Tampilkan postingan dengan label Meme Islam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Meme Islam. Tampilkan semua postingan

Rabu, 31 Januari 2018

Ratusan Warga di Boyolali Gelar Tradisi Nyadran

Boyolali, SMA Negeri 1 Slawi. Menjelang bulan puasa Ramadhan, ratusan warga Dukuh Tompak, Tarubatang, Selo, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah menggelar tradisi sadranan untuk mendoakan para leluhur, Selasa (9/6).

Ratusan Warga di Boyolali Gelar Tradisi Nyadran (Sumber Gambar : Nu Online)
Ratusan Warga di Boyolali Gelar Tradisi Nyadran (Sumber Gambar : Nu Online)

Ratusan Warga di Boyolali Gelar Tradisi Nyadran

Sadranan di Desa Tompak termasuk yang paling awal dilakukan masyarakat di lereng Merapi-Merbabu tahun ini.

Sejak pagi, ratusan warga dari dukuh Desa Tompak serta warga dari daerah lain yang memiliki leluhur dimakamkan di pemakaman tersebut, berbondong-bondong ke pemakaman yang terletak di sisi timur lereng Gunung Merapi tersebut.

SMA Negeri 1 Slawi

Bersama keluarga dan sanak saudaranya, warga berdatangan ke areal pemakaman dengan membawa tenong, yang berisi tumpeng nasi rasul dan aneka jajan seperti ketan, apem dan pisang.

SMA Negeri 1 Slawi

Bagi warga setempat, tradisi nyadran ini selain menjadi agenda untuk mendoakan mereka yang sudah meninggal, juga sebagai ajang silaturrahim. “Kegiatan ini juga memiliki pesan moral, yakni ajaran untuk saling berbagi antara satu dengan lainnya,” kata Syahirul Alim, salah satu tokoh pemuda setempat.

Usai melakukan doa bersama yang diisi dengan pembacaan yasin, zikir dan tahlil di areal pemakaman, warga kemudian saling berbagi makanan yang mereka siapkan dari rumah.

“Meski praktiknya sudah agak berbeda, dengan zaman saya kecil dulu, tapi pesan utamanya tetap dipegang teguh masyarakat, yakni untuk berbagi apa yang kita punyai serta bersyukur atas nikmat dari Allah,” tutur Syahirul yang juga aktif di JQHNU Boyolali itu. (Ajie Najmuddin/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Syariah, Sholawat, Meme Islam SMA Negeri 1 Slawi

Minggu, 07 Januari 2018

Pesantren Lebih Siap Hadapi Tantangan MEA

Jakarta, NU ? Online

Terkait dengan penerapan dan tantangan MEA, pemerhati pendidikan dan penulis sejumlah buku pendidikan Doni Koesoema A mengatakan pondok pesantren lebih siap. ?

Pesantren Lebih Siap Hadapi Tantangan MEA (Sumber Gambar : Nu Online)
Pesantren Lebih Siap Hadapi Tantangan MEA (Sumber Gambar : Nu Online)

Pesantren Lebih Siap Hadapi Tantangan MEA

Demikian dikatakan Doni dalam wawancara dengan SMA Negeri 1 Slawi seusai menjadi pembicara dalam diskusi publik “Tantangan Dunia Pendidikan Menghadapi MEA” di Griya Gus Dur, Selasa (3/5).

Doni beralasan, “Karena di ponpes individu-individu dibekali oleh kekuatan spiritual yang bagus. Lalu ? kontak budaya dan kontak dengan masyarakat yang kuat, itu sebenarnya bisa menjadi modal.”?

(Baca:? Untuk Hadapi MEA, Pemerintah Harus Perbaharui Sistem Pendidikan)?

SMA Negeri 1 Slawi

Dari sisi ekonomi pondok pesantren perlu mengupayakan bagaimana memberdayakan ekonomi masyarakat. Menurut Doni hal ini akan mengubah bangsa Indonesia akan lebih cepat maju.

“Saya melihat di masjid-masjid ada banyak arus uang. Tetapi kas, di beberapa majid di Tangerang (tempat tinggal Doni-Red), dipakai untuk membangun gapura. Padahal di sekitarnya banyak orang miskin. Nah, saya membayangkan seandainya di setiap masjid mereka punya perhatian terhadap pemberdayaan ekonomi orang-orang miskin masyarakat bangsa ini akan cepat maju, naik kelas,” papar Doni.?

Doni menambahkan proses pendidikan di pesantren akan sangat membantu karena sejak awal, santri sudah dekat dengan masyarakat, mengenal siapa masyarakat di sekitar pesantren, tahu siapa yang miskin siapa yang bisa dibantu.

Pendidikan di pondok pesantren dalam pandangan Doni terlihat lebih ke pendidikan yang dinamis. Para santri selain tumbuh dengan kekuatan nilai-nilai tradisional, dan kitabnya yang diajarkan dengan model menghapal, kemudian terbatinkan dan diterapkan dalam praktik. Itu bisa menjadi modal yang bisa dipindahkan dalam menghadapi tantangan MEA.?

“Misalkan menghadapi tantangan di luar kan kita harus tahu, apa yang ada di dalam masyarakat, apa yang dibutuhkan. Kita akan mencari cara yang lebih baik untuk mengantisipasinya,” ungkap Doni.

SMA Negeri 1 Slawi

Hal lain yang membuat pesantren lebih siap menghadapi MEA adalah kemampuan berbahasa asing.

“Di ponpes bahasanya bagus. Itu kan menurut saya luar biasa,” pungkas Doni yang pernah meneliti pola pendidikan di beberapa pesantren termasuk Tebuireng, Jombang. (Kendi Setiawan/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi PonPes, Hadits, Meme Islam SMA Negeri 1 Slawi

Sabtu, 06 Januari 2018

LAZISNU Pekalongan Gelar Buka Bersama Anak Yatim

Pekalongan, SMA Negeri 1 Slawi. Lembaga Amil Zakat, Infaq dan Shadaqah Nahdlatul Ulama (LAZISNU) Kota Pekalongan menggelar buka puasa bersama anak anak yatim di Rumah Makan Selaras Jalan Sriwijaya 2 Pekalongan, Kamis (1/8) kemarin.

Acara buka puasa sekaligus pemberian santunan kepada 50 anak yatim dihadiri jajaran Pengurus NU Kota Pekalongan dan puluhan tamu undangan berlangsung cukup khidmat.

LAZISNU Pekalongan Gelar Buka Bersama Anak Yatim (Sumber Gambar : Nu Online)
LAZISNU Pekalongan Gelar Buka Bersama Anak Yatim (Sumber Gambar : Nu Online)

LAZISNU Pekalongan Gelar Buka Bersama Anak Yatim

Ketua LAZISNU Kota Pekalongan Lukman Hakim Kamil kepada SMA Negeri 1 Slawi mengatakan, kegiatan buka puasa bersama dan pemberian santunan kepada anak yatim merupakan kegiatan perdana Lazisnu sejak dibentuk enam bulan yang lalu.

SMA Negeri 1 Slawi

Dikatakan, Sebagai lembaga baru yang dibentuk NU Kota Pekalongan, LAZISNU melakukan tugas utama di bidang penghimpunan zakat, infaq dan shadaqah sekaligus menyalurkan kepada mereka yang berhak (mustahiq) dalam bentuk program NU Care berupa program tanggap darurat untuk kemanusiaan dan NU Smart berupa layanan beasiswa bagi para siswa, santri dan mahasiswa yang tidak mampu.

SMA Negeri 1 Slawi

Kegiatan santunan anak yatim yang digelar LAZISNU Kota Pekalongan merupakan bagian dari kegiatan Lazisnu Pusat yang menyantuni tidak kurang dari 5000 anak yatim di seluruh Indonesia.

Lebih lanjut dikatakan Lukman, di samping anak anak yatim yang diundang mendapatkan uang tunai, LAZISNU Kota Pekalongan juga memberikan bingkisan berupa paket sembako, sedangkan usai lebaran nanti pihaknya juga akan menyalurkan zakat dan infaq kepada anak anak sekolah yang tidak mampu dalam bentuk beasiswa.

Wajah wajah ceria dari anak anak yatim begitu nampak, bahkan sebelum buka puasa berlangsung, ustadz Hasan Suaidi yang memberikan tausiyah mengetes salah satu anak untuk mengucapkan do’a kepada otang tua, maka salah satu anak yang baru berusia 4 tahun dengan lancarnya melantunkan do’a yang diinginkan ustadz.

Usai buka puasa bersama, panitia bersama jajaran Pengurus NU Kota Pekalongan menyerahkan santunan dan bingkisan untuk dibawa pulang ke rumah masing-masing.

Ketua PCNU Kota Pekalongan H. Ahmad Rofiq yang hadir dalam acara santunan anak yatim mengatakan, kegiatan santunan yang digelar LAZISNU merupakan wujud nyata program NU peduli ummat. Meski belum banyak masyarakat yang mempercayakan zakatnya kepada Lazisnu, dirinya cukup optimis ke depan masyarakat yang menititipkan melalui Lazisnu akan terus bertambah.

PCNU beserta seluruh jajarannya akan secara terus menerus melakukan sosialisasi kepada masyarakat tentang lembaga penghimpun dana umat LAZISNU, sehingga dana yang terhimpun dapat disalurkan lebih terarah, terprogram dan tepat sasaran. 

Redaktur    : A. Khoirul Anam

Kontributor: Abdul Muiz

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi News, Meme Islam SMA Negeri 1 Slawi

Jumat, 29 Desember 2017

Gus Mus: Tertunda Berangkat Sama dengan Berhaji Dua Kali

Rembang, SMA Negeri 1 Slawi. Masyarakat di Kabupaten Rembang akhirnya tidak memprotes setelah mendapat penjelasan tentang penundaan keberangkatan haji tahun ini. KH Mustofa Bisri membantu memberikan penjelasan kepada para calon jama’ah.

“Haji adalah panggilan Allah SWT, apabila kita tertunda dan berangkat pada tahun berikutnya, sama halnya kita berhaji dua kali,” kata Gus Mus saat memberikan bimbingan manasik haji. 

Gus Mus: Tertunda Berangkat Sama dengan Berhaji Dua Kali (Sumber Gambar : Nu Online)
Gus Mus: Tertunda Berangkat Sama dengan Berhaji Dua Kali (Sumber Gambar : Nu Online)

Gus Mus: Tertunda Berangkat Sama dengan Berhaji Dua Kali

Jama’ah pun akhirnya merasa senang ketika mendengar pernyataan Wakil Rais Aam PBNU tersebut. 

SMA Negeri 1 Slawi

Kemenag memerlukan proses yang lama dalam memberikan pengertian terhadap masyarakat yang sudah berharap berangkat tahun ini. Kasi Haji dan Umroh, Drs. H. Atto’illah Muslim Kementrian Agama Kab. Rembang, mengalami pengurangan sebesar 14,5 %, Selasa (20/8). 

Salah satu calon jema’ah, Satibi menjelaskan, “Saya menerima segala keputusan dari Kementerian Agama Rembang, apabila harus mendapatkan jatah berangkat pada tahun yang akan datang. Saya juga senang, lanjut Satib jika pemerintah memberikan prioritas kepada para jama’ah dengan memberikan fasilitas apabila pelunasan pada tahun berikutnya naik. jama’ah tak perlu bayar jika turun jama’ah dapat kembalian.”

SMA Negeri 1 Slawi

Redaktur   : Mukafi Niam

Kontributor: Ahmad Asmu’i

 

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Sunnah, Kajian Sunnah, Meme Islam SMA Negeri 1 Slawi

Rabu, 13 Desember 2017

Sesat Pikir Full Day School

Oleh: Darmaningtyas







Sesat Pikir Full Day School (Sumber Gambar : Nu Online)
Sesat Pikir Full Day School (Sumber Gambar : Nu Online)

Sesat Pikir Full Day School

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan telah mengeluarkan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 23 Tahun 2017 tentang Hari Sekolah. Pasal 2 Permendikbud tersebut mengatur hari sekolah dilaksanakan 8 (delapan) jam dalam 1 (satu) hari atau 40 (empat puluh jam) selama 5 (lima) hari dalam 1 (satu) minggu atau yang akhir-akhir ini disebut full day school.

Seperti ditegaskan dalam pasal 8, peraturan ini mulai dilaksanakan pada tahun pelajaran 2017/2018. Ini artinya, pada tahun ajaran baru, Juli 2017 nanti, sekolah-sekolah secara nasional sudah melaksanakan lima hari sekolah ini.

Namun, dalam Permendikbud tersebut tidak ditemukan tujuan menjadikan hari sekolah itu seragam dari enam menjadi lima hari secara nasional. Pasal 3 hanya mengatur penggunaan hari sekolah oleh guru untuk melaksanakan beban kerja guru, dan pasal 4 mengatur penggunaan hari sekolah oleh tenaga kependidikan untuk melaksanakan tugas dan fungsinya. Tapi tugas tersebut dapat berlaku enam hari sekolah.

SMA Negeri 1 Slawi

Demikian pula pengaturan dalam pasal 5 dan 6 ? mengenai penggunaan hari sekolah oleh murid untuk melaksanakan kegiatan intrakurikuler, kokurikuler, dan ekstrakurikuler, selama ini sudah demikian adanya, tidak perlu nunggu delapan jam di sekolah. Artinya, tanpa ada perubahan dari enam menjadi lima hari sekolah pun kegiatan murid di sekolah mencakup kegiatan intrakurikuler, kokurikuler, dan ekstrakurikuler.

Kita tidak temukan pasal yang menjelaskan pentingnya perubahan hari sekolah dari enam menjadi lima hari dan dalam sehari anak-anak harus di sekolah delapan jam secara nasional. Ini sesat pikir pertama, membuat kebijakan tanpa tujuan yang jelas.

Gagasan sekolah sehari penuh (full day school/FDS) pernah dilontarkan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy pada masa awal menjabat sebagai Menteri Pendidikan. Dalam banyak kesempatan di forum-forum resmi, Menteri Muhadjir sering menjelaskan bahwa pelaksanaan FDS akan dimulai dengan piloting system. Implementasi detailnya masih dikaji.

SMA Negeri 1 Slawi

Melalui running text di stasiun televisi nasional (awal September 2016), misalnya, kita pernah membaca “Mendikbud Muhadjir Efendy: Full day school meningkatkan SDM”. ? Ini mencerminkan niat Menteri Muhadjir untuk mewujudkannya.

Menteri Muhadjir menjelaskan bahwa yang dia kerjakakan itu adalah melaksanakan visi dan misi Presiden Joko Widodo tentang pendidikan, bahwa untuk pendidikan dasar (SD/MI-SMP/MTs) 80% berisi pendidikan budi pekerti atau karakter, sementara untuk ilmu pengetahuan cukup 20%. FDS merupakan salah satu upaya untuk mewujudkan visi-misi Presiden Jokowi.

Dengan FDS rancang bangun pendidikan karakter dapat dilaksanakan. Dengan FDS, anak-anak secara perlahan akan terbangun karakternya dan tidak menjadi liar di luar sekolah ketika orangtua mereka belum pulang dari kerja. Menurut Muhadjir, kalau anak-anak tetap berada di sekolah, mereka dapat menyelesaikan tugas-tugas sekolah sampai dijemput orangtuanya seusai jam kerja.

Selain itu, anak-anak dapat pulang bersama orangtua sehigga ketika di rumah mereka tetap dalam pengawasan orangtua. Ini sesat pikir kedua yang menganggap bahwa semua orangtua murid kerja kantoran sampai sore hari, kebijakan yang bias Jakarta.

Konsep full day school dan lima hari sekolah bukan konsep baru. Sejak reformasi 1998, banyak sekolah telah menerapkannya. Langkah sejumlah sekolah itu termasuk dalam kategori manajemen berbasis sekolah (MBS). Mengingat sekolah yang lebih tahu kondisi sekolahnya, maka sekolah diberi kebebasan untuk mengambil kebijakan teknis untuk sekolahnya sendiri.

Agar kebijakan sekolah tersebut memiliki landasan hukum yang kuat, ada UU Sisdiknas No. 20/2003 pasal 51 ayat (1): “Pengelolaan satuan pendidikan anak usiadini, pendidikan dasar, dan pendidikanmenengah dilaksanakan berdasarkanstandar pelayanan minimal dengan prinsipmanajemen berbasis sekolah/madrasah”.

Urusan apakah sekolah akan enam hari atau lima hari itu urusan teknis sekolah, bukan urusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan. Oleh karena itu, meski selama hampir dua dekade di masyarakat kita itu ada sekolah yang enam hari dan ada sekolah yang lima hari, hal itu tidak menimbulkan pro dan kontra karena dasarnya adalah manajemen berbasis sekolah (MBS), sehingga tidak terjadi penyeragaman.

Sekolah-sekolah yang merasa cocok untuk menerapkan konsep FDS dipersilakan, tapi yang akan tetap melaksanakan enam hari sekolah juga dipersilakan. Demikian pula daerah, ada daerah yang melaksanakan lima hari sekolah, seperti DKI Jakarta, tapi mayoritas daerah tetap memilih melaksanakan enam hari kerja.

Bahkan Provinsi Jawa Tengah yang sejak Gubernur Ganjar Pranowo melakukan uji coba melaksanakan lima hari sekolah, beberapa kabupaten/kota sudah mengajukan permohonan untuk kembali ke enam hari sekolah, karena penerapan kebijakan lima hari sekolah dinilai tidak efektif, tidak sesuai dengan kultur mayoritas warga yang agraris, sehingga justru orang tua bingung memberikan kegiatan/mengarahkan anak-anaknya pada hari Sabtu yang tidak sekolah itu.

Jadi, jelas substansi yang menolak FDS dan kebijakan lima hari sekolah secara nasional itu bukan terletak pada konsep lima harinya, melainkan sifat kebijakannya yang sentralistik tanpa melihat karakter geografis, infrastruktur dan sarana transportasi, ekonomis, sosial, dan budaya.

Indonesia ini amat luas dan beragam. Bukan hanya Jakarta dan kota-kota lain di Jawa yang memiliki infrastruktur dan sarana transportasi yang memadai, tapi ada pulau-pulau kecil yang infrastruktur dan sarana transportasinya minim, guru di sekolah cuma 1-3 orang saja. Pada daerah-daerah dan sekolah-sekolah seperti itu FDS sangat tidak cocok diterapkan.

Alih-alih meningkatkan SDM, FDS justru membuat orangtua memilih tidak menyekolahkan anaknya. Permendikbud ? Nomor 23 Tahun 2017 yang mengatur Lima Hari Sekolah adalah langkah mundur di era reformasi, dari manajemen berbasis sekolah (MBS) menjadi sentralistik. Bahaya rezim Orde Baru yang sentralistik terulang.

Saya pernah berusaha menyampaikan masukan untuk tidak memperlakukan FDS secara nasional. Pada November 2016 saya pergi ke Pulau Samosir dan menjumpai sejumlah murid SMP-SMA berjalan kaki jauh, melintasi pegunungan yang sunyi. Lalu pada Maret 2017 saya ke Kupang dan melihat anak-anak SMP menunggu angkutan umum sampai jam 17.30 (di Kupang sudah gelap).

Dua potret ini saya kirim ke Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kemendikbud dengan keterangan: “Mereka akan sampai di rumah jam berapa jika nanti full day school diterapkan secara nasional?”.

Sampai saat ini sebagian murid murid SMPN 2 Kupang ada yang masuk pagi dan ada yang masuk siang. Seorang guru (Ibu Essey) dari Soe (NTT) juga menyampaikan pesan agar Menteri Pendidikan kalau buat kebijakan tidak sentralistis, seperti kebijakan full day school dan lima hari sekolah. ? Sayang, masukan-masukan dari lapangan itu diabaikan saja karena kebijakan dibuat dengan cara pandang Jakarta dan Jawa sentris.

Mengingat Indonesia ini amat luas dan beragam serta janji Presiden Jokowi dalam kampanye dulu untuk menjamin keragaman dan budaya lokal dalam kebijakan pendidikan, maka kembalikan persoalan teknis: enam atau lima hari sekolah itu ke otonomi sekolah sesuai dengan manajemen berbasis sekolah, bukan ditarik oleh Menteri Pendidikan.

Permendikbud Nomor 23 Tahun 2017 tentang Hari Sekolah sebaiknya dicabut karena bertentangan dengan UU Sistem Pendidikan Nasional No. 20/2003 Pasal 51 ayat (1) tentang Otonomi Sekolah/Madrasah. Bagaimana mungkin Menteri Pendidikan membuat Peraturan Menteri yang bertentangan dengan UU Sisdiknas yang mereka buat sendiri dan harus dijalankan?

Ini sesat pikir ketiga full day school dan lima hari sekolah. Saya berharap pemerintahan Jokowi tidak mundur dan sentralistik dalam penyelenggaraan pendidikan, seperti masa Orde Baru.





Penulis adalah pakar pendidikan nasional, tulisan ini sebelumnya pernah dimuat di Geotimes?

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Meme Islam, Anti Hoax, Amalan SMA Negeri 1 Slawi

Selasa, 12 Desember 2017

Madrasah NU Sumberrejo Ajak Wali Murid Liburan Bareng

Bojonegoro, SMA Negeri 1 Slawi. Paguyuban wali kelas (parenting class) Madrasah Ibtidaiyah Nahdlatul Ulama (MINU) Walisongo Sumberrejo mengajak orang tua murid liburan bersama putra-putri mereka ke Dander Park,  Bojonegoro, Jawa Timur, pada  Sabtu (19/10).

Madrasah NU Sumberrejo Ajak Wali Murid Liburan Bareng (Sumber Gambar : Nu Online)
Madrasah NU Sumberrejo Ajak Wali Murid Liburan Bareng (Sumber Gambar : Nu Online)

Madrasah NU Sumberrejo Ajak Wali Murid Liburan Bareng

Penanggung jawab kegiatan tersebut, Fatimatuz Zahro mengatakan, Kegiatan Tengah Semester (KTS) semester ganjil madrasah milik Majelis Wakil Cabang (MWC) NU Kecamatan Sumberrejo ini merupakan upaya mempersatukan seluruh walisiswa dan seluruh dewan guru dalam satu wadah kegiatan.

Fatimah mengatakan, kegiatan yang terbungkus dengan nama OPC (outbond parenting class) kali ini memasuki tahun kedua setelah tahun sebelumnya madrasah yang bernanung dibawah LP Ma’arif Bojonegoro ini mengadakannya di Wanawisata Waduk Gondang Lamongan.

SMA Negeri 1 Slawi

Kegiatan tersebut, tambah Fatimah, bernuansa kerjasama, menjunjung sportivitas, kejujuran, kepemimpinan, kecermatan dan ketelitian memanag seharusnya harus dimulai sedini mungkin. Karena bekal inilah yang memang harus diberikan kepada anak-anak kita selain ilmu pengetahuan dan keterampilan.

“Kami ingin anak-anak tidak melupakan koleksi wisata daerahnya sendiri, makanya mereka kami ajak OPC cukup di dalam kota Bojonegoro,” katanya, “ragam OPC meliputi fresh outbound, acuration outbound, puzzle, bom nuklir,” tambahnya.

SMA Negeri 1 Slawi

Peserta yang terdiri dari ibu-ibu parenting class dari kelas sunan Drajad dan Bonang demikian semangat ketika memasuki outbound penutup, yaitu pipa bocor. Maklum kegiatan yang umumnya membutuhkan banyak air ini harus dilakukan di dalam sungai dengan kerjasama super ekstra dari outbound-outbound sebelumnya.

“Waduh, seru sekali, walaupun basah kuyup kami tetap kompak dan tidak pantang menyerah beradu dengan kelompok lain,” kata Anita salah satu parenting class yang kelompoknya memenangkan gamez/outbond pipa bocor.

Untuk menyelenggarakan OPC ke-2 ini, MINU unggulan Walisongo yang terletak di desa Sumuragung kecamatan Sumberrejo ini H-1 sudah melakukan ujicoba seluruh materi outbound dan survey lokasi. Hal ini untuk mengantisipasi segala kemungkinan yang akan muncul pada saat kegiatan berlangsung. (Ahsanul Amilin/Abdullah Alawi)

 

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Meme Islam, Tokoh SMA Negeri 1 Slawi

Sabtu, 09 Desember 2017

Ini Klarifikasi Pengunggah atas Validitas Foto Mbah Hasyim Asyari

Jember, SMA Negeri 1 Slawi - Beberapa hari terakhir ini, ramai pertanyaan sekaligus perbincangan soal foto Hadratussyekh KHM Hasyim Asyari menyusul pengunggahan foto hitam putih sang kiai di media sosial oleh seseorang. Selain foto, tulisan tangan di balik foto yang menerangkan bahwa sosok itu adalah foto Mbah Hasyim juga diunggah.

Foto hitam putih saat Mbah Hasyim masih berusia paruh baya itu adalah betul asli. Validitas keaslian foto itu diklarifikasi oleh Muhammad Al-Faiz, kakak kandung Muhammad Al-Mubassyir, orang yang pertama kali mengunggah foto tersebut di instgaram dan akun facebooknya.

Ini Klarifikasi Pengunggah atas Validitas Foto Mbah Hasyim Asyari (Sumber Gambar : Nu Online)
Ini Klarifikasi Pengunggah atas Validitas Foto Mbah Hasyim Asyari (Sumber Gambar : Nu Online)

Ini Klarifikasi Pengunggah atas Validitas Foto Mbah Hasyim Asyari

Klarifikasi ini disampaikan oleh Muhammad Al-Faiz melalui akun facebooknya secara lengkap. Foto itu didapat di hari kedua lebaran ketika sang adik (Muhammad Al-Mubassyir) membongkar-bongkar arsip peninggalan kakeknya, KH Amir Ilyas di rumahnya, kompleks Pondok Pesantren Annuqayah, Guluk-Guluk, Kabupaten Sumenep. Foto-foto itu lalu discan, dan diunggah.

"Demikian asal-usulnya, semoga manfaat dan menambah kecintaan kita (kepada Mbah Hasyim)," tulisnya.

SMA Negeri 1 Slawi

Seperti diketahui, KH Amir Ilyas dan adiknya (KH Ashiem Ilyas) semasa remaja merupakan? santri langsung dari Mbah Hasyim. Bahkan KH Ashiem Ilyas dipercaya mencipta lambang Pondok Pesanren Tebuireng Kabupaten Jombang. Keduanya menjadi sesepuh sekaligus? pengasuh Pondok Pesantren Annuqayah generasi kedua. Saat ini pondok pesantren yang terletak di kaki perbukitan Desa Guluk-Guluk, Kabupaten Sumenep, diasuh oleh generasi ketiga.

SMA Negeri 1 Slawi

Terkait validitas foto Mbah Hasyim ini, Ketua Ikatan Alumni Annuqayah (IAA) se-eks Karesidenan Besuki Muhammad Muslim menyatakan, dirinya tidak menyangsikan bahwa foto itu adalah foto Mbah Hasyim.

"Sebagai alumni Annuqayah, saya yakin foto-foto itu asli. Annuqayah dan Tebuireng mempunyai kedekatan emosional sejak lama," kata Muslim kepada SMA Negeri 1 Slawi. (Aryudi A Razaq/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Meme Islam, Tokoh SMA Negeri 1 Slawi

Selasa, 05 Desember 2017

Ahad, Fatayat, Ansor, dan MWCNU Kedungbanteng Konferensi Bersama

Banyumas, SMA Negeri 1 Slawi. Majelis Wakil Cabang (MWC) Nahdlatul Ulama (NU) Kedungbanteng, Kabupaten Banyumas , Jawa Tengah, akan menggelar Konferensi Anak Cabang, pada hari Ahad (12/11) besok.

Kegiatan itu akan dilaksanakan bersama Pengurus Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor dan Fatayat NU di Gedung MTs Maarif 01 Kedungbanteng, Desa Kedungbanteng, Kecamatan Kedungbanteng, Banyumas, Jawa Tengah.

Ahad, Fatayat, Ansor, dan MWCNU Kedungbanteng Konferensi Bersama (Sumber Gambar : Nu Online)
Ahad, Fatayat, Ansor, dan MWCNU Kedungbanteng Konferensi Bersama (Sumber Gambar : Nu Online)

Ahad, Fatayat, Ansor, dan MWCNU Kedungbanteng Konferensi Bersama

Menurut Ketua PAC GP Ansor NU Kedungbanteng, Darto konferensi bersama dilakukan dengan pertimbangan untuk efektifitas waktu dan pembiayaan.

"Konferensi bersama jauh lebih strategis dilakukan bersama daripada sendiri-sendiri penyelengaraannya," ujarny Sabtu (11/11) di Gedung MTs Maarif 01 Kedungbanteng.

Konferensi MWC NU,GP Ansor, dan Fatayat akan memilih ketua baru dalam rangka konsolidasi dan regenerasi pengurus yang akan menjalankan roda organisasi sebagaimana tertuang dalam AD/ART .

Sementara itu tokoh senior NU Kedungbanteng Kiai Munir Sarbini menyatakan dengan terlaksananya konfersensi ini pengurus yang akan terpilih nanti dapat menjalankan tugasnya dengan sebaik-baiknya dan mampu menjadi suri tauladan bagi masyarakat serta membawa kemajuan organisasi yang didirikan KH Hasyim Asyari. (Mulyono HP/Kendi Setiawan)

SMA Negeri 1 Slawi

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi

SMA Negeri 1 Slawi Meme Islam SMA Negeri 1 Slawi

Senin, 04 Desember 2017

Kepengurusan GP Ansor di Tepi Jakarta Dilantik

Tangerang, SMA Negeri 1 Slawi - Pengurus Anak Cabang (PAC) Ansor Kecamatan Cipondoh Kota Tangerang masa khidmat 2016-2018 dilantik di Ballroom Hotel Narita, Cipondoh Kota Tangerang, Sabtu (29/10). Isi SK resmi pelantikan ini dibacakan oleh Pengurus GP Ansor Banten H Syahroni.

Tampak hadir Ketua GP Ansor Kota Tangerang H Mustaya Hasyim, Ketua GP Ansor Banten H Ahmad Imron, Wakil Ketua PP GP Ansor H Lukmanul Hakim. Hadir juga Sekretaris PCNU Kota Tangerang, Camat Cipondoh Demi Koswara, Kapolsek Cipondoh, dan juga unsur tokoh masyarakat dan organisasi kepemudaan.

Kepengurusan GP Ansor di Tepi Jakarta Dilantik (Sumber Gambar : Nu Online)
Kepengurusan GP Ansor di Tepi Jakarta Dilantik (Sumber Gambar : Nu Online)

Kepengurusan GP Ansor di Tepi Jakarta Dilantik

H Mustaya Hasyim mengatakan, Ansor bukan organisasi politik. "Ansor berdiri di atas semua kaki. Karena itulah, cara pandang politik Ansor adalah politik kebangsaan, bukan partisan. Itulah politik amar makruf nahi munkar yang menjadi haluan Nahdlatul Ulama," ujarnya.

Sedangkan H Ahmad Imron menyatakan, Ansor adalah organisasi yang merebut kemerdekaan Indonesia dari tangan penjajah. Pemuda NU tidak perlu ditanya perihal apa yang telah diperbuat Ansor untuk bangsa ini. Sudah semestinya kita sebagai kader-kader penerus melanjutkan dan mempertahankan kedaulatan, kesatuan dan persatuan NKRI, ujarnya.

SMA Negeri 1 Slawi

Mewakili PP GP Ansor, H Lukmanul Hakim menyampaikan terkait isu demonstrasi yang akan terjadi pada 4 November 2016. Ia mengajak kader-kader Ansor, Banser, warga NU mengikuti arahan PBNU. Karena apa yang disampaikan PBNU didasarkan pada hasil kajian-kajian yang sumbernya dapat dipercaya.

SMA Negeri 1 Slawi

“Kita dorong melalui jalur hukum dalam kasus penistaan Al-Quran agar pihak terkait menegakkan hukum dengan seadil-adilnya. Kita percayakan kepada kiai-kiai kita di PBNU untuk menghadapi masalah ini secara elegan,” ujarnya.

Ketua GP Ansor Cipondoh Nur Asyik berjanji untuk memberikan yang terbaik pada Ansor. "Insya Allah apa-apa yang diamanahkan oleh pimpinan cabang akan kami laksanakan dengan sebaik-baiknya," terangnya.

Nur Asyik berharap, kepengurusan baru ini terdiri atas personel-personel yang amanah dan profesional. "Tanpa hal ini, kerusakan yang akan terjadi. Semoga juga, pengurus memiliki karakter yang aktif, kreatif, inovatif, dan komunikatif," jelasnya.

Ia juga berharap semoga Ansor yang bermakna penolong itu bergerak untuk turut membantu semua pihak dalam mewujudkan kebaikan bagi masyarakat. "Kita membantu di bidang keagamaan dan kemasyarakatan. Inilah gerakan Ansor sebagai penolong," tandasnya. (Atho Al-Farhan/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi IMNU, Meme Islam SMA Negeri 1 Slawi

Senin, 13 November 2017

Ratusan Muslim NTT Doakan Gaza

Kota Kupang, SMA Negeri 1 Slawi. Pengurus NU dan sejumlah pemimpin ormas Islam di Nusa Tenggara Timur bersama ratusan warga kota Kupang menyayangkan tindakan brutal Militer Israel ke daerah sipil Palestina. Dalam kesempatan buka puasa bersama di aula kediaman Gubernur NTT, Senin (14/4), mereka melantunkan doa untuk perdamaian di Timur Tengah.

Ratusan Muslim NTT Doakan Gaza (Sumber Gambar : Nu Online)
Ratusan Muslim NTT Doakan Gaza (Sumber Gambar : Nu Online)

Ratusan Muslim NTT Doakan Gaza

Ketua MUI NTT H Abdul Kadir Makarim mengatakan di hadapan tamu undangan, “Kita turut berduka atas apa yang dialami muslim di Gaza. Saat ini, operasi dan serangan Israel seperti hukuman missal bagi warga Gaza yang tidak berdosa.”

Ia menilai PBB lamban merespon tindakan agresif Israel terhadap palestina. Pemerintah RI harus berperan aktif terhadap penyelesaian ini. Karena, bagaiamana pun Indonesia adalah negara dengan mayoritas penduduknya muslim terbesar di dunia.

SMA Negeri 1 Slawi

“Mari kita mendoakan saudara kita. Semoga Allah memberikan pertolongannya,” minta H Kadir kepada para hadirin.

Menurut H Kadir, warga Gaza seperti terkurung di penjara di mana Israel sebagai pemegang kunci. Sehingga, ratusan korban tewas di kalangan anak dan wanita. Mereka mengalami luka berat dan luka ringan.

SMA Negeri 1 Slawi

Kendati Gaza dan Palestina begitu jauh dari Indonesia, tetapi kita di sini merasakan pedih dan sakitnya penderitaan saudara-saudara kita di sana. Air mata jatuh menyaksikan anak kehilangan ayah dan ibu. Demikian sebaliknya, ujar H Kadir. (Ajhar Jowe/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Sholawat, Ubudiyah, Meme Islam SMA Negeri 1 Slawi

Minggu, 12 November 2017

Thariqah Lebih dari Sekadar Wiridan

Sleman, SMA Negeri 1 Slawi. Selain sisi jasmani, manusia memiliki sisi ruhani. Namun, kebanyakan manusia lebih fokus kepada urusan ragawi yang pasti mati. Padahal, yang merasakan nikmat bahagia, haru, dan sebagainya, sesungguhnya? adalah ruh.

Thariqah Lebih dari Sekadar Wiridan (Sumber Gambar : Nu Online)
Thariqah Lebih dari Sekadar Wiridan (Sumber Gambar : Nu Online)

Thariqah Lebih dari Sekadar Wiridan

Sekjen Idarah Aliyah Jam’iyah Thariqah al-Mu’tabarah an-Nahdliyah (Jatman)? KH. Drs. Muhammad Masroni menyampaian hal itu dalam acara Pembekalan dan Pembentukan Pengurus Cabang Mahasiswa Ahlut Thariqah an-Nahdliyah (Matan) Kabupaten Sleman, di Pesantren Ar-Rabithah, Sleman, Ahad Siang (23/11).

Ia menekankan pentingnya pembinaan ruhani melalui thariqah. Dalam acara tersebut, KH. Drs. Muhammad Masroni juga menjelaskan tentang thariqah yang banyak disalahpahami masyarakat. Ia menilai keliru jika thariqah hanya diartikan secara sempit sebagai wiridan. Menurutnya, thariqah adalah perjalanan mendapatkan ridha Allah SWT.

SMA Negeri 1 Slawi

“Di sini inilah kita membutuhkan seorang pembimbing. Kalau dalam dunia Thariqah disebut Mursyid. Lha wong ketika kita membuat skripsi saja butuh pembimbing apalagi saat melakukan perjalanan mencari ridha Allah. Kalau tidak percaya mursyid, ya jangan percaya juga sama dosen pembimbing," ujar KH. Drs. Muhammad Masroni yang disambut tawa para peserta.

Kiai Masroni juga menjelaskan tentang zuhud. Ia mengatakan bahwa jika zuhud dipahami sebagai jalan meninggalkan dunia dan terfokus pada akhirat dengan memakai pakaian ala kadarnya dan sebagainya, itu salah besar. Menurutnya, zuhud adalah bagaimana kita bisa mengatur dunia bukan kita yang diatur dunia. (Nur Rokhim/Mahbib)

SMA Negeri 1 Slawi

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Meme Islam SMA Negeri 1 Slawi

Pagar Nusa Siap Cetak 3000 Pendekar

Sleman, SMA Negeri 1 Slawi. Salah satu target diadakannya Pelatihan Pelatih Tingkat Nasional Pencak Silat Nahdhatul Ulama’ (PSNU) Pagar Nusa adalah untuk mencetak 3000 pendekar, yang nantinya akan lahir dari tangan para pelatih yang telah digembleng dalam pelatihan tersebut.

Demikian dikatakan oleh ketua panitia, M. Roghib, dalam sambutan pembukaan Pelatihan Pelatih Tingkat Nasional PSNU Pagar Nusa, Senin (3/3), di Gedung Youth Centre Tlogoadi, Mlati, Sleman, DI Yogyakarta. Oleh karenanya, ia memohon doa restu dan dukungan dari seluruh pihak dalam mewujudkan harapan tersebut.

Pagar Nusa Siap Cetak 3000 Pendekar (Sumber Gambar : Nu Online)
Pagar Nusa Siap Cetak 3000 Pendekar (Sumber Gambar : Nu Online)

Pagar Nusa Siap Cetak 3000 Pendekar

Sementara itu, Aizzudin Abdurrahman, Ketua Umum Pimpinan Pusat Pencak Silat NU Pagar Nusa, menambahkan bahwa acara pelatihan tersebut merupakan langkah awal. Harapan dari acara pelatihan yang berlangsung selama tujuh hari ini adalah terciptanya metode-metode baru untuk kemudian diajarkan kepada pengurus, dan kemudian diajarkan di sekolah maupun pesantren, serta masyarakat.

SMA Negeri 1 Slawi

“Pendekar adalah pejuang. Pendekar berhak dan harus terus menerus mempertahankan spirit para sesepuh,” tambah sosok yang sekaligus cucu pendiri NU, KH Hasyim Asy’ari.

TB Ibransyah, selaku perwakilan Pimpinan Wilayah PSNU Pagar Nusa DIY, mengatakan bahwa PSNU sebagai badan otonom bertugas untuk menggali, mengembangkan, dan melestarikan pencak silat sebagai warisan Wali Songo.

SMA Negeri 1 Slawi

“Dalam pelatihan ini kami berharap spirit ahlussunnah wal jama’ah dan nilai perjuangan para ulama, wali, dan para pendahulu akan melekat pada pendekar-pendekat pencak silat,” tambahnya.

Adapun KH Suharbillah, Penasehat PSNU Pagar Nusa, menyatakan bahwa dengan mengabdikan diri di Pagar Nusa, tidak akan membuat hidup menjadi melarat. Bahkan ia menegaskan, “Kita akan melakukan ibadah, melanjutkan perjuangan sebagai saksi hidup yang akan memberikan berkah pada hidup kita,” tandasnya. (Dwi Khoirotun Nisa’/Abdullah Alawi)

? ? ?

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Meme Islam, Sholawat, Warta SMA Negeri 1 Slawi

Sabtu, 11 November 2017

Malaysia Dijadikan Model Kebangkitan Ekonomi di Mesir

Kairo, SMA Negeri 1 Slawi. Mantan Perdana Menteri Mahatir Mohammad direncanakan bertolak ke Kairo pada Sabtu (18/5) besok. Mahatir didaulat untuk menjadi pembicara utama dalam seminar nasional yang digelar oleh Partai Keadilan dan Kemerdekaan (FJP), partai berhaluan Islam Moderat yang kini berkuasa di Mesir.

Seperti dilansir kantor berita Al-Hayat (16/5), seminar tersebut mengambil tajuk "Tajaarub an-Nahdhah fi al-Aalam, Maliziya Namuudzajan (Pengalaman Kebangkitan Negara-Negara di Dunia, Malaysia Sebagai Model) dan digelar di salah satu hotel di Kairo.

Malaysia Dijadikan Model Kebangkitan Ekonomi di Mesir (Sumber Gambar : Nu Online)
Malaysia Dijadikan Model Kebangkitan Ekonomi di Mesir (Sumber Gambar : Nu Online)

Malaysia Dijadikan Model Kebangkitan Ekonomi di Mesir

Sebelumnya, beberapa pejabat FJP pada April lalu bertolak ke Malaysia untuk bertemu dengan pihak pemerintahan Malaysia. Selain menandatangani beberapa kerjasama dan kesepakatan, kunjungan tersebut juga bertujuan untuk mentransfer pengalaman Malaysia dalam kesuksesan membangun ekonominya.

SMA Negeri 1 Slawi

Malaysia kerap dijadikan model dan percontohan negara yang sukses melakukan reformasi, kebangkitan dan kemajuan di bidang ekonomi dan stabilitas negara. Beberapa negara di Timur Tengah banyak yang memuji dan belajar terhadap model kebangkitan tersebut.

Di masa-masa awal revolusi di Mesir yang terjadi di awal tahun 2011 dulu, sebenarnya ada wacana nasional yang juga menyerukan pentingnya belajar kepada Indonesia. Namun, kepentingan tersebut hanya sebatas pada masalah "transisi demokrasi". Untuk masalah proyek kebangkitan ekonomi dan teknologi, Mesir lebih memilih Turki dan Malaysia sebagai model, bukan Indonesia.

SMA Negeri 1 Slawi

Penulis: Ahmad Ginanjar Sya’ban

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Meme Islam, Halaqoh SMA Negeri 1 Slawi

Jumat, 03 November 2017

Nurul Haramain NTB, Pesantren dengan 33 Hektar Lahan Hijau

Pondok Pesantren Nurul Haramain Narmada di Lombok Barat ini telah berhasil berhasil mewujudkan lembaga pendidikan yang ramah lingkungan. Pemimpin pesantren ini, TGH Hasanain Juaini membeli lahan gundul di kawasan hutan seluas lebih dari 33 hektar, lalu menggarapnya menjadi lahan hijau dan lebat.

Proses penghijauan itu memakan waktu lebih dari 9 tahun yang melibatkan santri serta warga sekitar. Dana yang dikeluarkannya tidak sedikit mencapai Rp 4,3 miliar lebih.

TGH Juaini bercerita, semenjak awal bersama-sama dengan para tokoh agama pemerhati lingkungan seperti KH Masdar Farid Mas’udi menerbitkan buku “Fiqih Lingkungan”.

Nurul Haramain NTB, Pesantren dengan 33 Hektar Lahan Hijau (Sumber Gambar : Nu Online)
Nurul Haramain NTB, Pesantren dengan 33 Hektar Lahan Hijau (Sumber Gambar : Nu Online)

Nurul Haramain NTB, Pesantren dengan 33 Hektar Lahan Hijau

Menurut TGH Juaini, ia ingin menyampaikan pesan bahwa melestarikan lingkungan itu adalah amanat, ciptaan manusia. Sama halnya dengan perintah untuk menyembah Allah.

“Kita tidak akan bisa menyembah Allah, mengimplementasikan keimanan kita dalam kondisi lingkungan kita hancur. Apalagi kita dalam posisi masih bisa melakukan sesuatu, ajakan saya untuk melestarikan lingkungan itu semata-mata merupakan perintah Allah dan Rasulullah SAW,” katanya.

Banyak yang bernggapan bahwa sebuah institusi pendidikan Islam umumnya hanya bergerak di bidang tafaqquh fiddin, atau pendidikan agama saja, dan acuh-tak acuh dengan kondisi lingkungan.

SMA Negeri 1 Slawi

Menurut TGH Juaini, kesimpulan itu tidak tepat. Melestarikan lingkungan adalah amanah ciptaan manusia. Kita sebagai individu pribadi baik sebagai kelompok sosial harus turut melestarikan lingkungan. Karena Rasulullah sendiri bersabda, Berhati hatilah dengan bumi ini sesungguhnya dia adalah ibumu.

Jadi kita perlakukan bumi ini seperti bagaimana memperlakukan ibu kita. Memuliakannya. Karena jasa-jasanya kepada kita,” tambanya.

TGH Juaini, tidak sepakat pondok pesantren Nurul Haramain dikategorikan sebagai “pesantren yang pro lingkungan”. Karena seharusnya semua pondok pesantren itu harus pro lingkungan. Setiap orang itu juga harus pro lingkungan, katanya.

“Saya mengatakan hal itu (pro lingkungan) adalah sesuatu yang harus khusunya pondok pesantren yang selama ini dikenal oleh masyarakat. Jangan hanya nyaman di menara gading tapi tidak mau tahui urusan luar. Saya kira ini suatu kesalahan dalam konsep pendidikan islam yang selama ini dipahami banyak orang,” tambahnya.

Pada tahun 2011 TGH Hasanain Juaini memperoleh penghargaan Ramon Magsaysay. Salah satunya karena ia dinilai sukses mengembangkan pesantren yang peduli lingkungan. Dengan memperoleh penghargaan ini, namanya sejajar dengan tokoh-tokoh seperti Abdurrahman Wahid, Mochtar Lubis, atau Pramoedya Ananta Toer, yang juga pernah meraih penghargaan serupa. (Syamsul Hadi)

SMA Negeri 1 Slawi

?

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Pertandingan, Meme Islam, Lomba SMA Negeri 1 Slawi

Selasa, 31 Oktober 2017

Madinah dan Indonesia

Dari Nu Online: nu.or.id

Madinah dan Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)
Madinah dan Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)

Madinah dan Indonesia

SMA Negeri 1 Slawi Hikmah, Meme Islam, News SMA Negeri 1 Slawi

Sabtu, 28 Oktober 2017

Sebab-sebab Perkawinan Dini Temuan Fatayat NU

Jakarta, SMA Negeri 1 Slawi - Di tahun 2012, di wilayah ASEAN, Indonesia adalah negara dengan jumlah perkawinan anak tertinggi kedua setelah Kamboja (BKKBN 2012). Sementara data Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) tahun 2012 menyebutkan jumlah perempuan yang menikah di usia 10-15 tahun mencapai 11,13 persen; sedangkan perempuan usia 16-18 tahun menikah sebanyak 32,10 persen (BPS, 2013).

Artinya, perempuan yang melangsungkan perkawinan di usia sampai dengan 18 tahun di Indonesia pada tahun 2012 mencapai sekitar 43,23% atau hampir separuh dari jumlah perkawinan yang terjadi.

Sebab-sebab Perkawinan Dini Temuan Fatayat NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Sebab-sebab Perkawinan Dini Temuan Fatayat NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Sebab-sebab Perkawinan Dini Temuan Fatayat NU

Penelitian yang dilakukan Fatayat NU (2016) melalui Pusat Informasi Kesehatan Reproduksi Perempuan (PIKER) dan Lembaga Konsultasi Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (LKP3A), menemukan perkawinan anak terjadi karena 3 faktor, yaitu kemiskinan, pemahaman keagamaan, dan tekanan sosial.

Perkawinan kerap dianggap sebagai jalan keluar dari ketidakberuntungan ekonomi. Orangtua maupun anak melihat perkawinan dapat mengentaskan kemiskinan. Orangtua berharap dengan perkawinan, anak mendapatkan kehidupan lebih baik dan lebih terjamin secara ekonomi. Sedangkan bagi anak, perkawinan sebagai salah satu cara meringankan beban orangtua.

SMA Negeri 1 Slawi

SMA Negeri 1 Slawi

Pemahaman keagamaan juga menjadi faktor mengapa perkawinan anak masih terjadi. Larangan berpacaran dalam Islam dan kekhawatiran zina menjadi salah satu alasan mendasar. Pacaran dianggap melanggar ajaran agama sekaligus bentuk tindakan dosa. Tanggung jawab orangtua dalam menjaga anak (perempuannya) akan terbebas dengan menikahkan mereka. Menikahkan anak juga merupakan salah satu bentuk pemenuhan hak anak yang seharusnya dipenuhi orangtua selain memberikan nama yang baik dan mendidik anak.

Sementara itu, anak menilai perkawinan yang dijalaninya merupakan bentuk kebaktian. Ajaran agama yang menegaskan birrul walidain (berbuat baik pada orantua) dipahami [salah satunya] dengan tidak menolak keputusan orangtua dalam menikahkan/menjodohkan anaknya. Menolak keputusan orantua adalah dosa, meski hati sang anak sebenarnya tidak ingin menikah di usianya saat itu.

Usia yang “dianggap” sudah tua meski baru belasan tahun, kunjungan laki-laki, dan kehamilan yang di luar perkawinan menjadi alasan mendasar terjadinya perkawinan anak. Ketika anak sudah berusia belasan tahun, orangtua merasa khawatir anaknya tidak laku jika tidak ada yang melamar. Begitu anak akan masuk usia belasan, orangtua buru-buru mencarikan jodoh untuk sang anak atau menerima pinangan yang ditujukan pada anak perempuannya.

Keyakinan bahwa sekolah tinggi mengakibatkan anak perempuan kesulitan mendapatkan jodoh juga masih ditemukan. Hal ini mengakibatkan anak segera buru-buru ditunangkan dan dinikahkan pada saat masih usia sekolah di tingkat SMP atau SMA.

Selain itu, ketika anak perempuan sudah memiliki pacar dan kerap dikunjungi sang pacar di rumahnya, orangtua merasa risih dengan desas-desus yang muncul. Hal itu menjadikan orangtua merasa penting segera menikahkan anak, agar tidak menjadi sumber gosip dan mempertaruhkan nama keluarga, apalagi sampai terjadi kehamilan. Kehamilan yang terlanjur terjadi menjadi alasan yang tidak dapat ditawar bagi orangtua untuk menikahkan anaknya, tanpa peduli apakah masih usia anak atau sudah dewasa.

Penelitian dilakukan dengan wawancara mendalam kepada 14 perempuan yang pernah menjalani perkawinan anak, tersebar di Jakarta, Depok, Lebak, Jember, Medan, dan Makassar. Perkawinan anak pada penelitian ini terjadi pada anak perempuan dalam rentang usia 12-17 tahun.

Semua pasangan dari anak-anak perempuan ini adalah laki-laki dewasa dari usia 19-32 tahun. Artinya, pola perkawinan anak yang terjadi dalam penelitian ini adalah perkawinan anak perempuan dengan laki-laki dewasa. Dari 14 kasus yang ada, terdapat 2 kasus perkawinan terjadi sebelum terjadinya menstruasi dan 2 kasus yang mengalami kehamilan sebelum perkawinan.

Hasil penelitian yang diketuai Iklilah Muzayyanah Dini Fajriyah disampaikan pada Seminar Kajian Perkawinan Anak dan Startegi Penanggulangannya di hotel Bintang Griya Wiasta Jakarta Pusat, pekan lalu. (Kendi Setiawan/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Meme Islam, Habib, Olahraga SMA Negeri 1 Slawi

Sabtu, 21 Oktober 2017

Istimewa, Penghormatan Nyai Sinta Nuriyah di Pernikahan Putri Presiden

Surakarta, SMA Negeri 1 Slawi. Pernikahan putri Presiden Joko Widodo, Kahiyang Ayu dengan Muhammad Bobby Afif Nasution yang diselenggarakan di Gedung Graha Saba Buana, Solo, Rabu (8/11) dihadiri sejumlah tokoh, tak terkecuali Nyai Sinta Nuriyah, istri dari mantan presiden Republik Indonesia KH Abdurrahman Wahid.

Istimewa, Penghormatan Nyai Sinta Nuriyah di Pernikahan Putri Presiden (Sumber Gambar : Nu Online)
Istimewa, Penghormatan Nyai Sinta Nuriyah di Pernikahan Putri Presiden (Sumber Gambar : Nu Online)

Istimewa, Penghormatan Nyai Sinta Nuriyah di Pernikahan Putri Presiden

Nyai Sinta hadir didampingi putri sulungnya Alissa Qotrunnada dan cucunya Sabrina A Arinka. Dalam prosesi tersebut ia turut menjadi tamu undangan yang berfoto pertama kali dengan kedua mempelai.

Dalam sesi dokumentasi itu, Nyai Sinta yang menaiki pelaminan Kahiyang-Bobby dengan menggunakan kursi roda, memilih berdiri ketika melakukan sesi berfoto bersama. Momen Nyai Sinta memaksakan untuk berdiri ini tentu menjadi perhatian bagi banyak orang. 

Salah satu tokoh Gusdurian Solo, Hussein Syifa mengungkapkan terakhir kali ia melihat Nyai Sinta berdiri yakni saat menghadiri pernikahan putri Pengasuh Pesantren Al-Muayyad Surakarta KH Rozaq Shofawi.

“Sebelumnya juga pernah lihat, pas beliau menghadiri pernikahan putri Kiai Rozaq,” kata Hussein.

SMA Negeri 1 Slawi

Sementara itu, menurut Wakil Syuriah PWNU Jateng KH M Dian Nafi’ momen berdirinya Nyai Sinta, merupakan bentuk penghormatan dan penghargaan kepada pasangan mempelai.

“Itu istimewa. Sikap menghargai syariat pernikahan. Juga dukungan moral Ibu Nyai Shinta Nuriyah bagi Mbak Kahyang Ayu dan Mas Bobby untuk menapak kehidupan baru  menyongsong karunia, untuk menjadi keluarga yang sakinah wa mawaddah wa rahmah,” tutur Gus Dian. (Ajie Najmuddin/Zunus)

SMA Negeri 1 Slawi

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Meme Islam, Sejarah, RMI NU SMA Negeri 1 Slawi

Jumat, 20 Oktober 2017

PC IPNU-IPPNU Sleman Dilantik

Sleman, SMA Negeri 1 Slawi. Pimpinan Cabang IPNU-IPPNU Sleman masa khidmat 2013-2015, Ahad (16/6) kemarin dilantik di Rumah Dinas Pemerintah Kabupaten Sleman, Jl. Magelang tersebut.

Kegiatan berlangsung dengan khidmat. Sebelum acara dimulai, terlebih dahulu diisi dengan penampilan grup hadrah PAC IPNU-IPPNU Turi.

PC IPNU-IPPNU Sleman Dilantik (Sumber Gambar : Nu Online)
PC IPNU-IPPNU Sleman Dilantik (Sumber Gambar : Nu Online)

PC IPNU-IPPNU Sleman Dilantik

"Alhamdulillah, itulah kata yang dapat kami utarakan. Mengingat nikmat yang sangat besar bisa terlimpahkan bagi kami, karena dapat melaksanakan pelantikan PC IPNU-IPPNU Sleman masa khidmat 2013-2015," demikian dalam kata sambutan yang disampaikan oleh ketua PC IPNU Sleman, Biky Uthbek Mubarok, setelah mengikuti prosesi pelantikan.

SMA Negeri 1 Slawi

Untuk menjalankan roda kepengurusan, Biky Uthbek Mubarok juga meminta bimbingan dan doa kepada para Kiai, Masayikh dan alumni, sehingga bisa menjalankan kepemimpinan selanjutnya. 

SMA Negeri 1 Slawi

"Kami juga berharap, dengan adanya pelantikan PC IPNU-IPPNU Sleman ini kelak kami dapat mencetak kader NU yang mempunyai jiwa patriotisme yang berlandaskan Ahlus Sunah Wal Jamaah," tandasnya.

Secara terpisah, Nurul Hasanah, selaku ketua PC IPPNU Sleman mengatakan kepada SMA Negeri 1 Slawi terlebih dahulu akan menguatkan solidaritas antar pengurus. "Setelah itu kami akan membuat gebrakan. Mengingat IPNU-IPPNU merupakan pusat kaderisasi, maka kami juga akan menghidupkan kembali sepuluh PAC yang ada di Sleman," imbuhnya.

Prosesi pelantikan yang mengangkat tema "Menumbuhkan sifat keikhlasan dan kebersamaan dalam berjuang" tersebut selesai pada pukul 11:00. Turut hadir beberapa kader IPNU-IPPNU se-Sleman, perwakilan PP IPNU-IPPNU, PCNU Sleman, Anshor, Fatayat dan Muslimat. Selain itu, hadir pula PW IPNU-IPPNU DIY yang sekaligus melantik kepengurusan baru PC IPNU-IPPNU Sleman.

Masruroh, sebagai perwakilan dari Fatayat yang turut hadir, menekankan bahwa hal yang harus diperhatikan adalah kaderisasi, khususnya bagi IPPNU. "Karena hal itu akan berpengaruh ke depan. Kalau dari PC IPPNU saja sudah kurang, nanti di Fatayat dan Muslimat juga akan kurang," ujarnya kepada SMA Negeri 1 Slawi.

Setelah prosesi pelantikan, acara dilanjutkan dengan rapat kerja pengurus PC IPNU-IPPNU Sleman, guna merumuskan program-program selama kepengurusan satu periode ke depan.

Redaktur    : A. Khoirul Anam 

Kontributor: Sholikhin-Dwi Khoirotun Nisa’

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Santri, Meme Islam, Fragmen SMA Negeri 1 Slawi

Sabtu, 14 Oktober 2017

Petasan dan Baca Shalawat di Malam Ganjil Bulan Ramadhan

Jombang, SMA Negeri 1 Slawi

Alhamdulillah, di kampungku setiap malam likuran, yakni tanggal ganjil di 10 hari terakhir bulan puasa Ramadhan selalu ada kegiatan membaca shalawat bersama. Kegiatan rutin ni dilakukan bergiliran antarmushala dan masjid. Budaya ini sepengetahuanku sudah berjalan puluhan tahun.

Petasan dan Baca Shalawat di Malam Ganjil Bulan Ramadhan (Sumber Gambar : Nu Online)
Petasan dan Baca Shalawat di Malam Ganjil Bulan Ramadhan (Sumber Gambar : Nu Online)

Petasan dan Baca Shalawat di Malam Ganjil Bulan Ramadhan

Kebetulan di kampungku ada sebanyak 9 mushala dan satu masjid. Dulu waktu aku masih kecil, awalnya ada 4 mushala dan satu masjid. Hampir seluruh anak anak remaja, dewasa dan juga orang dewasa ikut kegiatan pembacaan shalaawat di malam ganjil. Mulai malam 21, malam 23, malam 25, malam 27 dan puncaknya malam 29 di Masjid Al Hasan Balongombo Tembelang.

Karena perkembangan, kini mushala bertambah hingga 9 bangunan. Meski bertambah kegiatan baca shalawat tetap berjalan. Di akhir pembacaan shalawat, ambengan makan nasi tumpeng yang dibuat oleh warga jamaah sekitar mushala selalu menyertai kegaiatan.

SMA Negeri 1 Slawi

Dan tidak ketinggalan petasan juga selalu mewarnai saat pembacaan shalawat pada tahab srakal, ketika jamaah membaca shalawat dengan berdiri. "Mahalul Qiyam. Bunyi petasan bersahutan. Setiap rombongan remaja dari mushala-mushala selalu bersaing membawa petasan untuk ditampilkan. Hal itu berjalan sebelum ada larangan dari pihak berwajib.

SMA Negeri 1 Slawi

Petasan asli produk Jombang sudah menjadi tradisi mewarnai bulan puasa, biasa dibunyikan saat berbuka, atau saat waktu sahur. Dan paling sering dan paling banyak dibunyikan saat malam ganjil pas menggelar shalawatan. Serta usai menggelar shalat Id yang digelar di masjid setempat.

Mereka membuat sendiri petasan tersebut. Bahkan tidak jarang remaja mushala yang ditempati membuat petasan dengan jumlah hingga ratusan. Puas, bangga jika melihat halaman mushala dan masjid penuh dengan percihan kertas.

Dengan pembacaan shawat, dan tradisi membunyikan petasan suasana bulan puasa dan hari Idul Fitri semakin terlihat. Dan masayrakat yang kebetulan pulang kampung bisa menikmati dan bernostalgia masa kecil saat di kampung halaman. (Muslim Abdurrahman/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Fragmen, Meme Islam, Pendidikan SMA Negeri 1 Slawi

Rabu, 20 September 2017

Menaker:Pelajar Harus Paham Hak dan Kewajiban Pekerja Sejak Dini

Depok, SMA Negeri 1 Slawi

Menteri Ketenagakerjaan M Hanif Dakhiri kembali memberikan sosialisasi pemahaman hubungan industrial bagi dunia pendidikan. Diharapkan para peserta didik dapat memahami informasi hubungan industrial serta  mengetahui hak dan kewajibannya sebagai pekerja saat akan memasuki dunia kerja. 

“Masalah hubungan industrial kini menjadi semakin rumit. Untuk itu, penting bagi para siswa siswi untuk memahami lebih dini agar mereka memiliki informasi, pengetahuan yang memadai ketika mereka masuk ke dalam pasar kerja,” kata Menaker Hanif  dalam kegiatan Pemahaman Hubungan Industrial bagi Dunia Pendidikan  kepada 400 siswa SMK dan SMA se-kota Depok di Hotel Bumi Wiyata, Depok, Jawa Barat (9/10).

Menaker Hanif mengatakan perkembangan dunia kerja saat ini, permasalahan ketenagakerjaan tidak dapat dilihat secara parsial. Semua aspek yang tercakup dalam bidang ketenagakerjaan, mempunyai kaitan satu sama lain, mulai dari perencanaan, pelatihan, penempatan, pelaksanaan hubungan industrial sampai pengawasannya. 

Menaker:Pelajar Harus Paham Hak dan Kewajiban Pekerja Sejak Dini (Sumber Gambar : Nu Online)
Menaker:Pelajar Harus Paham Hak dan Kewajiban Pekerja Sejak Dini (Sumber Gambar : Nu Online)

Menaker:Pelajar Harus Paham Hak dan Kewajiban Pekerja Sejak Dini

Oleh karena itu, kata Hanif kegiatan pemahaman hubungan industrial untuk anak-anak sekolah menjadi sangat penting. Para  calon angkatan kerja  yang akan memasuki dunia kerja harus paham dinamika hubungan industrial yang melibatkan pekerja dan pengusaha.

“Kita harus tahu bagaimana dinamika hubungan industrial terjadi. Berbagai masalah dan kasus ketenagakerjaan yang terjadi antara lain disebabkan karena pemahaman industrial tidak cukup baik di kalangan pekerja maupun di kalangan pengusaha,” kata Hanif. 

Sebagai contoh, Menaker menjelaskan salah satu hal pokok terkait hubungan industrial yang cukup penting adalah mengenai kejelasan kontrak kerja. “Orang Indonesia ini kan gampangan soal kontrak kerja. Pokoknya yang penting kalo sudah ada kesepakatan dianggap oke-oke saja. Padahal kontrak kerja ini sangat penting dalam sebuah hubungan kerja,” terang Menaker.  

SMA Negeri 1 Slawi

“Hal seperti ini perlu diketahui oleh siswa-siswi sehingga ketika kerja mereka paham kalau kontrak kerja sangat penting untuk memastikan hak dan kewajiban kita sebagai pekerja dilindungi dan menjadi rujukan kalau terjadi permasalahan antara pekerja dan pengusaha,” jelas Menaker Hanif.

Hanif membandingkan dahulu ketika bicara hubungan industrial itu lebih kepada relasi antara pemberi kerja dengan penerima pekerjaan. Namun saat ini, konteksnya sudah semakin luas, karena hubungan industrial tidak semata melibatkan pengusaha dan pekerja tapi juga semua stakeholder terkait  seperti dalam distribusi barang dan jasa.  

SMA Negeri 1 Slawi

Dalam kesempatan sama, Direktur Jenderal Pembinaan Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Kemnaker, Haiyani Rumondang, Pemahaman Hubungan Industrial Bagi Dunia Pendidikan seperti ini telah dilaksanakan sejak tahun 2014.  

“Sampai saat ini kami sudah melibatkan jumlah peserta sebanyak 4.500, dan dilaksanakan di 29 (Duapuluh sembilan) Wilayah kabupaten/kota/provinsi,” ujar Dirjen Haiyani.

Melalui Kegiatan ini kata Hayani, diharapkan para pelajar mengetahui dan memahami hal hal yang berkaitan dengan hubungan industrial, sehingga hubungan industrial di dunia kerja dapat dilaksanakan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. (Red: Kendi Setiawan)

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Khutbah, Meme Islam SMA Negeri 1 Slawi

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs SMA Negeri 1 Slawi sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik SMA Negeri 1 Slawi. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan SMA Negeri 1 Slawi dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock