Tampilkan postingan dengan label Tokoh. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tokoh. Tampilkan semua postingan

Jumat, 02 Maret 2018

Belajar dari KH Tholhah Mansur: Catatan Harlah Ke-63 IPNU

Oleh ? Imam Fadlli

“Cita-cita IPNU adalah membentuk manusia berilmu yang dekat dengan masyarakat, bukan manusia calon kasta elit dalam masyarakat.”

Belajar dari KH Tholhah Mansur: Catatan Harlah Ke-63 IPNU (Sumber Gambar : Nu Online)
Belajar dari KH Tholhah Mansur: Catatan Harlah Ke-63 IPNU (Sumber Gambar : Nu Online)

Belajar dari KH Tholhah Mansur: Catatan Harlah Ke-63 IPNU

Itulah sepenggal pidato KH Tholhah Mansur dalam Muktamar IV IPNU di Yogyakarta tahun 1961. Dari kalimat pendek tersebut, sangatlah jelas bahwa Pendiri IPNU mempunyai cita-cita sejak awal bahwa kelahiran IPNU pada tanggal 24 Februari 1954 atau bertepatan dengan tangal 20 Jumadil Akhir 1373 H adalah untuk membentuk dan mencetak pelajar dan santri Nahdlatul Ulama yang berilmu yang tidak berlagak elitis dan eksklusif. Berilmu dalam konteks pidato di atas, mempunyai makna yang kompleks, definisi berilmu disini penulis artikan sebagai kapasitas seorang kader yang harus mempunyai ilmu pengetahuan sekaligus kecerdasan.?

Apa maksud dari pengetahuan dan kecerdasan yang penulis maksud adalah, seorang kader IPNU, adalah agen yang harus mempunyai modalitas wawasan (baca: pengetahuan) yang implementatif, ready to use. Sehingga, kecerdasan disini merupakan upaya untuk mempraktekkan segala wawasan yang dimilikianya. Karena, melalui dua modalitas inilah kader-kader IPNU akan menjadi aset transformasi sosial bagi masyarakat yang lebih luas.

Cita-cita ini, tentu dilandasi dengan asas ideologis yang bersumber dari teks al-Quran, sebagaimana yang teruraikan melalui pesan surah al-Mujadalah: 11 yang menegaskan bahwa Allah akan meninggikan beberapa derajat orang-orang yang beriman diantara kamu dan orang-orang yang berilmu (diberi ilmu pengetahuan) beberapa derajat. Landasan normatif ayat suci inilah yang menjadi pedoman pengembangan pengetahuan sekaligus kecerdasan agar selalu “kehausan” dalam meraup air-air ilmu pengetahun bagi para kader IPNU.

Namun, orientasi keilmuan ini tentu saja bukan dalam rangka mencapai ketinggian derajat semata, karena Kiai Tolchah dalam pidatonya tersebut melakukan taqyid al-makna,? yang menegaskan keilmuan tersebut harus dilandasi sikap yang dekat dengan masyarakat. artinya, kader IPNU harus mempunyai karakter, yaitu sikap yang siap sedia kapanpun masyarakat memanggil. Sehingga, sangat absurd jika ada seorang kader IPNU yang tidak dekat dengan masyarakat, merasa terasing dari denyut kehidupan warganya. Dari fenomena ini, maka harus ada yang dibenahi dari internal individual atau pola kaderisasi yang kurang tepat. Karena, sikap elitis inilah yang sangat dikhawatirkan oleh Kiai Tolchah selaku founding fathers IPNU.

SMA Negeri 1 Slawi

Cita dan asa Kiai Tolchah diatas, selanjutnya disimbolisasikan melalui logo IPNU yang sangat sarat makna. Gambar bulu angsa misalnya, dalam logo tersebut dimaknai sebagai spirit keilmuan yang harus tetap dilakukan oleh para kader, kemudian karakter yang istiqomah, berkomitmen dan selalu tuntas dalam setiap kinerja disimbolkan dengan logo IPNU yang berbentuk bulat.?

SMA Negeri 1 Slawi

Kemudian, bintang yang merupakan benda luar angkasa meniscayakan sebuah ketinggian harapan yang harus selalau tergenggam agar kader-kader tidak hanya hidup tanpa adanya cita-cita yang tinggi. Dari sekelumit kode-kode inilah, sebenarnya karakter keilmuan IPNU termanifestasikan dengan baik. Hal ituharus dipahami dan disadari oleh semua elemen pengurus, anggota, dan seluruh kader.

Sebuah kredo yang terkenal di IPNU: belajar, berjuang dan bertaqwa juga menjadi semacam world view yang mendarah daging, untuk terus melakukan kerja-kerja intelektual, sosial dan spiritual secara sekaligus. Selaras dengan makna nahdlah dalam nomenklatur Nahdlatul Ulama yang berarti kebangkitan agama dan peradaban secara bersama-sama (nahdlah ad-diniyah wal madaniyah ma’an). Melihat kesinambungan gagasan konseptual serta falsafahnya, maka sangat masuk akal jika pembangunan dan keberlangsungan NahdlatulUlama sebagai garda pembentukan peradaban masyarakat Indonesia, berada dipundak kader-kader IPNU.

Untuk itulah, pembangunan kader-kader IPNU sama halnya dengan membangun NU di masa depan, dan memperhatikan NU sama dengan turut andil dalam membangun generasi bangsa Indonesia yang berkualitas di era yang akan datang. Selamat Harlah IPNU ke-63. Belajar, Berjuang dan Bertaqwa.

Penulis adalah Wakil Ketua Umum Pimpinan Pusat IPNU 2015-2018.

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Quote, Berita, Tokoh SMA Negeri 1 Slawi

Senin, 12 Februari 2018

Safari Ramadhan, PWNU DKI Kunjungi MWCNU Se-Jakarta Selatan

Jakarta, SMA Negeri 1 Slawi - Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) DKI Jakarta memanfaatkan momentum Ramadhan sebagai ajang konsolidasi dengan kepengurusan NU di bawahnya. Pengurus Harian NU DKI Jakarta menemui pengurus Majelis Wakil Cabang NU se-Jakarta Selatan di Kantor Sekretariat PCNU Jakarta Selatan di Jalan H Zainudin, Radio Dalam, Gandaria Utara, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Sabtu (11/6) malam.

Kunjungan silaturahmi dan konsolidasi ini diawali dengan khataman Al-Quran dan sembahyang tarawih berjamaah. Forum ini diisi dengan tanya jawab terkait ke-NU-an dan permasalahan ibu kota Jakarta antara pengurus MWCNU dan PWNU DKI Jakarta.

Safari Ramadhan, PWNU DKI Kunjungi MWCNU Se-Jakarta Selatan (Sumber Gambar : Nu Online)
Safari Ramadhan, PWNU DKI Kunjungi MWCNU Se-Jakarta Selatan (Sumber Gambar : Nu Online)

Safari Ramadhan, PWNU DKI Kunjungi MWCNU Se-Jakarta Selatan

“Semoga pertemuan silaturahmi ini menguatkan nahdliyin di Ibu Kota Jakarta,” kata Ketua Panitia Safari Ramadhan Ustadz H Munahar Mukhtar mengawali sambutannya.

SMA Negeri 1 Slawi

Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Jakarta Selatan KH Abdurrazak Alwi mengapresiasi gerakan tangkas pengurus harian NU DKI Jakarta. Menurutnya, tidak lama setelah konferensi wilayah NU pengurus baru harian NU DKI Jakarta segera melangsungkan pelantikan untuk kemudian terus menyapa cabang dan majelis wakil cabang NU di Jakarta.

“Insya Allah Jakarta adem kalau pengurus NU dan nahdliyin bergerak menjalankan amanah organisasi dan menghidupkan tradisi Aswaja NU. Semoga gerakan NU Jakarta ini menjadi etalase kepengurusan NU se-Indonesia,” kata Kiai Abdurrazak.

SMA Negeri 1 Slawi

Sebelum menyapa pengurus MWCNU se-Jakarta Selatan, H Saefullah mendata kehadiran pengurus satu per satu MWCNU. Menurutnya, Jakarta ini penuh dengan masalah.

Pengurus NU di Jakarta, menurutnya, harus kerja keras untuk membenahi Jakarta dan nahdliyin. Kiprah NU dalam pergerakan dan mengisi kemerdekaan Indonesia tidak perlu diragukan. Kini kita mesti meningkatkan pengabdian kita untuk khususnya Jakarta menjadi lebih baik.

“Kalau Pemda DKI Jakarta punya APBD, NU ini seperti kata Ketua PBNU KH Imam Aziz tidak memiliki APBN dan APBD. Tetapi berkah perjuangan para ulama kita, NU harus terus bergerak dari mana rezekinya,” kata H Saefullah disambut gelak tawa hadirin.

Menurutnya, NU sudah terbukti menerima Pancasila dan UUD 1945. Hal ini terbukti dari komitmen NU terhadap Pancasila dan UUD 1945 sebagai landasan ideal dan konstitusional di Indonesia. NU dalam acara formalnya selalu membawakan lagu Indonesia Raya.

Sebelum ditutup dengan doa khatmil Quran oleh KH Muhyiddin Ishaq, Ketua PWNU DKI Jakarta Dr H Saefullah menyerahkan secara simbolis wakaf Al-Quran pribadinya kepada Ketua PCNU Jakarta Selatan KH Abdurrazak Alwi. Sebelum bubar, para hadirin membaca doa kaffaratul majlis yang dipimpin Rais Syuriyah NU Jakarta Selatan KH Lukman Hakim. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Budaya, PonPes, Tokoh SMA Negeri 1 Slawi

Kamis, 08 Februari 2018

Bondan Gunawan Dorong PMII Kembali ke NU

Jakarta, SMA Negeri 1 Slawi. Aktivis senior yang juga mantan Menteri Sekretaris Negara era Presiden KH Abdurrahman Wahid, Bondan Gunawan memberikan motivasi kepada Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) untuk menyatu kembali dalam satu organisasi Nahdlatul Ulama.

Hal itu ia sampaikan saat menyampaikan orasi di hadapan para kader PMII dalam acara peringatan hari pahlawan yang digelar Pengurus Cabang PMII Jakarta Pusat di Tugu Proklamasi, Jakarta, Rabu (12/11) malam. Ia mendorong PMII Jakpus mendukung hasil Musyawarah Nasional Alim Ulama dan Konferensi Besar NU 2014.

Bondan Gunawan Dorong PMII Kembali ke NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Bondan Gunawan Dorong PMII Kembali ke NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Bondan Gunawan Dorong PMII Kembali ke NU

”Sudah saatnya PMII sebagai organisasi kemahasiswaan kembali kepangkuan NU, karena apapun keputusan yang dihasilkan oleh tokoh-tokoh NU merupakan suatu bentuk perhatian orang tua terhadap anaknya. Sebab tidak bisa dipungkiri PMII lahir dari rahim NU,” tandasnya.

SMA Negeri 1 Slawi

Turut hadir pada acara tersebut Ketua Umum PMII DKI Jakarta, PMII Jakarta Timur, PMII Jakarta Utara, dan PMII Jakarta Selatan, serta beberapa perwakilan dari Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Jakarta Pusat yang secara bergantian menyampaikan orasi kebangsaan.

Peringatan hari pahlawan berlangsung khidmat, diawali dengan musikalisasi puisi, dan doa bersama. dan orasi kebangsaan.? Selain Bondan Gunawan, hadir pula menyampaikan orasi anggota Majelis Pembina Nasional PB PMII, Amsar A. Dulmanan.

SMA Negeri 1 Slawi

Dalam kesempatan itu, Amsar mengajak seluruh kader PMII untuk memaknai kembali peringatan hari pahlawan ini. Bukan sekadar mengingat dan mengenang, tetapi menjiwai setiap perjuangan yang telah memakan ribuan jiwa yang rela mengorbankan tumpah darah mereka demi bangsa Indonesia.

”Hidup harus belajar dari masa lalu, dengannya kita akan memahami masa kini untuk membaca masa depan. Menghargai para pahlawan berarti menggali pondasi-pondasi nation building. Jadi, hiduplah untuk masa depan, dengan memahami masa kini, dan menghargai masa lalu,” tegasnya.

Ketua Pimpinan Cabang PMII Jakarta Pusat Daud Gerung mengatakan, kegiatan ini bertujuan untuk membangkitkan semangat pergerakan kader-kader PMII dalam merefleksikan dan mengenang perjuangan para pahlawan yang telah gugur membela dan mempertahankan tanah air.

“Kader PMII sudah seharusnya mampu untuk mengaktualisasikan semangat juang para pahlawan nasional, terutama kiai NU dan laskar santri sehingga apa yang telah dilakukan oleh para pendahulu dengan mudah direalisasikan demi menegakkan keadilan dan kesejahteraan bagi seluruh bangsa Indonesia,” kata Daud. (Rico K. Sanjaya/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Jadwal Kajian, Aswaja, Tokoh SMA Negeri 1 Slawi

STISNU-BKKBN Sosialisasikan Genre

Tangerang, SMA Negeri 1 Slawi - Ketua STISNU Nusantara Tangerang KH Baijuri Khatib mengatakan, pelajar di Tangerang rentan terpengaruh pergaulan bebas dan obat-obatan terlarang. Itu terkait posisi Kota Tangerang yang berdekatan dengan Jakarta.

“Berdasarkan laporan penelitian LPM STISNU ke sekolah-sekolah di Tangerang terkait seks dan obat-obatan terlarang, sangat mencengangkan. Anak-anak SLTA sudah tahu soal itu,” ungkap Wakil Rais Syuriyah PCNU Kota Tangerang itu dalam seminar nasional di Auditorium Hasyim Asy’ari, Jalan Perintis Kemerdekaan II Kota Tangerang, Selasa (14/3).

STISNU-BKKBN Sosialisasikan Genre (Sumber Gambar : Nu Online)
STISNU-BKKBN Sosialisasikan Genre (Sumber Gambar : Nu Online)

STISNU-BKKBN Sosialisasikan Genre

Dalam forum yang sama Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Surya Chandra Pasopati memaparkan, pihaknya tengah gencar menyosialisasikan “Genre”, yakni generasi berencana. Ia mengajak kepada para generasi bangsa untuk mengatakan tidak pada seks bebas, pernikahan dini, dan seks pranikah.

“Di Indonesia tidak hanya kuantitas yang perlu dikendalikan, tapi kualitas harus ditingkatkan. Untuk membangun karakter bangsa Indonesia perlu revolusi mental yang berbasis Pancasila dan UUD 1945,” jelasnya.

SMA Negeri 1 Slawi

Sementara itu, Wakil Ketua Bidang Akademik STISNU Nusantara H Muhammad Qustulani menjelaskan bahwa ketika dua insan melakukan seks bebas kemudian celaka, maka pernikahan yang terjadi bukan direncanakan, melainkan dipaksakan. Akibatnya dalam rumah tangga timbul ketidakkeharmonisan.

SMA Negeri 1 Slawi

“Generasi yang direncanakan adalah sesuai dengan ajaran Islam yakni ulul albab. Generasi yang disiapkan dalam spiritual sejalan dengan intelektual. Dalam Al-Qur’an diingatkan, jangan dekati zina,” papar Qustulani.

Penting bagi umat Islam, lanjut Qustulani, untuk merencanakan sebuah keluarga, agar kelak tercipta generasi yang berkualitas secara intelektual dan keimanan. Sebagai bangsa besar mayoritas Muslim, segala sumber daya mineral di tanah air hendaknya dikelola oleh bangsa sendiri untuk kesejahteraan keluarga Indonesia.

Seminar diselenggarakan atas kerja sama STISNU Nusantara dengan BKKBN RI. Seminar bertema Islam Membincang Seks Bebas & Kenakalan Remaja dihadiri ratusan pelajar dan mahasiswa Kota Tangerang. (Suhendra/Mahbib)



Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Tokoh SMA Negeri 1 Slawi

Rabu, 24 Januari 2018

“Mengikuti Lakut Bagian dari Jihad Fi Sabilillah”

Tasikmalaya, SMA Negeri 1 Slawi

Mengikuti Latihan Kader Utama (Lakut) sama dengan Jihad Fi Sabilillah, tutur pengasuh Pesantren Al Munir Gunung Tanjung, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, Ajengan Muayyad pada pembukaan Lakut Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) se-Priangan Timur yang meliputi Kota Tasikmalaya, Kabupaten Tasikmalaya, Kabupaten Ciamis, Kabupaten Garut, Kota Banjar, dan Kabupaten Pangandaran.

Lakut adalah jenjang kaderisasi formal tingkat lanjut di Ikatan Pelajar NU (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri NU (IPPNU). Menurutnya, Lakut termasuk perjuangan dalam organisasi tingkat pelajar di NU.

“Mengikuti Lakut Bagian dari Jihad Fi Sabilillah” (Sumber Gambar : Nu Online)
“Mengikuti Lakut Bagian dari Jihad Fi Sabilillah” (Sumber Gambar : Nu Online)

“Mengikuti Lakut Bagian dari Jihad Fi Sabilillah”

“Kita perhatikan, penjaga NKRI adalah NU, NU dijaga oleh pelajar-pelajar NU ini, menjaga IPNU juga menjaga Ahlussunah wal Jamaah sebagai aqidah kita, pijakan kita,” ujarnya, Jumat (25/8) itu di hadapan para kader IPNU.

SMA Negeri 1 Slawi

Oleh karena itu, bagi Ajengan Muayyad, mengikuti Lakut adaah bagian dari menjaga NU, menjaga NKRI, menjaga Aswaja. “Dan ini merupakan jalan kita untuk berjihad fisabilillah (di jalan Allah). Ini bentuk jihad kita, tidak harus ngebom dan sebagainya,” tuturnya.

SMA Negeri 1 Slawi

Ia menambahkan, di era globalisasi ini IPNU harus tampil di depan mengawal pelajar dan santri Nahdlatul Ulama untuk tetap berada pada ideologi yang benar demi mengisi kemerdekaan dan memajukan Indonesia.

“Hambatan dan tantangan yang sangat banyak di era ini harus ditaklukan oleh Pelajar NU, teruslah berjuang rekan-rekan pelajar NU, tetap belajar berjuang dan bertaqwa,” pungkas putra pendiri Pesantren Al Munir ini. (Husni Mubarok/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi News, Syariah, Tokoh SMA Negeri 1 Slawi

Kamis, 18 Januari 2018

PP LAZISNU Kunjungi 3 PC di Jawa Tengah

Banyumas, SMA Negeri 1 Slawi



Pengurus Pusat Lembaga Zakat Infak dan Sedekah Nadhlatul Ulama (LAZISNU) melakukukan lawatan ke tiga kantor Pengurus Cabang LAZISNU di Jawa Tengah pada Selasa (11/7). ? Rombongan terdiri dari Ketua LAZISNU Syamsul Huda dan Direktur Penyaluran Slamet Tuhari Ng.?

PP LAZISNU Kunjungi 3 PC di Jawa Tengah (Sumber Gambar : Nu Online)
PP LAZISNU Kunjungi 3 PC di Jawa Tengah (Sumber Gambar : Nu Online)

PP LAZISNU Kunjungi 3 PC di Jawa Tengah

Tempat pertama yang dikunjungi adalah LAZISNU Cilacap. Rombongan diterima di Kantor PCNU Cilacap pada Selasa sore. Rombongan lalu meneruskan perjalanan ke Purbalingga dan Banyumas pada malam harinya. Di Purbalingga, rombongan disambut di Kantor PCNU Purbalingga. Sementara silaturahim di LAZISNU Banyumas dilangsungkan di Kantor LAZISNU di Perumahan Sumampir, Purwokerto.

Ketua LAZISNU Syamsul Huda mengungkapkan lawatan tersebut selain sebagai ajang silaturahim dengan pengurus LAZISNU di daerah, juga untuk mengetahui kinerja LAZISNU daerah, serta mensosialisaikan sejumlah program yang akan dilaksanakan secara nasional.

“Ini sebagai bentuk perhatian dari pengurus pusat, maka kami sengaja datang bersilaturahim ke pengurus cabang LAZISNU Cilacap, Purbalingga dan Banyumas,” kata Syamsul.

Dalam kunjugan tersebut, diisi dengan laporan dari PC LAZISNU Cilacap, Purbalingga dan Banyumas, serta dialog dengan Pengurus Pusat.

SMA Negeri 1 Slawi

“Kami sangat mengapresiasi kerja keras teman-teman pengurus LAZISNU di tingkat cabang. Seperti di Cilacap, kami menerima laporan kegiatan KOIN NU sudah berjalan. Demikian juga di Banyumas dan Purbalingga. Di Banyumas kegiatan KOIN NU sudah dilaksanakan di beberapa kecamatan, dengan dana yang terkumpul rata-rata mencapai 50 juta rupiah. Ini semangat yang harus kita dukung dan terus kita sebarkan,” tambah Syamsul.

Menurutnya ada sejumlah hal yang harus terus diperkuat terkait dengan kinerja LAZISNU di seluruh cabang, salah satunya adalah pengembangan ekonomi melalui zakat produktif. Ia menilai ketiga cabang memiliki potensi yang besar baik dalam pengumpulan dan pengelolaan dana ZIS, maupun pengembangan zakat produktif. Ia menegaskan, melalui LAZISNU, NU dapat berkiprah untuk kebaikan bersama. (Kendi Setiawan/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi

SMA Negeri 1 Slawi Tokoh, Pemurnian Aqidah, Humor Islam SMA Negeri 1 Slawi

Sabtu, 13 Januari 2018

Untuk Apa Bertarekat? Ini Lima Cara Mengubah Sifat Buruk Manusia

Ciputat, SMA Negeri 1 Slawi. KH Akhmad Sodiq menjelaskan bahwa tujuan diajarkannya tarekat adalah untuk melembutkan dan melenturkan perasaan seseorang.

“Tarekat digunakan untuk melembutkan perasaan. Semua sifat buruk akan dilenturkan dengan tarekat,” kata Kiai Sodiq saat menjadi pembicara pada acara Safari Ramadlan Menepis Radikalisme dengan Spiritualisme di Masjid Fathullah, Kampus UIN Ciputat, Rabu (8/6). ?

Untuk Apa Bertarekat? Ini Lima Cara Mengubah Sifat Buruk Manusia (Sumber Gambar : Nu Online)
Untuk Apa Bertarekat? Ini Lima Cara Mengubah Sifat Buruk Manusia (Sumber Gambar : Nu Online)

Untuk Apa Bertarekat? Ini Lima Cara Mengubah Sifat Buruk Manusia

Kiai Sodiq menerangkan, ada lima cara yang bisa mengubah sifat buruk menjadi baik. “Sifat buruk bisa diubah dengan cepat adalah dengan dzikir, ibadah, wuquful qolbi, tawajjuh, dan mujahadah riyadhoh (pembiasaan),” jelas dosen UIN Jakarta tersebut.

Menurutnya, di sekolah hanya menggunakan mujahadah riyadhoh atau pembiasaan sebagai metode untuk mengubah sifat jelek seseorang agar menjadi baik, tetapi kalau di tarekat semuanya diajarkan dan digunakan. Kelima cara tersebut terangkum ke dalam satu wadah, yaitu ibadah.

Ia mengumpamakan sifat jelek itu seperti es batu, sedangkan ibadah itu ibarat matahari.?

SMA Negeri 1 Slawi

“Semakin kuat sinarnya, maka semakin cepat dan mudah es batu tersebut hancur,” tegasnya.?

Lebih lanjut, Kiai Sodiq menjelaskan bahwa tidak sedikit mursyid atau ahli tarekat yang menolak anak muda untuk bergabung ke dalam kelompok tarekat yang mereka pimpin, hal tersebut dikarenakan mereka sangat menjaga tarekat.

“Kalau ada mursyid yang tidak mau mengijazahkan tarekat, jangan su’udzan. Mungkin dia sangat berhati-hati,” tukasnya.

Sementara itu, Ketua Umum Mahasiswa Ahlu At-Thoriqoh Al-Mu’tabaroh An- Nahdliyah (Matan) Cabang Ciputat Ahmad Atmo Prawiro menjelaskan, keberadaan Matan bisa menjadi organisasi alternatif di tengah-tengah mahasiswa yang berpikiran pragmatis.

SMA Negeri 1 Slawi

Pengurus Matan Cabang Ciputat dilantik pada 11 April 2016 di Masjid Fathullah. Mereka secara rutin mengelar pengajian dan diskusi tarekat melalui Café Sufi. (Muchlishon Rochmat/Zunus) ? ?

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Halaqoh, Tokoh SMA Negeri 1 Slawi

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs SMA Negeri 1 Slawi sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik SMA Negeri 1 Slawi. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan SMA Negeri 1 Slawi dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock