Tampilkan postingan dengan label Kiai. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kiai. Tampilkan semua postingan

Selasa, 06 Maret 2018

Di Pesantren Darul Ulum, Tim Resolusi Jihad Ditunjukkan Kiprah Pendiri Pesantren

Jombang, SMA Negeri 1 Slawi - Sekitar jam 13.00 WIB rombongan Tim Resolusi Jihad NU 2016 tiba di Pesantren Darul Ulum (PPDU) Peterongan Jombang. Disambut drumband, mereka diterima pimpinan pesantren setempat. KH Cholil Dahlan mewakili pimpinan PPDU mengemukakan bahwa para pendiri pesantren sangat peduli dengan perjuangan NU.

"Di pesantren ini, kami memperjuangkan amaliyah Ahlussunnah wal Jamaah secara lahir dan batin," katanya, Sabtu (15/10) siang.

Di Pesantren Darul Ulum, Tim Resolusi Jihad Ditunjukkan Kiprah Pendiri Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)
Di Pesantren Darul Ulum, Tim Resolusi Jihad Ditunjukkan Kiprah Pendiri Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)

Di Pesantren Darul Ulum, Tim Resolusi Jihad Ditunjukkan Kiprah Pendiri Pesantren

Ketua MUI Jombang ini juga menceritakan bahwa kiprah pendiri PPDU telah dimulai sejak tahun 1885. "Kala itu pesantren didirikan oleh KH Tamim Irsyad," terangnya.

SMA Negeri 1 Slawi

Dari putra-putrinya yakni Ny Hj Farihah Cholil, KH Romli Tamim, dan KH Umar Tamim perjuangan PPDU dilanjutkan.

Bahkan akses perjuangan kepada NU kian nyata saat KH Romli dan KH Dahlan memperjuangkan masuknya dua badan otonom (banom). "Dua banom itu adalah Jamiyatul Qurra wal Huffadz serta thariqah mutabarah," terang Kiai Cholil, sapaan akrabnya.

SMA Negeri 1 Slawi

Demikian pula saat terjadi perang kemerdekaan. "Karena kala itu KH Cholil menjadikan kediamannya sebagai markas Hizbullah," ungkapnya.

Karenanya, kehadiran Tim Resolusi Jihad ini menjadi penyemangat bagi seluruh komponen di PPDU untuk terus berkhidmat.

Ketua rombongan Tim Resolusi Jihad NU H Ishfah Abidal Azis yang juga sangat terharu dengan sambutan ini.

Selanjutnya rombongan dan pimpinan PPDU melakukan tahlil di pesantren setempat. Perjalanan dilanjutkan dengan berziarah ke Pesantren Tebuireng. (Ibnu Nawawi/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Kiai, RMI NU SMA Negeri 1 Slawi

Kamis, 01 Februari 2018

Siswa MTs N Model Brebes Latihan Urus Jenazah

Brebes, SMA Negeri 1 Slawi. Minimnya pengetahuan tentang mengurus jenazah, menarik perhatian bagi MTs Negeri Model Brebes. Untuk itu, pihak sekolah mengadakan pelatihan bagaimana mengurus jenazah sehingga kewajiban fardlu kifayah bisa terpenuhi. Para siswa dilatih perihal cara memandikan, mengafani, menshalati, hingga menguburkan jenazah.

Siswa MTs N Model Brebes Latihan Urus Jenazah (Sumber Gambar : Nu Online)
Siswa MTs N Model Brebes Latihan Urus Jenazah (Sumber Gambar : Nu Online)

Siswa MTs N Model Brebes Latihan Urus Jenazah

“Merawat jenazah, tidak hanya urusan pak lebe atau modin saja, tetapi seluruh umat Islam berkewajiban memiliki pengetahuan guna menggugurkan kewajiban kifayah,” kata Kepala MTs N Model Brebes H Muh Muntoyo di sela pelatihan di sekolah setempat, Sabtu (11/7).

Kata Muntoyo, para siswa dibekali ilmu mengurus jenazah agar tidak gagap ketika dimintai pertolongan warga untuk mengurus jenazah.

SMA Negeri 1 Slawi

“Melalui pelatihan ini, setidaknya berupaya menciptakan kader yang benar-benar andal dan terampil dalam mengurus jenazah. Sederhananya, para siswa bisa mengurus jenazah keluarganya sendiri tanpa tergantung kepada orang lain,” ujarnya.

Menurut Muntoyo, pelatihan rukun kifayah ini bertujuan untuk berbagi ilmu secara mendalam terkait tata cara merawat jenazah yang benar menurut syari’ah Islam.

SMA Negeri 1 Slawi

“Dengan pelatihan ini para siswa bisa mengamalkan bagaimana cara merawat jenazah yang benar sesuai dengan tuntunan syariat Islam,” tandasnya.

Pelatihan diikuti 1.409 siswa secara berkelompok dalam waktu tiga hari. Pelatihan ini merupakan rangkaian pesantren Ramadhan 1436 Hijriyah. Pesantren Ramadhan yang diikuti kelas 8 dan 9 berlangsung sejak pukul 08.00 sampai selesai.

Mereka mendapatkan materi pesantren berupa tadarus Al-Quran dengan tajwidnya, praktik wudhu, praktik bacaan dan gerakan dalam shalat fardhu dan sunah, praktik mengafani dan shalat jenazah, tahlil dan doa-doa dalam kehidupan sehari-hari.

Siska, salah seorang siswa mengaku senang mendapatkan pelatihan mengurus jenazah. Pada awalnya merasa takut, tetapi kemudian berani karena dilakukan bersama-sama dan media yang digunakan bukan orang mati sungguhan tetapi boneka manekin.

“Senang, meski kadang diliputi rasa takut dan saling berseloroh yang mengingatkan kematian,” ungkapnya. (Wasdiun/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Ulama, Warta, Kiai SMA Negeri 1 Slawi

Sabtu, 27 Januari 2018

Indonesia Akan Makmur Jika Dipimpin Kiai

Malang, SMA Negeri 1 Slawi. Mantan Presiden RI KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur) menyatakan bahwa Indonesia akan menjadi negara makmur dan mampu bersaing dengan negara lain jika dipimpin oleh seseorang yang berpikiran kiai atau ulama.

"Saya kira negara kita ini akan menjadi negara yang besar dan makmur kalau yang memimpin negeri ini perpikiran seorang ulama atau kiai," katanya usai melantik Dewan Pengurus Cabang Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) kabupaten Malang periode 2006-2011 di Ponpes Annur Bululawang, Kabupaten Malang, Minggu sore.

Indonesia Akan Makmur Jika Dipimpin Kiai (Sumber Gambar : Nu Online)
Indonesia Akan Makmur Jika Dipimpin Kiai (Sumber Gambar : Nu Online)

Indonesia Akan Makmur Jika Dipimpin Kiai

Menurut dia, strategi pembangunan yang diterapkan Presiden  Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) kurang maksimal dan bisa dibilang  tidak berhasil bahkan harga kebutuhan pokok masyarakat terutama beras juga melambung.

Hanya saja, Gur Dur tidak memberikan solusi bagi "kebaikan" Indonesia ke depan agar lebih baik dan kemakmuran masyarakat luas bisa tercapai. (ant/mad)



SMA Negeri 1 Slawi

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi

SMA Negeri 1 Slawi News, Kyai, Kiai SMA Negeri 1 Slawi

Kamis, 25 Januari 2018

Mengenang Subchan ZE

Oleh Yit Prayitno



teringat subchan ze anak negri

tabir talenta beraneka warni

Mengenang Subchan ZE (Sumber Gambar : Nu Online)
Mengenang Subchan ZE (Sumber Gambar : Nu Online)

Mengenang Subchan ZE

simponi teduh kiai dan santri

terkenang orasi tak henti

di pangung politik bernyanyi?

SMA Negeri 1 Slawi

di panggung dansa lenggok menari

SMA Negeri 1 Slawi

bersua kaum papa, sapa priyayi

mengenang pencinta harmoni

berhaji jiwa nyawa terhenti

siapa menyudahi?

misteri

kudus, 14 Januari2017

Penulis lahir dan tinggal di Kudus, jurnalis Harian Suara Merdeka, sesekali menulis puisi

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Halaqoh, Kiai SMA Negeri 1 Slawi

Jumat, 19 Januari 2018

Liga Santri Nusantara Harus Bawa Nilai-Nilai Rahmatan lil ‘Alamin

Bandar Lampung, SMA Negeri 1 Slawi - Rektor Universitas Islam Negeri Raden Intan Bandar Lampung H Moh Mukri menyatakan dukungannya dengan akan digelarnya Liga Santri Nusantara Region VIII Lampung di Kabupaten Lampung Timur.

Insya Allah pada Kick Off nanti saya akan hadir dalam pembukaan Liga Santri Nusantara Region VIII Lampung di Kecamatan Batanghari Kabupaten Lampung Timur pada 26 Agustus 2017 mendatang,” kata H Moh Mukri di sela-sela menerima kunjungan rombongan Panitia Pelaksana Liga Santri Nusantara Region VIII Lampung di kediamannya, Kota Bandar Lampung, Senin (31/7).

Liga Santri Nusantara Harus Bawa Nilai-Nilai Rahmatan lil ‘Alamin (Sumber Gambar : Nu Online)
Liga Santri Nusantara Harus Bawa Nilai-Nilai Rahmatan lil ‘Alamin (Sumber Gambar : Nu Online)

Liga Santri Nusantara Harus Bawa Nilai-Nilai Rahmatan lil ‘Alamin

“Liga Santri Nusantara harus menjadi media untuk menebarkan nilai-nilai (values) Islam rahmatan lil alamin, pesantren adalah lembaga pendidikan tertua di Nusantara ini dan telah ikut berkiprah lahirnya republik ini. Tanpa pesantren dan ulama saya rasa Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) tidak akan pernah ada. Oleh karenanya, jangan sekali-kali melupakan jasa-jasa para ulama (jas hijau),” imbuh Mantan Ketua PW GP Ansor Provinsi Lampung ini.

SMA Negeri 1 Slawi

“Liga Santri Nusantara adalah momentum baik menyebarkan semangat (ghirah) kepada masyarakat luas untuk memondokkan putra-putrinya ke pesantren. Pesantren adalah tempat lahirnya para ulama, para pejuang yang tanpa pamrih, oleh karenanya Liga Santri Nusantara selain menjadi media silaturahmi antarpesantren se-Provinsi Lampung, juga membangkitkan kembali semangat jargon Gerakan Ayo Mondok Pesantrenku Keren,” tegasnya yang juga alumni pesantren Langitan Tuban Jawa Timur ini.

“Inilah berkahnya di pesantren. Saya juga tidak akan jadi Rektor kalau tidak pernah nyantri,” tutupnya yang juga Dewan Pembina Liga Santri Nusantara Region VIII Lampung.

Koordiantor Liga Santri Nusantara Region VIII Lampung Munir A Haris menambahkan, pendaftaran Liga Santri Nusantara Region VIII Lampung akan kami tutup pada hari Sabtu mendatang, 5 Agustus 2017 karena kami hanya membatasi 48 klub pesantren saja.”

SMA Negeri 1 Slawi

“Direncanakan pembukaan Liga Santri Nusantara Region VIII Lampung, pada Sabtu, 26 Agustus 2017 di Lapangan Merdeka Kecamatan Batanghari Kabupaten Lampung Timur Propinsi Lampung, akan dihadiri tokoh-tokoh NU antara lain; Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj, Ketua Panitia Pelaksana Pusat atau CEO Liga Santri Nusantara (LSN) KH Abdul Ghofarrozin (Gus Rozin), Inisiator Nasional Liga Santri Nusantara H Abdul Muhaimin Iskandar, Menpora H Imam Nahrowi, Pelatih Timnas U-19 Indra Sjafri, Bupati Lampung Timur Hj Chusnunia Chalim, pengurus harian PWNU Provinsi Lampung, pengasuh-pengasuh pesantren, dan lain-lain,” imbuh alumnus Fakultas Dakwah Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta ini. (Akhmad Syarief Kurniawan/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Kiai, Halaqoh, Doa SMA Negeri 1 Slawi

Kamis, 04 Januari 2018

Solo Jadi Kota Shalawat Pertama di Indonesia

Solo, SMA Negeri 1 Slawi. Fadhilah dan Nur Fajariyah (20), dua mahasiswi Universitas Negeri Surakarta Sebelas Maret (UNS) yang berasal dari Pekalongan ini berangkat dari rumah kost menuju ke Jalan Jenderal Sudirman untuk mengikuti acara shalawatan bersama Habib Syech bin Abdul Qadir Assegaf pada Sabtu (22/6) malam. Dengan pakaian serba putih mereka berangkat menggunakan sepeda motor menuju lokasi acara yang berpusat di depan kantor Balaikota Solo.

Solo Jadi Kota Shalawat Pertama di Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)
Solo Jadi Kota Shalawat Pertama di Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)

Solo Jadi Kota Shalawat Pertama di Indonesia

Sesampainya di lokasi mereka bergabung bersama kurang lebih 50.000 jamaah yang hadir dari berbagai daerah se-Solo raya. Suasana khusyuk pun mereka rasakan ketika mendengarkan merdunya lantunan shalawat yang dipimpin oleh Habib Syech. Acara yang dibuka pada pukul 20.00 waktu setempat ini digelar dalam rangka peringatan hari jadi ke-67 Kota Surakarta dan juga dimaksudkan untuk menyambut datangnya bulan suci Ramadhan.

Wali Kota Solo, FX Hadi Rudyatmo mengatakan dalam sambutannya, bahwa dirinya berharap agar Solo yang telah mendeklarasikan diri sebagai kota shalawat yang pertama di Indonesia rutin mengadakan shalawatan di setiap masjid kampung dan setiap RT.

SMA Negeri 1 Slawi

Habib Syech yang terlihat akrab duduk berdampingan dengan Pak Wali Kota juga menyampaikan kepada seluruh jamaah bahwa perlunya menciptakan kehidupan yang damai dan saling menghargai di masyarakat.

“Mari kita saling menghormati satu sama lain. Kita jaga bersama keamanan Kota Solo. Dengan bershalawat, kita jadikan Solo aman dan sejahtera,” tutur Habib Syech kepada para jamaah.

SMA Negeri 1 Slawi

Fadhilah yang baru pertama kali mengikuti acara ini pun langsung ikut riuh bersama puluhan ribu jamaah melantunkan shalawatan. 

“Senang bisa ikut acara seperti ini. Di kampus jarang ada kegiatan shalawatan,” ujar mahasiswi jurusan Pendidikan Kimia ini.

Redaktur   : Mukafi Niam

Kontributor:Ahmad Rodif Hafidz

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Kiai, Amalan SMA Negeri 1 Slawi

Minggu, 31 Desember 2017

Pesantren Tambakberas Siapkan Peringatan Seabad Madrasah

Jombang, SMA Negeri 1 Slawi

Pondok Pesantren Bahrul Ulum (PPBU) yang lebih dikenal dengan Pesantren Tambakberas Jombang, Jawa Timur, tahun ini akan memperingati usia satu abad madrasah. Berbagai acara disiapkan sebagai momentum hari bersejarah tersebut.

Pesantren Tambakberas Siapkan Peringatan Seabad Madrasah (Sumber Gambar : Nu Online)
Pesantren Tambakberas Siapkan Peringatan Seabad Madrasah (Sumber Gambar : Nu Online)

Pesantren Tambakberas Siapkan Peringatan Seabad Madrasah

"Kalau usia pesantren memasuki 191 tahun," kata KH M Fadlullah Malik kepada media ini, Rabu (23/3). Sedangkan satu abad adalah peringatan bagi dikenalkannya sistem klasikal atau madrasah di PPBU sebagai perpaduan antara model lama khas pesantren dengan sistem baru hasil pengembaraan pengetahuan ke sejumlah kawasan baik di dalam maupun luar negeri,? khususnya di Tanah Haram, lanjutnya.

"Perlu diketahui bahwa Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas didirikan tahun 1825 oleh salah satu pasukan Pangeran Diponegoro yang membentengi Jawa yakni Abdussalam yang lebih populer dengan nama Mbah Saichah," katanya.

SMA Negeri 1 Slawi

Dan dalam perjalanannya, pesantren yang terletak di Dusun Tambakberas, Desa Tambakrejo, Jombang ini terus menjaga sistem weton, sorogan, dan bandongan. "Dan setelah sejumlah putra kiai dan santri menempuh pendidikan tinggi di dalam serta luar negeri, sistem tersebut mengalami adaptasi dengan dikenalkannya model klasikal madrasah," terangnya.

Peristiwa mulai dikenalkannya model madrasah secara klasikal ini adalah tahun 1915, yang akhirnya menjadi momentum diselenggarakan acara satu abad madrasah tersebut.

SMA Negeri 1 Slawi

"Kepanitiaan telah terbentuk dan melakukan sejumlah rapat untuk memastikan rangkaian yang akan digelar," kata Gus Fad, sapaan akrabnya. Ketua panitia kegiatan ini mengemukakan bahwa berbagai kegiatan telah melalui pertimbangan dan dipasrahkan kepada para koordinator bidang.

Secara lebih rinci, mantan anggota DPRD Jombang itu menjelaskan bahwa acara yang telah disiapkan adalah bedah buku, wayang wali, ushbu‘ul waahid, festival bonsai, seminar, gowes, pameran, dan kontes burung, lailatus shalawat, khatbilom Quran bildhaib, khitanan massal, serta pengajian umum.

"Untuk pembukaan sekaligus dimulainya rangkaian harlah satu abad madrasah adalah dengan kegiatan bedah buku," kata Gus Fad. Acara diselenggarakan di aula pesantren setempat hari Selasa, 26 April mendatang, jelasnya.

Dan usai bedah buku, kegiatan lain akan mengiringi hingga Sabtu, 4 Juni. "Sehingga kegiatan dalam rangkaian harlah satu abad ini lumayan panjang karena sejumlah kegiatan diselenggarakan di banyak tempat dan melibatkan peserta dari berbagai kalangan," ungkapnya.

Peringatan satu abad ini sebagai upaya mengingatkan para kiai, ustadz, santri dan juga alumni akan makna didirikannya madrasah di pesantren tersebut.? (Ibnu Nawawi/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi News, AlaSantri, Kiai SMA Negeri 1 Slawi

Manfaatkan Rebana untuk Syiar Islam

Pasaman Barat, SMA Negeri 1 Slawi

Qasidah dan rebana merupakan salah satu media yang dapat dimanfaatkan untuk pengembangan syiar Islam. Untuk itu, kesenian ini harus terus dikembangkan di tengah kehidupan umat beragama Islam.

Hal itu disampaikan Sekretaris Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama Propinsi Sumatera Barat Husni Kamil Manik pada pembukaan Festival Rabana dalam rangka Hari Lahir (Harlah) ke-85 NU, Sabtu (5/2), di halaman masjid Agung Simpangampek Kabupaten Pasaman Barat.

Manfaatkan Rebana untuk Syiar Islam (Sumber Gambar : Nu Online)
Manfaatkan Rebana untuk Syiar Islam (Sumber Gambar : Nu Online)

Manfaatkan Rebana untuk Syiar Islam

Menurut Husni, NU dalam pengembangan syiar Islam selalu memanfaatkan seni budaya lokal untuk memudahkan masyarakat dalam memahami ajaran Islam. "Metode ini merupakan warisan para wali dan aulia," kata Husni menambahkan.

SMA Negeri 1 Slawi

Husni juga mengingatkan agar dalam proses syiar tersebut, prinsip yang harus dipelihara adalah Adat Basandi Syarak. Yang berarti seni budaya itu harus diisi dengan nilai-nilai keislaman.

SMA Negeri 1 Slawi

Festival Rabana ini diikuti oleh 56 group Qasidah yang berasal dari kelompok Majelis Taklim Yasinan, pesantren, madrasah, sekolah, dan perusahaan perkebunan yang ada di Pasaman Barat. Masyarakat setempat sangat antusias mengikuti Festival Rabana yang pesertanya sangat beragam. Ada group Qasidah putra dan putri, anak-anak dan orang tua lanjut usia.

Festival Rabana ini memperebutkan hadiah piala bergilir dan tabungan BMT Aswaja NU Sumbar sebesar Rp 10 juta yang disumbangkan pengusaha muda Pasaman Barat Febby Sutan Mudo.

Ketua PCNU Pasaman Barat Buya Samidas menyebutkan, penyerahan hadiah direncanakan diberikan oleh Ketua Umum Tanfidziyah PBNU Prof. DR.KH Said Aqil Siraj, MA pada peringatan Harlah NU tingkat Propinsi Sumatera Barat, Senin 7 Februari 2011 di gedung Pertemuan Pemda Pasaman Barat. (arm)Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Kiai, Nusantara, Kajian Sunnah SMA Negeri 1 Slawi

Sekjen OKI Tekankan, Negosiasi Damai Harus Berlanjut

Jakarta, SMA Negeri 1 Slawi



Sekretaris Jenderal Organisasi Kerjasama Islam (OKI) Iyad Amen Madani usai penutupan KTT Luar Biasa Ke-5 OKI menekankan bahwa upaya negosiasi damai antara Palestina dan Israel harus tetap dilanjutkan.

"Sangat penting untuk meneruskan negosiasi damai (Palestina-Israel) dalam waktu dan agenda yang telah ditentukan," kata Sekjen OKI Iyad Amen Madani di Jakarta, Senin.

Sekjen OKI Tekankan, Negosiasi Damai Harus Berlanjut (Sumber Gambar : Nu Online)
Sekjen OKI Tekankan, Negosiasi Damai Harus Berlanjut (Sumber Gambar : Nu Online)

Sekjen OKI Tekankan, Negosiasi Damai Harus Berlanjut

Menurut Madani, proses negosiasi damai itu akan sangat penting bagi upaya kemerdekaan Palestina dan pembentukan negara Palestina atas dasar "Two States Solution" (Solusi Dua Negara).

Selanjutnya, Sekjen OKI juga menekankan pentingnya upaya untuk memperkuat persatuan di antara rakyat Palestina untuk membentuk persatuan nasional.

"Kita perlu memperdalam persatuan di antara Palestina dan membentuk perstuan nasional agar kepentingan Palestina tidak akan dilemahkan," ujar dia.

SMA Negeri 1 Slawi

Pada kesempatan itu, Sekjen Madani juga berpendapat bahwa hasil dari KTT Luar Biasa ke-5 OKI tentang Palestina dan Al-Quds Al-Sharif (Kota Suci Yerusalem) akan menjadi panduan bagi dunia untuk mendukung upaya penyelesaian masalah Palestina dan Yerusalem.

SMA Negeri 1 Slawi

"Resolusi dan Deklarasi dari KTT (Luar Biasa) OKI ini mempunyai orientasi aksi. Kami senang Indonesia menjadi tuan rumah karena menjadi simbol yang menunjukkan seluruh masyarakat Islam mempunyai perhatian bagi isu Palestina, yang bukan hanya isu kawasan tetapi juga isu global," kata dia.

Indonesia menjadi tuan rumah KTT Luar Biasa ke-5 OKI untuk isu Palestina dan Al Quds Al Sharif pada 7 Maret 2016. Pertemuan itu dihadiri oleh 605 delegasi dari 57 negara dan dua Organisasi Internasional. (Antara/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Hikmah, Kiai SMA Negeri 1 Slawi

Sabtu, 30 Desember 2017

Masyarakat Pemilih Makin Independen

Jakarta, SMA Negeri 1 Slawi
Pemilihan Umum Presiden 5 Juli nanti, akan diwarnai oleh kecenderungan perilaku pemilih (voting behavior) yang makin independen. Ciri khas pemilih independen ini, pengambilan keputusan politik  berdasarkan pertimbangan rasional, menggunakan hitungan-hitunagan matang dalam menggunakan preferensi pilihan politiknya. Demikian kesimpulan umum Diskusi Membaca Skenario Pilihan Presiden Putaran Kedua, yang diselenggarakan oleh Komite Persiapan Pergerakan Indonesia (KPPI), (2/7) pukul 19.00 di Jl Proklamasi 41 Jakarta. Hadir sebagai pembicara dalam forum tersebut Enceng Shobirin Naj, Wakil Direktur LP3ES, Mohammad Qodari, Direktur Riset LSI, serta Faisal Basri, Sekretaris Jenderal Pergerakan Indonesia.  

Dalam pemaparannya E. Shobirin mengungkapkan terjadinya migrasi pemilih yang sangat signifikan konstituen partai tertentu pada pilihan presiden yang berbeda dengan partainya, bahkan politik aliran juga menunjukkan hal yang sama, tidak mampu mengikat pemilih berdasarkan ikatan ideologi serta politik aliran, mengalahkan popularitas presiden. Pilihan presiden sangat berbeda dengan Pemilu Legislatif, popularitas sangat penting didalam mendongkrak  Hasil Survey LP3ES, Juni 2004 yang lalu menunjukkan gejala tersebut, misalnya pendukung Megawati juga mengalami kenaikan dengan kehadirannya dalam dialog mulai memunculkan simpati dukungan dari luar konstituennya. skenario putaran kedua akan diperebutkan oleh pasangan SBY-Kalla dengan Megawati-Hasyim. Gejala otonomi pemilih dalam konteks demokrasi sangat membantu, semakin masyarakat menggunakan kalkulasi-kalkulasi politik maka peluang, mobilisasi politik makin berkurang. Namun ini hanya tangkapan yang bisa dilihat sementara. Sebab operasi inteljen yang digunakan untuk memenangkan salah satu kandidat presiden atau praktek money politik bisa menggugurkan tesis itu.

Senada dengan E. Shobirin, M  Qodari menyatakan bahwa survey LSI menemukan data-data yang tak jauh beda dengan LP3ES. Gejala bahwa pilihan partai politik tidak equivalen dengan pilihan presiden tampak nyata. Oleh karena pemilihan presiden akan saling menarik. Dua pasangan yang akan bertarung kuat di putaran kedua adalah SBY versus Megawati, tinggal dilihat apakah perbandingan angkanya mencolok atau tidak. Amien dan Wiranto juga memiliki kans kuat untuk masuk putaran kedua, namun penambahan suaranya tidak akan mampu mengguli popularitas SBY. Dukungan PKS pada Amien memang besar namun belum tentu akan menjamin masuk ke putaran kedua.

Sementara Faisal Basri mengungkapkan analisis hasil polling ini akan makin meningkatkan kompetisi  antar kandidat, kandidat yang suaranya tidak begitu bagus harus bekerja keras, akan simpati publik makin meningkat. sekaligus bisa dijadikan sarana pendidikan politik masyarakat. Masyarakat akan terlibat aktif dalam proses ini, mayoritas yang diam (silent mayority) perlahan tapi pasti akan tergerus dengan makin terbukanya informasi yang dapat diakses langsung oleh masyarakat. Dengan demikian apapun scenario putaran kedua akan sangat dipengaruhi oleh kesiapan kandidat serta sejauhmana mereka mampu mempengaruhi pemilih.(AA)

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Kiai, News, Sholawat SMA Negeri 1 Slawi

Masyarakat Pemilih Makin Independen (Sumber Gambar : Nu Online)
Masyarakat Pemilih Makin Independen (Sumber Gambar : Nu Online)

Masyarakat Pemilih Makin Independen

Minggu, 24 Desember 2017

Pengajian Dialogis Permudah Masyarakat Pahami Islam

Kudus, SMA Negeri 1 Slawi - Menjelang Ramadhan, sekitar 600 orang dari berbagai lapisan masyarakat memadati Pengajian Pitulasan di pendopo Yayasan Makam dan Masjid Menara Sunan Kudus (YM3SK), Jawa Tengah. Tradisi khas Kudus tiap Ramadhan sejak puluhan tahun lalu ini merupakan pengajian dialogis. Hadirin dapat langsung menanyakan berbagai persolan Islam maupun kehidupan secara umum dengan narasumber.

Hadir dalam kesempatan yang dimoderatori oleh KH M Faruq Senin (27/6) malam tersebut, empat kiai besar Kudus yang menjadi narasumber, yakni KH Nadjib Hassan, KH Ulil Albab Arwani, KH Hasan Fauzi, KH Arifin Fanani.

Pengajian Dialogis Permudah Masyarakat Pahami Islam (Sumber Gambar : Nu Online)
Pengajian Dialogis Permudah Masyarakat Pahami Islam (Sumber Gambar : Nu Online)

Pengajian Dialogis Permudah Masyarakat Pahami Islam

Adapun tema utama yang disampaikan pada pengajian dialogis tersebut adalah bab zakat. KH Nadjib Hassan dalam pengantar materinya menuturkan bahwa pembahasan tentang zakat sangat penting, meskipun ibadah ini dilakukan setahun sekali, tetapi tidak sedikit yang tidak tahu atau lupa mengenai tata caranya.

"Masalah yang berkaitan zakat semakin lama semakin berkembang. Tidak ada salahnya kita mempelajari lagi pembahasan tentang zakat," ujar kiai yang juga Ketua YM3SK itu.

SMA Negeri 1 Slawi

Dengan suguhan kopi hangat yang disediakan oleh panitia untuk seluruh hadiran, malam itu ada belasan hadirin yang mengacungkan jari lalu menanyakan 1-3 masalah tentang zakat yang dihadapkan dengan perkembangan zaman yang semakin kompleks. Tidak sedikit juga hadirin yang menanyakan beragam masalah di luar bab zakat. Tak jarang ada yang menanyakan dari masalah sepele, konyol sampai masalah aktual.

Secara bergantian, satu demi satu para kiai yang menjadi narasumber itu menjawab dengan berlandaskan keterangan atau kaidah yang ada di dalam kitab-kitab kuning dalam tradisi kalangan Ahlussunnah wal-Jamaah.

SMA Negeri 1 Slawi

Saifur Rohman, hadirin asal Desa Kaliwungu, Kudus, mengungkapkan pengajian dialogis ini menambah wawasan dan ilmu yang bermanfaat bagi masyarakat.

"Terutama pengajian dialogis. Jarang-jarang ada di tengah masyarakat karena biasanya hanya orang-orang tertentu saja. Ini kesempatan besar bagi kita sebagai pemula, pelajar maupun orang dewasa campur menjadi satu untuk bertukar pikiran," ungkap pria yang menanyakan hukum Kebiri Kimia bagi pelaku kekerasan seksual pada anak.

Senada dengan Rohman, Bahrul Ulum, pelajar asal Desa Mlati, Kudus ini merasa mendapatkan banyak manfaat. Bagi pemuda yang menanyakan masalah zakat ini menilai pengajian dialogis tersebut membuka wawasan baru tentang hukum-hukum Islam yang terkadang dianggap sepele, padahal apabila dijabarkan sangat luas isinya.

Di ujung acara, sekitar pukul 12 malam, para kiai tidak lupa meminta maaf tatkala ada hal-hal yang dirasa kurang atas jawaban diberikan. "Semoga acara ini mendapatkan barokah dan manfaat," pungkas Kiai Nadjib Hassan yang juga Ketua Lembaga Bahtsul Masail PBNU. (M. Zidni Nafi/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Daerah, Kiai, Pesantren SMA Negeri 1 Slawi

Sabtu, 23 Desember 2017

MIN I Malang Juara Festival dan Lomba Robot

Jakarta, SMA Negeri 1 Slawi. Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) I Malang meraih juara I pada Festival dan Lomba Robotik Madrasah Tahun 2015 yang diselenggarakan oleh Direktorat Pendidikan Madrasah Kemenag RI di Cilandak Town Square. Tim MIN I Malang ini terdiri dari Hilmi Maulana Hibatullah dan Bhismar Abror Indra Pratama.

Penghargaan diberikan oleh Dirjen Pendidikan Islam Kamaruddin Amin pada malam penutupan festival robotik. Dalam sambutannya, Kamaruddin mengatakan bahwa anak-anak madrasah sudah membuktikan bahwa tidak hanya pintar mengaji, tetapi juga bisa dan terampil dalam hal robotika.?

MIN I Malang Juara Festival dan Lomba Robot (Sumber Gambar : Nu Online)
MIN I Malang Juara Festival dan Lomba Robot (Sumber Gambar : Nu Online)

MIN I Malang Juara Festival dan Lomba Robot

“Penyelenggaraan kegiatan ini diharapkan akan memantik agar siswa-siswi madrasah terus meningkatkan prestasinya di bidang robotika,” terangnya disambut tepuk tangan, Jakarta, Senin (23/11) malam seperti dikutip dari laman kemenag.go.id.

SMA Negeri 1 Slawi

Sebelumnya, Direktur Pendidikan Madrasah, ? M. Nur Kholis Setiawan selaku penyelenggara melaporkan bahwa perlombaan ini diikuti oleh 7 tim MI, 14 tim MTs, dan 22 tim MA.?

“Padahal awalnya kami petakan dan quotakan bahwa MI 10 tim, MTs, 12 tim dan MA 15 tim. MA yang paling banyak meledak. Melihat kondisi seperti ini, Festival dan Lomba Robotik harus diadakan setiap tahun,” ungkapnya.

SMA Negeri 1 Slawi

Menurut M. Nur Kholis, kegiatan ini diselenggarakan dengan pertimbangan sudah banyak kompetisi robotika tingkat nasional maupun Internasional yang diikuti oleh para pelajar dari berbagai negara, termasuk Indonesia. Selain itu, robotika juga telah menjadi trend di banyak sekolah unggulan di Indonesia. Namun masih banyak sekolah yang belum memiliki laboratorium robotika atau bahkan belum mengenal teknologi robotika.

“Ke depan, diprediksikan manusia akan semakin bergantung pada teknologi robot dan otomasi. Karenanya para pelajar perlu diperkenalkan dan diajari tentang teknologi robotika sejak dini,” kata M. Nur Kholis.

“Telah banyak pelajar Indonesia yang berprestasi dengan memenangkan berbagai kompetisi robot baik tingkat nasional maupun Internasional,” tambahnya.

Juara dua tingkat MI diraih oleh Ramadhan dan Asyam Sakhi Maulana ? dari MIN Demangan Kota Madiun, Jawa Timur. Sedangkan juara III diraih Siti Aisyah Kusuma Hadi dan Abiy Haidah Hakim dari MI Assalamah Pamulang, Banten.

Untuk tingkat MTs, juara I diraih Faisal Ibrahim Abussalam dan Zidan Wahyu Awaluddin dari MTs Tigaraksa Tangerang-Banten. Juara II diraih Angga Tri Setia dan Sultan Farrel Khansa dari MTsN 2 Kota Kediri. Sedangkan juara III diraih Muhammad Hilmy Raihan Azhari dan bizard Rahardiyanto Wahyudi dari MTsN Yogyakarta.

Untuk tingkat MA, juara I diraih Qisti Aulia dan Gipar Nawawi dari MAN Pangandaran Jawa Barat. Juara II diraih Arjun Mahendra dan Muhammad Ulil Azmi dari MAN 3 Jakarta. Sedangkan juara III diraih Putri Regina W dan M. Rafi Prasetyo dari MAN 3 Palembang.

Atas prestasi ini, masing-masing tim memperoleh piagam penghargaan dan uang pembinaan dari Direktorat Pendidikan Madrasah. Red: Mukafi Niam

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Kiai SMA Negeri 1 Slawi

Kamis, 21 Desember 2017

Banser Waykanan Kawal Pawai Akbar Hari Santri Pakuan Ratu

Waykanan, SMA Negeri 1 Slawi. Barisan Ansor Serbaguna (Banser) Waykanan yang dipimpin Kepala Satuan Koordinasi Cabang (Kasatkorcab) Alex Almukmin turun di lapangan bersama sejumlah pasukannya. Mereka mengawal pawai akbar Hari Santri yang digelar MWCNU dan GP Ansor Pakuan Ratu, Kamis (22/10).

Alex didampingi sejumlah anggota Banser berada di bagian depan mengawal arak-arakan para santri yang membawa bendera merah putih dan bendera NU. Peserta arak-arakan berasal dari pesantren Al-Falakhus Saadah asuhan Kiai Zainal Maarif.

Banser Waykanan Kawal Pawai Akbar Hari Santri Pakuan Ratu (Sumber Gambar : Nu Online)
Banser Waykanan Kawal Pawai Akbar Hari Santri Pakuan Ratu (Sumber Gambar : Nu Online)

Banser Waykanan Kawal Pawai Akbar Hari Santri Pakuan Ratu

"Kami menggelar pawai akbar dan bakti sosial menyambut Hari Santri. Kegiatan berlangsung mulai pukul 07.30 WIB hingga selesai. Bertolak dari kantor MWCNU Pakuan Ratu atau Klinik Bulan Medical Center (BMC). Banser yang mengawal pawai harus mengenakan seragam lengkap," kata Ketua PAC GP Ansor Waykanan Bakti Gozali.

SMA Negeri 1 Slawi

Wakil Sekretaris GP Ansor Waykanan Edi Sugianto menyatakan, sekitar 2.000 warga NU Pakuan Ratu meramaikan Hari Santri. Melalui akun fesbuknya, ia juga menunjukan foto-foto santri pesantren Al-Falakhussaadah yang berada di kampung Serupa Indah kecamatan Pakuan Ratu. Para santri tampak antusias mengikuti pawai akbar Hari Santri dengan menggunakan puluhan sepeda motor dan sejumlah mobil pick up.

"Pimpinan Cabang GP Ansor Waykanan mengapresiasi dan mempersembahkan hormat kepada sahabat-sahabat Ansor, Banser serta sesepuh NU di Pakuan Ratu yang meramaikan Hari Santri tanpa embel-embel politik mengingat Waykanan akan memilih kepala daerah pada 9 Desember mendatang. Kami sampaikan takzim atas ketidakberpihakan yang senantiasa dijaga," ujar Ketua GP Ansor Waykanan Gatot Arifianto.

SMA Negeri 1 Slawi

Gatot didampingi Bendahara GP Ansor Waykanan Abdullah Candra Kurniawan melakukan penandatanganan nota kesepahaman "Motivasi dan Pengembangan Sumber Daya Siswa" dengan pihak SMAN 1 Blambangan Umpu yang hari ini merayakan HUT ke 31 tahun.

"Bagi kami, Resolusi Jihad hari ini adalah melawan pembodohan dan kebodohan. Generasi Indonesia mendatang harus dipersiapkan hebat. Melalui bimbingan BPUN, kami bergerak, menggunakan dengkul kami untuk merealisasikan gagasan di kepala. Ini tekad, pengabdian kami, warga NU, bagi bangsa Indonesia. Menjadi fakta adalah pilihan dalam hidup seringkali dikerubuti fantasi. Bangkit berdaya dalam hidup adalah pilihan! Kami mohon doa restu dari sahabat, senior, sesepuh dan para ulama atas penandatanganan nota kesepahaman ini," kata Gatot lagi.

Melalui peringatan Hari Santri, elemen NU di Waykanan juga mengajak pemuda dan masyarakat di Waykanan untuk menggunakan gambar bertuliskan “Selamat Hari Santri Nasional. Kekerasan dan Kebencian Bukan Untuk NKRI!” pada profil akun sosial media fesbuk hingga Hari Sumpah Pemuda 28 Oktober. (Disisi FS/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Kiai, AlaSantri, Tegal SMA Negeri 1 Slawi

Selasa, 19 Desember 2017

Teknologi Berperan Penting agar Manusia Tidak Teralienasi

Yogyakarta, SMA Negeri 1 Slawi

Zaman sekarang merupakan era digital. Seseorang akan teralienasi (terasingkan) ketika tidak melek teknologi. Dengan tidak paham teknologi, manusia akan ketinggalan zaman. Apalagi zaman terus berubah dengan cepat.

Teknologi Berperan Penting agar Manusia Tidak Teralienasi (Sumber Gambar : Nu Online)
Teknologi Berperan Penting agar Manusia Tidak Teralienasi (Sumber Gambar : Nu Online)

Teknologi Berperan Penting agar Manusia Tidak Teralienasi

Hal tersebut dikatakan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) H Nizar saat didaulat membuka resmi Rapat Koordinasi Nasional pematangan draft Peraturan Menteri Agama tentang Sistem Informasi Manajemen Kediklatan (Simdiklat).

"Pengalaman soal teknologi sudah saya terapkan ketika saya dilantik sebagai Wakil Rektor UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta pada 2010 silam. Saat itu belum ada gadget canggih seperti sekarang. Adanya baru Blackberry," kata Nizar di hadapan peserta rakornas, Kamis (21/4) malam.

Nizar punya ide yang kemudian ia sampaikan ke rektor. "Begini Pak, demi efisiensi, kita gunakan teknologi untuk virtual meeting. Jadi nggak perlu lagi rapat tatap muka. Belum konsumsinya, tenaganya. Belum lagi koordinasi waktu. Pokoknya melelahkan," tuturnya.

SMA Negeri 1 Slawi

Jika memakai virtual meeting, lanjut Nizar, sambil tiduran pun tetap bisa memberikan masukan dalam forum rapat. "Lalu kami membuat konsep untuk naskah akademiknya untuk pengadaan Blackberry dan tablet Samsung. Lalu, sejak itu tiap habis subuh dibuka rapat. Tiap hari itu," ungkap pria asal Jepara ini.

Sementara ada beberapa pimpinan yang gagap teknologi. "Mencet tombol aja nggak bisa. Karena sudah terbiasa dengan staf. Mau saya paksa. Ada trik atau briefing sehari untuk penggunaan Blackberry. Akhirnya, semua lancar," ujarnya bangga.

SMA Negeri 1 Slawi

Menurut guru besar yang juga Wakil Rais Syuriah PWNU DIY ini, jika tidak selesai di level virtual, baru dilakukan rapat face to face. Apalagi sekarang sejak media sosial berkembang luar biasa, maka tidak ada alasan diklat juga harus menyesuaikan dengan kondisi kekinian.

"Sekarang, registrasi online sebenarnya sudah terlambat. Pendaftaran SMA di Yogya aja sudah online sejak 2010. Nah, kok Diklat masih manual. Apalagi dari Pusdiklat Ciputat sampai sekarang kalau minta peserta masih manual. Waduh, ini saya yang susah karena disposisi ya jadi lambat juga," selorohnya disambut tawa hadirin.

Tapi jika memakai IT, lanjut Nizar, maka real time langsung bisa. "Makanya kemudian, saya di Kanwil itu paperless (minim kertas). Jadi, saya ke mana-mana bisa mendisposisi. Kan sekarang ada electronic office," tukasnya.

Turbulensi birokrasi

Dari tipikal seorang akademisi yang terbiasa gerak cepat ke birokrasi yang "rutinitas", Nizar melihat dunianya yang baru seperti layaknya pesawat yang mengalami turbulensi. "Tapi saya paksakan. Kalau tidak, ke depan bakal makin ketinggalan. Memang, problemnya itu di sarprasnya," ujar Kakanwil.

Apalagi setelah diaudit, ternyata bandwitch internetnya dan server tidak memenuhi syarat. "Data center juga tidak punya. Bagaimana bisa cepat kalau kayak gini. Lalu ada bantuan dari Pinmas yang hanya 2 GB. Itu pun hanya untuk personalia SDM Kepegawaian. Nggak cukup. Kalau bareng-bareng bisa lemot. Makanya, Diklat juga harus memperhatikan aneka kebutuhan tersebut," tegasnya.

Hadir dalam upacara pembukaan rakornas, Kepala Bagian Perencanaan dan Sistem Informasi Sekretariat Hj Sunarini, dan Kepala Bagian Ortala dan Kepegawaian Sekretariat H Bahari, Kasubag Hukum dan Perundang-undangan Asroi, dan Kepala Balai Diklat Keagamaan (BDK) Jakarta Aden Daenuri.

Rakornas yang diinisasi Badan Litbang dan Diklat Kemenag ini digelar di Hotel Ros-In Jalan Lingkar Selatan No 110 Bangunharjo, Sewon, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta dan diagendakan selama tiga hari, Kamis-Sabtu, 21-23 April 2016. (Musthofa Asrori/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Lomba, Kiai SMA Negeri 1 Slawi

Sabtu, 16 Desember 2017

Aksi Intoleran Tidak Wakili Aspirasi Umat Beragama

Jakarta, SMA Negeri 1 Slawi - Direktur Eksekutif Lembaga Kajian Strategis Bangsa (LKSB) Abdul Ghopur mengatakan, aksi-aksi intoleran yang berlatar belakang agama tidak bisa dilekatkan pada semangat keagamaan itu sendiri. Pasalnya, aksi-aksi intoleran ini lebih didasari pada pandangan sempit keagamaan dan kebangsaan para pelakunya.

Demikian disampaikan Ghopur saat membuka seminar perdana Otokritik Indonesia perihal toleransi yang diselenggarakan LKSB di Gedung PBNU lantai 8, Jakarta, Jumat (16/12) siang.

Aksi Intoleran Tidak Wakili Aspirasi Umat Beragama (Sumber Gambar : Nu Online)
Aksi Intoleran Tidak Wakili Aspirasi Umat Beragama (Sumber Gambar : Nu Online)

Aksi Intoleran Tidak Wakili Aspirasi Umat Beragama

“Kita sudah 71 tahun merdeka, tetapi kita masih saja belum dewasa dalam bermasyarakat. Kita diancam oleh praktik-praktik intoleran,” kata Ghopur yang juga Wakil Ketua PP Lesbumi.

SMA Negeri 1 Slawi

Aksi-aksi intoleransi ini sebenarnya tidak mewakili aspirasi banyak orang. Itu hanya aspirasi sekelompok orang. “Namun demikian kesempatan ini digunakan oleh sejumlah elit politik untuk kepentingan politik pribadi atau kelompoknya,” kata Ghopur.

Sementara umat Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Buda yang jumlahnya lebih besar dari kelompok mereka ini tetap tinggal diam. Mereka tidak melakukan aksi yang aneh-aneh. Hal ini terjadi karena mereka lebih bersikap dewasa dalam berbangsa dan bermasyarakat, pungkas Ghopur.

SMA Negeri 1 Slawi

Diskusi ini sebelumnya diberi sambutan oleh Wakil Ketua Umum PBNU Prof Dr M Maksum Machfoedz. Forum ini diikuti oleh puluhan aktivis pemuda yang tergabung dalam gerakan-gerakan kemahasiswaan dari pelbagai latar belakang agama. (Alhafiz K)Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Kiai, Nusantara SMA Negeri 1 Slawi

Jumat, 08 Desember 2017

Warga Desa Ini Tradisikan Gerbat di Tahun Baru Hijriah

Sumenep, SMA Negeri 1 Slawi. Gerakan batin (gerbat) menjadi tradisi turun temurun dalam memperingati tahun baru Islam di Desa Campor Timur, Kecamatan Ambunten, Kabupaten Sumenep. Hal itu masih mengemuka pada Ahad (2/10) malam.

Warga Desa Ini Tradisikan Gerbat di Tahun Baru Hijriah (Sumber Gambar : Nu Online)
Warga Desa Ini Tradisikan Gerbat di Tahun Baru Hijriah (Sumber Gambar : Nu Online)

Warga Desa Ini Tradisikan Gerbat di Tahun Baru Hijriah

Pengurus Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Sumenep, Ahmad Daniyal, terlibat aktif dalam acara tersebut. Dia menegaskan, gerbat diwarnai dengan parnyoonan (doa bersama) demi kebaikan masyarakat desa setempat dan umat Islam secara umum.

"Setelah bertawassul dan berpanyoonan, kami membaca Alquran. Kami mengaji Surat Yaasin sebanhak 41 kali. Sudah itu dilanjutkan pembacaan tahlil bersama kemudian doa," terang Dadang, panggilan akrab Ahmad Daniyal.

Menurut mantan Ketua Umum PMII Komisariat Guluk-Guluk tersebut, kebiasaan ini sudah berjalan tahunan silam di masyarakat dengan mengundang sanak saudara terutama dari silsilah Bani Patimangon yang jaraknya tidak terlalu jauh.

"Hidangan tawai menjadi ciri khas dalam acara peringatan tahun baru hijriyah 1438 H. Ini sebagai wujud betapa tahun baru ini mesti dilecuti kesederhanaan dan kematangan dalam menjalani hisup," tukasnya. (Hairul Anam/Fathoni)

SMA Negeri 1 Slawi

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Kajian, Ulama, Kiai SMA Negeri 1 Slawi

SMA Negeri 1 Slawi

Rabu, 29 November 2017

Doa Melepas Pakaian

Ketika kita melepas pakaian, baik saat hendak mandi, tidur atau lainnya, Rasulullah menganjurkan kita membaca:

Doa Melepas Pakaian (Sumber Gambar : Nu Online)
Doa Melepas Pakaian (Sumber Gambar : Nu Online)

Doa Melepas Pakaian

? ? ? ? ? ? ?

SMA Negeri 1 Slawi

Bismillâhil ladzî lâilâha illâ huwa

"Dengan nama Allah yang tiada tuhan selain Dia."

(Lihat: Muhyiddin Abi Zakariya Yahya ibn Syaraf an-Nawawi, Al-Adzkâr, Penerbit Al-Hidayah, Surabaya)

SMA Negeri 1 Slawi

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Berita, Khutbah, Kiai SMA Negeri 1 Slawi

Senin, 27 November 2017

Pesantren Al-Mawaddah Ciganjur Gelar Maulid Nabi dan Haul Pendiri

Jakarta, SMA Negeri 1 Slawi. Pesantren Al-Mawaddah Ciganjur, Jagakarsa, Jakarta Selatan, menggelar Maulid Nabi Muhammad SAW dan Haul Almaghfurlah KH Muhammad Saalih, Sang Pendiri Pesantren Al-Mawaddah, Jumat (8/1) malam.

Pesantren Al-Mawaddah Ciganjur Gelar Maulid Nabi dan Haul Pendiri (Sumber Gambar : Nu Online)
Pesantren Al-Mawaddah Ciganjur Gelar Maulid Nabi dan Haul Pendiri (Sumber Gambar : Nu Online)

Pesantren Al-Mawaddah Ciganjur Gelar Maulid Nabi dan Haul Pendiri

Hadir dalam acara tersebut, para habaib, tokoh masyarakat, dan ulama. Antara lain Pengasuh Pesantren Qothrun Nada Depok, KH Burhanuddin Marzuki, Pengasuh Pesantren Nurul Hayat Depok, KH Nur Kholis, dan Pengasuh Pesantren Tahfidz Nurani Cipedak Jakarta Selatan, KH M Ilyas Marwal.

Dari umara, hadir Walikota Jakarta Selatan, Tri Kurniadi, Camat Jagakarsa, Fidiyah Rokhim, Komandan Rayon Militer (Danramil) 08 Jagakarsa Mayor Arm Hartono, dan Kapolsek Metro Jagakarsa, Komisaris Polisi (Kompol) Sri Bhayangkari beserta jajarannya.

SMA Negeri 1 Slawi

Ribuan hadirin tampak khidmat mengikuti lantunan sholawat Shimtudduror yang didendangkan para santri diiringi rebana modern. Sembari duduk lesehan di halaman pesantren di sebelah barat hingga makam KH M Saalih di sebelah timur. Mereka juga khusyuk mendengarkan lantunan ayat suci Al-Quran oleh juara 1 MTQ Kota Depok, Ahmad Fajaruddin Jazuli.

SMA Negeri 1 Slawi

Pantauan SMA Negeri 1 Slawi, makin malam para pengunjung terus berdatangan secara bergelombang. Sepanjang Jalan Sadar Raya Gudang Baru hingga ujung Jalan Warung Sila Ciganjur ditutup. Di beberapa titik, tampak aparat kepolisian sektor Jagakarsa berjaga-jaga dibantu para santri berseragam Pramuka.?

Dalam sambutannya selaku Pengasuh Pesantren Al-Mawaddah, KH Abdullah Hasani mengajak hadirin untuk terus menumbuhkembangkan rasa cinta kepada Rasulullah SAW. “Melalui rangkaian acara gebyar Maulid Nabi kali ini, kami mengajak hadirin khususnya para santri untuk selalu cinta Rasul,” ujarnya.

Sebelumnya, lanjut Kiai Abdullah, gebyar maulid dimeriahkan beberapa kegiatan. Antara lain festival hadroh, lomba bina bakat islami, dan festival marawis se-Jabodetabek. Turut meramaikan kegiatan, konser amal “Debu Peduli Santri” di hotel Bumi Wiyata Depok, juga bakal digelar Rabu, 6 Februari 2016 mendatang.

“Hasil konser amal tersebut 100% untuk pembangunan pesantren ini. Kepada Musthofa, pimpinan grup Debu, kami ucapkan jazakumullah,” ujar Kiai Abdullah bangga.

Di tempat terpisah, KH Abdillah Hasani menambahkan gebyar maulid yang digelar di Pesantren Al-Mawaddah hendak memberi pesan bahwa Nabi Muhammad sebagai teladan abadi. “Saya ingin para santri menjaga tradisi ini serta terus semangat untuk meneladani beliau,” tandas saudara kembar Kiai Abdullah ini.

Dalam acara tersebut, Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj dan Rais Aam Jamiyyah Ahlu Thariqah al Mutabarah Annahdliyyah (JATMAN) dijadwalkan menyampaikan ceramah agama. Grup musik religi Debu juga tampil melantunkan sholawat dan nasyid-nasyid penggugah jiwa. (Musthofa Asrori/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Daerah, Kiai, AlaSantri SMA Negeri 1 Slawi

Minggu, 19 November 2017

Kantor Koperasi Nuansa Umat Diresmikan

Sumenep, SMA Negeri 1 Slawi. Kantor Pusat Koperasi Jasa Keuangan Syariah Baitul Mal wat Tamwil (KJKS BMT) Nuansa Umat (NU) Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, diresmikan pada Sabtu (14/12).

Kantor Koperasi Nuansa Umat Diresmikan (Sumber Gambar : Nu Online)
Kantor Koperasi Nuansa Umat Diresmikan (Sumber Gambar : Nu Online)

Kantor Koperasi Nuansa Umat Diresmikan

Hadir pada kesempatan tersebut tersebut Rais Syuriah PCNU Sumenep KH. Ahmad Basyir AS., Ketua PCNU A. Pandji Taufiq, Ketua PWNU Jawa Timur KH. Hasan Mutawakkil Alallah, Wakil Ketua PBNU As’ad Said Ali, Ketua LPNU PBNU Musholihin, pengurus PCNU, MWC, banom dan lembaga/lajnah.

Sementara dari jajaran pemerintah tampak hadir Wakil Gubenur Jawa Timur Saifullah Yusuf, Bupati Sumenep A. Busyro Karim, Ketua DPRD KH. Imam Hasyim dan perwakilan dari jajaran polisi dan TNI.

SMA Negeri 1 Slawi

Gedung berlantai dua dengan dominasi warna hijau diresmikan Rais Syuriah PCNU Sumenep KH. Ahmad Basyir AS dengan ditandai pengguntingan pita, disaksikan seluruh undangan yang berjumlah sekitar 750.

SMA Negeri 1 Slawi

Usai dilakukan peresmian, sejumlah undangan sempat mengunjungi kantor tersebut. Pada Sabtu malam dilanjutkan dengan pesta rakyat.? (M. Kamil Akhyari/Abdullah Alawi)

?

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Amalan, Kiai, Doa SMA Negeri 1 Slawi

Sabtu, 18 November 2017

IPNU-IPPNU Jember Sasar Anggota Baru

Jember, SMA Negeri 1 Slawi. Patah tumbuh hilang berganti, mati satu tumbuh seribu. Itulah prinsip yang dipegang jajaran pengurus IPNU-IPPNU Cabang Jember dalam melakukan pengkaderan. IPNU-IPPNU Cabang Jember ? cukup aktif menggarap anak-anak SMA dan yang sederajat dengan sistem jemput bola.

Seperti yang dilakukan Selasa (26/2) di aula kantor PCNU Jember, IPNU-IPPNU Jember menggelar pertemuan dengan 116 siswa kelas satu MAN 01 Jember.?

IPNU-IPPNU Jember Sasar Anggota Baru (Sumber Gambar : Nu Online)
IPNU-IPPNU Jember Sasar Anggota Baru (Sumber Gambar : Nu Online)

IPNU-IPPNU Jember Sasar Anggota Baru

“Ini hanya perkenalan. Kami memperkenalkan kepada anak-anak MAN tentang organisasi ini. Jadi ini tahap perkenalan Bukan perekrutan, itu nanti,” tukas Ketua IPPNU Jember, Ahmad Andrik Irawan kepada SMA Negeri 1 Slawi di sela-sela acara.

SMA Negeri 1 Slawi

Menurut Andrik, pengkaderan sangat pentng artinya bagi kelangsungan sebuah organisasi. Tanpa pengkaderan, ? sulit mendapatkan anggota yang baik. Karena itu, katanya, pengkaderan adalah sebuah keniscayaan. “Kami menawarkan ke pihak sekolah, kalau bisa ketemu di sekolah, syukur. Kalau mau ketemu di luar, juga tidak masalah,” jelasnya.

Andrik mengaku bangga dengan respon calon-calon anggota IPNU-IPPNU. Pasalnya, mereka cukup antusias untuk menjadi anggota. ? Merekalah yang akan memegang ? tongkat estafet kepemimpinan di NU. “Jadi IPNU-IPPNU dan organisasi sayap NU yang lain adalah pemasok kader di tingkat NU,” jelasnya.?

SMA Negeri 1 Slawi

Dalam pertemuan tersebut, para ketua, sekretaris dan pengurus IPNU-IPPNU Jember yang lain juga hadir memberikan gambaran seputar IPNU-IPPNU.

“Untuk kelas dua, kami masih menunggu jawaban dari kepala sekolah MAN 01 untuk perkenalan. Begitu juga sekolah yang lain, kami sudah mengirim surat ? permohonan,” ujar Sekretaris IPPNU Jember, Masdian Zainul Ilmi.

Redaktur ? ? : A. Khoirul Anam

Kontributor: Aryudi A. Razak

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Kiai SMA Negeri 1 Slawi

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs SMA Negeri 1 Slawi sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik SMA Negeri 1 Slawi. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan SMA Negeri 1 Slawi dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock