Tampilkan postingan dengan label Tokoh. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tokoh. Tampilkan semua postingan

Jumat, 02 Maret 2018

Belajar dari KH Tholhah Mansur: Catatan Harlah Ke-63 IPNU

Oleh ? Imam Fadlli

“Cita-cita IPNU adalah membentuk manusia berilmu yang dekat dengan masyarakat, bukan manusia calon kasta elit dalam masyarakat.”

Belajar dari KH Tholhah Mansur: Catatan Harlah Ke-63 IPNU (Sumber Gambar : Nu Online)
Belajar dari KH Tholhah Mansur: Catatan Harlah Ke-63 IPNU (Sumber Gambar : Nu Online)

Belajar dari KH Tholhah Mansur: Catatan Harlah Ke-63 IPNU

Itulah sepenggal pidato KH Tholhah Mansur dalam Muktamar IV IPNU di Yogyakarta tahun 1961. Dari kalimat pendek tersebut, sangatlah jelas bahwa Pendiri IPNU mempunyai cita-cita sejak awal bahwa kelahiran IPNU pada tanggal 24 Februari 1954 atau bertepatan dengan tangal 20 Jumadil Akhir 1373 H adalah untuk membentuk dan mencetak pelajar dan santri Nahdlatul Ulama yang berilmu yang tidak berlagak elitis dan eksklusif. Berilmu dalam konteks pidato di atas, mempunyai makna yang kompleks, definisi berilmu disini penulis artikan sebagai kapasitas seorang kader yang harus mempunyai ilmu pengetahuan sekaligus kecerdasan.?

Apa maksud dari pengetahuan dan kecerdasan yang penulis maksud adalah, seorang kader IPNU, adalah agen yang harus mempunyai modalitas wawasan (baca: pengetahuan) yang implementatif, ready to use. Sehingga, kecerdasan disini merupakan upaya untuk mempraktekkan segala wawasan yang dimilikianya. Karena, melalui dua modalitas inilah kader-kader IPNU akan menjadi aset transformasi sosial bagi masyarakat yang lebih luas.

Cita-cita ini, tentu dilandasi dengan asas ideologis yang bersumber dari teks al-Quran, sebagaimana yang teruraikan melalui pesan surah al-Mujadalah: 11 yang menegaskan bahwa Allah akan meninggikan beberapa derajat orang-orang yang beriman diantara kamu dan orang-orang yang berilmu (diberi ilmu pengetahuan) beberapa derajat. Landasan normatif ayat suci inilah yang menjadi pedoman pengembangan pengetahuan sekaligus kecerdasan agar selalu “kehausan” dalam meraup air-air ilmu pengetahun bagi para kader IPNU.

Namun, orientasi keilmuan ini tentu saja bukan dalam rangka mencapai ketinggian derajat semata, karena Kiai Tolchah dalam pidatonya tersebut melakukan taqyid al-makna,? yang menegaskan keilmuan tersebut harus dilandasi sikap yang dekat dengan masyarakat. artinya, kader IPNU harus mempunyai karakter, yaitu sikap yang siap sedia kapanpun masyarakat memanggil. Sehingga, sangat absurd jika ada seorang kader IPNU yang tidak dekat dengan masyarakat, merasa terasing dari denyut kehidupan warganya. Dari fenomena ini, maka harus ada yang dibenahi dari internal individual atau pola kaderisasi yang kurang tepat. Karena, sikap elitis inilah yang sangat dikhawatirkan oleh Kiai Tolchah selaku founding fathers IPNU.

SMA Negeri 1 Slawi

Cita dan asa Kiai Tolchah diatas, selanjutnya disimbolisasikan melalui logo IPNU yang sangat sarat makna. Gambar bulu angsa misalnya, dalam logo tersebut dimaknai sebagai spirit keilmuan yang harus tetap dilakukan oleh para kader, kemudian karakter yang istiqomah, berkomitmen dan selalu tuntas dalam setiap kinerja disimbolkan dengan logo IPNU yang berbentuk bulat.?

SMA Negeri 1 Slawi

Kemudian, bintang yang merupakan benda luar angkasa meniscayakan sebuah ketinggian harapan yang harus selalau tergenggam agar kader-kader tidak hanya hidup tanpa adanya cita-cita yang tinggi. Dari sekelumit kode-kode inilah, sebenarnya karakter keilmuan IPNU termanifestasikan dengan baik. Hal ituharus dipahami dan disadari oleh semua elemen pengurus, anggota, dan seluruh kader.

Sebuah kredo yang terkenal di IPNU: belajar, berjuang dan bertaqwa juga menjadi semacam world view yang mendarah daging, untuk terus melakukan kerja-kerja intelektual, sosial dan spiritual secara sekaligus. Selaras dengan makna nahdlah dalam nomenklatur Nahdlatul Ulama yang berarti kebangkitan agama dan peradaban secara bersama-sama (nahdlah ad-diniyah wal madaniyah ma’an). Melihat kesinambungan gagasan konseptual serta falsafahnya, maka sangat masuk akal jika pembangunan dan keberlangsungan NahdlatulUlama sebagai garda pembentukan peradaban masyarakat Indonesia, berada dipundak kader-kader IPNU.

Untuk itulah, pembangunan kader-kader IPNU sama halnya dengan membangun NU di masa depan, dan memperhatikan NU sama dengan turut andil dalam membangun generasi bangsa Indonesia yang berkualitas di era yang akan datang. Selamat Harlah IPNU ke-63. Belajar, Berjuang dan Bertaqwa.

Penulis adalah Wakil Ketua Umum Pimpinan Pusat IPNU 2015-2018.

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Quote, Berita, Tokoh SMA Negeri 1 Slawi

Senin, 12 Februari 2018

Safari Ramadhan, PWNU DKI Kunjungi MWCNU Se-Jakarta Selatan

Jakarta, SMA Negeri 1 Slawi - Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) DKI Jakarta memanfaatkan momentum Ramadhan sebagai ajang konsolidasi dengan kepengurusan NU di bawahnya. Pengurus Harian NU DKI Jakarta menemui pengurus Majelis Wakil Cabang NU se-Jakarta Selatan di Kantor Sekretariat PCNU Jakarta Selatan di Jalan H Zainudin, Radio Dalam, Gandaria Utara, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Sabtu (11/6) malam.

Kunjungan silaturahmi dan konsolidasi ini diawali dengan khataman Al-Quran dan sembahyang tarawih berjamaah. Forum ini diisi dengan tanya jawab terkait ke-NU-an dan permasalahan ibu kota Jakarta antara pengurus MWCNU dan PWNU DKI Jakarta.

Safari Ramadhan, PWNU DKI Kunjungi MWCNU Se-Jakarta Selatan (Sumber Gambar : Nu Online)
Safari Ramadhan, PWNU DKI Kunjungi MWCNU Se-Jakarta Selatan (Sumber Gambar : Nu Online)

Safari Ramadhan, PWNU DKI Kunjungi MWCNU Se-Jakarta Selatan

“Semoga pertemuan silaturahmi ini menguatkan nahdliyin di Ibu Kota Jakarta,” kata Ketua Panitia Safari Ramadhan Ustadz H Munahar Mukhtar mengawali sambutannya.

SMA Negeri 1 Slawi

Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Jakarta Selatan KH Abdurrazak Alwi mengapresiasi gerakan tangkas pengurus harian NU DKI Jakarta. Menurutnya, tidak lama setelah konferensi wilayah NU pengurus baru harian NU DKI Jakarta segera melangsungkan pelantikan untuk kemudian terus menyapa cabang dan majelis wakil cabang NU di Jakarta.

“Insya Allah Jakarta adem kalau pengurus NU dan nahdliyin bergerak menjalankan amanah organisasi dan menghidupkan tradisi Aswaja NU. Semoga gerakan NU Jakarta ini menjadi etalase kepengurusan NU se-Indonesia,” kata Kiai Abdurrazak.

SMA Negeri 1 Slawi

Sebelum menyapa pengurus MWCNU se-Jakarta Selatan, H Saefullah mendata kehadiran pengurus satu per satu MWCNU. Menurutnya, Jakarta ini penuh dengan masalah.

Pengurus NU di Jakarta, menurutnya, harus kerja keras untuk membenahi Jakarta dan nahdliyin. Kiprah NU dalam pergerakan dan mengisi kemerdekaan Indonesia tidak perlu diragukan. Kini kita mesti meningkatkan pengabdian kita untuk khususnya Jakarta menjadi lebih baik.

“Kalau Pemda DKI Jakarta punya APBD, NU ini seperti kata Ketua PBNU KH Imam Aziz tidak memiliki APBN dan APBD. Tetapi berkah perjuangan para ulama kita, NU harus terus bergerak dari mana rezekinya,” kata H Saefullah disambut gelak tawa hadirin.

Menurutnya, NU sudah terbukti menerima Pancasila dan UUD 1945. Hal ini terbukti dari komitmen NU terhadap Pancasila dan UUD 1945 sebagai landasan ideal dan konstitusional di Indonesia. NU dalam acara formalnya selalu membawakan lagu Indonesia Raya.

Sebelum ditutup dengan doa khatmil Quran oleh KH Muhyiddin Ishaq, Ketua PWNU DKI Jakarta Dr H Saefullah menyerahkan secara simbolis wakaf Al-Quran pribadinya kepada Ketua PCNU Jakarta Selatan KH Abdurrazak Alwi. Sebelum bubar, para hadirin membaca doa kaffaratul majlis yang dipimpin Rais Syuriyah NU Jakarta Selatan KH Lukman Hakim. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Budaya, PonPes, Tokoh SMA Negeri 1 Slawi

Kamis, 08 Februari 2018

Bondan Gunawan Dorong PMII Kembali ke NU

Jakarta, SMA Negeri 1 Slawi. Aktivis senior yang juga mantan Menteri Sekretaris Negara era Presiden KH Abdurrahman Wahid, Bondan Gunawan memberikan motivasi kepada Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) untuk menyatu kembali dalam satu organisasi Nahdlatul Ulama.

Hal itu ia sampaikan saat menyampaikan orasi di hadapan para kader PMII dalam acara peringatan hari pahlawan yang digelar Pengurus Cabang PMII Jakarta Pusat di Tugu Proklamasi, Jakarta, Rabu (12/11) malam. Ia mendorong PMII Jakpus mendukung hasil Musyawarah Nasional Alim Ulama dan Konferensi Besar NU 2014.

Bondan Gunawan Dorong PMII Kembali ke NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Bondan Gunawan Dorong PMII Kembali ke NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Bondan Gunawan Dorong PMII Kembali ke NU

”Sudah saatnya PMII sebagai organisasi kemahasiswaan kembali kepangkuan NU, karena apapun keputusan yang dihasilkan oleh tokoh-tokoh NU merupakan suatu bentuk perhatian orang tua terhadap anaknya. Sebab tidak bisa dipungkiri PMII lahir dari rahim NU,” tandasnya.

SMA Negeri 1 Slawi

Turut hadir pada acara tersebut Ketua Umum PMII DKI Jakarta, PMII Jakarta Timur, PMII Jakarta Utara, dan PMII Jakarta Selatan, serta beberapa perwakilan dari Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Jakarta Pusat yang secara bergantian menyampaikan orasi kebangsaan.

Peringatan hari pahlawan berlangsung khidmat, diawali dengan musikalisasi puisi, dan doa bersama. dan orasi kebangsaan.? Selain Bondan Gunawan, hadir pula menyampaikan orasi anggota Majelis Pembina Nasional PB PMII, Amsar A. Dulmanan.

SMA Negeri 1 Slawi

Dalam kesempatan itu, Amsar mengajak seluruh kader PMII untuk memaknai kembali peringatan hari pahlawan ini. Bukan sekadar mengingat dan mengenang, tetapi menjiwai setiap perjuangan yang telah memakan ribuan jiwa yang rela mengorbankan tumpah darah mereka demi bangsa Indonesia.

”Hidup harus belajar dari masa lalu, dengannya kita akan memahami masa kini untuk membaca masa depan. Menghargai para pahlawan berarti menggali pondasi-pondasi nation building. Jadi, hiduplah untuk masa depan, dengan memahami masa kini, dan menghargai masa lalu,” tegasnya.

Ketua Pimpinan Cabang PMII Jakarta Pusat Daud Gerung mengatakan, kegiatan ini bertujuan untuk membangkitkan semangat pergerakan kader-kader PMII dalam merefleksikan dan mengenang perjuangan para pahlawan yang telah gugur membela dan mempertahankan tanah air.

“Kader PMII sudah seharusnya mampu untuk mengaktualisasikan semangat juang para pahlawan nasional, terutama kiai NU dan laskar santri sehingga apa yang telah dilakukan oleh para pendahulu dengan mudah direalisasikan demi menegakkan keadilan dan kesejahteraan bagi seluruh bangsa Indonesia,” kata Daud. (Rico K. Sanjaya/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Jadwal Kajian, Aswaja, Tokoh SMA Negeri 1 Slawi

STISNU-BKKBN Sosialisasikan Genre

Tangerang, SMA Negeri 1 Slawi - Ketua STISNU Nusantara Tangerang KH Baijuri Khatib mengatakan, pelajar di Tangerang rentan terpengaruh pergaulan bebas dan obat-obatan terlarang. Itu terkait posisi Kota Tangerang yang berdekatan dengan Jakarta.

“Berdasarkan laporan penelitian LPM STISNU ke sekolah-sekolah di Tangerang terkait seks dan obat-obatan terlarang, sangat mencengangkan. Anak-anak SLTA sudah tahu soal itu,” ungkap Wakil Rais Syuriyah PCNU Kota Tangerang itu dalam seminar nasional di Auditorium Hasyim Asy’ari, Jalan Perintis Kemerdekaan II Kota Tangerang, Selasa (14/3).

STISNU-BKKBN Sosialisasikan Genre (Sumber Gambar : Nu Online)
STISNU-BKKBN Sosialisasikan Genre (Sumber Gambar : Nu Online)

STISNU-BKKBN Sosialisasikan Genre

Dalam forum yang sama Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Surya Chandra Pasopati memaparkan, pihaknya tengah gencar menyosialisasikan “Genre”, yakni generasi berencana. Ia mengajak kepada para generasi bangsa untuk mengatakan tidak pada seks bebas, pernikahan dini, dan seks pranikah.

“Di Indonesia tidak hanya kuantitas yang perlu dikendalikan, tapi kualitas harus ditingkatkan. Untuk membangun karakter bangsa Indonesia perlu revolusi mental yang berbasis Pancasila dan UUD 1945,” jelasnya.

SMA Negeri 1 Slawi

Sementara itu, Wakil Ketua Bidang Akademik STISNU Nusantara H Muhammad Qustulani menjelaskan bahwa ketika dua insan melakukan seks bebas kemudian celaka, maka pernikahan yang terjadi bukan direncanakan, melainkan dipaksakan. Akibatnya dalam rumah tangga timbul ketidakkeharmonisan.

SMA Negeri 1 Slawi

“Generasi yang direncanakan adalah sesuai dengan ajaran Islam yakni ulul albab. Generasi yang disiapkan dalam spiritual sejalan dengan intelektual. Dalam Al-Qur’an diingatkan, jangan dekati zina,” papar Qustulani.

Penting bagi umat Islam, lanjut Qustulani, untuk merencanakan sebuah keluarga, agar kelak tercipta generasi yang berkualitas secara intelektual dan keimanan. Sebagai bangsa besar mayoritas Muslim, segala sumber daya mineral di tanah air hendaknya dikelola oleh bangsa sendiri untuk kesejahteraan keluarga Indonesia.

Seminar diselenggarakan atas kerja sama STISNU Nusantara dengan BKKBN RI. Seminar bertema Islam Membincang Seks Bebas & Kenakalan Remaja dihadiri ratusan pelajar dan mahasiswa Kota Tangerang. (Suhendra/Mahbib)



Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Tokoh SMA Negeri 1 Slawi

Rabu, 24 Januari 2018

“Mengikuti Lakut Bagian dari Jihad Fi Sabilillah”

Tasikmalaya, SMA Negeri 1 Slawi

Mengikuti Latihan Kader Utama (Lakut) sama dengan Jihad Fi Sabilillah, tutur pengasuh Pesantren Al Munir Gunung Tanjung, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, Ajengan Muayyad pada pembukaan Lakut Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) se-Priangan Timur yang meliputi Kota Tasikmalaya, Kabupaten Tasikmalaya, Kabupaten Ciamis, Kabupaten Garut, Kota Banjar, dan Kabupaten Pangandaran.

Lakut adalah jenjang kaderisasi formal tingkat lanjut di Ikatan Pelajar NU (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri NU (IPPNU). Menurutnya, Lakut termasuk perjuangan dalam organisasi tingkat pelajar di NU.

“Mengikuti Lakut Bagian dari Jihad Fi Sabilillah” (Sumber Gambar : Nu Online)
“Mengikuti Lakut Bagian dari Jihad Fi Sabilillah” (Sumber Gambar : Nu Online)

“Mengikuti Lakut Bagian dari Jihad Fi Sabilillah”

“Kita perhatikan, penjaga NKRI adalah NU, NU dijaga oleh pelajar-pelajar NU ini, menjaga IPNU juga menjaga Ahlussunah wal Jamaah sebagai aqidah kita, pijakan kita,” ujarnya, Jumat (25/8) itu di hadapan para kader IPNU.

SMA Negeri 1 Slawi

Oleh karena itu, bagi Ajengan Muayyad, mengikuti Lakut adaah bagian dari menjaga NU, menjaga NKRI, menjaga Aswaja. “Dan ini merupakan jalan kita untuk berjihad fisabilillah (di jalan Allah). Ini bentuk jihad kita, tidak harus ngebom dan sebagainya,” tuturnya.

SMA Negeri 1 Slawi

Ia menambahkan, di era globalisasi ini IPNU harus tampil di depan mengawal pelajar dan santri Nahdlatul Ulama untuk tetap berada pada ideologi yang benar demi mengisi kemerdekaan dan memajukan Indonesia.

“Hambatan dan tantangan yang sangat banyak di era ini harus ditaklukan oleh Pelajar NU, teruslah berjuang rekan-rekan pelajar NU, tetap belajar berjuang dan bertaqwa,” pungkas putra pendiri Pesantren Al Munir ini. (Husni Mubarok/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi News, Syariah, Tokoh SMA Negeri 1 Slawi

Kamis, 18 Januari 2018

PP LAZISNU Kunjungi 3 PC di Jawa Tengah

Banyumas, SMA Negeri 1 Slawi



Pengurus Pusat Lembaga Zakat Infak dan Sedekah Nadhlatul Ulama (LAZISNU) melakukukan lawatan ke tiga kantor Pengurus Cabang LAZISNU di Jawa Tengah pada Selasa (11/7). ? Rombongan terdiri dari Ketua LAZISNU Syamsul Huda dan Direktur Penyaluran Slamet Tuhari Ng.?

PP LAZISNU Kunjungi 3 PC di Jawa Tengah (Sumber Gambar : Nu Online)
PP LAZISNU Kunjungi 3 PC di Jawa Tengah (Sumber Gambar : Nu Online)

PP LAZISNU Kunjungi 3 PC di Jawa Tengah

Tempat pertama yang dikunjungi adalah LAZISNU Cilacap. Rombongan diterima di Kantor PCNU Cilacap pada Selasa sore. Rombongan lalu meneruskan perjalanan ke Purbalingga dan Banyumas pada malam harinya. Di Purbalingga, rombongan disambut di Kantor PCNU Purbalingga. Sementara silaturahim di LAZISNU Banyumas dilangsungkan di Kantor LAZISNU di Perumahan Sumampir, Purwokerto.

Ketua LAZISNU Syamsul Huda mengungkapkan lawatan tersebut selain sebagai ajang silaturahim dengan pengurus LAZISNU di daerah, juga untuk mengetahui kinerja LAZISNU daerah, serta mensosialisaikan sejumlah program yang akan dilaksanakan secara nasional.

“Ini sebagai bentuk perhatian dari pengurus pusat, maka kami sengaja datang bersilaturahim ke pengurus cabang LAZISNU Cilacap, Purbalingga dan Banyumas,” kata Syamsul.

Dalam kunjugan tersebut, diisi dengan laporan dari PC LAZISNU Cilacap, Purbalingga dan Banyumas, serta dialog dengan Pengurus Pusat.

SMA Negeri 1 Slawi

“Kami sangat mengapresiasi kerja keras teman-teman pengurus LAZISNU di tingkat cabang. Seperti di Cilacap, kami menerima laporan kegiatan KOIN NU sudah berjalan. Demikian juga di Banyumas dan Purbalingga. Di Banyumas kegiatan KOIN NU sudah dilaksanakan di beberapa kecamatan, dengan dana yang terkumpul rata-rata mencapai 50 juta rupiah. Ini semangat yang harus kita dukung dan terus kita sebarkan,” tambah Syamsul.

Menurutnya ada sejumlah hal yang harus terus diperkuat terkait dengan kinerja LAZISNU di seluruh cabang, salah satunya adalah pengembangan ekonomi melalui zakat produktif. Ia menilai ketiga cabang memiliki potensi yang besar baik dalam pengumpulan dan pengelolaan dana ZIS, maupun pengembangan zakat produktif. Ia menegaskan, melalui LAZISNU, NU dapat berkiprah untuk kebaikan bersama. (Kendi Setiawan/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi

SMA Negeri 1 Slawi Tokoh, Pemurnian Aqidah, Humor Islam SMA Negeri 1 Slawi

Sabtu, 13 Januari 2018

Untuk Apa Bertarekat? Ini Lima Cara Mengubah Sifat Buruk Manusia

Ciputat, SMA Negeri 1 Slawi. KH Akhmad Sodiq menjelaskan bahwa tujuan diajarkannya tarekat adalah untuk melembutkan dan melenturkan perasaan seseorang.

“Tarekat digunakan untuk melembutkan perasaan. Semua sifat buruk akan dilenturkan dengan tarekat,” kata Kiai Sodiq saat menjadi pembicara pada acara Safari Ramadlan Menepis Radikalisme dengan Spiritualisme di Masjid Fathullah, Kampus UIN Ciputat, Rabu (8/6). ?

Untuk Apa Bertarekat? Ini Lima Cara Mengubah Sifat Buruk Manusia (Sumber Gambar : Nu Online)
Untuk Apa Bertarekat? Ini Lima Cara Mengubah Sifat Buruk Manusia (Sumber Gambar : Nu Online)

Untuk Apa Bertarekat? Ini Lima Cara Mengubah Sifat Buruk Manusia

Kiai Sodiq menerangkan, ada lima cara yang bisa mengubah sifat buruk menjadi baik. “Sifat buruk bisa diubah dengan cepat adalah dengan dzikir, ibadah, wuquful qolbi, tawajjuh, dan mujahadah riyadhoh (pembiasaan),” jelas dosen UIN Jakarta tersebut.

Menurutnya, di sekolah hanya menggunakan mujahadah riyadhoh atau pembiasaan sebagai metode untuk mengubah sifat jelek seseorang agar menjadi baik, tetapi kalau di tarekat semuanya diajarkan dan digunakan. Kelima cara tersebut terangkum ke dalam satu wadah, yaitu ibadah.

Ia mengumpamakan sifat jelek itu seperti es batu, sedangkan ibadah itu ibarat matahari.?

SMA Negeri 1 Slawi

“Semakin kuat sinarnya, maka semakin cepat dan mudah es batu tersebut hancur,” tegasnya.?

Lebih lanjut, Kiai Sodiq menjelaskan bahwa tidak sedikit mursyid atau ahli tarekat yang menolak anak muda untuk bergabung ke dalam kelompok tarekat yang mereka pimpin, hal tersebut dikarenakan mereka sangat menjaga tarekat.

“Kalau ada mursyid yang tidak mau mengijazahkan tarekat, jangan su’udzan. Mungkin dia sangat berhati-hati,” tukasnya.

Sementara itu, Ketua Umum Mahasiswa Ahlu At-Thoriqoh Al-Mu’tabaroh An- Nahdliyah (Matan) Cabang Ciputat Ahmad Atmo Prawiro menjelaskan, keberadaan Matan bisa menjadi organisasi alternatif di tengah-tengah mahasiswa yang berpikiran pragmatis.

SMA Negeri 1 Slawi

Pengurus Matan Cabang Ciputat dilantik pada 11 April 2016 di Masjid Fathullah. Mereka secara rutin mengelar pengajian dan diskusi tarekat melalui Café Sufi. (Muchlishon Rochmat/Zunus) ? ?

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Halaqoh, Tokoh SMA Negeri 1 Slawi

Minggu, 07 Januari 2018

Proses Kaderisasi NU Jelas

Pamekasan, SMA Negeri 1 Slawi. NU adalah organisasi yang paling jelas proses kaderisasinya. Tidak hanya berhenti di kalangan mahasiswa dan atau pelajar di lingkungan lembaga pendidikan, melainkan juga hingga ke daerah-daerah terpencil di pelosok desa. Ada istilah Pimpinan Ranting (PR) untuk kepengurusan NU dan perangkat-perangkatnya di tingkat akar rumput.

Proses Kaderisasi NU Jelas (Sumber Gambar : Nu Online)
Proses Kaderisasi NU Jelas (Sumber Gambar : Nu Online)

Proses Kaderisasi NU Jelas

Kesimpulan demikian terbesit ketika sebanyak 30 orang PR IPNU-IPPNU Desa Pamaroh sudah dibentuk, Ahad (8/4) lalau. Pembentukan yang ditempatkan di balai desa tersebut berjalan secara khidmat, disaksikan oleh puluhan petinggi NU Desa Pamaroh. Para pengurus harian IPNU-IPPNU Kadur sebagai penyelenggara dan ketua PC IPNU Pamekasan Nasiruddin menambah suasana pembentukan kian mengesankan.

Pada kesempatan itu, ketua IPNU Kadur Faisol Ansori menekankan betapa pentingnya menyeriusi proses kaderisasi. Dirinya sangat menaifkan ketika ada seseorang langsung dimasukkan ke dalam kepengurusan organisasi NU tanpa melalui proses kaderisasi yang matang dan panjang.

SMA Negeri 1 Slawi

“Kami ke sini dalam rangka silaturahim serta membentuk kader-kader yang mau serius mengabdi dan belajar di NU,” tegas Faisol. “Dan siapa pun yang tidak serius dalam belajar, dengan berat hati kami sangat tidak mereka kader semacam itu. Berorgansiasi di NU butuh keseriusan dan keuletan dalam belajar.”

Berumah tangga saja, lanjut Faisol, masih memerlukan kader. Kehidupan rumah tangga tentu dinilai kurang sempurna tanpa kehadiran seorang kader (keturunan) yang nantinya menjadi penerus perjuangan sang orangtua.

SMA Negeri 1 Slawi

“Sama halnya di NU. Kalau proses kaderisasi di tubuh IPNU maupun IPPNU sudah melemah, maka tunggulah kehancuran NU beberapa tahun ke depan,” katanya dengan nada kalem. “Dan jelas kita tidak menginginkan hal itu.”

Dari itulah pihaknya sangat berharap agar para pengurus PR IPNU-IPPNU Pamaroh bisa diajak kerja sama menghidupkan organisasi NU di tingkat desa, khususnya di Desa Pamaroh.

Pernyataan Faisol Ansori yang disampaikan saat sambutan tersebut mendapat dukungan seutuhnya dari para petinggi NU Pamaroh dan kepala desa Pamaroh. 

“Kami siap mendampingi, membina, dan membantu segala program kerja yang hendak dilaksanakan nanti,” ujar ketua PR NU Pamaroh K Abdus Syukur.

“Saya juga begitu. Saya akan selalu dukung segala kegiatan yang bernafas ke-NU-an,” kata A’wan PR NU Pamaroh yang kini menjabat kepala desa, Ustaz Moh Riski Abdullah.

Semangat berorganisasi tersebut disimak secara serius oleh para pengurus PR IPNU-IPPNU Pamaroh yang merupakan perwakilan dari 4 dusun yang ada di Pamaroh, meliputi Dusun Oray, Madis, Panconan, dan Sumber Waru. Sebelum azan Magrib menggema, pembentukan PR IPNU-IPPNU Pamaroh sudah selesai.

Redaktur: A. Khoirul Anam

Kontributor: Hairul Anam

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Internasional, Tokoh SMA Negeri 1 Slawi

Senin, 01 Januari 2018

Santri Penghafal Al-Qur’an Lepas Penat dengan Ziarah

Demak,SMA Negeri 1 Slawi. Para santri huffadz (penghapal Al Quran) Pondok Pesantren Al-Badriyyah Suburan Mranggen Demak mengadakan kegiatan wisata religi atau ziarah sebagai upaya melepas kepenatan dari rutinitas pengajian sehari-hari.

Santri Penghafal Al-Qur’an Lepas Penat dengan Ziarah (Sumber Gambar : Nu Online)
Santri Penghafal Al-Qur’an Lepas Penat dengan Ziarah (Sumber Gambar : Nu Online)

Santri Penghafal Al-Qur’an Lepas Penat dengan Ziarah

Kegiatan ini diikuti sebanyak 60-an santri huffadz dari total 400-an santri. Ziarah dipimpin langsung pengasuh pesantren Al-Badriyyah KH Muhibbin Muhsin Alhafidz pada Selasa (15/9).

Ketua panitia kegiatan, H. Badrul Munir mengatakan tradisi ziarah adalah salah satu cara manusia melakukan perjalanan spiritual guna memperoleh pengalaman batin.

SMA Negeri 1 Slawi

“Wisata ziarah merupakan tradisi yang sudah dijalankan oleh warga NU sejak lama untuk menghormati leluhur dan para wali atau orang saleh yang dianggap mendedikasikan hidupnya untuk Islam,” ungkapnya.

SMA Negeri 1 Slawi

Menurut dia, ziarah juga merupakan salah satu tradisi yang telah berlangsung lama dilestarikan pesantren, selain tahlil, muludan, manaqiban, dan lain-lain.

Kegiatan tersebut, sambung dia, tetap dilaksanakan masyarakat pesantren untuk menjemput berkah dari para salaf al-shalih, juga untuk merevitalisasi kontribusi dan teladan para leluhur agar senantiasa ‘hidup’ betapapun zaman sudah modern seperti sekarang ini.

Pengasuh Pesantren Al Badriyyah Mranggen KH Muhibbin Muhsin Al Hafidz seperti yang disampaikan oleh Hj Nadliroh Al Hafidzoh mengatakan, kegiatan semacam ini perlu dilakukan untuk memperkenalkan sekaligus meneladani para wali.

Juga untuk memperoleh keberkahan dan meneladani semangat para wali dalam berjuang mempelajari dan menyebarkan ilmu tentang Islam terutama ilmu Al Quran.

“Dari ziarah ini, para santri dapat mengambil teladan terutama bagaimana para wali beinteraksi dengan Al-Qur’an mulai dari cara membaca, menghafal bahkan mengimplementasikannya dalam hidup keseharian,” jelasnya.

Tujuan wisata religi ini menziarahi makam Mbah Hasan Munadi di Ungaran dan Mbah Dalhar di Magelang. Juga wisata di pantai Parangtritis Yogyakarta dan jalan-jalan di Malioboro.

Sementara itu Lublubatus Sa’diyyah, salah seorang peserta wisata religi ini, mengatakan, wisata religi tidak sekadar mengenal sejarah dan meneladani perjuangan tokoh besar penyebar agama islam, tetapi juga menggelar doa bersama dan berzikir untuk memohon berkah Allah SWT agar mendapatkan ketenangan dan konsentrasi dalam menghapal Al Quran seperti yang sudah ditentukan oleh pengasuh. (Ben Zabidy/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Tokoh, Kajian Sunnah SMA Negeri 1 Slawi

Selasa, 19 Desember 2017

Banser Karawang Bantu Evakuasi Korban Banjir

Karawang, SMA Negeri 1 Slawi. Puluhan anggota Barisan Ansor Serbaguna (Banser) Kabupaten Karawang, Jawa Barat, diterjunkan langsung ke lapangan untuk membantu evakuasi korban banjir di sejumlah titik, salah satunya di Desa Telukbango, Kecamatan Batujaya.

Lokasi tersebut merupakan salah satu kecamatan terparah dari 16 kecamatan di Karawang yang terkena banjir.

Banser Karawang Bantu Evakuasi Korban Banjir (Sumber Gambar : Nu Online)
Banser Karawang Bantu Evakuasi Korban Banjir (Sumber Gambar : Nu Online)

Banser Karawang Bantu Evakuasi Korban Banjir

Sekretaris GP Ansor Kabupaten Karawang, Ade Permana SH mengatakan, banjir di Karawang saat ini, merupakan banjir terparah dalam dua tahun terakhir akibat luapan Sungai Citarum. "Wilayah yang terkena banjir mencapai 16 kecamatan, dengan puluhan ribu rumah terendam dan empat orang yang meninggal dunia," katanya, Selasa (22/1).

SMA Negeri 1 Slawi

Melihat kenyataan tersebut, pihaknya menerjunkan anggota Banser untuk membantu evakuasi korban banjir. Kegiatan yang dilakukan, mulai dari evakuasi korban, hingga memperbaiki tanggul yang jebol. "Anggota kita bergerak dengan cepat, bahkan salah satu anggota Banser yang menemukan dan membawa jenazah salah satu korban banjir untuk dievakuasi," ucapnya.

SMA Negeri 1 Slawi

Selain bantuan tenaga, lanjut Ade, GP Ansor juga memberikan bantuan logistik untuk korban banjir yang disebar ke beberapa titik. Bantuan tersebut didapat dari hasil penggalangan anggota Ansor dan juga masyarakat. "Kita juga mengirim bantuan logistik untuk korban banjir," tuturnya.

Karena banjir di Karawang terjadi tiap tahun, Ade meminta kepada Pemkab Karawang, untuk bisa mengantisipasi datangnya banjir pada musim hujan tahun mendatang. "Carikan solusi yang tepat, agar banjir tidak terulang lagi. Kasihan masyarakat kalau setiap tahun harus merasakan banjir. Tentunya, secara materi dan psikologis pasti terganggu," pungkasnya. 

Keterangan foto: Banser dan anggota Pramuka membantu mengangkut karung berisi pasir untuk menahan air di Desa Telukbango, Kecamatan Batujaya.

Redaktur    : A. Khoirul Anam

Kontributor: Ahmad Syahid

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Tokoh, Quote, Habib SMA Negeri 1 Slawi

Selasa, 12 Desember 2017

Madrasah NU Sumberrejo Ajak Wali Murid Liburan Bareng

Bojonegoro, SMA Negeri 1 Slawi. Paguyuban wali kelas (parenting class) Madrasah Ibtidaiyah Nahdlatul Ulama (MINU) Walisongo Sumberrejo mengajak orang tua murid liburan bersama putra-putri mereka ke Dander Park,  Bojonegoro, Jawa Timur, pada  Sabtu (19/10).

Madrasah NU Sumberrejo Ajak Wali Murid Liburan Bareng (Sumber Gambar : Nu Online)
Madrasah NU Sumberrejo Ajak Wali Murid Liburan Bareng (Sumber Gambar : Nu Online)

Madrasah NU Sumberrejo Ajak Wali Murid Liburan Bareng

Penanggung jawab kegiatan tersebut, Fatimatuz Zahro mengatakan, Kegiatan Tengah Semester (KTS) semester ganjil madrasah milik Majelis Wakil Cabang (MWC) NU Kecamatan Sumberrejo ini merupakan upaya mempersatukan seluruh walisiswa dan seluruh dewan guru dalam satu wadah kegiatan.

Fatimah mengatakan, kegiatan yang terbungkus dengan nama OPC (outbond parenting class) kali ini memasuki tahun kedua setelah tahun sebelumnya madrasah yang bernanung dibawah LP Ma’arif Bojonegoro ini mengadakannya di Wanawisata Waduk Gondang Lamongan.

SMA Negeri 1 Slawi

Kegiatan tersebut, tambah Fatimah, bernuansa kerjasama, menjunjung sportivitas, kejujuran, kepemimpinan, kecermatan dan ketelitian memanag seharusnya harus dimulai sedini mungkin. Karena bekal inilah yang memang harus diberikan kepada anak-anak kita selain ilmu pengetahuan dan keterampilan.

“Kami ingin anak-anak tidak melupakan koleksi wisata daerahnya sendiri, makanya mereka kami ajak OPC cukup di dalam kota Bojonegoro,” katanya, “ragam OPC meliputi fresh outbound, acuration outbound, puzzle, bom nuklir,” tambahnya.

SMA Negeri 1 Slawi

Peserta yang terdiri dari ibu-ibu parenting class dari kelas sunan Drajad dan Bonang demikian semangat ketika memasuki outbound penutup, yaitu pipa bocor. Maklum kegiatan yang umumnya membutuhkan banyak air ini harus dilakukan di dalam sungai dengan kerjasama super ekstra dari outbound-outbound sebelumnya.

“Waduh, seru sekali, walaupun basah kuyup kami tetap kompak dan tidak pantang menyerah beradu dengan kelompok lain,” kata Anita salah satu parenting class yang kelompoknya memenangkan gamez/outbond pipa bocor.

Untuk menyelenggarakan OPC ke-2 ini, MINU unggulan Walisongo yang terletak di desa Sumuragung kecamatan Sumberrejo ini H-1 sudah melakukan ujicoba seluruh materi outbound dan survey lokasi. Hal ini untuk mengantisipasi segala kemungkinan yang akan muncul pada saat kegiatan berlangsung. (Ahsanul Amilin/Abdullah Alawi)

 

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Meme Islam, Tokoh SMA Negeri 1 Slawi

Sabtu, 09 Desember 2017

Ini Klarifikasi Pengunggah atas Validitas Foto Mbah Hasyim Asyari

Jember, SMA Negeri 1 Slawi - Beberapa hari terakhir ini, ramai pertanyaan sekaligus perbincangan soal foto Hadratussyekh KHM Hasyim Asyari menyusul pengunggahan foto hitam putih sang kiai di media sosial oleh seseorang. Selain foto, tulisan tangan di balik foto yang menerangkan bahwa sosok itu adalah foto Mbah Hasyim juga diunggah.

Foto hitam putih saat Mbah Hasyim masih berusia paruh baya itu adalah betul asli. Validitas keaslian foto itu diklarifikasi oleh Muhammad Al-Faiz, kakak kandung Muhammad Al-Mubassyir, orang yang pertama kali mengunggah foto tersebut di instgaram dan akun facebooknya.

Ini Klarifikasi Pengunggah atas Validitas Foto Mbah Hasyim Asyari (Sumber Gambar : Nu Online)
Ini Klarifikasi Pengunggah atas Validitas Foto Mbah Hasyim Asyari (Sumber Gambar : Nu Online)

Ini Klarifikasi Pengunggah atas Validitas Foto Mbah Hasyim Asyari

Klarifikasi ini disampaikan oleh Muhammad Al-Faiz melalui akun facebooknya secara lengkap. Foto itu didapat di hari kedua lebaran ketika sang adik (Muhammad Al-Mubassyir) membongkar-bongkar arsip peninggalan kakeknya, KH Amir Ilyas di rumahnya, kompleks Pondok Pesantren Annuqayah, Guluk-Guluk, Kabupaten Sumenep. Foto-foto itu lalu discan, dan diunggah.

"Demikian asal-usulnya, semoga manfaat dan menambah kecintaan kita (kepada Mbah Hasyim)," tulisnya.

SMA Negeri 1 Slawi

Seperti diketahui, KH Amir Ilyas dan adiknya (KH Ashiem Ilyas) semasa remaja merupakan? santri langsung dari Mbah Hasyim. Bahkan KH Ashiem Ilyas dipercaya mencipta lambang Pondok Pesanren Tebuireng Kabupaten Jombang. Keduanya menjadi sesepuh sekaligus? pengasuh Pondok Pesantren Annuqayah generasi kedua. Saat ini pondok pesantren yang terletak di kaki perbukitan Desa Guluk-Guluk, Kabupaten Sumenep, diasuh oleh generasi ketiga.

SMA Negeri 1 Slawi

Terkait validitas foto Mbah Hasyim ini, Ketua Ikatan Alumni Annuqayah (IAA) se-eks Karesidenan Besuki Muhammad Muslim menyatakan, dirinya tidak menyangsikan bahwa foto itu adalah foto Mbah Hasyim.

"Sebagai alumni Annuqayah, saya yakin foto-foto itu asli. Annuqayah dan Tebuireng mempunyai kedekatan emosional sejak lama," kata Muslim kepada SMA Negeri 1 Slawi. (Aryudi A Razaq/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Meme Islam, Tokoh SMA Negeri 1 Slawi

Senin, 04 Desember 2017

Sinar Mas Jajaki Kerja Sama dengan PBNU

Jakarta, SMA Negeri 1 Slawi. Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menerima kunjungan dari Manajemen Sinar Mas Group pada Rabu (7/6) siang. Pada kunjungan tersebut dilakukan pembahasan rencana kerjas ama untuk membangun ekonomi kerakyatan, di antaranya redistribusi lahan, kemitraan bidang ekonomi retail melalui konsep RW Mart, juga inisiatif sosial seperti wakaf Al-Qur’an.

Sinar Mas Jajaki Kerja Sama dengan PBNU (Sumber Gambar : Nu Online)
Sinar Mas Jajaki Kerja Sama dengan PBNU (Sumber Gambar : Nu Online)

Sinar Mas Jajaki Kerja Sama dengan PBNU

“Sinar Mas Grup selama ini telah melakukan beberapa aksi yang sesuai dengan kebijakan Presiden RI Joko Widodo, yakni redistribusi lahan kelapa sawit,” kata CEO RW Mart Ardy Candra.

Terkait dengan RW Mart yang berfokus pada pengembangan minimarket, Ardy mengatakan hal tersebut akan sangat menguntungkan karena polanya mirip dengan warung tradisional.

“Juga karena dari pihak RW Mart pusat tidak berorientasi bisnis, setiap cabang RW Mart tidak usah membayar, karena manajemen tidak memungut royalti. Setiap RW Mart bisa sambil membina produk lokal supaya bisa dijual di toko. Lalu menciptakan lapangan kerja, menyejahterakan rakyat, dan pemberdayaan produk-produk UMKM,” tambah Ardy.

SMA Negeri 1 Slawi

Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj menanggapi, potensi warga NU termasuk sangat besar dalam pembuatan maupun pelaku pemanfaatan produk. Pihaknya berharap kerja sama dapat diwujudkan dan perluas.

“NU memiliki kiai-kiai dan khatib-khatib yang bekerja dengan ikhlas tanpa bayaran. Padahal mereka melawan radikalisme menjaga NKRI,” kata Kiai Said.

Pada kesempatan tersebut juga dilakukan penyerahan zakat dari pendapatan Kartu Ummat yang disalurkan melalui LAZISNU.

Turut hadir Senior Managing Director Sinar Mas Saleh Husin; President Director Smartfren Merza Fachys; GM Corporate Communication Sinar Mas Eka Wijayanti; Senior Vice President Corporate Sales Smartfren Winetou Lubis.?

SMA Negeri 1 Slawi

Sementara dari PBNU hadir Wakil Ketua Umum PBNU Maksum Mahfoedz, Ketua PBNU Umar Syah, Ketua PBNU Eman Suryaman, Bendahara PBNU Bina Suhendra, dan Ketua Pagar Nusa Nabil Haroen. (Kendi Setiawan/Abdullah Alawi)

?

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Tokoh SMA Negeri 1 Slawi

Minggu, 03 Desember 2017

Jalin Silaturrahmi, Pelajar NU Rembang Kunjungi Mantan Pimpinan Cabang

Rembang, SMA Negeri 1 Slawi

Beberapa perwakilan dari Pimpinan cabang (PC) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kabupaten Rembang, Senin sore (8/2/2016) melakukan silaturrahmi ke rumah mantan PC IPNU Rembang, di Kelurahan Pati Kecamatan Pati Kabupaten Pati, Jawa Tengah, tepatnya di jalan Panunggulan No 3B.

Selaku mantan PC IPNU Rembang, Ahmad Qoif Ijnurin mengatakan, “Alhamdulillah rekan dan rekanita PC IPNU-IPPNU Rembang berkenan hadir ke sini. Ini merupakan sebuah penghormatan bagi kami,” katanya.

Jalin Silaturrahmi, Pelajar NU Rembang Kunjungi Mantan Pimpinan Cabang (Sumber Gambar : Nu Online)
Jalin Silaturrahmi, Pelajar NU Rembang Kunjungi Mantan Pimpinan Cabang (Sumber Gambar : Nu Online)

Jalin Silaturrahmi, Pelajar NU Rembang Kunjungi Mantan Pimpinan Cabang

Sambutan hangat diberikan oleh Qoif yang memang setelah sekian lama tidak bertemu dengan rekan dan rekanita PC IPNU-IPPNU Rembang. Dalam kesempatan itu, Qoif juga berpesan agar para kader muda NU tetap menata niat dalam berjuang, siap menghadapi kondisi dan situasi apapun, dan juga harus fokus pada pengkaderan.

"Bahwa rekan/rekanita harus tetap menata niat dalam berjuang, siap menghadapi kondisi dan situasi apapun, dan juga harus fokus pada peng-kaderan," pesan menantu KH Abdul Munim selaku Awan PCNU Pati tersebut.

Sebagai perwakilan dari PC IPNU Rembang, Ahmad Lilik Wijanarko mengungkapkan, upaya untuk menjaga ukhuwah silaturrahmi harus tetap dilaksanakan. Ini merupakan langkah kami untuk menjaga tali persaudaraan dan juga saling memberi masukan untuk menjaga konsistensi organisasi kita ini.

SMA Negeri 1 Slawi

"Beberapa pesan yang telah disampaikan oleh mantan PC IPNU Rembang tersebut akan selalu kita ingat, dan juga akan menjadi penyemangat dalam upaya perjuangan," pungkas PAC Kaliori tersebut.

Beberapa perwakilan dari PC IPNU Rembang diantaranya, Murtafii Samirkan selaku Wakil Ketua IPNU Rembang, dan Ahmad Juariyanto selaku Komandan CBP IPNU Rembang. (Aan Ainun Najib/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi

SMA Negeri 1 Slawi Tokoh SMA Negeri 1 Slawi

Rangkul Anak Muda, NU Pasuruan Deklarasikan Densus Antinarkoba

Pasuruan, SMA Negeri 1 Slawi

Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Pasuruan memebentuk Densus Antinarkoba seiring dengan peringatan hari lahir ke-93 NU. Unit ini dibentuk atas dasar keprihatinan peredaran dan penyalahgunaan narkoba di Indonesia, khususnya Kota Pasuruan, Jawa Timur.

Densus Antinarkoba yang dipimpin Ketua Lakpesdam NU Kota Pasuruan Waladi Imaduddin dideklarasikan PCNU Kota Pasuruan, akhir pekan kemarin (24/4), bersama mitra strategisnya yang sebelumnya menandatangani nota kesepahaman tentang komitmen pemberantasan narkoba di Kota Pasuruan, yakni Polresta Pasuruan dan Forum Komunikasi Biker Pasuruan (FKBP).

Rangkul Anak Muda, NU Pasuruan Deklarasikan Densus Antinarkoba (Sumber Gambar : Nu Online)
Rangkul Anak Muda, NU Pasuruan Deklarasikan Densus Antinarkoba (Sumber Gambar : Nu Online)

Rangkul Anak Muda, NU Pasuruan Deklarasikan Densus Antinarkoba

Waladi mengatakan bahwa Densus Antinarkoba adalah lembaga taktis NU yang di dalamnya terdiri dari aktivis NU, elemen organisasi anak muda, pemerintah, dan kepolisian untuk bersama-sama melakukan perang melawan narkoba.

SMA Negeri 1 Slawi

"Kita membaca grafik peningkatan pengguna narkoba yang tiap tahunnya sangat mengkhawatirkan dan membahayakan dengan korbannya adalah anak muda. Ini harus dilakukan gerakan bersama untuk perang melawan narkoba dan mewujudkan zero narkoba di Kota Pasuruan. Untuk itu NU perlu merangkul komunitas anak muda sebagai mitra strategis," ucap Waladi.

Bahrul Ulum, sekretaris daerah Kota Pasuruan, atas nama Pemerintah Kota Pasuruan menyampaikan apresiasi yang tinggi atas gerakan PCNU Kota Pasuruan yang mampu merangkul anak muda untuk bersama-sama memerangi narkoba.

SMA Negeri 1 Slawi

"NU adalah organisasi pertama di Kota Pasuruan yang secara resmi mendeklarasikan perang melawan narkoba dan Pemerintah Kota Pasuruan siap bekerja sama," ujarnya di sela acara deklarasi yang digelar di Aula Lantai II Gedung PCNU Kota Pasuruan.

Acara tersebut dirangkai dengan kegiatan sosialisasi bahaya narkoba kepada komunitas anak muda. Beberapa narasumber yang hadir Kasat Reskoba Polresta Pasuruan AKP Marlon Logo Tadu dan anggota komisi D DPRD Propinsi Jatim H. Muzammil Syafii. Forum disesaki ratusan pelajar, mahasiswa, dan anggota Forum Komunikasi Bikers Pasuruan (FKBP), organisasi komunitas anak muda pecinta motor di Pasuruan.

KH Muhammad Nailur Rohman atas nama Pengurus Tandfidziyah PCNU Kota Pasuruan dan Ketua Panitia Harlah Ke-93 NU mendorong agar NU menjadi motor pemberantasan narkoba dan bergerak merangkul komunitas anak muda.

"Harlah NU tidak boleh hanya dilakukan secara seremonial saja, tapi harus dilakukan dalam bentuk gerakan untuk kemaslahatan umat. Dan Harlah NU ke-93 ini kita jadikan mementum untuk melakukan gerakan perang melawan narkoba," kata pria yang akrab disapa Gus Amak ini. (Hanan/Mahbib)



Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Tokoh SMA Negeri 1 Slawi

Senin, 02 Oktober 2017

Riwayat Pemilihan Pemimpin di NU dan PMII

NU memiliki riwayat pemilihan pemimpin tertinggi atau Rais ‘Aam dengan nuansa tawadhu. Pada Muktamar ke-24 NU di Bandung, Juli 1967 KH Bisri Sansoeri dipilih muktamirin menjadi Rais ‘Aam menggantikan KH Wahab Chasbullah.?

Namun, Kiai Bisri menolaknya. Selama Kiai Wahab, seniornya, masih hidup, dia tak sudi menyandangnya. Lalu, setelah Kiai Wahab wafat, Kiai Bisri baru bersedia menggantikan jabatan tersebut pada 1971. Sebelumnya, Kiai Wahab sendiri mau menggantikan pemimpin tertinggi di NU dengan syarat mengganti istilah Rais Akbar menjadi Rais Aam. Bagi dia, istilah itu hanya cocok untuk satu orang, gurunya, Hadratussyek KH Hasyim Asyari.

Pada Muktamar ke-33 NU di Jombang 2015, KH A. Mustofa Bisri juga menolak menjadi Rais ‘Aam PBNU meski muktamirin memilihnya. Media sosial begitu ramai menyambutnya dengan trending topic. Namun dia menolak hingga akhirnya KH Ma’ruf Amin yang mengembannya.?

Riwayat Pemilihan Pemimpin di NU dan PMII (Sumber Gambar : Nu Online)
Riwayat Pemilihan Pemimpin di NU dan PMII (Sumber Gambar : Nu Online)

Riwayat Pemilihan Pemimpin di NU dan PMII

Hal serupa diperlihatkan beberapa kiai saat disodori posisi Rais ‘Aam yang kosong saat Kiai Bisri wafat. KH R Asad Syamsul Arifin Situbondo dan KH Machrus Ali Lirboyo tak mau menyandangnya.

”Meski Malaikat Jibril turun dari langit untuk memaksa, saya tetap akan menolak, yang pantas itu Kiai Machrus Ali, Lirboyo,” tukas Kiai As’ad.

SMA Negeri 1 Slawi

Jawaban Kiai Machrus pun tak kalah ‘angker’, ”Jangankan Malaikat Jibril, kalaupun Malaikat Izrail turun dan memaksa saya, saya tetap tidak bersedia!

Di tubuh Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), memiliki sejarah kepemimpinan yang kurang lebih sama. Ketua Umum pertama PB PMII dipilih ketika orangnya tidak hadir pada kongres itu. Sementara 13 orang pendiri tidak ada yang mau mencalonkan diri. Padahal H. Mahbub Djunaidi saat itu justru berada di teras kepamimpinan organisasi mahasiswa lain. Ia kemudian memimpin PMII beberapa periode yaitu 1960-1961,1961-1963, dan 1963-1967. ?

SMA Negeri 1 Slawi

Ketua Umum PB PMII selanjutnya, Zamroni, juga terpilih ketika dia sedang tidak mengikuti kongres karena sedang berobat di Jepang. Ia kemudian memimpin organisasi itu pada 1967-1970 dan 1970 -1973.?

Lalu bagaimana organisasi yang memiliki slogan “dzikir, pikir, dan amal saleh” pada Kongres Ke-19 di Palu, Sulawesi Tengah saat ini? Konon calon Ketua Umum-nya saja ada 15 orang. Luar biasa! Padahal orang-orang yang mendirikannya tidak pernah ada yang pernah menjadi ketua umum.? (Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Tokoh, Aswaja, Pahlawan SMA Negeri 1 Slawi

Minggu, 01 Oktober 2017

Bantu Warga Tak Mampu, Lakpesdam Kota Pasuruan Kembali Buka Bimbel Gratis

Pasuruan, SMA Negeri 1 Slawi - Pengurus Lakpesdam PCNU Kota Pasuruan kembali menerima siswa baru melalui organ taktisnya yaitu Lakpesdam Bimbel School (LBS). LBS adalah sebuah program bimbingan belajar gratis yang dilaksanakan untuk membantu prestasi belajar siswa dari keluarga menengah ke bawah di kawasan pesisir Kota Pasuruan.

Program ini dibuka dalam rangka membantu anak masyarakat tak mampu untuk bersaing dengan putra-putri beberapa masyarakat kelas menengah ke atas yang telah memilih program bimbingan belajar guna menambah kualitas didik putra-putrinya dalam meraih prestasi di sekolah.

Bantu Warga Tak Mampu, Lakpesdam Kota Pasuruan Kembali Buka Bimbel Gratis (Sumber Gambar : Nu Online)
Bantu Warga Tak Mampu, Lakpesdam Kota Pasuruan Kembali Buka Bimbel Gratis (Sumber Gambar : Nu Online)

Bantu Warga Tak Mampu, Lakpesdam Kota Pasuruan Kembali Buka Bimbel Gratis

Realitas yang terjadi di Kota Pasuruan terutama di daerah pesisir masih banyak orang tua yang belum sanggup dan mampu untuk membiayai putra-putrinya dalam program bimbingan belajar.

SMA Negeri 1 Slawi

Pembukaan ini dihadiri oleh segenap pengurus Lakpesdam PCNU Kota Pasuruan dan Direksi pengajar LBS di Desa Mandaran Kecamatan Panggungrejo Kota Pasuruan, Kamis (14/9).

Direktur LBS M Ishadi Waskita Jaya menyampaikan, antusiasme anak-anak didik dalam belajar di kawasan pesisir Kota Pasuruan ini harus terwadahi. Pengurus LBS semaksimal mungkin mengabdikan diri untuk membantu proses belajar anak-anak melalui program LBS.

"Mereka mendapatkan bimbingan belajar sebanyak tiga kali dalam seminggu," kata Jaya.

SMA Negeri 1 Slawi

Ketua Lakpesdam NU Kota Pasuruan Waladi menyampaikan, komitmen untuk berupaya dan berpartisipasi dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia di Kota Pasuruan menjadi sesuatu hal yang prioritas dalam setiap program kerja Lakpesdam NU Kota Pasuruan. Terlebih sumber daya manusia di kota pasuruan terutama kawasan pesisir adalah berasal dari keluarga Nahdliyin yang potensinya harus dikelola dengan baik.

LBS ini hadir untuk menjawab kebutuhan peningkatan kualitas sumber daya nahdliyin melalui peningkatan kualitas belajar anak-anak generasi muda harapan bangsa. "Terlebih mereka ini banyak terdiri dari keluarga yang tidak mampu. NU melalui Lakpesdam harus hadir untuk menjawab problematika itu," imbuh Waladi. (Zulkarnain/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Pesantren, Tokoh, Syariah SMA Negeri 1 Slawi

Gara-gara Burung dan Semut, Rasulullah Tegur Para Sahabat

Dalam sebuah momen perjalanan bersama Rasulullah, para sahabat pernah menyaksikan seekor humarah (semacam burung emprit) bersama dua anaknya. Entah dengan alasan apa, mereka tiba-tiba mengambil kedua anak burung itu. Tentu saja sang induk berontak dan mengepak-ngepakkan sayapnya.

Rasulullah yang saat itu sedang membuang hajat tak tahu apa yang dilakukan para sahabatnya. Ketika kembali, beliau pun seperti terkejut lalu berseru, “Siapa yang mengusik burung ini dengan mengambil anaknya? Kembalikan anak burung itu kepada induknya!”

Gara-gara Burung dan Semut, Rasulullah Tegur Para Sahabat (Sumber Gambar : Nu Online)
Gara-gara Burung dan Semut, Rasulullah Tegur Para Sahabat (Sumber Gambar : Nu Online)

Gara-gara Burung dan Semut, Rasulullah Tegur Para Sahabat

Belum lama Nabi berhenti menasihati, beliau melihat lagi peristiwa ganjil: sebuah sarang semut hangus terbakar.

“Siapa yang telah membakar sarang ini?”

SMA Negeri 1 Slawi

SMA Negeri 1 Slawi

“Kami,” aku para sahabat Nabi.

“Sungguh, tidak pantas menyiksa dengan api kecuali Tuhan pencipta api,” sabda Rasulullah. Demikian cerita yang termaktub dalam hadits riwayat Abu Dawud.

Para sahabat memang bukan orang-orang yang maksum atau terbebas dari dosa. Tapi, dari kekeliruan merekalah Rasulullah memberikan sejumlah pelajaran kepada umatnya. Tingkah para sahabat yang mengganggu induk burung dan anak-anaknya, serta menghanguskan kerajaan semut membuat Rasululah merasa perlu untuk menegur.

Peringatan Rasulullah kepada para sahabatnya adalah bukti betapa Islam sangat menghargai binatang dan kehidupannya. Islam mengizinkan manusia membela diri tatkala diserang binatang yang mengancam keselamatan fisik dan jiwanya. Namun, Islam melarang pemeluknya untuk berbuat semena-mena, baik untuk melampiaskan amarah ataupun keisengan belaka.

Binatang, sebagaimana manusia, adalah makhluk Allah rabbul ‘âlamîn. Bahkan, binatang-binatang dianugerahi kemampuan untuk bertasbih—dengan caranya sendiri. “Telah bertasbih kepada Allah apa saja yang ada di langit dan apa saja yang ada di bumi; dan Dialah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana” (QS Ash-Shaffat: 1). Jika terhadap binatang saja manusia dilarang keras berlaku lalim, apalagi terhadap sesama manusia? (Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Anti Hoax, Tokoh SMA Negeri 1 Slawi

Selasa, 05 September 2017

SMK NU Gelar Pameran Produk dan Parade Barongan

Blora, SMA Negeri 1 Slawi. Untuk menyemarakkan hari lahirnya yang ke-10, keluarga besar SMK NU Kunduran, Blora, Jawa Tengah, menggelar aneka macam kegiatan. Seperti pameran produk, pasar murah, parade seni barongan dan festival drum band. Selain itu, juga diluncurkan center bisnis di sekolah itu.

“Kegiatan ini tidak hanya melibatkan keluarga besar SMK NU, tetapi sejumlah sekolah di Kabupaten Blora juga terlibat dalam kegiatan tersebut,” ujar Kepala SMK NU Kunduran, Drs Mohadi Said, saat ditemui SMA Negeri 1 Slawi, Senin (1/7) kemarin.

SMK NU Gelar Pameran Produk dan Parade Barongan (Sumber Gambar : Nu Online)
SMK NU Gelar Pameran Produk dan Parade Barongan (Sumber Gambar : Nu Online)

SMK NU Gelar Pameran Produk dan Parade Barongan

Dikatakan, kegiatan festival drum band dan parade seni barongan dimaksudkan untuk mengapresiasi perkembangan seni tersebut. Apresiasi diberikan agar seni tersebut makin berkembang di tengah-tengah masyarakat.  Khususnya adalah seni barongan yang merupakan kesenian khas Blora.

SMA Negeri 1 Slawi

Karena itu, bagi pemenang disediakan hadiah total mencapai Rp 5,5 juta. Mereka juga diberikan piagam penghargaan beserta tropi.

Apresiasi juga berlaku untuk kegiatan pameran produk yang dihasilkan SMK NU Kunduran. Bahkan, untuk mengapresiasi aneka produk yang dihasilkan siswa SMK tersebut, kemarin juga diresmikan bisnis center. Diana salah satu fungsinya adalah untuk mengelola aneka macam kegiatan produksi yang ada sekolah itu.   

SMA Negeri 1 Slawi

“Untuk membatu meringankan beban masyarakat, kami juga menggelar pasar untuk masyarakat sekitar,” tandasnya.

Dia menambahkan, sebagai salah satu lembaga kebanggaan warga NU di Kabupaten Blora, SMK NU Kunduran terus berbenah untuk menjadi sekolah modern dan berbasis industri.  Berbagai upaya terus dilakukan untuk melengkapi berbagai sarana yang dibutuhkan. Tak hanya itu, siswa juga digembleng aneka program pengembangan karakter dan penguasaan skill.

“Kami berobsesi, SMK NU Kunduran akan menjadi agent pengembangan dan agent perubahan masyarakat menuju ke arah yang lebih baik dan sejahtera,” ungkap Mohadi Said.

Menurutnya, SMK NU Kunduran yang terletak di perbatasan Kabupaten Blora dan Kabupaten Grobogan itu, kini makin mendapat tempat di hati masyarakat. Terbukti, jumlah siswa yang bersekolah di SMK tersebut jumlahnya terus meningkat. Saat ini, setidaknya ada sekitar 700-an siswa sedang menimba ilmu di sekolah itu.

“Mereka tidak hanya datang dari Kabupaten Blora, tetapi sebagian juga datang dari Kabupaten Grobogan,” tambah Mohadi yang juga alumnus pascasarjana Universitas NU Surakarta.

Lulusan SMK NU, lanjutnya, juga banyak yang mendapat kesempatan kerja di berbagai perusahaan nasional maupun multi nasional. Bahkan, untuk tahun ini sebagian siswa sudah mendapat panggilan kerja sebelum mengikuti ujian nasional. Ini berarti kepercayaan dari dunia industri terhadap lulusan SMK NU terus meningkat.

Redaktur      : A. Khoirul Anam

Kontributror : Sholihin Hasan

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Kyai, Tokoh, Anti Hoax SMA Negeri 1 Slawi

Minggu, 03 September 2017

Tiga Fokus Bangkitkan Peran Perempuan

Yogyakarta, SMA Negeri 1 Slawi. Pimpinan Wilayah Muslimat NU Daerah Istimewa Yogyakarta mengadakan Konferensi Wilayah di Asrama Haji, Jl. Ringroad Utara. Konferwil bertema “Optimalisasi Produktivitas dan Kinerja Muslimat NU Membangun Bangsa yang Mandiri dan Berprestasi” tersebut berlangsung Sabtu-Ahad (22-23/8).

Ketua VI Pengurus Pusat Muslimat NU Wardani membuka kegiatan tersebut. Dalam sambutannya mengatakan, capaian Muslimat NU selama ini dan ke depan, paling tidak, tiga fokus utama yang harus dibidik.

Tiga Fokus Bangkitkan Peran Perempuan (Sumber Gambar : Nu Online)
Tiga Fokus Bangkitkan Peran Perempuan (Sumber Gambar : Nu Online)

Tiga Fokus Bangkitkan Peran Perempuan

“Yang menjadi fokus Muslimat NU dalam membangkitkan peran perempuan itu ada tiga. Yakni dalam bidang pendidikan, kesehatan dan ekonomi,” tutur ketua yang membidangi Litbang PP Muslimat NU.

SMA Negeri 1 Slawi

Wardani menambahkan, itu sesuai dengan rencana strategis (renstra) yang dibahas dalam rakernas tahun 2014. Capaian tiap lima tahun dalam renstra itu adalah sejak tahun 2006-2011, Muslimat NU berencana mewujudkan perempuan Indonesia sehat dan religius. Tahun 2011-2016 berkualitas dan religius. Tahun 2016-2021, sejahtera dan religius. Sementara 2021-2026 mandiri dan religius.

Ketua Tanfidziyah PW NU DIY Prof Rohmat Wahab mengatak, Muslimat secara gerak bisa melebihi PWNU. “Muslimat ini sebagi ibu yang memberikan pendidikan generasi bangsa,” katanya.

SMA Negeri 1 Slawi

Tidak sedikit kegiatan-kegiatan Muslimat memberikan pencerahan dan membantu membangun bangsa. “Orang yang tidak pragmatis, sangat idealis dan sangat visioner datanglah ke muslimat nu DIY,” ungkapnya.

Konferwil Muslimat DIY juga dihadiri Perwakilan dari kemenag, H Zainal Abidin, Gubernur DIY diwakili Iswantoro, KH Malik Madani, KH Asyhari Abta, Perwakilan PW Fatayat, Perwakilan PW IPPNU, pengurus Badan Kerja Organisasi Wanita (BKOW) DIY dan pengurus Muslimat baik tingkat Wilayah, Cabang maupun Ranting. (suhendra/abdullah)

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Tokoh SMA Negeri 1 Slawi

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs SMA Negeri 1 Slawi sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik SMA Negeri 1 Slawi. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan SMA Negeri 1 Slawi dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock