Tampilkan postingan dengan label Kajian Islam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kajian Islam. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 17 Februari 2018

Pelajar MA Sultan Agung Donorkan Darah di Kodim Pati

Pati, NU online. Sebanyak 28 pelajar yang terdiri atas unsur IPNU-IPPNU dan PMR MA Sultan Agung Sukolilo melakukan aksi kepedulian sosial. Mereka secara suka rela mendonorkan darah di aula Kodim IV/Diponegoro kabupaten Pati.

Anggota PK IPPNU MA Sultan Agung Mega Sabrina menganggap perlunya aksi donor darah oleh kalangan pelajar ini secara rutin sedikitnya setiap tahun.

Pelajar MA Sultan Agung Donorkan Darah di Kodim Pati (Sumber Gambar : Nu Online)
Pelajar MA Sultan Agung Donorkan Darah di Kodim Pati (Sumber Gambar : Nu Online)

Pelajar MA Sultan Agung Donorkan Darah di Kodim Pati

“Aksi ini mendidik secara konkret akan kepedulian sosial. Kami juga akan dengan giat mengajak teman-teman agar mau turut serta dalam kegiatan donor darah,” terang Mega yang kini diamanahkan sebagai Ketua PMR MA Sultan Agung di aula Kodim Pati, Rabu, (3/9).

SMA Negeri 1 Slawi

Serma Prayuda, salah seorang koordinator panitia donor darah menyatakan terima kasih kepada seluruh peserta donor darah terutama kepada anggota Komisariat IPNU-IPPNU dan PMR MA Sultan Agung Sukolilo.

SMA Negeri 1 Slawi

“Mereka dengan inisiatifnya telah membantu suksesnya kegiatan ini,” ujar Serma.

Selain mereka, warga Pati juga terlibat sebagai relawan donor darah pada kesempatan ini. (Moh Syamsul Arifin/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Kajian Islam SMA Negeri 1 Slawi

Jumat, 16 Februari 2018

Untuk Dilantik, GP Ansor Sidoarjo Tunggu SK Pimpinan Pusat

Sidoarjo,? SMA Negeri 1 Slawi?

Usai pelaksanaan Konfercab ke-13 di Pondok Pesantren Bumi Sholawat, Lebo Sidoarjo, beberapa waktu lalu, kini PC GP Ansor Sidoarjo membentuk pengurus baru periode 2016-2021. Ketua GP Ansor Sidoajro H Rizza Ali Faizin telah membentuk kepengurusan struktural di jajarannya.

Dalam menyusunan pengurus, PC GP Ansor telah melibatkan semua unsur banom NU dengan melakukan fit and proper test terhadap semua calon pengurus PC GP Ansor Sidoarjo.

Untuk Dilantik, GP Ansor Sidoarjo Tunggu SK Pimpinan Pusat (Sumber Gambar : Nu Online)
Untuk Dilantik, GP Ansor Sidoarjo Tunggu SK Pimpinan Pusat (Sumber Gambar : Nu Online)

Untuk Dilantik, GP Ansor Sidoarjo Tunggu SK Pimpinan Pusat

Rizza mengaku sudah mengantongi nama yang telah masuk dalam fit and proper test dan memilih sebanyak 26 pengurus harian yang mempunyai integritas serta memenuhi persyaratan. Dari 26 itu di antaranya 9 wakil ketua, 9 wakil sekretaris dan 7 bendahara.

"Dari wakil-wakil pengurus harian PC GP Ansor Sidoarjo tersebut terdapat dari Pengurus Anak Cabang Ansor yang ada di kabupaten Sidoarjo. Selain itu, ada kader fungsional dan kader profesional dari kalangan pemuda Nahdlatul Ulama," kata Rizza, Selasa (10/1).?

SMA Negeri 1 Slawi

Selanjutnya, sambung Rizza, Ansor Sidoarjo akan menyerahkan rekomendasi struktural organisasi ke Pengurus Wilayah GP Ansor Jatim. Setelah mendapat rekom dari PW GP Ansor Jatim, tinggal menunggu surat keputusan dari Pimpinan Pusat GP Ansor, dan selanjutnya dilakukan pelantikan.

"Alhamdulillah tanggal 4 Januari kita sudah bentuk pengurus harian dan sesuai kriteria yang diinginkan. Permohonan rekomendasi juga sudah kita bawa kepada PW Jatim. Setelah itu baru rekomendasi dari Ansor pusat. Kami juga sudah melakukan koordinasi dengan Ketum Ansor dan sudah positif tinggal menunggu dari pimpinan wilayah," pungkasnya. (Moh Kholidun/Abdullah Alawi)

SMA Negeri 1 Slawi

?

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Olahraga, Kajian Islam, Tegal SMA Negeri 1 Slawi

Selasa, 30 Januari 2018

#HarlahNU Kembali Puncaki Trending Topic di Twitter

Jakarta, SMA Negeri 1 Slawi

Tagar #HarlahNU menempati posisi teratas dalam daftar kosakata yang paling banyak diperbincangkan (trending topic) di Twitter untuk kawasan Indonesia, Senin (25/4) setidaknya hingga pukul 10.44 WIB. Kondisi ini mengulang keadaan sebelumnya, Ahad kemarin, yang juga memuncaki posisi trending topic selama lebih dari empat jam.

Para netizen mengunggah berbagai hal seputar NU, baik berupa foto, video, atau kata-kata. Tagar #HarlahNU juga semakin ramai dengan hadirnya akun yang melempar pertanyaan kuis, seperti yang dilakukan akun @NUgarislucu.

#HarlahNU Kembali Puncaki Trending Topic di Twitter (Sumber Gambar : Nu Online)
#HarlahNU Kembali Puncaki Trending Topic di Twitter (Sumber Gambar : Nu Online)

#HarlahNU Kembali Puncaki Trending Topic di Twitter

“Kenapa Kamu Cinta NU? Tulis alasanmu di kolom Replay dengan hastag #HarlahNU. Dapatkan Hadiah "Kopi Suwuk" sekilo untuk 5 twit terbaik,” kicaunya.

SMA Negeri 1 Slawi

Tweet tersebut ditanggapi lebih dari 70 akun, dengan jawaban yang bervariasi. “@NUgarislucu cinta NU tidak memerlukan kejelasan! Karena cinta NU cinta tanpa alasan #HarlahNU,” balas @as_adurrofiq.

SMA Negeri 1 Slawi

Akun @ruaien menjawab dengan nada lain, “@NUgarislucu karena NU sdh mengajarkan sy cara mengejek diri sendiri & cara memuji org lain. Dan dgn NU tertawa jadi lebih ikhlas #HarlahNU.”

Ucapan selamat juga mengalir dari sejumlah politis dan pejabat publik, salah satunya Wali Kota Bandung Ridwan Kamil. “Selamat #HarlahNU ke 93. Semoga selalu menjadi benteng Islam yang kokoh dan toleran di Nusantara,” ujarnya melalui akun pribadinya @ridwankamil.

Selain diperingati berdasarkan kalender masehi, yakni 31 Januari, Nahdliyin juga memperingati hari lahir NU mengikuti hitungan kalender hijriah setiap 16 Rajab yang kali ini persis menapaki tahun ke-93. Peringatan harlah NU pada bulan Rajab juga sesuai dengan amanat Muktamar ke-32 di Makassar tahun 2010 lalu. (Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Pahlawan, Kajian Islam SMA Negeri 1 Slawi

Senin, 22 Januari 2018

PBNU Imbau Lembaga-lembaga Kerja Optimal

Jakarta, SMA Negeri 1 Slawi? . Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj mengimbau kepada pengurus lembaga-lembaga untuk bekerja optimal. Pasalnya apa yang dilakukan pengurus akan disaksikan Allah, warga nahdliyin, dan akan dicatat sejarah.?

Menurut dia, baik buruknya kinerja lembaga-lembaga NU, akan dibaca generasi akan datang. “Sungguh berat!” katanya pada pelantikan lembaga-lembaga di PBNU Jakarta, Rabu (16/9).

PBNU Imbau Lembaga-lembaga Kerja Optimal (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU Imbau Lembaga-lembaga Kerja Optimal (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU Imbau Lembaga-lembaga Kerja Optimal

Ia kemudian mengutip fAl-Quran yang intinya Allah menawarkan amanat kepada bumi, langit, dan gunung. Tapi mereka tidak menerima, sementara manusia menerima.?

SMA Negeri 1 Slawi

Amanat itu kata dia, adalah berani mengucapkan “iya” pada kebenaran. Dan mengatakan “tidak” pada kezaliman. Kata “ya” dan “tidak” sangat gampang diucapkan, tapi susah dilaksanakan.”Mudah-mudahan pengurus lembaga diberi taufik lahir batin dari allah,” harapnya.

Lebih lanjut ia menerangkan, pengurus harian di lembaga-lembaga PBNU mengalami pergantian. Hal itu, sebagaimana pengarahan Rais Aam, sebagai langkah regenerasi, penyegaran.?

SMA Negeri 1 Slawi

“Pergantian beberapa lembaga karena ingin langkah dan kerja makin semangat dan mantap,” ungkapnya. (Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Kajian Islam SMA Negeri 1 Slawi

Rabu, 17 Januari 2018

Ikut Pembaretan, Fatser Tak Mau Kalah dengan Banser

Pringsewu, SMA Negeri 1 Slawi



Satkorcab Banser Pringsewu menggelar Pembaretan bagi sekitar 90 anggota angkatan kedua pada 2017. Kegiatan itu digelar selama dua hari di kompleks gedung NU Pringsewu, 7 dan 8 Oktober.

Pembaretan kali ini lain dari biasanya karena dari 90 peserta yang ikut tersebut ada 22 Fatayat Serbaguna (Fatser) sebagai peserta.Para pemudi dari berbagai kecamatan di Kabupaten Pringsewu ini antusias melaksanakan kegiatan itu meski banyak sekali ujian baik fisik maupun mental. Mereka tidak mau kalah dengan Banser.

Ikut Pembaretan, Fatser Tak Mau Kalah dengan Banser (Sumber Gambar : Nu Online)
Ikut Pembaretan, Fatser Tak Mau Kalah dengan Banser (Sumber Gambar : Nu Online)

Ikut Pembaretan, Fatser Tak Mau Kalah dengan Banser

Menurut Ketua GP Ansor Pringsewu Muhammad Sofyan, para anggota yang mengikuti Pembaretan ini merupakan kader-kader militan yang siap menjaga ulama, Nahdlatul Ulama dan NKRI.

"Mereka mengikuti pembaretan secara suka rela dan dengan biaya mereka sendiri," katanya di sela-sela pemberangkatan anggota untuk melakukan kirab lintas alam menuju makam KH Gholib, Pringsewu, Ahad (8/10).

Sementara itu Ketua PCNU Pringsewu H. Taufiqurrahim yang melepas kirab lintas alam tersebut berharap itu menjadi awal perjuangan untuk menjaga NU dan NKRI serta menegakkan Ahlussunnah wal-Jama’ah.

SMA Negeri 1 Slawi

"Kalian akan melewati perjuangan dalam mendapatkan baret anggota Banser dan Fatser. Setelah dapat gunakan itu untuk berkhidmah di NU. Jangan sampai kalian menyia-nyiakannya," pesannya dalam kegiatan bertema “Perkokoh Semangat Nasionalisme Sebagai Kader Bangsa dan Benteng Ulama”. (Muhammad Faizin/Abdullah Alawi)

SMA Negeri 1 Slawi

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Kajian Islam SMA Negeri 1 Slawi

Rabu, 20 Desember 2017

Peringati Resolusi Jihad, Ansor Surabaya Ziarah Makam Bung Tomo

Surabaya, SMA Negeri 1 Slawi. Pengurus Gerakan Pemuda (GP) Ansor Surabaya ziarah ke makam Pahlawan Nasional Bung Tomo di Ngagel Kota Surabaya Senin (22/10). Ziarah dilakukan dalam rangkaian acara memeringati Resolusi Jihad yang jatuh pada 22 Oktober.

Peringati Resolusi Jihad, Ansor Surabaya Ziarah Makam Bung Tomo (Sumber Gambar : Nu Online)
Peringati Resolusi Jihad, Ansor Surabaya Ziarah Makam Bung Tomo (Sumber Gambar : Nu Online)

Peringati Resolusi Jihad, Ansor Surabaya Ziarah Makam Bung Tomo

Ketua GP Ansor Surabaya Much Asrori mengatakan, ada beberapa agenda yang ? disiapkan dalam dua bulan ini. 10 November yang diperingati sebagai Hari Pahlawan adalah puncak perlawanan arek-arek Suroboyo dalam melawan penjajah Belanda.?

"Namun dalam sejarah bangsa Indonesia ada sebuah keputusan yang menjadi titik tolak semangat Arek Suroboyo dalam komando Bung Tomo, yaitu Resolusi Jihad Nahdatul Ulama (NU)," katanya.

SMA Negeri 1 Slawi

Menurut dia, resolusi Jihad adalah bentuk keputusan yang mengikat dari Ulama se-Jawa dan Madura yakni keputusan untuk "Jihad fi Sabilillah" melawan Belanda dari Tanah Air yang telah diploklamirkan kemerdekaannya pada 17 Agustus 1945.?

SMA Negeri 1 Slawi

"Maka menjadi fardlu ‘ain bagi umat Islam untuk mempertahankan kemerdekaan Negera Republik Indonesia," katanya.

Resolusi Jihad NU yang telah dirumuskan selama dua hari yaitu tanggal 21-22 Oktober 1945 oleh ulama dan kiai-kiai se-jawa dan Madura di Kantor NU Cabang Surabaya yang terletak di Jl. Bubutan VI No. 2 Surabaya.?

Resolusi ini yang kemudian Keputusan Resolusi Jihad tersebut diberikan kepada Bung Tomo. Maka satu-satunya semangat Arek-arek Suroboyo melawan penjajah Belanda khususnya di Surabaya tidak dapat dilepaskan dari Resolusi Jihad NU.

Sebagai generasi muda, lanjut dia, khususnya Gerakan Pemuda Ansor hendaknya meneladani para Kiai dan Ulama serta Tokoh pemuda yang saat itu dengan darah dan nyawanya diberikan untuk menegakkan Negara Republik Indonesia yang telah diproklamasikan pada tanggal 17 Agustus 1945 oleh Bung Karno.

"Maka untuk itu pada 22 oktober, kami usulkan kepada Pemerintah untuk ditetapkan sebagai Hari Resolusi Jihad," katanya.?

Sementara itu, Ketua Panitia Peringatan Resolusi Jihad GP Ansor Surabaya M. Hasyim Asyari mengatakan dua bulan ini bagi Ansor adalah bulan yang penuh Momen bagi generasi muda, 22 Oktober Hari Resolusi Jihad NU, 28 Oktober sebagai hari Sumpah Pemuda dan 10 November sebagai Hari Pahlawan.

Adapun kegiatan memperingati Resolusi Jihad terangkai dalam kegiatan ziarah dan wasilah kepada tokoh Resolusi Jihad yaitu KH Hasyim Asyaari, KH Bisyri Syansuri, KH Wahab Hasbullah, KH Abdullah Abbas Cirebon dan Bung Tomo.

Selain itu, lanjut dia, di puncak acara memeringati Resolusi Jihad NU ini, GP Ansor bekerjasama dengan www.d-onenews.com dan SMA Negeri 1 Slawi Jawa Timur akan menggelar Pameran Foto di Balik Perlawanan Arek-arek Suroboyo 10 Nopember 1945 yang berlangsung pada 5-11 November di atrium Royal Plaza.

"Ada juga diskusi dan bedah buku, Testimoni dan temu Pahlawan 10 November 1945. Lomba Orasi, Lomba mewarnai, dan lomba karya ilmiah," katanya.?

Redaktur ? ? : A. Khoirul Anam

Kontributor: Maulana

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Kajian Islam, Humor Islam, Kajian SMA Negeri 1 Slawi

Selasa, 19 Desember 2017

Temui Bupati Sidoarjo, Panitia Munas ISHARI NU Sampaikan Hal ini

Sidoarjo, SMA Negeri 1 Slawi - Menjelang Musyawarah Nasional (Munas) perdana Ikatan Seni Hadrah Republik Indonesia Nahdlatul Ulama (ISHARI NU), panitia Munas ISHARI menemui Bupati Sidoarjo H Saiful Ilah di Pendopo Delta Wibawa. Di hadapan bupati, panitia menyampaikan beberapa hal terkait pelaksanaan Munas.

Ketua Panitia Munas ISHARI NU H Yusuf Alif mengatakan, Munas ISHARI akan digelar di Sidoarjo pada 20-22 Oktober mendatang dan rencananya akan dihadiri Presiden Joko Widodo.

Temui Bupati Sidoarjo, Panitia Munas ISHARI NU Sampaikan Hal ini (Sumber Gambar : Nu Online)
Temui Bupati Sidoarjo, Panitia Munas ISHARI NU Sampaikan Hal ini (Sumber Gambar : Nu Online)

Temui Bupati Sidoarjo, Panitia Munas ISHARI NU Sampaikan Hal ini

"Pembukaan Munas akan dilaksanakan di stadion Gelora Delta Sidoarjo pada 20 Oktober mendatang. Presiden Joko Widodo yang akan membuka acara tersebut. Dalam pembukaan itu juga akan ditampilkan 30-50 ribu penari sufi. Penampilan ribuan penari sufi ini akan dicatat dalam pemecahan rekor MURI," kata Yusuf, Rabu (6/9).

SMA Negeri 1 Slawi

Ia menambahkan, pelaksanaan sidang-sidang akan dilaksanakan di Hotel Utami Jalan Raya Juanda Sidoarjo pada 21-22 Oktober mendatang.

Sementara itu H Saiful Ilah menyambut baik Munas ISHARI yang akan digelar di Sidoarjo. Pihaknya meminta panitia Munas agar melakukan pertemuan kembali dengan instansi terkait supaya pelaksanaan Munas berjalan lancar dan sesuai yang diharapkan.

SMA Negeri 1 Slawi

"Kami juga meminta kepada UPT GOR Sidoarjo untuk mempersiapkan tempat penyelenggaraannya sehingga acaranya nanti bisa berjalan dengan sukses," pinta pria yang akrab disapa Abah Ipul itu. (Moh Kholidun/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Kajian Islam SMA Negeri 1 Slawi

Selasa, 12 Desember 2017

Peserta Kongres Diundang Bupati Boyolali di Pendhapa Alit Boyolali

Boyolali, NU Online. Para peserta Kongres ke-XVIII Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama di Boyolali Jawa Tengah diminta hadir di Pendhapa Alit Kabupaten Boyolali.

“Malam ini, akan diadakan acara welcome party bersama Bupati Boyolali. Juga pertemuan perwakilan Pengurus Wilayah se-Indonesia,” terang Ketua Pimpinan Wilayah (PW) IPNU Jawa Tengah, Amir Mustofa Zuhdi, saat dihubungi SMA Negeri 1 Slawi Jumat (4/12).

Peserta Kongres Diundang Bupati Boyolali di Pendhapa Alit Boyolali (Sumber Gambar : Nu Online)
Peserta Kongres Diundang Bupati Boyolali di Pendhapa Alit Boyolali (Sumber Gambar : Nu Online)

Peserta Kongres Diundang Bupati Boyolali di Pendhapa Alit Boyolali

Ditambahkan Amir, selain acara penyambutan tersebut, sebagai rangkaian dari kegiatan untuk memeriahkan kongres juga akan diadakan kegiatan apresiasi seni. “Kegiatan tersebut, akan menampilkan berbagai kesenian seperti tari dan sebagainya dari perwakilan cabang Jawa Tengah,” kata dia.

SMA Negeri 1 Slawi

Kegiatan Kongres IPNU-IPPNU yang rencananya selama lima hari (4-8/12) ini, Amir berharap menjadi momentum untuk kembali mempertegas dan memperjelas fungsi serta peran IPNU.

SMA Negeri 1 Slawi

“Khittah IPNU sebetulnya ranah pelajar. Nah, pada kongres nanti semoga ada pembahasan dan penataan ulang khususnya terkait pola kaderisasi di IPNU,” papar Amir.

Dalam kegiatan kongres ini, secara resmi masing-masing cabang berhak untuk mengirimkan masing-masing perwakilan 4 orang anggota IPNU dan 4 orang anggota IPPNU. (Ajie Najmuddin/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Bahtsul Masail, Humor Islam, Kajian Islam SMA Negeri 1 Slawi

Jumat, 08 Desember 2017

PBNU Aktif Wujudkan Swasembada Garam

Jakarta, SMA Negeri 1 Slawi. Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) melibatkan diri secara aktif dalam rangka mengangkat derajat warganya yang selama ini termarjinalkan dalam kegiatan usaha garam. Di lain pihak, pemerintah saat ini sedang mencanangkan terwujudnya swasembada garam nasional.

Demikian dalam dalam siaran pers pelaksanaan Focus Group Discussion (FGD) yang digagas oleh PBNU sebagai respon atas kegelisahan dan keresahan persoalan garam.

PBNU Aktif Wujudkan Swasembada Garam (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU Aktif Wujudkan Swasembada Garam (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU Aktif Wujudkan Swasembada Garam

FGD yang diselenggarakan Jum’at (27/4) hari ini mulai pukul 09.00 – 15.00 WIB di Hotel Sofyan, Jl. Cut Meutia No. 9 Jakarta Pusat, ini melibatkan pakar kelautan dan guru besar IPB Rokhmin Dahuri, ahli pangan dan guru besar UGM sekaligus ketua PBNU Maksum Mahfudz, Direktur Industri Kimia Dasar Kementerian Perindustrian, Tony Tanduk, petani garam Sumenep H. Pandji Taufik, Direktur Distribusi dan Keuangan PT Garam Yulian, Direktur Pemberdayaan Masyarakat Pesisir dan Pengembangan Usaha Kementerian Kelautan dan Perikanan RI Ansori Zawawi, dan Direktur Impor Kementerian Perdagangan Arlinda.

SMA Negeri 1 Slawi

FGD akan ? dihadiri Ketua Umum PBNU KH Said Aqiel Siradj, Wakil Ketua Umum PBNU H As’ad Said Ali, Bendahara Umum PBNU Bina Suhendra, dan peserta terbatas dari kalangan akademisi, pengurus PBNU dan pemerhati,

SMA Negeri 1 Slawi

FGD yang digagas oleh PBNU ini merupakan respon atas kegelisahan dan keresahan persoalan garam. PBNU sebagai organisasi sosial keagamaan yang memayungi jamiyyah Nahdlhyin ingin aktif berperan bersama-sama, mengidentifikasi positioning dan peran sentral PBNU dalam rangka mewujudkan swasembada garam Indonesia.

Masyarakat pesisir khususnya di Pulau Jawa dan Madura, 90 % nya merupakan warga Nahdlatul Ulama. Mereka mendiami wilayah pesisir dan laut, suatu kawasan yang memiliki potensi sangat besar seperti ikan, terumbu karang, sea grass, mangrove serta garam. Potensi ini semua dikelola oleh masyarakat pesisir yang mayoritasnya adalah warga NU.

Terkait dengan potensi garam di wilayah pesisir yang memposisikan warga NU sebagai posisi sentral produksi garam, pada kenyataannya tidak memberikan kontribusi yang signifikan bagi kesejahteraan. Demikian dalam siaran pers pelaksanaan FGD garam.

Redaktur: A. Khoirul Anam

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Kajian Sunnah, Kajian Islam SMA Negeri 1 Slawi

Jumat, 18 Agustus 2017

Tim Delegasi NU untuk Rohingya Tiba di Bangladesh

Dhaka, SMA Negeri 1 Slawi

Tim Delegasi Nahdlatul Ulama (NU) untuk pengungsi Rohingya diberangkatkan dari Bandara Soekarno Hatta, Sabtu (23/9) pagi. Tim tiba di Bandara Internasional Kuala Lumpur Malaysia Pukul 09.30 waktu setempat dan transit selama satu jam. Rombongan melanjutkan perjalanan dan tiba di Bandara Internasional Hazrat Shahjalal, Dhaka, Bangladesh pukul 13.00 waktu Bangladesh.



Koordinator Delegasi Nahdlatul Ulama, Muhammad Wahib mengatakan, pada hari pertama tim akan bertolak ke Kedutan Besar Republik Indonesia (KBRI) untuk melakukan koordinasi dengan KBRI. 

Tim Delegasi NU untuk Rohingya Tiba di Bangladesh (Sumber Gambar : Nu Online)
Tim Delegasi NU untuk Rohingya Tiba di Bangladesh (Sumber Gambar : Nu Online)

Tim Delegasi NU untuk Rohingya Tiba di Bangladesh

“Koordinasi juga dilakukan dengan tim lainnya yang tergabung dalam Aliansi Kemanusiaan Indonesia untuk Myanmar (AKIM),” kata Wahib.

Selain itu, agenda hari ini adalah mendengarkan laporan dari tim advance yang sudah tiba di Bangladesh minggu lalu. Dari laporan tersebut, tim akan membuat perencanaan terkait dengan pembelian dan penyaluran bantuan kepada pengungsi Rohingya di Bangladesh.

Delegasi yang dikirim ke Bangladesh dibagi menjadi tiga tim. Pertama, tim advance yang bertugas mengecek keadaan yang ada di lapangan. Kedua, tim medis yang bertugas untuk memberikan pengobatan kepada pengungsi. Dan terakhir, tim relief yang bertindak mempersiapkan dan menyalurkan bantuan.

SMA Negeri 1 Slawi

Keberangkatan Tim Delegasi Nahdlatul Ulama untuk Rohingya dilaksanakan atas bantuan seluruh komponen NU melalui NU Peduli Rohingya. Masyarakat yang ingin menyalurkan bantuan bagi pengungsi Rohingya dapat mengirimkan melalui rekening NU Care-LAZISNU di nomor rekening BCA 0680 1926 77; BRI 0335 01 000 735 303; BNI 010 857 56 48; Mandiri 123 000 777 1910; atau Mega Syariah 10 000 333 62. Masyarakat juga dapat memantau nominal bantuan yang terkumpul di situs SMA Negeri 1 Slawi(Muchlishon Rochmat/Kendi Setiawan)

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Kajian Islam SMA Negeri 1 Slawi

SMA Negeri 1 Slawi

Kamis, 20 Juli 2017

PBNU: Pemerintah RI Harus Perjuangkan Pengakuan Etnis Rohingya

Jakarta, SMA Negeri 1 Slawi. Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) meminta Pemerintah RI untuk terlibat langsung dalam memperjuangkan hak kewarganegaraan etnis Rohingya di Myanmar. Pemerintah RI menggerakan negara Asean untuk menekan otoritas setempat untuk mengakui kehadiran etnis Rohingya.

“Sejak 1982, kewargaan di Myanmar didasarkan pada etnisitas. Pada peraturan itu, mereka hanya mengakui etnis Bengali, bukan Rohingya. Karena tidak mau dimasukkan ke dalam Bengali, kehadiran etnis Rohingya ditolak otoritas setempat,” kata Ketua PBNU H Slamet Effendi Yusuf di tengah rapat harian Syuriyah dan Tanfidziyah PBNU, di Jakarta, Rabu (27/5) sore.

PBNU: Pemerintah RI Harus Perjuangkan Pengakuan Etnis Rohingya (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU: Pemerintah RI Harus Perjuangkan Pengakuan Etnis Rohingya (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU: Pemerintah RI Harus Perjuangkan Pengakuan Etnis Rohingya

Menurut Slamet, Pemerintah RI memang tidak bisa terlalu jauh untuk menuntut otoritas setempat mengubah peraturan 1982 itu. Itu tidak boleh karena mengganggu kedaulatan otoritas setempat.

SMA Negeri 1 Slawi

Tetapi Pemerintah RI bersama kolega Asean misalnya meminta otoritas setempat untuk membuat regulasi yang mengakomodasi hak-hak komunitas etnis Rohingya.

SMA Negeri 1 Slawi

“RI itu senior di Asean. Upaya ini semestinya bisa dilakukan Pemerintah RI. Inilah sikap NU menanggapi tragedi kemanusiaan terhadap etnis Rohingya,” kata Slamet di hadapan peserta rapat. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Kajian Islam SMA Negeri 1 Slawi

Senin, 05 Juni 2017

Mbah Ngis Dilabrak Perempuan Tak Sabaran

Suatu hari, Mbah Ngismatun Sakdullah Solo (wafat 1994) – biasa dipanggil Mbah Ngis - ? kedatangan tamu sepasang suami istri. Sang suami adalah kawan Mbah Dullah sesama makelar. Bagi Mbah Ngis, sang suami tidaklah asing. Ia memang sering datang ke rumah Mbah Ngis untuk menjemput atau mengantar pulang Mbah Dullah. Sedangkan sang istri baru dikenal Mbah Ngis saat itu.?

Kedatangan tamu pasutri itu ke rumah Mbah Ngis sebenarnya terkait dengan cekcok diantara mereka. Sebelumnya mereka bertengkar di rumah karena sang suami sering pulang dari makelaran dengan tangan hampa. Sementara istrinya sangat membutuhkan uang untuk mencukupi banyak kebutuhan keluarga.?

Mbah Ngis Dilabrak Perempuan Tak Sabaran (Sumber Gambar : Nu Online)
Mbah Ngis Dilabrak Perempuan Tak Sabaran (Sumber Gambar : Nu Online)

Mbah Ngis Dilabrak Perempuan Tak Sabaran

Dalam pertengkaran itu, sang suami mencoba menasehati agar sang istri bisa meniru Mbah Ngis dalam hal kesabaran dan keramahan terhadap suami.?

“Sabar…sabar…,” kata sang suami.?

“Sabar gimana?! Kebutuhan tak bisa dicukupi hanya dengan bersabar. Mana uang?” Pinta sang istri.

“Belum ada uang. Rezeki belum berjodoh.”?

SMA Negeri 1 Slawi

“Kalau begini terus gak kuat aku,” jawab sang istri.?

“Mestinya kamu bisa meniru istri kawanku, Bu Ngis, istri Pak Dullah. Ia sabar dan tak pernah membentak-bentak suami.”

“Mana ada istri sabar terus ketika suami pulang tak bawa uang?” Tanyanya pada sang suami.

SMA Negeri 1 Slawi

“Ada saja. Ya Bu Ngis itu. Kalau gak percaya tak tunjukkan orangnya.”

Pasutri itu kemudian datang ke rumah Mbah Ngis. Sang istri ingin membuktikan kebenaran cerita sang suami tentang Mbah Ngis. Sang istri akhirnya bertemu dengan Mbah Ngis.?

Mereka berkenalan. Tak lama setelah itu sang istri menanyakan kepada Mbah Ngis tentang kebenaran cerita suaminya. Mbah Ngis mempersilakan Mbah Dullah menjawab masalah itu. Mbah Dullah membenarkan semua cerita tentang Mbah Ngis.?

Tak puas dengan jawaban Mbah Dullah, sang istri meminta Mbah Ngis untuk menjawabnya sendiri. Mbah Ngis pun membenarkan apa yang diceritakan Mbah Dullah tentang dirinya.?

Entah setan mana yang merasuki sang istri, ia membentak-bentak Mbak Ngis. Ia mengatakan bahwa seorang istri harus tegas terhadap suami. Jika tak ada uang, suami tak usah dilayani. Ia menyalahkan Mbah Ngis sebagai seorang istri yang bodoh.?

Menanggapi kemarahan dan hujatan seperti itu, Mbah Ngis tak banyak berkomentar. Mbah Ngis hanya mengatakan bahwa sikapnya pada Mbah Dullah sudah benar. Mbah Ngis menjelaskan rezeki keluarga bisa melalui pintu mana saja dan tidak harus atau melulu lewat suami. Mbah Ngis mencontohkan bahwa rezeki yang diterimanya dengan berjualan makanan kecil-kecilan di pondok ? bisa jadi tertuju kepada Mbah Dullah d/a Mbah Ngis.

Mendengar jawaban itu, sang istri mengatakan penjelasan Mbah Ngis sulit diterima akal. Ia meminta diri dan menarik pundak sang suami dengan kasar untuk mengajaknya segera pulang. Memang butuh waktu untuk memahami dan meyakini sesuatu yang transendental karena diperlukan juga ketajaman dan kejernihan mata batin. ?





Muhammad Ishom, dosen Fakultas Agama Islam Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Surakarta

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Kyai, Kajian Islam SMA Negeri 1 Slawi

Rabu, 07 Desember 2016

PBNU Peringati 1 Muharram dengan Istighotsah

Jakarta, SMA Negeri 1 Slawi. Tahun baru Hijriyah yang jatuh pada 1 Muharram atau dalam bahasa Jawa biasa disebut 1 Suro merupakan momen penting bagi umat Islam. Atas jasa Khalifah Umar, 1 Muharram menjadi? awal mula perhitungan tahun dalam kalender Hijriyah.

PBNU Peringati 1 Muharram dengan Istighotsah (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU Peringati 1 Muharram dengan Istighotsah (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU Peringati 1 Muharram dengan Istighotsah

Malam ini seluruh jajaran PBNU juga memperingati tahun baru 1437 H dengan penuh sukacita dan khidmat. Bertempat di masjid An-Nahdlah yang berada di lantai satu gedung PBNU digelar istighotsah yang diikuti oleh Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj, Waketum H Slamet Effendy Yusuf, Sekjen H Helmy Faishal Zaini serta jajaran pengurus lainnya.

Jamaah yang sebagian besar memakai baju putih ini membaca dzikir dan wirid secara bersama-sama, dipandu oleh imam yang menyampaikannya dengan khusu’.?

Istighotsah yang dimulai sesudah shalat maghrib ini berlangsung sekitar satu jam. Para jamaah tetap setia, turut melantunkan doa-doa untuk memohon kebaikan kepada Allah.?

Kiai Said menjelaskan, istighotsah merupakan doa bersama. Siapa tahu diantara jamaah, ada yang dikabulkan doanya. “Apapun yang kita lakukan, harus disertai dengan doa kepada Allah,” tuturnya. (Mukafi Niam)

SMA Negeri 1 Slawi

?

SMA Negeri 1 Slawi

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Kajian Islam, AlaSantri SMA Negeri 1 Slawi

Minggu, 03 Juli 2016

Ini Demo ala Mahasiswa NU Tangerang

Tangerang, SMA Negeri 1 Slawi



Dalam setiap aksi, mahasiswa terkesan beringas nyaris tanpa ampun demi menyampaikan tuntutan. Kadang mereka dianggap tidak beretika kepada pihak yang dituntut.?

Ini Demo ala Mahasiswa NU Tangerang (Sumber Gambar : Nu Online)
Ini Demo ala Mahasiswa NU Tangerang (Sumber Gambar : Nu Online)

Ini Demo ala Mahasiswa NU Tangerang

Namun berbeda dengan mahasiswa Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Sekolah Tinggi Ilmu Syariah Nahdlatul Ulama (STISNU) Nusantara Tangerang. Ketika berdemo, mereka sempat mencium tangan salah satu pejabat dinas di Pemerintah Kota Tangerang.?

Abdul Qodir, salah satu peserta aksi melakukan hal itu. Menurut dia, aksi harus mengedepankan etika.

"Berpendapat tetap harus mengedepankan etika dan moral. Tidak harus dengan marah marah,” kata mahasiswa semester 1 STISNU pada Jumat (21/10) melalui siaran pers.

Kami, kata dia, berdemonstrasu untuk menemukan solusi. Dengan cara santun, terbukti membuahkan hasil. Pada Senin mendatang, peserta aksi diajak rapat bersama pemkot untuk menselaraskan pemikiran agar Tangerang bebas radikalisme.

SMA Negeri 1 Slawi

“Kita menghormati yang lebih tua karena kami mahasiswa NU, Santri Tangerang Raya (Nusantara). Kewajiban yang muda menghormati yang tua," katanya. ?

Setelah menyampaikan tuntutan Tangerang bebas dari paham radikalisme, BEM STISNU yang berjalan kaki 6 km dari kampus Cikokol sampai Balai Kota, mereka diantar Satpol PP kembali ke kampus. ? (Red: Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi

SMA Negeri 1 Slawi PonPes, Kajian Islam SMA Negeri 1 Slawi

Rabu, 03 Februari 2016

Indonesia, Negara dengan Aliran Tarekat Terbanyak di Dunia

Jakarta Selatan, SMA Negeri 1 Slawi. Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj yang kerap disapa Kang Said menyatakan bahwa Indonesia menampung banyak aliran tarekat. Bahkan Indonesia merupakan negara dengan jumlah terbanyak aliran tarekat di dunia.

Di Indonesia ada puluhan tarekat muktabarah, yaitu tarekat yang dianggap tidak menyimpang dari syariat, kata Kang Said di pesantren Ats-tsaqafah Ciganjur, Jakarta Selatan. Jumat (13/12).

Indonesia, Negara dengan Aliran Tarekat Terbanyak di Dunia (Sumber Gambar : Nu Online)
Indonesia, Negara dengan Aliran Tarekat Terbanyak di Dunia (Sumber Gambar : Nu Online)

Indonesia, Negara dengan Aliran Tarekat Terbanyak di Dunia

"Indonesia ini negara luar biasa karena semua aliran tarekat ada di sini. Di Maroko cuma ada berapa seperti Tijaniyah, Syadziliyah. Di Mesir paling ada dua belas atau empat belas. Di Sudan dan Irak hanya ada beberapa,” terang Kang Said.

SMA Negeri 1 Slawi

Sementara Indonesia agak lain, Kang Said. Orang dari Timur Tengah datang semua ke Indonesia. Sehingga, sedikitnya 45 aliran tarekat yang dinilai muktabarah oleh NU. Mereka ini tidak menyimpang dari syariat di luar muktabarah, ada juga tarekat yang dianggap menyimpang seperti akmaliyah yang wahdatul wujud.

SMA Negeri 1 Slawi

Menurut Kang Said, tarekat sendiri adalah metode khusus yang dilakukan seorang sufi dalam naungan kelompok jamaah di bawah bimbingan seorang mursyid. Dengan lain kata, tarekat itu madrasahnya orang sufi.

Awalnya gerakan tasawuf dan tarekat, lanjut Kang Said, lahir pada abad ketiga Hijriyah. Sebelumnya tasawuf masih bersifat individual. Sufi besar di zaman sahabat misalnya Ibnu Umar RA dan Abu Dzar Alghifari RA. Di zaman tabiin ada Imam Hasan Bashri.

Setelah abad ketiga Hijriyah, di tahun dua ratus lebih Hijriyah tasawuf dilakukan oleh kelompok atau orang banyak. Dari situ disebutlah tarekat atau madrasah. Jadi tarekat itu madrasah. Madrasahnya kalangan sufi bernama tarekat, tutup Kang Said, pengasuh Pesantren Ats-tsaqafah. (Aiz Luthfi/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Kajian Islam, Fragmen, AlaNu SMA Negeri 1 Slawi

Sabtu, 17 Januari 2015

Bupati Santri Ini Rutin Subuh Keliling Sapa Warga

Pringsewu, SMA Negeri 1 Slawi - Bupati Pringsewu H Sujadi memiliki kebiasaan khusus untuk menyapa warganya. Alumni Pondok Pesantren Al-Asyariyyah Kalibeber, Jawa Tengah ini rutin kunjungan spontan ke 9 Kecamatan di kabupaten berjuluk Bumi Jejama Secancanan Bersenyum manis ini.

Pada Ramadhan 1437 H, Bupati yang hafal Al-Quran ini lebih mengintensifkan kunjungannya melalui subuh keliling. Dalam kegiatan ini, berjamaah shalat subuh dengan warga sekitar. Setelah itu dimanfaatkannya untuk mendengarkan masukan, harapan, dan permasalahan yang sedang berkembang di daerah tersebut.

Bupati Santri Ini Rutin Subuh Keliling Sapa Warga (Sumber Gambar : Nu Online)
Bupati Santri Ini Rutin Subuh Keliling Sapa Warga (Sumber Gambar : Nu Online)

Bupati Santri Ini Rutin Subuh Keliling Sapa Warga

Beberapa tempat yang sudah dikunjungi Bupati pada Bulan Ramadhan 1437 H ini adalah Masjid KH Shobari Pringsewu Selatan pada Jumat (24/6). Sebelumnya, Mustasyar PCNU Pringsewu ini mengunjungi Musholla Nurul Iman Pekon Sukoharjo II, Musholla Al Furqon Pekon Tokokarto Adiluwih dan Musholla Darul Ulum Pekon Ambarawa.

Masjid dan musholla lain di seluruh kecamatan masih akan dikunjunginya sebagai bentuk kecintaan kepada warga dan Kabupaten Pringsewu. Besar harapan yang sering disampaikannya dalam berbagai kesempatan menjadikan Pringsewu baldatun thoyyibatun qa rabbun ghafur (daerah yang makmur dan selalu mendapatkan perlindungan Allah SWT). (Muhammad Faizin/Abdullah Alawi)

SMA Negeri 1 Slawi

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Kajian Islam SMA Negeri 1 Slawi

SMA Negeri 1 Slawi

Minggu, 13 Juni 2010

Menpora Segera Realisasikan Atlet Peraih Emas Jadi PNS

Jakarta, SMA Negeri 1 Slawi. Menteri Pendidikan dan Olahraga Imam Nahrawi segera merealisasikan janji kepada para atlet Indonesia yang meraih medali emas di SEA Games 2017 Kuala Lumpur 2017 untuk diangkat menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS). Pernyataan tersebut disampaikan setelah Menpora menemui Menpan-RB, Asnan Abnur di Kantor Kemenpan-RB, Selasa (5/9).?

Menpora Segera Realisasikan Atlet Peraih Emas Jadi PNS (Sumber Gambar : Nu Online)
Menpora Segera Realisasikan Atlet Peraih Emas Jadi PNS (Sumber Gambar : Nu Online)

Menpora Segera Realisasikan Atlet Peraih Emas Jadi PNS

Pertemuan itu terkait koordinasi tindak lanjut usulan pengangkatan menjadi PNS yang saat ini berubah nama menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN) bagi para atlet peraih medali emas SEA Games 2017.

"Terima kasih tentunya kepada Menpan RB yang telah memberikan terobosan bagi masa depan atlet. Hal ini sebagai bentuk kesungguhan pemerintah terhadap masa depan atlet. Tentunya atlet tersebut harus memenuhi kualifikasi dan peraturan yang sudah baku di Kemenpan RB, baik dari sisi pendidikan, umur dan sebagainya,” kata Imam Nahrawi usai melakukan pertemuan tertutup dengan Menpan RB Asnan Abnur, Selasa (5/9) siang.

Lebuh lanjut, Imam yang didampingi Deputi Bidang Pembudayaan Olahraga Raden Isnanta dan Asisten Deputi Standardisasi dan Infrastruktur Olahraga Muhamad Hanan Rahmadi menambahkan, kemudahan untuk menjadi PNS merupakan salah satu bonus yang sudah disiapkan.?

"Bonus untuk SEA Games 2017 tidak hanya berupa uang tunai. Tentunya ini merupakan terobosan baru yang disiapkan pemerintah kepada para atlet. Berapa banyaknya atlet yang akan di promosikan menjadi PNS tentu akan diverifikasi lebih lanjut sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” pungkas Imam.

SMA Negeri 1 Slawi

Sementara itu, Menpan-RB Asnan Abnur mengakui pihaknya bersama Kemenpora tengah merancang ? terobosan untuk ? para atlet yang berprestasi khususnya di SEA Games 2017.?

“Ini merupakan terobosan khusus. Ini juga merupakan bentuk apresiasi kepada para atlet yang sudah berprestasi terutama ? di level internasional. ? Dengan demikian, kalau mereka sudah tidak jadi atlet maka mereka bisa bekerja sesuai dengan keahliannya,” tandas Asnan. (Red: Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi

SMA Negeri 1 Slawi Doa, IMNU, Kajian Islam SMA Negeri 1 Slawi

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs SMA Negeri 1 Slawi sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik SMA Negeri 1 Slawi. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan SMA Negeri 1 Slawi dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock