Tampilkan postingan dengan label Pertandingan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pertandingan. Tampilkan semua postingan

Senin, 19 Februari 2018

Fatayat Terdepan Lindungi Anak dari Tindak Kekerasan

Brebes, SMA Negeri 1 Slawi. Melihat berbagai kasus kekerasan terhadap anak di berbagai strata, Fatayat NU melakukan gerakan perlindungan anak Indonesia dari tindak kekerasan (gelatik). Terbukti grafik tindak kekerasan terhadap anak pada setiap tahunnya mengalami peningkatan yang signifikan. Kondisi demikian menjadi keprihatinan Fatayat NU sebagai organisasi wanita muda di Nahdlatul Ulama.

Fatayat Terdepan Lindungi Anak dari Tindak Kekerasan (Sumber Gambar : Nu Online)
Fatayat Terdepan Lindungi Anak dari Tindak Kekerasan (Sumber Gambar : Nu Online)

Fatayat Terdepan Lindungi Anak dari Tindak Kekerasan

Ketua Umum Pimpinan Pusat Fatayat NU Dra Anggia Ermarini menjelaskan, pada kurun waktu 2011-2014 Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menerima 11.623 pengaduan kasus kekerasan pada anak dengan klaster yang berbeda.

"Angka yang paling tinggi berupa kekerasan dari keluarga dan pengasuhnya sebanyak 2.219 dan kekerasan seksual mencapai 2.124 kasus," terang Anggi saat sambutan seminar dan pelatihan penanganan kekerasan terhadap anak di gedung Guru, Jalan Taman Siswa Brebes, (11/12/16).?

SMA Negeri 1 Slawi

Lewat program Gelatik, seluruh anggota Fatayat NU bisa bergerak ketika mendengar atau melihat tindakan kekerasan terhadap anak yang terjadi dilingkungan sekitarnya. Diyakini, partisipasi Fatayat dan seluruh elemen untuk menanggulangi masalah kekerasan bisa menjadi solusi mengurangi kasus ini. Kesadaran untuk menjaga anak sebenarnya menjadi tanggung jawab bersama sehingga harus bersinergi.

"Selama ini, masalah-masalah anak terjadi karena orang tua kurang peduli, anak yang tak mampu memahami situasi hingga kurangnya komunikasi antar keluarga," ujar Anggi.

Dia mengatakan, 90 persen tindak kekerasan dilakukan orang tuanya sendiri. Untuk itu perlu ditanamkan sikap dan sifat bahwa perlindungan, tidak hanya untuk anak biologisnya sendiri, tetapi semua anak di sekitar komunitas. “Ayo, semua menjadi penjaga dan pelindung anak,” ajaknya.

Anggi menyarankan agar selalu mendeteksi dini terhadap tindak kekerasan pada anak. Memang berat bagi seorang ibu terhadap tugas ini. Apalagi ketika anak mulai belajar dan mampu membedakan manis asam pahit. Tentu, kita harus mendidik maksimal dengan akhlak mulia. “Seorang ibu, paling berbakat membentuk anak yang berakhlak mulia,” ucapnya.

?

SMA Negeri 1 Slawi

Hal senada disampaikan Ketua PW Fatayat NU Jateng Tazkiyatul Muthmainnah. Ia mengatakan angka kekerasan terhadap anak sangat tinggi di Jawa Tengah. Fatayat wajib hukumnya untuk bergerak sama-sama peduli terhadap anak. Dia memaparkan ada empat daerah yang tindak kekerasannya tinggi sebagai zona merah yakni di Kabupaten Semarang, Kota Semarang, Kabupaten Kendal dan Kabupaten Wonosobo.

“Fatayat Jateng, bertekad jadi garda terdepan, dalam gerakan kampanye anti kekerasan terhadap anak,” tekadnya.

Melindungi dan menjaga anak, kata Tazkiyatul, bukan berarti memanjakan anak. Memastikan, kalau anak-anak dan lingkungan anak dalam keadaan aman.?

Seminar dan pelatihan penanganan kekerasan terhadap anak dibuka Staf Ahli Bupati bidang pemerintahan Mayang Sri Herbimo. Dalam kata sambutannya, selaku pemkab berterima kasih atas peran Fatayat terhadap perlindungan kepada anak-anak. Sebab Anak menjadi asset bangsa yang nilainya tak tertandingi. “Seorang anak tidak bisa putus dalam tali keluarga, kendati suami atau istri bisa terputus karena perceraian,” ujarnya. ?

Ketua PC Fatayat NU Brebes Mukminah menjelaskan, Kabupaten Brebes menjadi daerah percontohan untuk penangan anak dari tindak kekerasan terhadap anak. Selain Brebes program gelatik ini juga dilaksanakan di Lampung Timur.?

Seminar dan pelatihan diikuti 104 peserta yang berasal dari pengurus dan anggota Fatayat se kabupaten Brebes, pemerhati anak, forum anak dan unsure lainnya. (wasdiun/abdullah alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Pertandingan, Quote SMA Negeri 1 Slawi

Kamis, 15 Februari 2018

Habib Luthfy Minta Akhiri Puasa Tunggu Pemerintah

Pekalongan, SMA Negeri 1 Slawi. Habib Muhammad Luthfy Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Pekalongan meminta kepada seluruh umat Islam di Pekalongan untuk menunggu keputusan pemerintah dalam mengakhiri puasa Ramadhan 1433 H.

Habib Luthfy Minta Akhiri Puasa Tunggu Pemerintah (Sumber Gambar : Nu Online)
Habib Luthfy Minta Akhiri Puasa Tunggu Pemerintah (Sumber Gambar : Nu Online)

Habib Luthfy Minta Akhiri Puasa Tunggu Pemerintah

Permintaan ini dilakukan mengingat beberapa waktu yang lalu ada salah satu ormas Islam yang telah mengumumkan awal Syawal 1433 H jatuh pada hari Ahad 19 Agustus 2012, padahal puasa masih berlangsung.

Hal tersebut disampaikan Habib Luthfy kepada perwakilan umat Islam yang hadir pada pertemuan MUI Kota Pekalongan yang berlangsung di rumah Habib Luthfy Jalan dr Wahidin 70, Rabu (16/8).

SMA Negeri 1 Slawi

"Kita sebagai rakyat yang memiliki pemerintahan yang sah, maka sudah seharusnya kita mentaati segala apa yang telah diputuskan oleh pemerintah, termasuk dalam mengakhiri puasa Ramadhan 1433 H yang baru akan diputuskan Sabtu malam besok melalu sidang itsbat," ujarnya.

Dikatakan, sebagai ulil amri, pemerintah tidak saja mengatur masalah masalah kepemerintahan yang bersifat duniawi, akan tetapi juga mengatur masalah ukhrowi seperti mengawali dan mengakhir puasa Ramadhan, hal ini dimaksudkan untuk menjaga persatuan dan kesatuan umat Islam.

SMA Negeri 1 Slawi

Dalam musyawarah yang dihadiri jajaran pengurus cabang NU Kota Pekalongan, perwakilan dari Al Irsyad, STAIN Pekalongan, pengurus thariqah dan ratusan undangan lainnya bersepakat untuk mengakhiri puasa menunggu keputusan pemerintah. 

Meski diprediksi awal Idul Fitri 1433 H akan sama dengan pengumuman salah satu ormas Islam, forum sepakat tetap akan menunggu hasil rukyat sebagai rujukan kepastian bahwa memang telah terjadi bulan baru yang bisa dilihat dengan mata.

Redaktur    : Mukafi Niam

Kontributor: Abdul Muiz P

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Pahlawan, Pertandingan, Kajian Sunnah SMA Negeri 1 Slawi

Selasa, 06 Februari 2018

NU Setia Menjaga NKRI

Nusantara sebagai sebuah kesatuan geografis, kesatuan budaya, kesatuan politik dan kesatuan ekonomi terbentuk melalui proses berabad-abad, setidaknya mulai wangsa Sanjaya Mataram, Sriwijaya yang terus berkembang zaman Kahuripan, Daha, Singasari, Sriwijaya, Majapahit, Demak, Mataram Baru hingga Republik Indonesia saat ini. Kehadiran penjajah Spanyol, Belanda, Inggris, selama ratusan tahun itu gagal memecah-belah kesatuan yang telah kokoh itu.

Ketika Indonesia merdeka kesatuan itu segera dikukuhkan kembali sebagai sebuah negara kesatuan berdasarkan ideologi Pancasila, yang merupakan warisan leluhur bangsa ini. Itulah sebabnya Pancasila diterima oleh bangsa ini dengan tangan terbuka karena memang sebelumnya telah hidup dan berkembang sebagai falsafah hidup bagi bangsa ini, sehingga walaupun berbeda budaya, berbeda suku dan berbeda agama, tetapi bisa hidup rukun dan bersatu saling tolong-menolong satu sama lain.

Sebagaimana disebutkan di depan bahwa kesatuan Indonesia ini bukan sesuatu yang sekali jadi melainkan terus berkembang dalam proses, karena itulah kesatuan NKRI dan keutuhan Pancasila sebagai falsafah dan ideologi negara harus dijaga dan dipertahankan. Tidak sedikit kelompok yang dengan menawarkan ideologi tertentu mencoba untuk menolak Indonesia sebagai sebuah negara kesatuan, dan berusaha memecah belah sebagai serta berusaha memutus pengikatnya yaitu Pancasila sebagai ideologi negara.

NU Setia Menjaga NKRI (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Setia Menjaga NKRI (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Setia Menjaga NKRI

Nahdlatul Ulama (NU) lahir dari budaya Islam Nusantara dan berkembang dalam budaya Nusantara dengan segala gelombang yang terjadi di atasnya, ketika Nusantara dalam penjajahan NU dengan gigih mempertahankan identitas kenusantaraannya dan berjuang penuh melawan penjajah yang ingin melenyapkan kenusantaraan menjadi kebelandaan. Pesantren berhasil menjaga tradisi Islam Nusantara dan dari situlah 88 tahun yang lalu NU Lahir. Dalam keterjajahan itu NU mengobarkan semangat revolusi dan perjuangan, karena itu ketika Nusantara merdeka menjadi Negara Kesatuan Republik Indonesia, tidak ragu lagi NU menjadi penjaga dan sekaligus penyangga serta perekat persatuan Indonesia, dalam menghadapi berbagai subversi, gerakan separatis dan pemberontakan yang menodai negeri ini.

Hadirnya Reformasi dengan semangat liberalisme yang tanpa batas menjadikan upaya merombak NKRI serta mengganti atau merevisi Pancasila terus berjalan, dengan menawarkan ideologi lain yang tidak sesuai dengan budaya bangsa Indonesia. Dari situlah ketegangan nasional mulai terjadi antara kelompok pembela NKRI dan pendukung Pancasila sebagai dasar dan ideologi negara dengan kelompok yang ingin merombaknya. Berkat kegigihan pendukung NKRI dan Pancasila ini kedua hal tersebut tidak diubah.

Dengan tidak diubahnya konsep NKRI dan Pancasila tersebut tidak dengan sendirinya NKRI tetap ada dan lestari. Secara geografis sejak reformasi hingga sekarang memang masih utuh, maraknya gerakan separatisme beberapa waktu yang lalau tidak mampu memecah kesatuan geografis negeri ini. Tetapi apabila ditinjau dari segi kesatuan politik, dengan diterapkannya otonomi yang tanpa batas, kesatuan Indonesia sebagai kesatuan politik mulai pudar. Mulai banyak pejabat daerah yang tidak setia pada pemerintah di atasnya atau bahkan pemerintah pusat.

SMA Negeri 1 Slawi

Dilihat dari sudut pertahanan (militer), nampaknya integritas NKRI juga sudah mulai mengendor, terbukti dengan terjadinya pelanggaran wilayah oleh pasukan asing yang tidak sepenuhnya bisa diatasi oleh tentara Indonesia. Sementara, setiap upaya peningkatan sistem pertahanan selalu mendapat serangan dari kelompok tertentu dari bangsa sendiri, sehingga kedaulatan Republik ini dengan mudah diganggu dan dinodai masuknya kekuatan asing yang ingin memecah belah negeri ini.

Dari segi kesatuan ekonomi, sejak dilakukan liberalisasi perdagangan, dengan dibebaskannya investasi asing masuk ke seluruh sektor strategis, maka bisa dilihat bahwa saat ini ekonomi nasional tidak lagi di bawah kendali bangsa sendiri, melainkan telah dikuasai asing. Mulai dari sektor pertambangan, sektor perbankan, sektor pertanian, sektor industri, sektor properti, telekomunikasi, yang penguasaan asing rata-rata di atas 50%, bahkan terakhir di sektor bandara yang bisa mencapai 100 persen. Akibatnya terjadi ketimpangan ekonomi yang sangat tajam yang belum pernah terjadi di Indonesia ini selama ini.

SMA Negeri 1 Slawi

Kemudian di sektor kebudayaan, pengaruh asing mulai menerobos hingga ke sektor privat, dengan perkembangan teknologi informasi dan komunikasi. Sementara informasi dari dunia internasional yang dikendalikan oleh kapitalisme global yang berpandangan hidup liberal, tetaplah begitu jauh mempengaruhi cara berpikir, sikap dan tindakan masyarakat negeri ini. Dengan demikian nilai-nilai agama budaya dan tradisi, termasuk nilai-nilai Pancasila akan sulit diterapkan. Karena propaganda liberal disebarkan sedemikian gencar dengan peralatan teknologi dan strategi yang sangat canggih.

Inilah yang menjadi keprihatinan NU dan yang menjadi tekad NU untuk selalu setia menjaga keutuhan NKRI di saat pihak lain banyak yang mulai meragukan pentingnya NKRI. Karena itu bersamaan dengan peringatan Hari Lahir NU yang ke-88 tahun 2014 ini, NU berikrar bahkan bertekad bahwa keutuhan NKRI dan kejayaan Pancasila harus dijaga. Keutuhan NKRI harus tetap dijaga, tidak hanya secara geografis, tetapi secara politik, ekonomi dan budaya ini Indonesia kembali menjadi negara yang berdaulat, sebagaimana yang diperjuangkan para ulama NU terdahulu bersama elemen bangsa lainnya.

Untuk menjaga keutuhan NKRI ini sarana yang paling tepat adalah Pancasila, karena Pancasila dengan falsafah Bhinneka Tunggal Ika, merupakan tali pengikat keragaman bangsa ini. Kemampuan Pancasila dalam merekat keutuhan bangsa ini telah terbukti selama bertahun-tahun. Maka NU tidak mau ambil risiko dengan adanya kelompok lain? yang ingin mengganti Pancasila, sebab tanpa Pancasila NKRI tidak akan bisa dipertahankan.

Sebagaimana NKRI, saat ini Pancasila secara formal memang masih ada, tetapi harap diketahui, Pancasila oleh liberalisme tidak lagi dijadikan sumber nilai, baik dalam merumuskan undang-undang, dalam menentukan kebijakan politik, termasuk dalam kebijakan ekonomi dan kebudayaan. Semuanya mengacu pada berbagai konvensi internasional yang berfalsafah liberal yang jauh dari nilai agama dan tradisi.

Bagi NU membela NKRI dan Pancasila merupakan keharusan politik, untuk menjaga kesatuan dan kedamaian negeri ini. Dan sekaligus merupakan kewajiban syar’i, karena membela negara wajib hukumnya menurut agama.? Sebagaimana diputuskan dalam Muktamar NU di Situbondo bahwa penerimaan dan pengamalan Pancasila bagi umat Islam Indonesia sama dengan menjalankan syariat Islam. Sebagai konsekwensinya NU berkewajiban menjaga dan mengamankan Pancasila.

Komitmen atau kesetiaan ini perlu terus ditegaskan sehingga ketika NU genap berusia satu abad tahun 2026 nanti, sekitar 12 tahun lagi, kita berharap NKRI tetap utuh dan Pancasila tetap jaya. Penegasan ini menunjukkan bahwa NU bukan hanya untuk pada Nahdliyin, tetapi untuk bangsa secara keseluruhan dan bahkan untuk sekalian umat manusia. Karena itu berangkat dari Harlah NU yang 88 ini, tekad dan kesetiaan tersebut kita ikrarkan, di tengah Indonesia dengan NKRI dan Pancasila sedang menghadapi tantangan.

?

KH Said Aqil Siroj

Ketua Umum PBNU

?

* Disampaikan dalam acara peringatan hari lahir atau Harlah ke-88 NU di Jakarta, 31 Januari 2014.

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Pertandingan, Doa, Anti Hoax SMA Negeri 1 Slawi

Senin, 15 Januari 2018

Ansor Jabar Serahkan pada Empat Cabang Setempat

Jakarta, SMA Negeri 1 Slawi. Kerja organisasi kepemudaan Nahdlatul Ulama (NU), Gerakan Pemuda (GP) Ansor benar-benar nyata. Sehari setelah penandatanganan Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU), antara PP GP Ansor dan Kementerian Lingkungan Hidup, Pengurus Wilayah (PW) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Jawa Barat (Jabar) akan melakukan penanaman bibit cemara laut di Pantai Wisata Pangandaran, Jabar.

Ketua PW GP Ansor Jabar, Dr Ali Anwar Yusuf mengatakan, pihaknya akan menyerahkan secara teknis pelaksanaan penanaman bibit cemara laut tersebut kepada Banser (Barisan Ansor Serba Guna). Menurutnya, empat Pengurus Cabang (PC) Ansor akan dilibatkan langsung dalam program ini, antara lain, PC Ansor Kota Tasikmalaya, PC Ansor Kabupaten Tasikmalaya, PC Ansor Banjar dan PC Ansor Ciamis.

Ansor Jabar Serahkan pada Empat Cabang Setempat (Sumber Gambar : Nu Online)
Ansor Jabar Serahkan pada Empat Cabang Setempat (Sumber Gambar : Nu Online)

Ansor Jabar Serahkan pada Empat Cabang Setempat

“Juklak(petunjuk pelaksanaan)-nya kita mengacu pada PP GP Ansor dan teknisnya diserahkan kepada empat PC Ansor,” kata Kang Ali—panggilan akrab Ali Anwar Yusuf—di sela-sela penandatanganan MoU yang dilakukan oleh Ketua PP GP Ansor Saifullah Yusuf dan Menteri Negara Lingkungan Hidup Rachmat Witoelar, di Kantor PP GP Ansor, Jakarta (4/10) kemarin.

Namun demikian, Kang Ali mengaku belum tahu persis kapan pelaksanaan penanaman bibit cemara laut tersebut, sebab belum ada pemberitahuan khusus dari PP GP Ansor. Masalahnya, PW Ansor Jabar hanya bersifat mengkoordinasikan saja pelaksanaan kegiatan itu. “Kita belum mendapat petunjuk lebih lanjut, karenanya pasca-MoU itu pihaknya bersifat menunggu saja dari PP GP Ansor,” tandasnya.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal PP GP Ansor, A Malik Haramain mengatakan, pihaknya akan membentuk tim terlebih dahulu untuk mengimplementasikan MoU tersebut agar pelaksanaan di lapangan tidak semrawut dan asal tanam saja. Tentunya, sasaran pantai wisata sebagai uji coba yang harus menjadi contoh untuk langkah selanjutnya.

Menurut Malik, gerakan pelestarian lingkungan hidup yang dimotori GP Ansor harus menjadi teladan bagi warga nahdliyyin (sebutan untuk warga NU) lainnya. Kita menginginkan warga nahdhliyin bisa terlibat secara pro-aktif, sehingga program Kementerian Lingkungan Hidup dan GP Ansor bisa sejalan. (rif)

SMA Negeri 1 Slawi

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Ulama, Pertandingan SMA Negeri 1 Slawi

SMA Negeri 1 Slawi

Kamis, 11 Januari 2018

Pesantren Nurul Burhany Syaratkan Santri Hafal Surah Al-Kahfi

Demak, SMA Negeri 1 Slawi. Pesantren Putri Nurul Burhany Mranggen Demak mengadakan haflah Khotmil Qur’an, Sabtu (7/6). Sebagai syarat khusus mengikuti Khotmil Quran Juz ‘Amma bil hifdzi, para santri harus hafal surah Al-Kahfi terlebih dahulu.

“Untuk bisa menjadi peserta Khotmil Qur’an Juz ‘Amma bil hifdzi, santri diwajibkan hafal surah Al-Kahfi. Sedangkan, untuk menjadi peserta Khotmil Qur’an bin nazhri 30 Juz, santri diwajibkan hafal surah Al-Kahfi, Yasin, Luqman, Ar-Rahman, Al-Waqi’ah dan Al-Mulk,” ujar pengasuh pesantren Putri Nurul Burhany KH Helmi Wafa Mahsuni.

Pesantren Nurul Burhany Syaratkan Santri Hafal Surah Al-Kahfi (Sumber Gambar : Nu Online)
Pesantren Nurul Burhany Syaratkan Santri Hafal Surah Al-Kahfi (Sumber Gambar : Nu Online)

Pesantren Nurul Burhany Syaratkan Santri Hafal Surah Al-Kahfi

Surah-surah pilihan itu merupakan surah Al-Qur’an yang sudah menjadi bacaan rutin mingguan. Sehingga, santri diwajibkan menghafalnya.

SMA Negeri 1 Slawi

Kiai Helmi berpesan kepada para santri untuk meningkatkan belajar mengajinya, “Santri yang sudah selesai Juz ‘Amma bil hifdzi, perlu meningkatkan prestasinya ke pengajian bin nazhri 30 Juz. Untuk yang sudah selesai bin nazhri 30 Juz ditingkatkan ke tahfidz 30 juz.”

SMA Negeri 1 Slawi

Selain peserta dan santri pesantren, haflah ini juga dihadiri oleh wali santri, para guru, dan masyarakat setempat. Haflah Khtomil Qur’an merupakan agenda tahunan di pesantren Nurul Burhany.  (Abdus Shomad/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Aswaja, Pertandingan, Sunnah SMA Negeri 1 Slawi

Sabtu, 06 Januari 2018

Pelajar NU Karanganyar Bentuk Komisariat di Sekolah Ma‘arif NU

Demak, SMA Negeri 1 Slawi. Sebanyak 90 kader IPNU-IPPNU Karanganyar, Gajah, Karangawen, kabupaten Demak mengikuti Latihan Kader Muda (Lakmud), kaderisasi lanjutan setelah Makesta. Setelah Lakmud, mereka berencana menggalang koordinasi dengan Ma’aruf NU Demak untuk membentuk komisariat di lingkungan sekolah Maarif NU.

Pelajar NU Karanganyar Bentuk Komisariat di Sekolah Ma‘arif NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Pelajar NU Karanganyar Bentuk Komisariat di Sekolah Ma‘arif NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Pelajar NU Karanganyar Bentuk Komisariat di Sekolah Ma‘arif NU

Ketua IPNU Demak Abdul Halim sempat menemui pengurus Maarif NU Demak agar membukakan izin bagi pengurus IPNU-IPPNU masuk di sekolah dan madrasah Ma’arif NU.

Menanggapi semangat mereka, Ketua Maarif NU Demak Sa’dullah menyatakan dukungan penuh atas inisiatif para pelajar NU. “Saya akan menginstruksikan kepada Kepala Sekolah dan Kepala Madrasah untuk membuka pintu selebar-lebarnya. Tinggal nanti bagaimana rekan dan rekanita IPNU-IPPNU untuk menindaklanjutinya,” kata Sa’dullah.

SMA Negeri 1 Slawi

Sementara Ketua Panitia Lakmud Miftahul Ulum menyatakan bahwa Lakmud sendiri diselenggarakan untuk menggerakkan pelajar NU di Karanganyar yang berpaham Aswaja NU. Lakmud berlangsung sejak Kamis hingga Jum’at (19-20/2) di aula MTs Nahdlatus Syibyan, Wonoketingal, Karanganyar, Demak. (A Rifqi Jamil-Sirojul Munir/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Tegal, Pertandingan, Ahlussunnah SMA Negeri 1 Slawi

SMA Negeri 1 Slawi

Sabtu, 30 Desember 2017

Malam Ini, Puncak Haul dan Pemberian KH A Wahab Chasbullah Award

Jombang, SMA Negeri 1 Slawi. Puncak peringatan haul ke-44 almaghfurlah KH Abdul Wahab Chasbullah akan berlangsung malam ini di halaman utama Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas Jombang Jawa Timur. Yang istimewa, ada tiga tokoh yang akan menerima penghargaan atas prestasi dan dedikasinya kepada Nahdlatul Ulama (NU).

Malam Ini, Puncak Haul dan Pemberian KH A Wahab Chasbullah Award (Sumber Gambar : Nu Online)
Malam Ini, Puncak Haul dan Pemberian KH A Wahab Chasbullah Award (Sumber Gambar : Nu Online)

Malam Ini, Puncak Haul dan Pemberian KH A Wahab Chasbullah Award

"Rangkaian acara haul kali ini seperti tradisi haul sebelumnya adalah diawali dengan penampilan grup Ikatan Seni Hadrah Indonesia atau Ishari," kata Panitia Haul, Lailatun Nimah, Rabu (26/8).

Ni’mah mengemukakan, bahwa antara Mbah Wahab, sapaan KH Abdul Wahab Chasbullah dengan Ishari seperti dua sisi mata uang yang tidak dapat dipisahkan. "Karena sejak awal, Mbah Wahab lah yang memperjuangkan keberadaan Ishari ini," kata cucu Mbah Wahab ini. Karena itu, lanjut Pengurus PC Fatayat NU Jombang ini, setiap acara haul, sehari sebelum acara puncak ditampilkan sejumlah grup Ishari dari berbagai kota di Jawa Timur.

SMA Negeri 1 Slawi

Untuk acara puncak, yakni Rabu (26/8) malam akan dihadiri Menteri Agama RI, H Lukman Hakim Saifuddin. "Beliau akan menyampaikan pidato pengarahan sekaligus menerima penghargaan berupa KH Abdul Wahab Chasbullah Award," terangnya.

Tidak hanya H Lukman Hakim Saifuddin yang akan menerima penghargaan tersebut. "Ada juga H Choirul Anam yang telah menulis buku tentang Mbah Wahab," ungkapnya. Dipilihnya Cak Anam, sapaan akrabnya karena disamping memiliki kepedulian terhadap penulisan biografi Mbah Wahab, juga karena konsistensinya dalam berkiprah di media.

SMA Negeri 1 Slawi

H Asad Said Ali juga akan menerima penghargaan KH Abdul Wahab Chasbullah Award. Sikap tegas mantan Wakil Ketua Umum PBNU ini untuk terus aktif memerangi terorisme telah diakui banyak kalangan. "Bahkan Universitas Diponegoro Undip Semarang menganugerahinya gelar Doktor Honoris Causa di bidang hukum kepadanya," tandas Ning Eli. 

"Jadi, untuk haul kali ini yang menerima penghargaan adalah tiga orang yakni H Lukman Hakim Saifuddin, H Choirul Anam, serta H Asad Said Ali," terangnya.

Untuk ceramah agama akan disampaikan oleh dua kiai kenamaan yakni KH Husein Ilyas dan Habib Abu Bakar Hasan Assegaf.

Kegiatan haul ini bersifat terbuka bagi masyarakat umum, alumni, dan warga NU. Acara resepsi haul akan dimulai usai shalat Isya. "Silakan hadir di halaman utama Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas," pungkasnya. (Syaifullah/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Warta, Tegal, Pertandingan SMA Negeri 1 Slawi

Jumat, 29 Desember 2017

Paham Aswaja Pertama Kali Masuk Indonesia, Bukan Paham Lain

Sumedang, SMA Negeri 1 Slawi. Ketua PCNU Sumedang KH Sa’dulloh menjelaskan bahwa ajaran Islam pertama kali masuk ke Indonesia ialah paham Aswaja. Karenanya paham ini berikut amaliyahnya harus  dipelihara dan dilestarikan.

Demikian disampaikan Kiai Sa’dulloh pada pelantikan MWCNU Rancakalong di Pesantren Darul Anwar Rancakalong, Sumedang, Sabtu (9/1).

Paham Aswaja Pertama Kali Masuk Indonesia, Bukan Paham Lain (Sumber Gambar : Nu Online)
Paham Aswaja Pertama Kali Masuk Indonesia, Bukan Paham Lain (Sumber Gambar : Nu Online)

Paham Aswaja Pertama Kali Masuk Indonesia, Bukan Paham Lain

Kiai Sa’dulloh berpesan agar pengurus NU harus bahu membahu untuk memperkuat dan membersarkan NU. Tradisi-tradisi ubudiah NU harus terus terjaga, malahan ke depannya pengurus NU harus memikirkan bagaimana meningkatan perekonomian warga NU.

SMA Negeri 1 Slawi

Menurutnya, akhir-akhir ini banyak orang yang tidak suka dengan ubudiah NU. Malahan ada juga yang terang terangan ingin menhancurkan NU. Salah satu cara yang sering mereka lakukan yaitu dengan cara mengadu domba antarwarga NU.

SMA Negeri 1 Slawi

Mereka membuat fitnah-fitnah yang tidak benar. Mereka bukan Islam yang berpaham Aswaja, tapi justru membenci Aswaja. Karena itu kita selaku warga NU harus bisa melawan fitnah-fitnah tersebut.

“Jangan sampai ada warga NU di Sumedang yang terbawa pada bujuk rayuan mereka yang bukan Islam paham Aswaja. Pengurus NU harus bisa membentengi warga nahdliyyin dengan keaswajaan yang sebenarnya,” kata Kiai Sa’dulloh. (Ayi Abdul Kohar/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Pertandingan, Nusantara SMA Negeri 1 Slawi

Selasa, 26 Desember 2017

Nusantara Bershalawat, Sekaligus Pelantikan Syekher Mania Lampung

Metro-Lampung, SMA Negeri 1 Slawi. Bertajuk Nusantara Bershalawat, Syekher Mania Provinsi Lampung dikukuhkan oleh Habib Syeh bin Abdul Qadir Assegaf dengan mengambil lokasi di samping Gedung NU Kota Metro, Kamis (20/04) malam.

Selain pengukuhan Syekher Mania Lampung, acara tersebut digelar dalam rangka Harlah 2 Windu, Khotmil Quran Juz 30, dan Juz Amma PP Roudlotul Quran Kota Metro, Lampung.

Nusantara Bershalawat, Sekaligus Pelantikan Syekher Mania Lampung (Sumber Gambar : Nu Online)
Nusantara Bershalawat, Sekaligus Pelantikan Syekher Mania Lampung (Sumber Gambar : Nu Online)

Nusantara Bershalawat, Sekaligus Pelantikan Syekher Mania Lampung

Dihadiri oleh puluhan ribu Syekher Mania dari seluruh penjuru Lampung dan sekitarnya yang tentu sudah kangen dengan sosok Habib Syeh dan lantunan shalawatnya. Maklum saja, karena Habib Syeh terakhir hadir di Lampung yaitu pada acara Lampung Tengah Bershalawat jilid II pada bulan September tahun lalu.

Hadir pula di acara tersebut, Pengasuh PP Raudloutul Quran Metro KH Ali Komarudin, Bupati Pringsewu KH Sujadi Saddat, Pengurus PP Sabilun Najah Kotagajah KH Daroini Ali, Mantan Bupati Tanggamus Fauzan Sai, Wakil Bupati Tanggamus H Samsul Hadi, Pengasuh PP Daruk Ulum Seputihbanyak KH Fathul Mujid dan tokoh-tokoh penting lainya yang masuk dalam jajaran Dewan Penasehat Syekher Mania Lampung.

SMA Negeri 1 Slawi

Bupati Lampung Tengah H Mustafa didaulat menjadi Ketua Syekher Mania Lampung dan ditunjuk langsung oleh Habib Syeh saat Habib Syeh hadir dalam acara Lampung Tengah Bershalawat jilid 2 bulan September tahun lalu.

Jadi tidaklah mengherankan jika ditunjuknya H Mustafa sebagai ketua Syekher Mania Propinsi Lampung karena Lampung Tengah adalah satu-satunya kabupaten/kota di Propinsi Lampung yang sering mendatangkan Habib Syeh dalam beberapa momen kegiatannya. Terhitung sudah tiga kali ini Habib Syeh hadir di Lampung Tengah.

SMA Negeri 1 Slawi

Habib Syeh dalam kesempatan tersebut menyatakan apresiasinya kepada Syekher Mania"Saya sangat mengapresiasi dengan semangat para Syekher Mania di Lampung, terutama di Lampung Tengah. Jamaahnya selalu penuh untuk melantunkan shalawat. Agar ini terus terjaga, saya berharap Pak Mustafa bisa menjadi Pembina Syekher Mania di Lampung. Saya percaya di bawah kepemimpinan beliau, Syekher Mania Lampung bisa lebih aktif lagi," ujar Habib saat itu. (Henudin/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi IMNU, Pertandingan, Lomba SMA Negeri 1 Slawi

Minggu, 24 Desember 2017

LPBINU Bantu Korban Banjir di Bandung

Bandung, SMA Negeri 1 Slawi

Wilayah Kabupaten Bandung, Jawa Barat pada Sabtu, 12 Maret 2016 dilanda banjir. ? Hujan deras yang berlangsung sejak Selasa hingga Sabtu (8-12 Maret 2016) menyebabkan Sungai Citarum dan Sungai Cisangkuy untuk kesekian kalinya meluap dan menimbulkan banjir tahunan. Namun kali ini dampak banjir lebih besar dari tahun-tahun sebelumnya.?

LPBINU Bantu Korban Banjir di Bandung (Sumber Gambar : Nu Online)
LPBINU Bantu Korban Banjir di Bandung (Sumber Gambar : Nu Online)

LPBINU Bantu Korban Banjir di Bandung

Tinggi banjir mencapai sekitar 80-300 centimeter. Bahkan di sekitar bantaran Sungai Citarum dan cekungan, banjir mencapai lebih dari 3 meter. Banjir tersebut juga menyebabkan 2 (dua) orang meninggal akibat tersengat listrik dan terseret arus sungai.?

Menurut data dari BNPB, daerah yang terendam banjir di Kabupaten Bandung sebanyak 15 kecamatan. Sedangkan daerah yang mengalami dampak terparah adalah di Kecamatan Baleendah, Dayeuhkolot dan Bojongsoang. Masyarakat terdampakbanjir di Kabupaten Bandung mencapai 24.000 jiwa dengan 3000 jiwa lebih mengungsi. Titik Pengungsian berada di Kantor Kelurahan Baleendah, Gedung Inkanas, GOR SKB, Gedung Juang, Gedung PDIP, Kantor Kecamatan Dayeuhkolot, Kantor Camat Baleendah, Masjid Al Sofia dan sarana prasana umum lainnya di tiga kecamatan tersebut.

Menurut R Imbar Usman dari Yayasan Pendidikan Islam Al-Harus Baleendah, hujan sangat deras mengguyur daerah Kabupaten Bandung pada Sabtu (12/3/2016). Air mulai naik dan masuk ke pemukiman penduduk sekitar pukul 17.00 sore. ? Kondisi ini menyebabkan banyak sekali warga yang mengungsi. Jumlah pengungsi yang ditampung di Yayasan Pendidikan Islam Al Harus di Jalan Raya Andir Ketapang Kelurahan Andir Kecamatan Baleendah pimpinan KH Lukman Firdaus (pengurus PCNU Kabupaten Bandung) sebanyak 300 KK.

SMA Negeri 1 Slawi

Menyikapi kondisi tersebut, Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama (LPBINU) pada 15 Maret 2016 memberikan bantuan kepada masyarakat terdampak banjir di Kabupaten Bandung Jawa Barat. Bantuan yang diberikan berupa paket sembako untuk 125 KK pengungsi yang ditampung di Yayasan Pendidikan Islam Al-Harus Baleendah. Sedangkan pemberian bantuan ini dilaksanakan berdasarkan assessment yang dilakukan oleh Pengurus Cabang NU setempat, yang menyebutkan bahwa saat ini kebutuhan utama masyarakat terdampak banjirdi antaranya adalah makanan, perahu karet dan peralatan tidur.

Ketua Yayasan Pendidikan Islam Al-Harus Baleendah sekaligus pengurus PCNU Kabupaten Bandung, KH Lukman Firdaus mengucapkan terima kasih atas bantuan yang diberikan oleh PP LPBINU. Menurut Lukman, bantuan ini sangat diperlukan ? dan sangat membantu masyarakat yang terdampak banjir. Sebelum menerima bantuan ini, Yayasan kami telah membuka posko dapur umum untuk membantu masyarakat terdampak banjir.

Wakil Sekretaris PP LPBINU, Yulistianto mengatakan, setelah dilakukan assessment, LPBINU memberikan bantuan untuk membantu masyarakat terdampak bencana banjir di Kabupaten Bandung. Menurut Yulistianto, ini adalah bantuan awal LPBI NU. Kami akan terus memantau perkembangan kondisi banjir di Kabupaten Bandung ini.

Ketua PP LPBINU, M Ali Yusuf mengingatkan semua pihak, banjir di kawasan sungai Citarum ini terjadi setiap tahun, bahkan menurut beberapa pihak banjir kali ini merupakan yang terparah dalam 10 tahun terakhir. Hal ini menunjukkan masih rendahnya pemahaman dan kesadaran semua pihak tentang Pengurangan Risiko Bencana (PRB).?

“Penanggulangan Bencana (PB) masih dipahami sebagai upaya karitatif semata dan hanya bersifat reaksi atas kejadian yang ada. Selain itu, kejadian banjir ini menjadi bukti kuat bahwa daya dukung lingkungan yang ada di kawasan Sungai Citarum dan Sungai Cisangkuy semakin terdegradasi,” ujar Ali Yusuf.

SMA Negeri 1 Slawi

Oleh karena itu, LPBI NU mendesak semua pihak ? terutama Pemerintah, masyarakat dan lembaga usaha di Kabupaten Bandung dan sekitarnya untuk lebih serius dalam menemukan solusi konkrit mengatasi banjir ini dengan merumuskan perencanaan dan tindakan atau aksi yang strategis, dari hulu hingga ke hilir, bahkan harus lintas kawasan karena di samping terkait daerah atau kawasan aliran sungai, isu kerusakan lingkungan hidup juga mengemuka.?

Singkat kata, menurut Ali Yusuf, harus ada kemauan dan kesadaran bersama semua pihak untuk mengatasi persoalan banjir ini. Ali Yusuf berharap kejadian yang sangat merugikan seperti sekarang ini dapat dicegah atau minimal dapat berkurang dampaknya di masa yang akan datang. (Red: Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Pertandingan, Warta SMA Negeri 1 Slawi

Jumat, 22 Desember 2017

Liburan Sekolah, IPNU-IPPNU Kudus Panen Pengkaderan

Kudus, SMA Negeri 1 Slawi. Musim liburan sekolah, Pimpinan Cabang IPNU-IPPNU Kudus panen kegiatan pengkaderan. Selama dua pekan, terdapat 16 kegiatan Masa kesetiaan anggota (Makesta) dan 2 Latihan kader muda (Lakmud) yang diadakan Pimpinan Ranting dan ancab IPNU-IPPNU se Kudus.

Wakil Ketua PC IPNU kudus Noor Khoiri mengatakan kaderisasi menjadi tuntutan dan program ? yang harus dilakukan secara terus menerus pada semua tingkatan. Arahnya untuk mencetak kader yang memiliki dedikasi dan militansi.?

Liburan Sekolah, IPNU-IPPNU Kudus Panen Pengkaderan (Sumber Gambar : Nu Online)
Liburan Sekolah, IPNU-IPPNU Kudus Panen Pengkaderan (Sumber Gambar : Nu Online)

Liburan Sekolah, IPNU-IPPNU Kudus Panen Pengkaderan

"Pengkaderan telah menjadi program unggulan IPNU-IPPNU Kudus dalam upaya menyiapkan kader yang siap dan militan,"katanya kepada SMA Negeri 1 Slawi di kantor sekretariat JL Pramuka 20 Kudus.

Khoiri menambahkan makesta merupakan proses awal pengkaderan guna menjaring sekaligus memberikan legitimasi sebagai anggota IPNU-iPPNU.

SMA Negeri 1 Slawi

SMA Negeri 1 Slawi

"Setelah digembleng di Makesta, mereka (peserta) akan dibaiat dan diberi kartu tanda anggota IPNU-IPPNU,"imbuhnya.

Untuk menangani Makesta, pihaknya menyiapkan tim pelatih dari unsur PAC. "Sementara Pimpinan Cabang hanya sebagai nara sumber yang memberi materi, sementara instruktur dari pimpinan anak cabang," katanya.

Khoiri mengapresiasi Pimpinan Ranting yang telah mengadakan Makesta. "Tanpa adanya instruksi PC, ranting mampu mengadakan pengkaderan sendiri,"ujar pria jebolan STAIN Kudus.

Menyinggung jumlah anmggota IPNU-IPPNU Kudus, ia menyebut mencapai lebih dari 10.000 pelajar.

"Semuanya itu dari anggota ranting/desa dan komisariat di madrasah dan santri pondok pesantren,"ungkap Khoiri.

Redaktur ? ? : A. Khoirul Anam

Kontributor : Qomarul Adib

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Pertandingan, AlaNu SMA Negeri 1 Slawi

Minggu, 17 Desember 2017

Pesan Kiai Said kepada Mahasiswa al-Azhar

Kairo, SMA Negeri 1 Slawi

Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siroj telah tiba di Bandara Internasional Kairo, Mesir pada pukul 11.45 waktu setempat. Penerbangan dari Jakarta-Kairo yang ditempuh selama lebih dari sebelas jam cukup melelahkan. Namun, wajah Kiai Said kembali sumringah saat menyaksikan para kader NU yang sedang studi di Universitas al-Azhar menyambutnya di bandara.

Pesan Kiai Said kepada Mahasiswa al-Azhar (Sumber Gambar : Nu Online)
Pesan Kiai Said kepada Mahasiswa al-Azhar (Sumber Gambar : Nu Online)

Pesan Kiai Said kepada Mahasiswa al-Azhar

"Selamat datang di Kairo, Kiai. Bahagia rasanya di masa studi kami di al-Azhar ini, panjenengan bisa hadir,"? kata Muhasibi, mahasiswa al-Azhar yang berasal dari Jakarta.

Kiai Said Aqil tak kalah gembiranya ketika disalami para mahasiswa satu persatu. Suasana keakraban terasa bagai pertemuan bapak dan anak.

SMA Negeri 1 Slawi

"Ya, saya pun gembira lihat kalian jauh-jauh studi ke al-Azhar, tujuannya tak lain memperkuat Ahlussunnah wal jamaah di Indonesia, kini dan di masa depan," kata Kiai Said Aqil.

Di hadapan beberapa mahasiswa yang menjemputnya, Kiai Said Aqil pun menyempatkan diri untuk berbincang santai tentang tradisi ilmu keislaman di Mesir. Kekayaan khazanah keislaman di Mesir tidak akan habis hanya dengan beberapa tahun studi di al-Azhar.

SMA Negeri 1 Slawi

"Di sini kalian harus selalu merasa dahaga ilmu, sehingga pulang ke Indonesia nanti yang takhassus keislaman, yaa...minimal seperti Dr. Ali Syami Nasyar," nasehat Kiai Said Aqil.

Kehadiran Kiai Said Aqil Siroj ke Mesir kali ini dalam rangka untuk memenuhi undangan dari Universitas al-Azhar sebagai salah satu pembicara dalam muktamar (umat Islam) dunia, 28 dan 1 Maret 2017) ini. Muktamar yang bertajuk "Kebebasan, Keberagaman, dan Integrasi" itu dibuka langsung oleh Grand Syekh al-Azhar, Syekh Ahmad Thayib. (Red: Mahbib)Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Ahlussunnah, Pertandingan, Humor Islam SMA Negeri 1 Slawi

Selasa, 12 Desember 2017

Mursyid Naqsyabandiyah: Kita Bagi Peran Tugas Nabi Muhammad

Jakarta, SMA Negeri 1 Slawi?



Mursyid Naqsyabandiyah: Kita Bagi Peran Tugas Nabi Muhammad (Sumber Gambar : Nu Online)
Mursyid Naqsyabandiyah: Kita Bagi Peran Tugas Nabi Muhammad (Sumber Gambar : Nu Online)

Mursyid Naqsyabandiyah: Kita Bagi Peran Tugas Nabi Muhammad



Mursyid Tarekat Naqsyabandiyah KH M. Irfa’i Nahrowi An-Naqsyabandi, QS berceramah pada Musyawarah Wilayah (Muswil) Jam’iyah Ahlith Thoriqoh Mu’tabaroh An-Nahdliyah (JATMAN) DKI Jakarta di Aula Masjid Al Hikmah, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan.





SMA Negeri 1 Slawi

Berikut poin-poin yang disampaikan pada Muswil yang berlangsung pada Ahad 22 Januari 2017



“Kita memang berbeda-beda (bermacam-macam tarekat, red.) tetapi tugas kita satu, yaitu membawa pusaka kenabian. Masing-masing dari kita bertugas li i’la i kalimatillah. Para mursyid duduk sebagai ulama dan para pengurus (JATMAN) posisinya sebagai umara yang mengetahui urusan duniamu.



SMA Negeri 1 Slawi



Dalam tarekat, tertingginya pendidikan adalah pembinaan rohani, bukan jasad. Hal ini dilakukan dengan mengadaptasi sunnah Nabi Muhammad SAW, serta tujuan tertingginya adalah whusul (sambung) pada Allah SWT, sambung secara rohani dengan cahaya-Nya.



Bagi orang tarekat, ilmu itu sudah ada dalam hatinya. Tidak dari baca buku dan sebagainya. Orang-orang sufi (ahli tarekat) diharapkan mampu menjawab tantangan zaman dengan kekuatan batin atau rohani yang selalu sambung dengan energi tak terbatas; asma dan af’al-Nya.





Kita harus bagi tugas peran Nabi Muhammad SAW pada saat itu sebagai ulama dan sekaligus umara. Hari ini, dengan keberadaan JATMAN, maka mursyid sebagai ulama dan pengurus JATMAN sebagai umara. Para mursyid dalam posisinya sebagai pembimbing rohani para muridnya, bisa jadi tidak berkesempatan untuk duduk di parlemen dan forum-forum pengambilan keputusan yang bersifat publik.





Hari ini kita dilanda kekaburan. Ulamanya bertingkah layaknya umara dan umaranya memposisikan diri sebagai ulama. Mari pertegas, yang ulama berperanlah sebagai ulama dan yang umara menjalankan tugasnya sebagai umara. Jangan ditukar, jangan diputar balikkan agar umat tidak bingung.





Maka, kita satukan ruh kita, hati kita dengan berkiblat kepada Allah SWT, menyerap energi tertingginya. Dari sinilah kita akan memberi sumbangsih kepada negeri. Sehingga umat nanti akan mampu membedakan yang benar itu benar, salah itu salah, yang ulama dan juhala juga jelas."





Muswil JATMAN ini akhirnya memilih KH Wahfiyuddin Sakam sebagai Mudir Imdlo’iyah (Ketua Pelaksana) dan KH Hamdan Rasyid sebagai Rois Ifadliyah Idaroh Wustho (Dewan Penasihat Wilayah) JATMAN DKI Jakarta masa khidmah 2017-2022.





Musyawarah Wilayah JATMAN DKI itu dihadiri 3 mursyid tarekat, Syekh Muhammad Irfa’i Nahrowi An-Naqsyabandi, QS dari Pesantren Kasepuhan Qoshrul Arifin Atas Angin Ciamis, Syekh Muhammad Fathurrahman sebagai mursyid tarekat Idrisiyah dan KH Tarnadi Abu Sukma Jati, mursyid tarekat Qodiriyah wa Naqsyabandiyah Indramayu.





Hadir juga utusan dari 12 tarekat yaitu Idrisiyah, Naqsyabandiyah Kholidiyah Irfa’iyah, Kholidiyah Pesulukan Agung, Mujaddadiyah Khalidiyah, TQN Indramayu, TQN Suryalaya, Tijaniyah, Kholwatiyah, Kholwatiyah Akmaliyah, Syadziliyah PETA, Syadziliyah Dzarqowiyah, Nazimiyah Indonesia. (Fuad Al-Athor/Abdullah Alawi). Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Pertandingan SMA Negeri 1 Slawi

Pemda Perlu Berkontribusi dalam Pembiayaan Madrasah

Jakarta, SMA Negeri 1 Slawi. Salah satu tantangan besar yang dihadapi madrasah di Indonesia adalah minimnya alokasi anggaran pemerintah pusat yang diperuntukan bagi madrasah, karena garis koordinasi madrasah bersifat vertikal dan belum didesentralisasi sehingga perlu adanya upaya-upaya strategis dalam menghadapi tantangan besar tersebut.

Pemda Perlu Berkontribusi dalam Pembiayaan Madrasah (Sumber Gambar : Nu Online)
Pemda Perlu Berkontribusi dalam Pembiayaan Madrasah (Sumber Gambar : Nu Online)

Pemda Perlu Berkontribusi dalam Pembiayaan Madrasah

Demikian disampaikan oleh Kamarudin Amin, Dirjen Pendidikan Islam, Kementerian Agama RI usai menerima laporan akreditasi Madrasah dari Badan Akreditasi Sekolah/Madrasah (BAN S/M) di ruang Sekretariat Jenderal Kemenag, Jakarta, Rabu (14/12).

SMA Negeri 1 Slawi

"Pemda diharapkan bisa punya kontribusi besar dalam membantu madrasah karena bagaimana pun juga madrasah adalah rakyatnya bupati/walikota di daerahnya masing-masing," papar Pembina LP Maarif itu.

SMA Negeri 1 Slawi

Kamaruddin menambahkan, Badan Akreditasi Nasional Sekolah Madrasah (BANSM) memuat analisis 8 butir standar pendidikan, berdasarkan analisis di lapangan tim BAN S/M menemukan beberapa hal yang harus dievaluasi, misalnya ruang laboratorium dijadikan sebagai ruang kelas, tidak adanya perpustakaan, kualitas pendidik yang tidak memenuhi kualifikasi serta beberapa kekurangan lainnya.

"BAN S/M mengharapkan kepada kemenag untuk menaikan anggaran madrasah agar madrasah mampu meningkatkan 8 butir standar pendidikan sementara ini anggaran kemenag masih rendah," imbuhnya.

Dalam rapat tersebut juga disampaikan bahwa pada tahun 2016 ini BAN S/M telah melakukan akreditasi kepada 7.400 madrasah mulai dari tingkat MI, MTs dan MA, dengan demikian sisa madrasah yg belum diakreditasi sebanyak 17 ribu dari total 46 ribuaan. (Aiz Luthfi/Fathoni)Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Khutbah, Pertandingan, Ahlussunnah SMA Negeri 1 Slawi

Minggu, 03 Desember 2017

Kader IPPNU Ikuti Kompetisi Internasional tentang Pangan di Swiss

Malang, SMA Negeri 1 Slawi

Salah satu kader Pimpinan Komisariat Perguruan Tinggi Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Universitas Brawijaya, Anik Haryanti, kini sedang berjuang dalam acara TFF (Thought For Food) Challenge 2016 yang berlangsung 1-2 April 2016 di Zurich, Swiss.

Kader IPPNU Ikuti Kompetisi Internasional tentang Pangan di Swiss (Sumber Gambar : Nu Online)
Kader IPPNU Ikuti Kompetisi Internasional tentang Pangan di Swiss (Sumber Gambar : Nu Online)

Kader IPPNU Ikuti Kompetisi Internasional tentang Pangan di Swiss

Anik yang merupakan mahasiswi Universitas Brawijaya sekaligus pengurus IPPNU Universitas Brawijaya beserta tim melakukan inovasi dan mengangkat produk lokal di ajang akademik dan teknologi pangan tersebut. Dengan mengusung produk Biteback, mereka berhasil membawa nama Indonesia di ajang internasional. Biteback merupakan produk yang meyakini serangga dapat menjadi solusi pangan alternatif di masa depan.

Setelah bersaing ketat dengan 416 tim dari 105 negara di seluruh penjuru dunia, Tim Biteback yang digawangi Anik Haryanti bersama tiga mahasiswa lainnya akhirnya mampu menuju babak final. Tim-tim yang dinyatakan lolos di antaranya berasal dari negara Amerika, Brazil, India, Uganda, Kenya, Britania Raya, dan Perancis.

SMA Negeri 1 Slawi

Tim Biteback mengusung inovasi dalam pengolahan makanan, dan menemukan minyak untuk memasak yang dibuat dari serangga meailworm atau larva kumbang. Inovasi minyak ini diyakini mengandung omega-3 yang tinggi dan zat besi yang mampu mengatasi anemia.

SMA Negeri 1 Slawi

Babak final kompetisi ini akan diselenggarakan di Zurich, Swiss, 1-2 April mendatang. Pemenang akan berkesempatan mendapatkan dana investasi dengan total 15.000 USD atau setara 208 juta rupiah untuk pengimplementasian program yang direncanakan. Selamat berjuang ya! (Ikbar Al Asyari/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Bahtsul Masail, Pertandingan, Anti Hoax SMA Negeri 1 Slawi

Kamis, 30 November 2017

Ragu dalam Berwudlu

Manusia identik dengan lupa. Begitulah kira-kira penafsiran al-insan mahallul khota’ wan nisyan. Lupa bisa mendatangkan berkah, tetapi juga bisa memanggil musibah.

Lupa minum dalam puasa dalah berkah, tetapi lupa minum racun tikus adalah musibah.

Begitu dekatnya lupa dalam kehidupan manusia, sehingga fiqih pun mementingkan untuk membahasnya sendiri. Hanya saja tema besar yang digunakan adalah keragu-raguan yang sejatinya lahir dari kelupaan. Diantara keraguan yang sering terjadi adalah keraguan dalam wudlu.

Ragu dalam Berwudlu (Sumber Gambar : Nu Online)
Ragu dalam Berwudlu (Sumber Gambar : Nu Online)

Ragu dalam Berwudlu

Jika seseorang mengalami keraguan setelah dirinya berwudlu. Apakah dirinya sudah batal ataukah masih suci? Maka hukumnya dikembalikan pada keyakinan bahwa ia telah wudhu. Sebagaimana dituliskan oleh Muslim Bin Muhammad Ad-Dusiri dalam kitabnya Al-Mumti’ Fi Al-Qawa’id Al-Fiqhiyah

لو أن شخصا تيقن أنه على طهارة، ثم إنه بعد ذلك شك في أنه قد أحدث، فإنه يحكم ببقائه على حدثه، لأن الأصل هنا هو الطهارة، والأصل بقاء ما كان على ما كان.

Apabila ada seseorang yang yakin bahwa dia telah berwudlu’, lalu ragu-ragu apakah dia sudah batal ataukah belum? maka dia tidak wajib berwudlu’ lagi, karena yang ia yakini adalah sudah berwudlu’, sedangkan batalnya masih diragukan.

SMA Negeri 1 Slawi

Begitu juga ketika seseorang yang telah batal wudlu dan ragu apakah ia sudah wudlu kembali atau belum? Maka yang dijadikan pedoman adalah keyakinanya yang telah batal.

لو أن شخصا تيقن أنه محدث، ثم إنه شك في أنه قد تطهر، فإنه يحكم ببقائه على حدثه، لأن الأصل هنا هو الحدث، والأصل بقاء ما كان على ما كان

SMA Negeri 1 Slawi

Dan begitu pula sebaliknya, apabila seseorang yakin bahwa dia telah batal wudlunya, tetapi dia ragu-ragu apakah dia sudah berwudlu’ kembali ataukah belum? Maka dia wajib berwudlu’ kembali (jika akan menjalankan shalat atau ibadah lain yang syaratnya adalah dengan berwudlu’) karena dalam masalah ini yang yakin adalah batalnya wudlu’. 

 Demikianlah masalah keraguan yang sering menimpa umat yang sering berwudhu. (Fuad H. Basya/Red. Ulil)

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Pertandingan, Nasional, Humor Islam SMA Negeri 1 Slawi

Minggu, 26 November 2017

Ini Besar Omset Para Pedagang dan Ojek selama Muktamar NU

Jombang, SMA Negeri 1 Slawi. Muktamar Ke-33 NU, Perhelatan akbar 5 tahunan yang berlangsung di Jombang, Jawa Timur 1-5 Agustus 2015 tidak saja memberikan manfaat kepada peserta Muktamar, namun masyarakat dan ratusan pedagang yang membanjiri arena Muktamar dengan meraup keuntungan cukup signifikan. Omset penjualan dan pendapatan mereka berlipat-lipat.?

Ini Besar Omset Para Pedagang dan Ojek selama Muktamar NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Ini Besar Omset Para Pedagang dan Ojek selama Muktamar NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Ini Besar Omset Para Pedagang dan Ojek selama Muktamar NU

Seperti dituturkan Siska Lukitasari, yang membuka stand kuliner yang digelar Himpunan Pengusaha Santri Indonesia (HIPSI) di halaman SMA 1 Jombang, persis di depan alun-alun Jombang. Kepada SMA Negeri 1 Slawi Rabu (5/8), omset penjualannya rata-rata Rp 2,5 hingga Rp 3 juta perhari.?

Di luar Muktamar, omset penjualannya hanya berkisar rata-rata Rp 280.000-an per hari. Selain menjaul jamu, juga berbagai makanan ringan dan minuman lainnya. Termasuk makanan yang diproduksi oleh Komunitas Jombang Kuliner seperti es Otiek yang dikembangkan ? Niken Ari Riswanti.

SMA Negeri 1 Slawi

"Selama Muktamar NU, sejak pagi hingga pukul 22.00 WIB. Dari sisi harga, memang ada kenaikan tarif 40 persen dibanding hari biasa," kata Siska Lukitasari, yang ? juga Bendahara Komunitas Jombang Kuliner di Facebook yang memiliki anggota 38.000 orang.

Menurut Siska, Mbok Jamu merupakan minuman tradisional dengan berbagai rasa seperti beras kencur, sinom, kunyit asem, jahe secang, sari rempah blambangan, temulawak, gepyok, kunci suruh. "Khusus Mbok Jamu, sehari bisa terjual 20-30 botol," kata Siska.

SMA Negeri 1 Slawi

Ojek becak pun merasakan peningkatan pendapatan. Parlin (40) yang sudah 15 tahun berprofesi sebagai ? ojek becak, mengakui jasa ojeknya laris. "Hari-hari biasa dapat Rp 50.000 saja sulit. Tapi pada muktamar ini sehari bisa mencapai Rp 200.000. Di hari pertama pembukaan Muktamar, banyak peserta yang manfaatkan becak karena tidak tahu lokasi. Dari alun-alun ke Tebuireng misalnya, tarifnya bisa mencapai Rp 70.000.

Sedangkan Wajik (30) ayah satu anak ini memanfaatkan Muktamar NU ini dengan menjual buku-buku Islam, bernuansa ? ke-NU-an, ? amaliah NU dan serangan terhadap amaliah NU. Diantara buku yang dipajang, buku yang bertemakan ajaran Wahabi dan serangan terhadap ibadah-ibadah yang dibidahkan oleh kelompok tertentu banyak diminati pengunjung. Banyak pengunjung dari Sulawesi Selatan yang membeli kedua tema buku. Alasannya, di sana sedang marak-maraknya penyebaran paham Wahabi.

"Jadi mereka ingin tahu apa sesungguhnya paham Wahabi sehingga bisa menangkal paham tersebut. Karena di sana mereka sulit mendapatkan bahan bacaan terkait paham Wahabi," kata Wajik yang sebelumnya pernah bekerja di Kalimantan di sebuah restoran. Karena dilarang ayahnya kembali ke Kalimantan dan kini tengah menemani isteri yang baru melahirkan di Jombang.

Dari pantauan SMA Negeri 1 Slawi sepanjang Selasa (4/8) malam, seputaran alun-alun Jombang ini dipadati pedagang kali lima yang menjual berbagai jenis dagangan. Ada pakaian, buku-buku Islam dan NU, mainan, pijit refleksi, makanan, alat-alat rumah tangga, kebutuhan ibu-ibu rumah tangga dan lain sebagainya. Barang-barang yang dijual selain bertemakan muktamar yang menjadi buruan peserta muktamar. Juga terlihat parkir kendaraan di setiap jalan di seputaran alun-alun dengan tarif Rp 5.000 per kendaraan. ?

"Saya pesan baju ini bergambar dan bertulisan muktamar NU ini sebagai oleh-oleh bagi sahabat yang tidak sempat hadir ke sini. Selain baju, ada juga pin dan logo NU untuk dibagi-bagikan kader NU di daerah," tutur Zoni pengurus cabang NU di Sumatera Barat. (Armaidi Tanjung/Fathoni)?

Keterangan foto: Siska Lukitasari tengah memperlihatkan Mbok Jamu, Minuman Tradisional di stand-nya yang berada di depan SMA 1 Jombang.

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Warta, Tegal, Pertandingan SMA Negeri 1 Slawi

Rabu, 22 November 2017

Al-Qur’an Terjemahan

Seseorang tamu berjenggot dan celana cingkrang bertamu ke rumah kiai di salah satu pesantren tahfid Al-Qur’an. Ada apa gerangan? Ia mengkritik kiai karena hanya mengajarkan menghafal Al-Quran kepada para santrinya tanpa memahami artinya.

Tamu: Maaf kiai, menurut saya, pesantren Anda tidak mencetak orang pintar cuman bisanya membunyikan Al-Quran!

Kiai: Ya maaf saya bisanya cuman itu.

Tamu: Tapi Kiai.. Kapan umat Islam bisa bebas buta makna Al-Quran kalau pondok ini cuma ngajar apalan doang?

Al-Qur’an Terjemahan (Sumber Gambar : Nu Online)
Al-Qur’an Terjemahan (Sumber Gambar : Nu Online)

Al-Qur’an Terjemahan

Kiai: Ya itulah kita harus berbagi tugas! Saya dan santri saya bagian hapalan Qurannya! Dan…. (Kiai terdiam sejenak. Tamu itu juga masih diam.)

Kiai: Dan.. Anda bagian terjemahannya. ? ----(Yahya)

SMA Negeri 1 Slawi

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi

SMA Negeri 1 Slawi Pertandingan, Anti Hoax, News SMA Negeri 1 Slawi

Sabtu, 18 November 2017

Infaq dari Nahdliyin, PCNU Batang Beli Lahan Luas

Batang, SMA Negeri 1 Slawi. Rencana PCNU Batang untuk membangun rumah sakit atau perguruan tinggi di jalur pantura Batang, secara bertahap terealisasi. Mereka setidaknya sudah memasuki tahap pertama dengan membeli lahan seluas 7.396 meter persegi dengan harga Rp. 3 miliar di desa Sengon, Subah, Batang. Mereka mendayagunakan potensi infaq dari Nahdliyin.

Transaksi jual beli tanah itu secara resmi dicatat melalui akta notaris di Gedung PCNU Batang pada Ahad tanggal 1 Februari lalu. Serah dan terima penjualan ini disaksikan jajaran PCNU, pemilik semula lahan Mulyadi Santoso, dan Bupati Batang Yoyok Riyo Sudibyo.

Infaq dari Nahdliyin, PCNU Batang Beli Lahan Luas (Sumber Gambar : Nu Online)
Infaq dari Nahdliyin, PCNU Batang Beli Lahan Luas (Sumber Gambar : Nu Online)

Infaq dari Nahdliyin, PCNU Batang Beli Lahan Luas

Insya Allah, ini menjadi tahap awal. Mudah-mudahan sesuai rencana yang telah disepakati pengurus NU, targetnya sampai Rp 5 miliar. Untuk itu, kami mohon doa restu dari masyarakat Batang khususnya nahdliyin,” kata Wakil Ketua PCNU Batang Solikhin, Senin (2/3).

SMA Negeri 1 Slawi

Pembelian lahan di jalur pantura sejak lama dicita-citakan. Pada peringatan Harlah NU tahun lalu, inisiatif muncul untuk menggerakkan infaq di kalangan warga NU. Sejak ba’da Jumat hingga malam hari, dana berhasil terhimpun hingga Rp 400-an juta.

“Ternyata potensi infaq ini sangat besar. Maka muncullah ide untuk memiliki dua hektare tanah di pantura. Setelah melalui observasi, akhirnya ditemukanlah lokasi di Sengon, Subah. Alhamdulillah,  pada Ahad kemarin keinginan tersebut akhirnya terwujud,” terangnya. (M Imron/Alhafiz K)

SMA Negeri 1 Slawi

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Pertandingan SMA Negeri 1 Slawi

Jumat, 03 November 2017

Nurul Haramain NTB, Pesantren dengan 33 Hektar Lahan Hijau

Pondok Pesantren Nurul Haramain Narmada di Lombok Barat ini telah berhasil berhasil mewujudkan lembaga pendidikan yang ramah lingkungan. Pemimpin pesantren ini, TGH Hasanain Juaini membeli lahan gundul di kawasan hutan seluas lebih dari 33 hektar, lalu menggarapnya menjadi lahan hijau dan lebat.

Proses penghijauan itu memakan waktu lebih dari 9 tahun yang melibatkan santri serta warga sekitar. Dana yang dikeluarkannya tidak sedikit mencapai Rp 4,3 miliar lebih.

TGH Juaini bercerita, semenjak awal bersama-sama dengan para tokoh agama pemerhati lingkungan seperti KH Masdar Farid Mas’udi menerbitkan buku “Fiqih Lingkungan”.

Nurul Haramain NTB, Pesantren dengan 33 Hektar Lahan Hijau (Sumber Gambar : Nu Online)
Nurul Haramain NTB, Pesantren dengan 33 Hektar Lahan Hijau (Sumber Gambar : Nu Online)

Nurul Haramain NTB, Pesantren dengan 33 Hektar Lahan Hijau

Menurut TGH Juaini, ia ingin menyampaikan pesan bahwa melestarikan lingkungan itu adalah amanat, ciptaan manusia. Sama halnya dengan perintah untuk menyembah Allah.

“Kita tidak akan bisa menyembah Allah, mengimplementasikan keimanan kita dalam kondisi lingkungan kita hancur. Apalagi kita dalam posisi masih bisa melakukan sesuatu, ajakan saya untuk melestarikan lingkungan itu semata-mata merupakan perintah Allah dan Rasulullah SAW,” katanya.

Banyak yang bernggapan bahwa sebuah institusi pendidikan Islam umumnya hanya bergerak di bidang tafaqquh fiddin, atau pendidikan agama saja, dan acuh-tak acuh dengan kondisi lingkungan.

SMA Negeri 1 Slawi

Menurut TGH Juaini, kesimpulan itu tidak tepat. Melestarikan lingkungan adalah amanah ciptaan manusia. Kita sebagai individu pribadi baik sebagai kelompok sosial harus turut melestarikan lingkungan. Karena Rasulullah sendiri bersabda, Berhati hatilah dengan bumi ini sesungguhnya dia adalah ibumu.

Jadi kita perlakukan bumi ini seperti bagaimana memperlakukan ibu kita. Memuliakannya. Karena jasa-jasanya kepada kita,” tambanya.

TGH Juaini, tidak sepakat pondok pesantren Nurul Haramain dikategorikan sebagai “pesantren yang pro lingkungan”. Karena seharusnya semua pondok pesantren itu harus pro lingkungan. Setiap orang itu juga harus pro lingkungan, katanya.

“Saya mengatakan hal itu (pro lingkungan) adalah sesuatu yang harus khusunya pondok pesantren yang selama ini dikenal oleh masyarakat. Jangan hanya nyaman di menara gading tapi tidak mau tahui urusan luar. Saya kira ini suatu kesalahan dalam konsep pendidikan islam yang selama ini dipahami banyak orang,” tambahnya.

Pada tahun 2011 TGH Hasanain Juaini memperoleh penghargaan Ramon Magsaysay. Salah satunya karena ia dinilai sukses mengembangkan pesantren yang peduli lingkungan. Dengan memperoleh penghargaan ini, namanya sejajar dengan tokoh-tokoh seperti Abdurrahman Wahid, Mochtar Lubis, atau Pramoedya Ananta Toer, yang juga pernah meraih penghargaan serupa. (Syamsul Hadi)

SMA Negeri 1 Slawi

?

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Pertandingan, Meme Islam, Lomba SMA Negeri 1 Slawi

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs SMA Negeri 1 Slawi sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik SMA Negeri 1 Slawi. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan SMA Negeri 1 Slawi dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock