Tampilkan postingan dengan label Hadits. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Hadits. Tampilkan semua postingan

Selasa, 27 Februari 2018

KH Ma’ruf Amin Akan Temui Ahok Terkait Penggusuran di Luar Batang

Jakarta, SMA Negeri 1 Slawi



Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia KH Ma’ruf Amin mengatakan akan menemui Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) untuk membahas nasib daerah penggusuran Luar Batang dan lokasi sekitarnya Kampung Akuarium dan Pasar Ikan.

KH Ma’ruf Amin Akan Temui Ahok Terkait Penggusuran di Luar Batang (Sumber Gambar : Nu Online)
KH Ma’ruf Amin Akan Temui Ahok Terkait Penggusuran di Luar Batang (Sumber Gambar : Nu Online)

KH Ma’ruf Amin Akan Temui Ahok Terkait Penggusuran di Luar Batang

"Kami akan bertemu Pemda untuk mempertahankannya. Tidak digusur tapi diperbaiki," kata Kiai Ma’ruf saat mengunjungi lokasi penggusuran di sekitar Luar Batang, Jakarta, Selasa.

Kiai Ma’ruf yang juga rais aam NU ini mengatakan salah satu hal yang akan direkomendasikan terkait hak-hak warga itu adalah supaya Ahok dapat membangun kembali rumah yang telah digusur dengan yang lebih baik.

Kiai Ma’ruf mengatakan pihaknya sangat prihatin dengan kondisi warga Luar Batang pascapenggusuran oleh otoritas Pemda DKI. Terlebih setelah MUI meninjau langsung lokasi penggusuran itu.

SMA Negeri 1 Slawi

Kendati demikian, MUI akan melakukan investigasi lebih dalam terlebih dahulu mengenai rincian hak-hak warga yang dilanggar. Dengan begitu, rekomendasi-rekomendasi yang disampaikan saat bertemu Ahok akan menyeluruh.

Kiai Ma’ruf mengatakan Pemda DKI sudah seharusnya mempertahankan situs sejarah Luar Batang dan sekitarnya lantaran kawasan itu sudah ada sejak lama yaitu ketika kota Sunda Kelapa cikal bakal Jakarta dibangun.?

SMA Negeri 1 Slawi

Kawasan Luar Batang, kata dia, memiliki nilai sejarah yang sangat tinggi khususnya terkait dengan Islam.

Pemprov DKI Jakarta sebelumnya melakukan relokasi warga Pasar Ikan dengan memberikan solusi kepada warga yang telah bermukim sejak lama dan memiliki rumah tinggal di lingkungan RT 001, 002, 011 dan 012 di RW 04 untuk mendapatkan hunian layak di rusun Marunda dan Rawa Bebek.

Saat dilakukan penggusuran pada Senin pagi (11/4), ratusan warga Pasar Ikan mencoba menolak dan bertahan. Bahkan petugas pengamanan gabungan dari Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Polisi dan TNI sebanyak 4.218 personel membawa sejumlah warga dengan bus yang telah disediakan. (Antara/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Hadits, Nasional, Bahtsul Masail SMA Negeri 1 Slawi

Sabtu, 24 Februari 2018

Pengobatan Gratis di Jombang Diserbu Ratusan Warga

Jombang, SMA Negeri 1 Slawi

Ratusan warga di Kecamatan Bareng, Kabupaten Jombang, Jawa Timur mendatangi lokasi pengobatan gratis yang diselenggarakan oleh panitia Hari Santri Nasional (HSN) di MI Nurul Islam Bareng, Kamis (20/10).

Pengobatan Gratis di Jombang Diserbu Ratusan Warga (Sumber Gambar : Nu Online)
Pengobatan Gratis di Jombang Diserbu Ratusan Warga (Sumber Gambar : Nu Online)

Pengobatan Gratis di Jombang Diserbu Ratusan Warga

Sebagian mereka datang lebih awal sebelum acara dibuka dan rela nunggu sembari mengikuti acara pembukaan. "Meraka datang sekitar pukul 06.30 WIB, padahal jadwal kita baru dibuka pukul 08.00 WIB," kata Minanur Rahman, koordinator tim pengobatan gratis kepada SMA Negeri 1 Slawi.

Mereka menunjukkan antusiasmenya dalam menyemarakkan Hari Santri Nasional. Minan menyampaikan, sebelumnya, panitia menyiapkan kupon peserta pengobatan gratis sebanyak 525. Kupon itu dikoordinasi pengurus MWCNU, dan badan otonom (Banom) NU di Bareng yang sudah diedarkan jauh hari sebelumnya.

SMA Negeri 1 Slawi

"Panitia membuat kupon sebanyak 525 untuk target peserta, yang diedarkan oleh pengurus NU Bareng. Namun Realisasinya, jumlah akhir tadi sebanyak 371 peserta pengobatan gratis," ujarnya.

SMA Negeri 1 Slawi

Jumlah peserta tersebut, menurut Minan, sudah mencapai target maksimal. Dari 371 kupon yang sudah diterima itu, 5 di antaranya khusus untuk pemeriksaan mata yang langsung ditangani dokter spesialis mata. "Kita juga menyiapkan dokter spesialis mata untuk masyarakat Bareng, ia akan menangani katarak dan obat dasar pengobatan mata," jelasnya.

Untuk diketahui, kegiatan pengobatan gratis itu merupakan kerja sama antar panitia penyelenggara dengan Rumah Sakit Nahdlatul Ulama (RSNU) Jombang. (Syamsul Arifin/Mahbib)Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Ubudiyah, Hadits SMA Negeri 1 Slawi

Selasa, 06 Februari 2018

‘Tumpeng Suci Ulam Sari’, Tirakatan Maulid Nabi di Wonogiri

Wonogiri, SMA Negeri 1 Slawi. Malam hampir tiba. Suara kentongan dipukul bertalu-talu. Sejumlah warga mulai berduyun-duyun menuju rumah Kepala Dusun (Kadus). Di tangan mereka ada bungkusan yang dibalut dengan kain.

‘Tumpeng Suci Ulam Sari’, Tirakatan Maulid Nabi di Wonogiri (Sumber Gambar : Nu Online)
‘Tumpeng Suci Ulam Sari’, Tirakatan Maulid Nabi di Wonogiri (Sumber Gambar : Nu Online)

‘Tumpeng Suci Ulam Sari’, Tirakatan Maulid Nabi di Wonogiri

Itulah pemandangan di sejumlah desa di Kecamatan Baturetno, Kecamatan Ngadirojo, dan Kecamatan Nguntoronadi saat Magrib usai, Senin (13/1). Seperti halnya saban malam tirakatan Maulid Nabi, sejumlah warga di tiga kecamatan itu membuat sesajen berupa tumpeng nasi uduk dan ingkung ayam kampung, warga Baturetno biasa menyebut dengan ‘Tumpeng Suci Ulam Sari’.

‘Tumpeng Suci Ulam Sari’ dalam makna Jawa sendiri merupakan simbol permohonan masyarakat supaya dijauhkan dari mara bahaya dan diberkahi Tuhan. Momen ini sekaligus jadi ajang silaturahmi antarwarga.

SMA Negeri 1 Slawi

Dalam tradisi itu pula, setiap warga wajib mengeluarkan satu paket nasi tumpeng dan ingkung ayam yang dibawa ke rumah Kadus dan masjid. Warga pun duduk bersila, sementara uborampe ditaruh di depan mereka untuk didoakan oleh tokoh masyarakat, kemudian dilanjutkan oleh ustadz.

Usai didoakan, warga berkeliling mengambil satu paha ayam ingkung. Setelah terkumpul, paha ayam dibagikan kepada fakir miskin maupun janda-janda yang tak mampu. Selain momen peringatan Maulid Nabi, tradisi uduk ingkung ini dilakukan dua kali, yakni pada saat ‘Maleman’, di waktu malam-malam ganjil Ramadhan. (Ajie Najmuddin/Mahbib)

SMA Negeri 1 Slawi

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Hadits SMA Negeri 1 Slawi

Minggu, 04 Februari 2018

Kemendes Kembangkan Konsep Transmigrasi Nelayan dan Penyangga

Jakarta, SMA Negeri 1 Slawi. Sejak zaman orde baru, konsep transmigrasi identik dengan pola agraris, konsep pertanian dan perkebunan pun lebih banyak dikembangkan di beberapa kawasan transmigrasi. Namun, di era pemerintahan saat ini dengan visi ke maritimannya, juga mulai menggarap pola transmigrasi dengan konsep nelayan.

Kemendes Kembangkan Konsep Transmigrasi Nelayan dan Penyangga (Sumber Gambar : Nu Online)
Kemendes Kembangkan Konsep Transmigrasi Nelayan dan Penyangga (Sumber Gambar : Nu Online)

Kemendes Kembangkan Konsep Transmigrasi Nelayan dan Penyangga

Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Marwan Jafar menjelaskan bahwa kawasan pantai potensial untuk pengembangan pola nelayan tangkap ikan dan budidaya. Oleh karena itu, kawasan tersebut akan dikembangkan menjadi kawasan pemukiman dengan konsep nelayan.

"Berbeda dengan kawasan transmigrasi lain yang mayoritas mengembangkan konsep pertanian dan perkebunan," ujar ? Marwan, di Jakarta, Selasa (21/6).

Salah satu kawasan yang coba ingin dikembangkan menjadi kawasan transmigrasi dengan konsep nelayan, salah satunya adalah kawasan Paguyaman Pantai Kabupaten Boalemo Provinsi Gorontalo menjadi salah satu prioritas pembangunan transmigrasi tahun ini.?

Berdasarkan studi Rencana Teknis Satuan Pemukiman Transmigrasi (RTSP), imbuh Marwan, kawasan tersebut potensial untuk 1000 KK (Kepala Keluarga). Oleh karen itu, ? Kemendesa PDTT di Tahun 2015 telah membangun 100 unit rumah transmigran dan telah ditempatkan transmigrasn sebanyak 65 KK (225) jiwa.

SMA Negeri 1 Slawi

"Sisa rumah yang belum ditempati akan segera dipenuhi pada tahun 2016. Transmigran yang akan ditempatkan adalah transmigran dari Jawa Timur, Jawa Tengah dan Jawa Barat," ujarnya.

Untuk tahun ini, Marwan menjelaskan akan membangun 75 unit rumah dan akan menempatkan transmigran sebanyak 75 KK. Transmigran tersebut meliputi Transmigran Penduduk Asal (TPA) dan Transmigran Penduduk Setempat (TPS). Selain transmigrasi dengan konsep nelayan, Marwan juga akan menerapkan pola transmigrasi lokal yang menempatkan para transmigran tidak jauh dari perkotaan.

SMA Negeri 1 Slawi

"Konsep yang berbeda juga akan diterapkan di Pulubala Kabupaten Gorontalo, yang mengembangkan konsepsi keterkaitan desa-kota. Pulubala adalah lokasi transmigrasi yang dibangun berdekatan dengan ibukota kabupaten Gorontalo, yang memiliki akses cukup baik dengan jarak kurang lebih 20 Kilometer dari Ibukota," tandasnya.

Dengan konsep ini, diharapkan kawasan transmigran bisa menjadi hinterland kota, yang berfungsi sebagai buffer (penyangga) untuk mensuplai kebutuhan konsumsi pangan perkotaan. "Pulubala di Tahun 2015, telah dibangun hunian transmigrasi sebanyak 150 unit rumah, dan diimplementasikan transmigran sebanyak 90 KK (360 jiwa). Rumah kosong sebanyak 60 unit, akan diberikan kepada transmigran dari daerah asal yakni Provinsi Lampung, Banten, DIY dan Jawa Timur. Sedangkan Tahun 2016, akan dibangun 25 unit rumah transmigran yang merupakan pemenuh sisa daya tamping, dan saat ini dalam tahap konstruksi," ujarnya. (Red: Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Ahlussunnah, Hadits SMA Negeri 1 Slawi

Sabtu, 20 Januari 2018

Pelarangan HTI Harus Disertai Pembinaan

Jakarta, SMA Negeri 1 Slawi. Pelarangan Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) sudah tepat, meskipun dinilai terlambat karena organisasi transnasional ini sudah berkembang dan mempunyai banyak pengikut. Karena itu, proses pelarangan HTI harus disertai dengan pembinaan terhadap para "korban" yang sudah terlanjur mengikuti organisasi ini.

Demikian dalam diskusi dan peluncuran buku "Gerakan Politik Hizbut Tahrir Indonesia Mampukah Menjadi Gerakan Dakwah?" karya Sofiuddin di Islam Nusantara Center (INC), Ciputat, Tangsel, Selasa (13/6). Diskusi dihadiri Wasekjen PBNU H Abdul Munim DZ, Sekjen Pimpinan Pusat GP Ansor Adung Abdul Rahman, dan mantan staf khusus Wantimpres Hilmi Asshidiqie.

Pelarangan HTI Harus Disertai Pembinaan (Sumber Gambar : Nu Online)
Pelarangan HTI Harus Disertai Pembinaan (Sumber Gambar : Nu Online)

Pelarangan HTI Harus Disertai Pembinaan

Dalam pemaparan bukunya, Sofiuddin mengatakan, pembubaran HTI bukan tanpa implikasi. "Justru mereka akan bergerak dan semakin militan jika tidak dibarengi dengan pembinaan," katanya.

Lebih lanjut, kata Sofiuddin, para anggota HTI yang berjumlah lebih dari 10 ribu orang merupakan bagian dari warga negara Indonesia yang mempunyai kewajiban dan hak yang sama dengan warga lain.

Hal senada disampaikan Hilmi Asidiqie. Menurutnya, HTI sudah sepantasnya dibubarin karena menentang ideologi negara. "Silakan bentuk organisasi tapi jangan seperti sebelumnya menentang ideologi negara. Jangan pertentangkan lagi agama dan negara," katanya.

Mengutip pernyataan KH Hasyim Muzadi (alm), ia mengatakan bahwa syariat Islam sebenarnya sudah diterapkan 92 persen di Indonesia. Hanya sedikit yang tidak diterapkan di Indonesia sebagaimana di negara lain, terutama terkait pelaksanan hukum pidana qishas dan rajam. Selebihnya Indonesia adalah salah satu negara yang paling islami di dunia.

SMA Negeri 1 Slawi

Dikatakan, Pancasila memberi ruang yang luas bagi umat Islam untuk menjalankan syaraiat Islam yang berisi aspek akidah, syariah, dan akhlak.

Sekjen GP Ansor Adung Abdul Rahman dalam kesempatan itu menegaskan kembali dukungannya kepada pemerintah untuk membubarkan HTI. "Kalau membaca buku ini, semua ditolak HTI: Pancasila, kebhinekaan, dan NKRI, karena tidak sesuai Islam kaffah menurut mereka," ujarnya.

SMA Negeri 1 Slawi

Indonesia didirikan oleh para pejuang dengan mengorbankan harta dan nyawa. "Termasuk nyawa para senior kami di GP Ansor," tegasnya. Karena itu tidak boleh ada yang merongrong Indonesia.

Ia juga menyesalkan perilaku HTI yang seringkali memanipulasi dukungan para tokoh dan warga NU. Sikap mereka juga seringkali ambigu. "Mereka anti Pancasila dan NKRI tapi banyak anggota mereka yang menjadi pegawai negeri sipil (PNS). Mereka menghidupi keluarga mereka dari anggaran negara," ujarnya.

Wasekjen PBNU dalam kesempatan itu menegaskan bahwa bagi NU, Pancasila bukan saja pilihan politik (siyasi) tetapi juga sesuai dengan ketentuan syariat Islam (syari).

"Pancasila adalah syariat Islam. Pada Munas alim ulama NU di Situbondo Jawa Timur tahun 1983, para ulama telah menegaskan bahwa menjalankan Pancasila sama dengan menjalankan syariat Islam. Pancasila itu sendiri dirumuskan oleh ulama NU lengkap dengan (dalil) Quran dan haditsnya," demikian Munim DZ. (Red-Zunus)

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Daerah, Hadits SMA Negeri 1 Slawi

Kamis, 18 Januari 2018

Ayatollah Ali Khamenei Puji Semangat Para Pelajar Iran

Tehran,SMA Negeri 1 Slawi. Pemimpin Tinggi Iran Ayatollah Seyed Ali Khamenei, Rabu (9/5), mengungkapkan apresiasinya yang tinggi atas semangat, bakat, dan kepercayaan diri yang dimiliki para pelajar di Iran.



Ayatollah Ali Khamenei Puji Semangat Para Pelajar Iran (Sumber Gambar : Nu Online)
Ayatollah Ali Khamenei Puji Semangat Para Pelajar Iran (Sumber Gambar : Nu Online)

Ayatollah Ali Khamenei Puji Semangat Para Pelajar Iran

Dalam sebuah pertemuan dengan ribuan anak sekolahan, pemimpin spiritual itu mengatakan bahwa "periode sejarah saat ini, di mana bangsa Iran menegakkan moralitas dan meluncurkan sebuah gerakan yang menjadi momentum menuju tercapainya kemajuan saintifik dan kesejahteraan, generasi muda seharusnya mengisi tanggung jawab mereka yang berat".

Minggu, 07 Januari 2018

Pesantren Lebih Siap Hadapi Tantangan MEA

Jakarta, NU ? Online

Terkait dengan penerapan dan tantangan MEA, pemerhati pendidikan dan penulis sejumlah buku pendidikan Doni Koesoema A mengatakan pondok pesantren lebih siap. ?

Pesantren Lebih Siap Hadapi Tantangan MEA (Sumber Gambar : Nu Online)
Pesantren Lebih Siap Hadapi Tantangan MEA (Sumber Gambar : Nu Online)

Pesantren Lebih Siap Hadapi Tantangan MEA

Demikian dikatakan Doni dalam wawancara dengan SMA Negeri 1 Slawi seusai menjadi pembicara dalam diskusi publik “Tantangan Dunia Pendidikan Menghadapi MEA” di Griya Gus Dur, Selasa (3/5).

Doni beralasan, “Karena di ponpes individu-individu dibekali oleh kekuatan spiritual yang bagus. Lalu ? kontak budaya dan kontak dengan masyarakat yang kuat, itu sebenarnya bisa menjadi modal.”?

(Baca:? Untuk Hadapi MEA, Pemerintah Harus Perbaharui Sistem Pendidikan)?

SMA Negeri 1 Slawi

Dari sisi ekonomi pondok pesantren perlu mengupayakan bagaimana memberdayakan ekonomi masyarakat. Menurut Doni hal ini akan mengubah bangsa Indonesia akan lebih cepat maju.

“Saya melihat di masjid-masjid ada banyak arus uang. Tetapi kas, di beberapa majid di Tangerang (tempat tinggal Doni-Red), dipakai untuk membangun gapura. Padahal di sekitarnya banyak orang miskin. Nah, saya membayangkan seandainya di setiap masjid mereka punya perhatian terhadap pemberdayaan ekonomi orang-orang miskin masyarakat bangsa ini akan cepat maju, naik kelas,” papar Doni.?

Doni menambahkan proses pendidikan di pesantren akan sangat membantu karena sejak awal, santri sudah dekat dengan masyarakat, mengenal siapa masyarakat di sekitar pesantren, tahu siapa yang miskin siapa yang bisa dibantu.

Pendidikan di pondok pesantren dalam pandangan Doni terlihat lebih ke pendidikan yang dinamis. Para santri selain tumbuh dengan kekuatan nilai-nilai tradisional, dan kitabnya yang diajarkan dengan model menghapal, kemudian terbatinkan dan diterapkan dalam praktik. Itu bisa menjadi modal yang bisa dipindahkan dalam menghadapi tantangan MEA.?

“Misalkan menghadapi tantangan di luar kan kita harus tahu, apa yang ada di dalam masyarakat, apa yang dibutuhkan. Kita akan mencari cara yang lebih baik untuk mengantisipasinya,” ungkap Doni.

SMA Negeri 1 Slawi

Hal lain yang membuat pesantren lebih siap menghadapi MEA adalah kemampuan berbahasa asing.

“Di ponpes bahasanya bagus. Itu kan menurut saya luar biasa,” pungkas Doni yang pernah meneliti pola pendidikan di beberapa pesantren termasuk Tebuireng, Jombang. (Kendi Setiawan/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi PonPes, Hadits, Meme Islam SMA Negeri 1 Slawi

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs SMA Negeri 1 Slawi sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik SMA Negeri 1 Slawi. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan SMA Negeri 1 Slawi dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock