Tampilkan postingan dengan label Makam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Makam. Tampilkan semua postingan

Kamis, 15 Maret 2018

Arab Pegon

Biasanya disebut pula Arab Pego atau Arab Jawi, yaitu tulisan dengan huruf Arab atau huruf hijaiyah tapi menggunakan bahasa Jawa. Di daerah lain disebut dengan Arab Melayu karena menggunakan Bahasa Melayu atau Indonesia; atau bahasa lokal lain yang ditulis dengan huruf Arab. 

Jika dilihat dari kejauhan, tulisan Arab Pegon seperti tulisan Arab pada biasa, namun kalau dicermati sebenarnya susunannya atau rangkaian huruf-hurufnya bukan susunan bahasa Arab. Orang Arab asli tidak akan bisa membaca tulisan ini.

Arab Pegon (Sumber Gambar : Nu Online)
Arab Pegon (Sumber Gambar : Nu Online)

Arab Pegon

Huruf konsonan dalam tulisan Arab Pegon ini diwakili oleh huruf-huruf hijaiyah yang mirip bunyinya, seperti “m” dengan mim (Ù…). Sementara huruf vokalnya diwakili dengan huruf-huruf yang dalam tulisan Arab berfungsi untuk memanjangkan bacaan huruf, yakni alif (ا), wawu (Ùˆ) dan ya (ÙŠ). Alif untuk mengganti huruf “a”, wawu untuk huruf “u” dan “o”, serta ya’ untuk konsonan “I”. Untuk vokal e ditulis tanpa ada huruf bantu atau terkadang dipakai tanda khusus berupa garis bergelombang (~).  

Misalnya kata makan dituliskan dengan huruf mim, alif, kaf, alif dan nun menjadi ماكان dan kata belajar dengan hurub ba, lam, alif, jim, alif, dan ro’ بلاجار .

SMA Negeri 1 Slawi

Selain huruf yang sudah ada padanannya, untuk huruf yang tidak ada dalam abjad hijaiyyah seperti bunyi sengau “ng” atau dan huruf “c”, dipakai huruf tertentu dengan menambahkan titik tiga: Ng dengan ghoin (غ)titik tiga dan c dengan jim (ج) titik tiga.

Kalangan pesantren atau warga NU masih banyak menggunakan tulisan Arab Pego sebagai alat komunikasi tertulis. Arab pego ini diajarkan jauh lebih dulu dari pada sekolah formal Hindia Belanda, sehingga banyak orang tua yang tidak bisa membaca huruf latin atau buta huruf, namun bisa membaca tulisa Arab Pego.

SMA Negeri 1 Slawi

Dalam tradisi bahtsul masail di kalangan tarekat misalnya, pertanyaan dan jawaban tetap ditulis dengan huruf Arab Pego. Beberapa kitab karya ulama Nusantara yang berbahasa melayu atau jawa juga ditulis dengan huruf Arab Pegon. 

Tulisan Arab Pego, terutama dalam bahasa Jawa, biasa digunakan untuk ngabsahi atau memberikan makna kata-perkata dalam kitab kuning. Biasanya makna ini ditulis di sela-sela baris.

Pada masa lalu, Arab Melayu atau Jawi ini digunakan sebagai bahasa resmi dan bahasa pendidikan. Beberapa karya sastra seperti Hikayat Hang Tuah dan Hikayat Raja-Raja Pasai ditulis dengan aksara Arab Melayu atau Jawi ini.

Demikian juga dengan karya-karya keagamaan seperti karya-karya Syekh Muhammad Arsyad al-Banjari  di Banjarmasin atau karya-karya Kiai Shaleh Darat di Semarang, Jawa Tengah. Surat-surat raja Nusantara, stempel kerajaan,  dan mata uang pun ditulis dalam aksara Arab Melayu/Jawi ini.

Sejak tahun 1920an, Pemerintah kolonial secara pelan mulai menggantikan penggunaan aksara Arab Melayu atau Pego ini dan menggantikannya dengan aksara latin. Dalam beberapa decade, aksara Arab Melayu perlahan menghilang dari komunikasi tertulis secara resmi, baik di pemerintahan, pendidikan maupun media. 

Kini Arab Pego ini hanya dipakai di kalangan terbatas pesantren, baik di Jawa maupun di belahan Nusantara lainnya. (Sumber: Ensiklopedi NU)

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Sholawat, Makam SMA Negeri 1 Slawi

Senin, 12 Februari 2018

Wayang Wolak-walik, Satu Layar Dua Dalang

Jakarta, SMA Negeri 1 Slawi

Semula saya mengira, wayang wolak-walik adalah karena cerita yang ditampilkan menggambarkan suasana ‘wolak-waliking’ zaman. Sempat pula saya menduga mungkin yang dimaksud wayang wolak-walik adalah selama pertunjukan, wayang-wayang akan sering dibuat berloncat-loncatan, sehingga bagian kepala wayang akan diletakkan di bawah, dan sesekali kakinya berada di atas.

Wayang Wolak-walik, Satu Layar Dua Dalang (Sumber Gambar : Nu Online)
Wayang Wolak-walik, Satu Layar Dua Dalang (Sumber Gambar : Nu Online)

Wayang Wolak-walik, Satu Layar Dua Dalang

Namun, dua perkiraan itu keliru. Dinamakan wayang wolak-walik ternyata adalah karena satu kelir—layar sebagai media tempat wayang dipertunjukkan—dipakai oleh dua dalang.

Soal pencahayaan, pada kedua bagian layar itu tetap terkena cahaya lampu menyesuaikan bagian layar yang mana yang sedang dijadikan area berkisah.

SMA Negeri 1 Slawi

Selain keunikan tadi, karena dimainkan dua dalang secara bergantian, mereka pun membawakan cerita yang seakan-akan berbeda, namun sebenarnya berhubungan.

SMA Negeri 1 Slawi

Pun soal cerita dan para tokoh. Bila pada pertunjukan wayang purwa membawakan kisah Ramayana dan Mahabarata, wayang wolak-walik tidak ada tokoh baku yang ditampilkan. Tokoh bisa lebih kekinian, menyesuaikan kondisi atau tren saat ini.

Pada peringatan harlah NU di Gedung PBNU, akhir Januari lalu, misalnya, Dalang Azis dan Dalang Jumali, membawakan cerita seorang anak kecil yang di kampungnya terkena banjir. Anak kecil itu lalu meminta pertolongan kepada kiai.

Tetapi yang ada saat itu bukanlah kiai. Anak itu tidak mau menerima pertolongan orang lain. Sampai sang anak mengalami kesusahan dan tenggelam terbawa arus banjir. Padahal orang lain yang menolong itu, datang atas permintaan sang kiai.

Cerita tersebut membawa makna bahwa cara Tuhan untuk menolong sangat banyak. Kita dituntut berhati-hati untuk dapat menemukan kekuatan ilahi. Cerita juga menyimpan pelajaran bahwa keyakinan harus kita jaga, jangan mudah tergoyahkan. Apa yang menjadi tujuan harus kita pegang.

Lik Jum dan Ki Azis menampilkan cerita itu dengan gaya yang cair. Sesekali mereka memasukkan ungkapan ‘Om tolelot om’, ‘update status Facebook’, dan ‘buka pesan WathsApp’.

Kedua dalang memang membebaskan cerita, tidak ada aturan baku seperti misalnya dalam wayang purwa. Namun begitu, ada hal-hal yang pantas untuk direnungkan dari ungkapan-ungkapan yang mereka lontarkan.

Karenanya, dalam menyiapkan cerita kedua dalang menyesuaikan dengan momentum atau karakteristik tempat dan pihak yang mementaskan. Termasuk pada malam itu, kedua dalang membawakan semangat Islam Nusantara.

Musik pada pertunjukan wayang wolak-walik, juga berbeda dengan wayang purwa. Gola, pemain musik yang malam itu mengiringi kedua dalang, menerapkan konsep musik harus sama dengan isi cerita.

Ilustrasi musik, menurut Gola, berangkat dari logika bukan untuk ‘membagus-baguskan’, namun agar selaras dengan cerita. Bebunyian yang terbatas, membawa kondisi dan suasana jiwa yang diperankan wayang. (Kendi Setiawan/Abdullah Alawi)

?

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Makam, Quote, Pemurnian Aqidah SMA Negeri 1 Slawi

Rabu, 07 Februari 2018

Ansor Kalbar Gembleng Kader Setia NKRI

Pontianak, SMA Negeri 1 Slawi. Pimpinan Wilayah Gerakan Pemuda Ansor Kalimantan Barat menggembleng para kadernya melalui Pelatihan Kepemimpinan Lanjutan (PKL) II di Pondok Pesantren Darul Faizin, jalan Danau Sentarum Kota Pontianak, Kalbar, 12-15 Juni 2014. Para peserta didorong untuk setia membela tanah airnya.

Ansor Kalbar Gembleng Kader Setia NKRI (Sumber Gambar : Nu Online)
Ansor Kalbar Gembleng Kader Setia NKRI (Sumber Gambar : Nu Online)

Ansor Kalbar Gembleng Kader Setia NKRI

"Dengan pengkaderan ini akan muncul kader-kader militan yang siap menjaga keutuhan NKRI dan Islam Ahlussunah wal Jamaah, sebagai Islam rahmatan lil alamin," terang Ketua PW GP Ansor Kalbar M Nurdin, Senin (16/6).

Menurutnya, PKL merupakan kegiatan wajib bagi pengurus PW GP Ansor, sebagai proses pengkaderan di tingkat wilayah. Subro, Sekretaris PW GP Ansor Kalbar, mengatakan, ada 33 orang peserta yang dibaiat untuk tetap setia kepada NKRI.

SMA Negeri 1 Slawi

Subro menambahkan, ke-33 peserta tersebut berasal dari pengurus Pimpinan Wilayah GP Ansor Kalbar, dan utusan dari beberapa Pimpinan Cabang GP Ansor, antara lain Kota Pontianak, Kota Singkawang, Kabupaten Pontianak, Kabupaten Sanggau, Kabupaten Sintang, Kabupaten Sekadau, Kabupaten Kayong Utara dan Kabupaten Kubu Raya.

SMA Negeri 1 Slawi

Kegiatan PKL ini mendapat sambutan positif dari pengasuh Pesantren Darul Faizin, Ust. Rudhy Abdullah Faiz. Ia berharap, dengan program ini hubungan antara GP Ansor dan pondok pesantren terus berlanjut dalam rangka meningkatkan sumber daya manusia (SDM) Indonesia, khususnya generasi mudanya.

Ungkapan serupa disampaikan Faisal Attamimi, instruktur PKL. Ia menekankan pentingnya kaderisasi bagi anggota GP Ansor di seluruh Indonesia.

"Ini juga menjadi syarat bagi sahabat-sahabat untuk menjadi pengurus GP Ansor dan mendapatkan pengesahan dari pimpinan pusat. Kalau ada pengurus belum ikut kaderisasi maka SK kepengurusannya tidak akan dikeluarkan," pesan kandidat doktor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta ini kepada para peserta PKL. (Yadi/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Makam, Ulama SMA Negeri 1 Slawi

Senin, 29 Januari 2018

Ngaji Jurnalistik di Serambi Masjid, Mengapa Tidak?

Solo, SMA Negeri 1 Slawi

Sore itu, suasana di kompleks Pesantren Al-Muayyad Mangkuyudan Surakarta terlihat seperti biasa, usai menyelesaikan jadwal belajar sekolah diniyah, para santri bergegas ke tempat yang mereka tuju untuk mengikuti kegiatan ekstakurikuler.

Ngaji Jurnalistik di Serambi Masjid, Mengapa Tidak? (Sumber Gambar : Nu Online)
Ngaji Jurnalistik di Serambi Masjid, Mengapa Tidak? (Sumber Gambar : Nu Online)

Ngaji Jurnalistik di Serambi Masjid, Mengapa Tidak?

Tak terkecuali dua santri, Wildan Aji Gumilang dan Abdul Rouf, dengan masih mengenakan sarung dan peci keduanya bergegas untuk pergi ke serambi masjid pondok. Tiba di lokasi, keduanya langsung bergabung bersama santri yang lain untuk mengikuti kegiatan ekstrakurikurikuler jurnalistik dan sastra.

Setelah mendapat pengarahan dari sang pembimbing, buku yang mereka bawa mulai dibuka untuk berlatih menulis. Macam-macam tulisan yang mereka buat, ada puisi, berita, dan lain-lain. Posisi menulis pun dibebaskan, ada yang sembari tengkurap, duduk, bersandar pada tiang dan sebagainya.

Wildan, Rouf dan beberapa santri kelas 7 dan 8 SMP Al-Muayyad lainnya mengikuti kegiatan pelatihan tulis menulis ini kurang lebih sudah sekitar setengah tahun yang lalu. Kegiatan ini diadakan setiap Selasa, pukul 4 hingga 5 sore.

SMA Negeri 1 Slawi

Kegiatan jurnalistik termasuk salah satu ekstra pilihan yang mesti yang diikuti para santri. Selain itu ada pramuka, public speaking, sablon, kaligrafi, PBB, qiro’ah, dan rebana.

Kenalkan melalui sastra

Miftahul Abrori, sang pembimbing ekstrakurikuler jurnalistik, mengungkapkan dalam pelatihan ini para santri selain belajar jurnalistik, juga menggali kemampuan mereka di bidang sastra.

“Tadinya pihak sekolah hanya memberi pengarahan kepada saya untuk mengajar jurnalistik, namun saya mengusulkan untuk menyisipkan sastra pada ekstrakurikuler ini, dan pihak sekolah setuju,” papar Miftah, saat ditemui SMA Negeri 1 Slawi, belum lama ini (1/4).

Materi sastra diberikan Miftah kepada siswa sebagai perangsang untuk menulis. Menurutnya, pelajaram jurnalistik dirasa agak berat dicerna para siswa. “Materi jurnalistik yang saya sampaikan ternyata berat bagi mereka. Saya ingat, bahwa saya mengawali menulis dari menulis puisi, lalu cerpen, berita dan sedikit artikel,” tutur dia.

SMA Negeri 1 Slawi

Kegiatan ini ternyata juga mendapat sambutan yang baik dari para siswa. Pada awal pendaftaran, ada 80 santri yang memilih ekstra ini. “Meskipun sekarang, yang bertahan aktif hanya 40-an anak, tapi ini sudah lumayan,” ujar alumni UNU Surakarta itu.

Sampai setengah tahun ini, hasil dari pelatihan jurnalistik di Pesantren Al-Muayyad mulai terlihat. Para santri yang didorong untuk produktif membuat puisi dan cerpen, beberapa karya mereka bahkan bisa termuat di koran lokal.

Ditambahkan Miftah, selain mengikuti kegiatan ekstra jurnalistik, untuk mengasah potensi tulis menulis lainnya di pesantren yang pernah diasuh KH Umar Abdul Mannan tersebut, juga disediakan sebuah media, yakni Majalah Serambi Al-Muayyad. (Ajie Najmuddin/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Makam, Cerita SMA Negeri 1 Slawi

Selasa, 23 Januari 2018

PBNU Dukung Penutupan Website Provokatif

Jakarta, SMA Negeri 1 Slawi. Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siroj yang kerap disapa Kang Said mendukung sepenuhnya usulan seorang anggota DPR RI kepada Menkominfo beberapa hari lalu untuk menutup situs jejaring sosial Islam yang bersifat provokatif.

Namun Kang Said memberikan catatan bahwa penutupan website itu harus hati-hati. Website Islam yang berisi dakwah dan penyiaran syiar Islam, tidak masuk dalam daftar penutupan.

PBNU Dukung Penutupan Website Provokatif (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU Dukung Penutupan Website Provokatif (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU Dukung Penutupan Website Provokatif

?

“Artinya website itu, saya kira, harus dipilah-pilah. Kalau isi website itu merusak akidah, merusak perilaku yang cenderung kepada kekerasan, saya setuju website itu ditutup,” kata Kang Said kepada SMA Negeri 1 Slawi di Kantor PBNU, jalan Kramat Raya nomor 164, Jakarta Pusat, Senin (29/7) sore.

SMA Negeri 1 Slawi

Terlebih lagi kalau isi website Islam itu cenderung berisi caci maki seperti mazhab Wahabi, lanjut Kang Said, saya sangat setuju penutupan website demikian. Karena, isinya memprovokasi, menghasut, meresahkan, dan membakar umat Islam.

Selain website yang bersifat provokasi, Kang Said juga mendukung penutupan website yang memengaruhi kuat kerusakan perilaku pengunjungnya seperti website porno.

SMA Negeri 1 Slawi

Sementara Rais Syuriyah PBNU KH Mashdar F Masudi menginginkan penutupan semua website yang bersifat provokatif.

“Seharusnya pemerintah tidak hanya menutup website Islam yang provokatif, tetapi semua website provokatif, yang memecah belah, menciptakan permusuhan di tengah masyarakat. Apapun yang provokatif itu tidak boleh,” tegas KH Mashdar kepada SMA Negeri 1 Slawi usai diskusi ‘Menggugat Empat Pilar’ di Kantor PBNU, Jumat (2/8) sore.

“Nahdliyin sendiri harus mewaspadai website Islam seperti arrahmah, voa islam, hidayatullah, nahi munkar, dan sejumlah website Islam lain yang tidak membawa misi Islam Rahmatan Lil Alamin sebagaimana tercantum dalam Al-Quran,” tegas Pemred Situs Resmi PBNU SMA Negeri 1 Slawi Syafi Alielha beberapa hari lalu.

Penulis Alhafiz Kurniawan

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Doa, Makam SMA Negeri 1 Slawi

Rabu, 10 Januari 2018

Mbah Muchit, Menjadi NU Sejak 1941

Depok, SMA Negeri 1 Slawi. Seandainya ada rekor Muri untuk anggota terlama NU, mungkin KH Muchit Muzadi atau akrab dipanggil Mbah Muchit menjadi pemenangnya karena ia telah menjadi anggota NU sejak tahun 1941. Bukan hanya anak-anak muda NU, para pengurus senior NU pun banyak yang belum lahir waktu itu.

Mbah Muchit, Menjadi NU Sejak 1941 (Sumber Gambar : Nu Online)
Mbah Muchit, Menjadi NU Sejak 1941 (Sumber Gambar : Nu Online)

Mbah Muchit, Menjadi NU Sejak 1941

Santri KH Hasyim Asy’ari ini menuturkan, ber-NU zaman dahulu berbeda dengan sekarang. Kala itu, Muchit muda yang masih nyantri di pesantren Tebuireng ini harus mengajukan diri menjadi anggota kepada pengurus Kring NU atau pengurus Ranting NU agar diterima menjadi anggota. 

Tak semuanya bisa langsung diterima karena pengajuan tersebut harus diproses ditingkat Pengurus Besar NU. Baru pada empat bulan kemudian dinyatakan diterima sebagai anggota NU Kring Tebuireng. Tahap selanjutnya adalah membayar biaya pendaftaran sebesar 25 sen. Saat itu harga gula per kilo 10 sen, sehingga jika dikonversi pada nilai sekarang, biaya pendaftaran sekitar 30 ribuan. Lalu, tiap bulan anggota harus membayar ianah syahriyah atau iuran bulanan sebesar 20 sen atau sekitar 20 ribu rupiah. Ia juga mendapat kartu anggota yang ditandatangani oleh KH Wahab Hasbullah.

SMA Negeri 1 Slawi

Tak hanya itu, anggota memiliki kewajiban untuk ikut dapat pertemuan lailatul ijtima atau pertemuan bulanan, yang sering dipelesetkan dengan night club, karena artinya adalah adalah pertemuan malam.

SMA Negeri 1 Slawi

“Jadi untuk menjadi anggota NU itu sulit dan setelah menjadi anggota lebih sulit lagi,” katanya dalam forum halal bihalal dan sesarehan NU di Pesantren Al Hikam Depok, Sabtu (30/8).  

Muchit yang Desember mendatang berusia 90 tahun ini menjelaskan, keinginannya untuk menjadi NU adalah untuk mengabdi dan berbuat sesuatu untuk NU.

“Saya paling takut kalau dipecat dari NU,” katanya dengan nada suara yang masih sangat jelas. 

Pengurus Kring, katanya, selalu memiliki catatan kewajiban dan keadaan para anggotanya. Karena skupnya masih kecil, maka antara anggota dan pengurusnya semuanya saling kenal. 

Dalam perjalanan menuju Jakarta, pramugari sampai terheran-heran, “Ada urusan apa sampai kakek-kakek yang sudah sepuh masih menyempatkan diri pergi ke Jakarta.” Baginya, NU adalah segalanya, tubuhnya yang sudah renta tidak menghalangi untuk mengikuti kegiatan NU.

Apa yang disampaikan oleh Kakak dari mantan ketua umum PBNU KH Hasyim Muzadi ini bisa menjadi pelajaran, hal-hal baik NU zaman awal yang bisa digali kembali. (mukafi niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Makam SMA Negeri 1 Slawi

Senin, 08 Januari 2018

Yang Syahdu dan Unik-unik dari Ramadhan di Tarim Yaman

Tarim merupakan nama suatu daerah terpencil di Hadhramaut, Yaman. Di sini aktivitas keilmuan dan kerohaniannya lebih terasa dibanding kota lainnya di Yaman. Tarim juga memiliki nuansa Ramadhan yang khas yang diwariskan secara turun-menurun. Suasana semacam inilah yang tidak ditemukan di daerah Yaman lainnya.

Antusiasme masyarakat Tarim dalam menyambut bulan Ramadhan sangat tinggi. Hal itu terlihat dari ramainya masjid-masjid pada siang hingga malam hari. Mereka menghidupkan bulan Ramadhan dengan Al-Qur’an, dzikir, shalawat, dan ziarah.

Yang Syahdu dan Unik-unik dari Ramadhan di Tarim Yaman (Sumber Gambar : Nu Online)
Yang Syahdu dan Unik-unik dari Ramadhan di Tarim Yaman (Sumber Gambar : Nu Online)

Yang Syahdu dan Unik-unik dari Ramadhan di Tarim Yaman

Pelaksaan shalat tarawih di Tarim tidak hanya dilaksanakan dalam satu waktu serentak, namun bergantian secara estafet sejak pukul 19.30 hingga pukul 03.00 di beberapa masjid yang berbeda.

Yang unik dari suasana Ramadhan di Tarim, setelah melaksanakan shalat tarawih dan witir para jamaah tidak langsung pulang, tetapi mereka tetap duduk untuk bersama-sama melantunkan pujian kepada Rasulullah secara bersahutan dengan nada khas Tarim. Pujian ini disebut "Qashidah Fazzaziyah dan Witriyah". Vokalis pemilik suara merdu menambah rasa syahdu malam itu.

SMA Negeri 1 Slawi

Selama pembacaan qasidah terlihat beberapa orang tua yang mengabdikan diri kepada masjid berkeliling membawa bukhur (sejenis kemenyan), dan juga tampak orang orang berbaris memberikan minuman air dingin dan kopi khas Yaman. Sesekali di hari-hari tertentu juga diberikan air mawar asli untuk pewangi badan juga halawah (manisan) dan kaak (kue khas Tarim).

SMA Negeri 1 Slawi

Kemudian dilanjutkan pembacaan "Qawafi", yaitu lantunan syair yang berisi nasihat dan pengingat yang dibaca sesuai abjad huruf hijaiyah setiap harinya satu judul huruf hingga akhir bulan Ramadhan. Lalu diakhiri doa khusus di bulan Ramadhan yang ditulis Al Habib Umar bin Saqqof Asshofi. Biasanya ritual ini berlangsung selama 40 menitan.

Setelah usai orang-orang pun bersegera keluar dari masjid untuk pindah ke masjid lainnya mengerjakan shalat tarawih berikutnya dengan tata cara yang sama hingga akhir Ramadhan. Maka tidak diherankan jika di sini setiap orang dalam semalam bisa sampai melaksanakan tarawih hingga 100 rakaat. Ini bagi memiliki semangat yang tinggi. Habib Umar bin Hafidz dan Habib Salim Assyatiri, misalnya, meskipun keduanya berusia senja sanggup menunaikan shalat 60 rakaat dalam semalamnya.

Menjelang sahur, biasanya ada dua anak muda yang satu orang menabuh "thosah" (sejenis gendang) yang satunya lagi melantunkan dzikir dengan lantang berjalan di jalanan dan gang-gang membangunkan ibu-ibu untuk menyiapkan santap sahur.

Khatmul Quran Ramadhan di Tarim disebut Khatmu Rubu sebab khataman ini dilaksanakan setiap 4 empat hari sekali. Di antara masjid yang melaksanakan Khatmur Rubu adalah Masjid Al Muhdlar, Masjid Baalawi, Masjid Saqqaf, Masjid Wael. selain itu, banyak juga masjid yang melakasnakan "Khotmu Sitt" yaitu khataman setiap 6 hari sekali.

Panasnya cuaca Ramadhan membuat masjid-masjid memasang puluhan AC khusus daerah padang pasir dan puluhan kipas angin. Infrastruktur penunjang disediakan untuk member kenyamanan para jamaah yang sedang sibuk beribadah. Kamar mandi pun disiapkan bagi yang ingin berendam mendinginkan badan di kolam mandi yang disebut "Jabiyah".

Antusiasme ini tidak hanya di malam hari bahkan saat Shalat Dluha, Dhuhur dan Ashar juga ramai dengan aktivitas membaca Al-Qur’an, dzikir, dan pengajian- pengajian majelis taklim yang membacakan kitab-kitab Salafus Shalih. Biasanya setiap selesai majelis taklim para hadirin membaca surat Yasin bersama. Dan di akhiri dengan "Qashidah Fardiyah", kaisdah nasihat yang dibaca oleh satu orang.

Biasanya setelah Ashar pada Jumat pertama bulan Ramadhan seluruh masyarakat dan santri mancanegara yang berada di Tarim melaksanakan ziarah ke makam para sahabat dan waliyullah di makam "Zambal" dipimpin oleh mufti Tarim dan para ulama Tarim, hingga menjelang waktu berbuka puasa.

Kemudian peziarah bergegas ke masjid untuk berbuka dengan takjil yang telah disediakan dan dilanjutkan Shalat Tasbih dan Shalat Awwabin, barulah setelah itu mereka kembali ke rumah masing masing.

Pada hari ke-9 diadakan majelis di kediaman Al Imam Haddad dan kediaman keluarga Al Hamid. Perkumpulan ini lazim disebut "Tsamratu Tasi." Acara itu diisi dengan bermacam-macam kasidah nasihat.

Pada hari ke-19 diadakan majelis di kediaman Khalifatussalaf Al-Habib Alwi bin Abdullah bin Syihabuddin. Acara ini berisi ceramah agama dan nasihat lalu kasidah pujian tentang bulan Ramadhan sambil menikmati secangkir kopi khas Tarim.

Ada hal menarik juga di kalangan masyarak desa Tarim. Nuansa Islami di sini sangat terasa bahkan tidak hanya di dalam masjid melainkan di luar juga. Biasanya sejak tanggal 11 sebelas Ramadhan hingga 29 Ramadhan sambil berharap datangnya lailatul qadar masyarakat Tarim saling bertukar undangan dengan tetangga dan kerabat untuk bersantap hidangan buka puasa dalam rangka khataman masjid yang ada di sekitar rumahnya.

Sementara anak-anak kecil laki laki maupun perempuan saling berkunjung ke rumah teman bermain mereka saling bergantian menyanyikan lagu-lagu anak yang diwariskan para ulama pendahulunya dan lagu-lagu tersebut disebut dengan "Khotamy". Kegembiraan anak-anak itu kemudian bertambah dengan banyaknya hadiah yang diberikan pada mereka oleh tuan rumah, tentunya setelah lagu itu usai dilantunkan.

Sementara khataman akbar Al-Qur’an di masjid dipimpin oleh para ulama. Doa yang dibaca adalah doa khatmul qur’an susunan Imam Ali Zainal Abidin. Saat doa dirapalkan, air dan kopi dibagikan. Setelah selesai, dilanjutkan doa susunan Imam Abil Hirbah. Selanjutnya anak-anak kecil yang turut hadir diberikan kesempatan membaca doa "Birrul Walidain" untuk orang tua mereka secara bergantian. Dilanjutkan pembacaan khutbah "Qoff" dan khutbah milik salah satu dari Habib Idrus bin Umar Al Habsyi, Al Habib Hasan bin Sholih Al Bahr, Habib Abu Bakr bin Abdurrohman bin Syihab.

Ketika Ramadhan memasuki hari ke-21 maka masyarakat, santri, dan mahasiswa berduyun-duyun hadir ke masjid-masjid yang diistimewakan di Tarim. Keistimewaan masjid tidak ditinjau dari kemegahan bangunannya, tetapi dari kealiman dan kewalian yang membangun masjidnya meskipun hampir semua masjid di sini terbuat dari tanah liat. Berikut di antara masjid-masjid istimewa tersebut.

Tanggal 21 Ramadhan di Masjid Syeh Abdurrohman Assaqqof dan Masjid Abi Bakr Assakron. Tanggal 23 Ramadhan di Masjid Al Awwabin milik Imam Haddad. Tanggal 25 Ramadhan Syeh Ali bin Abi Bakr Assakron. Tanggal 27 Ramadhan di Masjid Baalawi yang dibangun oleh Syeh Kholi Qosam abad ke-5. Tanggal 29 Ramadhan di masjid fenomenal dengan menara tertinggi yang terbuat dari tanah liat milik Syeikh Umar Muhdlor dan Masjid Al-Fath milik Imam Abdulloh bin Alwi al-Haddad.

Menurut pengamatan saya, suasana religius Ramadhan di Tarim yang diwariskan turun-menurun menggabungkan beberapa konsep mahabbah (cinta), yaitu cinta kepada Allah dengan amalan shalat dan puasa, cinta kepada kitab Allah dengan memperbanyak tadarus dan khataman, cinta kepada Rasulullah dengan memperbanyak shalawat, cinta kepada syiar Allah dengan memperbanyak majelis taklim dan daurah (pesantren Ramadhan) bahkan peserta daurah ada yang datang dari Amerika, Australia, Inggris, Malaysia, China, dan lain-lain.

Ini merupakan Ramadhan kedua yang saya alami di Tarim, sementara Ramadhan pertama saya di kota Mukalla Yaman. Meskipun di Mukalla juga banyak syiar-syiar Ramadhan namun religiusme Tarim tidak ada tandingannya. Mungkin salah satu faktornya adalah banyaknya wali-wali Allah dan para ulama sufi yang dijumpai di Tarim. Sebuah nuansa kerohaniahan yang murni mendekatkan diri kepada Allah.

Moh Nasirul Haq, Mahasiswa Universitas Imam Syafii Yaman. Ditulis di Tarim, 7 Ramadhan 1437 H.

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Ahlussunnah, Makam, Tegal SMA Negeri 1 Slawi

Jumat, 05 Januari 2018

Daya Tampung Terbatas, Pesantren Ini Tolak 100 Santri Baru

Padangpariaman, SMA Negeri 1 Slawi. Pondok Pesantren Nurul Yaqin, Pakandangan, Kecamatan Enam Lingkung Kabupaten Padangpariaman, Provinsi Sumatera Barat? tahun 2015 terpaksa menolak hampir sepertiga calon santrinya yang mendaftar. Alasannya, tempat dan fasilitas di Pesantren Nurul Yaqin hanya mampu menampung 200-an orang santri baru.

Akibatnya, sekitar 100 pendaftar terpaksa batal menjadi santri Pesantren Nurul Yaqin Ringan-Ringan tahun 2015 ini. Padahal, jumlah pendaftar mencapai 330 orang. Ketua Yayasan Pembangunan Islam El Imraniyah (PYII) Ringan-Ringan Idarussalam Tuanku Sutan,? mengakui adanya lonjakan pendaftaran calon santri ke Pesantren Nurul Yaqin.

Daya Tampung Terbatas, Pesantren Ini Tolak 100 Santri Baru (Sumber Gambar : Nu Online)
Daya Tampung Terbatas, Pesantren Ini Tolak 100 Santri Baru (Sumber Gambar : Nu Online)

Daya Tampung Terbatas, Pesantren Ini Tolak 100 Santri Baru

"Tingginya peminat ke Pesantren Nurul Yaqin ini menjadi tantangan yang harus dihadapi? Yayasan dan pengasuh dalam menyiapkan sarana prasarana santri," kata Idarussalam di Pondok Pesantren Nurul Yaqin Ringan-Ringan, Senin (10/8),? kepada SMA Negeri 1 Slawi.

SMA Negeri 1 Slawi

Meski demikian, pihaknya merasa gembira dengan adanya lonjakan calon santri. Sebab, hal itu berarti kepercayaan masyarakat terhadap Pesantren Nurul Yaqin semakin besar. Namun, di sisi lain menuntut adanya penambahan sarana prasarana pendukung, terutama asrama dan ruang belajar.

SMA Negeri 1 Slawi

“Untuk menampung santri baru putra tahun ini dibangun asrama semi permanen 16 x 40 meter. Asrama ini ditempati santri baru putra," kata Idarussalam yang juga Kepala BKD Kabupaten Padangpariaman ini.? ?

Idarussalam berharap adanya pembangunan ruang belajar,? asrama dan sarana ibadah (musalla) yang memadai. "Bagi dermawan yang ingin menyumbangkan sebagian hartanya membangun fasilitas tersebut , sangat diharapkan. Bantuan yang diberikan pasti sangat berarti dalam menyiapkan generasi masa depan bangsa," katanya. ?

Tim Penerimaan Seleksi Penerimaan santri Baru Nurul Yaqin Syekh Muda Muhammad Rais Tuanku Labai Nan Basa, Senin (10/8/2015), di kantornya menyebutkan, jumlah pendaftar calon santri baru dua gelombang mencapai? 330 orang. Sedangkan yang diterima hanya 235 orang. ?

Dikatakan, bagi mereka yang tidak bisa lagi tertampung di Nurul Yaqin Ringan-Ringan disarankan/direkomendasikan kepada cabang-cabang Pondok Pesantren Nurul Yaqin yang dikelola oleh alumni Pesantren Nurul Yaqin sendiri di Kabupaten Padangpariaman. Yakni di Pesantren Bustanul Yaqin di Punggungkasiak, Kecamatan Lubuk Alung, Pesantrenn Nurul Yaqin Sungai Abang, Kecamatan Lubuk Alung, Pesantren Aswaja Limpato Kecamatan VII Koto, Pesantren Nurul Yaqin Surau Batu Gadur, Kecamatan VI Lingkung dan Nurul Yaqin Ambung Kapur.

"Memang tidak semua yang direkomendasikan tersebut bersedia masuk pesantren di cabang Nurul Yaqin itu. "Kita memang ingin semuanya dapat nyantri di Nurul Yaqin Ringan-Ringan ini. Tapi kapasitas asrama dan ruang belajar yang tidak memungkinkan untuk menerimanya," katanya

Dikatakan, pada pendaftaran gelombang pertama dibuka mendaftar 119 orang dan diterima 94 orang. Meski jadwalnya? dipersingkat beberapa hari, tapi tetap saja banyak yang mendaftar.? Pada gelombang kedua, mendaftar 210 orang, hanya diterima 135 orang, ditambah 4 orang cadangan. (Armaidi Tanjung/Mahbib)

Foto: Bangunan semipermanen yang digunakan sebagai asrama putra santri baru Pesantren Nurul Yaqin Ringan-Ringan, Pakandangan, Kabupaten Padangpariaman, Sumatera Barat.

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Pahlawan, Makam SMA Negeri 1 Slawi

Rabu, 03 Januari 2018

Bupati Brebes: Shalat Awal Waktu Bentuk Disiplin

Brebes, SMA Negeri 1 Slawi. Bupati Brebes Hj Idza Priyanti mengajak masyarakatnya untuk menunaikan shalat di awal waktu. Dengan Shalat di awal waktu mampu membentuk budaya hidup disiplin di berbagai segi kehidupan.

Bupati Brebes: Shalat Awal Waktu Bentuk Disiplin (Sumber Gambar : Nu Online)
Bupati Brebes: Shalat Awal Waktu Bentuk Disiplin (Sumber Gambar : Nu Online)

Bupati Brebes: Shalat Awal Waktu Bentuk Disiplin

Bupati menyampaikan pesan tersebut saat kembali dari menunaikan ibadah umroh Senin malam, (11/1).

Menurutnya, kedisiplinan amat penting untuk mencapai kesuksesan.Terbukti negara-negara yang menerapkan budaya disiplin telah maju dan rakyatnya sejahtera.

SMA Negeri 1 Slawi

Dirinya juga akan membuat surat edaran terkait imbauan kepada PNS, atau pekerja pabrik ketika datang waktu shalat untuk menghentikan sementara pekerjaannya guna menunaikan shalat fardlu ain di awal waktu.

SMA Negeri 1 Slawi

“Saya akan membuat surat imbauan terkait, shalat di awal waktu,” ucapnya.

Dia yakin, dengan shalat diawal akan mendatangkan keberkahan. Bila kita mengutamakan shalat, shalat pula yang menjadikan amalan mendapat penilaian pertama kali ketika dihisab. “Jangan khawatir akan keduniaan karena Allah SWT menjamin apa pun bila warganya beriman dan bertakwa. Insya Allah barokah,” tuturnya.

Saat turun dari bis yang mengangkut rombongan umroh bersama 38 warga masyarakat Brebes, bupati disambut hangat oleh keluarga, dan beberapa pejabat pemerintah kabupaten Brebes.

Dia menambahkan, umroh bukan perjalanan wisata. Namun perjalanan religi dalam upaya mendekatkan diri kepada Allah SWT. Haji kecil ini diperlukan disamping ziarah ke raudlah juga melakukan aktivitas peribadatan lainnya.

“Saya sangat bangga dengan banyaknya warga Brebes yang melakukan perjalanan umroh, hampir setiap minggu ada yang berangkat ke tanah suci,” ungkapnya.

Ini menandakan, sambungnya, masyarakat Brebes sudah tambah sejahtera dan keimanannya makin meningkat. “Mudah-mudahan Brebes makin aman, nyaman, sejahtera di bawah perlindungan Allah SWT, baldatun toyibatun warobun ghofur,” pungkasnya.

Perjalanan Umrah Bupati Brebes yang didampingi suami Drs Kompol H Warsidin MH dipandu Pengasuh Pondok Pesantren Al Hikmah I KH Labib Sodiq Suhaemi. Bupati melakukan perjalanan Umrah sejak 3 hingga 11 Januari. Tugas pokok dan fungsi selama itu dipegang Wakil Bupati Narjo SH. (wasdiun/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Makam, Bahtsul Masail, Pondok Pesantren SMA Negeri 1 Slawi

Selasa, 02 Januari 2018

PMII IAIN Pekalongan Lahirkan Kader Baru Melalui Mapaba

Pekalongan, SMA Negeri 1 Slawi. Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Rayon IAIN Pekalongan kembali melahirkan 45 kader baru untuk berkhidmah ke Nahdlatul Ulama melalui gerakan organisasi ekstra kampus.

Sebanyak 45 peserta kader baru PMII melalui Masa Penerimaan Anggota Baru (Mapaba) Raya semuanya berasal dari IAIN Pekalongan berlangsung di balai desa Gutomo Kecamatan Karanganyar Kabupaten Pekalongan (3-5/3).

PMII IAIN Pekalongan Lahirkan Kader Baru Melalui Mapaba (Sumber Gambar : Nu Online)
PMII IAIN Pekalongan Lahirkan Kader Baru Melalui Mapaba (Sumber Gambar : Nu Online)

PMII IAIN Pekalongan Lahirkan Kader Baru Melalui Mapaba

Mapaba Raya bertema “Kader Mu’takid: Paham, Yakin, Lakoni kanthi Istiqomah” itu ditangani pengurus dan anggota PMII Rayon Tarbiyah, Rayon Syariah dan Ekonomi Islam, dan Rayon Ushuludin dan Dakwah.

Ketua Panitia Mapaba PMII Nurul Haq kepada SMA Negeri 1 Slawi mengatakan, kegiatan yang berlangsung selama 3 hari diisi materi ke-PMII-an, Keislaman, Sejarah Bangsa Indonesia, Mahasiswa dan Tanggung Jawab Sosial, Studi Gender dan Kopri, dan Nilai Dasar Pergerakan.

“Tujuan diadakannya Mapaba Raya ini adalah untuk merekrut kader dan menambah wawasan bagi mahasiswa Nahdliyin untuk bergerak dalam bingkai organisasi PMII,” ujar Nurul.

SMA Negeri 1 Slawi

Dikatakan, pada malam inaugurasi peserta dihibur penampilan dari pencak silat Pagar Nusa, komunitas tari pergerakan, dan teater Jagat PMII IAIN Pekalongan.?

SMA Negeri 1 Slawi

Menurut Ketua PMII Komisariat Ki Ageng Ganjur IAIN Pekalongan Sahrul Pamuji Utomo, Mapaba Raya itu adalah bagian dari kaderisasi formal PMII yang bertujuan untuk mencetak kader-kader yang kompetitif dikalangan mahasiswa khususnya yang berhaluan Ahlussunnah wal-Jamaah.

“Saya berharap dari kegiatan Mapaba PMII ini peserta ? dapat memahami isi materi yang disampaikan, sehingga para mahasiswa yang tergabung dalam organisasi PMII tidak hanya melek ilmu saja, akan tetapi juga melek organisasi yang berbasis ajaran dan akidah aswaja," tandas Sahrul. (Abdul Muiz/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Pendidikan, Makam, Humor Islam SMA Negeri 1 Slawi

Minggu, 31 Desember 2017

PMII: Jaga Ekologi Papua!

Jayapura, SMA Negeri 1 Slawi. Sepuluh tahun pasca otonomi khusus diberlakukan di Papua, geliat pembangunan di Bumi Cendrawasih itu mulai terlihat dengan banyaknya pembangunan sejumlah pasar modern, dan pengembangan infrastruktur transportasi dan gedung-gedung.

PMII: Jaga Ekologi Papua! (Sumber Gambar : Nu Online)
PMII: Jaga Ekologi Papua! (Sumber Gambar : Nu Online)

PMII: Jaga Ekologi Papua!

Terkait dengan denyut pertumbuhan di Papua, Ketua Pengurus Besar PMII Bidang Kajian Pengembang SDA (KPSDA) Aidil Azhari mengingatkan bahwa industrialisasi di Papua harus memperhatikan ekologi dan kebutuhan masyarakat.?

Aidil mengatakan hal tersebut pada salah satu sesi dialog kebangsaan di acara Musyawarah Pimpinan Nasional (Muspimnas) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) di Hotel Sentani, Jaya Pura, Kamis (13/12).

SMA Negeri 1 Slawi

“Kembangkan saja pertanian dan perikanan. Jangan pertambangan. Perhatikan kondisi ekologi. Jayapura sebagai sentral Propinsi Papua jangan sampai rusak sementara masyarakatnya tak sejahtera,” tandasnya.?

SMA Negeri 1 Slawi

Ia juga mengingatkan tentang dampak industrialisasi pada ketimpangan ekonomi masyarakat yang bakal melahirkan konflik baru di Papua. karenanya, Pemerintah dan kalangan industri menurutnya harus fokus pada peningkatan SDM lokal Papua.

Redaktur ? ? ? : Hamzah Sahal

Kontributor ? : Abdel Malik

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Ahlussunnah, Kajian, Makam SMA Negeri 1 Slawi

Kamis, 21 Desember 2017

Rahasia Kecerdasan Gus Dur

Suatu ketika seorang wartawan bertanya kepada Gus Dur soal kecerdasannya yang dikenal oleh masyarakat nasional sampai internasional.

Wartawan ada di satu mobil bersama Gus Dur yang habis ceramah keagamaan dan kebangsaan di suatu daerah ketika itu.

“Gus, rahasia Anda apa sih sampai bisa berpikir hebat?”

Rahasia Kecerdasan Gus Dur (Sumber Gambar : Nu Online)
Rahasia Kecerdasan Gus Dur (Sumber Gambar : Nu Online)

Rahasia Kecerdasan Gus Dur

“Ah, biasa aja,” jawab Gus Dur diplomatis.

“Sungguh Gus, bahkan Cak Nur (Nurkholis Madjid), pemikir modern yang katanya bahan bacaannya ribuan buku, tapi ilmu sampeyan lebih lengkap darinya, berarti bacaan sampeyan lebih banyak lagi dong,” ujar Ramdhani dengan polosnya.

“Baik, kalau anggapan sampeyan demikian,” tutur Gus Dur enteng.

“Lalu, apa rahasianya Gus?” ujar Ramdhani kembali tanya.

SMA Negeri 1 Slawi

“Rahasianya, kalau Cak Nur membaca buku-bukunya hingga pengantarnya, kalau saya cukup daftar isinya saja,” jawab Gus Dur sambil terkekeh. (Fathoni)

?

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi

SMA Negeri 1 Slawi Budaya, Makam, Anti Hoax SMA Negeri 1 Slawi

Minggu, 10 Desember 2017

Gus Mus: Beragama Harusnya Enak, Kok Malah Dipersulit?

Malang, SMA Negeri 1 Slawi - Islam di Indonesia saat ini lebih banyak memperlihatkan wajah marah daripada ramah. Mengapa begitu? Hal ini karena esensi dakwah telah menghilang dan luput dari karakter pendakwah Muslim di negeri ini.

Demikian pesan KH Mustofa Bisri (Gus Mus) dalam Silaturahmi dan Tausyiah di Masjid Universitas Negeri Malang, Malang, Jawa Timur, Selasa (23/8/2016).

Gus Mus: Beragama Harusnya Enak, Kok Malah Dipersulit? (Sumber Gambar : Nu Online)
Gus Mus: Beragama Harusnya Enak, Kok Malah Dipersulit? (Sumber Gambar : Nu Online)

Gus Mus: Beragama Harusnya Enak, Kok Malah Dipersulit?

Dalam agenda ini, mustasyar PBNU ini didampingi Rektor Universitas Negeri Malang (UM) Ah. Rofiuddin dan segenap jajaran pimpinan kampus UM, serta guru besar, dosen dan pengurus NU Kota Malang dan Kabupaten Malang.

SMA Negeri 1 Slawi

Dalam ceramahnya, Gus Mus menyampaikan pentingnya ruhuddakwah (semangat mengajak), yang harus dimiliki oleh ustadz, pendakwah, dan segenap umat Muslim negeri ini. "Di antara krisis umat Islam adalah krisis ruhud-dakwah," terangnya. Menurut Gus Mus, hilangnya ruh dakwah akan menjadikan pesan Islam menjadi melenceng dari apa yang diperintahkan Allah.

SMA Negeri 1 Slawi

Gus Mus juga mengecam para pendakwah yang bersikap keras dan cenderung main hakim sendiri, tanpa ada ajakan dengan kedamaian dan rahmat. "Semua sedang berjalan menuju Allah. Ada yang mampir, ada yang bergeser. Tapi semua belum sampai ke tujuan. Jika masih di jalan, tapi belum sampai kok disikat," ujar Gus Mus, di hadapan ribuan mahasiswa dan dosen.

Lebih lanjut, Gus Mus menjelaskan bahwa Rasulullah Muhammad diutus untuk berdakwah dan mengajarkan cinta, bukan melaknat manusia. "Buitstu daaiyan, saya diutus untuk berdakwah bukan melaknat. Itulah ungkapan Nabi Muhammad," kisah Gus Mus.

Dalam esensi dakwah dengan cinta, Nabi Muhammad senantiasa bersabar dan terus mengajak kepada kebaikan, meski dibalas musuhnya dengan kejam. Namun, kesabaran Nabi Muhammad membuahkan hasil dengan Islam yang berkembang pesat.

"Kalian tahu siapa Khalid bin Walid? Khalid bin Walid itu anaknya Walid al-Mughirah, yang merupakan tokoh yang memusuhi Nabi Muhammad. Kalian mengenal Hindun? Perempuan bernama Hindun, istrinya Abu Sufyan, yang dahulu pernah memakan jantungnya Sayyidina Hamzah, di perang Uhud. Setelah masuknya Islam, Hindun sangat mencintai Nabi Muhammad, sebagai pujaan dan panutan," terang Gus Mus.

Gus Mus mengimbau kepada umat Muslim, khususnya pendakwah agar memahami bab tobat. Ia mengatakan bahwa tobat itu sampai pada akhir hayat, sebelum nyawa dicabut, setiap manusia bisa bertobat.

"Sunan Kalijaga ketika masih menjadi Brandal Lokajaya, itu merupakan begal. Kalau pada masa itu Sunan Bonang bersikap keras, maka ya tidak ada Sunan Kalijaga," kisah Gus Mus.

Dalam taushiyahnya, Gus Mus mengimbau agar umat Muslim mengedepankan akhlak dan memudahkan kesulitan.

"Yuriidu bikumul yusra walaa yuriidu bikumul usra. Allah menghendaki kalian gampang, dan tidak menghendaki kalian sulit. Allah itu tidak ingin kita itu sulit, kok kita malah mempersulit," terang Gus Mus.

Gus Mus menambahkan bahwa beragama itu seharusnya menjadi kenikmatan. "Beragama itu harusnya enak, tapi kok sekarang malah dipersulit? Islam itu harusnya rahmatan lil alamin (kasih sayang bagi seluruh alam), tapi kayaknya malah jadi lanatan lil alamiin (laknat bagi seluruh alam)," jelas Gus Mus.

Dalam agenda ini, Gus Mus berpesan kepada mahasiswa dan akademisi untuk teguh mengaji, tekun belajar, dan memberi kontribusi pada NKRI. Ia juga berharap agar kampus UM menjadi universitas yang memberi manfaat pada kehidupan, dan turut berkontribusi pada kebaikan Indonesia. (Munawir Aziz/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Hikmah, Daerah, Makam SMA Negeri 1 Slawi

Senin, 04 Desember 2017

Kemenag Harap Indeks Kepuasan Haji Tahun Ini Naik

Batam, SMA Negeri 1 Slawi?



Plt Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) yang juga Sekjen Kemenag Nur Syam berharap indeks kepuasan jemaah haji tahun ini naik dua persen sehingga masuk dalam kategori sangat memuaskan.

Kemenag Harap Indeks Kepuasan Haji Tahun Ini Naik (Sumber Gambar : Nu Online)
Kemenag Harap Indeks Kepuasan Haji Tahun Ini Naik (Sumber Gambar : Nu Online)

Kemenag Harap Indeks Kepuasan Haji Tahun Ini Naik

Harapan ini disampaikan Nur Syam saat membuka Sosialisasi Peningkatan Pelayanan Jemaah Haji di Arab Saudi tahun 1438H/2017M yang digelar Direktorat Pelayanan Haji Luar Negeri di Batam, Selasa (6/6). Sosialisasi ini diikuti para Kabid PHU 13 Provinsi, yaitu: Provinsi Aceh, Sumater Utara, Sumatera Barat, Jambi, Riau, Kepulauan Riau, Sumatera Selatan, Bengkulu, Bangka Belitung, Lampung, Kalimantan Barat, Nusa Tenggara Barat, dan DKI Jakarta. Selain itu, sosialiasi juga diikuti tim Badan Pusat Statistik dan Pusat Kesehatan Haji.

Hasil survei BPS tentang indeks kepuasan jemaah haji tahun 2015 berada pada posisi 82,67%. Hasil survei ini naik 1.16% pada tahun 2016 menjadi 83.83%. Dua hasil survei ini berada pada kategori memuaskan.

"Kalau bisa naik 2%, kita sudah bisa memasuki kategori sangat memuaskan yaitu 85%. Kalau bisa naik 2%, ini luar biasa karena layanan haji kita sudah sangat memuaskan," ujarnya sebagaimana disampaikan kemenag.go.id.

Nur Syam mengapresiasi upaya Direktorat Layanan Haji Luar Negeri dalam melakukan persiapan pelayanan jemaah haji di Arab Saudi. Proses sosialisasi terkait layanan juga perlu dilakukan agar jemaah haji bisa memahami lebih dini hal-hal yang akan mereka dapatkan selama di Saudi.

SMA Negeri 1 Slawi

Namun demikian, Nur Syam menggarisbawahi pentingnya perbaikan dan reaksi cepat terhadap sektor-sektor layanan yang masih dalam persiapan, utamanya terkait dengan pengurusan dokumen jemaah dan paspor. Menurutnya, ada sejumlah provinsi yang proses penyelesaian paspornya masih di bawah 50% dan karenanya harus dilakukan akselerasi mengingat pemberangkatan kloter pertama sekitar 50 hari ke depan.

Selain itu, Nur Syam juga mengingatkan pentingnya peta masalah dan prediksi problem. Belajar dari tahun 2015, pada saat semua terkonsentrasi pada peningkatan layanan, justru muncul masalah visa. Hal semacam ini, menurut Nur Syam, perlu diantisipasi sehingga tidak terulang kembali.

SMA Negeri 1 Slawi

Selain soal layanan, Nur Syam juga menyoroti masalah perlindungan jemaah. "Kalau pelayanan sudah baik, maka perlindungan terhadap jemaah menjadi perhatian. Tahun 2016 misalnya, isunya sudah mulai bergeser ke arah perlindungan," terang Nur Syam.

Terkait hal ini, mantan Rektor IAIN Sunan Ampel Surabaya ini mengingatkan pentingnya meningkatkan kesadaran jemaah terkait regulasi di Saudi. Menurutnya, jemaah perlu diberi kesadaran bahwa mengejar keselamatan dalam beribadah itu jauh lebih penting dari mengejar keutamaan.

"Lakukan koordinasi dengan KBIH dan penyelenggara bimbingan manasik di daerah, agar jemaah makin mentaati terhadap regulasi, baik yang disiapkan pemerintah maupun Saudi," terangnya.

Nur Syam mencontohkan masalah kepatuhan jemaah terhadap jadwal lempar jumrah yang sudah dibuat Saudi.

"Kedepankan keselamatan beribadah dibanding mengejar waktu utama. Ini tema kita. Saya rasa tanggung jawab para Kabid untuk menyebarkan hal ini untuk mengingatkan jemaah terkait regulasi," sambungnya.

Sebelumnya, Direktur Pelayanan Haji Luar Negeri Sri Ilham Lubis mengatakan 50 hari jelang keberangkatan kloter pertama ke Arab Saudi, penyediaan layanan di Arab Saudi sudah selesai semua. Untuk itu, Kemenag melangkah pada tahap selanjutnya untuk melakukan proses diseminasi informasi kepada para stakeholder haji.

"Melalui sosialisasi ini, diharapkan informasi layanan di Saudi akan tersampaikan ke seluruh jemaah sehingga mereka mengetahui layanan yang akan diberikan sebelum berangkat haji," terang Sri Ilham Lubis.

Selain Sri Ilham Lubis, sejumlah narasumber dijadwalkan hadir dalam dua hari ke depan. Mereka antara lain Komisi VIII DPR RI Iskan Qolba Lubis, mantan Dirjen PHU Abdul Djamil, serta para ketua tim penyediaan layanan di Arab Saudi, baik katering, transportasi, maupun akomodasi. (Red: Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Ubudiyah, Makam SMA Negeri 1 Slawi

Rabu, 29 November 2017

Sambut Tahun Baru Hijriah dengan Dzikir

Pariaman, SMA Negeri 1 Slawi

Pemerintah Kota Pariaman mengawali Tahun Baru Hijriah 1432 dengan menggelar Pariaman Berdzikir, di Pantai Gandoriah Pariaman. Pariaman Berzikir sekaligus mengawali rangkaian perhelatan akbar anak Nagari Rang Piaman “Hoyak Tabuik” yang  di mulai dari 7 Desember 2010 hingga  19 Desember 2010.



Sambut Tahun Baru Hijriah dengan Dzikir (Sumber Gambar : Nu Online)
Sambut Tahun Baru Hijriah dengan Dzikir (Sumber Gambar : Nu Online)

Sambut Tahun Baru Hijriah dengan Dzikir

Hal ini dikemukakan Kabag Humas Pemko Pariaman Jose Rizal yang juga  Kepala Bidang Kehumasan Panitia Pesta Budaya Tabuik Piaman 2010 kepada Kontributor SMA Negeri 1 Slawi Bagindo Armaidi Tanjung di Padang, Jumat (26/11).

Menurut Jose Rizal, Pariaman Berdzikir  ini dikemas  juga untuk meningkatkan tali silaturahmi dengan masyarakat, memperkaya rohani masyarakat dengan menyebut asma Allah. Dan yang terpenting untuk memanjatkan doa kepada-Nya agar Kota Pariaman dihindari dari segala marabahaya dan balabencana.

SMA Negeri 1 Slawi

“Walikota Pariaman Mukhlis Rahman mengajak seluruh warga  dapat mengikuti Pariaman Berdzikir ini. Insya Allah  7 Desember 2010,  dimulai  pukul 08.00 WIB  bertempat di Pantai Gandoriah. Masyarakat yang berkenan hadir dihimba untuk mengenakan pakaian putih dan membawa sajadah. Sedangkan yang bertindak sebagai pemimpin zikir dan penceramah adalah Drs.H.Darmis Darwis,M.Ag dari Kantor Kementrian Agama Padang," kata Jose Rizal.

Ketua Panitia Pesta Budaya Tabuik Piaman tahun 2010 Mardison Mahyudin mengharapkan kehadiran masyarakat beramai-ramai. “Di tengah maraknya isu akan terjadinya bencana gempa tsunami, ini adalah salah satu upaya kita agar jiwa masyarakat menjadi sejuk dan tenang," katanya.

SMA Negeri 1 Slawi

"Justru ini momen yang baik bagi kita, di awal tahun baru Islam 1432 H ini kita mengisinya dengan berzikir dan ceramah agama, menginstropeksi diri selama ini dan mendekatkan diri pada Allah SWT. Semoga Allah memberikan hidayahnya pada masyarakat Pariaman semua dan akhirnya akan menghindarkan Kota Pariaman dari bencana,” kata Mardison yang juga Wakil Ketua DPRD Kota Pariaman.

Sekretaris Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kota Pariaman Muhammad Nur menyambut baik dan mendukung  pergelaran Pariaman Berzikir. Ini menunjukkan Pemko Pariaman semakin menyadari pentingnya mendekatkan diri kepada Allah Swt melalui pendekatan dzikir.

“Insya Allah, jika umat sudah semakin dekat dengan Sang Pencipta-Nya, ketenangan hidup akan bisa terwujud. Termasuk ketenangan dalam menghadapi isu bencana gempa besar dan tsunami yang kini menghantui masyarakat,” kata Muhammad Nur mantan Ketua KNPI Kota Pariaman ini. (arm)Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Hadits, Makam SMA Negeri 1 Slawi

Senin, 27 November 2017

Pesantren Windan Bantu Mahasiswa Baru Belajar Mengaji

Sukoharjo, SMA Negeri 1 Slawi - Jangan pernah malu untuk terus belajar agama. Begitu mungkin ungkapan yang pas untuk menggambarkan semangat sebagian mahasiswa IAIN Surakarta yang kembali mendalami ajaran agama dari dasar.

Layaknya anak-anak TPA, dengan sabar, mereka mengikuti huruf demi huruf, kata demi kata, yang dibaca oleh seorang mentor. “Baa ta bii, ta baita,” teriak mereka secara kompak, ketika mempelajari salah satu materi metode Tarsana.

Pesantren Windan Bantu Mahasiswa Baru Belajar Mengaji (Sumber Gambar : Nu Online)
Pesantren Windan Bantu Mahasiswa Baru Belajar Mengaji (Sumber Gambar : Nu Online)

Pesantren Windan Bantu Mahasiswa Baru Belajar Mengaji

Rupanya, mahasiswa baru dari berbagai jurusan ini tengah mengikuti sebuah program yang ditujukan untuk memantapkan kompetensi mereka di bidang agama, terutama membaca Al-Quran dan cara ibadah.

Untuk melancarkan program ini, pihak kampus bekerja sama dengan sejumlah pesantren di sekitar kampus. Salah satu pesantren yang dijadikan tempat belajar, yakni Pesantren Al-Muayyad Windan, Makamhaji Sukoharjo, Jawa Tengah.

SMA Negeri 1 Slawi

Radina Qisma, salah satu guru pengajar di Windan, menuturkan program ini dilakukan selama dua bulan. Pertemuan dibagi menjadi 3 kali pertemuan setiap minggunya. “Untuk kelas besar dilakukan setiap hari Jumat dan Ahad. Sedangkan untuk satu pertemuam lainnya dikhususkan untuk tatap muka dengan para mentor yang telah dibagikan untuk setiap kelompok. Setiap kelompok terdiri dari 4-5 orang peserta yang didampingi satu santri senior, yang telah melaksanakan khataman juz amma maupun binadhar,” jelasnya, kepada SMA Negeri 1 Slawi, Ahad (13/11).

SMA Negeri 1 Slawi

Salah satu peserta program yang kami temui, Dina Puspitaningrum, mengaku sangat terbantu dengan adanya kegiatan ini. “Alhamdulillah, menambah ilmu, jadi lebih tahu tentang bacaan tajwid, jadi bisa menadakan bacaan ayat Al-Quran, dapat membacanya dengan lebih baik dan benar,” kata mahasiswa Fakultas Ushuludin dan Dakwah itu.

Sementara itu, Pengasuh Pesantren Windan, KH M Dian Nafi’ menambahkan, program ini menunjukkan adanya perhatian dari kalangan perguruan tinggi yang semakin terpanggil untuk memantapkan standar kompetensi lulusannya, terutama dalam hal Al-Qur’an dan ibadah. (Ajie Najmuddin/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Kajian Sunnah, Makam, Hikmah SMA Negeri 1 Slawi

Senin, 20 November 2017

Kader PMII Majalengka Tingkatkan Kemampuan Berbahasa Inggris

Majalengka, SMA Negeri 1 Slawi. Para kader PMII Majalengka menggunakan Bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar diskusi rutin. Dengan pengantar itu, mereka berniat menciptakan lingkungan bahasa Inggris agar terbiasa dalam komunikasi sehari-hari.

Kader PMII Majalengka Tingkatkan Kemampuan Berbahasa Inggris (Sumber Gambar : Nu Online)
Kader PMII Majalengka Tingkatkan Kemampuan Berbahasa Inggris (Sumber Gambar : Nu Online)

Kader PMII Majalengka Tingkatkan Kemampuan Berbahasa Inggris

Agenda ini dipandu oleh  instruktur dari Happy English Course Pare Kediri di Gazebo pesantren Raudlatul Mubtadiin Cisambeng, Palasah, Majalengka, Rabu (11/2) pagi.

Kader PMII universitas Majalengka Mawah Khoerunnisa menyatakan rasa bangganya atas diskusi berpengantar bahasa Inggris. “Walaupun masih terus berlatih dalam menyusun kalimatnya, tapi hal ini menjadi kebanggaan.”

SMA Negeri 1 Slawi

Mawah yang juga mahasiswa Jurusan Bahasa Inggris ini menambahkan, pelatihan ini sangat membantu karena insya Allah ke depan pihaknya akan membentuk kelompok belajar dan kelompok paduan suara PMII yang memakai bahasa Inggris.

SMA Negeri 1 Slawi

"Pokoknya anak PMII tiada henti harus memahami Bahasa Inggris. Soalnya, malam Jumat ada kegiatan pertemuan relijius dengan pidato berbahasa Inggris. Sementara malam Aha dada kegiatan pertemuan mingguan yang berisi drama english, debat berbahasa Inggris. Setiap hari peserta wajib berbicara bahasa Inggris,” ujar Ma’wah.

Sementara Ketua PMII Majalengka Iwan Irwanto mengatakan, walaupun agenda ini PMII hanya bersifat mengikut, namun itu sangat membantu para kader dalam menunjukkan kemampuannya selama beberapa hari mengikuti pelatihan di pesantren ini.

“Tak hanya itu para kader pula yang notabene bukan asli santri setidaknya bisa mengenal dunia pesantren dan nyantri di sini selama pelatihan berlangsung,” kata Iwan.

Iwan berharap ke depan para kadernya bisa lebih berdaya saing dengan organisasi mahasiswa lain dalam rekrutmen kadernya. Ini juga menjadi nilai plus bagi PMII Majalengka untuk menciptakan kader yang tak hanya mampu berwacana tapi mampu memperlihatkan kemampuannya khususnya komunikasi bahasa Inggris.

Acara dimulai pukul 20:00 dengan terlebih dahulu tahlillan dan ditutup dengan doa. Setiap hari 4 kali pembelajaran pukul 09-10 (grammar), pukul 10-11 (speaking), pukul 13.30-15 (tutorial program), pukul 16-17.30 (speaking), dan pukul 21-23 (grammar, trick, review). (Aris Prayuda/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Lomba, Makam, Doa SMA Negeri 1 Slawi

Sabtu, 18 November 2017

Cara Ansor Wedarijaksa Segarkan Peserta Kaderisasi

Pati, SMA Negeri 1 Slawi

Suara hentakan kaki puluhan pemuda ramai pada Jumat (25/3) sekitar pukul lima pagi selepas sembahyang subuh berjamaah. Dengan penuh semangat mereka melakukan senam pinguin sebelum mengawali aktivitas mereka hari itu.

Cara Ansor Wedarijaksa Segarkan Peserta Kaderisasi (Sumber Gambar : Nu Online)
Cara Ansor Wedarijaksa Segarkan Peserta Kaderisasi (Sumber Gambar : Nu Online)

Cara Ansor Wedarijaksa Segarkan Peserta Kaderisasi

Begitulah cara Pimpinan Anak Cabang Gerakan Pemuda Ansor Wedarijaksa, Kabupaten Pati, Jawa Tengah, menyegarkan para peserta pendidikan dan latihan (diklat) atau kaderisasi di kecamatan setempat. Puluhan pemuda tersebut adalah calon anggota Barisan Ansor Serbaguna (Banser) X-7 Pati

Menurut Ketua PAC GP Ansor Wedarijaksa Ahmad Halimi, olahraga ini cocok untuk menjaga kesehatan tubuh dan jiwa peserta diklat agar selalu fit dalam setiap kegiatan. “Badan akan terasa enteng setelah melakukan senam pagi,” tuturnya. Dia juga menambahkan kalau peserta diklat akan menjadi fokus disetiap kegiatan setelah melakukan beberapa gerakan-gerakan senam.

SMA Negeri 1 Slawi

Setelah senam peserta lantas berjalan kaki memutari keindahan alam Desa Tluwuk, Wedarijaksa, Pati. Kegiatan ini memberikan dampak positif bagi peserta diklat dan juga warga sekitar. Di sela perjalanan peserta diklat diwajibkan membawa kantong plastik yang digunakan untuk menyisir sampah di jalan yang mereka lalui.

SMA Negeri 1 Slawi

“Peserta memang harus mempunyai tubuh yang fit karena banyaknya kegiatan yang nanti dilakukan” ungkap Instruktur diklat Ahmad Thohir. Tubuh yang sehat akan menumbuhkan jiwa yang kuat, jiwa yang kuat akan membuat otak bekerja dengan maksimal. Dengan siklus yang seperti itu, peserta harus menjaga tubuh dan pikiran sebaik mungkin.

Peserta diklat mencapai 93 orang dari target peserta 70 orang. “Kebanyakan memang berasal dari kecamatan Wedarijaksa, tapi tidak sedikit yang berasal dari luar wilayah Wedarijaksa,” ucap ketua panitia, Ahmad Halimi.? “Peserta diklat memang sengaja kami batasi, karena terbatasnya tempat” imbuhnya.

PAC GP Ansor Wedarijaksa mengadakan diklat tidak hanya karena perintah dari PC GP Ansor Kabupaten tetapi dari ranting yang memang mengusulkan untuk segera mengadakan pengaderan Banser. (Hasannudin/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Makam, Bahtsul Masail, Daerah SMA Negeri 1 Slawi

Selasa, 07 November 2017

Kiai Miliki Andil Besar Pembangunan Karakter Bangsa

Magelang, SMA Negeri 1 Slawi

Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Said Aqil Siroj menyatakan kiai kampung memiliki peran besar terhadap pembangunan karakter bangsa.

"Para kiai memiliki andil besar dalam pembangunan karakter, jati diri, dan kepribadian bangsa ini," katanya dalam pengajian umum dalam rangka haul dan khataman di Pondok Pesantren Raudhatut Thullab, di Wonosari Tempuran, Kabupaten Magelang, Jateng, Senin malam.

Kiai Miliki Andil Besar Pembangunan Karakter Bangsa (Sumber Gambar : Nu Online)
Kiai Miliki Andil Besar Pembangunan Karakter Bangsa (Sumber Gambar : Nu Online)

Kiai Miliki Andil Besar Pembangunan Karakter Bangsa

Ia mengatakan pertahanan dan ketahanan budaya harus diperkuat dalam menghadapi era globalisasi.

Ia menuturkan para ulama, kiai terutama kiai kampung setiap malam ceramah, mengaji jangan dikira kecil peranannya.

SMA Negeri 1 Slawi

"Mereka ikut membangun karakter bangsa Indonesia sehingga dalam memasuki era globalisasi yang sangat ekstrem ini masih banyak umat Islam yang tidak terpengaruh arus globalisasi hasil andil para kiai membangun masyarakat," katanya.

Menurut dia kondisi tersebut sangat jauh berbeda dengan ulama Timur Tengah, begitu memasuki era globalisasi para pemuda bangsa Arab yang sekolah di Amerika Serkat dan Eropa saat pulang ke negerinya masing-masing mereka berubah.

"Namun, bangsa Indonesia tidak. Memang juga ada yang berubah tetapi sedikit. Mereka pulang sekolah dari luar negeri tetap memiliki karakter sebagai bangsa Indonesia," katanya.

Ia menuturkan karakter bangsa Indonesia masih lebih baik dibanding Timur Tengah yang budayanya hancur. (Antara/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi

SMA Negeri 1 Slawi Santri, Makam SMA Negeri 1 Slawi

Sabtu, 04 November 2017

Kang Said: Jangan Tertipu Gamis dan Jenggot

Jakarta, SMA Negeri 1 Slawi. Munculnya gerakan radikalisme dan terorisme di Indonesia yang meresahkan dan merenggut banyak korban jiwa adalah karena selama ini Nahdlatul Ulama tidak pernah diajak bekerjasama oleh Pemerintah. Demikian disampaikan Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj, kepada SMA Negeri 1 Slawi, 28 Desember 2010.

“Kenapa muncul Amrozi, Ali Gufron, Mukhlas, dan gerakan radikal lain? Jawabannya mudah, karena Nahdlatul Ulama tidak diajak bersama-sama membangun bangsa ini selama 32 tahun,” tegasnya. Lalu ia mencontohkan bahwa selama Orde Baru berlangsung, Menteri Agama, kepala kantor wilayah departemen agama hingga kepala madrasah tidak boleh dipegang orang NU.

Kang Said: Jangan Tertipu Gamis dan Jenggot (Sumber Gambar : Nu Online)
Kang Said: Jangan Tertipu Gamis dan Jenggot (Sumber Gambar : Nu Online)

Kang Said: Jangan Tertipu Gamis dan Jenggot

Kang Said menambahkan, “Padahal khazanah keagamaan mereka sangat minim. Kalau hal ini terjadi di Jawa mungkin masih ditolerir, karena masih banyak kiai. Namun kalau di luar Jawa, mereka benar-benar menjadi satu-satunya tempat bertanya tentang agama.”

SMA Negeri 1 Slawi

“Dalam satu, dua, hingga tiga kali ceramah mungkin penyampaiannya masih bagus. Namun di ceramah selanjutnya, karena minimnya pengetahuan mereka dan kehabisan bahan ceramah, maka yang disuarakan adalah, ‘awas ada kristenisasi’, ‘mari bakar gereja itu’, dan lain sebagainya,” tambah pria kelahiran Cirebon ini.

SMA Negeri 1 Slawi

Untuk menutupi minimnya pengetahuan mereka, masih menurut Kang Said, mereka menutupinya dengan pakaian ala Arab. “Jangan mengira bahwa yang memakai gamis dan berjenggot itu hanya Nabi Muhammad, Abu Jahal pun juga bergamis dan berjenggot. Jadi jangan mudah tertipu dengan penampilan, karena belum tentu jelas pengetahuannya tentang Islam,” ujar Kang Said sambil tersenyum.

“Kesimpulannya, kalau Indonesia ini ingin selamat, NU harus diajak bersama-sama membangun bangsa ini,” pungkas Kang Said. (bil)Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Nahdlatul Ulama, Makam SMA Negeri 1 Slawi

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs SMA Negeri 1 Slawi sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik SMA Negeri 1 Slawi. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan SMA Negeri 1 Slawi dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock