Tampilkan postingan dengan label News. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label News. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 27 Januari 2018

Indonesia Akan Makmur Jika Dipimpin Kiai

Malang, SMA Negeri 1 Slawi. Mantan Presiden RI KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur) menyatakan bahwa Indonesia akan menjadi negara makmur dan mampu bersaing dengan negara lain jika dipimpin oleh seseorang yang berpikiran kiai atau ulama.

"Saya kira negara kita ini akan menjadi negara yang besar dan makmur kalau yang memimpin negeri ini perpikiran seorang ulama atau kiai," katanya usai melantik Dewan Pengurus Cabang Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) kabupaten Malang periode 2006-2011 di Ponpes Annur Bululawang, Kabupaten Malang, Minggu sore.

Indonesia Akan Makmur Jika Dipimpin Kiai (Sumber Gambar : Nu Online)
Indonesia Akan Makmur Jika Dipimpin Kiai (Sumber Gambar : Nu Online)

Indonesia Akan Makmur Jika Dipimpin Kiai

Menurut dia, strategi pembangunan yang diterapkan Presiden  Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) kurang maksimal dan bisa dibilang  tidak berhasil bahkan harga kebutuhan pokok masyarakat terutama beras juga melambung.

Hanya saja, Gur Dur tidak memberikan solusi bagi "kebaikan" Indonesia ke depan agar lebih baik dan kemakmuran masyarakat luas bisa tercapai. (ant/mad)



SMA Negeri 1 Slawi

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi

SMA Negeri 1 Slawi News, Kyai, Kiai SMA Negeri 1 Slawi

Rabu, 24 Januari 2018

“Mengikuti Lakut Bagian dari Jihad Fi Sabilillah”

Tasikmalaya, SMA Negeri 1 Slawi

Mengikuti Latihan Kader Utama (Lakut) sama dengan Jihad Fi Sabilillah, tutur pengasuh Pesantren Al Munir Gunung Tanjung, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, Ajengan Muayyad pada pembukaan Lakut Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) se-Priangan Timur yang meliputi Kota Tasikmalaya, Kabupaten Tasikmalaya, Kabupaten Ciamis, Kabupaten Garut, Kota Banjar, dan Kabupaten Pangandaran.

Lakut adalah jenjang kaderisasi formal tingkat lanjut di Ikatan Pelajar NU (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri NU (IPPNU). Menurutnya, Lakut termasuk perjuangan dalam organisasi tingkat pelajar di NU.

“Mengikuti Lakut Bagian dari Jihad Fi Sabilillah” (Sumber Gambar : Nu Online)
“Mengikuti Lakut Bagian dari Jihad Fi Sabilillah” (Sumber Gambar : Nu Online)

“Mengikuti Lakut Bagian dari Jihad Fi Sabilillah”

“Kita perhatikan, penjaga NKRI adalah NU, NU dijaga oleh pelajar-pelajar NU ini, menjaga IPNU juga menjaga Ahlussunah wal Jamaah sebagai aqidah kita, pijakan kita,” ujarnya, Jumat (25/8) itu di hadapan para kader IPNU.

SMA Negeri 1 Slawi

Oleh karena itu, bagi Ajengan Muayyad, mengikuti Lakut adaah bagian dari menjaga NU, menjaga NKRI, menjaga Aswaja. “Dan ini merupakan jalan kita untuk berjihad fisabilillah (di jalan Allah). Ini bentuk jihad kita, tidak harus ngebom dan sebagainya,” tuturnya.

SMA Negeri 1 Slawi

Ia menambahkan, di era globalisasi ini IPNU harus tampil di depan mengawal pelajar dan santri Nahdlatul Ulama untuk tetap berada pada ideologi yang benar demi mengisi kemerdekaan dan memajukan Indonesia.

“Hambatan dan tantangan yang sangat banyak di era ini harus ditaklukan oleh Pelajar NU, teruslah berjuang rekan-rekan pelajar NU, tetap belajar berjuang dan bertaqwa,” pungkas putra pendiri Pesantren Al Munir ini. (Husni Mubarok/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi News, Syariah, Tokoh SMA Negeri 1 Slawi

Sabtu, 06 Januari 2018

LAZISNU Pekalongan Gelar Buka Bersama Anak Yatim

Pekalongan, SMA Negeri 1 Slawi. Lembaga Amil Zakat, Infaq dan Shadaqah Nahdlatul Ulama (LAZISNU) Kota Pekalongan menggelar buka puasa bersama anak anak yatim di Rumah Makan Selaras Jalan Sriwijaya 2 Pekalongan, Kamis (1/8) kemarin.

Acara buka puasa sekaligus pemberian santunan kepada 50 anak yatim dihadiri jajaran Pengurus NU Kota Pekalongan dan puluhan tamu undangan berlangsung cukup khidmat.

LAZISNU Pekalongan Gelar Buka Bersama Anak Yatim (Sumber Gambar : Nu Online)
LAZISNU Pekalongan Gelar Buka Bersama Anak Yatim (Sumber Gambar : Nu Online)

LAZISNU Pekalongan Gelar Buka Bersama Anak Yatim

Ketua LAZISNU Kota Pekalongan Lukman Hakim Kamil kepada SMA Negeri 1 Slawi mengatakan, kegiatan buka puasa bersama dan pemberian santunan kepada anak yatim merupakan kegiatan perdana Lazisnu sejak dibentuk enam bulan yang lalu.

SMA Negeri 1 Slawi

Dikatakan, Sebagai lembaga baru yang dibentuk NU Kota Pekalongan, LAZISNU melakukan tugas utama di bidang penghimpunan zakat, infaq dan shadaqah sekaligus menyalurkan kepada mereka yang berhak (mustahiq) dalam bentuk program NU Care berupa program tanggap darurat untuk kemanusiaan dan NU Smart berupa layanan beasiswa bagi para siswa, santri dan mahasiswa yang tidak mampu.

SMA Negeri 1 Slawi

Kegiatan santunan anak yatim yang digelar LAZISNU Kota Pekalongan merupakan bagian dari kegiatan Lazisnu Pusat yang menyantuni tidak kurang dari 5000 anak yatim di seluruh Indonesia.

Lebih lanjut dikatakan Lukman, di samping anak anak yatim yang diundang mendapatkan uang tunai, LAZISNU Kota Pekalongan juga memberikan bingkisan berupa paket sembako, sedangkan usai lebaran nanti pihaknya juga akan menyalurkan zakat dan infaq kepada anak anak sekolah yang tidak mampu dalam bentuk beasiswa.

Wajah wajah ceria dari anak anak yatim begitu nampak, bahkan sebelum buka puasa berlangsung, ustadz Hasan Suaidi yang memberikan tausiyah mengetes salah satu anak untuk mengucapkan do’a kepada otang tua, maka salah satu anak yang baru berusia 4 tahun dengan lancarnya melantunkan do’a yang diinginkan ustadz.

Usai buka puasa bersama, panitia bersama jajaran Pengurus NU Kota Pekalongan menyerahkan santunan dan bingkisan untuk dibawa pulang ke rumah masing-masing.

Ketua PCNU Kota Pekalongan H. Ahmad Rofiq yang hadir dalam acara santunan anak yatim mengatakan, kegiatan santunan yang digelar LAZISNU merupakan wujud nyata program NU peduli ummat. Meski belum banyak masyarakat yang mempercayakan zakatnya kepada Lazisnu, dirinya cukup optimis ke depan masyarakat yang menititipkan melalui Lazisnu akan terus bertambah.

PCNU beserta seluruh jajarannya akan secara terus menerus melakukan sosialisasi kepada masyarakat tentang lembaga penghimpun dana umat LAZISNU, sehingga dana yang terhimpun dapat disalurkan lebih terarah, terprogram dan tepat sasaran. 

Redaktur    : A. Khoirul Anam

Kontributor: Abdul Muiz

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi News, Meme Islam SMA Negeri 1 Slawi

Senin, 01 Januari 2018

GP Ansor: Kejari Pamekasan Abaikan UU Pencucian Uang

Pamekasan, SMA Negeri 1 Slawi. Dalam penuntasan sejumlah kasus korupsi di Kabupaten Pamekasan, Kejaksaan Negeri (Kejari) setempat dinilai belum menerapkan Undang-undang Nomor 8 Tahun 2010 tentang pencucian uang terhadap para koruptor. Sejumlah kasus yang ditangani belum tampak bisa membuat para koruptor tersita harta hasil korupsinya.

GP Ansor: Kejari Pamekasan Abaikan UU Pencucian Uang (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor: Kejari Pamekasan Abaikan UU Pencucian Uang (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor: Kejari Pamekasan Abaikan UU Pencucian Uang

Hal demikian disayangkan oleh Sekretaris GP Ansor Pamekasan Abd Latif saat dihubungi SMA Negeri 1 Slawi, Kamis (29/5). Latif menegaskan, betapa Kejari Pamekasan tampak gentar memiskinkan para koruptor di Pamekasan yang kian menjamur.

Padahal, selanya, dengan melakukan penyitaan harta kekayaan koruptor, itu bisa menjadi salah satu cara yang bisa menimbulkan efek jera. Juga, bisa menjadi upaya pencegahan terhadap perilaku korupsi di Pamekasan secara berkesinambungan.

SMA Negeri 1 Slawi

Latif menilai, setiap ada kasus korupsi pihak Kejari terlihat belum berani menerapkan UU tersebut. Diterangkan, sejumlah tersangka kasus korupsi di Pamekasan yang sedang ditahan maupun yang sudah menjalani vonis hukuman, tapi hartanya masih belum disita. Menurutnya setelah bebas, para koruptor itu masih bisa menikmati harta kekayaan hasil korupsinya tanpa perasaan jera untuk korupsi lagi.

SMA Negeri 1 Slawi

“Kejari Pamekasan harus mempergunakan Undang-undang Nomor 8 Tahun 2008 di setiap pengungkapan kasus korupsi, dengan memiskinkan para koruptor. Supaya menimbulkan efek jera bagi mereka dan para calon koruptor yang lain,” katanya.

Dicontohkan, dengan jumlah korupsi yang bisa mencapai Rp 5 miliar, namun hanya menjalani hukuman selama 5 tahun penjara tidak akan membuat jera. Pasalnya, jumlah uang sebesar itu bisa saja dinikmati setelah keluar dari penjara. Akibatnya, calon pelaku korupsi yang lain juga tidak akan takut untuk melakukan tindakan penggerogotan uang rakyat.

“Yang kami ketahui sampai detik ini, kasus korupsi yang sudah vonis seperti penyelewengan raskin di Desa Tanjung Kecamatan Pademawu, tidak ada penyitaan harta kekayaan. Termasuk penyidangan kasus raskin Desa Larangan Slampar, Kecamatan Tlanakan,” ungkap pria asal Desa Kertajaya, Kecamatan Kadur, Pamekasan.

Sementara itu, Plh Kepala Kejari Pamekasan Syafei mengatakan, pihaknya akan menyampaikan kritikan GP Ansor itu kepada Kepala Kejari Pamekasan Sudiharto yang saat ini masih menjalani pendidikan dan pelatihan (diklat) di luar kota. ?

“Saya sampaikan terima kasih atas semua kritik dan saran pada Kejari Pamekasan. Nanti akan disampaikan kepada Kepala Kejari dan tim di Kejari,” tukasnya. (Hairul Anam/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Bahtsul Masail, News SMA Negeri 1 Slawi

Minggu, 31 Desember 2017

Pesantren Tambakberas Siapkan Peringatan Seabad Madrasah

Jombang, SMA Negeri 1 Slawi

Pondok Pesantren Bahrul Ulum (PPBU) yang lebih dikenal dengan Pesantren Tambakberas Jombang, Jawa Timur, tahun ini akan memperingati usia satu abad madrasah. Berbagai acara disiapkan sebagai momentum hari bersejarah tersebut.

Pesantren Tambakberas Siapkan Peringatan Seabad Madrasah (Sumber Gambar : Nu Online)
Pesantren Tambakberas Siapkan Peringatan Seabad Madrasah (Sumber Gambar : Nu Online)

Pesantren Tambakberas Siapkan Peringatan Seabad Madrasah

"Kalau usia pesantren memasuki 191 tahun," kata KH M Fadlullah Malik kepada media ini, Rabu (23/3). Sedangkan satu abad adalah peringatan bagi dikenalkannya sistem klasikal atau madrasah di PPBU sebagai perpaduan antara model lama khas pesantren dengan sistem baru hasil pengembaraan pengetahuan ke sejumlah kawasan baik di dalam maupun luar negeri,? khususnya di Tanah Haram, lanjutnya.

"Perlu diketahui bahwa Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas didirikan tahun 1825 oleh salah satu pasukan Pangeran Diponegoro yang membentengi Jawa yakni Abdussalam yang lebih populer dengan nama Mbah Saichah," katanya.

SMA Negeri 1 Slawi

Dan dalam perjalanannya, pesantren yang terletak di Dusun Tambakberas, Desa Tambakrejo, Jombang ini terus menjaga sistem weton, sorogan, dan bandongan. "Dan setelah sejumlah putra kiai dan santri menempuh pendidikan tinggi di dalam serta luar negeri, sistem tersebut mengalami adaptasi dengan dikenalkannya model klasikal madrasah," terangnya.

Peristiwa mulai dikenalkannya model madrasah secara klasikal ini adalah tahun 1915, yang akhirnya menjadi momentum diselenggarakan acara satu abad madrasah tersebut.

SMA Negeri 1 Slawi

"Kepanitiaan telah terbentuk dan melakukan sejumlah rapat untuk memastikan rangkaian yang akan digelar," kata Gus Fad, sapaan akrabnya. Ketua panitia kegiatan ini mengemukakan bahwa berbagai kegiatan telah melalui pertimbangan dan dipasrahkan kepada para koordinator bidang.

Secara lebih rinci, mantan anggota DPRD Jombang itu menjelaskan bahwa acara yang telah disiapkan adalah bedah buku, wayang wali, ushbu‘ul waahid, festival bonsai, seminar, gowes, pameran, dan kontes burung, lailatus shalawat, khatbilom Quran bildhaib, khitanan massal, serta pengajian umum.

"Untuk pembukaan sekaligus dimulainya rangkaian harlah satu abad madrasah adalah dengan kegiatan bedah buku," kata Gus Fad. Acara diselenggarakan di aula pesantren setempat hari Selasa, 26 April mendatang, jelasnya.

Dan usai bedah buku, kegiatan lain akan mengiringi hingga Sabtu, 4 Juni. "Sehingga kegiatan dalam rangkaian harlah satu abad ini lumayan panjang karena sejumlah kegiatan diselenggarakan di banyak tempat dan melibatkan peserta dari berbagai kalangan," ungkapnya.

Peringatan satu abad ini sebagai upaya mengingatkan para kiai, ustadz, santri dan juga alumni akan makna didirikannya madrasah di pesantren tersebut.? (Ibnu Nawawi/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi News, AlaSantri, Kiai SMA Negeri 1 Slawi

Sabtu, 30 Desember 2017

Masyarakat Pemilih Makin Independen

Jakarta, SMA Negeri 1 Slawi
Pemilihan Umum Presiden 5 Juli nanti, akan diwarnai oleh kecenderungan perilaku pemilih (voting behavior) yang makin independen. Ciri khas pemilih independen ini, pengambilan keputusan politik  berdasarkan pertimbangan rasional, menggunakan hitungan-hitunagan matang dalam menggunakan preferensi pilihan politiknya. Demikian kesimpulan umum Diskusi Membaca Skenario Pilihan Presiden Putaran Kedua, yang diselenggarakan oleh Komite Persiapan Pergerakan Indonesia (KPPI), (2/7) pukul 19.00 di Jl Proklamasi 41 Jakarta. Hadir sebagai pembicara dalam forum tersebut Enceng Shobirin Naj, Wakil Direktur LP3ES, Mohammad Qodari, Direktur Riset LSI, serta Faisal Basri, Sekretaris Jenderal Pergerakan Indonesia.  

Dalam pemaparannya E. Shobirin mengungkapkan terjadinya migrasi pemilih yang sangat signifikan konstituen partai tertentu pada pilihan presiden yang berbeda dengan partainya, bahkan politik aliran juga menunjukkan hal yang sama, tidak mampu mengikat pemilih berdasarkan ikatan ideologi serta politik aliran, mengalahkan popularitas presiden. Pilihan presiden sangat berbeda dengan Pemilu Legislatif, popularitas sangat penting didalam mendongkrak  Hasil Survey LP3ES, Juni 2004 yang lalu menunjukkan gejala tersebut, misalnya pendukung Megawati juga mengalami kenaikan dengan kehadirannya dalam dialog mulai memunculkan simpati dukungan dari luar konstituennya. skenario putaran kedua akan diperebutkan oleh pasangan SBY-Kalla dengan Megawati-Hasyim. Gejala otonomi pemilih dalam konteks demokrasi sangat membantu, semakin masyarakat menggunakan kalkulasi-kalkulasi politik maka peluang, mobilisasi politik makin berkurang. Namun ini hanya tangkapan yang bisa dilihat sementara. Sebab operasi inteljen yang digunakan untuk memenangkan salah satu kandidat presiden atau praktek money politik bisa menggugurkan tesis itu.

Senada dengan E. Shobirin, M  Qodari menyatakan bahwa survey LSI menemukan data-data yang tak jauh beda dengan LP3ES. Gejala bahwa pilihan partai politik tidak equivalen dengan pilihan presiden tampak nyata. Oleh karena pemilihan presiden akan saling menarik. Dua pasangan yang akan bertarung kuat di putaran kedua adalah SBY versus Megawati, tinggal dilihat apakah perbandingan angkanya mencolok atau tidak. Amien dan Wiranto juga memiliki kans kuat untuk masuk putaran kedua, namun penambahan suaranya tidak akan mampu mengguli popularitas SBY. Dukungan PKS pada Amien memang besar namun belum tentu akan menjamin masuk ke putaran kedua.

Sementara Faisal Basri mengungkapkan analisis hasil polling ini akan makin meningkatkan kompetisi  antar kandidat, kandidat yang suaranya tidak begitu bagus harus bekerja keras, akan simpati publik makin meningkat. sekaligus bisa dijadikan sarana pendidikan politik masyarakat. Masyarakat akan terlibat aktif dalam proses ini, mayoritas yang diam (silent mayority) perlahan tapi pasti akan tergerus dengan makin terbukanya informasi yang dapat diakses langsung oleh masyarakat. Dengan demikian apapun scenario putaran kedua akan sangat dipengaruhi oleh kesiapan kandidat serta sejauhmana mereka mampu mempengaruhi pemilih.(AA)

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Kiai, News, Sholawat SMA Negeri 1 Slawi

Masyarakat Pemilih Makin Independen (Sumber Gambar : Nu Online)
Masyarakat Pemilih Makin Independen (Sumber Gambar : Nu Online)

Masyarakat Pemilih Makin Independen

Kamis, 07 Desember 2017

Pasar Rakyat NU Giliran di Sidoarjo

Sidoarjo, SMA Negeri 1 Slawi. Kegiatan pasar murah atau Pasar Rakyat Indonesia yang diselenggarakan oleh Pengurus Besar Nahdlatul Ulama PBNU) bersama pengurus NU setempat giliran dilaksanakan di Sidoarjo, Jawa Timur. Pasar rakyat ini akan dibuka pada Sabtu (19/1) sore ini.

Pasar Rakyat NU Giliran di Sidoarjo (Sumber Gambar : Nu Online)
Pasar Rakyat NU Giliran di Sidoarjo (Sumber Gambar : Nu Online)

Pasar Rakyat NU Giliran di Sidoarjo

H Nasirul Falah Amru, pemrakarsa kegiatan yang akan berlangsung di 48 kota ini menandaskan, kegiatan  ini merupakan sebagai wujud kepedulian NU terhadap warganya. "Pasar murah adalah komitmen NU untuk mengangkat ekonomi warga," katanya kepada SMA Negeri 1 Slawi.

Wakil Bendahara PBNU ini mengingatkan, NU tidak boleh terpengaruh dengan hiruk pikuk politik baik lokal maupun nasional. "Kita ingin ngopeni (merawat, red) ekonomi warga," katanya.

SMA Negeri 1 Slawi

Menurutnya, pada pasar murah ini nantinya akan dijual sembilan bahan pokok dengan harga terjangkau. Beras misalnya. Kalau di pasaran seharga tujuh ribu rupiah perkilogram, akan dijual dengan harga empat ribu rupiah. "Demikian juga dengan minyak goreng, pasti akan lebih murah dari harga pasar," ungkapnya.

SMA Negeri 1 Slawi

Pasar murah untuk wilayah Sidoarjo dan sekitarnya akan diselenggarakan di Kampus YPM (Yayasan Pendidikan Maarif) Sepanjang Sidoarjo.

Kegiatan ini terselenggara atas kerjasama PBNU, PT Umat Power, Apace, Sinar Mas dan perusahaan pendukung lainnya. Pasar murah akan berlangsung sampai besok Ahad dengan diikuti beberapa perusahaan pendukung maupun unit lembaga pendidikan yang berada di bawah naungan YPM.

Redaktur    : A. Khoirul Anam

Kontributor: Saifullah

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi News, AlaNu SMA Negeri 1 Slawi

Rabu, 22 November 2017

Al-Qur’an Terjemahan

Seseorang tamu berjenggot dan celana cingkrang bertamu ke rumah kiai di salah satu pesantren tahfid Al-Qur’an. Ada apa gerangan? Ia mengkritik kiai karena hanya mengajarkan menghafal Al-Quran kepada para santrinya tanpa memahami artinya.

Tamu: Maaf kiai, menurut saya, pesantren Anda tidak mencetak orang pintar cuman bisanya membunyikan Al-Quran!

Kiai: Ya maaf saya bisanya cuman itu.

Tamu: Tapi Kiai.. Kapan umat Islam bisa bebas buta makna Al-Quran kalau pondok ini cuma ngajar apalan doang?

Al-Qur’an Terjemahan (Sumber Gambar : Nu Online)
Al-Qur’an Terjemahan (Sumber Gambar : Nu Online)

Al-Qur’an Terjemahan

Kiai: Ya itulah kita harus berbagi tugas! Saya dan santri saya bagian hapalan Qurannya! Dan…. (Kiai terdiam sejenak. Tamu itu juga masih diam.)

Kiai: Dan.. Anda bagian terjemahannya. ? ----(Yahya)

SMA Negeri 1 Slawi

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi

SMA Negeri 1 Slawi Pertandingan, Anti Hoax, News SMA Negeri 1 Slawi

Atasi Krisis Akidah, NU Sumberwetan Ajak Nahdliyin Istighotsah

Probolinggo, SMA Negeri 1 Slawi. Sebagai upaya mengatasi krisi aqidah yang mulai marak terjadi, Ranting NU Sumberwetan Kecamatan Kedopok Kota Probolinggo mengajak Nahdliyin melakukan istighotsah bersama, Rabu (4/1) malam.

Atasi Krisis Akidah, NU Sumberwetan Ajak Nahdliyin Istighotsah (Sumber Gambar : Nu Online)
Atasi Krisis Akidah, NU Sumberwetan Ajak Nahdliyin Istighotsah (Sumber Gambar : Nu Online)

Atasi Krisis Akidah, NU Sumberwetan Ajak Nahdliyin Istighotsah

Kegiatan yang dipusatkan di Masjid Al Ihsan ini diikuti oleh ratusan nahdliyin mulai dari unsur pengurus NU, kiai, ustadz, tokoh masyarakat, Lurah dan Ketua RT/RW se-Kelurahan Sumberwetan Kecamatan Kedopok.

Ketua PRNU Sumberwetan Hamdan Amrullah mengungkapkan, istighotsah ini digelar karena saat ini keberadaan Kota Probolinggo sudah bisa dibilang mulai krisis akidah karena bulan-bulan ini banyak terjadi kejadian pembegalan, pencurian, maraknya hiburan malam dan pesta narkotika yang menimbulkan perzinahan dan lain sebagainya.

SMA Negeri 1 Slawi

“Istighotsah ini dilakukan sebagai upaya memperkecil angka kemaksiatan dan menghimpun kekompakan para tokoh masyarakat dan warga dari berbagai blok kelurahan, untuk mengurangi ruang gerak pemahaman radikal dan pembaharuan yang ingin mencoba masuk ke daerah perumahan baru-baru ini,” katanya.

Menurut Hamdan Amrullah, istighotsah bersama ini dilakukan rutin setiap bulan berpindah-pindah dari masjid, musholla dan rumah-rumah nahdliyin yang ingin ditempati. Selain istighotsah juga ada doa bersama untuk keselamatan, kemakmuran dank haul ahli kubur seluruh warga Kelurahan Sumberwetan.

SMA Negeri 1 Slawi

“Mudah-mudahan dengan kegiatan istighotsah ini semakin memantapkan keimanan dan ketaqwaan kita bersama kepada Allah SWT. Karena di Kota Probolinggo saat ini sudah mulai dilanda oleh krisis aqidah yang sangat mengancam keberlangsungan para generasi muda sebagai penerus perjuangan pembangunan di masa yang akan datang,” pungkasnya. (Syamsul Akbar/Abdullah Alawi)Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi News, IMNU SMA Negeri 1 Slawi

Selasa, 21 November 2017

Mendes: Pesantren Harus Proaktif Bangun Desa

Tuban, SMA Negeri 1 Slawi. Lembaga pendidikan Islam seperti pondok pesantren mempunyai peran penting dalam sejarah perjuangan dan pembangunan bangsa. Oleh karena itu, Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Marwan Jafar mengajak pondok pesantren bisa berperan aktif dalam membangun desa.

"Keberadaan lembaga pendidikan Islam seperti Pesantren di tengah-tengah masyarakat sangatlah penting, khususnya di perdesaan. Lembaga pendidikan Islam selain menjalankan misi mencerdaskan masyarakat berdasarkan ajaran Islam serta membangun sikap dan perilaku akhlakul karimah dalam kehidupan sehari-hari, juga dapat pula berperan strategis menjadi lokomotif perubahan masyarakat desa menuju arah dan kondisi yang lebih bermartabat, maju dan sejahtera," ujar Marwan Jafar saat menghadiri acara di Yayasan Sunnatunnur, Senori, Tuban, Ahad (26/7), sebagaiman siaran pers yang diterima SMA Negeri 1 Slawi.

Mendes: Pesantren Harus Proaktif Bangun Desa (Sumber Gambar : Nu Online)
Mendes: Pesantren Harus Proaktif Bangun Desa (Sumber Gambar : Nu Online)

Mendes: Pesantren Harus Proaktif Bangun Desa

Oleh karena itu di era Pemerintahan Jokowi-JK sekarang ini, imbuh Menteri Marwan, lembaga pendidikan Islam khususnya Pesantren harus mampu berperan nyata dalam mengawal dan menyukseskan pelaksanaan Pembangunan Desa yang mengemban amanat UU Desa 6/2014.

SMA Negeri 1 Slawi

"Sekaligus mewujudkan Nawa Cita ketiga ‘membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah-daerah dan desa dalam kerangka negara kesatuan’," tandasnya.

SMA Negeri 1 Slawi

Dalam kesempatan tersebut, Menteri Marwan juga menjelaskan tujuan dari pembangunan desa yakni untuk mewujudkan desa mandiri yang maju ekonomi secara ekonomi, memiliki pelayanan dasar yang baik, dan masyarakatnya berdaya dan sejahtera secara berkelanjutan.

Menurut Menteri Marwan, kewenangan Desa yang sangat besar sekarang ini dalam pelaksanaan Pembangunan Desa termasuk mengelola langsung Dana Desa harus menjadi barokah yang mampu mewujudkan tujuan Pembangunan Desa.

"Jangan sampai dana desa, justru menjadi musibah yang penuh dengan penyimpangan dan memicu konflik sosial di tengah masyarakat. Disinilah peran lembaga pendidikan Islam seperti Pesantren sangat dibutuhkan, khususnya dalam ikut mengawasi dan mengawal penggunaan Dana Desa secara amanah, transparan, akuntabel," tandasnya.

Lembaga pendidikan islam menurut Menteri Marwan mempunyai tanggung jawab moral dan sosial yang sangat besar, mengingat keberadaan lembaga pendidikan Islam merupakan bagian integral dari desa itu sendiri.

"Para alumninya banyak yang berkiprah di desa sebagai kyai, ustadz, muballigh maupun tokoh masyarakat desa. Selain itu juga sebagian besar keluarga peserta didik lembaga pendidikan Islam banyak yang dari desa, dan secara sosial ekonomi relatif masih membutuhkan pemberdayaan," pungkasnya. (Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi News, Ubudiyah SMA Negeri 1 Slawi

Kiai Navis: Daurah Aswaja Murni Kaderisasi, Bukan Politis

Surabaya,SMA Negeri 1 Slawi. Tujuan diselenggarakannya kegiatan seminar internasional yang dilanjutkan dengan daurah nasional Aswaja murni demi meneguhkan akidah sebagai identitas Islam Nusantara. Tidak ada tujuan penggalangan suara jelang Muktamar NU tahun depan serta tujuan politis yang lain.

Hal itu disampaikan Direktur PW Aswaja NU Center Jawa Timur, KH Abdurrahman Navis saat memberikan sambutan pada seminar Rabu (23/12) pada seminar internasional yang diselenggarakan di Asrama Haji Sukolilo Surabaya. Seminar menghadirkan narasumber para ulama dan akademisi dari Malaysia dan Indonesia.

Kiai Navis: Daurah Aswaja Murni Kaderisasi, Bukan Politis (Sumber Gambar : Nu Online)
Kiai Navis: Daurah Aswaja Murni Kaderisasi, Bukan Politis (Sumber Gambar : Nu Online)

Kiai Navis: Daurah Aswaja Murni Kaderisasi, Bukan Politis

"Berdasarkan amanat Muktamar NU di Makassar serta rekomendasi dari Konferensi Wilayah NU Jawa Timur bahwa keberadaan Ahlus Sunnah wal Jamaah harus diteguhkan keberadaannya," kata dosen di Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya ini. Aalagu secara kasat mata telah banyak pendangkalan dan rongrongan bagi Aswaja di sejumlah kawasan, lanjutnya.

SMA Negeri 1 Slawi

Karena itu keberadaan seminar internasional yang dilanjutkan dengan penandatanganan kerja sama dengan kontingen Malaysia, sebagai bagian dari implementasi dari amanah tersebut. Dan pada kegiatan selanjutnya yakni hingga Jumat (26/12) diselenggarakan daurah Aswaja tingkat nasional yang menghadirkan peserta dari seluruh PWNU se Indonesia.

SMA Negeri 1 Slawi

"Jadi kegiatan yang diselenggarakan hari ini hingga Jumat mendatang adalah murni kaderisasi, bukan penggalangan suara jelang Muktamar NU tahun depan maupun tujuan politis yang lain," tandas Kiai Navis yang disambut aplaus hadirin.

Bagi Wakil Ketua PWNU Jatim, kesadaran akan kian terdesaknya anak muda dengan berbagai aliran ekstrim kanan maupun kiri hendaknya menjadi keprihatinan bersama. Dan langkah cepat harus segera dilakukan dengan melakukan berbagai pendalaman Aswaja seperti yang diselenggarakan kali ini.

"Kami berharap, usai kegiatan daurah nasional, maka para kontingen dapat menggagas terbentuknya Aswaja NU Center di masing-masing daerah," katanya. Dan bila hal ini telah dilakukan, maka pada Muktamar tahun depan Kiai Navis berharap keberadaan Aswaja NU Center bisa menjadi lembaga khusus di lingkungan NU.

"Ya semacam Densus 99 untuk meneguhkan Islam Aswaja di seluruh Nusantara," terangnya. Dan untuk bisa meraih hal ini, yang harus dilakukan adalah kerja keras dan lillahi taala, bukan tujuan jangka pendek apalagi dengan pamrih duniawi.

Seminar dan daurah Aswaja ini dihadiri oleh Ketua Umum PBNU, KH Said Aqil Siroj, Rais PWNU Jatim, KH Miftachul Akhyar, Ketua PWNU Jatim, KH Mutawakkil Alallah, juga KH Abdusshomad Bukhori, Ketua MUI Jatim.(Syaifullah/Abdullah)

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Nahdlatul, Kajian, News SMA Negeri 1 Slawi

Sabtu, 18 November 2017

Van Bruinessen: Gus Dur Berjasa Luar Biasa Bagi Peneliti Asing

Surabaya, SMA Negeri 1 Slawi 

Kehadiran peneliti terkanal asal Belanda Martin Van Bruinessen dalam acara bedah buku “Kitab Kuning, Pesantren dan Tarikat” Senin (03/12) berhasil menyedot ratusan mahasiswa di Auditorium IAIN Sunan Ampel Surabaya.

Van Bruinessen: Gus Dur Berjasa Luar Biasa Bagi Peneliti Asing (Sumber Gambar : Nu Online)
Van Bruinessen: Gus Dur Berjasa Luar Biasa Bagi Peneliti Asing (Sumber Gambar : Nu Online)

Van Bruinessen: Gus Dur Berjasa Luar Biasa Bagi Peneliti Asing

Pada acara yang diadakan Rektorat IAIN Sunan Ampel Surabaya, Martin, begitu ia akrab disapa, banyak menguraikan perjalanannya sebagai peneliti mulai dari Kurdi, Turki hingga Indonesia.

Dalam acara bedah “Kitab Kuning, Pesantren dan Tarikat “ adalah salah satu buku hasill pengembaraan di Indonesia yakni saat menyelesaikan beasiswa post doctoral sambil mengajar di IAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

SMA Negeri 1 Slawi

Menurut Martin dia bisa melakukan penelitian Islam Indonesia khususnya Pesantren di Nusantara berkat jasa Gus Dur. Baginya Gus Dur adalah orang Indonesia yang sangat berjasa dalam untuk membuka akses peneliti asing termasuk untuk mempermudah penelitinya.

SMA Negeri 1 Slawi

“Gus Dur adalah pintu luar negeri untuk para peneliti asing salah satu yang dibawa Gus Dur adalah saya, sehingga santri tidak merasa minder lagi dengan orang asing dan bisa berdiskusi denganya. Hal ini adalah jasa yang sangat luar biasa,” jelasnya

Pria kelahiran Belanda 1946 ini juga menyatakan islam Indonesia ada pengaruh dari Kurdi dan Turki. “Ada pengaruh Kurdi pada Islam Indonesia walaupun tidak secara langsung tapi pengaruh ini melalui Madinah kitab kitab dari Kurdi adalah albarjanji karya Syaikh Abdul al-Rauf dan Tanwir ql-Qulub,” tegasnya.

Dalam sesi sambutanya rektor IAIN Sunan Ampel Prof Dr H Abd A’la. Menegaskan bahwa “IAIN sunan Ampel surabaya adalah kepanjangan pesantren dan menjaga nilai-nilai khazanah klasik Islam Indonesia yang dikembangkan Walisongo dan menjadi nilai nilai pesantren sangat akomodatif,” jelasnya.

Sebagai penutup peneliti asal Belanda yang j juga fasih berbahasa Indonesia ini mnyeimpulkan perkembangan Islam Indonesia. Islam di Indonesia berasal dari Arab dan di perkaya nilai nilai lokal, Kurdi dan Turki.

Redaktur    : Mukafi Niam

Kontributor: Anang Romli

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Habib, News SMA Negeri 1 Slawi

Sabtu, 11 November 2017

Nahdliyin Jatim Inginkan Gubernur NU

Surabaya, SMA Negeri 1 Slawi . Ada banyak fakta baru dari hasil penelitian serius ini. Sudah saatnya semua kalangan khususnya di NU untuk menjadi hasil survey sebagai pijakan dalam menentukan arah dan pilihan sikap yang diambil.

Temuan menarik tersebut diantaranya adalah mulai bergesernya kemandirian politik warga terhadap calon pemimpin yang akan dipilih. 

Nahdliyin Jatim Inginkan Gubernur NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Nahdliyin Jatim Inginkan Gubernur NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Nahdliyin Jatim Inginkan Gubernur NU

“Bahkan ada beberapa kota di Jawa Timur yang tidak menjadikan fatwa politik kiai sebagai pertimbangan,” kata Faza Dhora Nailufar saat presentasi di hadapan sejumlah wartawan cetak maupun online (12/3).

SMA Negeri 1 Slawi

Fakta baru tersebut tersaji pada acara Forum Tabayun Pengurus Wilayah Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (PW ISNU) Jawa Timur tentang kecenderungan politik nahdliyin Jawa Timur menjelang pemilihan gubernur 2013 di Jatim Expo Jalan Ahmad Yani Surabaya.

Dosen di Universitas Brawijaya Malang ini menandaskan bahwa populasi warga NU Jatim diperkirakan 60 persen dari total penduduk Jatim. 

SMA Negeri 1 Slawi

“Jumlah warga NU Jatim adalah 24.487.914 orang,” katanya. Dari besarnya jumlah itu kemudian diambil sampel sejumlah 1.108 orang. 

“Sampel didistribusikan di seluruh kabupaten dan kota di Jatim dengan pembagian proporsional,” tandas alumnus pasca sarjana Unair Surabaya ini.

Bagaimana hasil dari survey yang dilakukan selama satu bulan lebih ini? 

“Ternyata mayoritas Nahdliyin menginginkan gubernur dari NU,” kata Wakil Sekretaris PW ISNU Jatim ini. Yang cukup mencengangkan adalah bahwa secara sekelumit, sosok Saifullah Yusuf lebih diharapkan menjadi gubernur bila dibandingkan calon NU lainnya. Nama-nama itu seperti Khofifah Indar Parawansa (Ketua Umum PP Muslimat), H Ali Maschan Moesa (DPR PKB), Ali Masykur Moesa (Ketua Umum PP ISNU), Abdullah Azwar Anas (Bupati Banyuwangi) serta Hasan Aminuddin (mantan Bupati Probolinggo).

Sedangkan untuk wakil gubernur, kebanyakan warga NU lebih sreg kepada sosok Khofifah Indar Parawansa. 

“Yang mengherankan, sebaran suara Khofifah ternyata merata di semua kabupaten dan kota se Jawa Timur,” ungkap Dhora, sapaan akrabnya.

Demikian juga pada survey ini ditemukan sebuah fakta yang cukup menjadi introspeksi khususnya kepada para tokoh agama. 

“Seperti yang disangka banyak orang, survey ini menunjukkan tingginya angka ketidakpatuhan warga NU terhadap fatwa politik kiai,” sergahnya. Sekalipun di beberapa tempat, warga masih patuh, namun jumlah “pembangkangan” terhadap kiai menunjukkan angka yang sangat tinggi. “Ini terjadi di Surabaya, Sidoarjo, Mojokerto, Kota Kediri, Banyuwangi dan Trenggalek,” lanjutnya.

Hasil survey ini dapat dijadikan sebagai acuan bagi para fungsionaris NU di semua level untuk lebih berhati-hati dalam menentukan pilihan, khususnya yang berkenaan dengan politik. “Ini adalah data dari “bumi”, bukan suara langit,” kata sebagian pengurus PW ISNU Jatim menimpali.

Redaktur    : Mukafi Niam

Kontributor: Syaifullah

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi News, Olahraga SMA Negeri 1 Slawi

Yang Lebih Buruk dari Fir’aun dan Iblis

Dalam kitab an-Nawâdir karya Syekh Syihabuddin Ahmad ibn Salamah al-Mishri al-Qulyubi asy-Syafi‘i dikisahkan, suatu kali Iblis mendatangi Fir’aun dan berkata, “Apakah kau mengenaliku?”

“Ya,” sahut Fir’aun.

Yang Lebih Buruk dari Fir’aun dan Iblis (Sumber Gambar : Nu Online)
Yang Lebih Buruk dari Fir’aun dan Iblis (Sumber Gambar : Nu Online)

Yang Lebih Buruk dari Fir’aun dan Iblis

“Kau telah mengalahkanku dalam satu hal.”

“Apa itu?” Tanya Fir’aun penasaran.

SMA Negeri 1 Slawi

“Kelancanganmu mendaku sebagai tuhan. Sungguh, aku lebih tua darimu, juga lebih berpengetahuan dan lebih kuat ketimbang dirimu. Tapi aku tidak berani melakukannya.”

SMA Negeri 1 Slawi

“Kau benar. Tapi aku akan bertobat,” kata Fira’un.

“Jangan buru-buru begitu,” bujuk Iblis la’natullah ‘alaih, “Penduduk Mesir sudah menerimamu sebagai tuhan. Jika kau bertobat, mereka akan meninggalkanmu, merangkul musuh-musuhmu, dan menghancurkan kekuasaanmu, hingga kau tesungkur dalam kehinaan.”

“Kau benar,” jawab Fir’aun, “Tapi, apakah kau tahu siapa penghuni muka bumi ini yang lebih buruk dari kita berdua?”

Kata Iblis, “Ya. Orang yang tidak mau menerima permintaan maaf orang lain. Ia lebih buruk dariku dan darimu.” (Mahbib/Sindikasi Media)





* Dari kitab an-Nawâdir karya Syekh Syihabuddin Ahmad ibn Salamah al-Mishri al-Qulyubi asy-Syafi‘i (Surabaya: Al-Haramain), h. 57

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Nasional, Kyai, News SMA Negeri 1 Slawi

GP Ansor NTT Berharap Natal Berlangsung Damai

Kupang, SMA Negeri 1 Slawi. Pimpinan Wilayah Gerakan Pemuda Ansor Nusa Tenggara Timur (NTT) mengadakan rapat persiapan “Damai Natal” di wilayah NTT menjelang perayaan umat Kristiani di Kota Kupang dan sejumlah Kabupaten di NTT. GP Ansor berharap suasana tentram dan harmonis tetap berlangsung di provinsi berpenduduk mayoritas Kristen tersebut.

GP Ansor NTT Berharap Natal Berlangsung Damai (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor NTT Berharap Natal Berlangsung Damai (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor NTT Berharap Natal Berlangsung Damai

Rapat yang beerlangsung  di Kantor Pengurus Wilayah NU (PWNU) NTT di Jalan Ainiba Kompleks Masjid PerumNas, Kota Kupang, Ahad (14/12) dan dihadiri sejumlah pengurus harian GP Ansor NTT.

Ketua PW GP Ansor NTT Abdul Muis mengatakan, pelaksanaan Damai Natal 2014 diharapkan lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya. “Niat kita menjadi gerda terdepan umat muslim (dalam menciptakan kerukunan) di NTT, maka perlu dipersiapkan berbagai hal dalam pelaksanaan nanti,” jelasnya.

SMA Negeri 1 Slawi

Menurut Muis, Pimpinan Cabang GP Ansor di seluruh Kabupaten di NTT akan segera rapat panitia Damai Natal di internal kepengurusan masing-masing dan siap menyukseskan acara tersebut.

SMA Negeri 1 Slawi

Ketua  Panitia Damai Natal PW GP Ansor NTT,  Defi Gudban, mengatakan persiapan kali ini akan lebih baik dari tahun-tahun seebelumnya. "Kita lakukan persiapan semaksimal mungkin demi pelaksanaan bisa terwujud sesuai harapan kedamian di NTT,” ujarnya.

“Pelaksanaan Damai Natal itu tetap kita lakukan pada lokasi-lokasi sentral di Kota Kupang. Oleh karena itu persiapan ini akan melibatkan beberapa remaja masjid,  OKP (organisasi kepemudaan) Muslim seperti PMII, IPNU, dan beberapa Banom NU yang akan terlibat, serta kader Banser NTT,” tutur Defi. Tentang jumlah personil anggota DPRD Kota Kupang ini mengatakan hal itu akan disepakati pada rapat panitia beberapa hari lagi. (Ajhar Jowe/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Fragmen, News SMA Negeri 1 Slawi

Rabu, 08 November 2017

Menteri PDT Buka Festival Pagar Nusa 2012

Bekasi, SMA Negeri 1 Slawi. Menteri Pembangunan Daerah Tertinggal (PDT) Helmy Faishal Zaini membuka Festival Pagar Nusa 2012 yang berlangsung di OSO Sport Center, Tambun, Bekasi, Jawa Barat, Senin (2/4).?

Dalam pidatonya Helmy Faishal menyatakan, NU adalah organisasi yang mendirikan negara Indonesia dan selalu mengambil peran strategis dari waktu ke waktu, “NU andil dalam merumuskan Pancasila. Kalau tidak ada NU, tidak akan kokoh bangsa ini,” ujarnya.

Menteri PDT Buka Festival Pagar Nusa 2012 (Sumber Gambar : Nu Online)
Menteri PDT Buka Festival Pagar Nusa 2012 (Sumber Gambar : Nu Online)

Menteri PDT Buka Festival Pagar Nusa 2012

Ia juga menyampaikan, NU adalah organisasi pemikiran dan keagamaan.“Di samping itu, NU merupakan organisasi yang memperhatikan kebudayaan. NU menjaga seni budaya kita. NU melindungi warisan leluhur bangsa yang kita miliki. Salah satunya menjaga seni beladiri pencak melalui Pagar Nusa,” tegasnya.

SMA Negeri 1 Slawi

Oleh karena itu, sambungnya, Nusa harus didorong supaya lebih maju oleh semua pihak.?

SMA Negeri 1 Slawi

Helmy Faishal membuka Festival Pagar Nusa 2012 dengan memukul gendang disaksikan Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj, Ketua Umum PP Pagar Nusa KH Fuad Anwar, Dewan Khas KH Suyuthi Ghozali, Dewan Pendekar, Dewan Ketabiban, jajaran pengurus Pagar Nusa dan pengurus cabang NU Bekasi.

Festival Pagar Nusa 2012 akan berlangsung dari 2-5 April mendatang. Agendanya meliputi Kejurnas Pencak Silat, Festival Pencak Silat Tradisional, Sarasehan Pendekar, dan Pengobatan Alternatif.?

Redaktur: A. Khoirul Anam

Penulis: Abdullah Alawi

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi News SMA Negeri 1 Slawi

Selasa, 31 Oktober 2017

Madinah dan Indonesia

Dari Nu Online: nu.or.id

Madinah dan Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)
Madinah dan Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)

Madinah dan Indonesia

SMA Negeri 1 Slawi Hikmah, Meme Islam, News SMA Negeri 1 Slawi

Jumat, 22 September 2017

Tinggalkan Cara Manual, Peserta Gunakan Sistem Online

Jakarta, SMA Negeri 1 Slawi. Muslimat NU kian terbuka memanfaatkan perkembangan teknologi, khususnya Information technology (IT). Salah satunya penerapan sistem online untuk pendaftaran peserta Kongres ke-17.

“Supaya saat peserta datang tak terjadi crowded (penuh sesak),” kata Ketua Panitia Pengarah Nyai Hj Machfudhoh Aly Ubaid usai rapat pleno panitia pengarah dan panitia pelaksana ? persiapan terakhir pelaksanaan Kongres ke-17 di Jakarta, Ahad (6/10) .

Tinggalkan Cara Manual, Peserta Gunakan Sistem Online (Sumber Gambar : Nu Online)
Tinggalkan Cara Manual, Peserta Gunakan Sistem Online (Sumber Gambar : Nu Online)

Tinggalkan Cara Manual, Peserta Gunakan Sistem Online

“Pengalaman kami di Lampung (Kongres ke-16) peserta banyak yang menunggu. Sekarang ini peserta mulai banyak yang mendaftar sehingga nanti tak perlu menunggu lama, datang langsung check in.”

Hingga kini, lanjut Machfudhoh, calon peserta yang mendaftar daring sudah 40 dari target 80 persen di hari H pelaksanaan. Mengapa tidak 100 persen?

“Begini, kalau yang di luar Jawa itu kan jauh-jauh, termasuk kendala koneksi. Kalau Jawa (Jatim, Jabar, Jateng, DKI, DIY dan Banten) serta se-Sumatera insyaallah semuanya sudah online. Untuk Indonesia bagian timur mungkin nanti yang masih manual. Kalimantan dan Sulawesi, misalnya, kan memang cabangnya jauh-jauh. Karena itu diharapkan 80 persen mendaftar via online,” paparnya.

SMA Negeri 1 Slawi

Tinggal Penyempurnaan

Sementara terkait hasil rapat tersebit, persiapan pelaksanaan kongres berjalan sesuai agenda dan perencanaan. “Pada dasarnya dari SC alhamdulillah sudah final, mulai AD/ART, rekomendasi bahtsul masail, program-program semuanya sudah, tinggal penyempurnaan saja,” katanya.

SMA Negeri 1 Slawi

“Semua sudah terkonsep dengan baik, tapi ada perkembangan baru sehingga perlu penyesuaian. Insyaallah dua hari ini sudah selesai, semua materi sudah dan kini tinggal proses pencetakan. Jadi materi kongres ini bisa dikatakan 70 persen selesai.”

Begitu juga dengan seksi perlengkapan, pembagian kamar untuk peserta sudah disiapkan. Pun demikian dengan akomodasi, mulai penataan parkir mobil di dalam arena, penjemputan peserta serta ada transportasi semacam odong-odong.

“Selain itu juga ada bazaar yang akan dibuka pada 23 pukul 14.00, dilanjut malamnya ta’aruf (silaturahim tatap muka). Memang ibu-ibu Muslimat NU itu faktor usia, tapi karena faktor pengalaman jadi kami melihat semuanya terampil,” kata Machfudhoh. Red: Mukafi Niam

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Hadits, News, Bahtsul Masail SMA Negeri 1 Slawi

Selasa, 05 September 2017

Katib Aam: NU Didirikan Bukan Sekadar untuk Dakwah

Jakarta, SMA Negeri 1 Slawi. Katib Aam PBNU KH Yahya Cholil Staquf mengingatkan tetang pentingnya Nahdliyin mengetahui tujuan didirikannya Nahdlatul Ulama. Menurutnya, NU didirikan para ulama lebih dari semata untuk tujuan dakwah dan tarbiyah Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja).

“Tapi NU juga beridiri untuk listishlâhi (membangun dan memperbaiki) Indonesia,” ujarnya di hadapan peserta Pelatihan dan Konsolidasi Media Online di Lingkungan PBNU yang digelar Lembaga Ta’lif wan Nasyr NU (LTNNU) di Jakarta, Sabtu (24/10).

Katib Aam: NU Didirikan Bukan Sekadar untuk Dakwah (Sumber Gambar : Nu Online)
Katib Aam: NU Didirikan Bukan Sekadar untuk Dakwah (Sumber Gambar : Nu Online)

Katib Aam: NU Didirikan Bukan Sekadar untuk Dakwah

Pria yang akrab disapa Gus Yahya ini lalu menceritakan tentang keluarnya NU dari partai Masyumi menjelang Pemilu 1955. Baginya, sikap NU untuk keluar dari partai afiliasi kelompok-kelompok Islam tersebut merupakan keputusan cerdas yang melampaui urusan NU sebagai golongan.

SMA Negeri 1 Slawi

Sebab, katanya, bila NU tetap bergabung di Masyumi kemungkinan besar partai ini memperoleh suara separuh lebih warga Indonesia dan mendominasi keputusan sidang konstituante. Hal ini tidak positif untuk perkembangan Indonesia, karena Masyumi yang didominasi kalangan muslim modernis kala itu mengusung gagasan sektarian berdirinya negara Islam.

SMA Negeri 1 Slawi

“Jika negara Islam berdiri, maka NKRI pasti bubar. Apalagi saat itu Papua belum berhasil direbut,” ujarnya. Menurut Gus Yahya, kiai-kiai NU mengambil keputusan visioner itu dengan logika syariat dan fiqih yang sangat kompleks dan kerap berusaha dipatahkan kelompok lain hanya dengan jargon sederhana “kembali ke al-Qur’an dan Hadits”.

Dengan demikian, lanjutnya, NU terdiri dari dua gagasan yang tak bisa saling dilepaskan, yakni? keaswajaan dan keindonesiaan. Hanya saja, untuk menyiarkan kedua hal tersebut NU butuh kendaraan konkret, seperti media dan lain-lain.

Ia mendorong para peserta pelatihan tersebut aktif dalam menyebarkan nilai-nilai Aswaja dan keindonesiaan untuk membangun bangsa Indonesia yang lebih beradab. Hadir dalam kesempatan itu ketua Pengurus Pusat LTNNU Juri Ardiantoro, serta para utusan dari lembaga dan badan otonom NU. (Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi News SMA Negeri 1 Slawi

Senin, 14 Agustus 2017

Merasa Jagoan? Berani Ikut Tarung Bebas di Pesantren Ini?

Probolinggo, SMA Negeri 1 Slawi

Pagelaran “Tarung Bebas” kembali diselenggarakan di Pesantren Zainul Hasan Genggong, Probolinggo, Jawa Timur, pada 30 April 2016. Ajang ini bakal menjadi wahana unjuk kebolehan para petarung di atas ring dengan disaksikan puluhan ribu penonton.

Dibanding pertunjukan silat lainnya, tarung bebas terbilang istimewa lantaran tak mengandung unsur rekayasa. Pesertanya pun tidak khusus pendekar dari perguruan silat. Para petarung bisa siapa pun, mulai dari preman, santri, tukang becak, dan lainnya. Para pesilat tidak hanya dari kalangan Pencak Silat NU Pagar Nusa tetapi juga dari Setia Hati, Tapak Suci, Taekwondo, Wing Chun, Boxing, dan lain sebagainya.

Merasa Jagoan? Berani Ikut Tarung Bebas di Pesantren Ini? (Sumber Gambar : Nu Online)
Merasa Jagoan? Berani Ikut Tarung Bebas di Pesantren Ini? (Sumber Gambar : Nu Online)

Merasa Jagoan? Berani Ikut Tarung Bebas di Pesantren Ini?

Pesantren Zainul Hasan selaku tuan rumah telah mempersiapkan acara ini sejak jauh-jauh hari. Rencananya, acara tarung bebas dimulai pukul 18.00 hingga 24.00 WIB di halaman P5, pesantren asuhan Ketua PWNU Jatim itu.

SMA Negeri 1 Slawi

Sistematika pertandingannya, dua petarung berjibaku di atas ring tinju, malam itu. Beberapa kali mereka harus bergelut di pojok ring. Berkelit lalu menyerang balik. Melepaskan jotosan. Tendangan keras dan membanting lawan. Menyajikan pertarungan brutal namun tetap sportif dan bersahabat. Sesuai dengan motonya "Di Atas Lawan, Di Bawah Kawan".

Dilengkapi dengan ring tinju setinggi 2 meter, para petarung tidak menggunakan body protector (pengaman badan) ataupun head protector (pengaman kepala). Sasaran serangan bebas sebebas-bebasnya. Hanya ada dua aturan dalam pertarungan ini. Pertama, tidak boleh menggunakan senjata, jimat dan aji-ajian. Artinya, hanya dengan tangan kosong. Kedua, lawan harus seimbang.

SMA Negeri 1 Slawi

Di atas ring ada 3 orang pendekar senior yang didaulat menjadi wasit. Wasitlah yang menentukan imbang tidaknya petarung, dan wasit juga yang menentukan kapan pertarungan dihentikan.

Panitia sendiri menyiapkan tim medis lengkap dengan ambulans jika didapati peserta yang terluka dan cedera. Serta pengaman dari Pagar Nusa jika dikhawatirkan terjadi tawuran. Selama pertandingan berlangsung, iringan musik tradisional gamelan dan gendang bergema. Itu dilakukan agar suasana antarpesilat yang bertarung tidak memanas.

Ketua Panitia Pelaksana, Moh Haris Damanhuri mengatakan, pesilat yang ikut bertarung tidak hanya dari Jawa Timur tapi juga sejumlah daerah lain di Tanah Air, seperti Lampung.

“Pertarungan ini ada historinya. Seiring perkembangan zaman, seni bela diri ini dijadikan ajang persahabatan dan merekatkan tali persaudaran. Tidak ada hadiah yang dikejar di sini, selain itu para pesilat diharapkan tetap menjaga sportivitas sepanjang pertandingan,” pungkas Gus Haris.

Almarhum KH Maksum Jauhari, pengasuh Pondok pesantren Lirboyo, Kediri, merupakan pelopor pertarungan khas NU Jawa Timur ini. Konon, asal usul tarung bebas ini Berawal dari banyaknya kasus tawuran antar Perguruan Silat di Jawa Timur, begitu juga banyaknya kasus pengeroyokan bagi orang yang lemah serta kasus premanisme. Hingga akhirnya kiai berambut Gondrong ini berinisiatif mengadakan pertarungan bebas di atas ring agar keberanian itu tidak hanya di luar tetapi hasrat dan nafsu tawuran itu tersalurkan di atas ring. (Moh Nasirul Haq/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi News, Meme Islam SMA Negeri 1 Slawi

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs SMA Negeri 1 Slawi sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik SMA Negeri 1 Slawi. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan SMA Negeri 1 Slawi dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock