Tampilkan postingan dengan label Pemurnian Aqidah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pemurnian Aqidah. Tampilkan semua postingan

Selasa, 06 Maret 2018

Santri Futuhiyyah Ikrar Antinarkoba dan Gelar Pengobatan Gratis

Demak, NU Online . Ratusan santri Suburan, Mranggen, Demak, menyatakan ikrar antinarkoba, antiminuman keras dan antiajaran yang berbau radikal. Hal itu dilakukan setelah mereka mendapatkan pembinaan dan pengarahan dalam diskusi bertema ”Dampak Negatif Penyalahgunaan Narkoba” di aula pondok pesantren Futuhiyyah. Seharian, para pelajar mendapat pembekalan materi dari Kepala RSI NU Demak dokter Abdul Aziz.

Santri Futuhiyyah Ikrar Antinarkoba dan Gelar Pengobatan Gratis (Sumber Gambar : Nu Online)
Santri Futuhiyyah Ikrar Antinarkoba dan Gelar Pengobatan Gratis (Sumber Gambar : Nu Online)

Santri Futuhiyyah Ikrar Antinarkoba dan Gelar Pengobatan Gratis

Pembicara lainnya yaitu dokter Imam Purwohadi dan Siti Khoirul Umiyati. ”Kami senang mendapat pengarahan secara jelas bahaya penyalahgunaan narkoba, dan ternyata mengerikan,” kata Ahmad salah satu pelajar yang mengikuti acara itu pada kegiatan Kamis (27/10).

Ketua Yayasan Futuhiyyah, KH Said Lafif berpesan agar generasi muda, khususnya pelajar dan alumni Futuhiyyah tidak mencicipi dan coba-coba narkoba, minuman keras dan obat-obatan lain yang bersifat adiktif.

SMA Negeri 1 Slawi

Pengobatan Gratis

SMA Negeri 1 Slawi

”Obat-obatan itu semuanya mengakibatkan ketergantungan atau kecanduan. Maka, jangan sampai santri atau pelajar Futuhiyyah mencobanya,” kata Ustadz Lafif.

Ketua Panitia Expo 115 Tahun Futuhiyyah, Faizurrohman Hanif menjelaskan, rangkaian kegiatan penyuluhan antinarkoba, pengobatan gratis dan khitan massal merupakan kerja sama RSI NU Demak dengan Pesantren Futuhiyyah dalam rangka Expo Futuhiyyah Refleksi 115 tahun Kiprah Untuk Bangsa.

”Kebetulan Kepala RSI NU Demak juga alumnus Futuhiyyah,” katanya sambil tertawa.

Khusus untuk Pengobatan gratis dan khitanan massal, Abdul Aziz menjelaskan, pihaknya mengerahkan tim beranggotakan 30 orang dilengkapi dua apoteker dan tujuh petugas medis dan perawat. Masyarakat di sekitar Kampung Suburan Mranggen tak menyianyiakan kesempatan itu. Mereka ramai-ramai mendatangi tempat pengobatan gratis yang ditempatkan tepat di halaman pondok pesantren tersebut.

Terjadi antrean panjang para pengunjung yang ingin berobat secara gratis. Adapun, khitanan massal diikuti 42 anak. Selain memberikan pengobatan gratis, tim RSI NU Demak juga menyampaikan penyuluhan dan konsultasi kesehatan.

”Mereka diajari bagaimana hidup sehat,” kata Aziz. (Ben Zabidy/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Syariah, Pemurnian Aqidah, IMNU SMA Negeri 1 Slawi

Minggu, 18 Februari 2018

Mengapa KH Wahab Chasbullah Layak Pahlawan Nasional (2)

Oleh Ahmad Baso

Setelah Resolusi Jihad dicetuskan, Kiai Wahab Chasbullah kemudian bergerak di lapangan. Itu ditunjukkan dari peran beliau sebagai komandan Barisan Kiai. Barisan Kiai tidak popular di kalangan kaum pergerakan merebut kemerdekaan. Tidak seperti Laskar Hisbullah pimpinan KH Zainul Arifin yang bermarkas di Malang atau Laskar Sabilillah di bawah komando KH Masykur.?

Peran sentral laskar kiai khos ini dikutip dari KH Saifuddin Zuhri di atas, sudah muncul sejak masa pendudukan Jepang. Pasca Resolusi Jihad, misinya kemudian lebih mengental untuk tujuan-tujuan khusus perjuangan mempertahankan kemerdekaan bangsa kita.

Mengapa KH Wahab Chasbullah Layak Pahlawan Nasional (2) (Sumber Gambar : Nu Online)
Mengapa KH Wahab Chasbullah Layak Pahlawan Nasional (2) (Sumber Gambar : Nu Online)

Mengapa KH Wahab Chasbullah Layak Pahlawan Nasional (2)

Apa itu Barisan Kiai dan Apa Peran Kiai Wahab?

SMA Negeri 1 Slawi

Dalam buku-buku sejarah resmi, apalagi yang diajarkan kepada anak-anak sekolah, nama Barisan Kiai tidak muncul. Sebutan ini dimunculkan eprt kali oleh seorang santri Kiai Wahab, yang juga aktif dalam pergerakan nasional, KH Saifuddin Zuhri. Dalam buku yang terbit setahun setelah Kiai Wahab wafat, KH Saifuddin Zuhri menulis “Di samping ada ‘Tentara Pembela Tanah-Air’, juga tersusun Laskar HIZBULLAH di bawah pimpinan Almarhum Zainul Arifin, Laskar SABILILLAH di bawah pimpinan Kiai Haji Masjkur, dan BARISAN KIAI dipimpin sendiri oleh Kiai Wahab.”?

Mengungkap peran Kiai Wahab sebagai komandan Barisan Kiai di era Revolusi Kemerdekaan tahun 1945-1949 memang amat susah. Karena Kiai Wahab sendiri menutupi keberadaan laskar kiai-kiai khos ini. Dan hanya orang-orang tertentu saja yang tahu.?

SMA Negeri 1 Slawi

Kalau peran Kiai Wahab ini bisa terungkap, sudah selayaknya beliau dapat penghargaan anugerah pahlawan nasional untuk tahun ini. Karena dengan barisan ini, perjuangan kemerdekaan di kalangan rakyat benar-benar menjadi dinamit yang mengekalkan semangat heroik dan daya juang rakyat kita di lapangan dalam berperang melawan penjajah.

Di antara sedikit orang yang tahu tentang Barisan Kiai itu, setidaknya dan tiga sumber yang bisa saya tunjukkan di sini:

Pertama, sumber yang ditulis oleh murid beliau sendiri, KH Saifuddin Zuhri. Pernah menjabat sebagai Menteri Agama di era Sukarno, KH Saifuddin Zuhri menulis tiga buku yang mengangkat kiprah Kiai Wahab selama Perang Kemerdekaan. Ketiga buku ini sudah sering saya kutip di atas.

Dalam buku ini Kiai wahab disebut sebagai komandan Barisan Kiai pusat.

Kedua, penuturan para informan pelaku sejarah yang pernah bergabung dalam Kesatuan Laskar Hizbullah Surakarta. Pengalaman mereka sudah dibukukan dengan judul Hizbullah Surakarta (UMS Karanganyar, 1992).?

Dalam buku ini disebut struktur pimpinan Barisan Kiai dan naman-nama kiainya. Karena ini kasusnya Hizbullah Surakarta, maka yang disebut di sana adalah Barisan Kiai Jawa Tengah pimpinan Kiai Ma’ruf; dan Barisan Kiai Surakarta pimpinan Kiai Abdurrahman. Barisan Kiai Sragen dipimpin Kiai Haji Bolkin, KH Muslim, Kiai Ridwan, Kiai Sujak dan Kiai Djarkasi.

Disebut juga: “Semula Sabilillah merupakan laskarnya Barisan Kiai. Tetapi para kiai menyadari, akhirnya Sabilillah yang ditampilkan.”?

Ketiga, penuturan seorang informan bernama Tamsiri Hadi Supriyanto, mantan komandan Hizbullah di wilayah Surakarta, yang kemudian ditulis oleh Tashadi dalam satu artikelnya berjudul “Hizbullah-Sabilillah Divisi Sunan Bonang dalam Revolusi Kemerdekaan: Lahir dan Pertumbuhannnya”.?

Dari sumber terakhir ini, kita temukan satu karakter Barisan Kiai. Tidak mendapat gaji, tidak mendapat jabatan tertentu, keiktu sertaan mereka dalam perjuangan kemerdekaan didasarkan pada keikhlasan dan semangat mempertahankan negara dan agama.

“Penasehat Laskar Hizbullah-Sabilillah adalah para ulama atau kiai yang memiliki peran dalam pembinaan mental dan ideologi, tetapi kadang-kadang mereka juga ikut berjuang di medan perang. Gabungan para ulama atau kiai dalam laskar Hizbullah-Sabilillah diberi nama Barisan Kiai”.?

Barisan Kiai tidak kalah gigihnya dengan ketiga lasykar di atas, dan langsung di bawah pimpinan Kiai Wahab Chasbullah sendiri. Keberadaan Barisan Kiai ini memang sangat dirahasiakan, karena anggotanya terdiri dari para kiai sepuh, yang memang tidak pernah muncul dipermukaan. Bahkan di antaranya sudah tua renta, yang berjalan dan melihatpun pun sudah tidak mamapu. Namun demikian, mereka tokoh yang disegani.

Kelahiran Barisan Kiai ini tidak diketahui persis, karena ia merupakan komitmen para kiai sejak lama dan ‘khas’. Tapi, Jepang mengetahui pergerakan mereka. Dan tak lama mereka menangkap serta memenjarakan tokoh-tokoh kunci, seperti Hadrotusy Syekh KH Hasyim Asy’ari, KH Machfudz Siddiq. Dan ternyata, para kiai yang ditangkapi tidak hanya di Jombang dan Surabaya, tapi juga di Wonosobo, Banyumas, Magelang. Sikap Jepang yang keras membuat Kiai Wahab Chasbullah, keliling Jawa, selama empat bulan, guna membela para koleganya yang dipenjara.

Disebutkan dalam buku ketiga di atas, Ketua Barisan Kiai Jawa Tengah KH Ma’ruf, Barisan Kiai Solo dipimpin KH Abdurrahman yang usianya sudah sangat uzur, Barisan Kiai Sragen dipimpin KH Bulkin. Para kiai itu menjadi pembimbing kapan musuh datang dan harus menyerang. Dan para kiai pula yang tergabung dalam Barisan Kiai yang memberi doktri bela negara-bela agama di kalangan para anggota laskar perjuangan. Dan itu semua berkat perjuangan al-maghfur-lah Kiai Wahab Chasbullah.?

Ahmad Baso, Wakil Ketua Pengurus Pusat Lakpesdam NU, penulis Agama NU untuk NKRI, Pesantren Studies, NU Studies, dan banyak buku lainnya. Artikel ini disampaikan dalam Seminar Nasional “KH. Abdul Wahab Chasbullah dalam Politik, Keagamaan dan Transformasi Sosial Masyarakat Indonesia: Usulan Bagi Pengangkatan Pahlawan Nasional”, yang diselenggarakan oleh Pusat Kajian Sosial Politik FISIP Universitas Nasional, Kamis, 24 April 2014, di Jakarta.?

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Khutbah, Pendidikan, Pemurnian Aqidah SMA Negeri 1 Slawi

Jumat, 16 Februari 2018

Santri Kota Reog Pastikan Tempat Semifinal di Liga Santri Nusantara

Bandung, SMA Negeri 1 Slawi

Alhusaeni yang berasal dari Kabupaten Bandung sebenarnya lebih akrab dengan Stadion Siliwangi tempat laga digelar. Tapi kenyataannya tetabuhan dan nyanyian suporter tim asal Kota Reog Ponorogo, Darul Huda, yang memenuhi seisi stadion hampir sepanjang pertandingan.

Santri Kota Reog Pastikan Tempat Semifinal di Liga Santri Nusantara (Sumber Gambar : Nu Online)
Santri Kota Reog Pastikan Tempat Semifinal di Liga Santri Nusantara (Sumber Gambar : Nu Online)

Santri Kota Reog Pastikan Tempat Semifinal di Liga Santri Nusantara

Namun di lapangan kesebelasan Alhusaeni memulai pertandingan lebih tenang. Beberapa kali serangan kedua sayap mereka memaksa lawan melakukan pelanggaran. Di saat kehilangan bola, disiplin penempatan posisi tim berseragam hijau putih ini pun memudahkan mereka melakukan pressing kepada lawan.

Babak pertama baru mulai beberapa menit, tim tuan rumah membuka peluang bagus lewat sontekan Al-Ikhsan yang menerima operan tendangan bebas Divie dari sisi kiri pertahanan Darul Huda. Tapi kiper Darul Huda Humaidi bergerak dengan cepat menepis bola yang mengarah sisi kanan gawangnya.

SMA Negeri 1 Slawi

Alhusaeni kembali mendapatkan peluang pada menit 17 ketika Al-Ikhsan berhasil mencuri bola lawan dan melakukan solo run di sayap kiri. Tapi Ardi yang kurang tenang saat menyambut crossing Al-Ikhsan hanya melihat tendangan pelannya diamankan kiper lawan.

SMA Negeri 1 Slawi

Darul Huda yang banyak mendapat tekanan hanya sesekali membalas secara sporadis, mengandalkan kecepatan dan kemampuan membaca ruang dari Wiranto yang kerap melebar ke sisi kiri.

Jelang akhir babak pertama sekelompok pendukung Alhusaeni memasuki stadion dan mulai berkompetisi adu keriuhan dengan pendukung tim lawan, membuat suasana tambah meriah. Mereka menyaksikan gol Alhusaeni dianulir wasit lantaran offside. Babak pertama yang cukup sengit berakhir tanpa gol.

Persaingan adu riuh kedua kelompok pendukung mendahului dimulainya babak kedua. Ketika bola mulai bergulir, tim Darul Huda langsung menunjukkan determinasi yang lebih baik ketimbang di babak pertama.

Wiranto sempat membuat kerepotan lini belakang Alhusaeni ketika melakukan akselerasi di derah berbahaya. Tapi pemain belakang lawan berhasil mengisolasi, membuatnya sulit mengoper kepada rekan.

Alhusaeni ganti memberikan sinyal bahaya buat Darul Huda ketika sebuah umpan terobosan membuat Al-ikhsan menembus pertahanan Darul Huda. Tapi tendangan kaki kirinya tak akurat mengarah gawang. Pemain bernomor 88 tersebut kembali menunjukkan kemampuan ketika melakukan kombinasi operan 1-2 dengan Bayu. Tapi kiper Humaidi sigap merebut bola.

Wiranto yang sejak babak kedua lebih melebar ke sisi kanan, menunjukkan kelasnya untuk mengubah skor pertandingan menjadi 1-0 dan menyulut keriuhan di tribun pendukungnya. Gol bermula dari akselerasi pemain nomor 7 ini yang dengan gesit mengejar umpan terobosan di kotak penalti lawan. Dengan satu sentuhan ia mengirim bola melewati jangkauan kiper Alhusaeni.

Gol di laga yang ketat seperti membakar semangat para pemain Darul Huda untuk mengambil alih dominasi laga. Wiranto kembali mendapatkan peluang berbahaya ketika berhasil melewati dua pemain lawan. Tapi tendangannya melenceng di sisi kanan gawang.

Memasuki paruh akhir babak kedua, Darul Huda menurunkan garis pertahanan untuk mengamankan keunggulan. Sesekali mereka melakukan serangan balik mengandalkan Wiranto.

Meski mengembalikan dominasi, Alhusaeni kesulitan memproduksi peluang berkualitas dan gagal membalas gol lawan sampai laga usai.

Meski kecewa dan timnya tidak memenuhi target, pelatih Alhusaeni Arif Herawan mengaku kehebatan tim lawan. Ia mengatakan para pemainnya sudah berusaha maksimal dan lebih banyak mendominasi laga. Tapi kenyataannya lawan bisa mencuri gol.

Sementara pelatih Darul Huda Agus Susanto mengatakan bahwa di laga ini para pemainnya memang lebih banyak diinstruksikan mengandalkan serangan balik. Hal ini menimbang faktor kelelahan akibat jadwal yang padat, serta kondisi lapangan yang kurang ideal.

Di laga 16 Besar lain yang bertempat di Lapangan Progresif, tim Kebumen Alkahfi mengalahkan Manbaul Hikmah asal Kendal, dengan skor 1-0. (Ahmad Makki/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Pemurnian Aqidah, Jadwal Kajian SMA Negeri 1 Slawi

Senin, 12 Februari 2018

Wayang Wolak-walik, Satu Layar Dua Dalang

Jakarta, SMA Negeri 1 Slawi

Semula saya mengira, wayang wolak-walik adalah karena cerita yang ditampilkan menggambarkan suasana ‘wolak-waliking’ zaman. Sempat pula saya menduga mungkin yang dimaksud wayang wolak-walik adalah selama pertunjukan, wayang-wayang akan sering dibuat berloncat-loncatan, sehingga bagian kepala wayang akan diletakkan di bawah, dan sesekali kakinya berada di atas.

Wayang Wolak-walik, Satu Layar Dua Dalang (Sumber Gambar : Nu Online)
Wayang Wolak-walik, Satu Layar Dua Dalang (Sumber Gambar : Nu Online)

Wayang Wolak-walik, Satu Layar Dua Dalang

Namun, dua perkiraan itu keliru. Dinamakan wayang wolak-walik ternyata adalah karena satu kelir—layar sebagai media tempat wayang dipertunjukkan—dipakai oleh dua dalang.

Soal pencahayaan, pada kedua bagian layar itu tetap terkena cahaya lampu menyesuaikan bagian layar yang mana yang sedang dijadikan area berkisah.

SMA Negeri 1 Slawi

Selain keunikan tadi, karena dimainkan dua dalang secara bergantian, mereka pun membawakan cerita yang seakan-akan berbeda, namun sebenarnya berhubungan.

SMA Negeri 1 Slawi

Pun soal cerita dan para tokoh. Bila pada pertunjukan wayang purwa membawakan kisah Ramayana dan Mahabarata, wayang wolak-walik tidak ada tokoh baku yang ditampilkan. Tokoh bisa lebih kekinian, menyesuaikan kondisi atau tren saat ini.

Pada peringatan harlah NU di Gedung PBNU, akhir Januari lalu, misalnya, Dalang Azis dan Dalang Jumali, membawakan cerita seorang anak kecil yang di kampungnya terkena banjir. Anak kecil itu lalu meminta pertolongan kepada kiai.

Tetapi yang ada saat itu bukanlah kiai. Anak itu tidak mau menerima pertolongan orang lain. Sampai sang anak mengalami kesusahan dan tenggelam terbawa arus banjir. Padahal orang lain yang menolong itu, datang atas permintaan sang kiai.

Cerita tersebut membawa makna bahwa cara Tuhan untuk menolong sangat banyak. Kita dituntut berhati-hati untuk dapat menemukan kekuatan ilahi. Cerita juga menyimpan pelajaran bahwa keyakinan harus kita jaga, jangan mudah tergoyahkan. Apa yang menjadi tujuan harus kita pegang.

Lik Jum dan Ki Azis menampilkan cerita itu dengan gaya yang cair. Sesekali mereka memasukkan ungkapan ‘Om tolelot om’, ‘update status Facebook’, dan ‘buka pesan WathsApp’.

Kedua dalang memang membebaskan cerita, tidak ada aturan baku seperti misalnya dalam wayang purwa. Namun begitu, ada hal-hal yang pantas untuk direnungkan dari ungkapan-ungkapan yang mereka lontarkan.

Karenanya, dalam menyiapkan cerita kedua dalang menyesuaikan dengan momentum atau karakteristik tempat dan pihak yang mementaskan. Termasuk pada malam itu, kedua dalang membawakan semangat Islam Nusantara.

Musik pada pertunjukan wayang wolak-walik, juga berbeda dengan wayang purwa. Gola, pemain musik yang malam itu mengiringi kedua dalang, menerapkan konsep musik harus sama dengan isi cerita.

Ilustrasi musik, menurut Gola, berangkat dari logika bukan untuk ‘membagus-baguskan’, namun agar selaras dengan cerita. Bebunyian yang terbatas, membawa kondisi dan suasana jiwa yang diperankan wayang. (Kendi Setiawan/Abdullah Alawi)

?

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Makam, Quote, Pemurnian Aqidah SMA Negeri 1 Slawi

Rabu, 07 Februari 2018

STAINU-Forluni UI Siapkan Santri Masuk PTN

Jakarta, SMA Negeri 1 Slawi. Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Ulama (STAINU) Jakarta menyiapkan kegiatan Pesantren Kilat (Sanlat) Sukses Masuk Perguruan Tinggi Negeri (PTN) 2013.

Kegiatan akan dilaksanakan pada pertengahan Mei hingga Juni 2013 mendatang, tidak lama setelah Ujian Nasional (UN) selesai.

STAINU-Forluni UI Siapkan Santri Masuk PTN (Sumber Gambar : Nu Online)
STAINU-Forluni UI Siapkan Santri Masuk PTN (Sumber Gambar : Nu Online)

STAINU-Forluni UI Siapkan Santri Masuk PTN

Kegiatan ini diselenggarakan oleh mahasiswa atas izin Lembaga Penelitian Pengembangan dan Pengabdian Masyarakat (LP3M) STAINU Jakarta yang bekerja sama dengan Forum Silaturahim Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia - Universitas Indonesia (Forluni PMII UI).

Sanlat diawali dengan seleksi melalui try out SBMPTN sejak gelombang I pada 4 November 2012 lalu di Pesantren Ekonomi Darul Uchwah, Kedoya – Jakarta Barat dan diikuti tidak kurang dari 90 siswa dari beberapa sekolah yang diundang se-Jakarta Barat serta difasilitatori oleh KH Marsudi Syuhud (Sekretaris Jendral PBNU).

SMA Negeri 1 Slawi

Kegiatan bimbingan belajar melalui Sanlat diharapkan dapat menarik perhatian bagi kalangan siswa-siswi yang ingin melanjutkan pendidikannya ke perguruan tinggi negeri, meskipun kuota tes tulis SBMPTN tahun ini oleh pemerintah dicanangkan hanya 30%, 50% melalui undangan (hasil raport) dan 20% adalah tes tulis di masing-masing perguruan tinggi.

Kendati pun demikian, karena besarnya minat pelajar untuk mengikuti kegiatan ini, maka try out/seleksi kembali digelar pada Ahad, 17 Maret 2013 mendatang (gelombang II) dan diprediksikan akan diikuti tidak kurang dari 80 pelajar SMA/sederajat.

SMA Negeri 1 Slawi

Bahkan tak hanya yang berasal dari Ibukota, panitia “Gebyar Try Out SBMPTN 2013” menyatakan bahwa ada beberapa siswa dari luar DKI Jakarta seperti Cirebon dan Bekasi, meskipun dalam pekan ini seluruh lembaga pendidikan tingkat SMA/sederajat sedang menyelenggarakan Ujian Akhir Sekolah untuk kelas XII.

Menurut pihak panitia, para siswa nampaknya antusias dan sangat berminat untuk mengikuti program Sanlat Sukses Masuk PTN 2013 yang akan diselenggarakan secara intensif dan tidak dipungut biaya ini sehingga mendorong mereka untuk tetap mengikuti try out sebagai syarat untuk resmi menjadi peserta apabila lulus dengan kualifikasi nilai yang cukup.

Alfany (Ketua Forluni PMII UI) memberikan dukungan dan pihaknya akan memfasilitasi soal ujian/try out tersebut melalui sebuah lembaga bimbingan dan konseling, Makara Insani. Selain itu, progres persiapan kegiatan ini terus dilakukan oleh panitia dan terus melakukan komunikasi terhadap pihak sekolah-sekolah yang diundang untuk mengikutsertakan siswa-siswinya atau pun melalui alumni.

Redaktur ? ? : A. Khoirul Anam

Kontributor: Maja Sutedjo

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Pahlawan, Pemurnian Aqidah, Kyai SMA Negeri 1 Slawi

Senin, 05 Februari 2018

JQHNU Sumedang Rutin Gelar Semaan Al-Qur’an

Sumedang, SMA Negeri 1 Slawi

Pimpinan Cabang Jamiyyatul Qurra wal Hufadz (JQH) Nahdlatul Ulama Kabupaten Sumedang, Jumat (2/12), mengadakan kegiatan Semaan Al-Quran di aula PCNU setempat, Sumedang, Jawa Barat. Kegiatan tersebut digagas dalam rangka mendoakan keselamatan bangsa dan negara Indonesia.

Semua pengurus PC JQH NU Sumedang yang mayoritas para hafidz dan hafidzah diberikan kesempatan untuk membaca Al-Quran secara dihafal. Sementara yang lain menyimak atau mendengarkan dengan seksama lafal yang dibaca. Ketua PCNU Sumedang H Sadulloh yang merupakan penghafal Al-Qur’an juga ikut bagian dalam semaan ini.

JQHNU Sumedang Rutin Gelar Semaan Al-Qur’an (Sumber Gambar : Nu Online)
JQHNU Sumedang Rutin Gelar Semaan Al-Qur’an (Sumber Gambar : Nu Online)

JQHNU Sumedang Rutin Gelar Semaan Al-Qur’an

Ketua PC JQH NU Kabupaten Sumedang Ahmad Jauharudin mengatakan, kegiatan ini merupakan agenda bulanan pengurus. Biasanya yang hadir hanya pengus JQH, tapi untuk bulan ini sengaja mengundang seluruh pengurus PCNU, badan otonom NU, dan lembaga NU yang ada di Sumedang. Selain syukuran aula baru PCNU, tambahnya, juga ikut mendoakan keselamatan bangsa dan negara Indonesia.

SMA Negeri 1 Slawi

Ketua PCNU Sumedang H Sadulloh di sela-sela acara mengatakan bahwa Al-Quran adalah obat yang paling mujarab untuk mengobati manusia yang tersiksa hati nuraninya. Selain itu Al-Quran bisa memperbaiki kerusakan akhlak dan moral manusia. Siapa pun yang mau mengikuti petunjuk Allah yang disampaikan-Nya melalui Al-Quran, hidupnya tidak akan sesat dan celaka.

Al-Quran sangatlah istimewa, tutur H Sadulloh. Dengan keistimewaanya, Al-Quran mampu memecahkan problem-problem kemanusiaan dalam berbagai segi kehidupan, baik rohani, jasmani, sosial, ekonomi, maupun politik dengan pemecahan yang bijaksana. Pada setiap problem itu, Al-Quran meletakan sentuhannya yang mujarab dengan dasar-dasar umum yang dapat dijadikan landasan untuk langkah-langkah manusia di setiap zaman.

SMA Negeri 1 Slawi

Dengan demikian, kaum Muslimin dengan Al-Qurannya harus mampu membangun obor di tengah-tengah gelapnya sistem-sistem dan prinsip-prinsip lain di luar Al-Quran. Kaum Muslimin dengan Al-Qurannya harus membimbing manusia yang kebingungan, sehingga terbimbing ke pantai keselamatan, tutup H Sadulloh. (Ayi Abdul Kohar/Mahbib)

?


Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Pemurnian Aqidah, Ulama, Kyai SMA Negeri 1 Slawi

Kamis, 01 Februari 2018

Kang Said: Islam Membela Non Muslim

Jakarta, SMA Negeri 1 Slawi. Bukti bahwa Islam sangat menghormati dan melindungi non Muslim banyak terekam dalam al Quran. Banyak kisah-kisah non Muslim yang justru ada dalam al Quran dan tidak tersebut di kitab suci mereka. Demikian penjelasan Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj dalam Refleksi Awal Tahun PBNU, Selasa, 4 Desember 2011.

"Ketika terjadi Perang antara Romawi (Katolik) melawan Persia (Majusi) Rasulullah berharap Romawi menang, namun nyatanya Romawi kalah dan turunlah surat ar Rum yang menghibur. Dan ini diabadikan dalam al Quran," kata pria yang akrab disapa Kang Said ini.

Kang Said: Islam Membela Non Muslim (Sumber Gambar : Nu Online)
Kang Said: Islam Membela Non Muslim (Sumber Gambar : Nu Online)

Kang Said: Islam Membela Non Muslim

Dalam surat ar Rum disebutkan bahwa tidak lama lagi Romawi akan segera menang dan di saat itulah kaum Mumin harus ikut bergembira menyambut kemenangan Romawi.

SMA Negeri 1 Slawi

Kang Said bercerita, suatu saat Rasulullah menerima hadiah dari Gubernur Mesir, yakni Mariah yang kemudian menjadi istri Rasulullah. Mariah adalah seorang wanita yang beragama Ortodok Koptik. Rasulullah berkata kepada Khalifah Umar, "Nanti Mesir akan berjaya melalui tanganmu (kekuasaanmu), saya titipkan keluarga Mariah kepadamu."

SMA Negeri 1 Slawi

Kang Said menjelaskan bahwa Rasulullah menitipkan keluarga Mariah adalah untuk menjaga agama Mariah sebelumnya yakni Ortodok Koptik. "Dan akhirnya terbukti, ketika Perang Salib, tidak satupun orang Ortodok Koptik yang diserang. Dan hingga saat ini Ortodok Koptik tetap eksis di Alexandria," jelas Kang Said.

Kisah pembantaian Nasrani Najran diabadikan oleh al Quran dalam surah al Buruj. Saat itu Raja Dzu Nuwas dengan kejam membantai Nasrani Najran dan kemudian dimasukkan dalam lubang dan dibakar hidup-hidup. "Kisah ini terekam jelas dalam al Quran yang justru tidak disebutkan oleh Injil," jelas Kang Said.

"Jadi jangan dikira bahwa dalam kisah itu adalah cerita orang Islam, itu adalah kisah Nasrani Najran," tegas pria yang akrab disapa Kang Said ini.

Korban yang terbunuh akibat kekejaman Dzu Nuwas ini hanya memiliki satu kesalahan, yakni beriman kepada Allah.

Cerita lain tentang pembelaan Islam terhadap non Muslim juga terjadi pada saat Khalifah Umar menerima kunci dan berkunjung ke gereja di Palestina. Saat itu masuk waktu ashar dan Khalifah Umar ingin bergegas melaksanakan salat. Kemudian Sofrinus, yang menyerahkan kunci, memersilakan Umar untuk salat di dalam gereja, namun Umar menolaknya.

Lalu Kang Said menjelaskan alasan penolakan Umar, "Khalifah Umar menolak bukan karena salat di dalam gereja. Namun beliau takut jika suatu saat nanti gereja tersebut akan direbut kaum Muslimin dengan alasan beliau pernah salat di sana."

Kisah-kisah perlindungan Islam terhadap non Muslim ini, menurut Kang Said, harus bisa dijadikan contoh teladan bagi kaum Muslimin agar tidak melakukan tindakan semena-mena terhadap non Muslim. (bil)Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Pemurnian Aqidah SMA Negeri 1 Slawi

Selasa, 30 Januari 2018

Mushaf Fami Bisyauqin di Masjid Agung Solo

Solo, SMA Negeri 1 Slawi. Perpustakaan Masjid Agung Solo menyimpan sejumlah kitab. Kitab-kitab itu ada yang dibuat pada tahun 1800-an sampai tahun 1960-an. Beberapa kitab, ditulis tangan langsung para ulama dan kiai pendiri masjid tersebut.

Mushaf Fami Bisyauqin di Masjid Agung Solo (Sumber Gambar : Nu Online)
Mushaf Fami Bisyauqin di Masjid Agung Solo (Sumber Gambar : Nu Online)

Mushaf Fami Bisyauqin di Masjid Agung Solo

Sekretaris Takmir Masjid Agung Solo, Abdul Basyid mengatakan, ada sejumlah kitab yang pada umumnya bertuliskan Arab tanpa harokat (arab gundul), antara lain berupa kitab Ihya Ulumuddin, kumpulan hadis-hadis nabi, dan Al-Quran kuno.

Di masjid itu, terdapat Mushaf Al-Qur’an FamÄ« Bisyauqin. FamÄ« Bisyauqin yang berarti “mulutku dalam kerinduan” ini merupakan koleksi perpustakaan wakaf Sri Susuhunan Paku Buwono X pada tahun 1857. Mushaf ini berasal dari Sayyid Ibrahim Abdullah al-Jufri. Adapun tahun pembuatan dan penulisnya tidak diketahui secara pasti.

SMA Negeri 1 Slawi

Mushaf Al-Qur’an kuno FamÄ« Bisyauqin ini terdiri dari tujuh jilid. Penentuan masing-masing jilid mengikuti tujuh manzil (batas berhenti dan memulai bacaan) dalam membaca Al-Qur’an. Dalam tradisi membaca Al-Qur’an, metode tujuh manzil sangat populer, yaitu membaca dan mengkhatamkan Al-Qur’an dalam tujuh hari. Dimulai pada hari Jum’at dan khatam pada hari Kamis.

Dari tujuh jilid, saat ini yang masih tersimpan di Perpustakaan Masjid Agung Surakarta hanya lima jilid, sementara dua jilid yang lain tidak ditemukan, yaitu jilid 3 dan 7. Iluminasi yang terdapat dalam mushaf ini hanya terdapat pada halaman Surah al-Fatihah dan awal Surah Al-Baqarah. Motifnya adalah bunga, dengan dominasi warna merah, biru, hijau, dan emas, dengan bingkai garis hitam.

SMA Negeri 1 Slawi

Al-Qur’an ini dijilid dengan kulit. Ukurannya, panjang 31,8 cm. dan lebar 19,6 cm. Area tulisan, panjang 19,6 cm. dan lebar 11,7 cm. Ketebalan setiap jilid rata-rata 2,5 cm. Satu halaman mushaf berisi 13 baris tulisan, kecuali pada awal setiap jilid yang hanya berisi sembilan baris, dan pada halaman akhir dengan menyesuaikan pada sisa ayat yang tersisa. Al-Qur’an ini ditulis dengan menggunakan tinta Cina.

Sistem penulisan pada mushaf ini menggunakan rasm imla’i, yaitu sistem penulisan huruf Arab dengan mengacu pada kaidah-kaidah penulisan bahasa Arab, kecuali pada lafal-lafal tertentu yang masih tetap merujuk pada sistem rasm usmani. Penomoran ayat ditandai dengan tanda bulat berwarna merah dengan titik di tengah tanpa disertai nomor urut ayat.

Al-Qur’an FamÄ« Bisyauqin ini memuat tiga macam qiraat, yaitu qiraat riwayat Imam Qalun dari Imam Nafi’, qiraat Imam ad-Duri dari Imam Abu ‘Amr, dan qiraat riwayat Imam Hafs dari Imam ‘Asim. Tulisan ayat utama dalam Al-Qur’an ini berdasarkan riwayat Qalun dari Imam Nafi’. Sementara untuk kedua qiraat lainnya, ditulis dipinggir halaman dengan tinta merah untuk qiraat Imam ad-Duri dari Imam Abu ‘Amr, dan tinta hijau untuk qiraat Imam Hafs dari Imam ‘Asim.

Redaktur      : Abdullah Alawi

Kontributor  : Ajie Najmuddin

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Kajian, Pemurnian Aqidah SMA Negeri 1 Slawi

Senin, 22 Januari 2018

Nusron Wahid: GP Ansor Harus Ngaji, Ngader, dan Kerja

Wonosobo, SMA Negeri 1 Slawi. Ketua Umum Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Ansor H. Nusron Wahid mengajak kader Ansor untuk selalu belajar ilmu agama, mencetak dan melakukan kaderisasi, serta meningkatkan etos kerja yang tinggi.

Nusron Wahid: GP Ansor Harus Ngaji, Ngader, dan Kerja (Sumber Gambar : Nu Online)
Nusron Wahid: GP Ansor Harus Ngaji, Ngader, dan Kerja (Sumber Gambar : Nu Online)

Nusron Wahid: GP Ansor Harus Ngaji, Ngader, dan Kerja

"Sebagai kader Ansor harus ngaji, ngader dan kerja supaya bisa memberi kemanfaatan bagi masyarakat,"katanya di depan peserta Konferensi Wilayah (Konferwil Gerakan Pemuda Ansor Jawa Tengah di Universitas sain Ilmu Quran (UNSIQ), Sabtu (17/5).

Ia menjelaskan, bukti adanya semangat mengaji di kalangan Ansor harus ditunjukkan melalu gerakan program sholawatan bersama kiai, ulama maupun habaib. Setiap Pimpinan Cabang dan Pimpinan Anak Cabang (PAC) harus mendirikan sebuah jamiyah Rijalul Ansor untuk mensyiarkan dan menjaga tradisi ajaran Aswaja.

SMA Negeri 1 Slawi

"Setidaknya Ansor nanti bisa menyaingi Muslimat yang selama ini banyak mengadakan pengajian di ranting-ranting. Sekaran harus ada pengajian atau jam’iyah bernama “ansoran” tidak hanya “muslimatan”,"ujar Nusron bersemangat

Begitu pula, kaderisasi di lingkungan Ansor supaya berjalan berkisinambungan. Ia meminta semua PC atau PAC mampu menyelenggarakan pengkaderan semacam Pendidikan Kader Dasar (PKD).

SMA Negeri 1 Slawi

"Mengenai kerja, kader Ansor mampu membangun sisi ekonomi. Seperti mendirikan Baitul Mal wa Tamwil (BMT) pada setiap PAC/PC," terangnya.

Konferwil yang dibuka Gubernur Jateng Ganjar Pranowo ini diikuti peserta 266 PAC dan 29 PC. Konferensi ini berlangsung singkat, hanya menetapkan hasil materi yang sudah dibahas sebelumnya dalam Rakerwil 10-11 Mei lalu di Kantor PWNU Jl Drs Cipto Semarang.

Kemudia Konferwil juga hanya memilih ketua baru PW GP Ansor periode 2014-2018. Pada sidang pemilihan yang dipimpin PP Ansor menetapkan Ikhawanudin menjadi ketua baru menggantikan ketua lama Jabir Al Faruqi. (Qomarul Adib/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Pemurnian Aqidah, Halaqoh, Nahdlatul SMA Negeri 1 Slawi

Minggu, 21 Januari 2018

BMT NU dan Wakil Ketua DPRD Jombang Jalin Kemitraan

Jombang, SMA Negeri 1 Slawi

Wakil DPRD Kabupaten Jombang Subaidi Mukhtar dan Baitul Mal Wat Tamwil Nahdlatul Ulama (BMT NU) Pusat Jombang menjalin kerja sama dalam mengembangkan ekonomi masyarakat setempat.

BMT NU dan Wakil Ketua DPRD Jombang Jalin Kemitraan (Sumber Gambar : Nu Online)
BMT NU dan Wakil Ketua DPRD Jombang Jalin Kemitraan (Sumber Gambar : Nu Online)

BMT NU dan Wakil Ketua DPRD Jombang Jalin Kemitraan

Kerja sama itu ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Wakil Ketua DPRD Jombang dan Ketua BMT NU pusat Jombang, Khairul Anam di aula kantor Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Jombang, Sabtu (10/9/2016) pagi.

Prosesi penandatanganan disaksikan oleh Ketua Tanfidziyah PCNU KH Isrofil Amar, Sekretaris BMT NU Pusat M Muchlis Irawan, serta beberapa tokoh NU yang lain. MoU itu menyepakati kerja sama pengadaan sarana dan prasarana serta pelatihan staf untuk cabang baru BMT NU di Jombang.

SMA Negeri 1 Slawi

Subaidi menyampaikan, dorongan dari berbagai pihak untuk kekuatan ekonomi, khususnya warga Nahdliyin saat ini sangat dibutuhkan. Pasalnya, persoalan ekonomi di lingkungan masyarakat saat ini sangat krusial, hingga menjadi salah satu objek prioritas perbankkan asing untuk mengoordinir keuangan masyarakat di berbagai daerah.

"Hari ini ada tantangan yang luar biasa, khususnya perihal ekonomi. Di Jombang ini sudah berkembang bank punya Malaysia. Kalau bank-bank itu sudah masuk di beberapa daerah, sedangkan kita tidak juga memperkuat ekonomi kita, maka kita tidak punya kuasa untuk mengendalikan uang masyarakat kita sendiri," ujarnya.

SMA Negeri 1 Slawi

Kondisi demikian seharusnya sudah menjadi perhatian serius bagi Nahdliyin dalam merumuskan berbagai solusi untuk kesejahteraan masyarakat di bidang ekonomi. "Ya, melalui BMT-BMT NU ini. Masyarakat kita sebenarnya memiliki banyak potensi untuk mengembangkan ekonomi mereka, misalnya sejumlah pondok pesantren di Jombang, sudah seharusnya pengelolaan keuangannya melalui BMT NU ini," jelasnya.

Ketua DPC PKB Jombang ini menambahkan bahwa saat ini pihaknya memang tengah konsentrasi terhadap persoalan pendidikan dan pengembangan ekonomi masyarakat. Dua persoalan itu menurutnya sangat menentukan kekuatan bangsa dalam menghadapi berbagai problem. "Hari ini, konsentrasi kita tidak hanya terkait pendidikan, namun juga ekonomi. Kita perlu memasuki semua lini," ujarnya.

Sementara Khairul Anam, Ketua BMT NU Pusat Jombang berterima kasih kepada Subaidi telah memberikan bantuan penyediaan sarana BMT NU Jombang. Perlu diketahui, kata dia, bahwa BMT NU di Jombang sampai saat ini sudah mendirikan dua cabang. Yakni di Kecamatan Bareng dan Kesamben. Sementara di Kecamatan Megaluh dan Pterongan diperkirakan akan berdiri pada akhir tahun 2016 ini.

Diakuinya, hal itu merupakan kerja keras para pengelola BMT NU dan support sesepuh NU setempat.

"Kita mengawali BMT NU ini dengan modal 5.200.000, namun alhamdulillah saat ini sudah mencapai 1,5 Miliar," ungkap dia.

Hadir pula Wakil Sekretaris PCNU Ahmad Samsul Rijal, Ketua Tanfidziyah MWC NU Megaluh H Yasin, Misbach, dan Pengurus MWC NU Peterongan Syahrul Munir serta sejumlah pengelola BMT NU Pusat dan pengelola di beberapa cabang BMT NU. (Syamsul Arifin/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Pemurnian Aqidah SMA Negeri 1 Slawi

Kamis, 18 Januari 2018

PP LAZISNU Kunjungi 3 PC di Jawa Tengah

Banyumas, SMA Negeri 1 Slawi



Pengurus Pusat Lembaga Zakat Infak dan Sedekah Nadhlatul Ulama (LAZISNU) melakukukan lawatan ke tiga kantor Pengurus Cabang LAZISNU di Jawa Tengah pada Selasa (11/7). ? Rombongan terdiri dari Ketua LAZISNU Syamsul Huda dan Direktur Penyaluran Slamet Tuhari Ng.?

PP LAZISNU Kunjungi 3 PC di Jawa Tengah (Sumber Gambar : Nu Online)
PP LAZISNU Kunjungi 3 PC di Jawa Tengah (Sumber Gambar : Nu Online)

PP LAZISNU Kunjungi 3 PC di Jawa Tengah

Tempat pertama yang dikunjungi adalah LAZISNU Cilacap. Rombongan diterima di Kantor PCNU Cilacap pada Selasa sore. Rombongan lalu meneruskan perjalanan ke Purbalingga dan Banyumas pada malam harinya. Di Purbalingga, rombongan disambut di Kantor PCNU Purbalingga. Sementara silaturahim di LAZISNU Banyumas dilangsungkan di Kantor LAZISNU di Perumahan Sumampir, Purwokerto.

Ketua LAZISNU Syamsul Huda mengungkapkan lawatan tersebut selain sebagai ajang silaturahim dengan pengurus LAZISNU di daerah, juga untuk mengetahui kinerja LAZISNU daerah, serta mensosialisaikan sejumlah program yang akan dilaksanakan secara nasional.

“Ini sebagai bentuk perhatian dari pengurus pusat, maka kami sengaja datang bersilaturahim ke pengurus cabang LAZISNU Cilacap, Purbalingga dan Banyumas,” kata Syamsul.

Dalam kunjugan tersebut, diisi dengan laporan dari PC LAZISNU Cilacap, Purbalingga dan Banyumas, serta dialog dengan Pengurus Pusat.

SMA Negeri 1 Slawi

“Kami sangat mengapresiasi kerja keras teman-teman pengurus LAZISNU di tingkat cabang. Seperti di Cilacap, kami menerima laporan kegiatan KOIN NU sudah berjalan. Demikian juga di Banyumas dan Purbalingga. Di Banyumas kegiatan KOIN NU sudah dilaksanakan di beberapa kecamatan, dengan dana yang terkumpul rata-rata mencapai 50 juta rupiah. Ini semangat yang harus kita dukung dan terus kita sebarkan,” tambah Syamsul.

Menurutnya ada sejumlah hal yang harus terus diperkuat terkait dengan kinerja LAZISNU di seluruh cabang, salah satunya adalah pengembangan ekonomi melalui zakat produktif. Ia menilai ketiga cabang memiliki potensi yang besar baik dalam pengumpulan dan pengelolaan dana ZIS, maupun pengembangan zakat produktif. Ia menegaskan, melalui LAZISNU, NU dapat berkiprah untuk kebaikan bersama. (Kendi Setiawan/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi

SMA Negeri 1 Slawi Tokoh, Pemurnian Aqidah, Humor Islam SMA Negeri 1 Slawi

Senin, 08 Januari 2018

Agama, Rohingya, dan Masa Depan Kemanusiaan

Oleh Aswab Mahasin

Sebagai sistem kepercayaan, agama hanya mempunyai kapasitas mengajak. Ada dua pilihan ketika seseorang diajak oleh agama “mempercayai” atau “mengingkari”. Secara personal, tidak ada konsekuensi logis bagi mereka yang mengingkarinya, namun bagi mereka yang meyakininya (telah sukarela menjadi penganutnya), maka ada tuntunan yang harus dijaga dan disemarakan, khususnya esensi dari nilai-nilai agama itu sendiri. Agama tidak memuat unsur paksaan, melainkan agama memuat batasan-batasan nilai, norma, aturan, dan konsep sebagai realisasi keimanan seseorang.

Agama, Rohingya, dan Masa Depan Kemanusiaan (Sumber Gambar : Nu Online)
Agama, Rohingya, dan Masa Depan Kemanusiaan (Sumber Gambar : Nu Online)

Agama, Rohingya, dan Masa Depan Kemanusiaan

Agama dalam catatan Karen Armstrong, “akhir abad ke-20, agama akan menjadi kekuatan yang harus dipertimbangkan. Dewasa ini, kita tengah dipertontonkan kebangkitan agama yang menyebar luas, padahal sebelumnya kisaran tahun 1950 dan 60-an oleh banyak orang, khususnya kaum sekuler cenderung menganggap agama sebagai takhayul primitif yang ditumbuh-kembangkan oleh manusia rasional dan beradab. Ada juga yang memprediksi kematian agama sudah di depan mata. Sedangkan prediksi terbaik pada saat itu, agama hanya akan menjadi aktifits privat dan marginal, yang tidak lagi dapat mempengaruhi peristiwa-peristiwa dunia.”

Sekarang ini, kembangkitan agama dipertanyakan kembali, agama yang seharusnya konsisten mengusung misi perdamaian, terlihat lebih lihai menebarkan konflik. Walaupun jumlah antara kedamaian dan konflik, lebih dominan situasi damai. Hanya saja, ketika konflik meletus atas nama agama sulit untuk dilerai, pasti berkepanjangan, dan efeknya menyebar kemana-mana.

Munculnya penganut paham radikal atau biasa dikenal juga dengan fundamentalisme merupakan salah satu bagian penyulut api konflik tersebut. Karen Amstrong berpendapat fundamentalisme adalah suatu bentuk keimanan yang bersifat sangat politis, dan sebagian orang melihatnya sebagai bahaya yang mengancam dunia dan kedamaian sipil.

Lanjutnya, fundamentalisme muncul ke permukaan di kebanyakan agama dan menjadi respon mendunia atas ketegangan kehidupan di akhir abad ke-20. Hindu radikal turun ke jalan-jalan untuk membela sistem kasta dan menentang Muslim India; kaum fundamentalisme Yahudi melakukan penghunian ilegal di Tepi barat dan Jalur Gaza serta bersumpah untuk mengusir semua orang Arab dari Tanah Suci mereka; Moral Majority yang dipimpin Jerry Falwell dan Chrsitian Right, yang menganggap Uni Soviet sebagai kerajaan setan, mencapai kekuatan yang hebat di Amerika Serikat selama tahun 1980-an. (Karen Armstrong: 2001). Selain itu, ada laskar ISIS yang mengusik kedamaian Aleppo.

SMA Negeri 1 Slawi

Baru-baru inikonflik atas nama agama muncul kembali, belum habis berita Israel dan Palestina, menyusul gejolak yang sedang terjadi di Myanmar, di manaumat Islam Rohingya diberangus oleh kelompok Budha Ortodok (katanya). Ini adalah tragedi kemanusiaan yang “parah”. Namun, situasi yang terjadi sekarang di Myanmar kalau kita kaji secara mendalam, seperti yang di tuliskan dalam pernyataan GP Ansor di SMA Negeri 1 Slawi (judul berita: Ini Pernyataan Sikap GP Ansor Terkait Nasib Rohingya, Arakan, Rakhine, Myanmar) sangat menarik.

GP Ansor dalam pernyataannya, atas dasar laporan UN Office of the High Commissioner for Human Rights (OHCHR) – 2017peristiwa kemanusiaan keji di Myanmar semenjak tahun 2013, 2016, dan menguat di tahun 2017 syarat dengan konflik geopolitik, ada tiga hal yang saya garis bawahi;

Pertama, konflik geopolitik di dasari atas pertarungan kuasa dan kekuasaan (yang tidak seimbang), di daerah Arakan-Rakhine, yang dihuni mayoritas etnis Rohingya, dengan dugaan kuat ada perebutan paksa tanah dan sumber daya, khususnya minyak dan gas (di wilayah-wilayah sekitar).

Kedua, daerah tersebut dilaporkan memiliki cadangan sebesar 1,774 triliun kaki kubik gas dan 1,569 Barel minyak, yang beberapa blok diantara jatuh tempo pada tahun 2017. GP Ansor menyatakan, fenomena minyak dan gas atau kutukan sumber daya, tidak hanya terjadi di Myanmar tetapi juga terjadi di belahan dunia yang lain. Di mana untuk menutup operasi apropriasi sumber daya. GP Ansor menyebutkan operator-operator di lapangan melakukan dengan cara menjijikan, dibungkus dengan konflik antar etnis, antar agama, antar kelompok masyarakat dengan tujuan agar akar masalahnya menjadi kabur.

SMA Negeri 1 Slawi

Ketiga, Menurut GP Ansor saudara-saudara kita di Rohingya sudah menjadi sasaran khusus dengan operasi terselubung (covered operation) apropriasi kapital dan sumber daya secara biadab dan terencana menyasar praktik serta simbol agama. Membenturkan antar umat beragama termasuk dengan cara membakar al-Qur’an, pemerkosaan di Masjid, mempersenjatai dan memprovokasi warga untuk juga melakukan persekusi terhadap minoritas Rohingya.

GP Ansor juga mencermati, tragedi kemanusian ini karena situaasi dimana pemeluk agama mayoritas yang sebenarnya moderat memilih diam dan bukan membantu melawan saat terjadi persekusi terhadap kaum minoritas. GP Ansor dengan tegas menyatakan, Aung San Suu Kyi, sang penerima Nobel Perdamaian, hanyalah contoh paling memuakan dari diamnya mayoritas. (untuk lebih jelas, bisa membacanya langsung link di atas).

Di lihat dari analisis panjang tersebut, pembantain keji di Rohingya memang layak untuk dikutuk sebagai bentuk kebiadan sejarah umat manusia. Logikanya, kita tidak harus memakai agama untuk mengutuk ini, sisi kemanusiaan kita pun sudah tergugah, bahwa ini adalah tindakan yang sangat tidak manusiawi.?

Khusus mengenai peristiwa Rohingya tersebut, dalam menanggapi hal ini, mungkin yang paling bijak adalah mencoba menyaring seluruh berita, dan menganalisis sebenarnya apa yang terjadi di Rohingya, karena ini bukanlah perseteruan antar kampung. Siapa saja mungkin bisa ikut campur secara lapangan.?

Tentu kita tidak bisa diam, karena ini adalah peristiwa kemanusiaan paling parah di Asia Tenggara. Namun, untuk menyelesaikan masalah konflik, hubungannya bukanlah kirim militer dan kemudian berperang, melainkan ada pendekatan yang dilakukan antar negara, berdiplomasi, mengurai konflik, dan Indonesia dalam hal ini telah melakukan tindakan tersebut, bekerja sama dengan 11 Ormas, salah satunya Nadhlatul Ulama (NU) untuk membentuk aliansi kemanusiaan, dengan fokus pada bantuan kesehatan, makanan dan perlindungan. Sekarang telah akan mengglontorkan bantuan senilai 24 Miliar untuk warga Rakhine di Myanmar dan Ormas NU dan 11 Ormas lainnya melakukan pemberdayaan terhadap warga di Rakhine.

Dengan demikian, memanjatkan doa, dan terus mendukung serta memberi masukan terhadap pemerintah atas peristiwa ini adalah hal yang paling bijak, tidak lantas melampiaskan kemarahan kita, khususnya dilatarbelakangi sentimen keagamaan, dengan menggugat salah satu agama di Indonesia, karena dianggap sebagai agama tertuduh dalam konflik di Myanmar. Mari kita urai sekarng, bagaimana agama-agama dunia, khususnya Islam dalam menyikapi berbagai perbedaannya.

Agama dan sikap kemanusiaan

Berpijak dari hal-hal di atas, agama dalam praksisnya (oleh oknum-oknum tertentu), menjadi alat pertentangan yang strategis, ia dijadikan sebagai alat penindasan. Apalagi jika agama sudah bercampur dengan aktivitas politik arogan. Rumusannya begini, begitu agama diformalkan, baik dalam bentuk pelembagaan doktrin ataupun lainnya, dengan tujuan kepentingan-kepentingan kelompok, baik kepentingan “suara Tuhan” sebagai suara kekuasaan, maupun berbagai kepentingan lain yang memanfaatkan agama, maka agama tidak lagi murni sebagai gerakan persaudaran, perdamaian, dan keselarasan. Melainkan sebagai topeng surgawi semata.?

Pada tataran berhubungan dengan Tuhan, antar semua agama tidaklah ada pertentangan, apalagi konflik yang mengakar, wilayah keTuhan hanya melahirkan perdebatan teologis semata. Konflik terlahir dari mulut manusia yang mengatasnamakan sebagai pembela Tuhan demi keteraturan dunia. Akhirnya, dunia ini seakan-akan menjadi tunggal, kalau tidak sesuai dengannya maka akan salah. Lebih parah lagi, jika agama ditunggangi oleh kepentingan-kepentingan duniawi. Seperti yang dikatakan Sidney Hook, perbedaan antar-agama tidak terletak pada “nilainya”, tetapi lebih pada “kosmologinya”.

Seperti halnya ilustrasi, memakan daging anjing bagi umat agama tertentu adalah haram, bagi satu umat agama lainnya hal yang biasa. Ini sama saja kita dengan membandingan antara satu merek mobil A dengan mobil B, yang jelas-jelas pabrikan dan buku panduannya berbeda. Itu bukanlah substansi yang harus kita perdebatkan, karena kebenaran esensinya antara mobil A dan mobil B, mempunyai tujuan yang sama, yakni “keselamatan dalam berkendara”. Artinya, yang kita cari adalah keamanan dan perdamaian.

Bukan berarti dalam hal ini kita menyamaratakan agama, melainkan sebagai pijakan paradigma kita dalam berpikir, untuk meminimalisir konflik. bahwa sesungguhnya Tuhan menghendaki perbedaan, seperti halnya apa yang pernah di tuliskan oleh Muhammad Afiq Zahara dalam opininya di SMA Negeri 1 Slawi (Terorisme Jihad), “Diversitas, kemajemukan dan kebhinekaan merupakan ketetapan dan fitrah kehidupan. Tuhan sendiri tidak menghendaki menciptakan umat yang satu”, seperti firmanNya (Q.S. Hud [11]: 118: “Jikalau Tuhanmu menghendaki, tentulah Dia menjadikan manusia umat yang satu, tetapi mereka senantiasa berselisih pendapat.”

Komarudin Hidayat, dalam tulisannya “Agama-agama Besar Dunia: Masalah Perkembangan dan Interelasi”, menyatakan, “Suatu kenyataan yang tidak dapat dibantah (truism) bahwa bumi ini hanya satu, sementara penghuninya terkotak-kotak ke dalam berbagai suku, ras, bangsa, profesi, kultural dan agama. Membayangkan bahwa dalam kehidupan ini hanya terdapat satu agama, rasanya hanya ilusi belaka.”

Untuk menjaga masa depan kemanusiaan, yang perlu ditanamkan adalah sebuah paradigma berpikir yang utuh mengenai sebuah ajaran, kita tidak bisa larut dalam pemahaman segregatif, di mana klaim kebenaran menjadi mutlak dalam setiap agama. Padahal, esensi dari beragama bukanlah mencari “kebenaran” untuk “menyalahkan”, melainkan kebenaran itu difungsikan sebagai jalan perdamain dan menebarkan kasih sayang. Karena ketika orang merasa benar, maka di situlah ia menjadi salah.?

Agama jika dipahami secara mendalam dan komperhensif akan melahirkan sifat humanis, toleran dan menghormati orang lain. Dengan demikian, yang dibangun tidak hanya pemahaman kemajemukan semata, melainkan pemahaman yang sesuai dengan konteks kekinian, tentu diambil dari ajaran agama yang utuh. Dalam Islam sendiri kita diajarkan oleh Allah sebuah penghormatan yang besar untuk menghormati yang lain dari kita, “tidak ada paksaan dalam beragama...”, “untukmulah agammu, dan untukkulah agamaku..”, “kebenaran itu datangnya dari Tuhanmu: Maka barangsiapa yang ingin beriman hendaklah berimanlah”.

Di lihat dari penggalan pesan-pesan Allah SWT tersebut, Allah mengajarkan kepada kita bahwa prinsip beragama harus merupakan sebuah pilihan bukan paksaan. Karena dasar dari keimanan selain keTuhanan adalah kemanusiaan. Dan agama menolak kekerasan sebagai prinsip sebuah tindakan. Kekerasan merupakan tindakan amoral. Moralitas agama adalah kesadaran, kesalehan, yang selalu mendorong pemeluknya untuk akrab satu sama lain.?

Dan jangan dipahami keliru, pluralisme, saling menghormati dan berdampingan dengan agama lain, lantas kita mencampuradukan ajaran-ajaran agama tersebut, saya katakan, “tidak”. Karena tentu takarannya tidak akan sama. Pastinya adalah, keyakinan kita (keimanan) terhadap Allah SWT harus terus disemarakan untuk membangun sebuah sistem berketuhanan yang mampu menajawab persoalan-persoalan kemanusiaan. Agar masa depan kemanusiaan, yang dilatarbelakangi oleh misi agama yaitu perdamaian bisa terselenggara dengan baik.

Saya tutup tulisan ini dari perkataan seorang atheis, Friedrich Nietzche, “Hidup ini hanya masalah selera”. Agama adalah pilihan selera makan, tujuan makan adalah rasa kenyang, pepatah Jawa mengatakan, “Weteng ngelih pikiran ngalih, weteng wareg pikiran jejeg”. Jadi, beragama dengan memahami segala aspeknya—mutlak sebagai gizi kehidupan kita, sehat jasmani dan rohani.

Penulis adalah Dewan Pengasuh Pondok Pesantren Darussa’adah Kebumen, Jawa Tengah.

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Lomba, Pemurnian Aqidah SMA Negeri 1 Slawi

Minggu, 07 Januari 2018

Ulama dan Pejabat Suriah Peringati Haul Ke-3 Said Ramadhan al-Buthi

Jakarta, SMA Negeri 1 Slawi - Peringatan tahun ketiga wafatnya Prof Dr Muhammad Said Ramadhan al-Buthi, ulama terkemuka Suriah, berlangsung meriah di Auditorium Universitas Damaskus, Damaskus, Suriah. Para ulama dan petinggi negara setempat hadir memberi hormat Imam Masjid Besar Umayyah Damaskus yang syahid akibat serangan bom bunuh diri ini.

Bagian Penerangan, Sosial dan Budaya (Pensosbud) KBRI Damaskus kepada SMA Negeri 1 Slawi melaporkan, acara yang digelar Senin (28/3) tersebut dihadiri sekitar dua ratus orang, termasuk tokoh Suriah seperti Menteri Kebudayaan Suriah Dr Essam Khalil, Dubes RI Damaskus Djoko Harjanto, Dubes Iran, serta para akademisi, ulama, mahasiswa, masyarakat dan para undangan lainnya.

Ulama dan Pejabat Suriah Peringati Haul Ke-3 Said Ramadhan al-Buthi (Sumber Gambar : Nu Online)
Ulama dan Pejabat Suriah Peringati Haul Ke-3 Said Ramadhan al-Buthi (Sumber Gambar : Nu Online)

Ulama dan Pejabat Suriah Peringati Haul Ke-3 Said Ramadhan al-Buthi

Para pembicara dalam acara tersebut adalah Dr Badie Lahham atas nama murid almarhum; Dr Taufik Ramadhan al-Buthi, putra tertua almarhum sekaligus Ketua Persatuan Ulama Syam, mewakili keluarga almarhum; Rektor Universitas Damaskus Dr Muhammad Hasan Kurdi, Menteri Wakaf Suriah Dr Muhammad Abdul Sattar al-Sayyed, dan Menteri Pendidikan Tinggi Suriah Dr M Amer Mardini.

SMA Negeri 1 Slawi

Dalam testimoni mereka memuji Syekh Said Ramadhan al-Buthi sebagai tokoh dengan jasa yang luar biasa kepada masyarakat Suriah. Terbunuhnya al-Buthi oleh kelompok garis keras pada 21 Maret 2013 dinilai tak bisa membungkam semangat juang dan ilmu-ilmunya.

Peringatan haul kali ini juga menjadi momen peluncuran dalil “warisan” Syekh Muhammad Said Ramadhan Al-Buti yang berisi pelajaran, khutbah, rekaman acara televisi, video, audio dan buku-bukunya yang dapat diakses melalui media sosial: naseemalsham.com/app, facebook.com/sh.albouti, facebook.com/albouti.e (untuk bahasa Inggris)? dan youtube.com.naseemalshami.

Imam Syahid Muhammad Said Ramadan Al-Bouti yang lahir pada tahun 1929 dikenal sebagai ulama moderat berjuluk “Guru dari Tanah Syam” atau “Syaikh of the Levant.” Ia juga dikenal sebagai pakar dalam berbagai disiplin ilmu agama dan menulis lebih dari 60 buah buku keilmuan Islam dalam bidang syariah, akidah, tasawuf, sejarah, dakwah dan pengajian Islam. Buku-bukunya banyak diterjemahkan ke sejumlah bahasa asing, termasuk bahasa Indonesia. (Mahbib)

SMA Negeri 1 Slawi

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Pemurnian Aqidah SMA Negeri 1 Slawi

Jumat, 05 Januari 2018

7 Kunci Kesuksesan Santri Dapat Ilmu Bermanfaat

Pengasuh Pondok Pesantren Amanatul Ummah Mojokerto, KH Asep Saifuddin Abdul Chalim mengemukakan tips kunci agar santri-santri sukses dalam menyerap ilmu pengetahuan dan memanfaatkan ilmu yang telah didapatkan.

“Ada sistem pengondisian agar santri bisa memahami ilmu kemudian ilmuanya bermanfaat. Itu ada teorinya. Manfaat itu artnya memiliki keberdayaan dalam menghadapi masa depan. Teorinya itu satu, ajeg dalam berkesungguhan, jangan berkesungguahan dalam satu bulan saja, tapi terus-menerus,” katanya ketika ditemui SMA Negeri 1 Slawi di akhir Ramadhan lalu.

7 Kunci Kesuksesan Santri Dapat Ilmu Bermanfaat (Sumber Gambar : Nu Online)
7 Kunci Kesuksesan Santri Dapat Ilmu Bermanfaat (Sumber Gambar : Nu Online)

7 Kunci Kesuksesan Santri Dapat Ilmu Bermanfaat

Kedua, tambah putra salah seorang pendiri NU asal Jawa Barat, KH Abdul Chalim, tidak boleh kenyang karena kalau sampai kenyang tidak bisa cerdas.

“Kenyang itu menghilangkan kecerdasan. Kenyang itu terjadi sepuluh menit, setelah berhenti makan. Bayangkan kalau orang pada saat makannya saja sudah kenyang apa yang akan terjadi 10 menit kemudian? Makanya Nabi melarang orang makan kenyang. Harus berhenti sebelum kenyang,” jelasnya. ?

SMA Negeri 1 Slawi

Ketiga, tidak boleh maksiat karena maksiat itu beban. Ketika orang belajar dan mambaswa beban, apalagi beban psikologis, santri tidak akan bisa mengerti akan pelajarannya.

Keempat, santri harus punya wudlu karena wudlu itu cahaya. Sementara ilmu yang disampaikan oleh guru itu datangnya kepada pemikiran muridnya dalam bentuk abstrak, berupa sinar, cahaya. Ketika cahaya datang diterima oleh yang memiliki cahaya akan mudah terserap.

SMA Negeri 1 Slawi

Kelima, sering membaca Al-Qur’an karena ketika orang membaca Al-Qur’an dengan dilihat teksnya, maka dia akan terlibat berpikir bagaimana menerapkan tajwidnya dalam bacaan yang dijabarkan. Apalagi lebih jauh dengan memahami ayat-ayatnya. Nah, ketika orang hanyut dalam berpikir, itu orang akan cerdas.

“Berikutnya, santri harus rajin shalat malam,” tambah Ketua Umum Pimpinan Pusat Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu) tersebut. ?

Yang terakhir, ketujuh, menjauhi makanan yang mendekati kotor, apalagi najis karena tidak barokah. “Makanan di luar yang dilihat oleh banyak orang termasuk oleh orang yang tidak punya uang, tidak barokah. Ketika orang yang tidak punya uang itu melihat, dia kepingin, tapi tidak bisa membeli makanan, yang terkondisikan demikian akan hilang barokahnya. Hal itu dibuktikan berpuluh-puluh kali bahwa anak yang ngantuk itu karena jajan di luar. Hal Sangat berpengaruh kepada kecerdasan anak,” jelasnya.

Jika seorang santri memegang yang tujuh tersebut, itu sudah perwujudan tawakal yang dijamin keberhasilannya. Pasti berhasil. (Abdullah Alawi)



Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Pemurnian Aqidah SMA Negeri 1 Slawi

Minggu, 24 Desember 2017

Aswaja NU Center Probolinggo Bedah Kitab Tsalatsu Rasail fil Aqidah karya Al-Qusyairy

Probolinggo, SMA Negeri 1 Slawi - Pengurus Cabang Aswaja NU Center (Asnuter) Kabupaten Probolinggo bekerja sama dengan Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kecamatan Tegalsiwalan menggelar Dauroh Aswaja An-Nahdliyah berupa bedah kitab Tsalatsu Rasail Fil Aqidah di Pesantren Darul Mukhlasin, Ahad (9/10) malam.

Kitab Tsalatsu Rasail fil Aqidah merupakan sebuah kitab klasik karya Imam Al-Qusyairy. Di mana Imam Al-Qusyairy merupakan seorang ulama besar Islam dari abad X Masehi.

Aswaja NU Center Probolinggo Bedah Kitab Tsalatsu Rasail fil Aqidah karya Al-Qusyairy (Sumber Gambar : Nu Online)
Aswaja NU Center Probolinggo Bedah Kitab Tsalatsu Rasail fil Aqidah karya Al-Qusyairy (Sumber Gambar : Nu Online)

Aswaja NU Center Probolinggo Bedah Kitab Tsalatsu Rasail fil Aqidah karya Al-Qusyairy

Kegiatan ini diikuti oleh 200 orang peserta, terdiri dari pengurus NU, jamaah Muslimat NU, pengurus Fatayat NU, GP Ansor, IPNU, IPPNU, para guru ngaji dan santri pondok pesantren.

SMA Negeri 1 Slawi

Pengasuh Pesantren Darul Mukhlasin KH Mahfudz Basya mengungkapkan kebahagiaannya atas pelaksanaan kegiatan tersebut di lingkungan pesantren. Pasalnya kegiatan ini juga melibatkan para santri. “Saya senang teman-teman NU membuat kegiatan di sini. NU itu tidak boleh dipisah dari pesantren, karena pesantren adalah roh NU,” katanya.

Ketua PCNU Probolinggo KH Abdul Hadi Saifullah mengatakan, peneguhan aqidah Aswaja bagi generasi muda adalah sangat penting dan mendesak. “Kalau mau NKRI terus eksis, maka Aswaja solusinya. Tidak ada lain,” tegasnya.

SMA Negeri 1 Slawi

Sedangkan Ketua Asnuter Probolinggo Teguh Mahameru mengaku senang dengan meriahnya kegiatan tersebut. Apalagi kegiatan ini disambut dengan sangat antusias. “Kegiatan seperti ini akan terus kita lakukan. Insyallah setelah ini di Kecamatan Leces,” ungkapnya.

Hadir sebagai narasumber Ketua LTN NU Probolinggo Ansori Halim dan Wakil Rais PCNU Probolinggo KH Zainullah Ghozali. Sementara Ketua Lakpesdam NU Probolinggo Sholehudin membahas masalah manajemen organisasi NU. (Syamsul Akbar/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Pemurnian Aqidah, Kyai SMA Negeri 1 Slawi

Jumat, 22 Desember 2017

Mustasyar PBNU: Bangun Masjid untuk Anak Cucu

Jepara, SMA Negeri 1 Slawi. KH Sya’roni Ahmadi, Mustasyar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mengatakan, salah satu amal baik yang dapat diwariskan kepada anak cucu adalah masjid. Demikian disampaikannya dalam Peletakan Batu Pertama Masjid An-Nur 2 desa Sendang, kecamatan Kalinyamatan, Ahad (28/4) pagi.

Menurut Kiai Sya’roni, masjid yang digunakan untuk beribadah saat ini pun adalah warisan nenek moyang terdahulu. “Karenanya masjid yang kita bangun saat ini untuk anak-anak cucu kita kelak,” katanya. 

Mustasyar PBNU: Bangun Masjid untuk Anak Cucu (Sumber Gambar : Nu Online)
Mustasyar PBNU: Bangun Masjid untuk Anak Cucu (Sumber Gambar : Nu Online)

Mustasyar PBNU: Bangun Masjid untuk Anak Cucu

Kiai sepuh asal Kudus itu menjelaskan agar bangunan cepat selesai dibutuhkan pendanaan dari para dermawan. “Nyumbang (bersedekah, red) itu jangan banyak-banyak dan terlalu sedikit,” jelasnya.  

Dalam Surat Al-Isra’ juz 15 ia mengutip salah satu ayat yang menggunakan bahasa kinayah. “Tanganmu ojo mok belenggu gulumu lan ojo mok beberke ombo-ombo,” kutipnya.

SMA Negeri 1 Slawi

Dari terjemahan itu, dirinya menyontohkan sedikit artinya bukan Rp.5.000 banyak bukan berarti 10 miliar. “Rp.5.000 itu untuk membeli bakso. Kalo nyumbangnya sampai 10 miliar malah panitia yang keenakan,” lanjutnya. 

Untuk beramal imbuhnya harus semedeng, tidak terlalu banyak dan sedikit. “Saat bangunan sudah jadi ya selesai nyumbangnya,” imbuhnya. 

SMA Negeri 1 Slawi

Kiai Sya’roni juga berpesan agar saat nyumbang seorang dermawan datang sendiri. Sebab yang butuh bukan panitia melainkan para dermawan. Disamping itu sedekah yang diberikan ditujukan amalnya untuk leluhur yang telah mendahului. Hal itu dilakukan agar almarhum bungah, bahagia. 

Lebih lanjut ia mengungkapkan berjuang di jalan Allah selain ditempuh dengan harta bagi para dermawan, bagi yang kuat tenaganya menggunakan kekuatannya. Juga dengan pikiran. “Untuk yang sepuh-sepuh dengan pikirannya setidaknya dengan merestui,” tegasnya. 

Redaktur    : A. Khoirul Anam

Kontributor: Syaiful Mustaqim

 

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Pemurnian Aqidah, Olahraga SMA Negeri 1 Slawi

Selasa, 19 Desember 2017

Jadi Rujukan Bersama, Pesantren Muadalah Didorong Miliki Kurikulum Standar

Bogor, SMA Negeri 1 Slawi. Sebagai model pesantren yang istimewa, pesantren muadalah didorong memiliki kurikulum standar. Pasalnya, pesantren yang unik ini kurikulumnya banyak dirujuk pesantren lain baik yang salaf maupun modern.

Jadi Rujukan Bersama, Pesantren Muadalah Didorong Miliki Kurikulum Standar (Sumber Gambar : Nu Online)
Jadi Rujukan Bersama, Pesantren Muadalah Didorong Miliki Kurikulum Standar (Sumber Gambar : Nu Online)

Jadi Rujukan Bersama, Pesantren Muadalah Didorong Miliki Kurikulum Standar

Hal tersebut disampaikan Kepala Bidang Litbang Pendidikan Norformal-Informal Puslitbang Penda Balitbang Diklat Kementerian Agama, Muhammad Murtadlo, usai membuka secara resmi seminar tentang pesantren muadalah di Wisma PP Puncak, Bogor, Senin (23/11) malam.

Keistimewaan pesantren muadalah ini justru terlebih dahulu mendapat pengakuan dari luar negeri sebelum dari dalam negeri. Misalnya, ijazah pesantren tersebut bisa digunakan untuk melanjutkan belajar di kampus-kampus Timur Tengah. "Nah, di sini kan baru sekitar tahun 1990-an saja ada istilah muadalah," ujar Murtadlo.

SMA Negeri 1 Slawi

Bagi Murtadlo, pilar pendidikan pesantren terdapat di pesantren muadalah. Oleh karena itu, seminar yang digelar hendak diarahkan untuk pendampingan untuk membuat standarisasi kurikulum. "Saya pikir kita perlu belajar bersama dan mencermati fakta pesantren muadalah ini. Sebab, ia menjadi rujukan pesantren salaf maupun modern," ungkapnya.

Terkait kurikulum, Murtadlo menegaskan, Puslitbang Kemenag mendorong sesama pesantren muadalah agar bisa bersinergi dengan internal mereka sendiri juga dengan pemerintah melalui Kemenag.

SMA Negeri 1 Slawi

"Nanti mau kita dorong ke sidang komisi atau penjaringan aspirasi. Pertama apa yang harus dilakukan kementerian dan apa pula yang musti dilakukan pesantren sesama muadalah. Itu jadi satu komisi," tegasnya.

Kedua, lanjut Murtadlo, karena ini penelitian needs assesment, makanya yang perlu diketahui adalah kebutuhan apa saja yang dibutuhkan pesantren muadalah. "Karena ini makhluk ini, kami hanya bisa mengumpani tapi tidak bisa mengatur sepenuhnya. Kami memberi ruang, merawat serta mengkonservasi saja," tandasnya.

Seminar ini mengundang sejumlah narasumber, antara lain Ketua Rabithah Maahid Islamiyah (RMI) KH Abdul Ghoffar Rozien dan Subi Sudarto, Kepala Seksi Pendidikan Kesetaraan dan Berkelanjutan, Direktorat Pembinaan Pendidikan Kesetaraan dan Kesetaraan (Ditbindikta), Kemendikbud.

Para narasumber akan memberi komentar, catatan, dan masukan atas riset terhadap 11 pesantren terpilih. Sebelas pesantren tersebut adalah PP Miftahul Huda Manonjaya Tasikmalaya, PP Darussalam Garut, PI Matholiul Falah Kajen Pati, PP Tremas Pacitan, PP Al-Basyariyah Bandung, PP Tamirul Islam Surakarta, PP Al-Munawwir Krapyak Yogyakarta, PP Lirboyo Kediri, PP Al-Amin Prenduan Sumenep, PP Al-Hikmah Brebes, dan PP MHS Cirebon. (Musthofa Asrori/Abdullah Alawi)



Foto: Ketua RMI NU KH A Ghoffar Rozien saat berbicara pada seminar hasil riset pesantren muadalah oleh Puslitbang Penda di Wisma PP, Puncak, Bogor, Selasa (24/11)

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Pemurnian Aqidah, RMI NU SMA Negeri 1 Slawi

Minggu, 03 Desember 2017

Pameran Bisnis Pengusaha NU Dihelat di Jakarta

Jakarta, SMA Negeri 1 Slawi. Himpunan Pengusaha Nahdliyin (HPN) menyelenggarakan eksebisi bisnis pengusaha NU dalam program “Saudagar Fest 2013” di Mall of Indonesia Kelapa Gading Jakarta, 9-22 September 2013.

Pameran Bisnis Pengusaha NU Dihelat di Jakarta (Sumber Gambar : Nu Online)
Pameran Bisnis Pengusaha NU Dihelat di Jakarta (Sumber Gambar : Nu Online)

Pameran Bisnis Pengusaha NU Dihelat di Jakarta

Gelaran pameran ini berkenaan dengan upaya HPN dalam menyongsong peringatan satu abad Nahdlatut Tujjar, sebuah gerakan ekonomi awal abad ke-20 sebagai embrio berdirinya NU.

Panita telah menyiapkan 100 stan yang akan menampilkan ratusan produk dan jasa yang menjadi bidang bisnis perusahaan dan UKM Nahdliyin dari seluruh Indonesia.? Selain pameran dalam perhelatan dua minggu tersebut akan diadakan acara “Temu Saudagar NU dan Bursa Peluang Usaha’, yang membicarakan strategi pemberdayaan ekonomi Nahdliyin dan penawaran peluang-peluang usaha untuk para pengusaha Nahdliyin di seluruh Indonesia.?

SMA Negeri 1 Slawi

Menurut Ketua Umum HPN Ir Abdul Kholik, peluang usaha yang akan ditawarkan dalam ajang Saudagar Fest antara lain wirausaha ticketing (kerjasama HPN-Tiket.com grup usaha SCTV) dan usaha micro finance (kerjasama Koperasi HPN-Syirkah Muawanah dengan Skd-Raptor, sebuah perusahaan Venture Capital asal Singapura.?

HPN juga menawarkan Usaha Produksi Beras Organik (kerjasama HPN-PT SAE) dan ? peluang usaha menjadi pemasok supermarket Carefour (kerjasama HPN-PT Trans Retail Indonesia).

SMA Negeri 1 Slawi

"Semua peluang usaha tersebut akan dipaparkan secara mendalam oleh masing-masing partner usaha HPN," tegas Abdul Kholik.

Sebagai badan asosiasi pengusaha yang non-struktural di NU, HPN bertekad menjadi wadah bagi para pengusaha NU yang ingin mengembangkan usaha dan pasar dengan menggunakan spirit Nahdlatut Tujjar yang dibentuk pada 1918.?

"Atas dasar itu, HPN ingin mengejar ketertinggalan akses dan keterampilan bisnis para saudagar NU yang pernah diidam-idamkan Kyai Wahab Hasbullah saat menggagas Nahdlatut Tujjar," lanjut Abdul Kholik yang juga pemilik dan Direktur Utama Azet Surya, perusahaan manufaktur energi solar cell.

Karena itu, di sela Saudagar Fest 2013, HPN mengundang 200 pengusaha NU dan juga perwakilan LPNU dari 11 PWNU di Indonesia, dalam silaturahim Saudagar NU pada 14-15 September 2013.

"Dalam silaturahim tersebut, para pengusaha akan kami tawari untuk mengembangkan usaha bisnis di lima sektor tadi, di samping mengembangkan jaringan HPN di 11 provinsi sebagai tahapan awal," tandasnya.?

Sebagaimana diketahui, HPN didirikan dan diluncurkan oleh PBNU di Jakarta Convention Center, Jakarta, dalam acara “NU Expo 2011” sebagai rangkaian peringatan hari lahir NU.?

Siaran pers HPN menyebutkan, ke depan HPN merupakan asosiasi pengusaha independen berbasis pebisnis Nahdliyin dan akan menginduk pada Kamar Dagang dan Industri (Kadin) sabagai wadah pebisnis di Indonesia. (Mahbib Khoiron)

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Jadwal Kajian, Pemurnian Aqidah SMA Negeri 1 Slawi

Minggu, 19 November 2017

Rebutan Piala Gubernur, LSN 2017 Region Jakarta Berlangsung Sengit

Jakarta, SMA Negeri 1 Slawi - Setelah bergulir selama 3 tiga tahun berturut-turut, Liga Santri Nusantara Regional Jakarta Tahun 2017 ini kembali dilaksanakan Rabithah Maahid Islamiyah Nahdlatul Ulama (RMI NU) DKI Jakarta. Kick Off direncanakan akan dimulai Ahad (3/9) di Stadion Pertamina Simprug Jakarta Selatan. Turnamen LSN 2017 kali ini mengambil tema Dari Pesantren Untuk NKRI.

Hal ini disampaikan oleh Ketua Pengurus Wilayah RMI-NU DKI Jakarta KH MH Bahaudin (Gus Baha) kepada awak media ketika meninjau persiapan lapangan Simprug Jakarta Selatan.

Rebutan Piala Gubernur, LSN 2017 Region Jakarta Berlangsung Sengit (Sumber Gambar : Nu Online)
Rebutan Piala Gubernur, LSN 2017 Region Jakarta Berlangsung Sengit (Sumber Gambar : Nu Online)

Rebutan Piala Gubernur, LSN 2017 Region Jakarta Berlangsung Sengit

"Turnamen Sepak Bola U-17 untuk kalangan santri Tahun 2017 ini diprediksi akan berlangsung sengit. Dilihat dari materi para pemain yang telah terjaring di 32 Pesantren dari total 128 Ponpes di Provinsi Jakarta. Hal ini sesuai dengan Juklak dari Panitia nasional LSN 2017 bahwa Region DKI Jakarta maksimal diikuti 32 Pondok Pesantren," kata Gus Baha ini.

Pondok Pesantren yang mengikuti Turnamen Sepakbola LSN 2017 ini antara lain Pondok Pesantren Asshiddiqiyah (KH Noer Muhammad Iskandar), Darun Najah (KH Mahrus Amin), Pesantren Luhur Tsaqafah (KH Said Aqil Siroj), Al-Itqon (KH Mahfudz Asirun), Al-Hamid (Gus Lukman), Az-Ziyadah (Gus Muhajir) dan masih banyak lagi.

SMA Negeri 1 Slawi

"Juara tahun lalu dari Pondok Pesantren At-Taufiq Jakarta Barat akan kembali berlaga untuk mempertahankan gelar yang direbutnya pada tahun 2016 kemarin," kata Gus Baha.

SMA Negeri 1 Slawi

"Kita telah meminta PSSI untuk menurunkan tim talent scouting yang akan memantau sekaligus membuat data statistik para pemain sejak kick off hingga babak final nanti," kata Ketua RMI DKI Jakarta ini.

Kali ini Liga Santri Nusantara 2017 Region DKI memperebutkan empat piala sekaligus, lanjut Gus Baha. Antara lain Piala Gubernur sebagai Piala Tetap, piala Nahdlatul Ulama sebagai piala bergilir, Piala Indonesia Muda untuk Tim Fair Play, dan Piala PWNU untuk pemain yang membubuhkan sebagai Top Scorer.

"Seperti halnya pelaksanaan sebelumnya, LSN 2017 kali ini tetap mengedepankan karakter seorang santri, yaitu sikap saling menghargai dan berakhlakul karimah. Hal ini berlaku untuk para pemain, penyelenggara dan pendukung kesebelasan yang bertanding. Jangan heran kalau ada pemain LSN diberi kartu kuning, justru sang pemain langsung mencium tangan wasitnya," kata Gus Baha.

Penyelenggaraan LSN 2017 didukung penuh tokoh-tokoh dan praktisi sepakbola antara lain H Agum Gumelar (mantan Ketum PSSI), H Cyril Raoul Hakim (Sekjen Indonesia Muda), Dadang Iskandar Yohannes Yauri, Dede Sulaeman Emmy Yatmini, M Arifin Budiantoro, Rico Ceper, Yudho Hadianto dan? Julisa. (Red Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Pemurnian Aqidah SMA Negeri 1 Slawi

Jumat, 11 Agustus 2017

Dubes Afganistan Berterima Kasih Atas Beasiswa NU

Jakarta, SMA Negeri 1 Slawi

Pejabat Duta Besar Afganistan untuk Indonesia Amanullah Saleem berkunjung ke Gedung PBNU bersama dengan para mahasiswa Afganistan yang mendapatkan beasiswa dari PBNU pada, Jum’at (26/2). Kepada Sekjen PBNU Helmy Faishal Zaini, ia menyatakan rasa terima kasihnya atas beasiswa yang telah diberikan. Saat ini para mahasiswa tersebut belajar di Universitas Wahid Hasyim (Unwahas) Semarang,

Dubes Afganistan Berterima Kasih Atas Beasiswa NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Dubes Afganistan Berterima Kasih Atas Beasiswa NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Dubes Afganistan Berterima Kasih Atas Beasiswa NU

“Saya ingin mengucapkan banyak terima kasih kepada Nahdlatul Ulama karena sudah memberi kesempatan (beasiswa) kepada putra-putri Afganistan untuk belajar di Indonesia,” terang Amanullah kepada ? Helmy.

Besmel merasa betah tinggal di Indonesia karena Indonesia merupakan Negara yang luar biasa. Meski berbeda-beda, tapi saling menghormati. “Saya merasa Indonesia seperti rumah kedua saya. Saya betah tinggal di Indonesa,” katanya. ?

Lebih lanjut, Amanullah mengajukan permohonan kepada sekjen PBNU untuk memberikan kesempatan belajar lebih banyak lagi kepada putra-putri Afganistan untuk belajar di Indonesia dan belajar tentang Islam Indonesia yang moderat dan ramah. Karena dengan hal tersebut, ia berharap bahwa putra-putri Afganistan yang belajar di Indonesia tersebut akan menjadi agen Islam yang moderat dan ramah di Afganistan kelak jika mereka kembali ke negaranya.?

SMA Negeri 1 Slawi

Helmy Faizal menyambut hangat kedatangan Duta Besar dan mahasiswa-mahasiswi Afganistan tersebut. Ia mengajak mahasiswa Afganistan tersebut untuk mendalami Islam Nusantara. Islam yang ramah, toleran dan menerima budaya lokal. ?

“Banyak pakar dari Negara Barat yang datang ke Indonesia untuk belajar Islam Nusantara dan selanjutnya mengimpornya ke Negara mereka-masing. Mereka mengatakan bahwa tidak mudah merawat perbedaan yang begitu luar biasanya seperti Indonesia, tapi Islam Indonesia, Islam Nusantara mampu merawat perbedaan tersebut,” papar Helmy.

Helmy menegaskan bahwa PBNU ingin menjalin persaudaraan antar sesama Muslim di dunia dan menebarkan Islam yang rahmatal lil ‘alamin. Islam yang ramah dan toleran sebagaimana Islam Nusantara.?

“Kalau seandainya Borobudur ada di Saudi, maka itu sudah dihancurkan. Tapi di Indonesia, Borobudur bukan hanya dijaga dan dirawat, tapi juga malah dipromosikan dan menjadi kebanggaan warga Indonesia,” pungkas lulusan program Pascasarjana Universitas Paramadina tersebut. (Ahmad Muchlishon/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi

SMA Negeri 1 Slawi Pemurnian Aqidah SMA Negeri 1 Slawi

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs SMA Negeri 1 Slawi sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik SMA Negeri 1 Slawi. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan SMA Negeri 1 Slawi dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock