Tampilkan postingan dengan label Khutbah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Khutbah. Tampilkan semua postingan

Kamis, 22 Februari 2018

Dauroh Aswaja NU Center Jatim Buka Pendaftaran Khusus Mahasiswa

Surabaya, SMA Negeri 1 Slawi - Tim Aswaja NU Center PWNU Jawa Timur mengagendakan Dauroh Aswaja khusus untuk mahasiswa secara cuma-cuma. Dauroh pertama akan selenggarakan pada 30 September, dan yang kedua pada November.

Demikian kesimpulan rapat tim Aswaja NU Center pada Sabtu (16/9) di kantor PWNU Jatim, Surabaya. Rapat dipimpin oleh Direktur Aswaja NU Center PWNU Jatim KH Abdurrahman Navis.

Dauroh Aswaja NU Center Jatim Buka Pendaftaran Khusus Mahasiswa (Sumber Gambar : Nu Online)
Dauroh Aswaja NU Center Jatim Buka Pendaftaran Khusus Mahasiswa (Sumber Gambar : Nu Online)

Dauroh Aswaja NU Center Jatim Buka Pendaftaran Khusus Mahasiswa

Menurut Kiai Navis, tiap angkatan peserta maksimal berjumlah 100 mahasiswa, dan yang mendaftar selepas itu akan diikutsertakan pada angkatan berikutnya.

SMA Negeri 1 Slawi

Pendaftaran ini bisa langsung perorangan ke Assisten Direktur Aswaja NU Center PWNU Jatim  (Ustadz Muhaimin), atau secara kelompok melalui organisasi kemahasiswaan, atau pimpinan perguruan tinggi.

SMA Negeri 1 Slawi

Dalam satu dauroh, peserta bisa berasal dari kampus berbeda. Mahasiswa yang telah mendaftar sama sekali tidak dipungut biaya. “Yang menjadi acuan adalah buku Khazanah Aswaja, dan dauroh berlangsung sehari, dengan tiga sesi,” katanya.

“Sesi pertama adalah paparan bab satu dan bab dua. Akan disampaikan oleh Ustadz Yusuf Suharto dan Ustadz Muntaha. Pada sesi pertama ini yang dibahas seputar sejarah Aswaja dan mengapa harus Aswaja, Aqidah 50 dan persoalan persoalan Aqidah termasuk kritik trilogi tauhid,” tambah Kiai Navis.

Ia menambahkan, sesi kedua, materi akan diisi bab ketiga dan bab keempat yang bakal disampaikan oleh Ustadz Maruf Khozin. Ini terkait dengan pembahasan mengapa harus bermazhab, dan membahas landasan amaliah, juga tentang jati diri tasawuf.

“Dan sesi ketiga, bab kelima dan keenam, akan disampaikan Ustadz Faris Khoirul Anam dan Ustadz Fathul Qodir. Ini tentang aliran aliran di luar aswaja dan memaparkan sejarah NU, perjuangan dan khitah nya," ujarnya. (Red: Mahbib)



Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Khutbah, Aswaja SMA Negeri 1 Slawi

Minggu, 18 Februari 2018

Mengapa KH Wahab Chasbullah Layak Pahlawan Nasional (2)

Oleh Ahmad Baso

Setelah Resolusi Jihad dicetuskan, Kiai Wahab Chasbullah kemudian bergerak di lapangan. Itu ditunjukkan dari peran beliau sebagai komandan Barisan Kiai. Barisan Kiai tidak popular di kalangan kaum pergerakan merebut kemerdekaan. Tidak seperti Laskar Hisbullah pimpinan KH Zainul Arifin yang bermarkas di Malang atau Laskar Sabilillah di bawah komando KH Masykur.?

Peran sentral laskar kiai khos ini dikutip dari KH Saifuddin Zuhri di atas, sudah muncul sejak masa pendudukan Jepang. Pasca Resolusi Jihad, misinya kemudian lebih mengental untuk tujuan-tujuan khusus perjuangan mempertahankan kemerdekaan bangsa kita.

Mengapa KH Wahab Chasbullah Layak Pahlawan Nasional (2) (Sumber Gambar : Nu Online)
Mengapa KH Wahab Chasbullah Layak Pahlawan Nasional (2) (Sumber Gambar : Nu Online)

Mengapa KH Wahab Chasbullah Layak Pahlawan Nasional (2)

Apa itu Barisan Kiai dan Apa Peran Kiai Wahab?

SMA Negeri 1 Slawi

Dalam buku-buku sejarah resmi, apalagi yang diajarkan kepada anak-anak sekolah, nama Barisan Kiai tidak muncul. Sebutan ini dimunculkan eprt kali oleh seorang santri Kiai Wahab, yang juga aktif dalam pergerakan nasional, KH Saifuddin Zuhri. Dalam buku yang terbit setahun setelah Kiai Wahab wafat, KH Saifuddin Zuhri menulis “Di samping ada ‘Tentara Pembela Tanah-Air’, juga tersusun Laskar HIZBULLAH di bawah pimpinan Almarhum Zainul Arifin, Laskar SABILILLAH di bawah pimpinan Kiai Haji Masjkur, dan BARISAN KIAI dipimpin sendiri oleh Kiai Wahab.”?

Mengungkap peran Kiai Wahab sebagai komandan Barisan Kiai di era Revolusi Kemerdekaan tahun 1945-1949 memang amat susah. Karena Kiai Wahab sendiri menutupi keberadaan laskar kiai-kiai khos ini. Dan hanya orang-orang tertentu saja yang tahu.?

SMA Negeri 1 Slawi

Kalau peran Kiai Wahab ini bisa terungkap, sudah selayaknya beliau dapat penghargaan anugerah pahlawan nasional untuk tahun ini. Karena dengan barisan ini, perjuangan kemerdekaan di kalangan rakyat benar-benar menjadi dinamit yang mengekalkan semangat heroik dan daya juang rakyat kita di lapangan dalam berperang melawan penjajah.

Di antara sedikit orang yang tahu tentang Barisan Kiai itu, setidaknya dan tiga sumber yang bisa saya tunjukkan di sini:

Pertama, sumber yang ditulis oleh murid beliau sendiri, KH Saifuddin Zuhri. Pernah menjabat sebagai Menteri Agama di era Sukarno, KH Saifuddin Zuhri menulis tiga buku yang mengangkat kiprah Kiai Wahab selama Perang Kemerdekaan. Ketiga buku ini sudah sering saya kutip di atas.

Dalam buku ini Kiai wahab disebut sebagai komandan Barisan Kiai pusat.

Kedua, penuturan para informan pelaku sejarah yang pernah bergabung dalam Kesatuan Laskar Hizbullah Surakarta. Pengalaman mereka sudah dibukukan dengan judul Hizbullah Surakarta (UMS Karanganyar, 1992).?

Dalam buku ini disebut struktur pimpinan Barisan Kiai dan naman-nama kiainya. Karena ini kasusnya Hizbullah Surakarta, maka yang disebut di sana adalah Barisan Kiai Jawa Tengah pimpinan Kiai Ma’ruf; dan Barisan Kiai Surakarta pimpinan Kiai Abdurrahman. Barisan Kiai Sragen dipimpin Kiai Haji Bolkin, KH Muslim, Kiai Ridwan, Kiai Sujak dan Kiai Djarkasi.

Disebut juga: “Semula Sabilillah merupakan laskarnya Barisan Kiai. Tetapi para kiai menyadari, akhirnya Sabilillah yang ditampilkan.”?

Ketiga, penuturan seorang informan bernama Tamsiri Hadi Supriyanto, mantan komandan Hizbullah di wilayah Surakarta, yang kemudian ditulis oleh Tashadi dalam satu artikelnya berjudul “Hizbullah-Sabilillah Divisi Sunan Bonang dalam Revolusi Kemerdekaan: Lahir dan Pertumbuhannnya”.?

Dari sumber terakhir ini, kita temukan satu karakter Barisan Kiai. Tidak mendapat gaji, tidak mendapat jabatan tertentu, keiktu sertaan mereka dalam perjuangan kemerdekaan didasarkan pada keikhlasan dan semangat mempertahankan negara dan agama.

“Penasehat Laskar Hizbullah-Sabilillah adalah para ulama atau kiai yang memiliki peran dalam pembinaan mental dan ideologi, tetapi kadang-kadang mereka juga ikut berjuang di medan perang. Gabungan para ulama atau kiai dalam laskar Hizbullah-Sabilillah diberi nama Barisan Kiai”.?

Barisan Kiai tidak kalah gigihnya dengan ketiga lasykar di atas, dan langsung di bawah pimpinan Kiai Wahab Chasbullah sendiri. Keberadaan Barisan Kiai ini memang sangat dirahasiakan, karena anggotanya terdiri dari para kiai sepuh, yang memang tidak pernah muncul dipermukaan. Bahkan di antaranya sudah tua renta, yang berjalan dan melihatpun pun sudah tidak mamapu. Namun demikian, mereka tokoh yang disegani.

Kelahiran Barisan Kiai ini tidak diketahui persis, karena ia merupakan komitmen para kiai sejak lama dan ‘khas’. Tapi, Jepang mengetahui pergerakan mereka. Dan tak lama mereka menangkap serta memenjarakan tokoh-tokoh kunci, seperti Hadrotusy Syekh KH Hasyim Asy’ari, KH Machfudz Siddiq. Dan ternyata, para kiai yang ditangkapi tidak hanya di Jombang dan Surabaya, tapi juga di Wonosobo, Banyumas, Magelang. Sikap Jepang yang keras membuat Kiai Wahab Chasbullah, keliling Jawa, selama empat bulan, guna membela para koleganya yang dipenjara.

Disebutkan dalam buku ketiga di atas, Ketua Barisan Kiai Jawa Tengah KH Ma’ruf, Barisan Kiai Solo dipimpin KH Abdurrahman yang usianya sudah sangat uzur, Barisan Kiai Sragen dipimpin KH Bulkin. Para kiai itu menjadi pembimbing kapan musuh datang dan harus menyerang. Dan para kiai pula yang tergabung dalam Barisan Kiai yang memberi doktri bela negara-bela agama di kalangan para anggota laskar perjuangan. Dan itu semua berkat perjuangan al-maghfur-lah Kiai Wahab Chasbullah.?

Ahmad Baso, Wakil Ketua Pengurus Pusat Lakpesdam NU, penulis Agama NU untuk NKRI, Pesantren Studies, NU Studies, dan banyak buku lainnya. Artikel ini disampaikan dalam Seminar Nasional “KH. Abdul Wahab Chasbullah dalam Politik, Keagamaan dan Transformasi Sosial Masyarakat Indonesia: Usulan Bagi Pengangkatan Pahlawan Nasional”, yang diselenggarakan oleh Pusat Kajian Sosial Politik FISIP Universitas Nasional, Kamis, 24 April 2014, di Jakarta.?

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Khutbah, Pendidikan, Pemurnian Aqidah SMA Negeri 1 Slawi

Rabu, 31 Januari 2018

PBNU: MK Tidak Melegalisasi Perzinaan, Perkosaan dan Hubungan Sesama Jenis

Jakarta, SMA Negeri 1 Slawi. Melalui Putusan Nomor 46/PUU-XIV/2016 tanggal 14 Desember 2017, Mahkamah Konstitusi (MK) menolak permohonan judicial review mengenai perluasan norma tentang zina, perkosaan dan hubungan sesama jenis yang saat ini pengaturannya ada di dalam KUHP (Kitab Undang-Undang Hukum Pidana) yang merupakan warisan kolonial.

PBNU: MK Tidak Melegalisasi Perzinaan, Perkosaan dan Hubungan Sesama Jenis (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU: MK Tidak Melegalisasi Perzinaan, Perkosaan dan Hubungan Sesama Jenis (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU: MK Tidak Melegalisasi Perzinaan, Perkosaan dan Hubungan Sesama Jenis

Putusan tersebut tidak bulat alias ditempuh melalui dessenting opinion 4 dari 9 hakim menyatakan pendapat berbeda terhadap penolakan  permohonan uji materi tersebut.

Ketua PBNU Robikin Ehmhas berpendapat bahwa rumusan norma zina dalam KUHP tidak sesuai dengan nilai-nilai agama yang ada di Indonesia, karena yang dikategorikan zina hanya hubungan kelamin laki-laki dan perempuan yang salah satu atau keduanya terikat perkawinan dengan orang lain.

"Konsekuensinya, kalau kedua pelakunya single alias tidak berstatus nikah dengan orang lain maka menurut KUHP bukan zina dan tidak bisa dijatuhi hukuman dengan pasal perzinaan," ungkap Robikin melalui rilis yang diterima SMA Negeri 1 Slawi, Sabtu (16/12) petang.

SMA Negeri 1 Slawi

Hanya saja, lanjut dia, jika dibaca secara saksama, tidak terlihat MK menolak substansi permohonan perluasan norma yang diajukan pemohon. Dengan bahasa lain, MK tidak melegalisasi perzinaan, perkosaan dan hubungan sesama jenis. Namun, MK berpendirian bahwa perluasan norma mengenai zina, perkosaan dan hubungan sesama jenis adalah domain positive legislature, bukan wilayah negative legislature.

"Secara singkat, positive legislature dapat diartikan sebagai tindakan melakakukan penafsiran konstitusi secara aktif dengan cara membentuk suatu UU. Sedangkan penilaian bahwa suatu UU dan norma yang dihasilkan oleh pembentuk UU sebagai bertentangan dengan konstitusi merupakan negative legislature," terang dia.

SMA Negeri 1 Slawi

Positive legislature adalah kewenangan cabang kekuasaan legislatif, sedangkan negative legislature merupakan domain cabang kekuasaan yudikatif.

"Dalam sistem ketatanegaraan kita, positive legislature diperankan oleh pembentuk undang-undang, yakni Pemerintah dan DPR. Sedangkan negative legislature menjadi kewenangan MK," Robikin menambahkan.

Munas Alim Ulama, Konbes NU dan Rancangan KUHP

Selain sudah usang sehingga tidak compatiable, dengan perkembangan masyarakat, beberapa norma KUHP bahkan tidak sesuai dengan landasan filosofis bangsa dan bertentangan dengan nilai-nilai agama yang ada di Indonesia. Diantaranya adalah norma tentang perzinaan, pemerkosaan dan hubungan sesama jenis.

"Dengan mempertimbangkan hal seperti itulah maka Munas Alim Ulama dan Konbes NU di NTB tanggal 23-25 November 2017 menjadikan Rancangan KUHP yang saat ini sedang dibahas di DPR dijadikan salah satu pokok bahasan," katanya.

Di antara pesan Munas Alim Ulama dan Konbes NU 2017 adalah agar Pemerintah dan DPR segera merampungkan pembahasan Rancangan KUHP yang ada.

"Apalagi kehendak untuk merubah KUHP sudah ada sejak akhir tahun 1960-an," pungkas Robikin. (Red: Kendi Setiawan)

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Khutbah, Fragmen SMA Negeri 1 Slawi

Minggu, 28 Januari 2018

Yahya Staquf: Pagelaran Wayang Mirip dengan Al-Qur’an

Bantul, SMA Negeri 1 Slawi. Katib Syuriah PBNU KH Yahya Cholil Staquf mengatakan bahwa pagelaran wayang mirip dengan Al-Qur’an. Selama ini bahasa yang digunakan dalam pagelaran wayang adalah bahasa Jawa Kawi, yang meskipun banyak orang dapat menikmati alur ceritanya, tapi tidak semua orang (Jawa) dapat mengerti dan memahami maknanya.

Yahya Staquf: Pagelaran Wayang Mirip dengan Al-Qur’an (Sumber Gambar : Nu Online)
Yahya Staquf: Pagelaran Wayang Mirip dengan Al-Qur’an (Sumber Gambar : Nu Online)

Yahya Staquf: Pagelaran Wayang Mirip dengan Al-Qur’an

“Ini mirip dengan Al-Qur’an. Al-Qur’an itu kan berbahasa Arab, tapi tidak semua orang Arab dapat memahaminya. Tapi meskipun tidak paham, itu dapat menimbulkan sensasi spiritual yang luar biasa ketika merapalkannya,” ujarnya saat mengisi Seminar Nasional bertajuk Wayang dan Krisis Manusia Nusantara, Senin (17/11) siang, di Aula Pesantren Kaliopak Bantul, Yogyakarta.

Pengasuh Pesantren Raudhatut Thalibin itu menambahkan, sebenarnya pagelaran wayang bukanlah sekadar tontonan, hiburan, atau rekreasi semata, melainkan juga merupakan ritus keagamaan, selain sebagai media pendidikan. “Sehingga ada suasana yang mirip dengan ketika berdzikir,” tegas Kiai Yahya.

SMA Negeri 1 Slawi

Ia menduga, pagelaran wayang sudah ada sejak sebelum zaman Wali Songo. Kemudian ketika ada Wali Songo, pagelaran wayang menjadi bagian dari Islam yang dikembangkan dalam peradaban Jawa.

SMA Negeri 1 Slawi

“Ini tidak ada kaitannya dengan otentik atau bid’ah, karena islam hadir untuk seluruh umat manusia, dan Nabi Muhammad diutus untuk menyempurnakan akhlak manusia, innama bu’itstu li utammima makarimal akhlaq (sesungguhnya aku diutus untuk menyempurnakan akhlaq),” tandasnya.

Dalam hal ini, Kiai Yahya menitikberatkan pada kata-kata utammima yang berarti menyempurnakan. Menurutnya, ada alasan di balik penggunaan kata-kata utammima dan bukan ubaddila yang berarti menggantikan. “Rasulullah saat itu diutus hanya untuk menyempurnakan, tidak menggantikan. Secara implisit ini merupakan pengesahan bahwa makarimal akhlaq sebelum Islam itu sudah ada, dan Nabi tidak menggantikannya, tapi menyempurnakannya agar menjadi lebih berkualitas,” jelasnya panjang lebar.

Maka sama halnya dengan pagelaran wayang, yang tidak serta merta langsung diganti begitu saja oleh Wali Songo, melainkan disempurnakan dengan membingkainya sebagai salah satu ritus keagamaan dalam Islam. (Dwi Khoirotun Nisa’/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Nusantara, Berita, Khutbah SMA Negeri 1 Slawi

Minggu, 21 Januari 2018

Manfaatkan Momentum Tahun Baru Hijriah untuk Bermuhasabah

Pringsewu, SMA Negeri 1 Slawi. Berlalunya waktu memiliki dua sisi sudut pandang yang berbeda. Di satu sisi, berjalannya waktu akan menambah umur kita menjadi lebih tua namun di sisi lain akan mengurangi jatah umur kita yang telah ditentukan oleh Allah SWT.

Manfaatkan Momentum Tahun Baru Hijriah untuk Bermuhasabah (Sumber Gambar : Nu Online)
Manfaatkan Momentum Tahun Baru Hijriah untuk Bermuhasabah (Sumber Gambar : Nu Online)

Manfaatkan Momentum Tahun Baru Hijriah untuk Bermuhasabah

Hal tersebut diungkapkan Ketua MWCNU Kecamatan Pringsewu KH Ahmad Shodiqin saat menerangkan Hikmah Tahun Baru Hijriah pada Ngaji Ahad Pagi (Jihad Pagi) yang rutin dilaksanakan di Aula Gedung NU Pringsewu, Lampung, Ahad (24/9).

Ia mengingatkan pula agar kedatangan tahun baru hijriah 1439 dijadikan momentum untuk senantiasa muhasabah diri dengan selalu mengingat sejarah perjuangan Nabi Muhammad SAW saat berhijrah dari Makkah ke Madinah.

Ia menjelaskan bahwa Hijrah memiliki dua versi makna yaitu hijrah secara badaniah dan hijrah secara Bathiniyyah. "Secara dzohir badaniyyah hijrah adalah pindah ketempat yang lain yang lebih baik, sedangkan Hijrah bathiniah adalah hijrah menjadi pribadi yang lebih baik," jelasnya.

SMA Negeri 1 Slawi

Momentum hijrah ini juga haruslah dimaksimalkan dengan senantiasa bersyukur atas karunia Allah SWT yang telah dianugerahkan kepada kita.

Muhasabah yang dapat dilakukan, lanjutnya, dapat dalam bentuk memperhitungkan apa yang telah dilakukan selama ini dan menyadari bahwa semua itu akan dipertanggungjawabkan dihadapan Allah SWT.

SMA Negeri 1 Slawi

"Saat kesempatan masih ada berhitunglah apa yang telah kita lakukan agar kita masih bisa menambal kekurangan ditahun tahun yang lalu sebelum Allah yang melakukan perhitungan dan saat itu sudah tidak ada kesempatan untuk memperbaiki amal kita," jelasnya.

Menurutnya orang yang celaka adalah orang yang melupakan dosa-dosa dimasa lalu dan tidak memohon ampunan karena dosa yang tidak dimintai ampunan akan tetap utuh sampai kita bertaubat.

Orang yang celaka lainnya adalah orang yang selalu membanggakan amal yang telah dilakukan sehingga membuatnya malas untuk beramal sholeh karena merasa sudah pernah melakukan banyak kebaikan dan pahala.

"Orang yang memiliki tanda tanda celaka adalah mereka yang selalu melihat keatas untuk urusan dunia, akan tetapi melihat kebawah untuk urusan akherat," katanya. (Muhammad Faizin/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Khutbah, Kyai, Habib SMA Negeri 1 Slawi

Senin, 25 Desember 2017

Pergunu dan Ansor Bantu Pelajar NU Masuk Perguruan Tinggi

Waykanan, SMA Negeri 1 Slawi. Persatuan Guru Nahdlatul Ulama Waykanan mendukung program Pesantren Kilat Bimbingan Belajar Pasca Ujian Nasional (Sanlat BPUN) GP Ansor setempat. Keduanya telah melakukan penandatanganan nota kesepahaman untuk membantu para pelajar NU melanjutkan pendidikan ke jenjang selanjutnya.

Pergunu dan Ansor Bantu Pelajar NU Masuk Perguruan Tinggi (Sumber Gambar : Nu Online)
Pergunu dan Ansor Bantu Pelajar NU Masuk Perguruan Tinggi (Sumber Gambar : Nu Online)

Pergunu dan Ansor Bantu Pelajar NU Masuk Perguruan Tinggi

Penandatangan dilakukan Ketua Pergunu Ali Tahan Uji dan Ketua GP Ansor Gatot Arifianto di sela perhelatan Festival Bhineka Tunggal Ika berlangsung di SMAN 2 Blambangan Umpu, kampung Sidoarjo, kecamatan Blambangan Umpu, Rabu (18/11).

Pada tahun 2015, demikian Ali menjelaskan latar belakang nota kesepahaman, GP Ansor Waykanan menggelar Sanlat BPUN dan meloloskan lima pelajar masuk Perguruan Tinggi Negeri (PTN) dan mendapat beasiswa.

SMA Negeri 1 Slawi

"Tujuan utama program ini ialah mengantarkan siswa-siswa kurang mampu memasuki PTN melalui jalur SBMPTN dengan program studi beragam. Kami rasa itikad baik Ansor harus direspon untuk semakin banyak meloloskan pelajar Waykanan memasuki PTN. Inilah upaya kecil kami, warga NU untuk Waykanan," ujar Ali lagi.

SMA Negeri 1 Slawi

Secara garis besar, BPUN berbicara tiga hal, pendidikan, kepemimpinan, dan keberagamaan yang ramah.

Sebagaimana diketahui, Pergunu merupakan organisasi profesi yang mewadahi para ustadz, guru, dan dosen NU yang dirintis mulai 1952. Secara singkat, Pergunu dalam khidmat dan kiprahnya diharapkan sebagai penggerak intelektual dan sekaligus sebagai penggerak peradaban. (Disisi SF/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Ulama, Ubudiyah, Khutbah SMA Negeri 1 Slawi

Buka Konferwil Pergunu Jatim, Khofifah Ingatkan Persaingan Terbuka

Mojokerto,SMA Negeri 1 Slawi ?

Menteri Sosial RI Khofifah Indar Parawansa ditunjuk Ketua Umum Pimpinan Pusat Pergunu KH Asep Saifuddin Chalim untuk membuka Konferensi Wilayah Pesatuan Guru NU (Pergunu) Jawa Timur di Institut Abdul Chalim, Pacet, Mojokerto (5/8).

"Atas nama kita bersama dengan mengucap basmalah, konferwil Pergunu resmi dibuka," kata perempuan yang juga Ketua Yayasan Taman Pendidikan dan Sosial Khadijah Surabaya ini.

Buka Konferwil Pergunu Jatim, Khofifah Ingatkan Persaingan Terbuka (Sumber Gambar : Nu Online)
Buka Konferwil Pergunu Jatim, Khofifah Ingatkan Persaingan Terbuka (Sumber Gambar : Nu Online)

Buka Konferwil Pergunu Jatim, Khofifah Ingatkan Persaingan Terbuka

Dalam sambutannya Khofifah mengingatkan kepada para guru, bahwa persaingan terbuka sudah dimulai. Seluruh dunia akan mengukur daya saing setiap bangsa.

SMA Negeri 1 Slawi

Saat ini, kata dia, lembaga pendidikan sudah saatnya tidak hanya memproduksi para doktor secara kuantitatif. Namun, bagaimana caranya agar para magister dan doktor bisa bersaing secara kualitas.

SMA Negeri 1 Slawi

Fenomena yang terjadi di kalangan pendidikan NU ialah banyak tutorial tidak berani mengaku NU. Ada, tapi itu sangat susah sekali. Hal ini disebabkan ketika mereka diterima di perguruan tinggi negeri mereka tidak berani mengaku ini.

"Saya melihat ada yang putus dalam proses perjalanan NU. Seperti para tokoh yang mengaku NU, karena kakek-neneknya NU, tapi tidak dengan sang ayah, lalu saat di kampus dia tidak berani mengaku NU dan saat menjadi tokoh dia bilang NU," ungkapnya.

Ketua Umum Pimpinan Pusat Muslimat ini juga mengingatkan kepada para guru NU, ke depan tidak hanya guru TK, RA dan PAUD yang harus menempuh pendidikan Strata satu, madin juga seperti ini. Misalnya guru TK harus memiliki ijazah PGTK (Pendidikan Guru TK) dlsb.

Selain itu, perempuan kelahiran Surabaya ini mengajak kepada para guru untuk syiar dengan media sosial.

"Jangan takut untuk mengshare kegiatan para bapak ibu guru. Riya dan syiar itu beda tipis," terangnya.

Karena saat ini kebutuhan media itu sangat penting. Para kiai dulu terlalu ikhlas dalam memperjuangkan kemerdekaan, setelah perang mereka kembali ke pesantren. Akhirnya ada data yang tercatat dalam pusat sejarah TNI bahwa para tentara Hizbullah yang ikut berperang hanya 16 orang.

"Ini kan satu contoh jika kita tidak cakap menulis aktivitas kita. Inilah tugas para guru ke depan," pungkas Khofifah.

Konferwil juga dihadiri oleh KH Hamid Syarif Wakil Ketua PWNU Jatim, Nyai Mahfudhoh Ali Ubaid, Hj Faridah Salahuddin Wahid, Ketua PC Muslimat Surabaya. (Rof Maulana/Abdullah Alawi)



Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Khutbah SMA Negeri 1 Slawi

Senin, 18 Desember 2017

Hobi Elektronik Sejak Belia, Santri Ini Luncurkan Jarepo

Bekasi, SMA Negeri 1 Slawi



Bagi sebagian orang, jasa reparasi telepon seluler (ponsel) didominasi lulusan sekolah umum atau alumni teknologi informasi (TI). Namun tidak demikian menurut Muhammad Alauddin. Santri juga layak mengetahui sekaligus menguasainya.

Berbekal keterampilan di bidang elektronik, pria yang pernah mondok di Pesantren “Amtsilati” Darul Falah Jepara, Jawa Tengah, ini meluncurkan JaRePo (Jasa Repair Ponsel). Ia mengaku menggandrungi dunia elektronika sejak belia. Dengan hobi yang terbilang unik ini, Alauddin menjemput rejeki untuk anak dan istri.

Hobi Elektronik Sejak Belia, Santri Ini Luncurkan Jarepo (Sumber Gambar : Nu Online)
Hobi Elektronik Sejak Belia, Santri Ini Luncurkan Jarepo (Sumber Gambar : Nu Online)

Hobi Elektronik Sejak Belia, Santri Ini Luncurkan Jarepo

“Saya masih ingat, sekitar kelas 4 SD sudah pegang solder. Waktu itu saya baca-baca buku pelajaran IPA kakak saya. Di situ saya temui pelajaran tentang lampu flip flop,” ujar Alauddin kepada SMA Negeri 1 Slawi, di konter Jarepo miliknya di bilangan Jatisari, Bekasi, Ahad (20/8).

Untuk meningkatkan kemampuan di bidang elektronik, sejak SMP Alauddin merambah radio pemancar untuk mendengarkan musik kegemarannya. Ia membeli sejumlah komponen radio lalu dirakitnya sendiri.

“Waktu itu kalau pengen ndengerin musik, musti beli radio atau tape. Tentu sekalian kasetnya. Itu mahal sekali. Sekitar 200-an ribu waktu itu. Nah, dengan modal 30 ribu saya bisa merakit sendiri radio pemancar. Akhirnya sejak itu di rumah saya full musik,” kenangnya.

SMA Negeri 1 Slawi

Dalam menyalurkan hobinya di dunia elektronik, Alauddin mengaku sempat terkendala soal dana ketika ingin kursus. Meski demikian, kondisi tersebut tak membuatnya patah arang. Ia terus belajar otodidak. Melalui buku dan praktik, kemampuannya kian bertambah.

“Saat saya masih duduk di bangku aliyah, mulai banyak HP bertebaran di masyarakat. Lalu saya berpikir, kenapa saya nggak belajar reparasi HP aja. Kan lumayan,” pikir bapak satu anak ini.

Sejak ia merantau di Jakarta beberapa tahun silam, ia mulai menekuni dunia perponselan. Sebelum merintis Jarepo, ia telah bergulat dengan ratusan ponsel rusak. “Saya dapet nama itu (Jarepo-red) setelah googling beberapa hari. Saya memang cari nama unik yang belum ada di Indonesia,” ungkap Alauddin.

SMA Negeri 1 Slawi

Hingga hari kedua diluncurkan, Jarepo sudah menerima sepuluh pelanggan. Selain reparasi ponsel, Alauddin juga mencipta beberapa produk andalan, yakni socket kekinian. “Pemesannya nggak hanya dari Jawa, tapi ada juga yang Luar Jawa. Pekan ini sudah terjual lebih 72 pieces,” pungkasnya. (Musthofa Asrori/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Khutbah SMA Negeri 1 Slawi

Selasa, 12 Desember 2017

Pemda Perlu Berkontribusi dalam Pembiayaan Madrasah

Jakarta, SMA Negeri 1 Slawi. Salah satu tantangan besar yang dihadapi madrasah di Indonesia adalah minimnya alokasi anggaran pemerintah pusat yang diperuntukan bagi madrasah, karena garis koordinasi madrasah bersifat vertikal dan belum didesentralisasi sehingga perlu adanya upaya-upaya strategis dalam menghadapi tantangan besar tersebut.

Pemda Perlu Berkontribusi dalam Pembiayaan Madrasah (Sumber Gambar : Nu Online)
Pemda Perlu Berkontribusi dalam Pembiayaan Madrasah (Sumber Gambar : Nu Online)

Pemda Perlu Berkontribusi dalam Pembiayaan Madrasah

Demikian disampaikan oleh Kamarudin Amin, Dirjen Pendidikan Islam, Kementerian Agama RI usai menerima laporan akreditasi Madrasah dari Badan Akreditasi Sekolah/Madrasah (BAN S/M) di ruang Sekretariat Jenderal Kemenag, Jakarta, Rabu (14/12).

SMA Negeri 1 Slawi

"Pemda diharapkan bisa punya kontribusi besar dalam membantu madrasah karena bagaimana pun juga madrasah adalah rakyatnya bupati/walikota di daerahnya masing-masing," papar Pembina LP Maarif itu.

SMA Negeri 1 Slawi

Kamaruddin menambahkan, Badan Akreditasi Nasional Sekolah Madrasah (BANSM) memuat analisis 8 butir standar pendidikan, berdasarkan analisis di lapangan tim BAN S/M menemukan beberapa hal yang harus dievaluasi, misalnya ruang laboratorium dijadikan sebagai ruang kelas, tidak adanya perpustakaan, kualitas pendidik yang tidak memenuhi kualifikasi serta beberapa kekurangan lainnya.

"BAN S/M mengharapkan kepada kemenag untuk menaikan anggaran madrasah agar madrasah mampu meningkatkan 8 butir standar pendidikan sementara ini anggaran kemenag masih rendah," imbuhnya.

Dalam rapat tersebut juga disampaikan bahwa pada tahun 2016 ini BAN S/M telah melakukan akreditasi kepada 7.400 madrasah mulai dari tingkat MI, MTs dan MA, dengan demikian sisa madrasah yg belum diakreditasi sebanyak 17 ribu dari total 46 ribuaan. (Aiz Luthfi/Fathoni)Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Khutbah, Pertandingan, Ahlussunnah SMA Negeri 1 Slawi

Kamis, 07 Desember 2017

Fatayat dan Mendes Dorong Perempuan Bangun Desa

Cirebon, SMA Negeri 1 Slawi. Pimpinan Cabang (PC) Fatayat NU Kabupaten Cirebon menggelar Harlah ke-55 serta mengukuhkan Pimpinan Anak Cabang (PAC) tingkat Kecamatan se-Kabupoaten Cirebon pada Ahad, (26/4) di Halaman NU Center Sumber, Cirebon.?

Fatayat dan Mendes Dorong Perempuan Bangun Desa (Sumber Gambar : Nu Online)
Fatayat dan Mendes Dorong Perempuan Bangun Desa (Sumber Gambar : Nu Online)

Fatayat dan Mendes Dorong Perempuan Bangun Desa

Acara tersebut sangat meriah dihadiri Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi, H Marwan Jafar, Bupati Cirebon, H Sunjaya Purwadisastra, Ketua Umum PP Fatayat NU, Hj Ida Fauziah, dan Rois Syuriah PCNU Kabupaten Cirebon, KH, Usamah Manshur, serta para tokoh NU Cirebon.

Pada kesempatan tersebut, Marwan Jafar menjelaskan, sebagai Banom NU, Fatayat bisa memanfaatkan forum pengajian ibu-ibu yang selama ini sudah berjalan secara rutin untuk melakukan pemberdayaan membangun desa.?

SMA Negeri 1 Slawi

"Perkumpulan ibu-ibu Fatayat yang sudah berjalan rutin, bisa dimanfaatkan untuk menyosialisasikan berbagai program dan mengambil peran dalam pembangunan desa," katanya.

SMA Negeri 1 Slawi

Dalam kesempatan tersebut, Marwan juga melakukan penandatanganan MoU dengan Fatayat NU untuk mengukuhkan peran perempuan dalam pembangunan desa.?

“Kementerian Desa ingin melakukan sinergi dengan kelompok perempuan dalam hal pembangunan dan pemberdayaan perempuan masyarakat desa, pembangunan kawasan ekonomi perempuan pedesaan, pemberdayaan dan pembangunan pendidikan dan kesehatan perempuan di daerah transmigrasi dan daerah tertinggal,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua PP Fatayat NU, Hj Ida Fauziah mengatakan, Fatayat NU dengan usia 65 tahun harus memberikan pendampingan terhadap masyarakat agar terlepas dari jerat kemiskinan dan kebodohan.

“Semoga dengan dilantiknya PAC Fatayat NU se-Kabupaten Cirebon bisa memberikan manfaat bagi masyarakat khususnya bagi pemberdayaan perempuan di desa-desa,” pungkas Ida. (Ayub Ansori/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Aswaja, Khutbah SMA Negeri 1 Slawi

Senin, 04 Desember 2017

Diresmikan, Satuan Komunitas Pramuka Ma’arif NU Pringsewu Siapkan Program

Pringsewu, SMA Negeri 1 Slawi. Bertempat di Lapangan Kompleks Gedung NU Pringsewu, Jumat (9/10) Satuan Komunitas (Sako) Pramuka LP Ma’arif NU Pringsewu resmi dikukuhkan. Disaksikan seluruh peserta upacara perkemahan ke-1 Maarif NU Pringsewu, Ketua Kwarcab Pringsewu H Heri Iswahyudi memimpin sendiri peresmiannya.

Diresmikan, Satuan Komunitas Pramuka Ma’arif NU Pringsewu Siapkan Program (Sumber Gambar : Nu Online)
Diresmikan, Satuan Komunitas Pramuka Ma’arif NU Pringsewu Siapkan Program (Sumber Gambar : Nu Online)

Diresmikan, Satuan Komunitas Pramuka Ma’arif NU Pringsewu Siapkan Program

Hadir pada kesempatan ini Ketua Sako Ma’arif Pusat H Muhsin Ibnu Juhan. Menurut Muhsin, Sako Pramuka Maarif Pringsewu adalah salah satu Sako yang dikukuhkan dari keseluruhan 6 Provinsi dan 17 kabupaten di Indonesia yang sudah ada sebelumnya.

Muhsin berharap Sako Pringsewu akan menjadi pembangkit bagi kabupaten-kabupaten lain di Lampung untuk membentuk Sako di wilayahnya masing-masing. "Suatu saat kami ingin datang ke Pringsewu dengan Sako-Sako lain di Indonesia untuk bersama-sama melaksanakan perkemahan Nasional Sako seluruh Indonesia di Pringsewu," harapnya diamini oleh seluruh yang hadir.

SMA Negeri 1 Slawi

Sementara itu Ketua Sako Pramuka Ma’arif NU yang sudah dikukuhkan Mas Mustangin mengatakan bahwa dirinya dan seluruh pengurus siap untuk berkiprah dan memajukan Sako Pramuka Maarif Pringsewu. Ia menjelaskan bahwa Sako Pramuka Maarif NU adalah Gerakan Pramuka yang memiliki ciri khas NU dan tidak terpisah dari Gerakan Pramuka Nasional.

SMA Negeri 1 Slawi

Hadir pada pelantikan ini Ketua LP Maarif Lampung H Fauzi, Ketua PCNU Pringsewu H Taufiqurrohim, Ketua LP Maarif Pringsewu Ahmad Rifai, dan beberapa Ketua LP Maarif kabupaten lainnya di Lampung. (Muhammad Faizin/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Khutbah, Nahdlatul Ulama, PonPes SMA Negeri 1 Slawi

Sabtu, 02 Desember 2017

Tanda Haji Mabrur Bisa Dilihat secara Fisik

Jakarta, SMA Negeri 1 Slawi. Tanda-tanda orang yang ibadah hajinya mabrur bisa diketahui, bisa dilihat secara fisik. Di antaranya, prilakunya setelah berhaji semakin baik.

Tanda Haji Mabrur Bisa Dilihat secara Fisik (Sumber Gambar : Nu Online)
Tanda Haji Mabrur Bisa Dilihat secara Fisik (Sumber Gambar : Nu Online)

Tanda Haji Mabrur Bisa Dilihat secara Fisik

Ketua Asosiasi Bina Haji dan Umroh Nahdlatul Ulama KH Nuril Huda, mencontohkan sikap-sikap haji mabrur.

“Setelah kembali berhaji. Dulu tak pernah shalat jamaah, pulang haji, shalat jamaah terus. Dulu medit atau? kikir, pulang haji sering menolong orang. Ini secara lahiriyah mabrur,” katanya di kantor redaksi SMA Negeri 1 Slawi, Sabtu (20/10) lalu.

SMA Negeri 1 Slawi

Sebaliknya, sambung kiai kelahiran Lamongan 1938, ada haji yang mardud. Pulang berhaji malah sering melakukan kemaksiatan. Tertolak hajinya.

SMA Negeri 1 Slawi

“Mengapa tertolak? Bisa dilihat dari cara ia berhaji. Ia tidak menepati syarat dan rukunnya. Biaya keberangkatannya dengan uang haram. Kalau haji yang koruptor, hajinya jadi, tapi nggak ada pahalanya. Siksanya akan datang. Nabi itu pernah nggak menshalati orang koruptor di Madinah. Jangan dishalati! Bajingan itu!”

Salah seorang pendiri Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia(PMII) ini, menjelaskan cara mendapat haji mabrur. Cara yang pertama adalah memastikan niat berhaji semata-mata karena Allah.

“Di dalam Al-Quran dijelaskan, Semprnakan niat haji dan umrohmu semata-mata karena Allah,”

Yang kedua, perjalanan haji dengan biaya yang halal. Yang ketiga, melaksanakan syarat dan rukun haji. Tahu tata cara tawaf, wukuf sesuai dengan aturan sesuai Al-Quran.

“Haji mabrur ? tidak ada balasannya, selain surga. Ini diriwayatkan Bukhori dan Muslim. Hadits sahih,” pungkasnya

Redaktur : A. Khoirul Anam

Penulis ? ? : Abdullah Alawi

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Nahdlatul Ulama, Khutbah SMA Negeri 1 Slawi

Rabu, 29 November 2017

Doa Melepas Pakaian

Ketika kita melepas pakaian, baik saat hendak mandi, tidur atau lainnya, Rasulullah menganjurkan kita membaca:

Doa Melepas Pakaian (Sumber Gambar : Nu Online)
Doa Melepas Pakaian (Sumber Gambar : Nu Online)

Doa Melepas Pakaian

? ? ? ? ? ? ?

SMA Negeri 1 Slawi

Bismillâhil ladzî lâilâha illâ huwa

"Dengan nama Allah yang tiada tuhan selain Dia."

(Lihat: Muhyiddin Abi Zakariya Yahya ibn Syaraf an-Nawawi, Al-Adzkâr, Penerbit Al-Hidayah, Surabaya)

SMA Negeri 1 Slawi

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Berita, Khutbah, Kiai SMA Negeri 1 Slawi

Selasa, 28 November 2017

Pernyataan Sikap LKNU Terkait Tudingan Dukung LGBT

Bismillahirahmanirahim

Menyikapi isu dan tudingan menyusul pernyataan sikap Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) tertanggal 22 Februari 2016 tentang penolakan terhadap praktik dan gerakan Lesbian, Gay, Biseksuall, dan Transgender, kami pengurus Lembaga Kesehatan Nahdlatul Ulama (LKNU) merasa perlu menjelaskan beberapa hal sebagai berikut:

1. Bahwa LKNU sebagai lembaga di bawah nanungan PBNU tunduk dan taat pada sikap dan Ketputusan PBNU, termasuk di dalamnya terkait dengan sikap yang menyatakan bahwa LGBT merupakan perilaku yang mengingkari fitrah manusia.

Pernyataan Sikap LKNU Terkait Tudingan Dukung LGBT (Sumber Gambar : Nu Online)
Pernyataan Sikap LKNU Terkait Tudingan Dukung LGBT (Sumber Gambar : Nu Online)

Pernyataan Sikap LKNU Terkait Tudingan Dukung LGBT

2. Bahwa benar pada beberapa tahun terakhir, LKNU menjadi salah satu mmitra program Global Fund untuk penanggulangan Human Immunodeficiency Virus (HIV) yaitu virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh dan Acquired Immune Deficiency Syndrome (AIDS). Kami perlu menjeslakan bahwa kemitraan program ini dijalankan dalam konteks penanggulangan. Dalam program ini, upaya-upaya pencegahan dan pendampingan dilakukan LKNU terhadap komunitas dampingannya, termasuk di dalamnya Orang dengan HIV/AIDS (ODHA).

SMA Negeri 1 Slawi

3. Pelaksanaan Program Penanggulangan HIV/AIDS yang didanai oleh Global Fund, dikelola LKNU dan diperuntukkan sepenuhnya kepada mereka yang menjadi sasaran program.

4. Bahwa dalam penyelenggaraan program tersebut, sebagai upaya duntuk melakukan pencegahan dan pendampingan LKNU juga berinteraksi dengna komunitas mana pun. Pemahaman akan prinsip-prinsip kemanusiaan yang universal menjadi landasan LKNU untuk tidak membatasi interaksi dengan kelompok atau komunitas tertentu.

SMA Negeri 1 Slawi

5. Bahwa LKNU sama sekali tidak masuk dan atau melibatkan diri dalam agenda-agenda kampanye dan propaganda untuk memperjuangkan pengakuan eksistensi LGBT.

6. LKNU meminta kepada semua pihak untuk tidak mempolitisir dan memanfaatkan kerja sama yang dibangun LKNU untuk kepentingn-kepentingan tertentu, selain kepentingan kesehatan.

7. LKNU bersedia bersama mitra meninjau ulang butir kesepatakan program yang bersumber dana hibah Global Fund dengan mengacu pada sikap resmi PBNU

Demikian pernyataan sikap ini sebagai informasi dan media untuk saling tabayun.

Wallahul muwafiq ilaa aqwamith thorieq

Wasaalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh



Jakarta, 05 Maret 2016

Hisyam Said Budairy, MSc ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? dr. Citra Fitri Agustina, SpKJ

Ketua? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? Sekretatris



Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Pendidikan, Khutbah SMA Negeri 1 Slawi

Minggu, 19 November 2017

Pertandingan Perdana Berjalan Lancar, Ta’mirul Islam Menang Telak

Solo, SMA Negeri 1 Slawi. Pertandingan di hari pertama pelaksanaan turnamen Liga Santri Nusantara (LSN) 2015 Zona Jateng I, yang digelar di Stadion Kota Barat Surakarta, Rabu (16/9), diwarnai dengan banyak hal. Pada partai pembuka di waktu pagi, pesantren Nurul Islam Ngemplak Boyolali berhasil mengalahkan perlawanan kesebelasan pesantren Al-Muttaqin Pancasila Sakti Klaten dengan skor tipis 2-1.

Pertandingan Perdana Berjalan Lancar, Ta’mirul Islam Menang Telak (Sumber Gambar : Nu Online)
Pertandingan Perdana Berjalan Lancar, Ta’mirul Islam Menang Telak (Sumber Gambar : Nu Online)

Pertandingan Perdana Berjalan Lancar, Ta’mirul Islam Menang Telak

Pertandingan berjalan cukup seru. Para pemain Al-Muttaqin yang berkostum hijau, sebetulnya mendapatkan peluang terlebih dahulu, saat wasit memberikan penalti untuk mereka. Namun, sayang peluang tersebut gagal dikonversi menjadi gol.

Tak lama berselang, justru pemain Nurul Islam, Burhan, yang berhasil mencatatkan gol pertama melalui tendangan bebas. Setelah kebobolan, para santri Al-Muttaqin justru bersemangat. Mereka langsung membalas dengan gol yang dilesakkan Ibnu. Skor babak pertama 1-1.

SMA Negeri 1 Slawi

Di babak kedua, permainan berjalan cukup seimbang. Jual beli serangan pun terjadi. Namun, akhirnya pemain Nurul Islam, Bagas, berhasil membuat gol hingga membuat kedudukan menjadi 2-1 untuk kemenangan Nurul Islam, dan bertahan hingga pertandingan berakhir.

SMA Negeri 1 Slawi

Pada hari yang sama juga digelar 3 pertandingan, yakni Al-Falah Baki Sukoharjo vs Ki Ageng Selo Klaten (skor 4-0), kemudian Ta’mirul Islam Surakarta vs Al-Ikhlas Dawar Boyolali (8-0), dan Al-Barokah Wonosari Klaten vs Al-Huda Doglo Boyolali (3-1).

Menurut Ketua Panitia LSN Zona Jateng I Anis Mudzakir, pelaksanaan pada hari pertama turnamen santri U-17 ini berjalan cukup lancar. “Alhamdulillah, pertandingan berjalan aman dan tidak ada masalah” terang Anis, saat ditemui SMA Negeri 1 Slawi, di lokasi pertandingan.

Meski demikian, pihaknya akan melakukan beberapa evaluasi berdasar pada pertandingan yang sudah dilaksanakan. “Tadi masih ada yang pakai celana training, kemudian masih sering terjadi kesalahan melempar bola (throw in), tapi tidak apa-apa namanya juga santri” ungkapnya. (Ajie Najmuddin/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Warta, Khutbah SMA Negeri 1 Slawi

Sabtu, 18 November 2017

Ustadz “Jama’ah oh jamaah” Sampaikan Hikmah Tahun Baru Islam

Makassar, SMA Negeri 1 Slawi. Pondok Pesantren Annahdlah Makassar menggelar peringatan tahun baru Islam 1 Muharram 1436 H yang dilaksanakan Senin (27/10) kemarin di Masjid Nurul Ihsan Kelurahan Layang Kecamatan Bontoala. Ustadz Nur Maulana dalam kesempatan itu menyampaikan hikmah tahun baru Islam.

Ustadz “Jama’ah oh jamaah” Sampaikan Hikmah Tahun Baru Islam (Sumber Gambar : Nu Online)
Ustadz “Jama’ah oh jamaah” Sampaikan Hikmah Tahun Baru Islam (Sumber Gambar : Nu Online)

Ustadz “Jama’ah oh jamaah” Sampaikan Hikmah Tahun Baru Islam

Acara ini dirangkaikan dengan silaturrahim antar alumni mulai dari angkatan pertama hingga angkatan ke-25, orang tua santri, guru, dan jamaah. Ustadz Nur Maulana yang dikenal sebagai Ustadz Jamaah yang sangat populer di salah satu stasiun televisi swasta nasional juga merupakan alumni Pesantren Annahdlah.

Kegiatan ini bertujuan untuk memupuk rasa kecintaan terhadap Annahdlah sebagai benteng Ahlussunnah wal Jamaah di Sulawesi Selatan, menumbuhkan rasa memiliki terhadap Annahdlah, dan perlu adanya keterikatan secara emosional orang tua, santri, guru, dan alumni saling mengenal satu sama lain, ungkap Gurutta Kiai Afifuddin Harisah, pemimpin pesantren Annahdlah di hadapan ribuan jamaah.

SMA Negeri 1 Slawi

Alhamdulillah, saat ini Annahdlah sedang membangun 3 lantai gedung belajar untuk pemenuhan sarana belajar bagi santri untuk bisa lebih baik dan tentunya gedung ini akan menjadi pusat kaderisasi bagi santri dalam menuntut ilmu pengetahuan, tambahnya.

SMA Negeri 1 Slawi

Ustadz Maulana yang menyapaikan hikmah tahun baru Islam mengatakan, hijrah mempunyai dua dimensi. Hijrah fisik berarti perpindahan dari suatu tempat ke tempat yang lebih baik. Sementara hijrah non fisik yakni perpindahan dari sikap yang buruk ke sikap yang lebih baik.

Tampak hadir Syekhul Mahad Anregurutta  KH Baharuddin HS yang juga Rais Syuriyah PCNU Makassar, Pengurus Yayasan Annahdlah, Ketua Ikatan Alumni Ponpes Annahdlah Firdaus Dahlan,

Dalam kegiatan ini pula, santri, alumni, orang tua, guru dan jamaah berhasil mengumpulkan dana untuk pembangunan Gedung kurang lebih 50 juta. Hal ini sebagai bentuk tanggung jawab sebagai santri melanjutkan apa yang dicita-citakan Allahu Yarham Anregurutta KH Muh Harisah sebagai Pendiri Pesantren Annahdlah Makassar.

“Dulu Gurutta Harisah sering mengajarkan kita untuk mejadi dermawan dan mengajarkan pada orang lain menjadi dermawan, kalimatyang beliau sering ucapkan, pangajari tauwe mancaji malabo (ajarkan orang agar menjadi dermawan),” kata Gurutta Kiai Afifuddin Harisah. (Andy Muhammad Idris/Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Ahlussunnah, Nahdlatul, Khutbah SMA Negeri 1 Slawi

Jumat, 17 November 2017

Ditemukan, Lokasi Situs Pesantren Lasem di Warugunung

Di pusat kota Lasem, Rembang, Jawa Tengah, yang dikenal dengan sebutan “Kota Santri” berdiri puluhan pondok pesantren di pusat kota Lasem seperti Pesantren Al-Hidayat, Pesantren Al-Hamidiyah, Pesantren An-Nuriyah, Pesantren Kauman Karangturi, Pesantren Al-Wahdah, Pesantren Al-Fachriyah, Pesantren Nailun Najah, dan banyak lagi, termasuk Pesantren As-Sholatiyah meski agak ke pinggir.

Padepokan Sambua yang telah melakukan penelusuran babad, buku silsilah, wawancara dan turun lapangan menemukan salah satu lokasi bekas pesantren di pedalaman Lasem tepatnya di Pedukuhan Punjulsari, Desa Warugunung, Kecamatan Pancur, sebagaimana disebut-sebut dalam Babad Lasem. Dengan perjalanan kaki tim Padepokan Sambua, Abdullah bersama KH Zainul Aripin Pengasuh Pesantren Fakhriyah, 28 Januari 2016, menaiki Gunung Punjul sejauh kurang lebih 1,5 kilometer.

Ditemukan, Lokasi Situs Pesantren Lasem di Warugunung (Sumber Gambar : Nu Online)
Ditemukan, Lokasi Situs Pesantren Lasem di Warugunung (Sumber Gambar : Nu Online)

Ditemukan, Lokasi Situs Pesantren Lasem di Warugunung

Berdasarkan rilis yang diterima SMA Negeri 1 Slawi, di atas gunung tersebut Padepokan Sambua menemukan setidaknya tiga titik situs dalam satu area berupa:

SMA Negeri 1 Slawi

Pertama, Batu Besar Mujahadah, dengan lebar kurang lebih 1 meter, panjang 165 centimeter, tebal 20 centimeter, berat 5 ton, bentuk lempengan yang lebih menyerupai sajadah di bawah pohon meh atau trembesi. Situs ini ada di puncak gunung bertebing sebelah timur kota Lasem dengan jarak  kurang lebih 3 kilometer. Dengan menghadap kiblat, dari tempat ini pusat kota pun dapat terlihat, tampak lurus ke arah Masjid Jami Lasem. Tempat tersebut dipercaya dulu menjadi tempat mujahadah atau pasujudan Mbah Sholeh alias Raden Tirtowidjojo, hidup pada akhir abad ke-17, makamnya di Kompleks Masjid Jami Lasem. Di antara keturunannya adalah Bani Shiddiq Jember seperti KH Agus Afthon Syuriah PCNU Jember, Gus Firjon putra KH Ahmad Shiddiq mantan Rais ‘Aam PBNU termasuk keluarga Kiai Hamid Pasuruan bersama keluarga Bani Sholeh Lasem yang beberapa tahun sekali napak tilas menuju area situs ini diikuti sedikitnya 50 keturunannya yang medannya cukup berat..

Kedia, naik sekitar 150 meter dari kaki gunung terdapat bekas tembok bangunan pesantren dan tempat tinggal. Terahir ditempati oleh Mbah Shiddiq bin KH Abdullah bin Mbah Sholeh dikenal berdomisili di Warugunung. Ada adagium dimana ada orang alim atau tempat ilmu, di situ banyak orang datang mencari ilmu, berdiri pesantren, meskipun bentuknya sederhana. Pepatah Latin menyatakan "Ubi societas ibi justicia", artinya di mana ada masyarakat dan kehidupan di sana ada hukum (peradaban). Selanjutnya Mbah Shiddiq tinggal di PP Al Fachriyyah Sumbergirang Lasem, kemudian hijrah babat alas berdakwah ke Jember dan wafat di sana pada tahun 1934.

SMA Negeri 1 Slawi

Ketiga, naik sekitar 200 meter terdapat bekas bangunan tempat wudhu dan sumur tua, dipercaya bekas mushalla/masjid.

Babad Lasem menggambarkan lokasi perlawanan Adipati Lasem Tejokusuma III terhadap VOC jauh dari pusat kota Lasem sekarang, juga ada kawasan pesantren, tepatnya di Desa Warugunung yang disebutkan sekilas sebagai berikut:

"....Pangeran Wingit/Panembahan Kajoran klakon katukup ing musuh, kacekel aneng pangungsen ing Desa Criwik.. Dilorobake dening kancane tunggal sapaguron ngaji yukuwi Kiai Ambyah guru pesantren ing Warugunung, kang negelake sanak, kemelikan oleh ganjarane  Sn.Amangkurat II nggenteni Adipati Pr.Tejakusuma III diparingi jeneng Puspayuda apangkat Tumenggung...".

Arti bebasnya sebagai berikut: Pada masa Adipati Tejokukusumo III tersebut terjadi perang besar Lasem melawan VOC pada tahun 1679 M. Pesantren di Lasem menjadi salah satu pusat pendidikan yang melahirkan pejuang Lasem yang berasal dari kalangan biasa dan bangsawan sebagaimana disebutkan di babad tersebut, seperti Raden Wingit kakak Adipati Lasem III, pernah menjadi Senopati Mataram atau dikenal Panembahan Rama atau Pangeran Kajoran, mertua Trunojoyo. Beliau tertangkap Belanda atas laporan Kiai Ambyah teman mengaji seperguruan tunggal guru selama di pesantren yang disayangkan berkhianat. Sehingga Raden Wingit dihukum pancung di Alun-alun Toelis dan dimakamkan oleh pengikutnya secara diam-diam di Bukit Mentoro Desa Sendang Coyo Lasem. Babad Lasem kemudian menyebut " RM Wingit kuwi panggalihe jujur banget, mula disuyudi lan diajeni banget dening para Kawula ing Lasem lan ing Mataram saengga katelah asma Panembahan Rama". Pada tahun itu Lasem bagian dari kerajaan Mataram diserang oleh VOC yang ingin mendapatkan m

onopoli perdagangan di pesisir pantai utara Jawa. Peperangan berlangsung lama dan berlarut-larut menimbulkan korban dan kebencian warga Lasem

Melihat tahun dan masa Adipati Lasem III diperkirakan saat itu pengasuh di salah satu pesantren besar di kawasan situs Warugunung adalah ayah dari Mbah Sholeh yang bernama KH Asyari alias Raden Pangeran Asri bin KH Muhammad Adzroi alias Raden Bardai bin KH Yusuf alias Raden Yusuf bin Mbah Sambu atau Pangeran Sambu atau Sayyid Abdurrahman Basyaiban Masjid Jami Lasem. Raden Asri dengan gelar kebangsawanan melekat masih keluarga Raden Wingit tidak diketahui makamnya, kemungkinan gugur. Sedangkan KH Abdullah cucu Mbah Asyari wafat dikabarkan dimakamkan di  Laut Merah, mungkin karena sakit waktu pulang haji naik kapal laut milik maskapai pelayaran Pemerintah Hindia Belanda. Kemudian apakah ada korelasinya? Di masyarakat  Warugunung berkembang  kisah turun temurun tentang misteri Mbah Dul ulama besar dari Desa Warugunung yang konon meningal dunia karena dibunuh Belanda, namun sayang  belum ada yang mengetahui kisah selengkapnya Mbah Dul yang mana, dibunuh di mana, dan makamnya di sebelah mana. Wallahualam.  Adapun Kiai Yusuf makamnya di Desa Tuyuhan 5 kilometer dari pusat kota Lasem, desa tersebut juga merupakan kawasan pesantren kuno yang cukup besar dan ramai pada zamannya, didirikan oleh Mbah Jumali bin Mbah Sambu.

Kawasan pesantren kuno di Warugunung sekarang hanya dapat disaksikan berupa bekas bangunannya sebagaimana situs yang ditemukan tersebut,.kemungkinan oleh sebab 3 hal, pertama diisolasi atau dihancurkan Belanda namun tidak sampai rata, kedua di masa damai ditinggalkan lama sampai bangunannya rusak dengan sendirinya, kemudian turun gunung mendirikan pesantren di pusat kota Lasem yang ramai penduduknya yang dapat kita saksikan sekarang ini bertebaran dan ada juga yang di luar Lasem. Ketiga, pesantren kecil ditinggalkan santrinya, kemudian mereka berpindah pesantren, contoh pesantren kecil di Warugunung, diantara guru pesantren atau ustadznya bernama Kiai Ambyah,  pesantrennya tidak ada lagi tidak berbekas sama sekali.

Di Warugunung juga terdapat makam muslim Oey Ing Kiat, keturunan Tionghoa. Di medan perang ia gugur dan meninggalkan pesan agar jasadnya dikubur di lereng puncak Gunung Bugel dan menghadap barat. Jenazahnya dibawa ke Warugunung di rumah istrinya untuk dimandikan dibersihkan dulu dan dimakamkan. Terjadi pada tahun 1750 kembali Lasem pecah perang besar melawan Belanda dipimpin RP Margono putra Tejokusumo V dan Kiai Ali Baidlowi, dibantu Oey Ing Kiat yang dicabut kedudukannya sebagai  Adipati Lasem yang disandang sejak tahun 1727 bergelar Tumenggung Widyaningrat, oleh VOC Belanda ia hanya diberi kekuasaan mengatur orang Tionghoa Lasem dengan pangkat Mayor. Oey Ing Kiat adalah keturunan Bi Nang Oen, salah seorang juru mudi armada Laksamana Ceng Ho yang mendarat di Bonang-Lasem. Bi Nang Oen seorang pujangga dari Campa dan penyebar agama Islam di Lasem pada awal abad ke XV.

Kini masyarakat yang mendiami Warugunung mulai padat, umumnya Muslim yang taat. Di sana sekarang cukup banyak musholla dan lembaga pendidikan Islam. Akhirnya lambat laun perkembangan kebudayaan dan syiar Islam merata di seluruh Kadipaten Lasem (sekarang Kecamatan Lasem dan sekitarnya). (Red: Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Khutbah, Sholawat SMA Negeri 1 Slawi

Sabtu, 11 November 2017

Menunggu Sikap Bijak Pemerintah atas Sekolah Lima Hari

Kabar akan segera diterbitkannya Peraturan Presiden tentang Pendidikan Karakter sebagai pengganti Peraturan Mendikbud Nomor 23 Tahun 2017 tentang Hari Sekolah diharapkan menghasilkan solusi bijak. Kontroversi yang ditimbulkan oleh aturan ini adalah adanya kekhawatiran dari warga NU bahwa hal tersebut akan mematikan madrasah diniyah yang proses pendidikannya diselenggarakan sore hari seusai sekolah formal. Solusi yang memenangkan semua pihak (win-win) adalah bagaimana agar pendidikan umum maupun madrasah diniyah dua-duanya dapat tumbuh dan berkembang dengan baik, bukan dengan mematikan salah satunya.

Ekspresi dalam berbagai bentuk yang dilakukan oleh warga NU yang menolak kebijakan jam sekolah yang mengancam eksistensi madrasah diniyah seharusnya mendapat perhatian pemerintah. Berbagai demo penolakan atas sekolah lima hari dengan jumlah massa sangat besar muncul di berbagi daerah secara terus-menerus. Media sosial juga menjadi sarana mengemukakan pendapat secara massif untuk menolak kebijakan itu. Dari situ seharusnya pemerintah memperhatikan aspirasi dari pelaku dunia pendidikan dengan jumlah peserta didik yang sangat besar. Apalagi selama ini, madrasah diniyah dikelola secara mandiri oleh masyarakat.

Menunggu Sikap Bijak Pemerintah atas Sekolah Lima Hari (Sumber Gambar : Nu Online)
Menunggu Sikap Bijak Pemerintah atas Sekolah Lima Hari (Sumber Gambar : Nu Online)

Menunggu Sikap Bijak Pemerintah atas Sekolah Lima Hari

Pemimpin terpilih sudah seharusnya memiliki kepekaan akan kondisi sosial masyarakatnya. Dalam keragaman yang sangat luas seperti Indonesia ini, tentu tidak mudah bagi presiden dan para pembantunya untuk memahami karakter dan problema masyarakat yang dihadapinya. Apalagi persoalan yang dihadapi juga sangat beragam. Ungkapan ketidaksetujuan atas kebijakan sekolah yang akan mematikan madrasah ini sudah disampaikan dengan jelas. Kini tinggal merumuskan dan memutuskan solusi terbaik.

SMA Negeri 1 Slawi

Penguasa memiliki tanggung jawab untuk mengangkat hajat hidup orang banyak. Penguasa tidak selamanya benar karena itu harus memiliki kebesaran hati untuk mengoreksi kebijakan yang sudah diterapkan, apalagi kebijakan tersebut memiliki dampak massif dan berjangka panjang seperti kebijakan sekolah lima hari ini. Karena itulah perlu adanya kontrol dari publik supaya kebijakan yang diambil tetap selaras dengan tujuan bersama yang digariskan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara ini. Upaya yang dilakukan oleh Nahdlatul Ulama selama ini adalah bagian dari kontrol terhadap pemerintah.

Apa yang sudah dilakukan oleh pemerintahan Jokowi dengan pembangunan infrastruktur besar-besaran, realokasi subsidi agar lebih tepat sasaran dan sejumlah kebijakan lainnya tentu perlu mendapat apresiasi. Tetapi, sektor pengembangan ilmu pengetahuan tampaknya kurang menjadi prioritas bagi pemerintahannya. Salah satunya tercermin dalam dana riset yang komposisinya dalam produk domestik bruto (PDB) masih sangat kecil dibandingkan dengan dana riset yang dikeluarkan negara lain sehingga para peneliti mengeluh akan kondisi ini. Apakah mungkin, madrasah diniyah dianggap tidak penting sehingga tidak perlu dipikir terlalu serius? Ini akan tercermin dalam kebijakan yang akan segera dikeluarkan tersebut.

SMA Negeri 1 Slawi

Bagaimana jika kepres tersebut tidak sesuai harapan warga NU? Akan ada banyak kemungkinan yang terjadi. Bisa saja para pengelola madrasah hanya mengeluh atau mengepresikan diri dalam demo, seminggu dua minggu, lalu isunya hilang diganti dengan yang lain. Tetapi bisa saja Nahdliyin melakukan berbagai upaya dengan sekuat tenaga agar kebijakan tersebut dibatalkan. Apalagi kebebasan berkespresi sekarang dilindungi.

Dalam sejarah perjalanan negeri ini, NU memiliki sikap lentur terhadap berbagai rezim yang berkuasa, tetapi dalam beberapa hal yang dinilai sebagai hal? yang prinsip, maka NU bersikap tegas. Contoh yang bisa dikemukakan salah satunya adalah soal respon NU terhadap RUU Perkawinan tahun 1974. Rancangan awal UU Perkawinan tersebut dinilai para kiai hanya copy-paste aturan perkawinan zaman Belanda yang tidak sesuai dengan keyakinan mayoritas bangsa Indonesia. Karena itulah muncul reaksi keras dari masyarakat yang akhirnya berujung pada perombakan total sehingga akhirnya menjadi UU Perkawinan sebagaimana yang diundangkan saat ini.

NU dalam masa kepemimpian Gus Dur juga memiliki sikap kritis terhadap berbagai kebijakan pemerintah Orde Baru, yang ketika itu tak banyak pihak yang berani bersuara. Sampai-sampai ada upaya intervensi yang dilakukan dengan kasar dalam muktamar NU di Cipasung agar Gus Dur tidak terpilih. Prinsip yang selalu dipegang NU adalah mendukung sikap pemerintah jika jika memang hal tersebut memberi maslahat tetapi akan mengingatkan jika dirasa menimbulkan mudharat. NU bukan bagian dari koalisi atau oposisi pemerintah. NU yang lahir sebelum republik ini berdiri akan terus mengawal perjalanan bangsa ini dahulu, sekarang, dan nanti. (Ahmad Mukafi Niam)



Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Khutbah SMA Negeri 1 Slawi

Kamis, 09 November 2017

Buka Pintu, NU Kapuk Siap Lindungi Mantan Simpatisan HTI

Jakarta, SMA Negeri 1 Slawi - KH Gus Siroj Ronggo Lawe (Gus Siroj) secara aklamasi kembali terpilih menjadi Ketua Ranting NU Kelurahan Kapuk, Kecamatan Cengkareng, Jakarta Barat dalam musyawarah Ranting NU pada 15 Juli di Jakarta. Gus Siroj siap menjalankan program prioritas, yakni melayani warga-warga HTI yang sudah tidak memiliki tempat berorganisasi di masyarakat.

Menurutnya, kelompok HTI juga masyarakat yang butuh perlindungan dan tempat untuk bermasyarakat.

Buka Pintu, NU Kapuk Siap Lindungi Mantan Simpatisan HTI (Sumber Gambar : Nu Online)
Buka Pintu, NU Kapuk Siap Lindungi Mantan Simpatisan HTI (Sumber Gambar : Nu Online)

Buka Pintu, NU Kapuk Siap Lindungi Mantan Simpatisan HTI

"Selain menjalankan program-program yang sudah menjadi tradisi dan amalan NU selama ini, kami berencana mengajak warga HTI bergabung ke NU untuk bersama-sama mengikuti ajaran Ahlussunnah wal Jamaah," tegas mantan komandan Banser NU ini.

Untuk memperkuat dan menjalankan roda organisasi, pihaknya bersama pengurus Ranting NU Kapuk berencana akan menggelar musyawarah Ranting NU pada 27 Agustus mendatang dengan diawali ziarah Walisongo dan ke makam pendiri NU untuk meminta doa restu menjalankan roda organisasi di DKI Jakarta.

SMA Negeri 1 Slawi

Dalam musyawarah nanti, kata Gus Siroj, pihaknya akan membahas berbagai program dan kegiatan NU Kapuk, serta berencana melakukan peremajaan di 16 anak Ranting NU Kapuk. "Jadi, peremajaan itu harus dilakukan karena penting untuk menghidupkan generasi selanjutnya, kalau organisasi tidak jalan, ya harus diganti," ungkapnya.

SMA Negeri 1 Slawi

Sementara itu, Rais Syuriyah Ranting NU Kapuk Moch Ali dalam taushiyahnya meminta pengurus anak Ranting NU untuk tetap mempertahankan Gus Siroj menjadi Ketua NU. Karena menurutnya, Kelurahan Kapuk membutuhkan tokoh seperti Gus Siroj dalam menjalankan roda organisasi.

"Apalagi, daerah Kapuk banyak orang wahabi-nya, makanya sosok kiai seperti beliau (Gus Siroj) sangat dibutuhkan untuk membentengi NU dari ancaman Islam garis keras, dan ekstrem," ujarnya. (Red Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Sholawat, Khutbah SMA Negeri 1 Slawi

Jumat, 27 Oktober 2017

Sempat Vakum, Pelajar NU Lumbang Kembali Gerak

Probolinggo, SMA Negeri 1 Slawi. Setelah sempat vakum, akhirnya kepengurusan Pimpinan Anak Cabang (PAC) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) kecamatan Lumbang kabupaten Probolinggo periode 2015-2017 terbentuk. Kepengurusan ini pun resmi dilantik di pesantren Zainul Hasan IV desa Boto kecamatan Lumbang, Ahad (1/1).

Sempat Vakum, Pelajar NU Lumbang Kembali Gerak (Sumber Gambar : Nu Online)
Sempat Vakum, Pelajar NU Lumbang Kembali Gerak (Sumber Gambar : Nu Online)

Sempat Vakum, Pelajar NU Lumbang Kembali Gerak

Pelantikan yang dipimpin oleh Ketua IPNU Probolinggo Eko Cahyono ini dihadiri oleh para pengurus IPNU Probolinggo, pengurus IPNU Lumbang, IPNU Kuripan dan seluruh pengurus Pimpinan Ranting IPNU sekecamatan Lumbang.

Dalam kepengurusan ini, Multazam diberi amanah untuk memimpin organisasi pelajar NU di Lumbang dua tahun mendatang. “Alhamdulillah, setelah sempat vakum kepengurusan PAC IPNU Lumbang bisa terbentuk kembali,” kata Eko Cahyono.

SMA Negeri 1 Slawi

Eko berharap pengurus yang baru dilantik ini dapat betul-betul menjalankan roda organisasi sesuai dengan tupoksinya sebaik-baiknya demi memajukan IPNU di Probolinggo.

“Selamat bergabung dan berjuang bersama kami dengan rekan dari kecamatan lain untuk membina watak generasi muda. Kami juga memohon agar para ulama, pejabat serta tokoh masyarakat turut serta mendukung kegiatan kepemudaan,” ungkapnya.

SMA Negeri 1 Slawi

Multazam menyatakan komitmennya untuk menjalankan amanah yang diberikan dengan sebaik-baiknya dan yakin bisa lebih eksis lagi serta lebih maju lagi dari sebelum-sebelumnya.

”Semoga kita terbang dengan ilmunya dan kita berlayar dengan pengalamannya serta kita tercantum sebagai sosok yang berakhlaqul karimah. Mohon doa dan dukungannya supaya kami bisa menjalankan amanah dengan sebaik mungkin,” harapnya. (Syamsul Akbar/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Khutbah, Kajian, Hadits SMA Negeri 1 Slawi

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs SMA Negeri 1 Slawi sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik SMA Negeri 1 Slawi. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan SMA Negeri 1 Slawi dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock