Tampilkan postingan dengan label Nahdlatul Ulama. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Nahdlatul Ulama. Tampilkan semua postingan

Minggu, 11 Maret 2018

Tri Sutrisno: Kita Punya Sistem Politik Sendiri

Jakarta, SMA Negeri 1 Slawi. Mantan wakil presiden RI Try Sutrisno mengingatkan para pelaku politik negeri ini untuk kembali kepada sistem yang telah dirumuskan oleh para pendiri bangsa. Keberhasilan dalam menata sistem politik tidak bisa diukur dengan standar sistem yang ada di negara lain.

“Kita harus punya sistem sendiri, baik fisik maupun non fisik; bahkan tidak perlu mencontoh karena kita punya Pancasila,” katanya dalam diskusi bertajuk “Amandemen UUD 45 dalam Dimensi Sosial, Ekonomi Politik” di kantor PBNU, Kamis (19/7).</p> Dikatakannya, praktek komunisme di Indonesia terbukti tidak bisa bertahan dalam suasana kebatinan banga Indonesia. Alih-alih memperbaiki tata kenegaraan Indonesia, faham asing itu justru mengganggu stabilitas negara.

Tri Sutrisno: Kita Punya Sistem Politik Sendiri (Sumber Gambar : Nu Online)
Tri Sutrisno: Kita Punya Sistem Politik Sendiri (Sumber Gambar : Nu Online)

Tri Sutrisno: Kita Punya Sistem Politik Sendiri

”Kita tidak belajar dari masa lalu. Sistem liberal pun pada akhirnya bertemu dengan komunis, sama-sama mempertanyakan keberadaan Tuhan,” katanya.

Sejak berakhirnya Orde Baru dan dimulainya era reformasi, tatanan politik Indonesia cenderung mengarah kepada sistem politik yang liberal. Itu pun dengan model yang sangat bebas dan terbuka dari intervensi asing.

”Pada umumnya negara-negara maju tidak sebebas di Indonesia. Di sini partai politik terlalu bebas. Pemerintahan menjadi tidak efektif,” katanya.

Sementara amandemen UUD 1945, kata Try, cenderung acuh terhadap aspek pertahanan dan keamanan. Padahal ancaman pertahanan dan keamanan datang dari berbagai lini kehidupan berbangsa, baik dari luar negeri maupun dari dalam negeri sendiri.

SMA Negeri 1 Slawi

”Sekarang aspek pertahanan dan keamanan tidak seperti yang dibanggakan dulu. Narkotika bisa bebas beredar. Ada terorisme, gerakan sparatis dan lain-lainnya yang mengancam NKRI dan UUD 45,” katanya.(nam)

SMA Negeri 1 Slawi

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Anti Hoax, Nahdlatul Ulama, AlaSantri SMA Negeri 1 Slawi

Sabtu, 17 Februari 2018

LTMNU: Bersihkan Masjid dari Kampanye Hitam

Jakarta, SMA Negeri 1 Slawi. Pengurus Pusat Lembaga Ta’mir Masjid Nahdlatul Ulama (LTMNU) mengimbau seluruh masjid di Indonesia untuk menjaga netralitas fungsinya sebagai tempat ibadah dan pemberdayaan umat menjelang pemilihan umum presiden 2014.

LTMNU: Bersihkan Masjid dari Kampanye Hitam (Sumber Gambar : Nu Online)
LTMNU: Bersihkan Masjid dari Kampanye Hitam (Sumber Gambar : Nu Online)

LTMNU: Bersihkan Masjid dari Kampanye Hitam

“Masjid adalah tempat yang netral. Tidak boleh dibuat kampanye. Karena masjid merupakan tempat berkumpulnya jamaah dari berbagai macam golongan dan aspirasinya bermacam-macam,” ujar Ketua PP LTMNU KH Abdul Manan A Ghani di Jakarta, Jumat (13/6).

Manan juga menyayangkan adanya kampanye hitam bernuansa SARA yang dikumandangkan melalui tempat ibadah umat Islam ini. Menurutnya, pengurus masjid semestinya dapat mencegah hal tersebut melalui penyeleksian khotib atau dai yang ada di sana.

SMA Negeri 1 Slawi

“Tidak ada contoh dari Nabi untuk memusuhi golongan lain, apalagi black campaign (kampanye hitam). Masak orang yang benar-benar Islam, benar-benar haji, diplesetkan sebaliknya. Tidak benar itu,” tuturnya.

Kalaupun masjid menjadi tempat pembicaraan politik, lanjut Manan, materi yang disampaikan mestinya bersifat normatif saja, tidak menyudutkan atau mendukung salah satu pihak. “Mungkin mengenalkan bahwa tasharruful imam alar ra’iyyah manuthun bil mashlahah (kebijakan pemimpin tergantung pada kemaslahatan umat). Yang begini tidak apa-apa,” paparnya.

SMA Negeri 1 Slawi

Manan tidak menampik fungsi lain masjid di luar sebagai tempat shalat. Menurutnya masjid bisa menjadi sarana pengembangan dakwah, pendidikan, bahkan ekonomi, namun bukan politik praktis. “Mending pengurus masjid menyiapkan bagaimana memakmurkan masjid menghadapi Ramadhan, daripada harus kampanye hitam,” katanya. (Mahbib Khoiron)

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Pendidikan, Nahdlatul, Nahdlatul Ulama SMA Negeri 1 Slawi

Jumat, 26 Januari 2018

Haul Habib Ali Ditutup Pembacaan Simthudduror

Solo, SMA Negeri 1 Slawi. Acara peringatan haul Habib Ali bin Muhammad bin Husain Al-Habsyi di Masjid Riyadh Pasar Kliwon Solo, ditutup dengan pembacaan kitab maulid karya Habib Ali, Simtudurar pada Senin (4/3) pagi.?

Haul Habib Ali Ditutup Pembacaan Simthudduror (Sumber Gambar : Nu Online)
Haul Habib Ali Ditutup Pembacaan Simthudduror (Sumber Gambar : Nu Online)

Haul Habib Ali Ditutup Pembacaan Simthudduror

Pembacaan maulid tersebut dihadiri oleh puluhan ribu jamaah yang membuat kompleks masjid dan sepanjang jalan masjid penuh dengan manusia yang dominan berbaju putih.

Mereka bahkan rela menunggu dari malam harinya, untuk mendapat tempat yang menurut mereka paling berkah, yakni di dalam masjid. Apabila datang sesudah subuh, jangan harap bisa dapat tempat di masjid, bahkan di halaman masjid pun masih harus berdesakan. Itulah gambaran suasana tempat para pencari berkah dari wali Allah.

SMA Negeri 1 Slawi

“Saya datang tadi setelah subuh, mesti legowo dapat tempat di sini (dekat RS Kustasti, sekitar 500 m dari masjid),” kata Pitoyo, salah satu pengunjung haul.

Jadi bisa dibayangkan betapa penuhnya daerah Pasar Kliwon pada waktu itu. Sesudah salat subuh acara pembacaan kitab maulid Simtudurar pun dimulai, dipimpin oleh Habib Alwi bin Anis, cucu dari Habib Ali Al-Habsyi.

SMA Negeri 1 Slawi

Kitab yang dibaca Simthud-Durar, yang lengkapnya bernama Simthud-Durar fi akhbar Mawlid Khairil Basyar min akhlaqi wa awshaafi wa siyar (Untaian mutiara kisah kelahiran manusia utama, akhlak, sifat dan riwayat hidupnya), ditulis oleh Habib Ali ketika ia berusia 68 tahun, atau sekitar tahun 1327 H/1909 M. Kitab ini berisi riwayat sejarah hidup Nabi Muhammad, sifat dan akhlak beliau. Semua itu terangkai dalam syair nan indah.

Salah satu keistimewaan dari Simtudurar, menurut Habib Thoha bin Hasan bin Abdur Rahman as-Saqqaf dalam Fuyudhotul Bahril Maliy, beliau menukil kata-kata Habib Ali seperti berikut.?

”Jika seseorang menjadikan kitab mawlidku ini sebagai salah satu wiridnya atau menghafalnya, maka rahasia Nabi Besar akan nampak pada dirinya. Aku mengarangnya dan mengimlakannya, namun setiap kali kitab itu dibacakan kepadaku, dibukakan bagiku pintu untuk berhubungan dengan Junjungan Nabi saw.”

Acara pembacaan maulid berlangsung hingga sekitar pukul 10 pagi. Usai acara tersebut dilanjutkan dengan ziarah ke makam keturunan Habib Ali, yakni Habib Alwi (putera), Habib Anis (cucu) dan Habib Ahmad (cucu), yang terletak di selatan Masjid.?

Di akhir acara, sebelum pulang para peziarah kemudian disuguhi hidangan khas haul, yakni nasi kebuli dan masakan dengan bahan daging kambing. Setelah ikut haul, hati jadi tenang perut juga kenyang.

Redaktur ? ? : Hamzah Sahal

Kontributor : Ajie Najmuddin

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Nahdlatul Ulama, Nasional, IMNU SMA Negeri 1 Slawi

Kamis, 04 Januari 2018

Gus Mus: Poligami Menjadi Modus Pencucian Uang

Rembang, SMA Negeri 1 Slawi. Modus pencucian uang hasil korupsi di Indonesia semakin beragam, mulai digunakan untuk membeli mobil mewah, rumah milyaran rupiah hingga poligami.

Hal itu disampaikan oleh Wakil Rais Aam PBNU KH Mustofa Bisri, Jumat pagi (20/12), di hadapan jamaah pengajian rutin setiap Jumat, di aula Pondok Pesantren Raudhotut Tholibien Leteh Rembang.

Gus Mus: Poligami Menjadi Modus Pencucian Uang (Sumber Gambar : Nu Online)
Gus Mus: Poligami Menjadi Modus Pencucian Uang (Sumber Gambar : Nu Online)

Gus Mus: Poligami Menjadi Modus Pencucian Uang

Gus Mus mengatakan, para koruptor sekarang tidak pernah menyimpan uang di rumah, pasalnya modus seperti itu, sudah banyak diketahui oleh penyidik anti korupsi.

SMA Negeri 1 Slawi

“Para pelaku korupsi kebanyakan menggunakan uang hasil korupsi untuk membeli mobil, rumah hingga diatasnamakan istri mereka yang jumlahnya lebih dari satu,” kata Gus Mus.

Namun penyidik anti korupsi, lanjut Gus Mus, semakin jeli, sehingga modus seperti itu dapat terdeteksi dan tertangkap.

SMA Negeri 1 Slawi

Lebih jauh Gus mus menambahkan, tak jarang para koruptor mengalihkan harta benda hasil korupsi mereka atas nama, sopir, pembantu dan orang lain, supaya tidak terendus petugas.

Kiai sastrawan itu  berpesan, sebagai orang muslim, banyaklah bersyukur, dan amanah sehingga selamat dunia dan akhirat. (Ahmad Asmu’i/Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Berita, Nahdlatul Ulama SMA Negeri 1 Slawi

Sabtu, 23 Desember 2017

PP IPPNU Buka Lomba Penulisan Esai Pelajar

Jakarta, SMA Negeri 1 Slawi. Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (PP IPPNU) menggelar sayembara penulisan jenis esai pelajar. Sayembara digelar dalam rangka merayakan Hari Pendidikan Nasional (HARDIKNAS) yang diperingati setiap tanggal 2 Mei.

PP IPPNU Buka Lomba Penulisan Esai Pelajar (Sumber Gambar : Nu Online)
PP IPPNU Buka Lomba Penulisan Esai Pelajar (Sumber Gambar : Nu Online)

PP IPPNU Buka Lomba Penulisan Esai Pelajar

Perihal ini disampaikan Ketua Umum Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (PP IPPNU) Farida Farichah kepada SMA Negeri 1 Slawi per telepon, Kamis (2/4) sore.

Sayembara esai ini penting untuk meningkatkan kreatifitas dan kapasitas pelajar di bidang Jurnalisme. Sebenarnya kemampuan menulis pelajar Indonesia, menurut Farida, cukup baik. Hanya saja mereka belum diberikan ruang apresiasi dan wadah yang memunculkan mereka.

SMA Negeri 1 Slawi

“Lewat tulisan bentuk esai, IPPNU ingin menangkap aspirasi dan gagasan-gagasan pelajar seputar dunia pendidikan Indonesia. Aspirasi, opini, dan gagasan itu pada gilirannya akan kita jadikan rekomendasi kepada para pengambil kebijakan terkait pendidikan,” kata Farida.

SMA Negeri 1 Slawi

Di Hardiknas kali ini, IPPNU mengajak semua kalangan untuk memosisikan pelajar sebagai komponen utama dalam pengambilan kebijakan seputar pendidikan. Dengan demikian, pelajar tidak lagi menjadi korban dari kebijakan sistem pendidikan yang berlaku, tegas Farida.

“Panitia sayembara menerima esai yang masuk sejak pengumuman dinyatakan di dinding ippnu.org Fan Page hingga 15 Juni 2013. ” Sekretaris VIII PP IPPNU Rien Zumaroh saat ditemui SMA Negeri 1 Slawi di Gedung PBNU lantai lima, Kramat Raya nomor 164, Jakarta Pusat, Kamis (3/4) sore.

Panitia akan memilih enam esai terbaik, tambah Rien. Panitia mengambil dua esai dari masing-masing tingkatan; tingkat SMP, SMA, dan tingkat Perguruan Tinggi. Usia peserta maksimal 25 tahun. Karya dikirim langsung ke kotak pesan ippnu.org Fan Page.

Menurut Rien, panitia akan mengirimkan hadiah kepada enam penulis esai terbaik dua minggu setelah pengumuman pemenang. Informasi lebih lanjut dapat ditanyakan kepada Rien Zumaroh di nomor kontak 085770429016.

Penulis: Alhafiz Kurniawan

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Ulama, Nahdlatul Ulama SMA Negeri 1 Slawi

Kamis, 14 Desember 2017

KH Ahmad Sufyan: Entaskan Kemiskinan dengan Cara Sederhana

Situbondo, SMA Negeri 1 Slawi. Nahdlatul Ulama (NU) dan pondok pesantren merupakan alat perjuangan para kiai untuk mewujudkan kehidupan masyarakat yang sejahtera dan kebahagiaan yang abadi. Karena itu NU dan pesantren harus tetap dalam genggaman para ulama.



KH Ahmad Sufyan: Entaskan Kemiskinan dengan Cara Sederhana (Sumber Gambar : Nu Online)
KH Ahmad Sufyan: Entaskan Kemiskinan dengan Cara Sederhana (Sumber Gambar : Nu Online)

KH Ahmad Sufyan: Entaskan Kemiskinan dengan Cara Sederhana

Adalah sebuah bencana besar jika NU tidak lagi menjadi tempat para ulama. Demikian penuturan KH Ahmad Sufyan, Rais Syuriah PCNU Situbondo saat menerima silaturahmi rombongan Lajnah Ta’lif wan Nasyr Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LTN PBNU).

Kehadiran LTN PBNU ini didampingi beberapa Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kab. Situbondo, di sela-sela acara Pelatihan Manajemen Baitul Mal wat Tamwil (BMT) kerjasama Pengurus Besar Nahdlatul Ulama dengan Kementerian Pembangunan Daerah Tertinggal.

SMA Negeri 1 Slawi

Kiai Sufyan menambahkan bahwa salah satu ciri masyarakat pesantren adalah pola komunikasi dan strategi yang dibangun secara sederhana dan ringkas. Idealnya Nahdlatul Ulama pun mempertahankan pola tersebut dan tidak terbawa arus budaya yang berkembang di luar pondok pesantren.

SMA Negeri 1 Slawi

“Kalau masalahnya sederhana, ya selesaikan dengan cara yang sederhana. Tidak perlu memperumit pembahasan atas masalah yang hakikinya sederhana,” papar kiai kharismatik ujung timur Pulau Jawa itu.

Kiai Sufyan lantas mencontohkan satu kasus tentang program pengentasan kemiskinan di Indonesia. Menurut beliau perlu diidentifikasi dengan benar dan akurat kategori “orang miskin” sebagai obyek, proses “pengentasan kemiskinan” sebagai pola dan “orang yang mengentaskan” sebagai subyek.

“Faktanya yang dientaskan dari kemiskinan itu lebih sedikit dari yang mengentaskan kemiskinan. Jadinya malah ruwet padahal persoalannya sederhana,” paparnya menjelang pengajian rutin lailatul ijtima yang diselenggarakan setiap Senin malam.

Kiai Sufyan juga mengatakan bahwa PCNU Situbondo saat ini sedang memersiapkan diri menyelenggarakan konferensi cabang yang direncanakan berlangsung akhir Desember 2010.

“Situbondo sebentar lagi menyelenggarakan Konferensi Cabang. NU harus dijaga agar tetap menjadi tempat para ulama,” jelasnya kepada SMA Negeri 1 Slawi.. Sementara itu Ahmad Nur, Ketua Lakpesdam NU Kab. Situbondo menjelaskan bahwa dalam usia yang cukup lanjut, tidak berkurang keaktifan Kiai Sufyan dalam berpikir dan bertindak untuk kemaslahatan nahdliyyin.

“Anda bisa bayangkan, di setiap Senin malam beliau selalu terlihat energik menggelar pengajian interaktif, terjadi diskusi, karena itu pengajian berjalan cukup dinamis dan tidak membosankan,” kata alumnus Universitas Gadjah Mada Yogyakarta itu. (bil)Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Berita, Nahdlatul Ulama, IMNU SMA Negeri 1 Slawi

Senin, 04 Desember 2017

Paspor Negara Arab dan Muslim Paling Buruk Sedunia

Jakarta, SMA Negeri 1 Slawi. Paspor dari tujuh negara Arab atau Muslim termasuk diantara 10 negara yang memiliki kesulitan paling tinggi dalam memasuki negara lain, menurut publikasi dari Henley & Partners Visa Restrictions Index.?

Afghanistan, Irak, Somalia, Pakistan, Palestine, Eritria, Nepal, Sudan, Sri Lanka and Lebanon, merupakan negara dengan ranking terburuk. Ini berarti warga negara-negara tersebut paling tidak menikmati kebebasan perjalanan internasional, kata indeks tersebut. Paspor dari Suriah dan Libya berada di ranking ke-12 dan ke-14.?

Beberapa negara Arab menikmati kebebasan perjalanan di kawasan Arab, tetapi dalam skala global, kebebasan mereka sangat terbatas.

Paspor Negara Arab dan Muslim Paling Buruk Sedunia (Sumber Gambar : Nu Online)
Paspor Negara Arab dan Muslim Paling Buruk Sedunia (Sumber Gambar : Nu Online)

Paspor Negara Arab dan Muslim Paling Buruk Sedunia

Uni Emirat Arab, Qatar dan Bahrain berada di ranking 56, 57 dan 59 dalam indeks tersebut.?

SMA Negeri 1 Slawi

Saudi Arabia, Oman, Tunisia berada di ranking 64, 65, dan 65. Sementara ? Morokko, Algeria, and Mesir berada di rangkin 75, 79, dan 79.

Reaksi di twitter

Berita tentang hambatan bagi paspor asal Arab ini menimbulkan komplain diantara warga Arab di twitter

SMA Negeri 1 Slawi

“Hari ini, saya mendengan paspor Palestina berada di posisi kelima terburuk di seluruh dunia. Saya terkejut? Kami memiliki paspor tersebut, kata pengguna twitter @AmerZahr dalam tweetnya.

Abdi Aynte @Aynte, dari Somalia, mengetweet: “Akhirnya sebuah daftar bahwa #Somalia tidak berada di puncak, tetapi berada di tempat ketiga terburuk di dunia.”

Henley & Partners mengatakan dalam statemennya dalam website “hampir semua negera sekarang mensyaratkan visa bagi wilayah non negara tertentu untuk masuk dalam teritori mereka.”

“Persyaratan visa juga mengekspresikan hubungan antara negera, dan umumnya merefleksikan hubungan dan status sebuah negara dalam komunitas internasional.”?

Finlandia, Swedia, dan Inggris berada di puncak kebebasan perjalanan internasional pada tahun 2013 ini dengan skor 173. Denmark, German, Luxembourg dan Amerika Serikat menduduki rangkin kedua dengan skor kebebasan pada 172 negara. (alarabiya/mukafi niam)Foto: lebanesemap.net

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Nahdlatul Ulama, Pahlawan, Quote SMA Negeri 1 Slawi

Diresmikan, Satuan Komunitas Pramuka Ma’arif NU Pringsewu Siapkan Program

Pringsewu, SMA Negeri 1 Slawi. Bertempat di Lapangan Kompleks Gedung NU Pringsewu, Jumat (9/10) Satuan Komunitas (Sako) Pramuka LP Ma’arif NU Pringsewu resmi dikukuhkan. Disaksikan seluruh peserta upacara perkemahan ke-1 Maarif NU Pringsewu, Ketua Kwarcab Pringsewu H Heri Iswahyudi memimpin sendiri peresmiannya.

Diresmikan, Satuan Komunitas Pramuka Ma’arif NU Pringsewu Siapkan Program (Sumber Gambar : Nu Online)
Diresmikan, Satuan Komunitas Pramuka Ma’arif NU Pringsewu Siapkan Program (Sumber Gambar : Nu Online)

Diresmikan, Satuan Komunitas Pramuka Ma’arif NU Pringsewu Siapkan Program

Hadir pada kesempatan ini Ketua Sako Ma’arif Pusat H Muhsin Ibnu Juhan. Menurut Muhsin, Sako Pramuka Maarif Pringsewu adalah salah satu Sako yang dikukuhkan dari keseluruhan 6 Provinsi dan 17 kabupaten di Indonesia yang sudah ada sebelumnya.

Muhsin berharap Sako Pringsewu akan menjadi pembangkit bagi kabupaten-kabupaten lain di Lampung untuk membentuk Sako di wilayahnya masing-masing. "Suatu saat kami ingin datang ke Pringsewu dengan Sako-Sako lain di Indonesia untuk bersama-sama melaksanakan perkemahan Nasional Sako seluruh Indonesia di Pringsewu," harapnya diamini oleh seluruh yang hadir.

SMA Negeri 1 Slawi

Sementara itu Ketua Sako Pramuka Ma’arif NU yang sudah dikukuhkan Mas Mustangin mengatakan bahwa dirinya dan seluruh pengurus siap untuk berkiprah dan memajukan Sako Pramuka Maarif Pringsewu. Ia menjelaskan bahwa Sako Pramuka Maarif NU adalah Gerakan Pramuka yang memiliki ciri khas NU dan tidak terpisah dari Gerakan Pramuka Nasional.

SMA Negeri 1 Slawi

Hadir pada pelantikan ini Ketua LP Maarif Lampung H Fauzi, Ketua PCNU Pringsewu H Taufiqurrohim, Ketua LP Maarif Pringsewu Ahmad Rifai, dan beberapa Ketua LP Maarif kabupaten lainnya di Lampung. (Muhammad Faizin/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Khutbah, Nahdlatul Ulama, PonPes SMA Negeri 1 Slawi

Sabtu, 02 Desember 2017

Tanda Haji Mabrur Bisa Dilihat secara Fisik

Jakarta, SMA Negeri 1 Slawi. Tanda-tanda orang yang ibadah hajinya mabrur bisa diketahui, bisa dilihat secara fisik. Di antaranya, prilakunya setelah berhaji semakin baik.

Tanda Haji Mabrur Bisa Dilihat secara Fisik (Sumber Gambar : Nu Online)
Tanda Haji Mabrur Bisa Dilihat secara Fisik (Sumber Gambar : Nu Online)

Tanda Haji Mabrur Bisa Dilihat secara Fisik

Ketua Asosiasi Bina Haji dan Umroh Nahdlatul Ulama KH Nuril Huda, mencontohkan sikap-sikap haji mabrur.

“Setelah kembali berhaji. Dulu tak pernah shalat jamaah, pulang haji, shalat jamaah terus. Dulu medit atau? kikir, pulang haji sering menolong orang. Ini secara lahiriyah mabrur,” katanya di kantor redaksi SMA Negeri 1 Slawi, Sabtu (20/10) lalu.

SMA Negeri 1 Slawi

Sebaliknya, sambung kiai kelahiran Lamongan 1938, ada haji yang mardud. Pulang berhaji malah sering melakukan kemaksiatan. Tertolak hajinya.

SMA Negeri 1 Slawi

“Mengapa tertolak? Bisa dilihat dari cara ia berhaji. Ia tidak menepati syarat dan rukunnya. Biaya keberangkatannya dengan uang haram. Kalau haji yang koruptor, hajinya jadi, tapi nggak ada pahalanya. Siksanya akan datang. Nabi itu pernah nggak menshalati orang koruptor di Madinah. Jangan dishalati! Bajingan itu!”

Salah seorang pendiri Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia(PMII) ini, menjelaskan cara mendapat haji mabrur. Cara yang pertama adalah memastikan niat berhaji semata-mata karena Allah.

“Di dalam Al-Quran dijelaskan, Semprnakan niat haji dan umrohmu semata-mata karena Allah,”

Yang kedua, perjalanan haji dengan biaya yang halal. Yang ketiga, melaksanakan syarat dan rukun haji. Tahu tata cara tawaf, wukuf sesuai dengan aturan sesuai Al-Quran.

“Haji mabrur ? tidak ada balasannya, selain surga. Ini diriwayatkan Bukhori dan Muslim. Hadits sahih,” pungkasnya

Redaktur : A. Khoirul Anam

Penulis ? ? : Abdullah Alawi

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Nahdlatul Ulama, Khutbah SMA Negeri 1 Slawi

Minggu, 19 November 2017

PMII Bedah Buku Jihad Melawan Korupsi

Rembang, SMA Negeri 1 Slawi - Sebagai wujud pencegahan terhadap budaya korupsi di kalangan kadernya, aktivis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Rembang mengadakan diskusi bedah buku Jihad Melawan Korupsi, Sabtu (28/1) pagi. Sarasehan yang digelar di Rumah Kongkow As-Syuffah Desa Sidorejo Kecamatan Pamotan Kabupaten Rembang ini dihadiri hanpir seluruh perwakilan badan otonom dan lembaga NU Rembang serta NU Cabang Lasem.

Menurut Muhammad Widad mantan Ketua PMII Rembang, tujuan diskusi ini antara lain adalah memberikan analisa yang jujur dan objektif sesuai dengan prinsip Islam tentang tradisi pesantren, tentang budaya korupsi yang ada di Indonesia.

PMII Bedah Buku Jihad Melawan Korupsi (Sumber Gambar : Nu Online)
PMII Bedah Buku Jihad Melawan Korupsi (Sumber Gambar : Nu Online)

PMII Bedah Buku Jihad Melawan Korupsi

Korupsi yang dinilai sebagian pihak sebagai sebuah budaya perlu dilakukan upaya pencegahan secara dini yang dimulai dari sitem pendidikan di Indonesia.

"Hari ini, kondisi saat ini budaya korupsi yang dinilai sebagian pihak, harus menjadi tanggapan kita bersama. Terutama ini yang menjadi perhatian dari PMII Rembang, sehingga kami perlu mengadakan gerakan pencegahan," jelasnya.

SMA Negeri 1 Slawi

Widad menilai, pola pencegahan lebih efektif untuk dilakukan dari pada penindakan. Maka dari itu, proses kaderisasi yang dilakukan oleh PMII sangat penting untuk menanamkan budaya anti-korupsi. (Ahmad Asmui/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi

SMA Negeri 1 Slawi Nahdlatul Ulama, Aswaja, AlaSantri SMA Negeri 1 Slawi

Sabtu, 18 November 2017

Peringatan Hari Santri untuk Bangkitkan Patriotisme

Jakarta, SMA Negeri 1 Slawi. Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj mengatakan, hari santri perlu dikukuhkan dan diperingati sekurang-kurangnya karena dua alasan. Pertama, sebagai penghormatan atas jasa pahlawan. Pengakuan semacam ini penting bagi generasi sekarang agar tak tercerabut dari kampung halaman sejarahnya.

Peringatan Hari Santri untuk Bangkitkan Patriotisme (Sumber Gambar : Nu Online)
Peringatan Hari Santri untuk Bangkitkan Patriotisme (Sumber Gambar : Nu Online)

Peringatan Hari Santri untuk Bangkitkan Patriotisme

“Kedua sebagai pembangkit patriotisme. Ini relevan sebab sejumlah gagasan yang belakangan bermunculan di Indonesia tidak banyak yang sungguh-sungguh memiliki komitmen keindonesiaan,” ujarnya dalam konferensi pers Kirab Hari Santri Nasional, Selasa (6/10), di Jakarta.

Dalam kenyataannya, kata Kang Said, santri adalah masyarakat Indonesia yang beragama Islam, bukan sekadar muslim yang kebetulan berada di Indonesia. Dengan pengertian ini segala jenis usaha pembenturan santri dengan kelompok-kelompok lain di negeri ini sudah pasti mentah. Kecintaan terhadap tanah air selalu mengatasi sentimen kelompok.

SMA Negeri 1 Slawi

“Membela tanah air berarti membela agama. Hal ini merupakan sesuatu yang secara spiritual diyakini, secara gagasan dipikirkan, dan secara empiris dikerjakan,” paparnya.

SMA Negeri 1 Slawi

Menurut kiai asal Cirebon ini, dalam sejarah, keutuhan Indonesia berkali-kali diuji. Dalam tiap ujian itu santri selalu hadir menjaminkan diri untuk mengawal keutuhan tersebut. Resolusi jihad atau seruan perang suci NU melawan penjajah pada 22 Oktober adalah di antara peran yang paling menonjol.

Kerenanya, bagi Kang Said, tepatlah kiranya 22 Oktober dijadikan sebagai Hari Santri Nasional, hari untuk mengonsolidasikan kekuatan umat Islam Indonesia untuk mencitai tanah airnya.

PBNU tengah menyiapkan Kirab Hari Santri Nasional sepanjang 16-22 Oktober 2015, yang dimulai dari Tugu Pahlawan Surabaya dan diakhiri di Tugu Proklamasi Jakarta. Selain ziarah, bahtsul masail, dan pengobatan gratis, ekspedisi pelayaran hari santri menggunakan kapal perang juga bakal mewarnai peringatan tersebut.? (Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Aswaja, Nahdlatul Ulama SMA Negeri 1 Slawi

Senin, 13 November 2017

LKNU Subang Gelar Sosialisasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat di Pesantren

Subang, SMA Negeri 1 Slawi - Di antara program kerja pengurus Lembaga Kesehatan Nahdlatul Ulama (LKNU) Kabupaten Subang adalah sosialiasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) kepada para santri di beberapa pesantren yang ada di Kabupaten Subang. Hal ini bertujuan agar para santri bisa lebih memperhatikan kesehatan dalam menjalani aktivitasnya.

Demikian disampaikan Ketua LKNU Kabupaten Subang H Edi Supriadi usai menggelar kegiatan sosialisasi PHBS kepada 170 santri di Pondok Pesantren Nurul Anwar Mubtadiien, Subang, Ahad (5/11) pagi.

LKNU Subang Gelar Sosialisasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat di Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)
LKNU Subang Gelar Sosialisasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat di Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)

LKNU Subang Gelar Sosialisasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat di Pesantren

"Insyaallah dalam setiap dua pekan kita akan melakukan roadshow ke tiap-tiap pesantren untuk melakukan sosialisasi kesehatan kepada para santri di Subang," ujarnya.

SMA Negeri 1 Slawi

Melalui kegiatan ini diharapkan tidak ada lagi stigma negatif dalam masyarakat yang memandang bahwa santri itu jorok dan tidak peduli dengan kesehatan lingkungan.

"Dengan kegiatan ini diharapkan para santri bisa lebih memahami kebersihan dan kesehatan karena hal itu merupakan bagian dari ajaran Islam dalam konteks hifzhun nafs," tambahnya.

Ia menambahkan, kegiatan sosialiasi PHBS ini terselenggara atas kerja sama LKNU, Dinas Kesehatan, dan DPD Persatuan Perawat Nasional Indonesia ini Kabupaten Subang.

SMA Negeri 1 Slawi

Turut hadir dalam kegiatan ini Ketua PCNU Subang, Kepala Kemenag Subang, perwakilan dari Kapolres Subang, Danyon 312 Kala Hitam, Kodim 0605 Subang dan beberapa pejabat setempat lainnya. (Aiz Luthfi/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Nahdlatul Ulama, Syariah, Daerah SMA Negeri 1 Slawi

Minggu, 12 November 2017

Gema Hari Santri 2017 di Eropa

Berlin, SMA Negeri 1 Slawi. Hari Santri Nasional, ditetapkan pemerintah sejak 2015 silam bertepatan dengan 22 Oktober, tidak hanya disemarakkan oleh kalangan santri dan masyarakat di Indonesia. Di Eropa pun hari besar ini turut digemakan oleh warga Nahdlatul Ulama (NU) yang tergabung di dalam komunitas nahdliyyin se-Eropa.

Pengurus Cabang Istimewa (PCI)  NU Jerman tak kalah ketinggalan. Bersama dengan PCI NU Belgia, Shalawat Nariyah diamalkan serentak di kedua negara. Di Jerman, misalnya, lantunan shalawat dikumandangkan di berbagai kota seperti Kassel, Karlsruhe, Bremen, Frankfurt, Berlin, Göttingen, Oldenburg.

Sementara di Belgia, warga di kota Brussel dan Leuven bersama-sama ikut melantunkannya.  Ajakan berhalawat Nariyah dalam laman Facebook Ketua Tanfidziyah PCI NU Jerman, Muhammad Rodlin Billah, juga menyedot perhatian warga Surabaya untuk ikut mengamalkannya. 

Gema Hari Santri 2017 di Eropa (Sumber Gambar : Nu Online)
Gema Hari Santri 2017 di Eropa (Sumber Gambar : Nu Online)

Gema Hari Santri 2017 di Eropa

Shalawat Nariyah, yang bermula ratusan tahun silam dari Afrika Utara dan masih menjadi tradisi di negeri asalnya, diiimbau PBNU untuk dibaca demi memperoleh dua tujuan. Pertama, mengharap berkah dan sekaligus memohon pertolongan kepada Allah agar bangsa Indonesia selamat dari ancaman apa pun. Kedua, mengenang dan sekaligus mendoakan para pahlawan yang gugur dan tulus membela kedaulatan tanah air. Tak salah jika kedua tujuan tersebut sekaligus dianggap sebagai aspek vertikal dan horizontal dari zikir. 

Bagi Nahdliyin di Eropa, membaca shalawat itu ditambahkan niat dan doa khusus, terutama dua hal. Pertama, agar PCI NU Jerman senantiasa dapat terus memperjuangkan Islam Aswaja An-Nahdliyah. Kedua, supaya rekan-rekan PCI NU Belgia bersama segenap diaspora masyarakat Indonesia dimudahkan Allah SWT untuk mendirikan masjid.

Selain itu, PCI NU Jerman juga memprakarsai lomba pembuatan video "Hari Santri" berskala internasional berhadiah dengan tagar #SantriMandiri #NKRIhebat. Tak kurang dari 20 video diterima. Masing-masingnya berdurasi 60 detik didaftarkan dari berbagai negara di seluruh dunia seperti Arab Saudi, Maroko, Mesir, Tunisia, Sudan, Skotlandia, Jerman, Taiwan dan Jepang. 

SMA Negeri 1 Slawi

Setelah melalui proses penjurian yang panjang, panitia akhirnya menentukan pemenang utama perlombaan ini yang berasal dari Maroko, Tunisia, Sudan dan Rusia serta tiga video yang diberikan Honorable Mention yakni dua dari Jerman dan satu dari Jepang. Video kompilasi dapat dilihat di laman resmi Facebook PCI NU Jerman: https://www.facebook.com/NUJerman/. (Red: Kendi Setiawan)

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi

SMA Negeri 1 Slawi Nahdlatul, Nahdlatul Ulama SMA Negeri 1 Slawi

Selasa, 07 November 2017

5 Kantor NU di Kediri Dimanfaatkan untuk Pengungsi

Kediri, SMA Negeri 1 Slawi. Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim (LPBI) NU Kabupaten Kediri membentuk 5 (lima) posko untuk masyarakat terdampak erupsi Gunung Kelud. Posko-posko tersebut tersebar di kantor-kantor NU tingkat kecamatan (MWCNU), dengan PCNU sebagai induknya.

5 Kantor NU di Kediri Dimanfaatkan untuk Pengungsi (Sumber Gambar : Nu Online)
5 Kantor NU di Kediri Dimanfaatkan untuk Pengungsi (Sumber Gambar : Nu Online)

5 Kantor NU di Kediri Dimanfaatkan untuk Pengungsi

Lima kantor MWCNU yang dijadikan posko adalah MWCNU Wates, MWCNU Ngancar, MWCNU Plosok Klaten, MWCNU Puncu, dan MWCNU Kepung.

LPBINU bersama PCNU, MWCNU dan badan otonom NU di Kabupaten Kediri telah melakukan kegiatan kemanusiaan, di antaranya turut serta mengevakuasi masyarakat dari zona bahaya erupsi Kelud. Selain mengevakuasi korban erupsi Kelud ke tempat yang aman, relawan NU juga mengevakuasi korban luka ke rumah sakit.

SMA Negeri 1 Slawi

Setelah melakukan evakuasi korban erupsi Kelud, LPBINU bersama PCNU, MWCNU dan banom NU membentuk posko yang berinduk di PCNU Kabupaten Kediri. Sampai hari ini, terdapat 17.134 KK (Kepala Keluarga) yang terdiri dari 58.842 jiwa di Kabupaten Kediri yang terdampak erupsi Gunung Kelud.

SMA Negeri 1 Slawi

Ketua PCNU Kabupaten Kediri, KH Sulaiman Lubis, mengatakan bahwa PCNU Kabupaten Kediri telah dan sedang melakukan assessment di daerah terdampak erupsi Gunung Kelud. Saat ini masyarakat yang terdampak sangat membutuhkan selimut, perlengkapan bayi, tikar, sembako, dan sembako.

Lebih lanjut, KH. Sulaiman Lubis mengatakan, pusat evakuasi ditempatkan di masjid-masjid. Hal ini dilakukan agar fungsi sosial masjid dan musholla dapat semakin dirasakan oleh masyarakat selain juga karena secara fisik, memiliki struktur bangunan yang luas, kokoh dan memiliki ketersediaan air yang cukup memadai.

Di Kabupaten Kediri, erupsi Gunung Kelud berdampak pada 4 (empat) kecamatan yang tersebar di 13 (tiga belas) desa di Kabupaten Kediri. Empat kecamatan terdampak di Kabupaten Kediri yang terdampak erupsi adalah Ngancar, Plosok Wetan, Puncu, dan Kepung. (Red: Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Nahdlatul Ulama SMA Negeri 1 Slawi

Sabtu, 04 November 2017

Semangkuk Cerita Tentang Bubur Haritsah

Ada satu hidangan khas Timur Tengah di Masjid Riyadh Solo yang disajikan hanya pada saat acara Khatmil Bukhari, yaitu bubur haritsah atau di daerah lain semisal di Gresik dinamakan bubur dempul.

Makanan ini terbuat dari campuran biji gandum dengan daging kambing, dan bumbu-bumbu dan minyak samin, yang diaduk terus dalam api kecil hingga keseluruhan dagingnya hancur lumat menjadi suatu adonan yang kental berwarna kelabu pekat.

Bagi yang tidak biasa memakannya, bisa muntah sebelum menyentuhnya. Ada yang bilang seperti muntahan kucing, dan macam-macam persepsi yang negatif. Tetapi bagi yang suka akan makanan berbumbu bernuansa timur tengah, haritsah ini merupakan sesuatu yang sangat istimewa.

Semangkuk Cerita Tentang Bubur Haritsah (Sumber Gambar : Nu Online)
Semangkuk Cerita Tentang Bubur Haritsah (Sumber Gambar : Nu Online)

Semangkuk Cerita Tentang Bubur Haritsah

Istimewa karena langka, dan istimewa karena rasa yang sangat khas. Orang Indonesia keturunan Arab sendiri sangat rindu akan makanan ini, tetapi konon sudah sulit memperolehnya.

Bahkan tidak hanya orang Arab, masyarakat asli Indonesia pun banyak yang menyukainya. Seperti halnya M Dalhar (24), pemuda asal Jepara ini mengaku suka dengan makanan asal timur tengah ini, ”bubur haritsah ini yang menjadi salah satu daya tarik saya untuk datang ke acara khatmil bukhori," ungkapnya.

Pengunjung yang lain, Alfan Qodri (27), bahkan membawa makanan tersebut untuk dibawa pulang, “untuk anak saya yang masih kecil, biar nular berkahnya,” kata warga Boyolali tersebut.

Tentang bubur Haritsah ini pernah pula menjadi kisah indah tersendiri antara Rasulullah saw bersama istri-istri beliau. Pada suatu hari Rasulullah saw berada di rumah Aisyah ra. Kebetulan pada waktu itu Aisyah sedang memsak bubur haritsah. Apabila bubur itu telah masak dia menghidangkannya kepada Saudah RA dan Rasulullah SAW. Tetapi Saudah lalu berkata, “Maaf, saya tidak suka makanan ini.”

SMA Negeri 1 Slawi

 “Demi Allah, kamu harus makan buburku ini atau kusapukan ke mukamu,” jawab Aisyah.

 Lalu segera Aisyah mengambil sedikit bubur dan disapukan ke muka Saudah. Begitu juga yang dilakukan oleh Saudah lalu disapukan ke muka Aisyah. Melihat kejadian itu, Rasulullah SAW hanya tersenyum simpul. (Ajie Najmuddin/Red:Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi

SMA Negeri 1 Slawi Nahdlatul Ulama, Kiai SMA Negeri 1 Slawi

Kang Said: Jangan Tertipu Gamis dan Jenggot

Jakarta, SMA Negeri 1 Slawi. Munculnya gerakan radikalisme dan terorisme di Indonesia yang meresahkan dan merenggut banyak korban jiwa adalah karena selama ini Nahdlatul Ulama tidak pernah diajak bekerjasama oleh Pemerintah. Demikian disampaikan Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj, kepada SMA Negeri 1 Slawi, 28 Desember 2010.

“Kenapa muncul Amrozi, Ali Gufron, Mukhlas, dan gerakan radikal lain? Jawabannya mudah, karena Nahdlatul Ulama tidak diajak bersama-sama membangun bangsa ini selama 32 tahun,” tegasnya. Lalu ia mencontohkan bahwa selama Orde Baru berlangsung, Menteri Agama, kepala kantor wilayah departemen agama hingga kepala madrasah tidak boleh dipegang orang NU.

Kang Said: Jangan Tertipu Gamis dan Jenggot (Sumber Gambar : Nu Online)
Kang Said: Jangan Tertipu Gamis dan Jenggot (Sumber Gambar : Nu Online)

Kang Said: Jangan Tertipu Gamis dan Jenggot

Kang Said menambahkan, “Padahal khazanah keagamaan mereka sangat minim. Kalau hal ini terjadi di Jawa mungkin masih ditolerir, karena masih banyak kiai. Namun kalau di luar Jawa, mereka benar-benar menjadi satu-satunya tempat bertanya tentang agama.”

SMA Negeri 1 Slawi

“Dalam satu, dua, hingga tiga kali ceramah mungkin penyampaiannya masih bagus. Namun di ceramah selanjutnya, karena minimnya pengetahuan mereka dan kehabisan bahan ceramah, maka yang disuarakan adalah, ‘awas ada kristenisasi’, ‘mari bakar gereja itu’, dan lain sebagainya,” tambah pria kelahiran Cirebon ini.

SMA Negeri 1 Slawi

Untuk menutupi minimnya pengetahuan mereka, masih menurut Kang Said, mereka menutupinya dengan pakaian ala Arab. “Jangan mengira bahwa yang memakai gamis dan berjenggot itu hanya Nabi Muhammad, Abu Jahal pun juga bergamis dan berjenggot. Jadi jangan mudah tertipu dengan penampilan, karena belum tentu jelas pengetahuannya tentang Islam,” ujar Kang Said sambil tersenyum.

“Kesimpulannya, kalau Indonesia ini ingin selamat, NU harus diajak bersama-sama membangun bangsa ini,” pungkas Kang Said. (bil)Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Nahdlatul Ulama, Makam SMA Negeri 1 Slawi

Minggu, 29 Oktober 2017

Promosi Islam Indonesia Relevan untuk Kondisi Eropa

Amsterdam, SMA Negeri 1 Slawi. Direktur Jenderal (Dirjen) Pendidikan Islam Kementerian Agama Kamaruddin Amin menilai Islam Indonesia atau yang sering disebut Islam Nusantara menemukan momentumnya untuk disosialisasikan di Eropa karena Eropa dan komunitas Muslim di sana sering mengalami ketegangan hubungan, saling mencurigai. Untuk itu, promosi Islam Indonesia saat ini menjadi sangat relevan untuk konteks Eropa.

Hal ini disampaikan Kamaruddin Amin saat menjadi Keynote Speech pada The 1st Biennial International Conference on Moderat Islam In Indonesia di Vrije Universiteit, Amsterdam Belanda, Senin (27/3) lalu.?

Promosi Islam Indonesia Relevan untuk Kondisi Eropa (Sumber Gambar : Nu Online)
Promosi Islam Indonesia Relevan untuk Kondisi Eropa (Sumber Gambar : Nu Online)

Promosi Islam Indonesia Relevan untuk Kondisi Eropa

Konferensi internasional yang mengangkat tema Rethinking Indonesia’s Islam Nusantara: From Local Relevance to Global Significance ini digelar Pengurus Cabang Internasional Nahdlatul Ulama (PCINU) Belanda bekerja sama dengan Kementerian Agama.

"Masalah integrasi dan asimilasi Islam dan budaya Eropa menjadi isu yang cukup sentral di Eropa hari ini. Disatu sisi orang Eropa menganggap Islam tidak sesuai dengan budaya Eropa yang modern, demokratis, toleran, menghargai perbedaan, sehingga sering muncul Islamphobia. Di sisi lain, umat Islam sangat memcurigai budaya Barat yang serba bebas, diskriminatif, tidak islami dan seterusnya," ujarnya.

Hal ini, menurut Kamaruddin, membentuk pola relasi yang sangat tidak produktif. Karenanya, promosi Islam Indonesia atau Islam Nusantara menjadi relevan dan kontekstual.

SMA Negeri 1 Slawi

Menurut Guru Besar UIN Alauddin Makassar ini, Islam Nusantara merupakan adalah salah satu bentuk artikulasi implementasi Islam secara empiris sebagai produk dialektika antara Islam dan budaya lokal Indonesia.

SMA Negeri 1 Slawi

Adalah tidak realistis mengharapkan satu jenis Islam yang diimplementasikan secara universal. Sebab, kata Kamaruddin, meski memiliki nilai universal dan sumber yang sama (Al-Quran dan Hadis), Islam harus berdialog dengan partikularitas masalah di mana Islam diimplementasikan. Akibatnya, implementasi Islam di Saudi berbeda dengan Islam Indonesia, begitu juga dengan Islam di Eropa dan Amerika.

"Islam harus mengalami akulturasi budaya agar bisa dengan mudah diterima di masyarakat. Islam Nusantara adalah salah satu contoh yang berpotensi menjadi model untuk diimplementasikan di tempat lain," tandasnya.

Acara ini dihadiri tidak kurang dari 300 peserta. Mereka adalah para akademisi studi Islam dan Indonesia dari sejumlah universitas di Belanda, Belgia, Jerman, Italia, Libanon, Saudi Arabia, dan Malaysia. Selain itu, ada juga para mahasiswa dan diplomat Indonesia dari sejumlah negara Eropa.

Tampak hadir juga sejumlah Duta Besar, antara lain, Husnan Bey Fanani (Azerbaijan), Agus Maftuh Abigebriel (Saudi Arabia), dan Safira Mahrusah (Aljazair).

Konferensi ini akan berlangsung hingga 29 Maret mendatang. Sejumlah narasumber yang hadir antara lain: Staf Khusus Menteri Agama Hadi Rahman, Intelektual NU Ahmad Baso, dan Indonesianis yang juga Guru Besar Utrecht University Karel Steenbrink. (Kemenag/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Nahdlatul Ulama, Pertandingan SMA Negeri 1 Slawi

Kamis, 26 Oktober 2017

Gadis Palestina Pecahkan Rekor Dokter Termuda Dunia

Jakarta, SMA Negeri 1 Slawi. Eqbal Mahmoud, seorang gadis asal Palestina tercatat memecahkan rekor Guinnness Book sebagai dokter termuda di dunia. Eqbal yang belum genap berusia 20 tahun itu telah menyandang gelar dokter dari Weill Cornell Medical College di Qatar, yang merupakan salah satu perguruan tinggi kedokteran terbaik di dunia.

Gadis Palestina Pecahkan Rekor Dokter Termuda Dunia (Sumber Gambar : Nu Online)
Gadis Palestina Pecahkan Rekor Dokter Termuda Dunia (Sumber Gambar : Nu Online)

Gadis Palestina Pecahkan Rekor Dokter Termuda Dunia

Ini adalah rekor kedua yang dipecahkan oleh Eqbal. Sebelumnya, gadis manis ini memecahkan rekor sebagai mahasiswi termuda di dunia, di mana ia masuk ke bangku fakultas kedokteran di Weill Cornell Medical College di Qatar ketika masih berusia 13 tahun.

Apa rencana Eqbal setelah ia lulus dan menjadi dokter lulusan salah satu perguruan tinggi kedokteran bergengsi di dunia itu? Apakah ia akan melanjutkan kehidupannya di Qatar yang bergelimpang kemakmuran?

SMA Negeri 1 Slawi

Tidak, ternyata. Eqbal mengatakan ia akan kembali dan pulang ke kampung halamannya di Palestina meskipun kondisi tanah airnya sedang dilanda konflik berkepanjangan. 

"Sekarang sudah tiba saatnya untuk memulai perjuangan dengan nyata. Saya akan kembali pulang ke negara saya. Saya akan pulang membawa ilmu dan prestasi, bukan membawa senjata," kata Eqbal sebagaimana dilansir surat kabar al-Arab (25/5). 

SMA Negeri 1 Slawi

Dikatakan Eqbal, selain nanti akan menjadi dokter di kampung halamannya, ia juga ingin menjadi tenaga pendidik bagi anak-anak di sana. 

"Saya tidak meminta sesuatu, tetapi saya harus berbuat dan memberi sesuatu," kata Eqbal.

Ditambahkannya, salah satu mimpi besarnya adalah membantu anak-anak Palestina untuk mendapatkan pendidikan, ilmu pengetahuan dan layanan kesehatan yang layak.

Eqbal juga memiliki rencana lain untuk melanjutkan jenjang pendidikannya ke tingkat yang lebih tinggi. Rencananya, Eqbal hendak melanjutkan program spesialis dokter anak.

Penulis; Ahmad Syifa

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Nahdlatul Ulama, Syariah SMA Negeri 1 Slawi

Jumat, 20 Oktober 2017

Aplikasi Android Stasiun Televisi Aswaja Diluncurkan

Jakarta, SMA Negeri 1 Slawi. Sejumlah anak muda NU yang fokus di bidang informasi teknologi, meluncurkan sebuah aplikasi yang memuat beberapa stasiun televisi bermuatan paham aswaja di seluruh Indonesia. Aplikasi android ini dapat dengan mudah diakses lewat telepon genggam smartphone.

Aplikasi Android Stasiun Televisi Aswaja Diluncurkan (Sumber Gambar : Nu Online)
Aplikasi Android Stasiun Televisi Aswaja Diluncurkan (Sumber Gambar : Nu Online)

Aplikasi Android Stasiun Televisi Aswaja Diluncurkan

“Kini siaran televisi Islam Aswaja dapat dinikmati melalui internet. Televisi streaming ini sangat mudah diakses,” kata salah satu aktivis PPM Aswaja Ozzy El-Huda kepada SMA Negeri 1 Slawi, Kamis (22/5).

Pengguna smartphone android dapat mengunduh aplikasi ini di Google Play dengan memasukkan keyword ‘Islam Nusantara’. Sebagai pilihannya, mereka juga bisa menggunakan link https://play.google.com/store/apps/details?id=com.aswajacenter.tvislam dan melakukan instalasi aplikasi itu.

SMA Negeri 1 Slawi

Setelah aplikasi terinstall di smartphone, maka dengan mudah kita bisa memilih beberapa channel tv Islam Nusantara yang siarannya berisi dakwah Islam Ahlussunnah Waljamaah.

Ozzy berharap, aplikasi yang dikembangkan komunitas PPM Aswaja ini dapat berguna bagi kita untuk memperoleh tontonan bermanfaat, tontonan TV Islam Nusantara. (Mukhlisin Akhlis/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi

SMA Negeri 1 Slawi Bahtsul Masail, Nahdlatul Ulama, AlaNu SMA Negeri 1 Slawi

Minggu, 17 September 2017

SMA Waykanan Gandeng Ansor Tumbuhkan Islam Rahmatan lil Alamin

Waykanan, SMA Negeri 1 Slawi . Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Waykanan Provinsi Lampung dan SMAN 1 Blambangan Umpu menandatangani nota kesepahaman "Motivasi Dan Pengembangan Sumber Daya Siswa" bertepatan dengan HUT ke 31 tahun sekolah tersebut sekaligus peringatan Hari Santri Nasional.

SMA Waykanan Gandeng Ansor Tumbuhkan Islam Rahmatan lil Alamin (Sumber Gambar : Nu Online)
SMA Waykanan Gandeng Ansor Tumbuhkan Islam Rahmatan lil Alamin (Sumber Gambar : Nu Online)

SMA Waykanan Gandeng Ansor Tumbuhkan Islam Rahmatan lil Alamin

"Menjadikan anak-anak di sekolah ini agar bisa memahami Islam Rahmatan lil Alamin merupakan salah satu dasar kenapa ada penandatanganan antara pihak kami dengan Gerakan Pemuda Ansor Waykanan," ujar Kepala Sekolah SMAN 1 Blambangan Umpu Seven Sari, S.Pd, di Blambangan Umpu, Kamis (22/10).

Seven percaya, Gerakan Pemuda Ansor mampu mendorong anak-anak mengerti Islam yang ramah di era teknologi berkembang pesat namun acapkali memberi pengetahuan menyesatkan.

SMA Negeri 1 Slawi

"Anak-anak memang harus belajar Islam sebenarnya, bukan Islam radikal mengingat teknologi informasi mempunyai kemampuan untuk mempengaruhi dengan cepat, baik negatif atau positif," tuturnya.

SMA Negeri 1 Slawi

Kepala SMAN 1 Blambangan Umpu itu menilai, Gerakan Pemuda Ansor sebagai salah satu organisasi kepemudaan di Waykanan terbukti maslahat dengan berkiprah di berbagai bidang, termasuk pendidikan dengan menggelar sejumlah even terkait edukasi, seperti lomba baca puisi, menulis opini.

"Kemudian membuat pelatihan analisa sidik jari bagi para guru. Dan terakhir yang saya tahu dan sejumlah anak didik kita juga ikut adalah kegiatan Bimbingan Belajar Pasca Ujian Nasional atau BPUN," kata Seven lagi.

Dengan adanya penandatangan nota kesepahaman tersebut, Seven berharap pemuda Nahdlatul Ulama (NU) setempat terlibat aktif untuk turut menempa anak didik di sekolah itu dengan pembinaan, atau penyuluhan positif. 

"Pendidikan Agama Islam diajarkan di sekolah selama ini perlu ditingkatkan dosisnya mengingat fakta gerakan-gerakan radikal mengatasnamakan agama seolah tumbuh subur di Indonesia melalui dunia maya. Saya juga berharap, dengan adanya penandatanganan nota kesepahaman ini akan mendorong masa depan anak-anak didik semakin lebih baik," ujar dia.

Sasaran dari penandatangan nota kesepahaman itu terbagi dua, yakni motivasi ditujukan bagi seluruh siswa dan terbagi dalam bentuk diskusi, stadium general, focus group discussion dan pengajian yang berorientasi pada keberagaman dan kemandirian.

Kemudian Pengembangan Sumber Daya Siswa ditujukan atau berlaku bagi siswa kurang mampu namun berprestasi dalam bidang akademik untuk ikut serta dalam BPUN 2016. (Disisi SF/Mukafi Niam)  

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Nahdlatul Ulama, Nasional, Kiai SMA Negeri 1 Slawi

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs SMA Negeri 1 Slawi sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik SMA Negeri 1 Slawi. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan SMA Negeri 1 Slawi dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock