Tampilkan postingan dengan label Habib. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Habib. Tampilkan semua postingan

Kamis, 01 Maret 2018

Tips Rasulullah untuk Melunakkan Hati yang Keras

Pernahkah Anda terbukti bersalah namun sukar sekali mengeluarkan minta maaf? Alasannya: orang yang dimintai maaf lebih muda dari kita, lebih miskin dari kita, atau status jabatannya lebih rendah dari kita. Jika kita penah mengalami demikian atau menyaksikan orang yang berperilaku begitu, yang bersangkutan sesungguhnya telah mengidap penyakit hati yang keras.

Surat Al-Baqarah ayat 67-74 mengambarkan kondisi penyakit tersebut ketika mengisahkan tentang Bani Israil. Mereka dilukiskan sebagai orang-orang yang sulit menerima kebenaran meskipun bukti nyata telah hadir di depan mata. Hati mereka mengeras seperti batu, bahkan bisa lebih keras lagi.

Tips Rasulullah untuk Melunakkan Hati yang Keras (Sumber Gambar : Nu Online)
Tips Rasulullah untuk Melunakkan Hati yang Keras (Sumber Gambar : Nu Online)

Tips Rasulullah untuk Melunakkan Hati yang Keras

Penyakit ini susah disembuhkan karena yang mesti dihadapi penderitanya adalah dirinya sendiri. Egoisme, gengsi, atau perasaan paling istimewa, biasanya menjadi biang keladi mengapa hati seseorang membatu sehingga sukar dimasuki kebenaran dan kebaikan yang datang dari luar dirinya. Namun, susah disembuhkan bukan berarti tidak bisa diobati.

SMA Negeri 1 Slawi

Suatu hari seorang laki-laki datang mengadu kepada Rasulullah shallallâhu ‘alaihi wasallam tentang hatinya yang keras (qaswatul qalb). Nabi menjawab:

? ? ? ? ? ? ? ? ?

SMA Negeri 1 Slawi

Artinya: “Jika kamu ingin melunakkan hatimu maka berilah makan orang miskin dan usaplah kepala anak yatim.” (HR al-Hakim dalam al-Mustadrak)

Dalam hadits tersebut, Rasulullah menganjurkan orag yang keras hatinya untuk melatih diri berempati dengan orang-orang lemah. Empati tersebut diwujudkan salah satunya dengan memberi makan orang miskin.

Makan adalah di antara kebutuhan primer (hâjiyât) setiap manusia. Penghasilan orang miskin sering hanya bisa mencukupi keperluan pokok tersebut tanpa bisa menambah kebutuhan sekunder lainnya. Lebih dari miskin disebut faqîr. Keduanya merupakan kelompok rentan yang sama-sama membutuhkan uluran tangan.

Ibnu Rajab al-Hanbali saat menjelaskan hadits ini mengatakan bahwa bergaul dengan orang-orang miskin dapat meningkatkan rasa ridha dan syukur seorang hamba atas nikmat yang dikaruniakan oleh Allah. Sebaliknya, bergaul dengan orang kaya potensial membuatnya kurang menghargai rizeki yang diterimanya.

Selanjutnya adalah mengusap kepala anak yatim. Kata “mengusap” di sini merupakan kiasan dari anjuran untuk menyayangi, berlemah lembut, dan mengayomi mereka. Tentang hal ini, Nabi bersabda:

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

“Barangsiapa yang mengusap kepala anak yatim laki-laki atau perempuan hanya karena Allah, baginya setiap rambut yang diusap dengan tangannya itu mengalirkan banyak kebaikan, dan barangsiapa berbuat baik kepada anak yatim perempuan atau laki-laki yang dia asuh, aku bersama dia di surga seperti ini (Nabi menyejajarkan dua jarinya).”

Dalam hadits itu, Allah memberikan kebaikan kepada orang-orang yang mengusap kepala anak yatim. Jumlah rambut di hadits ini merupakan ilustrasi dari kebaikan yang tak terhitung sebagaimana tak terhitungnya jumlah rambut kepala orang. Artinya, sebanyak apa kebaikan seseorang kepada anak yatim, sebesar itu pula Allah berikan kebaikan kepadanya. Inilah mengapa hati yang keras menjadi mudah melunak, terbuka terhadap kebenaran dan kebaikan. Sebab, Sang Penguasa Hati sedang berada di pihaknya. Wallah a’lam. (Mahbib)



Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Habib SMA Negeri 1 Slawi

Kamis, 22 Februari 2018

Seratus Banser Temanggung Tingkatkan Keterampilan Khusus

Temanggung, SMA Negeri 1 Slawi - Satuan Komando Cabang (Satkorcab) Banser X-22 Kabupaten Temanggung mengadakan Pendidikan Latihan Khusus (Diklatsus) Banser Tanggap Bencana (Bagana) dan Banser Lalu Lintas (Balalin) di Desa Kundisari Kecamatan Kedu Kabupaten Temanggung. Sepanjang Jumat-Ahad (6-8/5), mereka dipersiapkan untuk menangani masalah bencana dan lalu lintas.

Kegiatan dengan tema Mengabdi Untuk Negeri Membentuk Kader Pemuda Yang Ikhlas, Tangkas, dan Cerdas ini diikuti oleh seratus peserta yang terdiri dari 60 peserta Diklatsus Bagana dan 40 peserta Diklatsus Balalin. Peserta merupakan utusan dari Satuan Komando Rayon (Satkoryon) Banser se-Kabupaten Temanggung.

Seratus Banser Temanggung Tingkatkan Keterampilan Khusus (Sumber Gambar : Nu Online)
Seratus Banser Temanggung Tingkatkan Keterampilan Khusus (Sumber Gambar : Nu Online)

Seratus Banser Temanggung Tingkatkan Keterampilan Khusus

Komandan Satkorcab Banser Temanggung Lutfi Arifin mengatakan, selama ini anggotanya sudah banyak terjun di masyarakat membantu penanganan bencana di daerah rawan bencana maupun membantu mengatur kelancaran lalu lintas dalam banyak kegiatan. Hanya saja mereka belum memiliki keterampilan yang memadai.

"Untuk itu adanya Diklatsus Bagana dan Balalin ini diharapkan mampu melahirkan kader-kader Banser Tanggap Bencana dan Kader Lalu Lintas yang mumpuni," katanya.

SMA Negeri 1 Slawi

Belum lama ini puluhan anggota Banser Temanggung ikut berpartisipasi menangani bencana tanah longsor yang melanda beberapa tempat di Desa Tegalsari, Kecamatan Tretep, Kabupaten Temanggung.

SMA Negeri 1 Slawi

Bersama Tim SAR Tretep dan masyarakat setempat puluhan anggota Banser ini membantu evakuasi bencana tanah longsor yang mengakibatkan terhambatnya jalur utama transportasi yang menghubungkan Kecamatan Wonoboyo dan Kecamatan Tretep. (M Haromain/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Syariah, Fragmen, Habib SMA Negeri 1 Slawi

Selasa, 20 Februari 2018

IAI Al-Khoziny Wisuda 304 Mahasiswa dan Buka Program S2 PAI

Sidoarjo, SMA Negeri 1 Slawi. Sekitar 304 mahasiswa S1 dan S2 Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI), Ahwal Al Syakhshiyah (AS) dan Manajemen Pendidikan Islam (MPdI) Institut Agama Islam (IAI) Al-Khoziny Buduran Sidoarjo, Jawa Timur, akan diwisuda di gedung DBL Arena Graha Pena Surabaya, Ahad (25/10) besok.

IAI Al-Khoziny Wisuda 304 Mahasiswa dan Buka Program S2 PAI (Sumber Gambar : Nu Online)
IAI Al-Khoziny Wisuda 304 Mahasiswa dan Buka Program S2 PAI (Sumber Gambar : Nu Online)

IAI Al-Khoziny Wisuda 304 Mahasiswa dan Buka Program S2 PAI

Kepala Program Studi PAI IAI Al Khoziny, Wahyu Parihin menyatakan, 304 mahasiswa yang akan diyudisium itu terdiri dari 190 mahasiswa Prodi PAI dan 13 mahasiswa Prodi AS yang akan menyandang gelar S1 serta 101 mahasiswa Prodi MPdI yang akan menyandang gelar S2.

"Semoga mahasiswa yang diwisuda nantinya dapat mengamalkan ilmunya dengan baik, dapat melanjutkan ke jenjang lebih tinggi serta dapat bermanfaat bagi masyarakat sekitarnya," harap Pak Wahyu sapaan akrab Wahyu Parihin saat ditemui SMA Negeri 1 Slawi di ruang dosen, Jumat (23/10) malam.

SMA Negeri 1 Slawi

Pak Wahyu menambahkan, selain melaksanakan yudisium, IAI Al Khoziny Buduran Sidoarjo juga akan me-Launching Program Studi PAI pada jenjang S2. Rencananya, acara tersebut akan dihadiri Diktis Kemenag Pusat dan Kopertais Sunan Ampel Surabaya.

SMA Negeri 1 Slawi

"Acara itu nanti juga akan dihadiri keluarga pondok pesantren Al-Khoziny, Kepala sekolah SMA/SMK se-Kecamatan Buduran Sidoarjo, Pimpinan Perguruan Tinggi di Sidoarjo seperti Umaha, Unsuri, Umsida serta Dosen IAI Al-Khoziny dan Wali Wisudawan," terang Pak Wahyu. (Moh Kholidun/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Habib, Ubudiyah SMA Negeri 1 Slawi

Senin, 19 Februari 2018

Rapat Pleno PBNU Sepakati "Ahlul Halli wal Aqdi"

Wonosobo, SMA Negeri 1 Slawi. Rapat Pleno PBNU di Pondok Pesantren Universitas Sains Al-Qur’an (Unsiq), Wonosobo, Sabtu-Ahad (7-8/9) akhirnya menyepakati perlunya NU kembali menerapkan sistem permusyawaratan antar ulama sepuh melalui ahlul halli wal aqdi.

Sistem ahlul halli wal aqdi menghendaki pergantian pimpinan NU tidak melalui pemilihan langsung oleh peserta muktamar dengan mekanisme suara terbanyak, tetapi melalui permusyawaratan ulama.

Rapat Pleno PBNU Sepakati Ahlul Halli wal Aqdi (Sumber Gambar : Nu Online)
Rapat Pleno PBNU Sepakati Ahlul Halli wal Aqdi (Sumber Gambar : Nu Online)

Rapat Pleno PBNU Sepakati "Ahlul Halli wal Aqdi"

Usulan penetapan ahlul halli wal aqdi ini disampaikan oleh dua komisi sekaligus, yakni komisi organisasi dan komisi rekomendasi. Semua peserta rapat pleno menyatakan setuju diterapkannya kembali sistem ini.

SMA Negeri 1 Slawi

Rancangan tentang Penerapan Sistem Ahlul halli wal aqdi akan dikaji oleh tim yang dibentuk oleh PBNU. Diharapkan pada saat Munas atau Muktamar yang akan datang sudah menjadi rumusan yang siap disahkan.

Selain ahlul halli wal aqdi, dalam sidang pleno penetapan hasil sidang-sidang komisi yang dihadiri pengurus lengkap, termasuk KH Sahal Mahfudh, KH Musthofa Bisri, KH Said Aqil Siroj juga menyepakati perlunya restrukturisasi organisasi sebagai kelanjutan dari keputusan "Kembali ke Khittah NU 1926".

SMA Negeri 1 Slawi

“Sebagai konsekwensi kembali ke Khittah 1926 untuk menjadikan NU sebagai? sebuah harakah yang efektif dan dinamis, maka selain mengubah pola pikir serta mekanisme pemilihan pimpinan juga perlu mengubah secara mendasar struktur organisasinya,” demikian dalam keputusan komisi organisasi yang telah disepakati.

Struktur organisasi NU selama ini masih paralel dengan sistem administrasi pemerintahan, mulai dari pusat, wilayah serta kabupaten dan camat. Restrukturisasi dimaksud mengusulkan struktur NU berbasis warga dan program. (A. Khoirul Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Habib SMA Negeri 1 Slawi

Rabu, 14 Februari 2018

Mencicipi Makanan Favorit Sunan Kudus

Kudus, SMA Negeri 1 Slawi. Selepas maghrib Selasa (5/5) tim Ekpedisi Islam Nusantara sampai di kota kretek, Kudus, Jawa Tengah. Tim langsung menuju makam pemuka agama Islam di kota tersebut, Sunan Kudus. Di situ mereka turut memperingati 100 tahun Madrasah Qudsyiyah yang didirikan KH Asnawi, salah seorang pendiri NU.

Mencicipi Makanan Favorit Sunan Kudus (Sumber Gambar : Nu Online)
Mencicipi Makanan Favorit Sunan Kudus (Sumber Gambar : Nu Online)

Mencicipi Makanan Favorit Sunan Kudus

Sesampai di madrasah tersebut, tim ekpedisi diminta panitia untuk mengenakan ikat kepala batik corak hitam, kuning dan putih. Dominasi warnanya ada yang kuning dan hitam. Tapi mesti ada putihnya.  

Kemudian mereka diajak ke kompleks makam Sunan Kudus. Di situ telah berkumpul orang-orang yang berikat batik juga. Tapi mereka berbaju putih berlengan panjang dan bersarung batik.

SMA Negeri 1 Slawi

Tim penulis, fotografi, dan video menyebar ke berbagai sudut dengan benteng-benteng berlapis. Benteng yang terbuat bata merah setinggi dua meter dengan tebal sekitar 30-40 cm. Kemudian mereka duduk bersama jamaah.

SMA Negeri 1 Slawi

Dari pengeras terdengar bacaan Al-Quran diikuti gemeremang jamaah lain yang tak kurang 500-600 orang. Mereka akan mengkhatamkan Al-Quran 100 kali yang diselesaikan 6 orang. Kemudian surat Al-Ikhlas 100 ribu kali.

Di salah satu bangunan, yang beratap sirap jati, beberapa orang mulai meletakkan nampan. Nampan kaleng tersebut dialasi daun pisang muda. Di atasnya diletakkan nasi putih. Di atas nasi tersebut kemudian dialasi kembali dengan daun pisang muda. Di atasnya terdiri ayam kampung utuh yang telah dimasak, acar, kereng atau tahu digoreng berkuah, kuah untuk ayam,

Ayam utuh dari kepala sampai kaki tersebut dinamakan ingkung. Cara memasaknya dikukus terlebih dahulu, kemudian dibakar. Sementara jeroannya tergantung selera, ada yang dibuang ada yang dibiarkan. Dan mesti ayam kampung. Bukan ayam ras gemuk yang pada masa hidupnya susah bergerak dan bertulang rapuh.

Konon, kata Ketua Yayasan Madrasah Qudsyiyah KH Najib Hasan, itu makanan favorit Sunan Kudus, Syekh Ja’far Shodiq, ulama yang menamakan kota tersebut sebagai Kudus yang berarti suci.  

Sampai pukul 22.16 ingkung tersebut masih berbaris rapi di tempatnya. Mereka tak bergerak dan digerakkan sama sekali di tempat Sunan Kudus menerima tamu, tempat yang mungkin sekali dia menikmati ingkung ratusan tahun lalu.

Tim Ekspedisi Nusantara yang diganjal perutnya terakhir kali siang di Demak, mulai menggeliat-geliat. Tapi belum ada tanda-tanda mencurigakan ingkung untuk bisa diganyang.

Malah kemudian pukul 22.58, di pengeras suara mulai ada bacaan-bacaan berbahasa Arab. Surat Ath-Thin sampai An-Nas dibacakan dengan langgam lambat-lambat sehingga hak-hak huruf berdasarkan tajwid, terpenuhi dengan pas. Kemudian berdoa. Doa yang panjang sampai jarum panjang melampaui angka 12.  

Selepas assalamu’alaikum pembaca doa, barulah kemudian ingkung itu boleh diganyang. Berdasarkan intruksi pengeras suara, satu nampan harus dimakan 6 orang. Sesekali, cobalah menikmati ingkung Kudus.  Tak perlu menunggu bosan ayam Mc Donald dan KFC. (Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Habib SMA Negeri 1 Slawi

Jumat, 02 Februari 2018

Menyegarkan Peran Kebudayaan NU

Sejak didirikan pada tanggal 31 Januari 1926 M/16 Rajab 1344 H, NU lebih banyak berbaur dengan masyarakat bawah di pedesaan. Sehingga tidak heran bila NU lekat dengan bahasa tradisional.

Meski sekarang ini terus mengalami perkembangan yang sangat signifikan, sebagai respon NU terhadap perkembangan dunia modern. Namun NU tetaplah organisasi yang getol mempertahankan tradisi-tradisi Nusantara, asalkan manfaatnya jelas dan bisa diselaraskan dengan ninai-nilai keislaman.

Menyegarkan Peran Kebudayaan NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Menyegarkan Peran Kebudayaan NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Menyegarkan Peran Kebudayaan NU

Salah satu contoh konkret yang bisa kita lihat sampai saat ini adalah budaya tahlilan. Meski ormas-ormas lain gencar menuduh tahlilan bi’dah, karean tidak pernah diajarkan oleh Rasulullah, namun NU tetap kuat dengan perinsipnya, selama mengandung maslahah bagi masyarakat dan bisa diselaraskan dengan nilai-nilai ke-Islaman, tanpa masalah.

Dalam sejarah Nusantara masa lalu, tahlilan berasal dari upacara pribadatan (selamatan) yang dilakukan nenak moyang bangsa Indonesia yang mayoritas dari mereka adalah penganut agama Hindu dan Budha. Upacara tersebut dilakukan sebagai bentuk penghormatan dan do’a kepada orang yang telah meninggal dunia.

SMA Negeri 1 Slawi

Namun secara praktis tahlilan yang dilakukan oleh nenek moyang terdahulu dengan tahlilan yang dilakukan oleh warga NU jauh berbeda, yakni menganti semua bacaan upacara selamatan tersebut dengan bacaan-bacaan-bacaan Al-Quran, Shalawat dan dzikir-dzikir kepada Allah SWT. Manfatnya, selain mendekatkan diri kepada Allah SWT. budaya tahlilan juga merekatkan relasi sosial masyarakat.

SMA Negeri 1 Slawi

Itu hanya salah satu contoh bahwa NU begitu menghargai kebudayaan Nusantara. Selama mengandung maslahah dan bisa diselaraskan dengan ajaran Islam, kebudayaan apapun harus tetap dipertahankan. Sebab kebudayaan merupakan kekayaan bangsa yang harganya begitu mahal. Bahkan suatu bangsa tanpa kebudayaan tak bernilai di mata dunia internasional.

Di tengah kemajuan teknologi yang berkembang begitu pesat, NU harus mampu memainkan perannya secara siginifikan di bidang kebudayaan. Agar aset-aset kekayaan bangsa Indonesia tidak tergerus oleh budaya global yang notabene banyak dipengaruhi budaya-budaya Barat. Terutama menyangkut kerekatan relasi sosial antarsesama bangsa.

Kemajuan teknologi yang begitu pesat menjadi ancaman serius bagi budaya silaturrahim yang sejak dulu telah membudaya di bumi Nusantara. Komunikasi melalui HP, Facebook, Twiter dan yang sejenis, perlahan tapi pasti telah merusak tatanan kebudayaan Nusantara. Meski secara jujur kita akui ada hal positifnya. Hanya saja jangan sampai kita terlelap dalam gelamur kebudayaan modern, sehingga lupa akar kebudayaan Nusantara yang mestinya kita lestarikan.

Hal mendasar yang begitu terasa jauh saat ini dari realitas dilingkungan kita adalah budaya gotong royong. Dulu budaya ini mengakar kuat dalam tradisi Nusantara. Sekarang hanya tinggal kenangan, sebab masyarakat sibuk dengan ambisi individualismenya masing-masing dan mengukur segalanya dengan upah (uang). Di desa sekalipun kita sangat sulit menemukan budaya gotong royong dilakukan oleh warga. Sementara gotong royong dahulu begitu akrab didengar di pedesaan.

Suatu contoh, di masa lalu orang desa yang hendak memperbaiki kandang hewan peliharaan hanya butuh kentongan sebagai alat bunyi yang menandakan bahwa keluarga tersebut sedang butuh bantuan, sehingga ketika kentongan tersebut bunyikan warga datang berhamburan untuk membantunya. Kemudian mereka berbaur bersama begitu akrab tanpa tanpa berharap upah. Sekarang budaya seperti ini sudah tidak jelas rimbanya.

Oleh karena itu, NU sebagai organisasi sosial keagamaan harus bisa memainkan perannya secara signifikan dalam rangka menjaga dan melestarikan kebudayaan Nusantara. Jangan sampai aset kebudayaan yang begitu banyak dimiliki Indonesia di masa lalu hilang ditelan globalisasi budaya. Negara kita dikenal dengan negara multikultural, kita tidak ingin julukan ini hanya manis di masa lalu, namun sekarang kita hanya gigit jari karena kelalaian dalam menjaga kebudayaan tersebut.

* Penulis adalah Ketua Umum Aliansi Mahasiswa Bidik Misi (Ambisi) dan Pustakawan Pesantren Mahasiswa (Pesma) IAIN Sunan Ampel Surabaya.

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Ulama, Habib, Doa SMA Negeri 1 Slawi

Minggu, 21 Januari 2018

Manfaatkan Momentum Tahun Baru Hijriah untuk Bermuhasabah

Pringsewu, SMA Negeri 1 Slawi. Berlalunya waktu memiliki dua sisi sudut pandang yang berbeda. Di satu sisi, berjalannya waktu akan menambah umur kita menjadi lebih tua namun di sisi lain akan mengurangi jatah umur kita yang telah ditentukan oleh Allah SWT.

Manfaatkan Momentum Tahun Baru Hijriah untuk Bermuhasabah (Sumber Gambar : Nu Online)
Manfaatkan Momentum Tahun Baru Hijriah untuk Bermuhasabah (Sumber Gambar : Nu Online)

Manfaatkan Momentum Tahun Baru Hijriah untuk Bermuhasabah

Hal tersebut diungkapkan Ketua MWCNU Kecamatan Pringsewu KH Ahmad Shodiqin saat menerangkan Hikmah Tahun Baru Hijriah pada Ngaji Ahad Pagi (Jihad Pagi) yang rutin dilaksanakan di Aula Gedung NU Pringsewu, Lampung, Ahad (24/9).

Ia mengingatkan pula agar kedatangan tahun baru hijriah 1439 dijadikan momentum untuk senantiasa muhasabah diri dengan selalu mengingat sejarah perjuangan Nabi Muhammad SAW saat berhijrah dari Makkah ke Madinah.

Ia menjelaskan bahwa Hijrah memiliki dua versi makna yaitu hijrah secara badaniah dan hijrah secara Bathiniyyah. "Secara dzohir badaniyyah hijrah adalah pindah ketempat yang lain yang lebih baik, sedangkan Hijrah bathiniah adalah hijrah menjadi pribadi yang lebih baik," jelasnya.

SMA Negeri 1 Slawi

Momentum hijrah ini juga haruslah dimaksimalkan dengan senantiasa bersyukur atas karunia Allah SWT yang telah dianugerahkan kepada kita.

Muhasabah yang dapat dilakukan, lanjutnya, dapat dalam bentuk memperhitungkan apa yang telah dilakukan selama ini dan menyadari bahwa semua itu akan dipertanggungjawabkan dihadapan Allah SWT.

SMA Negeri 1 Slawi

"Saat kesempatan masih ada berhitunglah apa yang telah kita lakukan agar kita masih bisa menambal kekurangan ditahun tahun yang lalu sebelum Allah yang melakukan perhitungan dan saat itu sudah tidak ada kesempatan untuk memperbaiki amal kita," jelasnya.

Menurutnya orang yang celaka adalah orang yang melupakan dosa-dosa dimasa lalu dan tidak memohon ampunan karena dosa yang tidak dimintai ampunan akan tetap utuh sampai kita bertaubat.

Orang yang celaka lainnya adalah orang yang selalu membanggakan amal yang telah dilakukan sehingga membuatnya malas untuk beramal sholeh karena merasa sudah pernah melakukan banyak kebaikan dan pahala.

"Orang yang memiliki tanda tanda celaka adalah mereka yang selalu melihat keatas untuk urusan dunia, akan tetapi melihat kebawah untuk urusan akherat," katanya. (Muhammad Faizin/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Khutbah, Kyai, Habib SMA Negeri 1 Slawi

Rabu, 17 Januari 2018

Halaqah Ulama ASEAN Kembali Digelar Kementerian Agama

Jakarta, SMA Negeri 1 Slawi. Kementerian Agama kembali menggelar Halaqah (Sarasehan) Ulama ASEAN. Pelaksanaan halaqah tahun ini merupakan yang ketujuh sejak tahun 2010 yang diinisiasi Puslitbang Pendidikan Agama dan Keagamaan (Penda) Badan Litbang dan Diklat Kemenag RI.

Halaqah Ulama ASEAN Kembali Digelar Kementerian Agama (Sumber Gambar : Nu Online)
Halaqah Ulama ASEAN Kembali Digelar Kementerian Agama (Sumber Gambar : Nu Online)

Halaqah Ulama ASEAN Kembali Digelar Kementerian Agama

Hal tersebut disampaikan Kepala Badan Litbang dan Diklat Kemenag Abdurrahman Mas’ud dalam jumpa pers di Gedung Kemenag Jl MH Thamrin Jakarta, Jumat (13/10). Acara yang dijadwalkan selama tiga hari, Selasa-Kamis, 17-19 Oktober 2017 ini akan dihelat di Hotel Sari Pan Pasific Jakarta.

“Halaqah ini merupakan tindaklanjut dari halaqah tahun 2016  yang saat itu mengetengahkan tema Mengembangkan Islam Moderat Melalui Jaringan Pesantren ASEAN,” ujar Mas’ud didampingi Kepala Puslitbang Penda Amsal Bachtiar, Ketua Panitia OC Nyai Hj Faiqoh Mansyur.

Mas’ud menambahkan, Halaqah Ulama ASEAN Tahun 2017 ini akan diarahkan kepada tiga isu utama. Pertama, pengembangan Islam moderat (wasathiyah) melalui jaringan pendidikan Islam ASEAN. Kedua, penguatan daya saing lembaga pendidikan Islam di ASEAN. Ketiga, membuat model lembaga pendidikan Islam yang kompetitif, mampu merespon tantangan dalam menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA).

SMA Negeri 1 Slawi

Menurut pria kelahiran Kudus ini, halaqah tahun 2017 lebih istimewa lantaran didahului oleh penelitian tentang pesantren dan lembaga pendidikan yang memiliki kemandirian di bidang ekonomi, baik di Indonesia maupun di negara-negara ASEAN. Dari halaqah ini diharapkan lahirk program kerja yang berkelanjutan (networking).

“Hasil riset menyebut bahwa beberapa pesantren di Indonesia ternyata mampu mandiri dalam membiayai ekonomi dan mendorong jiwa wiraswasta kepada para santrinya. Di negara ASEAN lainnya, lembaga pendidikan Islam berjalan lewat usaha sendiri, terutama di negara-negara minoritas muslim, seperti Kamboja dan Philipina,” ungkapnya.

Dikatakan Mas’ud, tahun ini tema yang diangkat adalah Memperkuat Daya Saing Lembaga Pendidikan Islam ASEAN. Menurutnya, pertimbangan tema ini penting dan perlu diangkat karena peran sentral pendidikan.

“Pendidikan itu segala-galanya, (proses dan hasil) pendidikan itu lambat, tapi ia adalah kekuatan yang dasyat,” tegasnya.

SMA Negeri 1 Slawi

Menurut Mas’ud, halaqah akan diikuti oleh 12 negara, 10 negara ASEAN dan dua dari Tiongkok dan Timor Leste. “Kita bisa belajar masing-masing negara itu, karena tidak mungkin kita berdiri sendiri maka butuh pengalaman dari pembicara dari negara lainnya,” tandasnya.

Sejumlah pembicara akan hadir, antara lain Yunahar Ilyas (Wakil Ketua Umum MUI), Nurhayati Subakat (CEO PT Paragon Technology Innovation), Esmael Ebrahim (Direktur PCID Philipina). Ketiga narasumber tersebut akan berbicara tentang Daya Saing Ekonomi & Lembaga Pendidikan Islam di ASEAN.

Ronald Lukens Bull (University of North Florida, USA), Abdurrahman Mas’ud (Kepala Balitbang Diklat Kemenag RI), dan Dato’ Siddiq Fadzil (Presiden Kolej Dar Hikmah dan Pengurus Institut Darul Ehsan Selangor Malaysia) akan berbicara tentang Pendidikan Islam ASEAN dan Daya Saing Sumber Daya Manusia.

Sementara topik Lembaga Pendidikan Islam di ASEAN: Wacana Moderatisme dan Usaha Mengembangkan Pendidikan Berdaya Saing akan disampaikan Guru Besar UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Azyumardi Azra, Dosen NUS Singapura Khaerudin al-Juned, dan Anggota Komisi VIII DPR RI KH Maman Imanul Haq. (Musthofa Asrori/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Habib, Budaya SMA Negeri 1 Slawi

Rabu, 03 Januari 2018

PBNU Minta Warga Korban Lumpur Direlokasi Permanen

Sidoarjo, SMA Negeri 1 Slawi. Ketua Umum PBNU KH Hasyim Muzadi meminta agar warga yang menjadi korban banjir lumpur di Sidoarjo yang sampai saat ini belum bisa dihentikan direlokasi secara permanen. Upaya ini penting guna menghindari bencana susulan yang bisa datang kapan saja.

Menurut Mantan Ketua PWNU Jatim tersebut, masalah lingkungan memang penting, tapi yang paling penting adalah menyelamatkan manusianya. "Sungai, laut, dan udang memang penting diselamatkan. Tapi, yang paling penting adalah manusia dan lingkungan sekitarnya," kata Hasyim saat berdialog dengan pengungsi di Pasar Porong Baru, Sidoarjo, Senin.

PBNU Minta Warga Korban Lumpur Direlokasi Permanen (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU Minta Warga Korban Lumpur Direlokasi Permanen (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU Minta Warga Korban Lumpur Direlokasi Permanen

Hal ini harus dilakukan dengan segera untuk mengantisipasi kemungkinan terburuk saat musim hujan datang. "Saya dengar, penyumbatan pusat semburan lumpur baru bisa dilakukan akhir Desember. Nah, kalau Oktober sudah masuk musim penghujan, bagaimana?" tanyanya.

Hasyim juga menyatakan kesediaan PBNU untuk menjadi mediator bagi warga dan pemerintah serta pemerintah dengan lapindo dalam upaya relokasi tersebut. Syaratnya, warga sudah punya kesepakatan bulat tentang hal-hal yang akan dikomplainkan tersebut.

"Masalahnya, kita sekarang berkejaran dengan waktu, dengan datangnya musim penghujan, dan dengan kekuatan tanggul (yang berkali-kali jebol)," jelasnya. Kunjungan ini merupakan kali ke dua setelah kunjungannya untuk melihat kondisi luapan Lumpur di dekat sumur migas Banjar Panji I.

Rais Aam PBNU KH Sahal Mahfudz sebelumnya disela-sela Munas NU pada 28-30 Juli di Asrama Haji Sukolilo Surabaya juga telah mengunjungi korban lumpur dan berdialog dengan warga NU setempat. (mkf)

SMA Negeri 1 Slawi

 

SMA Negeri 1 Slawi

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Kajian Sunnah, Internasional, Habib SMA Negeri 1 Slawi

Jumat, 29 Desember 2017

Murid SD Belajar Membatik Teknik Jumputan

Solo,SMA Negeri 1 Slawi. Pasca-kegiatan UAS I dimanfaatkan para murid kelas I SD Ta’mirul Islam Surakarta untuk menambah ketrampilan mereka dengan berlatih membuat batik teknik jumputan. Kegiatan tersebut dilaksanakan di halaman sekolah, Selasa (9/12).

Kegiatan pada pagi hari itu diawali dengan mendengarkan penjelasan dari seorang trainer, tentang cara membuat batik teknik jumputan. Dijelaskannya, terlebih dahulu kain mesti dicelupkan ke dalam air untuk kemudian di beberapa titik diikat menjadi sebuah simpul.

Murid SD Belajar Membatik Teknik Jumputan (Sumber Gambar : Nu Online)
Murid SD Belajar Membatik Teknik Jumputan (Sumber Gambar : Nu Online)

Murid SD Belajar Membatik Teknik Jumputan

Usai mendengarkan penjelasan dari trainer, para siswa mulai praktik. Berbekal kuas dan pewarna, tangan-tangan mungil mereka mulai menari di atas kain putih. Alhasil, terciptalah paduan warna yang varian nan menarik.

SMA Negeri 1 Slawi

“Hasil akhir tidak terlalu penting, yang paling penting dari kegiatan ini anak dapat mengeksplorasi kreativitas mereka. Rencananya karya dari anak ini juga akan kita tampilkan dalam pameran anak” terang koordinator kegiatan, Esti Indriani, saat ditemui di sela kegiatan.

Menurutnya, kegiatan ini juga bertujuan untuk mengenalkan kesenian budaya lokal kepada anak seadari dini. “Kesenian batik ini sebuah budaya yang mesti kita kenalkan kepada para siswa, agar mereka mengenal akan budaya mereka sendiri,” jelas dia.

SMA Negeri 1 Slawi

Salah satu siswa, Danica Felda, mengaku senang dapat mewarnai kain batik meski bajunya juga ikut belepotan warna. “Tadi warnanya aku campur, ada merah kuning hijau,” ujarnya.

Selain kegiatan berlatih membuat batik jumputan, pada jeda UAS kali ini, SD Ta’mirul Islam menyelenggarakan berbagai kegiatan antara lain pasar anak, fun games, dan kunjungan ke Techno Park. (Ajie Najmuddin/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Humor Islam, Habib SMA Negeri 1 Slawi

Rabu, 20 Desember 2017

Salah Asuh Sebabkan Fenomena Mahasiswa Radikal

Bandarlampung, SMA Negeri 1 Slawi. Wakil Ketua Tanfidziyyah PWNU Lampung yang juga Wakil Rektor Universitas Lampung Aom Karomani mengatakan, angka persentasi mahasiswa yang ikut dalam gerakan radikal di perguruan tinggi di Indonesia masih cukup tinggi.

Salah Asuh Sebabkan Fenomena Mahasiswa Radikal (Sumber Gambar : Nu Online)
Salah Asuh Sebabkan Fenomena Mahasiswa Radikal (Sumber Gambar : Nu Online)

Salah Asuh Sebabkan Fenomena Mahasiswa Radikal

Menurutnya hal tersebut disebabkan salah asuh yang sudah sejak lama terjadi.

"Saya kira itu bukan persoalan siapa pemimpin perguruan tingginya tapi terjadi salah asuh sedemikian lama dan baru sekarang kita sadari fenomena itu," katanya, Selasa (7/11).

Aom mengungkapkan hal tersebut menanggapi adanya permasalahan masih banyaknya kader dan simpatisan HTI di kampus-kampus yang sampai saat ini belum sadar dan dengan diam-diam terus menyebarkan ideologi khilafah.

SMA Negeri 1 Slawi

Ia menilai harus ada upaya konkrit dan sistematis sekaligus solusi dari fenomena ini dalam rangka mengembalikan para mahasiswa tersebut ke jalan yang benar, baik dari sisi kelembagaan masing-masing perguruan tinggi maupun stake holder terkait.

Mahasiswa serta pelajar, tambah Aom, merupakan sasaran empuk kelompok-kelompok intoleran dan radikal dalam rangka  menyusupkan ideologi radikal. Hal itu karena di usia-usia inilah para mahasiswa dan pelajar tengah mencari bentuk jati diri dan masih labil kejiwaannya.

"Yang perlu diperhatikan oleh semua pihak terutama pada masa peralihan dari SLTA ke perguruan tinggi," ujarnya.

Ia juga menyorot pembelajaran pendidikan agama di sekolah menengah dan perguruan tinggi belum mampu menjawab permasalahan bangsa. Perombakan kurikulum pendidikan agama, terutama dalam

SMA Negeri 1 Slawi

kehidupan beragama yang beriringan dengan kehidupan berbangsa dan bernegara, menurutnya perlu dilakukan lagi.

Kurikulum Pendidikan Agama harus mampu menanamkan nilai-nilai agama secara kontekstual kepada para mahasiswa dan pelajar. 

"Harusnya belajar ilmu agama tidak dilakukan secara tekstualis. Harus melihat konteks dan realitas yang muncul ditengah-tengah masyarakat," pungkasnya. (Muhammad Faizin/Kendi Setiawan).

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Hikmah, Habib, PonPes SMA Negeri 1 Slawi

Selasa, 19 Desember 2017

Banser Karawang Bantu Evakuasi Korban Banjir

Karawang, SMA Negeri 1 Slawi. Puluhan anggota Barisan Ansor Serbaguna (Banser) Kabupaten Karawang, Jawa Barat, diterjunkan langsung ke lapangan untuk membantu evakuasi korban banjir di sejumlah titik, salah satunya di Desa Telukbango, Kecamatan Batujaya.

Lokasi tersebut merupakan salah satu kecamatan terparah dari 16 kecamatan di Karawang yang terkena banjir.

Banser Karawang Bantu Evakuasi Korban Banjir (Sumber Gambar : Nu Online)
Banser Karawang Bantu Evakuasi Korban Banjir (Sumber Gambar : Nu Online)

Banser Karawang Bantu Evakuasi Korban Banjir

Sekretaris GP Ansor Kabupaten Karawang, Ade Permana SH mengatakan, banjir di Karawang saat ini, merupakan banjir terparah dalam dua tahun terakhir akibat luapan Sungai Citarum. "Wilayah yang terkena banjir mencapai 16 kecamatan, dengan puluhan ribu rumah terendam dan empat orang yang meninggal dunia," katanya, Selasa (22/1).

SMA Negeri 1 Slawi

Melihat kenyataan tersebut, pihaknya menerjunkan anggota Banser untuk membantu evakuasi korban banjir. Kegiatan yang dilakukan, mulai dari evakuasi korban, hingga memperbaiki tanggul yang jebol. "Anggota kita bergerak dengan cepat, bahkan salah satu anggota Banser yang menemukan dan membawa jenazah salah satu korban banjir untuk dievakuasi," ucapnya.

SMA Negeri 1 Slawi

Selain bantuan tenaga, lanjut Ade, GP Ansor juga memberikan bantuan logistik untuk korban banjir yang disebar ke beberapa titik. Bantuan tersebut didapat dari hasil penggalangan anggota Ansor dan juga masyarakat. "Kita juga mengirim bantuan logistik untuk korban banjir," tuturnya.

Karena banjir di Karawang terjadi tiap tahun, Ade meminta kepada Pemkab Karawang, untuk bisa mengantisipasi datangnya banjir pada musim hujan tahun mendatang. "Carikan solusi yang tepat, agar banjir tidak terulang lagi. Kasihan masyarakat kalau setiap tahun harus merasakan banjir. Tentunya, secara materi dan psikologis pasti terganggu," pungkasnya. 

Keterangan foto: Banser dan anggota Pramuka membantu mengangkut karung berisi pasir untuk menahan air di Desa Telukbango, Kecamatan Batujaya.

Redaktur    : A. Khoirul Anam

Kontributor: Ahmad Syahid

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Tokoh, Quote, Habib SMA Negeri 1 Slawi

Jumat, 08 Desember 2017

Syaiful Bahri Ansori Kembali Pimpin Sarekat Buruh NU

Jakarta, SMA Negeri 1 Slawi - Syaiful Bahri Anshori terpilih kembali sebagai Presiden Konfederasi Sarekat Buruh Muslimin Indonesia (Sarbumusi) untuk masa khidmah 2016-2021. Ia terpilih secara aklamasi dalam Kongres Akbar V Konfederasi Sarbumusi di Balai Besar Pengembangan dan Perluasan Kerja (BBPPK) Kemenaker RI, Jalan Raya Lembang, Bandung, Ahad (30/4) siang.

Alhamdulillah kita menyelesaikan kongres ini dengan lancar. Saya mohon maaf atas masalah teknis dalam penyelenggaraan kongres ini. Semoga Sarbumusi ke depan menjadi lebih maju digerakkan oleh pengurus yang menginginkannya maju,” kata Syaiful Bahri Anshori dalam sambutannya setelah ditetapkan sebagai Presiden Konfederasi dalam sidang Kongres Sarbumusi.

Syaiful Bahri Ansori Kembali Pimpin Sarekat Buruh NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Syaiful Bahri Ansori Kembali Pimpin Sarekat Buruh NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Syaiful Bahri Ansori Kembali Pimpin Sarekat Buruh NU

Syaiful Bahri sebelumnya diamanahi sebagai Ketua Umum Sarbumusi masa khidmah 2010-2015.

SMA Negeri 1 Slawi

Salah seorang ketua federasi Sarbumusi yang memimpin sidang ini Muhit Effendi mengatakan bahwa tim formatur dibentuk terlebih dahulu. Tim formatur berjumlah sembilan orang termasuk Presiden terpilih Konfederasi Sarbumusi.

“Delapan orang terdiri atas pengurus DPW dan Sarbumusi utusan luar negeri, dan satu dari DPP. Formatur menyusun kepengurusan selambat-lambatnya satu bulan,” kata Muhit Effendi yang menyimpulkan hasil musyawarah peserta kongres.

SMA Negeri 1 Slawi

Sementara revisi draf sidang komisi organisasi dan rekomendasi akan diselesaikan oleh tim finalisasi yang terdiri atas pengurus baru Konfederasi Sarbumusi. Mereka akan bekerja menyelesaikan revisi paling lambat 50 hari setelah kongres.

“Saya mohon maaf dan terima kasih kepada peserta kongres. Semoga kekurangan-kekurangan di kongres ini menjadi catatan bagi kami ke depan. Alhamdulillah kongres ini berjalan baik dengan mengakomodasi aspirasi semua peserta kongres,” kata Ketua panitia kongres Sarbumusi Jazim. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Habib, Pesantren, Sholawat SMA Negeri 1 Slawi

Jumat, 01 Desember 2017

Manfaatkan Agen, Omzet Setahun BMTNU Camplong Capai 2,7 Miliar

Sampang, SMA Negeri 1 Slawi. Baitul Mal wat Tamwil Nahdlatul Ulama (BMTNU) Jawa Timur Cabang Camplong Kabupaten Sampang kuasa menghasilkan laba hingga Rp288 juta dalam setahun. Angka tersebut paling besar di area Kabupaten Sampang dan Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur.

Manfaatkan Agen, Omzet Setahun BMTNU Camplong Capai 2,7 Miliar (Sumber Gambar : Nu Online)
Manfaatkan Agen, Omzet Setahun BMTNU Camplong Capai 2,7 Miliar (Sumber Gambar : Nu Online)

Manfaatkan Agen, Omzet Setahun BMTNU Camplong Capai 2,7 Miliar

Pengurus BMTNU Camplong Ra Hassan Al-Mandury menegaskan, capaian tersebut tidak lepas dari kesadaran para pengurus dan anggota untuk serius menjadi bagian dari kemandirian di bidang ekonomi.

"Simpanan terbesar BMTNU Camplong juga terbesar di area Kabupaten Sampang dan Pamekasan, yakni menembus Rp2,7 miliar," ujar Ra Hassan saat ditemui di Kantor PCNU Pamekasan, Jalan R Abd Aziz Pamekasan, Ahad (15/1) malam.

Capaian tersebut di atas BMTNU Jawa Timur Cabang Pakong Pamekasan dengan capaian rp2,3 miliar. Bedanya, omzet Cabang Pamong tersebut hanya dikumpulkan dalam tenggang waktu 10 bulan.

Menurut Ra Hassan, prestasi BMTNU Camplong tidak terlepas dari inovasi para pengurus atau pengelola dalam menjaring calon peserta. Yakni, membentuk agen di beberapa desa yang potensial dan didominasi warga nahdliyin.

SMA Negeri 1 Slawi

"Kami jemput bola untuk merekrut anggota, bukan menunggu bola. Dengan kata lain, kata datang langsung ke objek calon anggota, tidak menunggu duduk manis di kantor," ujarnya. (Hairul Anam/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi

SMA Negeri 1 Slawi Habib, Ulama SMA Negeri 1 Slawi

Minggu, 26 November 2017

Isi Ramadhan, Pelajar NU Ciwaringin Berbagi Takjil dan Buka Stand Buku

Cirebon, SMA Negeri 1 Slawi - Ramadhan yang penuh hikmah ini dimanfaatkan oleh Pelajar NU di Kecamatan Ciwaringin Kabupaten Cirebon untuk berbagi dengan masyarakat. Mereka berbagi takjil dengan masyarakat dan membuka stan buku bacaan untuk masyarakat.

Menurut Ketua IPNU Ciwaringin M Habibi, kegiatan dibagi dalam dua tahap. Pertama, kerja sama dengan Club Motor Moonraket pada 23 Juni. Kedua, kerja sama dengan Pemerintah Kecamatan Ciwaringin.

Isi Ramadhan, Pelajar NU Ciwaringin Berbagi Takjil dan Buka Stand Buku (Sumber Gambar : Nu Online)
Isi Ramadhan, Pelajar NU Ciwaringin Berbagi Takjil dan Buka Stand Buku (Sumber Gambar : Nu Online)

Isi Ramadhan, Pelajar NU Ciwaringin Berbagi Takjil dan Buka Stand Buku

"Alhamdulillah, tadi kita baksos berjalan dengan lancar. Dukungan dari camat, danramil, para kiai, dan sesepuh Ciwaringin sangat membuat kami semangat dalam berbagi," kata Habibi kepada SMA Negeri 1 Slawi di pendopo kecamatan setempat, Rabu (28/6).

SMA Negeri 1 Slawi

Buku-buku stand baca ini berasal dari berbagai perpustakaan di Ciwaringin.

"Dengan terselenggaranya kegiatan ini, kita bisa terus belajar bersama dalam segala hal dan bisa melahirkan itikad-itikad yang baik dalam masyarakat," harap Habibi.

SMA Negeri 1 Slawi

Sementara itu Ketua IPPNU Ciwaringin Indah Sari menjelaskan, selain baksos pihaknya juga mengadakan kegiatan tadarus keliling dari desa ke desa. Diawali dari desa Bringin, Gintung Kidul, Babakan, Gintung Tengah, Gintung ranjeng, Budur, Ciwaringin dan yang terkahir di desa Galagamba.

"Seluruh kegiatan yang dimulai dari 8 Juni sampai 28 Juni ini merupakan komitmen yang bagus bagi para anggota dan kader IPNU-IPPNU," kata Indah.

Sebagai penutup, Habibi dan Indah menegaskan bahwa seluruh kegiatan yang dilakukan sebagai wujud solidaritas dan kepedulian terhadap masyarakat yang menjalankan ibadah puasa.

"Juga untuk mengukur loyalitas dari setiap pengurus anak cabang dan ranting IPNU-IPPNU," tandas Habibi didampingi Indah. (Ayub Al-Ansori/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi IMNU, Habib, Sejarah SMA Negeri 1 Slawi

Minggu, 19 November 2017

Peringati Maulid Nabi, Pesantren Ar-Rahmah Jombang Tanam Pohon

Jombang, SMA Negeri 1 Slawi. Pondok pesantren Ar-Rahmah Nglawan Senden, Peterongan, Jombang, mendapatkan bantuan ratusan bibit dari Dinas Kehutanan dan Perkebunan Pemkab Jombang. Bantuan bibit seperti pohon jati, sengon, trembesi, nangka, dan sirsak, akhirnya ditanam pada peringatan maulid Rasulullah SAW.

Peringati Maulid Nabi, Pesantren Ar-Rahmah Jombang Tanam Pohon (Sumber Gambar : Nu Online)
Peringati Maulid Nabi, Pesantren Ar-Rahmah Jombang Tanam Pohon (Sumber Gambar : Nu Online)

Peringati Maulid Nabi, Pesantren Ar-Rahmah Jombang Tanam Pohon

"Bersamaan dengan perayaan maulid Nabi Muhammad SAW, acara penanaman ratusan bibit pohon kami mulai Ahad lalu," kata Kepala Sekolah SMK Ar-Rahmah Affandi kepada SMA Negeri 1 Slawi, Senin (12/1). Kegiatan penanaman pohon dilakukan bersama ratusan siswa dan siswi sekolah SMK Ar-Rahmah dan sejumlah santri.

"Masing-masing bibit kami tanam di area sekitar pesantren dan sekolah," kata Affandi.

SMA Negeri 1 Slawi

Mereka terpanggil untuk menanam pohon karena kondisi iklim yang semakin tidak menentu. "Bagaimana mungkin saat musim penghujan ternyata hujan tidak lagi turun," kata alumnus Universitas Pesantren Tinggi Darul Ulum (Unipdu) Jombang ini.

SMA Negeri 1 Slawi

Demikian juga kala musim kemarau, ternyata tidak jarang turun juga hujan dengan intensitas tinggi, lanjutnya.

Belum lagi musibah tanah longsor dan kekeringan yang menimpa sebagian daerah. "Dalam pandangan kami, hal tersebut bukan murni sebagai musibah namun memang ada faktor kelalaian manusia dalam menjaga ekosistem," kata Affandi.

Oleh karena hal yang perlu untuk dilakukan adalah menyelamatkan lingkungan dengan menanam sebanyak mungkin pohon yang bisa menjaga ekosistem yang ada. 

"Paling tidak kita bisa mengingatkan mereka bahwa tugas menjaga kelestarian alam harus menjadi tanggungjawab bersama," katanya. Dan mengenalkan budaya menanam pohon adalah langkah positif bagi persepsi mereka terhadap alam di masa mendatang.

Sebelum penanaman pohon, para siswa siswi serta santri mengawali dengan pembacaan sholawat. Para pimpinan pesantren, sekolah dan guru berbaur dengan para santri dan murid melantunkan sholawat Nabi. Usai kegiatan shalawat dilanjutkan dengan penanaman bibit pohon yang telah disiapkan. (Syaifullah/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Habib, Olahraga SMA Negeri 1 Slawi

Sabtu, 18 November 2017

Van Bruinessen: Gus Dur Berjasa Luar Biasa Bagi Peneliti Asing

Surabaya, SMA Negeri 1 Slawi 

Kehadiran peneliti terkanal asal Belanda Martin Van Bruinessen dalam acara bedah buku “Kitab Kuning, Pesantren dan Tarikat” Senin (03/12) berhasil menyedot ratusan mahasiswa di Auditorium IAIN Sunan Ampel Surabaya.

Van Bruinessen: Gus Dur Berjasa Luar Biasa Bagi Peneliti Asing (Sumber Gambar : Nu Online)
Van Bruinessen: Gus Dur Berjasa Luar Biasa Bagi Peneliti Asing (Sumber Gambar : Nu Online)

Van Bruinessen: Gus Dur Berjasa Luar Biasa Bagi Peneliti Asing

Pada acara yang diadakan Rektorat IAIN Sunan Ampel Surabaya, Martin, begitu ia akrab disapa, banyak menguraikan perjalanannya sebagai peneliti mulai dari Kurdi, Turki hingga Indonesia.

Dalam acara bedah “Kitab Kuning, Pesantren dan Tarikat “ adalah salah satu buku hasill pengembaraan di Indonesia yakni saat menyelesaikan beasiswa post doctoral sambil mengajar di IAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

SMA Negeri 1 Slawi

Menurut Martin dia bisa melakukan penelitian Islam Indonesia khususnya Pesantren di Nusantara berkat jasa Gus Dur. Baginya Gus Dur adalah orang Indonesia yang sangat berjasa dalam untuk membuka akses peneliti asing termasuk untuk mempermudah penelitinya.

SMA Negeri 1 Slawi

“Gus Dur adalah pintu luar negeri untuk para peneliti asing salah satu yang dibawa Gus Dur adalah saya, sehingga santri tidak merasa minder lagi dengan orang asing dan bisa berdiskusi denganya. Hal ini adalah jasa yang sangat luar biasa,” jelasnya

Pria kelahiran Belanda 1946 ini juga menyatakan islam Indonesia ada pengaruh dari Kurdi dan Turki. “Ada pengaruh Kurdi pada Islam Indonesia walaupun tidak secara langsung tapi pengaruh ini melalui Madinah kitab kitab dari Kurdi adalah albarjanji karya Syaikh Abdul al-Rauf dan Tanwir ql-Qulub,” tegasnya.

Dalam sesi sambutanya rektor IAIN Sunan Ampel Prof Dr H Abd A’la. Menegaskan bahwa “IAIN sunan Ampel surabaya adalah kepanjangan pesantren dan menjaga nilai-nilai khazanah klasik Islam Indonesia yang dikembangkan Walisongo dan menjadi nilai nilai pesantren sangat akomodatif,” jelasnya.

Sebagai penutup peneliti asal Belanda yang j juga fasih berbahasa Indonesia ini mnyeimpulkan perkembangan Islam Indonesia. Islam di Indonesia berasal dari Arab dan di perkaya nilai nilai lokal, Kurdi dan Turki.

Redaktur    : Mukafi Niam

Kontributor: Anang Romli

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Habib, News SMA Negeri 1 Slawi

Jumat, 17 November 2017

Geliat Pasar Kalitapen Banyumas di Bulan Ramadhan

Banyumas, SMA Negeri 1 Slawi. Bulan suci ramadhan membawa keberkahah sendiri bagi para pedagang di Pasar Kalitapen. Pasar kecil yang beralamat di Jalan Raya Ajibarang-Purwojati KM 8 Desa Kalitapen, Kecamatan Purwojati, Kebupaten Banyumas, Jawa Tengah itu, sejak awal ? bulan ramadhan terlihat menjadi ramai ? pengunjung.?

Geliat Pasar Kalitapen Banyumas di Bulan Ramadhan (Sumber Gambar : Nu Online)
Geliat Pasar Kalitapen Banyumas di Bulan Ramadhan (Sumber Gambar : Nu Online)

Geliat Pasar Kalitapen Banyumas di Bulan Ramadhan

"Jika dibandingkan bulan-bulan biasanya, bulan puasa yang lumayan ramai," kata Jasmin tukang parkir pasar.?

Meningkatnya jumlah pengunjung pasar tersebut, tentunya meningkat pula jumlah pendapatan para pedagang. Seperti diungkapkan Burhan, penjual ayam potong yang setiap hari menjajakan daganganya di Pasar Kalitapen. Burhah mengatakan, sejak memasuki bulan ramadan omset pejualanya meningkat.?

"Kalau hari-hari biasa menjual 10-15 kilogram ayam saja sudah alhamdulillah," kata Burhan.?

SMA Negeri 1 Slawi

"Namun sejak memasuki bulan puasa, pagi ini saja sudah habis 15 kilo, sehari bisa sampe 27 kiloan yang saya jual," lanjut burhan ketika ditemui di lapaknya, Jumat (2/6) pagi.?

Selain Burhan, hal senada juga dirasakan oleh Adi dan Dasilah sepasang suami istri penjual sayuran dan buah-buahan. Adi mengungkapkan, jika dihari-hari biasa paling banyak ? satu hari dapat 1 juta lebih. Namun sejak bulan puasa pendapatan satu hari bisa 2-3 jutahan. "Alhamdulilah, ini mungkin berkah di bulan ramadhan," kata Dasilah istri Adi.?

SMA Negeri 1 Slawi

Meningkatnya jumlah pengunjung di pasar Kalitapen rata-rata didominasi oleh kaum ibu-ibu. Mereka sengaja ke pasar untuk membeli bahan makanan dan lauk pauk untuk berbuka puasa.?

Para ibu-ibu berharap semoga harga sembako atau bahan makanan pokok tetap stabil dan tidak naik. Karena biasanya setiap mendekati lebaran, harga bahan kebutuhan pokok biasanya naik. ?

"Naik ya boleh asal jagan banyak-banyak," kata Bu Kasem pembeli di pasar. "Tapi lebih baik tidak naik," tandasnya. (Kifayatul Ahyar/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Halaqoh, Habib, Kiai SMA Negeri 1 Slawi

Minggu, 12 November 2017

NU Subang Akan Dirikan STAINU

Subang, SMA Negeri 1 Slawi. Warga NU Subang yang menantikan kehadiran Perguruan Tinggi NU boleh berbahagia. Pasalnya, saat ini Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Subang tengah mengupayakan pendirian Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Ulama (STAINU).

Ketua Tim pendirian STAINU Subang, Amir Syarifudin mengatakan, bahwa STAINU Subang kemungkinan dapat terwujud pada tahun ajaran 2013/2014, sebab saat ini ada moratorium (penghentian sementara) pendirian Perguruan Tinggi.

NU Subang Akan Dirikan STAINU (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Subang Akan Dirikan STAINU (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Subang Akan Dirikan STAINU

“Kita bisa saja membuka tahun ini, tapi kalau memaksakan nanti akan terbentur sama peraturan moratorium itu, Insya Allah kalau moratoriumnya cepat dicabut, tahun depan STAINU Subang bisa berdiri,” katanya kepada SMA Negeri 1 Slawi di kediamannya, komplek Pesantren Ulumul Qur`an, Kunir, Cipunagara, Subang, Kamis (6/6).

SMA Negeri 1 Slawi

Sekretaris PC LP Ma`arif NU Subang tersebut menambahkan, bahwa sambil menunggu dicabutnya moratorium pendirian perguruan tinggi, timnya terus berupaya dan mempersiapkan aneka kebutuhan administratif.

SMA Negeri 1 Slawi

Supaya, sambung Kepala MTs Daarul Hikam Binong ini, ada saatnya nanti pendirian STAINU Subang dapat segera diproses.

Adapun Progam Studi (prodi) yang akan dibuka di STAINU Subang adalah Manajemen Pendidikan Islam dan Ekonomi Syariah. Tadinya kita mau PAI (Pendidikan Agama Islam), sudah overload, “Sambil menunggu kita terus berupaya,” pungkasnya



Redaktur       : Abdullah Alawi

Kontributor   : Aiz Luthfi

 

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi RMI NU, Habib SMA Negeri 1 Slawi

Pengalaman Lakpesdam Bela Hak-hak Masyarakat Terdiskriminasi

Batam, SMA Negeri 1 Slawi. Persoalan masyarakat yang terdiskriminasi tidak bisa diselesaikan melalui diskusi, FGD dan seminar. Pertama-tama, kelompok masyarakat yang terdiskriminasi harus berbaur dengan masyarakat umum melalui berbagai sarana dan kegiatan. Setelah itu barulah bicara hak dan kewajiban.

Pengalaman Lakpesdam Bela Hak-hak Masyarakat Terdiskriminasi (Sumber Gambar : Nu Online)
Pengalaman Lakpesdam Bela Hak-hak Masyarakat Terdiskriminasi (Sumber Gambar : Nu Online)

Pengalaman Lakpesdam Bela Hak-hak Masyarakat Terdiskriminasi

“Perlu dilokalisir dulu problemnya karena setiap wilayah berbeda-beda masalahnya. Setelah itu kita ciptakan sarana agar mereka (masyarakat terdiskriminasi) bisa berbaur dengan masyarakat umum. Bisa berupa kegiatan olah raga bersama, pengolahan sampah bersama, atau apapun,” kata Ufi Ulfiyah Manajer Riset dan Kajian PP Lakpesdam NU di sela persiapan Rakesnas V di Batam, Selasa (14/4).

Setelah berbaur, pelan-pelan masyarakat diajak berbincang mengenai banyak hal. Dalamhal terjadi diskriminasi, belum tentu pihak mayoritas yang bersalah. Bisa jadi pihak minoritas yang cenderung ekslusif dan memisahkan diri.

SMA Negeri 1 Slawi

“Setelah masyarakat berbaur dan berdialog satu sama lain, baru kita melakukan advokasi. Dan advokasi kita terutama berbasis kewargaan, seperti kepemilikan kartu tanda penduduk atau akses layanan kesehatan. Kita temuka ada kelompok masyarkat yang sudah lama tinggal namun tidak bisa bikin KTP karena pejabatnya tidak berani,” kata Ufi.

SMA Negeri 1 Slawi

Selama empat bulan ini PP Lakpesdam melaksanakan program PNPM Peduli yang terfokus pada kegiatan inklusi sosial yang tersebar di 12 wilayah. Program ini dimaksudkan untuk melakukan advokasi terhadap masyarakat minoritas yang terdiskriminasi, baik berbasis agama, kepercayaan atau adat.

Tiga hari menjelang pelaksanaan Rakernas V Lakpesdam, para kader Lakesdam dari 12 wilayah ini telah hadir di Batam untuk menerima pembekalan training of trainer (ToT) Kader Damai. Pelatihan pelatih ini dimaksudkan untuk memperbanyak jumlah kader Lakpesdam yang terlibat dalam program inklusi sosial.

“Setelah program berjalan, kita perlu memperbanyak orang yang mengatakan bahwa meskipun berbeda agama, kepercayaan atau adat, semua kelompok masyarakat itu mempunyai hak yang sama,” kata Ketua PP Lakpesdam H Yahya Ma’shum. (Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Cerita, Nahdlatul, Habib SMA Negeri 1 Slawi

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs SMA Negeri 1 Slawi sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik SMA Negeri 1 Slawi. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan SMA Negeri 1 Slawi dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock