Tampilkan postingan dengan label Humor Islam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Humor Islam. Tampilkan semua postingan

Minggu, 18 Februari 2018

Ansor Sumberdadi Kembangkan Pertanian Organik

Lamonan, SMA Negeri 1 Slawi. Terwujudnya kesejahteraan masyarakat merupakan salah satu tujuan dari program GP Ansor. Untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Sumberdadi yang mayoritas adalah petani,  Pengurus Ranting GP Ansor Sumberdadi, Kecamatan Mantup, Lamongan, Jawa Timur  bersinergi denganLembaga Perekonomian Nahdlatul Ulama menggulirkan 5758_Maju Mapan.

Melalui 5758_Maju mapan, GP Ansor Sumberdadi melakukan gerakan pemberdayaan petani dengan memanfaatkan limbah disekitar menjadi pupuk organik cair dan pupuk kandang. Hal itu sesuai dengan tujuan 5758_Maju yaitu menciptakan pertanian organik dengan memanfaatkan bahan-bahan dari alam, ramah lingkungan dengan biaya yang terjangkau oleh petani di desa.

Ansor Sumberdadi Kembangkan Pertanian Organik (Sumber Gambar : Nu Online)
Ansor Sumberdadi Kembangkan Pertanian Organik (Sumber Gambar : Nu Online)

Ansor Sumberdadi Kembangkan Pertanian Organik

Program yang juga bekerjasama dengan Lembaga Pendidikan Pelestarian Lingkungan (LPPL) Kalibrantas Lamongan, beberapa jenis pupuk organik cair MOL (Mikro Organisme Lokal) yang dikembangkan terdiri dari MOL Buah, MOL Mojo, MOL Rebung, MOL Bonggol pisang dan Pestisida nabati. Selain itu juga pembuatan pupuk kandang dari limbah kotoran ternak.  

Muklisin, Koordinator dari program, mengatakan bahan-bahan yang dapat dimanfaatkan untuk pertanian organik cukup melimpah dan mudah didapatkan, tinggal kemauan kita untuk memanfaatkannya dalam pertanian organik.

SMA Negeri 1 Slawi

"Bahan-bahan dari alam tersebut dapat dimanfaatkan sebagai penyedia unsur hara maupun pengendali organisme penganggu tanaman dan hama penyakit pada tanaman,” kata pria yang telah mendapatkan penghargaan Pemuda Mandiri dari Pemkab Lamongan pada peringatan Hari Sumpah Pemuda 2017,

Ketua LPNU 5758_Maju Mapan PR GP Ansor Sumberdadi, M. Saiful Alam, mengatakan Mikro Organisme Lokal (MOL) adalah pupuk organik cair yang memiliki kandungan mikro organisme setempat (lokal).

Cairan yang terbuat dari bahan-bahan alami disukai sebagai media hidup dan berkembangnya mikro organisme yang berguna untuk mempercepat penghancuran bahan-bahan organik/dekomposer dan sebagai aktivator atau tambahan nutrisi bagi tumbuhan yang sengaja dikembangkan dari mikro organisme yang berada di tempat tersebut.

"Bahan-bahannya banyak tersedia di sekitar kita. Bisa juga memanfaatkan limbah buah-buahan," terangnya.

Ia menambahkan diperlukan waktu untuk dapat melihat hasil dari pengelolaan pertanian secara organik. Namun ia menegaskan paling tidak ini dapat dijadikan salah satu solusi bagi petani di tengah kelangkaan pupuk dan mahalnya biaya produksi pertanian yang sering dikeluhkan oleh masyarakat.

SMA Negeri 1 Slawi

"Untuk berikutnya kita juga akan mengembangkan biogas dari kotoran sapi,” kata Sukamto, Ketua PR GP Ansor Sumberdadi dan pendidik di SMK Ma’arif NU Mantup Lamongan.

Ir. Achmad Yani Mashudi, Direktur LPPL Kalibrantas Lamongan menyatakan siap bekerjasama dengan PR GP Ansor Sumberdadi untuk mengembangkan biogas di masyarakat. LPPL Kalibrantas sendiri telah mengembangkan biogas sejak tahun 2009 melalui Program Pengabdian Masyarakat dari Ponpes Al Hikam Malang. (Red: Kendi Setiawan)

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Internasional, Doa, Humor Islam SMA Negeri 1 Slawi

Rabu, 14 Februari 2018

Demi Kemanusiaan, Banser Jaga Keamanan Natal dan Tahun Baru

Madiun, SMA Negeri 1 Slawi 

Anggota Gerakan Pemuda Ansor dan Banser di wilayah Kabupaten Madiun diterjunkan ke wilayah-wilayah dianggap rawan konflik sejak Ahad (24/12). Ketua GP Ansor madiun Khotamul Anam mengatakan, sebagaimana tahun-tahun sebelumnya, wilayah Madiun selalu kondusif bagi umat Kristen dalam merayakan Natal dan tahun baru. 

“Kita tidak inggin kejadian yang di luar praduga itu muncul di permukaan,” katanya. 

Demi Kemanusiaan, Banser Jaga Keamanan Natal dan Tahun Baru (Sumber Gambar : Nu Online)
Demi Kemanusiaan, Banser Jaga Keamanan Natal dan Tahun Baru (Sumber Gambar : Nu Online)

Demi Kemanusiaan, Banser Jaga Keamanan Natal dan Tahun Baru

Karena itulah, GP Ansor Madiun mengimbau anggotanya di wilayah kecamatan masing-masing untuk waspada di setiap titik-titik keramaiaan. Tiap titik keramaian di 15 kecamatan itu harus ada anggota Banser.  

“Kita sudah imbau kepada seluruh jajaran di wilayah kecamatan masing- masing agar stand by menjaga keamanan dan memastikan kondusivitas yang nyaman untuk Hari Natal ini,” jelasnya.  

Menurut dia, menjaga keamanan bukan hanya tanggung jawab Kepolisian dan TNI, tapi Banser sebagai garda depan Nahdlatul Ulama harus lebih sigap dan tanggap terhadap situasi yang berkembang di wilayahnya masing-masing. 

SMA Negeri 1 Slawi

“Tidah hanya waktu, tenaga dan materi kita korbankan, tapi juga nyawa yang sewaktu-waktu harus kita siapkan di medan. Niatkan ini sabagai pengorbanan atas nama Kemanusiaan. Maka seyoganya kita sebagai kader yang memiliki jiwa sosial tinggi, harus terjun dan mengamankan NKRI,” pungkasnya.

Hal serupa dilakukan GP Ansor Tangerang. Menurut Ketua GP Ansor Kabupaten Tangeran, Khoirun Huda, menerjunkan pasukan pengamanan pada Natal dan Tahun Baru sebagai upaya cipta kondisi bagi masyarakat.

“Ini merupakan program rutin Banser Kabupaten Tangerang,” katanya dalam upacara Gelar Pasukan sekaligus Penutupan Diklat Terpadu Dasar (DTD) Banser yang diselenggarakan di pondok pesantren Miftahul Jannah, Cikupa 22 sampai 24 Desember 2017.

SMA Negeri 1 Slawi

Huda Menyampaikan bahwa ini bentuk komitmen Banser sebagai garda terdepan dan benteng NKRI. 

"Setiap tahun kami menyiapkan puluhan bahkan ratusan personel Banser untuk membantu aparat kepolisian dalam menciptakan keamanan menjelang Natal dan tahun baru," ucapnya. 

Disinggung tentang maraknya hujatan terhadap Banser yang sering menjaga gereja,  Huda menjelaskan, hal itu dilakukan oleh orang-orang atau kelompok yang tidak paham terhadap visi misi dan tugas Banser.

"Mereka pasti tidak paham tentang visi misi, tugas dan tanggung jawab Banser. Hal yang kami lakukan ini pada hakikatnya adalah dalam menjaga negara, menjaga Indonesia," tegasnya. 

Huda menyampaikan, pada Natal tahun ini, Banser menjaga keamanan di gereja ST. Gregorius, ST. Odelia Citra Raya,  GKI Panongan dan GKJ Pasar Kemis. (Hend Sulaksono/Abdullah Alawi) 

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Humor Islam SMA Negeri 1 Slawi

Rabu, 31 Januari 2018

Zakat Berperan Penting Wujudkan Kesejahteraan Umat

Brebes, SMA Negeri 1 Slawi. Ketua Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Brebes KH Chusnan Zein meminta semua pihak untuk peduli terhadap kewajiban membayar zakat. Hal ini penting dilakukan guna percepatan penanggulangan kemiskinan, terutama di Kabupaten Brebes.

Hal tersebut dikatakan Ketua Baznas saat Sosialisasi program Baznas dengan Kepala KUA, Tokoh Agama dan Ketua Takmir Masjid se-Kabupaten Brebes di Kantor Baznas, Jalan Ahmad Yani Brebes, Kamis (7/4).

Zakat Berperan Penting Wujudkan Kesejahteraan Umat (Sumber Gambar : Nu Online)
Zakat Berperan Penting Wujudkan Kesejahteraan Umat (Sumber Gambar : Nu Online)

Zakat Berperan Penting Wujudkan Kesejahteraan Umat

Masyarakat Brebes yang mayoritas Islam, lanjut Kiai Chusnan, akan cepat mencapai kesejahteraan bila kepedulian terhadap kewajiban membayar zakat ditunaikan. Selama ini, kita masih sedikit ‘eman-eman’ bukan karena faktor keimanan belaka, tetapi karena berbagai faktor. “Saya sendiri belum meneliti perihal masih enggannya masyarakat menyalurkan zakat lewat amil zakat,” ungkapnya.?

Potensi umat, kata Kiai Zein, jauh lebih besar bila diberdayakan dengan penuh kesungguhan. Tentunya, perlu mendapat bantuan dari seluruh pihak untuk mewujudkan masyarakat yang sadar zakat melalui baznas. “Kami bertekad mewujudkan Baznas Kabupaten Brebes sebagai lembaga yang amanah, professional dan transparan,” ujarnya.

Chusnan menjelaskan, selama ini kesadaran yang tinggi untuk berzakat lewat Baznas baru dari kalangan PNS. Itu pun masih berkisar 9 persen. Hal ini terjadi karena sosialisasi dan pengumpul ditingkatan masyarakat belum maksimal. “Kalau dari kalangan PNS, penghimpunan zakatnya agak mudah karena melalui bendahara di masing-masing instansi,” ucapnya.?

SMA Negeri 1 Slawi

Sosialisasi disampaikan terkait dibentuknya kepengurusan baru periode 2015-2020. Dalam program unggulannya, antara lain akan mengadakan pendataan dan pembentukan Unit Pengumpul Zakat (UPZ), pemetaan dan pengembangan kuantitas dan kualitas mustahik, potensi zakat produktif, pemenuhan sarana prasarana, membangun kepercayaan muzaki, membangun sinergitas kerja dengan unsur terkait, dan meningkatkan akuntabilitas laporan keuangan dengan audit internal dan eksternal.

Senada disampaikan Bupati Brebes Hj Idza Priyanti yang disampaikan Kepala Bagian Perekonomian Setda Brebes Daan Susanto. Dia mengaakan bahwa masyarakat masih memandang zakat itu masih sebagai urusan pribadi masing-masing umat. Sehingga yang menyalurkan zakat lewat Baznas masih belum signifikan dari jumlah umat Islam di Kabupaten Brebes.?

Bupati juga mengingatkan untuk tidak terkecoh dengan lembaga yang mengumpulkan zakat karena ditengarai pertanggungjawabannya tidak maksimal. “Kita sudah memiliki badan resmi yang mengelola Zakat, Infak dan Sodaqoh yakni Baznas Kabupaten Brebes. Sehingga masyarakat muslim sudah seharusnya menyalurkan ke badan resmi pemerintah,” tandasnya. (Wasdiun/Fathoni)?

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi

SMA Negeri 1 Slawi Sholawat, Humor Islam, Pendidikan SMA Negeri 1 Slawi

Minggu, 21 Januari 2018

GP Ansor Arjosari Ajak Masyarakat Kembali ke Masjid

Pacitan, SMA Negeri 1 Slawi. Ratusan jamaah dalam kegiatan Majelis Ratib dan Shalawat Rijalul Ansor Pimpinan Anak Cabang (PAC) GP Ansor  Arjosari, Pacitan, Jawa Timur membaca shalawat di Masjid Al-Mubarok Dusun Kulak, Desa Tremas, Arjosari, Sabtu Malam (19/3).

Jamaah yang terdiri dari Masyarakat, pengurus GP Ansor dan Anggota Banser ini dengan penuh khidmat melakukan pembacaan Ratib al Haddad karya Al-Habib Abdullah bin alwi bin muhammad Al-Haddad. Kegiatan ini digelar pertama kalinya oleh PAC GP Ansor Arjosari seusai terbentuk kepengurusan Rijalul Ansor pada awal bulan maret ini.

GP Ansor Arjosari Ajak Masyarakat Kembali ke Masjid (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor Arjosari Ajak Masyarakat Kembali ke Masjid (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor Arjosari Ajak Masyarakat Kembali ke Masjid

Ketua GP Ansor Arjosari, H Hamka Hakim dalam sambutanya menyampaikan beberapa keutamaan bagi pengamal atau pembaca Ratib Al Haddad, di antaranya akan terhindar dari mara bahaya, memanjangkan umur dan mempermudah memperoleh rizqi. Ratib al Haddad, katanya, diamalkan sebagai salah satu cara untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT.

SMA Negeri 1 Slawi

“Mari melalui kegiatan ini, kita niat ingsung (berniat), bismillah untuk mendekatkan diri kepada Allah dan juga sebagai caranya kita nguri-uri (menjaga) ideologi Ahlussunnah wal-Jamaah. Karena tanpa kita yang peduli, terus siapa lagi yang akan peduli,” jelas lulusan univeritas Al Azhar Mesir itu.

Lebih lanjut, Hamka Hakim menyampaikan keperihatinanya atas kondisi masyarakat khususnya masyarakat pedesaan yang mulai meninggalkan masjid dan mushala sebagai pusat kegiatan keagamaan. Menurutnya, telah terjadi pergeseran nilai dan budaya yang diakibatkan oleh kemajuan zaman.

SMA Negeri 1 Slawi

“Zaman dahulu para remaja tidur di masjid atau mushala adalah suatu kenikmatan. bagaimana kita dididik dan dibina tumbuh dalam lingkungan masjid dan mushalla.” kata dosen Staifa Kikil Pacitan itu.

Namun kondisi yang terjadi sekarang sangat memperihatinkan. Seusai waktu magrib, para remaja dan anak-anak mulai menjauh dari kegiatan keagamaan di masjid atu mushala. Mereka banyak yang tidak mau belajar mengaji, justru memilih dan mendatangi tempat-tempat seperti tempat tongkrongan dan tempat permainan lainya.

“Ini kehawatiran kita kalau imbas dari kemajuan zaman ini justru menggerus terhadap moral dan nilai yang baik dalam generasi muda kita,” imbuhnya.

Oleh sebab itu, GP Ansor Arjosari hadir dengan sayapnya Rijalul Ansor untuk memberikan kontribusi dan pencerahan kepada masyarakat tentang pentingnya kembali ke masjid sebagai tempat kegiatan keagamaan. Rijalul Ansor menggelorakan ajakan kembali ke masjid sebagai sarana membentengi generasi muda dari pengaruh zaman.

Sementara itu Pembina GP Ansor Arjosari, Ust Zafri Wicaksana meminta kegiatan Rutinan Rijalul Ansor semacam ini harus tetap berjalan, bagimanapun kondisinya. GP Ansor tidak boleh kalah semangat dengan Fatayat dan Muslimat NU yang telah lama berjalan dengan pengajian dan seaman Al-Qur’anya.

“Bukan maksud Ansor bersaing dengan Fatayat atau muslimat. Namun bagaimana caranya kita bersama-sama berjuang dan menguatkan ideologi Ahussunnah wal-Jamaah di tengah-tengah masyarakat pedesaan,” tandasnya.

Kegiatan Majelis Ratib dan Shalawat Rijalul Ansor ini akan digelar rutin sekali dalam satu bulan. Yakni tiap malam Sabtu Pon atau Ahad Wage. Rutinan akan digelar dari desa ke desa di seluruh kecamatan Arjosari dengan menggandeng takmir masjid dan pengurus karang taruna. (Zaenal Faizin/Abdullah Alawi)



Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Humor Islam, PonPes SMA Negeri 1 Slawi

Kamis, 18 Januari 2018

PP LAZISNU Kunjungi 3 PC di Jawa Tengah

Banyumas, SMA Negeri 1 Slawi



Pengurus Pusat Lembaga Zakat Infak dan Sedekah Nadhlatul Ulama (LAZISNU) melakukukan lawatan ke tiga kantor Pengurus Cabang LAZISNU di Jawa Tengah pada Selasa (11/7). ? Rombongan terdiri dari Ketua LAZISNU Syamsul Huda dan Direktur Penyaluran Slamet Tuhari Ng.?

PP LAZISNU Kunjungi 3 PC di Jawa Tengah (Sumber Gambar : Nu Online)
PP LAZISNU Kunjungi 3 PC di Jawa Tengah (Sumber Gambar : Nu Online)

PP LAZISNU Kunjungi 3 PC di Jawa Tengah

Tempat pertama yang dikunjungi adalah LAZISNU Cilacap. Rombongan diterima di Kantor PCNU Cilacap pada Selasa sore. Rombongan lalu meneruskan perjalanan ke Purbalingga dan Banyumas pada malam harinya. Di Purbalingga, rombongan disambut di Kantor PCNU Purbalingga. Sementara silaturahim di LAZISNU Banyumas dilangsungkan di Kantor LAZISNU di Perumahan Sumampir, Purwokerto.

Ketua LAZISNU Syamsul Huda mengungkapkan lawatan tersebut selain sebagai ajang silaturahim dengan pengurus LAZISNU di daerah, juga untuk mengetahui kinerja LAZISNU daerah, serta mensosialisaikan sejumlah program yang akan dilaksanakan secara nasional.

“Ini sebagai bentuk perhatian dari pengurus pusat, maka kami sengaja datang bersilaturahim ke pengurus cabang LAZISNU Cilacap, Purbalingga dan Banyumas,” kata Syamsul.

Dalam kunjugan tersebut, diisi dengan laporan dari PC LAZISNU Cilacap, Purbalingga dan Banyumas, serta dialog dengan Pengurus Pusat.

SMA Negeri 1 Slawi

“Kami sangat mengapresiasi kerja keras teman-teman pengurus LAZISNU di tingkat cabang. Seperti di Cilacap, kami menerima laporan kegiatan KOIN NU sudah berjalan. Demikian juga di Banyumas dan Purbalingga. Di Banyumas kegiatan KOIN NU sudah dilaksanakan di beberapa kecamatan, dengan dana yang terkumpul rata-rata mencapai 50 juta rupiah. Ini semangat yang harus kita dukung dan terus kita sebarkan,” tambah Syamsul.

Menurutnya ada sejumlah hal yang harus terus diperkuat terkait dengan kinerja LAZISNU di seluruh cabang, salah satunya adalah pengembangan ekonomi melalui zakat produktif. Ia menilai ketiga cabang memiliki potensi yang besar baik dalam pengumpulan dan pengelolaan dana ZIS, maupun pengembangan zakat produktif. Ia menegaskan, melalui LAZISNU, NU dapat berkiprah untuk kebaikan bersama. (Kendi Setiawan/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi

SMA Negeri 1 Slawi Tokoh, Pemurnian Aqidah, Humor Islam SMA Negeri 1 Slawi

Selasa, 09 Januari 2018

Sambut Hari Santri, IAIN Jember Wajibkan Civitas Akademika Pakai Busana Santri

Jember, SMA Negeri 1 Slawi - Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Jember dalam rangka menyambut hari santri nasional mewajibkan segenap warga civitas akademika mulai dari dosen, pegawai, satpam hingga mahasiswa memakai busana ala santri.

Mahasiswa diharuskan memakai sarung, baju takwa atau batik, berkopiah dan bersandal atau sepatu sandal. Sementara mahasiswi dan dosen wanita tetap menggunakan jilbab dan sandal. Dosen atau mahasiswa yang tidak berbusana ala santri dilarang masuk kecuali tamu orang luar IAIN Jember.

Sambut Hari Santri, IAIN Jember Wajibkan Civitas Akademika Pakai Busana Santri (Sumber Gambar : Nu Online)
Sambut Hari Santri, IAIN Jember Wajibkan Civitas Akademika Pakai Busana Santri (Sumber Gambar : Nu Online)

Sambut Hari Santri, IAIN Jember Wajibkan Civitas Akademika Pakai Busana Santri

Kewajiban menggunakan busana ala santri itu berlaku sejak 17 Oktober hingga tiga hari ke depan.

Dalam pantauan SMA Negeri 1 Slawi, IAIN Jember benar-benar berubah. Sejak masuk pintu gerbang kampus, suasana ala pesantren sudah terasa. Begitu juga di dalam ruang perkuliahan, juga tak ubahnya seperti di madrasah atau pondok. Bahkan, tak jarang di antara mereka saling menggoda dan bercanda soal busana santrinya.

SMA Negeri 1 Slawi

"Hari santri memang kami sambut sedemikian rupa agar syiarnya lebih menggema dan maknanya lebih terasa. Acara lain juga masih banyak terkait hari santri," ujar Rektor IAIN Jember Babun Suharto kepada SMA Negeri 1 Slawi.

Menurutnya, selain terkait hari santri instruksi berbusana ala santri tersebut juga sejalan dengan visi IAIN Jember, yaitu sebagai pusat kajian Islam Nusantara berbasis pesantren.

SMA Negeri 1 Slawi

Sambutan positif datang dari dosen IAIN Jember Halim Subahar. Pria yang juga Ketua MUI Jember ini menilai apa yang diterapkan kampusnya dalam menyambut hari santri layak diapresiasi. Ia berharap pakaian ala santri bisa diterapkan secara rutin di IAIN Jember, misalnya setiap hari Jumat.

"Saya akan senang kalau mahasiswa dan dosen diminta terus berbusana santri. Pakai sarung ini sangat rileks. Justru kalau pakai celana panjang malah terkekang," canda Halim. (Aryudi A Razaq/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Tegal, Halaqoh, Humor Islam SMA Negeri 1 Slawi

Selasa, 02 Januari 2018

PMII IAIN Pekalongan Lahirkan Kader Baru Melalui Mapaba

Pekalongan, SMA Negeri 1 Slawi. Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Rayon IAIN Pekalongan kembali melahirkan 45 kader baru untuk berkhidmah ke Nahdlatul Ulama melalui gerakan organisasi ekstra kampus.

Sebanyak 45 peserta kader baru PMII melalui Masa Penerimaan Anggota Baru (Mapaba) Raya semuanya berasal dari IAIN Pekalongan berlangsung di balai desa Gutomo Kecamatan Karanganyar Kabupaten Pekalongan (3-5/3).

PMII IAIN Pekalongan Lahirkan Kader Baru Melalui Mapaba (Sumber Gambar : Nu Online)
PMII IAIN Pekalongan Lahirkan Kader Baru Melalui Mapaba (Sumber Gambar : Nu Online)

PMII IAIN Pekalongan Lahirkan Kader Baru Melalui Mapaba

Mapaba Raya bertema “Kader Mu’takid: Paham, Yakin, Lakoni kanthi Istiqomah” itu ditangani pengurus dan anggota PMII Rayon Tarbiyah, Rayon Syariah dan Ekonomi Islam, dan Rayon Ushuludin dan Dakwah.

Ketua Panitia Mapaba PMII Nurul Haq kepada SMA Negeri 1 Slawi mengatakan, kegiatan yang berlangsung selama 3 hari diisi materi ke-PMII-an, Keislaman, Sejarah Bangsa Indonesia, Mahasiswa dan Tanggung Jawab Sosial, Studi Gender dan Kopri, dan Nilai Dasar Pergerakan.

“Tujuan diadakannya Mapaba Raya ini adalah untuk merekrut kader dan menambah wawasan bagi mahasiswa Nahdliyin untuk bergerak dalam bingkai organisasi PMII,” ujar Nurul.

SMA Negeri 1 Slawi

Dikatakan, pada malam inaugurasi peserta dihibur penampilan dari pencak silat Pagar Nusa, komunitas tari pergerakan, dan teater Jagat PMII IAIN Pekalongan.?

SMA Negeri 1 Slawi

Menurut Ketua PMII Komisariat Ki Ageng Ganjur IAIN Pekalongan Sahrul Pamuji Utomo, Mapaba Raya itu adalah bagian dari kaderisasi formal PMII yang bertujuan untuk mencetak kader-kader yang kompetitif dikalangan mahasiswa khususnya yang berhaluan Ahlussunnah wal-Jamaah.

“Saya berharap dari kegiatan Mapaba PMII ini peserta ? dapat memahami isi materi yang disampaikan, sehingga para mahasiswa yang tergabung dalam organisasi PMII tidak hanya melek ilmu saja, akan tetapi juga melek organisasi yang berbasis ajaran dan akidah aswaja," tandas Sahrul. (Abdul Muiz/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Pendidikan, Makam, Humor Islam SMA Negeri 1 Slawi

Sabtu, 30 Desember 2017

Gus Mus Tak Sepakat Konsep Pendidikan Nasional

Kudus, SMA Negeri 1 Slawi. Masyarakat Nusantara telah memiliki tradisi pendidikan sejak sebelum nama Indonesia datang, salah satunya pesantren yang kini justru tak diakui sebagai sistem pendidikan formal ala pemerintah. Menurut KH A Mustofa Bisri (Gus Mus), kondisi ini merupakan buah dari penjajahan yang sudah berlangsung sejak lama.

“Konsep pendidikan kita ini dikaburkan pertama kali oleh kolonialis Barat. Bukan hanya menjajah rakyatnya saja tapi juga menginjak-injak sistem pendidikan kita. Belanda itu memisahkan ilmu menjadi dua, ilmu umum dan ilmu agama,” papar Pejabat Rais Aam PBNU ini pada Harlah Madrasah NU Mu’allimat Kudus di Gedung JHK (5/11).

Gus Mus Tak Sepakat Konsep Pendidikan Nasional (Sumber Gambar : Nu Online)
Gus Mus Tak Sepakat Konsep Pendidikan Nasional (Sumber Gambar : Nu Online)

Gus Mus Tak Sepakat Konsep Pendidikan Nasional

Pemisahan semacam ini, kata Gus Mus, kemudian diadopsi oleh pemerintah kita. “Ilmu umum menjadi sekolah-sekolah negeri, dan ilmu agama terdapat di madrasah dan pondok pesantren. Padahal Islam tak membedakan antara ilmu agama dan ilmu umum,” paparnya.

SMA Negeri 1 Slawi

Ketidaksepakatan Gus Mus dengan pendidikan nasional tertuju pada pemisahan antara ilmu agama dan ilmu umum. Gus Mus pun mengkritik keberadaan toko buku yang tak menyediakan kitab, atau toko kitab yang tak menyediakan buku. Padahal antara buku dan kitab, sama-sama sumber keilmuan. “Kitab” artinya buku, dan buku jika dibahasaarabkan menjadi “kitab”.

SMA Negeri 1 Slawi

“Ada kelucuan-keluacuan yang dianggap tak lucu di negeri ini. Di toko buku kita tak bisa menjumpai kitab. Dan di toko kitab, kita tak menjumpai buku. Kitab ayah saya tak bisa dijumpai di toko buku, sedangkan buku-buku saya malah sebaliknya, tidak bisa dibeli di toko-toko kitab,” terang Gus Mus.

Sesungguhnya kolonial membangun sekolah adalah hanya untuk mendapati pegawai terdidik dengan upah yang murah. Gus Mus tentu tak sepaham dengan agenda pemerintah yang meloloskan sistem sekolah ala koloni menjadi sistem pendidikan nasional. Menurutnya, ini hanya akan mencetak dua jenis generasi yang saling bertolak belakang.

“Maka yang satu pandai soal urusan dunia namun tidak tahu agama, dan yang satu lagi pandai agamanya namun bodoh urusan dunianya. Akhirnya para ahli dunia membodohi yang ahli agama,” sesal Gus Mus.

Lebih lanjut, Gus Mus menyarankan agar nilai rapor murid tidak hanya mengedepankan pada aspek penilaian mata pelajaran umum, tapi juga agama. “Kalau pelajaran umum, biji-nya (nilainya) sangat teliti. matematika, biologi, gurunya selalu teliti. Tapi kalau tentang kelakuan, tidak perlu teliti. Biasanya satu sekolah sama nilainya, B. Sebab mau dikasih A terlalu tinggi, mau dikasih biji C kasihan. Kalau guru tahu persis kemampuan matematikanya, masak tidak tahu karakter muridnya?” keluh Gus Mus terhadap tradisi rapor di sekolah.

Menurutnya, hal ini menandakan bahwa akhlakul karimah dinilai tidak penting, sebab nilainya diabaikan tak seteliti saat guru menilai pelajaran umum. “Yang penting itu berprestasi. Pemerintah ndak butuh generasi berkahlak. Tidak berakhlakul karimah saja, orang-orang sudah bisa menjadi anggota DPR. Pemerintah tidak butuh orang ahli agama, orang yang berakhlakul karimah. Sampai lirik lagu ‘itulah tandanya murid yang budiman, diganti itulah tandanya murid berprestasi’,” sindir Gus Mus pada dunia pendidikan kita. (Istahiyyah/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Humor Islam, Syariah, Halaqoh SMA Negeri 1 Slawi

Jumat, 29 Desember 2017

Murid SD Belajar Membatik Teknik Jumputan

Solo,SMA Negeri 1 Slawi. Pasca-kegiatan UAS I dimanfaatkan para murid kelas I SD Ta’mirul Islam Surakarta untuk menambah ketrampilan mereka dengan berlatih membuat batik teknik jumputan. Kegiatan tersebut dilaksanakan di halaman sekolah, Selasa (9/12).

Kegiatan pada pagi hari itu diawali dengan mendengarkan penjelasan dari seorang trainer, tentang cara membuat batik teknik jumputan. Dijelaskannya, terlebih dahulu kain mesti dicelupkan ke dalam air untuk kemudian di beberapa titik diikat menjadi sebuah simpul.

Murid SD Belajar Membatik Teknik Jumputan (Sumber Gambar : Nu Online)
Murid SD Belajar Membatik Teknik Jumputan (Sumber Gambar : Nu Online)

Murid SD Belajar Membatik Teknik Jumputan

Usai mendengarkan penjelasan dari trainer, para siswa mulai praktik. Berbekal kuas dan pewarna, tangan-tangan mungil mereka mulai menari di atas kain putih. Alhasil, terciptalah paduan warna yang varian nan menarik.

SMA Negeri 1 Slawi

“Hasil akhir tidak terlalu penting, yang paling penting dari kegiatan ini anak dapat mengeksplorasi kreativitas mereka. Rencananya karya dari anak ini juga akan kita tampilkan dalam pameran anak” terang koordinator kegiatan, Esti Indriani, saat ditemui di sela kegiatan.

Menurutnya, kegiatan ini juga bertujuan untuk mengenalkan kesenian budaya lokal kepada anak seadari dini. “Kesenian batik ini sebuah budaya yang mesti kita kenalkan kepada para siswa, agar mereka mengenal akan budaya mereka sendiri,” jelas dia.

SMA Negeri 1 Slawi

Salah satu siswa, Danica Felda, mengaku senang dapat mewarnai kain batik meski bajunya juga ikut belepotan warna. “Tadi warnanya aku campur, ada merah kuning hijau,” ujarnya.

Selain kegiatan berlatih membuat batik jumputan, pada jeda UAS kali ini, SD Ta’mirul Islam menyelenggarakan berbagai kegiatan antara lain pasar anak, fun games, dan kunjungan ke Techno Park. (Ajie Najmuddin/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Humor Islam, Habib SMA Negeri 1 Slawi

Rabu, 20 Desember 2017

Peringati Resolusi Jihad, Ansor Surabaya Ziarah Makam Bung Tomo

Surabaya, SMA Negeri 1 Slawi. Pengurus Gerakan Pemuda (GP) Ansor Surabaya ziarah ke makam Pahlawan Nasional Bung Tomo di Ngagel Kota Surabaya Senin (22/10). Ziarah dilakukan dalam rangkaian acara memeringati Resolusi Jihad yang jatuh pada 22 Oktober.

Peringati Resolusi Jihad, Ansor Surabaya Ziarah Makam Bung Tomo (Sumber Gambar : Nu Online)
Peringati Resolusi Jihad, Ansor Surabaya Ziarah Makam Bung Tomo (Sumber Gambar : Nu Online)

Peringati Resolusi Jihad, Ansor Surabaya Ziarah Makam Bung Tomo

Ketua GP Ansor Surabaya Much Asrori mengatakan, ada beberapa agenda yang ? disiapkan dalam dua bulan ini. 10 November yang diperingati sebagai Hari Pahlawan adalah puncak perlawanan arek-arek Suroboyo dalam melawan penjajah Belanda.?

"Namun dalam sejarah bangsa Indonesia ada sebuah keputusan yang menjadi titik tolak semangat Arek Suroboyo dalam komando Bung Tomo, yaitu Resolusi Jihad Nahdatul Ulama (NU)," katanya.

SMA Negeri 1 Slawi

Menurut dia, resolusi Jihad adalah bentuk keputusan yang mengikat dari Ulama se-Jawa dan Madura yakni keputusan untuk "Jihad fi Sabilillah" melawan Belanda dari Tanah Air yang telah diploklamirkan kemerdekaannya pada 17 Agustus 1945.?

SMA Negeri 1 Slawi

"Maka menjadi fardlu ‘ain bagi umat Islam untuk mempertahankan kemerdekaan Negera Republik Indonesia," katanya.

Resolusi Jihad NU yang telah dirumuskan selama dua hari yaitu tanggal 21-22 Oktober 1945 oleh ulama dan kiai-kiai se-jawa dan Madura di Kantor NU Cabang Surabaya yang terletak di Jl. Bubutan VI No. 2 Surabaya.?

Resolusi ini yang kemudian Keputusan Resolusi Jihad tersebut diberikan kepada Bung Tomo. Maka satu-satunya semangat Arek-arek Suroboyo melawan penjajah Belanda khususnya di Surabaya tidak dapat dilepaskan dari Resolusi Jihad NU.

Sebagai generasi muda, lanjut dia, khususnya Gerakan Pemuda Ansor hendaknya meneladani para Kiai dan Ulama serta Tokoh pemuda yang saat itu dengan darah dan nyawanya diberikan untuk menegakkan Negara Republik Indonesia yang telah diproklamasikan pada tanggal 17 Agustus 1945 oleh Bung Karno.

"Maka untuk itu pada 22 oktober, kami usulkan kepada Pemerintah untuk ditetapkan sebagai Hari Resolusi Jihad," katanya.?

Sementara itu, Ketua Panitia Peringatan Resolusi Jihad GP Ansor Surabaya M. Hasyim Asyari mengatakan dua bulan ini bagi Ansor adalah bulan yang penuh Momen bagi generasi muda, 22 Oktober Hari Resolusi Jihad NU, 28 Oktober sebagai hari Sumpah Pemuda dan 10 November sebagai Hari Pahlawan.

Adapun kegiatan memperingati Resolusi Jihad terangkai dalam kegiatan ziarah dan wasilah kepada tokoh Resolusi Jihad yaitu KH Hasyim Asyaari, KH Bisyri Syansuri, KH Wahab Hasbullah, KH Abdullah Abbas Cirebon dan Bung Tomo.

Selain itu, lanjut dia, di puncak acara memeringati Resolusi Jihad NU ini, GP Ansor bekerjasama dengan www.d-onenews.com dan SMA Negeri 1 Slawi Jawa Timur akan menggelar Pameran Foto di Balik Perlawanan Arek-arek Suroboyo 10 Nopember 1945 yang berlangsung pada 5-11 November di atrium Royal Plaza.

"Ada juga diskusi dan bedah buku, Testimoni dan temu Pahlawan 10 November 1945. Lomba Orasi, Lomba mewarnai, dan lomba karya ilmiah," katanya.?

Redaktur ? ? : A. Khoirul Anam

Kontributor: Maulana

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Kajian Islam, Humor Islam, Kajian SMA Negeri 1 Slawi

Minggu, 17 Desember 2017

Pesan Kiai Said kepada Mahasiswa al-Azhar

Kairo, SMA Negeri 1 Slawi

Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siroj telah tiba di Bandara Internasional Kairo, Mesir pada pukul 11.45 waktu setempat. Penerbangan dari Jakarta-Kairo yang ditempuh selama lebih dari sebelas jam cukup melelahkan. Namun, wajah Kiai Said kembali sumringah saat menyaksikan para kader NU yang sedang studi di Universitas al-Azhar menyambutnya di bandara.

Pesan Kiai Said kepada Mahasiswa al-Azhar (Sumber Gambar : Nu Online)
Pesan Kiai Said kepada Mahasiswa al-Azhar (Sumber Gambar : Nu Online)

Pesan Kiai Said kepada Mahasiswa al-Azhar

"Selamat datang di Kairo, Kiai. Bahagia rasanya di masa studi kami di al-Azhar ini, panjenengan bisa hadir,"? kata Muhasibi, mahasiswa al-Azhar yang berasal dari Jakarta.

Kiai Said Aqil tak kalah gembiranya ketika disalami para mahasiswa satu persatu. Suasana keakraban terasa bagai pertemuan bapak dan anak.

SMA Negeri 1 Slawi

"Ya, saya pun gembira lihat kalian jauh-jauh studi ke al-Azhar, tujuannya tak lain memperkuat Ahlussunnah wal jamaah di Indonesia, kini dan di masa depan," kata Kiai Said Aqil.

Di hadapan beberapa mahasiswa yang menjemputnya, Kiai Said Aqil pun menyempatkan diri untuk berbincang santai tentang tradisi ilmu keislaman di Mesir. Kekayaan khazanah keislaman di Mesir tidak akan habis hanya dengan beberapa tahun studi di al-Azhar.

SMA Negeri 1 Slawi

"Di sini kalian harus selalu merasa dahaga ilmu, sehingga pulang ke Indonesia nanti yang takhassus keislaman, yaa...minimal seperti Dr. Ali Syami Nasyar," nasehat Kiai Said Aqil.

Kehadiran Kiai Said Aqil Siroj ke Mesir kali ini dalam rangka untuk memenuhi undangan dari Universitas al-Azhar sebagai salah satu pembicara dalam muktamar (umat Islam) dunia, 28 dan 1 Maret 2017) ini. Muktamar yang bertajuk "Kebebasan, Keberagaman, dan Integrasi" itu dibuka langsung oleh Grand Syekh al-Azhar, Syekh Ahmad Thayib. (Red: Mahbib)Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Ahlussunnah, Pertandingan, Humor Islam SMA Negeri 1 Slawi

Kamis, 14 Desember 2017

Mempertanyakan Media "Islam" yang Menyebarkan Marah

Oleh Gatot Arifianto

Islam berasal dari kata as-silmu (damai), aslama (menyerahkan diri/pasrah), istalama mustaslima (penyerahan total kepada Allah), saliimun salim (bersih dan suci), dan salamun (selamat). Agama yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW ini terbukti mampu membawa masyarakat kegelapan menuju dunia baru, yang terang serta melampaui zaman.

Mempertanyakan Media Islam yang Menyebarkan Marah (Sumber Gambar : Nu Online)
Mempertanyakan Media Islam yang Menyebarkan Marah (Sumber Gambar : Nu Online)

Mempertanyakan Media "Islam" yang Menyebarkan Marah

Apakah yang tidak tepat dalam Al-Quran sebagai kitab suci, petunjuk, tuntunan? Alam semesta telah dibahas dalam QS Al-Anbiya ayat 30. Bahkan dermatoglyphics alias studi ilmiah sidik jari yang ngetren beberapa tahun ini dengan tegas telah dinyatakan dalam QS Al-Qiyaamah ayat 3-4. Termasuk bagaimana ketentuan lisan hingga berita yang baik telah ditegaskan dalam QS Al-Hujurat ayat 6.

Sudahkah ayat tersebut dipahami? Pertanyaan ini layak disodorkan ketika sejumlah media yang mengaku Islam justru tidak menunjukkan bagaimana Islam dengan membuat dan menyebarkan berita-berita bombastis, propaganda, benci, dan acapkali tanpa verifikasi.

SMA Negeri 1 Slawi

Pasca-Aksi Bela Islam Jilid II di Jakarta, Jumat 4 November 2016, sejumlah media massa nasional menulis berita di mana M Arifin Ilham tertembak. Lalu sejumlah media yang mengaku bernafaskan Islam memuat berita berjudul Astaghfirullah, Ustadz Arifin Ilham Dikabarkan Tertembak, Begini Keadaannya Sekarang. Berita propaganda dan dusta lain berjudul Darah telah Tertumpah, Ust. Arifin Ilham Tertembak.

Di negeri dengan pemahaman teks yang tidak terlampau bagus, hal tersebut akhirnya menjadi konsumsi publik, viral yang fatal. Bahkan serombongan peserta aksi dari Lampung yang pagi ini, Sabtu (5/11) sampai di museum Lampung setelah kemarin turut membela Al-Quran di Jakarta, dengan tanpa dosa mengabarkan M Arifin Ilham tertembak kepada masyarakat. Padahal?

SMA Negeri 1 Slawi

Pengasuh Majelis Az-Zikra itu membantah kabar dirinya tertembak. Menurut dia, gambar dirinya yang beredar itu tersingkap baju bukan terkena peluru. Berbanding terbalik dengan pernyataan media yang mengaku bernafas Islam dan para rombongan peserta aksi dari Lampung.

Karena itu, selain pertanyaan sejauhmana pemahaman terhadap QS Al-Hujurat ayat 6, pertanyaan lain harus disodorkan ialah pemahaman terhadap QS An-Nur ayat 15: "(Ingatlah) di waktu kamu menerima berita bohong itu dari mulut ke mulut dan kamu katakan dengan mulutmu apa yang tidak kamu ketahui sedikit juga dan kamu menganggapnya suatu yang ringan saja. Padahal dia pada sisi Allah adalah besar."

"Dengan menyebar berita bohong, itu sama saja menuntut penistaan Al-Quran dengan menistakan Al-Quran," ujar aktivis Keluarga Mahasiwa Nahdlatul Ulama (KMNU) Universitas Lampung M Nurhidayat Rosihun setelah merampungkan satu surat pendek pada kegiatan semaan Al-Quran rutin di Sekretariat Himpunan Pengusaha Santri (HIPSI) Lampung.

Jika pengertian Islam menurut Al-Quran mengandung pesan, agar pemeluknya cinta damai, pasrah kepada ketentuan Allah SWT, bersih dan suci dari perbuatan nista, serta dijamin selamat dunia-akhirat jika melaksanakan risalah Islam. Kenapa perilaku tidak terpuji yang bertentangan dengan Islam masih juga ada?

Media massa yang mengaku bernafas Islam justru banyak menyebarkan amarah, provokasi, termasuk kita yang seringkali share dan forward informasi sampah melalui media sosial. Semua itu malah mengesankan Islam yang datang ke Indonesia dengan damai, merangkul bukan memukul, dan bukan sehari dua hari, adalah agama yang dianut mendadak karena tidak dipahami penganutnya sendiri.

Pepatah menyatakan, kebohongan satu akan ditutupi dengan kebohongan lain. Dalam sejumlah media online yang mengaku bernafas Islam tapi tidak sejalan dengan semangat Islam, hal tersebut seolah menjadi tuntunan. Produksi berita propaganda yang merekayasa fakta demi tujuan manipulasi hingga fitnah seolah tiada henti mereka unggah untuk disebarluaskan. Kenapa memilih gagal ketimbang gemilang memahami Islam dan Al-Quran?

Hanya keledai yang jatuh ke lubang yang sama dua kali, kata pepatah lain. Umat Islam bisa memosisikan diri dengan cerdas. Share dan forward berita tidak mashlahat dengan trengginas atau menimbang manfaatnya terlebih dahulu.

Umat Islam yang baik, ujar Habib Ali Zaenal Abidin Al-Hamid,? adalah yang meninggalkan yang tidak ada manfaatnya. Jaga tangan dan jari ketika menulis di Facebook dan media sosial lainnya. Fitnah seseorang bisa datang dari ujung jari. Jika dulunya fitnah menyebar dari lisan, kini fitnah lebih cepat menyebar dari media sosial.

An-Nuur ayat 11 juga telah menegaskan, "Sesungguhnya orang-orang yang membawa berita bohong itu adalah dari golongan kamu juga. Janganlah kamu kira bahwa berita bohong itu buruk bagi kamu bahkan ia adalah baik bagi kamu. Tiap-tiap seseorang dari mereka mendapat balasan dari dosa yang dikerjakannya. Siapa di antara mereka yang mengambil bahagian yang terbesar dalam penyiaran berita bohong itu baginya azab yang besar."

Perlukah mengatasnamakan Islam jika hanya untuk mengobarkan dusta hingga amarah? Perlukah meneriakkan Islam jika tak memahami Islam? Tidakkah Islam sudah meriah dan memiliki muruah dengan segala ajarannya yang lempang? Bagaimana tidak menyimpang itulah esensi tugas kita sebagai penganutnya.

*) Penulis adalah Founder Hijamah Sambil Beramal (Halal). Ia bergiat di GP Ansor, Gusdurian, Aliansi Jurnalis Independen (AJI), The Society of Indonesian Environmental Journalists (SIEJ), Jaringan Islam Anti Diskriminasi dan program filantropi edukasi Bimbingan Belajar Pasca Ujian Nasional (BPUN).

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Humor Islam, Aswaja SMA Negeri 1 Slawi

Selasa, 12 Desember 2017

Peserta Kongres Diundang Bupati Boyolali di Pendhapa Alit Boyolali

Boyolali, NU Online. Para peserta Kongres ke-XVIII Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama di Boyolali Jawa Tengah diminta hadir di Pendhapa Alit Kabupaten Boyolali.

“Malam ini, akan diadakan acara welcome party bersama Bupati Boyolali. Juga pertemuan perwakilan Pengurus Wilayah se-Indonesia,” terang Ketua Pimpinan Wilayah (PW) IPNU Jawa Tengah, Amir Mustofa Zuhdi, saat dihubungi SMA Negeri 1 Slawi Jumat (4/12).

Peserta Kongres Diundang Bupati Boyolali di Pendhapa Alit Boyolali (Sumber Gambar : Nu Online)
Peserta Kongres Diundang Bupati Boyolali di Pendhapa Alit Boyolali (Sumber Gambar : Nu Online)

Peserta Kongres Diundang Bupati Boyolali di Pendhapa Alit Boyolali

Ditambahkan Amir, selain acara penyambutan tersebut, sebagai rangkaian dari kegiatan untuk memeriahkan kongres juga akan diadakan kegiatan apresiasi seni. “Kegiatan tersebut, akan menampilkan berbagai kesenian seperti tari dan sebagainya dari perwakilan cabang Jawa Tengah,” kata dia.

SMA Negeri 1 Slawi

Kegiatan Kongres IPNU-IPPNU yang rencananya selama lima hari (4-8/12) ini, Amir berharap menjadi momentum untuk kembali mempertegas dan memperjelas fungsi serta peran IPNU.

SMA Negeri 1 Slawi

“Khittah IPNU sebetulnya ranah pelajar. Nah, pada kongres nanti semoga ada pembahasan dan penataan ulang khususnya terkait pola kaderisasi di IPNU,” papar Amir.

Dalam kegiatan kongres ini, secara resmi masing-masing cabang berhak untuk mengirimkan masing-masing perwakilan 4 orang anggota IPNU dan 4 orang anggota IPPNU. (Ajie Najmuddin/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Bahtsul Masail, Humor Islam, Kajian Islam SMA Negeri 1 Slawi

Kamis, 30 November 2017

Ragu dalam Berwudlu

Manusia identik dengan lupa. Begitulah kira-kira penafsiran al-insan mahallul khota’ wan nisyan. Lupa bisa mendatangkan berkah, tetapi juga bisa memanggil musibah.

Lupa minum dalam puasa dalah berkah, tetapi lupa minum racun tikus adalah musibah.

Begitu dekatnya lupa dalam kehidupan manusia, sehingga fiqih pun mementingkan untuk membahasnya sendiri. Hanya saja tema besar yang digunakan adalah keragu-raguan yang sejatinya lahir dari kelupaan. Diantara keraguan yang sering terjadi adalah keraguan dalam wudlu.

Ragu dalam Berwudlu (Sumber Gambar : Nu Online)
Ragu dalam Berwudlu (Sumber Gambar : Nu Online)

Ragu dalam Berwudlu

Jika seseorang mengalami keraguan setelah dirinya berwudlu. Apakah dirinya sudah batal ataukah masih suci? Maka hukumnya dikembalikan pada keyakinan bahwa ia telah wudhu. Sebagaimana dituliskan oleh Muslim Bin Muhammad Ad-Dusiri dalam kitabnya Al-Mumti’ Fi Al-Qawa’id Al-Fiqhiyah

لو أن شخصا تيقن أنه على طهارة، ثم إنه بعد ذلك شك في أنه قد أحدث، فإنه يحكم ببقائه على حدثه، لأن الأصل هنا هو الطهارة، والأصل بقاء ما كان على ما كان.

Apabila ada seseorang yang yakin bahwa dia telah berwudlu’, lalu ragu-ragu apakah dia sudah batal ataukah belum? maka dia tidak wajib berwudlu’ lagi, karena yang ia yakini adalah sudah berwudlu’, sedangkan batalnya masih diragukan.

SMA Negeri 1 Slawi

Begitu juga ketika seseorang yang telah batal wudlu dan ragu apakah ia sudah wudlu kembali atau belum? Maka yang dijadikan pedoman adalah keyakinanya yang telah batal.

لو أن شخصا تيقن أنه محدث، ثم إنه شك في أنه قد تطهر، فإنه يحكم ببقائه على حدثه، لأن الأصل هنا هو الحدث، والأصل بقاء ما كان على ما كان

SMA Negeri 1 Slawi

Dan begitu pula sebaliknya, apabila seseorang yakin bahwa dia telah batal wudlunya, tetapi dia ragu-ragu apakah dia sudah berwudlu’ kembali ataukah belum? Maka dia wajib berwudlu’ kembali (jika akan menjalankan shalat atau ibadah lain yang syaratnya adalah dengan berwudlu’) karena dalam masalah ini yang yakin adalah batalnya wudlu’. 

 Demikianlah masalah keraguan yang sering menimpa umat yang sering berwudhu. (Fuad H. Basya/Red. Ulil)

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Pertandingan, Nasional, Humor Islam SMA Negeri 1 Slawi

Senin, 20 November 2017

Ini Sejumlah Penyebab Sakit Kepala

Sidoarjo, SMA Negeri 1 Slawi - Nyeri kepala merupakan salah satu keluhan paling sering dijumpai sehari-hari. Penyebab nyeri kepala dapat digolongkan menjadi nyeri kepala primer dan nyeri kepala sekunder. Dokter yang bertugas di Rumah Sakit Islam (RSI) Siti Hajar Sidoarjo dr Vani Hayu Firdayanti mengatakan, nyeri kepala primer meliputi migrain, nyeri kepala tipe tegang, nyeri kepala cluster dan nyeri kepala primer lainnya.

"Nyeri kepala sekunder adalah nyeri kepala yang disebabkan karena trauma pada kepala atau leher, sakit kepala akibat infeksi serta sakit kepala karena kelainan anatomis (mulut, gigi). Nyeri kepala yang banyak ditemukan di masyarakat adalah nyeri kepala migrain dan nyeri kepala tipe tegang," kata Vani kepada SMA Negeri 1 Slawi, Jumat (30/9).

Ini Sejumlah Penyebab Sakit Kepala (Sumber Gambar : Nu Online)
Ini Sejumlah Penyebab Sakit Kepala (Sumber Gambar : Nu Online)

Ini Sejumlah Penyebab Sakit Kepala

Ia menjelaskan, jenis nyeri kepala tipe tegang paling sering dijumpai dan sering pula dikaitkan dengan jangka waktu dan stres. Nyeri kepala ini disebabkan oleh ketegangan otot di bagian kepala, leher dan bahu. Gejala dari nyeri kepala itu awalnya dirasakan pasien pada leher bagian belakang, kemudian nyeri akan menjalar ke kepala bagian depan. Nyeri kepala dirasakan seperti kepala terasa berat atau kadang sering terasa di sekeliling kepala bagaikan diikat.

Penyebab dari nyeri kepala tersebut masih belum diketahui. Namun, diduga bahwa penyebabnya bisa karena faktor kelelahan fisik maupun faktor psikis. Secara psikis, nyeri kepala ini dapat timbul akibat reaksi tubuh terhadap stres yang dialaminya, depresi maupun konflik emosional. Sedangkan untuk penyebab fisik yang mungkin dapat mengakibatkan nyeri kepala jenis ini adalah posisi kepala yang menetap dan mengakibatkan kontraksi otot kepala dan leher dalam jangka waktu lama, waktu tidur yang kurang/kesalahan posisi tidur serta kelelahan.

SMA Negeri 1 Slawi

SMA Negeri 1 Slawi

Faktor-faktor pencetus yang dapat menimbulkan migrain adalah perubahan hormone, makanan, stres dan rangsangan sensorik. Setelah dilakukan pemeriksaan, dapat ditentukan pengobatan yang tepat. Pada migraine, umumnya digunakan obat anti nyeri seperti Aspirin dan NSAID untuk serangan sedang atau ringan, dapat pula diberikan kombinasi anti-emetik. Untuk terapi non farmakologi, kurang lebih hampir sama dengan nyeri kepala tipe tegang.

"Tanda-tanda nyeri kepala yang harus diwaspadai yakni nyeri kepala hebat yang muncul tiba-tiba, nyeri kepala yang disertai kelainan neurologik, contohnya dari kelainan neurologik seperti rasa kebas atau kesemutan, kelemahan satu sisi tubuh, gangguan penglihatan, kesulitan berbicara, kejang, dan lain sebagainya. Nyeri kepala yang disertai gejala sistemik atau keluhan yang mempengaruhi seluruh tubuh, contohnya sesak napas, mual dan muntah yang berlebihan hingga menyebabkan dehidrasi, demam dan sebagainya," terang Vani.

Jika seseorang mengalami salah satu dari yang tersebut, Vani menyarankan agar sebaiknya segera diperiksakan diri ke dokter. Jangan menunda-nunda untuk segera mencari layanan kesehatan jika menemui gejala nyeri kepala yang harus diwaspadai karena bisa saja hal tersebut adalah suatu kegawat-daruratan. (Moh Kholidun/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi AlaNu, Santri, Humor Islam SMA Negeri 1 Slawi

Jumat, 03 November 2017

Haul Nyai Pecinta Alquran Hj Maryam Diperingati

Solo, SMA Negeri 1 Slawi. Ribuan jamaah menghadiri haul ke-24 Nyai Hj Maryam di kompleks Pondok Pesantren Al-Qur’aniyy Surakarta. Nyai Maryam merupakan istri dari pendiri Pesantren Alqur’aniyy KH Ahmad Musthofa.

Haul Nyai Pecinta Alquran Hj Maryam Diperingati (Sumber Gambar : Nu Online)
Haul Nyai Pecinta Alquran Hj Maryam Diperingati (Sumber Gambar : Nu Online)

Haul Nyai Pecinta Alquran Hj Maryam Diperingati

Usai pembacaan maulid Simtuddurar yang dipimpin Habib Syech, jamaah pada haul Sabtu (21/2) malam tersebut mendengarkan manaqib Nyai Maryam dan ceramah yang disampaikan Pengasuh Pesantren Al-Inshof Plesungan Karanganyar KH Abdullah Sa’ad.

KH Abdullah Sa’ad menerangkan sosok almarhum Nyai Maryam yang semasa hidup, hatinya mencintai dan bertautan erat dengan Alquran. Hingga akhir hayatnya, Nyai Maryam yang dikaruniai 10 dari 13 putra-putrinya menjadi penghafal Alquran, meninggal dalam keadaan seuai membaca Alquran.

SMA Negeri 1 Slawi

Dalam kesempatan tersebut, dikisahkan masuk Islamnya Sayyidina Umar bin Khattab r.a. yang erat kaitannya dengan hidayah Alquran. “Tatkala Abu Jahal mengeluarkan sayembara untuk membunuh nabi, Umar langsung pertama kali mengangkat pedang,” tutur dia.

Menurut kiai yang akrab disapa Gus Dullah tersebut, ketika itu Sayyidina Umar, angkat senjata bukan karena mengejar hadiah, melainkan murni karena memang kebencian dia kepada nabi. Inilah yang membedakan dengan yang lain.

SMA Negeri 1 Slawi

“Sedari dulu Sayyidina Umar sudah dibersihkan dari hal yang bersifat keduniawian, meski tampak dalam tampilan jahiliyah. Makanya, ketika beliau mendengar Alquran, hatinya merespon dengan cepat dan menjadi jalan mendapat hidayah, sebab hatinya juga sudah tertaut” paparnya. (Ajie Najmuddin/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Humor Islam SMA Negeri 1 Slawi

Muslimat NU Bentuk Laskar Antinarkoba Hingga Pelosok Desa

Jombang, SMA Negeri 1 Slawi - Bahaya narkoba menjadi perhatian serius Pimpinan Cabang Muslimat NU Jombang. Perhatian itu diwujudkan dengan membentuk Laskar Perempuan Antinarkoba hingga pelosok desa.

Ketua Pimpinan Cabang Muslimat NU Jombang Hj Mundjidah Wahab mengatakan, bahaya narkoba sudah sangat mengkhawatirkan bagi generasi anak bangsa. Karenanya Muslimat meminta kaum ibu untuk mendampingi dan mengawasi perilaku anak dan masyarakat sekitar.

Muslimat NU Bentuk Laskar Antinarkoba Hingga Pelosok Desa (Sumber Gambar : Nu Online)
Muslimat NU Bentuk Laskar Antinarkoba Hingga Pelosok Desa (Sumber Gambar : Nu Online)

Muslimat NU Bentuk Laskar Antinarkoba Hingga Pelosok Desa

"Kita kaum Muslimat NU yang berada di desa-desa harus bergerak, membentengi anak anak kita dan masyarakat kita," tuturnya saat pengukuhan Laskar Perempuan Antinarkoba di Desa Sentul Tembelang, Ahad (31/7).

Dikatakan Mundjidah yang juga Wakil Bupati Jombang ini, peredaran narkoba sudah sangat mengancam genaerasi bangsa. Tidak hanya di perkotaan, barang haram ini juga menyasar pelajar sebagai generasi penerus bangsa.

SMA Negeri 1 Slawi

"Peredaran narkoba sudah menjadi bencana, butuh aksi dan peran semua pihak untuk memerangi. Termasuk kita kaum ibu yang lebih dekat dengan anak anak," tandasnya.

Masih menurut Mundjidah, Lakar Perempuan Antinarkoba dibentuk PC Muslimat NU Jombang hingga pimpinan ranting yang ada di desa.

SMA Negeri 1 Slawi

"Masing masing Ranting ada sebanyak 5 orang, dan sejak dideklarasikan bulan lalu oleh Ketua PP Muslimat Ibu Khofifah, di Jombang sudah terbentuk di dua kecamatan yakni PAC Muslimat Perak dan PAC Tembelang," bebernya.

Dengan telah dikukuhkannya Laskar Perempuan Antinarkoba ini, lanjut putri pendiri NU KH Wahab Hasbullah ini, perempuan Muslimat NU berperan aktif bekerja sama dengan tiga pilar, Kepala Desa, Babinkabtibmas dan Babinsa memberantas narkoba.

"Muslimat harus aktif baik melalui pengajian, arisan maupun kegiatan lainnya dalam mensosialisasikan, mengawasi dan juga melakukan penyuluhan bahaya narkoba di sekitar kita," pintanya.

Hadir dalam pengukuhan lskar oleh PAC Muslimat NU Tembelang yang dibarengkan dengan pengajian halal bihalal dihadiri Camat Wor Windari, Kapolsek, dan Komandan Koramil serta kepala desa. (Muslim Abdurrahman/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Humor Islam, Pondok Pesantren SMA Negeri 1 Slawi

Selasa, 31 Oktober 2017

Grup Musik Lesbumi Tasikmalaya Lakukan Pentas Keliling Sekolah dan Pesantren

Tasikmalaya, SMA Negeri 1 Slawi. Aswaja Fi’il Harmony, grup musik ciptaan Lembaga Seniman Budayawan Muslimin Indonesia (Lesbumi) Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Tasikmalaya akan fokuskan Road to Sekolah dan Pesantren yang ada di wilayah Kota Tasikmalaya, Jawa Barat.

Grup Musik Lesbumi Tasikmalaya Lakukan Pentas Keliling Sekolah dan Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)
Grup Musik Lesbumi Tasikmalaya Lakukan Pentas Keliling Sekolah dan Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)

Grup Musik Lesbumi Tasikmalaya Lakukan Pentas Keliling Sekolah dan Pesantren

Road show Aswaja Fi’il Harmony mulai Desember 2016 dan ke depannya akan ke sekolah-sekolah, baik yang berada dinaungan Kemenag maupun Dinas Pendidikan. Alhasil, band tersebut mengawali road show-nya, Kamis (15/12) di Madrasah Aliyah Nahdlatul Ulama Kota Tasikmalaya.

Kalau selama Januari-Oktober 2016 Aswaja Fi’il Harmony roadshow ke setiap Kecamatan, sekarang akan melebar sayap musiknya ke lingkungan sekolah dan pesantren.

Menurut salah satu Gitaris dan Aransemen Musik, Dede Rokhyan, ia bersama personil yang lainnya akan tetap melebarkan syair-syair sholawat yang dibarengi dengan musik ke setiap pelajar dan santri yang ada di Kota Tasikmalaya.

SMA Negeri 1 Slawi

“Selama road show ke kecamatan dan mengisi hiburan diacara-acara tertentu,kami ? merasa bangga bisa mengenalkan musik-musik bernuansa sholawat untuk menjaga tradisi dan budaya sholawatan yang ada di bumi Nusantara ini,” ucap Dede.

Ketua Lesbumi PCNU Kota Tasikmalaya Aan Ahmad Farhan sangat mengapresiasi para personil yang selalu bersemangat baik dalam latihan maupun mengisi acara hiburan demi kelancaran dan keberlangsungan kiprah musik band tersebut.

Ia pun berharap semoga road show sekarang dapat menjadikan kita yang selalu istiqomah dalam menjaga tradisi dan budaya Nusantara, dan ini memang menjadi cita-cita serta cara Lesbumi dalam menyebarkan lantunan sholawat yang dibarengi dengan musik. (Agum Gumilar/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi

SMA Negeri 1 Slawi Nahdlatul, Humor Islam SMA Negeri 1 Slawi

Jumat, 20 Oktober 2017

Ratusan Siswa MANU TBS Kudus Lakukan Sholat Istisqo

Kudus, SMA Negeri 1 Slawi. Ratusan santri MA NU TBS Kudus lakukan sholat istisqo’, Selasa (3/11). Ritual ini dilakukan di halaman madrasah tepatnya saat memasuki jam istirahat pertama. Hadir dalam kegiatan ini beberapa kiai sepuh madrasah ini, KH Choiruzyad Turaichan Adjhuri, KH Musthafa Imron, KH Munfaat Lc, KH Abdullah Hafidz dan beberapa dewan guru lainnya.

Ratusan Siswa MANU TBS Kudus Lakukan Sholat Istisqo (Sumber Gambar : Nu Online)
Ratusan Siswa MANU TBS Kudus Lakukan Sholat Istisqo (Sumber Gambar : Nu Online)

Ratusan Siswa MANU TBS Kudus Lakukan Sholat Istisqo

Pada kesempatan ini, yang menjadi imam sholat istisqo’ adalah KH Hasan Fauzi sedangkan yang menjadi khotib adalah KH Amin Yasin. Sebelum dimulainya prosesi sholat, terlebih dahulu diadakan pengarahan tentang tata cara sholat, khutbah serta penggunaan rida’ yang dilakukan oleh pihak madrasah. Prosesi ini, mulai dari pengarahan hingga berakhirnya sholat dan khutbah memakan waktu sekitar satu jam lamanya dan diakhiri dengan do’a yang intinya adalah memohon untuk diturunkannya hujan.

Dalam khutbah yang disampaikan oleh khotib, ada beberapa pesan yang disampaikan. Beberapa pesan itu adalah siswa diharapkan memperbanyak istighfar serta menjauhi maksiat, karena bisa jadi sebab banyaknya kemaksiatan di bumi maka Allah tidak menurunkan hujan sebagai peringatan kepada manusia.

SMA Negeri 1 Slawi

Menurut Suwantho SPdI, selaku Wakil Kepala (Waka) bagian Humas, kegiatan semacam ini dilangsungkan karena kemarau yang cukup lama. “Atas inisiatif sendiri dan juga untuk melatih siswa agar mengetahui tata cara sholat istisqo,” jelasnya.?

Selepas serangkaian prosesi tersebut, pihak madrasah juga melakukan sedekah berupa dawet yang dibagikan kepada warga MANU TBS Kudus, serta perwakilan dari guru MI, MTS dan MPTs.

SMA Negeri 1 Slawi

Malam hari setelah pelaksanaan sholat minta hujan, tepatnya sekitar jam tujuh hingga jam delapan malam, hujan turun di daerah Kudus, khususnya daerah sekitar MANU TBS Kudus. (Ahmad Hanan/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Bahtsul Masail, Humor Islam, Pendidikan SMA Negeri 1 Slawi

Senin, 16 Oktober 2017

Sejarah NU Lombok (2) 1934 atau 1953?

Dalam buku NU Lombok (1953-1984) karangan Ida Bagus Putu Wijaya Kusumah, disebutkan  bahwa NU mulai berdiri secara resmi pada tahun 1953. Jika dilihat dari sisi sejarah nasional NU, berarti sejak Muktamar NU di Palembang 1952. Pada muktamar itulah, NU memulai babak baru, menjadi partai politik. 

Dengan demikian, meski tidak dinyatakan secara tersurat pada buku, NU di Lombok bisa dikatakan memulai berdiri sebagai momentum politik, sebagai sebuah partai politik. Penulis buku itu memang membatasi penelitiannya dari 1953-1984, tapi sayangnya sama sekali tidak menelusuri jauh ke belakang.  

Ketua PWNU NTB TGH Taqiudin Mansur berpendapat bahawa embrio NU sudah sejak tahun 1934 dan berdiri secara resmi pada 1935. 

Namun, waktu itu NU belum berkembang dan dikenal masyarakat, hanya diterima, dikenal dan beredar pada sekelompok ulama bernama Persatuan Islam Lombok (PIL), ada juga yang berpendapat Persatuan Ulama Islam (PUIL). 

Sejarah NU Lombok (2) 1934 atau 1953? (Sumber Gambar : Nu Online)
Sejarah NU Lombok (2) 1934 atau 1953? (Sumber Gambar : Nu Online)

Sejarah NU Lombok (2) 1934 atau 1953?

Ulama-ulama PUIL atau PIL itu berada di sekitar pantai Ampenan. Mereka umumnya adalah para pedagang merangkap da’i dari luar wilayah Lombok, misalnya dari Palembang (Sumatera Selatan), Banjarmasin (Kalimantan Selatan), dari Arab, dan India.  

Pada 1934, menurut Tuan Guru Taqi, di tingkat nasional, organisasi Muhammadiyah sudah ada. Tapi saat itu, Muhammadiyah belum masuk. NU lebih cepat berdiri karena ulama-ulama di sekitar Ampenan itu, kerap bepergian dalam urusan berdagang. 

SMA Negeri 1 Slawi

Karena urusan dagang itulah mereka memiliki kontak yang intens dengan pelabuhan Tanjung Perak di Surabaya. Itu menjadi faktor pertama. Kedua, PUIL atau PIL seirama dengan NU dalam paham keagamaan. Mereka ingin bergabung dengan NU karena waktu itu sudah menasional.

Kontak Ampenan Surabaya itulah, pada 1935, ulama PUIL atau PIL bisa menghadirkan KH Muhammad Dahlan untuk meresmikan NU Ampenan.

Penulis buku Pemikiran Islam Lokal: TGH M. Shaleh Hambali Bengkel berpendapat antara pemaparan Ida Bagus Putu Wijaya Kusumah dan Tuan Guru Taqi tidak bertentangan. Malah saling melengkapi. Buku yang pertama berasal dari skripsi, sehingga harus dibatasi. Penulis membatasinya sejak 1953. 

SMA Negeri 1 Slawi

NU tahun 1953 merupakan kelanjutan sejarah 1934. Tahun 1953 itu adalah momentum disahkannya sebagai Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama setelah Nusa Tenggara Barat menjadi provinsi, tiga tahun sebelumnya. Sebelumnya, NU hanya cabang atau konsul Ampenan. (Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Humor Islam SMA Negeri 1 Slawi

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs SMA Negeri 1 Slawi sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik SMA Negeri 1 Slawi. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan SMA Negeri 1 Slawi dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock