

Batam, SMA Negeri 1 Slawi. Persoalan masyarakat yang terdiskriminasi tidak bisa diselesaikan melalui diskusi, FGD dan seminar. Pertama-tama, kelompok masyarakat yang terdiskriminasi harus berbaur dengan masyarakat umum melalui berbagai sarana dan kegiatan. Setelah itu barulah bicara hak dan kewajiban.

Pengalaman Lakpesdam Bela Hak-hak Masyarakat Terdiskriminasi (Sumber Gambar : Nu Online)
Pengalaman Lakpesdam Bela Hak-hak Masyarakat Terdiskriminasi (Sumber Gambar : Nu Online)

Pengalaman Lakpesdam Bela Hak-hak Masyarakat Terdiskriminasi

“Perlu dilokalisir dulu problemnya karena setiap wilayah berbeda-beda masalahnya. Setelah itu kita ciptakan sarana agar mereka (masyarakat terdiskriminasi) bisa berbaur dengan masyarakat umum. Bisa berupa kegiatan olah raga bersama, pengolahan sampah bersama, atau apapun,” kata Ufi Ulfiyah Manajer Riset dan Kajian PP Lakpesdam NU di sela persiapan Rakesnas V di Batam, Selasa (14/4).

Setelah berbaur, pelan-pelan masyarakat diajak berbincang mengenai banyak hal. Dalamhal terjadi diskriminasi, belum tentu pihak mayoritas yang bersalah. Bisa jadi pihak minoritas yang cenderung ekslusif dan memisahkan diri.

SMA Negeri 1 Slawi

“Setelah masyarakat berbaur dan berdialog satu sama lain, baru kita melakukan advokasi. Dan advokasi kita terutama berbasis kewargaan, seperti kepemilikan kartu tanda penduduk atau akses layanan kesehatan. Kita temuka ada kelompok masyarkat yang sudah lama tinggal namun tidak bisa bikin KTP karena pejabatnya tidak berani,” kata Ufi.

SMA Negeri 1 Slawi

Selama empat bulan ini PP Lakpesdam melaksanakan program PNPM Peduli yang terfokus pada kegiatan inklusi sosial yang tersebar di 12 wilayah. Program ini dimaksudkan untuk melakukan advokasi terhadap masyarakat minoritas yang terdiskriminasi, baik berbasis agama, kepercayaan atau adat.

Tiga hari menjelang pelaksanaan Rakernas V Lakpesdam, para kader Lakesdam dari 12 wilayah ini telah hadir di Batam untuk menerima pembekalan training of trainer (ToT) Kader Damai. Pelatihan pelatih ini dimaksudkan untuk memperbanyak jumlah kader Lakpesdam yang terlibat dalam program inklusi sosial.

“Setelah program berjalan, kita perlu memperbanyak orang yang mengatakan bahwa meskipun berbeda agama, kepercayaan atau adat, semua kelompok masyarakat itu mempunyai hak yang sama,” kata Ketua PP Lakpesdam H Yahya Ma’shum. (Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Cerita, Nahdlatul, Habib SMA Negeri 1 Slawi

Kamis, 09 November 2017

Mensos Resmikan Aplikasi Bumil Resti dan Kembang Desa di Bangka Belitung

Bangka, SMA Negeri 1 Slawi. Upaya pendampingan kesejahteraan masyarakat terus dilakukan Kementerian Sosial RI. Kali ini Kemensos memanfaatkan kecanggihan teknologi digital untuk mempermudah pendampingan sosial dengan meresmikan dua aplikasi yaitu Aplikasi Bumil Resti dan Kembang Desa, Rabu (5/4) di Kabupaten Bangka, Provinsi Bangka Belitung.

Mensos Resmikan Aplikasi Bumil Resti dan Kembang Desa di Bangka Belitung (Sumber Gambar : Nu Online)
Mensos Resmikan Aplikasi Bumil Resti dan Kembang Desa di Bangka Belitung (Sumber Gambar : Nu Online)

Mensos Resmikan Aplikasi Bumil Resti dan Kembang Desa di Bangka Belitung

Menteri Sosial RI Khofifah Indar Parawansa hadir secara langsung ke Bangka untuk meresmikan aplikasi penanganan ibu hamil dan pengembangan desa tersebut.?

“Kami di sini untuk meresmikan aplikasi Bumil Resti dan aplikasi Kembang Desa,” ujar Khofifah.

Dia menerangkan, Aplikasi Bumil Resti atau Sistem Informasi Ibu Hamil Resiko Tinggi merupakan inisiatif Pemkab Bangka dalam rangka peningkatan pelayanan kesehatan ibu hamil dan ibu bersalin untuk menurunkan angka kematian ibu dan bayi.

SMA Negeri 1 Slawi

“Ini adalah sebuah inovasi yang bisa menjadi role model bagi daerah lain. Lewat aplikasi ini Pemkab Babel memburu atau mencari ibu-ibu hamil yang beresiko tinggi sampai ke pelosok desa,” jelas perempuan kelahiran Surabaya 51 tahun yang lalu ini.

Khofifah juga menerangkan, aplikasi ini menguatkan peran bidan dan dokter spesialis kandungan dalam pemantauan secara terus menerus terhadap Bumil Resti.

Dalam kesempatan tersebut, dia juga mengapresiasi program perburuan anak putus sekolah untuk mendapatkan kejar paket serta perburuan lansia terlantar untuk mendapatkan respon cepat.

Sementara aplikasi "Kembang Desa" atau Kesejahteraan Masyarakat Bangka dengan Sistem dan Aplikasi merupakan sistem yang dibangun dengan mengedepankan Rumah Tangga Sasaran (RTS).?

Aplikasi tersebut menurutnya, merupakan sistem informasi pengelolaan data kemiskinan yang paling lengkap di Indonesia dan paling mudah diakses oleh masyarakat luas.

SMA Negeri 1 Slawi

“Sistem ini memiliki keunggulan tidak hanya merekam data kemiskinan by name by address, tetapi juga terdapat foto dan profil lengkap RTS. Bahkan sampai titik koordinat alamat individu RTS,” tandas Khofifah. (Red: Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Ulama, Berita, Cerita SMA Negeri 1 Slawi

Jumat, 03 November 2017

SMP Syubbanul Wathon Tegalrejo Akan Bentuk IPNU-IPPNU

Magelang, SMA Negeri 1 Slawi - SMP Syubbanul Wathon Tegalrejo Magelang, Jawa Tengah, sebagai sekolah formal yang berbasis pesantren,? pada tahun 2016 ini akan membentuk Pimpinan Komisariat Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU).

IPNU-IPPNU akan menjadi pusat wadah para siswa dalam berorganisasi di sekolah sebagaimana lazimnya OSIS (Organisasi Siswa Intra Sekolah) di sekolah-sekolah lain. Secara organisatoris, OSIS tidak ditiadakan. Tapi yang akan lebih dikembangkan di SMP Syubbanul Wathon adalah IPNU dan IPPNU.

SMP Syubbanul Wathon Tegalrejo Akan Bentuk IPNU-IPPNU (Sumber Gambar : Nu Online)
SMP Syubbanul Wathon Tegalrejo Akan Bentuk IPNU-IPPNU (Sumber Gambar : Nu Online)

SMP Syubbanul Wathon Tegalrejo Akan Bentuk IPNU-IPPNU

Hal di atas terungkap dalam sesi acara "Bincang Pendidikan bersama Syubbanul Wathon", suatu program acara baru yang disiarkan radio Pas FM Tegalrejo, Magelang tiap Jumat petang.

SMA Negeri 1 Slawi

"Meskipun sekarang sebagian mereka masih berseragam OSIS, namun yang akan kami kembangkan ke depannya adalah IPNU dan IPPNU-nya. Itu sebagai modal agar kelak para siswa tetap menjadi warga NU," kata Zainul Habib, kepala SMP Syubbanul Wathon Tegalrejo, sebagai narasumber pada malam episode kedua itu, Jumat (26/2).

Zainul Habib menambahkan, pembentukan serta pembinaan IPNU-IPPNU di SMP Syubbanul Wathon Tegalrejo Magelang juga untuk menyiapkan peserta didiknya menjadi pemimpin bangsa di masa depan. "Tiga puluh atau tiga puluh lima tahun ke depan generasi merekalah yang akan menjadi pemimpin bangsa ini," ungkapnya.? ? ?

SMA Negeri 1 Slawi

Berbasis Pesantren



Pada kesempatan tersebut Zainul habib mengenalkan sedikit banyak seputar SMP Syubbanul Wathon Tegalrejo kepada publik pendengar mulai sejarah berdirinya sekolah, visi-misi, dan beberapa program unggulan yang ditawarkan.

Menurutnya, sejarah berdirinya SMP Syubbanul Wathon Tegalrejo sebelum berkembang sebagaimana sekarang dilatari oleh kegelisahan allah yarham almaghfurlah KH. Abdurrahman Hudhori (pengasuh Asrama Perguruan Islam Pesantren Salaf Tegalrejo waktu itu) dan KH Muhammad Yusuf Hudhori (Gus Yusuf) melihat kondisi riil di lapangan banyak anak-anak usia sekolah yang tidak lagi mengenyam pendidikan agama. Masjid dan surau yang dahulu sering dipadati anak-anak untuk mengaji, kini sudah jarang seperti itu. Jadi target utamanya pada waktu itu dengan pendirian sekolah ini adalah menggiring anak-anak semacam itu agar bisa mengaji, bisa mendalami ilmu-ilmu agama dan selanjutnya bisa mengamalkan ilmu yang telah mereka pelajari tersebut.

Sejak SMP Syubbanul Wathon berdiri pada tahun 2010, lanjut Zainul Habib, pihaknya langsung tergabung menjadi sekolah berbasis pesantren (SBP). Ada 183 sekolah berbasis pesantren di Indonesia. Tiap tahun pihaknya mendapatkan pembinaan dan pelatihan dalam berbagai kesempatan untuk peningkatan mutu sekolah.

Dengan sistem SBP ini? SMP Syubbanul Wathon dikelola oleh dua kementerian sekaligus, yaitu sebagian mengikuti kurikulum yang dikelola Dinas Pendidikan dan pada sebagianya lagi mengikuti kurikulum Kementerian Agama, juga mengikuti kurikulum pondok pesantren. Dengan kata lain kurikulum pendidikan di SMP Syubbanul Wathon merupakan kombinasi dari tiga kurikulum sekaligus.

Beberapa program unggulan yang ditawarkan SMP Syubbanul Wathon Tegalrejo, menurut Zainul Habib, selain program pada bidang akademik? adalah penanaman pendidikan karakter keislaman dan kebangsaan yang paling ditekankan. Karakter keislaman dan kebangsaan itulah yang diharapkan muncul dari segenap peserta didik yang mengikuti pembelajaran di SMP Syubbanul Wathon Tegalrejo.

Selain itu jiwa patriotisme atau rasa cinta pada tanah air juga ditanamkan di SMP Syubbanul Wathon Tegalrejo Magelang. Untuk itu, sekolah ini sudah menjalin kerja sama dengan Kodim dan beberapa waktu lalu telah mengirim sejumlah siswa seniornya mengikuti program "bela negara" di Kodim. Program ini, kata Zainul Habib, dimaksudkan pula untuk melatih kedisiplinan dan ketertiban siswa. Bidang ini langsung ditangani oleh pihak Kodim. (M. Haromain/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Cerita, Habib SMA Negeri 1 Slawi

Selasa, 17 Oktober 2017

Film Antikorupsi Pelajar SMK Ma‘arif NU 1 Yogyakarta Diputar di UGM

Yogyakarta, SMA Negeri 1 Slawi. Pelajar SMK Ma‘arif NU 1 Yogyakarta, menunjukkan kepeduliannya terhadap gerakan antokorupsi melalui karya. Mereka mengikutsertakan film dokumenter dengan semangat antikorupsi itu pada festival antikorupsi yang digagas Komisi Pemberantas Korupsi di UGM, Selasa-Kamis (9/12).

Film karya pelajar SMK Ma‘arif NU 1 yang beralamat di jalan HOS Cokroaminoto TR III/133 Tompeyan, Tegalrejo, Kota Yogyakarta ini, diputar di stand PWNU Yogyakarta di UGM. Film berdurasi 10 menit ini, diperankan oleh 13 siswa-siswi SMK Ma‘arif 1.

Film Antikorupsi Pelajar SMK Ma‘arif NU 1 Yogyakarta Diputar di UGM (Sumber Gambar : Nu Online)
Film Antikorupsi Pelajar SMK Ma‘arif NU 1 Yogyakarta Diputar di UGM (Sumber Gambar : Nu Online)

Film Antikorupsi Pelajar SMK Ma‘arif NU 1 Yogyakarta Diputar di UGM

Karya mereka ini mengisahkan seorang siswa yang mencuri makanan di Warung Kejujuran yang disediakan sekolah untuk melatih kejujuran siswa. Siswa yang terbukti mencuri ini akhirnya dijatuhkan sanksi atas perbuatannya.

SMA Negeri 1 Slawi

"Dengan film yang kami buat ini walaupun masih bisa dibilang amatiran, tetapi kami bertujuan agar menggugah penonton dalam menyadarkan para pejabat-pejabat agar tidak menyengsarakan rakyat kecil," kata salah seorang pemerannya, Arya Bima Saputra. (Ahmad Syaefudin/Alhafiz K)

SMA Negeri 1 Slawi

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Cerita SMA Negeri 1 Slawi

Sabtu, 30 September 2017

IPNU-IPPNU Lasem Gelar Latihan Kader Muda

Lasem, SMA Negeri 1 Slawi. Pimpinan Anak Cabang (PAC) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Lasem menggelar Latihan Kader Muda (Lakmud) angkatan pertama di Gedung LP Ma’arif NU Lasem Jln. Sunan Bonang Km. 01 No. 87 Lasem 59271.

IPNU-IPPNU Lasem Gelar Latihan Kader Muda (Sumber Gambar : Nu Online)
IPNU-IPPNU Lasem Gelar Latihan Kader Muda (Sumber Gambar : Nu Online)

IPNU-IPPNU Lasem Gelar Latihan Kader Muda

Lakmud yang digelar mulai Jum’at Jum’at (24/5) lalu, diikuti 50 pelajar dari Pimpinan Komisariat IPNU IPPNU se-Ancab Lasem di buka secara resmi oleh Ketua Tanfidziyah Pengurus MWC NU Lasem.

Hadir dalam kesempatan tersebut Pengurus Pimpinan cabang IPNU IPPNU Lasem beserta segenap pengurus. Tampak pula ketua Pimpinan Komisariat IPNU IPPNU se-Ancab Lasem, Kapolsek lasem dan pengurus NU Lasem KH. Shidiq Hasan Lc. Dalam opening ceremonial Lakmud.

SMA Negeri 1 Slawi

Dalam taushiyahnya, Ketua Tanfidziyah MWC NU Lasem mengatakan, IPNU IPPNU merupakan tahapan organisasi kader NU pemula. Oleh karena itu NU juga harus mendorong dan mempehatikan agar dapat menerima tongkat estafet kepemimpinan dari NU.

SMA Negeri 1 Slawi

“Yang dulu IPNU berubah menjadi Ikatan Putra dan akhirnya berubah menjadi Ikatan pelajar kembali, maka para pelajar harus menjadi garapan utama bagi IPNU,” ungkapnya.

ketua PAC IPNU Lasem mengatakan, Lakmud merupakan pelatihan yang menekankan pada pembentukan watak, motivasi pengembangan diri dan rasa memiliki organisasi dan keterampilan berorganisasi serta upaya pembentukan standar kader. 

Melalui kegiatan LAKMUD ini PAC IPNU IPPNU Lasem beharap agar mampu menciptakan kader nahdliyin yang berpegang teguh pada ajaran Islam ahlu sunnah wal jama’ah (Aswaja). Selain itu juga diharapkan agar tercipta kader yang mempunyai kesadaran tinggi dalam berorganisasi, mempunyai kerjasama yang tinggi, loyal, berkomitmen pada IPNU dan bisa mempunyai keresahan/merasakan terhadap suatu masalah, sehngga kita bisa mencari masalah dan mencari solusi dari masalah tersebut.

“Diharapkan pula para peserta Lakmud mampu melompat estafet ke jenjang selanjutnya di tingkat Anak Cabang, bahkan sampai ke Cabang. Serta para peserta Lakmud tidak hanya berhenti sampai setelah acara lakmud saja, tapi bisa menerapkan ilmu yang di dapat dari kegiatan tersebut. Oleh sebab itu IPNU IPPNU harus merasa tanggung jawab dan melakukan kunjungan ke para peserta lakmud serta pemberdayaan potensi kader,” tambahnya.

Materi yang di sajikan dalam lakmud ini cukup variatif. Selain materi utama seperti ke-IPNU IPPNU-an dank e-NU-an, juga ada materi tentang Ahlusunnah wal Jama’ah (Aswaja), manajemen keorganisasian, teknis persidangan, leadership, kerjasama hingga pengkaderan.

Selain itu dalam kegiatan Lakmud diisi pula out bond dan renungan malam, untuk bisa lebih membekas di hati para peserta, demi menggalang kader baru yang berwawasan dan berkomitmen.

Redaktur     : A. Khoirul Anam

Kontributor : Akhmad Sayuti

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Doa, Cerita SMA Negeri 1 Slawi

Sabtu, 16 September 2017

Bupati Letakan Batu Pertama Pembangunan SMK Ma’arif NU Bulakamba

Brebes, SMA Negeri 1 Slawi. Guna memberikan pelayanan di bidang pendidikan, Majelis Wakil Cabang (MWC) NU Bulakamba Kabupaten Brebes membangun Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). SMK berlabel SMK Maarif NU Bulakamba tersebut dimulai pembangunannya setelah dilakukan peletakan batu pertama oleh Bupati Brebes Hj Idza Priyanti SE, Ahad Sore (9/8).

“Selaku pemerintah daerah, kami merasa bangga dengan pendirian SMK Maarif NU di Bulakamba, karena bisa membantu mengentaskan kebodohan dan meningkatkan derajat pendidikan masyarakat Brebes,” ucap Bupati dalam sambutan peletakan batu pertama dilokasi pembangunan Desa Bulusari Kecamatan Bulakamba. 

Bupati Letakan Batu Pertama Pembangunan SMK Ma’arif NU Bulakamba (Sumber Gambar : Nu Online)
Bupati Letakan Batu Pertama Pembangunan SMK Ma’arif NU Bulakamba (Sumber Gambar : Nu Online)

Bupati Letakan Batu Pertama Pembangunan SMK Ma’arif NU Bulakamba

Bupati berharap keberadaan SMK Maarif di Bulakamba itu nantinya akan dapat berkiprah membantu Pemkab di bidang pelayanan pendidikan. Apalagi, dengan modal dasar pendidikan agama yang kuat akan menjadi pondasi akhlakul karimah generasi muda penerus bangsa. 

SMA Negeri 1 Slawi

"Saya sangat mengapresiasi peran serta masyarakat swasta di bidang pendidikan. Keberadaan SMK ini bisa mencetak generasi bangsa berakhlak mulia, cerdas dan berkeahlian," katanya.

SMA Negeri 1 Slawi

Pihaknya juga mengaku siap untuk membantu mendukung kegiatan pendidikan di sekolah tersebut. Termasuk dengan bantuan anggaran melalui APBD. "Saya sudah bilang sama kepada Dinas Pendidikan, dan bisa tinggal teknis dan berapa nilainya akan disesuaikan lagi," jelas Bupati.

Selain pembangunan sekolah, di lokasi tersebut juga akan digunakan untuk membangun kantor MWCNU Kecamatan Bulakamba, masjid dan pondok pesantren. Selain Bupati, ikut meletakan peletakan batu pertama berturut-turut Ketua PCNU Brebes Athoilah Syatori, pengurus MWCNU Bulakamba, KH Subhan Makmun serta tokoh lainnya.

Halalbihalal dan Pelantikan Muslimat NU

Dalam kesempatan tersebut juga digelar halal bihalal warga NU dan pelantikan pengurus ranting Muslimat NU se-kecamatan Bulakamba. Ketua PCNU Brebes, Athoilah Satori saat memberikan sambutan berharap agar warga NU tidak terpecah akibat pemberitaan muktamar NU seperti muncul di berbagai media. Karena di internal struktural sendiri masih bersatu dan soliid. 

Sementara sbagai penceramah, pengasuh Ponpes Assalafiyah Luwungragi, KH Subkhan Makmun yang mangajak jamaah untuk tetap berpegang teguh pada persatuan dan kesatuan. Warga NU, hendaknya juga paham dengan dinamika yang berkembang agar tidak salah paham, termasuk dengan wacana Islam Nusantara yang banyak disalahartikan sejumlah pihak.  

Pengurus Yayasan Al-Ihsan, Ghofar Mughni mengatakan lokasi pembangunan komplek pendidikan dan sekretariat MWCNU itu adalah hasil wakaf dari keluarga besar H Johari seluas 750 m2 lebih. Setelah SMK NU dan MWC berdiri direncanakan pula akan dibangun ponpes dan sarana dakwah lainnya. 

Ketua MWCNU Bulakamba, Moh Robikhun MAg menjelaskan, SMK Maarif tahun ini sudah mendapat 86 siswa jurusan teknik sepeda motor dan multimedia. Untuk sementara belajar di MTs Maarif Bulakamba sampai selesainya pembangunan gedung. “Insya Allah pembangunan akan cepat selesai karena telah ditanggung sepenuhnya pihak pemberi wakaf,” pungkasnya. (Wasdiun/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Cerita SMA Negeri 1 Slawi

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs SMA Negeri 1 Slawi sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik SMA Negeri 1 Slawi. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan SMA Negeri 1 Slawi dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock