Tampilkan postingan dengan label Santri. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Santri. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 17 Februari 2018

RS NU Jombang Dikelola Profesional, Kedepankan Pengabdian Sosial

Bermula pada 19 Ramadhan 1429 H/2008 M, ba’da salat Tarawih Pengurus Harian PCNU mengadakan rapat di kediaman Rais Syuriah membicarakan tentang adanya informasi tawaran bantuan pembangunan Rumah Sakit Nahdlatul Ulama (RS NU) Jombang

Setelah dimusyawarahkan, dengan segala pertimbangannya, rapat memutuskan untuk mendelegasikan Rais Syuriyah, Ketua dan Wakil Ketua Tanfidziyah menghadap ke  Menteri Kesehatan di Jakarta untuk memastikan adanya informasi tersebut.  Difasilitasi  H. Achmad Mundzir, pada 22 Ramadhan delegasi PCNU  diterima  Menteri didampingi  ketua PWNU Jatim KH Hasan Mutawakkil Alallah dan ketua PBNU  KH. Hasyim Muzadi.

RS NU Jombang Dikelola Profesional, Kedepankan Pengabdian Sosial (Sumber Gambar : Nu Online)
RS NU Jombang Dikelola Profesional, Kedepankan Pengabdian Sosial (Sumber Gambar : Nu Online)

RS NU Jombang Dikelola Profesional, Kedepankan Pengabdian Sosial

Dalam pertemuan tersebut  Menteri yang didampingi tiga orang Dirjen menyampaikan kepastian adanya bantuan pembangunan Rumah Sakit untuk Nahdlatul Ulama Jombang. Untuk itu, PCNU berkewajiban menyediakan tanah.

SMA Negeri 1 Slawi

Pada  23 Ramadhan di kediaman Ketua Tanfidiyah PCNU dibahas tentang kepastian menerima tawaran menteri tersebut dilanjutkan membahas langkah-langkah mencari lahan tanah yang disyaratkan. Kemudian dari beberapa alternatif tanah yang disurvei baik dari segi kelayakan, prospek maupun harga dan sistem pembayarannya maka diputuskan untuk memproses tanah yang berlokasi di desa Balong Besuk Ceweng Jombang, yang luas keseluruhannya 5900 meter. Harga yang disepakati PCNU dengan pemilik tanah untuk yang 5200 meter adalah Rp 1,5 milyar dan 700 Meter Rp 200.000.000. Total harga tanah seluas 5900 meter adalah Rp. 1.700.000.000 dengan sistem pembayaran bertahap sampai paling akhir 6 bulan, 31 Maret 2009.

Untuk pembayaran tanah, PCNU mengumpulkan tokoh-tokoh dan pengusaha NU pada tanggal 29 Ramadlan

Penyerahan dana pembelian tanah sudah dilaksanakan pada 15 Oktober 2008. Dan pada  25 Oktober 2008 disepakati perjanjian peralihan nama hak milik sertifikat tanah dari pemilik asal ke Jam’iyyah Nahdlatul Ulama Jombang melalui seorang notaris yang ditunjuk dan kemudian diproses di Badan Pertahanan Kab Jombang.

SMA Negeri 1 Slawi

PCNU mengadakan beberapa kali rapat untuk menyusun skema pembayaran pinjaman dan akhirnya memutuskan langkah-langkah sebagai berikut :

Segera melakukan penggalangan partisipasi keluarga besar NU dan para simpatisan melalui gerakan wakaf dengan skema wakaf tanah per 1 meter seharga Rp. 288.450. (dua ratus delapan puluh delapan ribu empat ratus lima puluh rupiah).

Mengajukan bantuan dana hibah pendampingan ke Pemkab Jombang melalui APBD 2009 sesuai dengan prosedur yang ada. dan setelah melakukan komunikasi dengan Ketua DPRD,  Bupati serta Wakil Bupati disepakati adanya komitmen untuk mendapatkan bantuan tersebut pada APBD 2009.

PCNU hanya berkewajiban menyediakan tanah, seluruh proses pembangunan mulai dari perencanaan dan pelaksanaannya dilaksanakan sepenuhnya oleh Pemerintah Pusat dan Pemerintah Provinsi Jatim sesuai dengan mekanisme yang berlaku.

PCNU dan seluruh jajarannya tidak ikut serta dalam proses pembangunan. Ibaratnya PCNU tinggal menerima kunci bangunan RSNU dari pemerintah apabila sudah jadi.

Bahwa jadwal pelaksanaan pembangunan RSNU menurut informasi dari Pemerintah Pusat dan Pemprov Jatim dimulai akhir bulan proses tender perencanaan Desember pengerjaan fisik dan diperkirakan bulan Agustus 2009 sudah bisa diresmikan, walaupun kemudian pembukaan dan peresmian dilaksanakan pada 10 Maret 2012.

Profil Rumah Sakit Nahdlatul Ulama dapat digambarkan sebagai berikut : Pemilik RSNU adalah Jamiyah Nahdatul Ulama Cabang Jombang, dan bukan atas nama pengurus atau yayasan tersendiri yang dibentuk untuk itu. Sementara legalitas hukum dan keabsahan kepemilikan Jamiyyah NU Cabang Jombang atas RSNU tersebut dibuktikan dengan : kepemilikan tanah RSNU adalah Jam’iyyah NU Jombang, baik sebagai Mauquf alaih atau Mauhub lah. Adapun PCNU Jombang bertindak sebagai nadhir atas tanah tersebut.

Untuk memastikan ke depan supaya tidak terjadi permasalahan-permasalahan dan kemungkinan adanya pembelokan kepemilikan RSNU, maka PCNU telah membentuk tim yang ditugasi untuk mengumpulkan data dan menyusun draft rumusan pedoman dasar yang mengatur tentang pola hubungan kelembagaan antara RSNU dan PCNU, standar manejemen pengelolaan RSNU, standar rekruitmen ketenagaan, standar pengelolaan keuangan dan pertanggung jawabannya.

Hasil rumusan tersebut akan dikaji melalui forum-forum workshop dengan berbagai pihak baik dari internal warga Nahdlatul Ulama dan para ahli dibidangnya. Dan akhirnya Draft tersebut ditetapkan melalui forum musyawarah pleno lengkap PCNU yang dihadiri dan disahkan oleh PWNU dan PBNU.

RS NU akan dikelola secara profesional dengan keunggulan-keunggulan tertentu dengan tetap berprinsip pada pengabdian sosial dan prinsip-prinsip keagamaan Jamiyah Nahdlatul Ulama

Segenap PCNU Jombang mengharap partisipasi dari seluruh jajaran Pengurus dan warga NU di Jombang, para tokoh, jajaran Pemerintah Daerah Kabupaten Jombang untuk sepenuhnya memberikan dukungan dan partisipasi khususnya dalam hal gerakan wakaf tanah.

(bersambung…)

Penulis : Yusuf Suharto

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Pondok Pesantren, Santri, Internasional SMA Negeri 1 Slawi

Rabu, 07 Februari 2018

Jadul Unjuk Rasa ke DPR soal Kerusakan Jalan di Jember

Jember, SMA Negeri 1 Slawi



Puluhan orang yang tergabung dalam Jember Aksi Peduli Jalan Berlubang (Jadul) menggelar unjuk rasa di gedung DPRD Jember, Jawa Timur, Selasa (11/4). Mereka mengeluhkan rusaknya jalan di sejumlah tempat, termasuk jalan yang dipenuhi lubang.?

Jadul Unjuk Rasa ke DPR soal Kerusakan Jalan di Jember (Sumber Gambar : Nu Online)
Jadul Unjuk Rasa ke DPR soal Kerusakan Jalan di Jember (Sumber Gambar : Nu Online)

Jadul Unjuk Rasa ke DPR soal Kerusakan Jalan di Jember

Menurut salah seorang pengunjuk rasa, Kustiono Musri, jalan berlubang di Jember sudah cukup parah sehingga perlu segera ditangani.?

Dikatakannya, hampir di setiap ruas jalan, lebih-lebih di pedesaan, lubang selalu ditemukan. "Jadi saya minta anggota dewan yang terhormat untuk menekan bupati agar jalan berlubang segera diperbaiki. Ini untuk kepentingan masyarakat. Bukan orang per orang," ucapnya.

Ia menambahkan, yang paling ? merasakan dampak rusaknya jalan (berlubang) adalah masyarakat kebanyakan, khsusunya di pedesaan. Selama ini jalan berlubang terkesan ? dibiarkan begitu saja, hingga akhirnya masyarakat berinisiaif untuk menanami lubang tersebut dengan pohon pisang. Tujuannya adalah sebagai tanda bahwa jalan itu berbahaya dan tak boleh dilintasi. "Itu juga sindiran bagi pemerintah," ungkap Kustiono.

SMA Negeri 1 Slawi

Hal senada juga diungkapkan, Prasetyo. Menurutnya, hampir setiap hari terjadi kecelakaan akibat jalan berlubang. Dikatakannya, korban jalan berlubang kebanyakan dari pengendara roda dua, sebab model ban kendaraan roda dua ? memang sangat rentan ? terhadap ? lubang.?

"Kalau roda dua, itu artinya kan katakanlah ? masyarakat biasa. Sedangkan pejabat biasanya memakai roda empat, sehingga tak terasa meski ada lubang. "Oleh karena itu, tolong ini diperhatikan. Jangan sampai lubang di jalan memakan korban lebih banyak lagi," jelasnya.

Menanggapi itu, Wakil Ketua Komisi C DPRD Jember, Anang Murwanto menegaskan bahwa pihaknya sudah melakukan fungsi pengawasan dengan baik. Namun diakuinya, eksekusi di lapangan tergantung pada eksekutif.?

Walaupun demikian, katanya, apa yang disampaikan perwakilan pengunjuk rasa, merupakan masukan bagi dewan untuk melakuan evaluasi kinerja pada pihak-pihak terkait. "Kami sudah melakukan itu (pengawasan). Yang jelas kami juga tak ingin lubang di jalan terus memakan korban," ucap politisi Partai Demokrat itu. (Aryudi A. Razaq/Abdullah Alawi)

SMA Negeri 1 Slawi

?

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Kajian Sunnah, Santri, Berita SMA Negeri 1 Slawi

Rabu, 24 Januari 2018

Untuk Apa PMII Didirikan?

Oleh KH Nuril Huda (Pendiri PMII)

Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) pada 17 April 2016 genap berusia 56 tahun. Sebagai warga pergerakan sekaligus pendiri PMII, penulis bangga sekaligus bersyukur ke hadirat Illahi Robbi yang telah memberikan karunia dan nikmat untuk terus mengabdi dan berjuang dalam mencari ridla-Nya.

Untuk Apa PMII Didirikan? (Sumber Gambar : Nu Online)
Untuk Apa PMII Didirikan? (Sumber Gambar : Nu Online)

Untuk Apa PMII Didirikan?

Bangga karena tidak terasa ternyata PMII sudah berusia 56 tahun, umur yang dalam hitungan usia sudah tidak muda lagi, tapi semangat dan jiwa sebagai warga pergerakan harus muda dan siap menjadi garda terdepan dalam mengawal tradisi dan ajaran Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja).

Semakin tua semakin menjadi. Artinya, dengan sikap kesatria, profesional dan mandiri, PMII harus lebih produktif memberikan sumbangsih dan kontribusi terhadap agama dan bangsa Indonesia. Meskipun acapkali PMII selalu menjadi momok dalam rumah sendiri, tapi itulah perjuangan, bahwa perjuangan hanya butuh pengorbanan bukan imbalan.

SMA Negeri 1 Slawi

Meminjam istilah Bung Karno “berikan aku 10 pemuda, maka akan kuguncang dunia”, begitu juga dengan PMII, sekali PMII selamanya berjuang bersama PMII. Di PMII hanya butuh pemuda yang idealis dan semangat berjuang mengawal tradisi Aswaja. Berorganisasi itu belajar menghargai orang lain, latihan mengenal orang, menghormati keyakinan orang lain. Orang yang tanpa latihan maka dia akan menjadi pemimpin yang wagu, yang tidak pernah menghargai orang lain, apalagi menghormati orang lain.

Nah, pada harlah (hari lahir) PMII kali ini, terpenting dan yang paling penting adalah mengenang dan mendoakan (haul) jasa para pendiri PMII. Meneruskan perjuangan dan menjaga tradisi paham Aswaja. Tentu, melalui acara istighotsah, tahlil, dan doa bersama. Karena inilah etika dan kebudayaan model Aswaja. Harlah PMII dalam setiap tahun harus selalu diperingati agar para generasi PMII tahu, orang lain tahu, apa sih PMII dan mengapa didirikan. Ini penting!

SMA Negeri 1 Slawi

Mengapa PMII berdiri? Pada saat itu, tahun 1960 partai-partai besar mempunyai angkatan muda khususnya di kalangan mahasiswa, seperti GMNI, HMI, Masyumi, dan lain sebagainya. Akan tetapi NU yang memiliki basis massa terbesar justru tidak memiliki. HMI yang dulunya menjadi garda NU akan tetapi lebih condong kepada Masyumi.

Akhirnya, munculah ide dan gagasan dari daerah-daerah untuk mendirikan pergerakan mahasiswa yang selanjutnya diberi nama PMII. Beridirnya PMII tidak mulus begitu saja, banyak ganjalan dan kendala untuk mendirikan sebuah pergerakan Islam. Namun, karena keukeuh dan tekad bulat dari para pendiri PMII, maka hingga saat ini PMII tetap kokoh berdiri dan eksis sepanjang masa.

Gagasan Mendirikan PMII

Gagasan untuk mendirikan PMII berawal muncul dari pojok Sekretariat IPNU di Yogyakarta, dan waktu itu yang menjadi koordinator sementara adalah Ismail Makki. Setelah semua ide dikumpulkan, maka sepakat untuk mendirikan PMII. Sebanyak 13 orang sowan (menghadap) kepada Pengurus Besar NU di Jakarta yang isinya niatan untuk mendirikan PMII. Akhirnya, setelah berbincang dan membahas panjang, maka PBNU setuju PMII didirikan yang tujuannya adalah untuk mengikat para mahasiswa NU agar tidak bisa dan memiliki rumah sendiri.

Pada tahun 1960-an tepatnya bulan Ramadhan, selama 3 hari di Kaliurang,Yogyakarta, berkumpulah para tokoh IPNU dan 13 pimpinan IPNU wilayah se-Indonesia. Ketika itu, saya merupakan ketua IPNU cabang Solo yang saat itu sedikitnya memiliki 7 perguruan tinggi. Karena memang syarat mendirikan PMII di daerah harus ada perguruan tingginya. Sedangkan utusan dari PBNU yang hadir adalah KH. Anwar Mussadad.

Nah, dalam kongres pertama inilah PMII resmi berdiri lalu melahirkan berbagai macam aturan dan okoh muda yang selanjutnya diberikan mandat untuk meneruskan perjuangan Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja) di Nusantara. Karena esensi didirikannya PMII adalah pertama, untuk meneruskan estafet perjuangan NU. Kedua, untuk melatih diri bermasyarakat dan berorganisasi tanpat mengubah pendirian dalam mempertahankan Aswaja. Dan ketiga, untuk menyiapkan generasi yang mampu menangani pergolakan tanpa mengorbankan prinsip akidah.

Untuk mendirikan PMII di daerah, saya sowan ke KH Abdul Hadi Al Hafidz di Langitan, Tuban. Niatan itu mendapat restu dan pesan untuk menunaikan puasa. Saya puasa 7 hari, dan mendirikan PMII di Lamongan, kemudian harus kembali lagi ke Solo untuk melanjutkan kuliah. Jadi, tidak main-main untuk memperjuangkan PMII. Bahwa berjuang di NU itu tidak mengandalkan pemikiran saja tetapi juga mengorbankan harta dan mendekatkan diri kepada Yang Maha Kuasa.

Sekali lagi inilah perjuangan. Jadi, idealis itu butuh generasi, bahwa mendirikan PMII sampai merawat organisasi itu tidak gampang dan butuh perjuangan panjang. Untuk itulah, generasi saat ini hanya tinggal meneruskan dan merawat saja, tidak kurang, tidak lebih. Dan yang paling utama adalah tradisi Aswaja jangan sampai pudar dan musnah ditelah modernnya zaman.

Setelah PMII berdiri, maka para pengurus langsung eksen dan menyebarkan PMII di kampus-kampus. Berawal di kampus Yogyakarta, selama beberapa tahun anggotanya bisa dihitung jari, karena banyak mahasiswa yang tidak tertarik dengan PMII. Apa PMII itu? Mahluk apa itu? begitu kira-kira pertanyaannya.

Alhamdulillah, di Asia Tenggara, hanya PMII-lah yang sampai hari ini tetap eksis dan banyak anggotanya hampir mencapai satu juta dua ratus, tiap kota ada PMII. Dari 9 tokoh pendiri PMII, kini tinggal 3 orang yang masih hidup dan terus berjuang agar PMII tetap eksis dan menjadi penerus perjuangan ajaran Aswaja. Ketiga tokoh itu di antaranya, saya, KH Munsih Nahrawi dan KH Khalid Mawardi.

Sampai sekarang saya masih terus bergerilya ke daerah-daerah untuk menyuarakan panji-panji PMII. Pada tanggal 17 April 2016 saya menghadiri harlah PMII di Tuban, lanjut ke Lamongan pada tanggal 18, terus ke Bekasi, dan tanggal 19 saya menghadiri harlah PMII di Bondowoso, dan tanggal 20 saya menghadiri harlah PMII di Pamekasan, Madura. Kalau dituruti, hidup saya di jalanan, tapi enggak apa-apa, memang harus begini. Yang penting PMII tetap hidup dan terus berkembang.

Kalau saya tidak turun, saya khawatir, dalam ilmu sosiologi, suatu organisasi yang lama didirikan tanpa sentuhan pendiri maka lambat laun akan berubah. Makanya, saya khawatir PMII kalau tidak diurusi, akan berubah dan lama-lama tidak keruan. Saya sangat memperhatikan, terlebih kalau di luar daerah, apakah saya diundang MUI, NU, atau acara lainnya, saya selalu telepon temen-temen PMII untuk kumpul sama-sama bicara soal PMII dan masa depan PMII. Ini saya lakukan, mumpung saya masih hidup.

Tantangan hari ini, besok dan lusa PMII adalah budaya zaman. Tapi kalau idealisme PMII selamanya tidak bisa berubah yakni Aswaja, begitu juga soal akidah tidak bisa kompromi dan berubah, sekali NU selamanya tetap NU. Memang zaman sekarang berbeda jauh dengan zaman dulu, dari sisi budaya, karakter dan modelnya. Untuk itulah, generasai PMII saat ini harus bisa mengalahkan zaman atau paling tidak, jangan sampai kalah dengan budaya zaman saat ini. Boleh kita bicara budaya, boleh kita bergaya modern, boleh kita berdandan barat, boleh kita berpolitik, dan seterusnya. Tapi, jangan sekali-kali idealisme dan idiologi Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja) berubah. Karakter NU harus tetap melekat walaupun penampilan bukan NU.

Salam pergerakan! Wallâahul muwaffiq ila aqwamith tharîq. Wassalam.

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Fragmen, Cerita, Santri SMA Negeri 1 Slawi

Selasa, 16 Januari 2018

Antara Syekh Mahfuzh Tremas dan Kiai Sholeh Darat

Kapan pertama kali Syekh Mahfuzh Termas (Al-Imam al-‘Allamah al-Faqih al-U?li al-Mu?addith al-Muqri Mu?ammad Ma?f?z bin ‘Abdullah, bin ‘Abdul Mannan at-Tarmasi al-Jawi al-Makki ash-Syafi‘i, 1868-1919) bertemu dengan Kiai Sholeh Darat (Al-‘Alim al-‘Allamah Mu?ammad ?ali? bin ‘Umar as-Samarani, w.1903)? 

Barangkali jawabannya terjadi pada akhir 1870-an. Ketika itu, Mahfuzh kecil dibawa oleh ayahnya, Kiai ‘Abdullah, untuk mondok di Pesantren Darat yang diasuh oleh Kiai Sholeh Darat, seorang kiai yang telah terkenal kealimannya pada masa itu. Kiai ‘Abdullah jelas telah mengenal Kiai Sholeh Darat di Mekkah, di mana hingga kelahiran Mahfuzh beliau masih berada di sana.

Dalam pengantar karyanya Kifayat al-Mustafid Lima ‘Ala Min al-Asanid, Syekh Mahfuzh menceritakan proses mengajinya sebagai berikut:

Antara Syekh Mahfuzh Tremas dan Kiai Sholeh Darat (Sumber Gambar : Nu Online)
Antara Syekh Mahfuzh Tremas dan Kiai Sholeh Darat (Sumber Gambar : Nu Online)

Antara Syekh Mahfuzh Tremas dan Kiai Sholeh Darat

Di antara para syekhkku yang mulia dan mendalam ilmunya … adalah al-‘Allamah asy-Syekh Mu?ammad ?ali? bin ‘Umar as-Samarani: Aku mengikuti pengajian beliau dalam Tafsir al-Jalalain secara keseluruhannya sebanyak dua kali, Syar? asy-Syarqawi ‘Ala al-?ikam begitu juga (dua kali khatam, ed.), Wasila(tu?) -?ullab, dan Syar? al-Mardini dalam ilmu astronomi. (Ma?f?z, Kifayat al-mustafid, 7)

Dalam daftar guru yang disusun Syekh Mahfuzh di atas, Kiai Sholeh menempati urutan kedua setelah ayah beliau. Hal ini dapat mengindikasikan paling tidak satu dari dua hal berikut. Pertama, Kiai Sholeh adalah guru pertama setelah ayah Syekh Mahfuzh sendiri. Artinya, daftar itu disusun berdasarkan urutan kronologis. Kedua, daftar ini disusun berdasarkan urutan pengaruh. Artinya, Kiai Sholeh dinilai oleh Syekh Mahfuzh sebagai guru yang paling berpengaruh dalam kehidupan beliau, setelah sang ayah.

Syekh Mahfuzh jelas merupakan murid yang istimewa di mata sang guru. Hal ini dapat disimpulkan dari keinginan beliau menjadikan Syekh Mahfuzh sebagai menantu. Iya! Syekh Mahfuzh-lah yang pertama kalinya dikehendaki menjadi menantunya. Namun, kita ketahui bahwa, Kiai Dahlan-lah, adik dari Syekh Mahfuzh yang akhirnya menjadi menantu Kiai Sholeh. Apa yang terjadi? Berikut kisahnya sebagaimana dituturkan Drs. KH Fathurrahim kepada penulis setahun yang lalu.

SMA Negeri 1 Slawi

Pendiri dan Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Ikhlas (Nuris), Jembrana, Bali, ini mengatakan bahwa tanda dari keinginan Kiai Sholeh ingin menjadikan Syekh Mahfuzh sebagai menantu sangat jelas. Keturunan Kiai Sholeh Darat dari Kiai Dahlan at-Tarmasi ini mengisahkan bahwa Kiai Sholeh sering sekali memberikan hadiah untuk Syekh Mahfuzh. Hadiah ini beragam, mulai dari pecis, baju, sarung dan lainnya. Hal ini ditangkap jelas oleh Syekh Mahfuzh bahwa Kiai Sholeh ingin menjadikannya sebagai menantu. 

Namun, Syekh Mahfuzh justru selalu memberikan hadiah dari Kiai Sholeh kepada adiknya, Kiai Dahlan. Kiai yang dikenal sebagai ahli astronomi, sehingga beliau dijuluki Kiai Dahlan al-Falaki, selalu menerima pemberian itu. Suatu ketika, barangkali saat itu Kiai Sholeh menilai bahwa anak perempuannya telah siap untuk menikah, beliau datang berkunjung ke rumah Kiai ‘Abdullah. Kali ini beliau menyatakan secara jelas bahwa beliau hendak menjalin hubungan besan dengan Kiai ‘Abdullah dengan melamar Syekh Mahfuzh untuk putri Kiai Sholeh, Raden Adjeng Siti Zahroh.

“Keluarlah ke sini wahai yang hendak menjadi calon menantuku!” ucap Kiai Fathurrahim menceritakan ucapan Kiai Sholeh.

Syekh Mahfuzh meminta adiknya untuk memakai seluruh hadiah yang pernah ia berikan, yaitu hadiah yang sebenarnya dari Kiai Sholeh. Beliau lalu mengajak sang adik untuk menghadap Kiai Sholeh. Ketika berada di hadapan Kiai Sholeh, Syekh Mahfuzh berkata,

SMA Negeri 1 Slawi

“Yang memakai seluruh pemberian Mbah Yai inilah yang menjadi calon menantu Mbah Yai.”

Kiai Dahlan yang tidak tahu apa-apa, saya kira tentunya cukup kaget dengan ucapan kakaknya itu. Namun, beliau diam saja mengikuti rencana sang kakak. Barangkali, sebagian kita akan menduga bahwa Kiai Sholeh akan marah karena “ditolak” oleh Syekh Mahfuzh. Namun hal itu keliru, Kiai Sholeh menerima perubahan calon menantunya.

“Baiklah! Tidak mengapa, asalkan aku bisa berbesan dengan Kiai ‘Abdullah,” ucap Kiai Sholeh.

Dari sinilah terjawab teka-teki pernikahan Kiai Dahlan at-Tarmasi dengan Raden Adjeng Siti Zahroh. Kiai Dahlan sendiri adalah santri Kiai Sholeh di Pesantren Darat.

Di akhir perbincangan kami, Kiai Fathurrahim berpesan agar saya mencarikan sebuah kitab falak karya Kiai Dahlan yang menurutnya ada di Belanda. Sejauh saya mencari, terutama di Perpustakaan Leiden, saya tidak menemukan kitab tersebut. Barangkali ada yang tahu kitab falak karya Kiai Dahlan at-Tarmasi, bisa tolong bantu kami? (Nur Ahmad, Wakil Sekretaris PCINU Belanda 2017-2019, Alumni Master’s Vrije Universiteit Amsterdam)

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Warta, Santri SMA Negeri 1 Slawi

Rabu, 03 Januari 2018

Baanar Pamekasan Ikuti Pelatihan Satgas Antinarkoba

Pamekasan, SMA Negeri 1 Slawi. Sebanyak sepuluh aktivis Badan Ansor Anti Narkoba (Baanar) Kabupaten Pamekasan mengikuti pelatihan kader Satuan Tugas P4GN di kantor Badan Narkotika Kabupaten (BNK) setempat, Jalan Kabupaten Nomor 07 Pamekasan, Senin (19/12). Kesepuluh orang tersebut berasal dari pengurus Baanar kabupaten dan sebagian Baanar kecamatan.

Selain aktivis Baanar, peserta pelatihan tersebut juga berasal dari Forum Pimpinan Daerah (Forpimda) dan Kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Kabupaten Pamekasan. Mereka menerima materi pencegahan, penanggulangan, dan penindakan atas peredaran narkoba dari BNl Provinsi Jawa Timur.

Baanar Pamekasan Ikuti Pelatihan Satgas Antinarkoba (Sumber Gambar : Nu Online)
Baanar Pamekasan Ikuti Pelatihan Satgas Antinarkoba (Sumber Gambar : Nu Online)

Baanar Pamekasan Ikuti Pelatihan Satgas Antinarkoba

Kepala Baanar Kabupaten Pamekasan Ra Hasam Almandury menegaskan, pihaknya berhasil memasukkan sepuluh aktivis Baanar sebagai peserta berkat teken kontrak dengan BNK Pamekasan yang sudah dilakukan beberapa bulan lalu. Pasalnya, peserta pelatihan tersebut tidak sembarang orang.

"Baanar Kabupaten Pamekasan mengutus kader-kader Ansor pilihan yang nanti bergerak dalam menyikapi persoalan narkoba. Masalah narkoba kian akut di Madura, khususnya di Kabupaten Pamekasan," paparnya.

SMA Negeri 1 Slawi

Karena itu, pihaknya menekankan kepada aktivis Baanar yang jadi peserta untuk betul-betul serius mengikuti pelatihan. Usai pelatihan, diharapkan ilmu yang telah didapatkan dapat disalurkan pada para aktivis Baanar di 13 kabupaten yang ada di Pamekasan.

Pelatihan Satgas P4GN berlangsung dua hari sampai Selasa (20/12) siang. Di hari pertama, para peserta tampak tidak melewatkan setiap materi yang diberikan BNK Jawa Timur. Mereka berkomitmen untuk ikut materi sampai tuntas hingga penutupan. (Hairul Anam/Fathoni)

SMA Negeri 1 Slawi

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Kajian Sunnah, Santri SMA Negeri 1 Slawi

Kamis, 28 Desember 2017

Keluarga Besar NU di UI Buka Bersama

Depok, SMA Negeri 1 Slawi. Sore yang gelap berbarengan dengan rintikan hujan tidak membuat peserta untuk datang pada acara buka puasa bersama Keluarga Besar Nahdlotul Ulama (KBNU) di Ahad pertama bulan Ramadhan (20/7). 

Acara ini diperkasai oleh Forum Alumni (forluni) PMII Universitas Indonesia yang dibantu Pengurus Cabang PMII Depok Universitas Indonesia. Jumlah peserta yang datang ini sebanyak 75 orang bertempat di Kafe Protein, Pusat Study Jepang Universitas Indonesia.

Keluarga Besar NU di UI Buka Bersama (Sumber Gambar : Nu Online)
Keluarga Besar NU di UI Buka Bersama (Sumber Gambar : Nu Online)

Keluarga Besar NU di UI Buka Bersama

Acara dihadiri oleh banyak tokoh, dosen dan mahasiswa NU yang ada di Universitas Indonesia dan tokoh NU sekitar Depok. Tokoh yang turut hadir mulai dari Ketua Program Study Vokasi UI Prof Hikam, Perwakilan dari PBNU Ahmad Solehan. Manager Abdurrahman Wahid Center UI Achmad Suaedy, Fuad, senior aktivis HMI jurusan Sejarah UI dan perwakilan PKTTI UI (Pusat Kajian Timur Tengah Islam) oleh M Ibrahim Hamdani. 

SMA Negeri 1 Slawi

Tidak hanya para aktivis sosial saja yang hadir, kalangan pesantren yang dekat UI seperti Pesantren Mahasiswa Mutiara Bangsa dan Pesantren Mahasiswa Alhikam Depok juga turut datang.

SMA Negeri 1 Slawi

Acara ini bertemakan diskusi “Membangun Generasi Muda NU” supaya putra keturunan muda NU yang kuliah di UI dapat diterwadahi oleh KBNU. Adapun narasumber yang menjadi diskusi ini adalah Ahmad Solechan, Prof. Hikam, dan Fuad. 

Menurut Hikam, “Sudah saatnya orang-orang NU harus sering-sering bersilaturrahim tidak hanya pada saat berbuka puasa saja.”

Setelah adzan berkumandang lalu diakhiri acara dengan ramah-tamah. Alfani, ketua Forluni PMII UI ini mengatakan, “Kami menyediakan tempat bernama Nusantara Unggul (NU) Makara Insani yang bertempat di Jalan Margonda. Hal ini membina kader-kader muda bagi mahasiswa baru yang dari daerah-daerah tidak salah jalan dalam beragama.”

Redaktur    : Mukafi Niam

Kontributor: Maulana Ghozali 

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Santri SMA Negeri 1 Slawi

Selasa, 19 Desember 2017

Inilah Waktu Larangan Lontar Jumrah bagi Jemaah Haji Indonesia

Makkah, SMA Negeri 1 Slawi - Pemerintah Arab Saudi dalam hal ini Menteri Haji dan Umrah melalui Muassasah Asia Tenggara merilis surat edaran tentang waktu yang dilarang bagi jemaah haji Indonesia untuk melontar jumrah.

Berdasarkan edaran tersebut, Daker Makkah mengeluarkan maklumat terkait waktu larangan melontar jamarat bagi jemaah haji Indonesia tertanggal 6 Agustus 2017. Maklumat ditujukan kepada seluruh Kepala Seksi dan Kepala Sektor Daker Makkah agar informasi seputar larangan ini bisa segera disosialisasikan kepada jemaah haji Indonesia.

Inilah Waktu Larangan Lontar Jumrah bagi Jemaah Haji Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)
Inilah Waktu Larangan Lontar Jumrah bagi Jemaah Haji Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)

Inilah Waktu Larangan Lontar Jumrah bagi Jemaah Haji Indonesia

Kepala Daker Makkah Nasrullah Jasam dalam maklumatnya mengatakan, komitmen mematuhi larangan waktu melontar ini penting demi kelancaran bersama dan untuk menghindari kemacetan akibat penumpukan jemaah.

“Jemaah haji Indonesi agar memperhatikan dan mentaati jadwal waktu melontar jumrah,” tulisnya, Senin (6/8) pekan lalu, sebagaimana dilansir situs resmi Ditjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kemenag RI.

SMA Negeri 1 Slawi

Berikut ini waktu yang dilarang bagi jemaah haji Indonesia untuk melontar jumrah yang menjadi salah satu wajib haji:

1. 10 Dzulhijjah larangan melontar jamarat dari jam 06.00 s.d. 10.30 WAS;

SMA Negeri 1 Slawi

2. 11 Dzulhijjah larangan melontar jamarat dari jam 14.00 s.d. 18.00 WAS;

3. 12 Dzulhijjah larangan melontar jamarat dari jam 10.30 s.d. 14.00 WAS.

Kepada PPIH Arab Saudi, Nasrullah meminta agar menyosialisaikan waktu larangan ini sehingga bisa dipahami dan ditaati oleh seluruh jemaah haji Indonesia. (Red: Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Santri, Ubudiyah SMA Negeri 1 Slawi

Selasa, 05 Desember 2017

Kemendes PDTT Kerahkan Pendamping Desa Bantu Pengungsi Gunung Agung

Denpasar, SMA Negeri 1 Slawi

Pendamping Desa dari Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) di Provinsi Bali mengambil langkah aktif membantu para pengungsi peningkatan intensitas kegempaan Gunung Agung di Bali. Selain membantu pihak Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dalam pengumpulan data bencana, para pendamping juga turun langsung membantu mengumpulkan berbagai jenis bantuan yang dibutuhkan para pengungsi.

Kemendes PDTT Kerahkan Pendamping Desa Bantu Pengungsi Gunung Agung (Sumber Gambar : Nu Online)
Kemendes PDTT Kerahkan Pendamping Desa Bantu Pengungsi Gunung Agung (Sumber Gambar : Nu Online)

Kemendes PDTT Kerahkan Pendamping Desa Bantu Pengungsi Gunung Agung

"Kami menggerakkan para pendamping desa di wilayah Bali ini untuk membantu saudara-saudara yang sedang kesulitan. Kami kumpulkan makanan, obat-obatan, selimut, juga pakaian. Kami juga menghibur anak-anak di pengungsian agar mereka tidak trauma," ujar Koordinator Provinsi Program Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat (P3MD) Provinsi Bali, Kadek Suardika, di Denpasar, Senin (25/09).

Suardika menambahkan, setidaknya sudah lebih dari 15.000 pengungsi yang tersebar di beberapa wilayah, yakni Buleleng, Klungkung, Gianyar, Kota Denpasar, Badung, Karangasem, dan Bangli. Para pendamping turun langsung ke lapangan mengingat banyak desa dampingan mereka yang juga dihimbau untuk segera mengungsi. Logistik untuk pengungsi mereka kumpulkan secara kolektif berdasarkan inisiatif pendamping desa maupun mengumpulkan donasi dari masyarakat.

"Upaya tanggap darurat bencana kami juga lakukan. Kami terus berkoordinasi dengan pemerintah desa yang terkena dampak dari intensitas kegempaan Gunung Agung yang semakin tinggi. Untuk sementara ini, ada sekitar 500 Kepala Keluarga (KK) yang kami fasilitasi," lanjutnya.

Fasilitasi tersebut, lanjut Suardika, yakni mencarikan tempat pengungsian sementara. Para pendamping desa mengupayakan dua opsi, yakni singgah sementara di rumah warga atau singgah di posko utama. Selain fasilitasi tersebut, para pendamping desa juga menyiapkan skema penguatan kesiapsiagaan bencana di masa yang akan datang.

SMA Negeri 1 Slawi

Suardika mengungkapkan, kesulitan yang dihadapi pemerintah desa saat ini adalah aspek administratif dalam menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) untuk situasi tanggap darurat bencana. Salah satu contohnya adalah upaya mencukupi kebutuhan logistik para pengungsi.

SMA Negeri 1 Slawi

"Para pendamping desa dan perbekel (kepala desa) sepakat untuk menyampaikan permintaan adanya surat keputusan bupati yang memberikan ruang kepada desa agar bisa menggunakan APBDesa untuk penanganan bencana. Ini adalah rencana jangka panjang sebagai bentuk antisipasi untuk kondisi seperti saat ini," ujarnya.

Aktivitas kegempaan Gunung Agung yang terus meningkat membuat masyarakat desa di sekitar kaki gunung harus mengungsi ke tempat yang lebih aman. Warga yang tinggal dalam radius 12 kilometer diminta meninggalkan rumah dan ternaknya. Dalam jangkauan tersebut, terdapat 31 desa yang harus dikosongkan. BNPB mencatat, per Minggu (24/09) pukul 12.00 WITA terdapat 34.931 jiwa yang mengungsi. Pos pengungsi tersebar di 238 titik. (Red. Kendi Setiawan)

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Santri, Tegal, Ulama SMA Negeri 1 Slawi

Senin, 04 Desember 2017

MINU Al-Khuriyah Dikunjungi Tamu dari Eropa

Kudus, SMA Negeri 1 Slawi. Madrasah Ibtidaiyah Nahdlatul Ulama (MINU) Al-Khuriyah 1 dan 3 Besito Gebog Kudus menerima tamu Istimewa seorang aktivis LSM dari Latvia Eropa Mrs. Sarma Brauna Sabtu (16/3) kemarin.

MINU Al-Khuriyah Dikunjungi Tamu dari Eropa (Sumber Gambar : Nu Online)
MINU Al-Khuriyah Dikunjungi Tamu dari Eropa (Sumber Gambar : Nu Online)

MINU Al-Khuriyah Dikunjungi Tamu dari Eropa

Kedatangan aktivis perempuan The Leader of NG yang didampingi sejumlah dosen STAIN Kudus itu,  disambut oleh kepala madrasah dan para dewan guru serta siswa siswi kedua madrasah NU tersebut.

Selama dua  jam, Sarma Brauna yang memakai baju dan kerudung warna ungu itu melakukan dialog dan foto bersama bersama pendidik serta anak didik MINU Al-Khuriyah. Dalam acara ini, Brauna dihibur dengan lagu-lagu daerah semacam Cublek-cublek Suweng  dan Ilir-ilir yang dinyanyikan siswa-siswi tersebut. Sang Bule itu merasa terkagum-kagum mendengar nyanyian tradisional khas Jawa ini..

SMA Negeri 1 Slawi

Kepala MINU Al-Khuriyah 01 Sholahudin mengatakan, kedatangan Mrs Sarma Brauna merupakan kebanggaan tersendiri bagi lembaga yang dipimpinnya. Menurutnya, hal ini akan mampu sebagai motivasi para guru dalam mendidik siswa-siswi madrasah. 

“Kami sangat merespon kedatangan Mrs Brauna. Semoga ini semua akan  terjalin komunikasi dan kerjasama untuk kemajuan MINU Alkhuriyah 1 dan 3,“ujarnya dalam sambutan selamat datang.

SMA Negeri 1 Slawi

Pada kesempatan itu, Brauna juga merasa  sangat senang dan bangga  bisa diterima penuh keramahan dan keakraban. Ia mengatakan kegiatan ini yang pertama kali bisa bertatapan dan berdialog langsung dengan anak-anak Madrasah Ibtidaiyah.

Brauna membandingkan budaya pendidikan Eropa dengan  Indonesia. Menurutnya, pelajar di Eropa timur tidak menggunakan seragam sekolah, sementara Indonesia berseragam sehingga kelihatan rapi dan setara.

“Jeleknya di sana (Eropa),  dengan tidak berseragam nampak jelas perbedaan antara yang kaya dan miskin,” kata Brauna dalam bahasa Inggris yang diterjemahkan Ketua Ubinsa STAIN Kudus Muflichah.

Kepada siswa-siswi Alkhuriyah, Brauna berpesan untuk meningkatkan prestasi dan kedisiplinan seraya giat belajar. 

“Tingkatkan prestasi  supaya bisa menjadi kebanggaan negara republik indonesia. Saya siap  menyekolahkan ke luar negeri bagi yang berprestasi,” tegas Brauna.

Sementara Dosen STAIN Kisbiyanto menjelaskan Sarma Brauna datang ke kota kretek ini dalam rangka kunjungan untuk misi kemanusiaan dan pendidikan yang diemban LSM tersebut. 

“Selama lima hari Brauna di Kudus. Ia berkunjung ke perguruan tinggi STAIN Kudus, Pondok pesantren dan madrasah NU  Al-Khuriyah 1-3 Besito,” katanya kepada SMA Negeri 1 Slawi.

Usai dari MI NU tersebut, Brauna melihat keindahan Menara Kudus yang berada di samping Masjid Al Aqsha Kudus. Selain dalam rangka kunjungan juga untuk kepentingan penelitian dan penukaran budaya pendidikan Indonesia dan Uni Eropa.

Redaktur     : A. Khoirul Anam

Kontributor : Qomarul Adib

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Santri SMA Negeri 1 Slawi

Kenalkan Sejarah dengan Ziarahi Makam dan Museum

Sumedang, SMA Negeri 1 Slawi. Banyak hal yang bisa dilakukan untuk menghargai dan mengenalkan pelajar pada sejarah. Pimpinan Komisariat Ikatan Pelajar NU (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri NU (IPPNU) Madrasah Tsanawiyah Plus Al-Hikam memilih ziarah dan rihlah ilmiah untuk mewujudkan tujuan tersebut.

Rombongan ziarah dan rihlah ilmiah (tur studi) antara lain mengunjungi sejumlah tempat di Sumedang, Jawa Barat, antara lain Makam Cut Nyak Dien, Makam Prabu Geusan Ulun, Petilasan Mbah Jaya Perkasa, dan Museum Prabu Geusan Ulun Sumedang.

Kenalkan Sejarah dengan Ziarahi Makam dan Museum (Sumber Gambar : Nu Online)
Kenalkan Sejarah dengan Ziarahi Makam dan Museum (Sumber Gambar : Nu Online)

Kenalkan Sejarah dengan Ziarahi Makam dan Museum

Pembina PK IPNU-IPPNU MTs Plus Al-Hikam Syarif Hidayatullah mengatakan, kegiatan yang dilaksanakan Kamis (12/11) ini sudah menjadi program kerja tahunan yang selalu dilaksanakan. Selain mendapatkan wawasan sejarah, kegiatan ini diharapkan membiasakan para siswa generasi penerus NU untuk melaksanakan ziarah.

SMA Negeri 1 Slawi

Hal ini sesuai dengan moto MTs Plus Al-Hikam saat ini, yaitu melestarikan nilai-nilai lama yang baik dan mengambil nilai-nilai baru yang lebih baik.

“Ziarah merupakan nilai lama yang sering dilaksanakan oleh para alim ulama. Nilai tersebut janganlah sampai luntur atau hilang. Harus terus dilestarikan oleh generasi NU saat ini,” kata Syarif.

SMA Negeri 1 Slawi

Untuk rihlah ilmiah, pelajar diajak ke Museum Prabu Geusan Ulun. Hal ini dilaksanakan supaya mereka melek sejarah dan menghargai sejarah, karena bangsa yang besar adalah yang menghargai sejarah. (Ayi Abdul Kohar/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Lomba, Santri, Tegal SMA Negeri 1 Slawi

Minggu, 03 Desember 2017

Ketua Baru KMNU UII Dipilih secara Mufakat

Sleman, SMA Negeri 1 Slawi. Setelah setahun masa kepengurusan, Keluarga Mahasiswa Nahdlatul Ulama (KMNU) Universitas Islam Indonesia (UII) menghelat musyawarah besar (mubes). Forum permusyawaratan tertinggi ini menetapkan Syah Muhammad Barin Al-Rasyid sebagai ketua baru KMNU UII.

Ketua Baru KMNU UII Dipilih secara Mufakat (Sumber Gambar : Nu Online)
Ketua Baru KMNU UII Dipilih secara Mufakat (Sumber Gambar : Nu Online)

Ketua Baru KMNU UII Dipilih secara Mufakat

Syah Muhammad Barin Al-Rasyid dipercaya memimpin organisasi kemahasiswaan tersebut untuk masa khidmah 2016/2017 tanpa melalui pemungutan suara. Forum mubes secara mufakat memilihnya di antara dua calon lain, yakni Kukuh Faedlur Rahman dan Irvan Nuary Ariefiansyah.

Mubes perdana yang diselenggarakan di Pondok Pesantren Al-Qodir Cangkringan Sleman, DI Yogyakarta, 26-27 Maret 2016, itu dihadiri para anggota KMNU UII dan beberapa alumni UII. Sebelumnya, acara dimulai dengan mengikuti Khataman Al-Qur’an oleh Muslimat NU Ngemplak, Sleman.

SMA Negeri 1 Slawi

Forum Mubes KMNU UII juga berisi Laporan Pertanggungjawaban dari Pengurus KMNU UII masa khidmah 2015/2016. Kemudian musyawarah AD/ADR serta GBHO dan PTKO KMNU UII. Terakhir adalah pemilihan Ketua Tanfidziyah KMNU UII masa khidmah 2016/2017.

Mazdan Maftukha Assyayuti, sebagai Ketua Tanfidziyah KMNU UII yang didemisioner mengungkapkan bahwa Mubes KMNU UII kali pertama ini sangat menentukan langkah dan perjuangan KMNU UII di masa depan. “Kelengkapan organisasi seperti AD/ART, GBHO dan PTKO sangat berarti guna memecahkan jalan keluar untuk menuju visi KMNU UII yang ideal di masa depan serta menjawab tantangan bangsa Indonesia,” tuturnya.

SMA Negeri 1 Slawi

Hasil lain yang kemudian juga ditetapkan adalah AD/ART, GBHO, PTKO dan Majelis Syuriyah. Majelis Syuriyah KMNU UII ini terdiri dari Ahmad Nur Shobah, Muhammad Agvian Megantara, Alfan Nur Asyhar, Miqdam Makfi, Najmu Tsaqib Akhda, Mazdan Maftukha Assyayuti, Ahmad Ulin Nuha, Widiaturrahmi dan Fachrul Nurcholis. Ketua dan Wakil Ketua Tanfidziyah KMNU UII juga termasuk dalam majelis ini sebagai anggota ex-officio. (Red: Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Anti Hoax, Santri SMA Negeri 1 Slawi

Senin, 27 November 2017

Bupati Apresiasi Posko Mudik Banser Brebes

Brebes, SMA Negeri 1 Slawi. Posko Mudik Banser Kabupaten Brebes mendapat Apresiasi dari Bupati Brebes Hj Idza Priyanti SE. Terbukti pada Rabu dini hari (15/7) Bupati menyambangi Posko sembari sahur bersama anggota Banser yang tengah berjaga di Jl Ahmad Yani Brebes. Kedatangan Bupati menambah semangat relawan yang tengah berjaga, apalagi Bupati membawa ratusan dus makanan santap sahur.

“Kami sangat bangga dengan Bupati yang ke royo-royo menyambangi posko kami,” tutur Ketua PAC Ansor Kecamatan Brebes Moh Subekhan kepada SMA Negeri 1 Slawi.

Bupati Apresiasi Posko Mudik Banser Brebes (Sumber Gambar : Nu Online)
Bupati Apresiasi Posko Mudik Banser Brebes (Sumber Gambar : Nu Online)

Bupati Apresiasi Posko Mudik Banser Brebes

Dalam kesempatan tersebut, Subekhan menceritakan perihal pendirian posko mudik yang telah berlangsung lama. Katanya, tradisi pendirian posko sebagai upaya menolong para pemudik dan juga warga masyarakat Brebes yang hendak menyeberang ke pasar. 

SMA Negeri 1 Slawi

“Kebetulan posko kami tetap di lontrong yang biasa warga Brebes menyeberang ke pasar, jadi kami lebih banyak membantu menyeberangkan mereka,” tutur Subekhan kepada Bupati.

Bupati menyarankan kepada seluruh anggota Banser yang bertugas untuk menjaga kesehatan dan utamakan keselamatan bersama. Para pemudik harus dibantu, apalagi mereka sangat dinanti-nantikan keluarganya di rumah. “Bantuan yang diberikan Banser, tentu sangat bermanfaat bagi para pemudik,” puji Bupati. 

SMA Negeri 1 Slawi

Bupati yang didampingi suaminya Drs H Kompol Warsidin MHum, Staf Ahli Bupati Bidang Kesra, Dra Hj Lely Mulyani juga mengunjungi Posko Banser di Kluwut, Tanjung dan Kantor Kecamatan Wanasari. 

Ditempat terpisah, Kasatkorcab Banser Kabupaten Brebes Moh Ikhwan HMS menjelaskan, sebanyak 500 anggota Banser dari berbagai Satkoryon Banser se-kabupaten Brebes membantu secara sukarela. Mereka juga ditempatkan di pusat keramaian dengan membangun pos pengamanan dan area istirahat. “Kami akan berusaha menolong pemudik yang melintasi Brebes dengan mengerahkan sekitar 500 personil lebih,” terangnya.

Menurut Ikhwan, siapapun pemudiknya akan dilayani secara baik. Pos-pos pelayanan Banser ditempatkan antara lain di SMP Islam Losari plus rest area, Masjid Al-Mukaromah Kluwut Bulakamba, Terminal, Masjid Izzul Islam Ketanggungan, Depan Kantor Kecamatan Wanasari plus area istirahat, Depan Kantor Baznas Brebes, Ciregol Tonjong, jalan lingkar Bumiayu dan perbatasan Paguyangan Purwokerto.

“Di pos exit tol Pejagan dan tol exit Banjaranyar Brebes Timur kami tidak membangun pos, tapi bergabung dengan pos Polres,” paparnya. (Wasdiun/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Santri, Doa SMA Negeri 1 Slawi

Kamis, 23 November 2017

Ajengan Siroj Garut: Syaikh Al-Qurra Makkah Asal Pasundan

Oleh Ahmad Ginanjar Syaban

Dalam deretan nama Masyâyikh al-Qurrâ (Guru Besar Para Ahli Qira’at al-Qur’an) Masjid al-Haram di Makkah pada paruh pertama abad ke-20 M, tersebutlah dua nama ajengan asal Tatar Pasundan, dan dua-duanya dari wilayah Garut, yaitu Ajengan Siroj Garut (Syaikh Sirâj ibn Muhammad ibn Hasan Qârût, 1895-1970) dan Ajengan Musaddad Garut (Syaikh Musaddad Qâqût).

Ajengan Siroj Garut: Syaikh Al-Qurra Makkah Asal Pasundan (Sumber Gambar : Nu Online)
Ajengan Siroj Garut: Syaikh Al-Qurra Makkah Asal Pasundan (Sumber Gambar : Nu Online)

Ajengan Siroj Garut: Syaikh Al-Qurra Makkah Asal Pasundan

Nama Syaikh Siroj Garut banyak disinggung dalam sanad ulama-ulama Qira’ah al-Qur’an yang berkarir di Makkah, juga dalam catatan sejarah studi qira’at al-Qur’an dan para guru besarnya di Makkah pada abad ke-20 M. Biografi Syaikh Siroj juga sedikit disinggung dalam laman Makkawi Qiblah al-Dunyâ.

Syaikh Siroj Garut dilahirkan di Makkah pada tahun 1313 H (1895 M) dari keluarga Sunda asal Garut yang bermukim di Makkah. Dalam reportase Snouck Hurgronje (Mekka in the Latter Part of the 19th Century), disebutkan jika orang-orang Sunda adalah salah satu bangsa Nusantara (Jâwî) yang paling banyak bermukim di Makkah di akhir abad ke-19 M.

Ketika berusia 13 tahun (1908 M), Siroj pergi ke kampung leluhurnya di Garut sekaligus belajar di beberapa pesantren di Jawa selama beberapa tahun. Tidak disebutkan di pesantren mana sajakah Siroj menjejakkan kakinya. Namun, merujuk pada catatan sejarah, di awal abad ke-20 M terdapat beberapa pesantren besar di Tatar Pasundan, seperti Pesantren Suka Miskin Bandung, Pesantren Gentur Cianjur, Pesantren Cikudang, Pesantren Cibarusah Bekasi, Pesantren Tanara Banten, Pesantren Sempur Purwakarta, dan lain-lain.

SMA Negeri 1 Slawi

Sementara di Jawa pada masa itu, terdapat juga pesantren-pesantren besar seperti Babakan Cirebon, Buntet Cirebon, Darat Semarang, Lasem Rembang, Siwalan Panji Sidoarjo, Tebu Ireng Jombang, hingga Bangkalan Madura.

Para ulama pengasuh pesantren di atas rata-rata pernah belajar dan bermukim lama di Mekkah, seperti Syaikh Jamil Buntet, Syaikh Soleh Darat Semarang, Syaikh Dahlan Abdullah Tremas, Syaikh Abdul Muhith Sidoarjo, Syaikh Baidhowi Ma’shum Lasem, Syaikh Hasyim Asy’ari Jombang, Syaikh Kholil Bangkalan, dan lain-lain.

SMA Negeri 1 Slawi

Jadi, besar kemungkinan selama berada, belajar, dan bermukim di Nusantara, Siroj belajar di pesantren-pesantren yang memiliki jaringan intelektual Nusantara-Haramain itu. Dan di pesantren-pesatren itulah Siroj belajar berbagai bidang ilmu keagamaan Islam, mulai dari tata bahasa Arab, yurisprudensi (fiqih), teologi, tafsir, hadits, dan lain sebagainya.

Setelah beberapa tahun berada di Nusantara, Siroj kemudian kembali ke Mekka dan melanjutkan pengembaraan intelektualnya di sana. Siroj lebih spesifik menekuni bidang Qira’ah al-Qur’an. Di Makkah ia pun belajar pada Masyâyikh al-Qurrâ di zamannya, seperti Syaikh al-Ghamrâwî, Syaikh Ma’mûn al-Bantanî al-Jâwî, Syaikh Ahmad al-Tîjî.

Syaikh Siroj kemudian mendapatkan lisensi (ijâzah) untuk mengajar Ilmu Qira’ah di Masjid al-Haram dan di kediamannya di distrik (hay) al-Qasyâsyiyyah. Beliau juga didaulat untuk menjadi muqrî (pelantun al-Qur’an) yang dilantik resmi oleh Kerajaan Saudi Arabia dan rutin melantunkan al-Qur’an di Masjid al-Haram setiap harinya.

Pada tahun 1369 H (1949 M), ketika Stasiun Radio Kerajaan Saudi Arabia didirikan, Syaikh Siroj pun diangkat menjadi Muqrî al-Qur’an di sana lantunan bacaan al-Qur’annya yang tartil dan merdu pun direkam dan diputar berulang-ulang. Di sana beliau bersama-sama dengan Syaikh ‘Umar Arba’în, Syaikh Muhammad Nûr Abû al-Khair, Syaikh Zakî al-Daghastânî, dan lain-lain.

Syaikh Siroj Garut wafat di Makkah pada 26 Rabî al-Awwal tahun 1390 H (1 Juni 1970 M). Selain Syaikh Siroj Garut, ada banyak beberapa nama ulama asal Tatar Pasundan yang berkarir di Makkah pada awal abad ke-20 M yang disinggung beberapa buku kesejarahan berbahasa Arab.

Penulis adalah Dosen Pascasarjana STAINU Jakarta.

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Santri, IMNU SMA Negeri 1 Slawi

Senin, 20 November 2017

Ini Sejumlah Penyebab Sakit Kepala

Sidoarjo, SMA Negeri 1 Slawi - Nyeri kepala merupakan salah satu keluhan paling sering dijumpai sehari-hari. Penyebab nyeri kepala dapat digolongkan menjadi nyeri kepala primer dan nyeri kepala sekunder. Dokter yang bertugas di Rumah Sakit Islam (RSI) Siti Hajar Sidoarjo dr Vani Hayu Firdayanti mengatakan, nyeri kepala primer meliputi migrain, nyeri kepala tipe tegang, nyeri kepala cluster dan nyeri kepala primer lainnya.

"Nyeri kepala sekunder adalah nyeri kepala yang disebabkan karena trauma pada kepala atau leher, sakit kepala akibat infeksi serta sakit kepala karena kelainan anatomis (mulut, gigi). Nyeri kepala yang banyak ditemukan di masyarakat adalah nyeri kepala migrain dan nyeri kepala tipe tegang," kata Vani kepada SMA Negeri 1 Slawi, Jumat (30/9).

Ini Sejumlah Penyebab Sakit Kepala (Sumber Gambar : Nu Online)
Ini Sejumlah Penyebab Sakit Kepala (Sumber Gambar : Nu Online)

Ini Sejumlah Penyebab Sakit Kepala

Ia menjelaskan, jenis nyeri kepala tipe tegang paling sering dijumpai dan sering pula dikaitkan dengan jangka waktu dan stres. Nyeri kepala ini disebabkan oleh ketegangan otot di bagian kepala, leher dan bahu. Gejala dari nyeri kepala itu awalnya dirasakan pasien pada leher bagian belakang, kemudian nyeri akan menjalar ke kepala bagian depan. Nyeri kepala dirasakan seperti kepala terasa berat atau kadang sering terasa di sekeliling kepala bagaikan diikat.

Penyebab dari nyeri kepala tersebut masih belum diketahui. Namun, diduga bahwa penyebabnya bisa karena faktor kelelahan fisik maupun faktor psikis. Secara psikis, nyeri kepala ini dapat timbul akibat reaksi tubuh terhadap stres yang dialaminya, depresi maupun konflik emosional. Sedangkan untuk penyebab fisik yang mungkin dapat mengakibatkan nyeri kepala jenis ini adalah posisi kepala yang menetap dan mengakibatkan kontraksi otot kepala dan leher dalam jangka waktu lama, waktu tidur yang kurang/kesalahan posisi tidur serta kelelahan.

SMA Negeri 1 Slawi

SMA Negeri 1 Slawi

Faktor-faktor pencetus yang dapat menimbulkan migrain adalah perubahan hormone, makanan, stres dan rangsangan sensorik. Setelah dilakukan pemeriksaan, dapat ditentukan pengobatan yang tepat. Pada migraine, umumnya digunakan obat anti nyeri seperti Aspirin dan NSAID untuk serangan sedang atau ringan, dapat pula diberikan kombinasi anti-emetik. Untuk terapi non farmakologi, kurang lebih hampir sama dengan nyeri kepala tipe tegang.

"Tanda-tanda nyeri kepala yang harus diwaspadai yakni nyeri kepala hebat yang muncul tiba-tiba, nyeri kepala yang disertai kelainan neurologik, contohnya dari kelainan neurologik seperti rasa kebas atau kesemutan, kelemahan satu sisi tubuh, gangguan penglihatan, kesulitan berbicara, kejang, dan lain sebagainya. Nyeri kepala yang disertai gejala sistemik atau keluhan yang mempengaruhi seluruh tubuh, contohnya sesak napas, mual dan muntah yang berlebihan hingga menyebabkan dehidrasi, demam dan sebagainya," terang Vani.

Jika seseorang mengalami salah satu dari yang tersebut, Vani menyarankan agar sebaiknya segera diperiksakan diri ke dokter. Jangan menunda-nunda untuk segera mencari layanan kesehatan jika menemui gejala nyeri kepala yang harus diwaspadai karena bisa saja hal tersebut adalah suatu kegawat-daruratan. (Moh Kholidun/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi AlaNu, Santri, Humor Islam SMA Negeri 1 Slawi

Selasa, 07 November 2017

Kiai Miliki Andil Besar Pembangunan Karakter Bangsa

Magelang, SMA Negeri 1 Slawi

Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Said Aqil Siroj menyatakan kiai kampung memiliki peran besar terhadap pembangunan karakter bangsa.

"Para kiai memiliki andil besar dalam pembangunan karakter, jati diri, dan kepribadian bangsa ini," katanya dalam pengajian umum dalam rangka haul dan khataman di Pondok Pesantren Raudhatut Thullab, di Wonosari Tempuran, Kabupaten Magelang, Jateng, Senin malam.

Kiai Miliki Andil Besar Pembangunan Karakter Bangsa (Sumber Gambar : Nu Online)
Kiai Miliki Andil Besar Pembangunan Karakter Bangsa (Sumber Gambar : Nu Online)

Kiai Miliki Andil Besar Pembangunan Karakter Bangsa

Ia mengatakan pertahanan dan ketahanan budaya harus diperkuat dalam menghadapi era globalisasi.

Ia menuturkan para ulama, kiai terutama kiai kampung setiap malam ceramah, mengaji jangan dikira kecil peranannya.

SMA Negeri 1 Slawi

"Mereka ikut membangun karakter bangsa Indonesia sehingga dalam memasuki era globalisasi yang sangat ekstrem ini masih banyak umat Islam yang tidak terpengaruh arus globalisasi hasil andil para kiai membangun masyarakat," katanya.

Menurut dia kondisi tersebut sangat jauh berbeda dengan ulama Timur Tengah, begitu memasuki era globalisasi para pemuda bangsa Arab yang sekolah di Amerika Serkat dan Eropa saat pulang ke negerinya masing-masing mereka berubah.

"Namun, bangsa Indonesia tidak. Memang juga ada yang berubah tetapi sedikit. Mereka pulang sekolah dari luar negeri tetap memiliki karakter sebagai bangsa Indonesia," katanya.

Ia menuturkan karakter bangsa Indonesia masih lebih baik dibanding Timur Tengah yang budayanya hancur. (Antara/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi

SMA Negeri 1 Slawi Santri, Makam SMA Negeri 1 Slawi

Jumat, 03 November 2017

Ansor Bangkalan Ikhtiarkan Kemandirian Organisasi

Bangkalan, SMA Negeri 1 Slawi. Terobosan baru dilakukan pimpinan cabang Gerakan Pemuda Ansor Bangkalan, selain fokus pada bidang garap yang menjadi program dasar gerakan pemuda Ansor, mulai Jumat 19 April, Ansor Bangkalan mulai merambah bidang ekonomi, menggandeng Koperasi Bumi Permata Hati Bangkalan, dibuka layanan  kebutuhan ATK, foto copy, dan penjilidan. 

Ansor Bangkalan Ikhtiarkan Kemandirian Organisasi (Sumber Gambar : Nu Online)
Ansor Bangkalan Ikhtiarkan Kemandirian Organisasi (Sumber Gambar : Nu Online)

Ansor Bangkalan Ikhtiarkan Kemandirian Organisasi

“Ini ikhtiar kita agar organisasi ke depan mampu membiayai operasionalnya, minimal mengurangi gerakan proposal,” papar H Hasani Zubair, ketua Ansor Bangkalan.

Masih menurut Ra Zani panggilan akrabnya, ke depan Ansor akan mendorong anak cabang agar juga mempunyai unit usaha sesuai dengan kemampuan dan potensi daerahnya.

SMA Negeri 1 Slawi

Terkait pimpinan anak cabang yang telah siap, putra rais syuriyah PCNU Bangkalan ini menyatakan PAC Tragah sudah mempersiapkan badan usaha yang bergerak dibidang simpan pinjam. Terkait permodalan, sesuai laporan pengurus Tragah sudah siap lima puluh juta, dan diusahakan segera beroperasi.

SMA Negeri 1 Slawi

Sementara Abdul Hamed kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika Bangkalan selaku Pembina Koperasi Bumi Permata Hati merasa bersyukur koperasinya memperoleh kepercayaan dari pimpinan cabang Ansor Bangkalan, bahkan pejabat yang juga pernah memimpin Satpol PP Bangkalan ini juga berharap agar kerjasama ini bisa dalam bentuk lain, apalagi anggota koperasi milik Dishubkominfo ini anggotanya luar biasa banyak.

Langkah PC Ansor Bangkalan direspon dan didukung wakil bupati Bangkalan. Dalam arahannya pada acara tasyakkuran yang digelar di aula Dishubkominfo Wabup Mondir A. Rofii menyatakan bahwa terobosan ini sungguh luar biasa dan mungkin pertama kali dilakukan banom NU di Bangkalan.

“Ke depan hal ini harus dipromosikan sehingga unit usaha ini bisa diketahui banyak pihak, datangi saja instansi yang ada di Bangkalan, prospek dan tanya kebutuhan administrasi mereka, siapa tahu mereka bersedia dengan tawaran tersebut,” katanya.

Namun demikian Wabup yang alumni Universitas Indonesia Jakarta ini juga berpesan bahwa yang tidak kalah pentingya adalah mengelola secara profesional unit usaha ini.

“Biasanya budaya kita (orang pesantren; red ) sering mencari tenaga kerja berbayar ikhlas, inilah yang sering menjadi kendala untuk maju papar wakil bupati yang juga ketua tanfidz PKB Bangkalan. 

Mengawali pembukaan usai sambutan dan pengarahan dilakukan potong tumpeng oleh ketua cabang Ansor yang diserahkan kepada wakil bupati Mondir Rofii. Unit usaha foto copy, penjilidan dan lainnya ini berada di komplek Dishubkominfo kabupaten Bangkalan yang secara kewilayahan cukup strategis. Selain bergandengan dengan kantor uji kelayakan dan trayek, di wilayah ini juga ada tiga kampus yang jumlah mahasiswanya termasuk paling banyak di Bangkalan. 

Redaktur: Mukafi Niam

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Santri, Ulama, Kajian SMA Negeri 1 Slawi

Sabtu, 21 Oktober 2017

Bahtsul Masail NU Memberi Warna Kehidupan Berbangsa dan Bernegara

Purwakarta, SMA Negeri 1 Slawi. Forum Bahtsul Masail atau pembahasan sebuah persoalan yang mendasarkan pada kitab-kitab rujukan ulama klasik atau kitab kuning menjadi tradisi Nahdlatul Ulama (NU) sejak lama. Bahkan, Bahtsul Masail yang membahas berbagai permasalah kehidupan telah mewarnai jalannya kehidupan berbangsa dan bernegara.

Hal itu disampaikan oleh Koordinator Bahtsul Masail Musyarawarah Nasional dan Konferensi Besar NU 2017 KH Mujib Qulyubi saat memberikan sambutan pembukaan Pra Munas dan Konbes NU di Pesantren Al-Muhajirin 3 Purwakarta, Jawa Barat, Jumat (10/11).

Bahtsul Masail NU Memberi Warna Kehidupan Berbangsa dan Bernegara (Sumber Gambar : Nu Online)
Bahtsul Masail NU Memberi Warna Kehidupan Berbangsa dan Bernegara (Sumber Gambar : Nu Online)

Bahtsul Masail NU Memberi Warna Kehidupan Berbangsa dan Bernegara

Dalam kegiatan yang dihadiri oleh Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi ini, Kiai Mujib menjelaskan ketika NU menggelar Bahtsul Masail pada Muktamar NU tahun 1936 di Banjarmasin. NU secara tegas merumuskan bentuk negara yang mengakomodasi kehidupan bersama, yaitu negara bangsa.

“Bukan negara Islam maupun negara sekuler tetapi negara yang berdasarkan nilai-nilai agama,” ujar Kiai Mujib.

SMA Negeri 1 Slawi

Pra Munas yang mengambil tema Mencari Jalan Keluar Kesenjangan Ekonomi dan Radikalisme Agama ini, Wakil Rektor UNU Indonesia ini juga menjelaskan, tradisi Bahtsul Masail menunjukkan bahwa NU mendasarkan diri pada metodologi pengambilan hukum Islam yang tidak instan.

“Saat ini tidak sedikit yang menyampaikan sesuatu yang seolah benar padahal itu adalah sebuah kebatilan. Misal jargon kembali pada Al-Qur’an dan Sunnah. Ternyata mereka memahaminya hanya dari terjemahan,” ungkapnya.

SMA Negeri 1 Slawi

Proses pengambilan hukum hanya bersandar dari terjemahan Al-Qur’an dan Sunnah tidak hanya berdampak pada kesempitan dalam berpikir, tetapi juga menjauhkan diri antara guru dengan muridnya, santri dengan kiainya, dan ulama dengan umatnya.

Bahtsul Masail Pra Munas dan Konbes ini meliputi Bahtsul Masail Waqi’iyah (problem tekini), Bahtsul Masail Maudluiyah (tematik), dan Bahtsul Masail Qonuniyah (perundang-undangan).

Dalam kesempatan pembukaan ini, hadir Ketua SC Munas dan Konbes NU KH Mustofa Aqil Siroj,Rais Syuriyah PWNU Jawa Barat KH Abun Bunyamin, Ketua PWNU Jawa Barat KH Hasan Nuri Hidayatullah, Ketua Lakpesdam PBNU Rumadi Ahmad, Ketua PP ISNU Ali Masykur Musa, Wakil Ketua LBM PBNU KH Abdul Moqsith Ghazali, dan tokoh-tokoh lainnya. (Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Santri, Doa, Internasional SMA Negeri 1 Slawi

Jumat, 20 Oktober 2017

PC IPNU-IPPNU Sleman Dilantik

Sleman, SMA Negeri 1 Slawi. Pimpinan Cabang IPNU-IPPNU Sleman masa khidmat 2013-2015, Ahad (16/6) kemarin dilantik di Rumah Dinas Pemerintah Kabupaten Sleman, Jl. Magelang tersebut.

Kegiatan berlangsung dengan khidmat. Sebelum acara dimulai, terlebih dahulu diisi dengan penampilan grup hadrah PAC IPNU-IPPNU Turi.

PC IPNU-IPPNU Sleman Dilantik (Sumber Gambar : Nu Online)
PC IPNU-IPPNU Sleman Dilantik (Sumber Gambar : Nu Online)

PC IPNU-IPPNU Sleman Dilantik

"Alhamdulillah, itulah kata yang dapat kami utarakan. Mengingat nikmat yang sangat besar bisa terlimpahkan bagi kami, karena dapat melaksanakan pelantikan PC IPNU-IPPNU Sleman masa khidmat 2013-2015," demikian dalam kata sambutan yang disampaikan oleh ketua PC IPNU Sleman, Biky Uthbek Mubarok, setelah mengikuti prosesi pelantikan.

SMA Negeri 1 Slawi

Untuk menjalankan roda kepengurusan, Biky Uthbek Mubarok juga meminta bimbingan dan doa kepada para Kiai, Masayikh dan alumni, sehingga bisa menjalankan kepemimpinan selanjutnya. 

SMA Negeri 1 Slawi

"Kami juga berharap, dengan adanya pelantikan PC IPNU-IPPNU Sleman ini kelak kami dapat mencetak kader NU yang mempunyai jiwa patriotisme yang berlandaskan Ahlus Sunah Wal Jamaah," tandasnya.

Secara terpisah, Nurul Hasanah, selaku ketua PC IPPNU Sleman mengatakan kepada SMA Negeri 1 Slawi terlebih dahulu akan menguatkan solidaritas antar pengurus. "Setelah itu kami akan membuat gebrakan. Mengingat IPNU-IPPNU merupakan pusat kaderisasi, maka kami juga akan menghidupkan kembali sepuluh PAC yang ada di Sleman," imbuhnya.

Prosesi pelantikan yang mengangkat tema "Menumbuhkan sifat keikhlasan dan kebersamaan dalam berjuang" tersebut selesai pada pukul 11:00. Turut hadir beberapa kader IPNU-IPPNU se-Sleman, perwakilan PP IPNU-IPPNU, PCNU Sleman, Anshor, Fatayat dan Muslimat. Selain itu, hadir pula PW IPNU-IPPNU DIY yang sekaligus melantik kepengurusan baru PC IPNU-IPPNU Sleman.

Masruroh, sebagai perwakilan dari Fatayat yang turut hadir, menekankan bahwa hal yang harus diperhatikan adalah kaderisasi, khususnya bagi IPPNU. "Karena hal itu akan berpengaruh ke depan. Kalau dari PC IPPNU saja sudah kurang, nanti di Fatayat dan Muslimat juga akan kurang," ujarnya kepada SMA Negeri 1 Slawi.

Setelah prosesi pelantikan, acara dilanjutkan dengan rapat kerja pengurus PC IPNU-IPPNU Sleman, guna merumuskan program-program selama kepengurusan satu periode ke depan.

Redaktur    : A. Khoirul Anam 

Kontributor: Sholikhin-Dwi Khoirotun Nisa’

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Santri, Meme Islam, Fragmen SMA Negeri 1 Slawi

Minggu, 01 Oktober 2017

Pengembangan UMKM, Bank NTT Gandeng NU

Kupang, SMA Negeri 1 Slawi

Bank Nusa Tenggara Timur (NTT) berencana melakukan kerja sama dalam pengembangan UMKM bersama PWNU NTT. Kerja sama ini guna pengembangan ekonomi bidang sektor bagi kelompok organisasi yang bergerak di sektor usaha kecil dan menengah. Kerjasama Bank NTT akan berlangsung dalam pembukaan musyawarah wilayah (Muswil) PWNU yang direncanakan pada minggu kedua bulan April 2016.

Pengembangan UMKM, Bank NTT Gandeng NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Pengembangan UMKM, Bank NTT Gandeng NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Pengembangan UMKM, Bank NTT Gandeng NU

"Kami MoU dalam waktu dekat, sebab NU memiliki badan otonom yang bergerak di sektor ekonomi," kata Kepala Devisi Corsec Nak NTT Nazzarudin kepada SMA Negeri 1 Slawi di Kupang Kamis (7/4).

SMA Negeri 1 Slawi

SMA Negeri 1 Slawi

Sementara itu, Wakil Ketua PWNU NTT KH Abdurahman Pua Upa usai komunikasi bersama Devisi Corsec Bank NTT mengatakan, memang PWNU NTT rencana akan bekerja sama dengan Bank NTT dalam waktu dekat.

"Kita akan MoU dengan Bank NTT, bekerja sama dalam bidang pengembangan ekonomi, baik ekonomi skala kecil maupun skala menangah bagi warga NU maupun badan otonom," ujarnya. (Ajhar Jowe/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Santri, Anti Hoax SMA Negeri 1 Slawi

Senin, 25 September 2017

Obat Waswas ala Al-Haitami

Penyakit waswas adalah penyakit hati yang sangat berbahaya. Penyakit ini akan menjadikan seseorang tidak khusyuk dalam beribadah. Bahkan akan membuat malas melakukannya. Ibadahnya pun tidak akan optimal. Sebab, waktunya habis untuk mengulang-ulang ibadah yang tidak perlu diulang.

Dengan demikian, sudah seharusnya bagi setiap muslim untuk mewaspadai penyakit kronis ini. Sebab penyakit ini merupakan tentara setan dan harus segera ditumpas. Kalau tidak, penyakit ini akan semakin menancap dalam hati dan sulit hilang. Pada akahirnya, akan membuat empunya seperti orang tidak waras.?

Obat Waswas ala Al-Haitami (Sumber Gambar : Nu Online)
Obat Waswas ala Al-Haitami (Sumber Gambar : Nu Online)

Obat Waswas ala Al-Haitami

Bagaimana tidak? Dia membasuh wajah berulang kali, padahal basuhan yang pertama sudah sah, dia melakukan takbiratul ihram beberapa kali, padahal takbiratul ihramnya sudah baik, dan dia membaca Fatihah tidak selesai-selesai, padahal bacaannya lumayan sempurna.

Lalu, bagaimanakah cara mengobati penyakit waswas? Imam Ibnu Hajar al-Haitami menjelaskan dalam kitabnya, Fatawa al-Kubra al-Fiqhiyah, tips-tips menghilangkan penyakit waswas. Setidaknya, ada enam cara untuk menaklukkan penyakit setan itu.

SMA Negeri 1 Slawi

SMA Negeri 1 Slawi

Pertama, tidak menghiraukan. Obat terampuh untuk menumpas waswas adalah tidak menghiraukan ketika keraguan datang. Contoh, ketika melakukan Takbiratul Ihram, hatinya ragu sah atau tidak, maka keraguan itu tidak usah dihiraukan. Lanjutkan saja shalatnya. Yakinlah bahwa Takbiratul Ihram-nya sah. Jika hal itu dilakukan, waswas sedikit demi sedikit akan hilang. Namun, apa bila dituruti, maka waswas itu akan semakin bertambah dan bertambah sehingga akan membuat empunya seperti orang gila.

Kedua, sadar bahwa waswas itu dari setan. Sebagaimana sudah maklum, setan adalah musuh bebuyutan kita. Mereka berusaha keras untuk menjerumuskan kita ke jalan yang dimurkai Allah. Oleh Karen itu, mereka mengganggu kita saat kita beriabadah. Menyelipkan keraguan dalam hati kita; sah tidak niat kita, sah tidak bacaan tahiyat kita dan setersunya. Dengan demikian, jika waswas datang, sadarlah bahwa setan sedang mengganggu kekhusyukan kita.

Ketiga, tancapkan dalam hati bahwa agama Islam itu mudah. Orang yang waswas biasanya menganggap ibadah yang telah dilakukan tidak sah. Misal, dia menganggap niatnya tidak sah, bacaan Fatihahnya tidak sah dan seterusnya. Sehingga dia mengulang-ulang apa yang telah dia lakukan. Hal itu hanya menyusahkan dirinya. Sebab, Islam itu mudah. Rasulullah saw tidak pernah memberikan pemahaman yang sulit tentang agama Islam kepada umatnya.

Keempat, belajar dengan tekun. Baiasanya orang waswas disebabkan karena belaum mengerti betul tentang ibadah yang dia lakukan. Sebab, orang alim dan mengerti seluk beluk agama, dia tidak akan waswas. Oleh karena itu, bagi orang yang waswas, belajarlah agama secara berkelanjutan. Setidaknya ibadah yang di-waswasi. Misalnya ketika shalat, dia waswas, maka belajarlah tentang ilmunya shalat.?

Kelima, bacalah Lâ Ilâha Illa-llâh. Orang yang terkena penyakit waswas disunahkan memperbanyak kalimat tauhid ini. Sebab, ketika mendengar kalimat tauhid ini, setan akan lari.?

Keenam, membaca ta’awwudz. Utsman bin abil Aash pernah bercerita kepada baginda Nabi saw bahwa setan telah mengganggu shalatnya. Maka Nabi memerintahnya untuk membaca ta’awwudz dan meludah ke kiri tiga kali. Resep itu pun dilakukan. Seketika, penyakit waswas itupun hilang.

Demikianlah obat waswas menurut Ibnu Hajar al-Haitami. Semoga kita semua dapat mengamalkannya sehingga penyakit waswas hengkang dari hati kita. Sehingga kita dapat beribadah dengan khusyuk.***

Saifuddin Syadiri, Mahasiswa Program Studi PAI Universitas Sunan Giri Surabaya.

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Santri, Lomba, RMI NU SMA Negeri 1 Slawi

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs SMA Negeri 1 Slawi sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik SMA Negeri 1 Slawi. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan SMA Negeri 1 Slawi dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock