Tampilkan postingan dengan label Nahdlatul. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Nahdlatul. Tampilkan semua postingan

Selasa, 20 Februari 2018

Ketua IAEA: Tak Ada Bukti Iran Membuat Senjata Nuklir

Washington, SMA Negeri 1 Slawi. Ketua badan pengawas nuklir PBB, Mohamed ElBaradei, Ahad (28/10),  mengemukakan, pihaknya tidak menemukan bukti bahwa Iran sedang aktif membuat bom nuklir.

"Saya belum mendapat informasi apapun bahwa saat ini berlangsung program senjata nuklir yang aktif secara konkret," kata Direktur Badan Energi Atom Internasional (IAEA) tersebut kepada CNN. Dia mengingatkan bahwa ancaman AS itu seperti "menyiram bensin ke api".

Ketua IAEA: Tak Ada Bukti Iran Membuat Senjata Nuklir (Sumber Gambar : Nu Online)
Ketua IAEA: Tak Ada Bukti Iran Membuat Senjata Nuklir (Sumber Gambar : Nu Online)

Ketua IAEA: Tak Ada Bukti Iran Membuat Senjata Nuklir

"Meskipun jika Iran akan membuat senjata nuklir...setidak-tidaknya mereka masih butuh beberapa tahun lagi untuk memiliki senjata seperti itu," katanya, mengutip penilaian dari para pejabat AS sendiri, yang dilansir AFP.

SMA Negeri 1 Slawi

"Pada tahap sekarang kita perlu meneruskan usaha lewat diplomasi yang kreatif...karena saya tidak melihat adanya solusi lain kecuali diplomasi dan inspeksi," kata ElBaradei.

Gedung Putih, Jumat, menolak adanya kesamaan antara pernyataan mereka terhadap Iran dengan persiapan saat akan menyerbu Irak.

SMA Negeri 1 Slawi

"Kami sepenuh hati ikut proses diplomatik," kata juru bicara Gedung Putih, Tony Fratto kepada para wartawan, namun mengatakan bahwa mengesampingkan pengerahan militer adalah sesuatu yang "kurang bijaksana".

Dalam bulan-bulan terakhir, Bush telah meramal tentang "holocaust (bencana besar) nuklir" dan "Perang Dunia III", jika Iran memiliki senjata nuklir. Wapres Dick Cheney menyebut "konsekuensi berat" bagi Iran jika menolak tuntutan global untuk membekukan program nuklir mereka.

ElBaradei mengemukakan jika AS memiliki informasi lebih banyak dibanding IAEA mengenai program nuklir Iran, dirinya "akan sangat senang menerima dan menindaklanjutinya."

Dia mengemukakan "kami saat ini belum dapat memberi izin (program nuklir) kepada Iran karena masih banyak tanda tanya."

"Tapi apakah kami telah melihat bahwa Iran memiliki bahan nuklir yang akan siap dijadikan senjata? Tidak. Apakah kami melihat program persenjataan yagn aktif? tidak," katanya seperti dikutip sumber Antara.

"Perang kata-kata" tidak akan menyelesaikan masalah nuklir Iran, kata ElBaradei, lalu menyebut perundingan yang masih berlangsung dengan Korea Utara sebagai contoh untuk menangani kasus Iran.

Dia mengingatkan bahwa pengunaan militer dapat memicu "lautan api" global. (dar)Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Nahdlatul, Warta SMA Negeri 1 Slawi

Sabtu, 17 Februari 2018

LTMNU: Bersihkan Masjid dari Kampanye Hitam

Jakarta, SMA Negeri 1 Slawi. Pengurus Pusat Lembaga Ta’mir Masjid Nahdlatul Ulama (LTMNU) mengimbau seluruh masjid di Indonesia untuk menjaga netralitas fungsinya sebagai tempat ibadah dan pemberdayaan umat menjelang pemilihan umum presiden 2014.

LTMNU: Bersihkan Masjid dari Kampanye Hitam (Sumber Gambar : Nu Online)
LTMNU: Bersihkan Masjid dari Kampanye Hitam (Sumber Gambar : Nu Online)

LTMNU: Bersihkan Masjid dari Kampanye Hitam

“Masjid adalah tempat yang netral. Tidak boleh dibuat kampanye. Karena masjid merupakan tempat berkumpulnya jamaah dari berbagai macam golongan dan aspirasinya bermacam-macam,” ujar Ketua PP LTMNU KH Abdul Manan A Ghani di Jakarta, Jumat (13/6).

Manan juga menyayangkan adanya kampanye hitam bernuansa SARA yang dikumandangkan melalui tempat ibadah umat Islam ini. Menurutnya, pengurus masjid semestinya dapat mencegah hal tersebut melalui penyeleksian khotib atau dai yang ada di sana.

SMA Negeri 1 Slawi

“Tidak ada contoh dari Nabi untuk memusuhi golongan lain, apalagi black campaign (kampanye hitam). Masak orang yang benar-benar Islam, benar-benar haji, diplesetkan sebaliknya. Tidak benar itu,” tuturnya.

Kalaupun masjid menjadi tempat pembicaraan politik, lanjut Manan, materi yang disampaikan mestinya bersifat normatif saja, tidak menyudutkan atau mendukung salah satu pihak. “Mungkin mengenalkan bahwa tasharruful imam alar ra’iyyah manuthun bil mashlahah (kebijakan pemimpin tergantung pada kemaslahatan umat). Yang begini tidak apa-apa,” paparnya.

SMA Negeri 1 Slawi

Manan tidak menampik fungsi lain masjid di luar sebagai tempat shalat. Menurutnya masjid bisa menjadi sarana pengembangan dakwah, pendidikan, bahkan ekonomi, namun bukan politik praktis. “Mending pengurus masjid menyiapkan bagaimana memakmurkan masjid menghadapi Ramadhan, daripada harus kampanye hitam,” katanya. (Mahbib Khoiron)

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Pendidikan, Nahdlatul, Nahdlatul Ulama SMA Negeri 1 Slawi

Selasa, 06 Februari 2018

Awali Mapaba, PMII UGM Ziarah Budaya

Sleman, SMA Negeri 1 Slawi. Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Komisariat Universitas Gajah Mada akan mengadakan kegiatan bertajuk ziarah budaya pada Sabtu 19 Oktober 2013. Kegiatan ini merupakan bagian dari Masa Penerimaan Anggota Baru (Mapaba) yang akan digelar pada bulan November 2013.

Salah seorang anggota PMII UGM, Abdul Jalil, mengatakan ziarah budaya tersebut bertujuan memberikan informasi wisata, edukasi, dan semangat perjuangan kepada para peserta. Kegiatan ini meliputi kunjungan ke tempat-tempat bersejarah di Yogyakarta, Masjid Bawah Tanah (termasuk dalam komplek wisata Taman Sari).

Awali Mapaba, PMII UGM Ziarah Budaya (Sumber Gambar : Nu Online)
Awali Mapaba, PMII UGM Ziarah Budaya (Sumber Gambar : Nu Online)

Awali Mapaba, PMII UGM Ziarah Budaya

“Termasuk makam KH. Moenawwir (tokoh pendiri dan perintis Pondok Pesantren Krapyak, Yogyakarta dan murid Syech Kholil Bangkalan) di wilayah Dongkelan, Yogyakarta, makam KH. Ahmad Dahlan (pendiri Muhammadiyah) di wilayah Mergangsan, Yogyakarta,” katanya melalui pers rilis yang dikirim Jumat (18/10).

Peserta yang umumnya merupakan mahasiswa baru, kata Jalil, perlu diberikan penguatan nilai yang berbasis pada budaya dan sejarah bangsa. Selain sebagai sarana peserta untuk mengenal lebih jauh tentang PMII. 

“Kegiatan ini mudah-mudahan bisa menjadi sarana bagi mereka untuk menguatkan identitas kebangsaan, sadar akan warisan budaya, dan mengambil hikmah dari perjuangan orang-orang terdahulu,” ungkap mahasisa Psikologi UGM ini.

Mapaba kurang Kreatif

SMA Negeri 1 Slawi

Ide awal dari kegiatan ziarah budaya, tambah dia, karena melihat bahwa kegiatan MAPABA akhir-akhir ini kurang kreatif dan stagnan.

Keresahan itu disampaikan kepada pengurus PMII Komisariat Gadjah Mada dan pengurus PMII Cabang Sleman. Keresahan ini kemudian dituangkan dalam bentuk diskusi, dimana sahabat Ahmad Jay., S.Fil bertindak sebagai fasilitator. Diskusi yang dimulai sejak September 2013 ini,berhasil memberikan titik terang kepada para panitia, untuk menciptakan kegiatan yang lebih kreatif.

SMA Negeri 1 Slawi

Di waktu yang hampir bersamaan, sahabat/i dari PMII Komisariat Hasyim Asy’arie Universitas Negeri Yogyakarta juga melaksanakan kegiatan Mapaba yang bertempat di Pesantren Kaliopak, Piyungan, Yogyakarta yang diasuh Muhammad Jadul Maula. 

Kegiatan ini dimulai tanggal 18 Oktober 2013 - 20 Oktober 2013. Tema yang diusung dalam kegiatan ini adalah: Idealisme Mahasiswa Dalam Menghadapi Tantangan Masa Depan Bangsa. (M. Fathul Farikh/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Nahdlatul SMA Negeri 1 Slawi

Rabu, 31 Januari 2018

Laksanakan Amanat Mukamar, PBNU Dorong Mabadiku Wujudkan Kesejahteraan Ekonomi

Jakarta, SMA Negeri 1 Slawi?



Ketua PBNU bidang ekonomi H. Eman Suryaman mengatakan, keberadaan Mabadiku merupakan bagian implementasi dari hasil muktamar NU ke-33 di Jombang yang harus segera direalisasikan.?

Ia menyampaikan hal itu saat membuka Rapat Kerja Pengurus Koperasi Mabadiku Bintang Sembilan di lantai 5, Gedung PBNU, Jakarta Pusat, Sabtu (19/8).

Laksanakan Amanat Mukamar, PBNU Dorong Mabadiku Wujudkan Kesejahteraan Ekonomi (Sumber Gambar : Nu Online)
Laksanakan Amanat Mukamar, PBNU Dorong Mabadiku Wujudkan Kesejahteraan Ekonomi (Sumber Gambar : Nu Online)

Laksanakan Amanat Mukamar, PBNU Dorong Mabadiku Wujudkan Kesejahteraan Ekonomi

Menurutnya, pada Muktamar ke-33 NU di Jombang ini menghasilkan tiga poin, yakni bidang pendidikan, kesehatan, dan ekonomi. Bidang pendidikan dan kesehatan akan terwujud apabila bidang peningkatan ekonominya bisa diimplementasikan di berbagai bidang.

Ia menceritakan, dulu, para kiai NU sebelum mendirikan Nahdlatut Ulama, yang didirikan terlebih dahulu adalah Nahdlatul Tujjar, kesejahteraan ekonomi umat.?

SMA Negeri 1 Slawi

"Ini kami sampaikan demikian ini untuk semangat kita semua. Bahwa kita sangat penting sekali mensejahterakan umat. Kalau umat sudah sejahtera, tidak lagi nanti terombang-ambing dengan yang akan merugikan kita ini, (merugikan) bangsa Indonesia, " katanya.?

Ia berharap, semua pengurus Mabadiku dapat bersinergi dengan baik, bahkan bila perlu bekerja sama dengan pihak lain agar Mabadiku dapat berkembang dengan cepat.?

Pada acara tersebut, juga dilakukan nota kesepahaman (MOU) antara Koperasi Mabadiku Bintang Sembilan dengan delapan mitra, yakni PT Hydro, PT Japfa Confeed Indonesia Tbk, Fakultas Peternakan Brawijaya Malang, PT FX Indonesia, PT Mukti Mitra Abadi, PT Berkah Manunggal Sejati, PT Cipta Indo Buana, UNU Cirebon. (Husni Sahal/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi

SMA Negeri 1 Slawi Nahdlatul SMA Negeri 1 Slawi

Jumat, 26 Januari 2018

Lailatul Ijtima Bersama Ketua NU Jepang

Kairo, SMA Negeri 1 Slawi. Malam Jum’at (21/13) sekretariat PCINU Mesir yang berada di daerah Gamie, distrik 10, Madinat Nasr, Kairo, kedatangan tamu dari negeri Sakura, Jepang. Pria asal Purworejo itu bernama Dr Aziz Muhammad, anggota Nahdliyin yang sekarang menjadi asisten dosen di Universitas bergengsi di Jepang, yaitu Institut Teknologi Tokyo.?

Lailatul Ijtima Bersama Ketua NU Jepang (Sumber Gambar : Nu Online)
Lailatul Ijtima Bersama Ketua NU Jepang (Sumber Gambar : Nu Online)

Lailatul Ijtima Bersama Ketua NU Jepang

Tidak hanya kedatangan tamu dari Jepang, sekretariat juga dikunjungi oleh sesepuh Nahdliyin, Abdul Basith MA, yang sekarang menjadi dosen di IAIN Sunan Ampel di Surabaya dan aktif di Lajnah Falakiyah NU Jawa Timur.?

Acara juga dihadiri oleh sesepuh syuriyah, Mahmudi, A’wan, Oyi, Ketua Tanfiziyah periode sebelumnya, Tabrani Basya, Ketua Tanfiziyah periode sekarang, Khozin Dipo, dan segenap warga Nahdliyin Mesir serta anggota Fatayat NU Mesir.?

SMA Negeri 1 Slawi

Kedatangan kedua tamu istimewa itu bertepatan dengan acara mingguan Lailatul Ijtima’, agenda yang memuat acara tahlilan, baca surah Yasin, dan mau’izah hasanah.?

Setelah membaca surat Yasin bersama dan tahlilan, acara langsung dilanjutkan dengan mauidhah hasanah dan sharing pengalaman dari kedua tamu.?

SMA Negeri 1 Slawi

Abdul Basith langsung membincang isu-isu hangat yang kini terjadi di Indonesia. Ia juga mengajak warga Nahdliyin untuk mempersiapkan diri untuk menghadapi isu-isu tersebut, baik secara teknis, maupun teoritis.?

Abdul Basith membahas soal thariqoh, yang merupakan jalan tazkiyah, atau menyucikan diri untuk menuju Allah. Ia juga mengajak agar nahdliyin mengikuti salah satu thariqoh yang berada dalam lingkungan NU sehingga tidak hanya keilmuan saja yang digeluti, namun dimensi rohani juga demikian.?

Abdul Basith mengecam mahasiswa-mahasiswa ‘pendatang baru’ yang lancang mengusir pengajian yang diampu dosen-dosen yang notabene berbeda haluan dengan mereka. Dosen di universitas bergengsi di Surabaya itu juga menyinggung sedikit perihal maqashid syari’ah yang tidak sembarangan diterapkan oleh para ulama.?

Wejangan selanjutnya disampaikan oleh Dr Aziz Muhammad, Nahdliyin asal Jawa yang sekarang tengah meniti karirnya di negeri Sakura. ilmuwan sekaligus ketua tanfidziyah NU Jepang tersebut membeberkan pengalamannya selama di Jepang. Asdos muda itu juga memberikan gambaran tentang Jepang, baik dari sisi budaya, pendidikan, agama, dan hukum setempat.?

Menurut Aziz, yang sangat dikaguminya tentang Jepang adalah prinsip bushido-nya, yang secara literal berarti “jalan pahlawan”. Warga Jepang sangat tidak ingin mengecewakan orang lain. Menurut orang Jepang, lebih baik mengundurkan diri atau bunuh diri saja jika tidak bisa berbuat hal yang bermanfaat. ?

Agama kebanyakan warga Jepang adalah Shinto, yang berarti “Jalan Tuhan”. Tetapi cara beragama Jepang terbilang unik,” jelas Aziz. Semua warga di Jepang bisa menjadi “tuhan”, dengan syarat berprestasi tinggi dan memiliki kedudukan yang membanggakan, seperti cerita seorang yang ahli destilasi di Universitas Kyoto, yang mengklaim ingin menjadi tuhannya Destilasi.?

Selain Shinto, Budha dan Kristen juga banyak dipeluk oleh warga Jepang. Tetapi, uniknya, warga Jepang bisa saja lahir beragama Shinto, tetapi ketika nikah, mereka akan ke gereja, dan nanti dimakamkan sebagai penganut Budha.?

Untuk Islam, menurut Aziz, warga muslim di Jepang terbilang sangat sedikit dan minoritas. Warga muslim di sana juga kadang mendapatkan kesulitan ketika harus berbenturan dengan hukum setempat, seperti penguburan dengan dipendam tanah.?

Warga Jepang sangat antipati dikubur di dalam tanah. Ketika orang Jepang meninggal, dagingnya dijadikan abu dan dihanyutkan di sungai, sementara tulangnya akan disimpan di dalam kotak, lalu diletakkan di kuburannya. Lucunya, alasan mereka tidak mau dikubur dalam tanah hanya simpel, yaitu masalah higienis dan kebersihan.?

Aziz juga mengkomparasikan antar Jepang dengan negara-negara lain, seperti China, Eropa, Amerika, tidak lupa Indonesia. Menurutnya, warga Jepang sangat memegang prinsip experience based, dan tidak hanya berhenti dalam tataran teori, berbeda dengan warga Muslim, yang dalam hal empiris dan teknis sangat minim sekali skill dan pengalamannya. Dan ini menjadi tantangan muslim sekarang, terkhusus warga Nahdliyin.?

Menyinggung NU di Jepang sana, asdos yang sekaligus memiliki paten pembuat alat pembuluh darah dan fokus di bidang konversi energi termodinamika tersebut mengatakan bahwa geliat warga Nahdliyin di sana sempat ramai pada tahun 2007-an. Pengajian juga seringnya menggunakan basis online, mengingat warga Nahdliyin tinggal berjauhan.?

Setelah ngobrol dan sharing pengalaman, acara ditutup dengan pemberian piagam kepada kedua tamu. Kini warga Nahdliyin harus memikul tugas yang lebih berat, yaitu tidak hanya berkutat pada bidang teori, tetapi juga pada dimensi praktis dan berbasis pengalaman serta pengetahuan.?

Redaktur: Mukafi Niam

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Nahdlatul SMA Negeri 1 Slawi

Senin, 22 Januari 2018

Nusron Wahid: GP Ansor Harus Ngaji, Ngader, dan Kerja

Wonosobo, SMA Negeri 1 Slawi. Ketua Umum Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Ansor H. Nusron Wahid mengajak kader Ansor untuk selalu belajar ilmu agama, mencetak dan melakukan kaderisasi, serta meningkatkan etos kerja yang tinggi.

Nusron Wahid: GP Ansor Harus Ngaji, Ngader, dan Kerja (Sumber Gambar : Nu Online)
Nusron Wahid: GP Ansor Harus Ngaji, Ngader, dan Kerja (Sumber Gambar : Nu Online)

Nusron Wahid: GP Ansor Harus Ngaji, Ngader, dan Kerja

"Sebagai kader Ansor harus ngaji, ngader dan kerja supaya bisa memberi kemanfaatan bagi masyarakat,"katanya di depan peserta Konferensi Wilayah (Konferwil Gerakan Pemuda Ansor Jawa Tengah di Universitas sain Ilmu Quran (UNSIQ), Sabtu (17/5).

Ia menjelaskan, bukti adanya semangat mengaji di kalangan Ansor harus ditunjukkan melalu gerakan program sholawatan bersama kiai, ulama maupun habaib. Setiap Pimpinan Cabang dan Pimpinan Anak Cabang (PAC) harus mendirikan sebuah jamiyah Rijalul Ansor untuk mensyiarkan dan menjaga tradisi ajaran Aswaja.

SMA Negeri 1 Slawi

"Setidaknya Ansor nanti bisa menyaingi Muslimat yang selama ini banyak mengadakan pengajian di ranting-ranting. Sekaran harus ada pengajian atau jam’iyah bernama “ansoran” tidak hanya “muslimatan”,"ujar Nusron bersemangat

Begitu pula, kaderisasi di lingkungan Ansor supaya berjalan berkisinambungan. Ia meminta semua PC atau PAC mampu menyelenggarakan pengkaderan semacam Pendidikan Kader Dasar (PKD).

SMA Negeri 1 Slawi

"Mengenai kerja, kader Ansor mampu membangun sisi ekonomi. Seperti mendirikan Baitul Mal wa Tamwil (BMT) pada setiap PAC/PC," terangnya.

Konferwil yang dibuka Gubernur Jateng Ganjar Pranowo ini diikuti peserta 266 PAC dan 29 PC. Konferensi ini berlangsung singkat, hanya menetapkan hasil materi yang sudah dibahas sebelumnya dalam Rakerwil 10-11 Mei lalu di Kantor PWNU Jl Drs Cipto Semarang.

Kemudia Konferwil juga hanya memilih ketua baru PW GP Ansor periode 2014-2018. Pada sidang pemilihan yang dipimpin PP Ansor menetapkan Ikhawanudin menjadi ketua baru menggantikan ketua lama Jabir Al Faruqi. (Qomarul Adib/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Pemurnian Aqidah, Halaqoh, Nahdlatul SMA Negeri 1 Slawi

Kamis, 28 Desember 2017

Tingkatkan Bantuan Sosial, LAZISNU Surabaya Siapkan Kader “NU Care”

Surabaya, SMA Negeri 1 Slawi

Lembaga Amil Zakat Infaq dan Shadaqah Nahdlatul Ulama (LAZISNU) Kota Surabaya merekrut dan melatih kader dari kalangan mahasiswa untuk menjadi petugas "NU Care LAZISNU". Langkah ini dilakukan? guna meningkatkan pengelolaan dana dan kegiatan bantuan sosial masyarakat kota Surabaya.

Tingkatkan Bantuan Sosial, LAZISNU Surabaya Siapkan Kader “NU Care” (Sumber Gambar : Nu Online)
Tingkatkan Bantuan Sosial, LAZISNU Surabaya Siapkan Kader “NU Care” (Sumber Gambar : Nu Online)

Tingkatkan Bantuan Sosial, LAZISNU Surabaya Siapkan Kader “NU Care”

"Saat ini kami melatih sekitar 100 orang kader dari dari berbagai kalangan baik dari warga NU, remaja NU, dan kalangan kampus di Surabaya, seperti ITS (Institut Teknologi Sepuluh Nopember) dan Unair (Universitas Airlangga), yang diharapkan menjadi motor penggerak lembaga," ujar Ketua LAZISNU Kota Surabaya Yusuf Hidayat dalam kesempatan pelatihan Manajemen dan Pengaderan Amil di Hotel Pesona Surabaya, Sabtu (9/4).

Ia mengatakan, kader tersebut diharapkan menjadi petugas profesional LAZISNU dan Program NU Care di Surabaya dalam pengoperasian dana zakat, nonzakat, infaq, dan shadaqah dari warga NU dan masyarakat untuk kegiatan bantuan sosial di bidang kesehatan, pendidikan, dan bantuan masyarakat yang kurang mampu, serta bantuan sosial lainnya. ?

SMA Negeri 1 Slawi

"Diharapkan mereka menjadi kader yang mampu bekerja secara profesional dalam pengelolaan dana guna memperluas jaringan dan meningkatkan kegiatan bantuan sosial NU Care seperti bantuan pendidikan dan kesehatan masyarakat Kota Surabaya,” tegasnya.

Dalam pelatihan ini, LAZISNU Surabaya mengajarkan peserta pembentukan kepribadian amil, dari aspek penampilan, perilaku profesional ketika menerima tamu, mendatangi muzakki (wajib zakat), serta cara menyapa mustahiq (penerima zakat). "Saya juga mengajak peserta pelatihan dan kader untuk serius bergiat di LAZISNU sebagai jalan untuk mengbdikan diri kepada masyarakat," ujarnya.

SMA Negeri 1 Slawi

Hal yang sama juga disampaikan Ketua Pengurus Pusat LAZISNU Syamsul Huda. Ia berharap dengan pelatihan tersebut, para kader bisa melakukan pengelolaan dana dan memperbanyak kegiatan bantuan NU Care di Surabaya sehingga meningkatkan kepedulian NU terhadap pendidikan, kesehatan masyarakat, maupun mendukung kegiatan keagamaan NU Kota Surabaya.

Ia juga menambahkan bahwa pada tahun 2016 ini PBNU melalui LAZISNU lebih meningkatkan bantuan sosial melalui program NU Care sedangkan untuk urusan zakat LAZISNU tetap bekerja sama dengan Baznas.

"Untuk dana program NU Care dan kegiatan sosial sepenuhnya akan dilakukan oleh NU Cabang masing-masing dan laporan pengelolaan akan disampaikan secara transparan dan terbuka, laporan keuangannya harus bisa diakses siapa saja, kapan saja, dari mana saja," ujarnya.? ?

Sementara ituWakil Rais Syuriah NU Kota Surabaya KH Azhar Sofwan berpesan agar dalam meningkatkan dan mengembangkan manajemen operasional tetap mengedepankan aspek hukum yang sudah ditetapkan oleh Nahdlatul Ulama maupun regulasi dari pemerintah agar LAZISNU tetap menjadi pilihan dalam mengelolah zakat dari warga NU maupun masyarakat.

"Yang perlu diperhatikan oleh LAZISNU bahwa manajemen adalah untuk mempercepat dan mempermudah orang untuk berzakat tapi bukan mengabaikan aspek hukum, mudah-mudahan dengan prinsip ini semangat berzakat semakin tinggi," ujarnya. (Red: Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Nahdlatul SMA Negeri 1 Slawi

Rabu, 20 Desember 2017

Pelajar NU Jepara Usung Semangat Kebangsaan, Visioner dan Produktif

Jepara, SMA Negeri 1 Slawi. Bertempat di pendopo Kabupaten Jepara, Pimpinan Cabang IPNU-IPPNU Kabupaten Jepara masa khidmat 2016-2018 resmi dilantik oleh Ketua Umum Pimpinan Pusat IPNU Asep Iran Mujahid, acara pelantikan ini dihadiri oleh perwakilan seluruh kader IPNU-IPPNU baik tingkat anak cabang, komisariat maupun ranting di seluruh wilayah di Jepara pertengahan bulan lalu.

Acara yang dimulai sejak pagi hingga lepas dzuhur ini dihadiri pula oleh perwakilan badan otonom NU seperti Anshor dan Fatayat, serta tamu undangan dari jajaran Forkopinda Kabupaten Jepara, unsur TNI maupun Polisi.

Pelajar NU Jepara Usung Semangat Kebangsaan, Visioner dan Produktif (Sumber Gambar : Nu Online)
Pelajar NU Jepara Usung Semangat Kebangsaan, Visioner dan Produktif (Sumber Gambar : Nu Online)

Pelajar NU Jepara Usung Semangat Kebangsaan, Visioner dan Produktif

Dengan mengusung tema “Mengawal Pelajar NU Jepara Yang Visioner, Produktif Serta Berkarakter Kebangsaan”, pelantikan yang disertai guyuran hujan menjadi tambah gayeng.

“Kader IPNU IPPNU Jepara terbukti menjadi kader yang produktif,” terang Zaenal Muttaqin Ketua PC IPNU Jepara terlantik.

Ia menambahkan, periode kemarin, pengurus PC IPNU IPPNU Jepara meninggalkan karya dalam bentuk buku pedoman kaderisasi, serta buku pedoman tata kelola administrasi. Tak lupa dalam sambutannya ia mengingatkan para kader untuk berpartisipasi dalam pilkada Jepara Februari nanti, karena memilih Bupati adalah bagian dari cinta tanah air.

SMA Negeri 1 Slawi

Penuh bangga?

Rais PCNU Jepara, KH. Ubaidillah Umar dalam sambutannya merasa sangat berbangga melihat hadirnya IPNU IPPNUmasa khidmat 2016-2018.

“Saya bangga sekali melihat mereka sebagai anak cilikku, dengan melihat mereka berkeyakinan NU insyaallah akan tetap jadi mayoritas di Jepara,” tegas pengasuh Pondok Pesantren Darul Ulum Bandungharjo-Donorojo ini.

SMA Negeri 1 Slawi

Sementara ketua umum pimpinan pusat dalam sambutannya mengatakan, pelantikan ini adalah sebagai strategi awal, dengan wilayah kerja yang luas, tugas dan tanggung jawab di PC Jepara tidaklah mudah.?

“Perlu adanya kegiatan-kegiatan, minimal seperti kelompok kajian, atau studi klub untuk internalisasi nilai-nilai keaswajaan. IPNU IPPNU hari ini adalah perwajahan NU di tahun mendatang,” tegas kader asal Jawa Barat ini. ? ?

Acara pelantikan ini kemudian dilanjutkan dengan agenda rapat kerja cabang I untuk merumuskan program dalam watku 2 tahun , yang bertempat di ruang pringgitan di komplek Pendopo Kabupaten Jepara. (Achmad Ulil Albab/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Nahdlatul, Sejarah SMA Negeri 1 Slawi

Selasa, 19 Desember 2017

Saatnya Revisi UU Terorisme

Semakin terbukanya komunikasi dunia menyebabkan ajaran radikal bisa berkembang ke Indonesia. Berbagai kekerasan atas nama agama dan sikap intoleran yang terjadi belakangan ini merupakan bagian dari perkembangan tersebut. Ajaran radikal akhirnya mendorong sebagian pengikutnya untuk melakukan tindakan terorisme. PBNU menilai, kini Indonesia sudah darurat ajaran radikal dan dalam taraf tertentu sudah darurat terorisme.?

Kelompok-kelompok radikal menyatakan tidak mengakui keberadaaan NKRI, menyebut NKRI sebagai toghut atau ingin merubah haluan Indonesia sesuai dengan ideologi mereka seperti menjadikan negara ? khilafah. Mereka dengan bebas menyuarakan pandangannya tanpa tindakan apa-apa. NKRI lahir dari perjuangan pada pendiri bangsa, termasuk didalamnya NU. Bentuk dan sistem negara ini juga didasarkan atas kesepakatan bersama. Sekelompok kecil pengikut ajaran radikal yang ingin merubah haluan Indonesia berpotensi menimbulkan disintegrasi bangsa, padahal NU sudah menyatakan bahwa NKRI adalah harga mati.?

Kejadian bom Sarinah baru-baru ini menjadi momentum untuk me revisi UU Nomor 15/2003 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme. Usulan revisi sebenarnya sudah bergaung sejak beberapa tahun lalu, tetapi selalu gagal dengan alasan adanya potensi penyalahgunaan untuk membungkam kebebasan sipil. NU berpendapat bahwa kini saatnya untuk memperkuat tindakan pencegahan terorisme dengan tetap memperhatikan hak-hak masyarakat.

Saatnya Revisi UU Terorisme (Sumber Gambar : Nu Online)
Saatnya Revisi UU Terorisme (Sumber Gambar : Nu Online)

Saatnya Revisi UU Terorisme

Trauma masa Orde Baru yang dengan gampang menangkap orang yang tidak sependapat dengan rezim berkuasa menjadikan kekhawatiran hal yang sama akan berulang di masa mendatang. Demikian pula, kinerja aparat keamanan yang melakukan salah tangkap menjadi catatan yang perlu dipertimbangkan.?

Kekhawatiran tersebut perlu diperhatikan, tetapi perlu diingat, dunia yang semakin terbuka dan masyarakat yang semakin terdidik menyebabkan kontrol masyakat terhadap perilaku negara semakin kuat. Negara tidak dapat lagi dengan sewenang-wenang menggunakan kekuasaanya sebagaimana yang terjadi pada zaman Orde Baru.

Masalah yang muncul selama ini adalah belum adanya acuan hukum yang kuat untuk melakukan penangkapan orang yang diperkirakan akan melakukan tindakan terorisme. Karena itu, semangat melakukan tindakan pencegahan harus diutamakan. Membersihkan bibit-bibit terorisme dari sisi hulu akan lebih mudah dibandingkan mengatasi masalah yang sudah membesar dan telah menimbulkan korban atau kerugian material yang banyak.?

SMA Negeri 1 Slawi

Revisi UU Terorisme ini bukan jalan pintas untuk memberantas terorisme. Selanjutnya juga perlu dibahas tentang kinerja aparat keamanan, apakah selama ini sudah cukup efektif melakukan tindakan pencegahan. Jangan sampai pengeboman atau tindakan terorisme yang lain akan muncul kembali di masa depan, baru aparat keamanan seperti kebakaran jenggot dan melakukan perburuan di mana-mana.

Pendekatan keamanan saja tidak cukup karena ajaran radikal bisa berkembang dengan berbagai bentuk. ? Ditemukannya buku untuk anak TK yang sudah mengajarkan tindakan radikal di Depok baru-baru ini merupakan salah satu bukti. Karena itu, keterlibatan kelompok Islam moderat dalam menjaga tegaknya Indonesia sangat penting. Negara tidak bisa bergerak sendiri. NU selama ini tanpa diminta pun telah berusaha menjaga agar Islam di Indonesia tetap menjadi Islam yang damai. (Mukafi Niam)

SMA Negeri 1 Slawi

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Nahdlatul SMA Negeri 1 Slawi

Senin, 11 Desember 2017

IPPNU Banyuwangi Tingkatkan Kapasitas Kepengurusan Baru

Jakarta, SMA Negeri 1 Slawi - Kepengurusan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kabupaten Banyuwangi masa khidmah 2015-2018 menjalani satu persatu amanah organisasi. Setelah terbentuk susunan baru kepengurusan, IPPNU Banyuwangi langsung mengadakan “up grading” kepengurusan kemarin. Acara yang dihelat selama dua hari tersebut difokuskan di aula kantor PCNU Banyuwangi.

Ketua IPPNU Banyuwangi Halimah menekankan penting acara ini untuk membentuk kesiapan dan kekompakan pengurus dalam masa khidmahnya selama dua tahun di IPPNU Banyuwangi.

IPPNU Banyuwangi Tingkatkan Kapasitas Kepengurusan Baru (Sumber Gambar : Nu Online)
IPPNU Banyuwangi Tingkatkan Kapasitas Kepengurusan Baru (Sumber Gambar : Nu Online)

IPPNU Banyuwangi Tingkatkan Kapasitas Kepengurusan Baru

“Up grading ini merupakan usaha dari kita untuk menyamakan visi, meningkatkan keterampilan, menjalin keharmonisan, dan kekompakan antarsesama pengurus,” pesannya.

Kegiatan ini diikuti oleh sebanyak 20 pengurus IPPNU Banyuwangi. Pada hari kedua, acara ini diadakan di ruang terbuka hijau Sayu Wiwit.

SMA Negeri 1 Slawi

SMA Negeri 1 Slawi

Hadir sebagai pemateri antara lain Emi Hidayati (aktivis perempuan/ alumni IPPNU), Ketua IPNU masa khidmah 2011-2013 Lukman Hadi Abdillah, akademisi IAI Ibrahimy Ainurrofiq, dan beberapa narasumber lainnya. Forum ini didampingi oleh pengurus IPPNU Jawa Timur.

Sementara itu, Haikal Kafili yang mewakili PCNU Banyuwangi mengucapkan terima kasih atas dedikasi para pengurus IPPNU yang terus menggiatkan proses kaderisasi di kalangan anak muda.

Haikal mengingatkan betapa pentingnya peranan organisasi kepemudaan di bawah naungan NU di saat problematika remaja yang begitu silang sengkarut.

“IPPNU ini oase bagi pergaulan remaja saat ini,” ungkapnya. (Red Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Nahdlatul, Nusantara, Pendidikan SMA Negeri 1 Slawi

Senin, 04 Desember 2017

Dua Alasan Pendidikan Agama Tetap Diajarkan di Sekolah

Jakarta, SMA Negeri 1 Slawi. Pertentangan terkait apakah pelajaran pendidikan agama itu perlu atau tidak diajarkan di sekolah atau kampus terus muncul. Masing-masing memiliki argumentasinya masing-masing. Tapi satu hal yang pasti, sampai saat ini pelajaran agama masih terus diajarkan di sekolah-sekolah.

Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama RI Kamaruddin Amin mengatakan, tujuan diajarkannya pelajaran pendidikan agama di sekolah ada dua. Pertama, membentuk pribadi yang saleh dan bertakwa kepada Tuhan. 

Dua Alasan Pendidikan Agama Tetap Diajarkan di Sekolah (Sumber Gambar : Nu Online)
Dua Alasan Pendidikan Agama Tetap Diajarkan di Sekolah (Sumber Gambar : Nu Online)

Dua Alasan Pendidikan Agama Tetap Diajarkan di Sekolah

“Kedua bagaimana (pendidikan agama) bisa menjadi instrumen perekat sosial, memperkuat nasionalisme,” kata Kamaruddin di Hotel Le Meridien Jakarta, Rabu (8/11).

Ia berpendapat bahwa tujuan-tujuan tersebut sudah terakomodasi dan terfleksikan di dalam konsep kurikulum 2013.   

Meski demikian, dia mengakui untuk mencapai dua tujuan utama diadakannya pelajaran agama di sekolah atau kampus tersebut ada hambatan dan tantangannya. Pertama, kekurangan guru yang profesional dan berkualitas. Untuk menerjemahkan visi pendidikan agama di sekolah diperlukan, maka diperlukan guru atau dosen yang benar-benar berkualitas dan kompeten. Bagaimana agama diajarkan sebagai sebagai pembentuk pribadi yang saleh dan menciptakan kesalehan sosial.

“Ini benar-benar menjadi tantangan kita. Kita kekurangan guru agama profesional untuk pendidikan agama itu sekitar dua puluh satu ribu,” tegasnya.

SMA Negeri 1 Slawi

Dia menerangkan, saat ini tidak sedikit guru yang tidak berlatar belakang pendidikan agama menjadi guru agama di sekolah-sekolah.

“Seperti guru biologi mengajarkan agama dan seterusnya,” ucap lulusan Madrasah Aliyah Asadiyah Sengkang itu.

Kedua, waktu yang sedikit. Sudah menjadi pengetahuan umum bahwa pelajaran agama di sekolah itu hanya dua hingga tiga jam seminggi di sekolah. Sedangkan, untuk mendalami pelajaran agama yang mendalam tentu waktu dua hingga tiga jam seminggu itu sangat lah tidak cukup.

Untuk mengatasi tantangan-tantangan itu, saat ini Pendidikan Agama Islam Kemenag RI sedang melakukan pelatihan kepada sepuluh ribu guru agama. Mereka dipersiapkan sebagai upaya untuk mengarusutamakan pemahaman keagamaan yang moderat dan toleran. 

SMA Negeri 1 Slawi

“Kita sudah melakukan upaya-upaya kreatif untuk bisa mengantisipasi potensi penetrasi radikalisme di lingkungan sekolah,” jelasnya. (Muchlishon Rochmat)

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Nahdlatul, Bahtsul Masail, Syariah SMA Negeri 1 Slawi

Sabtu, 25 November 2017

Muslimat NU Sulsel Ingin Bumikan Al-Qur’an di Desa-desa

Makassar, SMA Negeri 1 Slawi?



Ketua Pimpinan Wilayah Muslimat NU Sulawesi Selatan Majdah Agus Numang bercita-cita ingin membumikan Al-Quran di desa-desa Sulawesi Selatan.?

“Ada 3.030 desa di Sulawesi Selatan yang akan kita bumikan Al-Qur’an,” katanya pada Halal Bihalal yang dilaksanakan berbagai organisasi yaitu Forum Kajian Cinta Alquran Sulsel, Yayasan Jantung Cabang Utama Sulsel, FKA ESQ Sulsel, BK PAKSI Sulsel, Pengda Soina Sulsel, Perwosi Sulsel, IKA Pascasarjana Unhas, MT. AL Insan KPMP Unhas di Auditorium KH Muhyiddin Zain UIM, Sabtu (8/7).

Muslimat NU Sulsel Ingin Bumikan Al-Qur’an di Desa-desa (Sumber Gambar : Nu Online)
Muslimat NU Sulsel Ingin Bumikan Al-Qur’an di Desa-desa (Sumber Gambar : Nu Online)

Muslimat NU Sulsel Ingin Bumikan Al-Qur’an di Desa-desa

Ia menambahkan, kita akan membangun Sulsel yang qur’ani serta menyebarkan Islam yang ramah, moderat, ke seluruh pelosok daerah.?

Pada kesempatan tersebut, panitia mengundang penceramah Imam Islamic Center of New York yang menurut Majdah memiliki visi menyebarkan nilai-nilai Islam yang damai, rahmatan lil alamin dan moderat.

"Insya Allah pada kesempatan hari ini, hikmah Halal Bihalal akan dibawakan oleh Imam Islamic Center of New York Shamsi Ali. Tentunya kita mengetahui beliau sudah 20 tahun berdakwah di Amerika. Tentunya banyak tantangan yang telah dihadapi,” katanya.?

SMA Negeri 1 Slawi

Pada kesempatan itu, Shamsi Ali mengajak untuk menjadikan nilai-nilai Al-Qur’an sebagai petunjuk.?

Selain itu, ia meminta agar jangan lupa bersyukur, yakni mempertahankan yang sudah ada dan melanjutkan yang sudah ada. (Andy Muhammad Idris/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi

SMA Negeri 1 Slawi Ahlussunnah, Nahdlatul, Doa SMA Negeri 1 Slawi

Rabu, 22 November 2017

Pagar Nusa NU Pamekasan Sasar Anggota dari Mahasiswa

Pamekasan, SMA Negeri 1 Slawi - Pencak Silat Pagar Nusa NU Pamekasan tahun lalu gencar melatih para santri di berbagai pesantren untuk dijadikan anggota. Tahun ini, organisasi yang diketuai Salman Al-Farisi ini menyasar kalangan mahasiswa.

"Kita bekali mereka keterampilan pencak silat yang bernapaskan paham Aswaja An-Nahdliyah. Diharapkan, mereka menjadi pendekar yang membentengi NKRI dengan keterampilan pencak silat penebar kebajikan," tegas Salman Al-Farisi saat dihubungi SMA Negeri 1 Slawi via telepon, Ahad (29/1) pagi.

Pagar Nusa NU Pamekasan Sasar Anggota dari Mahasiswa (Sumber Gambar : Nu Online)
Pagar Nusa NU Pamekasan Sasar Anggota dari Mahasiswa (Sumber Gambar : Nu Online)

Pagar Nusa NU Pamekasan Sasar Anggota dari Mahasiswa

Menurutnya, kalangan mahasiswa rentan bertindak anarkis. Itu bisa dicermati tawuran antarmahasiswa di beberapa kampus. Tindak kekerasan oknum mahasiswa tidak lepas dari arogansi diri yang tidak ada yang mengendalikannya.

"Dengan bergabung di Pagar Nusa NU, kita doakan dan upayakan agar mereka menjadi pendekar sejati. Yaitu, tangguh menghadapi tantangan hidup tanpa harus berperan dalam kerusakan tatahan hidup bersosial," tegasnya.

SMA Negeri 1 Slawi

Bulan ini, para mahasiswa Universitas Islam Madura (UIM) digembleng secara intensif oleh Pagar Nusa NU Pamekasan. Usai berlatih, mereka akan mendapat siraman rohani berkaitan dengan keagamaan dan kebangsaan. (Hairul Anam/Abdullah Alawi)

SMA Negeri 1 Slawi

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Nahdlatul SMA Negeri 1 Slawi

Selasa, 21 November 2017

Kiai Navis: Daurah Aswaja Murni Kaderisasi, Bukan Politis

Surabaya,SMA Negeri 1 Slawi. Tujuan diselenggarakannya kegiatan seminar internasional yang dilanjutkan dengan daurah nasional Aswaja murni demi meneguhkan akidah sebagai identitas Islam Nusantara. Tidak ada tujuan penggalangan suara jelang Muktamar NU tahun depan serta tujuan politis yang lain.

Hal itu disampaikan Direktur PW Aswaja NU Center Jawa Timur, KH Abdurrahman Navis saat memberikan sambutan pada seminar Rabu (23/12) pada seminar internasional yang diselenggarakan di Asrama Haji Sukolilo Surabaya. Seminar menghadirkan narasumber para ulama dan akademisi dari Malaysia dan Indonesia.

Kiai Navis: Daurah Aswaja Murni Kaderisasi, Bukan Politis (Sumber Gambar : Nu Online)
Kiai Navis: Daurah Aswaja Murni Kaderisasi, Bukan Politis (Sumber Gambar : Nu Online)

Kiai Navis: Daurah Aswaja Murni Kaderisasi, Bukan Politis

"Berdasarkan amanat Muktamar NU di Makassar serta rekomendasi dari Konferensi Wilayah NU Jawa Timur bahwa keberadaan Ahlus Sunnah wal Jamaah harus diteguhkan keberadaannya," kata dosen di Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya ini. Aalagu secara kasat mata telah banyak pendangkalan dan rongrongan bagi Aswaja di sejumlah kawasan, lanjutnya.

SMA Negeri 1 Slawi

Karena itu keberadaan seminar internasional yang dilanjutkan dengan penandatanganan kerja sama dengan kontingen Malaysia, sebagai bagian dari implementasi dari amanah tersebut. Dan pada kegiatan selanjutnya yakni hingga Jumat (26/12) diselenggarakan daurah Aswaja tingkat nasional yang menghadirkan peserta dari seluruh PWNU se Indonesia.

SMA Negeri 1 Slawi

"Jadi kegiatan yang diselenggarakan hari ini hingga Jumat mendatang adalah murni kaderisasi, bukan penggalangan suara jelang Muktamar NU tahun depan maupun tujuan politis yang lain," tandas Kiai Navis yang disambut aplaus hadirin.

Bagi Wakil Ketua PWNU Jatim, kesadaran akan kian terdesaknya anak muda dengan berbagai aliran ekstrim kanan maupun kiri hendaknya menjadi keprihatinan bersama. Dan langkah cepat harus segera dilakukan dengan melakukan berbagai pendalaman Aswaja seperti yang diselenggarakan kali ini.

"Kami berharap, usai kegiatan daurah nasional, maka para kontingen dapat menggagas terbentuknya Aswaja NU Center di masing-masing daerah," katanya. Dan bila hal ini telah dilakukan, maka pada Muktamar tahun depan Kiai Navis berharap keberadaan Aswaja NU Center bisa menjadi lembaga khusus di lingkungan NU.

"Ya semacam Densus 99 untuk meneguhkan Islam Aswaja di seluruh Nusantara," terangnya. Dan untuk bisa meraih hal ini, yang harus dilakukan adalah kerja keras dan lillahi taala, bukan tujuan jangka pendek apalagi dengan pamrih duniawi.

Seminar dan daurah Aswaja ini dihadiri oleh Ketua Umum PBNU, KH Said Aqil Siroj, Rais PWNU Jatim, KH Miftachul Akhyar, Ketua PWNU Jatim, KH Mutawakkil Alallah, juga KH Abdusshomad Bukhori, Ketua MUI Jatim.(Syaifullah/Abdullah)

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Nahdlatul, Kajian, News SMA Negeri 1 Slawi

Gerakan Pesantrenku Bersih Pesantrenku Sehat Terus Digiatkan

Salatiga, SMA Negeri 1 Slawi



Pengurus Wilayah Rabithah Maahid Islamiyah Nahdlatul Ulama (RMNINU) atau asosiasi pesantren NU terus mengintensifkan gerakan Pesantrenku Bersih Pesantrenku Sehat (PBPS). Rabu (11/5) kemarin, pelatihan berlangsung di aula Pondok Pesantren Tarbyatul Islam (PPTI) Al-Falah Salatiga, Jawa Tengah.

Gerakan Pesantrenku Bersih Pesantrenku Sehat Terus Digiatkan (Sumber Gambar : Nu Online)
Gerakan Pesantrenku Bersih Pesantrenku Sehat Terus Digiatkan (Sumber Gambar : Nu Online)

Gerakan Pesantrenku Bersih Pesantrenku Sehat Terus Digiatkan

M Faiz Aminuddin, pemateri pada Training Housekeeping Pesantren dalam pelatihan tersebut mengatakan, hal penting yang perlu diingat adalah prinsip suka terlebih dulu. Menurutnya, kebersihan harus disukai terlebih dahulu. Selanjutnya proses yang akan mengambil peran dalam melaksanakan penataan pemahaman seseorang. Seperti roan (kerja bakti) di pondok pesantren yang dikerjakan santriwan-santriwati.

"Move on, bergerak ke arah yang lebih baik, berkelas, dan bermartabat," pinta pengajar di Institut Pesantren Mathaliul Falah Pati ini.?

SMA Negeri 1 Slawi

Paradigma bahwa pesantren itu kumuh, kotor, tak teratur mulai ada pembenahan. Kantor Wilayah Kementerian Agama Jateng ini salah satunya untuk terus memperbaiki kekurangan pesantren. Memang, kata Faiz, banyak tantangan untuk menggerakkan perubahan.

"Sayangnya tidak semua orang menyukai perubahan, karena untuk berubah tidak mudah, tidak selalu indah dan terkadang tidak menyenangkan," tambahnya.

Rata-rata usia santri di pesantren di bawah dua puluh tahun. Secara psikologis, masa seperti ini masih labil dari segi spiritual, intelektual, emosional dan sosial. Maka, peran penting pelatihan ini membentuk agen penebar kebersihan dan kesehatan di pesantren-pesantren. Dalam sesi awal ini peserta diajak untuk menekankan tentang kebersihan dan kesehatan pesantren. (M. Zulfa/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi

SMA Negeri 1 Slawi Nahdlatul, Olahraga, Cerita SMA Negeri 1 Slawi

Sabtu, 18 November 2017

Ustadz “Jama’ah oh jamaah” Sampaikan Hikmah Tahun Baru Islam

Makassar, SMA Negeri 1 Slawi. Pondok Pesantren Annahdlah Makassar menggelar peringatan tahun baru Islam 1 Muharram 1436 H yang dilaksanakan Senin (27/10) kemarin di Masjid Nurul Ihsan Kelurahan Layang Kecamatan Bontoala. Ustadz Nur Maulana dalam kesempatan itu menyampaikan hikmah tahun baru Islam.

Ustadz “Jama’ah oh jamaah” Sampaikan Hikmah Tahun Baru Islam (Sumber Gambar : Nu Online)
Ustadz “Jama’ah oh jamaah” Sampaikan Hikmah Tahun Baru Islam (Sumber Gambar : Nu Online)

Ustadz “Jama’ah oh jamaah” Sampaikan Hikmah Tahun Baru Islam

Acara ini dirangkaikan dengan silaturrahim antar alumni mulai dari angkatan pertama hingga angkatan ke-25, orang tua santri, guru, dan jamaah. Ustadz Nur Maulana yang dikenal sebagai Ustadz Jamaah yang sangat populer di salah satu stasiun televisi swasta nasional juga merupakan alumni Pesantren Annahdlah.

Kegiatan ini bertujuan untuk memupuk rasa kecintaan terhadap Annahdlah sebagai benteng Ahlussunnah wal Jamaah di Sulawesi Selatan, menumbuhkan rasa memiliki terhadap Annahdlah, dan perlu adanya keterikatan secara emosional orang tua, santri, guru, dan alumni saling mengenal satu sama lain, ungkap Gurutta Kiai Afifuddin Harisah, pemimpin pesantren Annahdlah di hadapan ribuan jamaah.

SMA Negeri 1 Slawi

Alhamdulillah, saat ini Annahdlah sedang membangun 3 lantai gedung belajar untuk pemenuhan sarana belajar bagi santri untuk bisa lebih baik dan tentunya gedung ini akan menjadi pusat kaderisasi bagi santri dalam menuntut ilmu pengetahuan, tambahnya.

SMA Negeri 1 Slawi

Ustadz Maulana yang menyapaikan hikmah tahun baru Islam mengatakan, hijrah mempunyai dua dimensi. Hijrah fisik berarti perpindahan dari suatu tempat ke tempat yang lebih baik. Sementara hijrah non fisik yakni perpindahan dari sikap yang buruk ke sikap yang lebih baik.

Tampak hadir Syekhul Mahad Anregurutta  KH Baharuddin HS yang juga Rais Syuriyah PCNU Makassar, Pengurus Yayasan Annahdlah, Ketua Ikatan Alumni Ponpes Annahdlah Firdaus Dahlan,

Dalam kegiatan ini pula, santri, alumni, orang tua, guru dan jamaah berhasil mengumpulkan dana untuk pembangunan Gedung kurang lebih 50 juta. Hal ini sebagai bentuk tanggung jawab sebagai santri melanjutkan apa yang dicita-citakan Allahu Yarham Anregurutta KH Muh Harisah sebagai Pendiri Pesantren Annahdlah Makassar.

“Dulu Gurutta Harisah sering mengajarkan kita untuk mejadi dermawan dan mengajarkan pada orang lain menjadi dermawan, kalimatyang beliau sering ucapkan, pangajari tauwe mancaji malabo (ajarkan orang agar menjadi dermawan),” kata Gurutta Kiai Afifuddin Harisah. (Andy Muhammad Idris/Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Ahlussunnah, Nahdlatul, Khutbah SMA Negeri 1 Slawi

Ini Pesan PBNU kepada Bakal Cagub-Cawagub DKI Agus-Sylvi

Jakarta, SMA Negeri 1 Slawi

Bakal Calon Gubernur dan bakal Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta, Agus Harimurti Yudhoyono dan Sylviana Murni melakukan kunjungan ke kantor PBNU, Jalan Kramat Raya 164, Jakarta, Jumat (7/10) pagi.

Kedatangan keduanya diterima Ketum PBNU KH Said Aqil Siroj, Rais ‘Aam PBNU KH Ma’ruf Amin, Sekjen PBNU H Helmy Faishal Zaini, dan sejumlah pengurus lainnya.

Ini Pesan PBNU kepada Bakal Cagub-Cawagub DKI Agus-Sylvi (Sumber Gambar : Nu Online)
Ini Pesan PBNU kepada Bakal Cagub-Cawagub DKI Agus-Sylvi (Sumber Gambar : Nu Online)

Ini Pesan PBNU kepada Bakal Cagub-Cawagub DKI Agus-Sylvi

Agus mengaku berkunjung dengan niat yang tulus untuk bersilaturahim dan meminta wejangan dari PBNU, yang disebutnya ‘para senior’. Selain itu, ia juga memohon doa restu dalam perjuangan dalam Pilkada DKI 2017-2022.

SMA Negeri 1 Slawi

“Kami ingin mendengar langsung hal-hal yang menjadi asprasi masyarakat, termasuk dari NU untuk membangun Jakarta. Tentu ini merupakan kehormatan bagi kami. Kami mohon terus mendapat bimbingan dan masukan agar bisa terus menjaga idealisme berjuang, bila takdir Allah bagi kami mengemban amanah tersebut,” kata Agus.

Agus juga menyampaikan salam pesan dari Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono bahwa bila PBNU berkenan meluangkan waktu, ayahnya itu ingin mengadakan dialog dalam kaitan Islam untuk Indonesia dan dunia.

SMA Negeri 1 Slawi

KH Said Aqil Siroj memberikan tanggapan bahwa NU hanya bisa mendoakan. Ia menyampaikan harapan mudah-mudahan niat Agus dan Sylvi terkabul dan dipermudah oleh Allah.

Kiai Said berpesan dalam sosialisasi, Agus tidak boleh berpandangan SARA secara emosional. Oleh karena itu Cagub-Cawagub harus kembali kepada niat demi kebenaran. Ia juga mengatakan, tantangan di DKI Jakarta berat dan tidak gampang. Ia meyakini bahwa masyarakat Islam di DKI mayoritas berkultur NU. Pendekatan kepada masyarakat DKI tentu perlu dilakukan dengan cara-cara yang baik.

Kepada Agus dan Sylvi, Kiai Said menegaskan NU tidak bisa mendukung secara formal karena bukan partai politik. Tetapi NU mendukung dan mendoakan serta ikut gembira dengan pencalonan keduanya.

Senada dengan itu, Rais Syuriah PBNU KH Maruf Amin mengatakan, secara kelembagaan NU memang tidak bisa mendukung salah satu calon, karena ada tata kramanya. Namun, ia mengaku yakin bahwa warga NU akan mendukung calon yang paling banyak kesamaanya dengan NU.

Kiai Ma’ruf yang juga Ketua MUI Pusat ini juga mengingatkan kedua bakal calon pemimpin DKI Jakarta tersebut untuk mengusung program yang berpihak kepada kesejahteraan rakyat. (Kendi Setiawan/Mahbib)

?

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Doa, Nahdlatul, Cerita SMA Negeri 1 Slawi

Minggu, 12 November 2017

Gema Hari Santri 2017 di Eropa

Berlin, SMA Negeri 1 Slawi. Hari Santri Nasional, ditetapkan pemerintah sejak 2015 silam bertepatan dengan 22 Oktober, tidak hanya disemarakkan oleh kalangan santri dan masyarakat di Indonesia. Di Eropa pun hari besar ini turut digemakan oleh warga Nahdlatul Ulama (NU) yang tergabung di dalam komunitas nahdliyyin se-Eropa.

Pengurus Cabang Istimewa (PCI)  NU Jerman tak kalah ketinggalan. Bersama dengan PCI NU Belgia, Shalawat Nariyah diamalkan serentak di kedua negara. Di Jerman, misalnya, lantunan shalawat dikumandangkan di berbagai kota seperti Kassel, Karlsruhe, Bremen, Frankfurt, Berlin, Göttingen, Oldenburg.

Sementara di Belgia, warga di kota Brussel dan Leuven bersama-sama ikut melantunkannya.  Ajakan berhalawat Nariyah dalam laman Facebook Ketua Tanfidziyah PCI NU Jerman, Muhammad Rodlin Billah, juga menyedot perhatian warga Surabaya untuk ikut mengamalkannya. 

Gema Hari Santri 2017 di Eropa (Sumber Gambar : Nu Online)
Gema Hari Santri 2017 di Eropa (Sumber Gambar : Nu Online)

Gema Hari Santri 2017 di Eropa

Shalawat Nariyah, yang bermula ratusan tahun silam dari Afrika Utara dan masih menjadi tradisi di negeri asalnya, diiimbau PBNU untuk dibaca demi memperoleh dua tujuan. Pertama, mengharap berkah dan sekaligus memohon pertolongan kepada Allah agar bangsa Indonesia selamat dari ancaman apa pun. Kedua, mengenang dan sekaligus mendoakan para pahlawan yang gugur dan tulus membela kedaulatan tanah air. Tak salah jika kedua tujuan tersebut sekaligus dianggap sebagai aspek vertikal dan horizontal dari zikir. 

Bagi Nahdliyin di Eropa, membaca shalawat itu ditambahkan niat dan doa khusus, terutama dua hal. Pertama, agar PCI NU Jerman senantiasa dapat terus memperjuangkan Islam Aswaja An-Nahdliyah. Kedua, supaya rekan-rekan PCI NU Belgia bersama segenap diaspora masyarakat Indonesia dimudahkan Allah SWT untuk mendirikan masjid.

Selain itu, PCI NU Jerman juga memprakarsai lomba pembuatan video "Hari Santri" berskala internasional berhadiah dengan tagar #SantriMandiri #NKRIhebat. Tak kurang dari 20 video diterima. Masing-masingnya berdurasi 60 detik didaftarkan dari berbagai negara di seluruh dunia seperti Arab Saudi, Maroko, Mesir, Tunisia, Sudan, Skotlandia, Jerman, Taiwan dan Jepang. 

SMA Negeri 1 Slawi

Setelah melalui proses penjurian yang panjang, panitia akhirnya menentukan pemenang utama perlombaan ini yang berasal dari Maroko, Tunisia, Sudan dan Rusia serta tiga video yang diberikan Honorable Mention yakni dua dari Jerman dan satu dari Jepang. Video kompilasi dapat dilihat di laman resmi Facebook PCI NU Jerman: https://www.facebook.com/NUJerman/. (Red: Kendi Setiawan)

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi

SMA Negeri 1 Slawi Nahdlatul, Nahdlatul Ulama SMA Negeri 1 Slawi

Pengalaman Lakpesdam Bela Hak-hak Masyarakat Terdiskriminasi

Batam, SMA Negeri 1 Slawi. Persoalan masyarakat yang terdiskriminasi tidak bisa diselesaikan melalui diskusi, FGD dan seminar. Pertama-tama, kelompok masyarakat yang terdiskriminasi harus berbaur dengan masyarakat umum melalui berbagai sarana dan kegiatan. Setelah itu barulah bicara hak dan kewajiban.

Pengalaman Lakpesdam Bela Hak-hak Masyarakat Terdiskriminasi (Sumber Gambar : Nu Online)
Pengalaman Lakpesdam Bela Hak-hak Masyarakat Terdiskriminasi (Sumber Gambar : Nu Online)

Pengalaman Lakpesdam Bela Hak-hak Masyarakat Terdiskriminasi

“Perlu dilokalisir dulu problemnya karena setiap wilayah berbeda-beda masalahnya. Setelah itu kita ciptakan sarana agar mereka (masyarakat terdiskriminasi) bisa berbaur dengan masyarakat umum. Bisa berupa kegiatan olah raga bersama, pengolahan sampah bersama, atau apapun,” kata Ufi Ulfiyah Manajer Riset dan Kajian PP Lakpesdam NU di sela persiapan Rakesnas V di Batam, Selasa (14/4).

Setelah berbaur, pelan-pelan masyarakat diajak berbincang mengenai banyak hal. Dalamhal terjadi diskriminasi, belum tentu pihak mayoritas yang bersalah. Bisa jadi pihak minoritas yang cenderung ekslusif dan memisahkan diri.

SMA Negeri 1 Slawi

“Setelah masyarakat berbaur dan berdialog satu sama lain, baru kita melakukan advokasi. Dan advokasi kita terutama berbasis kewargaan, seperti kepemilikan kartu tanda penduduk atau akses layanan kesehatan. Kita temuka ada kelompok masyarkat yang sudah lama tinggal namun tidak bisa bikin KTP karena pejabatnya tidak berani,” kata Ufi.

SMA Negeri 1 Slawi

Selama empat bulan ini PP Lakpesdam melaksanakan program PNPM Peduli yang terfokus pada kegiatan inklusi sosial yang tersebar di 12 wilayah. Program ini dimaksudkan untuk melakukan advokasi terhadap masyarakat minoritas yang terdiskriminasi, baik berbasis agama, kepercayaan atau adat.

Tiga hari menjelang pelaksanaan Rakernas V Lakpesdam, para kader Lakesdam dari 12 wilayah ini telah hadir di Batam untuk menerima pembekalan training of trainer (ToT) Kader Damai. Pelatihan pelatih ini dimaksudkan untuk memperbanyak jumlah kader Lakpesdam yang terlibat dalam program inklusi sosial.

“Setelah program berjalan, kita perlu memperbanyak orang yang mengatakan bahwa meskipun berbeda agama, kepercayaan atau adat, semua kelompok masyarakat itu mempunyai hak yang sama,” kata Ketua PP Lakpesdam H Yahya Ma’shum. (Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Cerita, Nahdlatul, Habib SMA Negeri 1 Slawi

Minggu, 05 November 2017

Siswa Khadijah Surabaya Doa Bersama untuk Kemanusiaan dan Rohingya

Surabaya, SMA Negeri 1 Slawi. Yayasan Pendidikan dan Sosial Khadijah Surabaya mengajak para siswa siswi serta anak yatim piatu berdoa bersama. Selain itu, doa bersama ini dilaksanakan sebagai bentuk pembelajaran kepada siswa siswi kepedulian terhadap sesama. 

Siswa Khadijah Surabaya Doa Bersama untuk Kemanusiaan dan Rohingya (Sumber Gambar : Nu Online)
Siswa Khadijah Surabaya Doa Bersama untuk Kemanusiaan dan Rohingya (Sumber Gambar : Nu Online)

Siswa Khadijah Surabaya Doa Bersama untuk Kemanusiaan dan Rohingya

"Ya, memberikan kebiasaan agar peduli terhadap sesama," kata Syifaul Khoir, Ketua Panitia doa bersama untuk Rohingya. (30/9).

Syifaul mengatakan acara ini juga mengundang para anak yatim piatu. Doa bersama juga diikuti oleh siswa SD, SMP dan SMA Khadijah. 

"Hari ini bertepatan pada 10 Muharram 1439 H, kita berdoa bersama anak yatim untuk kaum muslimin di Rohingya," terangnya.

SMA Negeri 1 Slawi

Ketika negara damai dan tentram akan lebih mudah berdoa, lebih mudah beribadah, tidak ada gangguan sehingga khusuk dalam ibadah. 

"Kita juga membuka santunan kepada Rohingya kepada siswa dan wali murid," terang pria yang juga Kepala Sekolah SD Khadijah ini.

Para siswa rela menyisihkan uang sakunya untuk tragedi kemanusiaan. "Tiga hari kami buka responnya luar biasa. Anak-anak memiliki kepekaan sosial yang luar biasa," ungkapnya. Tidak hanya uang tunai para wali murid juga mengirimkan bantuan berupa selimut obat-obatan dan makanan pokok.

Selain itu, acara ini sengaja diletakkan pada tanggal 10 muharram 1439 H agar para siswa memahami tahun baru Islam tidak hanya tahun baru masehi saja. Di hari ini barang siapa yang menyantuni anak yatim maka doanya akan dikabulkan oleh Allah SWT. 

SMA Negeri 1 Slawi

"Maka dari itu kami juga mengundang anak yatim untuk berdoa bersama," pungkasnya. (Rof Maulana/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Nahdlatul, Kyai SMA Negeri 1 Slawi

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs SMA Negeri 1 Slawi sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik SMA Negeri 1 Slawi. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan SMA Negeri 1 Slawi dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock