Tampilkan postingan dengan label Pahlawan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pahlawan. Tampilkan semua postingan

Kamis, 15 Februari 2018

Habib Luthfy Minta Akhiri Puasa Tunggu Pemerintah

Pekalongan, SMA Negeri 1 Slawi. Habib Muhammad Luthfy Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Pekalongan meminta kepada seluruh umat Islam di Pekalongan untuk menunggu keputusan pemerintah dalam mengakhiri puasa Ramadhan 1433 H.

Habib Luthfy Minta Akhiri Puasa Tunggu Pemerintah (Sumber Gambar : Nu Online)
Habib Luthfy Minta Akhiri Puasa Tunggu Pemerintah (Sumber Gambar : Nu Online)

Habib Luthfy Minta Akhiri Puasa Tunggu Pemerintah

Permintaan ini dilakukan mengingat beberapa waktu yang lalu ada salah satu ormas Islam yang telah mengumumkan awal Syawal 1433 H jatuh pada hari Ahad 19 Agustus 2012, padahal puasa masih berlangsung.

Hal tersebut disampaikan Habib Luthfy kepada perwakilan umat Islam yang hadir pada pertemuan MUI Kota Pekalongan yang berlangsung di rumah Habib Luthfy Jalan dr Wahidin 70, Rabu (16/8).

SMA Negeri 1 Slawi

"Kita sebagai rakyat yang memiliki pemerintahan yang sah, maka sudah seharusnya kita mentaati segala apa yang telah diputuskan oleh pemerintah, termasuk dalam mengakhiri puasa Ramadhan 1433 H yang baru akan diputuskan Sabtu malam besok melalu sidang itsbat," ujarnya.

Dikatakan, sebagai ulil amri, pemerintah tidak saja mengatur masalah masalah kepemerintahan yang bersifat duniawi, akan tetapi juga mengatur masalah ukhrowi seperti mengawali dan mengakhir puasa Ramadhan, hal ini dimaksudkan untuk menjaga persatuan dan kesatuan umat Islam.

SMA Negeri 1 Slawi

Dalam musyawarah yang dihadiri jajaran pengurus cabang NU Kota Pekalongan, perwakilan dari Al Irsyad, STAIN Pekalongan, pengurus thariqah dan ratusan undangan lainnya bersepakat untuk mengakhiri puasa menunggu keputusan pemerintah. 

Meski diprediksi awal Idul Fitri 1433 H akan sama dengan pengumuman salah satu ormas Islam, forum sepakat tetap akan menunggu hasil rukyat sebagai rujukan kepastian bahwa memang telah terjadi bulan baru yang bisa dilihat dengan mata.

Redaktur    : Mukafi Niam

Kontributor: Abdul Muiz P

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Pahlawan, Pertandingan, Kajian Sunnah SMA Negeri 1 Slawi

Rabu, 07 Februari 2018

STAINU-Forluni UI Siapkan Santri Masuk PTN

Jakarta, SMA Negeri 1 Slawi. Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Ulama (STAINU) Jakarta menyiapkan kegiatan Pesantren Kilat (Sanlat) Sukses Masuk Perguruan Tinggi Negeri (PTN) 2013.

Kegiatan akan dilaksanakan pada pertengahan Mei hingga Juni 2013 mendatang, tidak lama setelah Ujian Nasional (UN) selesai.

STAINU-Forluni UI Siapkan Santri Masuk PTN (Sumber Gambar : Nu Online)
STAINU-Forluni UI Siapkan Santri Masuk PTN (Sumber Gambar : Nu Online)

STAINU-Forluni UI Siapkan Santri Masuk PTN

Kegiatan ini diselenggarakan oleh mahasiswa atas izin Lembaga Penelitian Pengembangan dan Pengabdian Masyarakat (LP3M) STAINU Jakarta yang bekerja sama dengan Forum Silaturahim Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia - Universitas Indonesia (Forluni PMII UI).

Sanlat diawali dengan seleksi melalui try out SBMPTN sejak gelombang I pada 4 November 2012 lalu di Pesantren Ekonomi Darul Uchwah, Kedoya – Jakarta Barat dan diikuti tidak kurang dari 90 siswa dari beberapa sekolah yang diundang se-Jakarta Barat serta difasilitatori oleh KH Marsudi Syuhud (Sekretaris Jendral PBNU).

SMA Negeri 1 Slawi

Kegiatan bimbingan belajar melalui Sanlat diharapkan dapat menarik perhatian bagi kalangan siswa-siswi yang ingin melanjutkan pendidikannya ke perguruan tinggi negeri, meskipun kuota tes tulis SBMPTN tahun ini oleh pemerintah dicanangkan hanya 30%, 50% melalui undangan (hasil raport) dan 20% adalah tes tulis di masing-masing perguruan tinggi.

Kendati pun demikian, karena besarnya minat pelajar untuk mengikuti kegiatan ini, maka try out/seleksi kembali digelar pada Ahad, 17 Maret 2013 mendatang (gelombang II) dan diprediksikan akan diikuti tidak kurang dari 80 pelajar SMA/sederajat.

SMA Negeri 1 Slawi

Bahkan tak hanya yang berasal dari Ibukota, panitia “Gebyar Try Out SBMPTN 2013” menyatakan bahwa ada beberapa siswa dari luar DKI Jakarta seperti Cirebon dan Bekasi, meskipun dalam pekan ini seluruh lembaga pendidikan tingkat SMA/sederajat sedang menyelenggarakan Ujian Akhir Sekolah untuk kelas XII.

Menurut pihak panitia, para siswa nampaknya antusias dan sangat berminat untuk mengikuti program Sanlat Sukses Masuk PTN 2013 yang akan diselenggarakan secara intensif dan tidak dipungut biaya ini sehingga mendorong mereka untuk tetap mengikuti try out sebagai syarat untuk resmi menjadi peserta apabila lulus dengan kualifikasi nilai yang cukup.

Alfany (Ketua Forluni PMII UI) memberikan dukungan dan pihaknya akan memfasilitasi soal ujian/try out tersebut melalui sebuah lembaga bimbingan dan konseling, Makara Insani. Selain itu, progres persiapan kegiatan ini terus dilakukan oleh panitia dan terus melakukan komunikasi terhadap pihak sekolah-sekolah yang diundang untuk mengikutsertakan siswa-siswinya atau pun melalui alumni.

Redaktur ? ? : A. Khoirul Anam

Kontributor: Maja Sutedjo

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Pahlawan, Pemurnian Aqidah, Kyai SMA Negeri 1 Slawi

Selasa, 30 Januari 2018

#HarlahNU Kembali Puncaki Trending Topic di Twitter

Jakarta, SMA Negeri 1 Slawi

Tagar #HarlahNU menempati posisi teratas dalam daftar kosakata yang paling banyak diperbincangkan (trending topic) di Twitter untuk kawasan Indonesia, Senin (25/4) setidaknya hingga pukul 10.44 WIB. Kondisi ini mengulang keadaan sebelumnya, Ahad kemarin, yang juga memuncaki posisi trending topic selama lebih dari empat jam.

Para netizen mengunggah berbagai hal seputar NU, baik berupa foto, video, atau kata-kata. Tagar #HarlahNU juga semakin ramai dengan hadirnya akun yang melempar pertanyaan kuis, seperti yang dilakukan akun @NUgarislucu.

#HarlahNU Kembali Puncaki Trending Topic di Twitter (Sumber Gambar : Nu Online)
#HarlahNU Kembali Puncaki Trending Topic di Twitter (Sumber Gambar : Nu Online)

#HarlahNU Kembali Puncaki Trending Topic di Twitter

“Kenapa Kamu Cinta NU? Tulis alasanmu di kolom Replay dengan hastag #HarlahNU. Dapatkan Hadiah "Kopi Suwuk" sekilo untuk 5 twit terbaik,” kicaunya.

SMA Negeri 1 Slawi

Tweet tersebut ditanggapi lebih dari 70 akun, dengan jawaban yang bervariasi. “@NUgarislucu cinta NU tidak memerlukan kejelasan! Karena cinta NU cinta tanpa alasan #HarlahNU,” balas @as_adurrofiq.

SMA Negeri 1 Slawi

Akun @ruaien menjawab dengan nada lain, “@NUgarislucu karena NU sdh mengajarkan sy cara mengejek diri sendiri & cara memuji org lain. Dan dgn NU tertawa jadi lebih ikhlas #HarlahNU.”

Ucapan selamat juga mengalir dari sejumlah politis dan pejabat publik, salah satunya Wali Kota Bandung Ridwan Kamil. “Selamat #HarlahNU ke 93. Semoga selalu menjadi benteng Islam yang kokoh dan toleran di Nusantara,” ujarnya melalui akun pribadinya @ridwankamil.

Selain diperingati berdasarkan kalender masehi, yakni 31 Januari, Nahdliyin juga memperingati hari lahir NU mengikuti hitungan kalender hijriah setiap 16 Rajab yang kali ini persis menapaki tahun ke-93. Peringatan harlah NU pada bulan Rajab juga sesuai dengan amanat Muktamar ke-32 di Makassar tahun 2010 lalu. (Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Pahlawan, Kajian Islam SMA Negeri 1 Slawi

Selasa, 23 Januari 2018

Ada Cerdas Cermat Aswaja Online di Perwimanas

Surabaya, SMA Negeri 1 Slawi. Inilah antara lain yang membedakan perkemahan di lingkungan Ma’arif  NU dengan perkemahan serupa. Ada adu kemampuan dan wawasan keaswajaan ala NU yang dilakukan secara online.

Tidak semata mengasah diri secara fisik dan kemampuan kepramukaan, para peserta Perkemahan Wirakarya Ma’arif  Nasional (Perwimanas) juga akan diuji pengetahuan dan kedalaman materi keaswajaan ala Nahdlatul Ulama. 

Ada Cerdas Cermat Aswaja Online di Perwimanas (Sumber Gambar : Nu Online)
Ada Cerdas Cermat Aswaja Online di Perwimanas (Sumber Gambar : Nu Online)

Ada Cerdas Cermat Aswaja Online di Perwimanas

Ratusan utusan peserta perkemahan akan diadu dalam kegiatan lomba cerdas cermat Aswaja. “Ada sekitar tiga ratus peserta yang akan mengikuti lomba cerdas cermat keaswajaan ini secara online,” kata Sunan Fanani kepada SMA Negeri 1 Slawi (10/6).

SMA Negeri 1 Slawi

Sekretaris PW LP Ma’arif  NU Jawa Timur ini menandaskan pada seleksi awal, setiap Sangga akan mengirimkan utusan untuk beradu kemampuan menjawab sejumlah soal yang telah disediakan panitia. 

“Mereka nantinya akan dikumpulkan di aula madrasah berkapasitas tiga ratus peserta dan diberikan materi soal yang harus dijawab secara serempak,” tandas dosen Fakultas Ekonomi Unair Surabaya ini.

SMA Negeri 1 Slawi

Peserta diwajibkan untuk menjawab setidaknya seratus soal Aswaja yang diselesaikan 120 menit. Namun demikian, para peserta tidak akan dapat saling mencontek lantaran akan mendapatkan soal berbeda. 

“Dengan demikian tidak akan ada kecurangan seperti yang didengar pada pelaksanaan ujian di banyak tempat,” kata mahasiswa program doktor di Unair ini.

Dari tiga ratus peserta yang mengikuti seleksi di babak awal, nantinya akan dipilih hanya 36 peserta untuk maju pada babak berikutnya. 

“Untuk peserta yang masuk seleksi tahap dua nantinya juga akan diberikan soal dengan mekanisme seperti babak awal,” katanya.

Dari 36 peserta akan dipilih 6 peserta dari putera maupun puteri. “Mereka inilah yang akan memasuki babak final dengan memperebutkan juara satu, dua dan tiga,” katanya.

Diluar itu semua, cerdas cermat ini setidaknya memberikan kesan mendalam sehingga saat pulang ke tempat masing-masing, mereka bisa mendapatkan pemahaman dan kedalaman Aswaja NU.

Demikian juga, sebelum berangkat, peserta Perwimanas disyaratkan mengenal teknologi informasi secara baik. Karena semua soal disampaikan dalam bentuk online dengan memanfaatkan jaringan internet yang ada di lokasi. 

“Internet, laptop, komputer dan perangkat komunikasi yang lain adalah sesuatu yang tidak terhindarkan dari seorang pelajar dan aktifis pramuka,” terangnya. “Namun yang harus ditekankan adalah bahwa penguasaan terhadap sejumlah piranti teknologi itu hendaknya dapat dioptimalkan untuk tujuan mulia,” lanjutnya.

“Makna inilah yang akan ditekankan kepada peserta Perwimanas, dengan tetap mendorong mereka untuk menguasai teknologi informasi yang sehat dan bermanfaat,” pungkasnya.

Redaktur    : Mukafi Niam

Kontributor: Syaifullah

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Pahlawan, Doa SMA Negeri 1 Slawi

Bersama Pemerintah dan 11 Ormas, NU Bentuk Aliansi Kemanusiaan untuk Rohingya

Jakarta, SMA Negeri 1 Slawi. Komitmen kemanusiaan untuk minoritas di Rohingya terus dilakukan melalui beberapa langkah serius oleh Nahdlatul Ulama. Salah satu langkah yang dilakukan NU dengan pemerintah dalam hal ini Kementerian Luar Negeri bersama 11 ormas lainnya Membentuk Aliansi Kemanusiaan Indonesia untuk Rohingya.

Bersama Pemerintah dan 11 Ormas, NU Bentuk Aliansi Kemanusiaan untuk Rohingya (Sumber Gambar : Nu Online)
Bersama Pemerintah dan 11 Ormas, NU Bentuk Aliansi Kemanusiaan untuk Rohingya (Sumber Gambar : Nu Online)

Bersama Pemerintah dan 11 Ormas, NU Bentuk Aliansi Kemanusiaan untuk Rohingya

Bersama pemerintah, aliansi ini menggalang bantuan kemanusiaan yang meliputi bantuan kesehatan, makanan dan perlindungan.

Ormas-ormas tersebut berdiskusi dan merumuskan langkah kongkrit dengan Kemenlu untuk membantu menyelesaikan tragedi kemanusiaan yang menimpa minoritas di Rohingya.

Sekretaris Jenderal PBNU HA. Helmy Faishal Zaini mengatakan, apa yang menimpa kaum minoritas di Rohingya harus mendapatkan perhatian serius dan juga langkah kongkret dari berbagai pihak.

SMA Negeri 1 Slawi

"Saya memandang harus ada upaya serius untuk meresolusi konflik dan tragedi kemanusiaan yang ada di Rohingya. Hari ini kita berkumpul di Kemenlu ini dalam rangka merumuskan langkah, strategi, serta kebijakan apa yang harus diambil dalam meredam dan menyelesaikan Tragedi kemanusiaan di Rohingya itu,” ujar Helmy, Kamis (31/8) usai berdiskusi dengan Menlu Retno LP. Marsudi.

Helmy menambahkan bahwa apa yang menimpa minoritas di Rohingya adalah tragedi kemanusiaan yang nyata. "Ini bencana kemanusiaan. Maka tidak bisa kita hanya memakai sudut pandang sempit serta mensimplifikasinya hanya soal urusan agama dan keyakinan," terangnya.

Oleh karena yang terjadi adalah tragedi kemanusiaan, lanjut Helmy, maka semua harus ikut bertanggung jawab atas nama kemanusiaan.

Selain NU, di antara ormas yang hadir ialah Muhammadiyah, Darul Da’wah wal-Irsyad (DDII), Al-Irsyad, Mathlaul Anwar, Dewan Dakwah Islamiyah (DDI), Ikadi, dan ormas lainnya. (Red: Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi

SMA Negeri 1 Slawi Pahlawan, Nusantara SMA Negeri 1 Slawi

Sabtu, 06 Januari 2018

Apresiasi Warga Maluku, Pesantren Tebuireng Cabang Ambon Diresmikan

Ambon, SMA Negeri 1 Slawi. Pengasuh Pesantren Tebuireng Jombang KH Salahuddin Wahid (Gus Sholah) mengapresiasi warga Maluku sebagai masyarakat yang mengalami dan menjiwai makna penting persaudaraan. Hal itu diungkapkan Gus Sholah saat pertemuan dengan para tokoh agama dan peresmian berdirinya Pesantren Tebuireng Cabang Ambon di Batumerah, Ambon, Rabu (5/4).

Menurut Gus Sholah, saat ini masyarakat sudah capek dan sadar, apa pun alasannya, tidak ada manfaat yang bisa diperoleh dari sebuah konflik. Tingkat kerukunan di Maluku juga dinilai semakin membaik, setelah terlepas dari belenggu konflik bernuansa suku, agama, ras, dan antargolongan atau SARA belasan tahun silam. "Mestinya Maluku sudah bisa jadi laboratorium kerukunan umat beragama di Indonesia," ungkap adik kandung Presiden Keempat RI KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) ini.

Apresiasi Warga Maluku, Pesantren Tebuireng Cabang Ambon Diresmikan (Sumber Gambar : Nu Online)
Apresiasi Warga Maluku, Pesantren Tebuireng Cabang Ambon Diresmikan (Sumber Gambar : Nu Online)

Apresiasi Warga Maluku, Pesantren Tebuireng Cabang Ambon Diresmikan

Pada acara yang juga dihadiri Gubernur Maluku Said Assagaf dan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Maluku Fesal Musaad itu, Gus Sholah berharap para pejabat di lingkungan Kantor Wilayah Kementerian Agama dapat menjaga kondusivitas yang sudah berjalan baik.

"Fenomena pilkada DKI harus disikapi dengan bijak, sebagai sebuah pendidikan politik yang mencerahkan. Bukan sebaliknya, malah larut dan ikut-ikutan mengadopsi pola-pola perilaku politik yang tidak baik," pesan salah satu cucu pendiri NU ini.

SMA Negeri 1 Slawi

Dalam pidatonya, Gus Sholah menuturkan bahwa umat Islam memiliki kontribusi yang besar dan signifikan dalam proses tegak dan berdirinya NKRI pada berbagai aspek kehidupan, terutama dalam bidang pendidikan. "Pesantren dengan madrasahnya, sangat besar perannya meski tidak mendapatkan bantuan dari negara," tegasnya.

Pada kesempatan tersebut, Gus Sholah juga mengkritik belum diterapkannya Pancasila secara penuh dalam kehidupan bernegara. "Kelima sila Pancasila memang belum sepenuhnya bisa dilaksanakan oleh negara, terutama sila kedua dan kelima tentang keadilan sosial, dengan sila ketiga sebagai resultannya," tutur mantan Wakil Ketua Komnas HAM ini.

Cabang Tebuireng Kesebelas

SMA Negeri 1 Slawi

Dengan berdirinya pesantren di Ambon ini, Pesantren Tebuireng telah memiliki 11 cabang yang tersebar di beberapa provinsi di Indonesia. Mulai dari Jawa Timur, Jawa Barat, Riau, Sulawesi Utara, hingga Sumatera Utara.

Direktur Pendidikan Pesantren Tebuireng Kusnadi menuturkan, inisiator pendirian Pesantren Tebuireng Cabang Ambon ini adalah mantan Kepala Kanwil Kemenag Maluku HM Attamimy. Pria yang sekarang menjadi guru besar IAIN Ambon ini mendapatkan wakaf tanah seluas 2.500 meter persegi dari mantan hakim PTUN Ambon bernama Umar. Oleh Attamimy, amanah tersebut disampaikan kepada Gus Sholah. "Dan Kiai Salahuddin berkenan menerima wakaf tanah ini untuk pendirian cabang Pesantren Tebuireng ke-11," ujarnya. (Ibnu Nawawi/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Pendidikan, Nasional, Pahlawan SMA Negeri 1 Slawi

Jumat, 05 Januari 2018

Daya Tampung Terbatas, Pesantren Ini Tolak 100 Santri Baru

Padangpariaman, SMA Negeri 1 Slawi. Pondok Pesantren Nurul Yaqin, Pakandangan, Kecamatan Enam Lingkung Kabupaten Padangpariaman, Provinsi Sumatera Barat? tahun 2015 terpaksa menolak hampir sepertiga calon santrinya yang mendaftar. Alasannya, tempat dan fasilitas di Pesantren Nurul Yaqin hanya mampu menampung 200-an orang santri baru.

Akibatnya, sekitar 100 pendaftar terpaksa batal menjadi santri Pesantren Nurul Yaqin Ringan-Ringan tahun 2015 ini. Padahal, jumlah pendaftar mencapai 330 orang. Ketua Yayasan Pembangunan Islam El Imraniyah (PYII) Ringan-Ringan Idarussalam Tuanku Sutan,? mengakui adanya lonjakan pendaftaran calon santri ke Pesantren Nurul Yaqin.

Daya Tampung Terbatas, Pesantren Ini Tolak 100 Santri Baru (Sumber Gambar : Nu Online)
Daya Tampung Terbatas, Pesantren Ini Tolak 100 Santri Baru (Sumber Gambar : Nu Online)

Daya Tampung Terbatas, Pesantren Ini Tolak 100 Santri Baru

"Tingginya peminat ke Pesantren Nurul Yaqin ini menjadi tantangan yang harus dihadapi? Yayasan dan pengasuh dalam menyiapkan sarana prasarana santri," kata Idarussalam di Pondok Pesantren Nurul Yaqin Ringan-Ringan, Senin (10/8),? kepada SMA Negeri 1 Slawi.

SMA Negeri 1 Slawi

Meski demikian, pihaknya merasa gembira dengan adanya lonjakan calon santri. Sebab, hal itu berarti kepercayaan masyarakat terhadap Pesantren Nurul Yaqin semakin besar. Namun, di sisi lain menuntut adanya penambahan sarana prasarana pendukung, terutama asrama dan ruang belajar.

SMA Negeri 1 Slawi

“Untuk menampung santri baru putra tahun ini dibangun asrama semi permanen 16 x 40 meter. Asrama ini ditempati santri baru putra," kata Idarussalam yang juga Kepala BKD Kabupaten Padangpariaman ini.? ?

Idarussalam berharap adanya pembangunan ruang belajar,? asrama dan sarana ibadah (musalla) yang memadai. "Bagi dermawan yang ingin menyumbangkan sebagian hartanya membangun fasilitas tersebut , sangat diharapkan. Bantuan yang diberikan pasti sangat berarti dalam menyiapkan generasi masa depan bangsa," katanya. ?

Tim Penerimaan Seleksi Penerimaan santri Baru Nurul Yaqin Syekh Muda Muhammad Rais Tuanku Labai Nan Basa, Senin (10/8/2015), di kantornya menyebutkan, jumlah pendaftar calon santri baru dua gelombang mencapai? 330 orang. Sedangkan yang diterima hanya 235 orang. ?

Dikatakan, bagi mereka yang tidak bisa lagi tertampung di Nurul Yaqin Ringan-Ringan disarankan/direkomendasikan kepada cabang-cabang Pondok Pesantren Nurul Yaqin yang dikelola oleh alumni Pesantren Nurul Yaqin sendiri di Kabupaten Padangpariaman. Yakni di Pesantren Bustanul Yaqin di Punggungkasiak, Kecamatan Lubuk Alung, Pesantrenn Nurul Yaqin Sungai Abang, Kecamatan Lubuk Alung, Pesantren Aswaja Limpato Kecamatan VII Koto, Pesantren Nurul Yaqin Surau Batu Gadur, Kecamatan VI Lingkung dan Nurul Yaqin Ambung Kapur.

"Memang tidak semua yang direkomendasikan tersebut bersedia masuk pesantren di cabang Nurul Yaqin itu. "Kita memang ingin semuanya dapat nyantri di Nurul Yaqin Ringan-Ringan ini. Tapi kapasitas asrama dan ruang belajar yang tidak memungkinkan untuk menerimanya," katanya

Dikatakan, pada pendaftaran gelombang pertama dibuka mendaftar 119 orang dan diterima 94 orang. Meski jadwalnya? dipersingkat beberapa hari, tapi tetap saja banyak yang mendaftar.? Pada gelombang kedua, mendaftar 210 orang, hanya diterima 135 orang, ditambah 4 orang cadangan. (Armaidi Tanjung/Mahbib)

Foto: Bangunan semipermanen yang digunakan sebagai asrama putra santri baru Pesantren Nurul Yaqin Ringan-Ringan, Pakandangan, Kabupaten Padangpariaman, Sumatera Barat.

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Pahlawan, Makam SMA Negeri 1 Slawi

Kamis, 04 Januari 2018

Cara Kiai Said Aqil Islamkan Orang

Jakarta, SMA Negeri 1 Slawi



Riuh canda seperti tak ada habisnya ketika dua orang berkebangsaan Jepang bertamu di Lantai 3 Gedung PBNU, Jalan Kramat Raya 164, Jakarta, Jumat (6/1). Sore itu keduanya yang hendak menyatakan diri sebagai muallaf disambut hangat sejumlah pengurus harian PBNU.

Sebelum prosesi pembacaan dua kalimat syahadat, Tatsunori Hoshi dan Ohnuma Yoka, pria dan wanita berkebangsaan Jepang itu, berbincang dengan Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj. Obrolan berlangsung santai dengan sesekali Kiai Said menyisipkan guyonan.

Cara Kiai Said Aqil Islamkan Orang (Sumber Gambar : Nu Online)
Cara Kiai Said Aqil Islamkan Orang (Sumber Gambar : Nu Online)

Cara Kiai Said Aqil Islamkan Orang

“Arigatou sasamasu…” sapa Ketua PBNU Marsudi Syuhud yang baru datang sambil membungkukkan badan. Tatsunori Hoshi dan Ohnuma Yoka tertawa. Seharusnya, arigatou gozaimasu. Di Jepang, ungkapan ini juga tak lazim untuk menyapa orang karena artinya terima kasih. Kiai Said pun ikut tertawa.

Menjadi muallaf atau berpindah agama adalah keputusan besar, bahkan menegangkan bagi sebagian orang. Namun, Kiai Said dalam kesempatan itu seolah hendak menghilangkan ketegangan tersebut dengan gaya komunikasi yang sangat rileks dan cair.

Gaya yang sama juga ditunjukkan Kiai Said ketika membimbing para muallaf lain, seperti Ketua DPD Partai Persatuan Indonesia (Perindo) Kabupaten Belitung Fendi Haryono pada Juni 2016, atau dua pengusaha Jepang bernama Ogawa Hideo dan Suzuki Nobukazu pada Desember 2015, atau warga asal Jepang Terao Taketoshi pada Maret 2016, dan lain-lain.

SMA Negeri 1 Slawi

(Baca juga: Kunjungi Jepang, Kiai Said Islamkan 12 Orang)

SMA Negeri 1 Slawi

Pertama-tama Kiai Said biasanya bertanya kepada calon muallaf untuk memastikan bahwa pilihannya untuk masuk Islam bukan karena paksaan. Baru kemudian kiai asal Cirebon ini menjelaskan bahwa Islam membawa misi kasih sayang. Selain soal iman, Islam juga menekankan akhlak.

Karena itu, semakin teguh keyakinan seseorang, semakin terbuka ia terhadap perbedaan. Musuh sejati umat Islam bukan perbedaan, melainkan kezaliman dan kebiadaban. “Jika ada orang melakukan teror, aksi kekerasan yang mengatasnamakan Islam, berarti ia tak paham dengan Islam,” tuturnya.

Umumnya pandangan seperti ini pula yang menarik perhatian para calon muallaf memilih NU sebagai pintu untuk memasuki Islam yang moderat dan menjunjung tinggi perdamaian. Seperti Terao Taketoshi yang mengaku tertarik kepada NU karena konsisten menegakkan Islam rahmatan lil alamin.

Usai yakin bahwa perpindahan agama lahir dari kesadaran sendiri, Kiai Said lantas menuntun calon muallaf membaca dua kalimat syahadat kata demi kata. Prosesi pengucapan dua kalimat syahadat berlangsung khidmat meski ia tetap memberi toleransi jika calon muallaf tidak fasih dalam pelafalan rukun Islam pertama itu.

Soal nama baru sang muallaf, Kiai Said tak melakukan perubahan terhadap nama asli. Kalaupun ada perubahan, Kiai Said biasanya menambahkan nama Muhammad, Ahmad, Hasan, Ali, Sholehah, atau nama-nama lain yang akrab di lidah umat Islam kebanyakan.?

Selanjutnya, mereka berfoto bersama, makan, atau berbincang lagi. Tak ada pembahasan seputar tema-tema berat tentang konsep ketuhanan, kenabian, atau lainnya. Islam dibahas prinsip-prinsipnya saja dan ? yang sejauh diterima para pemeluk baru Islam. “Islam itu mudah. Yang paling penting adalah tidak berhenti belajar,” kata Kiai Said. (Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Olahraga, Pahlawan, Sunnah SMA Negeri 1 Slawi

Rabu, 13 Desember 2017

Ketika Rasulullah Hadapi Lobi-lobi Politik untuk Kasus Hukum

Suatu kali masyarakat Quraisy dibuat canggung dengan kasus pencurian oleh seorang perempuan bangsawan dari subklan Bani Makhzum. Mereka gelisah karena dalam kesadaran kolektif penduduk Arab kala itu, bangsawan adalah simbol kehormatan suku. Aib bangsawan adalah aib masyarakat Quraisy secara umum.

Akibat suasana serbabingung dan malu tersebut, mereka pun ragu-ragu ketika hendak melaporkanya kepada Rasulullah. Di dalam hati mereka terbesit keinginan, si bangsawan pencuri mendapatkan dispensasi hukuman.

Ketika Rasulullah Hadapi Lobi-lobi Politik untuk Kasus Hukum (Sumber Gambar : Nu Online)
Ketika Rasulullah Hadapi Lobi-lobi Politik untuk Kasus Hukum (Sumber Gambar : Nu Online)

Ketika Rasulullah Hadapi Lobi-lobi Politik untuk Kasus Hukum

Hingga akhirnya masyarakat Quraisy meminta bantuan kepada Usamah bin Zaid yang dikenal sangat dekat dan dicintai Rasulullah. Usamah merupakan putra Zaid bin Haritsah, budak yang dimerdekakan Nabi yang kemudian menjadi pelayan setia beliau.

Usamah pun mengantarkan perempuan bangsawan itu menghadap Nabi. Seperti paham dengan gelagat Usamah, dalam hadits riwayat Imam Muslim disebutkan bahwa wajah Rasulullah saat itu memerah dan berujar, “Kamu mau meminta keringanan hukum Allah?”

Usamah menyesali tindakannya, “Mintakan ampun atas dosaku, wahai Rasulullah!”

Sore harinya, Rasulullah berdiri dan berpidato di depan khalayak, "Sungguh orang-orang sebelum kalian hancur lantaran apabila ada bangsawan mencuri, dibiarkan; sementara apabila ada kaum lemah mencuri, dihukum. Demi Allah, seandainya Fatimah putri Muhammad mencuri, pasti aku potong tangannya."

SMA Negeri 1 Slawi

Perempuan bangsawan itu pun akhirnya menerima sanksi potong tangan. Perempuan ini didakwa mencuri karena ia meminjam harta orang lain, lalu mengingkari perbuatannya. Ini adalah bagian dari tindakan korupsi. Siti Aisyah menceritakan, setelah peristiwa hukuman tersebut, si perempuan bangsawan bertobat secara sungguh-sungguh dan menikah.

SMA Negeri 1 Slawi

Rasulullah dalam paparan peristiwa di atas menunjukkan kelasnya sebagai pemimpin yang tegas dan adil. Hukum diposisikan setara di hadapan semua orang, entah bangsawah ataupun rakyat biasa. Tidak ada diskriminasi atau pandang bulu dalam memutuskan perkara hukum, meski “lobi-lobi politik” lewat Usamah sempat dilakukan.

Hal ini menjadi renungan bersama bahwa hukum tak semestinya hanya keras saat berhadapan dengan rakyat kecil, tapi lembek kala bersentuhan dengan para pejabat, pengusaha, politisi, ataupun orang-orang terpandang lainnya. Dalam bahasa populer disebut, hukum jangan tumpul ke atas tapi tajam ke bawah. (Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Pahlawan, Nasional, AlaNu SMA Negeri 1 Slawi

Senin, 04 Desember 2017

Paspor Negara Arab dan Muslim Paling Buruk Sedunia

Jakarta, SMA Negeri 1 Slawi. Paspor dari tujuh negara Arab atau Muslim termasuk diantara 10 negara yang memiliki kesulitan paling tinggi dalam memasuki negara lain, menurut publikasi dari Henley & Partners Visa Restrictions Index.?

Afghanistan, Irak, Somalia, Pakistan, Palestine, Eritria, Nepal, Sudan, Sri Lanka and Lebanon, merupakan negara dengan ranking terburuk. Ini berarti warga negara-negara tersebut paling tidak menikmati kebebasan perjalanan internasional, kata indeks tersebut. Paspor dari Suriah dan Libya berada di ranking ke-12 dan ke-14.?

Beberapa negara Arab menikmati kebebasan perjalanan di kawasan Arab, tetapi dalam skala global, kebebasan mereka sangat terbatas.

Paspor Negara Arab dan Muslim Paling Buruk Sedunia (Sumber Gambar : Nu Online)
Paspor Negara Arab dan Muslim Paling Buruk Sedunia (Sumber Gambar : Nu Online)

Paspor Negara Arab dan Muslim Paling Buruk Sedunia

Uni Emirat Arab, Qatar dan Bahrain berada di ranking 56, 57 dan 59 dalam indeks tersebut.?

SMA Negeri 1 Slawi

Saudi Arabia, Oman, Tunisia berada di ranking 64, 65, dan 65. Sementara ? Morokko, Algeria, and Mesir berada di rangkin 75, 79, dan 79.

Reaksi di twitter

Berita tentang hambatan bagi paspor asal Arab ini menimbulkan komplain diantara warga Arab di twitter

SMA Negeri 1 Slawi

“Hari ini, saya mendengan paspor Palestina berada di posisi kelima terburuk di seluruh dunia. Saya terkejut? Kami memiliki paspor tersebut, kata pengguna twitter @AmerZahr dalam tweetnya.

Abdi Aynte @Aynte, dari Somalia, mengetweet: “Akhirnya sebuah daftar bahwa #Somalia tidak berada di puncak, tetapi berada di tempat ketiga terburuk di dunia.”

Henley & Partners mengatakan dalam statemennya dalam website “hampir semua negera sekarang mensyaratkan visa bagi wilayah non negara tertentu untuk masuk dalam teritori mereka.”

“Persyaratan visa juga mengekspresikan hubungan antara negera, dan umumnya merefleksikan hubungan dan status sebuah negara dalam komunitas internasional.”?

Finlandia, Swedia, dan Inggris berada di puncak kebebasan perjalanan internasional pada tahun 2013 ini dengan skor 173. Denmark, German, Luxembourg dan Amerika Serikat menduduki rangkin kedua dengan skor kebebasan pada 172 negara. (alarabiya/mukafi niam)Foto: lebanesemap.net

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Nahdlatul Ulama, Pahlawan, Quote SMA Negeri 1 Slawi

Minggu, 03 Desember 2017

Peduli Gaza, Pelajar NU Temui Dubes Palestina

Jakarta, SMA Negeri 1 Slawi. Pimpinan Wilayah Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) DKI Jakarta menggelar aksi damai untuk Palestina di depan kantor Kedutaan Besar Palestina Jl Dipenogoro No 49 Menteng Jakarta Pusat, Sabtu (12/07) sore. Kegiatan ini dilakukan sebagai bentuk solidaritas terhadap penderitaan rakyat di Jalur Gaza akibat agresi militer Israel.

Peduli Gaza, Pelajar NU Temui Dubes Palestina (Sumber Gambar : Nu Online)
Peduli Gaza, Pelajar NU Temui Dubes Palestina (Sumber Gambar : Nu Online)

Peduli Gaza, Pelajar NU Temui Dubes Palestina

Dalam aksinya, IPNU DKI Jakarta meminta kepada perdana menteri Israel, Benyamin Nyetanyahu untuk segera merespon kecaman dunia, terkait dengan serangan yang dilakukan pihak militer Israel yang mengakibatkan ratusan korban dari warga sipil yang kebanyakan wanita dan anak-anak.

Pada kesempatan ini, dua perwakilan IPNU DKI diterima oleh Duta Besar Palestina Mr Fariz Mehdawi beserta staf. Mereka menyambut baik kedatangan pelajar-pelajar NU, seraya mengucapkan terima kasih atas aksi damai yang dilakukan.

SMA Negeri 1 Slawi

Mr. Fariz Mehdawi mengaku sangat terharu dengan kepedulian pelajar NU, dan ia menyebut ini sebagai langkah awal dalam menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan yang berdasarkan pada ukhuwah islamiyah.

SMA Negeri 1 Slawi

Ketua IPNU DKI Jakarta, Muhammad Said mengatakan, “Aksi ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian dan solidaritas kita atas penderitaan yang dialami saudara kita di Palestina sana, dengan harapan ada langkah konkret dari dubes Palestina dalam agresi militer tersebut."

Sebagai tindak lanjut, katanya, pengurus IPNU DKI Jakarta akan mengadakan audiensi kembali bersama dubes dalam waktu dekat.

Aksi ini diikuti seluruh pengurus Pimpinan Wilayah IPNU DKI, pengurus Pimpinan Cabang dan Anak Cabang se-DKI Jakarta, serta para pelajar NU di tingkat SLTA maupun SLTP. (Mohammad Khoiron/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Kyai, Pahlawan SMA Negeri 1 Slawi

Kamis, 23 November 2017

Kitab Al-Quran, Hadits dan Kain Sarung Selamat dari Kebakaran

Subang, SMA Negeri 1 Slawi - Sekitar pukul 23.00 WIB musibah kebakaran menimpa rumah salah seorang warga Gang Palabuan, Kelurahan Cigadung, Subang. Diduga kuat api yang menghabiskan rumah beserta isinya tersebut berasal dari hubungan arus pendek di salah satu ruangan. Kejadian ini tidak memakan korban jiwa. Jumat (18/11) malam.

Setelah beberapa jam pasukan pemadam kebakaran berhasil menjinakkan si jago merah. Salah seorang penghuni rumah mencoba memasuki ruangan dengan harapan bisa menemukan beberapa barang berharga yang masih dapat diselamatkan. Sayangnya ia tidak berhasil, namun anehnya ada beberapa yang tidak ikut terbakar, yaitu Kitab Suci Al-Quran, kitab hadits, dan sehelai kain sarung.

Kitab Al-Quran, Hadits dan Kain Sarung Selamat dari Kebakaran (Sumber Gambar : Nu Online)
Kitab Al-Quran, Hadits dan Kain Sarung Selamat dari Kebakaran (Sumber Gambar : Nu Online)

Kitab Al-Quran, Hadits dan Kain Sarung Selamat dari Kebakaran

"Tadi ada keajaiban, Al-Quran, kitab hadits, dan sarung bisa selamat. Padahal yang lainnya habis terbakar. Saya juga tidak mengerti bisa seperti itu," ucap Rendy, salah seorang anggota keluarga korban.

SMA Negeri 1 Slawi

Rendy menambahkan, yang lebih kaget lagi adalah saat Kitab Suci Al-Quran dan hadits tersebut dibuka. Karena entah kebetulan atau tidak ketika Al-Quran dibuka di sana ditemukan ayat yang menceritakan tentang kiamat. Ketika membuka kitab hadits ditemukan hadits yang membahas tentang akhir zaman.

SMA Negeri 1 Slawi

"Wallahualam, yang jelas saya langsung merinding mendengarnya. Mohon doanya saja dari semuanya, semoga musibah ini ada hikmahnya dan semoga Allah segera menggantinya dengan yang lebih baik, lebih bermanfaat dan tentunya berkah," pungkasnya. (Aiz Luthfi/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Sholawat, Pahlawan SMA Negeri 1 Slawi

Rabu, 22 November 2017

Muludan, NU Lampung Selatan Keliling Kota Kalianda

Lampung Selatan,SMA Negeri 1 Slawi. Memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW pada Sabtu (3/1) siang, PCNU Lampung Selatan menggelar Kirab Maulid dengan mengelilingi kota Kalianda. Kegiatan tersebut  diikuti ribuan peserta dengan 150 berkendaraan motor, 50 kendaraan roda 4.

PCNU Lampung Selatan H.Nur Mahfud mengatakan, kegiatan tersebut berpegang kepada “Almukhafadhotu alal qodimi solih wal akhdu biljadidil aslah (menjaga tardisi lama yang baik dan mengambil tradisi baru yang baik pula).

Muludan, NU Lampung Selatan Keliling Kota Kalianda (Sumber Gambar : Nu Online)
Muludan, NU Lampung Selatan Keliling Kota Kalianda (Sumber Gambar : Nu Online)

Muludan, NU Lampung Selatan Keliling Kota Kalianda

PCNU Lampung Selatan, kata dia, melalui kegiatan tersebut ingin mengingatkan kembali kepada nahdliyini dan kahlayak umum tentang sejarah kehidupan Rasulullah Muhammad shollallohu alaihi wasallam. Selain kirab, PCNU juga mengadakan dengan pengajian, sholawatan,

SMA Negeri 1 Slawi

Ia berpesan kepada warga NU agar selalu menjaga persatuan dan kestuan ketika melaksanakan kegiatan-kegiatan peringatan hari besar Islam. “Bersama NU kita jadikan Nabi Muhammad saw sebagai suri tauladan dalam kehidupan kita sehari-hari,” imbaunya.

Menurut dia, kegiatan ini juga adalah salah satu program PCNU Lampung Selatan dalam rangka memperkenalkan, memberikan pemahaman tentang NU sebagai organisasi Islam beraqidah Ahlussunah wal Jamaah. (M.Munir/Abdullah Alawi)

SMA Negeri 1 Slawi

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Pahlawan, Amalan SMA Negeri 1 Slawi

Minggu, 19 November 2017

Habib Luthfi: Peringatan Maulid, Wujud Cinta Rasul

Jepara, SMA Negeri 1 Slawi. Memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW merupakan perwujudan daripada cinta kepada Rasulullah SAW. Demikian diungkapkan Habib Luthfi bin Ali bin Hasyim bin Yahya, Rais Aam Jamiyyah Ahlit Thariqah Al-Mu’tabarah An-Nahdliyyah dalam peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, di desa Robayan kecamatan Kalinyamatan, Rabu (6/6) kemarin.

Habib Luthfi: Peringatan Maulid, Wujud Cinta Rasul (Sumber Gambar : Nu Online)
Habib Luthfi: Peringatan Maulid, Wujud Cinta Rasul (Sumber Gambar : Nu Online)

Habib Luthfi: Peringatan Maulid, Wujud Cinta Rasul

Menurutnya, peringatan maulid merupakan wujud cinta kepada siapa saja. Bisa cinta kiai, ulama, wali utamanya kepada Rasul. Ketika tertanam cinta, maka sirah (sejarahnya) akan dibaca berulang-ulang, dibaca. Semisal membaca kitab Safinatun Najah bab Arkanul Islam, jika dibaca berulang-ulang akan muncul pemahaman yang berbeda. Semakin sering dibaca akan semakin bertambah paham.

“Pembacaan maulid yang dilakukan berulang-ulang akan memperoleh pemahaman yang berbeda. Hari ini dan kemarin akan menemukan pemahaman berbeda. Akan bertambah pula pemahamannya,” jelasnya.

SMA Negeri 1 Slawi

Begitu juga dengan kecintaan kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Cinta NKRI tidak hanya dilaksanakan pada 17 Agustus saja melainkan setiap setiap hari senin dan upacara kebangsaan yang lain cinta kepada bangsa selalu ditanamkan melalui pengibaran sang saka merah-putih. “Kalau kita tidak cinta pada NKRI untuk apa kita harus melakukan upacara bendera. Hormat kepada sang saka merah putih?” tandasnya.

SMA Negeri 1 Slawi

Habib Luthfi menjelaskan bahwa ada makna yang terkandung yakni kita mesti bercermin kepada merah-putih. Bahwa merah-putih adalah harga diri bangsa. Kehormatan bangsa.

“Jika kita mau bercermin kepada merah-putih semestinya kita malu menjadi bangsa. Koruptor tidak akan melakukan korupsi jika mau bercermin pada pendiri bangsa. Pada sang saka merah-putih,” tegasnya.

Habib menambahkan, dengan membaca maulid maka sekaligus akan menemukan menemukan kisah Isra’ Mi’roj, Nuzulul Qur’an, Hijrah dan akhlak beliau.

Redaktur    : A. Khoirul Anam

Kontributor: Syaiful Mustaqim

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Doa, Pahlawan, Aswaja SMA Negeri 1 Slawi

Jumat, 17 November 2017

Jelang Pilpres, Warga Diimbau Selektif Pilih Media Informasi

Jakarta, SMA Negeri 1 Slawi. Pada musim pemilihan umum (Pemilu) tahun ini, masyarakat perlu mencermati setiap sumber informasi yang diterima. Karena berpihak terhadap capres-cawapres tertentu, sejumlah media massa belakangan kerap menyebar fitnah yang menyudutkan salah satu pasangan.

Jelang Pilpres, Warga Diimbau Selektif Pilih Media Informasi (Sumber Gambar : Nu Online)
Jelang Pilpres, Warga Diimbau Selektif Pilih Media Informasi (Sumber Gambar : Nu Online)

Jelang Pilpres, Warga Diimbau Selektif Pilih Media Informasi

“Warga mesti selektif dalam menerima informasi, entah dari media cetak, elektronik, atau lainnya. Carilah informasi dari sumber-sumber terpercaya,” imbau Rais Syuriah PBNU KH Ahmad Ishomuddin di Jakarta, Selasa (24/6).

Kiai Ishomuddin berharap masing-masing pasangan capres-cawapres, tim sukses, dan para pendukung untuk menghentikan setiap aksi kampanye hitam yang bisa merusak keharmonisan antarsesama dan citra calon pemimpin yang diserang.

SMA Negeri 1 Slawi

Menurutnya, kompetisi dalam meraih simpati dan dukungan seharusnya dilakukan dengan menjunjung tinggi kejujuran dan menunjukkan kelebihan, bukan dengan merendahkan pihak saingan.

SMA Negeri 1 Slawi

“Kampanye hitam dan fitnah dapat meghilangkan kepercayaan. Hilangnya kepercayaan kepada pemimpin itu membahayakan negara,” ujarnya.

Pernyataan resmi PBNU terkait Pilpres 2014 yang diterbitkan akhir April lalu juga mengimbau kepada warga NU khususnya dan segenap anak bangsa pada umumnya untuk menjaga ikatan tali persaudaraan (ukhuwwah), kendati terjadi perbedaan pilihan dan dukungan di antara mereka.

“Kita wajib bersama-sama menciptakan iklim dan suasana damai, jauh dari hiruk pikuk provokasi dan agitasi yang mengancam keutuhan bangsa dan negara,” bunyi pernyataan yang ditandatangani Pejabat Rais Aam PBNU KH Mustofa Bisri (Gus Mus) dan Ketum PBNU KH Said Aqil Siroj ini. (Mahbib Khoiron)

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Amalan, Pahlawan SMA Negeri 1 Slawi

Selasa, 14 November 2017

Keluarga NU Kulon Progo Gelar Syawalan

Kulon Progo, SMA Negeri 1 Slawi. Seusai muktamar, persaudaraan harus dijalin dengan sebaik mungkin. Karena sejatinya dalam muktamar adalah momentum merekatkan persaudaraan. Kalaupun ada perbedaan, itu wajar dan alamiah. Semua justru menjadi semangat agar persaudaraan bisa semakin rekat. Momentum syawalan sekaligus melengkapi semangat persaudaraan pasca-muktamar.

Keluarga NU Kulon Progo Gelar Syawalan (Sumber Gambar : Nu Online)
Keluarga NU Kulon Progo Gelar Syawalan (Sumber Gambar : Nu Online)

Keluarga NU Kulon Progo Gelar Syawalan

Demikian yang disuarakan Keluarga NU Kulon Progo dalam acara Syawalan Bersama PCNU Kolon Progo, LP Maarif NU, PC Mulimat NU Kulon Progo, Pamitan Calon Jamaah Haji KBIH Muslimat NU KP, dan Pelantikan PCNU Kulon Progo, pada Jumat, 07 Agustus 2015.  

Acara yang dihadiri para tokoh NU Kulon Progo ini hadir dengan semangat muktamar sekaligus semangat syawalan. 

SMA Negeri 1 Slawi

Pelantikan PCNU Kulon Progo dilakukan Rais Syuriyah PWNU DIY, KH Asyhari Abta. Sementara dalam tausiyah, menghadirkan KH Ahmad Ishomuddin, rais syuriyah PBNU. PCNU Kulon Progo kembali dipimpin oleh KH Saefudin sebagai rais syuriyah dan H. Wasiluddin sebagai ketua tanfidziyah. (Madun/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi

SMA Negeri 1 Slawi Pahlawan, Fragmen SMA Negeri 1 Slawi

Minggu, 12 November 2017

Konstitusi Indonesia Bisa Menjadi Model Negara Muslim Lain

Jakarta, SMA Negeri 1 Slawi. Dengan prinsip pendekatan syariah yang sifatnya substantif serta memiliki model political accountabilitay, konstitusi Indonesia bisa menjadi model bagi negara muslim lainnya di dunia.

Demikian diungkapkan oleh ahli hukum Islam Dr. Nadhirsyah Hosen dalam diskusi Islam dan Negara di kantor Perhimpunan Pengembangan Pesantren dan Masyarakat (P3M) Jakarta, Kamis (27/12).

Konstitusi Indonesia Bisa Menjadi Model Negara Muslim Lain (Sumber Gambar : Nu Online)
Konstitusi Indonesia Bisa Menjadi Model Negara Muslim Lain (Sumber Gambar : Nu Online)

Konstitusi Indonesia Bisa Menjadi Model Negara Muslim Lain

Dikatakan oleh Rais Syuriyah PCI NU Australia ini bahwa dalam Amandem UUD 1945, sama sekali tidak disebut Islam atau syariah sehingga Islam hanya dijadikan sebagai spirit. Konstitusi Indonesia bukanlah negara Islam, tetapi juga bukan negara sekuler.

“Menurut saya, ini lebih mendekati makoshidus syariah (tujuan-tujuan syariah) daripada berbicara secara detail tentang Isinya,” katanya.

 

Dijelaskannya, dalam negara-negara muslim yang moderat, terdapat dua pendekatan, yaitu yang memformalkan syariah dan menjadikannya sebagai satu-satunya atau salah satu sumber sedangkan pendekatan lainnya adalah syariah hanya sebagai spirit.

SMA Negeri 1 Slawi

Negara yang menjadikan syariah sebagai satu-satunya sumber adalah Mesir melalui hasil amandemen pada tahun 1980. Namun hal ini pun tidak berhasil memberlakukan syariah Islam secara keseluruhan dalam kehidupan bernegara karena hal ini lebih pada upaya untuk menenangkan golongan Islam konservatif.

SMA Negeri 1 Slawi

Setelah pemberlakukan syariah Islam sebagai satu-satunya sumber, golongan pendukungnya berusaha untuk merubah hukum pidana yang mengadopsi hukum Perancis, namun oleh MK ditolak karena amandemen tersebut tidak berlaku surut sehingga seolah-olah amandemen tersebut tidak ada artinya.

Demikian pula di Afganistan, syariat Islam diperlakukan sebagai hukum formal, bahkan dengan tegas ditetapkan dengan menggunakan pendekatan Imam Hanafi dan untuk kasus-kasus individu memungkinkan penggunaan syiah.

Di Irak, syariat Islam menjadi salah satu sumber hukum utama, namun ada catatan bahwa hukum tersebut tidak boleh bertentangan dengan demokrasi dan HAM yang menunjukkan adanya kepentingan Amerika Serikat disana.

“Amandemen UUD 1945 benar-benar merupakan produk internal kita sementara konstitusi Irak dan Afganistan adalah hasil pemaksaan AS,” tandasnya. 



Dikatakan oleh Dosen Wollongong University Australia ini bahwa Amandemen UUD 1945 telah mengatur masa jabatan presiden dan bagaimana presiden diangkat dan diturunkan. Format seperti ini belum ada dalam khazanah hukum Islam.

“Dalam konteks Hizbut Tahrir Indonesia (HTI), khilafah menjabat seumur hidup. Pembahasan tentang pemilihan dan impeachment atau menurunkan presiden juga belum ada dalam khazanah fikih klasik, karena itu khalifah turun dengan dibunuh, diracun atau mati dengan sendirinya. Amandemen UUD 1945 telah mengatur semuanya,” katanya.

Mengapa konsep tentang pembatasan jabatan presiden ini belum ada, Hosen menjelaskan aturan pembatasan masa jabatan presiden ini baru ada antara tahun 1926 atau 1928 di Amerika Serikat sehingga rujukan sebelumnya belum ada.

Structur of political accountability inilah, mengutip pendapat Nathan J Brown, menjadi kelemahan konstitusi Islam seperti di negara-negara yang menggunakan Islam sebagai hukum formal seperti di Iran atau Afganistan.

Perjuangan Tujuh Kata Hanya Romantika Sejarah

Hosen juga berpendapat upaya sejumlah partai yang berusaha memasukkan 7 kata Piagam Jakarta yang mereka anggap sebagai simbol formalisasi Islam di Indonesia juga tak akan berarti. Ia berpendapat perjuangan ini hanyalah romantika karena beberapa kali mengalami kekalahan sehingga harus terus diperjuangkan.

“Ini adalah romantika sajarah, dulu pernah kalah dan berusaha lagi, mengapa tidak merubah pasal 29 saja seperti di Mesir, Syariat Islam menjadi salah satu sumber perundangan di Indonesia,” tandasnya.

Demikian pula, meskipun perjuangan mereka berhasil dan 7 kata Piagam Jakarta tersebut masuk dalam konstitusi Indonesia, malah akan terlihat timpang karena banyak sekali pasal lain yang sangat sekuler seperti masih digunakannya bunga dalam sistem perbangkan Indonesia. (mkf)

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Internasional, Ubudiyah, Pahlawan SMA Negeri 1 Slawi

Selasa, 07 November 2017

Ansor Diminta Segera Usut Penyebaran Fatwa Palsu

Jombang, SMA Negeri 1 Slawi. Gerakan Pemuda Ansor Nahdlatul Ulama perlu segera mengusut penyebaran fatwa palsu yang mengatasnamakan ulama NU Jombang, Jawa Timur. Kasus ini sebenarnya sudah terjadi berkali-kali dan tidak dihiraukan oleh warga nahdliyyin, namun masih berpotensi memunculkan keresahan.

Demikian dikatakan KH. Aziz Masyhuri, Pengasuh Pondok Pesantren Denanyar, Jombang, dihubungi SMA Negeri 1 Slawi, Sabtu (30/9). Dikatakan Kiai Aziz, selebaran gelap itu disebarkan dengan sangat hati-hati oleh para pelakunya.

Ansor Diminta Segera Usut Penyebaran Fatwa Palsu (Sumber Gambar : Nu Online)
Ansor Diminta Segera Usut Penyebaran Fatwa Palsu (Sumber Gambar : Nu Online)

Ansor Diminta Segera Usut Penyebaran Fatwa Palsu

“Saya sudah meminta kepada teman-teman Ansor baik di Jombang maupun di Jakarta untuk mencari siapa-siapa yang menyebarkan itu. Tapi ya memang sulit ngusutnya. Dulu juga sering terjadi begitu dan sampai sekarang belum ketemu pelakunya,” kata Kiai Aziz.

Nama-nama kiai NU yang disebutkan dalam selebaran itu, lanjut sesepuh Rabithah Ma’ahid Islamiyah (RMI) NU itu, sama sekali tidak dikenal. Sementara Buletin Mimbar Dakwa yang disebut-sebut dalam selebaran sebagai sumber pengambilan fatwa tidak beredar di Jombang.

“Saya sampai menanyakan kepada kiai-kiai tua di kampung-kampung apakah ada kiai-kiai NU yang namanya tercantum dalam selebaran itu atau ada yang bikin buletin itu ternyata nggak ada yang kenal,” kata Kiai Aziz.

SMA Negeri 1 Slawi

Selebaran yang mengatasnamakan ulama NU itu berisi ajakan untuk meninggalkan beberapa amaliyah yang selama ini dikerjakan oleh warga nahdliyyin, seperti wirid atau dzikir setelah shalat lima waktu, doa qunut dalam shalat subuh dan witir, adzan shalat Jum’at dua kali, shalat tarawih 20 rakaat, serta tahlil 7 hari untuk orang yang meninggal.

Dikatakan dalam selebaran itu amaliyah-amaliyah itu adalah bid’ah alias hukumnya haram dan harus segera ditinggalkan oleh umat Islam yang telah mengerjakannya.

“Tahun lalu itu disebarkan di luar Jawa, terutama di Lampung. Sekarang karena sudah banyak yang menggunakan internet ya para pelakukannya lebih mudah menyebarkan itu. Tapi saya kira itu tidak ada pengaruhnya, wong itu jelas-jelas untuk bikin ribut saja. Orang sudah ngerti semua,” kata Kiai Aziz. (nam)

SMA Negeri 1 Slawi

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Kiai, Pahlawan, Sejarah SMA Negeri 1 Slawi

Minggu, 05 November 2017

Jihad Saat Ini Menjaga Keutuhan NKRI

Jombang, SMA Negeri 1 Slawi. Resolusi Jihad NU melawan penjajah yang dikeluarkan para kiai sudah 68 tahun berlalu. Dalam konteks kekinian, jihad umat Islam, khususnya warga NU, tidak perlu menggunakan senjata atau turun ke medan perang, tapi menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Hal itu mengemuka pada Lokakarya Nderes Seni Budaya Jombangan yang digelar Pengurus Cabang Lembaga Seni Budaya Muslim Indonesia NU Jombang di kantor PCNU, Jombang, Jawa Timur pada Selasa (22/10) malam.

Jihad Saat Ini Menjaga Keutuhan NKRI (Sumber Gambar : Nu Online)
Jihad Saat Ini Menjaga Keutuhan NKRI (Sumber Gambar : Nu Online)

Jihad Saat Ini Menjaga Keutuhan NKRI

Pengasuh Pesantren Tebuireng, KH. Sholahuddin Wahid yang didaulat jadi pembicara, mengungkap masalah jihad yang harus dilakukan NU pada situasi saat ini.

SMA Negeri 1 Slawi

Berangkat dari cerita perjuangan para kiai pendiri NU, kiai yang akrab disapa Gus Sholah itu menyatakan, bahwa untuk menjalankan dan mengamalkan ajaran agama Islam dalam berbangsa dan bernegara, Indonesia tidak harus menjadi negara Islam. Pertimbangannya, keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berlatar belakang kemajemukan.

SMA Negeri 1 Slawi

Dia menuturkan, pada kurun waktu tahun 1956 - 1957, para tokoh NU saat itu terus mendorong agar Indonesia menjadi negara Islam. Namun, para ulama NU dengan mempertimbangkan kemajemukan yang ada pada bangsa Indonesia, akhirnya mengambil keyakinan bahwa untuk memasukkan nilai-nilai ajaran agama, bukan menjadi negara Islam.

"Para tokoh NU waktu itu, utamanya Rais Aam Bisri Syansuri mengambil kesimpulan bahwa tanpa negara Islam bisa memasukkan ajaran Islam. Ini artinya, pertimbangan keutuhan negara yang lebih diutamakan," ungkap Gus Sholah.

Berangkat dari situasi tersebut, PBNU kala itu menugaskan Ahmad Siddq untuk menyusun dokumen tentang agama dan pancasila. "Hasilnya, Pancasila bukan agama dan tidak bisa menggantikan agama.”

Pada konteks kekinian, jihad apa yang harus dilakukan oleh NU? Para ulama NU dulu menetapkan jihad NU adalah mencari titik temu antara agama dan Pancasila. “Saya pikir itu jihad yang harus terus dilakukan," ujar Rektor UNHASY Tebuireng Jombang ini.

Keyakinan NU untuk mengakui asas Pancasila sebagai dasar Negara memang memiliki kerugian dan keuntungannya. Namun, lanjut cucu Rais Akbar NU KH Hasyim Asy’ari ini, keutuhan NKRI yang tetap terjaga hingga kini merupakan keuntungan yang patut disyukuri bersama.

"Ada kerugiannya, di antaranya partai-partai Islam tidak laku karena asasnya tidak jauh beda dengan partai nasionalis yang ada di Indonesia. Tapi keuntungannya, Indonesia tetap Indonesia yang tetap satu sampai sekarang. Tidak kayak Mesir yang sekarang negaranya kacau balau karena dominasi kepentingan kelompok agama," kata adik Gus Dur ini.

Ketua PC Lesbumi NU Jombang, Suudi Yatmo mengatakan, memaknai resolusi jihad, pihaknya mengambil pilihan untuk merawat dan melestarikan seni dan budaya tradisional. Hal itu berangkat dari kemajemukan yang dimiliki bangsa Indonesia sejak awal berdirinya. "Kita merangkul seluruh elemen seni dan budaya, harapannya apa, supaya bangsa Indonesia bisa tetap satu di tengah keberagaman," ujarnya. (Syaifullah/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Hikmah, Pahlawan SMA Negeri 1 Slawi

Senin, 02 Oktober 2017

Riwayat Pemilihan Pemimpin di NU dan PMII

NU memiliki riwayat pemilihan pemimpin tertinggi atau Rais ‘Aam dengan nuansa tawadhu. Pada Muktamar ke-24 NU di Bandung, Juli 1967 KH Bisri Sansoeri dipilih muktamirin menjadi Rais ‘Aam menggantikan KH Wahab Chasbullah.?

Namun, Kiai Bisri menolaknya. Selama Kiai Wahab, seniornya, masih hidup, dia tak sudi menyandangnya. Lalu, setelah Kiai Wahab wafat, Kiai Bisri baru bersedia menggantikan jabatan tersebut pada 1971. Sebelumnya, Kiai Wahab sendiri mau menggantikan pemimpin tertinggi di NU dengan syarat mengganti istilah Rais Akbar menjadi Rais Aam. Bagi dia, istilah itu hanya cocok untuk satu orang, gurunya, Hadratussyek KH Hasyim Asyari.

Pada Muktamar ke-33 NU di Jombang 2015, KH A. Mustofa Bisri juga menolak menjadi Rais ‘Aam PBNU meski muktamirin memilihnya. Media sosial begitu ramai menyambutnya dengan trending topic. Namun dia menolak hingga akhirnya KH Ma’ruf Amin yang mengembannya.?

Riwayat Pemilihan Pemimpin di NU dan PMII (Sumber Gambar : Nu Online)
Riwayat Pemilihan Pemimpin di NU dan PMII (Sumber Gambar : Nu Online)

Riwayat Pemilihan Pemimpin di NU dan PMII

Hal serupa diperlihatkan beberapa kiai saat disodori posisi Rais ‘Aam yang kosong saat Kiai Bisri wafat. KH R Asad Syamsul Arifin Situbondo dan KH Machrus Ali Lirboyo tak mau menyandangnya.

”Meski Malaikat Jibril turun dari langit untuk memaksa, saya tetap akan menolak, yang pantas itu Kiai Machrus Ali, Lirboyo,” tukas Kiai As’ad.

SMA Negeri 1 Slawi

Jawaban Kiai Machrus pun tak kalah ‘angker’, ”Jangankan Malaikat Jibril, kalaupun Malaikat Izrail turun dan memaksa saya, saya tetap tidak bersedia!

Di tubuh Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), memiliki sejarah kepemimpinan yang kurang lebih sama. Ketua Umum pertama PB PMII dipilih ketika orangnya tidak hadir pada kongres itu. Sementara 13 orang pendiri tidak ada yang mau mencalonkan diri. Padahal H. Mahbub Djunaidi saat itu justru berada di teras kepamimpinan organisasi mahasiswa lain. Ia kemudian memimpin PMII beberapa periode yaitu 1960-1961,1961-1963, dan 1963-1967. ?

SMA Negeri 1 Slawi

Ketua Umum PB PMII selanjutnya, Zamroni, juga terpilih ketika dia sedang tidak mengikuti kongres karena sedang berobat di Jepang. Ia kemudian memimpin organisasi itu pada 1967-1970 dan 1970 -1973.?

Lalu bagaimana organisasi yang memiliki slogan “dzikir, pikir, dan amal saleh” pada Kongres Ke-19 di Palu, Sulawesi Tengah saat ini? Konon calon Ketua Umum-nya saja ada 15 orang. Luar biasa! Padahal orang-orang yang mendirikannya tidak pernah ada yang pernah menjadi ketua umum.? (Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Tokoh, Aswaja, Pahlawan SMA Negeri 1 Slawi

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs SMA Negeri 1 Slawi sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik SMA Negeri 1 Slawi. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan SMA Negeri 1 Slawi dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock