Tampilkan postingan dengan label Ubudiyah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ubudiyah. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 24 Februari 2018

Pengobatan Gratis di Jombang Diserbu Ratusan Warga

Jombang, SMA Negeri 1 Slawi

Ratusan warga di Kecamatan Bareng, Kabupaten Jombang, Jawa Timur mendatangi lokasi pengobatan gratis yang diselenggarakan oleh panitia Hari Santri Nasional (HSN) di MI Nurul Islam Bareng, Kamis (20/10).

Pengobatan Gratis di Jombang Diserbu Ratusan Warga (Sumber Gambar : Nu Online)
Pengobatan Gratis di Jombang Diserbu Ratusan Warga (Sumber Gambar : Nu Online)

Pengobatan Gratis di Jombang Diserbu Ratusan Warga

Sebagian mereka datang lebih awal sebelum acara dibuka dan rela nunggu sembari mengikuti acara pembukaan. "Meraka datang sekitar pukul 06.30 WIB, padahal jadwal kita baru dibuka pukul 08.00 WIB," kata Minanur Rahman, koordinator tim pengobatan gratis kepada SMA Negeri 1 Slawi.

Mereka menunjukkan antusiasmenya dalam menyemarakkan Hari Santri Nasional. Minan menyampaikan, sebelumnya, panitia menyiapkan kupon peserta pengobatan gratis sebanyak 525. Kupon itu dikoordinasi pengurus MWCNU, dan badan otonom (Banom) NU di Bareng yang sudah diedarkan jauh hari sebelumnya.

SMA Negeri 1 Slawi

"Panitia membuat kupon sebanyak 525 untuk target peserta, yang diedarkan oleh pengurus NU Bareng. Namun Realisasinya, jumlah akhir tadi sebanyak 371 peserta pengobatan gratis," ujarnya.

SMA Negeri 1 Slawi

Jumlah peserta tersebut, menurut Minan, sudah mencapai target maksimal. Dari 371 kupon yang sudah diterima itu, 5 di antaranya khusus untuk pemeriksaan mata yang langsung ditangani dokter spesialis mata. "Kita juga menyiapkan dokter spesialis mata untuk masyarakat Bareng, ia akan menangani katarak dan obat dasar pengobatan mata," jelasnya.

Untuk diketahui, kegiatan pengobatan gratis itu merupakan kerja sama antar panitia penyelenggara dengan Rumah Sakit Nahdlatul Ulama (RSNU) Jombang. (Syamsul Arifin/Mahbib)Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Ubudiyah, Hadits SMA Negeri 1 Slawi

Selasa, 20 Februari 2018

ISNU Ikut Selamatkan Petani dari Lintah Darat

Jakarta, SMA Negeri 1 Slawi. Para petani kerap dilanda masalah klasik. Mereka tidak memiliki kekuatan. Ketidaktersediaan micro finance yang menopang mereka mulai dari proses penanaman hingga paska panen, adalah alasan utama. Ketidakberdayaan mereka dimanfaatkan oleh para pengijon dan rentenir yang meraup keuntungan dari keringat para petani.

“ISNU mencoba memotong mata rantai pengijon dan para lintah darat itu tadi,” ungkap Ali Masykur Musa, Ketua Umum ISNU (Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama) kepada SMA Negeri 1 Slawi, seusai acara penanaman perdana padi di Desa Ragas Masigit, Kecamatan Carenang, Kabupaten Serang, Banten, Jumat (20/4) lalu.

ISNU Ikut Selamatkan Petani dari Lintah Darat (Sumber Gambar : Nu Online)
ISNU Ikut Selamatkan Petani dari Lintah Darat (Sumber Gambar : Nu Online)

ISNU Ikut Selamatkan Petani dari Lintah Darat

Desa Ragas Masigit, Kec. Carenang adalah salah satu areal GP3K, (Gerakan Peningkatan Produksi Pangan berbasis Korporasi) yang diprogramkan BUMN untuk pengembangan dunia pertanian. Kec. Carenang adalah wilayah kantong pertanian terbesar di Kota dan Kabupaten Serang, Banten, tambah Camat Carenang.

SMA Negeri 1 Slawi

Problem klasik, petani biasanya tidak memiliki modal awal untuk penanaman. Celah ini membuka masuknya para pengijon dan rentenir untuk menjerat para petani. Pada sisi yang lain, kelangkaan pupuk menjadikan harga pupuk meningkat tajam. Serangan hama pun menjadi ancaman tersendiri. Lepas panen, harga padi anjlok.

SMA Negeri 1 Slawi

Acara penanaman padi perdana di areal GP3K oleh ISNU diadakan persis di tengah sawah dengan bernaung tenda sederhana. Lebih 200 warga yang mayoritas petani, memadati tempat yang ada. Mereka tampak antusias mengingat acara ini berhubungan erat dengan nasib mereka.

Pertunjukan silat Cimande Cabang Carenang dan tabuhan rebana Permas (Persatuan Remaja Masjid) turut menghibur hati para hadirin. Atraksi Debus khas Banten antara lain bermain-main dengan senjata tajam tanpa luka sedikit pun, tak mau ketinggalan menyambut rombongan ISNU. Suguhan berupa penganan lokal, singkong, dan kacang rebus, keluar sebagai hidangan khas pedesaan.

ISNU bersama PT. Shang Hyang Seri, turun tangan untuk membina dan memproteksi para petani mulai dari proses penanaman hingga pemasaran paska panen. Uluran tangan semacam ini sangat dibutuhkan oleh para petani Indonesia. Mereka merasa tidak sendiri dalam menghadapi kendala-kendala dalam pertanian.

Self organizing, kemampuan mengorganisir diri sendiri bagi petani adalah target utama ISNU. Kemampuan mengatur diri sendiri adalah bekal dasar petani untuk menghapus ketergantungan mereka dari para pengijon dan lintah darat. Sementara, PT. Shang Hyang Seri siap meminjamkan 5 juta rupiah untuk tiap hektarenya.

Sedangkan pembayarannya menggunakan sistem ‘Yarnen’, pengembalian modal di masa panen. Pengembalian modal saat panen dibayar oleh petani tanpa bunga. Sistem Yarnen ini sangat efektif untuk memutus mata rantai pengijon dan lintah darat, tandas Ali Masykur Musa.

Redaktur: A. Khoirul Anam

Penulis   : Alhafiz Kurniawan

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Olahraga, Ubudiyah SMA Negeri 1 Slawi

IAI Al-Khoziny Wisuda 304 Mahasiswa dan Buka Program S2 PAI

Sidoarjo, SMA Negeri 1 Slawi. Sekitar 304 mahasiswa S1 dan S2 Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI), Ahwal Al Syakhshiyah (AS) dan Manajemen Pendidikan Islam (MPdI) Institut Agama Islam (IAI) Al-Khoziny Buduran Sidoarjo, Jawa Timur, akan diwisuda di gedung DBL Arena Graha Pena Surabaya, Ahad (25/10) besok.

IAI Al-Khoziny Wisuda 304 Mahasiswa dan Buka Program S2 PAI (Sumber Gambar : Nu Online)
IAI Al-Khoziny Wisuda 304 Mahasiswa dan Buka Program S2 PAI (Sumber Gambar : Nu Online)

IAI Al-Khoziny Wisuda 304 Mahasiswa dan Buka Program S2 PAI

Kepala Program Studi PAI IAI Al Khoziny, Wahyu Parihin menyatakan, 304 mahasiswa yang akan diyudisium itu terdiri dari 190 mahasiswa Prodi PAI dan 13 mahasiswa Prodi AS yang akan menyandang gelar S1 serta 101 mahasiswa Prodi MPdI yang akan menyandang gelar S2.

"Semoga mahasiswa yang diwisuda nantinya dapat mengamalkan ilmunya dengan baik, dapat melanjutkan ke jenjang lebih tinggi serta dapat bermanfaat bagi masyarakat sekitarnya," harap Pak Wahyu sapaan akrab Wahyu Parihin saat ditemui SMA Negeri 1 Slawi di ruang dosen, Jumat (23/10) malam.

SMA Negeri 1 Slawi

Pak Wahyu menambahkan, selain melaksanakan yudisium, IAI Al Khoziny Buduran Sidoarjo juga akan me-Launching Program Studi PAI pada jenjang S2. Rencananya, acara tersebut akan dihadiri Diktis Kemenag Pusat dan Kopertais Sunan Ampel Surabaya.

SMA Negeri 1 Slawi

"Acara itu nanti juga akan dihadiri keluarga pondok pesantren Al-Khoziny, Kepala sekolah SMA/SMK se-Kecamatan Buduran Sidoarjo, Pimpinan Perguruan Tinggi di Sidoarjo seperti Umaha, Unsuri, Umsida serta Dosen IAI Al-Khoziny dan Wali Wisudawan," terang Pak Wahyu. (Moh Kholidun/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Habib, Ubudiyah SMA Negeri 1 Slawi

Kamis, 01 Februari 2018

Ketua Baru Ansor Jakbar Komit Kembangkan NU di Ibu Kota

Jakarta, SMA Negeri 1 Slawi - Regenerasi di tubuh Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Jakarta Barat berlanjut dengan terpilihnya Alfanny sebagai ketua baru pada perhelatan Konferensi Cabang GP Ansor Jakarta Barat di TK Muslimat 2 Yayasan Darussalam Cengkareng, Jakarta Barat.

Alfanny mengajak segenap kader Ansor Jakarta Barat untuk bersinergi mengembangkan NU di tengah masyarakat Ibu Kota yang majemuk dengan membenahi organisasi Ansor terlebih dulu sebelum terjun menyelesaikan masalah di tengah masyarakat.

Ketua Baru Ansor Jakbar Komit Kembangkan NU di Ibu Kota (Sumber Gambar : Nu Online)
Ketua Baru Ansor Jakbar Komit Kembangkan NU di Ibu Kota (Sumber Gambar : Nu Online)

Ketua Baru Ansor Jakbar Komit Kembangkan NU di Ibu Kota

“Jakarta Barat adalah pintu gerbang Jakarta dan juga Indonesia, karena ketika turis asing dari luar negeri mendarat di Bandara Soekarno-Hatta, harus diingat sebagian wilayah bandara tersebut merupakan wilayah Cengkareng yang termasuk dalam Jakarta Barat.  Sudah saatnya Ansor Jakarta Barat bangkit dan terjun ke masyarakat dengan terlebih dulu membenahi tata internal organisasinya,” papar Alfanny di hadapan peserta konfercab, Ahad (13/3).

SMA Negeri 1 Slawi

Optimisme Alfanny didukung oleh Ketua Pimpinan Wilayah GP Ansor DKI Jakarta Abdul Azis yang mengatakan, Ansor merupakan organisasi pemuda terbesar yang mesti memberikan kontribusi positif bagi kemajuan DKI Jakarta.

Dalam kesempatan konfercab tersebut, turut hadir Abdul Haris Makmun dan Saiful Dasuki, fungsionaris Pimpinan Pusat GP Ansor serta mantan Ketua PC Ansor Jakarta Barat Abdul Syakir.

SMA Negeri 1 Slawi

Sebelum dipilih menjadi ketua PC GP Ansor Cabang Jakarta Barat, Alfanny memulai kiprah organisasinya di PMII UI-Depok tahun 1996-2001 dan menjadi salah satu anggota pertama PMII UI yang didirikan Yaqut Cholil Qoumas (Ketua Umum PP GP Ansor saat ini) dan Nusron Wahid (Ketua Umum PP GP Ansor 2011-2015).

Setelah lulus UI, Alfanny berkiprah sebagai wakil sekjen DPP Sarikat Buruh Muslimin Indonesia (Sarbumusi) antara tahun 2004-2010, kemudian tahun 2012-2015 menjadi Ketua Umum Forum Alumni PMII UI dan kemudian “pulang kampung” ke Jakarta Barat mendampingi kaderisasi IPNU-IPPNU sejak 2007 lalu bergabung dengan PC Ansor Jakarta Barat periode 2011-2015 sebagai wakil sekretaris. (Red: Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Ubudiyah, Lomba, Tegal SMA Negeri 1 Slawi

Kamis, 18 Januari 2018

Ayatollah Ali Khamenei Puji Semangat Para Pelajar Iran

Tehran,SMA Negeri 1 Slawi. Pemimpin Tinggi Iran Ayatollah Seyed Ali Khamenei, Rabu (9/5), mengungkapkan apresiasinya yang tinggi atas semangat, bakat, dan kepercayaan diri yang dimiliki para pelajar di Iran.



Ayatollah Ali Khamenei Puji Semangat Para Pelajar Iran (Sumber Gambar : Nu Online)
Ayatollah Ali Khamenei Puji Semangat Para Pelajar Iran (Sumber Gambar : Nu Online)

Ayatollah Ali Khamenei Puji Semangat Para Pelajar Iran

Dalam sebuah pertemuan dengan ribuan anak sekolahan, pemimpin spiritual itu mengatakan bahwa "periode sejarah saat ini, di mana bangsa Iran menegakkan moralitas dan meluncurkan sebuah gerakan yang menjadi momentum menuju tercapainya kemajuan saintifik dan kesejahteraan, generasi muda seharusnya mengisi tanggung jawab mereka yang berat".

Tiap Jumat, Mobil Aswaja Siap Sapa Sejumlah Masjid

Surabaya, SMA Negeri 1 Slawi. PW Aswaja NU Center Jawa Timur memastikan bahwa setiap Jumat akan mengunjungi sejumlah masjid untuk kian memasyarakatkan Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja) kepada kaum muslimin. Hal ini sebagai bentuk tanggung jawab demi menyelamatkan akidah umat dari rongrongan gerakan Islam yang cenderung ekstrem.

"Kami telah memiliki mobil operasional dan akan dioptimalkan untuk menyapa masjid setiap Jumat," kata Direktur PW Aswaja NU Center, KH Abdurrahman Navis, Sabtu (22/8).

Tiap Jumat, Mobil Aswaja Siap Sapa Sejumlah Masjid (Sumber Gambar : Nu Online)
Tiap Jumat, Mobil Aswaja Siap Sapa Sejumlah Masjid (Sumber Gambar : Nu Online)

Tiap Jumat, Mobil Aswaja Siap Sapa Sejumlah Masjid

Mobil dengan jenis APV tersebut akan menyediakan sejumlah kebutuhan Aswaja. "Dari mulai buku, flash disk, dan selebaran Jumat," kata Wakil Ketua PWNU Jatim ini. Bahkan sejumlah pengurus dan anggota siap memberikan layanan tanya jawab seputar Aswaja dan pengetahuan agama Islam yang dibutuhkan masyarakat, lanjutnya.

SMA Negeri 1 Slawi

Kiai Navis, sapaan akrabnya sangat menyadari bahwa tantangan bagi tersebarnya Aswaja demikian berat. "Banyak masjid di sekitar kita yang telah dimasuki aliran Islam garis keras," ungkapnya. Dan untuk mengimbangi atau bahkan melawan gerakan ini, cara yang ditempuh adalah antara lain dengan melakukan sosialisasi ke sejumlah masjid tersebut.

SMA Negeri 1 Slawi

Dosen UIN Sunan Ampel Surabaya ini juga berharap agar gerakan PW Aswaja NU Center bisa dilakukan juga oleh banyak kalangan, khususnya para generasi muda. "Karena tantangan Aswaja ala NU semakin berat," pungkasnya.? (Syaifullah/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Anti Hoax, Ubudiyah, Olahraga SMA Negeri 1 Slawi

Senin, 15 Januari 2018

Sejumlah Akademisi-Aktivis Siap Ramaikan Riungan Kebangsaan Gusdurian

Way Kanan-Lampung, SMA Negeri 1 Slawi. Akademisi Universitas Lampung (Unila) yang juga Ketua Dewan Pendidikan Kabupaten Way Kanan Dr Farida Aryani menyatakan diri untuk berpartisipasi dalam kegiatan "Riungan (kumpulan) Kebangsaan" dihelat Gusdurian Lampung bersama sejumlah pihak yang mempunyai persepsi sama  mengenai kebangsaan dan kemanusiaan.

"Beliau sudah menyatakan diri untuk hadir dalam kegiatan berisi diskusi kebangsaan dan donor darah beserta relasi, termasuk Ketua Yayasan Shuffah Blambangan Umpu Khairul Huda, S.Psi, M.AP juga berkomitmen untuk bisa ikut donor darah," demikian disampaikan aktivis Gusdurian di Way Kanan, Lampung Agung Rahadi Hidayat di Blambangan Umpu, Sabtu (24/7).

Sejumlah Akademisi-Aktivis Siap Ramaikan Riungan Kebangsaan Gusdurian (Sumber Gambar : Nu Online)
Sejumlah Akademisi-Aktivis Siap Ramaikan Riungan Kebangsaan Gusdurian (Sumber Gambar : Nu Online)

Sejumlah Akademisi-Aktivis Siap Ramaikan Riungan Kebangsaan Gusdurian

Berkaitan dengan itu, Gusdurian Lampung mengapresiasi positif support yang bermunculan dari berbagai pihak atas kegiatan tersebut.  Riungan, kumpulan atau silaturahmi, kata Agung yang tercatat bergiat di Palang Merah Indonesia (PMI) Way Kanan dan pengurus Ansor Kecamatan Way Tuba, menjadi penting sebagai gerbang masuk berbagai kemaslahatan.

SMA Negeri 1 Slawi

"Silaturahmi masyarakat di tingkat lokal masyarakat perlu digalakkan, dengan silaturahmi semangat persatuan dan persaudaraan dapat terwujud. Aneka persoalan masyarakat butuh pemecahan yang melibatkan banyak pihak, masyarakat perlu saling bahu-membahu mencari jalan keluar atas kebuntuan persoalan.

SMA Negeri 1 Slawi

Dengan melibatkan banyak pihak, demikian Agung menambahkan, forum ini menjadi wadah dialog mengenai perkembangan kemasyarakatan, adanya kerjasama antar pemangku kepentingan untuk menghadapi permasalahan serta untuk lebih peduli terhadap situasi dan kondisi di Kabupaten Way Kanan.

Riungan Kebangsaan dan Donor Darah tersebut  berrtema "Mensinergikan Keberagaman Menumbuhkan Kemanusiaan". Kegiatan tersebut merupakan sinergi dan energi cinta untuk bangsa dari Gusdurian Lampung, Alumni BPUN Way Kanan 2015, Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu), Pemuda Katolik, Gerakan Pemuda Ansor, Peradah, Yayasan Shuffah Blambangan Umpu, Palang Merah Indonesia (PMI), Barisan Ansor Serbaguna (Banser), TP PKK dan Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama.

"Kegiatan berlangsung Senin 27 Juli 2015 di Dewan Kerajinan Nasional Daerah atau Dekranasda Way Kanan mulai pukul 08.30 WIB. Pihak-pihak yang ingin ikut serta donor darah kami persilakan untuk hadir mengingat persediaan darah di Provinsi Lampung masih banyak mengalami kekurangan dalam jumlah cukup besar. Sebanyak 60 persen komposisi penyumbang darah sukarela, yang mendonorkan darah mereka secara rutin sebagai penopang ketersediaan darah, untuk Lampung masih kekurangan persediaan darah berkisar 40 persen dari kebutuhan darah bagi masyarakat di Lampung," katanya.

Ia menambahkan, optimisme keberkahan silaturahmi akan mengantarkan masyarakat ke arah perbaikan kualitas kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara karena bertujuan membangkitkan spirit kebangsaan, kepedulian dan gotong royong, lalu juga meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pembangunan nasional serta menghidupkan, menjaga serta melestraikan kearifan lokal.

"Kegiatan perkumpulan ini akan membangun konektifitas antar elemen masyarakat daerah ini sehubungan melibatkan sejumlah elemen di Way Kanan kendati belum optimal atau 100 persen terjangkau," demikian Agung Rahadi Hidayat.

Diskusi kebangsaan akan menghadirkan sejumlah pembicara, seperti I Gede Klipz Darmaja dari Perhimpunan Pemuda Hindu Indonesia (Peradah) Lampung, lalu Andreas Sugiman dari Pemuda Katolik Way Kanan. Kegiatan dimoderatori oleh Ponita Dewi, Duta Genre (Generasi Berencana) Indonesia 2013 yang juga presenter salah satu televisi di Lampung. Topiknya, "Masih Perlukah Indonesia Dengan Pancasila?" (Gatot Arifianto/Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Ubudiyah, Halaqoh SMA Negeri 1 Slawi

Selasa, 09 Januari 2018

PBNU Keberatan Monopoli Sertifikasi Halal UU JPH

Jakarta, SMA Negeri 1 Slawi. Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menyatakan keberatan atas Undang-Undang Jaminan Produk Halal (JPH) yang telah disetujui dalam Rapat Paripurna DPR, Kamis (25/9). UU JPH membuka pintu monopoli sertifikasi halal oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI).

PBNU Keberatan Monopoli Sertifikasi Halal UU JPH (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU Keberatan Monopoli Sertifikasi Halal UU JPH (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU Keberatan Monopoli Sertifikasi Halal UU JPH

Wakil Sekretaris Jenderal PBNU H Adnan Anwar menyayangkan monopoli jaminan halal oleh MUI pada UU JPH. Pasalnya jumlah warga sangat banyak untuk ditangani dengan keterbatasan jumlah SDM pada institusi MUI.

Semangat monopoli ini menutup peran keumatan ormas-ormas keislaman seperti NU, Muhammadiyah dan lainnya. “Jumlah kader NU yang memiliki kemampuan fikih dan ushul fikih sangat banyak. Mereka sangat terlatih memecahkan persoalan keumatan melalui diskusi, musyawarah, dan terutama bahtsul masail.”

SMA Negeri 1 Slawi

Keputusan mereka menjadi valid dengan dukungan dan pertimbangan dari para peneliti dan saintis di kalangan pemuda NU. Mereka cukup berkompeten untuk meneliti kandungan-kandungan produk di makanan, perlengkapan kosmetik, dan lainnya.

Di samping itu basis massa NU di tengah masyarakat sangat jelas. Dari situ pelayanan yang berkenaan dengan jaminan kehalalan produk menjadi lebih optimal.

SMA Negeri 1 Slawi

Kalau JPH dimonopoli MUI, kepentingan warga yang banyak itu akan terbengkalai, pungkas H Adnan di Jakarta, Jumat (25/9). (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Bahtsul Masail, Budaya, Ubudiyah SMA Negeri 1 Slawi

Senin, 08 Januari 2018

KH Sholeh Qosim Paparkan Fadhilah Bersedekah sebelum Ramadhan

Sidoarjo, SMA Negeri 1 Slawi. Ada banyak hal yang perlu diperhatikan dan dijalankan oleh setiap Muslim, terutama warga Nahdliyin dalam menyambut datangnya bulan suci Ramadhan. Meski amal ibadah sebelum Ramadhan itu tidak diwajibkan, akan tetapi fadilah dan nilai ibadahnya sungguh luar biasa.

Wakil Katib Syuriah PCNU Sidoarjo KH Sholeh Qosim saat ditemui SMA Negeri 1 Slawi dikediamannya, Rabu (3/6) terkait amalan menjelang bulan suci Ramadhan, dirinya menyampaikan, bahwa Nabi Muhammad SAW kalau bersedekah diberikan menjelang Ramadhan. Karena menyedekahkan menjelang Ramadhan lebih bermanfaat.

KH Sholeh Qosim Paparkan Fadhilah Bersedekah sebelum Ramadhan (Sumber Gambar : Nu Online)
KH Sholeh Qosim Paparkan Fadhilah Bersedekah sebelum Ramadhan (Sumber Gambar : Nu Online)

KH Sholeh Qosim Paparkan Fadhilah Bersedekah sebelum Ramadhan

"Budaya Nabi Muhammad SAW menyambut bulan Suci Ramadhan, disamping berpuasa Syaban, silaturahmi dan bersedekah, Nabi selalu membebaskan orang yang mempunyai hutang. Sehingga ketika orang tersebut menjalankan ibadah puasa Ramadhan, tidak terganggu, bisa kosentrasi dan khusyuk," ucapnya.

SMA Negeri 1 Slawi

Dengan menyedekahkan makanan, pakaian yang diberikan menjelang Ramadhan, kata Kiai Sholeh, fadhilahnya 700 lipat. Yang lebih penting lagi, datang ke guru dan ulama meminta doa supaya lebih mantap dan berkah. Nilainya sangat positif, dan harus dibudayakan lagi.

"Sehingga rukun Islam yang ke 4 itu menjadi fokus ketika orang melakukan ibadah. Berbeda kalau diberikan menjelang Idul Fitri. Sebab kalau diberikan sebelum Ramadhan, pahalanya 700 tingkat, sedangkan setelah Ramadhan pahalanya 1 derajat/tingkat," tandasnya. (Moh Kholidun/Fathoni)

SMA Negeri 1 Slawi

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Ubudiyah SMA Negeri 1 Slawi

Senin, 01 Januari 2018

Ada Tiga Kesamaan Antara Santri dan Kartun, Kata Menag

Jakarta, SMA Negeri 1 Slawi. Selama ini, santri identik dengan mengaji. Sementara kartun adalah karya seni. Menyandingkan santri dan kartun bagi sebagian orang mungkin terasa aneh dan memberi kesan tersendiri.

“Apa pertautan antara kartun dan santri?” demikian pertanyaan Menteri Agama mengawali sambutannya saat launching Pameran Kartun Santri Nasional di Galeri Nasional, Jakarta, Selasa (24/11) malam.

Ada Tiga Kesamaan Antara Santri dan Kartun, Kata Menag (Sumber Gambar : Nu Online)
Ada Tiga Kesamaan Antara Santri dan Kartun, Kata Menag (Sumber Gambar : Nu Online)

Ada Tiga Kesamaan Antara Santri dan Kartun, Kata Menag

Menurut Menag, banyak kesamaan antara seni kartun dan santri, dan 3 di antaranya adalah: pertama, kartun dan santri sama-sama memiliki ruh, memiliki jiwa intelektual. Dikatakan Menag, baik kartun maupun santri selalu mengajak seseorang untuk berfikir. Santri senang melakukan pengkajian, penelaahan, aktivitas yang tidak bisa dilepaskan dari berfikir.?

SMA Negeri 1 Slawi

“Kartun selalu merupakan artikulasi apa yang ada dalam fikiran yang dituangkan dalam bentuk lukisan,visual, dan gambar,” terangnya.

SMA Negeri 1 Slawi

Kedua, baik kartun ataupun santri selalu berupaya mengubah kehidupan sosial kemasyarakatan ke arah yang lebih baik, apalagi jika muatan pesannya berupa kritik-kritik sosial.?

Ketiga, kartun dan santri, keduanya mengandung unsur homor, setidak-tidaknya suka dengan hal-hal yang humoris. Karya-karya kartun sangat kaya dengan nilai humor, santri juga kaya dengan humor.?

“Kalau gak suka humor, perlu dipertanyakan kesantriannya,” canda Menag.

Menag berharap kartun ke depan menjadi ajang para santri dalam menyampaikan gagasan tentang ke-Islaman dan ke-Indonesiaan sehingga terasa lebih ringan dan mudah diterima. Islam tidak selalu disampaikan dengan teori-teori yang berat, namun bisa juga dengan santai.?

“Dunia kartun merupakan media yang strategis untuk menyampaikan kedamaian, toleransi kesejukan, sehingga kehidupan keberagamaan kita semakin baik,” kata Menag seperti dikutip dari laman kemenag.go.id.

Senada dengan Menag, Dirjen Pendis Kamaruddin Amin menyampaikan bahwa direktorat yang dipimpinnya akan terus mengkampanyekan bahwa pesantren merupakan penjaga Islam Nusantara yang konsisten. Di tengah perkembangan zaman yang ada, harapannya pesan-pesan melalui kartun dapat mengubah yang berat dan menjadi mudah dicerna. ?

Sementara itu, Kurator Kartun Indonesia Kuss Indarto menyampaikan, agama itu bersumber dari wahyu dan memiliki norma-normanya sendiri, yang bersifat normatif, sehingga ia cenderung menjadi permanen.

Sedangkan budaya, merupakan buatan manusia, maka ia berkembang sesuai dengan perkembagan zaman dan cenderung untuk selalu berubah. Oleh karenanya, Kuss berharap berharap Kemenag bisa menjadikan kartun sebagai salah satu sarana pencapai tujuannya untuk dapat menyampaikan ajaran Islam dengan seni kartun.

Launching Pameran Kartun Santri Nasional dimeriahkan dengan pembacaan puisi oleh santri yang kini menjadi sastrawan nasional asal Madura, KH Zawawi Imron. Sebelumnya membacakan puisinya, ? seniman yang dikenal dengan Celurit Emas ini menyampaikan bahwa dirinya adalah kartun. Kepada ratusan pengunjung yang hadir memadati venue pameran, Zawawi mengaku masih bingung siapakah dia sebenarnya. Ke mana-kemana dengan tongkat yang mengikutinya, atau dirinya yang mengikuti tongkat. Tapi biarlah itu menjadi misteri, paparnya.

“Telur…. Dubur ayam yang mengeluarkan telur, lebih mulia dari mulut intelektual yang hanya menjanjikan telur,” demikian KH Zawawi Imron mulai membacakan puisinya.

Selain puisi telur, KH Zawawi Imron juga membacakan puisinya tentang “Cinta Tanah Air Model Pesantren” dan puisi tentang “Ibu”. Red: Mukafi Niam

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Lomba, Ubudiyah SMA Negeri 1 Slawi

Selasa, 26 Desember 2017

Berdayakan Dana Desa untuk Bangun Tanggul Penahan Longsor

Jakarta, SMA Negeri 1 Slawi. Hujan deras menimbulkan bencana banjir dan longsor di sejumlah desa di Jawa Tengah, Mingu (19/6/2016). Setidaknya ada 16 kabupaten di Jawa Tengah yang mengalami bencana longsor dan banjir akibat hujan lebat. Salah satunya yang paling parah adalah Purworejo yang mengalami longsor dan menewaskan puluhan korban jiwa.

Terkait kejadian ini, Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Marwan Jafar mengingatkan bahwa bencana alam ini harus direspon dengan cepat. Setelah identifikasi dan evakuasi korban, masyarakat dapat menggunakan Dana Desa untuk membenahi dan membangun infrastruktur desa, terutama tanggul penahan longsor dan membangun saluran air agar tidak terjadi banjir.

Berdayakan Dana Desa untuk Bangun Tanggul Penahan Longsor (Sumber Gambar : Nu Online)
Berdayakan Dana Desa untuk Bangun Tanggul Penahan Longsor (Sumber Gambar : Nu Online)

Berdayakan Dana Desa untuk Bangun Tanggul Penahan Longsor

"Membangun dan membenahi Infrastruktur desa yang rusak akibat bencana itu masuk dalam prioritas. Ini sudah kita atur dalam Permendesa No. 21/2015 tentang Penetapan Prioritas Penggunaan Dana Desa tahun 2016," ujar Menteri Marwan, di Jakarta, Senin (20/6).

Dalam Permendesa jelas tertera bahwa salah satu prinsip penggunaan Dana Desa adalah mendahulukan kepentingan desa yang lebih mendesak, lebih dibutuhkan, dan berhubungan langsung dengan kepentingan sebagian besar masyarakat Desa.

"Bencana alam yang menimbulkan kerusakan infrastruktur adalah sesuatu yang mendesak untuk dibenahi. Jadi masuk dalam prioritas Dana Desa. Jalan desa, gorong-gorong, sanitasi air, maupun tanggul penahan banjir yang rusak harus dibangun kembali. Tentunya dengan penataan baru yang lebih baik dan tahan terhadap bencana," jelasnya.

SMA Negeri 1 Slawi

Tokoh asal Pati, Jawa Tengah ini sangat berbela sungkawa atas bencana yang terjadi di desa-desa. Dia pun mengingatkan perlunya desa siaga bencana, mengingat banyaknya desa yang rawan bencana. Bukan hanya musim hujan yang kerap terjadi banjir atau longsor. Pada musim kemarau, banyak juga desa yang kekeringan dan kebakaran hutan. Wilayah-wilayah seperti ini harus membangun dengan program yang siaga bencana.

"Bencana alam yang terjadi itu bisa karena murni bencana alam, bisa juga karena ada sumbangsih faktor manusia yang kurang bersahabat dengan lingkungan. Tapi dua-duanya ini bisa dihindari dengan membangun infrastruktur yang lebih kuat dan tahan bencana," imbuh Menteri Marwan.

Lebih jauh ia meminta agar desa-desa membuat perencanaan pembangunan dengan baik sehingga penggunaan Dana Desa benar-benar sesuai kebutuhan dan dapat dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat.

SMA Negeri 1 Slawi

Karena itu, masyarakat desa seharusnya terlibat aktif dalam rembug Desa tentang penggunaan Dana Desa. Berlakunya UU No 6/2014 telah memberikan Desa kewenangan penuh mengelola Dana Desa, mulai dari perencanaan, pelaksanaan program, hingga pelaporannya.

"Kami kemudian membuat aturan turunan agar penggunaan dana desa ini punya panduan-panduan agar sesuai dengan tujuan. Dana desa itu diprioritaskan untuk infrastruktur desa, kemudian pembangunan fasilitas sosial dasar seperti posyandu, polindes, puskesdes, dan PAUD, serta untuk memperkuat perekonomian local desa," terangnya. (Red: Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Ubudiyah, Pendidikan SMA Negeri 1 Slawi

Senin, 25 Desember 2017

Pergunu dan Ansor Bantu Pelajar NU Masuk Perguruan Tinggi

Waykanan, SMA Negeri 1 Slawi. Persatuan Guru Nahdlatul Ulama Waykanan mendukung program Pesantren Kilat Bimbingan Belajar Pasca Ujian Nasional (Sanlat BPUN) GP Ansor setempat. Keduanya telah melakukan penandatanganan nota kesepahaman untuk membantu para pelajar NU melanjutkan pendidikan ke jenjang selanjutnya.

Pergunu dan Ansor Bantu Pelajar NU Masuk Perguruan Tinggi (Sumber Gambar : Nu Online)
Pergunu dan Ansor Bantu Pelajar NU Masuk Perguruan Tinggi (Sumber Gambar : Nu Online)

Pergunu dan Ansor Bantu Pelajar NU Masuk Perguruan Tinggi

Penandatangan dilakukan Ketua Pergunu Ali Tahan Uji dan Ketua GP Ansor Gatot Arifianto di sela perhelatan Festival Bhineka Tunggal Ika berlangsung di SMAN 2 Blambangan Umpu, kampung Sidoarjo, kecamatan Blambangan Umpu, Rabu (18/11).

Pada tahun 2015, demikian Ali menjelaskan latar belakang nota kesepahaman, GP Ansor Waykanan menggelar Sanlat BPUN dan meloloskan lima pelajar masuk Perguruan Tinggi Negeri (PTN) dan mendapat beasiswa.

SMA Negeri 1 Slawi

"Tujuan utama program ini ialah mengantarkan siswa-siswa kurang mampu memasuki PTN melalui jalur SBMPTN dengan program studi beragam. Kami rasa itikad baik Ansor harus direspon untuk semakin banyak meloloskan pelajar Waykanan memasuki PTN. Inilah upaya kecil kami, warga NU untuk Waykanan," ujar Ali lagi.

SMA Negeri 1 Slawi

Secara garis besar, BPUN berbicara tiga hal, pendidikan, kepemimpinan, dan keberagamaan yang ramah.

Sebagaimana diketahui, Pergunu merupakan organisasi profesi yang mewadahi para ustadz, guru, dan dosen NU yang dirintis mulai 1952. Secara singkat, Pergunu dalam khidmat dan kiprahnya diharapkan sebagai penggerak intelektual dan sekaligus sebagai penggerak peradaban. (Disisi SF/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Ulama, Ubudiyah, Khutbah SMA Negeri 1 Slawi

Sabtu, 23 Desember 2017

NU Jakpus Bentuk Kelompok Kader Penanggulang TB

Jakarta, SMA Negeri 1 Slawi. Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Administrasi Jakarta Pusat melalui Lembaga Kesehatan NU terus menggerakan program “Desa Siaga Aktif” untuk melawan penyakit Tuberculosis (TB). Lewat Community Empowerment of People Against Tuberculosis (CEPAT), LKNU membentuk kelompok kader di tingkat Rukun Warga (RW).

Selasa (24/2), di aula PBNU, Jakarta, LKNU Jakpus mengumpulkan utusan dari 20 Rukun Warga (RW) dari Kelurahan Kebonkacang, Kecamatan Senen, dan Kelurahan Paseban, Kecamatan Tanahabang. Keduapuluh RW tersebut terpilih berdasarkan kriteria antara lain potensi sumber daya manusia, kepedulian pemerintah desa, dan adanya program kesehatan yang sedang berjalan.

NU Jakpus Bentuk Kelompok Kader Penanggulang TB (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Jakpus Bentuk Kelompok Kader Penanggulang TB (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Jakpus Bentuk Kelompok Kader Penanggulang TB

"Gerakan ini bertujuan untuk.mempercepat terwujudnya desa atau kelurahan yang peduli, tanggap, dan mampu mengenali, mencegah serta mengatasi permasalahan kesehatan yang dihadapi secara mandiri sehingga derajat kesehatannya meningkat," tutur Umi Wahyuni, Koordinator CEPAT LKNU wilayah Jakpus.

SMA Negeri 1 Slawi

Dua puluh orang tersebut diminta membantu mencegah hingga proses mengobati penderita TB di masing-masing RW. Setiap RW akan menerima dana pancingan dari program yang bekerja sama dengan USAID ini.

Menurut Umi, program Desa Siaga Aktif hendak memobilisasi masyarakat untuk mendukung perbaikan perawatan TB, melalui proses terencana, serentak dalam kurun waktu tertentu, dan kegiatan tertentu.

SMA Negeri 1 Slawi

Sebelumnya, LKNU juga memprakarsai pertemuan para pemangku kebijakan di Jakarta. Langkah ini sebagai upaya menanggulangi penyebaran penyakit tuberculosis (TB) dan HIV/AIDS. Saat itu, LKNU berhasil membentuk kelompok kerja (Pokja) TB-HIV/AIDS. LKNU mengundang, antara lain, para pimpinan rumah sakit, pejabat legislatif, pejabat eksekutif, dan para kader NU di Jakarta. (Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Ubudiyah SMA Negeri 1 Slawi

Selasa, 19 Desember 2017

Inilah Waktu Larangan Lontar Jumrah bagi Jemaah Haji Indonesia

Makkah, SMA Negeri 1 Slawi - Pemerintah Arab Saudi dalam hal ini Menteri Haji dan Umrah melalui Muassasah Asia Tenggara merilis surat edaran tentang waktu yang dilarang bagi jemaah haji Indonesia untuk melontar jumrah.

Berdasarkan edaran tersebut, Daker Makkah mengeluarkan maklumat terkait waktu larangan melontar jamarat bagi jemaah haji Indonesia tertanggal 6 Agustus 2017. Maklumat ditujukan kepada seluruh Kepala Seksi dan Kepala Sektor Daker Makkah agar informasi seputar larangan ini bisa segera disosialisasikan kepada jemaah haji Indonesia.

Inilah Waktu Larangan Lontar Jumrah bagi Jemaah Haji Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)
Inilah Waktu Larangan Lontar Jumrah bagi Jemaah Haji Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)

Inilah Waktu Larangan Lontar Jumrah bagi Jemaah Haji Indonesia

Kepala Daker Makkah Nasrullah Jasam dalam maklumatnya mengatakan, komitmen mematuhi larangan waktu melontar ini penting demi kelancaran bersama dan untuk menghindari kemacetan akibat penumpukan jemaah.

“Jemaah haji Indonesi agar memperhatikan dan mentaati jadwal waktu melontar jumrah,” tulisnya, Senin (6/8) pekan lalu, sebagaimana dilansir situs resmi Ditjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kemenag RI.

SMA Negeri 1 Slawi

Berikut ini waktu yang dilarang bagi jemaah haji Indonesia untuk melontar jumrah yang menjadi salah satu wajib haji:

1. 10 Dzulhijjah larangan melontar jamarat dari jam 06.00 s.d. 10.30 WAS;

SMA Negeri 1 Slawi

2. 11 Dzulhijjah larangan melontar jamarat dari jam 14.00 s.d. 18.00 WAS;

3. 12 Dzulhijjah larangan melontar jamarat dari jam 10.30 s.d. 14.00 WAS.

Kepada PPIH Arab Saudi, Nasrullah meminta agar menyosialisaikan waktu larangan ini sehingga bisa dipahami dan ditaati oleh seluruh jemaah haji Indonesia. (Red: Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Santri, Ubudiyah SMA Negeri 1 Slawi

Sabtu, 09 Desember 2017

Pasar Murah Ramadhan, Ludes Diserbu Warga

Brebes, SMA Negeri 1 Slawi - Ribuan warga Brebes mendatangi pasar murah Ramadhan yang digelar Pemerintah Kabupaten Brebes di alun-alun kota setempat, Senin (13/6). Pasar murah yang menjajakan sembako tersebut begitu dibuka Bupati Brebes Hj Idza Priyanti langsung diserbu warga dan habis dalam hitungan kurang dari 30 menit.

“Kebutuhan menjelang lebaran semakin tinggi, apalagi bagi warga kurang mampu, untuk itu Pemkab perlu menggelar pasar murah guna memenuhi kebutuhan masyarakat,” kata Idza memaparkan pentingnya digelar pasar murah Ramadhan.

Pasar Murah Ramadhan, Ludes Diserbu Warga (Sumber Gambar : Nu Online)
Pasar Murah Ramadhan, Ludes Diserbu Warga (Sumber Gambar : Nu Online)

Pasar Murah Ramadhan, Ludes Diserbu Warga

Meski demikian, ia mengimbau agar di saat Ramadhan hingga lebaran jangan terlalu konsumtif. Sebab, kebutuhan tidak hanya saat lebaran tetapi masih ada kebutuhan lain yang harus dibiayai sesudah lebaran. “Saya harap jangan terlalu konsumtif dan berhati-hatilah dalam berbelanja, karena masih ada kebutuhan lain yang menanti usai lebaran,” kata Idza.

Kepala Bagian Perekonomian Da’an Susanto menjelaskan, pasar murah Ramadhan menyediakan 7.130 paket sembako. Satu paket yang terdiri dari beras 1,5 kg, gula pasir 1,5 kg, minyak goreng 1 liter, dan mie instan 3 bungkus seharga Rp 50 ribu, namun dijual hanya Rp 25.000,-.

SMA Negeri 1 Slawi

Sebanyak 7.130 paket ini dijajakan di tujuh tempat, antara lain di Kecamatan Bantarkawung sebanyak 1.000 paket, Paguyangan 800 paket, Alun-Alun Brebes 2.500 paket, Tonjong 500 paket, Ketanggungan 1.000 paket, Kersana 830 paket, dan Bulakamba 500 paket.

SMA Negeri 1 Slawi

“Pasar murah ini untuk membantu masyarakat berpenghasilan rendah dalam memenuhi kebutuhan pangan menjelang lebaran,” ungkap Da’an.

Salah seorang pembeli Linda warga Limbangan Kulon mengaku senang dirinya mendapatkan undangan dari RT setempat untuk membeli sembako murah. “Saya dikasih kupon, untuk membeli sembako di alun-alun, ternyata harganya murah,” tutur Linda.

Linda mengaku sudah menunggu sejak jam 8 pagi, ternyata acaranya baru dibuka jam 9.00. “Tapi tidak apa-apa menunggu lama, yang penting saya bisa mendapatkan sembako murah,” ujarnya.

Pasar murah Ramadhan dijajakan oleh masing-masing SKPD, PKK, Dharma Wanita dan GOW serta BUMD dan BUMN di Kabupaten Brebes. (Wasdiun/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi AlaSantri, Ubudiyah SMA Negeri 1 Slawi

Jumat, 08 Desember 2017

Soal Tragedi di Mina, Percayakan Informasi Kepada Kemenag

Probolinggo, SMA Negeri 1 Slawi. Terkait tragedi Mina, Mustasyar PCNU Probolinggo H Hasan Aminuddin meminta keluarga jamaah haji untuk tidak memercayai informasi selain rilis resmi Kementerian Agama (Kemenag) dan sumber berita korban Mina. Pasalanya, Hasan menambahkan, validitas informasi yang beredar diragukan.

Demikian disampaikan Hasan kepada sejumlah wartawan usai pulang dari melaksanakan ibadah haji, Selasa (29/9). “Saya saja yang ada di sana tidak tahu kronologis pasti kejadian itu. Karena itu, meskipun ada teman yang telepon, sms atau BBM tanya kondisi di sana tidak saya jawab. Karena saya tidak tahu persis, kalau tidak tahu persis kemudian bercerita maka khawatir keliru,” ujarnya.

Soal Tragedi di Mina, Percayakan Informasi Kepada Kemenag (Sumber Gambar : Nu Online)
Soal Tragedi di Mina, Percayakan Informasi Kepada Kemenag (Sumber Gambar : Nu Online)

Soal Tragedi di Mina, Percayakan Informasi Kepada Kemenag

Informasi terkait kejadian Mina itu baru dia dapatkan dari sumber berita korban Mina, Saiful Bahri. Di mana anggotanya banyak yang menjadi korban.

SMA Negeri 1 Slawi

“Di Bandara Jeddah saya bertemu dengan pimpinan Komisi VIII yang bertindak sebagai pengawas haji. Mereka menyampaikan akan segera menggelar RDP (Rapat Dengan Pendapat) begitu jamaah haji pulang ke Indonesia,” katanya.

Tidak hanya itu, dalam RDP itu Hasan juga diminta untuk mengajak serta Saiful. Sebab, Komisi VIII ingin mengetahui kondisi yang ada di sana versi Saiful yang juga sebagai korban. Apalagi dirinya mengaku sudah berbicara dengan Saiful usai melaksanakan rukun haji dan mengetahui kondisi sebenarnya saat tragedi itu terjadi.

SMA Negeri 1 Slawi

Menurut Hasan, saat itu seluruh jamaah di kloter 48 berangkat ke Mina melalui jalur yang semestinya. Tetapi sampai di pertigaan, askar meminta untuk berbelok. Pengalihan itulah yang membuat tragedi itu terjadi. Saiful mengaku sudah melayangkan protes pada askar, namun tidak dihiraukan.

Saat itulah tragedi terjadi. Mulanya, ada 3 kursi roda yang seharusnya memuat orang ternyata memuat barang. Kursi roda itu macet dan ada mobil berhenti. Sehingga, banyak jamaah yang terhalang untuk lewat.

Di tengah padatnya manusia dan cuaca yang cukup terik, banyak jamaah yang panik dan ingin segera sampai. “Saat itu gelombang manusia menurut Saiful seperti ombak. Semuanya histeris, apalagi banyak yang kehausan gara-gara cuaca yang terik. Semuanya berteriak dan minta tolong, kondisi saat itu sangat tidak menguntungkan,” jelasnya.

Di kanan dan kiri jalur tersebut terdapat maktab jamaah dari negara lain. Sebagian jamaah yang selamat karena memanjat pagar. Anehnya, tidak satupun orang yang membuka pintu pagar di kanan dan kiri.

“Seandainya pagar dibuka, munngkin bisa mengurai kepadatan jamaah. Hal itulah yang kini menjadi pertanyaan, apa alasan askar mengalihkan jalur jamaah,” terangnya.

Oleh karena itu, Hasan berharap pemimpin-pemimpin negara yang mengirimkan jamaah untuk mendesak Arab Saudi menjelaskan alasan askar tersebut. Sehingga ke depan manajemen tata kelola haji bisa dilakukan dengan baik. Dengan demikian, jamaah bisa beribadah dengan khusyuk. “Solusinya perlu keterlibatan dari Negara-negara Islam dalam rangka perbaikan pelayanan ibadah haji di Arab Saudi,” tegasnya.

Hasan juga meminta agar masyarakat tidak saling menyalahkan supaya bisa menyejukkan. “Sekali lagi, jangan percaya sms dari siapapun yang tidak tahu persoalannya. Saya berani bicara karena tahu dari sumber berita yang juga menjadi korban,” pungkasnya. (Syamsul Akbar/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Ubudiyah, Amalan, Halaqoh SMA Negeri 1 Slawi

Dalang Cilik Ramaikan Puncak Harlah NU di Way Kanan

Way Kanan, SMA Negeri 1 Slawi. Muhammad? Setyo Mukti Wicaksono, dalang cilik yang tercatat sebagai Pelajar SMPN1 Baradatu Kabupaten Way Kanan, Provinsi Lampung akan meramaikan rangkaian puncak hari lahir (harlah) Nahdalatul Ulama (NU) ke-90 di Gedung PCNU Way Kanan, Jalan Lintas Sumatera Kampung Tiuh Balak I, Kecamatan Baradatu.

Ketua Lakpesdam Way Kanan Supri Iswan selaku Koordinator Harlah NU ke 90 di Blambangan Umpu, Rabu (3/2) menyatakan, Mukti akan tampil pada 8 Februari mulai pukul 20.00 WIB.

Dalang Cilik Ramaikan Puncak Harlah NU di Way Kanan (Sumber Gambar : Nu Online)
Dalang Cilik Ramaikan Puncak Harlah NU di Way Kanan (Sumber Gambar : Nu Online)

Dalang Cilik Ramaikan Puncak Harlah NU di Way Kanan

Muhammad? Setyo Mukti Wicaksono, lahir di Way Kanan, 3 Maret 2001. Belajar mendalang di Sanggar Mukti Budaya Radio Rapansa? Baradatu. Mukti tercatat tampil mendalang ke 15 kalinya pada Festival Dalang Bocah Nasional pada 2012.

SMA Negeri 1 Slawi

Pada Festival Dalang Bocah Tingkat Nasional Tahun 2015, di Museum Seni Rupa, Taman Fatahilah, Jakarta Kota, Mukti ditetapkan panitia sebagai Juara II Penyaji Lakon Terbaik, membakan Wayang Kulit Purwa Gaya Surakarta dengan lakon Gatotkaca Jago.

SMA Negeri 1 Slawi

"Allhamdulillah, NU dapat sumbangan pemantasan wayang kulit dari Ketua PGRI Way Kanan Sugiharto Pandu Dwijo Prayitno untuk meramaikan Harlah ke 90. Ini tentu kita syukuri," ujar Ketua PCNU Way Kanan KH Nur Huda menambahkan.

Selain sumbangan pementasan wayang oleh putranya, Sugiharto Pandu juga membantu persoalan sound system, tarub dan menyiapkan siaran langsung kegiatan Harlah NU di Way Kanan melalui Radio Rapansa FM 96,5 Mhz miliknya.

"Saya hanya bisa membantu itu untuk NU. Silakan dipakai untuk meramaikan harlah NU," ujar Pandu yang juga berkomitmen mendorong kemandirian kader GP Ansor Way Kanan itu lagi.

Setelah selesainya lomba dan pengajian di sejumlah MWCNU mulai 30-31 Januari. Puncak peringatan Harlah NU ke 90 digelar di PCNU Way Kanan mulai 7 hingga 9 Februari yang ditutup pengajian akbar oleh KH Mahfudz Ali, Pengasuh Pondok Pesantren Miftahun Najah, Pringsewu, Lampung yang merupakan alumni Pondok Pesantren Tebu Ireng, Jawa Timur. (Gatot Arifianto/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Doa, Ubudiyah SMA Negeri 1 Slawi

Senin, 04 Desember 2017

Kemenag Harap Indeks Kepuasan Haji Tahun Ini Naik

Batam, SMA Negeri 1 Slawi?



Plt Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) yang juga Sekjen Kemenag Nur Syam berharap indeks kepuasan jemaah haji tahun ini naik dua persen sehingga masuk dalam kategori sangat memuaskan.

Kemenag Harap Indeks Kepuasan Haji Tahun Ini Naik (Sumber Gambar : Nu Online)
Kemenag Harap Indeks Kepuasan Haji Tahun Ini Naik (Sumber Gambar : Nu Online)

Kemenag Harap Indeks Kepuasan Haji Tahun Ini Naik

Harapan ini disampaikan Nur Syam saat membuka Sosialisasi Peningkatan Pelayanan Jemaah Haji di Arab Saudi tahun 1438H/2017M yang digelar Direktorat Pelayanan Haji Luar Negeri di Batam, Selasa (6/6). Sosialisasi ini diikuti para Kabid PHU 13 Provinsi, yaitu: Provinsi Aceh, Sumater Utara, Sumatera Barat, Jambi, Riau, Kepulauan Riau, Sumatera Selatan, Bengkulu, Bangka Belitung, Lampung, Kalimantan Barat, Nusa Tenggara Barat, dan DKI Jakarta. Selain itu, sosialiasi juga diikuti tim Badan Pusat Statistik dan Pusat Kesehatan Haji.

Hasil survei BPS tentang indeks kepuasan jemaah haji tahun 2015 berada pada posisi 82,67%. Hasil survei ini naik 1.16% pada tahun 2016 menjadi 83.83%. Dua hasil survei ini berada pada kategori memuaskan.

"Kalau bisa naik 2%, kita sudah bisa memasuki kategori sangat memuaskan yaitu 85%. Kalau bisa naik 2%, ini luar biasa karena layanan haji kita sudah sangat memuaskan," ujarnya sebagaimana disampaikan kemenag.go.id.

Nur Syam mengapresiasi upaya Direktorat Layanan Haji Luar Negeri dalam melakukan persiapan pelayanan jemaah haji di Arab Saudi. Proses sosialisasi terkait layanan juga perlu dilakukan agar jemaah haji bisa memahami lebih dini hal-hal yang akan mereka dapatkan selama di Saudi.

SMA Negeri 1 Slawi

Namun demikian, Nur Syam menggarisbawahi pentingnya perbaikan dan reaksi cepat terhadap sektor-sektor layanan yang masih dalam persiapan, utamanya terkait dengan pengurusan dokumen jemaah dan paspor. Menurutnya, ada sejumlah provinsi yang proses penyelesaian paspornya masih di bawah 50% dan karenanya harus dilakukan akselerasi mengingat pemberangkatan kloter pertama sekitar 50 hari ke depan.

Selain itu, Nur Syam juga mengingatkan pentingnya peta masalah dan prediksi problem. Belajar dari tahun 2015, pada saat semua terkonsentrasi pada peningkatan layanan, justru muncul masalah visa. Hal semacam ini, menurut Nur Syam, perlu diantisipasi sehingga tidak terulang kembali.

SMA Negeri 1 Slawi

Selain soal layanan, Nur Syam juga menyoroti masalah perlindungan jemaah. "Kalau pelayanan sudah baik, maka perlindungan terhadap jemaah menjadi perhatian. Tahun 2016 misalnya, isunya sudah mulai bergeser ke arah perlindungan," terang Nur Syam.

Terkait hal ini, mantan Rektor IAIN Sunan Ampel Surabaya ini mengingatkan pentingnya meningkatkan kesadaran jemaah terkait regulasi di Saudi. Menurutnya, jemaah perlu diberi kesadaran bahwa mengejar keselamatan dalam beribadah itu jauh lebih penting dari mengejar keutamaan.

"Lakukan koordinasi dengan KBIH dan penyelenggara bimbingan manasik di daerah, agar jemaah makin mentaati terhadap regulasi, baik yang disiapkan pemerintah maupun Saudi," terangnya.

Nur Syam mencontohkan masalah kepatuhan jemaah terhadap jadwal lempar jumrah yang sudah dibuat Saudi.

"Kedepankan keselamatan beribadah dibanding mengejar waktu utama. Ini tema kita. Saya rasa tanggung jawab para Kabid untuk menyebarkan hal ini untuk mengingatkan jemaah terkait regulasi," sambungnya.

Sebelumnya, Direktur Pelayanan Haji Luar Negeri Sri Ilham Lubis mengatakan 50 hari jelang keberangkatan kloter pertama ke Arab Saudi, penyediaan layanan di Arab Saudi sudah selesai semua. Untuk itu, Kemenag melangkah pada tahap selanjutnya untuk melakukan proses diseminasi informasi kepada para stakeholder haji.

"Melalui sosialisasi ini, diharapkan informasi layanan di Saudi akan tersampaikan ke seluruh jemaah sehingga mereka mengetahui layanan yang akan diberikan sebelum berangkat haji," terang Sri Ilham Lubis.

Selain Sri Ilham Lubis, sejumlah narasumber dijadwalkan hadir dalam dua hari ke depan. Mereka antara lain Komisi VIII DPR RI Iskan Qolba Lubis, mantan Dirjen PHU Abdul Djamil, serta para ketua tim penyediaan layanan di Arab Saudi, baik katering, transportasi, maupun akomodasi. (Red: Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Ubudiyah, Makam SMA Negeri 1 Slawi

Minggu, 26 November 2017

Panitia LSN Zona NTB I Siapkan 20 Juta Dana Pembinaan untuk Juara Region

Lombok Barat, SMA Negeri 1 Slawi - Panitia Liga Santi Nusantara (LSN) Region NTB I menggelar pertemuan yang membahas soal teknik penyelenggaraan liga santri di Pesantren Darul Quran, Bengek, Labuapi, Lombok Barat, Sabtu (13/8) sore. Pihak panitia yang menyepakati pertandingan sepak bola zona NTB I pada 18 Agustus mendatang ini berencana memberikan uang pembinaan bagi para pemenang pertandingan nanti.

Pertemuan ini dipimpin langsung oleh Ketua Panitia LSN Region NTB I Moh Hirjan. Tampak hadir manajer, pelatih klub sepak bola dari pesantren, dan wasit.

Panitia LSN Zona NTB I Siapkan 20 Juta Dana Pembinaan untuk Juara Region (Sumber Gambar : Nu Online)
Panitia LSN Zona NTB I Siapkan 20 Juta Dana Pembinaan untuk Juara Region (Sumber Gambar : Nu Online)

Panitia LSN Zona NTB I Siapkan 20 Juta Dana Pembinaan untuk Juara Region

"Kami dari panitia region menyediakan piala tetap untuk juara satu, dua, tiga, dan empat. Ini kami sampaikan untuk memberikan semangat kepada para santri,” kata Hirjan membuka rapat.

SMA Negeri 1 Slawi

Selain itu, panitia region NTB I juga menyediakan dana pembinaan untuk juara 1, 2, 3, dan 4 senilai Rp.20 juta.? "Ini tidak dianggarkan dari pusat, tapi murni kami dari panitia region NTB I yang menginisiasinya," kata Hirjan.

SMA Negeri 1 Slawi

Korwil Asosiasi Wasit dan Perangkat Pertandingan Profesional Indonesia (Awappi) NTB M Tafiq menambahkan bahwa pertandingan LSN ini merupakan ajang silaturahmi.? "Jangan hanya target kemenangan juara, melainkan silaturahmi melalui LSN ini, itu yang lebih penting," harapnya.

Pertemuan ini diakhiri dengan pencabutan lot dari klub satu dengan klub lainnya. Muncul nama Pesantren Darussalam Bermi Desa Babussalam Kecataman Gerung Lombok Barat. Pesantren ini akan berhadapan dengan Pesantren Mahimulmunir Desa Pandan Indah Kecamatan Praya Barat Daya Kabupaten Lombok Tengah pada Kamis (18/8) mendatang. (Hadi/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Ubudiyah, Kajian SMA Negeri 1 Slawi

Jumat, 24 November 2017

Kesebelasan Pengahafal Al-Qur’an

Anak muda duduk berjajar sila setengah lingkaran. Jumlahnya sebelas. Masing-masing menghadapi recal yang di atasnya terbuka kitab suci Al-Quran. Mereka lalu membaca bersama-sama Surat Ath-Thariq. Sekonyong-konyong bacaan mereka berhenti. Pasalnya ada bunyi satu ketukan. Mereka mengulang satu kalimat. Jika ketukan berbunyi lagi, kembali mereka mengulang.

Sebelas anak itu sedang diperiksa bacaannya, mulai makhorijul huruf, panjang pendeknya bacaan, dan waqafnya. Jika ada yang tak beres, maka ketukan itu berbunyi. Sumbernya dari tangan Ustadz Ramdani yang duduk bersandar ke sebuah tiang di tengah majelis ta’lim di hadapan mereka.

Kesebelasan Pengahafal Al-Qur’an (Sumber Gambar : Nu Online)
Kesebelasan Pengahafal Al-Qur’an (Sumber Gambar : Nu Online)

Kesebelasan Pengahafal Al-Qur’an

Pemeriksaan bacaan itu rutin dilakukan tiap malam, kecuali malam Jumat. Tiap malam membaca satu surat pada juz 30. Ketika sampai surat An-Nas, esoknya mereka akan memulai lagi dari ‘amma yatasyalun demi menjaga hafalan juz terakhir tersebut. Begitu putaran waktu sebelas anak yang dilakukan selepas isya di majelis ta’lim Al-Guroba, Binong, Kecamatan Curug, Kabupaten Tangerang, Banten.

SMA Negeri 1 Slawi

Mereka tidak hanya diperiksa bacaan, tapi juga menghafalnya. Pagi selepas Subuh, mereka akan setor beberapa ayat ke Ustad Ramdani. Siang, selepas dhuhur, mengulang hafalan. Sore setor. Maghrib mengulang. Kemudian ketemu isya lagi, diperiksa bacaan juz 30.

Pada ashar dan maghrib, mereka harus menyatu dengan santri kalong. Waktu ashar, sekitar 40an anak datang ke majelis itu. Rata-rata usia mereka 10 tahun ke bawah. Mereka akan belajar membaca Iqra di berbagai tingkatan, menghafal doa-doa, ayat-ayat pendek, serta Ratib Haddad.

Selepas magrib, sekitar 50an anak datang lagi ke masjid itu. Kali ini usia mereka 10 tahun ke atas sampai usia kelas 3 SMA. Mereka juga belajar membaca Al-Quran dan menghafalnya. Sebelum dihafal, mereka diberi tahu dulu cara membacanya.

SMA Negeri 1 Slawi

Cara mengaji di majelis itu adalah, sekitar tiga anak maju dengan Al-Qurannya masing-masing ke hadapan Ramdani. Kemudian membacakaan ayat masing-masing secara bersamaan. Bisa saja mereka membaca ayat berbeda karena capaian ketiganya berbeda. Masing-masing membacakannya sampai tiga ayat. Anak yang tidak dikoreksi, dia akan segera mundur. Sementara yang belum lancar, akan tetap di situ sampai bisa. Setelah bisa, dia akan mundur juga digantikan yang lain. Terus begitu. Ramdani menyimak semuanya dengan cermat dan benar. Ia memejamkan mata, sesekali buku tangannya mengetuk recal, jika bacaan sang anak meleset.

“Bapak itu aneh, ngantuk aja tahu kalau bacaan saya salah. Padahal ia menyimak bacaan tiga orang,” ujar Syahrul, salah seorang santri.

Ramdani adalah sedikit ustad yang hafal Al-Qur’an 30 juz di luar kepala. Bahkan Iqra saja hafal karena saking seringnya mengajar. Kemudian menyimak bacaan anak-anak seperti dengan feeling saja. “Yang salah itu anak mana saya nggak tahu,” katanya, “tapi telinga saya merasakan ada yang salah baca,” lanjutnya.  

Sementara membagi konsentrasi, fokus ketiga anak dengan bacaan berbeda, menurut dia karena sering dilakukan dan dalam waktu lama, bertahun-tahun. “Siapa pun bisa kalau sering dan lama melakukannya,” katanya.

Menghafal dari depan dan Belakang

Kesebalasan anak itu adalah mereka yang tidur di pondok yang didirikan Ramdani. Ia menamainya dengan Bustanu Musyaqil Qur’an. Di situ cuma tiga kamar kamar kecil. Di antara mereka ada yang masih sekolah formal, hanya mengaji, dan mengaji sambil bekerja. Makan dan minum ditanggung Ramdani. Bahkan di antara mereka, yang yatim piatu, disedikan uang jajannya.

Santri-santri itu penghafal Al-Qur’an itu dibagi dua kelompok. Bagi yang hanya ngaji, memulai menghafal dari juz 1 ke belakang. Sementara yang masih sekolah dan bekerja dari juz 30 mundur. Capaian tertinggi santri yang cuma menghafal atas nama Syahrurramadhan. Anak Betawi itu sudah hafal 21 juz. Sementara yang masih sekolah atas nama Ilman Fernando Chaniago. Di bawahnya ada Fajri, anak Prubalingga yang hafal 10 juz. Anak keturunan Sumatera Barat yang sekarang duduk di kelas 1 SMA tersebut hafal 6 juz dari juz 30 ke juz 24.

“Awalnya ngaji aja nggak mau. Dianterin orang tuanya ke sini, nggak ngaji, nggak apa, nangis mulu,” kata Ramdani mengisahkan Ilman yang masuk masuk tahun 2012.

Sekali waktu ada orang tua yang menceritakan nilai anaknya di sekolah jelek. “Santai saja. Kita lihat perubahannya. Nanti kalau dia sudah tahu caranya menghafal akan berubah,” jawab Ramdani .

Jawaban Ramdani tidak omong kosong. Sekarang banyak anak yang ngaji di situ menduduki ranking satu di kelasnya. Bisa dipastikan anak-anak majelis di berada dalam 10 besar di tingkatannya masing-masing. Termasuk Syahrul waktu sekolah, ia tak lepas dari ranking 2 atau 3. Sementara ranking 1 juga dari majelis itu. “Kalau sudah tahu metodenya menghafal ya begitu,” katanya.

Keberhasilan Ramdani juga ditunjukkan pada sebelas anak itu. Selain Syahrul 21 Juz, ada Fajriyanto 10 juz, Ilman 6 juz,  Ilham 4 juz, Akbar, Afwan, dan Alfin  juz dua, Rayan dua juz.  Sementara Bakti dan yuda baru mulai menghafal. Serta puluhan anak yang sudah menghafal doa-doa, surat pendek, dan Ratib Haddad.   

Keberhasilan itu didapat karena keseriusan dari dua belah pihak, Ramdani dan santri-santrinya. Terutama tekun menghafal dan disiplin jadwal. Sebetulnya, jadwal itu longgar dan bisa dikatakan berbeda. Misalnya, Syahrul hari Senin pagi setoran, siang ngulang, sore hafalan. Maghrib membantu mengajar ngaji tak lebih dari 4 sampai 5 orang.

Mulanya dari Radio

Ramdani, pria kelahiran Cileduk, Jakarta 1976 tersebut mengaku berasal dari keluarga pedagang. Hampir semua saudaranya berprofesi itu. Selepas SD tiba-tiba saja dia ingin mondok, ia nyantri sambil sekolah tingkat SMP di salah satu pesantren di Kebon Jeruk, Jakarta Barat di bawah asuhan KH Dasuki Adnan. Pesantren itu bergaya salafi modern.

Menurut dia, mulanya minat ke pondok pesantren karena pas kecil sekitar tahun 80an, tiap pagi ayahnya mendengar ceramah-ceramah agama di radio atau lagu-lagu kasidah dan gambus. Suatu ketika ayahnya pernah bilang, “jadi penceramah dan guru ngaji itu enak. Tidak kerja.”

Minatnya pada ilmu agama, selepas SMP, ia lanjutkan nyantri sambil sekolah di Pesantren Darut Tafsir, Bogor, Jawa Barat, di bawah Asuhan KH Istikhori Abdarurohman. Selepas lulus, ia balik lagi ke rumah. “Nganggur, kerja nggak, kuliah juga nggak,” katanya.

Kemudian ia memaksa orang tuanya untuk melanjutkan mondok. Padahal waktu itu juga ayahnya meminta untu kuliah. Tapi ia bersikeras untuk mondok lagi. Kali ini ingin ke pesantren hafalan Al-Qur’an.

Akhirnya pada tahun 1995, ia diberi ongkos 200 ribu oleh orang tuanya. Tujuannya kota Demak, Jawa Tengah. Kota itu ia tuju bukan tak berdasar, melainkan atas keterangan gurunya semasa di Darut Tafsir. Di daerah tersebut, konon ada pesantren khusus menghafal Al-Quran. Namanya pesantren Bustanu Musyakil Quran, taman pencinta A-Qur’an di bawah asuhan KH Harir Muhammad.

Di situlah ia kemudian membaca Al-Quran bin nadhar selama 6 bulan. Ketika akan melanjutkan menghafal Al-Quran, ia disuruh pulang dulu, diminta kiainya untuk meminta izin orang tua memulai menghafal Al-Qur’an. “Karena udah terpaksa orang tua memberikan izin. Saya ingin dikuliahkan sama orang tua sampai S3,” terangnya.

Soal izin orang tua ini, ia terapkan juga di majelisnya. Anak harus diantar orang tuanya. Jika anaknya bolos, orang tuanya akan dipanggil, ditanya keseriusan mengaji di situ. Jika tidak serius, anak itu diminta pidah ke majelis lain. Itu ia lakukan supaya tidak meracuni temannya yang lain. Tidak mencontohkan untuk bolos dan sebagai peringatan bagi yang lain supaya serius.

Pada tahun 2002 ia menikah dengan gadis kelahiran Desa Binong. Di situ ia mengajar sekolah formal di yayasan pendidikan milik mertuanya. Di tengah aktivitasnya, ia tetap merawat hafalannya. Bercita-cita juga ingin membangun majelis sendiri untuk prnghafal Al-Quran. “Orang yang hafal itu berharap ada yang hafal dari dirinya sendiri,” katanya.

Karena, kata dia, mengajarkan baca Al-Qur’an dan membimbing orang lain menghafalkannya, pahala akan mengalir terus.

Untuk mewujudkan cita-citanya itu, pada tahun 2010, ia berhenti total dari aktivitas mengajar di sekolah formal. Ia membangun majelis di atas tanah miliknya. Kemudian tahun 2011 mulai membangun pondok 3 kamar.  

Kepada anak-anak yang mengaji ia menyusupkan cerita-cerita serta keutamaan penghafal Al-Qur’an, mulai dari hadits nabi serta qaul-qaul ulama. “Sering ngasih motivasi dan bercerita keutamaan orang-orang menghafal Al-Quran,” kata Syahrul. “Nanti penghafal AL-Qur’an berhak mensyafaati 10 orang keluarganya di akhirat. Waduh banyak juga ya. Itu ingat terus sampai sekarang,” lanjut santri generasi pertama tersebut.  

Ia terpesona motivasi itu karena berdasar cerita orang tuanya, leluhurnya jauh dari agama. Ada yang seumur-umur tidak shalat. ”Motivasi itu sangat luar biasa banget bagi saya. Saya ingin meneyelamatkan keluarga,” katanya. (Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi AlaSantri, Pesantren, Ubudiyah SMA Negeri 1 Slawi

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs SMA Negeri 1 Slawi sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik SMA Negeri 1 Slawi. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan SMA Negeri 1 Slawi dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock