Tampilkan postingan dengan label Pesantren. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pesantren. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 17 Februari 2018

IPPNU Raih Juara Kedua OKP Terbaik 2013

Jakarta, SMA Negeri 1 Slawi. Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) meraih juara kedua organisasi kepemudaan (OKP) terbaik tingkat nasional 2013. Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) memilihnya atas dasar kemandirian OKP.

IPPNU Raih Juara Kedua OKP Terbaik 2013 (Sumber Gambar : Nu Online)
IPPNU Raih Juara Kedua OKP Terbaik 2013 (Sumber Gambar : Nu Online)

IPPNU Raih Juara Kedua OKP Terbaik 2013

“Ketika Kemenpora membuka pendaftaran lomba OKP, kita memasukkan segala berkas yang disyaratkan,” kata Sekretaris Umum PP IPPNU Wildatus Sururoh kepada SMA Negeri 1 Slawi di studio Radio NU, Gedung PBNU lantai tujuh, Jakarta Pusat, Kamis (24/10) petang.

Setelah persyaratan dinilai lolos, pihak Kemenpora kemudian mengadakan sidak langsung ke kantor Sekretariat PP IPPNU di Gedung PBNU lantai enam. Saat sidak di sekretariat, mereka mewawancarai kita, sambung Wilda.

SMA Negeri 1 Slawi

Beberapa waktu berselang, Kemenpora mengundang PP IPPNU untuk mempresentasikan program unggulannya, lanjut Wilda. Presentasi ini merupakan tahap terakhir. Untuk bisa juara, OKP harus melewati tiga tahapan.

SMA Negeri 1 Slawi

Kalau tidak lolos di satu tahap, peserta yang terdiri banyak OKP tidak bisa naik ke tahap berikutnya. Demikian seterusnya hingga tahap terakhir.

Dalam presentasi di kantor Kemenpora, IPPNU mengunggulkan program antiradikalisme, antikekerasan pelajar, dan antinarkoba. IPPNU mengikuti perlombaan OKP kelas pelajar. Selain kelas pelajar, Kemenpora juga membuka perlombaan OKP kelas mahasiswa dan pemuda.

Meskipun baru tahun ini mengikuti perlombaan itu, IPPNU sudah meraih juara kedua. Tetapi, kejuaraan ini menjadi pelajaran buat IPPNU agar terus membenahi diri, tegas Wilda. (Alhafiz Kurniawan)

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Pesantren, AlaSantri, Berita SMA Negeri 1 Slawi

Sabtu, 27 Januari 2018

Bupati Probolinggo: Safari Haji, Sarana Dakwah dan Syiar

Probolinggo, SMA Negeri 1 Slawi



Dalam rangka memberikan dukungan moral kepada calon jamaah haji (calhaj) Kabupaten Probolinggo ke Tanah Suci, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo menggelar safari haji ke beberapa calon tamu Allah dan Rasulullah SAW yang akan berangkat menunaikan ibadah haji tahun ini.

Rabu (12/7), safari haji ini dilaksanakan di 4 (empat) titik lokasi. Yakni, Maliya di Dusun Krajan Desa Matekan Kecamatan Besuk, Sosianto dan istrinya Ida Noerhayati di Dusun Desa Gunggungan Lor Kecamatan Pakuniran. Kemudian Anna Ratnawati di Dusun Krajan Desa Talkandang Kecamatan Kotaanyar. Serta A Fathoni Hidayat dan A Nurul Hidayati di Dusun Desa Kedungrejoso Kecamatan Kotaanyar.

Bupati Probolinggo: Safari Haji, Sarana Dakwah dan Syiar (Sumber Gambar : Nu Online)
Bupati Probolinggo: Safari Haji, Sarana Dakwah dan Syiar (Sumber Gambar : Nu Online)

Bupati Probolinggo: Safari Haji, Sarana Dakwah dan Syiar

Safari haji ini diikuti oleh Bupati Probolinggo Hj Puput Tantriana Sari, Mustasyar PCNU Kabupaten Probolinggo H Hasan Aminuddin, Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Probolinggo H Santoso serta sejumlah pejabat di lingkungan Pemkab Probolinggo.

Bupati Probolinggo Hj. Puput Tantriana Sari mengungkapkan bahwa kegiatan safari haji ini istiqomah dilakukan Pemkab Probolinggo sejak tahun 2003 silam. “Tujuannya adalah mendoakan calon tamu Allah dan Rasulullah sekaligus mempererat jalinan silaturahmi dan ukhuwah Islamiyah,” katanya.

SMA Negeri 1 Slawi

Menurut Tantri, kegiatan ini dimaksudkan untuk memperolah barokah Mekah dan Madinah dari para calon tamu Allah dan Rasulullah. Pasalnya calhaj ini memiliki magnet dan daya tarik yang luar biasa.

“Safari haji ini bertujuan sebagai dakwah dan jihad sekaligus syiar tentang haji. Karena banyak orang Islam yang rejekinya dilebihkan tetapi lupa kewajiban hajinya sampai meninggal dulu,” tegasnya.

Sementara Mustasyar PCNU Kabupaten Probolinggo H Hasan Aminuddin mengungkapkan bahwa setiap harta dijalankan untuk ibadah haji pasti mendapatkan pahala ibadah. Sehingga begitu dilebihkan hartanya segera daftarkan haji dan jangan bingung dengan lamanya antrian. Karena jika sudah mendapatkan undangan dari Allah maka antrian itu tidak berlaku. Sebab menjadi tamu Allah, kapanpun diundang terserah Allah SWT.?

SMA Negeri 1 Slawi

“Umroh itu sunnah sehingga setiap ibdah umroh tidak akan mampu menggugurkan kewajiban hajinya. Meskipun nantinya meninggal sebelum berangkat maka akan tetap dicatat sebagai ibadah haji. Karena setiap uang yang ditaruh di jalan Allah, nantinya akan dikalikan 700 kali kebaikan. Pasti kembali bentuknya dalam apapun terserah Allah,” tegasnya,” katanya.

Kepada para calon tamu Allah dan Rasulullah, Hasan meminta agar senantiasa diberi kelancaran selama menjalankan ibadah haji maka hendaknya menghormati kedua orang tua. Apabila sudah meninggal, datangi kuburannya dan doakan kedua orang tuanya. “Orang tua itu adalah pintu surga dari Allah SWT,” terangnya.

Hasan mengharapkan agar ibadah haji ini dilaksanakan dengan niat ikhlas lahir dan batin untuk mencari ridho dari Allah. Lakukan tahapan demi tahapan ibadah haji dengan baik. Bacalah doa yang sudah dihafal karena tidak ada bacaan wajib yang menggugurkan ibadah hajinya.?

“Mabrur bukan di Mekah dan Madinah, tapi setelah pulang ke kampung halaman. Bagaimana ibadahnya meningkat dari sebelum menunaikan haji. Perbanyak di masjid dan bukan di hotel. Semoga diberi sehat oleh Allah, berangkat dan pulang sehat dan menjadi haji mabrur. Jaga ibadah sholat lima waktu dengan baik,” pungkasnya. (Syamsul Akbar/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Pesantren, Cerita SMA Negeri 1 Slawi

Kamis, 18 Januari 2018

Ayatollah Ali Khamenei Puji Semangat Para Pelajar Iran

Tehran,SMA Negeri 1 Slawi. Pemimpin Tinggi Iran Ayatollah Seyed Ali Khamenei, Rabu (9/5), mengungkapkan apresiasinya yang tinggi atas semangat, bakat, dan kepercayaan diri yang dimiliki para pelajar di Iran.



Ayatollah Ali Khamenei Puji Semangat Para Pelajar Iran (Sumber Gambar : Nu Online)
Ayatollah Ali Khamenei Puji Semangat Para Pelajar Iran (Sumber Gambar : Nu Online)

Ayatollah Ali Khamenei Puji Semangat Para Pelajar Iran

Dalam sebuah pertemuan dengan ribuan anak sekolahan, pemimpin spiritual itu mengatakan bahwa "periode sejarah saat ini, di mana bangsa Iran menegakkan moralitas dan meluncurkan sebuah gerakan yang menjadi momentum menuju tercapainya kemajuan saintifik dan kesejahteraan, generasi muda seharusnya mengisi tanggung jawab mereka yang berat".

Selasa, 16 Januari 2018

Dibarengi Haul Gus Dur, Muskercab PCINU Korsel Hasilkan 3 Program Strategis

Yeongcheon, SMA Negeri 1 Slawi

Ditengah cuaca musim dingin yang begitu ekstrim di Korea Selatan (Korsel), PCINU Korsel begitu semangat dan antusias mengadakan musyawarah kerja cabang (Muskercab) yang dibarengi dengan digelarnya Haul Ke-6 Gus Dur serta Haul Ke-2 Mbah Sahal Mahfudz akhir pekan lalu. Acara berlangsung begitu khidmat dengan dihadiri oleh para pengurus PCINU Korsel dan warga Nahdliyin.

Acara Haul Gus Dur dan Mbah Sahal dimulai dengan tahlil dan istighotsah. Diadakannya haul kedua tokoh besar NU ini diharapkan menjadi momentum untuk mengingat sejarah hidup Gus Dur dan Mbah Sahal. Pemikiran, ilmu, dan karya-karya mereka semoga bisa menjadi contoh dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

Dibarengi Haul Gus Dur, Muskercab PCINU Korsel Hasilkan 3 Program Strategis (Sumber Gambar : Nu Online)
Dibarengi Haul Gus Dur, Muskercab PCINU Korsel Hasilkan 3 Program Strategis (Sumber Gambar : Nu Online)

Dibarengi Haul Gus Dur, Muskercab PCINU Korsel Hasilkan 3 Program Strategis

Setelah acara haul selesai dilanjutkan dengan Muskercab rutin PCINU Korsel. Hadir sebagai pembicara, Ketua PCINU Korsel yang baru terpilih beberapa bulan lalu, Zaenal Arifin.

Zaenal berpesan kepada para pengurus NU di Korsel untuk tetap menjaga NU. "Bukti kita cinta Rosulullah yakni dengan mencintai ulama, dan NU adalah wadah berkumpulnya para ulama Ahlussunah Wal Jamaah,” ujarnya.

“Kalau ada yang mengaku cinta Nabi tetapi tidak cinta ulama, maka dia telah berbohong besar," imbuhnya.

SMA Negeri 1 Slawi

Dalam Muskercab tersebut, PCINU Korsel menghasilkan tiga ? program strategis diantaranya:

1. Mengadakan pelatihan kepemimpinan dasar, mencakup kepemimpinan, keaswajaan, manajemen masjid dengan tujuan memperkuat akidah dan sarana dakwah, serta benteng dari paham-paham radikal.

2. Menerbitkan buku-buku saku yang berisi tentang dasar-dasar amaliyah warga NU yang akan dibagikan gratis untuk jamaah masjid dan musholla diseluruh Korea Selatan.

SMA Negeri 1 Slawi

3. Pendatangan para dai NU dalam safari Ramadhan.

“Semoga acara tersebut dapat bermanfaat sebagai wadah silaturrahim antarwarga Nahdliyin di Korsel dan meningkatkan pelayanan PCINU Korsel dalam berkhidmah untuk umat melalui kegiatan-kegiatan tersebut. (Imam Sibaweh/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Pesantren, IMNU, Pondok Pesantren SMA Negeri 1 Slawi

Selasa, 09 Januari 2018

PCINU Jerman Adakan Pengajian Lintas Agama di Leipzig

Liepzig, SMA Negeri 1 Slawi

Warga NU di Leipzig mendatangkan Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Ampel Surabaya, Prof. Dr. Abd A´la pada silaturahmi antar? Warga Indonesia di negara tersebut pada (14/10). Kegiatan yang biasa cuma dihadiri WNI muslim itu, kali ini juga didatangi WNA non-muslim.

PCINU Jerman Adakan Pengajian Lintas Agama di Leipzig (Sumber Gambar : Nu Online)
PCINU Jerman Adakan Pengajian Lintas Agama di Leipzig (Sumber Gambar : Nu Online)

PCINU Jerman Adakan Pengajian Lintas Agama di Leipzig

Rektor UIN Surabaya menekankan pentingnya menjaga silaturahim antar umatmanusia. Islam mengajarkan tidak hanya menjalin hubungan horisontal antara Tuhan dengan makhluk (hablun min allah)), tapi juga mempererat hubungan vertikal antara sesama ciptaan-Nya (hablun min al-nas).

Lebih lanjut ungkap, Islam yang sebenarnya adalah agama yang mengayomi seluruh umat manusia. Agama yang rahmatan lil alamin, agama kasih sayang sekalian alam.

SMA Negeri 1 Slawi

WNA yang hadir sangat antusias dalam mengikuti acara itu. Mereka larut dalam diskusi yang diselenggarakan PCINU Jerman bersama PPI Leipzig. Vano Sondakh, Humas PPI Leipzig, mengatakan bahwa pengajian semacam itu sudah menjadi agenda rutin yang dilakukan setiap bulan.

SMA Negeri 1 Slawi

Menurut Suhendra, ilmuwan semikonduktor asal Padang yang telah 13 tahun berkarir di Jerman, mengungkapkan kegiatan semacam itu baginya menjadi penyejuk rohani di negara penganut rasionalisme bebas itu.

Selain itu, para WNI dan WNA juga dapat saling bertukar pengetahuan kebudayaan masing-masing. Alexis, misalnya, seorang arsitek asal Meksiko, mengungkapkan ia sangat menikmati nuansa keramahan dan keakraban yang ditunjukkan oleh orang Indonesia. Selain itu, ia sangat takjub dengan cita rasa masakan Indonesia yang pedas.

Pengajian semacam itu diharapkan bisa menjadi perekat hubungan antar umat beragama. Selain itu juga dapat menjadi ajang saling tukar informasi kebudayaan antar bangsa.

Kebebasan Beragama di Jerman

Konstitusi Nasional Jerman tahun 1919 dan 1949 menjamin kebebasan individu dalam menganut kepercayaan dan agama masing-masing. Tidak boleh ada yang melarang atau bersikap deskriminatif? terhadap kepercayaan atau pandangan keagamaan seseorang.

Sensus yang dibuat pada tahun 2011 menyebutkan bahwa 66.8%? warga Jerman menganut agama Kristen. Islam menempati posisi kedua terbanyak dengan penganut sekitar 5% dari populasi penduduk Jerman.

Menurut data dari Euro Islam, 70% kaum muslim di Jerman berasal dari Turki. Selebihnya dari Bosnia Herzegovina (sekitar 167,081), Iran (81,495), Maroko (79,794), Afganistan (65,830), Lebanon (46,812), Pakistan (35,081), Syria (29,476), Tunisia (24,533), Aljazair (16,974), serta asal Indonesia (12,660). (Kamal Yusuf/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Pesantren, Aswaja SMA Negeri 1 Slawi

Selasa, 02 Januari 2018

Dua Kepengurusan Ansor di Probolinggo Kerjasama Kelola BPUN

Probolinggo, SMA Negeri 1 Slawi



Bertempat di gedung Auditorium Hasan Center Probolinggo, dua Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda (PC GP) Ansor Probolinggo-Kraksaan Jawa Timur, menggelar pertemuan teknik (tehnical meeting) dengan peserta Bimbingan Pasca Ujian Nasional (BPUN) tahun ini pada Jumat (15/4)

Dua Kepengurusan Ansor di Probolinggo Kerjasama Kelola BPUN (Sumber Gambar : Nu Online)
Dua Kepengurusan Ansor di Probolinggo Kerjasama Kelola BPUN (Sumber Gambar : Nu Online)

Dua Kepengurusan Ansor di Probolinggo Kerjasama Kelola BPUN

Pembacaan istighotsah mengawali kegiatan temu teknis ini. Selanjutnya Ketua PC Gerakan Pemuda Ansor Kab. Probolinggo Muhlis mengatakan bahwa pihaknya akan berusaha mengemas kegiatan ini semenarik mungkin, disamping bertujuan untuk memperkenalkan tradisi warga Nahdlatul Ulama.

Dia mengatakan, "Tradisi spiritual warga NU semoga bisa menjadi penggugah para peserta untuk selalu berusaha keras dan senantiasa berdoa." Selanjutnya para peserta Bimbingan Pasca Ujian Nasional (BPUN) tahun ini akan melaksanakan tes tulis dan dikarantina di pesantren Hati Toroyyan Kraksaan. ?

Sementara Taufik, Ketua PC Gerakan Pemuda Ansor Kota Kraksaan menyampaikan sangat bahagia dengan adanya kegiatan yang diadakan bersama antara PC GP Ansor Kab. Probolinggo dan Kota Kraksaan. Dari sinilah nantinya akan mampu memperkuat tradisi NU dalam bergotong-royong, membahu membahu antara yang satu dengan lainnya terutama dengan Pemerintah Daerah Kab. Probolinggo.

Ia mengatakan, ini merupakan amanah yang harus dijalankan dengan baik dan penuh semangat. Taufik yakin bahwa PR Gerakan Pemudat Ansor sudah pasti mengetahui program kegiatan yang akan dilaksanakan oleh PAC Gerakan Pemuda Ansor di wilayahnya masing-masing, sekaligus sebagai ajang silaturrahim antara dua cabang yang sama-sama berada di daerah Probolinggo. Dalam mengemban amanah memajukan anak bangsa ini, tutupnya. Red: Mukafi Niam

SMA Negeri 1 Slawi

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Pesantren, Pondok Pesantren, Syariah SMA Negeri 1 Slawi

SMA Negeri 1 Slawi

Jumat, 29 Desember 2017

Sempat Ditolak Warga, Pembangunan Masjid Batuplat Kota Kupang Akhirnya Dilanjutkan

Kupang, SMA Negeri 1 Slawi. Pembangunan Masjid Nur Musafir, yang sebelumnya dihentikan Walikota Kupang Daniel Adoe pada tahun 2012 lalu, lantaran ada penolakan dari masyarakat setempat akhirnya bisa dilanjutkan. Selama empat tahun lamanya, persoalan pembangunan Masjid ini baru bisa dilanjutkan setelah Walikota Kupang Jonas Salean mencabut kembali surat larangan pembangunan.

Berdasarkan pantuan SMA Negeri 1 Slawi, pembangunan lanjutan Masjid Nur Musafir ini dihadiri tiga pejabat Kementerian Agama, yakni Dirjen Bimas Islam Prof Machasin, Dirjen Bimas Protestan Odita Hutabarat, dan Sekretaris Dirjen Bimas Agus Tungga Gempa. Selain itu tampak hadir Ketua MUI NTT KH ? Abdulkadir Makarim, Kapolres Kupang AKBP Budi Hermawan, Kabinda NTT, Dandim 1604 Kupang, PW Ansor NTT, PC Ansor Kota Kupang, Pemuda Lintas Agama dan jajaran Forkopinda Kota Kupang.

Sempat Ditolak Warga, Pembangunan Masjid Batuplat Kota Kupang Akhirnya Dilanjutkan (Sumber Gambar : Nu Online)
Sempat Ditolak Warga, Pembangunan Masjid Batuplat Kota Kupang Akhirnya Dilanjutkan (Sumber Gambar : Nu Online)

Sempat Ditolak Warga, Pembangunan Masjid Batuplat Kota Kupang Akhirnya Dilanjutkan

Walikota Kupang Jonas Salean mengatakan, baru pertama kali di NTT bahkan mungkin di Indonesia, dua Dirjen hadir bersamaan peletakan batu pertama pembangunan mesjid di tingkat kelurahan. "Ini baru pertama kali terjadi pembangunan masjid di hadiri dua Dirjen," kata Jonas dalam sambutan pembukaan pembangunan lanjutan Masjid Nur Musafir Batuplat, Senin (11/4).

Diakui Jonas, pembangunan masjid ini memang banyak kendala karena pendekatan yang keliru sehingga ada warga Batuplat yang tersinggung kemudian menolak pembangunan masjid. Namun setelah pemerintah melakukan mediasi antar warga, akhirnya disepakati pembangunan masjid dilanjutkan.

Dikatakan Jonas, sesuai motto kota yang didasarkan pada KASIH (Kupang, Aman, Sehat, Indah Harmonis), menjadikan warga Kota Kupang hidup rukun dan damai. "Kita tidak ada lagi muncul perbedaan di antara kita, sebab kita ini masih bersaudara, "ungkapnya.

Dirjen Bimas Islam, Machasin dalam sambutannya mengatakan, pembangunan Masjid Nur Musafir ini memang sebelumnya ada persoalan. Namun ia menilai permasalahan tersebut bisa diselesaikan jika masyarakat mengedepankan kerukunan. " Dengan kerukunan yang menjadi baromoter maka semua masalah bisa diselesaikan," pungkasnya. (Ajhar Jowe/Zunus)

SMA Negeri 1 Slawi

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Pesantren, Nasional SMA Negeri 1 Slawi

SMA Negeri 1 Slawi

Minggu, 24 Desember 2017

Pengajian Dialogis Permudah Masyarakat Pahami Islam

Kudus, SMA Negeri 1 Slawi - Menjelang Ramadhan, sekitar 600 orang dari berbagai lapisan masyarakat memadati Pengajian Pitulasan di pendopo Yayasan Makam dan Masjid Menara Sunan Kudus (YM3SK), Jawa Tengah. Tradisi khas Kudus tiap Ramadhan sejak puluhan tahun lalu ini merupakan pengajian dialogis. Hadirin dapat langsung menanyakan berbagai persolan Islam maupun kehidupan secara umum dengan narasumber.

Hadir dalam kesempatan yang dimoderatori oleh KH M Faruq Senin (27/6) malam tersebut, empat kiai besar Kudus yang menjadi narasumber, yakni KH Nadjib Hassan, KH Ulil Albab Arwani, KH Hasan Fauzi, KH Arifin Fanani.

Pengajian Dialogis Permudah Masyarakat Pahami Islam (Sumber Gambar : Nu Online)
Pengajian Dialogis Permudah Masyarakat Pahami Islam (Sumber Gambar : Nu Online)

Pengajian Dialogis Permudah Masyarakat Pahami Islam

Adapun tema utama yang disampaikan pada pengajian dialogis tersebut adalah bab zakat. KH Nadjib Hassan dalam pengantar materinya menuturkan bahwa pembahasan tentang zakat sangat penting, meskipun ibadah ini dilakukan setahun sekali, tetapi tidak sedikit yang tidak tahu atau lupa mengenai tata caranya.

"Masalah yang berkaitan zakat semakin lama semakin berkembang. Tidak ada salahnya kita mempelajari lagi pembahasan tentang zakat," ujar kiai yang juga Ketua YM3SK itu.

SMA Negeri 1 Slawi

Dengan suguhan kopi hangat yang disediakan oleh panitia untuk seluruh hadiran, malam itu ada belasan hadirin yang mengacungkan jari lalu menanyakan 1-3 masalah tentang zakat yang dihadapkan dengan perkembangan zaman yang semakin kompleks. Tidak sedikit juga hadirin yang menanyakan beragam masalah di luar bab zakat. Tak jarang ada yang menanyakan dari masalah sepele, konyol sampai masalah aktual.

Secara bergantian, satu demi satu para kiai yang menjadi narasumber itu menjawab dengan berlandaskan keterangan atau kaidah yang ada di dalam kitab-kitab kuning dalam tradisi kalangan Ahlussunnah wal-Jamaah.

SMA Negeri 1 Slawi

Saifur Rohman, hadirin asal Desa Kaliwungu, Kudus, mengungkapkan pengajian dialogis ini menambah wawasan dan ilmu yang bermanfaat bagi masyarakat.

"Terutama pengajian dialogis. Jarang-jarang ada di tengah masyarakat karena biasanya hanya orang-orang tertentu saja. Ini kesempatan besar bagi kita sebagai pemula, pelajar maupun orang dewasa campur menjadi satu untuk bertukar pikiran," ungkap pria yang menanyakan hukum Kebiri Kimia bagi pelaku kekerasan seksual pada anak.

Senada dengan Rohman, Bahrul Ulum, pelajar asal Desa Mlati, Kudus ini merasa mendapatkan banyak manfaat. Bagi pemuda yang menanyakan masalah zakat ini menilai pengajian dialogis tersebut membuka wawasan baru tentang hukum-hukum Islam yang terkadang dianggap sepele, padahal apabila dijabarkan sangat luas isinya.

Di ujung acara, sekitar pukul 12 malam, para kiai tidak lupa meminta maaf tatkala ada hal-hal yang dirasa kurang atas jawaban diberikan. "Semoga acara ini mendapatkan barokah dan manfaat," pungkas Kiai Nadjib Hassan yang juga Ketua Lembaga Bahtsul Masail PBNU. (M. Zidni Nafi/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Daerah, Kiai, Pesantren SMA Negeri 1 Slawi

Senin, 18 Desember 2017

Hari Kartini, Ratusan Pelajar MTs di Sidoarjo Kampanye Antinarkoba

Sidoarjo, SMA Negeri 1 Slawi - Ratusan pelajar MTs di Sidoarjo memperingati Hari Kartini dan Hari Buku Inernasional. Mereka mengampanyekan gerakan antinarkoba di kalangan pelajar, Sabtu (23/4). Pada kesempatan ini juga mereka menggelar aksi baca bersama sebagai bentuk ajakan untuk kalangan pelajar agar gemar membaca buku.

Mereka mengawali aksinya dengan pembacaan dzikir dan istighotsah. Mereka mengirimkan doa kepada Nabi Muhammad SAW, para ulama, pejuang bangsa, para pendiri NU, pendiri YPM Sidoarjo, dan RA Kartini.

Hari Kartini, Ratusan Pelajar MTs di Sidoarjo Kampanye Antinarkoba (Sumber Gambar : Nu Online)
Hari Kartini, Ratusan Pelajar MTs di Sidoarjo Kampanye Antinarkoba (Sumber Gambar : Nu Online)

Hari Kartini, Ratusan Pelajar MTs di Sidoarjo Kampanye Antinarkoba

Yosi Aprilia, siswi kelas 7 MTs YPM Sidoarjo berorasi mengajak pelajar lain dan lingkungannya untuk menjauhi narkoba.

SMA Negeri 1 Slawi

"Narkoba itu berbahaya dan bisa merusak cita-cita generasi penerus bangsa. Untuk itu hindari narkoba. Kami juga ingin memotivasi para pelajar lainnya supaya gemar membaca dan belajar. Karena, dalam waktu dekat ini, siswa dan siswi kelas 9 akan melaksanakan ujian nasional," kata Yosi Aprilia.

Kepala Sekolah MTS YPM 1 Wonoayu, Sidoarjo, Suhardi mengatakan bahwa para siswa diberikan ilmu agama, dan dididik mentalnya agar tidak terjerumus ke dalam perbuatan negative untuk mendidik akhlak mereka.

SMA Negeri 1 Slawi

"Selama ini kami juga melakukan sosialisasi bahaya narkoba ke kelas-kelas. Jika terdapat salah satu siswa yang menggunakan narkoba, kami tidak segan-segan untuk mengeluarkan siswa tersebut. Semoga dengan kegiatan Hari Kartini dan Hari Buku Internasional ini para siswa bisa mengambil hikmahnya," ujar Suhardi.

Selain aksi, para siswa juga mendapatkan materi dan wawasan seputar bahaya narkoba, miras, dari Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Sidoarjo. Pihak BNN mengapresiasi dan memberikan respon positif atas aksi ratusan pelajar MTs ini.

"Ini sangat baik dan inovatif. Saya minta kepada para pelajar, tolong jangan mengikuti kegiatan yang kurang baik. Jangan sampai menggunakan narkoba, miras, dan lain sebagainya yang merugikan diri sendiri," pesan Syamsudin, anggota BNN Sidoarjo bagian pencegahan dan pemberdayaan masyarakat.

Peringatan Hari Kartini dan Hari Buku internasional ini juga dimeriahkan oleh penampilan para siswi berupa fashion show dengan mengenakan busana kebaya. Dengan semangat dan antusias, mereka berlenggak-lenggok menampilkan kebaya yang dikenakannya. (Ika Auza Riati/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Tegal, Pesantren SMA Negeri 1 Slawi

Minggu, 17 Desember 2017

Bantu Pelajar, IPPNU Pekalongan Sampaikan Kiat Sukses UN, Materi Jurnalistik, dan Kewirausahaan

Pekalongan, SMA Negeri 1 Slawi - Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (PC IPPNU) Kabupaten Pekalongan menggelar pelatihan jurnalistik dan kewirausahaan. Kegiatan ini diadakan untuk meningkatkan kapasitas dan kemampuan mengelola blog dan kemampuan berwirausaha.

Acara yang berlangsung Kamis-Jumat (16-17/11) di Gedung PCNU Pekalongan ini diikuti oleh 60 peserta delegasi dari masing-masing Pimpinan Anak Cabang (PAC) IPPNU se-Kabupaten Pekalongan.

Bantu Pelajar, IPPNU Pekalongan Sampaikan Kiat Sukses UN, Materi Jurnalistik, dan Kewirausahaan (Sumber Gambar : Nu Online)
Bantu Pelajar, IPPNU Pekalongan Sampaikan Kiat Sukses UN, Materi Jurnalistik, dan Kewirausahaan (Sumber Gambar : Nu Online)

Bantu Pelajar, IPPNU Pekalongan Sampaikan Kiat Sukses UN, Materi Jurnalistik, dan Kewirausahaan

"Ada tiga kegiatan yang dilaksanakan dalam acara pelatihan ini, yakni jurnalistik, kewirausahaan, dan sukses UN," ujar Ketua IPPNU Pekalongan Maghfiroh.

SMA Negeri 1 Slawi

Dalam pelatihan jurnalistik, peserta difokuskan ke masalah pengelolaan blog yakni teknik pengambilan gambar, teknis pengisian blog, serta jurnalistik dasar sebagai pelatihan lanjutan yang tahun lalu sudah dilatih bagaimana membuat blog. Sedangkan masalah kewirausahaan difokuskan pada masalah masalah memulai usaha dan strategi membuka pasar dan meraih konsumen.

Maghfiroh mengatakan, pelatihan ini dimanfaatkan untuk membidik anggota dari kalangan pelajar yang saat ini duduk di kelas XII di aman sebentar lagi mereka akan menghadapi ujian nasional. Dalam pelatihan yang digelar selama dua hari panitia menyisipkan materi kiat sukses ujian nasional.

Ia berharap, pelatihan ini dapat menumbuhkan semangat di kalangan pelajar untuk mengelola blog sekaligus berwirausaha yang sukses menempuh ujian nasional.

SMA Negeri 1 Slawi

Maghfiroh menyadari bahwa sebagai organisasi pelajar yang memiliki 287 ranting se-Kabupaten Pekalongan, diperlukan media yang mampu menjangkau hingga pelosok. Hingga saat ini pihaknya belum memiliki media sebagai ajang informasi dan komunikasi yang efektif. Meski saat ini telah ada media sosial (medsos) akan tetapi blog atau website merupakan kebutuhan organisasi yang sangat mendesak untuk diadakan atau direalisasikan.

"Mengelola blog adalah langkah awal untuk melatih anggota agar lancar dan terampil mengelola media, sedangkan tujuan utamanya adalah PC IPPNU Kabupaten Pekalongan memiliki website sendiri," harapnya. (Abdul Muiz/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Pesantren SMA Negeri 1 Slawi

Jumat, 08 Desember 2017

Syaiful Bahri Ansori Kembali Pimpin Sarekat Buruh NU

Jakarta, SMA Negeri 1 Slawi - Syaiful Bahri Anshori terpilih kembali sebagai Presiden Konfederasi Sarekat Buruh Muslimin Indonesia (Sarbumusi) untuk masa khidmah 2016-2021. Ia terpilih secara aklamasi dalam Kongres Akbar V Konfederasi Sarbumusi di Balai Besar Pengembangan dan Perluasan Kerja (BBPPK) Kemenaker RI, Jalan Raya Lembang, Bandung, Ahad (30/4) siang.

Alhamdulillah kita menyelesaikan kongres ini dengan lancar. Saya mohon maaf atas masalah teknis dalam penyelenggaraan kongres ini. Semoga Sarbumusi ke depan menjadi lebih maju digerakkan oleh pengurus yang menginginkannya maju,” kata Syaiful Bahri Anshori dalam sambutannya setelah ditetapkan sebagai Presiden Konfederasi dalam sidang Kongres Sarbumusi.

Syaiful Bahri Ansori Kembali Pimpin Sarekat Buruh NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Syaiful Bahri Ansori Kembali Pimpin Sarekat Buruh NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Syaiful Bahri Ansori Kembali Pimpin Sarekat Buruh NU

Syaiful Bahri sebelumnya diamanahi sebagai Ketua Umum Sarbumusi masa khidmah 2010-2015.

SMA Negeri 1 Slawi

Salah seorang ketua federasi Sarbumusi yang memimpin sidang ini Muhit Effendi mengatakan bahwa tim formatur dibentuk terlebih dahulu. Tim formatur berjumlah sembilan orang termasuk Presiden terpilih Konfederasi Sarbumusi.

“Delapan orang terdiri atas pengurus DPW dan Sarbumusi utusan luar negeri, dan satu dari DPP. Formatur menyusun kepengurusan selambat-lambatnya satu bulan,” kata Muhit Effendi yang menyimpulkan hasil musyawarah peserta kongres.

SMA Negeri 1 Slawi

Sementara revisi draf sidang komisi organisasi dan rekomendasi akan diselesaikan oleh tim finalisasi yang terdiri atas pengurus baru Konfederasi Sarbumusi. Mereka akan bekerja menyelesaikan revisi paling lambat 50 hari setelah kongres.

“Saya mohon maaf dan terima kasih kepada peserta kongres. Semoga kekurangan-kekurangan di kongres ini menjadi catatan bagi kami ke depan. Alhamdulillah kongres ini berjalan baik dengan mengakomodasi aspirasi semua peserta kongres,” kata Ketua panitia kongres Sarbumusi Jazim. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Habib, Pesantren, Sholawat SMA Negeri 1 Slawi

Kamis, 30 November 2017

PBNU Nilai Komunikasi Politik Pemerintah dengan Rakyat Tak Berjalan Optimal

Jakarta, SMA Negeri 1 Slawi. Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siroj menilai bahwa komunikasi politik antara pemerintah dan rakyat dalam demo 4 November tidak berjalan dengan optimal. Karena tuntutan bertemu Presiden tidak terpenuhi.?

PBNU Nilai Komunikasi Politik Pemerintah dengan Rakyat Tak Berjalan Optimal (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU Nilai Komunikasi Politik Pemerintah dengan Rakyat Tak Berjalan Optimal (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU Nilai Komunikasi Politik Pemerintah dengan Rakyat Tak Berjalan Optimal

“Kami menyayangkan kelambanan pemerintah dalam melakukan komunikasi politik dengan rakyatnya. Sebab itu, kami mendesak kepada pemerintah untuk segera melakukan dialog yang lebih intensif dengan seluruh lintas tokoh, pemuka agama sehingga terbangun suasana yang kondusif,” ujar Kiai Said, Sabtu (5/11) di Jakarta.

Pengasuh Pesantren Al-Tsaqafah Ciganjur Jakarta Selatan ini mengapresiasi Aksi Damai 4 November sebagai bagian dari cara rakyat dalam berdemokrasi. Di mana Umat Islam telah menunjukkan cara berdemokrasi yang beradab dalam menyampaikan pikiran dan aspirasinya.?

Menurut Kiai Said, Aksi Damai 4 November tentu hendak meluruskan etika berpolitik para pemimpin. Karena hakikat kepemimpinan adalah memberikan teladan yang baik (uswatun hasanah), bukan dengan mengeluarkan kebijakan atau pernyataan yg menimbulkan kontroversi/perpecahan di kalangan masyarakat.

SMA Negeri 1 Slawi

“Apalagi menimbulkan hal yang mengarah pada upaya penistaan atas agama, hal ini tidak dibenarkan dalam hukum dan perundang-undangan kita,” jelas Guru Besar Ilmu Tasawuf ini.?

Kiai asal Kempek Cirebon ini menyampaikan, PBNU menyeru kepada Kepolisian untuk segera mengusut tuntas dugaan penistaan agama yang dilakukan oleh Basuki Tjahaja Purnama ini sesuai dengan hukum dan perundang-undangan.

Adapun mengenai kericuhan yang ditimbulkan, lanjut Kiai Said, pihaknya tidak yakin bahwa itu dilakukan para pengunjuk rasa Aksi Damai 4 November. “Kami justru menengarai hal itu dilakukan oleh keompok yang ingin merusak kemurnian dan niat suci dari tujuan gerakan Aksi Damai 4 November,” terangnya.

Dia juga menyerukan kepada seluruh rakyat Indonesia untuk bersatu padu, senantiasa membangun ukhuwah dan memperkokoh ikatan kebangsaan kita. “Semoga peristiwa ini menjadi pelajaran yang paling berharga bagi kita sebagai bangsa agar tidak mengulanginya lagi,” tandasnya. (Red: Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi

SMA Negeri 1 Slawi Halaqoh, Pesantren SMA Negeri 1 Slawi

Senin, 27 November 2017

Pancasila-NKRI Terancam, PWNU Kumpulkan PC dan PR se-Jatim

Surabaya, SMA Negeri 1 Slawi. Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur (Jatim) Ali Maschan Moesa mengatakan, saat ini, gerakan untuk mengganti Pancasila sebagai dasar negara dan ancaman keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) semakin menguat. Karena itu, pihaknya akan mengumpulkan para Pengurus Cabang (PC) dan Pengurus Ranting (PR) NU se-Jatim.

“Dalam hal ini, NU jelas akan mempertahankan NKRI, karena bagi NU, NKRI merupakan bentuk final. Tidak ada tawar-menawar lagi,” tegas Ali, begitu panggilan akrab Pengasuh Pondok Pesantren Luhur Al-Husna, Surabaya, itu kepada SMA Negeri 1 Slawi di Surabaya, Kamis (31/5) kemarin.

Pancasila-NKRI Terancam, PWNU Kumpulkan PC dan PR se-Jatim (Sumber Gambar : Nu Online)
Pancasila-NKRI Terancam, PWNU Kumpulkan PC dan PR se-Jatim (Sumber Gambar : Nu Online)

Pancasila-NKRI Terancam, PWNU Kumpulkan PC dan PR se-Jatim

Selain itu, menurut Ali, agenda besar yang juga akan dibicarakan pada acara tersebut ialah tentang penguatan paham Ahlussunnah Wal Jamaah (Aswaja), sebagaimana dianut NU. Sebab, seperti diketahui, saat ini wacana Aswaja sudah banyak diperebutkan kelompok Islam lainnya, “Meski perilaku mereka tidak sesuai dengan ajaran Salafus Shalih, mereka juga tidak segan mengaku sebagai Aswaja,” tandasnya.

Dosen Institut Agama Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya itu menambahkan, pertemuan itu juga untuk membangun kembali NU, baik dari sisi jamaah maupun jamiyah (organisasi). Kedua unsur itu merupakan kesatuan yang sangat penting dalam tubuh NU. “Seperti sayap kanan dan kiri pesawat, keduanya penting, saling mendukung, dan menjadi penyeimbang lajunya pesawat,” tuturnya.

Dalam hal penguatan keorganisasian, pihaknya berupaya menertibkan administrasi. Seluruh PC dan PR yang tidak aktif, nantinya diminta untuk segera melakukan reformasi kepengurusan sekaligus ditetapkan dalam Surat Keputusan (SK) PC. Begitu juga bagi PR yang aktif namun belum memiliki SK, diminta juga melakukan hal yang sama.

SMA Negeri 1 Slawi

“Dan setiap Pengurus Ranting nantinya diminta untuk mendaftar seluruh anggotanya dengan tertib, lengkap dengan nomor induknya,” ujar Ali.

Pertemuan besar yang bakal digelar sepanjang bulan Juni dan Juli itu akan melibatkan 9.552 PR, 676 Majelis Wakil Cabang (MWC) dan 44 PC se-Jatim. Masing-masing PR diminta mengirimkan dua orang, terdiri dari ketua dan rais syuriah.

Pertemuan dilakukan dengan model pengelompokan. Dibagi menjadi sembilan kali pertemuan. Masing-masing bagian terdiri dari 4 hingga 6 PC terdekat. Pertemuan pertama dilakukan di Pendopo Kabupaten Probolinggo pada 2 Juni. Pertemuan di kota mangga itu diperuntukkan bagi PCNU Kabupaten dan Kota Probolinggo, Kraksaan, Lumajang dan Bangil.

SMA Negeri 1 Slawi

Sedangkan, pertemuan kedua bertempat di Ponpes Al-Hikam, Malang, pada 3 Juni. Pertemuan itu diikuti PCNU Kabupaten dan Kota Malang, Kabupaten dan Kota Pasuruan dan Kota Batu. Terakhir, dijadwalkan pada 29 Juli di Ponpes Darul Falah Bondowoso untuk PCNU Bondowoso, Jember, Kencong, Banyuwangi dan Situbondo. (sbh)

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Pesantren, Fragmen, Aswaja SMA Negeri 1 Slawi

Jumat, 24 November 2017

Kesebelasan Pengahafal Al-Qur’an

Anak muda duduk berjajar sila setengah lingkaran. Jumlahnya sebelas. Masing-masing menghadapi recal yang di atasnya terbuka kitab suci Al-Quran. Mereka lalu membaca bersama-sama Surat Ath-Thariq. Sekonyong-konyong bacaan mereka berhenti. Pasalnya ada bunyi satu ketukan. Mereka mengulang satu kalimat. Jika ketukan berbunyi lagi, kembali mereka mengulang.

Sebelas anak itu sedang diperiksa bacaannya, mulai makhorijul huruf, panjang pendeknya bacaan, dan waqafnya. Jika ada yang tak beres, maka ketukan itu berbunyi. Sumbernya dari tangan Ustadz Ramdani yang duduk bersandar ke sebuah tiang di tengah majelis ta’lim di hadapan mereka.

Kesebelasan Pengahafal Al-Qur’an (Sumber Gambar : Nu Online)
Kesebelasan Pengahafal Al-Qur’an (Sumber Gambar : Nu Online)

Kesebelasan Pengahafal Al-Qur’an

Pemeriksaan bacaan itu rutin dilakukan tiap malam, kecuali malam Jumat. Tiap malam membaca satu surat pada juz 30. Ketika sampai surat An-Nas, esoknya mereka akan memulai lagi dari ‘amma yatasyalun demi menjaga hafalan juz terakhir tersebut. Begitu putaran waktu sebelas anak yang dilakukan selepas isya di majelis ta’lim Al-Guroba, Binong, Kecamatan Curug, Kabupaten Tangerang, Banten.

SMA Negeri 1 Slawi

Mereka tidak hanya diperiksa bacaan, tapi juga menghafalnya. Pagi selepas Subuh, mereka akan setor beberapa ayat ke Ustad Ramdani. Siang, selepas dhuhur, mengulang hafalan. Sore setor. Maghrib mengulang. Kemudian ketemu isya lagi, diperiksa bacaan juz 30.

Pada ashar dan maghrib, mereka harus menyatu dengan santri kalong. Waktu ashar, sekitar 40an anak datang ke majelis itu. Rata-rata usia mereka 10 tahun ke bawah. Mereka akan belajar membaca Iqra di berbagai tingkatan, menghafal doa-doa, ayat-ayat pendek, serta Ratib Haddad.

Selepas magrib, sekitar 50an anak datang lagi ke masjid itu. Kali ini usia mereka 10 tahun ke atas sampai usia kelas 3 SMA. Mereka juga belajar membaca Al-Quran dan menghafalnya. Sebelum dihafal, mereka diberi tahu dulu cara membacanya.

SMA Negeri 1 Slawi

Cara mengaji di majelis itu adalah, sekitar tiga anak maju dengan Al-Qurannya masing-masing ke hadapan Ramdani. Kemudian membacakaan ayat masing-masing secara bersamaan. Bisa saja mereka membaca ayat berbeda karena capaian ketiganya berbeda. Masing-masing membacakannya sampai tiga ayat. Anak yang tidak dikoreksi, dia akan segera mundur. Sementara yang belum lancar, akan tetap di situ sampai bisa. Setelah bisa, dia akan mundur juga digantikan yang lain. Terus begitu. Ramdani menyimak semuanya dengan cermat dan benar. Ia memejamkan mata, sesekali buku tangannya mengetuk recal, jika bacaan sang anak meleset.

“Bapak itu aneh, ngantuk aja tahu kalau bacaan saya salah. Padahal ia menyimak bacaan tiga orang,” ujar Syahrul, salah seorang santri.

Ramdani adalah sedikit ustad yang hafal Al-Qur’an 30 juz di luar kepala. Bahkan Iqra saja hafal karena saking seringnya mengajar. Kemudian menyimak bacaan anak-anak seperti dengan feeling saja. “Yang salah itu anak mana saya nggak tahu,” katanya, “tapi telinga saya merasakan ada yang salah baca,” lanjutnya.  

Sementara membagi konsentrasi, fokus ketiga anak dengan bacaan berbeda, menurut dia karena sering dilakukan dan dalam waktu lama, bertahun-tahun. “Siapa pun bisa kalau sering dan lama melakukannya,” katanya.

Menghafal dari depan dan Belakang

Kesebalasan anak itu adalah mereka yang tidur di pondok yang didirikan Ramdani. Ia menamainya dengan Bustanu Musyaqil Qur’an. Di situ cuma tiga kamar kamar kecil. Di antara mereka ada yang masih sekolah formal, hanya mengaji, dan mengaji sambil bekerja. Makan dan minum ditanggung Ramdani. Bahkan di antara mereka, yang yatim piatu, disedikan uang jajannya.

Santri-santri itu penghafal Al-Qur’an itu dibagi dua kelompok. Bagi yang hanya ngaji, memulai menghafal dari juz 1 ke belakang. Sementara yang masih sekolah dan bekerja dari juz 30 mundur. Capaian tertinggi santri yang cuma menghafal atas nama Syahrurramadhan. Anak Betawi itu sudah hafal 21 juz. Sementara yang masih sekolah atas nama Ilman Fernando Chaniago. Di bawahnya ada Fajri, anak Prubalingga yang hafal 10 juz. Anak keturunan Sumatera Barat yang sekarang duduk di kelas 1 SMA tersebut hafal 6 juz dari juz 30 ke juz 24.

“Awalnya ngaji aja nggak mau. Dianterin orang tuanya ke sini, nggak ngaji, nggak apa, nangis mulu,” kata Ramdani mengisahkan Ilman yang masuk masuk tahun 2012.

Sekali waktu ada orang tua yang menceritakan nilai anaknya di sekolah jelek. “Santai saja. Kita lihat perubahannya. Nanti kalau dia sudah tahu caranya menghafal akan berubah,” jawab Ramdani .

Jawaban Ramdani tidak omong kosong. Sekarang banyak anak yang ngaji di situ menduduki ranking satu di kelasnya. Bisa dipastikan anak-anak majelis di berada dalam 10 besar di tingkatannya masing-masing. Termasuk Syahrul waktu sekolah, ia tak lepas dari ranking 2 atau 3. Sementara ranking 1 juga dari majelis itu. “Kalau sudah tahu metodenya menghafal ya begitu,” katanya.

Keberhasilan Ramdani juga ditunjukkan pada sebelas anak itu. Selain Syahrul 21 Juz, ada Fajriyanto 10 juz, Ilman 6 juz,  Ilham 4 juz, Akbar, Afwan, dan Alfin  juz dua, Rayan dua juz.  Sementara Bakti dan yuda baru mulai menghafal. Serta puluhan anak yang sudah menghafal doa-doa, surat pendek, dan Ratib Haddad.   

Keberhasilan itu didapat karena keseriusan dari dua belah pihak, Ramdani dan santri-santrinya. Terutama tekun menghafal dan disiplin jadwal. Sebetulnya, jadwal itu longgar dan bisa dikatakan berbeda. Misalnya, Syahrul hari Senin pagi setoran, siang ngulang, sore hafalan. Maghrib membantu mengajar ngaji tak lebih dari 4 sampai 5 orang.

Mulanya dari Radio

Ramdani, pria kelahiran Cileduk, Jakarta 1976 tersebut mengaku berasal dari keluarga pedagang. Hampir semua saudaranya berprofesi itu. Selepas SD tiba-tiba saja dia ingin mondok, ia nyantri sambil sekolah tingkat SMP di salah satu pesantren di Kebon Jeruk, Jakarta Barat di bawah asuhan KH Dasuki Adnan. Pesantren itu bergaya salafi modern.

Menurut dia, mulanya minat ke pondok pesantren karena pas kecil sekitar tahun 80an, tiap pagi ayahnya mendengar ceramah-ceramah agama di radio atau lagu-lagu kasidah dan gambus. Suatu ketika ayahnya pernah bilang, “jadi penceramah dan guru ngaji itu enak. Tidak kerja.”

Minatnya pada ilmu agama, selepas SMP, ia lanjutkan nyantri sambil sekolah di Pesantren Darut Tafsir, Bogor, Jawa Barat, di bawah Asuhan KH Istikhori Abdarurohman. Selepas lulus, ia balik lagi ke rumah. “Nganggur, kerja nggak, kuliah juga nggak,” katanya.

Kemudian ia memaksa orang tuanya untuk melanjutkan mondok. Padahal waktu itu juga ayahnya meminta untu kuliah. Tapi ia bersikeras untuk mondok lagi. Kali ini ingin ke pesantren hafalan Al-Qur’an.

Akhirnya pada tahun 1995, ia diberi ongkos 200 ribu oleh orang tuanya. Tujuannya kota Demak, Jawa Tengah. Kota itu ia tuju bukan tak berdasar, melainkan atas keterangan gurunya semasa di Darut Tafsir. Di daerah tersebut, konon ada pesantren khusus menghafal Al-Quran. Namanya pesantren Bustanu Musyakil Quran, taman pencinta A-Qur’an di bawah asuhan KH Harir Muhammad.

Di situlah ia kemudian membaca Al-Quran bin nadhar selama 6 bulan. Ketika akan melanjutkan menghafal Al-Quran, ia disuruh pulang dulu, diminta kiainya untuk meminta izin orang tua memulai menghafal Al-Qur’an. “Karena udah terpaksa orang tua memberikan izin. Saya ingin dikuliahkan sama orang tua sampai S3,” terangnya.

Soal izin orang tua ini, ia terapkan juga di majelisnya. Anak harus diantar orang tuanya. Jika anaknya bolos, orang tuanya akan dipanggil, ditanya keseriusan mengaji di situ. Jika tidak serius, anak itu diminta pidah ke majelis lain. Itu ia lakukan supaya tidak meracuni temannya yang lain. Tidak mencontohkan untuk bolos dan sebagai peringatan bagi yang lain supaya serius.

Pada tahun 2002 ia menikah dengan gadis kelahiran Desa Binong. Di situ ia mengajar sekolah formal di yayasan pendidikan milik mertuanya. Di tengah aktivitasnya, ia tetap merawat hafalannya. Bercita-cita juga ingin membangun majelis sendiri untuk prnghafal Al-Quran. “Orang yang hafal itu berharap ada yang hafal dari dirinya sendiri,” katanya.

Karena, kata dia, mengajarkan baca Al-Qur’an dan membimbing orang lain menghafalkannya, pahala akan mengalir terus.

Untuk mewujudkan cita-citanya itu, pada tahun 2010, ia berhenti total dari aktivitas mengajar di sekolah formal. Ia membangun majelis di atas tanah miliknya. Kemudian tahun 2011 mulai membangun pondok 3 kamar.  

Kepada anak-anak yang mengaji ia menyusupkan cerita-cerita serta keutamaan penghafal Al-Qur’an, mulai dari hadits nabi serta qaul-qaul ulama. “Sering ngasih motivasi dan bercerita keutamaan orang-orang menghafal Al-Quran,” kata Syahrul. “Nanti penghafal AL-Qur’an berhak mensyafaati 10 orang keluarganya di akhirat. Waduh banyak juga ya. Itu ingat terus sampai sekarang,” lanjut santri generasi pertama tersebut.  

Ia terpesona motivasi itu karena berdasar cerita orang tuanya, leluhurnya jauh dari agama. Ada yang seumur-umur tidak shalat. ”Motivasi itu sangat luar biasa banget bagi saya. Saya ingin meneyelamatkan keluarga,” katanya. (Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi AlaSantri, Pesantren, Ubudiyah SMA Negeri 1 Slawi

Selasa, 14 November 2017

Ulama Perempuan Indonesia Diperhitungkan dalam Sejarah

Cirebon, SMA Negeri 1 Slawi. KH Husein Muhammad menyebutkan sejumlah ulama perempuan Indonesia yang popular seperti seperti Rahmah el-Yunusiyah (Padang Panjang, Sumatera Barat), Nyai Khoiriyah Hasyim (Jombang),Teungku Fakinah (Aceh), Sultanah Safiatudin (Aceh), Fatimah (Banjarmasin).

Ulama Perempuan Indonesia Diperhitungkan dalam Sejarah (Sumber Gambar : Nu Online)
Ulama Perempuan Indonesia Diperhitungkan dalam Sejarah (Sumber Gambar : Nu Online)

Ulama Perempuan Indonesia Diperhitungkan dalam Sejarah

Bahkan sejumlah penelitian belakangan menunjukkan  ratusan bahkan ribuan perempuan Indonesia dengan kemampuan ilmiah yang setara dengan laki-laki. Mereka bekerja dalam dunia ilmiah, majelis ta’lim dan pesantren, maupun modern, pendidikan tinggi dan pusat-pusat riset sosial keagamaan.

“Mereka adalah ulama,” kata Kiai Husein pada makalahnya saat menjadi pembicara seminar pada acara Kongres Ulama Perempuan Indonesia (KUPI) di Pesantren Kebon Jambu al-Islamy Ciwaringin, Cirebon, Rabu (26/4).

Ia mengatakan, saat ini dunia sangat membutuhkan lahirnya banyak ulama perempuan dengan seluruh makna keulamaannya. Peran perempuan harus dimaksimalkan dalam segala aspek kehidupan di ruang domestik maupun publik.

SMA Negeri 1 Slawi

“Mereka (perempuan) dibutuhkan bersama kaum laki-laki membangun negara dan bangsa ini demi terwujudnya cita-cita bersama, keadilan, kemajuan, dan kesejahteraan,” kata Kiai Husein.

“Mereka dibutuhkan untukmemberi makna-makna baru atas kehidupan yang berkeadilan  dan berkemanusiaan,” tambahnya.

Pada seminar itu juga menghadirkan pembicara lain, Dosen Pasca Sarjana PTIQ Nur Rafiah, Ketua Pimpinan Wilayah Aisyiah Yoyakarta Siti Aisyah, dan Guru Besar UIN Suna Kalijaga Yogyakarta Machasin. (Husni Sahal/Fathoni)

SMA Negeri 1 Slawi

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Pesantren SMA Negeri 1 Slawi

Sabtu, 11 November 2017

Pemeriksaan Hakim Progresif

Oleh Muhtar Said?

Jessica Kumala Wongso, warga biasa yang menjadi “buah bibir” di Indonesia karena dia diduga membunuh Wayan Mirna Salihin dengan cara memasukan racun sianida ke dalam minumanya. Peristiwa ini terjadi di Restaurant Olivier, West Mall, Ground Floor, Grand Indonesia, Kebon Kacang, Tanah Abang, Jakarta Pusat,

Kasus Jessica ini mampu menyedot animo publik sejak seringnya media-media sering mengulang pemberitaanya dengan menampilkan adegan-adegan yang terekam dalam kamera Closed Circuit Television (CCTV). Sehingga masyarakat mudah mengkonsumsinya dan menjadikannya bahan obrolan, baik obrolan diranah akademisi, praktisi maupun sampai dengan di warung kopi.

Pemeriksaan Hakim Progresif (Sumber Gambar : Nu Online)
Pemeriksaan Hakim Progresif (Sumber Gambar : Nu Online)

Pemeriksaan Hakim Progresif

Pembunuhan Mirna dengan cara diracun ini mampu menutupi pembunuhan aktivis Hak Asasi Manusia (HAM) Munir Said Thalib (Munir) yang juga sama-sama meninggal karena di racun. Padahal kalau ditimbang-timbang pembunuhan Munir seharusnya lebih diutamakan ketimbang pembunuhan Mirna kalau dilhat dari sudut kacamata kemanfaatannya bagi masyarakat. akan tetapi pembunuhan Munir sampai sekarang kasusnya masih belum tertuntaskan.?

Hal inilah yang menjadi pertanyaan, Munir seorang aktivis HAM yang sumbangsihnya terhadap kemanusian tidak diragukan lagi saja sampai sekarang belum tuntas, apalagi (tanpa berniat untuk merendahkan) Mirna seorang warga biasa. Akan tetapi sebagai warga Indonesia, harus bersikap optimis dan mendukung lembaga peradilan untuk membuat putusan yang seadil-adilanya, begitu juga dengan peristiwa pembunah Mirna dengan terdakwa Jessica juga harus diputuskan dengan adil oleh Hakim yang menanganinya.

Pemberitaan media massa mengenai pembunah Mirna semakin menjad-jadi ketika memasuki ranah pembuktian. Kasusnya dibuat seperti drama telenovela oleh media, sejak memasuki pemeriksaan saksi ahli. Dalam ranah ini, saksi ahli dimintai keterangangnya untuk memberikan keterangan sesuai dengan keahliannya.

SMA Negeri 1 Slawi

Keterangan ahli: tambahan alat bukti

Keterangan saksi ahli yang didatangkan oleh kedua belah pihak (Kuasa Hukum dan Jaksa Penuntut Umum) ternyata bukan malah memberikan pencerahan bagi masyarakat, namun dirasa malah semakin menambah cerita drama dalam kasus pembunuhan Mirna. Hal ini bisa terjadi karena masing-masing saksi ahli memberikan keterangan yang berbeda.

Pada dasarnya hakim bisa menjatuhkan vonis hukuman kepada terdakwa apabila sudah mendapatkan alat bukti, seperti yang tercantum dalam Pasal 183 Kitab Undang-undang Hukum Acara Pidana (KUHAP). Ketika dua alat bukti dirasa oleh hakim tidak terpenuhi, maka hakim mempunyai kewajiban untuk membuat putusan bebas bagi terdakwa.

SMA Negeri 1 Slawi

Melihat persidangan kasus pembunuhan Mirna bisa memberikan gambaran, Majelis Hakim sedang mendalami kasus tersebut karena Hakim menerima saksi ahli yang diajukan oleh kedua belah pihak. Dalam hal Hakim menerima pengajuan saksi ahli yang ditawarkan oleh kedua belah pihak untuk didengarkan keterangannya juga dibenarkan oleh undang-undang. Dalam Pasal 184 ayat (1) ketengan ahli juga merupakan salah satu dari alat bukti yang sah, empat alat bukti yang sah lainnya adalah keterangan saksi, surat, petunjuk dan keterangan terdakwa.

Jadi, pada dasarya hakim boleh menolak pengajuan saksi hali yang ditawarkan oleh kedua belah pihak kalau sudah ditemukan dan diyakini adanya dua alat bukti. Pasal 183 KUHAP merupakan batas minimal alat bukti yang digunakan untuk membuat putusan. Hal itu menandakan apabila alat bukti kurang dari dua maka, terdakwa bisa diputus tidak bersalah dan hakim memutus bersalah kepada terdakwa apabila ada dua alat bukti atau lebih. ? ?

Kewenangan hakim untuk menerima keterangan ahli itu bisa jadi karena adanya pengaruh dari opini-opini dari masyarakat yang disebarkan oleh banyak media massa. Seharusnya hakim tidak harus mempedulikan opini yang berkembang di masyarakat, namun dalam Pasal 5 ayat (1) UU No 48 tahun 2009 tentang Kekuasaan Kehakiman memberikan kewajiban kepada hakim untuk menggali, mengikuti, memahami nilai-nilai hukum dan rasa keadilan yang hidup dalam masyarakat.

Keterangan ahli dari dua belah pihak bisa jadi dibutuhkan karena hakim ingin menggali dan menciptakan rasa keadilan bagi masyarakat dalam putusannya kelak. Akan tetapi keterangan ahli yang didatangkan oleh masing-masing pihak ternyata malah menambah runyam proses pemeriksaan di Pengadilan. Hal yang ditakutkannya adalah goyahnya pendirian Hakim sehingga dikahwatirkan Hakim akan membuat putusan blunder.

Saksi ahli dari pihak hakim

Jika hakim merasa bingung dengan keterangan saksi ahli yang didatangkan oleh kedua belah pihak maka, hakim juga bisa mendatangkan saksi ahli yang ditunjuk olehnya sendiri. Saksi ahli ini bisa menjadi penengah terhadap saksi ahli yang didatangkan oleh kuasa hukum Jessica maupun Jaksa Penuntun Umum.?

Memang, belum ada dasar seorang hakim yang mendatangkan saksi ahli dalam kasus pidana biasa. Untuk itu hakim harus berani mendatangkan saksi ahli supaya menjadi penengah bagi saksi ahli-saksi ahli yang didatangkan oleh pihak yang berperkara.

Hakim bisa belajar atau merujuk pada Surat Edaran Mahkamah Agung Nomor 13 Tahun 2008 tentang Meminta Keterangan Saksi Ahli (selanjutnya di sebut SEMA No 13 Tahun2008). Pada hakikatnya Sema No 13 Tahun 2008 ini digunakan untuk menangani kasus-kasus yang berhubungan dengan delik Pers.?

Dalam SEMA No 13 Tahun 2008 ini menyatakan, Hakim dapat meminta keterangan dari seorang ahli dalam bidang Pers. Model-ini juga bisa ditiru oleh Hakim yang menangai kasus pembunuhan Mirna. SEMA No 13 Tahun 2008 ini digunakan sebagai bentuk atau iktikad baik ? Hakim dalam menggali nilai-nilai hukum dan berusaha menciptakan putusan yang mampu menciptakan rasa keadilan bagi masyarakat.

Untuk hal ini, dibutuhkan hakim yang berani dalam melakukan terobosan hukum, mengingat (tidak bermaksud meragukan saksi hali dari kedua belah pihak) saksi ahli yang didatangkan oleh kedua belah pihak malah semakin membingungkan hakim dalam merumuskan putusan.?

Namun, tidak semua hakim berani untuk melakukan terobosan hukum seperti ini, yang berani melakukan langkah-langkah fenomenal ini adalah hakim-hakim yang madzhab hukum progresif. Hakim progresif harus mampu dan berani membawa misi hukum adalah untuk manusia, bukan manusia untuk hukum (M. Amin : 2011).

Jika untuk misi hukum adalah untuk manusia, maka hakim yang memimpin sidang kasus pembunuhan Mirna Salihin harus berani menghadirkan saksi ahli yang “berpihak” padanya, sesuai dengan SEMA No 13 tahun 2013, meskipun SEMA tersebut tidak ditujukan untuk pidana umum.***

Penulis adalah Peneliti Pusat Studi Tokoh Pemikiran Hukum, Dosen Hukum di Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia (Unusia) Jakarta.

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Doa, Pesantren SMA Negeri 1 Slawi

Jumat, 27 Oktober 2017

Kisah Sembuh dari Penyakit Diabetes lantaran Shalawat

Sidoarjo, SMA Negeri 1 Slawi

Wakil Gubernur Jawa Timur H Saifullah Yusuf menyatakan bahwa shalawat mampu membuat hati bahagia. Pria yang akrab disapa Gus Ipul ini menceritakan, salah satu guru besar Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya (Uinsa) Ali Aziz telah melakukan penelitian terkait dengan penyakit diabetes yang ia derita.

Kisah Sembuh dari Penyakit Diabetes lantaran Shalawat (Sumber Gambar : Nu Online)
Kisah Sembuh dari Penyakit Diabetes lantaran Shalawat (Sumber Gambar : Nu Online)

Kisah Sembuh dari Penyakit Diabetes lantaran Shalawat

Gus Ipul melanjutkan, Ali Aziz telah berobat ke dokter dan membaca buku bahwa "orang yang sehat dihitung seberapa jauh otaknya bekerja, orang bahagialah yang bekerja dengan sempurna karena mengirim darah ke seluruh tubuh dengan sempurna pula".

"Menurut penelitiannya (Ali Aziz), umumnya orang saat bershalawat itu senang dan seakan-akan bertemu Rasulullah. Kemudian Ali Aziz ini bershalawat setiap hari di rumahnya. Alhamdulillah penyakitnya sembuh atas hidayah Allah melalui shalawat tersebut," kata Gus Ipul pada acara HUT TV9 Nusantara ke 6 dan HUT Sidoarjo ke 157 yang dikemas dalam Sidoarjo bershalawat di halaman parkir Timur Gor Sidoarjo, Ahad malam (24/1).

SMA Negeri 1 Slawi

Gus Ipul berharap semoga warga Nahdliyin semakin cinta kepada Rasulullah dan kedua orang tuanya. "Mewakili PBNU dan PWNU Jawa Timur, semoga kita senantiasa senang ke Rasulullah, orang tua dan guru-guru kita. Mudah-mudahan dengan shalawat ini hati kita sehat semua, membuat hati kita bahagia. Insyaallah pahalanya banyak dan semoga mendapatkan syafaat dari Nabi Muhammad SAW," doanya.

Di tempat yang sama Bupati Sidoarjo periode 2016-2021 H Saiful Ilah menyebutkan bahwa dengan bershalawat berarti umat Islam berdoa agar kebutuhan hidupnya tercapai, terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan.

SMA Negeri 1 Slawi

"Shalawat ini sebagai langkah dan upaya bersama untuk menumbuh kembangkan agar permasalahan-permasalahan bisa segera terselesaikan. Dengan bershalawat mampu memberikan dampak spiritual, mewujudkan tatanan pemerintah yang demokratis," kata pria yang akrab disapa Abah Ipul itu.

Sementara itu, Ketua DPRD Jawa Timur Halim Iskandar yang turut hadir dalam kesempatan itu mengimbau kepada warga untuk tetap waspada dan hati-hati dengan peredaran narkoba serta radikalisme yang masuk ke Jawa Timur. Ia berharap para orang tua lebih hati-hati dalam mendidik anak-anak. (Moh Kholidun/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Pesantren, Nasional, AlaSantri SMA Negeri 1 Slawi

Minggu, 01 Oktober 2017

Bantu Warga Tak Mampu, Lakpesdam Kota Pasuruan Kembali Buka Bimbel Gratis

Pasuruan, SMA Negeri 1 Slawi - Pengurus Lakpesdam PCNU Kota Pasuruan kembali menerima siswa baru melalui organ taktisnya yaitu Lakpesdam Bimbel School (LBS). LBS adalah sebuah program bimbingan belajar gratis yang dilaksanakan untuk membantu prestasi belajar siswa dari keluarga menengah ke bawah di kawasan pesisir Kota Pasuruan.

Program ini dibuka dalam rangka membantu anak masyarakat tak mampu untuk bersaing dengan putra-putri beberapa masyarakat kelas menengah ke atas yang telah memilih program bimbingan belajar guna menambah kualitas didik putra-putrinya dalam meraih prestasi di sekolah.

Bantu Warga Tak Mampu, Lakpesdam Kota Pasuruan Kembali Buka Bimbel Gratis (Sumber Gambar : Nu Online)
Bantu Warga Tak Mampu, Lakpesdam Kota Pasuruan Kembali Buka Bimbel Gratis (Sumber Gambar : Nu Online)

Bantu Warga Tak Mampu, Lakpesdam Kota Pasuruan Kembali Buka Bimbel Gratis

Realitas yang terjadi di Kota Pasuruan terutama di daerah pesisir masih banyak orang tua yang belum sanggup dan mampu untuk membiayai putra-putrinya dalam program bimbingan belajar.

SMA Negeri 1 Slawi

Pembukaan ini dihadiri oleh segenap pengurus Lakpesdam PCNU Kota Pasuruan dan Direksi pengajar LBS di Desa Mandaran Kecamatan Panggungrejo Kota Pasuruan, Kamis (14/9).

Direktur LBS M Ishadi Waskita Jaya menyampaikan, antusiasme anak-anak didik dalam belajar di kawasan pesisir Kota Pasuruan ini harus terwadahi. Pengurus LBS semaksimal mungkin mengabdikan diri untuk membantu proses belajar anak-anak melalui program LBS.

"Mereka mendapatkan bimbingan belajar sebanyak tiga kali dalam seminggu," kata Jaya.

SMA Negeri 1 Slawi

Ketua Lakpesdam NU Kota Pasuruan Waladi menyampaikan, komitmen untuk berupaya dan berpartisipasi dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia di Kota Pasuruan menjadi sesuatu hal yang prioritas dalam setiap program kerja Lakpesdam NU Kota Pasuruan. Terlebih sumber daya manusia di kota pasuruan terutama kawasan pesisir adalah berasal dari keluarga Nahdliyin yang potensinya harus dikelola dengan baik.

LBS ini hadir untuk menjawab kebutuhan peningkatan kualitas sumber daya nahdliyin melalui peningkatan kualitas belajar anak-anak generasi muda harapan bangsa. "Terlebih mereka ini banyak terdiri dari keluarga yang tidak mampu. NU melalui Lakpesdam harus hadir untuk menjawab problematika itu," imbuh Waladi. (Zulkarnain/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Pesantren, Tokoh, Syariah SMA Negeri 1 Slawi

Sabtu, 23 September 2017

Sambut Peserta, Panitia Muktamar Jatman Buka Posko di Bandara Semarang

Pekalongan, SMA Negeri 1 Slawi - Menyambut peserta Muktamar yang akan datang di Kota Santri Pekalongan, Panitia Muktamar  XII Jamiyyah Ahlith Thariqah Al-Mutabarah An-Nahdliyyah (Jatman) mendirikan sejumlah pos komunikasi (Posko) di Bandara Ahmad Yani Semarang  dan Stasiun Kereta Api Pekalongan.

Sekretaris Jendral Idaroh Aliyah (Pimpinan Pusat) Jatman, KH Muhammad Masroni menuturkan, untuk membantu kelancaran muktamirin dalam perjalan menuju ke arena muktamar panitia mendirikan Pos Komunikasi (Posko) yang dibuka selama dua hari yakni Sabtu dan Ahad (13-14/1).

Sambut Peserta, Panitia Muktamar Jatman Buka Posko di Bandara Semarang (Sumber Gambar : Nu Online)
Sambut Peserta, Panitia Muktamar Jatman Buka Posko di Bandara Semarang (Sumber Gambar : Nu Online)

Sambut Peserta, Panitia Muktamar Jatman Buka Posko di Bandara Semarang

“Muktamirin yang datang melalui jalur udara akan dijemput bagian protokol panitia Muktamar di Bandara A Yani Semarang, sedangkan yang naik kereta api akan dijemput di Stasiun Kereta Api Pekalongan untuk diantar ke sekretariat dan pemondokan," ujarnya usai memimpin panitia bagian protokol di Pekalongan, Jumat (5/1).

SMA Negeri 1 Slawi

Menurutnya, peserta  yang menggunakan kendaraan pribadi dipersilakan langsung menuju ke sekretariat untuk registrasi. Tempat registrasi di Gedung Kanzus Sholawat untuk peserta dari luar Jawa, sedangkan tempat registrasi peserta dari pulau Jawa di Gedung Carrefour Mall Pekalongan.

Koordinator akomodasi panitia muktamar, KH Mirza Hasbullah menambahkan, panitia juga mendirikan posko-posko di sepanjang jalur utama pantai utara (pantura) Jateng mulai dari Brebes hingga Rembang.

SMA Negeri 1 Slawi

Posko di sepanjang pantura Jateng itu, lanjutnya, merupakan partisipasi Idaroh Syu’biyah (pimpinan cabang) Jatman yang menjalin kerja sama dengan Polres dan Kodim setempat.

”Dengan adanya posko-posko itu, diharapkan dapat membantu kelancaran peserta saat menuju ke Kota Pekalongan,” tuturnya.

Ditambahkan, setelah registrasi muktamirin langsung diantar panitia bagian akomodasi dan transportasi menuju ke tempat-tempat transit yang sudah diatur oleh panitia dimana selama  mengikuti muktamar peserta ditempatkan di rumah-tumah penduduk.

“Untuk memperlancar mobilitasnya selama mengikuti agenda-agenda muktamar, panitia menyediakan armada angkutan untuk antarjemput peserta dari lokasi muktamar ke tempat penginapan atau sebaliknya,” ujarnya.

Kiai Mirza mengharapkan seluruh perserta baik yang melalui jalur udara, maupun darat supaya memberitahukan ke bagian sekretariat tentang jadwal perjalananya. Misalnya yang melalui jalur udara supaya memberitahukan jadwal kedatangan dan nama maskapai penerbangannya.

Begitu juga yang naik kereta api diharapkan juga memberitahu panitia melaui saluran komunikasi yang ada tentang jadwal kedatangan dan nama KA yang akan berhenti di stasiun Pekalongan. (Abdul Muiz/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Pendidikan, Olahraga, Pesantren SMA Negeri 1 Slawi

Jumat, 11 Agustus 2017

Ziarahi Makam Mbah Hasyim, Mensos Teteskan Air Mata

Jombang, SMA Negeri 1 Slawi. Pecahnya perang 10 November 1945 di Surabaya yang akhirnya ditetapkan menjadi Hari Pahlawan, tidak lepas dari kiprah KH Hasyim Asy’ari, pendiri NU yang juga pendiri pesantren Tebuireng Jombang.

Ziarahi Makam Mbah Hasyim, Mensos Teteskan Air Mata (Sumber Gambar : Nu Online)
Ziarahi Makam Mbah Hasyim, Mensos Teteskan Air Mata (Sumber Gambar : Nu Online)

Ziarahi Makam Mbah Hasyim, Mensos Teteskan Air Mata

Jelang peringatan hari pahlawan, Menteri Sosial Khofifah Indar Parwansa didampingi Istri KH Salahudiin Wahid melakukan ziarah ke makam KH Hasyim Asyari di kompleks Pesantren Tebuireng Jombang, Sabtu (7/11).

Khofifah menyatakan, bahwa tokoh sentral yang menggerakkan pertempuran 10 November Surabaya adalah kakek KH Abdurrahman Wahid. "Itu makam KH Hasyim Asyari Pendiri NU, kakek Gus Dur. Beliaulah tokoh yang sangat berpengaruh menggerakkan di balik perjuangan? peristiwa 10 November di Surabaya," ujarnya.

SMA Negeri 1 Slawi

Pada peringatan hari pahlawan di Surabaya, Selasa 10 November mendatang, rencananya Presiden Jokowi untuk pertama kalinya akan menjadi Irup (Inspektur Upacara). Dalam peringatan hari pahlawan itu menurutnya yang perlu diketahui bersama sesungguhnya adalah tokoh yang sangat berpengaruh menggerakkan orang supaya berjihad, untuk mempertahankan kemerdekaan NKRI dan melawan penjajah Belanda, yang tak lain adalah KH Hasyim Asy’ari.

SMA Negeri 1 Slawi

Sementara itu, saat melakukan ziarah ke makam KH Hasyim Asy’ari, Khofifah yang juga ketua PP Muslimat NU ini tampak meneteskan air mata.? Mata perempuan ini sudah terlihat berkaca-kaca saat pembacaan tahlil dan doa. Air mata orang yang dikenal dekat dengan Gus Dur ini akhirnya jatuh juga saat menabur bunga di makam KH Hasyim Asy’ari. (Muslim Abdurrahman/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Pesantren, IMNU SMA Negeri 1 Slawi

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs SMA Negeri 1 Slawi sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik SMA Negeri 1 Slawi. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan SMA Negeri 1 Slawi dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock