Tampilkan postingan dengan label Pemurnian Aqidah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pemurnian Aqidah. Tampilkan semua postingan

Selasa, 06 Maret 2018

Santri Futuhiyyah Ikrar Antinarkoba dan Gelar Pengobatan Gratis

Demak, NU Online . Ratusan santri Suburan, Mranggen, Demak, menyatakan ikrar antinarkoba, antiminuman keras dan antiajaran yang berbau radikal. Hal itu dilakukan setelah mereka mendapatkan pembinaan dan pengarahan dalam diskusi bertema ”Dampak Negatif Penyalahgunaan Narkoba” di aula pondok pesantren Futuhiyyah. Seharian, para pelajar mendapat pembekalan materi dari Kepala RSI NU Demak dokter Abdul Aziz.

Santri Futuhiyyah Ikrar Antinarkoba dan Gelar Pengobatan Gratis (Sumber Gambar : Nu Online)
Santri Futuhiyyah Ikrar Antinarkoba dan Gelar Pengobatan Gratis (Sumber Gambar : Nu Online)

Santri Futuhiyyah Ikrar Antinarkoba dan Gelar Pengobatan Gratis

Pembicara lainnya yaitu dokter Imam Purwohadi dan Siti Khoirul Umiyati. ”Kami senang mendapat pengarahan secara jelas bahaya penyalahgunaan narkoba, dan ternyata mengerikan,” kata Ahmad salah satu pelajar yang mengikuti acara itu pada kegiatan Kamis (27/10).

Ketua Yayasan Futuhiyyah, KH Said Lafif berpesan agar generasi muda, khususnya pelajar dan alumni Futuhiyyah tidak mencicipi dan coba-coba narkoba, minuman keras dan obat-obatan lain yang bersifat adiktif.

SMA Negeri 1 Slawi

Pengobatan Gratis

SMA Negeri 1 Slawi

”Obat-obatan itu semuanya mengakibatkan ketergantungan atau kecanduan. Maka, jangan sampai santri atau pelajar Futuhiyyah mencobanya,” kata Ustadz Lafif.

Ketua Panitia Expo 115 Tahun Futuhiyyah, Faizurrohman Hanif menjelaskan, rangkaian kegiatan penyuluhan antinarkoba, pengobatan gratis dan khitan massal merupakan kerja sama RSI NU Demak dengan Pesantren Futuhiyyah dalam rangka Expo Futuhiyyah Refleksi 115 tahun Kiprah Untuk Bangsa.

”Kebetulan Kepala RSI NU Demak juga alumnus Futuhiyyah,” katanya sambil tertawa.

Khusus untuk Pengobatan gratis dan khitanan massal, Abdul Aziz menjelaskan, pihaknya mengerahkan tim beranggotakan 30 orang dilengkapi dua apoteker dan tujuh petugas medis dan perawat. Masyarakat di sekitar Kampung Suburan Mranggen tak menyianyiakan kesempatan itu. Mereka ramai-ramai mendatangi tempat pengobatan gratis yang ditempatkan tepat di halaman pondok pesantren tersebut.

Terjadi antrean panjang para pengunjung yang ingin berobat secara gratis. Adapun, khitanan massal diikuti 42 anak. Selain memberikan pengobatan gratis, tim RSI NU Demak juga menyampaikan penyuluhan dan konsultasi kesehatan.

”Mereka diajari bagaimana hidup sehat,” kata Aziz. (Ben Zabidy/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Syariah, Pemurnian Aqidah, IMNU SMA Negeri 1 Slawi

Minggu, 18 Februari 2018

Mengapa KH Wahab Chasbullah Layak Pahlawan Nasional (2)

Oleh Ahmad Baso

Setelah Resolusi Jihad dicetuskan, Kiai Wahab Chasbullah kemudian bergerak di lapangan. Itu ditunjukkan dari peran beliau sebagai komandan Barisan Kiai. Barisan Kiai tidak popular di kalangan kaum pergerakan merebut kemerdekaan. Tidak seperti Laskar Hisbullah pimpinan KH Zainul Arifin yang bermarkas di Malang atau Laskar Sabilillah di bawah komando KH Masykur.?

Peran sentral laskar kiai khos ini dikutip dari KH Saifuddin Zuhri di atas, sudah muncul sejak masa pendudukan Jepang. Pasca Resolusi Jihad, misinya kemudian lebih mengental untuk tujuan-tujuan khusus perjuangan mempertahankan kemerdekaan bangsa kita.

Mengapa KH Wahab Chasbullah Layak Pahlawan Nasional (2) (Sumber Gambar : Nu Online)
Mengapa KH Wahab Chasbullah Layak Pahlawan Nasional (2) (Sumber Gambar : Nu Online)

Mengapa KH Wahab Chasbullah Layak Pahlawan Nasional (2)

Apa itu Barisan Kiai dan Apa Peran Kiai Wahab?

SMA Negeri 1 Slawi

Dalam buku-buku sejarah resmi, apalagi yang diajarkan kepada anak-anak sekolah, nama Barisan Kiai tidak muncul. Sebutan ini dimunculkan eprt kali oleh seorang santri Kiai Wahab, yang juga aktif dalam pergerakan nasional, KH Saifuddin Zuhri. Dalam buku yang terbit setahun setelah Kiai Wahab wafat, KH Saifuddin Zuhri menulis “Di samping ada ‘Tentara Pembela Tanah-Air’, juga tersusun Laskar HIZBULLAH di bawah pimpinan Almarhum Zainul Arifin, Laskar SABILILLAH di bawah pimpinan Kiai Haji Masjkur, dan BARISAN KIAI dipimpin sendiri oleh Kiai Wahab.”?

Mengungkap peran Kiai Wahab sebagai komandan Barisan Kiai di era Revolusi Kemerdekaan tahun 1945-1949 memang amat susah. Karena Kiai Wahab sendiri menutupi keberadaan laskar kiai-kiai khos ini. Dan hanya orang-orang tertentu saja yang tahu.?

SMA Negeri 1 Slawi

Kalau peran Kiai Wahab ini bisa terungkap, sudah selayaknya beliau dapat penghargaan anugerah pahlawan nasional untuk tahun ini. Karena dengan barisan ini, perjuangan kemerdekaan di kalangan rakyat benar-benar menjadi dinamit yang mengekalkan semangat heroik dan daya juang rakyat kita di lapangan dalam berperang melawan penjajah.

Di antara sedikit orang yang tahu tentang Barisan Kiai itu, setidaknya dan tiga sumber yang bisa saya tunjukkan di sini:

Pertama, sumber yang ditulis oleh murid beliau sendiri, KH Saifuddin Zuhri. Pernah menjabat sebagai Menteri Agama di era Sukarno, KH Saifuddin Zuhri menulis tiga buku yang mengangkat kiprah Kiai Wahab selama Perang Kemerdekaan. Ketiga buku ini sudah sering saya kutip di atas.

Dalam buku ini Kiai wahab disebut sebagai komandan Barisan Kiai pusat.

Kedua, penuturan para informan pelaku sejarah yang pernah bergabung dalam Kesatuan Laskar Hizbullah Surakarta. Pengalaman mereka sudah dibukukan dengan judul Hizbullah Surakarta (UMS Karanganyar, 1992).?

Dalam buku ini disebut struktur pimpinan Barisan Kiai dan naman-nama kiainya. Karena ini kasusnya Hizbullah Surakarta, maka yang disebut di sana adalah Barisan Kiai Jawa Tengah pimpinan Kiai Ma’ruf; dan Barisan Kiai Surakarta pimpinan Kiai Abdurrahman. Barisan Kiai Sragen dipimpin Kiai Haji Bolkin, KH Muslim, Kiai Ridwan, Kiai Sujak dan Kiai Djarkasi.

Disebut juga: “Semula Sabilillah merupakan laskarnya Barisan Kiai. Tetapi para kiai menyadari, akhirnya Sabilillah yang ditampilkan.”?

Ketiga, penuturan seorang informan bernama Tamsiri Hadi Supriyanto, mantan komandan Hizbullah di wilayah Surakarta, yang kemudian ditulis oleh Tashadi dalam satu artikelnya berjudul “Hizbullah-Sabilillah Divisi Sunan Bonang dalam Revolusi Kemerdekaan: Lahir dan Pertumbuhannnya”.?

Dari sumber terakhir ini, kita temukan satu karakter Barisan Kiai. Tidak mendapat gaji, tidak mendapat jabatan tertentu, keiktu sertaan mereka dalam perjuangan kemerdekaan didasarkan pada keikhlasan dan semangat mempertahankan negara dan agama.

“Penasehat Laskar Hizbullah-Sabilillah adalah para ulama atau kiai yang memiliki peran dalam pembinaan mental dan ideologi, tetapi kadang-kadang mereka juga ikut berjuang di medan perang. Gabungan para ulama atau kiai dalam laskar Hizbullah-Sabilillah diberi nama Barisan Kiai”.?

Barisan Kiai tidak kalah gigihnya dengan ketiga lasykar di atas, dan langsung di bawah pimpinan Kiai Wahab Chasbullah sendiri. Keberadaan Barisan Kiai ini memang sangat dirahasiakan, karena anggotanya terdiri dari para kiai sepuh, yang memang tidak pernah muncul dipermukaan. Bahkan di antaranya sudah tua renta, yang berjalan dan melihatpun pun sudah tidak mamapu. Namun demikian, mereka tokoh yang disegani.

Kelahiran Barisan Kiai ini tidak diketahui persis, karena ia merupakan komitmen para kiai sejak lama dan ‘khas’. Tapi, Jepang mengetahui pergerakan mereka. Dan tak lama mereka menangkap serta memenjarakan tokoh-tokoh kunci, seperti Hadrotusy Syekh KH Hasyim Asy’ari, KH Machfudz Siddiq. Dan ternyata, para kiai yang ditangkapi tidak hanya di Jombang dan Surabaya, tapi juga di Wonosobo, Banyumas, Magelang. Sikap Jepang yang keras membuat Kiai Wahab Chasbullah, keliling Jawa, selama empat bulan, guna membela para koleganya yang dipenjara.

Disebutkan dalam buku ketiga di atas, Ketua Barisan Kiai Jawa Tengah KH Ma’ruf, Barisan Kiai Solo dipimpin KH Abdurrahman yang usianya sudah sangat uzur, Barisan Kiai Sragen dipimpin KH Bulkin. Para kiai itu menjadi pembimbing kapan musuh datang dan harus menyerang. Dan para kiai pula yang tergabung dalam Barisan Kiai yang memberi doktri bela negara-bela agama di kalangan para anggota laskar perjuangan. Dan itu semua berkat perjuangan al-maghfur-lah Kiai Wahab Chasbullah.?

Ahmad Baso, Wakil Ketua Pengurus Pusat Lakpesdam NU, penulis Agama NU untuk NKRI, Pesantren Studies, NU Studies, dan banyak buku lainnya. Artikel ini disampaikan dalam Seminar Nasional “KH. Abdul Wahab Chasbullah dalam Politik, Keagamaan dan Transformasi Sosial Masyarakat Indonesia: Usulan Bagi Pengangkatan Pahlawan Nasional”, yang diselenggarakan oleh Pusat Kajian Sosial Politik FISIP Universitas Nasional, Kamis, 24 April 2014, di Jakarta.?

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Khutbah, Pendidikan, Pemurnian Aqidah SMA Negeri 1 Slawi

Jumat, 16 Februari 2018

Santri Kota Reog Pastikan Tempat Semifinal di Liga Santri Nusantara

Bandung, SMA Negeri 1 Slawi

Alhusaeni yang berasal dari Kabupaten Bandung sebenarnya lebih akrab dengan Stadion Siliwangi tempat laga digelar. Tapi kenyataannya tetabuhan dan nyanyian suporter tim asal Kota Reog Ponorogo, Darul Huda, yang memenuhi seisi stadion hampir sepanjang pertandingan.

Santri Kota Reog Pastikan Tempat Semifinal di Liga Santri Nusantara (Sumber Gambar : Nu Online)
Santri Kota Reog Pastikan Tempat Semifinal di Liga Santri Nusantara (Sumber Gambar : Nu Online)

Santri Kota Reog Pastikan Tempat Semifinal di Liga Santri Nusantara

Namun di lapangan kesebelasan Alhusaeni memulai pertandingan lebih tenang. Beberapa kali serangan kedua sayap mereka memaksa lawan melakukan pelanggaran. Di saat kehilangan bola, disiplin penempatan posisi tim berseragam hijau putih ini pun memudahkan mereka melakukan pressing kepada lawan.

Babak pertama baru mulai beberapa menit, tim tuan rumah membuka peluang bagus lewat sontekan Al-Ikhsan yang menerima operan tendangan bebas Divie dari sisi kiri pertahanan Darul Huda. Tapi kiper Darul Huda Humaidi bergerak dengan cepat menepis bola yang mengarah sisi kanan gawangnya.

SMA Negeri 1 Slawi

Alhusaeni kembali mendapatkan peluang pada menit 17 ketika Al-Ikhsan berhasil mencuri bola lawan dan melakukan solo run di sayap kiri. Tapi Ardi yang kurang tenang saat menyambut crossing Al-Ikhsan hanya melihat tendangan pelannya diamankan kiper lawan.

SMA Negeri 1 Slawi

Darul Huda yang banyak mendapat tekanan hanya sesekali membalas secara sporadis, mengandalkan kecepatan dan kemampuan membaca ruang dari Wiranto yang kerap melebar ke sisi kiri.

Jelang akhir babak pertama sekelompok pendukung Alhusaeni memasuki stadion dan mulai berkompetisi adu keriuhan dengan pendukung tim lawan, membuat suasana tambah meriah. Mereka menyaksikan gol Alhusaeni dianulir wasit lantaran offside. Babak pertama yang cukup sengit berakhir tanpa gol.

Persaingan adu riuh kedua kelompok pendukung mendahului dimulainya babak kedua. Ketika bola mulai bergulir, tim Darul Huda langsung menunjukkan determinasi yang lebih baik ketimbang di babak pertama.

Wiranto sempat membuat kerepotan lini belakang Alhusaeni ketika melakukan akselerasi di derah berbahaya. Tapi pemain belakang lawan berhasil mengisolasi, membuatnya sulit mengoper kepada rekan.

Alhusaeni ganti memberikan sinyal bahaya buat Darul Huda ketika sebuah umpan terobosan membuat Al-ikhsan menembus pertahanan Darul Huda. Tapi tendangan kaki kirinya tak akurat mengarah gawang. Pemain bernomor 88 tersebut kembali menunjukkan kemampuan ketika melakukan kombinasi operan 1-2 dengan Bayu. Tapi kiper Humaidi sigap merebut bola.

Wiranto yang sejak babak kedua lebih melebar ke sisi kanan, menunjukkan kelasnya untuk mengubah skor pertandingan menjadi 1-0 dan menyulut keriuhan di tribun pendukungnya. Gol bermula dari akselerasi pemain nomor 7 ini yang dengan gesit mengejar umpan terobosan di kotak penalti lawan. Dengan satu sentuhan ia mengirim bola melewati jangkauan kiper Alhusaeni.

Gol di laga yang ketat seperti membakar semangat para pemain Darul Huda untuk mengambil alih dominasi laga. Wiranto kembali mendapatkan peluang berbahaya ketika berhasil melewati dua pemain lawan. Tapi tendangannya melenceng di sisi kanan gawang.

Memasuki paruh akhir babak kedua, Darul Huda menurunkan garis pertahanan untuk mengamankan keunggulan. Sesekali mereka melakukan serangan balik mengandalkan Wiranto.

Meski mengembalikan dominasi, Alhusaeni kesulitan memproduksi peluang berkualitas dan gagal membalas gol lawan sampai laga usai.

Meski kecewa dan timnya tidak memenuhi target, pelatih Alhusaeni Arif Herawan mengaku kehebatan tim lawan. Ia mengatakan para pemainnya sudah berusaha maksimal dan lebih banyak mendominasi laga. Tapi kenyataannya lawan bisa mencuri gol.

Sementara pelatih Darul Huda Agus Susanto mengatakan bahwa di laga ini para pemainnya memang lebih banyak diinstruksikan mengandalkan serangan balik. Hal ini menimbang faktor kelelahan akibat jadwal yang padat, serta kondisi lapangan yang kurang ideal.

Di laga 16 Besar lain yang bertempat di Lapangan Progresif, tim Kebumen Alkahfi mengalahkan Manbaul Hikmah asal Kendal, dengan skor 1-0. (Ahmad Makki/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Pemurnian Aqidah, Jadwal Kajian SMA Negeri 1 Slawi

Senin, 12 Februari 2018

Wayang Wolak-walik, Satu Layar Dua Dalang

Jakarta, SMA Negeri 1 Slawi

Semula saya mengira, wayang wolak-walik adalah karena cerita yang ditampilkan menggambarkan suasana ‘wolak-waliking’ zaman. Sempat pula saya menduga mungkin yang dimaksud wayang wolak-walik adalah selama pertunjukan, wayang-wayang akan sering dibuat berloncat-loncatan, sehingga bagian kepala wayang akan diletakkan di bawah, dan sesekali kakinya berada di atas.

Wayang Wolak-walik, Satu Layar Dua Dalang (Sumber Gambar : Nu Online)
Wayang Wolak-walik, Satu Layar Dua Dalang (Sumber Gambar : Nu Online)

Wayang Wolak-walik, Satu Layar Dua Dalang

Namun, dua perkiraan itu keliru. Dinamakan wayang wolak-walik ternyata adalah karena satu kelir—layar sebagai media tempat wayang dipertunjukkan—dipakai oleh dua dalang.

Soal pencahayaan, pada kedua bagian layar itu tetap terkena cahaya lampu menyesuaikan bagian layar yang mana yang sedang dijadikan area berkisah.

SMA Negeri 1 Slawi

Selain keunikan tadi, karena dimainkan dua dalang secara bergantian, mereka pun membawakan cerita yang seakan-akan berbeda, namun sebenarnya berhubungan.

SMA Negeri 1 Slawi

Pun soal cerita dan para tokoh. Bila pada pertunjukan wayang purwa membawakan kisah Ramayana dan Mahabarata, wayang wolak-walik tidak ada tokoh baku yang ditampilkan. Tokoh bisa lebih kekinian, menyesuaikan kondisi atau tren saat ini.

Pada peringatan harlah NU di Gedung PBNU, akhir Januari lalu, misalnya, Dalang Azis dan Dalang Jumali, membawakan cerita seorang anak kecil yang di kampungnya terkena banjir. Anak kecil itu lalu meminta pertolongan kepada kiai.

Tetapi yang ada saat itu bukanlah kiai. Anak itu tidak mau menerima pertolongan orang lain. Sampai sang anak mengalami kesusahan dan tenggelam terbawa arus banjir. Padahal orang lain yang menolong itu, datang atas permintaan sang kiai.

Cerita tersebut membawa makna bahwa cara Tuhan untuk menolong sangat banyak. Kita dituntut berhati-hati untuk dapat menemukan kekuatan ilahi. Cerita juga menyimpan pelajaran bahwa keyakinan harus kita jaga, jangan mudah tergoyahkan. Apa yang menjadi tujuan harus kita pegang.

Lik Jum dan Ki Azis menampilkan cerita itu dengan gaya yang cair. Sesekali mereka memasukkan ungkapan ‘Om tolelot om’, ‘update status Facebook’, dan ‘buka pesan WathsApp’.

Kedua dalang memang membebaskan cerita, tidak ada aturan baku seperti misalnya dalam wayang purwa. Namun begitu, ada hal-hal yang pantas untuk direnungkan dari ungkapan-ungkapan yang mereka lontarkan.

Karenanya, dalam menyiapkan cerita kedua dalang menyesuaikan dengan momentum atau karakteristik tempat dan pihak yang mementaskan. Termasuk pada malam itu, kedua dalang membawakan semangat Islam Nusantara.

Musik pada pertunjukan wayang wolak-walik, juga berbeda dengan wayang purwa. Gola, pemain musik yang malam itu mengiringi kedua dalang, menerapkan konsep musik harus sama dengan isi cerita.

Ilustrasi musik, menurut Gola, berangkat dari logika bukan untuk ‘membagus-baguskan’, namun agar selaras dengan cerita. Bebunyian yang terbatas, membawa kondisi dan suasana jiwa yang diperankan wayang. (Kendi Setiawan/Abdullah Alawi)

?

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Makam, Quote, Pemurnian Aqidah SMA Negeri 1 Slawi

Rabu, 07 Februari 2018

STAINU-Forluni UI Siapkan Santri Masuk PTN

Jakarta, SMA Negeri 1 Slawi. Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Ulama (STAINU) Jakarta menyiapkan kegiatan Pesantren Kilat (Sanlat) Sukses Masuk Perguruan Tinggi Negeri (PTN) 2013.

Kegiatan akan dilaksanakan pada pertengahan Mei hingga Juni 2013 mendatang, tidak lama setelah Ujian Nasional (UN) selesai.

STAINU-Forluni UI Siapkan Santri Masuk PTN (Sumber Gambar : Nu Online)
STAINU-Forluni UI Siapkan Santri Masuk PTN (Sumber Gambar : Nu Online)

STAINU-Forluni UI Siapkan Santri Masuk PTN

Kegiatan ini diselenggarakan oleh mahasiswa atas izin Lembaga Penelitian Pengembangan dan Pengabdian Masyarakat (LP3M) STAINU Jakarta yang bekerja sama dengan Forum Silaturahim Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia - Universitas Indonesia (Forluni PMII UI).

Sanlat diawali dengan seleksi melalui try out SBMPTN sejak gelombang I pada 4 November 2012 lalu di Pesantren Ekonomi Darul Uchwah, Kedoya – Jakarta Barat dan diikuti tidak kurang dari 90 siswa dari beberapa sekolah yang diundang se-Jakarta Barat serta difasilitatori oleh KH Marsudi Syuhud (Sekretaris Jendral PBNU).

SMA Negeri 1 Slawi

Kegiatan bimbingan belajar melalui Sanlat diharapkan dapat menarik perhatian bagi kalangan siswa-siswi yang ingin melanjutkan pendidikannya ke perguruan tinggi negeri, meskipun kuota tes tulis SBMPTN tahun ini oleh pemerintah dicanangkan hanya 30%, 50% melalui undangan (hasil raport) dan 20% adalah tes tulis di masing-masing perguruan tinggi.

Kendati pun demikian, karena besarnya minat pelajar untuk mengikuti kegiatan ini, maka try out/seleksi kembali digelar pada Ahad, 17 Maret 2013 mendatang (gelombang II) dan diprediksikan akan diikuti tidak kurang dari 80 pelajar SMA/sederajat.

SMA Negeri 1 Slawi

Bahkan tak hanya yang berasal dari Ibukota, panitia “Gebyar Try Out SBMPTN 2013” menyatakan bahwa ada beberapa siswa dari luar DKI Jakarta seperti Cirebon dan Bekasi, meskipun dalam pekan ini seluruh lembaga pendidikan tingkat SMA/sederajat sedang menyelenggarakan Ujian Akhir Sekolah untuk kelas XII.

Menurut pihak panitia, para siswa nampaknya antusias dan sangat berminat untuk mengikuti program Sanlat Sukses Masuk PTN 2013 yang akan diselenggarakan secara intensif dan tidak dipungut biaya ini sehingga mendorong mereka untuk tetap mengikuti try out sebagai syarat untuk resmi menjadi peserta apabila lulus dengan kualifikasi nilai yang cukup.

Alfany (Ketua Forluni PMII UI) memberikan dukungan dan pihaknya akan memfasilitasi soal ujian/try out tersebut melalui sebuah lembaga bimbingan dan konseling, Makara Insani. Selain itu, progres persiapan kegiatan ini terus dilakukan oleh panitia dan terus melakukan komunikasi terhadap pihak sekolah-sekolah yang diundang untuk mengikutsertakan siswa-siswinya atau pun melalui alumni.

Redaktur ? ? : A. Khoirul Anam

Kontributor: Maja Sutedjo

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Pahlawan, Pemurnian Aqidah, Kyai SMA Negeri 1 Slawi

Senin, 05 Februari 2018

JQHNU Sumedang Rutin Gelar Semaan Al-Qur’an

Sumedang, SMA Negeri 1 Slawi

Pimpinan Cabang Jamiyyatul Qurra wal Hufadz (JQH) Nahdlatul Ulama Kabupaten Sumedang, Jumat (2/12), mengadakan kegiatan Semaan Al-Quran di aula PCNU setempat, Sumedang, Jawa Barat. Kegiatan tersebut digagas dalam rangka mendoakan keselamatan bangsa dan negara Indonesia.

Semua pengurus PC JQH NU Sumedang yang mayoritas para hafidz dan hafidzah diberikan kesempatan untuk membaca Al-Quran secara dihafal. Sementara yang lain menyimak atau mendengarkan dengan seksama lafal yang dibaca. Ketua PCNU Sumedang H Sadulloh yang merupakan penghafal Al-Qur’an juga ikut bagian dalam semaan ini.

JQHNU Sumedang Rutin Gelar Semaan Al-Qur’an (Sumber Gambar : Nu Online)
JQHNU Sumedang Rutin Gelar Semaan Al-Qur’an (Sumber Gambar : Nu Online)

JQHNU Sumedang Rutin Gelar Semaan Al-Qur’an

Ketua PC JQH NU Kabupaten Sumedang Ahmad Jauharudin mengatakan, kegiatan ini merupakan agenda bulanan pengurus. Biasanya yang hadir hanya pengus JQH, tapi untuk bulan ini sengaja mengundang seluruh pengurus PCNU, badan otonom NU, dan lembaga NU yang ada di Sumedang. Selain syukuran aula baru PCNU, tambahnya, juga ikut mendoakan keselamatan bangsa dan negara Indonesia.

SMA Negeri 1 Slawi

Ketua PCNU Sumedang H Sadulloh di sela-sela acara mengatakan bahwa Al-Quran adalah obat yang paling mujarab untuk mengobati manusia yang tersiksa hati nuraninya. Selain itu Al-Quran bisa memperbaiki kerusakan akhlak dan moral manusia. Siapa pun yang mau mengikuti petunjuk Allah yang disampaikan-Nya melalui Al-Quran, hidupnya tidak akan sesat dan celaka.

Al-Quran sangatlah istimewa, tutur H Sadulloh. Dengan keistimewaanya, Al-Quran mampu memecahkan problem-problem kemanusiaan dalam berbagai segi kehidupan, baik rohani, jasmani, sosial, ekonomi, maupun politik dengan pemecahan yang bijaksana. Pada setiap problem itu, Al-Quran meletakan sentuhannya yang mujarab dengan dasar-dasar umum yang dapat dijadikan landasan untuk langkah-langkah manusia di setiap zaman.

SMA Negeri 1 Slawi

Dengan demikian, kaum Muslimin dengan Al-Qurannya harus mampu membangun obor di tengah-tengah gelapnya sistem-sistem dan prinsip-prinsip lain di luar Al-Quran. Kaum Muslimin dengan Al-Qurannya harus membimbing manusia yang kebingungan, sehingga terbimbing ke pantai keselamatan, tutup H Sadulloh. (Ayi Abdul Kohar/Mahbib)

?


Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Pemurnian Aqidah, Ulama, Kyai SMA Negeri 1 Slawi

Kamis, 01 Februari 2018

Kang Said: Islam Membela Non Muslim

Jakarta, SMA Negeri 1 Slawi. Bukti bahwa Islam sangat menghormati dan melindungi non Muslim banyak terekam dalam al Quran. Banyak kisah-kisah non Muslim yang justru ada dalam al Quran dan tidak tersebut di kitab suci mereka. Demikian penjelasan Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj dalam Refleksi Awal Tahun PBNU, Selasa, 4 Desember 2011.

"Ketika terjadi Perang antara Romawi (Katolik) melawan Persia (Majusi) Rasulullah berharap Romawi menang, namun nyatanya Romawi kalah dan turunlah surat ar Rum yang menghibur. Dan ini diabadikan dalam al Quran," kata pria yang akrab disapa Kang Said ini.

Kang Said: Islam Membela Non Muslim (Sumber Gambar : Nu Online)
Kang Said: Islam Membela Non Muslim (Sumber Gambar : Nu Online)

Kang Said: Islam Membela Non Muslim

Dalam surat ar Rum disebutkan bahwa tidak lama lagi Romawi akan segera menang dan di saat itulah kaum Mumin harus ikut bergembira menyambut kemenangan Romawi.

SMA Negeri 1 Slawi

Kang Said bercerita, suatu saat Rasulullah menerima hadiah dari Gubernur Mesir, yakni Mariah yang kemudian menjadi istri Rasulullah. Mariah adalah seorang wanita yang beragama Ortodok Koptik. Rasulullah berkata kepada Khalifah Umar, "Nanti Mesir akan berjaya melalui tanganmu (kekuasaanmu), saya titipkan keluarga Mariah kepadamu."

SMA Negeri 1 Slawi

Kang Said menjelaskan bahwa Rasulullah menitipkan keluarga Mariah adalah untuk menjaga agama Mariah sebelumnya yakni Ortodok Koptik. "Dan akhirnya terbukti, ketika Perang Salib, tidak satupun orang Ortodok Koptik yang diserang. Dan hingga saat ini Ortodok Koptik tetap eksis di Alexandria," jelas Kang Said.

Kisah pembantaian Nasrani Najran diabadikan oleh al Quran dalam surah al Buruj. Saat itu Raja Dzu Nuwas dengan kejam membantai Nasrani Najran dan kemudian dimasukkan dalam lubang dan dibakar hidup-hidup. "Kisah ini terekam jelas dalam al Quran yang justru tidak disebutkan oleh Injil," jelas Kang Said.

"Jadi jangan dikira bahwa dalam kisah itu adalah cerita orang Islam, itu adalah kisah Nasrani Najran," tegas pria yang akrab disapa Kang Said ini.

Korban yang terbunuh akibat kekejaman Dzu Nuwas ini hanya memiliki satu kesalahan, yakni beriman kepada Allah.

Cerita lain tentang pembelaan Islam terhadap non Muslim juga terjadi pada saat Khalifah Umar menerima kunci dan berkunjung ke gereja di Palestina. Saat itu masuk waktu ashar dan Khalifah Umar ingin bergegas melaksanakan salat. Kemudian Sofrinus, yang menyerahkan kunci, memersilakan Umar untuk salat di dalam gereja, namun Umar menolaknya.

Lalu Kang Said menjelaskan alasan penolakan Umar, "Khalifah Umar menolak bukan karena salat di dalam gereja. Namun beliau takut jika suatu saat nanti gereja tersebut akan direbut kaum Muslimin dengan alasan beliau pernah salat di sana."

Kisah-kisah perlindungan Islam terhadap non Muslim ini, menurut Kang Said, harus bisa dijadikan contoh teladan bagi kaum Muslimin agar tidak melakukan tindakan semena-mena terhadap non Muslim. (bil)Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Pemurnian Aqidah SMA Negeri 1 Slawi

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs SMA Negeri 1 Slawi sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik SMA Negeri 1 Slawi. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan SMA Negeri 1 Slawi dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock