Tampilkan postingan dengan label Internasional. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Internasional. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 24 Februari 2018

PWNU DKI Jakarta Perkuat Wawasan Aswaja An-Nahdliyah di Jakarta Selatan

Jakarta, SMA Negeri 1 Slawi - Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) DKI Jakarta dan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Jakarta Selatan menggelar halaqah Aswaja An-Nahdliyyah di aula Darul Marfu‘, Radio Dalam, Jakarta Selatan, Ahad (17/9) pagi. Halaqah di PCNU Jaksel ini merupakan agenda keliling terakhir penguatan Aswaja NU yang dilakukan PWNU DKI Jakarta.

Halaqah ini diikuti oleh pengurus harian banom NU, lembaga NU, serta pengurus harian MWCNU yang ada di Jakarta Selatan.

PWNU DKI Jakarta Perkuat Wawasan Aswaja An-Nahdliyah di Jakarta Selatan (Sumber Gambar : Nu Online)
PWNU DKI Jakarta Perkuat Wawasan Aswaja An-Nahdliyah di Jakarta Selatan (Sumber Gambar : Nu Online)

PWNU DKI Jakarta Perkuat Wawasan Aswaja An-Nahdliyah di Jakarta Selatan

Halaqah ini diisi dengan dua sesi diskusi dengan tema berbeda. Satu sesi membahas materi Aswaja An-Nahdliyah mulai dari sikap keislaman hingga sikap kebangsaan. Sementara sesi kedua membahas dinamika NU paling aktual di lingkungan Jakarta Selatan mulai dari sikap politik hingga pembahasan plang NU di masjid-masjid.

Sekretaris PCNU Jakarta Selata KH Irfan Zidni mengatakan, “Ini keliling terakhir halaqah PWNU DKI Jakarta. Halaqah di PCNU Jakarta Selatan ini merupakan halaqah terbaik dari pelaksanaan halaqah terbaik dari seluruh PCNU di Jakarta sebagaimana pengakuan dari pengurus harian PWNU DKI Jakarta.”

SMA Negeri 1 Slawi

SMA Negeri 1 Slawi

Sementara Ketua PCNU Jakarta Selatan KH Abdurrazak Alwi mengatakan bahwa untuk menangani nahdliyin di Jakarta, pengurus NU harus memiliki pendekatan khusus.

“Pengurus NU harus turun ke bawah, rajin silaturahmi, lalu menggerakkan simpul-simpul kekuatan jamaah. Ujung tombaknya adalah pengurus harian MWCNU. Pengurus NU harus diisi oleh bukan kalangan ustadz dan santri saja, tetapi harus dari pelbagai kalangan. Bukan juga sekadar dzurriyah pendiri NU, tetapi mereka yang mau khidmah untuk NU di Jakarta,” kata Kiai Razak Alwi. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Internasional, Olahraga, Ulama SMA Negeri 1 Slawi

Minggu, 18 Februari 2018

Ansor Sumberdadi Kembangkan Pertanian Organik

Lamonan, SMA Negeri 1 Slawi. Terwujudnya kesejahteraan masyarakat merupakan salah satu tujuan dari program GP Ansor. Untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Sumberdadi yang mayoritas adalah petani,  Pengurus Ranting GP Ansor Sumberdadi, Kecamatan Mantup, Lamongan, Jawa Timur  bersinergi denganLembaga Perekonomian Nahdlatul Ulama menggulirkan 5758_Maju Mapan.

Melalui 5758_Maju mapan, GP Ansor Sumberdadi melakukan gerakan pemberdayaan petani dengan memanfaatkan limbah disekitar menjadi pupuk organik cair dan pupuk kandang. Hal itu sesuai dengan tujuan 5758_Maju yaitu menciptakan pertanian organik dengan memanfaatkan bahan-bahan dari alam, ramah lingkungan dengan biaya yang terjangkau oleh petani di desa.

Ansor Sumberdadi Kembangkan Pertanian Organik (Sumber Gambar : Nu Online)
Ansor Sumberdadi Kembangkan Pertanian Organik (Sumber Gambar : Nu Online)

Ansor Sumberdadi Kembangkan Pertanian Organik

Program yang juga bekerjasama dengan Lembaga Pendidikan Pelestarian Lingkungan (LPPL) Kalibrantas Lamongan, beberapa jenis pupuk organik cair MOL (Mikro Organisme Lokal) yang dikembangkan terdiri dari MOL Buah, MOL Mojo, MOL Rebung, MOL Bonggol pisang dan Pestisida nabati. Selain itu juga pembuatan pupuk kandang dari limbah kotoran ternak.  

Muklisin, Koordinator dari program, mengatakan bahan-bahan yang dapat dimanfaatkan untuk pertanian organik cukup melimpah dan mudah didapatkan, tinggal kemauan kita untuk memanfaatkannya dalam pertanian organik.

SMA Negeri 1 Slawi

"Bahan-bahan dari alam tersebut dapat dimanfaatkan sebagai penyedia unsur hara maupun pengendali organisme penganggu tanaman dan hama penyakit pada tanaman,” kata pria yang telah mendapatkan penghargaan Pemuda Mandiri dari Pemkab Lamongan pada peringatan Hari Sumpah Pemuda 2017,

Ketua LPNU 5758_Maju Mapan PR GP Ansor Sumberdadi, M. Saiful Alam, mengatakan Mikro Organisme Lokal (MOL) adalah pupuk organik cair yang memiliki kandungan mikro organisme setempat (lokal).

Cairan yang terbuat dari bahan-bahan alami disukai sebagai media hidup dan berkembangnya mikro organisme yang berguna untuk mempercepat penghancuran bahan-bahan organik/dekomposer dan sebagai aktivator atau tambahan nutrisi bagi tumbuhan yang sengaja dikembangkan dari mikro organisme yang berada di tempat tersebut.

"Bahan-bahannya banyak tersedia di sekitar kita. Bisa juga memanfaatkan limbah buah-buahan," terangnya.

Ia menambahkan diperlukan waktu untuk dapat melihat hasil dari pengelolaan pertanian secara organik. Namun ia menegaskan paling tidak ini dapat dijadikan salah satu solusi bagi petani di tengah kelangkaan pupuk dan mahalnya biaya produksi pertanian yang sering dikeluhkan oleh masyarakat.

SMA Negeri 1 Slawi

"Untuk berikutnya kita juga akan mengembangkan biogas dari kotoran sapi,” kata Sukamto, Ketua PR GP Ansor Sumberdadi dan pendidik di SMK Ma’arif NU Mantup Lamongan.

Ir. Achmad Yani Mashudi, Direktur LPPL Kalibrantas Lamongan menyatakan siap bekerjasama dengan PR GP Ansor Sumberdadi untuk mengembangkan biogas di masyarakat. LPPL Kalibrantas sendiri telah mengembangkan biogas sejak tahun 2009 melalui Program Pengabdian Masyarakat dari Ponpes Al Hikam Malang. (Red: Kendi Setiawan)

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Internasional, Doa, Humor Islam SMA Negeri 1 Slawi

Sabtu, 17 Februari 2018

RS NU Jombang Dikelola Profesional, Kedepankan Pengabdian Sosial

Bermula pada 19 Ramadhan 1429 H/2008 M, ba’da salat Tarawih Pengurus Harian PCNU mengadakan rapat di kediaman Rais Syuriah membicarakan tentang adanya informasi tawaran bantuan pembangunan Rumah Sakit Nahdlatul Ulama (RS NU) Jombang

Setelah dimusyawarahkan, dengan segala pertimbangannya, rapat memutuskan untuk mendelegasikan Rais Syuriyah, Ketua dan Wakil Ketua Tanfidziyah menghadap ke  Menteri Kesehatan di Jakarta untuk memastikan adanya informasi tersebut.  Difasilitasi  H. Achmad Mundzir, pada 22 Ramadhan delegasi PCNU  diterima  Menteri didampingi  ketua PWNU Jatim KH Hasan Mutawakkil Alallah dan ketua PBNU  KH. Hasyim Muzadi.

RS NU Jombang Dikelola Profesional, Kedepankan Pengabdian Sosial (Sumber Gambar : Nu Online)
RS NU Jombang Dikelola Profesional, Kedepankan Pengabdian Sosial (Sumber Gambar : Nu Online)

RS NU Jombang Dikelola Profesional, Kedepankan Pengabdian Sosial

Dalam pertemuan tersebut  Menteri yang didampingi tiga orang Dirjen menyampaikan kepastian adanya bantuan pembangunan Rumah Sakit untuk Nahdlatul Ulama Jombang. Untuk itu, PCNU berkewajiban menyediakan tanah.

SMA Negeri 1 Slawi

Pada  23 Ramadhan di kediaman Ketua Tanfidiyah PCNU dibahas tentang kepastian menerima tawaran menteri tersebut dilanjutkan membahas langkah-langkah mencari lahan tanah yang disyaratkan. Kemudian dari beberapa alternatif tanah yang disurvei baik dari segi kelayakan, prospek maupun harga dan sistem pembayarannya maka diputuskan untuk memproses tanah yang berlokasi di desa Balong Besuk Ceweng Jombang, yang luas keseluruhannya 5900 meter. Harga yang disepakati PCNU dengan pemilik tanah untuk yang 5200 meter adalah Rp 1,5 milyar dan 700 Meter Rp 200.000.000. Total harga tanah seluas 5900 meter adalah Rp. 1.700.000.000 dengan sistem pembayaran bertahap sampai paling akhir 6 bulan, 31 Maret 2009.

Untuk pembayaran tanah, PCNU mengumpulkan tokoh-tokoh dan pengusaha NU pada tanggal 29 Ramadlan

Penyerahan dana pembelian tanah sudah dilaksanakan pada 15 Oktober 2008. Dan pada  25 Oktober 2008 disepakati perjanjian peralihan nama hak milik sertifikat tanah dari pemilik asal ke Jam’iyyah Nahdlatul Ulama Jombang melalui seorang notaris yang ditunjuk dan kemudian diproses di Badan Pertahanan Kab Jombang.

SMA Negeri 1 Slawi

PCNU mengadakan beberapa kali rapat untuk menyusun skema pembayaran pinjaman dan akhirnya memutuskan langkah-langkah sebagai berikut :

Segera melakukan penggalangan partisipasi keluarga besar NU dan para simpatisan melalui gerakan wakaf dengan skema wakaf tanah per 1 meter seharga Rp. 288.450. (dua ratus delapan puluh delapan ribu empat ratus lima puluh rupiah).

Mengajukan bantuan dana hibah pendampingan ke Pemkab Jombang melalui APBD 2009 sesuai dengan prosedur yang ada. dan setelah melakukan komunikasi dengan Ketua DPRD,  Bupati serta Wakil Bupati disepakati adanya komitmen untuk mendapatkan bantuan tersebut pada APBD 2009.

PCNU hanya berkewajiban menyediakan tanah, seluruh proses pembangunan mulai dari perencanaan dan pelaksanaannya dilaksanakan sepenuhnya oleh Pemerintah Pusat dan Pemerintah Provinsi Jatim sesuai dengan mekanisme yang berlaku.

PCNU dan seluruh jajarannya tidak ikut serta dalam proses pembangunan. Ibaratnya PCNU tinggal menerima kunci bangunan RSNU dari pemerintah apabila sudah jadi.

Bahwa jadwal pelaksanaan pembangunan RSNU menurut informasi dari Pemerintah Pusat dan Pemprov Jatim dimulai akhir bulan proses tender perencanaan Desember pengerjaan fisik dan diperkirakan bulan Agustus 2009 sudah bisa diresmikan, walaupun kemudian pembukaan dan peresmian dilaksanakan pada 10 Maret 2012.

Profil Rumah Sakit Nahdlatul Ulama dapat digambarkan sebagai berikut : Pemilik RSNU adalah Jamiyah Nahdatul Ulama Cabang Jombang, dan bukan atas nama pengurus atau yayasan tersendiri yang dibentuk untuk itu. Sementara legalitas hukum dan keabsahan kepemilikan Jamiyyah NU Cabang Jombang atas RSNU tersebut dibuktikan dengan : kepemilikan tanah RSNU adalah Jam’iyyah NU Jombang, baik sebagai Mauquf alaih atau Mauhub lah. Adapun PCNU Jombang bertindak sebagai nadhir atas tanah tersebut.

Untuk memastikan ke depan supaya tidak terjadi permasalahan-permasalahan dan kemungkinan adanya pembelokan kepemilikan RSNU, maka PCNU telah membentuk tim yang ditugasi untuk mengumpulkan data dan menyusun draft rumusan pedoman dasar yang mengatur tentang pola hubungan kelembagaan antara RSNU dan PCNU, standar manejemen pengelolaan RSNU, standar rekruitmen ketenagaan, standar pengelolaan keuangan dan pertanggung jawabannya.

Hasil rumusan tersebut akan dikaji melalui forum-forum workshop dengan berbagai pihak baik dari internal warga Nahdlatul Ulama dan para ahli dibidangnya. Dan akhirnya Draft tersebut ditetapkan melalui forum musyawarah pleno lengkap PCNU yang dihadiri dan disahkan oleh PWNU dan PBNU.

RS NU akan dikelola secara profesional dengan keunggulan-keunggulan tertentu dengan tetap berprinsip pada pengabdian sosial dan prinsip-prinsip keagamaan Jamiyah Nahdlatul Ulama

Segenap PCNU Jombang mengharap partisipasi dari seluruh jajaran Pengurus dan warga NU di Jombang, para tokoh, jajaran Pemerintah Daerah Kabupaten Jombang untuk sepenuhnya memberikan dukungan dan partisipasi khususnya dalam hal gerakan wakaf tanah.

(bersambung…)

Penulis : Yusuf Suharto

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Pondok Pesantren, Santri, Internasional SMA Negeri 1 Slawi

Jumat, 16 Februari 2018

IPNU Demak Gelar Rapat Konsultasi Bareng IPNU Jateng

Semarang, SMA Negeri 1 Slawi. Menghadapi perhelatan Rapat Koordinasi Wilayah (Rakorwil) yang akan digelar oleh PW IPNU Jawa Tengah awal pekan depan (13-14/4) di Purbalingga, segenap dataran teras IPNU Kabupaten Demak melakukan Rapat Konsultasi dan Diskusi Terbatas dengan IPNU Jawa Tengah, Rabu (8/4) Malam.

IPNU Demak Gelar Rapat Konsultasi Bareng IPNU Jateng (Sumber Gambar : Nu Online)
IPNU Demak Gelar Rapat Konsultasi Bareng IPNU Jateng (Sumber Gambar : Nu Online)

IPNU Demak Gelar Rapat Konsultasi Bareng IPNU Jateng

Kegiatan tersebut berlangsung di Hall PW IPNU-IPPNU Jateng, Jalan Dr Cipto No 180 Semarang. Acara ini berlangsung pasca pelaksanaan Lailatul Ijtima’ yang digelar PWNU Jateng di halaman Kantor PWNU Jateng.

Saat konsultasi dan diskusi terbatas tersebut, Ketua PC IPNU Demak Abdul Halim didampingi Sekretaris PC IPNU Demak Muh Agil NZ, Wakil Ketua Bidang Kaderisasi Muadhom, Wakil Bendahara Rifqi Jamil, Koordinator Departemen Kaderisasi Miftakhurrohman, dan Wakil Koordinator DKC CBP PC IPNU Demak Sutrisno.

SMA Negeri 1 Slawi

Rombongan PC IPNU Demak diterima langsung oleh Amir Musthofa Zuhdi, Ketua PW IPNU Jateng beserta jajaran kepengurusan lain, dalam forum tersebut ada pula Dhuha selaku Koordinator Pelaksana Rakorwil PW IPNU Jateng, Irkhamudin, Irmawan, dan pengurus lain.

“Menyinergikan arah langkah kinerja kepengurusan, menjadi wadah silaturahim antar pengurus PC IPNU Kota/Kabupaten se-Jawa Tengah, adalah salah satu tujuaan kami mengadakan rakorwil,” ungkap Dhuha.

SMA Negeri 1 Slawi

Selain itu, imbuhnya, tujuan Rakorwil kami juga hendak mempersiapkan serta mengkonsolidasikan struktur dataran kepengurusan di PC IPNU dan strategi penguatan organisasi dan kaderisasi.

Sementara itu, Abdul Halim mengatakan, pihaknya menyadari sepenuhnya, bahwa organisasi yang baik adalah yang terukur (ada ukuran jelas baik buruk, banyak sedikit, dll), terarah (dengan aturan) , dan terpimpin (instruksi yang bijak). Menjadi tantangan tersendiri ketika hendak membangun paradigma demikian, terlebih didataran grass root masih banyak yang menjalankan IPNU yang penting kumpul. 

“Hal ini ditambah dengan perubahan gaya hidup pemuda/pelajar sekarang ini yang cenderung hedonis, jadi perlu strategi jitu guna kembangkan organisasi yang tentunya tanpa meninggalkan nilai kearifan lokal yang berlaku ditiap wilayah,” katanya. (Rifki Jamil/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Internasional SMA Negeri 1 Slawi

Minggu, 11 Februari 2018

PMII Kota Banjar: Kembali Menginduk ke NU Tak Relevan

Banjar, SMA Negeri 1 Slawi. Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kota Banjar, Jawa Barat, sepakat menolak ajakan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) untuk bergabung dalam satu organisasi. Berdasarkan hasil Munas-Konbes NU 2014, PBNU memberi tenggang waktu hingga Muktamar 2015 untuk kembali kepangkuannya.

PMII Kota Banjar: Kembali Menginduk ke NU Tak Relevan (Sumber Gambar : Nu Online)
PMII Kota Banjar: Kembali Menginduk ke NU Tak Relevan (Sumber Gambar : Nu Online)

PMII Kota Banjar: Kembali Menginduk ke NU Tak Relevan

Penolakan ini muncul dalam sebuah diskusi PC PMII Kota Banjar di kantor sekretariat setempat, di Jalan Cibeureum, Desa Mulyasari, Kecamatan Pataruman Kota Banjar, Senin (10/11).

Diskusi rutin tersebut memberi tanggapan terhadap imbauan Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj yang mengatakan, Independensi PMII terjadi saat NU aktif sebagai Partai Politik. Setelah NU bukan lagi partai politik seyogianya PMII kembali ke pangkuan NU.

SMA Negeri 1 Slawi

"Nampaknya kurang relevan PMII meniru IMM (Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah) yang menjadi onderbouw ormas Muhammadiyah jika dalil yang dipakai adalah NU saat ini sudah tidak lagi menjadi partai politik,” kata Ketua PC PMII Kota Banjar Muhafid.

SMA Negeri 1 Slawi

Menurutnya, di berbagai kampus yang berlatarbelakang Muhammadiyah justru yang relatif dominan bukan IMM, melainkan KAMMI (Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia), HMI (Himpunan Mahasiswa Islam), atau PMII.

“Apakah kegagalan model ini yang perlu ditiru? Kiranya, perlu kembali diingat bahwa secara historis PMII lahir ketika NU menjadi partai politik dan bukan pada saat menjadi ormas," imbuh Muhafid.

PMII Kota Banjar menilai, PMII lebih tepat tetap independen, sementara NU fokus terhadap kondisi umat Islam yang semakin tergerus oleh Wahabi dengan mengoptimalkan badan otonom, lajnah, dan lembaga NU. (Wahidan-Ahmad M/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Internasional, Halaqoh, Aswaja SMA Negeri 1 Slawi

Minggu, 04 Februari 2018

Gubenur Jatim Dukung Gerakan Sertifikat Tanah NU

Surabaya, SMA Negeri 1 Slawi

Pemerintah Provinsi Jawa Timur mendukung Gerakan Sertifikat Tanah Wakaf Sejuta Nahdliyin yang dilaksanakan oleh Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jatim. Dalam hal ini PWNU Jatim bekerja sama dengan Kementerian Agraria dan Tata Ruang/ Badan Pertanahan Nasional RI dan Bank Tabungan Negara (BTN).

Gubenur Jawa Timur Soekarwo menilai, sertifikat merupakan masalah yang serius karena terkait dengan kepastian hukum, baik tanah milik organisasi maupun yayaan. Langkah PWNU Jatim dinilai sangat bagus. ?

Gubenur Jatim Dukung Gerakan Sertifikat Tanah NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Gubenur Jatim Dukung Gerakan Sertifikat Tanah NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Gubenur Jatim Dukung Gerakan Sertifikat Tanah NU

"Program ini merupakan langkah awal dan baru pertama kali dilakukan di Indonesia. Kalau di Jatim ini berhasil, otomatis langkah ini akan dijadikan contoh untuk program sertifikat tanah wakaf milik NU yang ada di provinsi lain," tegas Gubenur yang disapa Pakde Karwo ini.

SMA Negeri 1 Slawi

Menurutnya, program ini juga akan memberikan nilai tambah bagi pemilik tanah karena member kepastian hukum bagi tanah yang mereka miliki.

Selanjutnya pria yang akrab disapa Pakde Karwo itu menambahkan, peluncuran Gerakan Nasional Wakaf Uang Sejuta Nahdliyin juga sangat bagus. Ia bangga Jatim menjadi proyek percontohan pengembangan ekonomi syariah.

SMA Negeri 1 Slawi

“Salah satunya adalah sekarang ini, yaitu wakaf uang sejuta Nahdliyin, kemudian sertifikat untuk tanah wakaf. Terus yang terkahir adalah bagaimana kemudian uang itu harus diputar untuk dikembangkan secara sariat Islam,” ujarnya. (Rof Maulana/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi AlaSantri, Internasional, Lomba SMA Negeri 1 Slawi

Kamis, 11 Januari 2018

Awal Sya’ban Serentak, Awal Ramadhan Berpotensi Berbeda

Jakarta, SMA Negeri 1 Slawi. Rukyatul hilal atau observasi bulan sabit untuk penentu awal bulan Sya’ban 1435 H yang diselenggarakan pada Kamis (29/5) petang kemarin bertepatan dengan 29 Rajab 1435 H telah dinyatakan berhasil, sesuai dengan prediksi (hisab) dalam almanak NU.

Lajnah Falakiyah PBNU mengikhbarkan, hilal awal Sya’ban telah berhasil di lihat di beberapa titik rukyat antara lain di Balai Rukyat Bukit Condrodipo Gresik oleh Ust H M Inwanuddin, KH A Asyhar Sofwan, dan Ust Khusnul Khoatim.? Di Basmol Basmol Jakarta Barat, hilal disaksikan oleh Ust Abdul Hadi, Ust H Zawawi, dan H Syaroni.

Awal Sya’ban Serentak, Awal Ramadhan Berpotensi Berbeda (Sumber Gambar : Nu Online)
Awal Sya’ban Serentak, Awal Ramadhan Berpotensi Berbeda (Sumber Gambar : Nu Online)

Awal Sya’ban Serentak, Awal Ramadhan Berpotensi Berbeda

Di lokasi rukyat Season City Jakarta, hilal disaksikan oleh Ust Rusli Arsyad MM, KH Ahmad Rohimin,? KH Khudrin Hasbulah, dan KH Ahmad Hariri. Sementara di Pelabuhan Ratu hilal disaksikan oleh KH Yahya dan tim Lajnah Falakiyah PBNU .

SMA Negeri 1 Slawi

“Dengan demikian awal Syaban 1435 H jatuh pada Jum’at 30 Mei 2014, dimulai malam Jum’at ini atas dasar rukyah yang diselenggarakan LFNU petang ini di beberapa lokasi rukyat tersebut,” kata Ketua Lajnah Falakiyah PBNU KH A. Ghazalie Masroeri melalui SMS yang diterima SMA Negeri 1 Slawi beberapa saat setelah pelaksanaan rukyat.

SMA Negeri 1 Slawi

Hasil rukyat ini sesuai dengan data dalam almanak yang diterbitkan oleh Lajnah Falakiyah PBNU untuk markaz Jakarta. Ijtima’ telah terjadi pada pukul 01.38 WIB pada hari pelaksanaan rukyat. Sementara ketinggian hilal sudah mencapai lebih dari 7 derajat dan berada di atas ufuk cukup lama selama 31 menit 52 detik sehingga memudahkan proses rukyat.

Data hisab ini berbeda untuk penentuan awal Ramadhan 1435 H nanti. Ijtima’ atau konjungsi baru terjadi pada pukul 15.07 atau umur hilal hanya sekitar tiga jam dari waktu tenggelam matahari, 29 Sya’ban. Sementara Ketinggian hilal hanya 0 derajat 25 menit di atas ufuk.

Dalam posisi seperti itu hilal dinyatakan belum imkanur rukyat atau tidak mungkin dilihat. Namun pihak yang menggunakan kriteria wujudul hilal seperti Muhammadiyah, yakni asal sudah terjadi ijtima’ sebelum tenggelam matahari, dan hilal sudah di atas ufuk bisa saja menetapkan awal bulan lebih dulu karena tanpa menyaratkan harus melalui proses rukyatul hilal. (A. Khoirul Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Internasional, Pendidikan, Quote SMA Negeri 1 Slawi

Minggu, 07 Januari 2018

Proses Kaderisasi NU Jelas

Pamekasan, SMA Negeri 1 Slawi. NU adalah organisasi yang paling jelas proses kaderisasinya. Tidak hanya berhenti di kalangan mahasiswa dan atau pelajar di lingkungan lembaga pendidikan, melainkan juga hingga ke daerah-daerah terpencil di pelosok desa. Ada istilah Pimpinan Ranting (PR) untuk kepengurusan NU dan perangkat-perangkatnya di tingkat akar rumput.

Proses Kaderisasi NU Jelas (Sumber Gambar : Nu Online)
Proses Kaderisasi NU Jelas (Sumber Gambar : Nu Online)

Proses Kaderisasi NU Jelas

Kesimpulan demikian terbesit ketika sebanyak 30 orang PR IPNU-IPPNU Desa Pamaroh sudah dibentuk, Ahad (8/4) lalau. Pembentukan yang ditempatkan di balai desa tersebut berjalan secara khidmat, disaksikan oleh puluhan petinggi NU Desa Pamaroh. Para pengurus harian IPNU-IPPNU Kadur sebagai penyelenggara dan ketua PC IPNU Pamekasan Nasiruddin menambah suasana pembentukan kian mengesankan.

Pada kesempatan itu, ketua IPNU Kadur Faisol Ansori menekankan betapa pentingnya menyeriusi proses kaderisasi. Dirinya sangat menaifkan ketika ada seseorang langsung dimasukkan ke dalam kepengurusan organisasi NU tanpa melalui proses kaderisasi yang matang dan panjang.

SMA Negeri 1 Slawi

“Kami ke sini dalam rangka silaturahim serta membentuk kader-kader yang mau serius mengabdi dan belajar di NU,” tegas Faisol. “Dan siapa pun yang tidak serius dalam belajar, dengan berat hati kami sangat tidak mereka kader semacam itu. Berorgansiasi di NU butuh keseriusan dan keuletan dalam belajar.”

Berumah tangga saja, lanjut Faisol, masih memerlukan kader. Kehidupan rumah tangga tentu dinilai kurang sempurna tanpa kehadiran seorang kader (keturunan) yang nantinya menjadi penerus perjuangan sang orangtua.

SMA Negeri 1 Slawi

“Sama halnya di NU. Kalau proses kaderisasi di tubuh IPNU maupun IPPNU sudah melemah, maka tunggulah kehancuran NU beberapa tahun ke depan,” katanya dengan nada kalem. “Dan jelas kita tidak menginginkan hal itu.”

Dari itulah pihaknya sangat berharap agar para pengurus PR IPNU-IPPNU Pamaroh bisa diajak kerja sama menghidupkan organisasi NU di tingkat desa, khususnya di Desa Pamaroh.

Pernyataan Faisol Ansori yang disampaikan saat sambutan tersebut mendapat dukungan seutuhnya dari para petinggi NU Pamaroh dan kepala desa Pamaroh. 

“Kami siap mendampingi, membina, dan membantu segala program kerja yang hendak dilaksanakan nanti,” ujar ketua PR NU Pamaroh K Abdus Syukur.

“Saya juga begitu. Saya akan selalu dukung segala kegiatan yang bernafas ke-NU-an,” kata A’wan PR NU Pamaroh yang kini menjabat kepala desa, Ustaz Moh Riski Abdullah.

Semangat berorganisasi tersebut disimak secara serius oleh para pengurus PR IPNU-IPPNU Pamaroh yang merupakan perwakilan dari 4 dusun yang ada di Pamaroh, meliputi Dusun Oray, Madis, Panconan, dan Sumber Waru. Sebelum azan Magrib menggema, pembentukan PR IPNU-IPPNU Pamaroh sudah selesai.

Redaktur: A. Khoirul Anam

Kontributor: Hairul Anam

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Internasional, Tokoh SMA Negeri 1 Slawi

Kamis, 04 Januari 2018

Haram Membawa HP Masuk Masjid

Derasnya kemajuan teknologi-informasi hendaknya dibaengi dengan sikap yang bijaksana. Tidak saja dalam hal pergaulan tetapi juga dalam masalah peribadatan. Karena bila diperhatikan kemajuan teknologi ini satu sisi membawa maslahah dan satu sisi juga mengundang mafsadah. Terkadang maslahahnya terasa begitu besar, tetapi seringkali mafsadahnya juga lebih besar. Peran keduanya sangat bersifat subjektif, tergantung manusia yang menggunakannya.

Memang kemajuan teknolgi-informasi sebagai syarat globalisasi tidak dapat dihindari. Masyarakat muslim sebagai bagian dari masyarakat duniapun ikut menikmati imbasnya. Dalam tamsil yang paling sepele adalah bagaimana kita sering terkaget dan merasa risi ketika nada panggil berbunyi di tengah-tengah jama’ah shalat. Padahal di tembok-tembok masjid itu telah ditempel tulin ‘HP harap dimatikan’ atau berbagai penanda yang menunjukkan larangan membawa atau mengaktifkan HP di masjid.

Nah bagaimanakah fiqih menyikapi realita ini? dalam konteks fiqih masalah semacam ini biasa disebut dengan tayswisy, yaitu berbagai macam tindakan yang mengganggu atau menimbulkan keraguan orang yang berada disekitranya. Biasanya hukum atas tindakan tayswisy ini diklarifikasi lagi.

Apabila memang mengganggu ibadah orang disekitarnya maka hukumnya makruh. Namun jika ternyata tidak mengganggu orang sekitarnya hukumnya diperbolehkan. Dengan catatan bentuk tasywisy itu adalah bacaan al-qur’an, tasbih atau dzikir, sebagaimana diterangkan Ba’lawi al-Hadrami dalam Bughyatul Mustarsyidin

Haram Membawa HP Masuk Masjid (Sumber Gambar : Nu Online)
Haram Membawa HP Masuk Masjid (Sumber Gambar : Nu Online)

Haram Membawa HP Masuk Masjid

جماعة Ù? قرأوÙ? القرأÙ? فى المسجد جهرا ÙˆÙ? Ù? تفع بقرائتهم Ø£Ù? اس ÙˆÙ? تشوش أخروÙ? فإÙ? كاÙ? ت المصلحة أكثر Ù…Ù? المفسدة فالقرأة أفضل وإÙ? كاÙ? ت بالعكس كرهت اهـ فتاوى الÙ? ووÙ?

Jikalau orang berkumpul membaca al-qur’an di dalam masjid dengan lantang, dan bacaan itu membuat sebagian orang disekitar merasa nyaman namun juga menyebabkan sebagian yang lain terganggu, apabila unsur maslahah dalam bacaan alqur’an itu lebih banyak (karena mendengarkan qur’an ada pahalanya) dari pada madharat, maka bacaan (al-qur’an yang lantang) itu lebih utama. Akan tetapi jika bacaan itu banyak mudharatnya (mengganggu orang lain), maka hukumnya makruh. ? ? ?

SMA Negeri 1 Slawi

Lain lagi pendapat al-Turmusi yang tegas mengharamkan tasywisy bila memang terbukti mengganngu orang lain. Walaupun tasywisy itu adalah shalat.

ÙˆÙ? حرم على كل أحد الجهر فى الصلاة وخارجها Ø¥Ù? شوش على غÙ? ره Ù…Ù? Ù? حو مصل أو قارئ أو Ù? ائم

Haram bagi seorang bersuara lantang baik dalam shalat ataupun lainnya apabila mengganggu orang lainnya yang sedang shalat dan membaca qur’an bahkan (mengganggu) orang tidur sekalipun.

Lantas bagaimanakah jika tasywisy itu berasal dari bunyi dering HP, atau suara orang berkomunikasi melalui HP di dalam dalam masjid? Jika melihat dua nash di atas jelas hukumnya haram, baik mengganggu ataupun tidak. Karena bentuk tasywisynya tidak mengandung ibadah yang mendekatkan diri pada Allah swt. Apalagi jika menimbang etika dalam masjid yang merupakan ruang untuk berdzikir Allah swt tidak untuk yang lain.

SMA Negeri 1 Slawi

?

(Redaktur: Ulil Hadrawy)

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi RMI NU, Internasional, Sejarah SMA Negeri 1 Slawi

Rabu, 03 Januari 2018

PBNU Minta Warga Korban Lumpur Direlokasi Permanen

Sidoarjo, SMA Negeri 1 Slawi. Ketua Umum PBNU KH Hasyim Muzadi meminta agar warga yang menjadi korban banjir lumpur di Sidoarjo yang sampai saat ini belum bisa dihentikan direlokasi secara permanen. Upaya ini penting guna menghindari bencana susulan yang bisa datang kapan saja.

Menurut Mantan Ketua PWNU Jatim tersebut, masalah lingkungan memang penting, tapi yang paling penting adalah menyelamatkan manusianya. "Sungai, laut, dan udang memang penting diselamatkan. Tapi, yang paling penting adalah manusia dan lingkungan sekitarnya," kata Hasyim saat berdialog dengan pengungsi di Pasar Porong Baru, Sidoarjo, Senin.

PBNU Minta Warga Korban Lumpur Direlokasi Permanen (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU Minta Warga Korban Lumpur Direlokasi Permanen (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU Minta Warga Korban Lumpur Direlokasi Permanen

Hal ini harus dilakukan dengan segera untuk mengantisipasi kemungkinan terburuk saat musim hujan datang. "Saya dengar, penyumbatan pusat semburan lumpur baru bisa dilakukan akhir Desember. Nah, kalau Oktober sudah masuk musim penghujan, bagaimana?" tanyanya.

Hasyim juga menyatakan kesediaan PBNU untuk menjadi mediator bagi warga dan pemerintah serta pemerintah dengan lapindo dalam upaya relokasi tersebut. Syaratnya, warga sudah punya kesepakatan bulat tentang hal-hal yang akan dikomplainkan tersebut.

"Masalahnya, kita sekarang berkejaran dengan waktu, dengan datangnya musim penghujan, dan dengan kekuatan tanggul (yang berkali-kali jebol)," jelasnya. Kunjungan ini merupakan kali ke dua setelah kunjungannya untuk melihat kondisi luapan Lumpur di dekat sumur migas Banjar Panji I.

Rais Aam PBNU KH Sahal Mahfudz sebelumnya disela-sela Munas NU pada 28-30 Juli di Asrama Haji Sukolilo Surabaya juga telah mengunjungi korban lumpur dan berdialog dengan warga NU setempat. (mkf)

SMA Negeri 1 Slawi

 

SMA Negeri 1 Slawi

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Kajian Sunnah, Internasional, Habib SMA Negeri 1 Slawi

Sabtu, 23 Desember 2017

Mahasiswa Unisnu Manfaatkan Sampah untuk Seni Kreatif

Jepara, SMA Negeri 1 Slawi

Mahasiswa Universitas Islam Nahdlatul Ulama (Unisnu) Jepara yang tergabung dalam Sanggar Seni Eling PMII Cabang Jepara mempunyai kegiatan yang lumayan unik, yakni menggelar kegiatan bertajuk Pelatihan Seni Kreatif dari Sampah.?

Mahasiswa Unisnu Manfaatkan Sampah untuk Seni Kreatif (Sumber Gambar : Nu Online)
Mahasiswa Unisnu Manfaatkan Sampah untuk Seni Kreatif (Sumber Gambar : Nu Online)

Mahasiswa Unisnu Manfaatkan Sampah untuk Seni Kreatif

Kegiatan yang dipusatkan di Kampus Unisnu, Jalan Taman Siswa (Pekeng) Tahunan Jepara, Ahad (20/3) ini diikuti sekitar 20 peserta. Mereka terdiri dari mahasiswa dan masyarakat umum.?

SMA Negeri 1 Slawi

Kegiatan kreatif ini menjadi rangkaian menyambut Harlah Sanggar Seni Eling ke-14 yang bekerjasama dengan Kampung Pintar Jepara.?

Menurut ketua panitia, Khusnul Khamidiyah dalam pelatihan ini peserta membuat kerajinan dari bahan koran, kardus, kantong plastik dan botol plastik. Bahan-bahan bekas ini kemudian dibuat pot dan tas dari koran. Rangkaian bunga dari koran, kardus dan plastik. Sedangkan botol plastik untuk miniatur minion.?

SMA Negeri 1 Slawi

“Karena hanya ditempuh dalam 2 jam karya yang baru bisa dibuat ialah pot bunga dan bunga,” paparnya.?

Pihaknya mengagendakan kegiatan ini dijalankan rutin sepekan sekali. Sehingga nantinya akan menghasilakan berbagai produk. Namun, lanjut Khusnul, pada pertemuan pertama ini baru tahap dasar melipat untuk pembuatan tas. Pada tahap ini latihan dengan menggunakan kertas origami dan kardus bekas. Pertemuan berikutnya sudah menggunakan bahan dari plastik.?

Beragam produk yang dihasilkan nantinya akan dipamerkan dalam Pagelaran Seni Budaya 2016 yang dihelat pada 15-16 April mendatang. “Hasil produk yang dibuat juga akan dipamerkan bersamaan dengan kegiatan yang diikuti Kampung Pintar Jepara,” katanya menambahkan.

?

Penanggung jawab kegiatan, Dziyaul Anwar menegaskan bahwa permasalahan sampah tidak sekadar tugas petugas kebersihan. Namun keberadaan sampah menjadi tugas bersama.?

“Bagaimana kita mampu menjaga kebersihan lingkungan kita sendiri. Dengan begitu berarti secara tidak langsung kita telah menyumbang kebersihan untuk kota kita,” pungkasnya. (Syaiful Mustaqim/Zunus)?

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Internasional SMA Negeri 1 Slawi

Senin, 18 Desember 2017

Dua Kelemahan Ulama Saat Ini, Apa Saja Itu?

Tengerang Selatan, SMA Negeri 1 Slawi



Ulama, kiai, ataupun ustadz adalah gelar bagi orang yang menguasai ilmu-ilmu keagamaan. Mereka biasanya mengamalkan ilmunya kepada umat dengan cara berceramah di depan publik ataupun mengajar di ruang-ruang kelas. 

Dua Kelemahan Ulama Saat Ini, Apa Saja Itu? (Sumber Gambar : Nu Online)
Dua Kelemahan Ulama Saat Ini, Apa Saja Itu? (Sumber Gambar : Nu Online)

Dua Kelemahan Ulama Saat Ini, Apa Saja Itu?

Semakin ke sini, gelar ulama, kiai, ataupun ustadz semakin menjamur di Indonesia. Terutama penceramah yang eksis di televisi.

Peneliti Alai Nadjib mengatakan, ada dua kelemahan yang dihadapi ulama saat ini. Pertama, pengguna kitab-kitab ulama terdahulu. Saat ini ulama lebih cenderung sebagai pengguna dari kitab-kitab ulama terdahulu. Hanya sedikit sekali dari mereka yang melanjutkan pemikiran ulama terdahulu. 

"Tradisi ulama saat ini lebih sebagai user atau pengguna dari kitab-kitab yang ada," kata Alai di Sekretariat Islam Nusantara Center (INC) Tangerang Selatan, Sabtu (9/9).

SMA Negeri 1 Slawi

Kedua, biasa pada tradisi lisan. Alai berpendapat, tidak sedikit ulama yang lahir dari televisi dan itu adalah sebagai produk dari industri. Mereka populer dan menyandang gelar ulama karena disematkan oleh stasiun televisi sehingga masyarakat kemudian mengikutinya.

Saat ini, hanya sedikit sekali ulama yang memiliki karya tulis. Alai menduga, itu disebabkan oleh banyak faktor. Bisa saja mereka tidak menulis karena jadwal ceramah yang begitu padat. Atau memang tidak memiliki tradisi menulis. (Muchlishon Rochmat/Abdullah Alawi)

SMA Negeri 1 Slawi

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Internasional SMA Negeri 1 Slawi

Selasa, 28 November 2017

PMII Ingatkan Jokowi, Kartu Sakti Harus Tepat Sasaran

Bojonegoro, SMA Negeri 1 Slawi. Pengurus Komisariat (PK) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Sunan Giri Bojonegoro, Ahad (23/11), mengingatkan Presiden Joko Widodo agar Kartu Sakti yang diprogramkan pemerintah diberikan kepada warga yang benar-benar tidak mampu.

“Bukan yang mengaku miskin. Data yang digunakan, tambahnya, juga mesti benar-benar valid dan terbaru, bukan data 10 tahun yang lalu,” kata Ketua PK PMII STAI Sunan Giri Bojonegoro Eko Saputro di sela-sela aksi di jalan bersama rekan-rekannya.

PMII Ingatkan Jokowi, Kartu Sakti Harus Tepat Sasaran (Sumber Gambar : Nu Online)
PMII Ingatkan Jokowi, Kartu Sakti Harus Tepat Sasaran (Sumber Gambar : Nu Online)

PMII Ingatkan Jokowi, Kartu Sakti Harus Tepat Sasaran

Selain itu dengan dana hasil pengurangan subsidi tersebut, Presiden juga janji untuk membangun berbagai infrastruktur di seluruh penjuru Indonesia. "Kami berharap janji itu benar-benar terwujud, bukan PHP (pemberi harapan palsu) dan bukan hanya untuk meredam kegundahan rakyat," tandasnya.

SMA Negeri 1 Slawi

Ditambahkan, ia mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk ikut serta mengawal kebijakan ini dan untuk warga yang kaya, jangan merasa miskin hanya untuk mendapatkan kartu sakti. "Karena jika yang kaya mengaku miskin, berarti kalian adalah bagian dari koruptor busuk di negeri ini," tuturnya.

Puluhan aktivis PK PMII STAI Sunan Giri melakukan aksi dorong sepeda motor sebagai bentuk protes terhadap kenaikan BBM. Mereka memulai aksinya dari kampus STAI Sunan Giri Bojonegoro, Jalan A. Yani, dengan berjalan kaki sambil mendorong sepeda motornya menuju ke pertigaan terminal Rajekwesi. Selanjutnya para aktivis dengan membawa bendera menuju perempatan Banjarejo untuk berorasi.

SMA Negeri 1 Slawi

Aksi tersebut mendapat pengawalan ketat aparat kepolisian. Demo yang berlangsug tertib itu juga membuat para pengguna jalan sedikit terganggu. Pasalnya, para mahasiswa yang turun jalan melakukan aksinya di jalur-jalur yang sering dipadati pengguna jalan. (M. Yazid/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Tegal, Internasional SMA Negeri 1 Slawi

Sabtu, 25 November 2017

KPAI: Makin Radikal di Lapas, Anak Pelaku Terorisme Harus Dipulihkan

Jakarta, SMA Negeri 1 Slawi

Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menemukan proses radikalisasi anak pelaku terorisme terjadi di dalam rumah tahanan. Hal itu merupakan akibat terjadinya interaksi dan doktrinasi dari narapidana terorisme dewasa. Padahal, Undang-Undang mengatur anak pelaku terorisme dikualifikasi sebagai korban yang harus mendapat perlindungan khusus. Dan, penanganannya harus mengedepankan pendekatan pemulihan (restoratif justice).

KPAI: Makin Radikal di Lapas, Anak Pelaku Terorisme Harus Dipulihkan (Sumber Gambar : Nu Online)
KPAI: Makin Radikal di Lapas, Anak Pelaku Terorisme Harus Dipulihkan (Sumber Gambar : Nu Online)

KPAI: Makin Radikal di Lapas, Anak Pelaku Terorisme Harus Dipulihkan

"Ini PR besar bagi kita semua dalam penanganan kasus terorisme di Indonesia. Di satu sisi kita harus keras memberi hukuman terhadap pelaku demi melahirkan efek jera, namun di sisi lain kita harus memutus mata rantai terorisme anak dengan pendekatan rehabilitatif dan restoratif," kata Ketua KPAI Asrorun Niam Sholeh, melalui siaran pers, setelah melakukan kunjungan ke Lapas Salemba, Jakarta Pusat, Rabu (28/9).

Menurutnya, khusus terhadap anak yang terpapar ajaran terorisme, harus ada pendekatan khusus, yaitu pendekatan pemulihan (restoratif), bukan pendekatan penghukuman dan pemenjaraan (punitif) sebagaimana orang dewasa yang dijerat kasus terorisme.

SMA Negeri 1 Slawi

"Ini harus menjadi konsen kita bersama. Untuk menangani masalah ini, KPAI dan BNPT saling menjalin komunikasi guna merumuskan mekanisme dan model pencegahan dan penanggulangan anak-anak yang terpapar terorisme dengan pendekatan re-edukasi," jelasnya.

SMA Negeri 1 Slawi

Kasus IAH (terdakwa terorisme anak di Medan) yang sekarang sedang proses peradilan, harus dijadikan momentum untuk penerapan pendekatan keadilan restoratif sebagaimana diatur UU Sistem Peradilan Pidana Anak.

Untuk itu, tambahnya, Jaksa dan Hakim harus berpedoman dan mengedepankan prinsip-prinsip restoratif justice seperti tertuang dalam Sistem Peradilan Pidana Anak (SPPA) dalam pertimbangan dan putusannya.

"Apalagi, anak sudah mengaku salah, menyesali perbuatannya, meminta maaf, dan meminta untuk dibina. Ini adalah momentum besar untuk menyelamatkan anak dari doktrinasi yang lebih mendalam. Jaksa dan hakim punya kewajiban untuk pemulihan," kata Niam.

Dari hasil assesment yang dilakukan oleh Balai Pemasyarakatan (Bapas), penjelasan yang diberikan oleh Kalapas, dan pendalaman yang dilakukan KPAI terhadap anak, menunjukkan bahwa anak masih polos, doktrin terorisme belum terlalu masuk dan peluang untuk pemulihan sangat besar.

KPAI berharap, vonis yang dijatuhkan hakim kepada IAH dalam kerangka pemulihan, misalnya penempatan di lembaga pembinaan khusus untuk reedukasi, bukan vonis yang membunuh masa depan anak, apalagi yang menyuburkan benih radikalisme yang sempat tersemai. (Red: Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Hikmah, AlaSantri, Internasional SMA Negeri 1 Slawi

Wakaf harus Dikelola Profesional

Jakarta, SMA Negeri 1 Slawi

Pengelolaan lembaga wakaf sebagai bagian dari pengembangan peradaban dan mengurangi kemiskinan harus dikelola secara professional, bukan lagi secara tradisional.

Demikian diungkapkan oleh Ketua PBNU Prof. Dr. Masykuri Abdillah dalam acara Sosialisasi Peraturan Perundang-Undangan Wakaf yang diselenggarakan oleh Lembaga Wakaf dan Pertanahan Nahdlatul Ulama (LWPNU) Kamis, (2/8).

Dikatakan oleh Masykuri bahwa Indonesia tertinggal jauh dalam pengelolaan wakafnya dibandingkan negara-negara lain. Bahkan, terdapat lembaga khusus yang namanya wazir aukof yang berfungsi mengelola wakaf-wakaf tersebut.

Wakaf harus Dikelola Profesional (Sumber Gambar : Nu Online)
Wakaf harus Dikelola Profesional (Sumber Gambar : Nu Online)

Wakaf harus Dikelola Profesional

Sejauh ini, wakaf yang ada di Indonesia juga belum dikelola secara produktif. Sebagian besar masih digunakan untuk sarana ibadah seperti masjid dan musholla. Bahkan yang terbesar masih diperuntukkan untuk kuburan.

Guru Besar UIN Syarif Hidayatullah ini menjelaskan sebenarnya PBNU memiliki banyak asset wakaf yang layak untuk dikembangkan menjadi lebih produktif sehingga bisa mendanai kegiatan NU.

“Terdapat beberapa lembaga yang sudah siap mengembangkan tanah wakaf yang dimiliki oleh PBNU jika sertifikatnya sudah beres,” tandasnya.

SMA Negeri 1 Slawi

Potensi lainnya yang bisa dikembangkan adalah kerjasama PBNU dengan Departemen Kehutanan dan Perhutani untuk pengelolaan lahan kritis yang saat ini dikelola lewat Gerakan Nasional Kehutanan dan Lingkungan. (mkf)



Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi

SMA Negeri 1 Slawi Internasional, AlaSantri SMA Negeri 1 Slawi

Kamis, 16 November 2017

Memuji atau Menyembah Rasulullah SAW?

Makna puji dan sembah secara bahasa bukan hanya tidak berjauhan, tetapi juga bertetangga samping menyamping. Keduanya akur di dalam kamus. Tetapi ini juga yang bikin kalap sekelompok kecil umat Islam seperti kesurupan kalau ada saudaranya memuji Rasulullah SAW.

Bagi orang Islam berjumlah kecil ini, memuji dan menjunjung Rasulullah SAW dengan bacaan sholawat atau upacara tertentu sederajat dengan penyembahan lazimnya kepada Allah. Mereka menyebut muslim penyanjung dan pemuji Rasulullah mengidap syirik bahkan kafir.

Memuji atau Menyembah Rasulullah SAW? (Sumber Gambar : Nu Online)
Memuji atau Menyembah Rasulullah SAW? (Sumber Gambar : Nu Online)

Memuji atau Menyembah Rasulullah SAW?

Menanggapi orang kalap itu, Sayid Ahmad Zaini Dahlan seorang mufti yang sangat disegani di Mekah abad 19 itu tidak terpancing geram. Ia cukup duduk di kursinya lalu menulis risalah panjang untuk mematahkan pendapat mereka.

SMA Negeri 1 Slawi

Dalam risalah berjudul Ad-Durorus Saniyyah fir Roddi alal Wahhabiyyah, ulama yang wafat 1886 M ini menyatakan, khayalan mereka itu tidak benar. Masak orang bertawasul dan berziarah ke makam Rasulullah SAW bisa menjadi syirik dan kafir? Padahal Allah sendiri di dalam Al-Quran menyanjung utusan-Nya dengan penghormatan tertinggi dari segala jenis penghormatan yang pernah diberikan-Nya.

Karenanya, kata Syekh Ahmad Zaini Dahlan, kita wajib menakzimkan orang yang ditakzimkan Allah. Dan Dia memerintahkan untuk itu. Semua bentuk ketakziman kepada Rasulullah SAW sama sekali tidak dilarang sejauh menjaga ketentuan syariah dan rambu-rambu keesaan.

SMA Negeri 1 Slawi

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? * ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? .? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ?.. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. “Kalau menyifatkan Rasulullah SAW dengan salah satu sifat ketuhanan, tentu saja kita dilarang. M Said al-Bushairi dalam Qashidah Burdah-nya mengatakan,

‘Tinggalkan dakwaan Nashara untuk nabi mereka * Dan tetapkan sesukamu segala pujian bagi Rasulullah dan bijaklah dalam memujinya’

Sanjungan kepada Rasulullah SAW dengan selain sifat ketuhanan, bukan bentuk syirik dan kafir. Justru itu semua terbilang bakti dan bentuk taqarub terbesar kepada Allah. Demikian juga berlaku kepada mereka yang dimuliakan Allah, seperti para nabi, rasul, malaikat, mereka yang teguh iman, syuhada, dan orang saleh. Dalam surah Al-Haj Allah berfirman, ‘Siapa saja yang mengagungkan syiar-syiar-Nya, maka syiar itu adalah ketakwaan hati.’ Masih di surah yang itu juga, ‘Siapa saja menakzimkan yang dimuliakan Allah, maka tindakannya itu lebih baik baginya di sisi Tuhannya’.”

Bentuk penakziman kepada Rasulullah SAW antara lain menyatakan kebahagiaan di malam kelahiran beliau, membaca kitab maulid, berdiri ketika disebut saat-saat kelahirannya, memberi makanan yang biasa disebut berkat, dan segala bentuk kebaikan yang biasa dilakukan umat Islam di bulan maulid. Semua itu, kata Sayid Ahmad Zaini, diulas ulama secara khusus pada karya mereka. Ulama memberikan perhatian istimewa pada isu ini.

Setuju 100%! kata Syekh Islam Ibrahim al-Bajuri. Dalam menguraikan syair Burdah al-Bushairi di atas, al-Bajuri mengatakan setiap umat Islam harus menyatakan pujian yang layak kepada Rasulullah SAW sesuai dengan pangkat dan derajatnya yang sangat tinggi dan mulia di sisi Allah. Tentu dengan catatan berikut agar tidak offside.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. Rasulullah SAW bersabda, “Jangan kalian sanjung aku kelewat batas seperti umat Nashara menyanjung al-Masih. Tetapi sebutlah aku sebagai hamba dan utusan Allah.”

Semua bentuk pemuliaan dan sanjungan tinggi kepada Rasulullah SAW tidak mengandung kebatilan sejauh tidak menempatkannya sebagai Tuhan. Dan warga NU sudah maklum Rasulullah SAW kendati dikaruniakan Allah derajat sangat istimewa, tetap juga posisinya sebagai makhluk. Demikian keterangan al-Bajuri pada Hasyiyatul Bajuri ala Matnil Burdah. Wallahu A’lam (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Quote, AlaSantri, Internasional SMA Negeri 1 Slawi

Minggu, 12 November 2017

Konstitusi Indonesia Bisa Menjadi Model Negara Muslim Lain

Jakarta, SMA Negeri 1 Slawi. Dengan prinsip pendekatan syariah yang sifatnya substantif serta memiliki model political accountabilitay, konstitusi Indonesia bisa menjadi model bagi negara muslim lainnya di dunia.

Demikian diungkapkan oleh ahli hukum Islam Dr. Nadhirsyah Hosen dalam diskusi Islam dan Negara di kantor Perhimpunan Pengembangan Pesantren dan Masyarakat (P3M) Jakarta, Kamis (27/12).

Konstitusi Indonesia Bisa Menjadi Model Negara Muslim Lain (Sumber Gambar : Nu Online)
Konstitusi Indonesia Bisa Menjadi Model Negara Muslim Lain (Sumber Gambar : Nu Online)

Konstitusi Indonesia Bisa Menjadi Model Negara Muslim Lain

Dikatakan oleh Rais Syuriyah PCI NU Australia ini bahwa dalam Amandem UUD 1945, sama sekali tidak disebut Islam atau syariah sehingga Islam hanya dijadikan sebagai spirit. Konstitusi Indonesia bukanlah negara Islam, tetapi juga bukan negara sekuler.

“Menurut saya, ini lebih mendekati makoshidus syariah (tujuan-tujuan syariah) daripada berbicara secara detail tentang Isinya,” katanya.

 

Dijelaskannya, dalam negara-negara muslim yang moderat, terdapat dua pendekatan, yaitu yang memformalkan syariah dan menjadikannya sebagai satu-satunya atau salah satu sumber sedangkan pendekatan lainnya adalah syariah hanya sebagai spirit.

SMA Negeri 1 Slawi

Negara yang menjadikan syariah sebagai satu-satunya sumber adalah Mesir melalui hasil amandemen pada tahun 1980. Namun hal ini pun tidak berhasil memberlakukan syariah Islam secara keseluruhan dalam kehidupan bernegara karena hal ini lebih pada upaya untuk menenangkan golongan Islam konservatif.

SMA Negeri 1 Slawi

Setelah pemberlakukan syariah Islam sebagai satu-satunya sumber, golongan pendukungnya berusaha untuk merubah hukum pidana yang mengadopsi hukum Perancis, namun oleh MK ditolak karena amandemen tersebut tidak berlaku surut sehingga seolah-olah amandemen tersebut tidak ada artinya.

Demikian pula di Afganistan, syariat Islam diperlakukan sebagai hukum formal, bahkan dengan tegas ditetapkan dengan menggunakan pendekatan Imam Hanafi dan untuk kasus-kasus individu memungkinkan penggunaan syiah.

Di Irak, syariat Islam menjadi salah satu sumber hukum utama, namun ada catatan bahwa hukum tersebut tidak boleh bertentangan dengan demokrasi dan HAM yang menunjukkan adanya kepentingan Amerika Serikat disana.

“Amandemen UUD 1945 benar-benar merupakan produk internal kita sementara konstitusi Irak dan Afganistan adalah hasil pemaksaan AS,” tandasnya. 



Dikatakan oleh Dosen Wollongong University Australia ini bahwa Amandemen UUD 1945 telah mengatur masa jabatan presiden dan bagaimana presiden diangkat dan diturunkan. Format seperti ini belum ada dalam khazanah hukum Islam.

“Dalam konteks Hizbut Tahrir Indonesia (HTI), khilafah menjabat seumur hidup. Pembahasan tentang pemilihan dan impeachment atau menurunkan presiden juga belum ada dalam khazanah fikih klasik, karena itu khalifah turun dengan dibunuh, diracun atau mati dengan sendirinya. Amandemen UUD 1945 telah mengatur semuanya,” katanya.

Mengapa konsep tentang pembatasan jabatan presiden ini belum ada, Hosen menjelaskan aturan pembatasan masa jabatan presiden ini baru ada antara tahun 1926 atau 1928 di Amerika Serikat sehingga rujukan sebelumnya belum ada.

Structur of political accountability inilah, mengutip pendapat Nathan J Brown, menjadi kelemahan konstitusi Islam seperti di negara-negara yang menggunakan Islam sebagai hukum formal seperti di Iran atau Afganistan.

Perjuangan Tujuh Kata Hanya Romantika Sejarah

Hosen juga berpendapat upaya sejumlah partai yang berusaha memasukkan 7 kata Piagam Jakarta yang mereka anggap sebagai simbol formalisasi Islam di Indonesia juga tak akan berarti. Ia berpendapat perjuangan ini hanyalah romantika karena beberapa kali mengalami kekalahan sehingga harus terus diperjuangkan.

“Ini adalah romantika sajarah, dulu pernah kalah dan berusaha lagi, mengapa tidak merubah pasal 29 saja seperti di Mesir, Syariat Islam menjadi salah satu sumber perundangan di Indonesia,” tandasnya.

Demikian pula, meskipun perjuangan mereka berhasil dan 7 kata Piagam Jakarta tersebut masuk dalam konstitusi Indonesia, malah akan terlihat timpang karena banyak sekali pasal lain yang sangat sekuler seperti masih digunakannya bunga dalam sistem perbangkan Indonesia. (mkf)

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Internasional, Ubudiyah, Pahlawan SMA Negeri 1 Slawi

Jumat, 03 November 2017

IAIN Cirebon Latih Santri Al-Hidayah Kihiyang Menghafal Al-Quran

Subang, SMA Negeri 1 Slawi. Dalam rangka melaksanakan pengabdian kepada masyarakat, Prodi Ilmu Al-Quran Dan Tafsir IAIN Syekh Nurjati Cirebon bekerja sama dengan Pesantren Al-Hidayah menggelar Workshop menghapal dan memahami kata ayat Al-Quran dengan metode My Q-Map, kegiatan tersebut digelar di aula Pesantren Al-Hidayah Desa Kihiyang, Kecamatan Binong, Subang, Jawa Barat, Jumat (28/7)

"Melalui kegiatan ini diharapkan akan memudahkan para santri dan para ustadz dalam menghapal Al-Quran, karena My Q-Map dinilai sebagai metode yang mudah dan menyenangkan dalam menghapal Al-Quran," papar Ustadz Ali Imran, Pengasuh Pesantren Al-Hidayah.

IAIN Cirebon Latih Santri Al-Hidayah Kihiyang Menghafal Al-Quran (Sumber Gambar : Nu Online)
IAIN Cirebon Latih Santri Al-Hidayah Kihiyang Menghafal Al-Quran (Sumber Gambar : Nu Online)

IAIN Cirebon Latih Santri Al-Hidayah Kihiyang Menghafal Al-Quran

Ditambahkannya, metode My Q-Map merupakan metode menghafal al-Quran yang diciptakan oleh Hj Dini Widyawati, metode tersebut menggunakan media gambar yang mewakili makna dalam ayat Al-Quran, hal ini sesuai dengan prinsip kerja otak dalam menangkap sesuatu yang mudah yaitu gambar.

"Keunggulan metode My Q-Map; santri mampu menghafal ayat secara acak dan membaca dari akhir ayat sampai ke awal ayat," tambah Sekretaris MWCNU Binong itu.

Sementara itu, Hj Umayah selaku Kepala Prodi Ilmu Al-Quran Dan Tafsir IAIN Syekh Nurjati Cirebon menuturkan bahwa kegiatan ini merupakan kegiatan pembinaan masyarakat yang pertama kalinya dilaksanakan di Subang, karena sebelumnya pembinaan masyarakat hanya sekitar kampus saja.?

SMA Negeri 1 Slawi

"Semoga ini menjadi awal yang baik untuk menjalin silaturahim antara IAIN Syekh Nurdjati Cirebon dengan pesantren-pesantren yang ada di kabupaten subang," imbuhnya.

SMA Negeri 1 Slawi

Selain itu, ia juga berpesan kepada para santri agar tetap semangat dalam ? mempelajari Al-Quran sehingga diharapkan kelak mereka dapat menjadi generasi Qurani. (Aiz Luthfi/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Internasional SMA Negeri 1 Slawi

Selasa, 31 Oktober 2017

IPNU dan IPPNU diminta Jadi Organisasi Kader

Jakarta, SMA Negeri 1 Slawi
Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Puteri Nahdlatul Ulama (IPPNU) diminta menjadi organisasi kader, tidak perlu menjadi organisasi massa apalagi menjadi organisasi politik praktis, cukup Ansor saja yang menjadi organisasi Massa.

Demikian diungkapkan Ketua Umum Tanfidiyah PBNU, KH. Hasyim Muzadi dalam ceramah pembukaan, "Launching Buku Pedoman Pengkaderan IPNU", Pelatihan untuk Pelatih tingkat Nasional? dan Diskusi Panel Dialog Tiga Generasi, di gedung PBNU, Jl. Kramat Raya 164 Jakarta, Senin (11/4). Hadir dalam kesempatan tersebut, Menteri Pemuda dan Olahraga, Adhyaksa Dault, SH, ketua Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama, KH. Nuril Huda dan undangan dari beberapa Ormas pemuda.

Perlunya IPNU dan IPPNU sebagai organisasi kader, kata Hasyim untuk memfokuskan diri kepada pembentukan kader-kader di tingkat sekolah untuk membangun kualitas pemikiran, selain itu juga untuk mengurangi kecenderungan organisasi ini ke arah politik praktis. "Biarlah Ansor saja yang menjadi organisasi massa yang massanya banyak, dan IPNU dan IPPNU tetap menjadi organisai kader, karena organisasi massa itu hitung jumlah kepala, sedangkan organisasi kader itu menghitung isi kepala," ungkap mantan Cawapres PDIP ini.

Karena IPNU dan IPPNU, lanjut mantan Ketua PWNU Jatim ini adalah lembaga yang bertugas melakukan kaderisasi di tingkat pelajar, yang terdiri dari siswa dan santri. Pelajar adalah komponen penting bangsa yang harus mendapat pembinaan dan pemberdayaan yang optimal. Tidak adanya konsentrasi pada segmen ini -seperti yang terjadi pada waktu-waktu lalu- membuat organisasi pelajar NU ini tidak memiliki wadah. Implikasinya, banyak pelajar NU yang "membusuk". "Di sinilah IPNU berperan sebagai wadah yang tidak saja menghimpun, melainkan menjadi "rumah" bagi pengembangan kader pelajar NU," papar Hasyim.

Lalu hendak kemana kader IPNU dan IPPNU menuju ?, menjawab pertanyaan ini, Hasyim mengatakan IPNU dan IPPNU harus jadi orang Islam dulu.? "Saya minta IPNU jadi orang Islam dulu, jangan hanya Insya Allah Islam," katanya disambut tertawa puluhan peserta pelatihan yang terdiri dari pengurus wilayah dan cabang IPNU seluruh Indonesia yang selama empat hari kedepan akan mengadakan pelatihan di Puncak Bogor.

"Ini penting, karena pengamalan keagamaan bukan hanya sebagai tradisi rutinitas, yang tidak memiliki power dalam kehidupan keseharian tetapi nilai keagamaan yang sesuai dengan Ahlus sunnah wal jamaaah ini yang akan menjadi spirit dan ideologi perjuangan bagi setiap warga IPNU dalam pergaulan bermasyarakat dan berbangsa. Jadi komitmen terhadap nilai-nilai keagamaan harus tetap dipegang dan harus menjadi ciri khas perjuangan IPNU." ujar Hasyim.

Selain itu, papar Hasyim, IPNU dan IPPNU harus menjadi orang Indonesia, menjadi pemimpin bagi diri sendiri, lingkungan dan jenjangnya sesuai dengan kemampuan masing-masing, kemudian menjadi profesional yang berdasarkan dimensi keilmuan, etos kerja dan ahlakul karimah dan terakhir menjadi solusi terhadap masalah yang terkait pada dirinya, masyarakat dan bangsanya.

"Ini tahapan yang harus diperhatikan oleh para kader IPNU dan IPPNU untuk menggagas serta mengembangkan kaderisasinya ke arah profesional, inovatif dan tetap berspiritkan landasan keagamaan. Kalau hal ini dilakukan ke depan baik IPNU maupun IPPNU bisa bersaing dan menempatkan kader terbaiknya di setiap lini dalam konteks berbangsa dan bernegara," papar pengasuh Pesantren Mahasiswa Al-Hikam Malang ini. (cih)

?

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Internasional SMA Negeri 1 Slawi

IPNU dan IPPNU diminta Jadi Organisasi Kader (Sumber Gambar : Nu Online)
IPNU dan IPPNU diminta Jadi Organisasi Kader (Sumber Gambar : Nu Online)

IPNU dan IPPNU diminta Jadi Organisasi Kader

Sabtu, 21 Oktober 2017

Bahtsul Masail NU Memberi Warna Kehidupan Berbangsa dan Bernegara

Purwakarta, SMA Negeri 1 Slawi. Forum Bahtsul Masail atau pembahasan sebuah persoalan yang mendasarkan pada kitab-kitab rujukan ulama klasik atau kitab kuning menjadi tradisi Nahdlatul Ulama (NU) sejak lama. Bahkan, Bahtsul Masail yang membahas berbagai permasalah kehidupan telah mewarnai jalannya kehidupan berbangsa dan bernegara.

Hal itu disampaikan oleh Koordinator Bahtsul Masail Musyarawarah Nasional dan Konferensi Besar NU 2017 KH Mujib Qulyubi saat memberikan sambutan pembukaan Pra Munas dan Konbes NU di Pesantren Al-Muhajirin 3 Purwakarta, Jawa Barat, Jumat (10/11).

Bahtsul Masail NU Memberi Warna Kehidupan Berbangsa dan Bernegara (Sumber Gambar : Nu Online)
Bahtsul Masail NU Memberi Warna Kehidupan Berbangsa dan Bernegara (Sumber Gambar : Nu Online)

Bahtsul Masail NU Memberi Warna Kehidupan Berbangsa dan Bernegara

Dalam kegiatan yang dihadiri oleh Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi ini, Kiai Mujib menjelaskan ketika NU menggelar Bahtsul Masail pada Muktamar NU tahun 1936 di Banjarmasin. NU secara tegas merumuskan bentuk negara yang mengakomodasi kehidupan bersama, yaitu negara bangsa.

“Bukan negara Islam maupun negara sekuler tetapi negara yang berdasarkan nilai-nilai agama,” ujar Kiai Mujib.

SMA Negeri 1 Slawi

Pra Munas yang mengambil tema Mencari Jalan Keluar Kesenjangan Ekonomi dan Radikalisme Agama ini, Wakil Rektor UNU Indonesia ini juga menjelaskan, tradisi Bahtsul Masail menunjukkan bahwa NU mendasarkan diri pada metodologi pengambilan hukum Islam yang tidak instan.

“Saat ini tidak sedikit yang menyampaikan sesuatu yang seolah benar padahal itu adalah sebuah kebatilan. Misal jargon kembali pada Al-Qur’an dan Sunnah. Ternyata mereka memahaminya hanya dari terjemahan,” ungkapnya.

SMA Negeri 1 Slawi

Proses pengambilan hukum hanya bersandar dari terjemahan Al-Qur’an dan Sunnah tidak hanya berdampak pada kesempitan dalam berpikir, tetapi juga menjauhkan diri antara guru dengan muridnya, santri dengan kiainya, dan ulama dengan umatnya.

Bahtsul Masail Pra Munas dan Konbes ini meliputi Bahtsul Masail Waqi’iyah (problem tekini), Bahtsul Masail Maudluiyah (tematik), dan Bahtsul Masail Qonuniyah (perundang-undangan).

Dalam kesempatan pembukaan ini, hadir Ketua SC Munas dan Konbes NU KH Mustofa Aqil Siroj,Rais Syuriyah PWNU Jawa Barat KH Abun Bunyamin, Ketua PWNU Jawa Barat KH Hasan Nuri Hidayatullah, Ketua Lakpesdam PBNU Rumadi Ahmad, Ketua PP ISNU Ali Masykur Musa, Wakil Ketua LBM PBNU KH Abdul Moqsith Ghazali, dan tokoh-tokoh lainnya. (Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Santri, Doa, Internasional SMA Negeri 1 Slawi

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs SMA Negeri 1 Slawi sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik SMA Negeri 1 Slawi. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan SMA Negeri 1 Slawi dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock