Tampilkan postingan dengan label Ahlussunnah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ahlussunnah. Tampilkan semua postingan

Rabu, 14 Februari 2018

Polres Pekalongan Siap Amankan Forum Muktamar Ke-12 Jatman

Pekalongan, SMA Negeri 1 Slawi - Polres Pekalongan beserta jajarannya siap membantu panitia mengamankan jalannya kegiatan besar berupa Muktamar XII Jamiyyah Ahlit Thariqah Al-Mutabarah An-Nahdliyyah (JATMAN) yang akan berlangsung di Pekalongan pada 23-27 Desember 2017 mendatang.

Kesiapan jajaran Polres Pekalongan mengamankan kegiatan muktamar disampaikan langsung oleh Kapolres Pekalongan AKBP Wawan Kurniawan di hadapan Panitia Muktamar XII Jatman yang beraudiensi dengan jajaran Polres Pekalongan di Mapolres Kajen, Kamis (30/11).

Polres Pekalongan Siap Amankan Forum Muktamar Ke-12 Jatman (Sumber Gambar : Nu Online)
Polres Pekalongan Siap Amankan Forum Muktamar Ke-12 Jatman (Sumber Gambar : Nu Online)

Polres Pekalongan Siap Amankan Forum Muktamar Ke-12 Jatman

Kegiatan pengamanan tidak saja pada area pembukaan yang rencananya akan dilangsungkan di kompleks Rumah Dinas Jabatan Bupati di Kajen saja, tetapi di tempat-tempat pemondokan dan sidang-sidang komisi di wilayah kerjanya.

"Ini kegiatan besar sejak saat saya menjabat sebagai Kapolres Pekalongan, apalagi kegiatan pembukaannya akan dihadiri oleh Presiden sehingga saya beserta jajaran akan melaksanakan pengamanan secara maksimal," ujar Kapolres yang didampingi Kabag Ops Polres Pekalongan Kompol Mohammad Udjir dan Kasat Lantas AKP Bobby A Rachman.

SMA Negeri 1 Slawi

Kegiatan audiensi yang dilakukan Panitia Muktamar XII dengan jajaran kepolisian untuk menjalin kerja sama khususnya di bidang pengamanan di samping dengan Polres Pekalongan, pihaknya juga melakukan dengan Polres Pekalongan Kota. Hal ini dimaksudkan agar kegiatan besar yang dilaksanakan di dua wilayah, yakni di Kota dan Kabupaten Pekalongan dapat berjalan dengan aman dan lancar.

SMA Negeri 1 Slawi

"Kami berharap pihak Polres di dua wilayah dapat membantu keamanan dan kenyamanan peserta yang datang dari berbagai daerah yang ribuan jumlahnya dan pemondokannnya tersebar di delapan kecamatan," ujar Sekretaris Jenderal Jatman KH Masroni kepada Kapolres.

Ada sekitar 10 ribu muktamirin yang akan mengikuti kegiatan Muktamar yang ke-12. Mereka terdiri atas tamu undangan dari dalam negeri dan luar negeri. Melihat animo peserta yang cukup besar, maka perlu dibantu keamanan yang memadai baik di lokasi acara juga di pemondokan-pemondokan peserta.

Kapolres Pekalongan berpesan kepada panitia, setiap perkembangan persiapan dan pelaksanaan kegiatan Muktamar XII agar selalu dikomunikasikan dengan jajaran polres. Hal ini dimaksudkan untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan bersama, terutama pada saat kehadiran RI 1 di pembukaan Muktamar XII.

Ikut mendampingi Sekjend Jatman yakni jajaran pengurus harian Idaroh Aliyah (pengurus pusat), Pengurus Mahasiswa Ahlith Thariqah Al Mutabarah An Nahdliyyah (MATAN), dan Humas Panitia Muktamar M Ngisom Chollil. (Red Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Lomba, Ahlussunnah, Jadwal Kajian SMA Negeri 1 Slawi

Kamis, 08 Februari 2018

Berziarah ke Ajengan Abdullah Bin Nuh, Ulama Produktif Sunda

Bogor, SMA Negeri 1 Slawi 



Para ajengan dari Bandung Barat berziarah ke makam Mama Ajengan KHR. Abdullah Bin Nuh di Pondok Pesantren Al-Ghazali, Kota Bogor, Sabtu (20/1). Para ajengan itu mendapat sambutan yang hangat dari KH Toto Mustofa Abdullah Bin Nuh,  putra Mama Ajengan Abdullah Bin Nuh beserta keluarga.

Mama Ajengan Abdullah Bin Nuh adalah seorang mahaguru ulama dari Tatar Sunda keturunan ketujuh dari Eyang Dalem Wiratanu Datar (Dalem Cikundul), Cianjur. Ia dikenal sebagai ulama produktif menulis. Lebih dari 70 buah karya tulis lahir dari pemikirannya dalam bidang fiqh, ushuludin, sejarah, sastra dan sebagainya. Sebagian karyanya telah tersebar dan menjadi rujukan di berbagai belahan dunia Islam. 

Berziarah ke Ajengan Abdullah Bin Nuh, Ulama Produktif Sunda (Sumber Gambar : Nu Online)
Berziarah ke Ajengan Abdullah Bin Nuh, Ulama Produktif Sunda (Sumber Gambar : Nu Online)

Berziarah ke Ajengan Abdullah Bin Nuh, Ulama Produktif Sunda

Menurut Kiai Toto, Mama Ajengan Abdullah bin Nuh merupakan seorang ulama yg teguh dan gigih dalam memperjuangkan Islam Ahlussunnah wal-Jama’ah (Aswaja) sebagaimana terangkum dalam karya monumentalnya sebanyak 36 jilid Ana Muslimun, Suniyyun, Syafiiyun yang telah dicetak di Mesir. 

Sayangnya, kata dia, figur ulama kharismatik yang nasionalis sejati ini telah diselewengkan peran sejarahnya sebagai salah seorang pendiri HTI. Pihak keluarga secara tegas menolak klaim tersebut. Klaim tersebut sebagai bentuk yang tidak bertanggung jawab.

SMA Negeri 1 Slawi

Di Bandung Barat, jejak Mama Ajengan Abdullah Bin Nuh merupakan salah satu tokoh penting berdirinya Pondok Pesantren Pembangunan Sumur Bandung (P3SB) Cililin tahun 1970 bersama Kiai Mayor Makmun dan Kiai Supardan.

Mulai 10 Februari 2018, rencananya karya-karya intelektual ulama Sunda kelas Internasional ini akan secara rutin dikaji bersama ajengan-ajengan Bandung Barat dipandu langsung oleh putranya KH Toto Mustofa Abdullah Bin Nuh.

Selain jamuan yang sempurna dari keluarga Mama Ajengan, para peziarah diberikan oleh-oleh tiga buah buku karya Mama Ajengan tersebut, yaitu Ana Muslimun Suniyyun Syafiiyun jilid 1, Islam dan Materialisme dan Mencintai Keluarga Nabi. (Edi Rusyandi/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi

SMA Negeri 1 Slawi Anti Hoax, Ahlussunnah SMA Negeri 1 Slawi

Minggu, 04 Februari 2018

Kemendes Kembangkan Konsep Transmigrasi Nelayan dan Penyangga

Jakarta, SMA Negeri 1 Slawi. Sejak zaman orde baru, konsep transmigrasi identik dengan pola agraris, konsep pertanian dan perkebunan pun lebih banyak dikembangkan di beberapa kawasan transmigrasi. Namun, di era pemerintahan saat ini dengan visi ke maritimannya, juga mulai menggarap pola transmigrasi dengan konsep nelayan.

Kemendes Kembangkan Konsep Transmigrasi Nelayan dan Penyangga (Sumber Gambar : Nu Online)
Kemendes Kembangkan Konsep Transmigrasi Nelayan dan Penyangga (Sumber Gambar : Nu Online)

Kemendes Kembangkan Konsep Transmigrasi Nelayan dan Penyangga

Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Marwan Jafar menjelaskan bahwa kawasan pantai potensial untuk pengembangan pola nelayan tangkap ikan dan budidaya. Oleh karena itu, kawasan tersebut akan dikembangkan menjadi kawasan pemukiman dengan konsep nelayan.

"Berbeda dengan kawasan transmigrasi lain yang mayoritas mengembangkan konsep pertanian dan perkebunan," ujar ? Marwan, di Jakarta, Selasa (21/6).

Salah satu kawasan yang coba ingin dikembangkan menjadi kawasan transmigrasi dengan konsep nelayan, salah satunya adalah kawasan Paguyaman Pantai Kabupaten Boalemo Provinsi Gorontalo menjadi salah satu prioritas pembangunan transmigrasi tahun ini.?

Berdasarkan studi Rencana Teknis Satuan Pemukiman Transmigrasi (RTSP), imbuh Marwan, kawasan tersebut potensial untuk 1000 KK (Kepala Keluarga). Oleh karen itu, ? Kemendesa PDTT di Tahun 2015 telah membangun 100 unit rumah transmigran dan telah ditempatkan transmigrasn sebanyak 65 KK (225) jiwa.

SMA Negeri 1 Slawi

"Sisa rumah yang belum ditempati akan segera dipenuhi pada tahun 2016. Transmigran yang akan ditempatkan adalah transmigran dari Jawa Timur, Jawa Tengah dan Jawa Barat," ujarnya.

Untuk tahun ini, Marwan menjelaskan akan membangun 75 unit rumah dan akan menempatkan transmigran sebanyak 75 KK. Transmigran tersebut meliputi Transmigran Penduduk Asal (TPA) dan Transmigran Penduduk Setempat (TPS). Selain transmigrasi dengan konsep nelayan, Marwan juga akan menerapkan pola transmigrasi lokal yang menempatkan para transmigran tidak jauh dari perkotaan.

SMA Negeri 1 Slawi

"Konsep yang berbeda juga akan diterapkan di Pulubala Kabupaten Gorontalo, yang mengembangkan konsepsi keterkaitan desa-kota. Pulubala adalah lokasi transmigrasi yang dibangun berdekatan dengan ibukota kabupaten Gorontalo, yang memiliki akses cukup baik dengan jarak kurang lebih 20 Kilometer dari Ibukota," tandasnya.

Dengan konsep ini, diharapkan kawasan transmigran bisa menjadi hinterland kota, yang berfungsi sebagai buffer (penyangga) untuk mensuplai kebutuhan konsumsi pangan perkotaan. "Pulubala di Tahun 2015, telah dibangun hunian transmigrasi sebanyak 150 unit rumah, dan diimplementasikan transmigran sebanyak 90 KK (360 jiwa). Rumah kosong sebanyak 60 unit, akan diberikan kepada transmigran dari daerah asal yakni Provinsi Lampung, Banten, DIY dan Jawa Timur. Sedangkan Tahun 2016, akan dibangun 25 unit rumah transmigran yang merupakan pemenuh sisa daya tamping, dan saat ini dalam tahap konstruksi," ujarnya. (Red: Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Ahlussunnah, Hadits SMA Negeri 1 Slawi

Senin, 29 Januari 2018

Ini Istighfar Rasulullah SAW Ketika Sujud

Sujud adalah salah satu momentum di mana Allah SWT dan hamba-Nya begitu dekat. Rasulullah SAW memanfaatkan kesempatan ini untuk memohon ampun atas segenap kekurangannya di hadapan Allah.

Istighfar ini dibaca Rasulullah SAW di salah satu sujudnya.

Ini Istighfar Rasulullah SAW Ketika Sujud (Sumber Gambar : Nu Online)
Ini Istighfar Rasulullah SAW Ketika Sujud (Sumber Gambar : Nu Online)

Ini Istighfar Rasulullah SAW Ketika Sujud

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

SMA Negeri 1 Slawi

Allâhummaghfirlî dzanbî kullah, diqqahû wa jullah, wa awwalahû wa âkhirah, wa ‘alâniyatahû wa sirrah.

Artinya, “Tuhanku, ampunilah aku dari segala dosa baik kecil maupun besar, awal maupun akhir, dan dosa yang terang-terangan maupun yang tersembunyi.”

SMA Negeri 1 Slawi

Pilihan kalimat dalam istighfar di atas tampak begitu kuat dan menyeluruh. Rasulullah SAW mengajarkan istighfar ini untuk umatnya yang penuh dosa. Riwayat permohonan ampunan dosa ini disebutkan oleh Imam Nawawi di dalam karyanya Al-Adzkar. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Nusantara, Ahlussunnah, Amalan SMA Negeri 1 Slawi

Minggu, 14 Januari 2018

Keluarga Maslahah

Keluarga Maslahah adalah konsep untuk menyebut keluarga yang bahagia, sejahtera, dan taat kepada ajaran agama di lingkungan NU. Secara khusus, konsep keluarga maslahah ini dikembangkan oleh LKK-NU.

Maslahah berasal dari akar kata sha-lu-ha yang secara harfiah berarti baik, manfaat, dan penting. Maslahah adalah kepentingan pribadi (perorangan), keluarga, dan masyarakat, karena maslahah adalah terpeliharanya kebutuhan primer manusia, baik agama, jiwa, harta benda, keturunan, serta akal atau kehormatan. Oleh karena itu, maslahah merupakan cita-cita setiap orang atau kelompok, khususnya kaum muslimin.

Keluarga Maslahah (Sumber Gambar : Nu Online)
Keluarga Maslahah (Sumber Gambar : Nu Online)

Keluarga Maslahah

Teori al-Maslahah telah dikemukakan oleh para pemikir hukum Islam, seperti asy-Syatibi dan al-Ghazali. Menurut al-Ghazali, maslahah adalah ungkapan yang pada intinya guna meraih kemanfaatan atau menolak kesulitan. Yang dimaksud adalah memelihara agama, jiwa, akal, keturunan, dan harta. Sedangkan al-Khawarizmi mendefinisikan maslahah dengan ”memelihara tujuan hukum Islam dengan menolak bencana atau kerusakan yang merugikan makhluk.”

SMA Negeri 1 Slawi

Dari pengertian di atas dapat ditarik pemahaman bahwa maslahah adalah sarana untuk menetapkan hal-hal yang berkaitan dengan kepentingan manusia yang bersendi pada prinsip menarik manfaat dan menolak mafsadat (kerusakan). 

Dilihat dari kandungannya, maslahah dibagi dua, yakni: maslahat umum (al-maslahat al-’am), yakni maslahat untuk kepentingan orang banyak, dan maslahat khusus (al-maslhat al-khash), yakni maslahat untuk kepentingan pribadi.

SMA Negeri 1 Slawi

Keluarga maslahah adalah keluarga yang dapat memenuhi atau memelihara kebutuhan primer (pokok), baik lahir maupun batin. Terpenuhi atau terpeliharanya kebutuhan lahir dimaksudkan bahwa keluarga tersebut terbebas dari lilitan kemiskinan dan penyakit jasmani. Sedangkan terpenuhi atau terpeliharanya kebutuhan batin dimaksudkan bahwa keluarga tersebut terbebas dari kemiskinan akidah (iman), rasa takut, stres, dan penyakit-penyakit batin lainnya.

Dalam buku Pedoman Pelaksanaan Program Keluarga Berencana dan Pendidikan Kependudukan yang diterbitkan LKKNU dan BKKBN disebutkan, terpeliharanya keseimbangan antara kebutuhan lahir dan batin adalah:

1. Terpeliharanya kesehatan ibu dan anak, seperti terjaminnya keselamatan jiwa dan raga ibu selama hamil, melahirkan, dan menyusui serta terjaminnya keselamatan anak sejak dalam kandungan.

2. Terpeliharanya keselamatan jiwa, kesehatan jasmani dan ruhani anak serta tersedianya pendidikan bagi anak.

3. Terjaminnya keselamatan agama orang tua yang dibebani kewajiban menyediakan kebutuhan hidup keluarga.

Adapun ciri dari kemaslahatan keluarga (mashalihul usrah) adalah keluarga yang memiliki unsur-unsur sebagai berikut:  

1. Suami-istri yang saleh, yakni yang dapat mendatangkan manfaat dan faedah untuk dirinya, anak-anaknya dan lingkungannya, sehingga darinya tecermin perilaku dan perbuatan yang dapat menjadi suri teladan (uswatun hasanah) bagi anak-anaknya maupun orang lain.

2. Anak-anaknya baik (abrar), dalam arti berkualitas, berakhlak mulia, sehat ruhani dan jasmani. Mereka produktif dan kreatif sehingga pada saatnya dapat hidup mandiri dan tidak menjadi beban orang lain atau masyarakat.

3. Pergaulannya baik. Maksudnya, pergaulan anggota keluarga itu terarah, mengenal lingkungan yang baik, dan bertetangga dengan baik tanpa mengorbankan prinsip dan pendirian hidupnya.

4. Berkecukupan rezeki (sandang, pangan, dan papan). Artinya, tidak harus kaya atau berlimpah harta, yang penting dapat membiayai hidup dan kehidupan keluarganya, dari kebutuhan sandang, pangan dan papan, biaya pendidikan, dan ibadahnya. (Sumber: Ensiklopedi NU)

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Jadwal Kajian, Syariah, Ahlussunnah SMA Negeri 1 Slawi

Sabtu, 13 Januari 2018

PMII Banda Aceh Gelar Kopdar Nusantara

Banda Aceh, SMA Negeri 1 Slawi. Pengerus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC PMII) Kota Banda Aceh mengadakan kopdar Nusantara di Mizan Kupi, Lampineung Sabtu, 29 April 2017.

Ketua Umum PMII Akmal mengatakan, dalam kopdar Nusantara ini adalah sebuah anugerah terbesar bisa berkumpul di tanah rencong dengan sahabat-sahabati PMII se-Nusantara walaupun tidak semuanya dikarenakan mempunyai kewajiban dalam tugas mewakili kampus.

PMII Banda Aceh Gelar Kopdar Nusantara (Sumber Gambar : Nu Online)
PMII Banda Aceh Gelar Kopdar Nusantara (Sumber Gambar : Nu Online)

PMII Banda Aceh Gelar Kopdar Nusantara

Akmal juga berpesan silaturrahim ini harus tetap sampa bertemu dalam acara kongres yang sebentar lagi akan diselenggarakan.

"Kongres ini adalah kongres dengan seduhan aswaja dalam jiwa kita tanpa ada hal yang tidak kita inginkan," jelasnya?

Salah satu mewakili dari Kota Salatiga, Wasi menambahkan walaupun kita di Aceh tujuan awalnya adalah berkompetisi dalam Pionir ke VIII.

SMA Negeri 1 Slawi

"Karena sahabat/i terikat dalam suatu ikatan yang sangat luar biasa yaitu PMII kita semua awalnya saling bersaing tapi malam ini kita bisa duduk bersama, ngopi bersama," ujarnya

Arif juga mengatakan suatu kebanggaan selaku kader PMII Cabang Kota Palopo Karena telah berkesempatan untuk duduk bareng dengan sahabat(i) se-Nusantara di Kota Banda Aceh.

"Sekali lagi terima kasih kepada PC. PMII Kota Banda Aceh yang telah memberikan wadah bagi kami untuk kumpul bareng sahabat(i) se-Nusantara di Banda Aceh. Red: Mukafi Niam

SMA Negeri 1 Slawi

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Ahlussunnah, Fragmen SMA Negeri 1 Slawi

Jumat, 12 Januari 2018

Prihatin Kondisi Bangsa, Ulama Thariqah Akan Gelar Manaqib Kubro

Pekalongan, SMA Negeri 1 Slawi. Berbagai musibah yang menimpa bangsa Indonesia membuat kalangan ulama Jawa Tengah yang tergabung dalam wadah jam’iyyah tarekat NU atau Jamiyyah Ahlit Thariqah Al Mu’tabarah An Nahdliyyah merasa prihatin. Terjadinya banjir, gempa bumi, tanah longsor, kebakaran, kecelakaan kereta api, pesawat terbang dan kapal laut, juga masalah flu burung, demam berdarah, hingga bencana lumpur lapindo di Sidoarjo tidak terlepas dari kesalahan manusia sendiri.

Rencananya, tidak kurang dari 700 ulama dan kiai thariqah se-Jawa Tengah akan berkumpul di Pondok Pesantren Al Utsmani, Gejlig, Kecamatan Kajen, Pekalongan untuk bersama-sama berdoa dan bermunajat kepada Allah SWT, memohon ampunan melalui istighotsah dan manaqib kubro yang juga akan diikuti oleh sekitar 10.000 umat muslimin se-Kabupaten Pekalongan dan sekitarnya. Acara akan dilaksanakan pada Sabtu (17/3) pukul 19.00.

Banyaknya musibah yang menimpa negeri ini tidak bisa lagi ditimpakan pada sekelompok orang apalagi kepada para pemimpin bangsa ini. Akan tetapi sudah menjadi kesalahan kita bersama yang diakui atau tidak telah melakukan penyimpangan dan pembangkangan terhadap perintah-perintah Allah.

Prihatin Kondisi Bangsa, Ulama Thariqah Akan Gelar Manaqib Kubro (Sumber Gambar : Nu Online)
Prihatin Kondisi Bangsa, Ulama Thariqah Akan Gelar Manaqib Kubro (Sumber Gambar : Nu Online)

Prihatin Kondisi Bangsa, Ulama Thariqah Akan Gelar Manaqib Kubro

Ketua panitia manaqib kubro, KH. Mirza Hasbullah kepada wartawan mengatakan, kehadiran para ulama dan kiyai se Jawa Tengah di samping dalam rangka manaqib kubro, juga akan membahas berbagai persoalan keagamaan yang dikemas dalam bentuk Bahtsul Masail Diniyah pada hari esoknya. Gubernur, Pangdam IV/Diponegoro dan Kapolda Jawa Tengah serta Rais Am Jamiyyah Ahlit Thariqah Al Mu’tabarah An Nahdliyyah Habib Luthfi Bin Ali Bin Yahya telah menyatakan siap hadir secara pribadi di acara manaqib kubro dan sekaligus akan memberikan pengarahan di hadapan ribuan ummat Islam.

KH. Mirza menambahkan, untuk menampung para kiyai dari berbagai daerah, pihaknya telah melakukan koordinasi dengan pihak pesantren Al Utsmani dan Pemerintah Kabupaten Pekalongan untuk kesiapan akomodasi dan lain-lain. Apalagi kehadiran tiga pejabat penting Jawa Tengah diperlukan pengamanan khusus, sehingga dirinya memerlukan bekerja sama dengan pihak Polres Pekalongan dan Kodim serta dibantu pengamanan internal yakni banser dan pagar nusa Kabupaten Pekalongan.

Sementara itu, Ketua Yayasan Al Utsmani, H. Arifin Utsman mengatakan, dirinya dengan segenap kekuatan yang ada yang meliputi santri, murid dan pengasuh di komplek Pondok Pesantren Al Utsmani telah melakukan berbagai persiapan terkait dengan kedatangan para kiyai dan pejabat di pesantrennya. Sebagai tuan rumah, dirinya berharap kehadiran para kiyai dan ulama thariqah dapat memberikan kontribusi melalui cara-cara ulama thariqah untuk ikut meringankan beban penderitaan bangsa yang sedang ditimpa musibah beruntun ini. (muiz)

SMA Negeri 1 Slawi

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Lomba, Ahlussunnah, Halaqoh SMA Negeri 1 Slawi

SMA Negeri 1 Slawi

Senin, 08 Januari 2018

Yang Syahdu dan Unik-unik dari Ramadhan di Tarim Yaman

Tarim merupakan nama suatu daerah terpencil di Hadhramaut, Yaman. Di sini aktivitas keilmuan dan kerohaniannya lebih terasa dibanding kota lainnya di Yaman. Tarim juga memiliki nuansa Ramadhan yang khas yang diwariskan secara turun-menurun. Suasana semacam inilah yang tidak ditemukan di daerah Yaman lainnya.

Antusiasme masyarakat Tarim dalam menyambut bulan Ramadhan sangat tinggi. Hal itu terlihat dari ramainya masjid-masjid pada siang hingga malam hari. Mereka menghidupkan bulan Ramadhan dengan Al-Qur’an, dzikir, shalawat, dan ziarah.

Yang Syahdu dan Unik-unik dari Ramadhan di Tarim Yaman (Sumber Gambar : Nu Online)
Yang Syahdu dan Unik-unik dari Ramadhan di Tarim Yaman (Sumber Gambar : Nu Online)

Yang Syahdu dan Unik-unik dari Ramadhan di Tarim Yaman

Pelaksaan shalat tarawih di Tarim tidak hanya dilaksanakan dalam satu waktu serentak, namun bergantian secara estafet sejak pukul 19.30 hingga pukul 03.00 di beberapa masjid yang berbeda.

Yang unik dari suasana Ramadhan di Tarim, setelah melaksanakan shalat tarawih dan witir para jamaah tidak langsung pulang, tetapi mereka tetap duduk untuk bersama-sama melantunkan pujian kepada Rasulullah secara bersahutan dengan nada khas Tarim. Pujian ini disebut "Qashidah Fazzaziyah dan Witriyah". Vokalis pemilik suara merdu menambah rasa syahdu malam itu.

SMA Negeri 1 Slawi

Selama pembacaan qasidah terlihat beberapa orang tua yang mengabdikan diri kepada masjid berkeliling membawa bukhur (sejenis kemenyan), dan juga tampak orang orang berbaris memberikan minuman air dingin dan kopi khas Yaman. Sesekali di hari-hari tertentu juga diberikan air mawar asli untuk pewangi badan juga halawah (manisan) dan kaak (kue khas Tarim).

SMA Negeri 1 Slawi

Kemudian dilanjutkan pembacaan "Qawafi", yaitu lantunan syair yang berisi nasihat dan pengingat yang dibaca sesuai abjad huruf hijaiyah setiap harinya satu judul huruf hingga akhir bulan Ramadhan. Lalu diakhiri doa khusus di bulan Ramadhan yang ditulis Al Habib Umar bin Saqqof Asshofi. Biasanya ritual ini berlangsung selama 40 menitan.

Setelah usai orang-orang pun bersegera keluar dari masjid untuk pindah ke masjid lainnya mengerjakan shalat tarawih berikutnya dengan tata cara yang sama hingga akhir Ramadhan. Maka tidak diherankan jika di sini setiap orang dalam semalam bisa sampai melaksanakan tarawih hingga 100 rakaat. Ini bagi memiliki semangat yang tinggi. Habib Umar bin Hafidz dan Habib Salim Assyatiri, misalnya, meskipun keduanya berusia senja sanggup menunaikan shalat 60 rakaat dalam semalamnya.

Menjelang sahur, biasanya ada dua anak muda yang satu orang menabuh "thosah" (sejenis gendang) yang satunya lagi melantunkan dzikir dengan lantang berjalan di jalanan dan gang-gang membangunkan ibu-ibu untuk menyiapkan santap sahur.

Khatmul Quran Ramadhan di Tarim disebut Khatmu Rubu sebab khataman ini dilaksanakan setiap 4 empat hari sekali. Di antara masjid yang melaksanakan Khatmur Rubu adalah Masjid Al Muhdlar, Masjid Baalawi, Masjid Saqqaf, Masjid Wael. selain itu, banyak juga masjid yang melakasnakan "Khotmu Sitt" yaitu khataman setiap 6 hari sekali.

Panasnya cuaca Ramadhan membuat masjid-masjid memasang puluhan AC khusus daerah padang pasir dan puluhan kipas angin. Infrastruktur penunjang disediakan untuk member kenyamanan para jamaah yang sedang sibuk beribadah. Kamar mandi pun disiapkan bagi yang ingin berendam mendinginkan badan di kolam mandi yang disebut "Jabiyah".

Antusiasme ini tidak hanya di malam hari bahkan saat Shalat Dluha, Dhuhur dan Ashar juga ramai dengan aktivitas membaca Al-Qur’an, dzikir, dan pengajian- pengajian majelis taklim yang membacakan kitab-kitab Salafus Shalih. Biasanya setiap selesai majelis taklim para hadirin membaca surat Yasin bersama. Dan di akhiri dengan "Qashidah Fardiyah", kaisdah nasihat yang dibaca oleh satu orang.

Biasanya setelah Ashar pada Jumat pertama bulan Ramadhan seluruh masyarakat dan santri mancanegara yang berada di Tarim melaksanakan ziarah ke makam para sahabat dan waliyullah di makam "Zambal" dipimpin oleh mufti Tarim dan para ulama Tarim, hingga menjelang waktu berbuka puasa.

Kemudian peziarah bergegas ke masjid untuk berbuka dengan takjil yang telah disediakan dan dilanjutkan Shalat Tasbih dan Shalat Awwabin, barulah setelah itu mereka kembali ke rumah masing masing.

Pada hari ke-9 diadakan majelis di kediaman Al Imam Haddad dan kediaman keluarga Al Hamid. Perkumpulan ini lazim disebut "Tsamratu Tasi." Acara itu diisi dengan bermacam-macam kasidah nasihat.

Pada hari ke-19 diadakan majelis di kediaman Khalifatussalaf Al-Habib Alwi bin Abdullah bin Syihabuddin. Acara ini berisi ceramah agama dan nasihat lalu kasidah pujian tentang bulan Ramadhan sambil menikmati secangkir kopi khas Tarim.

Ada hal menarik juga di kalangan masyarak desa Tarim. Nuansa Islami di sini sangat terasa bahkan tidak hanya di dalam masjid melainkan di luar juga. Biasanya sejak tanggal 11 sebelas Ramadhan hingga 29 Ramadhan sambil berharap datangnya lailatul qadar masyarakat Tarim saling bertukar undangan dengan tetangga dan kerabat untuk bersantap hidangan buka puasa dalam rangka khataman masjid yang ada di sekitar rumahnya.

Sementara anak-anak kecil laki laki maupun perempuan saling berkunjung ke rumah teman bermain mereka saling bergantian menyanyikan lagu-lagu anak yang diwariskan para ulama pendahulunya dan lagu-lagu tersebut disebut dengan "Khotamy". Kegembiraan anak-anak itu kemudian bertambah dengan banyaknya hadiah yang diberikan pada mereka oleh tuan rumah, tentunya setelah lagu itu usai dilantunkan.

Sementara khataman akbar Al-Qur’an di masjid dipimpin oleh para ulama. Doa yang dibaca adalah doa khatmul qur’an susunan Imam Ali Zainal Abidin. Saat doa dirapalkan, air dan kopi dibagikan. Setelah selesai, dilanjutkan doa susunan Imam Abil Hirbah. Selanjutnya anak-anak kecil yang turut hadir diberikan kesempatan membaca doa "Birrul Walidain" untuk orang tua mereka secara bergantian. Dilanjutkan pembacaan khutbah "Qoff" dan khutbah milik salah satu dari Habib Idrus bin Umar Al Habsyi, Al Habib Hasan bin Sholih Al Bahr, Habib Abu Bakr bin Abdurrohman bin Syihab.

Ketika Ramadhan memasuki hari ke-21 maka masyarakat, santri, dan mahasiswa berduyun-duyun hadir ke masjid-masjid yang diistimewakan di Tarim. Keistimewaan masjid tidak ditinjau dari kemegahan bangunannya, tetapi dari kealiman dan kewalian yang membangun masjidnya meskipun hampir semua masjid di sini terbuat dari tanah liat. Berikut di antara masjid-masjid istimewa tersebut.

Tanggal 21 Ramadhan di Masjid Syeh Abdurrohman Assaqqof dan Masjid Abi Bakr Assakron. Tanggal 23 Ramadhan di Masjid Al Awwabin milik Imam Haddad. Tanggal 25 Ramadhan Syeh Ali bin Abi Bakr Assakron. Tanggal 27 Ramadhan di Masjid Baalawi yang dibangun oleh Syeh Kholi Qosam abad ke-5. Tanggal 29 Ramadhan di masjid fenomenal dengan menara tertinggi yang terbuat dari tanah liat milik Syeikh Umar Muhdlor dan Masjid Al-Fath milik Imam Abdulloh bin Alwi al-Haddad.

Menurut pengamatan saya, suasana religius Ramadhan di Tarim yang diwariskan turun-menurun menggabungkan beberapa konsep mahabbah (cinta), yaitu cinta kepada Allah dengan amalan shalat dan puasa, cinta kepada kitab Allah dengan memperbanyak tadarus dan khataman, cinta kepada Rasulullah dengan memperbanyak shalawat, cinta kepada syiar Allah dengan memperbanyak majelis taklim dan daurah (pesantren Ramadhan) bahkan peserta daurah ada yang datang dari Amerika, Australia, Inggris, Malaysia, China, dan lain-lain.

Ini merupakan Ramadhan kedua yang saya alami di Tarim, sementara Ramadhan pertama saya di kota Mukalla Yaman. Meskipun di Mukalla juga banyak syiar-syiar Ramadhan namun religiusme Tarim tidak ada tandingannya. Mungkin salah satu faktornya adalah banyaknya wali-wali Allah dan para ulama sufi yang dijumpai di Tarim. Sebuah nuansa kerohaniahan yang murni mendekatkan diri kepada Allah.

Moh Nasirul Haq, Mahasiswa Universitas Imam Syafii Yaman. Ditulis di Tarim, 7 Ramadhan 1437 H.

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Ahlussunnah, Makam, Tegal SMA Negeri 1 Slawi

Sabtu, 06 Januari 2018

Pelajar NU Karanganyar Bentuk Komisariat di Sekolah Ma‘arif NU

Demak, SMA Negeri 1 Slawi. Sebanyak 90 kader IPNU-IPPNU Karanganyar, Gajah, Karangawen, kabupaten Demak mengikuti Latihan Kader Muda (Lakmud), kaderisasi lanjutan setelah Makesta. Setelah Lakmud, mereka berencana menggalang koordinasi dengan Ma’aruf NU Demak untuk membentuk komisariat di lingkungan sekolah Maarif NU.

Pelajar NU Karanganyar Bentuk Komisariat di Sekolah Ma‘arif NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Pelajar NU Karanganyar Bentuk Komisariat di Sekolah Ma‘arif NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Pelajar NU Karanganyar Bentuk Komisariat di Sekolah Ma‘arif NU

Ketua IPNU Demak Abdul Halim sempat menemui pengurus Maarif NU Demak agar membukakan izin bagi pengurus IPNU-IPPNU masuk di sekolah dan madrasah Ma’arif NU.

Menanggapi semangat mereka, Ketua Maarif NU Demak Sa’dullah menyatakan dukungan penuh atas inisiatif para pelajar NU. “Saya akan menginstruksikan kepada Kepala Sekolah dan Kepala Madrasah untuk membuka pintu selebar-lebarnya. Tinggal nanti bagaimana rekan dan rekanita IPNU-IPPNU untuk menindaklanjutinya,” kata Sa’dullah.

SMA Negeri 1 Slawi

Sementara Ketua Panitia Lakmud Miftahul Ulum menyatakan bahwa Lakmud sendiri diselenggarakan untuk menggerakkan pelajar NU di Karanganyar yang berpaham Aswaja NU. Lakmud berlangsung sejak Kamis hingga Jum’at (19-20/2) di aula MTs Nahdlatus Syibyan, Wonoketingal, Karanganyar, Demak. (A Rifqi Jamil-Sirojul Munir/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Tegal, Pertandingan, Ahlussunnah SMA Negeri 1 Slawi

SMA Negeri 1 Slawi

Selasa, 02 Januari 2018

Khofifah Targetkan Tutup 100 Lokalisasi

Jakarta, SMA Negeri 1 Slawi

Menteri Sosial, Khofifah Parawansa, mengatakan, masih ada 100 titik lokalisasi yang akan ditutup, sehingga target pemerintah Indonesia bebas lokalisasi pada 2019.

Khofifah Targetkan Tutup 100 Lokalisasi (Sumber Gambar : Nu Online)
Khofifah Targetkan Tutup 100 Lokalisasi (Sumber Gambar : Nu Online)

Khofifah Targetkan Tutup 100 Lokalisasi

"Kementerian Sosial dengan berbagai pihak terkait, telah menutup 68 lokalisasi prostitusi dari jumlah 168 yang ada. Hingga 2019, pemerintah menargetkan seluruh Indonesia bebas dari lokalisasi prostitusi," kata dia, di sela peninjauan Panti Sosial Karya Wanita (PSKW) Mulya Jaya, Pasar Rebo, Jakarta Timur, Senin.

Lebih lanjut dia mengatakan, dia sudah mendapatkan surat dari wali kota Mojokerto yang sudah siap menutup lokalisasi.

"Satu-satunya lokalisasi yang tersisa di Jawa Timur adalah di Mojokerto, dan saat ini sudah ada persiapan untuk penutupan," ucapnya.

SMA Negeri 1 Slawi

Saat ini jumlah lokalisasi terbanyak berada di Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara.

Yang paling terkini adalah persiapan penutupan lokalisasi Kalijodo, di Jakarta Utara. (Antara/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi

SMA Negeri 1 Slawi Ahlussunnah SMA Negeri 1 Slawi

Senin, 01 Januari 2018

Hari Kartini, IPPNU Bandung Deklarasi Pelajar Anti Narkoba

Bandung, SMA Negeri 1 Slawi. Dalam peringatan Hari Kartini, Selasa (21/4) kemarin, Pimpinan Cabang IPPNU kota Bandung menyatakan Deklarasi Pelajar Anti Narkoba di MTs Sirnamiskin, Kopo, kota Bandung, Barat. Deklarasi ini diikuti oleh seratusan pelajar dari tingkat MTs, MA dan SMK beserta para staf guru yang berada dalam satu Yayasan Sirnamiskin itu.

“Yang melatarbelakangi deklarasi pelajar adalah sebagaimana diketahui narkoba kini marak di kalangan pelajar, banyak pelajar yang sudah mengkonsumsi narkoba, sehingga IPPNU bertekad untuk mendeklarasikan bahwa pelajar (NU) di kota bandung bebas dan tidak akan mengenal narkoba,” kata Ketua IPPNU kota Bandung Dhilla Nuraeni Az-Zuhri kepada SMA Negeri 1 Slawi.

Hari Kartini, IPPNU Bandung Deklarasi Pelajar Anti Narkoba (Sumber Gambar : Nu Online)
Hari Kartini, IPPNU Bandung Deklarasi Pelajar Anti Narkoba (Sumber Gambar : Nu Online)

Hari Kartini, IPPNU Bandung Deklarasi Pelajar Anti Narkoba

Dhilla nama sapaannya memandang penting bagi pelajar, khususnya IPPNU untuk menyikapi permasalahan narkoba, karena narkoba bukanlah budaya dari bangsa Indonesia di samping itu juga dapat menyengsarakan rakyat Indonesia.

SMA Negeri 1 Slawi

“Narkoba juga kejahatan yang luar biasa di mana kita sebagai pelajar harus menjauhi narkoba,” ujarnya.

Deklarasi Anti Narkoba, lanjut Dhilla, berupaya untuk berkomitmen bahwa pelajar di kota Bandung selamanya tidak akan mengenal narkoba serta menyatakan perang terhadap narkoba. “Tidak akan melakukan kegiatan penyalahgunaan narkoba dan akan menciptakan generasi Indonesia yang aktif, kreatif, inovatif dan berprestasi tanpa narkoba,” tambah dia.

SMA Negeri 1 Slawi

Dengan pengawalan yang rapi dan tertib dari Banser kota Bandung, sosialisasi tentang bahaya narkoba dan deklarasi yang dihadiri oleh Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) kota Bandung itu berjalan dengan lancar. Sementara yang memimpin pembacaan teks Deklarasi Anti Narkoba adalah salah satu staf BNN dari bagian Tim Pencegahan, lalu teks deklarasi yang dibacakan diikuti serentak oleh peserta deklarasi. 

Menurut Dhilla, tindak lanjut dari deklarasi tersebut pihak IPPNU dan  BNN Kota Bandung akan melibatkan sekolah-sekolah dengan secara rutin tiap bulan memberikan penyuluhan serta aksi untuk tidak mengkonsumsi narkoba.

Dhilla berharap dengan diadakannya deklarasi tersebut dapat menjadikan pelajar Indonesia khususnya kota Bandung semakin sadar bahwa narkoba itu sangat brbahaya. “Pelajar Indonesia harus terbebas dari narkoba, karena narkoba akan merusak generasi penerus bangsa dan agama,” harap alumni Universitas Islam Nusantara itu.

Selain sosialisasi tentang bahaya narkoba dan deklarasi pelajar anti narkoba, dalam acara yang berlangsung sehari itu PC IPPNU juga menggelar Semarak Hari Kartini dengan mengadakan kompetisi pemilihan Mojang Jajaka yang ikuti oleh para siswa-siswi di kota Bandung. (M Zidni Nafi’/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Nusantara, Ahlussunnah SMA Negeri 1 Slawi

Minggu, 31 Desember 2017

PMII: Jaga Ekologi Papua!

Jayapura, SMA Negeri 1 Slawi. Sepuluh tahun pasca otonomi khusus diberlakukan di Papua, geliat pembangunan di Bumi Cendrawasih itu mulai terlihat dengan banyaknya pembangunan sejumlah pasar modern, dan pengembangan infrastruktur transportasi dan gedung-gedung.

PMII: Jaga Ekologi Papua! (Sumber Gambar : Nu Online)
PMII: Jaga Ekologi Papua! (Sumber Gambar : Nu Online)

PMII: Jaga Ekologi Papua!

Terkait dengan denyut pertumbuhan di Papua, Ketua Pengurus Besar PMII Bidang Kajian Pengembang SDA (KPSDA) Aidil Azhari mengingatkan bahwa industrialisasi di Papua harus memperhatikan ekologi dan kebutuhan masyarakat.?

Aidil mengatakan hal tersebut pada salah satu sesi dialog kebangsaan di acara Musyawarah Pimpinan Nasional (Muspimnas) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) di Hotel Sentani, Jaya Pura, Kamis (13/12).

SMA Negeri 1 Slawi

“Kembangkan saja pertanian dan perikanan. Jangan pertambangan. Perhatikan kondisi ekologi. Jayapura sebagai sentral Propinsi Papua jangan sampai rusak sementara masyarakatnya tak sejahtera,” tandasnya.?

SMA Negeri 1 Slawi

Ia juga mengingatkan tentang dampak industrialisasi pada ketimpangan ekonomi masyarakat yang bakal melahirkan konflik baru di Papua. karenanya, Pemerintah dan kalangan industri menurutnya harus fokus pada peningkatan SDM lokal Papua.

Redaktur ? ? ? : Hamzah Sahal

Kontributor ? : Abdel Malik

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Ahlussunnah, Kajian, Makam SMA Negeri 1 Slawi

Selasa, 26 Desember 2017

GP Ansor Pakuan Ratu Bagikan Al-Qur’an dan Kitab ke Pesantren

Way Kanan, SMA Negeri 1 Slawi ?

Pimpinan Anak Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kecamatan Pakuan Ratu Kabupaten Way Kanan Provinsi Lampung menyiapkan tiga paket Kitab Kuning dan Al Quran bagi tiga pondok pesantren di daerah tersebut. Sumber dana pembelian kitab itu berasal dari kewirausaan sosial hijamah (bekam) sambil beramal atau diistilahkan halal.

GP Ansor Pakuan Ratu Bagikan Al-Qur’an dan Kitab ke Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor Pakuan Ratu Bagikan Al-Qur’an dan Kitab ke Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor Pakuan Ratu Bagikan Al-Qur’an dan Kitab ke Pesantren

Ketua PAC Ansor Pakuan Ratu, Bakti Gozali di Blambangan Umpu, Jumat (8/4) pagi menjelaskan, kitab tersebut akan disalurkan untuk Pesantren Al-Falakhussadah asuhan Kiai Zainal Maarif, Ponpes Nurudz Dzikri Al-Amin asuhan Kiai Maulana Ismail dan Pesantren Riyadlotul Mubtadiin asuhan Ustadz Ahmad Sholihin.

Paket kitab dimaksud akan diserahkan bertepatan dengan hari lahir Ansor ke 82 tahun atau 24 April 2016 sebagai tambahan media belajar santriwan-santriwati.

SMA Negeri 1 Slawi

"Itulah khidmat kami kepada organisasi. Peringatan harlah Ansor sebagaimana arahan pimpinan cabang harus memberi makna dan manfaat. Kami sampaikan terima kasih kepada jajaran Klinik BMC, pimpinan cabang Gerakan Pemuda Ansor yang mendorong kemandirian kader dengan membekali keterampilan dan membuka peluang usaha," ujar Bakti didampingi Kasatkoryon Eko Sugiyanto dan Direktur Klinik BMC (Bulan Media Center) Isma Supandri.

Wabil khusus bagi sahabat Beni Irawan yang berkenan meluangkan waktu untuk melakukan terapi bekam, ujar Bakti melanjutkan, PAC Ansor Pakuan Ratu dan pimpinan cabang tentu menyampaikan penghargaan, penghormatan dan doa.

SMA Negeri 1 Slawi

"Semoga Allah membalas energi, semangat dan keringat diberikan untuk organisasi melalui kewirausahaan sosial? Hijamah Sambil Beramal," ujar Bakti lagi.

Setelah melatih sejumlah kader PAC Pakuan Ratu, Negeri Agung dan Rebang Tangkas keterampilan hijamah atau bekam, Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Way Kanan dipimpin Gatot Arifianto menandatangani nota kesepahaman "Halal" dengan Klinik BMC pimpinan dr yusuf J Mustofa pada peringatan hari lahir Nahdlatul Ulama (NU) ke 90 pada Ahad (31/1).

Sebanyak 25 persen dari jasa bekam melalui program "Halal" digunakan untuk bantuan pendidikan atau kemandirian anak yatim piatu.

"Halal merupakan program kewirausaahan sosial Gerakan Pemuda Ansor yang bagus. Karena itu kami memfasilitasi, mendukung dan menaungi penuh dibukanya praktik bekam oleh GP Ansor," ujar pimpinan Klinik BMC dr Yusuf J Mustofa.

Ia mengaku, pertama kali dalam sejarah, sebagai dokter mencoba bekam menjelang peluncuran kewirausahaan sosial tersebut. "Tidak tanggung-tanggung, langsung lima belas titik, hasilnya badan terasa enteng dan segar setelah seharian beraktivitas dan yang terpenting juga sudah mengikuti sunah rasul dalam hal pengobatan," ujar dr Yusuf lagi.

Secara teori medis, ujar dr Yusuf menambahkan, bekam merupakan rangsangan sistem peredaran darah dan saraf yang mirip dengan akupuntur dan sejenisnya yang bersifat positif bagi tubuh. "Ini karena efek bekam bisa merangsang peredaran darah menjadi baik," ujar dr Yusuf menegaskan. (Disisi Saidi Fatah/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Kajian Sunnah, Ahlussunnah SMA Negeri 1 Slawi

Rabu, 20 Desember 2017

Pergunu Jombang Desak Mendikbud Revisi Regulasi Sekolah 5 Hari

Jombang, SMA Negeri 1 Slawi?

Wacana Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy akan menerapkan sekolah 5 hari mendapat sorotan banyak pihak. Kebijakan ini juga berimplikasi pada kegiatan belajar mengajar akan berlangsung selama 8 jam per hari.

Salah satunya datang dari Ketua Persatuan Gurun Nahdlatul Ulama (Pergunu) Jombang, Ustadz Faqih. Kebijakan ini menurutnya tidak harus dipaksakan diterapkan di semua daerah, sebab kondisi lokal setiap daerah yang niscaya beragam.?

Pergunu Jombang Desak Mendikbud Revisi Regulasi Sekolah 5 Hari (Sumber Gambar : Nu Online)
Pergunu Jombang Desak Mendikbud Revisi Regulasi Sekolah 5 Hari (Sumber Gambar : Nu Online)

Pergunu Jombang Desak Mendikbud Revisi Regulasi Sekolah 5 Hari

Jika dipaksakan harus diterapkan di semua daerah, kata dia, tentu akan ada beberapa kebiasaan atau budaya yang subtansial yang harus dikorbankan, termasuk sekolah diniyah, TPQ dan sebagainya.

"Belum lagi banyak anak yang mengikuti pendidikan ganda, pagi belajar di sekolah formal, sore belajar di madrasah diniyah, TPQ, les, kursus dan lain-lain," ujarnya, Rabu (14/6).

Dari pertimbangan kondisi ini, Faqih mendesak Mendikbud untuk mengakaji lebih dalam lagi berdasarkan situasi dan kondisi pendidikan yang berlangsung selama ini. Bahkan jika Kebijakan itu jauh dari harapan mayoritas lembaga pendidikan di tanah air, Mendikbud harus merevisi kebijakannya tersebut.

SMA Negeri 1 Slawi

"Intinya Pergunu Jombang mendesak agar Mendikbud merevisi Permendikbud tentang sekolah 5 hari, tidak dipaksakan sebagai keharusan untuk semua, tapi sekedar bersifat opsional atau pilihan sesuai dengan kriteria-kriteria tertentu berdasarkan situasi, kondisi dan lokasi serta kearifan setempat," imbuhnya.

Meski demikian, Faqih mengatakan, kebijakan sekolah 5 hari ini tentu juga ada sisi manfaatnya, khususnya bagi sekolahan di perkotaan yang mayoritas wali murid bekerja hingga menjelang malam sehingga ada kekhawatiran kurangnya pengawasan murid di waktu jeda antara pulang sekolah hingga pulang kerjanya wali murid.

Namun di sisi lain, lanjut Faqih, kekhawatiran minimnya pengawasan di atas itu tentu bisa diantisipasi di internal keluarga masing-masing, tanpa menunggu kebijakan Kemendikbud ini. (Syamsul Arifin/Fathoni)

SMA Negeri 1 Slawi

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Ahlussunnah, Sejarah SMA Negeri 1 Slawi

Minggu, 17 Desember 2017

Pesan Kiai Said kepada Mahasiswa al-Azhar

Kairo, SMA Negeri 1 Slawi

Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siroj telah tiba di Bandara Internasional Kairo, Mesir pada pukul 11.45 waktu setempat. Penerbangan dari Jakarta-Kairo yang ditempuh selama lebih dari sebelas jam cukup melelahkan. Namun, wajah Kiai Said kembali sumringah saat menyaksikan para kader NU yang sedang studi di Universitas al-Azhar menyambutnya di bandara.

Pesan Kiai Said kepada Mahasiswa al-Azhar (Sumber Gambar : Nu Online)
Pesan Kiai Said kepada Mahasiswa al-Azhar (Sumber Gambar : Nu Online)

Pesan Kiai Said kepada Mahasiswa al-Azhar

"Selamat datang di Kairo, Kiai. Bahagia rasanya di masa studi kami di al-Azhar ini, panjenengan bisa hadir,"? kata Muhasibi, mahasiswa al-Azhar yang berasal dari Jakarta.

Kiai Said Aqil tak kalah gembiranya ketika disalami para mahasiswa satu persatu. Suasana keakraban terasa bagai pertemuan bapak dan anak.

SMA Negeri 1 Slawi

"Ya, saya pun gembira lihat kalian jauh-jauh studi ke al-Azhar, tujuannya tak lain memperkuat Ahlussunnah wal jamaah di Indonesia, kini dan di masa depan," kata Kiai Said Aqil.

Di hadapan beberapa mahasiswa yang menjemputnya, Kiai Said Aqil pun menyempatkan diri untuk berbincang santai tentang tradisi ilmu keislaman di Mesir. Kekayaan khazanah keislaman di Mesir tidak akan habis hanya dengan beberapa tahun studi di al-Azhar.

SMA Negeri 1 Slawi

"Di sini kalian harus selalu merasa dahaga ilmu, sehingga pulang ke Indonesia nanti yang takhassus keislaman, yaa...minimal seperti Dr. Ali Syami Nasyar," nasehat Kiai Said Aqil.

Kehadiran Kiai Said Aqil Siroj ke Mesir kali ini dalam rangka untuk memenuhi undangan dari Universitas al-Azhar sebagai salah satu pembicara dalam muktamar (umat Islam) dunia, 28 dan 1 Maret 2017) ini. Muktamar yang bertajuk "Kebebasan, Keberagaman, dan Integrasi" itu dibuka langsung oleh Grand Syekh al-Azhar, Syekh Ahmad Thayib. (Red: Mahbib)Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Ahlussunnah, Pertandingan, Humor Islam SMA Negeri 1 Slawi

Selasa, 12 Desember 2017

Pemda Perlu Berkontribusi dalam Pembiayaan Madrasah

Jakarta, SMA Negeri 1 Slawi. Salah satu tantangan besar yang dihadapi madrasah di Indonesia adalah minimnya alokasi anggaran pemerintah pusat yang diperuntukan bagi madrasah, karena garis koordinasi madrasah bersifat vertikal dan belum didesentralisasi sehingga perlu adanya upaya-upaya strategis dalam menghadapi tantangan besar tersebut.

Pemda Perlu Berkontribusi dalam Pembiayaan Madrasah (Sumber Gambar : Nu Online)
Pemda Perlu Berkontribusi dalam Pembiayaan Madrasah (Sumber Gambar : Nu Online)

Pemda Perlu Berkontribusi dalam Pembiayaan Madrasah

Demikian disampaikan oleh Kamarudin Amin, Dirjen Pendidikan Islam, Kementerian Agama RI usai menerima laporan akreditasi Madrasah dari Badan Akreditasi Sekolah/Madrasah (BAN S/M) di ruang Sekretariat Jenderal Kemenag, Jakarta, Rabu (14/12).

SMA Negeri 1 Slawi

"Pemda diharapkan bisa punya kontribusi besar dalam membantu madrasah karena bagaimana pun juga madrasah adalah rakyatnya bupati/walikota di daerahnya masing-masing," papar Pembina LP Maarif itu.

SMA Negeri 1 Slawi

Kamaruddin menambahkan, Badan Akreditasi Nasional Sekolah Madrasah (BANSM) memuat analisis 8 butir standar pendidikan, berdasarkan analisis di lapangan tim BAN S/M menemukan beberapa hal yang harus dievaluasi, misalnya ruang laboratorium dijadikan sebagai ruang kelas, tidak adanya perpustakaan, kualitas pendidik yang tidak memenuhi kualifikasi serta beberapa kekurangan lainnya.

"BAN S/M mengharapkan kepada kemenag untuk menaikan anggaran madrasah agar madrasah mampu meningkatkan 8 butir standar pendidikan sementara ini anggaran kemenag masih rendah," imbuhnya.

Dalam rapat tersebut juga disampaikan bahwa pada tahun 2016 ini BAN S/M telah melakukan akreditasi kepada 7.400 madrasah mulai dari tingkat MI, MTs dan MA, dengan demikian sisa madrasah yg belum diakreditasi sebanyak 17 ribu dari total 46 ribuaan. (Aiz Luthfi/Fathoni)Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Khutbah, Pertandingan, Ahlussunnah SMA Negeri 1 Slawi

LKTI PMII Cari Masukan untuk Indonesia yang Lebih Baik

Surabaya, SMA Negeri 1 Slawi. Sepuluh nominator Lomba Karya Tulis Ilmiah (LKTI) yang diselenggarakan PMII Korcab Jatim harus benar-benar bisa meyakinkan dewan juri terhadap solusi yang ditawarkan. Tidak jarang terjadi debat yang cukup alot antara juri dengan para peserta.

LKTI PMII Cari Masukan untuk Indonesia yang Lebih Baik (Sumber Gambar : Nu Online)
LKTI PMII Cari Masukan untuk Indonesia yang Lebih Baik (Sumber Gambar : Nu Online)

LKTI PMII Cari Masukan untuk Indonesia yang Lebih Baik

Dewan juri yang terdiri atas Dr H Muhammad Zamzami, dosen Fakultas Ushuluddin IAIN Sunan Ampel Surabaya, Soeprayitno, Redaktur Harian Umum Seputar Indonesia Biro Jawa Timur serta Faza Dhora Nailufar, S.IP, M.IP,  Kepala Litbang ISNU Jawa Timur dan Kepala Laboratorium Ilmu Politik Unibrawa Malang, tidak henti-hentinya mempermasalahkan sejumlah alasan dan solusi yang ditawarkan peserta. 

"Rata-rata peserta kurang memperhatikan sistematika penulisan dan tinjauan pustaka yang digunakan," kata Faza Dhora Nailufar kepada SMA Negeri 1 Slawi (17/4).

Demikian juga yang dikeluhkan para juri adalah solusi kongkrit dari ide brilian yang disampaikan. "Kalau kemudian usul itu diaplikasikan dalam kondisi kekinian, apakah memungkinkan?" tandas Muhammad Zamzami.

SMA Negeri 1 Slawi

Namun, proses seleksi yang berlangsung sejak jam 09.00 hingga 16.12 WIB di Ruang Salsabila PWNU  Jatim ini akhirnya menyepakati para pemenang sebagai berikut. 

SMA Negeri 1 Slawi

Juara pertama diraih oleh Nasrun Annahar dengan judul makalah Narasi Besar Proses Perencanaan Kebijakan Pembangunan dan Politik Anggaran; (Studi Relevansi Kebutuhan Dan Realisasi Kebijakan Pembangunan Jawa Timur). Peserta adalah utusan dari  Unibraw Malang, tepatnya jurusan Ilmu Administrasi Publik.

"Sedangkan juara kedua diraih  Yeni Imroatul Mufidah yang mempresentasikan makalah Evaluasi Pelaksanaan Program Adiwayata dalam Rangka Menciptakan Sekolah Berbudaya Lingkungan (green school) dengan Mengoptimalkan System Zero Waste dan Material Ramah Lingkungan pada Sekolah Berbasis Pondok Pesantren," kata Abdul Hady JM yang juga Ketua Panitia. Yeni adalah peserta dari  STIT Raden Wijaya Mojokerto.

Untuki juara ketiga diraih Labuda yang berhasil mempresentasikan makalah Peran Jawa Timur sebagai Basis Negeri Santri Indonesia Mewujudkan Model Starter of Socioreligipreneur Programme. Peserta berasal dari  Unibrawa Malang, tepatnya jurusan manajemen.

Untuk juara harapan pertama, dua dan tiga adalah  Mi’rojul Huda, dengan makalah Meneropong Politik Incumbent Pada Pilgub Jatim (Analisis Kinerja Incumbent Dalam Anggaran Pendapatan Dan Belanja Daerah Provinsi Jawa Timur Tahun 2009-2011 Sebagai Prediksi Peta Politik Jatim 2013. 

"Perserta juga dari Unibraw Malang, yakni FISIP, jurusan ilmu politik," lanjutnya

Ach. Taufiqil Aziz mempresentasikan makalah, Rukun Politik Masyarakat Madura; Refleksi Kritis Pilkada Tiga Kabupaten di Madura, dan merupakan utusan dari Institut Ilmu Keislaman An-Nuqayah (STIKA) Guluk-guluk Sumenep, yakni fakultas Syariah, jurusan Muamalah

Angga Erlando dengan makalah Program "Edupreneursah” (Edupreneur of Syariah) Sebagai Model Inovasi Pendidikan Kewirausahaan Berbasis “PAT” Di Provinsi Jawa Timur. Dia juga mahasiswa Unibraw Malang, jurusan ilmu ekonomi.

Dalam sambutannya, Ketua Umum PKC PMII Jawa Timur, Faiuruz menandaskan bahwa kegiatan ini sebagai media untuk merumuskan dan memberikan kontribusi pemikiran dari kalangan mahasiswa. 

"Jadi, mahasiswa bukan hanya menyuarakan di jalanan, melainkan juga dalam tingkat tawarann konsep pemikiran," katanya.

Selanjutnya ia berharap mahasiswa terus menjadi  ikon penggerak pembangunan dan pemikiriran masa depan. "Masa depan bangsa berada di tangan mahasiswa hari ini," lanjutnya.

Para juara nantinya akan didaulat naik panggung pada acara  puncak Harlah PMII ke 53. "Kegiatan akan berlangsung di gedung Balai Pemuda Surabaya, tanggal 23 April, malam hari," kata Abdul Hady JM. 

Ia berharap seluruh komponen PMII di Jatim dapat berpartisipasi dan mengunjungi puncak acara. "Kita menginginkan para alumni dan aktif PMII bisa berbaur dan melakukan konsolidasi," harapnya.

Redaktur    : Mukafi Niam

Kontributor: Syaifullah

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Anti Hoax, Ahlussunnah, Kajian Sunnah SMA Negeri 1 Slawi

Minggu, 10 Desember 2017

PMII Ingatkan Jokowi, Kartu Sakti Harus Tepat Sasaran

Bojonegoro, SMA Negeri 1 Slawi. Pengurus Komisariat (PK) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Sunan Giri Bojonegoro, Ahad (23/11), mengingatkan Presiden Joko Widodo agar Kartu Sakti yang diprogramkan pemerintah diberikan kepada warga yang benar-benar tidak mampu.

“Bukan yang mengaku miskin. Data yang digunakan, tambahnya, juga mesti benar-benar valid dan terbaru, bukan data 10 tahun yang lalu,” kata Ketua PK PMII STAI Sunan Giri Bojonegoro Eko Saputro di sela-sela aksi di jalan bersama rekan-rekannya.

PMII Ingatkan Jokowi, Kartu Sakti Harus Tepat Sasaran (Sumber Gambar : Nu Online)
PMII Ingatkan Jokowi, Kartu Sakti Harus Tepat Sasaran (Sumber Gambar : Nu Online)

PMII Ingatkan Jokowi, Kartu Sakti Harus Tepat Sasaran

Selain itu dengan dana hasil pengurangan subsidi tersebut, Presiden juga janji untuk membangun berbagai infrastruktur di seluruh penjuru Indonesia. "Kami berharap janji itu benar-benar terwujud, bukan PHP (pemberi harapan palsu) dan bukan hanya untuk meredam kegundahan rakyat," tandasnya.

SMA Negeri 1 Slawi

Ditambahkan, ia mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk ikut serta mengawal kebijakan ini dan untuk warga yang kaya, jangan merasa miskin hanya untuk mendapatkan kartu sakti. "Karena jika yang kaya mengaku miskin, berarti kalian adalah bagian dari koruptor busuk di negeri ini," tuturnya.

SMA Negeri 1 Slawi

Puluhan aktivis PK PMII STAI Sunan Giri melakukan aksi dorong sepeda motor sebagai bentuk protes terhadap kenaikan BBM. Mereka memulai aksinya dari kampus STAI Sunan Giri Bojonegoro, Jalan A. Yani, dengan berjalan kaki sambil mendorong sepeda motornya menuju ke pertigaan terminal Rajekwesi. Selanjutnya para aktivis dengan membawa bendera menuju perempatan Banjarejo untuk berorasi.

Aksi tersebut mendapat pengawalan ketat aparat kepolisian. Demo yang berlangsug tertib itu juga membuat para pengguna jalan sedikit terganggu. Pasalnya, para mahasiswa yang turun jalan melakukan aksinya di jalur-jalur yang sering dipadati pengguna jalan. (M. Yazid/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Ahlussunnah SMA Negeri 1 Slawi

Sabtu, 25 November 2017

Muslimat NU Sulsel Ingin Bumikan Al-Qur’an di Desa-desa

Makassar, SMA Negeri 1 Slawi?



Ketua Pimpinan Wilayah Muslimat NU Sulawesi Selatan Majdah Agus Numang bercita-cita ingin membumikan Al-Quran di desa-desa Sulawesi Selatan.?

“Ada 3.030 desa di Sulawesi Selatan yang akan kita bumikan Al-Qur’an,” katanya pada Halal Bihalal yang dilaksanakan berbagai organisasi yaitu Forum Kajian Cinta Alquran Sulsel, Yayasan Jantung Cabang Utama Sulsel, FKA ESQ Sulsel, BK PAKSI Sulsel, Pengda Soina Sulsel, Perwosi Sulsel, IKA Pascasarjana Unhas, MT. AL Insan KPMP Unhas di Auditorium KH Muhyiddin Zain UIM, Sabtu (8/7).

Muslimat NU Sulsel Ingin Bumikan Al-Qur’an di Desa-desa (Sumber Gambar : Nu Online)
Muslimat NU Sulsel Ingin Bumikan Al-Qur’an di Desa-desa (Sumber Gambar : Nu Online)

Muslimat NU Sulsel Ingin Bumikan Al-Qur’an di Desa-desa

Ia menambahkan, kita akan membangun Sulsel yang qur’ani serta menyebarkan Islam yang ramah, moderat, ke seluruh pelosok daerah.?

Pada kesempatan tersebut, panitia mengundang penceramah Imam Islamic Center of New York yang menurut Majdah memiliki visi menyebarkan nilai-nilai Islam yang damai, rahmatan lil alamin dan moderat.

"Insya Allah pada kesempatan hari ini, hikmah Halal Bihalal akan dibawakan oleh Imam Islamic Center of New York Shamsi Ali. Tentunya kita mengetahui beliau sudah 20 tahun berdakwah di Amerika. Tentunya banyak tantangan yang telah dihadapi,” katanya.?

SMA Negeri 1 Slawi

Pada kesempatan itu, Shamsi Ali mengajak untuk menjadikan nilai-nilai Al-Qur’an sebagai petunjuk.?

Selain itu, ia meminta agar jangan lupa bersyukur, yakni mempertahankan yang sudah ada dan melanjutkan yang sudah ada. (Andy Muhammad Idris/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi

SMA Negeri 1 Slawi Ahlussunnah, Nahdlatul, Doa SMA Negeri 1 Slawi

Jumat, 24 November 2017

Habib Luthfi: Foto KH Hasyim Asyari Wajib Dipasang

Pekalongan, SMA Negeri 1 Slawi

Rais Aam Idaroh Aliyah Jamiyyah Ahlith Thariqah Al Mutabarah An Nahdliyyah Habib Muhammad Luthfi bin Ali bin Hasyim bin Yahya mewajibkan warga Nahdliyyin, khususnya para pengurus NU untuk memasang foto tokoh pendiri NU dan pahlawan nasional, Hadratus Syeikh KH Hasyim Asyari, di rumah masing-masing.



Habib Luthfi: Foto KH Hasyim Asyari Wajib Dipasang (Sumber Gambar : Nu Online)
Habib Luthfi: Foto KH Hasyim Asyari Wajib Dipasang (Sumber Gambar : Nu Online)

Habib Luthfi: Foto KH Hasyim Asyari Wajib Dipasang

Pasalnya, pemimpin tertinggi organisaasi tarekat-tarekat NU itu khawatir, saat ini para generasi muda NU banyak tidak tahu wajah tokoh penting di balik kebesaran Nahdlatul Ulama.

Habib luthfi perihatin akan nasib NU ke depan. Tokoh NU Kota Pekalongan yang juga Ketua Umum MUI Jawa Tengah itu beberapa waktu lalu meminta para Pengurus NU Kota Pekalongan agar di masing-masing rumah warga Nahdliyyin terpasang foto Hadratus Syech KH Hasyim Asyari tokoh pendiri Nahdlatul Ulama dan pahlawan nasional.

SMA Negeri 1 Slawi

Bak gayung bersambut, gagasan Habib Luthfi disambut PCNU dengan pencanangan gerakan pemasangan foto KH Hasyim Asyari bersamaan dengan acara istighotsah kubro yang berlangsung Jumat (1/2) malam ditandai dengan penyerahan foto KH Hasyim Asyari berukuran 40 x 50 cm dalam bingkai kaca kepada perwakilan MWC NU, Lembaga NU, Badan Otonm NU dan Ranting NU.

SMA Negeri 1 Slawi

Diharapkan seluruh rumah pengurus NU di semua tingkatan dalam bulan Pebruari ini sudah dipasangi foto KH Hasyim Asyari yang difasilitasi PCNU Kota Pekalongan dengan mencetak foto dalam bentuk poster.

Wakil ketua PCNU Kota Pekalongan Abdul Basyir mengatakan, secara bertahap PCNU akan menerbitkan buku sejarah sepak terjang tokoh-tokoh NU khususnya yang ada di Kota Pekalongan dengan harapan agar generasi penurus yang tergabung dalam wadah IPNU dan IPPNU tidak kehilangan panutan dan jejak yang amat penting bagi perkembangan NU di Kota Pekalongan.

Sementara itu tidak kurang dari sepuluh ribu warga NU Pekalongan dan sekitarnya Jumat (1/2) malam lalu menghadiri acara istighotsah kubro yang digelar PCNU Kota Pekalongan dalam rangka memperingati Hari Lahir ke-82 Nahdlatul Ulama.

Acara yang digelar di Masjid Agung Al Jami Kota Pekalongan mendapat perhatian penuh dari warga masyarakat. Pasalnya dalam acara itu dua tokoh ulama besar yakni Habib Luthfi dan Habib Abdullah Baqir bin Abdullah Alatas ikut hadir dan larut dalam gema istighotsah, sehingga jamaah yang dengan hadir dengan busana putih putih tampak larut dalam doa agar bangsa Indonesia lepas dari berbagai musibah.

Bahkan untuk memudahkan jamaah dapat melihat susana depan panggung, pihak panitia harus menyediakan monitor besar, sehingga jamaah tidak perlu lagi berdesakan untuk menempati ruangan utama masjid Agung Al Jami.

Meski demikian, serambi dan halaman masjid yang cukup luas itu akhirnya tak mampu juga menampung ribuan jamaah yang terus berdatangan hingga acara berlangsung hampir separohnya.

Humas Panitia Zainal Muhibbin SPd kepada SMA Negeri 1 Slawi mengatakan, istighotsah kubro ini merupakan puncak acara harlah yang di gelar PCNU Kota Pekalongan sejak tanggal 10 Januari 2008 yang lalu.

Beberapa kegiatan ujar Muhibbin telah dilakukan dan mendapat sambutan masyarakat yang cukup meriah, antara lain bersih-bersih masjid dan musholla NU, pengobatan gratis massal, donor darah, malam tasyakuran, ziarah makam ulama pejuang NU dan puncaknya digelar istighotsah ini.

"Saya tidak menduga kalau acara yang digelar NU mendapat sambutan yang luar biasa. Hal ini dapat dilihat dari animo masyarakat di setiap acara yang digelar untuk memperingati Harlah NU," katanya.

"Tentu ini menjadi garapan NU ke depan bagaimana antusias masyarakat ini sebagai bukti bahwa mereka masih sangat mencintai NU," ujar Muhibbin lagi.

"Meski disadari bahwa kegiatan kolosal seperti pengobatan gratis, donor darah dan istighotsah kubro ini memerlukan biaya yang tidak sedikit, akan tetapi kalau hal ini untuk masa depan dan kebesaran Nahdlatul Ulama, berapapun biaya yang harus dikeluarkan itu bukan masalah," tandasnya.

Walhasil, acara peringatan harlah menandai kegiatan awal pengurus NU periode 2007-2012 telah mendapat respon masyarakat dengan baik, tinggal ke depan bagaimana pengurus baru dapat merealisasikan program-programnya yang dapat menyentuh kebutuhan warga nahdliyyin khususnya dalam penanganan pendidikan, ekonomi dan kesehatan yang saat ini masih menjadi kebutuhan prioritas warga NU di Kota Pekalongan. (Abdul Muiz)Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi RMI NU, Ahlussunnah SMA Negeri 1 Slawi

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs SMA Negeri 1 Slawi sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik SMA Negeri 1 Slawi. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan SMA Negeri 1 Slawi dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock