Tampilkan postingan dengan label Ulama. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ulama. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 24 Februari 2018

PWNU DKI Jakarta Perkuat Wawasan Aswaja An-Nahdliyah di Jakarta Selatan

Jakarta, SMA Negeri 1 Slawi - Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) DKI Jakarta dan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Jakarta Selatan menggelar halaqah Aswaja An-Nahdliyyah di aula Darul Marfu‘, Radio Dalam, Jakarta Selatan, Ahad (17/9) pagi. Halaqah di PCNU Jaksel ini merupakan agenda keliling terakhir penguatan Aswaja NU yang dilakukan PWNU DKI Jakarta.

Halaqah ini diikuti oleh pengurus harian banom NU, lembaga NU, serta pengurus harian MWCNU yang ada di Jakarta Selatan.

PWNU DKI Jakarta Perkuat Wawasan Aswaja An-Nahdliyah di Jakarta Selatan (Sumber Gambar : Nu Online)
PWNU DKI Jakarta Perkuat Wawasan Aswaja An-Nahdliyah di Jakarta Selatan (Sumber Gambar : Nu Online)

PWNU DKI Jakarta Perkuat Wawasan Aswaja An-Nahdliyah di Jakarta Selatan

Halaqah ini diisi dengan dua sesi diskusi dengan tema berbeda. Satu sesi membahas materi Aswaja An-Nahdliyah mulai dari sikap keislaman hingga sikap kebangsaan. Sementara sesi kedua membahas dinamika NU paling aktual di lingkungan Jakarta Selatan mulai dari sikap politik hingga pembahasan plang NU di masjid-masjid.

Sekretaris PCNU Jakarta Selata KH Irfan Zidni mengatakan, “Ini keliling terakhir halaqah PWNU DKI Jakarta. Halaqah di PCNU Jakarta Selatan ini merupakan halaqah terbaik dari pelaksanaan halaqah terbaik dari seluruh PCNU di Jakarta sebagaimana pengakuan dari pengurus harian PWNU DKI Jakarta.”

SMA Negeri 1 Slawi

SMA Negeri 1 Slawi

Sementara Ketua PCNU Jakarta Selatan KH Abdurrazak Alwi mengatakan bahwa untuk menangani nahdliyin di Jakarta, pengurus NU harus memiliki pendekatan khusus.

“Pengurus NU harus turun ke bawah, rajin silaturahmi, lalu menggerakkan simpul-simpul kekuatan jamaah. Ujung tombaknya adalah pengurus harian MWCNU. Pengurus NU harus diisi oleh bukan kalangan ustadz dan santri saja, tetapi harus dari pelbagai kalangan. Bukan juga sekadar dzurriyah pendiri NU, tetapi mereka yang mau khidmah untuk NU di Jakarta,” kata Kiai Razak Alwi. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Internasional, Olahraga, Ulama SMA Negeri 1 Slawi

Terbesar, PMII Jatim Mesti Jadi Contoh bagi Wilayah Lain

Ponorogo, SMA Negeri 1 Slawi

Pengurus Koordinator Cabang (PKC) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Jawa Timur merupakan PKC dengan jumlah cabang terbanyak se-Indonesia. Jumlah cabang definitif PMII se-Jatim adalah 31 institusi. Mulai dari ujung barat Ngawi hingga ujung timur Banyuwangi.

Demikian dikatakan ketua PKC PMII Jatim 2014-2016, Ahmad Junaidi dalam Konferensi Koordinator Cabang (Konkoorcab) XXII Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Jawa Timur resmi dilaksanakan di Pendopo Agung Kabupaten, Ponorogo pada kamis Rabu 27-30 April 2016.

Terbesar, PMII Jatim Mesti Jadi Contoh bagi Wilayah Lain (Sumber Gambar : Nu Online)
Terbesar, PMII Jatim Mesti Jadi Contoh bagi Wilayah Lain (Sumber Gambar : Nu Online)

Terbesar, PMII Jatim Mesti Jadi Contoh bagi Wilayah Lain

“Meskipun begitu, saya harap sahabat-sahabat tidak melupakan tiga hal, yakni komitmen ideologi, kaderisasi, dan gerakan PMII. Dan tiga poin itu haruslah juga jadi agenda utama forum (konkoorcab) ini,” katanya.

SMA Negeri 1 Slawi

Kang Juned, sapaan akrabnya, dengan potensi cabang yang banyak tersebut PMII Jatim seharusnya memberikan teladan pergerakan bagi wilayah-wilayah lain.

SMA Negeri 1 Slawi

“PMII merupakan kawah candradimuka para politisi dan intelektual NU di masa depan, mari membangun PMII lebih bermanfaat,” ajaknya.

Sementara itu, Ketua Umum PB PMII Aminuddin Ma’ruf mengatakan, sejarah Jatim menjadi tempat sejarah kelahiran PMII pada 17 April 1960 tidak boleh melengahkan PMII Jatim untuk terus berupaya menjadi barometer kepemimpinan, gerakan dan ideologisasi Islam Ahlussunnah wal Jamaah.

Secara simbolik pembukaan konkoorcab resmi dibuka dengan penabuhan gong sebanyak tiga kali oleh Bupati Ponorogo Ipoeng Mukhlisoni ditemani Ketum PB PMII Aminuddin Ma’ruf dan Ketum PKC Jatim Ahmad Junaidi.

Pada kesempatan pembukaan juga ditampilkan kesenian Reog Ponorogo yang merupakan kesenian asli Nusantara asal Ponorogo. Pada kesempatan acara juga makin khidmat dengan kehadiran salah satu pendiri PMII KH Nuril Huda, dan sejumlah alumni PMII dan pejabat setempat. (Ali Makhrus/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Ulama, Nasional, Aswaja SMA Negeri 1 Slawi

Rabu, 21 Februari 2018

Gagap Digital, Dakwah NU Tak Terkoordinir dengan Baik

Banyuwangi, SMA Negeri 1 Slawi

Ketua Lembaga Talif wan Nasyr (LTN) PBNU Hari Usmayadi mengatakan, sekitar 88,1 juta dari total penduduk dunia menggunakan browsing internet dalam waktu 4,1 jam. Selebihnya digunakan untuk bermedia sosial.

Ia mengatakan hal itu saat menyampaikan materi di "Kongkow Netizen NU" di aula tingkat II kantor PCNU Banyuwangi, Ahad (19/2).

Gagap Digital, Dakwah NU Tak Terkoordinir dengan Baik (Sumber Gambar : Nu Online)
Gagap Digital, Dakwah NU Tak Terkoordinir dengan Baik (Sumber Gambar : Nu Online)

Gagap Digital, Dakwah NU Tak Terkoordinir dengan Baik

Pria yang akrab disapa Cak Usma tersebut, sebelum berbicara lebih dalam tentang penggunaan sosial media, ia mengupas tentang permasalahan organisasi NU.

SMA Negeri 1 Slawi

"Permasalahan NU saat ini terkesan masih gagap menyikapi tantangan perkembangan dakwah di era digital terkini dan peningkatan masyarakat kelas menengah," tuturnya di hadapan ratusan peserta kongkow yang terdiri dari mahasiswa, anggota IPNU dan IPPNU, PMII, banom & lembaga PCNU Banyuwangi, serta netizen yang tergabung di banyuwangi.

SMA Negeri 1 Slawi

Sehingga, menurutnya, saluran dan muatan informasi syiar dakwah tidak terkoordinir dengan baik dari struktural pusat sampai cabang.

"Inilah permasalahan yang saat ini perlu dan harus kita selesaikan bersama. Untuk penyelesaian ini perlu adanya koneksi mulai tingkat pusat sampai ranting," kata Cak Usma.

Setidaknya, kata dia, NU harus memetakan secara spesifik analisis strength, weakness, opportunity, threat (SWOT). Setelah hal itu, barulah membuat strategi gebrakan-gebrakan yang berarti dalam penyelesaian masalah yang telah kita petakan," pungkas Usma.

Sementara itu, Wakil Ketua LTN PWNU Jatim Sururi Arumbani memberikan dua racikan solusi yang harus digerakaan di semua media. Termasuk SMA Negeri 1 Slawi Banyuwangi.

"Pertama yang harus dilakukan adalah peningkatan kuantitas maupun kualitas wartawan media dalam setiap periode," tutur Ruri.

Karena kualitas dan kuantitas wartawan, lanjut dia, merupakan satu-satunya mesin penggerak media sampai mencapai kejayaannya. Wartawan disini pun harus menulis dan mencari berita media secara terus-menerus. "Jangan setengah-setengah !" tegas Ruri.

Tak kalah penting, menurutnya, yaitu keberlangsungan produksi narasi juga harus ditingkatkan. Artinya produksi tulisan tidak hanya terbatas hanya berita-berita. Juga penting diisi dengan profil kiai, nasehat, dan fatwa-fatwanya.

"Dengan sebuah gebrakan, misalnya, wartawan sering-sering mendatangi kediaman sesepuh dan kiai. Selain disana untuk meminta nasehat juga bisa meminta fatwa terhadap suatu permasalahan. Karena tugas seorang kiai sangat padat sekali dalam masalah keummatan dan pengajian. Dalam hal ini wartawan harus jemput bola agar produksi tulisan tidak berhenti dan monoton," pungkas pengurus Jatim asal Rembang.

Kongkow yang dihelat SMA Negeri 1 Slawi Banyuwangi ini dihadiri Katib Syuriah PCNU Jember Harisudin. (M. Sholeh Kurniawan/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Ulama, Aswaja SMA Negeri 1 Slawi

Minggu, 11 Februari 2018

Kiai Said Bersedia Dicalonkan Kembali Pimpin NU

Muktamar NU akan diselenggarakan Agustus 2015 mendatang. Siapa yang akan memimpin NU, menjadi perbincangan menarik, bukan hanya bagi warga NU, tetapi juga bagi publik Indonesia mengingat besarnya pengaruh NU. Dalam tradisi NU, tidak ada pencalonan diri menjadi ketua umum, tetapi kandidat dianggap sebagai calon setelah memenuhi persyaratan tertentu, diantaranya memperoleh dukungan 99 suara atau sesuai dengan tata tertib pemilihan. Ketua Umum PBNU periode 2010-2015 KH Said Aqil Siroj kepada SMA Negeri 1 Slawi menyatakan, dirinya siap dicalonkan kembali jika memang masih dipercaya untuk memimpin NU lima tahun berikutnya. Berikut hasil wawancaranya. 

Apa Pak Kiai masih bersedia dicalonkan kembali?

Terima kasih atas pertanyaannya, saya menggelinding saja, mengalir saja. Kalau masih dipercaya saya siap, tetapi bukan berarti saya ambisius ingin menjadi ketua umum. Kalau tidak menjadi ketua umum saya juga tidak “habis”. Ngak seperti itu. Saya terus terang saja, malu, malu kalau di NU ini terlalu ambisius karena kalau di NU ini yang pertama pengabdian, ibadah, dan amanah.

Kiai Said Bersedia Dicalonkan Kembali Pimpin NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Kiai Said Bersedia Dicalonkan Kembali Pimpin NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Kiai Said Bersedia Dicalonkan Kembali Pimpin NU

Ya, kita akui kalau di NU ini, jadi ketua umum dimana-mana dihormati orang, dimana-mana diperhitungkan. Akan tetapi secara materi, tidak ada sama sekali. Saya punya perusahaan bukan karena jadi ketua umum PBNU, saya juga punya sawah di Cirebon (tanah kelahiran. red). Karena jadi ketua umum PBNU, terus kekayaan saya terus melonjak, ngak…ngak…seperti itu.

SMA Negeri 1 Slawi

Jadi kalau dipercaya lagi, saya siap. Kalau ngak, ya ngak apa-apa, ngak perlu sampai kampanye ke sana kemari, malu…

SMA Negeri 1 Slawi

Memang, yang paling menarik di NU ini kan banyak tantangan. Semakin banyak tantangan, semakin dewasa, semakin matang. Banyak tantangan internal maupun eksternal. Kalau ada masalah, saya selalu ingat Gus Dur, tantangan beliau jauuuh lebih berat daripada saya, berharapan dengan tentara, pemerintah dari rezim Orde Baru. Kalau saya tidak. Tantangan kalau orang tidak seneng, pasti ada. Orang mengkritik saya tunggui. Saya seneng kritik yang konstruktif.

Jika jadi lagi, apa visi dan misi Kiai jika terpilih lagi?. Pertama, mimpi saya, membangun universitas. Dulu waktu di Muktamar Makassar mimpi saya mendirikan lima universitas selama lima tahun. Alhamdulillah, sekarang 23 buah. Ini berapa persen peningkatannya. Saya pikir dulu lima. Kedua, soal Kartu anggota NU (Kartanu). Ketiga ingin mengembalikan aset-aset NU yang hilang. Ini tidak gampang, masyaallah, sudah menang di Mahkamah Agung (MA), sudah inkracht (berkekuatan hukum tetap), tanah Tomang itu, tetapi sampai sekarang belum bisa dieksekusi. 

Dan Alhamdulillah, sejak saya ini, saya mulai manajemen keuangan yang terbuka, alhamdulillah, baik hasilnya. Lembaga-lembaga keuangan juga diaudit, terutama yang banyak uangnya. 

Tapi mimpi saya ini, lembaga lajnah ini tidak perlu memiliki bendahara karena mereka merupakan perangkatnya PBNU. Rupanya belum jalan, karena karena ada lembaga yang “basah”, ada yang “kering”. Ini kurang sehat sebenarnya.

Dan motto saya kembali ke pesantren, disamping secara fisik pleno dan acara besar NU di pesantren, nilai-nilai pesantren kita tonjolkan kembali. NU ya pesantren, pesantren ya NU dengan nilai-nilai kesederhanaan, kemandirian, kejujuran, akhlakul karimah, juga keilmuan. Ini akan saya teruskan. 

Adapun gagasan-gagasan baru, kita akan go internasional. Kita kan “putus asa” dengan konflik di Timur Tengah. Kondisinya semakin parah. Al Qaeda tumbang, Osama bin Laden terbunuh, eh muncul ISIS yang lebih kejam yang membunuh orang Syiah, bagaimanapun mereka juga Islam, dijejer kemudian dibunuh. Orang Kurdi juga. Luar biasa kejamnya. Islam apa ini. Wallaahi, Islam bukan seperti itu. Mereka sudah bertentangan dengan ajaran Islam, mereka mencoreng dan mengotori nilai-nilai Islam. Tapi saya tidak mengatakan mereka kafir, selama orang-orang itu tetap bersyahadat. Ini bertentangan, berlawanan dengan ajaran Islam.

NU itu kan banyak tantangan eksternal. Umat yang besar memiliki pengaruh politik yang besar pula? . NU ini kan ormas kemasyarakatan, memiliki pengaruh politik dan sosial, seperti yang saya katakan kemarin. Demokrasi kita belum disertai dengan kesejahteraan. Masih transaksional. Wani piro, mbayar piro, baru menang. Demokrasi akan sehat kalau dibarengi dengan kesejahteraan. Betul, prosesnya demokratis dalam pemilihan DPR atau, bupati atau walikota, tapi selalu dengan uang. Uang kita butuhkan, tapi jangan semata-mata.

Sikap kita sebagai ormas Islam, pertama amanah diniyah, amanah agama. NU akan selalu mengawal dan memperkuat Islam aswaja, kedua amanah wathoniyah, mengawal keutuhan kebangsaan. Islam tanpa kebangsaan akan seperti Timur tengah, Islam tanpa komitmen menyelamatkan keutuhan negaranya. Perang terus. Nasionalis tanpa agama, akan kering, akan sekuler, nasionalis tanpa spirit. Dua amanah ini ada di NU. Kita akan melanjutkan amanah ini. 

Dan bukan berarti ini semua kerja ketua umum, tidak, ini kerja semua anggota tim, ketua umum, para ketua, ketua lembaga dan lajnah.

Banyak permintaan maju lagi, dari cabang, wilayah atau kiai-kiai?. Ya, ada banyak. Kalau lebih dari tiga kan banyak he he he...(mukafi niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Ulama SMA Negeri 1 Slawi

Jumat, 09 Februari 2018

Syukur yang Mendekatkan Kepada Allah SWT

Syukur merupakan salah satu sifat mahmudah yang harus dimiliki seorang muslim. Syukur tidaklah sekedar ungkapan ? rasa terimakasih seorang hamba kepada Allah swt, tetapi juga merupakan wahana menuju (wushul) kepada Allah swt.

اÙ? الحمد لله الذى أرسل رسوله بالهدى ودÙ? Ù? الحق Ù„Ù? ظهره على الدÙ? Ù? كله. أرسله بشÙ? را ÙˆÙ? ذÙ? را وداعÙ? ا الى الله? باذÙ? Ù‡ وسراجا Ù…Ù? Ù? را. أشهد اÙ? لا اله الا الله وحده لا شرÙ? Ùƒ له. شهادة اعدها للقائه ذخرأ. واشهد اÙ? محمدا عبده Ùˆ رسوله. ارفع البرÙ? Ø© قدرا. اللهم صل وسلم وبارك على سÙ? دÙ? ا محمد وعلى أله وأصحابه وسلم تسلÙ? ما كثÙ? را. أما بعد. فÙ? اأÙ? ها الÙ? اس اتقوالله حق تقاته ولاتموتÙ? الا وأÙ? تم مسلموÙ? .

Jama’ah Jum’ah rahimakumullah

Marilah pada kesempatan ini kita bersama-sama meningkatkan ketaqwaan diri dan keluarga kita dengan melakukan berbagai amal kebaikan yang dapat memperbanyak pahala. Diantaranya dengan memenuhi perintah-Nya bersyukur atas segala nikamt dan rahmat yang diberikan oleh-Nya kepada kita semua.

Syukur yang Mendekatkan Kepada Allah SWT (Sumber Gambar : Nu Online)
Syukur yang Mendekatkan Kepada Allah SWT (Sumber Gambar : Nu Online)

Syukur yang Mendekatkan Kepada Allah SWT

Jama’ah Jum’ah yang berbahagia

Pada dasarnya syukur merupakan salah satu sifat mahmudah yang harus dimiliki seorang muslim. Dalil tentang perintah bersyukur sangatlah jelas diterangkan dalam al-Baqarah ayat 152

SMA Negeri 1 Slawi

فاذكروÙ? Ù‰ أذكركم واشكروا لى ولا تكفروÙ?

Karena itu, ingatlah kamu kepada-Ku niscaya Aku ingat (pula) kepadamu dan bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kamu mengingkari (nikmat)-Ku

Seringkali orang memahami bahwa syukur merupakan uangkapan? manusia atas nikmat yang diberikan oleh Allah swt kepada mereka, sehingga syukur terkesan hanya sebagai ? ‘re-aksi‘ seorang hamba kepada Tuhannya, Allah swt. Padahal sesungguhnya tidaklah sesederhana itu. Karena sesungguhnya syukur merupakan salah satu wasilah mendekatkan diri kepada Allah swt. Syukur merupakan laku ibadah tersendiri yang apabila dikelola dengan benar oleh hamba akan mempermudahkan perjalanan mendekati Yang Maha Agung. Atau yang oleh para ahli tasawwuf dikatakan sebagai wushul kepada Allah swt.

SMA Negeri 1 Slawi

Begitulah kiranya, Allah swt menaruh kata syukur bedekatan dengan kata dzikir dalam ayat diatas. Tidak lain karena, posisi syukur sama pentingnya dengan dzikir kepadaNya. Keduanya (dzikir dan syukur) sama-sama akan menghantarkan kita kepada-Nya.

Apabila diperhatikan secara seksama, potongan pertama ayat di atas yang berbunyi ‘fadzkuruni adzkurkum’ mengandung pemahaman bahwa barang siapa mengingat Allah swt maka Allah swt juga ? akan mengingatnya. Artinya barang siapa berdzikir kepada-Nya, maka Allah swt akan selalu dekat dengannya.

Mengenai hal ini Rasulullah saw pernah berkata kepada para sahabatnya “maukah kalian aku tunjukkan amal yang paling bagus, yang paling bersih (di sisi-Nya) dan lebih berharga dari pada infaq emas-perak, juga lebih bernilai dibandingkan jika kalian memenggal leher musuh dan kemudian musuh itu memenggal lehermu (mati syahid di medan perang)”. Para sahabat kemudian menjawab ? “mau ya Rasul” lalu nabi membalas “itulah dzikir kepada Allah swt”.

Pada kesempatan lain dalam hadits qudsi juga diterangkan “ana ma’a abdi idza dzkaroni,

Aku akan selalu menyertai hamabaku, selama hambaku ingat kepadaku dan kedua bibirnya selalu bergerak-gerak.

Kedua hadits di atas menunjukkan betapa dzikir itu sungguh berharga di sisi-Nya. Karena dzikir merupakan wahana mendekatkan diri kepadaNya. Dan begitupula dengan syukur yang tidak kalah berharganya dengan dzikir, sebagaimana keduanya diperintahakn oleh Allah dalam al-Baqarah ayat 152dengan redaksi ‘fadzkuruni dan wasykuruli ’.

Pertanyaannya kemudian, syukur seperti apakah yang berharga senilai dengan dzikir? Syukur seperti apakah yang dapat menghantarkan kita mendekat kepada Nya? yaitu syukur yang mengandung tiga hal sekaligus pertama, syukur billisan, syukur bil janan dan syukur bil arkan

Ketiganya merupakan satu kesatuan yang tidak terpisahkan, jika ketiganya tidak terkumpul dalam satu tindakan, maka syukur itu tidak akan mampu mendorong diri manusia mendekat kepadaNya.

Hadirin Jama’ah Jum’ah yang Dimuliakan Allah swt.

Pertama, Syukur billisan. Yaitu menggunakan lisan sebagai media representasi rasa terimakasih kepada Tuhan dengan mengucapkan kalimat ‘alhamdulillah’. Kalimat yang hanya terdiri dari dua kata ini jika terucap dari mulut seorang hamba, maka sejatinya hamba itu telah mengakui keagungan dan kemewahan rahmat Allah swt atas segala yang telah ditakdirkan dan diberlakukan kepadanya. Sebagaimana tersimpan dalam huruf ‘al’ dalam al-hamdu yang bermakna ‘lil istighraq’. Artinya segala macam puja dan puji hanya kepada-Nya. Ini sekaligus juga menepis adanya pengakuan lain selain Allah swt. membersihkan dari dari rasa syirik yang mungkin menempel dalam hati kecil manusia.

Oleh karena itu Allah swt menggaransi siapapun yang mengucapkan Alhamdulillah dengan ridha-Nya. Maka dari itu marilah kita bersama-sama melatih diri membiasakan mengucap Alhamdulillah dalam laku kita. baik setelah makan, setelah minum, setelah berpakaian, setelah shalat dan lain sebagainya. Karena jikalau Allah swt telah meridhai kita, rasanya Allah tidak akan membiarkan makanan yang telah masuk ke dalam perut kita sebagai penyakit. Jika Allah telah meridhai kita maka kehidupan kita akan berjalan di atas trek ketentuan-Nya.

Demikian keterangan hadits Rasulullah saw;

عَÙ? Ù’ Ø£ÙŽÙ? َسِ بْÙ? ِ مَالِكٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَÙ? ْهِ وَسَلَّمَ إِÙ? ÙŽÙ‘ اللَّهَ Ù„ÙŽÙ? َرْضَى عَÙ? Ù’ الْعَبْدِ Ø£ÙŽÙ? Ù’ Ù? َأْكُلَ الْأَكْلَةَ فَÙ? َحْمَدَهُ عَلَÙ? ْهَا أَوْ Ù? َشْرَبَ الشَّرْبَةَ فَÙ? َحْمَدَهُ عَلَÙ? ْهَا. رواه مسلم?

Bahwa Rasulullah saw pernah bersabda sesungguhnya Allah swt (pasti) meridhai seorang hamba yang makan makanan kemudian bersyukur (mengucap alhamdulillah) atau meminum minuman kemudian bersyukur (mengucap alhamdulillah) .

Namun, tidak hanya berhenti sekedar ucapan alhamdulillah saja.Tetapi harus disertai dengan tambahnya rasa dalam hati (biljanan)akan rasa cinta kepada Allah swt sebagai Sang Pemberi rizki. Itulah perasaan yang diutamakan. Baru menyusul kemudian rasa senang dan gembira akan rizki yang diberikan kepadanya.

Disinilah para Jama’ah yang Dirahmati Allah… yang perlu digaris bawahi bahwa yang utama adalah menambahkan rasa cinta kepada Allah Sang Pemberi nikmat, lalu setelah baru rasa senang dan gembira atas rizki yang diberikan oleh-Nya.

Yang ketiga dan terakhir, adalah menyertai ucapan dan perasaan itu dengan tindakan konkrit (bilarkan). Berupa berbagai macam kewajiban syariat yaitu zakat, bila memang sudah memenuhi syaratnya. Artinya, nikamt yang diberikan Allah kepadanya harus digunakan sebagai alat mendekatkan diri kepada Allah swt. Jangan sampai rizki pemberian dari-Nya menemuhi salah sasaran dipergunakan selain kepentingan ilahiyah.

Jika memang ketiga hal ini dirangkai dalam satu tindakan syukur, maka Allah akan menjamin kehidupan hamba itu dan meridhainya. Hal ini pulalah yang akan menghantarkan kita memahami ayat special untuk syukur yang berbunyi

لَئِÙ? شَكَرْتُمْ لأَزِÙ? دَÙ? َّكُمْ وَلَئِÙ? كَفَرْتُمْ إِÙ? ÙŽÙ‘ عَذَابِÙ? لَشَدِÙ? د

Bahwa Allah pasti akan menambahkan kepada mereka yang bersyukur dan menyiksa mereka yang kufur.

Demikianlah khutbah kali ini semoga, bermanfaat bagi kita semua, amin.

بَارَكَ اللهُ لِÙ? Ù’ وَلَكُمْ فِÙ? Ù’ اْلقُرْآÙ? ِ اْلعَظِÙ? ْمِ ÙˆÙŽÙ? َفَعَÙ? ِÙ? ÙˆÙŽØ¥Ù? َّاكُمْ ِبمَا ِفÙ? ْهِ مِÙ? ÙŽ اْلآÙ? اَتِ وَالذكْر ِالْحَكِÙ? ْمِ وَتَقَبَّلَ مِÙ? ِّÙ? وَمِÙ? ْكُمْ تِلاَوَتَهُ Ø¥Ù? َّهُ هُوَ السَّمِÙ? ْعُ اْلعَلِÙ? ْمُ

Khutbah II

اَلْحَمْدُ للهِ عَلىَ اِحْسَاÙ? ِهِ وَالشُّكْرُ لَهُ عَلىَ تَوْفِÙ? ْقِهِ وَاِمْتِÙ? َاÙ? ِهِ. وَاَشْهَدُ اَÙ? Ù’ لاَ اِلَهَ اِلاَّ اللهُ وَاللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِÙ? ْكَ لَهُ وَاَشْهَدُ اَÙ? ÙŽÙ‘ سَÙ? ِّدَÙ? َا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الدَّاعِى اِلىَ رِضْوَاÙ? ِهِ. اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَÙ? ِّدِÙ? َا مُحَمَّدٍ وِعَلَى اَلِهِ وَاَصْحَابِهِ وَسَلِّمْ تَسْلِÙ? ْمًا كِثÙ? ْرًا

اَمَّا بَعْدُ فَÙ? اَ اَÙ? ُّهَا الÙ? َّاسُ اِتَّقُوااللهَ فِÙ? ْمَا اَمَرَ وَاÙ? ْتَهُوْا عَمَّا Ù? ÙŽÙ‡ÙŽÙ‰ وَاعْلَمُوْا اَÙ? ÙŽÙ‘ اللهّ اَمَرَكُمْ بِاَمْرٍ بَدَأَ فِÙ? ْهِ بِÙ? َفْسِهِ وَثَـÙ? ÙŽÙ‰ بِمَلآ ئِكَتِهِ بِقُدْسِهِ وَقَالَ تَعاَلَى اِÙ? ÙŽÙ‘ اللهَ وَمَلآ ئِكَتَهُ Ù? ُصَلُّوْÙ? ÙŽ عَلىَ الÙ? َّبِى Ù? Ø¢ اَÙ? ُّهَا الَّذِÙ? Ù’Ù? ÙŽ آمَÙ? ُوْا صَلُّوْا عَلَÙ? ْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِÙ? ْمًا. اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَÙ? ِّدِÙ? َا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَÙ? ْهِ وَسَلِّمْ وَعَلَى آلِ سَÙ? ِّدِÙ? اَ مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَÙ? ْبِÙ? آئِكَ وَرُسُلِكَ وَمَلآئِكَةِ اْلمُقَرَّبِÙ? Ù’Ù? ÙŽ وَارْضَ اللّهُمَّ عَÙ? ِ اْلخُلَفَاءِ الرَّاشِدِÙ? Ù’Ù? ÙŽ اَبِى بَكْرٍوَعُمَروَعُثْمَاÙ? وَعَلِى وَعَÙ? Ù’ بَقِÙ? َّةِ الصَّحَابَةِ وَالتَّابِعِÙ? Ù’Ù? ÙŽ وَتَابِعِÙ? التَّابِعِÙ? Ù’Ù? ÙŽ لَهُمْ بِاِحْسَاÙ? ٍ اِلَىÙ? َوْمِ الدِّÙ? Ù’Ù? ِ وَارْضَ عَÙ? َّا مَعَهُمْ بِرَحْمَتِكَ Ù? َا اَرْحَمَ الرَّاحِمِÙ? Ù’Ù? ÙŽ

اَللهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِÙ? ِÙ? Ù’Ù? ÙŽ وَاْلمُؤْمِÙ? َاتِ وَاْلمُسْلِمِÙ? Ù’Ù? ÙŽ وَاْلمُسْلِمَاتِ اَلاَحْÙ? آءُ مِÙ? ْهُمْ وَاْلاَمْوَاتِ اللهُمَّ اَعِزَّ اْلاِسْلاَمَ وَاْلمُسْلِمِÙ? Ù’Ù? ÙŽ وَأَذِلَّ الشِّرْكَ وَاْلمُشْرِكِÙ? Ù’Ù? ÙŽ وَاÙ? ْصُرْ عِبَادَكَ اْلمُوَحِّدِÙ? َّةَ وَاÙ? ْصُرْ Ù…ÙŽÙ? Ù’ Ù? َصَرَ الدِّÙ? Ù’Ù? ÙŽ وَاخْذُلْ Ù…ÙŽÙ? Ù’ خَذَلَ اْلمُسْلِمِÙ? Ù’Ù? ÙŽ ÙˆÙŽ دَمِّرْ اَعْدَاءَالدِّÙ? Ù’Ù? ِ وَاعْلِ كَلِمَاتِكَ اِلَى Ù? َوْمَ الدِّÙ? Ù’Ù? ِ. اللهُمَّ ادْفَعْ عَÙ? َّا اْلبَلاَءَ وَاْلوَبَاءَ وَالزَّلاَزِلَ وَاْلمِحَÙ? ÙŽ وَسُوْءَ اْلفِتْÙ? َةِ وَاْلمِحَÙ? ÙŽ مَا ظَهَرَ مِÙ? ْهَا وَمَا بَطَÙ? ÙŽ عَÙ? Ù’ بَلَدِÙ? َا اِÙ? ْدُوÙ? ِÙ? ْسِÙ? َّا خآصَّةً وَسَائِرِ اْلبُلْدَاÙ? ِ اْلمُسْلِمِÙ? Ù’Ù? ÙŽ عآمَّةً Ù? َا رَبَّ اْلعَالَمِÙ? Ù’Ù? ÙŽ. رَبَّÙ? َا آتِÙ? اَ فِى الدُّÙ? Ù’Ù? َا حَسَÙ? َةً وَفِى اْلآخِرَةِ حَسَÙ? َةً وَقِÙ? َا عَذَابَ الÙ? َّارِ. رَبَّÙ? َا ظَلَمْÙ? َا اَÙ? ْفُسَÙ? َاوَاِÙ? Ù’ لَمْ تَغْفِرْ Ù„ÙŽÙ? َا وَتَرْحَمْÙ? َا Ù„ÙŽÙ? َكُوْÙ? ÙŽÙ? ÙŽÙ‘ مِÙ? ÙŽ اْلخَاسِرِÙ? Ù’Ù? ÙŽ. عِبَادَاللهِ ! اِÙ? ÙŽÙ‘ اللهَ Ù? َأْمُرُÙ? َا بِاْلعَدْلِ وَاْلاِحْسَاÙ? ِ وَإِÙ? ْتآءِ ذِى اْلقُرْبىَ ÙˆÙŽÙ? ÙŽÙ? ْهَى عَÙ? ِ اْلفَحْشآءِ وَاْلمُÙ? ْكَرِ وَاْلبَغْÙ? Ù? َعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْÙ? ÙŽ وَاذْكُرُوااللهَ اْلعَظِÙ? ْمَ Ù? َذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلىَ Ù? ِعَمِهِ Ù? َزِدْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ اَكْبَرْ

?

redaktur: Ulil Hadrawy

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Halaqoh, Ulama SMA Negeri 1 Slawi

Rabu, 07 Februari 2018

Ansor Kalbar Gembleng Kader Setia NKRI

Pontianak, SMA Negeri 1 Slawi. Pimpinan Wilayah Gerakan Pemuda Ansor Kalimantan Barat menggembleng para kadernya melalui Pelatihan Kepemimpinan Lanjutan (PKL) II di Pondok Pesantren Darul Faizin, jalan Danau Sentarum Kota Pontianak, Kalbar, 12-15 Juni 2014. Para peserta didorong untuk setia membela tanah airnya.

Ansor Kalbar Gembleng Kader Setia NKRI (Sumber Gambar : Nu Online)
Ansor Kalbar Gembleng Kader Setia NKRI (Sumber Gambar : Nu Online)

Ansor Kalbar Gembleng Kader Setia NKRI

"Dengan pengkaderan ini akan muncul kader-kader militan yang siap menjaga keutuhan NKRI dan Islam Ahlussunah wal Jamaah, sebagai Islam rahmatan lil alamin," terang Ketua PW GP Ansor Kalbar M Nurdin, Senin (16/6).

Menurutnya, PKL merupakan kegiatan wajib bagi pengurus PW GP Ansor, sebagai proses pengkaderan di tingkat wilayah. Subro, Sekretaris PW GP Ansor Kalbar, mengatakan, ada 33 orang peserta yang dibaiat untuk tetap setia kepada NKRI.

SMA Negeri 1 Slawi

Subro menambahkan, ke-33 peserta tersebut berasal dari pengurus Pimpinan Wilayah GP Ansor Kalbar, dan utusan dari beberapa Pimpinan Cabang GP Ansor, antara lain Kota Pontianak, Kota Singkawang, Kabupaten Pontianak, Kabupaten Sanggau, Kabupaten Sintang, Kabupaten Sekadau, Kabupaten Kayong Utara dan Kabupaten Kubu Raya.

SMA Negeri 1 Slawi

Kegiatan PKL ini mendapat sambutan positif dari pengasuh Pesantren Darul Faizin, Ust. Rudhy Abdullah Faiz. Ia berharap, dengan program ini hubungan antara GP Ansor dan pondok pesantren terus berlanjut dalam rangka meningkatkan sumber daya manusia (SDM) Indonesia, khususnya generasi mudanya.

Ungkapan serupa disampaikan Faisal Attamimi, instruktur PKL. Ia menekankan pentingnya kaderisasi bagi anggota GP Ansor di seluruh Indonesia.

"Ini juga menjadi syarat bagi sahabat-sahabat untuk menjadi pengurus GP Ansor dan mendapatkan pengesahan dari pimpinan pusat. Kalau ada pengurus belum ikut kaderisasi maka SK kepengurusannya tidak akan dikeluarkan," pesan kandidat doktor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta ini kepada para peserta PKL. (Yadi/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Makam, Ulama SMA Negeri 1 Slawi

Senin, 05 Februari 2018

JQHNU Sumedang Rutin Gelar Semaan Al-Qur’an

Sumedang, SMA Negeri 1 Slawi

Pimpinan Cabang Jamiyyatul Qurra wal Hufadz (JQH) Nahdlatul Ulama Kabupaten Sumedang, Jumat (2/12), mengadakan kegiatan Semaan Al-Quran di aula PCNU setempat, Sumedang, Jawa Barat. Kegiatan tersebut digagas dalam rangka mendoakan keselamatan bangsa dan negara Indonesia.

Semua pengurus PC JQH NU Sumedang yang mayoritas para hafidz dan hafidzah diberikan kesempatan untuk membaca Al-Quran secara dihafal. Sementara yang lain menyimak atau mendengarkan dengan seksama lafal yang dibaca. Ketua PCNU Sumedang H Sadulloh yang merupakan penghafal Al-Qur’an juga ikut bagian dalam semaan ini.

JQHNU Sumedang Rutin Gelar Semaan Al-Qur’an (Sumber Gambar : Nu Online)
JQHNU Sumedang Rutin Gelar Semaan Al-Qur’an (Sumber Gambar : Nu Online)

JQHNU Sumedang Rutin Gelar Semaan Al-Qur’an

Ketua PC JQH NU Kabupaten Sumedang Ahmad Jauharudin mengatakan, kegiatan ini merupakan agenda bulanan pengurus. Biasanya yang hadir hanya pengus JQH, tapi untuk bulan ini sengaja mengundang seluruh pengurus PCNU, badan otonom NU, dan lembaga NU yang ada di Sumedang. Selain syukuran aula baru PCNU, tambahnya, juga ikut mendoakan keselamatan bangsa dan negara Indonesia.

SMA Negeri 1 Slawi

Ketua PCNU Sumedang H Sadulloh di sela-sela acara mengatakan bahwa Al-Quran adalah obat yang paling mujarab untuk mengobati manusia yang tersiksa hati nuraninya. Selain itu Al-Quran bisa memperbaiki kerusakan akhlak dan moral manusia. Siapa pun yang mau mengikuti petunjuk Allah yang disampaikan-Nya melalui Al-Quran, hidupnya tidak akan sesat dan celaka.

Al-Quran sangatlah istimewa, tutur H Sadulloh. Dengan keistimewaanya, Al-Quran mampu memecahkan problem-problem kemanusiaan dalam berbagai segi kehidupan, baik rohani, jasmani, sosial, ekonomi, maupun politik dengan pemecahan yang bijaksana. Pada setiap problem itu, Al-Quran meletakan sentuhannya yang mujarab dengan dasar-dasar umum yang dapat dijadikan landasan untuk langkah-langkah manusia di setiap zaman.

SMA Negeri 1 Slawi

Dengan demikian, kaum Muslimin dengan Al-Qurannya harus mampu membangun obor di tengah-tengah gelapnya sistem-sistem dan prinsip-prinsip lain di luar Al-Quran. Kaum Muslimin dengan Al-Qurannya harus membimbing manusia yang kebingungan, sehingga terbimbing ke pantai keselamatan, tutup H Sadulloh. (Ayi Abdul Kohar/Mahbib)

?


Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Pemurnian Aqidah, Ulama, Kyai SMA Negeri 1 Slawi

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs SMA Negeri 1 Slawi sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik SMA Negeri 1 Slawi. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan SMA Negeri 1 Slawi dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock