Tampilkan postingan dengan label Warta. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Warta. Tampilkan semua postingan

Minggu, 25 Februari 2018

Mantan PM Israel Ehud Olmert Dipenjara karena Korupsi

Ramle, SMA Negeri 1 Slawi

Ehud Olmert, yang pernah dipuji karena upaya perdamaian dengan Palestina, pada Senin menjadi mantan perdana menteri pertama Israel yang harus masuk penjara.?

Mantan PM Israel Ehud Olmert Dipenjara karena Korupsi (Sumber Gambar : Nu Online)
Mantan PM Israel Ehud Olmert Dipenjara karena Korupsi (Sumber Gambar : Nu Online)

Mantan PM Israel Ehud Olmert Dipenjara karena Korupsi

Pada hari itu, ia memulai masa penahanan selama 19 bulan karena menerima suap dan menghalang-halangi peradilan, lapor AFP.?

Di tengah banyak pihak yang tercengang serta siaran langsung oleh stasiun televisi Israel, Olmert memasuki penjara Maasiyahu di kota Ramle, tak lama sebelum pukul 10.00 waktu setempat.?

Sosok ramah berusia 70 tahun dan dikenal sebagai penggemar cerutu itu digiring masuk oleh para pejabat badan keamanan nasional Israel, Shin Bet, sementara kerumunan wartawan menyaksikan peristiwa itu dari jarak dekat.?

Hukuman penjara yang sudah dijatuhkan terhadap Olmert menutup babak panjang proses hukum sejak ia mengakhiri jabatan pada 2009.?

SMA Negeri 1 Slawi

Dakwaan yang diterimanya dikenakan dari sebelum ia menjadi sebagai perdana menteri hingga pada tahun-tahun ia menjabat sebagai wali kota Jerusalem dan menteri ekonomi.?

SMA Negeri 1 Slawi

Dalam pesan melalui video yang disiarkan pada Senin pagi sebelum ia memulai masa penahanannya, Olmert tetap menyatakan tidak bersalah.?

"Bisa dibayangkan betapa menyakitkan dan anehnya perubahan ini bagi saya, keluarga saya, orang-orang yang saya sayangi dan para pendukung (saya)," kata Olmert. Ia terlihat kuyu dan sedih.?

"Saya menolaknya sepenuhnya semua dakwaan penyuapan yang dikenakan kepada saya."

Ia menambahkan bahwa "selama menjalankan karir panjang saya juga melakukan kesalahan-kesalahan, walaupun tidak ada di antaranya, yang menurut saya, merupakan kejahatan. Dengan berat hati, saya menerima hukuman saya hari ini. Tidak ada orang yang berada di atas hukum."

Olmert sebelumnya dijatuhi hukuman enam tahun penjara pada Mei 2014 karena menerima suap pada awal tahun 2000 terkait kasus pembangunan besar-besaran kompleks pemukiman Holyland Jerusalem. Hukuman itu kemudian dikurangi menjadi 18 bulan.?

Pekan lalu, pengadilan Israel memberikan tambahan satu bulan hukuman karena ia dianggap menghalangi-halangi peradilan.?

Hukuman menjara bagi Olmert kemungkinan masih akan diperpanjang. Mahkamah Agung masih membahas banding Olmert terhadap hukuman ketiga yang dijatuhkan, yaitu berupa hukuman penjara selama delapan bulan karena penipuan dan korupsi. (Antara/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Pendidikan, Warta SMA Negeri 1 Slawi

Selasa, 20 Februari 2018

Ketua IAEA: Tak Ada Bukti Iran Membuat Senjata Nuklir

Washington, SMA Negeri 1 Slawi. Ketua badan pengawas nuklir PBB, Mohamed ElBaradei, Ahad (28/10),  mengemukakan, pihaknya tidak menemukan bukti bahwa Iran sedang aktif membuat bom nuklir.

"Saya belum mendapat informasi apapun bahwa saat ini berlangsung program senjata nuklir yang aktif secara konkret," kata Direktur Badan Energi Atom Internasional (IAEA) tersebut kepada CNN. Dia mengingatkan bahwa ancaman AS itu seperti "menyiram bensin ke api".

Ketua IAEA: Tak Ada Bukti Iran Membuat Senjata Nuklir (Sumber Gambar : Nu Online)
Ketua IAEA: Tak Ada Bukti Iran Membuat Senjata Nuklir (Sumber Gambar : Nu Online)

Ketua IAEA: Tak Ada Bukti Iran Membuat Senjata Nuklir

"Meskipun jika Iran akan membuat senjata nuklir...setidak-tidaknya mereka masih butuh beberapa tahun lagi untuk memiliki senjata seperti itu," katanya, mengutip penilaian dari para pejabat AS sendiri, yang dilansir AFP.

SMA Negeri 1 Slawi

"Pada tahap sekarang kita perlu meneruskan usaha lewat diplomasi yang kreatif...karena saya tidak melihat adanya solusi lain kecuali diplomasi dan inspeksi," kata ElBaradei.

Gedung Putih, Jumat, menolak adanya kesamaan antara pernyataan mereka terhadap Iran dengan persiapan saat akan menyerbu Irak.

SMA Negeri 1 Slawi

"Kami sepenuh hati ikut proses diplomatik," kata juru bicara Gedung Putih, Tony Fratto kepada para wartawan, namun mengatakan bahwa mengesampingkan pengerahan militer adalah sesuatu yang "kurang bijaksana".

Dalam bulan-bulan terakhir, Bush telah meramal tentang "holocaust (bencana besar) nuklir" dan "Perang Dunia III", jika Iran memiliki senjata nuklir. Wapres Dick Cheney menyebut "konsekuensi berat" bagi Iran jika menolak tuntutan global untuk membekukan program nuklir mereka.

ElBaradei mengemukakan jika AS memiliki informasi lebih banyak dibanding IAEA mengenai program nuklir Iran, dirinya "akan sangat senang menerima dan menindaklanjutinya."

Dia mengemukakan "kami saat ini belum dapat memberi izin (program nuklir) kepada Iran karena masih banyak tanda tanya."

"Tapi apakah kami telah melihat bahwa Iran memiliki bahan nuklir yang akan siap dijadikan senjata? Tidak. Apakah kami melihat program persenjataan yagn aktif? tidak," katanya seperti dikutip sumber Antara.

"Perang kata-kata" tidak akan menyelesaikan masalah nuklir Iran, kata ElBaradei, lalu menyebut perundingan yang masih berlangsung dengan Korea Utara sebagai contoh untuk menangani kasus Iran.

Dia mengingatkan bahwa pengunaan militer dapat memicu "lautan api" global. (dar)Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Nahdlatul, Warta SMA Negeri 1 Slawi

Minggu, 18 Februari 2018

LKNU Cianjur Bantu Puluhan Pasien Bibir Sumbing

Cianjur, SMA Negeri 1 Slawi. Lembaga Kesehatan Nahdlatul Ulama (LKNU) Kabupaten Cianjur, Jawa Barat menggelar bakti sosial operasi bibir sumbing yang diselenggarakan oleh di Kantor PCNU, Jalan Perintis Kemerdekaan, Jebrod, Cianjur, Kamis (2/3).

Bakti sosial kerjasama dengan Yayasan Obor Berkat Indonesia tersebut diikuti oleh puluhan pasien bibir sumbing dari masyarakat tingkat menengah kebawah di ? Kabupaten Cianjur.

LKNU Cianjur Bantu Puluhan Pasien Bibir Sumbing (Sumber Gambar : Nu Online)
LKNU Cianjur Bantu Puluhan Pasien Bibir Sumbing (Sumber Gambar : Nu Online)

LKNU Cianjur Bantu Puluhan Pasien Bibir Sumbing

Ketua LKNU Cianjur, dr Mien Suranto mengatakan, baksos tersebut sudah rutin dilaksanakan setiap satu bulan sekali.

"Persyaratannya cukup mudah hanya melampirkan copy KTP, Kartu Keluarga dan Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM)," ujar Mien saat dihubungi.?

SMA Negeri 1 Slawi

Untuk baksos hari ini, kata Mien, puluhan pasien tersebut mengikuti tahapan screning general cek-up terlebih dahulu.?

"Hari ini pasien mengikuti tahapan general cek-up terlebih dahulu, ambil darah, rontgen dan lainnya. Nanti jika pasien lolos akan kita tndak lanjut untuk operasi di RS. Bintaro, Jakarta Selatan selama 3-4 hari," jelasnya.

Sementara, Ketua PCNU Cianjur, KH Choirul Anam MZD menyambut baik atas upaya LKNU Cianjur yang turut membantu masyarakat miskin.

"Masalah kesehatan merupakan salah satu problem yang belum bisa ditangani secara keseluruhan oleh pemerintah melalui BPJS, terutama penderita bibir sumbing. Terbukti masyarakat cukup antusias mengikuti program operasi gratis ini," kata Kiai Choirul Anam.?

SMA Negeri 1 Slawi

Dikatakan, program operasi gratis yang diselenggarakan secara periodik, tersebut merupakan bagian program LKNU Cianjur untuk semakin meningkatkan pelayanan kesehatan.

"Sehingga kehadiran LKNU semakin dirasakan manfaatnya terutama oleh masyarakat luas, khususnya di Kabupaten Cianjur," pungkasnya. (Ade Mahmudin/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Warta SMA Negeri 1 Slawi

Selasa, 06 Februari 2018

Puluhan Drumben Banser Banjiri Pawai Ta’aruf Pesantren Roudlotul Huda

Kebumen, SMA Negeri 1 Slawi. Pawai ta‘aruf yang digelar pesantren Roudlotul Huda desa Kebadongan kecamatan Klirong kabupaten Kebumen, berlangsung meriah, Ahad (18/1) kemarin. Pawai ini tidak lepas dari aksi puluhan grup drumben Banser dari sejumlah kabupaten di wilayah eks karesidenan Kedu, Pekalongan, dan Banyumas.

Sepanjang perjalanan pawai, kerap kali para anggota Banser memamerkan ketangkasanya dalam memainkan alat musik tersebut seperti halnya grup drumben TNI dan Polri. Pawai ini juga tampak meriah oleh ratusan sepeda hias dan 50 grup jaran joged yang ditunggangi santri pesantren setempat.

Puluhan Drumben Banser Banjiri Pawai Ta’aruf Pesantren Roudlotul Huda (Sumber Gambar : Nu Online)
Puluhan Drumben Banser Banjiri Pawai Ta’aruf Pesantren Roudlotul Huda (Sumber Gambar : Nu Online)

Puluhan Drumben Banser Banjiri Pawai Ta’aruf Pesantren Roudlotul Huda

Wakil Bupati Kebumen Hj Djuwarni melepas langsung pawai ta‘aruf yang diadakan dalam rangka peringatan maulid Nabi Muhammad SAW. Lepas pawai, panitia maulid menyerahkan santunan kepada 50 anak yatim piatu .

SMA Negeri 1 Slawi

"Kegiatan pawai ta‘aruf ini merupakan rangkaian peringatan Maulid tahun ini yang dilaksanakan selama dua hari," kata Pengasuh pesantren Raudlotul Huda KH Khafi Mahfud di sela-sela kegiatan.

Pihak pesantren, kata Kiai Khafi, sengaja mengundang Banser dari berbagai daerah. Ia berharap, setelah melihat adanya ribuan anggota Banser warga NU di Kebumen akan merasa bangga sekaligus tumbuh semangatnya untuk menghidupkan organisasi NU.

SMA Negeri 1 Slawi

Pihaknya juga ingin mengenalkan keberadaan Banser kepada masyarakat terutama generasi muda. Mengingat semakin berkembangnya zaman, generasi muda NU yang tahu dan mengenal Banser semakin jarang.

"Dengan kedatangan ribuan anggota Banser di Kebumen ini, kita ingin menunjukan bahwa warga NU Kebumen tetap solid untuk menjaga keutuhan Bangsa Indonesia dari gangguan gerakan-gerakan Islam radikal," imbuh Kiai Khafi didampingi Komandan Banser Kebumen Juni Awaludin. (Beni Yanto/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Fragmen, Warta SMA Negeri 1 Slawi

Minggu, 04 Februari 2018

Qasidah Al-Karimiyyah Meriahkan Pembukaan Makesta

Subang, SMA Negeri 1 Slawi. Grup Qasidah “Band Kepret” dari Pesantren Al-Karimiyyah turut berpartisipasi dalam memeriahkan kegiatan Pembukaan Masa Kesetiaan Anggota (Makesta) dan sekaligus Pelantikan Pimpinan Anak Cabang (PAC) IPNU-IPPNU Kecatamatan Patokbeusi, Subang, Jawa Barat, di gedung Madrasah Ibtidaiyyah (MI) Al-Huda, Ahad (10/3) kemarin.

Qasidah Al-Karimiyyah Meriahkan Pembukaan Makesta (Sumber Gambar : Nu Online)
Qasidah Al-Karimiyyah Meriahkan Pembukaan Makesta (Sumber Gambar : Nu Online)

Qasidah Al-Karimiyyah Meriahkan Pembukaan Makesta

Salah satu keunikan dari Grup Qasidah yang digawangi oleh Nashori, Cecep, Ino, Epul, Wisnu, Gofur, Irfan, Radi, Yadi dan Sopyan tersebut ketika tampil di hadapan sedikitnya 78 orang peserta dan 30 orang panitia adalah berhasil membawakan beberapa lagu shalawat dengan beberapa arransemen dan para penabuh yang mengiringinya pun dapat menyesuaikan dengan arransemen yang dibawakan oleh Nashori, sang vokalis.

Selain itu, keunikan lainnya adalah dalam Grup Qasidah ini pun terdapat beberapa alat musik yang tidak biasanya hadir dalam Grup Qasidah “Band Kepret”, karena selain alat musik konvensional dari “band kepret”, juga dilengkapi dengan tam-tam, kotek, symbal dan drum tenor.

SMA Negeri 1 Slawi

Menurut Nashori, kolaborasi alat musik tersebut merupakan hasil karyanya sendiri, naluri dan imajinasi musiknya berhasil membuat inovasi suara dalam “band kepret” apalagi kemampuan musiknya selalu dilatih dalam seminggu paling tidak 2 kali.

“Jadwal latihan kita seminggu dua kali, hari jum`at sore dan minggu sore,” ujarnya

SMA Negeri 1 Slawi

Menurut mahasiswa STAI Riyadlul Jannah ini, dibandingkan dengan marawis dan hadroh, qasidah dihitung lebih mudah dalam melakukan inovasi.

“Menurut saya, untuk membuat kreasi dan inovasi musik lebih gampang qasidah daripada marawis dan hadrah,” ungkapnya

Dalam kegiatan yang dihadiri oleh Pengurus MWCNU Patokbeusi, PC IPNU Subang, Sekretaris Kecamatan dan beberapa tokoh masyarakat tersebut grup qasidah Al-karimiyyah cukup menghibur hadirin dan hadirin pun terlihat khusu dalam mendengarkan beberapa lantunan shalawat yang dibawakan oleh mereka.

Redaktur? ? ? : A. Khoirul Anam

Kontributor : Aiz Luthfi

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi AlaSantri, Warta, PonPes SMA Negeri 1 Slawi

Jumat, 02 Februari 2018

Peringati Hari Kartini, IPPNU Sidoarjo Ajak Masyarakat Tertib Berlalu Lintas

Sidoarjo, SMA Negeri 1 Slawi. Pimpinan Anak Cabang IPNU dan IPPNU Sidoarjo kota membagi-bagikan stiker bertuliskan pelajar putri Sidoarjo cerdas berlalu lintas sosok Kartini masa kini kepada pengendara di jalan raya Jenggolo Sidoarjo, Jumat (21/4). Aksi ini mereka gelar untuk memperingati Hari Kartini serta mengajak para pengendara agar tertib berlalu lintas.

Ketua PAC IPPNU Sidoarjo Siti Firqo Najiyah mengatakan, melihat di sepanjang jalan banyak brosur save our student, mendukung pihak polisi agar para pelajar tetap berhati-hati dalam berkendara serta tertib berlalu lintas.

Peringati Hari Kartini, IPPNU Sidoarjo Ajak Masyarakat Tertib Berlalu Lintas (Sumber Gambar : Nu Online)
Peringati Hari Kartini, IPPNU Sidoarjo Ajak Masyarakat Tertib Berlalu Lintas (Sumber Gambar : Nu Online)

Peringati Hari Kartini, IPPNU Sidoarjo Ajak Masyarakat Tertib Berlalu Lintas

"Kita juga organisasi berbasis pelajar. Jadi, saling mendukung program kepolisian yang berbasis pelajar. Kita menyadarkan bahwa sosok Kartini di masa kini tidak harus memakai sanggul yang identik dengan Jawa. Tetapi kita sebagai perempuan juga bias eksis seperti laki-laki bias berekpresi namun tetap mematuhi aturan-aturan dan kaidah Islam," kata Firqo.

Selain membagi-bagikan stiker dan pin RA Kartini, IPPNU Sidoarjo juga membetangkan poster imbaun ukuran besar yang ditujukan bagi pengendara roda dua khususnya para perempuan baik pelajar maupun ibu-ibu swasta. Imbaun ini sengaja dibentangkan karena banyaknya jumlah pelanggar lalu lintas dari kalangan pelajar yang dinilai sangat parah.

Mengingat kecelakaan pelajar diawali dengan pelanggaran lalu lintas baik tidak memakai helm ? maupun tidak mempunyai kelangkapan surat yakni SIM. Dari itulah, IPPNU Sidoarjo membantu pihak kepolisian Sidoarjo dalam memberikan pemahaman bagi pengendara roda dua di jalan raya yang bertepatan dengan momen Hari Kartini. (Moh Kholidun/Abdullah Alawi)

SMA Negeri 1 Slawi

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Warta SMA Negeri 1 Slawi

SMA Negeri 1 Slawi

Kamis, 01 Februari 2018

Siswa MTs N Model Brebes Latihan Urus Jenazah

Brebes, SMA Negeri 1 Slawi. Minimnya pengetahuan tentang mengurus jenazah, menarik perhatian bagi MTs Negeri Model Brebes. Untuk itu, pihak sekolah mengadakan pelatihan bagaimana mengurus jenazah sehingga kewajiban fardlu kifayah bisa terpenuhi. Para siswa dilatih perihal cara memandikan, mengafani, menshalati, hingga menguburkan jenazah.

Siswa MTs N Model Brebes Latihan Urus Jenazah (Sumber Gambar : Nu Online)
Siswa MTs N Model Brebes Latihan Urus Jenazah (Sumber Gambar : Nu Online)

Siswa MTs N Model Brebes Latihan Urus Jenazah

“Merawat jenazah, tidak hanya urusan pak lebe atau modin saja, tetapi seluruh umat Islam berkewajiban memiliki pengetahuan guna menggugurkan kewajiban kifayah,” kata Kepala MTs N Model Brebes H Muh Muntoyo di sela pelatihan di sekolah setempat, Sabtu (11/7).

Kata Muntoyo, para siswa dibekali ilmu mengurus jenazah agar tidak gagap ketika dimintai pertolongan warga untuk mengurus jenazah.

SMA Negeri 1 Slawi

“Melalui pelatihan ini, setidaknya berupaya menciptakan kader yang benar-benar andal dan terampil dalam mengurus jenazah. Sederhananya, para siswa bisa mengurus jenazah keluarganya sendiri tanpa tergantung kepada orang lain,” ujarnya.

Menurut Muntoyo, pelatihan rukun kifayah ini bertujuan untuk berbagi ilmu secara mendalam terkait tata cara merawat jenazah yang benar menurut syari’ah Islam.

SMA Negeri 1 Slawi

“Dengan pelatihan ini para siswa bisa mengamalkan bagaimana cara merawat jenazah yang benar sesuai dengan tuntunan syariat Islam,” tandasnya.

Pelatihan diikuti 1.409 siswa secara berkelompok dalam waktu tiga hari. Pelatihan ini merupakan rangkaian pesantren Ramadhan 1436 Hijriyah. Pesantren Ramadhan yang diikuti kelas 8 dan 9 berlangsung sejak pukul 08.00 sampai selesai.

Mereka mendapatkan materi pesantren berupa tadarus Al-Quran dengan tajwidnya, praktik wudhu, praktik bacaan dan gerakan dalam shalat fardhu dan sunah, praktik mengafani dan shalat jenazah, tahlil dan doa-doa dalam kehidupan sehari-hari.

Siska, salah seorang siswa mengaku senang mendapatkan pelatihan mengurus jenazah. Pada awalnya merasa takut, tetapi kemudian berani karena dilakukan bersama-sama dan media yang digunakan bukan orang mati sungguhan tetapi boneka manekin.

“Senang, meski kadang diliputi rasa takut dan saling berseloroh yang mengingatkan kematian,” ungkapnya. (Wasdiun/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Ulama, Warta, Kiai SMA Negeri 1 Slawi

Senin, 29 Januari 2018

PBNU akan Usulkan Perubahan UU Perkawinan

Jakarta, SMA Negeri 1 Slawi. Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj menyatakan UU Perkawinan yang telah berlaku sejak tahun 1970-an saat ini sudah tidak sesuai dengan situasi dan kondisi sekarang, salah satunya mengenai soal batasan perkawinan bagi perempuan berumur 16 tahun.

“Kita akan usulan perubahan UU tersebut, tetapi akan kita bahas dahulu lebih matang bersama lembaga bahtsul masail,” katanya dalam pertemuan dengan Kepala BKKBN Dr Sudibyo, Selasa (12/2).

PBNU akan Usulkan Perubahan UU Perkawinan (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU akan Usulkan Perubahan UU Perkawinan (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU akan Usulkan Perubahan UU Perkawinan

Salah satu yang akan diusulkan oleh PBNU adalah menaikkan batasan usia pernikahan bagi perempuan dari 16 tahun menjadi 18 tahun.

Mengenai persoalan Keluarga Berencana (KB) Kang Said menyatakan dukungan atas program tersebut. NU turut mensukseskan program KB secara nasional setelah sebelumnya pemerintah kurang maksimal dengan pendekatan birokratisnya. Melalui para kiai, masyarakat menerima dan mendukung program tersebut. Dulu masyarakat berpandangan, banyak anak banyak rezeki atau rezeki sudah diatur oleh Allah, tanpa melihat faktor-faktor yang lain.

SMA Negeri 1 Slawi

Kang Said menjelaskan, Imam Ghozali dalam kita Ihya Ulumuddin menyetujui pengaturan kelahiran dengan sejumlah alasan. Pertama, alasan kesehatan, baik itu dan anak yang dilahirkannya, jangan sampai terlalu rapat melahirkan karena bisa menganggu kedua belah pihak. 

Alasan kedua adalah alasan pendidikan, baik menyangkut soal kecerdasan atau soal biaya pendidikan yang harus disediakan oleh orang tua. Ketiga, alasan kemaslahatan dan kesejahteraan anak.

SMA Negeri 1 Slawi

“Bahkan Imam Ghozali juga menyetujui mengatur angka kelahiran agar istri tetap seksi,” paparnya.

Sayangnya, setelah program KB tersebut berhasil, kalangan ulama ditinggal sehingga sekarang angka penurunan tingkat kelahiran mengalami stagnasi. 

Kedatangan Kepala BKKBN merupakan upaya untuk menjalin silaturrahmi dan kerjasama di masa yang akan datang. Salah satu kerjasama yang akan digagas adalah pendirian pusat informasi kesehatan reproduksi di pesantren untuk memberi pemahaman yang lebih lengkap kepada remaja soal kesehatan alat-alat reproduksinya. 

Sudibyo dalam kesempatan tersebut mengatakan, saat ini angka kelahiran dari remaja usia 15-19 tahun meningkat. Hal ini diperkirakan sebagian karena naiknya kehamilan di luar nikah. Australian National University (ANU) bersama Pusat Penelitian Kesehatan Universitas Indonesia (UI) dalam penelitian di Jatabek melaporkan 20.9 remaja usia 17-24 tahun hamil sebelum menikah. 

Untuk membantu memberi pemahaman yang lebih baik tentang reproduksi, BKKBN membentuk Pusat Informasi dan Konseling Kesehatan Reproduksi Remaja) baik di sekolah-sekolah, universitas maupun organisasi kepemudaan. Melalui PIK KIRR, remaja akan memperoleh informasi dan konseling tentang reproduksi sehat dan memperoleh rujukan bila ada permasalahan terkait kesehatan reproduksi.

Melalui program-program tersebut diharapkan dapat membantu remaja dalam menghadapi permasalahan dan tantangan yang ada dalam kehidupannya, serta membantu remaja dapat melalui 5 transisi kehidupan dengan lebih baik. Lima fase  transisi kehidupan remaja tersebut yaitu melanjutkan sekolah kejenjang yang lebih tinggi, mencari pekerjaan yang komperhensif dan kompetitif, memulai kehidupan berkeluarga yang harmonis, menjadi anggota masyarakat dan dapat mempraktekkan hidup sehat.

Penulis: Mukafi Niam

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Pendidikan, Warta, Kyai SMA Negeri 1 Slawi

Senin, 22 Januari 2018

Tolak Full Day School, NU Siap Demo dan Judicial Review

Jakarta, SMA Negeri 1 Slawi



Kaum Nahdliyin bersiap menggelar aksi protes atas rencana kebijakan Sekolah Sepanjang Hari (Full Day School). Jika aturan sekolah selama 8 jam 5 ? yang dikeluarkan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy tersebut tidak benar-benar dicabut. Mereka mengaku siap memobilisasi massa ke Jakarta.

Tolak Full Day School, NU Siap Demo dan  Judicial Review (Sumber Gambar : Nu Online)
Tolak Full Day School, NU Siap Demo dan Judicial Review (Sumber Gambar : Nu Online)

Tolak Full Day School, NU Siap Demo dan Judicial Review

Hal tersebut mengemuka dalam halaqah kebangsaan yang diinisiasi Fraksi Kebangkitan Bangsa MPR RI di Hotel Acacia Jl. Kramat Raya Jakarta, Senin (7/8). Acara bertajuk “Peran Strategis Madrasah Diniyah Dalam membangun Karakter Bangsa” ini dihadiri kurang lebih 300 peserta terdiri dari utusan Madrasah Diniyah dari Jakarta, Banten, dan Jawa Barat, serta perwakilan ormas Islam dan sejumlah aktivis LSM.

Ketua Umum Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (FKDT) KH Lukmam Hakim mengatakan, setidaknya ada dua langkah yang akan ditempuh Kaum Nahdliyin sebagai upaya penolakan Permendikbud 23/2017 Sekolah Sepanjang Hari. Selain menggelar aksi simpatik, mereka berencana melakukan uji materi (judicial review) di Mahkamah Konstitusi.?

“Menurut kami, para kiai serta banyak pihak telah menyampaikan, PBNU juga demikian, semua menolak keras. Maka saya yakin proses selanjutnya yang akan dilaksanakan ada dua. Pertama, aksi atau demonstrasi. Kedua, judicial review di MK. Kita akan menggugat Permendikbud ini,”ujar Lukman disambut tepuk tangan hadirin.

SMA Negeri 1 Slawi

Dalam pidatonya, Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa Muhaimin Iskandar menyatakan, kebijakan delapan jam belajar dalam lima hari sekolah yang dikeluarkan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan tidak realistis. “Kebijakan ini tidak lebih baik dibanding kebijakan yang dikeluarkan pemerintah kolonial Belanda di masa lalu,” cetusnya.

Menurut Cak Imin, sapaan akrabnya, dulu pemerintah kolonial Belanda menyesuaikan diri dengan budaya masyarakat lokal sebelum mengeluarkan kebijakan. Mereka beradaptasi dengan budaya masyarakat Indonesia terlebih dahulu agar kebijakannya terimplementasi dengan baik. “Snouck Hurgronje ditugasi menganalisis, jangan sampai kebijakan Belanda itu tidak produktif bagi tujuan mereka,” tandasnya.

SMA Negeri 1 Slawi

Halaqoh dengan pembicara kunci Ketua Umum PKB A Muhaimin Iskandar ini menghadirkan lima narasumber, yakni Ketua PBNU Bidang Hukum KH Robikin Emhas, Ketua Lembaga Pendidikan Maarif Nahdlatul Ulama (LP Ma’arif NU) KH Arifin Junaidi, Ketua FKDT KH Lukman Hakim, Bupati Pasuruan KH Irsyad Yusuf, dan Komisioner KPAI Hj Margaret Aliyatul Maemunah.

Diskusi panel yang dimoderatori Anggota Komisi VIII DPR RI KH Maman Imanul Haq ini berlangsung seru. Para guru Madrasah Diniyah dengan semangat menyampaikan pandangan mereka serta memberikan usulan terkait Sekolah Sepanjang Hari (Full Day School).

Semua narasumber bersepakat menganggap kebijakan Sekolah Sepanjang Hari dapat mengganggu eksistensi madrasah diniyah. Untuk memeriahkan acara, PKB pun menyertakan tagar #tolakfulldayschool untuk dijadikan trending topic. (Musthofa Asrori/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi PonPes, Warta, Kajian Sunnah SMA Negeri 1 Slawi

Selasa, 16 Januari 2018

Antara Syekh Mahfuzh Tremas dan Kiai Sholeh Darat

Kapan pertama kali Syekh Mahfuzh Termas (Al-Imam al-‘Allamah al-Faqih al-U?li al-Mu?addith al-Muqri Mu?ammad Ma?f?z bin ‘Abdullah, bin ‘Abdul Mannan at-Tarmasi al-Jawi al-Makki ash-Syafi‘i, 1868-1919) bertemu dengan Kiai Sholeh Darat (Al-‘Alim al-‘Allamah Mu?ammad ?ali? bin ‘Umar as-Samarani, w.1903)? 

Barangkali jawabannya terjadi pada akhir 1870-an. Ketika itu, Mahfuzh kecil dibawa oleh ayahnya, Kiai ‘Abdullah, untuk mondok di Pesantren Darat yang diasuh oleh Kiai Sholeh Darat, seorang kiai yang telah terkenal kealimannya pada masa itu. Kiai ‘Abdullah jelas telah mengenal Kiai Sholeh Darat di Mekkah, di mana hingga kelahiran Mahfuzh beliau masih berada di sana.

Dalam pengantar karyanya Kifayat al-Mustafid Lima ‘Ala Min al-Asanid, Syekh Mahfuzh menceritakan proses mengajinya sebagai berikut:

Antara Syekh Mahfuzh Tremas dan Kiai Sholeh Darat (Sumber Gambar : Nu Online)
Antara Syekh Mahfuzh Tremas dan Kiai Sholeh Darat (Sumber Gambar : Nu Online)

Antara Syekh Mahfuzh Tremas dan Kiai Sholeh Darat

Di antara para syekhkku yang mulia dan mendalam ilmunya … adalah al-‘Allamah asy-Syekh Mu?ammad ?ali? bin ‘Umar as-Samarani: Aku mengikuti pengajian beliau dalam Tafsir al-Jalalain secara keseluruhannya sebanyak dua kali, Syar? asy-Syarqawi ‘Ala al-?ikam begitu juga (dua kali khatam, ed.), Wasila(tu?) -?ullab, dan Syar? al-Mardini dalam ilmu astronomi. (Ma?f?z, Kifayat al-mustafid, 7)

Dalam daftar guru yang disusun Syekh Mahfuzh di atas, Kiai Sholeh menempati urutan kedua setelah ayah beliau. Hal ini dapat mengindikasikan paling tidak satu dari dua hal berikut. Pertama, Kiai Sholeh adalah guru pertama setelah ayah Syekh Mahfuzh sendiri. Artinya, daftar itu disusun berdasarkan urutan kronologis. Kedua, daftar ini disusun berdasarkan urutan pengaruh. Artinya, Kiai Sholeh dinilai oleh Syekh Mahfuzh sebagai guru yang paling berpengaruh dalam kehidupan beliau, setelah sang ayah.

Syekh Mahfuzh jelas merupakan murid yang istimewa di mata sang guru. Hal ini dapat disimpulkan dari keinginan beliau menjadikan Syekh Mahfuzh sebagai menantu. Iya! Syekh Mahfuzh-lah yang pertama kalinya dikehendaki menjadi menantunya. Namun, kita ketahui bahwa, Kiai Dahlan-lah, adik dari Syekh Mahfuzh yang akhirnya menjadi menantu Kiai Sholeh. Apa yang terjadi? Berikut kisahnya sebagaimana dituturkan Drs. KH Fathurrahim kepada penulis setahun yang lalu.

SMA Negeri 1 Slawi

Pendiri dan Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Ikhlas (Nuris), Jembrana, Bali, ini mengatakan bahwa tanda dari keinginan Kiai Sholeh ingin menjadikan Syekh Mahfuzh sebagai menantu sangat jelas. Keturunan Kiai Sholeh Darat dari Kiai Dahlan at-Tarmasi ini mengisahkan bahwa Kiai Sholeh sering sekali memberikan hadiah untuk Syekh Mahfuzh. Hadiah ini beragam, mulai dari pecis, baju, sarung dan lainnya. Hal ini ditangkap jelas oleh Syekh Mahfuzh bahwa Kiai Sholeh ingin menjadikannya sebagai menantu. 

Namun, Syekh Mahfuzh justru selalu memberikan hadiah dari Kiai Sholeh kepada adiknya, Kiai Dahlan. Kiai yang dikenal sebagai ahli astronomi, sehingga beliau dijuluki Kiai Dahlan al-Falaki, selalu menerima pemberian itu. Suatu ketika, barangkali saat itu Kiai Sholeh menilai bahwa anak perempuannya telah siap untuk menikah, beliau datang berkunjung ke rumah Kiai ‘Abdullah. Kali ini beliau menyatakan secara jelas bahwa beliau hendak menjalin hubungan besan dengan Kiai ‘Abdullah dengan melamar Syekh Mahfuzh untuk putri Kiai Sholeh, Raden Adjeng Siti Zahroh.

“Keluarlah ke sini wahai yang hendak menjadi calon menantuku!” ucap Kiai Fathurrahim menceritakan ucapan Kiai Sholeh.

Syekh Mahfuzh meminta adiknya untuk memakai seluruh hadiah yang pernah ia berikan, yaitu hadiah yang sebenarnya dari Kiai Sholeh. Beliau lalu mengajak sang adik untuk menghadap Kiai Sholeh. Ketika berada di hadapan Kiai Sholeh, Syekh Mahfuzh berkata,

SMA Negeri 1 Slawi

“Yang memakai seluruh pemberian Mbah Yai inilah yang menjadi calon menantu Mbah Yai.”

Kiai Dahlan yang tidak tahu apa-apa, saya kira tentunya cukup kaget dengan ucapan kakaknya itu. Namun, beliau diam saja mengikuti rencana sang kakak. Barangkali, sebagian kita akan menduga bahwa Kiai Sholeh akan marah karena “ditolak” oleh Syekh Mahfuzh. Namun hal itu keliru, Kiai Sholeh menerima perubahan calon menantunya.

“Baiklah! Tidak mengapa, asalkan aku bisa berbesan dengan Kiai ‘Abdullah,” ucap Kiai Sholeh.

Dari sinilah terjawab teka-teki pernikahan Kiai Dahlan at-Tarmasi dengan Raden Adjeng Siti Zahroh. Kiai Dahlan sendiri adalah santri Kiai Sholeh di Pesantren Darat.

Di akhir perbincangan kami, Kiai Fathurrahim berpesan agar saya mencarikan sebuah kitab falak karya Kiai Dahlan yang menurutnya ada di Belanda. Sejauh saya mencari, terutama di Perpustakaan Leiden, saya tidak menemukan kitab tersebut. Barangkali ada yang tahu kitab falak karya Kiai Dahlan at-Tarmasi, bisa tolong bantu kami? (Nur Ahmad, Wakil Sekretaris PCINU Belanda 2017-2019, Alumni Master’s Vrije Universiteit Amsterdam)

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Warta, Santri SMA Negeri 1 Slawi

Selasa, 02 Januari 2018

Ajengan Ahli “Alat” Haurkuning Wafat

Jakarta, SMA Negeri 1 Slawi 

Berita duka dari Haurkuning, Tasikmalaya, Jawa Barat. Pengasuh Pondok Pesantren Baitulhikmah yang juga Musytasyar PCNU Kabupaten Tasikmalaya, yaitu KH Saefudin Zuhri wafat pada Jumat malam (30/8). Ia tutup usia selepas berjamaah Shalat Isya sekitar pukul 19.30.

Menurut kabar yang diterima SMA Negeri 1 Slawi dari salah seorang santrinya, ia dikebumikan di komplek pesantren yang terletak di Kampung Haurkuning Desa Mandalaguna Kecamatan Salopa Kabupaten Tasikmalaya pada Sabtu (31/8).  

Ajengan Ahli “Alat” Haurkuning Wafat (Sumber Gambar : Nu Online)
Ajengan Ahli “Alat” Haurkuning Wafat (Sumber Gambar : Nu Online)

Ajengan Ahli “Alat” Haurkuning Wafat

Kiai tersebut meninggalkan 4 putra dan 3 putri serta 1500 santri. Kiai yang wafat pada usia 75 tahun tersebut adalah seorang santri kelana. Ia pernah nyantri di Pesantren Cibeuti, Cilendek, Ciharashas, Bantar Gedang, Keresek, Sayuran, Sadang, Sagaranten, dan Sirnasari.  

SMA Negeri 1 Slawi

Yeris Supriatna, pria yang pernah nyantri di Baitulhikmah selama 4 tahun, memberikan kesaksian tentang Ajengan Saef melalui surat elektronik. Ajengan tersebut dikenal sangat ahli ilmu gramatika bahasa Arab, yaitu nahwu dan sharaf. “Yang sangat digemari beliau adalah kitab Alfiyah ibnu Malik,” katanya.

Yeris menambahkan, ada 6 wasiyat KH Saepudin Zuhri kepada santri-santrinya, yang pertama, wajib mempertahankan aqidah, syariah, akhlak Ahlussunah wal Jamaah. Kedua, wajib shalat berjamaah awal waktu di masjid. Ketiga, ulah eureun ngaji (jangan berhenti mengaji, red).

SMA Negeri 1 Slawi

Keempat, anak, incu (cucu) wajib dipasantrenkeun, kelima kudu jadi NU (harus menjadi NU). Keenam Hate ulah nyantel kana dunya, sing nyantel ka akherat (hati jangan tertaut pada urusan duniawi, tapi kepada urusan akhirat). 

Salah seorang aktivis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Tasikmalaya Eris Zamzam Noor berpendapat, Ajengan Saef sangat menjaga tradisi NU, menghormati NU, “Sampe pengajian santri diliburkan kalo ada acara NU,” katanya yang bertemu terakhir dengan almarhum di Masjid Agung Tasikmalaya, pada Senin (26/8) pada acara Halal Bihalal Kemenag Tasikmalaya. (Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Warta SMA Negeri 1 Slawi

Sabtu, 30 Desember 2017

Malam Ini, Puncak Haul dan Pemberian KH A Wahab Chasbullah Award

Jombang, SMA Negeri 1 Slawi. Puncak peringatan haul ke-44 almaghfurlah KH Abdul Wahab Chasbullah akan berlangsung malam ini di halaman utama Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas Jombang Jawa Timur. Yang istimewa, ada tiga tokoh yang akan menerima penghargaan atas prestasi dan dedikasinya kepada Nahdlatul Ulama (NU).

Malam Ini, Puncak Haul dan Pemberian KH A Wahab Chasbullah Award (Sumber Gambar : Nu Online)
Malam Ini, Puncak Haul dan Pemberian KH A Wahab Chasbullah Award (Sumber Gambar : Nu Online)

Malam Ini, Puncak Haul dan Pemberian KH A Wahab Chasbullah Award

"Rangkaian acara haul kali ini seperti tradisi haul sebelumnya adalah diawali dengan penampilan grup Ikatan Seni Hadrah Indonesia atau Ishari," kata Panitia Haul, Lailatun Nimah, Rabu (26/8).

Ni’mah mengemukakan, bahwa antara Mbah Wahab, sapaan KH Abdul Wahab Chasbullah dengan Ishari seperti dua sisi mata uang yang tidak dapat dipisahkan. "Karena sejak awal, Mbah Wahab lah yang memperjuangkan keberadaan Ishari ini," kata cucu Mbah Wahab ini. Karena itu, lanjut Pengurus PC Fatayat NU Jombang ini, setiap acara haul, sehari sebelum acara puncak ditampilkan sejumlah grup Ishari dari berbagai kota di Jawa Timur.

SMA Negeri 1 Slawi

Untuk acara puncak, yakni Rabu (26/8) malam akan dihadiri Menteri Agama RI, H Lukman Hakim Saifuddin. "Beliau akan menyampaikan pidato pengarahan sekaligus menerima penghargaan berupa KH Abdul Wahab Chasbullah Award," terangnya.

Tidak hanya H Lukman Hakim Saifuddin yang akan menerima penghargaan tersebut. "Ada juga H Choirul Anam yang telah menulis buku tentang Mbah Wahab," ungkapnya. Dipilihnya Cak Anam, sapaan akrabnya karena disamping memiliki kepedulian terhadap penulisan biografi Mbah Wahab, juga karena konsistensinya dalam berkiprah di media.

SMA Negeri 1 Slawi

H Asad Said Ali juga akan menerima penghargaan KH Abdul Wahab Chasbullah Award. Sikap tegas mantan Wakil Ketua Umum PBNU ini untuk terus aktif memerangi terorisme telah diakui banyak kalangan. "Bahkan Universitas Diponegoro Undip Semarang menganugerahinya gelar Doktor Honoris Causa di bidang hukum kepadanya," tandas Ning Eli. 

"Jadi, untuk haul kali ini yang menerima penghargaan adalah tiga orang yakni H Lukman Hakim Saifuddin, H Choirul Anam, serta H Asad Said Ali," terangnya.

Untuk ceramah agama akan disampaikan oleh dua kiai kenamaan yakni KH Husein Ilyas dan Habib Abu Bakar Hasan Assegaf.

Kegiatan haul ini bersifat terbuka bagi masyarakat umum, alumni, dan warga NU. Acara resepsi haul akan dimulai usai shalat Isya. "Silakan hadir di halaman utama Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas," pungkasnya. (Syaifullah/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Warta, Tegal, Pertandingan SMA Negeri 1 Slawi

Kamis, 28 Desember 2017

KH Asyhari Abta: NU dan Polisi Harus Sama-sama Ikhlas

Yogyakarta, SMA Negeri 1 Slawi. NU dan polisi harus sama-sama memiliki keikhlasan di dalam membangun masyarakat. Jika hal itu dilakukan, maka masyarakat akan menjadi baik. Oleh karena itu, NU ingin bekerjasama dengan polisi, bersama-sama untuk membangun masyarakat.

KH Asyhari Abta: NU dan Polisi Harus Sama-sama Ikhlas (Sumber Gambar : Nu Online)
KH Asyhari Abta: NU dan Polisi Harus Sama-sama Ikhlas (Sumber Gambar : Nu Online)

KH Asyhari Abta: NU dan Polisi Harus Sama-sama Ikhlas

Demikian disampaikan oleh Rais Syuriyah PWNU DIY KH Asyhari Abta di kantor PWNU DIY saat menerima kunjungan dari jajaran Polda DIY, Rabu (3/4/13).?

Dalam sambutannya, KH Asyhari Abta menyampaikan banyak terima kasih kepada jajaran Polda DIY yang telah menyempatkan waktu untuk bersilaturahim. “Semoga saja ini bisa menjadi agenda rutin,” tutur Kyai Asyhari.

SMA Negeri 1 Slawi

Ia juga menyampaikan keprihatinannya melihat kondisi Jogja. “Jogja merupakan kota budaya, kota pendidikan, tapi sekarang telah dirusak oleh narkoba, preman, dan pergaulan bebas”.?

SMA Negeri 1 Slawi

Oleh karena itu, Kyai Asyhari mengajak kepolisian untuk bersama-sama membina masyarakat agar menyadari akan pentingnya kebaikan dan agar generasi bangsa mampu menjadi pemimpin yang berkualitas.?

Redaktur ? ? : Mukafi Niam

Kontributor: Anas, Rokhim

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Warta SMA Negeri 1 Slawi

Minggu, 24 Desember 2017

Sosialisasikan Politik NU Lewat Lailatul Ijtima’

Jombang, SMA Negeri 1 Slawi. Menghadapi pesta demokrasi yakni pemilihan calon anggota legislatif 9 April 2014 mendatang, PCNU Jombang memanfaatkan lailatul ijtima’ sebagai media untuk sosialisasi makna politik bagi NU.

Kegiatan yang berlangsung di salah satu musholla di Desa Tapen Kecamatan Kudu, Jombang Jawa Timur ini dihadiri KH Abdul Nashir Fattah (rais), KH Wazir Ali (wakil), dan KH Abd Kholiq Hasan (katib). Sedangkan dari unsur tanfidziyah tampak DR KH Isrofil Amar (ketua), K M. Soleh, Arifin (wakil) serta Muslimin Abdilla (sekretaris).

Sosialisasikan Politik NU Lewat Lailatul Ijtima’ (Sumber Gambar : Nu Online)
Sosialisasikan Politik NU Lewat Lailatul Ijtima’ (Sumber Gambar : Nu Online)

Sosialisasikan Politik NU Lewat Lailatul Ijtima’

Kegiatan yang dihadiri utusan dari MWCNU Kudu, Kabuh, Ngusikan, Ploso serta Plandaan ini diawali penampilan hadrah Albanjari. Hadir juga pengurus badan otonom, lembaga dan lajnah MWCNU Kudu seperti GP Ansor, Muslimat, Fatayat, IPNU dan IPPNU.

Dalam paparannya, KH Wazir Ali menandaskan bahwa menurut Imam Mawardi segala ikhtiar atau usaha adalah upaya dalam mengorganisasikan sebuah kegiatan maupun tindakan yang mengarah kepada kemaslahatan bersama. Demikian juga hal ini berlaku untuk politik. “Harusnya upaya pikiran, tindakan yang dilakukan oleh tokoh politik adalah demi kemaslahatan,” katanya (31/3).

NU sendiri memiliki pandangan dalam politik. “Hal itu dibedakan menjadi tiga, yakni politik kebangasaan, politik kerakyatan dan politik praktis,” terangnya.

SMA Negeri 1 Slawi

Kiai Wazir membuka fakta sejarah usaha yang telah dilakukan NU dalam mewujudkan, melahirkan, mengembangkan dan menegakkan Negara Kesatuan Rebublik Indonesia atau NKRI. “NU telah mengawal kemerdekaan negeri dengan melakukan perlawanan kepada para penjajah. Dalam pandangan Kiai Wazir, penjajah yang datang ke Tanah Air lebih banyak membawa mudharat, termasuk membawa agama baru.

Tidak berhenti dalam revolusi fisik, NU juga berperan aktif dalam mengawal cita-cita bangsa dengan terlibat aktif dalam penyusunan Piagam Jakarta dan tentunya Pancasila.

SMA Negeri 1 Slawi

“Bagi NU, Pancasila adalah upaya final bagi umat Islam di Indonesia untuk mendirikan negara,” terangnya. “Dan NU tidak sepakat dengan upaya berbagai kalangan yang ingin mendirikan negara Islam di Indonesia seperti Darul Islam dan Tentara Islam Indonesia,” lanjutnya.

Sedangkan tantangan yang dihadapi bangsa Indonesia dan juga NU adalah upaya dari sebagian kalangan yang ingin menegakkan khilafah.

Khusus untuk tantangan politik saat ini adalah bagaimana kekuasaan politik yang sudah didapat diikhtiarkan untuk mewujudkan kemaslahatan rakyat seperti memajukan layanan dan fasilitas pendidikan, kesehatan dan ekonomi. “Inilah tantangan yang harus dijawab oleh para politisi NU,” ungkapnya.

Hal tersebut sebagaimana telah diamanatkan oleh para pendiri NU yang membawa politik tingkat tinggi, yakni tidak semata menguasai dan merebut kekuasaan. “Namun bagaimana kekuasaan dan kepercayaan yang diraih dapat ditasharrufkan atau dimanfaatkan untuk kemaslahatan umat,” katanya.

Lailatul ijtima’ ini juga dimanfaatkan untuk mensosialisasikan program kerja PCNU Jombang hasil Konferensi serta musyawarah kerja yang telah dilaksanakan sebelumnya.? Sejumlah evaluasi atas kinerja kepengurusan di tingkat PCNU Jombang disampaikan oleh Muslimin Abdilla.

Ia menandaskan bahwa lailatul ijtima’ ini adalah program kerja PCNU Jombang dan telah memasuki putaran ke empat di tahun yang ke dua.

Sedangkan hasil bahtsul masail di tingkat NU Jombang disampaikan oleh K M Sholeh dan dipungkasi penjelasan kondisi terkini oleh KH DR Isrofil Amar selaku Ketua Tanfidziyah PCNU Jombang. Pada kesempatan tersebut, KH Abdul Nasir Fattah berkenan menutup acara dengan doa.? (Syaifullah/Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Warta SMA Negeri 1 Slawi

LPBINU Bantu Korban Banjir di Bandung

Bandung, SMA Negeri 1 Slawi

Wilayah Kabupaten Bandung, Jawa Barat pada Sabtu, 12 Maret 2016 dilanda banjir. ? Hujan deras yang berlangsung sejak Selasa hingga Sabtu (8-12 Maret 2016) menyebabkan Sungai Citarum dan Sungai Cisangkuy untuk kesekian kalinya meluap dan menimbulkan banjir tahunan. Namun kali ini dampak banjir lebih besar dari tahun-tahun sebelumnya.?

LPBINU Bantu Korban Banjir di Bandung (Sumber Gambar : Nu Online)
LPBINU Bantu Korban Banjir di Bandung (Sumber Gambar : Nu Online)

LPBINU Bantu Korban Banjir di Bandung

Tinggi banjir mencapai sekitar 80-300 centimeter. Bahkan di sekitar bantaran Sungai Citarum dan cekungan, banjir mencapai lebih dari 3 meter. Banjir tersebut juga menyebabkan 2 (dua) orang meninggal akibat tersengat listrik dan terseret arus sungai.?

Menurut data dari BNPB, daerah yang terendam banjir di Kabupaten Bandung sebanyak 15 kecamatan. Sedangkan daerah yang mengalami dampak terparah adalah di Kecamatan Baleendah, Dayeuhkolot dan Bojongsoang. Masyarakat terdampakbanjir di Kabupaten Bandung mencapai 24.000 jiwa dengan 3000 jiwa lebih mengungsi. Titik Pengungsian berada di Kantor Kelurahan Baleendah, Gedung Inkanas, GOR SKB, Gedung Juang, Gedung PDIP, Kantor Kecamatan Dayeuhkolot, Kantor Camat Baleendah, Masjid Al Sofia dan sarana prasana umum lainnya di tiga kecamatan tersebut.

Menurut R Imbar Usman dari Yayasan Pendidikan Islam Al-Harus Baleendah, hujan sangat deras mengguyur daerah Kabupaten Bandung pada Sabtu (12/3/2016). Air mulai naik dan masuk ke pemukiman penduduk sekitar pukul 17.00 sore. ? Kondisi ini menyebabkan banyak sekali warga yang mengungsi. Jumlah pengungsi yang ditampung di Yayasan Pendidikan Islam Al Harus di Jalan Raya Andir Ketapang Kelurahan Andir Kecamatan Baleendah pimpinan KH Lukman Firdaus (pengurus PCNU Kabupaten Bandung) sebanyak 300 KK.

SMA Negeri 1 Slawi

Menyikapi kondisi tersebut, Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama (LPBINU) pada 15 Maret 2016 memberikan bantuan kepada masyarakat terdampak banjir di Kabupaten Bandung Jawa Barat. Bantuan yang diberikan berupa paket sembako untuk 125 KK pengungsi yang ditampung di Yayasan Pendidikan Islam Al-Harus Baleendah. Sedangkan pemberian bantuan ini dilaksanakan berdasarkan assessment yang dilakukan oleh Pengurus Cabang NU setempat, yang menyebutkan bahwa saat ini kebutuhan utama masyarakat terdampak banjirdi antaranya adalah makanan, perahu karet dan peralatan tidur.

Ketua Yayasan Pendidikan Islam Al-Harus Baleendah sekaligus pengurus PCNU Kabupaten Bandung, KH Lukman Firdaus mengucapkan terima kasih atas bantuan yang diberikan oleh PP LPBINU. Menurut Lukman, bantuan ini sangat diperlukan ? dan sangat membantu masyarakat yang terdampak banjir. Sebelum menerima bantuan ini, Yayasan kami telah membuka posko dapur umum untuk membantu masyarakat terdampak banjir.

Wakil Sekretaris PP LPBINU, Yulistianto mengatakan, setelah dilakukan assessment, LPBINU memberikan bantuan untuk membantu masyarakat terdampak bencana banjir di Kabupaten Bandung. Menurut Yulistianto, ini adalah bantuan awal LPBI NU. Kami akan terus memantau perkembangan kondisi banjir di Kabupaten Bandung ini.

Ketua PP LPBINU, M Ali Yusuf mengingatkan semua pihak, banjir di kawasan sungai Citarum ini terjadi setiap tahun, bahkan menurut beberapa pihak banjir kali ini merupakan yang terparah dalam 10 tahun terakhir. Hal ini menunjukkan masih rendahnya pemahaman dan kesadaran semua pihak tentang Pengurangan Risiko Bencana (PRB).?

“Penanggulangan Bencana (PB) masih dipahami sebagai upaya karitatif semata dan hanya bersifat reaksi atas kejadian yang ada. Selain itu, kejadian banjir ini menjadi bukti kuat bahwa daya dukung lingkungan yang ada di kawasan Sungai Citarum dan Sungai Cisangkuy semakin terdegradasi,” ujar Ali Yusuf.

SMA Negeri 1 Slawi

Oleh karena itu, LPBI NU mendesak semua pihak ? terutama Pemerintah, masyarakat dan lembaga usaha di Kabupaten Bandung dan sekitarnya untuk lebih serius dalam menemukan solusi konkrit mengatasi banjir ini dengan merumuskan perencanaan dan tindakan atau aksi yang strategis, dari hulu hingga ke hilir, bahkan harus lintas kawasan karena di samping terkait daerah atau kawasan aliran sungai, isu kerusakan lingkungan hidup juga mengemuka.?

Singkat kata, menurut Ali Yusuf, harus ada kemauan dan kesadaran bersama semua pihak untuk mengatasi persoalan banjir ini. Ali Yusuf berharap kejadian yang sangat merugikan seperti sekarang ini dapat dicegah atau minimal dapat berkurang dampaknya di masa yang akan datang. (Red: Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Pertandingan, Warta SMA Negeri 1 Slawi

Minggu, 17 Desember 2017

Kiai Maruf Amin: Kemandirian Warisan Santri Ratusan Tahun

Jakarta, SMA Negeri 1 Slawi - Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Maruf Amin menyebut kemandirian sebagai identitas asli santri. Menurut Kiai Maruf, tema kemandirian ini bukan sesuatu yang baru, tetapi untuk penguatan bahwa santri itu mandiri.

Demikian Rais Aam PBNU KH Maruf Amin menanggapi tema Santri Mandiri, NKRI Hebat yang diusung Rabithah Ma‘ahid Islamiyah Nahdlatul Ulama (RMI NU) pada acara peluncuran dan konferensi pers Hari Santri 2017 di lantai 8 Gedung PBNU, Jakarta Pusat, Kamis (10/8) malam.

Kiai Maruf Amin: Kemandirian Warisan Santri Ratusan Tahun (Sumber Gambar : Nu Online)
Kiai Maruf Amin: Kemandirian Warisan Santri Ratusan Tahun (Sumber Gambar : Nu Online)

Kiai Maruf Amin: Kemandirian Warisan Santri Ratusan Tahun

Santri, menurutnya, dari dulu diajar mandiri. Kemandirian ini juga diperintah oleh Rasulullah, “Kamu jangan menjadi beban orang”. Begitu juga dalam salah satu doa kita dengan menyebut wal afafah, yakni menjaga diri dari meminta-minta kepada orang.

Oleh karena itu, kata Kiai Ma’ruf, santri biasa hidup mandiri dan diajar hidup sederhana. Santri, juga sudah terbiasa hidup prihatin.

SMA Negeri 1 Slawi

“Santri memang pantang meminta-minta, tapi kalau dikasih pantang menolak. Itu santri itu,” katanya diiringi tawa hadirin.

Jadi, kemandirian merupakan watak yang dari dulu diajarkan di pesantren. Kemandirian merupakan suatu keharusan supaya tidak menjadi beban negara dan bangsa. Lebih dari itu, santri harus berkontribusi untuk bangsa dan negara.

SMA Negeri 1 Slawi

“Dari dulu, soal kontribusi itu, dari dulu santri berkontribusi (kepada bangsa dan negara),” katanya.

Tampak hadir pada acara ini Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj, Waketum PBNU Mochammad Maksum Machfoedz, Ketua PP RMI NU KH Abdul Ghofarrozin dan tamu undangan dari beberapa perwakilan kementrian. (Husni Sahal/Alhafiz K)Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Warta, Daerah SMA Negeri 1 Slawi

Senin, 11 Desember 2017

NU Harus Besar Secara Kuantitas dan Kualitas

Probolinggo, SMA Negeri 1 Slawi. Ketua PCNU Kabupaten Probolinggo KH Abdul Hadi Saifullah menyampaikan bahwa NU sebagai organisasi terbesar, jangan hanya dalam segi kuantitas saja, tetapi harus terus berupaya besar dalam segi kualitas. Sebab kuantitas tidak akan berarti kalau minus dalam kualitas.

Hal tersebut disampaikan oleh KH Abdul Hadi Saifullah saat bersilaturahim dengan segenap pengurus MWCNU Kecamatan Wonomerto Kabupaten Probolinggo, Rabu (28/12) malam.

NU Harus Besar Secara Kuantitas dan Kualitas (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Harus Besar Secara Kuantitas dan Kualitas (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Harus Besar Secara Kuantitas dan Kualitas

"Banggalah kita menjadi umat yang mayoritas dan berkualitas. Saya bangga NU di Kecamatan Wonomerto ini bisa hidup dengan baik, tentunya karena kekompakan para pengurusnya. Aktif dalam meningkatkan kader organisasi," katanya.

SMA Negeri 1 Slawi

Kiai Abdul Hadi juga berpesan, sebagai pengurus, NU harus siap menjadi pelayan umat. "Bangunlah komunikasi dengan jajaran pemerintah dan masyarakat luas sehingga bisa membangun persatuan dan kesatuan umat yang pada akhirnya menjadi modal utama dan penopang tegaknya NKRI," jelasnya.

Sementara Ketua MWCNU Wonomerto KH M. Hasan Sidiq mengharapkan agar kegiatan semacam ini bisa terus berjalan demi membangun aqidah umat yang ramah menuju rahmah bagi semesta.

SMA Negeri 1 Slawi

"Mudah-mudahan dengan kegiatan ini, seluruh warga NU tetap kompak dalam segala hal sebagai upaya mendukung semua program pembangunan pemerintah demi tetap kokohnya NKRI," katanya. (Syamsul Akbar/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Warta, Tegal SMA Negeri 1 Slawi

Jumat, 08 Desember 2017

GP Ansor: Berdirinya NKRI Telah Sesuai dengan Syariat Agama

Metro, SMA Negeri 1 Slawi. Sekretaris Jendral Pengurus Pusat Gerakan Pemuda Ansor Abdul Rochman menegaskan bahwa Indonesia adalah merupakan Negara yang majemuk dengan mayoritas beragama Islam terbesar di dunia. Kerukunan dan kedamaian dalam kebhinekaan dapat terwujud di Indonesia yang jumlah ummat muslimnya 11 kali lipat dari Saudi Arabia yang hanya berjumlah 22 juta orang.

GP Ansor: Berdirinya NKRI Telah Sesuai dengan Syariat Agama (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor: Berdirinya NKRI Telah Sesuai dengan Syariat Agama (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor: Berdirinya NKRI Telah Sesuai dengan Syariat Agama

Kerukunan dan kedamaian antar ummat beragama yang dapat terangkai dengan baik ini merupakan keberkahan yang luar biasa bagi umat muslim di Indonesia. Hal ini disampaikannya saat menjadi Pembicara pada Dialog Kebangsaan yang merupakan rangkaian kegiatan Harlah GP Ansor ke 83 dan Pelantikan Masa Khidmat 2017-2021 di Kampus IAIM NU Metro Lampung, Kamis (27/4).

Menurutnya hal ini tidak terwujud apabila para Ulama terdahulu tidak ikut berjuang dalam mendirikan Negara Kesatuan Republik Indonesia dengan dasar Pancasila dengan tujuan proklamasi kemerdekaan yang ditetapkan dalam UUD 45.

"Bukan hanya pada saat menjelang tahun 45, tetapi dalam sejarah 4 Wali dari Aceh pada tahun 1876 (70 tahun sebelum kemerdekaan) telah mewasiatkan bahwa akan lahir suatu bangsa yang bernama Al-Jumhuri Al-Indonesia (Kerajaan Indonesia), hal ini menggambarkan bahwa Indonesia akan tegak sebagai sebuah Republik, bukan daulah ataupun khilafah" tegasnya.

SMA Negeri 1 Slawi

Terwujudnya NKRI harus dibayar dengan harga mahal di atas tetesan darah kader-kader bangsa ulama terdahulu kita. Yang salah satunya diabadikan dengan hari santri 22 Oktober yang merupakan awal Resolusi Jihad.

Merujuk pada kondisi dan sejarah ini, Ketua PW Ansor Khidir Ibrahim yang hadir pada acara tersebut menegaskan bahwa Ansor dan Banser harus menjadi barisan terdepan dalam mengibarkan panji-panji dan bendera Gerakan Pemuda Ansor di seluruh penjuru tanah air dalam membela dan menyangga Nahdlatul Ulama.

Oleh karenanya Ia mengajak anggota Ansor dan Banser untuk mengambil kepeloporan dan kepemimpinan yang ada di masyarakat.?

"Kita lahir sebagai pendiri Republik, kita harus tegas dan jelas dalam mengambil sikap bahwa Negara kita telah sesuai dengan syariat," tegasnya pada aacara yang mengangkat tema Meneguhkan Tekad Menjaga Keutuhan NKRI. (Muhammad Faizin/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi

SMA Negeri 1 Slawi Warta SMA Negeri 1 Slawi

Selasa, 05 Desember 2017

Bakti Santri untuk Negeri

Oleh: Anggi Afriansyah

Gemuruh kegembiraan Peringatan Hari Santri Nasional begitu semarak dirayakan di berbagai tempat. Sejak 2015, tanggal 22 Oktober memang resmi diperingati sebagai hari santri. Penetapannya dilakukan melalui Keputusan Presiden Nomor 22 Tahun 2015. 

Bakti Santri untuk Negeri (Sumber Gambar : Nu Online)
Bakti Santri untuk Negeri (Sumber Gambar : Nu Online)

Bakti Santri untuk Negeri

Ada beberapa pertimbangan mengapa hari santri kemudian diperingati. Pertama, ulama dan santri berkontribusi besar dalam merebut dan mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Kedua, mengenang serta meneladani ulama dan santri dalam membela, mempertahankan dan berkontribusi untuk pembangunan bangsa. Ketiga, sebagai pengingat, bahwa pada tanggal tersebut resolusi jihad dikumandangkan oleh para Ulama, sebagai bentuk perlawanan terhadap agresi militer Belanda.

Tentu saja jejak langkah pesantren dalam mendidik anak bangsa tak usah diragukan. Latif (2013) mencatat hingga paruh pertama abad ke 19 sekolah-sekolah Islam tradisional mampu berperan sebagai institusi-institusi pendidikan yang utama di Hindia. Catatan dari Steenbrink, pada tahun 1873 merujuk pada laporan Kantor Inspeksi Pendidikan Pribumi (didirikan J.A. van der Chijs) jumlah pesantren ketika itu sekitar 20.000-25.000 dengan santri sekitar 300.000.

Beberapa pesantren yang didirikan pada era tersebut masih eksis hingga saat ini. Pesantren Tremas di Pacitan (1823), Pesantren Jampes dan Bendo di Kediri dan Pelangitan di Babat (1855), Pesantren Teglasari di Semarang (1870), Pesantren Tebu Ireng di Jombang (1899) (Soekardi, 1979; Dhofier, 1982 dalam Latif, 2013). Para santri dan kiayi merupakan agen penting perlawanan bagi pemerintah kolonial. Seruan hubbul wathon minal iman menjadi penguat bagi para santri untuk memperjuangkan kemerdekaan. 

SMA Negeri 1 Slawi

Para santri lahir dari rahim pesantren, dididik dengan tauladan terbaik para ulama para pewaris nabi yang mengedepankan uswatun hasanah. Mereka digembleng melalui disiplin tinggi pendidikan pesantren. Disiapkan untuk menjadi sosok terbaik yang mampu bermanfaat sesuai hadist Rasullah, khoirunnas anfauhum linnas--sebaiknya manusia adalah mereka yang bermanfaat bagi sesamanya. Sebab itu pijakan pendidikan pesantren selalu berorientasi pada kemaslahatan umat dan kebaikan semesta. Berfokus pada penempaan diri para santri menjadi sebaik-baiknya manusia penebar kasih bagi sesamanya. 

Jumlah santri yang tercatat oleh Kemenag (2012) sebesar 3.759.198 adalah aset besar bagi bangsa ini. Jumlah tersebut dirilis tahun 2012. Jumlah yang sebesar itu jika tentu akan berkontribusi positif bagi negeri ini jika mendapatkan pendidikan di pesantren secara optimal. Santri tentu punya peran yang amat strategis bagi keberlangsungan bangsa ini. 

Di pesantren, para santri terpapar dengan beragam keilmuan bagi untuk penguatan keagamaan juga pengetahuan-pengetahuan praksis keseharian. Kondisi tersebut dapat menjadi salah satu keunggulan sistem pembelajaran pesantren. Pembelajaran pesantren menitikberatkan pada penguasaan yang benar-benar mumpuni mengenai permasalahan keagamaan dari beragam referensi yang di susun ulama-ulama terdahulu. Mereka dibiasakan dengan beragam perdebatan beragam ulama. Kondisi tersebut membuat para santri sejak awal dibiasakan dengan ragam cara pandang yang tentu saja tidak monolitik.

Di pesantren, para santri juga dikondisikan untuk mengenal lingkungan masyarakat yang ada di sekitarnya. Pendidikan pesantren memang ditujukan mendekatkan para santri dengan realitas masyarakat, sebab mereka memang disiapkan untuk mengabdi di masyarakat setelah lulus nanti apapun profesinya.

Jihad para santri saat ini tentu semakin berat. Selain kemampuan mumpuni pada penguasaan keislaman juga diharapkan memiliki keluasan cakrawala dalam beragam perspektif keilmuan umum. Sebab mereka akan dihadapkan pada penyelesaian persoalan masyarakat di mana mereka hidup. 

SMA Negeri 1 Slawi

Dan saat ini tantangan bagi para santri tentu lebih kompleks dibanding masa-masa sebelumnya. Mereka akan bergelut dengan isu-isu sosial kemasyarakatan, lingkungan, politik, ekonomi, dan kebangsaan yang lebih rumit disbanding dengan masa lalu. Modalitas yang didapat para santri ketika ditempa di pesantren sesungguhnya sangat berarti bagi realitas kebangsaan kini. Apalagi jika dikuatkan dengan kapasitas yang dimiliki di beragam bidang kehidupan. 

Di era digital misalnya saja para santri bisa mengisi ruang diskusi di dunia maya dengan beragam konten yang mencerahkan. Ruang-ruang media sosial yang selama ini cenderung gaduh sepatutnya diisi oleh beragam konten yang lebih produktif. Peluang santri mengisi beragam konten tersebut sangatlah terbuka. 

Kehadiran kanal daring misalnya menjadi dapat menjadi ruang yang amat strategis untuk menyerukan ajaran islam yang rahmatan lil alamin. Islam yang ramah bukan yang marah. Ajaran dan ujaran yang meneduhkan bukan malah menimbulkan kemarahan, yang merangkul bukan memukul. Konten-konten tersebut harus diisi oleh para santri dengan beragam telaahan yang lebih konstruktif. Ruang-ruang yang dapat digunakan untuk menebar kasih dan kebermanfaatan bukan oleh konten yang penuh rasa benci.

Semoga ke depan, pendidikan pesantren semakin banyak melahirkan kader-kader terbaik bagi bangsa ini. Seperti para pendahulu yang sudah membaktikan dirinya untuk bangsa sebaik-baiknya, sekuat-kuatnya. 

*

Penulis adalah Peneliti Sosiologi Pendidikan di Pusat Penelitian Kependudukan LIPI

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Daerah, Anti Hoax, Warta SMA Negeri 1 Slawi

Jumat, 01 Desember 2017

Melawan Rentenir dengan Kelompok Yasin Tahlil

Jombang, SMA Negeri 1 Slawi. Dengan duduk berhadapan, Muhibbulloh salah satu pengurus jamiyah Yasinan dan Tahlil Dusun Babatan Desa Kedawong Kecamatan Diwek Jombang dengan telaten melayani pinjamaan modal bagi anggotanya. 

Kegiatan peminjaman ini dilakukan usai menjalankan pembacaan Yasin dan Tahlil setiap malam Jum’at. Dengan modal saling percaya jamaah ini telah memiliki omset sebesar Rp 16,5 juta selama dua tahun yang digulirkan tanpa ada bunga sama sekali.

Melawan Rentenir dengan Kelompok Yasin Tahlil (Sumber Gambar : Nu Online)
Melawan Rentenir dengan Kelompok Yasin Tahlil (Sumber Gambar : Nu Online)

Melawan Rentenir dengan Kelompok Yasin Tahlil

“Alhamdulillah, dengan adanya dana Yasinan dan Tahlil ini masyarakat tidak lagi meminjam dari rentenir yang getol masuk di desa ini,” ujarnya bercerita.

SMA Negeri 1 Slawi

Muhibbullah menceritakan, kegiatan simpan pinjam modal di desanya memang dilatarbelakangi maraknya rentenir yang masuk dalam perekonomian masyarakat di lingkungan dusun Babatan Desa Kedawong Diwek Jombang. Melalui PKBM Sanggar Belajar Yalatif yang memberikan infaq Dana kepada Jam’iyah Yasin Tahlil membuat sistem perbantuan ekonomi dengan sistem Simpan Pinjam Tanpa Bunga (SPTB). 

SMA Negeri 1 Slawi

“Kegiatan yang dilakukan sejak bulan September 2010 ini sampai saat ini telah memiliki modal sebesar Rp16,2 juta dan dipinjam bergiliran oleh 32 orang dari 70 anggota jam’iyah,” bebernya.

Untuk bisa meminjam modal usaha, dikatakannya, nasabah harus terlebih dahulu menjadi anggota aktif Jamiyah Yasin Tahlil dan mendaftar dengan uang pangkal (simpanan wajib) sebesar Rp. 5.000. Soal berapa besar pinjaman untuk setiap anggota bervariasi. 

“Untuk modal usaha maksimal pinjaman Rp 1 juta sedangkan untuk keperluan konsumtif maksimal pinjaman Rp500.000,” ungkapnya.

Muhib meyakinkan, bahwa setiap nasabah yang hutang menerima utuh modal yang dipinjam tanpa adanya potongan administrasi sebagaimana di koperasi atau yang lainnya. Sedangkan terkait pengembalian juga dilakukan secara utuh dengan cara mengangsur selama 20 kali kegiatan Yasin tahlil atau 20 minggu dengan toleransi absen 2 kali,

”Berapa yang diangsur tidak ada ketentuan, yang penting 20 pertemuan Yasin Tahlil bisa lunas, jadi jika melakukan pengembalian nasabah juga dilakukan saat kegiatan Yasin dan tahlil,” ungkapnya seraya mengatakan selama masih memiliki pinjaman, setiap anggota bisa memasukkan infaq sukarela ke dalam kaleng yang disediakan jamaah.

Dari infaq para nasabah dan jamaah ini pada akhir tahun (bulan Sya’ban) baru dibuka. Adapun dana infaq dari kaleng peruntukannya dibagi menjadi 3 kegiatan, yakni 20 % untuk petugas pencatat, 30 % untuk dana sosial (bila ada tetangga kesusahan) dan yang 50 % untuk tambahan modal atau Kas Yasinan.

Bagaimana cara pengurus menghindari kredit macet..? Dikatakan Muhib, untuk menghindari pinjaman agar tidak macet, beberapa cara dilakukan diantaranya adalah setiap anggota yang meminjam, maka antara Pengurus dan Peminjam melakukan akad pinjam meninjam disaksikan seluruh Jamaah. 

“Saya Pak Fulan dengan ini meminjam uang Yasinan sebesar Rp 1 juta untuk modal usaha, semoga barokah,” ucapnya dan akan menggembalikan dalam waktu 22 pertemuan.

Dengan akad pinjam modal dengan model ini dikatakan Muhibbullah sebagai bentuk tanggung jawab seorang nasabah terhadap seluruh jamaah yasin dan tahlil. 

“Akad pinjam ini efektif untuk menghindari kredit macet,“ jelasnya.

Disamping itu, ada sanksi sosial yang juga dijalankan atas kesepakatan jamaah, karena dana yang dipinjam adalah uang Jam’iyah Yasiin, sejak awal dibentuknya SPTB ini semua anggota telah bersepakat bahwa ketika ada anggota yang ngemplang utang, maka kalau dia atau keluarganya meninggal. Masyarakat tidak akan datang untuk Tahlil ke rumahnya.

”Faktanya membuktikan bahwa uang infaq sukarela peminjam yang dikumpulkan ketika dibuka di akhir tahun jumlahnya lebih besar dari bunga konvensional,” bebernya.

Dari kegiatan Simpan Pinjam melalui Jamaah Yasin Tahlil ini, hari ini bisa dirasakan masyakarat. Diantaranya adalah tidak ada rentenir yang berani masuk Dusun Babatan Desa Kedawong Diwek. Karena uang mereka tidak laku lagi, karena bunganya juga sangat tinggi. 

“Dan Alhamdulillah kini masyarakat sudah mulai ada rintisan wirausaha. Ada sebanyak 21 Rumah Tangga yang memiliki jenis usaha, seperti pengolahan kripik gadung dan tape ketan hijau "tjap sanggar" dan lain lain dibawah naungan PKBM Sanggar Belajar Yalatif,” pungkas Zainudin yang terus mendampingi kegiatan masyarakat ini.

Redaktur    : Mukafi Niam

Kontributor: Muslim Abdurrahman

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Warta, Doa, Sholawat SMA Negeri 1 Slawi

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs SMA Negeri 1 Slawi sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik SMA Negeri 1 Slawi. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan SMA Negeri 1 Slawi dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock