Tampilkan postingan dengan label Tegal. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tegal. Tampilkan semua postingan

Jumat, 16 Februari 2018

Untuk Dilantik, GP Ansor Sidoarjo Tunggu SK Pimpinan Pusat

Sidoarjo,? SMA Negeri 1 Slawi?

Usai pelaksanaan Konfercab ke-13 di Pondok Pesantren Bumi Sholawat, Lebo Sidoarjo, beberapa waktu lalu, kini PC GP Ansor Sidoarjo membentuk pengurus baru periode 2016-2021. Ketua GP Ansor Sidoajro H Rizza Ali Faizin telah membentuk kepengurusan struktural di jajarannya.

Dalam menyusunan pengurus, PC GP Ansor telah melibatkan semua unsur banom NU dengan melakukan fit and proper test terhadap semua calon pengurus PC GP Ansor Sidoarjo.

Untuk Dilantik, GP Ansor Sidoarjo Tunggu SK Pimpinan Pusat (Sumber Gambar : Nu Online)
Untuk Dilantik, GP Ansor Sidoarjo Tunggu SK Pimpinan Pusat (Sumber Gambar : Nu Online)

Untuk Dilantik, GP Ansor Sidoarjo Tunggu SK Pimpinan Pusat

Rizza mengaku sudah mengantongi nama yang telah masuk dalam fit and proper test dan memilih sebanyak 26 pengurus harian yang mempunyai integritas serta memenuhi persyaratan. Dari 26 itu di antaranya 9 wakil ketua, 9 wakil sekretaris dan 7 bendahara.

"Dari wakil-wakil pengurus harian PC GP Ansor Sidoarjo tersebut terdapat dari Pengurus Anak Cabang Ansor yang ada di kabupaten Sidoarjo. Selain itu, ada kader fungsional dan kader profesional dari kalangan pemuda Nahdlatul Ulama," kata Rizza, Selasa (10/1).?

SMA Negeri 1 Slawi

Selanjutnya, sambung Rizza, Ansor Sidoarjo akan menyerahkan rekomendasi struktural organisasi ke Pengurus Wilayah GP Ansor Jatim. Setelah mendapat rekom dari PW GP Ansor Jatim, tinggal menunggu surat keputusan dari Pimpinan Pusat GP Ansor, dan selanjutnya dilakukan pelantikan.

"Alhamdulillah tanggal 4 Januari kita sudah bentuk pengurus harian dan sesuai kriteria yang diinginkan. Permohonan rekomendasi juga sudah kita bawa kepada PW Jatim. Setelah itu baru rekomendasi dari Ansor pusat. Kami juga sudah melakukan koordinasi dengan Ketum Ansor dan sudah positif tinggal menunggu dari pimpinan wilayah," pungkasnya. (Moh Kholidun/Abdullah Alawi)

SMA Negeri 1 Slawi

?

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Olahraga, Kajian Islam, Tegal SMA Negeri 1 Slawi

Kamis, 01 Februari 2018

Ketua Baru Ansor Jakbar Komit Kembangkan NU di Ibu Kota

Jakarta, SMA Negeri 1 Slawi - Regenerasi di tubuh Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Jakarta Barat berlanjut dengan terpilihnya Alfanny sebagai ketua baru pada perhelatan Konferensi Cabang GP Ansor Jakarta Barat di TK Muslimat 2 Yayasan Darussalam Cengkareng, Jakarta Barat.

Alfanny mengajak segenap kader Ansor Jakarta Barat untuk bersinergi mengembangkan NU di tengah masyarakat Ibu Kota yang majemuk dengan membenahi organisasi Ansor terlebih dulu sebelum terjun menyelesaikan masalah di tengah masyarakat.

Ketua Baru Ansor Jakbar Komit Kembangkan NU di Ibu Kota (Sumber Gambar : Nu Online)
Ketua Baru Ansor Jakbar Komit Kembangkan NU di Ibu Kota (Sumber Gambar : Nu Online)

Ketua Baru Ansor Jakbar Komit Kembangkan NU di Ibu Kota

“Jakarta Barat adalah pintu gerbang Jakarta dan juga Indonesia, karena ketika turis asing dari luar negeri mendarat di Bandara Soekarno-Hatta, harus diingat sebagian wilayah bandara tersebut merupakan wilayah Cengkareng yang termasuk dalam Jakarta Barat.  Sudah saatnya Ansor Jakarta Barat bangkit dan terjun ke masyarakat dengan terlebih dulu membenahi tata internal organisasinya,” papar Alfanny di hadapan peserta konfercab, Ahad (13/3).

SMA Negeri 1 Slawi

Optimisme Alfanny didukung oleh Ketua Pimpinan Wilayah GP Ansor DKI Jakarta Abdul Azis yang mengatakan, Ansor merupakan organisasi pemuda terbesar yang mesti memberikan kontribusi positif bagi kemajuan DKI Jakarta.

Dalam kesempatan konfercab tersebut, turut hadir Abdul Haris Makmun dan Saiful Dasuki, fungsionaris Pimpinan Pusat GP Ansor serta mantan Ketua PC Ansor Jakarta Barat Abdul Syakir.

SMA Negeri 1 Slawi

Sebelum dipilih menjadi ketua PC GP Ansor Cabang Jakarta Barat, Alfanny memulai kiprah organisasinya di PMII UI-Depok tahun 1996-2001 dan menjadi salah satu anggota pertama PMII UI yang didirikan Yaqut Cholil Qoumas (Ketua Umum PP GP Ansor saat ini) dan Nusron Wahid (Ketua Umum PP GP Ansor 2011-2015).

Setelah lulus UI, Alfanny berkiprah sebagai wakil sekjen DPP Sarikat Buruh Muslimin Indonesia (Sarbumusi) antara tahun 2004-2010, kemudian tahun 2012-2015 menjadi Ketua Umum Forum Alumni PMII UI dan kemudian “pulang kampung” ke Jakarta Barat mendampingi kaderisasi IPNU-IPPNU sejak 2007 lalu bergabung dengan PC Ansor Jakarta Barat periode 2011-2015 sebagai wakil sekretaris. (Red: Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Ubudiyah, Lomba, Tegal SMA Negeri 1 Slawi

Selasa, 30 Januari 2018

Subhan ZE, “Orang Luar” di Lingkaran NU

Menelusuri jejak politik Subhan ZE, seolah menapaki jalan panjang penuh misteri. Alur hidup Subhan, sebagai aktifis NU yang menjadi rujukan kaum muda, sampai kini masih belum terungkap sepenuhnya. Di tengah kabut misteri itu, menyimak Subhan dengan segala kontroversinya, seakan menjadi petualangan penting.

Sosok Subhan, menjadikan NU sebagai poros penting pada zamannya. Ia menjadi rujukan anak-anak muda lintas agama dan ideologi, tidak hanya kaum sarungan namun juga kaum muda Tionghoa dari Katolik dan Kristen. Dalam sepak terjangnya, Subhan benar-benar mampu menjadikan dirinya sebagai referensi kepentingan dan kekuasaan.

Menurut Martin van Bruinessen, Subhan ZE merupakan pemimpin NU yang mengambil peranan penting dalam mengorkestrasi rangkaian demonstrasi yang mengantarkan kelahiran Orde Baru. "Subhan adalah orang luar di dalam NU, yang walaupun usianya masih muda, sejak pertengahan tahun 1950-an telah menjadi ahli terkemuka dalam masalah ekonomi," tulis Martin, dalam karyanya NU: Tradisi, Relasi-Relasi Kuasa, Pencarian Wacana Baru (hal. 91). Dalam risetnya, Martin mengungkap betapa Subhan sebenarnya menjadi perantara budaya dan sosial, yang menjadi aset besar Nahdlatul Ulama.

Subhan ZE, “Orang Luar” di Lingkaran NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Subhan ZE, “Orang Luar” di Lingkaran NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Subhan ZE, “Orang Luar” di Lingkaran NU

Martin menegaskan bahwa Subhan merupakan sosok penting bagi NU, terutama pada momentum pergantian kekuasaan dari Orde Soekarno menuju rezim Soeharto. Martin juga mengkritik sosok Subhan, sebagai pribadi yang kepentingan bisnisnya diuntungkan oleh pengaruh politik dan koneksinya yang baru. "Tetapi, dia tidak pernah menunjukkan ketamakan membabi buta yang melanda begitu banyak orang segenerasinya," demikian ungkap Martin. Dalam ulasannya, Martin juga mengkorfirmasi bahwa Subhan termasuk sosok yang murah hati menyediakan dana untuk kegiatan organisasi, tanpa mengharap imbalan.

Jika beberapa pengurus NU kompromis terhadap Orde Baru, semisal Ahmad Syaikhu dan Kiai Idham Cholid, tidak demikian dengan Subhan ZE. Bahkan, Ali Moertopo—seorang petinggi intelijen di lingkaran Soeharto—melakukan operasi-operasi khusus untuk memasuki lingkaran pengaruh di tubuh Nahdlatul Ulama. Moertopo menggunakan alat politik dan militer, untuk “mendukung” Kiai Idham Chalid agar menang dalam persaingan dengan beberapa lawan politiknya.

Pada masa menjelang Pemilu Orde Baru yang pertama pada 1971, Subhan tampil sebagai sosok yang sangat kritis terhadap Soeharto. Langkah politik Subhan, menjadikan NU sebagai partai politik yang terlihat paling kritis. Gerakan politik dan zig-zag kultural Subhan, secara langsung berkonfrontasi dengan Golkar, serta tokoh militer-intelijen: Ali Moertopo dan Amir Machmud.

Pada masa kampanye, banyak sekali teror yang ditujukan kepada warga, terutama komunitas santri. Teror ini dilancarkan oleh Angkatan Bersenjata dan birokrasi pemerintah, agar memilih partai Golkar sebagai tulang punggung Orde Baru. Namun, Subhan dan pendukungnya tidak tinggal diam. Ia menyusun strategi dan kampanye agar warga tidak takut menghadapi ancaman dari militer.

SMA Negeri 1 Slawi

Pada Pemilu 1971, Golkar tampil sebagai pemenang, dengan mengumpulkan 62,8 % dari keseluruhan suara. Kemenangan Golkar tidak lepas dari gerakan massif Angkatan Bersenjata, sekaligus langkah-langkah politik pemerintah Orde Baru. Namun, sebagai representasi kubu Islam, suara Partai NU juga mengalami peningkatan, dari 18,4 persen menjadi 18,67 %. Tentu saja, keberhasilan NU mempertahankan basis pemilih bahkan meningkatkan perolehan suara, karena terampilnya Subhan ZE menyusun strategi politik. Perolehan suara NU, disusul Parmusi dengan 7,365%, PNI sebanyak 6,49 %, Perti 2,39 %, dan PSSI mendapat 0,70 %.

Kemenangan Golkar menjadikan partai ini mendapatkan 236 kursi di DPR, serta 100 kursi Karya ABRI dan non-ABRI. Dengan 336 kursi dari jumlah keseluruhan 460 kursi di DPR RI, Golkar menjadi pemenang mutlak yang menyingkirkan pesaingnya. Hal ini berbanding jauh, dari para pesaingnya. Jika suara-suara dari partai Islam digabung, hanya mendapatkan 20,3 % suara, atau 94 kursi. Dari 94 kursi itu, NU hanya mendapatkan 58 kursi atau 61,7 % (Zahro, 2004: 61).

SMA Negeri 1 Slawi

Menanggapi hasil Pemilu 1971, kubu Partai NU melihat banyak kecurangan. Subhan ZE, sebagai Ketua I PBNU, memohon kepada Idham Chalid (Ketua Umum PBNU) agar menarik pencalonan dirinya sebagai Ketua DPR/MPR karena tidak puas atas hasil pemilu. Sedangkan, Parkindo dan Partai Katolik, sebagai sarana aspirasi politik kelompok Kristen Protestan dan Katolik, menerima kenyataan kalah, termasuk di wilayah basis masa kaum Kristen (Aritonang, 2004: 376).

Pemilu 1971 merupakan kisah pedih yang menjadi tanda dimulainya tapak kekuasaan Soeharto. Dengan menggunakan jaringan politiknya, Orde Baru kemudian meminggirkan Nahdlatul Ulama, yang dianggap sebagai kekuatan politik utama yang berpotensi menyaingi Golkar. Di tengah arus perubahan itu, Subhan ZE terbuang, nyawanya melayang. Ia meninggal di tanah suci, di tengah kecelakaan yang sampai sekarang masih berselimut misteri.

Munawir Aziz, Wakil Sekretaris LTN PBNU, sedang menulis buku “Silang Sejarah Subhan ZE” (email: moena.aziz@gmail.com)?







Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Tegal SMA Negeri 1 Slawi

Sabtu, 27 Januari 2018

Yenny Wahid: Lawan Terorisme dengan Solidaritas Bangsa

Jakarta, SMA Negeri 1 Slawi - Direktur The Wahid Institute Yenny Zannuba Wahid mengutuk keras aksi teror siang ini di Jakarta, Kamis (14/1) pagi. Aksi teror dengan alasan apapun, menurut putri Presiden Ke-4 RI KH Abdurrahman Wahid ini, tidak bisa dibenarkan. Ia mengajak seluruh elemen bangsa untuk bersama-sama mengatasi terorisme.

“Pagi ini, kita kembali menyaksikan dan menghadapi serangan terorisme yang mematikan di pusat ibu kota. Sejumlah ledakan terjadi di sekitar pusat perbelanjaan Sarinah, Jakarta. Bom pertama meledak di kedai kopi Starbucks,” kata Yenny dalam rilisnya, Jakarta (14/1) sore.

Yenny Wahid: Lawan Terorisme dengan Solidaritas Bangsa (Sumber Gambar : Nu Online)
Yenny Wahid: Lawan Terorisme dengan Solidaritas Bangsa (Sumber Gambar : Nu Online)

Yenny Wahid: Lawan Terorisme dengan Solidaritas Bangsa

Berikutnya bom meletus di pos polisi di seberang gedung Sarinah, di perempatan Jalan Thamrin-Wahid Hasyim. Bom kedua ini diduga bom bunuh diri. Beberapa korban diperkirakan tewas dalam serangan ini: polisi, pelayan Sturbuck, warga negara asing, termasuk beberapa orang yang diduga pelaku bom bunuh diri. Indonesia berduka.

“Peristiwa ini tentu saja kembali mengguncang nurani kita sebagai manusia dan bangsa. Peristiwa ini menambah deretan kasus terorisme di Indonesia yang dampaknya tentu tak mudah diatasi,” kata Yenny.

SMA Negeri 1 Slawi

Menurutnya, aksi teror menunjukan sikap frustasi para pelaku dalam mencapai tujuan politik, ekonomi, atau motif-motif lainnya.

Ia mengajak seluruh elemen bangsa ini baik pemerintah maupun masyarakat bergotong royong mengevakuasi dan menolong korban agar mendapat perawatan medis dan psikologis sesegara mungkin.

SMA Negeri 1 Slawi

Dukungan semua elemen, kata Yenny, penting untuk memberi pesan bahwa sebagai bangsa kita semakin kuat. Di sampinjg itu kita mendukung aparat yang tergabung dalam penanggulangan teror agar dapat bekerja cepat menangkap dan mengungkap pelaku dan otak aksi teorisme ini.

Masyarakat harus menunjukkan solidaritas sebagai manusia dan bangsa Indonesia terlepas dari sekat-sekat politik, etnis, agama, dan keyakinan untuk korban serangan ini. Solidaritas ini penting untuk membuktikan bahwa kita tidak takut atas serangan ini. Sebaliknya sebagai sebuah bangsa kita semakin kuat dan solid. Ketakutan dan saling curiga hanya akan melempangkan tujuan pelaku teror ini.

Yenny mengingatkan semua pihak, pemerintah dan masyarakat, bahwa aksi terorisme adalah ujung paling ekstrem dari upaya-upaya sekelompok orang untuk mencapai tujuan politik dan ekonomi mereka.

Namun, upaya pencegahan menuju aksi terorisme juga perlu terus didorong dan disuarakan seperti merespons setiap aksi kekerasan dan intoleransi berbasis agama dan keyakinan. (Red Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Tegal SMA Negeri 1 Slawi

Selasa, 16 Januari 2018

Sambut “Bonus Demografi”, IPNU-IPPNU Harus Berperan

Gresik, SMA Negeri 1 Slawi. Menyambut bonus demografi Indonesia yang diperkirakan terjadi sekitar tahun 2020-2030, IPNU-IPPNU diharapkan mengambil kesempatan penting dalam mempersiapkan generasi emas menuju bonus demografi Indonesia yang akan berdampak pada pertumbuhan sosial-ekonomi Indonesia ke tingkat yang lebih tinggi.

Sambut “Bonus Demografi”, IPNU-IPPNU Harus Berperan (Sumber Gambar : Nu Online)
Sambut “Bonus Demografi”, IPNU-IPPNU Harus Berperan (Sumber Gambar : Nu Online)

Sambut “Bonus Demografi”, IPNU-IPPNU Harus Berperan

Hal tersebut disampaikan KH Nur Khozin saat memberikan ceramah di hadapan ratusan pelajar NU se-kecamatan Panceng dalam acara Pelantikan dan Peringatan Isro Miroj Pengurus Anak Cabang IPNU-IPPNU Kecamatan Panceng, Sabtu kemarin (15/6) di Yayasan Tarbiyatul Wathon Campurejo, Gresik.

"Namun, bonus demografi tersebut akan menjadi bencana jika pembangunan sumber daya manusia tidak dipersiapkan dengan baik," tuturnya

SMA Negeri 1 Slawi

Ia menjelaskan, pada tahun 2020-2030, penduduk Indonesia umur produktif (15-64 tahun) diperkirakan akan mencapai 70%. Sisanya, 30% merupakan penduduk tidak produktif (di bawah 15 tahun dan diatas 64 tahun).

SMA Negeri 1 Slawi

Dalam menyambut bonus demografi tersebut, IPNU-IPPNU sebagai organisasi kader NU diharapkan mampu membangun sumber daya manusia anggotanya sebagai kader-kader berkualitas yang nantinya diharapkan mampu berperan penting dalam pembangunan Indonesia.

"IPNU-IPPNU diharapkan berhasil mencetak kader-kader berkualitas. Mampu mensinergikan kemampuan intelektual dan spiritual," tambahnya

Hal tersebut juga diamini KH Aziz Rohim, Rais Syuriyah MWCNU Panceng. Dalam sambutannya, ia menegaskan peran penting IPNU-IPPNU sebagai kader pokok yang akan meneruskan perjuangan ulama-ulama NU. 

"Di tangan pemudalah, urusan umat akan bergantung. Nasib NU ke depan akan bergantung pada IPNU-IPPNU sebagai pemilik masa depan NU," tuturnya

Ketua PAC IPNU kec Panceng terlantik, Fathur Rozi, menyampaikan banyak terima kasihnya kepada segenap pihak yang turut berpartisipasi dalam mensukseskan kegiatan tersebut. Ia pun menyampaikan prioritas kepengurusannya ke depan.

"IPNU-IPPNU sebagai prioritas utama masa depan NU harus mampu menggaet kader-kader muda NU terbaik. Menghidupkan ranting-ranting IPNU-IPPNU yang vakum merupakan prioritas ke depan kami," tuturnya

Redaktur    : A. Khoirul Anam

Kontributor: Ahmad Faiz

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Amalan, Tegal SMA Negeri 1 Slawi

Senin, 15 Januari 2018

Guru Harus Dilibatkan dalam Penentuan Kelulusan UN

Yogyakarta, SMA Negeri 1 Slawi. Penentu kelulusan siswa itu seyogianya diserahkan kepada pihak sekolah. Penentuan kelulusan oleh pemerintah pusat berarti merampas hak guru dan sekolah karena pemerintah hanya menilai prestasi pelajar dari ujian tulis saja.

Guru Harus Dilibatkan dalam Penentuan Kelulusan UN (Sumber Gambar : Nu Online)
Guru Harus Dilibatkan dalam Penentuan Kelulusan UN (Sumber Gambar : Nu Online)

Guru Harus Dilibatkan dalam Penentuan Kelulusan UN

Demikian tanggapan Drs. Suharyanto, Kepala Sekolah SMK Ma’arif Yogyakarta, terhadap isu kebijakan pemerintah tentang ujian nasional yang akan ditentukan oleh sekolah, saat ditemui SMA Negeri 1 Slawi di kantornya, Jl. Hos Cokroaminoto, Sabtu (17/01).

Ia menjelaskan, memang seharusnya, dalam penentuan kelulusan harus mempertimbangkan budi pekerti, perilaku dan kreativitas siswa. “Kita (guru) tahu siswa kita seperti apa.? Kita bisa menambah nilai bagi anak yang patut ditambah. Misalnya, kalau ada siswa yang rajin sekali masuk sekolah dan berperilaku baik, maka ini akan kita pertimbangkan. Kalau siswa seperti itu dinyatakan tidak lulus kan tidak adil,” ungkapnya.

SMA Negeri 1 Slawi

Suharyanto menjelaskan tentang ketidakadilan lain, misalnya ketika ada siswa yang sering bolos, buruk secara perilaku, tapi lulus karena ia beruntung mennjawab soal dengan benar meski dengan cara mengundi.

SMA Negeri 1 Slawi

“Budi pekerti, sopan santun, menjadi krisis di sekolah, karena penentuan kelulusan hanya berdasarkan ujian tulis. Kalau kelulusan ditentukan oleh sekolah, itu akan menjadi bahan pertimbangan kelulusan bagi siswa. Kalau kelulusannya ditentukan oleh pusat, guru tidak berhak menilai anak,” tandasnya.

Sampai saat ini, kata Suharyanto, belum ada surat edaran resmi dari pemerintah. “Baik besok ujiannya mau Unas atau apa, ditentukan oleh pemerintah atau sekolah, kita sudah siap. Guru-guru sudah kita bagi tugas, masing-masing guru kita minta untuk menangani dua siswa, untuk mengawal sejak sekarang hingga menjelang ujian," tuturnya. (Nur Sholikhin/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Olahraga, Tegal SMA Negeri 1 Slawi

Selasa, 09 Januari 2018

Sambut Hari Santri, IAIN Jember Wajibkan Civitas Akademika Pakai Busana Santri

Jember, SMA Negeri 1 Slawi - Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Jember dalam rangka menyambut hari santri nasional mewajibkan segenap warga civitas akademika mulai dari dosen, pegawai, satpam hingga mahasiswa memakai busana ala santri.

Mahasiswa diharuskan memakai sarung, baju takwa atau batik, berkopiah dan bersandal atau sepatu sandal. Sementara mahasiswi dan dosen wanita tetap menggunakan jilbab dan sandal. Dosen atau mahasiswa yang tidak berbusana ala santri dilarang masuk kecuali tamu orang luar IAIN Jember.

Sambut Hari Santri, IAIN Jember Wajibkan Civitas Akademika Pakai Busana Santri (Sumber Gambar : Nu Online)
Sambut Hari Santri, IAIN Jember Wajibkan Civitas Akademika Pakai Busana Santri (Sumber Gambar : Nu Online)

Sambut Hari Santri, IAIN Jember Wajibkan Civitas Akademika Pakai Busana Santri

Kewajiban menggunakan busana ala santri itu berlaku sejak 17 Oktober hingga tiga hari ke depan.

Dalam pantauan SMA Negeri 1 Slawi, IAIN Jember benar-benar berubah. Sejak masuk pintu gerbang kampus, suasana ala pesantren sudah terasa. Begitu juga di dalam ruang perkuliahan, juga tak ubahnya seperti di madrasah atau pondok. Bahkan, tak jarang di antara mereka saling menggoda dan bercanda soal busana santrinya.

SMA Negeri 1 Slawi

"Hari santri memang kami sambut sedemikian rupa agar syiarnya lebih menggema dan maknanya lebih terasa. Acara lain juga masih banyak terkait hari santri," ujar Rektor IAIN Jember Babun Suharto kepada SMA Negeri 1 Slawi.

Menurutnya, selain terkait hari santri instruksi berbusana ala santri tersebut juga sejalan dengan visi IAIN Jember, yaitu sebagai pusat kajian Islam Nusantara berbasis pesantren.

SMA Negeri 1 Slawi

Sambutan positif datang dari dosen IAIN Jember Halim Subahar. Pria yang juga Ketua MUI Jember ini menilai apa yang diterapkan kampusnya dalam menyambut hari santri layak diapresiasi. Ia berharap pakaian ala santri bisa diterapkan secara rutin di IAIN Jember, misalnya setiap hari Jumat.

"Saya akan senang kalau mahasiswa dan dosen diminta terus berbusana santri. Pakai sarung ini sangat rileks. Justru kalau pakai celana panjang malah terkekang," canda Halim. (Aryudi A Razaq/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Tegal, Halaqoh, Humor Islam SMA Negeri 1 Slawi

Senin, 08 Januari 2018

Yang Syahdu dan Unik-unik dari Ramadhan di Tarim Yaman

Tarim merupakan nama suatu daerah terpencil di Hadhramaut, Yaman. Di sini aktivitas keilmuan dan kerohaniannya lebih terasa dibanding kota lainnya di Yaman. Tarim juga memiliki nuansa Ramadhan yang khas yang diwariskan secara turun-menurun. Suasana semacam inilah yang tidak ditemukan di daerah Yaman lainnya.

Antusiasme masyarakat Tarim dalam menyambut bulan Ramadhan sangat tinggi. Hal itu terlihat dari ramainya masjid-masjid pada siang hingga malam hari. Mereka menghidupkan bulan Ramadhan dengan Al-Qur’an, dzikir, shalawat, dan ziarah.

Yang Syahdu dan Unik-unik dari Ramadhan di Tarim Yaman (Sumber Gambar : Nu Online)
Yang Syahdu dan Unik-unik dari Ramadhan di Tarim Yaman (Sumber Gambar : Nu Online)

Yang Syahdu dan Unik-unik dari Ramadhan di Tarim Yaman

Pelaksaan shalat tarawih di Tarim tidak hanya dilaksanakan dalam satu waktu serentak, namun bergantian secara estafet sejak pukul 19.30 hingga pukul 03.00 di beberapa masjid yang berbeda.

Yang unik dari suasana Ramadhan di Tarim, setelah melaksanakan shalat tarawih dan witir para jamaah tidak langsung pulang, tetapi mereka tetap duduk untuk bersama-sama melantunkan pujian kepada Rasulullah secara bersahutan dengan nada khas Tarim. Pujian ini disebut "Qashidah Fazzaziyah dan Witriyah". Vokalis pemilik suara merdu menambah rasa syahdu malam itu.

SMA Negeri 1 Slawi

Selama pembacaan qasidah terlihat beberapa orang tua yang mengabdikan diri kepada masjid berkeliling membawa bukhur (sejenis kemenyan), dan juga tampak orang orang berbaris memberikan minuman air dingin dan kopi khas Yaman. Sesekali di hari-hari tertentu juga diberikan air mawar asli untuk pewangi badan juga halawah (manisan) dan kaak (kue khas Tarim).

SMA Negeri 1 Slawi

Kemudian dilanjutkan pembacaan "Qawafi", yaitu lantunan syair yang berisi nasihat dan pengingat yang dibaca sesuai abjad huruf hijaiyah setiap harinya satu judul huruf hingga akhir bulan Ramadhan. Lalu diakhiri doa khusus di bulan Ramadhan yang ditulis Al Habib Umar bin Saqqof Asshofi. Biasanya ritual ini berlangsung selama 40 menitan.

Setelah usai orang-orang pun bersegera keluar dari masjid untuk pindah ke masjid lainnya mengerjakan shalat tarawih berikutnya dengan tata cara yang sama hingga akhir Ramadhan. Maka tidak diherankan jika di sini setiap orang dalam semalam bisa sampai melaksanakan tarawih hingga 100 rakaat. Ini bagi memiliki semangat yang tinggi. Habib Umar bin Hafidz dan Habib Salim Assyatiri, misalnya, meskipun keduanya berusia senja sanggup menunaikan shalat 60 rakaat dalam semalamnya.

Menjelang sahur, biasanya ada dua anak muda yang satu orang menabuh "thosah" (sejenis gendang) yang satunya lagi melantunkan dzikir dengan lantang berjalan di jalanan dan gang-gang membangunkan ibu-ibu untuk menyiapkan santap sahur.

Khatmul Quran Ramadhan di Tarim disebut Khatmu Rubu sebab khataman ini dilaksanakan setiap 4 empat hari sekali. Di antara masjid yang melaksanakan Khatmur Rubu adalah Masjid Al Muhdlar, Masjid Baalawi, Masjid Saqqaf, Masjid Wael. selain itu, banyak juga masjid yang melakasnakan "Khotmu Sitt" yaitu khataman setiap 6 hari sekali.

Panasnya cuaca Ramadhan membuat masjid-masjid memasang puluhan AC khusus daerah padang pasir dan puluhan kipas angin. Infrastruktur penunjang disediakan untuk member kenyamanan para jamaah yang sedang sibuk beribadah. Kamar mandi pun disiapkan bagi yang ingin berendam mendinginkan badan di kolam mandi yang disebut "Jabiyah".

Antusiasme ini tidak hanya di malam hari bahkan saat Shalat Dluha, Dhuhur dan Ashar juga ramai dengan aktivitas membaca Al-Qur’an, dzikir, dan pengajian- pengajian majelis taklim yang membacakan kitab-kitab Salafus Shalih. Biasanya setiap selesai majelis taklim para hadirin membaca surat Yasin bersama. Dan di akhiri dengan "Qashidah Fardiyah", kaisdah nasihat yang dibaca oleh satu orang.

Biasanya setelah Ashar pada Jumat pertama bulan Ramadhan seluruh masyarakat dan santri mancanegara yang berada di Tarim melaksanakan ziarah ke makam para sahabat dan waliyullah di makam "Zambal" dipimpin oleh mufti Tarim dan para ulama Tarim, hingga menjelang waktu berbuka puasa.

Kemudian peziarah bergegas ke masjid untuk berbuka dengan takjil yang telah disediakan dan dilanjutkan Shalat Tasbih dan Shalat Awwabin, barulah setelah itu mereka kembali ke rumah masing masing.

Pada hari ke-9 diadakan majelis di kediaman Al Imam Haddad dan kediaman keluarga Al Hamid. Perkumpulan ini lazim disebut "Tsamratu Tasi." Acara itu diisi dengan bermacam-macam kasidah nasihat.

Pada hari ke-19 diadakan majelis di kediaman Khalifatussalaf Al-Habib Alwi bin Abdullah bin Syihabuddin. Acara ini berisi ceramah agama dan nasihat lalu kasidah pujian tentang bulan Ramadhan sambil menikmati secangkir kopi khas Tarim.

Ada hal menarik juga di kalangan masyarak desa Tarim. Nuansa Islami di sini sangat terasa bahkan tidak hanya di dalam masjid melainkan di luar juga. Biasanya sejak tanggal 11 sebelas Ramadhan hingga 29 Ramadhan sambil berharap datangnya lailatul qadar masyarakat Tarim saling bertukar undangan dengan tetangga dan kerabat untuk bersantap hidangan buka puasa dalam rangka khataman masjid yang ada di sekitar rumahnya.

Sementara anak-anak kecil laki laki maupun perempuan saling berkunjung ke rumah teman bermain mereka saling bergantian menyanyikan lagu-lagu anak yang diwariskan para ulama pendahulunya dan lagu-lagu tersebut disebut dengan "Khotamy". Kegembiraan anak-anak itu kemudian bertambah dengan banyaknya hadiah yang diberikan pada mereka oleh tuan rumah, tentunya setelah lagu itu usai dilantunkan.

Sementara khataman akbar Al-Qur’an di masjid dipimpin oleh para ulama. Doa yang dibaca adalah doa khatmul qur’an susunan Imam Ali Zainal Abidin. Saat doa dirapalkan, air dan kopi dibagikan. Setelah selesai, dilanjutkan doa susunan Imam Abil Hirbah. Selanjutnya anak-anak kecil yang turut hadir diberikan kesempatan membaca doa "Birrul Walidain" untuk orang tua mereka secara bergantian. Dilanjutkan pembacaan khutbah "Qoff" dan khutbah milik salah satu dari Habib Idrus bin Umar Al Habsyi, Al Habib Hasan bin Sholih Al Bahr, Habib Abu Bakr bin Abdurrohman bin Syihab.

Ketika Ramadhan memasuki hari ke-21 maka masyarakat, santri, dan mahasiswa berduyun-duyun hadir ke masjid-masjid yang diistimewakan di Tarim. Keistimewaan masjid tidak ditinjau dari kemegahan bangunannya, tetapi dari kealiman dan kewalian yang membangun masjidnya meskipun hampir semua masjid di sini terbuat dari tanah liat. Berikut di antara masjid-masjid istimewa tersebut.

Tanggal 21 Ramadhan di Masjid Syeh Abdurrohman Assaqqof dan Masjid Abi Bakr Assakron. Tanggal 23 Ramadhan di Masjid Al Awwabin milik Imam Haddad. Tanggal 25 Ramadhan Syeh Ali bin Abi Bakr Assakron. Tanggal 27 Ramadhan di Masjid Baalawi yang dibangun oleh Syeh Kholi Qosam abad ke-5. Tanggal 29 Ramadhan di masjid fenomenal dengan menara tertinggi yang terbuat dari tanah liat milik Syeikh Umar Muhdlor dan Masjid Al-Fath milik Imam Abdulloh bin Alwi al-Haddad.

Menurut pengamatan saya, suasana religius Ramadhan di Tarim yang diwariskan turun-menurun menggabungkan beberapa konsep mahabbah (cinta), yaitu cinta kepada Allah dengan amalan shalat dan puasa, cinta kepada kitab Allah dengan memperbanyak tadarus dan khataman, cinta kepada Rasulullah dengan memperbanyak shalawat, cinta kepada syiar Allah dengan memperbanyak majelis taklim dan daurah (pesantren Ramadhan) bahkan peserta daurah ada yang datang dari Amerika, Australia, Inggris, Malaysia, China, dan lain-lain.

Ini merupakan Ramadhan kedua yang saya alami di Tarim, sementara Ramadhan pertama saya di kota Mukalla Yaman. Meskipun di Mukalla juga banyak syiar-syiar Ramadhan namun religiusme Tarim tidak ada tandingannya. Mungkin salah satu faktornya adalah banyaknya wali-wali Allah dan para ulama sufi yang dijumpai di Tarim. Sebuah nuansa kerohaniahan yang murni mendekatkan diri kepada Allah.

Moh Nasirul Haq, Mahasiswa Universitas Imam Syafii Yaman. Ditulis di Tarim, 7 Ramadhan 1437 H.

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Ahlussunnah, Makam, Tegal SMA Negeri 1 Slawi

Minggu, 07 Januari 2018

UIM Optimis Raih Akreditasi Institusi Tahun Ini

Makassar, SMA Negeri 1 Slawi . Universitas Islam Makassar (UIM) menyelenggarakan Rapat Kerja 2015 bertema "UIM Menuju Akreditasi Institusi" di Auditorium Drs KH Muhyiddin Zain UIM Al-Gazali Makassar, Sulawesi Selatan selama emat hari, 11-14 Februari 2015.

UIM Optimis Raih Akreditasi Institusi Tahun Ini (Sumber Gambar : Nu Online)
UIM Optimis Raih Akreditasi Institusi Tahun Ini (Sumber Gambar : Nu Online)

UIM Optimis Raih Akreditasi Institusi Tahun Ini

Rektor UIM Dr. Majdah M. Zain mengaku optimis tahun ini dapat memenuhi target akreditasi institusi. Terkiat hal ini, pada 19 Februari 2015, UIM kedatangan tim asesor dari Badan Akreditasi Nasional- Perguruan Tinggi (BAN-PT).

Majdah menegaskan, memasuki tahun 2015 UIM sebagai kampus Islam di bawah naungan Nahdlatul Ulama siap menghadapi era Masyarakat Ekonomi ASEAN, yang menuntut persaingan sumber daya manusia.

SMA Negeri 1 Slawi

“Mohon doanya semoga UIM kedepan mampu menjadi universitas terkemuka, memiliki daya saing dan tentunya mempertahankan nilai-nilai kearifan lokal serta Ahlusunnah Wal Jamaah,” tuturnya, Rabu (11/2).

Mewakili Ketua Umum Yayasan Perguruan Tinggi Al-Gazali Makassar, Prof Abd Rahman Idrus berharap pengembangan UIM di bawah pengelolaan Yayasan Al-Gazali kian meningkat dengan kerja sinergis antara Nahdlatul Ulama, Yayasan, dan Rektorat.

SMA Negeri 1 Slawi

Gubernur Sulawesi Selatan yang diwakili Asisten III Pemprov Sulsel H Mappagio mengungkapkan, keberadaan UIM di tengah pembangunan Sulawesi Selatan memiliki nilai strategis dan fundamental.

“Dalam mencerdaskan kehidupan bangsa di Provinsi Sulawesi Selatan, UIM mampu mengambil peran-peran Tri Dharma Pendidikan melalui pengembangan Tri Dharma Pendidikan yakni pendidikan, pengajaran, penelitian, dan pengabdian kepada Masyarakat,” ujarnya saat membuka secara resmi Raker UIM.

Tampak hadir dalam pembukaan Raker UIM ini Rais Syuriyah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama Sulawesi Selatan Anregurutta KH Sanusi Baco, didampngi tamu lain dari Kopertis wilayah IX, Kopertais wilayah VIII, Kejaksaan Tinggi Sulsel, dan Pangdam VII Wirabuana. (Andy Muhammad Idris/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Kajian Sunnah, Tegal SMA Negeri 1 Slawi

Sabtu, 06 Januari 2018

Pelajar NU Karanganyar Bentuk Komisariat di Sekolah Ma‘arif NU

Demak, SMA Negeri 1 Slawi. Sebanyak 90 kader IPNU-IPPNU Karanganyar, Gajah, Karangawen, kabupaten Demak mengikuti Latihan Kader Muda (Lakmud), kaderisasi lanjutan setelah Makesta. Setelah Lakmud, mereka berencana menggalang koordinasi dengan Ma’aruf NU Demak untuk membentuk komisariat di lingkungan sekolah Maarif NU.

Pelajar NU Karanganyar Bentuk Komisariat di Sekolah Ma‘arif NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Pelajar NU Karanganyar Bentuk Komisariat di Sekolah Ma‘arif NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Pelajar NU Karanganyar Bentuk Komisariat di Sekolah Ma‘arif NU

Ketua IPNU Demak Abdul Halim sempat menemui pengurus Maarif NU Demak agar membukakan izin bagi pengurus IPNU-IPPNU masuk di sekolah dan madrasah Ma’arif NU.

Menanggapi semangat mereka, Ketua Maarif NU Demak Sa’dullah menyatakan dukungan penuh atas inisiatif para pelajar NU. “Saya akan menginstruksikan kepada Kepala Sekolah dan Kepala Madrasah untuk membuka pintu selebar-lebarnya. Tinggal nanti bagaimana rekan dan rekanita IPNU-IPPNU untuk menindaklanjutinya,” kata Sa’dullah.

SMA Negeri 1 Slawi

Sementara Ketua Panitia Lakmud Miftahul Ulum menyatakan bahwa Lakmud sendiri diselenggarakan untuk menggerakkan pelajar NU di Karanganyar yang berpaham Aswaja NU. Lakmud berlangsung sejak Kamis hingga Jum’at (19-20/2) di aula MTs Nahdlatus Syibyan, Wonoketingal, Karanganyar, Demak. (A Rifqi Jamil-Sirojul Munir/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Tegal, Pertandingan, Ahlussunnah SMA Negeri 1 Slawi

SMA Negeri 1 Slawi

Sabtu, 30 Desember 2017

Malam Ini, Puncak Haul dan Pemberian KH A Wahab Chasbullah Award

Jombang, SMA Negeri 1 Slawi. Puncak peringatan haul ke-44 almaghfurlah KH Abdul Wahab Chasbullah akan berlangsung malam ini di halaman utama Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas Jombang Jawa Timur. Yang istimewa, ada tiga tokoh yang akan menerima penghargaan atas prestasi dan dedikasinya kepada Nahdlatul Ulama (NU).

Malam Ini, Puncak Haul dan Pemberian KH A Wahab Chasbullah Award (Sumber Gambar : Nu Online)
Malam Ini, Puncak Haul dan Pemberian KH A Wahab Chasbullah Award (Sumber Gambar : Nu Online)

Malam Ini, Puncak Haul dan Pemberian KH A Wahab Chasbullah Award

"Rangkaian acara haul kali ini seperti tradisi haul sebelumnya adalah diawali dengan penampilan grup Ikatan Seni Hadrah Indonesia atau Ishari," kata Panitia Haul, Lailatun Nimah, Rabu (26/8).

Ni’mah mengemukakan, bahwa antara Mbah Wahab, sapaan KH Abdul Wahab Chasbullah dengan Ishari seperti dua sisi mata uang yang tidak dapat dipisahkan. "Karena sejak awal, Mbah Wahab lah yang memperjuangkan keberadaan Ishari ini," kata cucu Mbah Wahab ini. Karena itu, lanjut Pengurus PC Fatayat NU Jombang ini, setiap acara haul, sehari sebelum acara puncak ditampilkan sejumlah grup Ishari dari berbagai kota di Jawa Timur.

SMA Negeri 1 Slawi

Untuk acara puncak, yakni Rabu (26/8) malam akan dihadiri Menteri Agama RI, H Lukman Hakim Saifuddin. "Beliau akan menyampaikan pidato pengarahan sekaligus menerima penghargaan berupa KH Abdul Wahab Chasbullah Award," terangnya.

Tidak hanya H Lukman Hakim Saifuddin yang akan menerima penghargaan tersebut. "Ada juga H Choirul Anam yang telah menulis buku tentang Mbah Wahab," ungkapnya. Dipilihnya Cak Anam, sapaan akrabnya karena disamping memiliki kepedulian terhadap penulisan biografi Mbah Wahab, juga karena konsistensinya dalam berkiprah di media.

SMA Negeri 1 Slawi

H Asad Said Ali juga akan menerima penghargaan KH Abdul Wahab Chasbullah Award. Sikap tegas mantan Wakil Ketua Umum PBNU ini untuk terus aktif memerangi terorisme telah diakui banyak kalangan. "Bahkan Universitas Diponegoro Undip Semarang menganugerahinya gelar Doktor Honoris Causa di bidang hukum kepadanya," tandas Ning Eli. 

"Jadi, untuk haul kali ini yang menerima penghargaan adalah tiga orang yakni H Lukman Hakim Saifuddin, H Choirul Anam, serta H Asad Said Ali," terangnya.

Untuk ceramah agama akan disampaikan oleh dua kiai kenamaan yakni KH Husein Ilyas dan Habib Abu Bakar Hasan Assegaf.

Kegiatan haul ini bersifat terbuka bagi masyarakat umum, alumni, dan warga NU. Acara resepsi haul akan dimulai usai shalat Isya. "Silakan hadir di halaman utama Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas," pungkasnya. (Syaifullah/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Warta, Tegal, Pertandingan SMA Negeri 1 Slawi

Minggu, 24 Desember 2017

Semi Final MKK Zona Tiga Jabar Resmi Dimulai

Bandung, SMA Negeri 1 Slawi. Semi Final Musabaqoh Kitab Kuning (MKK) Zona Tiga Jabar di Ponpes Sindangsari Al-Jawami Cileunyi Kabupaten Bandung resmi dimulai. Dibuka langsung Ketua DKN Garda Bangsa, Cucun A Syamsurizal, seluruh peserta perwakilan asal Garut, Kabupaten Bandung, Kota Bandung, Kota Cimahi dan Kabupaten Bandung Barat berlomba menjadi yang terbaik.

Ketua DKN Garda Bangsa, Cucun A Syamsurizal mengatakan MKK ini kali kedua digelar. Dan ada yang menarik ketika MKK tahun lalu untuk juara kategori Ihya Ulumuddin berasal dari Cianjur namun mewakili Ponpes Lirboyo Jawa Timur.

"Maka Jabar punya lima zona sehingga potensi dari Jabar lebih tergali," katanya, Kamis (18/5).

Semi Final MKK Zona Tiga Jabar Resmi Dimulai (Sumber Gambar : Nu Online)
Semi Final MKK Zona Tiga Jabar Resmi Dimulai (Sumber Gambar : Nu Online)

Semi Final MKK Zona Tiga Jabar Resmi Dimulai

Menurut anggota DPR RI dari Fraksi PKB ini, setelah MKK antar pesantren akan digelar juga MKK "Goes To Campoes". Untuk Jabar dimulai dari Unpad dan ITB.

Ketua PCNU Kabupaten Bandung, KH Asep Jamaludin bersama Pimpinan Ponpes Aljawami, KH Imang Abdul Hamid sangat mengapresiasi dan berharap dari Jabar menang.?

SMA Negeri 1 Slawi

"Kitab Kuning sudah banyak dilupakan. Dengan MKK ini bukti PKB sebagai partainya warga NU," kata KH Asep.?

Zona Jabar Tiga meliputi Kota dan Kabupaten Bandung, Kabupaten Garut, Kota Cimahi dan Bandung Barat. (Nurjani/Zunus)

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi

SMA Negeri 1 Slawi Sejarah, Tegal, Pondok Pesantren SMA Negeri 1 Slawi

Kamis, 21 Desember 2017

Banser Waykanan Kawal Pawai Akbar Hari Santri Pakuan Ratu

Waykanan, SMA Negeri 1 Slawi. Barisan Ansor Serbaguna (Banser) Waykanan yang dipimpin Kepala Satuan Koordinasi Cabang (Kasatkorcab) Alex Almukmin turun di lapangan bersama sejumlah pasukannya. Mereka mengawal pawai akbar Hari Santri yang digelar MWCNU dan GP Ansor Pakuan Ratu, Kamis (22/10).

Alex didampingi sejumlah anggota Banser berada di bagian depan mengawal arak-arakan para santri yang membawa bendera merah putih dan bendera NU. Peserta arak-arakan berasal dari pesantren Al-Falakhus Saadah asuhan Kiai Zainal Maarif.

Banser Waykanan Kawal Pawai Akbar Hari Santri Pakuan Ratu (Sumber Gambar : Nu Online)
Banser Waykanan Kawal Pawai Akbar Hari Santri Pakuan Ratu (Sumber Gambar : Nu Online)

Banser Waykanan Kawal Pawai Akbar Hari Santri Pakuan Ratu

"Kami menggelar pawai akbar dan bakti sosial menyambut Hari Santri. Kegiatan berlangsung mulai pukul 07.30 WIB hingga selesai. Bertolak dari kantor MWCNU Pakuan Ratu atau Klinik Bulan Medical Center (BMC). Banser yang mengawal pawai harus mengenakan seragam lengkap," kata Ketua PAC GP Ansor Waykanan Bakti Gozali.

SMA Negeri 1 Slawi

Wakil Sekretaris GP Ansor Waykanan Edi Sugianto menyatakan, sekitar 2.000 warga NU Pakuan Ratu meramaikan Hari Santri. Melalui akun fesbuknya, ia juga menunjukan foto-foto santri pesantren Al-Falakhussaadah yang berada di kampung Serupa Indah kecamatan Pakuan Ratu. Para santri tampak antusias mengikuti pawai akbar Hari Santri dengan menggunakan puluhan sepeda motor dan sejumlah mobil pick up.

"Pimpinan Cabang GP Ansor Waykanan mengapresiasi dan mempersembahkan hormat kepada sahabat-sahabat Ansor, Banser serta sesepuh NU di Pakuan Ratu yang meramaikan Hari Santri tanpa embel-embel politik mengingat Waykanan akan memilih kepala daerah pada 9 Desember mendatang. Kami sampaikan takzim atas ketidakberpihakan yang senantiasa dijaga," ujar Ketua GP Ansor Waykanan Gatot Arifianto.

SMA Negeri 1 Slawi

Gatot didampingi Bendahara GP Ansor Waykanan Abdullah Candra Kurniawan melakukan penandatanganan nota kesepahaman "Motivasi dan Pengembangan Sumber Daya Siswa" dengan pihak SMAN 1 Blambangan Umpu yang hari ini merayakan HUT ke 31 tahun.

"Bagi kami, Resolusi Jihad hari ini adalah melawan pembodohan dan kebodohan. Generasi Indonesia mendatang harus dipersiapkan hebat. Melalui bimbingan BPUN, kami bergerak, menggunakan dengkul kami untuk merealisasikan gagasan di kepala. Ini tekad, pengabdian kami, warga NU, bagi bangsa Indonesia. Menjadi fakta adalah pilihan dalam hidup seringkali dikerubuti fantasi. Bangkit berdaya dalam hidup adalah pilihan! Kami mohon doa restu dari sahabat, senior, sesepuh dan para ulama atas penandatanganan nota kesepahaman ini," kata Gatot lagi.

Melalui peringatan Hari Santri, elemen NU di Waykanan juga mengajak pemuda dan masyarakat di Waykanan untuk menggunakan gambar bertuliskan “Selamat Hari Santri Nasional. Kekerasan dan Kebencian Bukan Untuk NKRI!” pada profil akun sosial media fesbuk hingga Hari Sumpah Pemuda 28 Oktober. (Disisi FS/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Kiai, AlaSantri, Tegal SMA Negeri 1 Slawi

Senin, 18 Desember 2017

Hari Kartini, Ratusan Pelajar MTs di Sidoarjo Kampanye Antinarkoba

Sidoarjo, SMA Negeri 1 Slawi - Ratusan pelajar MTs di Sidoarjo memperingati Hari Kartini dan Hari Buku Inernasional. Mereka mengampanyekan gerakan antinarkoba di kalangan pelajar, Sabtu (23/4). Pada kesempatan ini juga mereka menggelar aksi baca bersama sebagai bentuk ajakan untuk kalangan pelajar agar gemar membaca buku.

Mereka mengawali aksinya dengan pembacaan dzikir dan istighotsah. Mereka mengirimkan doa kepada Nabi Muhammad SAW, para ulama, pejuang bangsa, para pendiri NU, pendiri YPM Sidoarjo, dan RA Kartini.

Hari Kartini, Ratusan Pelajar MTs di Sidoarjo Kampanye Antinarkoba (Sumber Gambar : Nu Online)
Hari Kartini, Ratusan Pelajar MTs di Sidoarjo Kampanye Antinarkoba (Sumber Gambar : Nu Online)

Hari Kartini, Ratusan Pelajar MTs di Sidoarjo Kampanye Antinarkoba

Yosi Aprilia, siswi kelas 7 MTs YPM Sidoarjo berorasi mengajak pelajar lain dan lingkungannya untuk menjauhi narkoba.

SMA Negeri 1 Slawi

"Narkoba itu berbahaya dan bisa merusak cita-cita generasi penerus bangsa. Untuk itu hindari narkoba. Kami juga ingin memotivasi para pelajar lainnya supaya gemar membaca dan belajar. Karena, dalam waktu dekat ini, siswa dan siswi kelas 9 akan melaksanakan ujian nasional," kata Yosi Aprilia.

Kepala Sekolah MTS YPM 1 Wonoayu, Sidoarjo, Suhardi mengatakan bahwa para siswa diberikan ilmu agama, dan dididik mentalnya agar tidak terjerumus ke dalam perbuatan negative untuk mendidik akhlak mereka.

SMA Negeri 1 Slawi

"Selama ini kami juga melakukan sosialisasi bahaya narkoba ke kelas-kelas. Jika terdapat salah satu siswa yang menggunakan narkoba, kami tidak segan-segan untuk mengeluarkan siswa tersebut. Semoga dengan kegiatan Hari Kartini dan Hari Buku Internasional ini para siswa bisa mengambil hikmahnya," ujar Suhardi.

Selain aksi, para siswa juga mendapatkan materi dan wawasan seputar bahaya narkoba, miras, dari Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Sidoarjo. Pihak BNN mengapresiasi dan memberikan respon positif atas aksi ratusan pelajar MTs ini.

"Ini sangat baik dan inovatif. Saya minta kepada para pelajar, tolong jangan mengikuti kegiatan yang kurang baik. Jangan sampai menggunakan narkoba, miras, dan lain sebagainya yang merugikan diri sendiri," pesan Syamsudin, anggota BNN Sidoarjo bagian pencegahan dan pemberdayaan masyarakat.

Peringatan Hari Kartini dan Hari Buku internasional ini juga dimeriahkan oleh penampilan para siswi berupa fashion show dengan mengenakan busana kebaya. Dengan semangat dan antusias, mereka berlenggak-lenggok menampilkan kebaya yang dikenakannya. (Ika Auza Riati/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Tegal, Pesantren SMA Negeri 1 Slawi

Senin, 11 Desember 2017

NU Harus Besar Secara Kuantitas dan Kualitas

Probolinggo, SMA Negeri 1 Slawi. Ketua PCNU Kabupaten Probolinggo KH Abdul Hadi Saifullah menyampaikan bahwa NU sebagai organisasi terbesar, jangan hanya dalam segi kuantitas saja, tetapi harus terus berupaya besar dalam segi kualitas. Sebab kuantitas tidak akan berarti kalau minus dalam kualitas.

Hal tersebut disampaikan oleh KH Abdul Hadi Saifullah saat bersilaturahim dengan segenap pengurus MWCNU Kecamatan Wonomerto Kabupaten Probolinggo, Rabu (28/12) malam.

NU Harus Besar Secara Kuantitas dan Kualitas (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Harus Besar Secara Kuantitas dan Kualitas (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Harus Besar Secara Kuantitas dan Kualitas

"Banggalah kita menjadi umat yang mayoritas dan berkualitas. Saya bangga NU di Kecamatan Wonomerto ini bisa hidup dengan baik, tentunya karena kekompakan para pengurusnya. Aktif dalam meningkatkan kader organisasi," katanya.

SMA Negeri 1 Slawi

Kiai Abdul Hadi juga berpesan, sebagai pengurus, NU harus siap menjadi pelayan umat. "Bangunlah komunikasi dengan jajaran pemerintah dan masyarakat luas sehingga bisa membangun persatuan dan kesatuan umat yang pada akhirnya menjadi modal utama dan penopang tegaknya NKRI," jelasnya.

Sementara Ketua MWCNU Wonomerto KH M. Hasan Sidiq mengharapkan agar kegiatan semacam ini bisa terus berjalan demi membangun aqidah umat yang ramah menuju rahmah bagi semesta.

SMA Negeri 1 Slawi

"Mudah-mudahan dengan kegiatan ini, seluruh warga NU tetap kompak dalam segala hal sebagai upaya mendukung semua program pembangunan pemerintah demi tetap kokohnya NKRI," katanya. (Syamsul Akbar/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Warta, Tegal SMA Negeri 1 Slawi

Sabtu, 09 Desember 2017

Mobil Pengawal Tim Vaksinasi Polio Pakistan Dibom

Peshawar, SMA Negeri 1 Slawi. Setidaknya tujuh orang tewas, Rabu, dalam sebuah serangan bom atas mobil polisi yang membawa petugas pengawal vaksinasi polio di kawasan barat laut Pakistan yang bergejolak.

Serangan oleh kelompok militan dan ancaman kekerasan sangat memengaruhi upaya penanggulangan penyakit penyebab kelumpuhan tersebut di Pakistan, satu dari tiga negara yang masih menghadapi endemi polio.

Mobil Pengawal Tim Vaksinasi Polio Pakistan Dibom (Sumber Gambar : Nu Online)
Mobil Pengawal Tim Vaksinasi Polio Pakistan Dibom (Sumber Gambar : Nu Online)

Mobil Pengawal Tim Vaksinasi Polio Pakistan Dibom

Polisi mengatakan, bom tersebut menggunakan lebih dari lima kilogram bahan peledak dan dikendalikan dari jarak jauh.

SMA Negeri 1 Slawi

"Tujuh orang termasuk enam personel polisi serta seorang anak tewas dalam ledakan bom di Sir Dheri," kata seorang polisi senior Shafi Ullah kepada AFP.

SMA Negeri 1 Slawi

Polisi senior lain, Sayed Khan mengatakan mobil polisi tersebut membawa personel ke pusat kesehatan, untuk kemudian mengawal tim vaksinasi polio.

Seorang pejabat administrasi di distrik itu mengonfirmasi bahwa polisi tengah dalam perjalanan untuk mengawal pekerja polio saat mereka diserang.

Rabu ini merupakan hari kedua pelaksanaan gerakan anti-polio di kawasan itu, kata pejabat administrasi senior Tahir Zafar.

Pakistan merupakan satu dari tiga negara di dunia dimana polio masih menjadi penyakit endemis, bersama Afghanistan dan Nigeria.

Kelompok militan menilai kampanye vaksinasi merupakan spionase terselubung. Disamping itu beredar kabar burung bahwa vaksin polio yang diteteskan itu menyebabkan ketidaksuburan.

Menurut Badan Kesehatan Dunia (WHO), Pakistan mencatat 91 kasus polio pada 2013, naik dari 58 kasus pada 2012.

Pada Jumat, WHO memperingatkan bahwa Peshawar akan menjadi "penampungan terbesar" di dunia untuk penyakit polio.

Perjuangan Pakistan untuk menanggulangi polio ini sangat berlawanan dengan kondisi di negara tetangga, India, yang pekan lalu merayakan keberhasilannya selama tiga tahun tidak mencatat adanya kasus polio baru, demikian AFP. (antara/mukafi niam)

ilustrasi: Asian tribune

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Tegal, Anti Hoax SMA Negeri 1 Slawi

Selasa, 05 Desember 2017

Kemendes PDTT Kerahkan Pendamping Desa Bantu Pengungsi Gunung Agung

Denpasar, SMA Negeri 1 Slawi

Pendamping Desa dari Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) di Provinsi Bali mengambil langkah aktif membantu para pengungsi peningkatan intensitas kegempaan Gunung Agung di Bali. Selain membantu pihak Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dalam pengumpulan data bencana, para pendamping juga turun langsung membantu mengumpulkan berbagai jenis bantuan yang dibutuhkan para pengungsi.

Kemendes PDTT Kerahkan Pendamping Desa Bantu Pengungsi Gunung Agung (Sumber Gambar : Nu Online)
Kemendes PDTT Kerahkan Pendamping Desa Bantu Pengungsi Gunung Agung (Sumber Gambar : Nu Online)

Kemendes PDTT Kerahkan Pendamping Desa Bantu Pengungsi Gunung Agung

"Kami menggerakkan para pendamping desa di wilayah Bali ini untuk membantu saudara-saudara yang sedang kesulitan. Kami kumpulkan makanan, obat-obatan, selimut, juga pakaian. Kami juga menghibur anak-anak di pengungsian agar mereka tidak trauma," ujar Koordinator Provinsi Program Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat (P3MD) Provinsi Bali, Kadek Suardika, di Denpasar, Senin (25/09).

Suardika menambahkan, setidaknya sudah lebih dari 15.000 pengungsi yang tersebar di beberapa wilayah, yakni Buleleng, Klungkung, Gianyar, Kota Denpasar, Badung, Karangasem, dan Bangli. Para pendamping turun langsung ke lapangan mengingat banyak desa dampingan mereka yang juga dihimbau untuk segera mengungsi. Logistik untuk pengungsi mereka kumpulkan secara kolektif berdasarkan inisiatif pendamping desa maupun mengumpulkan donasi dari masyarakat.

"Upaya tanggap darurat bencana kami juga lakukan. Kami terus berkoordinasi dengan pemerintah desa yang terkena dampak dari intensitas kegempaan Gunung Agung yang semakin tinggi. Untuk sementara ini, ada sekitar 500 Kepala Keluarga (KK) yang kami fasilitasi," lanjutnya.

Fasilitasi tersebut, lanjut Suardika, yakni mencarikan tempat pengungsian sementara. Para pendamping desa mengupayakan dua opsi, yakni singgah sementara di rumah warga atau singgah di posko utama. Selain fasilitasi tersebut, para pendamping desa juga menyiapkan skema penguatan kesiapsiagaan bencana di masa yang akan datang.

SMA Negeri 1 Slawi

Suardika mengungkapkan, kesulitan yang dihadapi pemerintah desa saat ini adalah aspek administratif dalam menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) untuk situasi tanggap darurat bencana. Salah satu contohnya adalah upaya mencukupi kebutuhan logistik para pengungsi.

SMA Negeri 1 Slawi

"Para pendamping desa dan perbekel (kepala desa) sepakat untuk menyampaikan permintaan adanya surat keputusan bupati yang memberikan ruang kepada desa agar bisa menggunakan APBDesa untuk penanganan bencana. Ini adalah rencana jangka panjang sebagai bentuk antisipasi untuk kondisi seperti saat ini," ujarnya.

Aktivitas kegempaan Gunung Agung yang terus meningkat membuat masyarakat desa di sekitar kaki gunung harus mengungsi ke tempat yang lebih aman. Warga yang tinggal dalam radius 12 kilometer diminta meninggalkan rumah dan ternaknya. Dalam jangkauan tersebut, terdapat 31 desa yang harus dikosongkan. BNPB mencatat, per Minggu (24/09) pukul 12.00 WITA terdapat 34.931 jiwa yang mengungsi. Pos pengungsi tersebar di 238 titik. (Red. Kendi Setiawan)

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Santri, Tegal, Ulama SMA Negeri 1 Slawi

Senin, 04 Desember 2017

Kenalkan Sejarah dengan Ziarahi Makam dan Museum

Sumedang, SMA Negeri 1 Slawi. Banyak hal yang bisa dilakukan untuk menghargai dan mengenalkan pelajar pada sejarah. Pimpinan Komisariat Ikatan Pelajar NU (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri NU (IPPNU) Madrasah Tsanawiyah Plus Al-Hikam memilih ziarah dan rihlah ilmiah untuk mewujudkan tujuan tersebut.

Rombongan ziarah dan rihlah ilmiah (tur studi) antara lain mengunjungi sejumlah tempat di Sumedang, Jawa Barat, antara lain Makam Cut Nyak Dien, Makam Prabu Geusan Ulun, Petilasan Mbah Jaya Perkasa, dan Museum Prabu Geusan Ulun Sumedang.

Kenalkan Sejarah dengan Ziarahi Makam dan Museum (Sumber Gambar : Nu Online)
Kenalkan Sejarah dengan Ziarahi Makam dan Museum (Sumber Gambar : Nu Online)

Kenalkan Sejarah dengan Ziarahi Makam dan Museum

Pembina PK IPNU-IPPNU MTs Plus Al-Hikam Syarif Hidayatullah mengatakan, kegiatan yang dilaksanakan Kamis (12/11) ini sudah menjadi program kerja tahunan yang selalu dilaksanakan. Selain mendapatkan wawasan sejarah, kegiatan ini diharapkan membiasakan para siswa generasi penerus NU untuk melaksanakan ziarah.

SMA Negeri 1 Slawi

Hal ini sesuai dengan moto MTs Plus Al-Hikam saat ini, yaitu melestarikan nilai-nilai lama yang baik dan mengambil nilai-nilai baru yang lebih baik.

“Ziarah merupakan nilai lama yang sering dilaksanakan oleh para alim ulama. Nilai tersebut janganlah sampai luntur atau hilang. Harus terus dilestarikan oleh generasi NU saat ini,” kata Syarif.

SMA Negeri 1 Slawi

Untuk rihlah ilmiah, pelajar diajak ke Museum Prabu Geusan Ulun. Hal ini dilaksanakan supaya mereka melek sejarah dan menghargai sejarah, karena bangsa yang besar adalah yang menghargai sejarah. (Ayi Abdul Kohar/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Lomba, Santri, Tegal SMA Negeri 1 Slawi

Selasa, 28 November 2017

PMII Ingatkan Jokowi, Kartu Sakti Harus Tepat Sasaran

Bojonegoro, SMA Negeri 1 Slawi. Pengurus Komisariat (PK) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Sunan Giri Bojonegoro, Ahad (23/11), mengingatkan Presiden Joko Widodo agar Kartu Sakti yang diprogramkan pemerintah diberikan kepada warga yang benar-benar tidak mampu.

“Bukan yang mengaku miskin. Data yang digunakan, tambahnya, juga mesti benar-benar valid dan terbaru, bukan data 10 tahun yang lalu,” kata Ketua PK PMII STAI Sunan Giri Bojonegoro Eko Saputro di sela-sela aksi di jalan bersama rekan-rekannya.

PMII Ingatkan Jokowi, Kartu Sakti Harus Tepat Sasaran (Sumber Gambar : Nu Online)
PMII Ingatkan Jokowi, Kartu Sakti Harus Tepat Sasaran (Sumber Gambar : Nu Online)

PMII Ingatkan Jokowi, Kartu Sakti Harus Tepat Sasaran

Selain itu dengan dana hasil pengurangan subsidi tersebut, Presiden juga janji untuk membangun berbagai infrastruktur di seluruh penjuru Indonesia. "Kami berharap janji itu benar-benar terwujud, bukan PHP (pemberi harapan palsu) dan bukan hanya untuk meredam kegundahan rakyat," tandasnya.

SMA Negeri 1 Slawi

Ditambahkan, ia mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk ikut serta mengawal kebijakan ini dan untuk warga yang kaya, jangan merasa miskin hanya untuk mendapatkan kartu sakti. "Karena jika yang kaya mengaku miskin, berarti kalian adalah bagian dari koruptor busuk di negeri ini," tuturnya.

Puluhan aktivis PK PMII STAI Sunan Giri melakukan aksi dorong sepeda motor sebagai bentuk protes terhadap kenaikan BBM. Mereka memulai aksinya dari kampus STAI Sunan Giri Bojonegoro, Jalan A. Yani, dengan berjalan kaki sambil mendorong sepeda motornya menuju ke pertigaan terminal Rajekwesi. Selanjutnya para aktivis dengan membawa bendera menuju perempatan Banjarejo untuk berorasi.

SMA Negeri 1 Slawi

Aksi tersebut mendapat pengawalan ketat aparat kepolisian. Demo yang berlangsug tertib itu juga membuat para pengguna jalan sedikit terganggu. Pasalnya, para mahasiswa yang turun jalan melakukan aksinya di jalur-jalur yang sering dipadati pengguna jalan. (M. Yazid/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Tegal, Internasional SMA Negeri 1 Slawi

Senin, 27 November 2017

Film KCB, “Menjual” Cinta dengan Aroma Agama

Jakarta, SMA Negeri 1 Slawi. Sebuah film baru bernuansa keagamaan, “Ketika Cinta Bertasbih” segera diluncurkan ke publik pada 11 Juni mendatang. Para pimpinan ormas Islam telah diundang untuk menyaksikan pertunjukan ini pada Rabu, (3/6) di Djakarta XXI.

Diangkat dari novel berjudul sama karya Habiburrahman El Sirazy, film ini berusaha mengulang kesuksesan film Ayat-Ayat Cinta yang juga ditulisnya dengan nuansa yang sama, kisah percintaan berbalut nuansa keagamaan yang kental.

Film KCB, “Menjual” Cinta dengan Aroma Agama (Sumber Gambar : Nu Online)
Film KCB, “Menjual” Cinta dengan Aroma Agama (Sumber Gambar : Nu Online)

Film KCB, “Menjual” Cinta dengan Aroma Agama

Film berdurasi 124 menit ini mengisahkan perjalanan hidup Azzam, yang diperankan oleh Kholidi Asadu Alam, mahasiswa universitas Al Azhar Kairo yang harus berjuang menyelesaikan kuliahnya sampai 9 tahun sambil berjualan tempe dan menerima pesanan kateringan guna membiayai ibu dan ketiga adiknya karena ayahnya telah meninggal.

SMA Negeri 1 Slawi

Penampilan Azzam yang sederhana, gigih dan religius ternyata menarik simpati dari Eliana (Alice Sofie Norin) anak Dubes Mesir yang memiliki gaya hidup bebas, yang juga seorang bintang sinetron di Indonesia.

Namun, Azzam lebih tertarik pada Anna (Oki Setiana Dewi), anak seorang kiai di Sukoharjo yang sedang menyelesaikan kuliah S2 di Mesir. Ia memiliki kepribadian sholehah yang sangat dicita-citakan menjadi istrinya, meskipun ia sendiri belum pernah melihat wajahnya. Sayangnya, Anna telah dipinang oleh sahabatnya, Furqon (Andi Arsyil Rahman), anak seorang konglomerat di Jakarta, yang juga menaruh hati kepada Eliana.

SMA Negeri 1 Slawi

Dengan kisah seperti ini, yang menceritakan kehidupan seorang mahasiswa yang sangat baik seolah-olah tanpa cela, seorang muslimah yang sempurna, mahasiswa kaya dengan gaya hidup borjuis, sampai-sampai untuk ujian thesis saja perlu menenangkan diri di hotel mewah, dan seorang cewek kaya raya yang mengagungkan kebebasan, menyebabkan film ini tak beda jauh dengan gaya sinetron yang diputar di TV swasta di Indonesia, yang tak mampu menampilkan kepribadian manusia secara utuh, dengan sisi kebaikan dan keburukannya yang manusiawi. Kekayaan dan kemewahan di satu fihak dan kemiskinan diiringi kerja keras difihak yang lainnya.

Berplot datar dengan jalan cerita yang bertele-tele, penonton tak akan mendapatkan rasa batin yang sama dengan film Ayat-Ayat Cinta yang berhasil menghadirkan 3.6 juta penonton di gedung bioskop. Suatu kejadian berlangsung dengan tiba-tiba tanpa didahului penjelasan, seperti ketika Furqon dengan tiba-tiba dijebak oleh sindikat pemerasan. Entah bagaimana, tiba-tiba seorang gadis pemeras tahu nomor telepon kamar hotel dia menginap, bahkan saat ia baru tiba dan bagaimana ia ditelanjangi untuk dibuat foto pornonya agar bisa diperas tanpa dijelaskan prosesnya.

Pesan-pesan moral yang disampaikan juga terkesan menggurui, yang membuat penonton tidak kreatif mengambil kesimpulan dari sebuah peristiwa, yang seharusnya menjadi bagian penting dari sebuah karya seni. Dialog tentang poligami, yang terjadi saat Anna dilamar oleh Furqon dalam acara yang sangat formal, sampai-sampai mengeluarkan sebuah kitab rujukan bak sidang bahtsul masail tampaknya tak akan terjadi dalam dunia realitas.

Demikian pula, dialog antara Anna, dengan ayah ibunya tentang masalah pernikahan, sesuatu tema yang sangat serius, dilakukan sambil buka-buka laptop jelas menunjukkan ketidaksopanan dalam adat sopan santun di pesantren.

Para pemain yang merupakan hasil audisi juga terlihat belum sepenuhnya mampu menjiwai karakter dari masing-masing tokoh sehingga tampil dengan kaku, yang membuat penonton merasa tidak nyaman. Terlihat perbedaan nyata kualitas mereka dengan para pemain senior seperti Didi Petet dan Dedi Mizwar, Slamet Rahardjo, El Manik, dan Ninik L. Karim

Namun demikian, film ini menunjukkan sikap demokratis dari orang tua Anna dalam menentukan jodoh bagi anaknya dengan tidak memaksakan salah satu calon.

Keindahan Aleksandria yang merupakan kota turis di Mesir dengan pantai-pantainya serta masjid-masjid dan gedung bersejarah, ditambah piramida dan sungai nil cukup memanjakan penonton. Suguhan tari saman dan budaya pernikahan ala Aceh menjadi pendukung promosi kebudayaan dalam negeri Indonesia. (mkf)Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Tegal, Pendidikan SMA Negeri 1 Slawi

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs SMA Negeri 1 Slawi sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik SMA Negeri 1 Slawi. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan SMA Negeri 1 Slawi dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock