Tampilkan postingan dengan label Aswaja. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Aswaja. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 24 Februari 2018

Terbesar, PMII Jatim Mesti Jadi Contoh bagi Wilayah Lain

Ponorogo, SMA Negeri 1 Slawi

Pengurus Koordinator Cabang (PKC) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Jawa Timur merupakan PKC dengan jumlah cabang terbanyak se-Indonesia. Jumlah cabang definitif PMII se-Jatim adalah 31 institusi. Mulai dari ujung barat Ngawi hingga ujung timur Banyuwangi.

Demikian dikatakan ketua PKC PMII Jatim 2014-2016, Ahmad Junaidi dalam Konferensi Koordinator Cabang (Konkoorcab) XXII Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Jawa Timur resmi dilaksanakan di Pendopo Agung Kabupaten, Ponorogo pada kamis Rabu 27-30 April 2016.

Terbesar, PMII Jatim Mesti Jadi Contoh bagi Wilayah Lain (Sumber Gambar : Nu Online)
Terbesar, PMII Jatim Mesti Jadi Contoh bagi Wilayah Lain (Sumber Gambar : Nu Online)

Terbesar, PMII Jatim Mesti Jadi Contoh bagi Wilayah Lain

“Meskipun begitu, saya harap sahabat-sahabat tidak melupakan tiga hal, yakni komitmen ideologi, kaderisasi, dan gerakan PMII. Dan tiga poin itu haruslah juga jadi agenda utama forum (konkoorcab) ini,” katanya.

SMA Negeri 1 Slawi

Kang Juned, sapaan akrabnya, dengan potensi cabang yang banyak tersebut PMII Jatim seharusnya memberikan teladan pergerakan bagi wilayah-wilayah lain.

SMA Negeri 1 Slawi

“PMII merupakan kawah candradimuka para politisi dan intelektual NU di masa depan, mari membangun PMII lebih bermanfaat,” ajaknya.

Sementara itu, Ketua Umum PB PMII Aminuddin Ma’ruf mengatakan, sejarah Jatim menjadi tempat sejarah kelahiran PMII pada 17 April 1960 tidak boleh melengahkan PMII Jatim untuk terus berupaya menjadi barometer kepemimpinan, gerakan dan ideologisasi Islam Ahlussunnah wal Jamaah.

Secara simbolik pembukaan konkoorcab resmi dibuka dengan penabuhan gong sebanyak tiga kali oleh Bupati Ponorogo Ipoeng Mukhlisoni ditemani Ketum PB PMII Aminuddin Ma’ruf dan Ketum PKC Jatim Ahmad Junaidi.

Pada kesempatan pembukaan juga ditampilkan kesenian Reog Ponorogo yang merupakan kesenian asli Nusantara asal Ponorogo. Pada kesempatan acara juga makin khidmat dengan kehadiran salah satu pendiri PMII KH Nuril Huda, dan sejumlah alumni PMII dan pejabat setempat. (Ali Makhrus/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Ulama, Nasional, Aswaja SMA Negeri 1 Slawi

Kamis, 22 Februari 2018

Dauroh Aswaja NU Center Jatim Buka Pendaftaran Khusus Mahasiswa

Surabaya, SMA Negeri 1 Slawi - Tim Aswaja NU Center PWNU Jawa Timur mengagendakan Dauroh Aswaja khusus untuk mahasiswa secara cuma-cuma. Dauroh pertama akan selenggarakan pada 30 September, dan yang kedua pada November.

Demikian kesimpulan rapat tim Aswaja NU Center pada Sabtu (16/9) di kantor PWNU Jatim, Surabaya. Rapat dipimpin oleh Direktur Aswaja NU Center PWNU Jatim KH Abdurrahman Navis.

Dauroh Aswaja NU Center Jatim Buka Pendaftaran Khusus Mahasiswa (Sumber Gambar : Nu Online)
Dauroh Aswaja NU Center Jatim Buka Pendaftaran Khusus Mahasiswa (Sumber Gambar : Nu Online)

Dauroh Aswaja NU Center Jatim Buka Pendaftaran Khusus Mahasiswa

Menurut Kiai Navis, tiap angkatan peserta maksimal berjumlah 100 mahasiswa, dan yang mendaftar selepas itu akan diikutsertakan pada angkatan berikutnya.

SMA Negeri 1 Slawi

Pendaftaran ini bisa langsung perorangan ke Assisten Direktur Aswaja NU Center PWNU Jatim  (Ustadz Muhaimin), atau secara kelompok melalui organisasi kemahasiswaan, atau pimpinan perguruan tinggi.

SMA Negeri 1 Slawi

Dalam satu dauroh, peserta bisa berasal dari kampus berbeda. Mahasiswa yang telah mendaftar sama sekali tidak dipungut biaya. “Yang menjadi acuan adalah buku Khazanah Aswaja, dan dauroh berlangsung sehari, dengan tiga sesi,” katanya.

“Sesi pertama adalah paparan bab satu dan bab dua. Akan disampaikan oleh Ustadz Yusuf Suharto dan Ustadz Muntaha. Pada sesi pertama ini yang dibahas seputar sejarah Aswaja dan mengapa harus Aswaja, Aqidah 50 dan persoalan persoalan Aqidah termasuk kritik trilogi tauhid,” tambah Kiai Navis.

Ia menambahkan, sesi kedua, materi akan diisi bab ketiga dan bab keempat yang bakal disampaikan oleh Ustadz Maruf Khozin. Ini terkait dengan pembahasan mengapa harus bermazhab, dan membahas landasan amaliah, juga tentang jati diri tasawuf.

“Dan sesi ketiga, bab kelima dan keenam, akan disampaikan Ustadz Faris Khoirul Anam dan Ustadz Fathul Qodir. Ini tentang aliran aliran di luar aswaja dan memaparkan sejarah NU, perjuangan dan khitah nya," ujarnya. (Red: Mahbib)



Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Khutbah, Aswaja SMA Negeri 1 Slawi

Rabu, 21 Februari 2018

Gagap Digital, Dakwah NU Tak Terkoordinir dengan Baik

Banyuwangi, SMA Negeri 1 Slawi

Ketua Lembaga Talif wan Nasyr (LTN) PBNU Hari Usmayadi mengatakan, sekitar 88,1 juta dari total penduduk dunia menggunakan browsing internet dalam waktu 4,1 jam. Selebihnya digunakan untuk bermedia sosial.

Ia mengatakan hal itu saat menyampaikan materi di "Kongkow Netizen NU" di aula tingkat II kantor PCNU Banyuwangi, Ahad (19/2).

Gagap Digital, Dakwah NU Tak Terkoordinir dengan Baik (Sumber Gambar : Nu Online)
Gagap Digital, Dakwah NU Tak Terkoordinir dengan Baik (Sumber Gambar : Nu Online)

Gagap Digital, Dakwah NU Tak Terkoordinir dengan Baik

Pria yang akrab disapa Cak Usma tersebut, sebelum berbicara lebih dalam tentang penggunaan sosial media, ia mengupas tentang permasalahan organisasi NU.

SMA Negeri 1 Slawi

"Permasalahan NU saat ini terkesan masih gagap menyikapi tantangan perkembangan dakwah di era digital terkini dan peningkatan masyarakat kelas menengah," tuturnya di hadapan ratusan peserta kongkow yang terdiri dari mahasiswa, anggota IPNU dan IPPNU, PMII, banom & lembaga PCNU Banyuwangi, serta netizen yang tergabung di banyuwangi.

SMA Negeri 1 Slawi

Sehingga, menurutnya, saluran dan muatan informasi syiar dakwah tidak terkoordinir dengan baik dari struktural pusat sampai cabang.

"Inilah permasalahan yang saat ini perlu dan harus kita selesaikan bersama. Untuk penyelesaian ini perlu adanya koneksi mulai tingkat pusat sampai ranting," kata Cak Usma.

Setidaknya, kata dia, NU harus memetakan secara spesifik analisis strength, weakness, opportunity, threat (SWOT). Setelah hal itu, barulah membuat strategi gebrakan-gebrakan yang berarti dalam penyelesaian masalah yang telah kita petakan," pungkas Usma.

Sementara itu, Wakil Ketua LTN PWNU Jatim Sururi Arumbani memberikan dua racikan solusi yang harus digerakaan di semua media. Termasuk SMA Negeri 1 Slawi Banyuwangi.

"Pertama yang harus dilakukan adalah peningkatan kuantitas maupun kualitas wartawan media dalam setiap periode," tutur Ruri.

Karena kualitas dan kuantitas wartawan, lanjut dia, merupakan satu-satunya mesin penggerak media sampai mencapai kejayaannya. Wartawan disini pun harus menulis dan mencari berita media secara terus-menerus. "Jangan setengah-setengah !" tegas Ruri.

Tak kalah penting, menurutnya, yaitu keberlangsungan produksi narasi juga harus ditingkatkan. Artinya produksi tulisan tidak hanya terbatas hanya berita-berita. Juga penting diisi dengan profil kiai, nasehat, dan fatwa-fatwanya.

"Dengan sebuah gebrakan, misalnya, wartawan sering-sering mendatangi kediaman sesepuh dan kiai. Selain disana untuk meminta nasehat juga bisa meminta fatwa terhadap suatu permasalahan. Karena tugas seorang kiai sangat padat sekali dalam masalah keummatan dan pengajian. Dalam hal ini wartawan harus jemput bola agar produksi tulisan tidak berhenti dan monoton," pungkas pengurus Jatim asal Rembang.

Kongkow yang dihelat SMA Negeri 1 Slawi Banyuwangi ini dihadiri Katib Syuriah PCNU Jember Harisudin. (M. Sholeh Kurniawan/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Ulama, Aswaja SMA Negeri 1 Slawi

Sabtu, 17 Februari 2018

JQHNU-LP Ma’arif Sumedang Latih Ratusan Guru Makharijul Huruf

Sumedang, SMA Negeri 1 Slawi - Pengurus Cabang Jamiyyatul Qurra wal Huffadz Nahdlatul Ulama (JQHNU) dan Pengurus Cabang Lembaga Pendidikan Maarif NU Kabupaten Sumedang? melaksanakan pelatihan makharijul huruf atau pengucapan huruf yang benar dalam Al-Qur’an dengan metode Maisura.

Kegiatan dengan jumlah peserta 101 orang ini berlangsung Sabtu (18/3), di Aula PCNU Sumedang. Para peserta merupakan pengajar yang mewakili sekolah atau lembaga pendidikan yang berada di bawah naungan LP Maarif NU Sumedang.

JQHNU-LP Ma’arif Sumedang Latih Ratusan Guru Makharijul Huruf (Sumber Gambar : Nu Online)
JQHNU-LP Ma’arif Sumedang Latih Ratusan Guru Makharijul Huruf (Sumber Gambar : Nu Online)

JQHNU-LP Ma’arif Sumedang Latih Ratusan Guru Makharijul Huruf

Ketua Pimpinan Cabang JQHNU Kabupaten Sumedang Ahmad Jauharudin mengatakan, sering kali kami menemukan guru-guru di daerah yang mengajarkan Al-Quran tapi tidak sesuai dengan ilmu tajwid yang benar. “Temuan itu menjadikan kami sebagai pengurus JQH khawatir. Kalau gurunya sudah salah baca Al-Qur’annya maka bisa menular kepada muridnya. Kalau dibiarkan saja nanti akan muncul kesalahan membaca Al-Qur’an secara berjamaah.

SMA Negeri 1 Slawi

Rantai kesalahan ini harus segera diputus atau setidaknya harus diminimalisasi, kata Ahmad. Sebagai langkah awal untuk memutus rantai kesalahan tersebut, pengurus JQHNU Sumedang bekerja sama dengan LP Maarif NU Sumedang mengadakan pelatihan makharijul huruf khusus untuk guru-guru yang mengajar Al-Qur’an.

SMA Negeri 1 Slawi

Pemateri yang didatangkan pada pelatihan ini yaitu Muthmainnah. Beliau ahli quran, seorang hafidzoh, dewan hakim MTQ, serta salah satu dosen Institut Ilmu Al-Qur’an Jakarta. Pada kesempatan tersebut Muthmainnah menyampaikan materi makhorijul huruf dengan menggunakan metode maisura.

Ahmad jauharudin di akhir acara juga menyampaikan bahwa kegiatan ini baru langkah awal, ke depan akan ada kegiatan-kegiatan yang akan dilaksanakan untuk terus menjaga kebenaran dalam membaca Al-Qur’an. “Semoga guru-guru yang hari ini mengikuti pelatihan dapat mengamalkan ilmu-ilmu yang didapat kepada murid-muridnya. Dan kebenaran membaca Al-Qur’an bisa terus terjaga,” tuturnya. (Ayi Abdul Kahar/Mahbib)



Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Aswaja, Olahraga SMA Negeri 1 Slawi

Minggu, 11 Februari 2018

PMII Kota Banjar: Kembali Menginduk ke NU Tak Relevan

Banjar, SMA Negeri 1 Slawi. Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kota Banjar, Jawa Barat, sepakat menolak ajakan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) untuk bergabung dalam satu organisasi. Berdasarkan hasil Munas-Konbes NU 2014, PBNU memberi tenggang waktu hingga Muktamar 2015 untuk kembali kepangkuannya.

PMII Kota Banjar: Kembali Menginduk ke NU Tak Relevan (Sumber Gambar : Nu Online)
PMII Kota Banjar: Kembali Menginduk ke NU Tak Relevan (Sumber Gambar : Nu Online)

PMII Kota Banjar: Kembali Menginduk ke NU Tak Relevan

Penolakan ini muncul dalam sebuah diskusi PC PMII Kota Banjar di kantor sekretariat setempat, di Jalan Cibeureum, Desa Mulyasari, Kecamatan Pataruman Kota Banjar, Senin (10/11).

Diskusi rutin tersebut memberi tanggapan terhadap imbauan Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj yang mengatakan, Independensi PMII terjadi saat NU aktif sebagai Partai Politik. Setelah NU bukan lagi partai politik seyogianya PMII kembali ke pangkuan NU.

SMA Negeri 1 Slawi

"Nampaknya kurang relevan PMII meniru IMM (Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah) yang menjadi onderbouw ormas Muhammadiyah jika dalil yang dipakai adalah NU saat ini sudah tidak lagi menjadi partai politik,” kata Ketua PC PMII Kota Banjar Muhafid.

SMA Negeri 1 Slawi

Menurutnya, di berbagai kampus yang berlatarbelakang Muhammadiyah justru yang relatif dominan bukan IMM, melainkan KAMMI (Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia), HMI (Himpunan Mahasiswa Islam), atau PMII.

“Apakah kegagalan model ini yang perlu ditiru? Kiranya, perlu kembali diingat bahwa secara historis PMII lahir ketika NU menjadi partai politik dan bukan pada saat menjadi ormas," imbuh Muhafid.

PMII Kota Banjar menilai, PMII lebih tepat tetap independen, sementara NU fokus terhadap kondisi umat Islam yang semakin tergerus oleh Wahabi dengan mengoptimalkan badan otonom, lajnah, dan lembaga NU. (Wahidan-Ahmad M/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Internasional, Halaqoh, Aswaja SMA Negeri 1 Slawi

Kamis, 08 Februari 2018

Bondan Gunawan Dorong PMII Kembali ke NU

Jakarta, SMA Negeri 1 Slawi. Aktivis senior yang juga mantan Menteri Sekretaris Negara era Presiden KH Abdurrahman Wahid, Bondan Gunawan memberikan motivasi kepada Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) untuk menyatu kembali dalam satu organisasi Nahdlatul Ulama.

Hal itu ia sampaikan saat menyampaikan orasi di hadapan para kader PMII dalam acara peringatan hari pahlawan yang digelar Pengurus Cabang PMII Jakarta Pusat di Tugu Proklamasi, Jakarta, Rabu (12/11) malam. Ia mendorong PMII Jakpus mendukung hasil Musyawarah Nasional Alim Ulama dan Konferensi Besar NU 2014.

Bondan Gunawan Dorong PMII Kembali ke NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Bondan Gunawan Dorong PMII Kembali ke NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Bondan Gunawan Dorong PMII Kembali ke NU

”Sudah saatnya PMII sebagai organisasi kemahasiswaan kembali kepangkuan NU, karena apapun keputusan yang dihasilkan oleh tokoh-tokoh NU merupakan suatu bentuk perhatian orang tua terhadap anaknya. Sebab tidak bisa dipungkiri PMII lahir dari rahim NU,” tandasnya.

SMA Negeri 1 Slawi

Turut hadir pada acara tersebut Ketua Umum PMII DKI Jakarta, PMII Jakarta Timur, PMII Jakarta Utara, dan PMII Jakarta Selatan, serta beberapa perwakilan dari Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Jakarta Pusat yang secara bergantian menyampaikan orasi kebangsaan.

Peringatan hari pahlawan berlangsung khidmat, diawali dengan musikalisasi puisi, dan doa bersama. dan orasi kebangsaan.? Selain Bondan Gunawan, hadir pula menyampaikan orasi anggota Majelis Pembina Nasional PB PMII, Amsar A. Dulmanan.

SMA Negeri 1 Slawi

Dalam kesempatan itu, Amsar mengajak seluruh kader PMII untuk memaknai kembali peringatan hari pahlawan ini. Bukan sekadar mengingat dan mengenang, tetapi menjiwai setiap perjuangan yang telah memakan ribuan jiwa yang rela mengorbankan tumpah darah mereka demi bangsa Indonesia.

”Hidup harus belajar dari masa lalu, dengannya kita akan memahami masa kini untuk membaca masa depan. Menghargai para pahlawan berarti menggali pondasi-pondasi nation building. Jadi, hiduplah untuk masa depan, dengan memahami masa kini, dan menghargai masa lalu,” tegasnya.

Ketua Pimpinan Cabang PMII Jakarta Pusat Daud Gerung mengatakan, kegiatan ini bertujuan untuk membangkitkan semangat pergerakan kader-kader PMII dalam merefleksikan dan mengenang perjuangan para pahlawan yang telah gugur membela dan mempertahankan tanah air.

“Kader PMII sudah seharusnya mampu untuk mengaktualisasikan semangat juang para pahlawan nasional, terutama kiai NU dan laskar santri sehingga apa yang telah dilakukan oleh para pendahulu dengan mudah direalisasikan demi menegakkan keadilan dan kesejahteraan bagi seluruh bangsa Indonesia,” kata Daud. (Rico K. Sanjaya/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Jadwal Kajian, Aswaja, Tokoh SMA Negeri 1 Slawi

Kamis, 01 Februari 2018

Hukum Jabat Tangan Usai Shalat

Masyarakat Nusantara dikenal dengan kesantunan, kesopanan, dan kelembutannya. Mereka identik dengan masyarakat yang pandai bersosial dan bukan tipikal masyarakat individual. Kekompakan masyarakat Nusantara ini juga tercermin dalam tradisi agama yang mereka jalankan.

Terbukti hampir sebagian besar tradisi keagamaan mereka dilakukan secara kolektif (berjama’ah) dan memiliki fungsi sosial yang cukup kuat. Misalnya tradisi salaman setelah shalat.

Hukum Jabat Tangan Usai Shalat (Sumber Gambar : Nu Online)
Hukum Jabat Tangan Usai Shalat (Sumber Gambar : Nu Online)

Hukum Jabat Tangan Usai Shalat

Kebiasaan ini lumrah ditemukan di masyarakat. Usai shalat berjama’ah mereka saling sapa satu sama lainnya dengan jabat tangan. Ada juga yang berdzikir dan berdo’a terlebih dahulu, kemudian baru salaman. Hal ini menunjukkan betapa akurnya masyarakat Nusantara dan tradisi ini sekaligus dapat memupuk persaudaraan dan memperkuat keakraban.

Bagi sebagian orang, terutama mereka yang sudah lupa dengan tradisi Nusantara dan terlalu lama di negeri orang, tradisi salaman setelah shalat dianggap bid’ah dan tidak boleh dilakukan. Tapi menurut An-Nawawi, jabat tangan setelah shalat termasuk bid’ah yang diperbolehkan (bid’ah al-mubahah), bahkan disunahkan bila bertujuan untuk silaturahmi. Dalam kumpulan fatwanya, Fatawa Al-Imam An-Nawawi, ia mengatakan,

SMA Negeri 1 Slawi

SMA Negeri 1 Slawi

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? (?)

? ? ? ? ? ? ? ? ?-? ?- ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya, “Jabat tangan disunahkan ketika bertemu. Adapun kebiasaan masyarakat yang mengkhususkan salaman setelah dua shalat (subuh dan ashar) tergolong bid’ah yang diperbolehkan. Dikatakan bid’ah mubah jika orang yang bersalaman sudah bertemu sebelum shalat. Namun jika belum bertemu, maka berjabat tangan disunahkan karena termasuk bagian dari silaturahmi.”

Jadi, tradisi salaman yang sudah berlangsung lama di masyarakat Nusantara bukanlah bid’ah tercela, namun dapat digolongkan bid’ah hasanah. Bahkan menurut An-Nawawi, tradisi ini dapat dikatakan sebagai kesunahan terutama jika orang yang dijabat tangannya belum pernah bertemu sebelumnya. Wallahu a’lam. (Hengki Ferdiansyah)

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Syariah, Aswaja, Kajian SMA Negeri 1 Slawi

Jumat, 12 Januari 2018

Eks Bintang Timnas AS Berbagi Teknik Sepak Bola dengan Santri

Tangerang, SMA Negeri 1 Slawi 



Kedatangan Ethan Zohn, mantan bintang sepak bola Timnas Amerika, disambut hangat dan meriah oleh para santri di Pondok Pesantren Darul Muttaqin. Ethan yang sudah tiga kali menjadi survivor kanker ini memang aktif di dunia pendidikan dan anak-anak selepas dari karirnya di bola.

Co-founder Grassroots Soccer ini menyengajakan diri mengunjungi pesantren atas fasilitasi Kedubes Amerika setelah mendengar gaung Liga Santri Nusantara (LSN). Melalui yayasannya, Ethan Zohn mengkampanyekan pendidikan kepada anak-anak yang kurang beruntung. Kali ini kunjungannya ke pesantren juga dilatarbelakangi oleh informasi bahwa para santri hidup dalam kesederhanaan bahkan tidak sedikit yang kekurangan.

Eks Bintang Timnas AS Berbagi Teknik Sepak Bola dengan Santri (Sumber Gambar : Nu Online)
Eks Bintang Timnas AS Berbagi Teknik Sepak Bola dengan Santri (Sumber Gambar : Nu Online)

Eks Bintang Timnas AS Berbagi Teknik Sepak Bola dengan Santri

Bertempat di lapangan sepak bola Pondok Pesantren Darul Muttaqin di Jalan Raya Cadas-Kukun, Kampung Ilat, Desa Pangadegan, Pasar Kemis Tangerang, Ethan memberikan coaching clinic kepada dua kesebelasan dari Ponpes Darul Muttaqin Tangerang dan Ponpes Ar Roisiyah Tangerang Selatan. 

Didampingi asistennya, Bryan, mantan kapten kesebelasan Maccabee Amerika Serikat tersebut memberikan pelatihan teknik dasar bermain kepada dua tim kesebelasan yang pernah bertemu di final Liga Santri Nusantara (LSN) Region Banten tersebut. Kedua kesebelasan tersebut masing-masing adalah juara dan runner-up Liga Santri Region Banten tahun ini.

Kehadiran Ethan membuat atlet muda dari dua kesebelasan tersebut tampak antusias dan berlatih penuh semangat. Tanpa malu-malu, para santri belia tersebut berinteraksi dengan Ethan. 

SMA Negeri 1 Slawi

Tidak hanya memberikan materi teknik sepak bola, Ethan juga memberikan motivasi kepada para santri. Ethan mengisahkan lika-liku kehidupannya hingga akhirnya bisa merumput di dunia sepak bola Amerika Serikat sebagai pemain professional bahkan bintang. Ia juga menceritakan pengalamannya bertahan dari serangan kanker dan bersyukur bisa selamat hingga kini.

"Sepak bola itu kadang penuh misteri. Kadang Anda tidak tahu akan seperti apa Anda ke depannya. Tetapi bermimpilah dan wujudkan mimpi itu. Awal karir saya di sepak bola adalah kiper cadangan. Ini membuat saya merasa tak berkecil hati karena tidak selalu dimainkan. Hingga suatu ketika saya mendapatkan titik balik dan tumbuh seperti ini," kata Ethan memotivasi.

Lebih lanjut Ethan menambahkan pentingnya kedisiplinan dalam membentuk karakter pesepak bola yang kuat. "Sepak bola itu bukan sekedar olahraga, tapi juga melatih kemampuan kepemimpinan, persahabatan, disiplin dan tanggung jawab. Sepak bola adalah kerjasama dan adaptasi, kita harus membuang egoisme dan rasa ingin tampil mencolok," imbuhnya. 

SMA Negeri 1 Slawi

"Berlatih sepak bola tidak harus menjadi pemain profesional, namun justru melalui sepak bola anak muda terlatih mentalnya, sehingga kelak profesi apapun yang dijalani, mereka menjadi orang-orang terbaik," tambah Ethan seraya memotivasi santri. 

Coaching clinic lalu dilanjutkan dengan pertandingan ekhibisi. Dalam pertandingan ini para pemain Liga Santri Nusantara tersebut tampak bersemangat setelah mendapatkan suntikan motivasi dari Ethan Zohn yang merupakan kiper dan sekaligus kapten tersebut. (Ali/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Kajian Sunnah, Hikmah, Aswaja SMA Negeri 1 Slawi

Kamis, 11 Januari 2018

Pesantren Nurul Burhany Syaratkan Santri Hafal Surah Al-Kahfi

Demak, SMA Negeri 1 Slawi. Pesantren Putri Nurul Burhany Mranggen Demak mengadakan haflah Khotmil Qur’an, Sabtu (7/6). Sebagai syarat khusus mengikuti Khotmil Quran Juz ‘Amma bil hifdzi, para santri harus hafal surah Al-Kahfi terlebih dahulu.

“Untuk bisa menjadi peserta Khotmil Qur’an Juz ‘Amma bil hifdzi, santri diwajibkan hafal surah Al-Kahfi. Sedangkan, untuk menjadi peserta Khotmil Qur’an bin nazhri 30 Juz, santri diwajibkan hafal surah Al-Kahfi, Yasin, Luqman, Ar-Rahman, Al-Waqi’ah dan Al-Mulk,” ujar pengasuh pesantren Putri Nurul Burhany KH Helmi Wafa Mahsuni.

Pesantren Nurul Burhany Syaratkan Santri Hafal Surah Al-Kahfi (Sumber Gambar : Nu Online)
Pesantren Nurul Burhany Syaratkan Santri Hafal Surah Al-Kahfi (Sumber Gambar : Nu Online)

Pesantren Nurul Burhany Syaratkan Santri Hafal Surah Al-Kahfi

Surah-surah pilihan itu merupakan surah Al-Qur’an yang sudah menjadi bacaan rutin mingguan. Sehingga, santri diwajibkan menghafalnya.

SMA Negeri 1 Slawi

Kiai Helmi berpesan kepada para santri untuk meningkatkan belajar mengajinya, “Santri yang sudah selesai Juz ‘Amma bil hifdzi, perlu meningkatkan prestasinya ke pengajian bin nazhri 30 Juz. Untuk yang sudah selesai bin nazhri 30 Juz ditingkatkan ke tahfidz 30 juz.”

SMA Negeri 1 Slawi

Selain peserta dan santri pesantren, haflah ini juga dihadiri oleh wali santri, para guru, dan masyarakat setempat. Haflah Khtomil Qur’an merupakan agenda tahunan di pesantren Nurul Burhany.  (Abdus Shomad/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Aswaja, Pertandingan, Sunnah SMA Negeri 1 Slawi

Selasa, 09 Januari 2018

PCINU Jerman Adakan Pengajian Lintas Agama di Leipzig

Liepzig, SMA Negeri 1 Slawi

Warga NU di Leipzig mendatangkan Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Ampel Surabaya, Prof. Dr. Abd A´la pada silaturahmi antar? Warga Indonesia di negara tersebut pada (14/10). Kegiatan yang biasa cuma dihadiri WNI muslim itu, kali ini juga didatangi WNA non-muslim.

PCINU Jerman Adakan Pengajian Lintas Agama di Leipzig (Sumber Gambar : Nu Online)
PCINU Jerman Adakan Pengajian Lintas Agama di Leipzig (Sumber Gambar : Nu Online)

PCINU Jerman Adakan Pengajian Lintas Agama di Leipzig

Rektor UIN Surabaya menekankan pentingnya menjaga silaturahim antar umatmanusia. Islam mengajarkan tidak hanya menjalin hubungan horisontal antara Tuhan dengan makhluk (hablun min allah)), tapi juga mempererat hubungan vertikal antara sesama ciptaan-Nya (hablun min al-nas).

Lebih lanjut ungkap, Islam yang sebenarnya adalah agama yang mengayomi seluruh umat manusia. Agama yang rahmatan lil alamin, agama kasih sayang sekalian alam.

SMA Negeri 1 Slawi

WNA yang hadir sangat antusias dalam mengikuti acara itu. Mereka larut dalam diskusi yang diselenggarakan PCINU Jerman bersama PPI Leipzig. Vano Sondakh, Humas PPI Leipzig, mengatakan bahwa pengajian semacam itu sudah menjadi agenda rutin yang dilakukan setiap bulan.

SMA Negeri 1 Slawi

Menurut Suhendra, ilmuwan semikonduktor asal Padang yang telah 13 tahun berkarir di Jerman, mengungkapkan kegiatan semacam itu baginya menjadi penyejuk rohani di negara penganut rasionalisme bebas itu.

Selain itu, para WNI dan WNA juga dapat saling bertukar pengetahuan kebudayaan masing-masing. Alexis, misalnya, seorang arsitek asal Meksiko, mengungkapkan ia sangat menikmati nuansa keramahan dan keakraban yang ditunjukkan oleh orang Indonesia. Selain itu, ia sangat takjub dengan cita rasa masakan Indonesia yang pedas.

Pengajian semacam itu diharapkan bisa menjadi perekat hubungan antar umat beragama. Selain itu juga dapat menjadi ajang saling tukar informasi kebudayaan antar bangsa.

Kebebasan Beragama di Jerman

Konstitusi Nasional Jerman tahun 1919 dan 1949 menjamin kebebasan individu dalam menganut kepercayaan dan agama masing-masing. Tidak boleh ada yang melarang atau bersikap deskriminatif? terhadap kepercayaan atau pandangan keagamaan seseorang.

Sensus yang dibuat pada tahun 2011 menyebutkan bahwa 66.8%? warga Jerman menganut agama Kristen. Islam menempati posisi kedua terbanyak dengan penganut sekitar 5% dari populasi penduduk Jerman.

Menurut data dari Euro Islam, 70% kaum muslim di Jerman berasal dari Turki. Selebihnya dari Bosnia Herzegovina (sekitar 167,081), Iran (81,495), Maroko (79,794), Afganistan (65,830), Lebanon (46,812), Pakistan (35,081), Syria (29,476), Tunisia (24,533), Aljazair (16,974), serta asal Indonesia (12,660). (Kamal Yusuf/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Pesantren, Aswaja SMA Negeri 1 Slawi

Rabu, 03 Januari 2018

Rajin Beternak, Guru Madin Ini Wujudkan Swasembada Daging

Di sela-sela kesibukannya mengajar ngaji di Madrasah Diniyah desa setempat, merawat kerbau-kerbau anggota kelompoknya adalah pilihan hidup yang dijalani Ustadz Abdul Haris Sholeh dengan sepenuh hati. Hingga ia pun tidak mengenal kata lelah agar kegiatan mengajarnya di Madrasah Diniyah dan mengurus kerbau-kerbaunya tetap berjalan seiring.

Di tengah menurunnya populasi Kerbau di Indonesia, Ustadz Haris dengan gigih merawat dan mengembangkan kerbau hingga 630 kerbau per Mei 2015. Dia bersama teman-temannya di Kelompok Tani Ternak (KTT) Kerbau Mahesa Mukti Desa Kebandungan, Kecamatan Bantarkawung, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah merasa terpanggil untuk membudidaya Kerbau Lumpur Brebes.?

Rajin Beternak, Guru Madin Ini Wujudkan Swasembada Daging (Sumber Gambar : Nu Online)
Rajin Beternak, Guru Madin Ini Wujudkan Swasembada Daging (Sumber Gambar : Nu Online)

Rajin Beternak, Guru Madin Ini Wujudkan Swasembada Daging

Dari kesibukannya di dunia peternakan ini, tidak jarang Ustadz Haris mengajak santri-santrinya untuk mengenal dunia peternakan. Dia berusaha memahamkan mereka bagaimana cara menyayangi sesama makhluk hidup. Karena baginya, mengenalkan karakter kasih sayang terhadap sesama makhluk Tuhan penting sebagai internalisasi nilai-nilai agama.

SMA Negeri 1 Slawi

Haris bercerita, pernah suatu ketika ia melakukan outdoor learning, semacam belajar di luar kelas. Para santri tentu sangat antusias ber-tadabbur alam melalui dunia peternakan, yakni dengan memahami kehidupan hewan. Haris pun tidak ingin terlalu mengekang para santri di dalam kelas atau ruangan belajar. Baginya, para santri bisa menemukan dan berpikir banyak hal ketika mereka dihadapkan pada kondisi yang nyata, tak terkecuali dalam belajar agama sekalipun.

SMA Negeri 1 Slawi

Berkah peternakan kerbau yang dimilikinya benar-benar ingin dia manfaatkan seoptimal mungkin bagi pembelajaran santri-santrinya agar pemahaman agama tidak hanya dalam bentuk teks, tetapi juga pemahaman secara kontekstual, secara nyata. Namun demikian, proses mengaji di dalam ruangan juga dilakukan dengan porsi maksimal sebelum para santri belajar di luar ruangan.

Komitmen pengabdian

Usaha menernak kerbau yang dijalaninya tak jarang menemui kendala. Namun demikian, Haris tidak mau mengalah dengan keadaan. Ia menjalani salah satu pekerjaannya dan pengabdiannya (khidmah-nya) itu dengan sepenuh hati sehingga setiap kendala yang muncul dapat dihadapinya dengan tidak mudah mengeluh.?

Kerap kali Haris merasa lelah setelah siangnya menemani kerbau-kerbau mencari makan maupun mandi di kali. Rasa lelah tersebut seketika hilang justru ketika sore harinya harus memenuhi kewajibannya sebagai guru ngaji. Baginya, bertemu dengan para muridnya di Madrasah Diniyah menjadi pengobat lelah setelah seharian bergelut dengan ternaknya.

Yang membanggakan dan membuat dirinya bersemangat dalam menjalani kesibukannya tersebut, usaha peternakan kerbau yang digelutinya mendapat apresiasi dari pemerintah Kabupaten Brebes. Ia dan kelompok ternaknya dinilai mampu mengembangkan peternakan kerbau di Brebes dengan baik dengan melakukan berbagai inovasi dalam mengelola peternakan. Haris pun tidak jarang membantu operasionalisasi Madrasah Diniyah dari hasil peternakannya tersebut.

Wujudkan swasembada daging

Atas ikhtiarnya tersebut, Haris diusulkan menjadi Pelestari Sumber Daya Genetik (SDG) Kerbau Lumpur tingkat Provinsi Jawa Tengah oleh Dinas Peternakan Kabupaten Brebes. “Menyayangi binatang, bagian dari ibadah,” katanya. Pria kelahiran Brebes, 12 Juni 1980 silam ini dipandang layak oleh Dinas Peternakan Kabupaten Brebes sebagai Pelestari SDG Kerbau Lumpur. Karena terbukti telah mendukung Program Swasembada Daging Sapi/Kerbau (PSDS/K) tahun 2015 dengan menjunjung kearifan lokal.

Kearifan lokal (local wisdom) yang ia junjung yaitu dengan konsisten dan komitmen dalam melestarikan dan mengembangkan warisan nenek moyang berupa peternakan kerbau tersebut. Baginya, warisan (heritage) ini perlu terus dikembangkan dengan baik sehingga masyarakat dan pemerintah pun memperoleh berkahnya dengan mewujudkan swasembada yang dijelaskan di atas.

Menurut Haris, ternak sebagai rojo koyo dan tabungan sejak Nenek Moyang harus dipadukan dengan pendekatan interdisciplinary approach atau pembangunan peternakan yang melibatkan banyak pihak. Di desanya, dia berkoordinasi dengan kelompok ternak lainnya melakukan kegiatan Pelestarian Kerbau Lumpur (Bubalus bubalis) yang populasinya mulai terancam punah.?

Guru Ngaji itu juga melihat, nasib ? para peternak kerbau mulai tergusur kemajuan teknologi pertanian. Untuk itu, dia menggarap 4 hektar usaha tani dengan membawahi 86 anggota dari 4 KTT Pembibit Kerbau se-Desa Kebandungan. Ketua Kelompok Peternak (Kapoknak) Desa Kebandungan itu mengubah pola kehidupan peternak yang lebih terarah sejak 2008.?

“Realita dilapangan, mayoritas kerbau hanya dimiliki oleh peternak kecil dengan sistem tradisional (subsistem) pada lahan marjinal, sempit dengan menggunakan tenaga kerja keluarga yang kurang terdidik,” ujar alumni MA Miftahul Huda Tasikmalaya, Jawa Barat itu.

Di sinilah ia tidak ingin pengalamannya ini hanya dinikmati oleh dirinya sendiri. Bahkan masyarakat dalam kelompoknya perlu bersama-sama dalam mengembangkan peternakan sehingga hasil maksimal pun dapat dinikmati oleh masyarakat yang lebih luas lagi.

Semangat ustadz beranak dua itu makin tumbuh ketika dirinya menceritakan, bahwa Bupati Brebes Hj Idza Priyanti menyempatkan diri untuk meninjau potensi peternakan di daerahnya. Saat itu, kata Haris, tengah digelar Panen Gudel dan Pedet pada 4 November 2013 silam oleh Dinas Peternakan Kabupaten Brebes.?

Panen Gudel dan Pedet, tergolong sukses untuk ukuran Kebandungan, desa terpencil dengan kondisi infrastruktur yang kurang memadai di Kecamatan Bantarkawung. Kesuksesannya dibuktikan dengan kehadiran Bupati beserta jajarannya, Ketua DPRD Brebes, Kepala BPPTP Jawa Tengah, Kepala Dinas Peternakan Provinsi Jawa Tengah, Peneliti Senior Balitnak, Perguruan Tinggi dan Kelompok Tani Ternak se-Brebes.

Berawal dari acara tersebut, potensi ternak Desa Kebandungan seolah tiada henti dijadikan lokasi kegiatan penelitian seperti dari Lolit Grati Pasuruan, BET Cipelang, Mahasiswa PKL dan BPTP. Bahkan pakar Kerbau sekaligus Guru Besar Fakultas Peternakan UGM Prof Tridjoko Wisnu Murti serta Perwakilan Direktorat Bibit Pusat beberapa kali menyambangi kelompok Kerbau binaan Ustadz Haris.

Kegiatan produktif di tempatnya oleh, baik oleh para praktisi maupun oleh para akademisi menjadi keuntungan tersendiri bagi Haris dan kelompok tani ternaknya. Karena hal tersebut tentunya dapat menciptakan inovasi-inovasi baru dalam mengembangkan dunia peternakan.

Advokasi warga

Merubah pola pikir peternak Kerbau yang mayoritas hanya lulusan SD bahkan masih banyak yang belum melek huruf tidaklah semudah membalikan tangan. Karena mereka harus bisa mencatat atau mengingat perkawinan, menimbang dan mengukur kerbaunya agar menerapkan pola pembibitan (Good Breeding Practices). Namun berkat kesabaran dan keuletan Ustadz Haris, para peternak Kerbau Desa Kebandungan memiliki recording ternak kerbau yang dilaporkan tiap bulan ke Dinas Peternakan Brebes selaku pembina. Kegiatan seperti ini merupakan terobosan tak ternilai sebagai upaya pelestarian kerbau yang sudah sangat ? mendesak.?

Atas pengabdiannya ini, Haris bercerita, saat Kepala Dinas Peternakan Kabupaten Brebes Ir Yulia Hendrawati MSi berkunjung ke kediamannya. Yulian mengaku bangga dengan aktivitas yang dilakukan Haris. Kegiatan produktif yang dilakukan oleh Haris sebagai guru ngaji, menurut Dinas Peternakan Kabupaten sejalan dengan tujuan pihaknya yang tengah melakukan Program Pembibitan yang berkelanjutan agar populasi kerbau dan mutu genetik dapat lebih ditingkatkan.?

Melalui pendekatan Subdistrict raising model, dimana Ustadz Haris selaku Ketua Kelompok bersama pengurus KTT merangsang para pemilik ? ternak untuk bersatu dalam kelompok. Kegiatan mereka terkumpul secara kandang dan manajemen, dalam artian reproduksi, pakan, kesehatan, pengolahan dan pemasaran bersatu pada level desa. “Saya dinilai oleh Dinas Peternakan Kabupaten Brebes telah sukses menerapkan program Sanak Sekadang (Sehat Ternak Sehat Kandang),” tutur Haris.

Dia menyampaikan, bahwa Yulia memuji upayanya yang telah menggalakkan pengembangan usaha pembibitan Kerbau. Ustadz Haris telah melakukan ? pengembangan tiga pilar peternakan, yakni pertama, pengembangan potensi ternak dan bibit ternak (recording yang valid dan berkelanjutan). Kedua, pengembangan hijauan pakan ternak (HPT) di tanah tidur atau tanah bengkok, dan ketiga pengembangan teknologi budidaya dan pembibitan ternak ber-Surat Keterangan Layak Bibit (SKLB).

Haris juga menyampaikan penuturan Yulia, bahwa keberhasilan dirinya meskipun belum secepat yang dibayangkan, namun dengan memulai para peternak mencatat perkembangan ternak kerbau dan pola perkawinan terseleksi serta tidak mudah menjual ternak, adalah langkah awal yang brilian.?

Keberhasilan Haris di tengah kesibukannya mengajar ngaji anak-anak di Madrasah Diniyah, sangat perlu mendapat apresiasi dalam menerapkan pola budidaya tradisional menjadi peternak pembibit yang diikuti seluruh peternak kerbau di desanya.?

Hal ini menjadi acuan pelestarian dan pengembangan ternak kerbau lumpur yang mulai terpinggirkan oleh modernisasi teknologi pertanian secara umum. Dari karya besar Ustadz Haris sudah mewujudkan spirit ‘Kerbau Lumpur Brebes dari Desa Kebandungan-Bantarkawung untuk Indonesia’.

Dari prestasinya dalam menernak kerbau tersebut, tidak menyurutkan langkah Ustadz Haris untuk tetap membimbing anak-anak di Madrasah Diniyah. Baginya, membimbing dan mendorong anak-anak di desanya untuk mengaji sangat penting untuk mewujudkan generasi bangsa yang berkarakter. Dari kegiatan menernak kerbau inilah Ustadz Haris berupaya mengajarkan arti kerja keras kepada santri-santrinya. Kerja keras dalam mengabdikan diri untuk kepentingan masyarakat dan agama.?

Keberhasilan Ustadz Haris dalam menjalani semua pengabdiannya itulah yang membuat masyarakat sepenuh hati mempercayainya sebagai ‘komandan’ masyarakat di dalam kelompok tani ternak. Karena tidak mudah mengembangkan peternakan secara bersama-sama dalam sebuah wadah kelompok tani ternak jika tidak mendapat kepercayaan dari masyarakat. Warga juga makin percaya kepada Ustadz Haris karena pengadian sepenuh hati yang dilakukannya dalam mendidik anak-anak warga desa di Madrasah Diniyahnya. (Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Syariah, Doa, Aswaja SMA Negeri 1 Slawi

Minggu, 31 Desember 2017

Sarbumusi Sayangkan Banyak Pengusaha Tak Paham UU Ketenagakerjaan

Jakarta, SMA Negeri 1 Slawi



Sekretaris Jenderal Sarikat Buruh Muslimin Indonesia (Sarbumusi) Eko Darwanto menyayangkan banyaknya pengusaha yang mencurigai para buruh ketika membentuk serikat buruh sebagai wadah penyaluran aspirasi.

Sarbumusi Sayangkan Banyak Pengusaha Tak Paham UU Ketenagakerjaan (Sumber Gambar : Nu Online)
Sarbumusi Sayangkan Banyak Pengusaha Tak Paham UU Ketenagakerjaan (Sumber Gambar : Nu Online)

Sarbumusi Sayangkan Banyak Pengusaha Tak Paham UU Ketenagakerjaan

“Kita bikin serikat buruh dianggap melawan,” kata Eko Darwanto pada acara Kopi Darat Ikatan Keluarga Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (IKA PMII) di lantai 5, Gedung PBNU, Jakarta Pusat, Selasa (2/5).

Menurut Eko, hal itu karena banyak pengusaha yang tidak paham mengenai Undang-Undang ketenagakerjaan, dan hubungan industri.

Padahal, katanya, seorang pengusaha harus mengizinkan serikat buruh di dalam. “Kalau tidak diizinkan, terkena pidana itu,” katanya

SMA Negeri 1 Slawi

Oleh karenanya, Eko mengingatkan tugas serikat buruh untuk mendorong supaya teman-teman buruh menyadari haknya. Selain itu, ia juga mengingatkan pengusaha dan pemerintah supaya perusahaan ini diberikan pemahaman yang jelas soal hubungan industrial yang baik.

Pada acara yang bertema “NU, Negara & Pemberdayaan Pekerja/Buruh Indonesia” ini, Eko juga menjelaskan tentang berbagai kewajiban pengusaha yang harus diberikan kepada para buruh.

“Pengusaha harus memenuhi kewajibannya sebagai pengusaha; membayarkan gaji, menyiapkan pesangon, THR, jaminan sosial, banyak,” katanya

Selain Eko Darwanto, hadir juga sebagai pembicara Suharyono (ILO Indonesia), dan Muchtar Said (Dosen UNU Indonesia). (Husni Sahal/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi

SMA Negeri 1 Slawi Aswaja, AlaSantri, Kyai SMA Negeri 1 Slawi

Kamis, 14 Desember 2017

Mempertanyakan Media "Islam" yang Menyebarkan Marah

Oleh Gatot Arifianto

Islam berasal dari kata as-silmu (damai), aslama (menyerahkan diri/pasrah), istalama mustaslima (penyerahan total kepada Allah), saliimun salim (bersih dan suci), dan salamun (selamat). Agama yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW ini terbukti mampu membawa masyarakat kegelapan menuju dunia baru, yang terang serta melampaui zaman.

Mempertanyakan Media Islam yang Menyebarkan Marah (Sumber Gambar : Nu Online)
Mempertanyakan Media Islam yang Menyebarkan Marah (Sumber Gambar : Nu Online)

Mempertanyakan Media "Islam" yang Menyebarkan Marah

Apakah yang tidak tepat dalam Al-Quran sebagai kitab suci, petunjuk, tuntunan? Alam semesta telah dibahas dalam QS Al-Anbiya ayat 30. Bahkan dermatoglyphics alias studi ilmiah sidik jari yang ngetren beberapa tahun ini dengan tegas telah dinyatakan dalam QS Al-Qiyaamah ayat 3-4. Termasuk bagaimana ketentuan lisan hingga berita yang baik telah ditegaskan dalam QS Al-Hujurat ayat 6.

Sudahkah ayat tersebut dipahami? Pertanyaan ini layak disodorkan ketika sejumlah media yang mengaku Islam justru tidak menunjukkan bagaimana Islam dengan membuat dan menyebarkan berita-berita bombastis, propaganda, benci, dan acapkali tanpa verifikasi.

SMA Negeri 1 Slawi

Pasca-Aksi Bela Islam Jilid II di Jakarta, Jumat 4 November 2016, sejumlah media massa nasional menulis berita di mana M Arifin Ilham tertembak. Lalu sejumlah media yang mengaku bernafaskan Islam memuat berita berjudul Astaghfirullah, Ustadz Arifin Ilham Dikabarkan Tertembak, Begini Keadaannya Sekarang. Berita propaganda dan dusta lain berjudul Darah telah Tertumpah, Ust. Arifin Ilham Tertembak.

Di negeri dengan pemahaman teks yang tidak terlampau bagus, hal tersebut akhirnya menjadi konsumsi publik, viral yang fatal. Bahkan serombongan peserta aksi dari Lampung yang pagi ini, Sabtu (5/11) sampai di museum Lampung setelah kemarin turut membela Al-Quran di Jakarta, dengan tanpa dosa mengabarkan M Arifin Ilham tertembak kepada masyarakat. Padahal?

SMA Negeri 1 Slawi

Pengasuh Majelis Az-Zikra itu membantah kabar dirinya tertembak. Menurut dia, gambar dirinya yang beredar itu tersingkap baju bukan terkena peluru. Berbanding terbalik dengan pernyataan media yang mengaku bernafas Islam dan para rombongan peserta aksi dari Lampung.

Karena itu, selain pertanyaan sejauhmana pemahaman terhadap QS Al-Hujurat ayat 6, pertanyaan lain harus disodorkan ialah pemahaman terhadap QS An-Nur ayat 15: "(Ingatlah) di waktu kamu menerima berita bohong itu dari mulut ke mulut dan kamu katakan dengan mulutmu apa yang tidak kamu ketahui sedikit juga dan kamu menganggapnya suatu yang ringan saja. Padahal dia pada sisi Allah adalah besar."

"Dengan menyebar berita bohong, itu sama saja menuntut penistaan Al-Quran dengan menistakan Al-Quran," ujar aktivis Keluarga Mahasiwa Nahdlatul Ulama (KMNU) Universitas Lampung M Nurhidayat Rosihun setelah merampungkan satu surat pendek pada kegiatan semaan Al-Quran rutin di Sekretariat Himpunan Pengusaha Santri (HIPSI) Lampung.

Jika pengertian Islam menurut Al-Quran mengandung pesan, agar pemeluknya cinta damai, pasrah kepada ketentuan Allah SWT, bersih dan suci dari perbuatan nista, serta dijamin selamat dunia-akhirat jika melaksanakan risalah Islam. Kenapa perilaku tidak terpuji yang bertentangan dengan Islam masih juga ada?

Media massa yang mengaku bernafas Islam justru banyak menyebarkan amarah, provokasi, termasuk kita yang seringkali share dan forward informasi sampah melalui media sosial. Semua itu malah mengesankan Islam yang datang ke Indonesia dengan damai, merangkul bukan memukul, dan bukan sehari dua hari, adalah agama yang dianut mendadak karena tidak dipahami penganutnya sendiri.

Pepatah menyatakan, kebohongan satu akan ditutupi dengan kebohongan lain. Dalam sejumlah media online yang mengaku bernafas Islam tapi tidak sejalan dengan semangat Islam, hal tersebut seolah menjadi tuntunan. Produksi berita propaganda yang merekayasa fakta demi tujuan manipulasi hingga fitnah seolah tiada henti mereka unggah untuk disebarluaskan. Kenapa memilih gagal ketimbang gemilang memahami Islam dan Al-Quran?

Hanya keledai yang jatuh ke lubang yang sama dua kali, kata pepatah lain. Umat Islam bisa memosisikan diri dengan cerdas. Share dan forward berita tidak mashlahat dengan trengginas atau menimbang manfaatnya terlebih dahulu.

Umat Islam yang baik, ujar Habib Ali Zaenal Abidin Al-Hamid,? adalah yang meninggalkan yang tidak ada manfaatnya. Jaga tangan dan jari ketika menulis di Facebook dan media sosial lainnya. Fitnah seseorang bisa datang dari ujung jari. Jika dulunya fitnah menyebar dari lisan, kini fitnah lebih cepat menyebar dari media sosial.

An-Nuur ayat 11 juga telah menegaskan, "Sesungguhnya orang-orang yang membawa berita bohong itu adalah dari golongan kamu juga. Janganlah kamu kira bahwa berita bohong itu buruk bagi kamu bahkan ia adalah baik bagi kamu. Tiap-tiap seseorang dari mereka mendapat balasan dari dosa yang dikerjakannya. Siapa di antara mereka yang mengambil bahagian yang terbesar dalam penyiaran berita bohong itu baginya azab yang besar."

Perlukah mengatasnamakan Islam jika hanya untuk mengobarkan dusta hingga amarah? Perlukah meneriakkan Islam jika tak memahami Islam? Tidakkah Islam sudah meriah dan memiliki muruah dengan segala ajarannya yang lempang? Bagaimana tidak menyimpang itulah esensi tugas kita sebagai penganutnya.

*) Penulis adalah Founder Hijamah Sambil Beramal (Halal). Ia bergiat di GP Ansor, Gusdurian, Aliansi Jurnalis Independen (AJI), The Society of Indonesian Environmental Journalists (SIEJ), Jaringan Islam Anti Diskriminasi dan program filantropi edukasi Bimbingan Belajar Pasca Ujian Nasional (BPUN).

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Humor Islam, Aswaja SMA Negeri 1 Slawi

Sabtu, 09 Desember 2017

Bupati: Ajak Generasi Muda Masuk IPNU-IPPNU

Jepara, SMA Negeri 1 Slawi. Bupati Jepara H Ahmad Marzuqi merasa prihatin dengan kondisi generasi muda saat ini. Banyak yang terjerat pada perilaku yang negatif semisal perkelahian, narkoba, free sex dan masih banyak lagi. Karenanya, ia mengajak para generasi muda mau berkecimpung dalam IPNU-IPPNU. 

Bupati: Ajak Generasi Muda Masuk IPNU-IPPNU (Sumber Gambar : Nu Online)
Bupati: Ajak Generasi Muda Masuk IPNU-IPPNU (Sumber Gambar : Nu Online)

Bupati: Ajak Generasi Muda Masuk IPNU-IPPNU

“Saya merasa bangga karena anda termasuk generasi muda yang memiliki akhlak yang mulia serta tawaduk. Karenanya, ajaklah generasi muda yang lain untuk bergabung dengan IPNU-IPPNU,” ungkapnya dalam Buka Bersama PC IPNU-IPPNU Jepara di Pringgitan Kabupaten, Rabu (8/8). 

Kenakalan remaja juga menjadi tanggung jawab generasi muda. Marzuqi berpesan agar IPNU-IPPNU makin meningkatkan kegiatan-kegiatan positif sebagai contoh bagi mereka. “Ikut sertanya anda dalam IPNU-IPPNU adalah atas pilihan Allah SWT,” paparnya. 

SMA Negeri 1 Slawi

Ia berpesan agar organisasi yang telah diikuti dijalankan dengan penuh tanggung jawab. Yakni menjalankan tugas dan tanggung jawab sesuai job masing-masing. 

Chusni Maulana, ketua PC IPNU kabupaten Jepara mengatakan kegiatan merupakan wujud silaturahim pengurus, anggota dan kader dengan Pemerintah Kabupaten dan instansi yang terkait. “Alhamdulillah, sejak dilantiknya Bupati, kami baru bertemu dengan Bapak pada kesempatan ini. Harapan kami silaturahim ini tetap kita jaga hingga masa-masa yang akan datang,” harapnya. 

SMA Negeri 1 Slawi

Pasar Murah

Pihaknya di hari yang sama juga mengikuti kegiatan Pasar Murah yang diselenggarakan Pemkab di depan Stadion Gelora Bumi Kartini (GBK). Barang yang dijual adalah sembako bersubsidi dari Pemkab semisal gula, beras, minyak goreng, mie instan dan tepung terigu. Selain itu juga menjual minuman bersoda. 

Fathur  Rohman, salah satu panitia yang mengurusi stand IPNU-IPPNU menyatakan antusias masyarakat luar biasa. “Sembako yang dijual pada masyarakat disubsidi Rp.2000 dari harga di pasaran sehingga menyedot pengunjung. Sekitar jam 11.00 sembako habis diserbu pembeli,” jelasnya. 

Redaktur    : A. Khoirul Anam

Kontributor: Syaiful Mustaqim

   

 

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Aswaja SMA Negeri 1 Slawi

Menaker Ajak Mahasiswa Menangkan Persaingan Era Digital

Jakarta, SMA Negeri 1 Slawi

Menteri Ketenagakerjaan M Hanif Dhakiri mengatakan, era teknologi digital, berdampak pada tantangan persaingan dunia kerja yang terus berubah. “Teknologi dan informasi menjadikan karakter pekerjaan terus berubah. Mahasiswa harus siap dengan persaingan yang terus berubah,” kata Menaker dalam seminar  Mengamati Peluang Sektor Ketenagakerjaan dan Ekonomi Kreatif Guna Melahirkan Mahasiswa yang Siap Bersaing di Universitas Nasional Jakarta, Selasa (26/9).

Dulu, teknologi hanya mengenal telepon kabel, lalu muncullah telepon genggam. Setelah telepon genggam, muncul telepon pintar. Setelah era internet, berkembang menjadi mobile internet. Saat ini tak hanya teknologi robotic, tapi berkembang dengan teknologi artificial intelligence.

Menaker Ajak Mahasiswa Menangkan Persaingan Era Digital (Sumber Gambar : Nu Online)
Menaker Ajak Mahasiswa Menangkan Persaingan Era Digital (Sumber Gambar : Nu Online)

Menaker Ajak Mahasiswa Menangkan Persaingan Era Digital

Teknologi digital juga mendukung pertumbuhan ekonomi kreatif yang sangat menjanjikan. Kunci keberhasilan dalam persaingan industri digital dan industri kreatif, lanjut Menaker, adalah mengolaborasikan ide, sumber daya manusia dan teknologi. “Kombinasi inilah yang menciptakan produktivitas yang luar biasa besar,” tegasnya.

Menaker memberikan resep agar mahasiswa mampu memenangkan persaingan, yaitu harus menguasai kompetensi tertentu di atas standar. Jika di bawah standard, pasti kalah dalam persaingan. Jika sesuai standard, peluang kalah dan menang sama.  Tapi kalau di atas standard, sudah pasti menang.

Agar menguasai kompetensi di atas standard, menteri yang akap disapa MHD ini mengajak mahasiswa untuk bekerja keras dalam belajar.  Menteri Hanif lalu menyitir nasehat ilmuwan Albert Einstein yang mengatakan, “Jika Anda ingin hasil lebih, maka caranya harus berbeda. Adalah orang gila yang ingin hasil lebih tapi menggunakan cara biasa saja”.

SMA Negeri 1 Slawi

Menaker mengilustrasikan, jika pesaing bangun tidur jam empat pagi  untuk memulai aktifitas, maka  kita harus bangun jam tiga pagi. Jika pesaing menghabiskan waktu belajar empat jam sehari, maka kita harus belajar lima jam dalam sehari.

SMA Negeri 1 Slawi

Selain mengajak bekerja keras, pada ujung ceramahnya, Menaker juga mengajak para mahasiswa untuk senantiasa optimis menatap masa depan. (Red. Kendi Setiawan)

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Aswaja SMA Negeri 1 Slawi

Kamis, 07 Desember 2017

Fatayat dan Mendes Dorong Perempuan Bangun Desa

Cirebon, SMA Negeri 1 Slawi. Pimpinan Cabang (PC) Fatayat NU Kabupaten Cirebon menggelar Harlah ke-55 serta mengukuhkan Pimpinan Anak Cabang (PAC) tingkat Kecamatan se-Kabupoaten Cirebon pada Ahad, (26/4) di Halaman NU Center Sumber, Cirebon.?

Fatayat dan Mendes Dorong Perempuan Bangun Desa (Sumber Gambar : Nu Online)
Fatayat dan Mendes Dorong Perempuan Bangun Desa (Sumber Gambar : Nu Online)

Fatayat dan Mendes Dorong Perempuan Bangun Desa

Acara tersebut sangat meriah dihadiri Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi, H Marwan Jafar, Bupati Cirebon, H Sunjaya Purwadisastra, Ketua Umum PP Fatayat NU, Hj Ida Fauziah, dan Rois Syuriah PCNU Kabupaten Cirebon, KH, Usamah Manshur, serta para tokoh NU Cirebon.

Pada kesempatan tersebut, Marwan Jafar menjelaskan, sebagai Banom NU, Fatayat bisa memanfaatkan forum pengajian ibu-ibu yang selama ini sudah berjalan secara rutin untuk melakukan pemberdayaan membangun desa.?

SMA Negeri 1 Slawi

"Perkumpulan ibu-ibu Fatayat yang sudah berjalan rutin, bisa dimanfaatkan untuk menyosialisasikan berbagai program dan mengambil peran dalam pembangunan desa," katanya.

SMA Negeri 1 Slawi

Dalam kesempatan tersebut, Marwan juga melakukan penandatanganan MoU dengan Fatayat NU untuk mengukuhkan peran perempuan dalam pembangunan desa.?

“Kementerian Desa ingin melakukan sinergi dengan kelompok perempuan dalam hal pembangunan dan pemberdayaan perempuan masyarakat desa, pembangunan kawasan ekonomi perempuan pedesaan, pemberdayaan dan pembangunan pendidikan dan kesehatan perempuan di daerah transmigrasi dan daerah tertinggal,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua PP Fatayat NU, Hj Ida Fauziah mengatakan, Fatayat NU dengan usia 65 tahun harus memberikan pendampingan terhadap masyarakat agar terlepas dari jerat kemiskinan dan kebodohan.

“Semoga dengan dilantiknya PAC Fatayat NU se-Kabupaten Cirebon bisa memberikan manfaat bagi masyarakat khususnya bagi pemberdayaan perempuan di desa-desa,” pungkas Ida. (Ayub Ansori/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Aswaja, Khutbah SMA Negeri 1 Slawi

Senin, 27 November 2017

Pancasila-NKRI Terancam, PWNU Kumpulkan PC dan PR se-Jatim

Surabaya, SMA Negeri 1 Slawi. Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur (Jatim) Ali Maschan Moesa mengatakan, saat ini, gerakan untuk mengganti Pancasila sebagai dasar negara dan ancaman keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) semakin menguat. Karena itu, pihaknya akan mengumpulkan para Pengurus Cabang (PC) dan Pengurus Ranting (PR) NU se-Jatim.

“Dalam hal ini, NU jelas akan mempertahankan NKRI, karena bagi NU, NKRI merupakan bentuk final. Tidak ada tawar-menawar lagi,” tegas Ali, begitu panggilan akrab Pengasuh Pondok Pesantren Luhur Al-Husna, Surabaya, itu kepada SMA Negeri 1 Slawi di Surabaya, Kamis (31/5) kemarin.

Pancasila-NKRI Terancam, PWNU Kumpulkan PC dan PR se-Jatim (Sumber Gambar : Nu Online)
Pancasila-NKRI Terancam, PWNU Kumpulkan PC dan PR se-Jatim (Sumber Gambar : Nu Online)

Pancasila-NKRI Terancam, PWNU Kumpulkan PC dan PR se-Jatim

Selain itu, menurut Ali, agenda besar yang juga akan dibicarakan pada acara tersebut ialah tentang penguatan paham Ahlussunnah Wal Jamaah (Aswaja), sebagaimana dianut NU. Sebab, seperti diketahui, saat ini wacana Aswaja sudah banyak diperebutkan kelompok Islam lainnya, “Meski perilaku mereka tidak sesuai dengan ajaran Salafus Shalih, mereka juga tidak segan mengaku sebagai Aswaja,” tandasnya.

Dosen Institut Agama Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya itu menambahkan, pertemuan itu juga untuk membangun kembali NU, baik dari sisi jamaah maupun jamiyah (organisasi). Kedua unsur itu merupakan kesatuan yang sangat penting dalam tubuh NU. “Seperti sayap kanan dan kiri pesawat, keduanya penting, saling mendukung, dan menjadi penyeimbang lajunya pesawat,” tuturnya.

Dalam hal penguatan keorganisasian, pihaknya berupaya menertibkan administrasi. Seluruh PC dan PR yang tidak aktif, nantinya diminta untuk segera melakukan reformasi kepengurusan sekaligus ditetapkan dalam Surat Keputusan (SK) PC. Begitu juga bagi PR yang aktif namun belum memiliki SK, diminta juga melakukan hal yang sama.

SMA Negeri 1 Slawi

“Dan setiap Pengurus Ranting nantinya diminta untuk mendaftar seluruh anggotanya dengan tertib, lengkap dengan nomor induknya,” ujar Ali.

Pertemuan besar yang bakal digelar sepanjang bulan Juni dan Juli itu akan melibatkan 9.552 PR, 676 Majelis Wakil Cabang (MWC) dan 44 PC se-Jatim. Masing-masing PR diminta mengirimkan dua orang, terdiri dari ketua dan rais syuriah.

Pertemuan dilakukan dengan model pengelompokan. Dibagi menjadi sembilan kali pertemuan. Masing-masing bagian terdiri dari 4 hingga 6 PC terdekat. Pertemuan pertama dilakukan di Pendopo Kabupaten Probolinggo pada 2 Juni. Pertemuan di kota mangga itu diperuntukkan bagi PCNU Kabupaten dan Kota Probolinggo, Kraksaan, Lumajang dan Bangil.

SMA Negeri 1 Slawi

Sedangkan, pertemuan kedua bertempat di Ponpes Al-Hikam, Malang, pada 3 Juni. Pertemuan itu diikuti PCNU Kabupaten dan Kota Malang, Kabupaten dan Kota Pasuruan dan Kota Batu. Terakhir, dijadwalkan pada 29 Juli di Ponpes Darul Falah Bondowoso untuk PCNU Bondowoso, Jember, Kencong, Banyuwangi dan Situbondo. (sbh)

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Pesantren, Fragmen, Aswaja SMA Negeri 1 Slawi

Jumat, 24 November 2017

Menilik Konsep Puasa Dalam Agama-Agama

Cirebon, SMA Negeri 1 Slawi. Dalam surat Al-Baqarah ayat 183 disebutkan bahwa kewajiban berpuasa sebenarnya telah diterapkan dalam agama-agama sebelum Islam, dan tujuannya tak lain ialah agar setiap manusia yang melakukan puasa tersebut mampu meningkatkan nilai ketakwaan.?

Menilik Konsep Puasa Dalam Agama-Agama (Sumber Gambar : Nu Online)
Menilik Konsep Puasa Dalam Agama-Agama (Sumber Gambar : Nu Online)

Menilik Konsep Puasa Dalam Agama-Agama

Demikian disampaikan oleh KH Chozin Nasuha, salah satu pengasuh Pesantren Darut-Tauhid Arjawinangun sekaligus rektor Institut Studi Islam Fahmina (ISIF) Cirebon saat acara buka bersama yang diselenggarakan oleh Pemuda Lintas Iman (Pelita) Cirebon di Gedung Gotrasawala, ISIF Cirebon, Kamis (1/8).

“Oleh sebab itu, kesamaan ini mestinya bisa diangkat sebagai sebuah alat untuk menjalin persaudaraan dan komunikasi antar agama-agama, tujuannya untuk semakin bertakwa, serta menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan,” ungkap Kiai Chozin.

SMA Negeri 1 Slawi

Acara buka bersama kali ini dihadiri oleh 200 orang yang terdiri dari tokoh dan pegiat persaudaraan lintas agama di Cirebon, mahasiswa dari ISIF, IAIN Syekh Nurjati, Universitas Swadaya Gunung Djati (Unswagati) Cirebon, serta pelbagai organisasi kepemudaan seperti IPNU, IPPNU, PMII, dan Komunitas Gusdurian Cirebon.

Dalam pertemuan tersebut, diberikan kesempatan bagi perwakilan komunitas dan kepercayaan untuk mengungkapkan pengalaman spiritualnya dalam menjalankan seruan berpuasa sesuai dengan kepercayaan masing-masing.

SMA Negeri 1 Slawi

Franky, seorang tokoh dari Kristen Katolik Cirebon menuturkan bahwa kewajiban berpuasa juga terdapat dalam agama yang dianutnya, ia menceritakan tentang keharusan berpuasa selama 40 hari menjelang hari raya Paskah. Dan selama masa puasa tersebut, masing-masing penganut disarankan memotong keperluan dan biaya sehari-harinya untuk kemudian diserahkan kepada gereja saat perayaan Paskah.

“Selain melakukan puasa untuk mensucikan diri, hal tersebut juga bertujuan agar uang yang terkumpul saat puasa bisa digunakan untuk membantu saudara-saudara yang kurang mampu di hari pelaksanaan Paskah,” tutur Franky.

Pengalaman senada juga diungkapkan oleh Surya Pranata, perwakilan dari umat Budha Cirebon. Ia menjelaskan bahwa berpuasa selain dengan menahan diri dari segala nafsu duniawi juga hal tersebut harus dijadikan sebagai momentum untuk meningkatkan kepedulian terhadap sesama.

“Sebenarnya puasa yang menjadi penting adalah bukan makan dan tidaknya, tetapi meningkatkan nilai ketakwaan dan kepedulian terhadap sesama. Bagi kami umat Budha, puasa merupakan masa permenungan untuk menggugah kepedulian terhadap sesama, seperti saudara-saudara saya dari umat Islam yang masa puasa diakhiri dengan zakat, semoga beliau-beliau senantiasa dilimpahkan keberkahan,” jelas Surya.

Kegiatan buka bersama ini merupakan agenda tahunan yang dijalankan oleh Pelita. Devida, ketua umum forum persaudaraan lintas agama tersebut berharap kegiatan semacam ini akan menjadi rambu-rambu penyadaran bagi setiap umat beragama bahwa inti pokok dari ajaran agama adalah meningkatkan ketakwaan dan nilai kepedulian terhadap sesama manusia.

Redaktur ? ? : Mukafi Niam

Kontributor: Sobih Adnan

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Aswaja SMA Negeri 1 Slawi

Minggu, 19 November 2017

PMII Bedah Buku Jihad Melawan Korupsi

Rembang, SMA Negeri 1 Slawi - Sebagai wujud pencegahan terhadap budaya korupsi di kalangan kadernya, aktivis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Rembang mengadakan diskusi bedah buku Jihad Melawan Korupsi, Sabtu (28/1) pagi. Sarasehan yang digelar di Rumah Kongkow As-Syuffah Desa Sidorejo Kecamatan Pamotan Kabupaten Rembang ini dihadiri hanpir seluruh perwakilan badan otonom dan lembaga NU Rembang serta NU Cabang Lasem.

Menurut Muhammad Widad mantan Ketua PMII Rembang, tujuan diskusi ini antara lain adalah memberikan analisa yang jujur dan objektif sesuai dengan prinsip Islam tentang tradisi pesantren, tentang budaya korupsi yang ada di Indonesia.

PMII Bedah Buku Jihad Melawan Korupsi (Sumber Gambar : Nu Online)
PMII Bedah Buku Jihad Melawan Korupsi (Sumber Gambar : Nu Online)

PMII Bedah Buku Jihad Melawan Korupsi

Korupsi yang dinilai sebagian pihak sebagai sebuah budaya perlu dilakukan upaya pencegahan secara dini yang dimulai dari sitem pendidikan di Indonesia.

"Hari ini, kondisi saat ini budaya korupsi yang dinilai sebagian pihak, harus menjadi tanggapan kita bersama. Terutama ini yang menjadi perhatian dari PMII Rembang, sehingga kami perlu mengadakan gerakan pencegahan," jelasnya.

SMA Negeri 1 Slawi

Widad menilai, pola pencegahan lebih efektif untuk dilakukan dari pada penindakan. Maka dari itu, proses kaderisasi yang dilakukan oleh PMII sangat penting untuk menanamkan budaya anti-korupsi. (Ahmad Asmui/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi

SMA Negeri 1 Slawi Nahdlatul Ulama, Aswaja, AlaSantri SMA Negeri 1 Slawi

Bagi Hasil Cukai Tembakau Tak Adil

Semarang, SMA Negeri 1 Slawi. Undang-undang Nomor 39/2007 tentang cukai menetapkan, penerimaan negara dari cukai hasil tembakau harus dibagikan kepada daerah penghasil cukai hasil tembakau sebesar 2 persen untuk mendanai peningkatan kualitas tembakau.

Namun pelaksanaan UU ini serta Peraturan Menteri Keuangan Nomor 46/PMK.07/2012 tentang pengalokasian Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) selama tidak adil. Daerah yang bukan penghasil mendapatkan lebih dari daerah penghasil tembakau. Serta sama sekali tidak memihak petani tembakau. 

Bagi Hasil Cukai Tembakau Tak Adil (Sumber Gambar : Nu Online)
Bagi Hasil Cukai Tembakau Tak Adil (Sumber Gambar : Nu Online)

Bagi Hasil Cukai Tembakau Tak Adil

Ketua Komisi B DPRD Jawa Tengah Ir M Wasiman menyampaikan hal itu saat menjadi pembicara dalam Seminar Nasional “Optimalisasi Pemanfaatan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau untuk Pembangunan Pertanian” yang digelar Lembaga Pengembangan Pertanian Nahdlatul Ulama (LPPNU) di Universitas Wahid Hasyim (Unwahas) Semarang, kemain, Kamis (10/5).

SMA Negeri 1 Slawi

“Saya dan rekan-rekan legislatif bertekad akan meninjau kembali aturan pengalokasian bagi hasil cukai tembakau di Jawa Tengah,” tutur politisi partai Gerindra ini. 

SMA Negeri 1 Slawi

Ia menegaskan, Di Jawa Tengah,  berdasarkan Pergub Jateng Nomor 92/2011 tentang Alokasi DBHCHT, Jateng menerima gelontoran anggaran transfer ke daerah sebesar Rp 364 miliar. Namun, pembagiannya timpang. 

Padahal seharusnya bagi hasil cukai tembakau itu dialokasikan ke daerah produsen tembakau seperti Temanggung, Wonosobo dan lainnya. Namun kenyataannya justru daerah-daerah yang tidak menghasilkan tembakau justru mendapatkan lebih banyak.

Dikatakan Wasiman, petani tembakau Jateng selalu dirugikan. Mereka hanya terampil menanam dan merajang tembakau, tetapi harga jual dikendalikan sepenuhnya oleh tengkulak yang diatur oleh pabrik rokok besar. Sementara pemerintah tak pernah bisa membuat relasi dagang itu jadi seimbang atau setara. 

“Petani tembakau, walau pernah kita dengar sering punya uang banyak saat panen, tetap saja kalah dan menderita. Karena harga jual tembakau ditentaukan pembelinya. Petani memang tak pernah diuntungkan. Inilah tugas pemerintah untuk menolongnya,” tandasnya. 

Paparan Wasiman dikuatkan pembicara dari Dinas Perkebunan Jawa Tengah Ir Endang Ratnasasri M.Si . Diuraikan Endang, tak hanya kabupaten bukan penghasil tembakau yang ikut mendapat dana. Instansi-instansi di pemeritah provinsi juga banyak yang memperoleh hasil cukai tembakau. 

Berdasarkan anggaran murni 2012, Disperindag Jateng mendapat perolehan tertinggi yakni Rp. 19 miliar, diikuti Disbun Jateng Rp. 16.5 miliar, Dinkes Jateng Rp 12 miliar, Disnakertrans Jateng Rp. 5 miliar, dan lain-lain.

“Memang alokasi DBHCT dialirkan kemana-mana. Termasuk ke dinas-dinas di Pemprov Jateng. Pendistribusian bagi hasil cukai tembakau ini layak ditinjau kembali,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua PBNU yang juga guru besar Fakultas Teknologi Pertanian UGM Prof M Maksum Machfoedz menyatakan, pemerintah memiliki kesempatan besar membangun sektor pertanian dengan memaksimalkan penggunaan DBHCHT.  Dana itu perlu difokuskan pada dua agenda besar, yakni pembangunan infrastruktur pertanian dan peningkatan kesejahteraan buruh pabrik rokok.

Redaktur    : A. Khoirul Anam

Kontributor: Muhammad Ichwan DS

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Aswaja SMA Negeri 1 Slawi

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs SMA Negeri 1 Slawi sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik SMA Negeri 1 Slawi. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan SMA Negeri 1 Slawi dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock