Tampilkan postingan dengan label Humor Islam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Humor Islam. Tampilkan semua postingan

Minggu, 18 Februari 2018

Ansor Sumberdadi Kembangkan Pertanian Organik

Lamonan, SMA Negeri 1 Slawi. Terwujudnya kesejahteraan masyarakat merupakan salah satu tujuan dari program GP Ansor. Untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Sumberdadi yang mayoritas adalah petani,  Pengurus Ranting GP Ansor Sumberdadi, Kecamatan Mantup, Lamongan, Jawa Timur  bersinergi denganLembaga Perekonomian Nahdlatul Ulama menggulirkan 5758_Maju Mapan.

Melalui 5758_Maju mapan, GP Ansor Sumberdadi melakukan gerakan pemberdayaan petani dengan memanfaatkan limbah disekitar menjadi pupuk organik cair dan pupuk kandang. Hal itu sesuai dengan tujuan 5758_Maju yaitu menciptakan pertanian organik dengan memanfaatkan bahan-bahan dari alam, ramah lingkungan dengan biaya yang terjangkau oleh petani di desa.

Ansor Sumberdadi Kembangkan Pertanian Organik (Sumber Gambar : Nu Online)
Ansor Sumberdadi Kembangkan Pertanian Organik (Sumber Gambar : Nu Online)

Ansor Sumberdadi Kembangkan Pertanian Organik

Program yang juga bekerjasama dengan Lembaga Pendidikan Pelestarian Lingkungan (LPPL) Kalibrantas Lamongan, beberapa jenis pupuk organik cair MOL (Mikro Organisme Lokal) yang dikembangkan terdiri dari MOL Buah, MOL Mojo, MOL Rebung, MOL Bonggol pisang dan Pestisida nabati. Selain itu juga pembuatan pupuk kandang dari limbah kotoran ternak.  

Muklisin, Koordinator dari program, mengatakan bahan-bahan yang dapat dimanfaatkan untuk pertanian organik cukup melimpah dan mudah didapatkan, tinggal kemauan kita untuk memanfaatkannya dalam pertanian organik.

SMA Negeri 1 Slawi

"Bahan-bahan dari alam tersebut dapat dimanfaatkan sebagai penyedia unsur hara maupun pengendali organisme penganggu tanaman dan hama penyakit pada tanaman,” kata pria yang telah mendapatkan penghargaan Pemuda Mandiri dari Pemkab Lamongan pada peringatan Hari Sumpah Pemuda 2017,

Ketua LPNU 5758_Maju Mapan PR GP Ansor Sumberdadi, M. Saiful Alam, mengatakan Mikro Organisme Lokal (MOL) adalah pupuk organik cair yang memiliki kandungan mikro organisme setempat (lokal).

Cairan yang terbuat dari bahan-bahan alami disukai sebagai media hidup dan berkembangnya mikro organisme yang berguna untuk mempercepat penghancuran bahan-bahan organik/dekomposer dan sebagai aktivator atau tambahan nutrisi bagi tumbuhan yang sengaja dikembangkan dari mikro organisme yang berada di tempat tersebut.

"Bahan-bahannya banyak tersedia di sekitar kita. Bisa juga memanfaatkan limbah buah-buahan," terangnya.

Ia menambahkan diperlukan waktu untuk dapat melihat hasil dari pengelolaan pertanian secara organik. Namun ia menegaskan paling tidak ini dapat dijadikan salah satu solusi bagi petani di tengah kelangkaan pupuk dan mahalnya biaya produksi pertanian yang sering dikeluhkan oleh masyarakat.

SMA Negeri 1 Slawi

"Untuk berikutnya kita juga akan mengembangkan biogas dari kotoran sapi,” kata Sukamto, Ketua PR GP Ansor Sumberdadi dan pendidik di SMK Ma’arif NU Mantup Lamongan.

Ir. Achmad Yani Mashudi, Direktur LPPL Kalibrantas Lamongan menyatakan siap bekerjasama dengan PR GP Ansor Sumberdadi untuk mengembangkan biogas di masyarakat. LPPL Kalibrantas sendiri telah mengembangkan biogas sejak tahun 2009 melalui Program Pengabdian Masyarakat dari Ponpes Al Hikam Malang. (Red: Kendi Setiawan)

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Internasional, Doa, Humor Islam SMA Negeri 1 Slawi

Rabu, 14 Februari 2018

Demi Kemanusiaan, Banser Jaga Keamanan Natal dan Tahun Baru

Madiun, SMA Negeri 1 Slawi 

Anggota Gerakan Pemuda Ansor dan Banser di wilayah Kabupaten Madiun diterjunkan ke wilayah-wilayah dianggap rawan konflik sejak Ahad (24/12). Ketua GP Ansor madiun Khotamul Anam mengatakan, sebagaimana tahun-tahun sebelumnya, wilayah Madiun selalu kondusif bagi umat Kristen dalam merayakan Natal dan tahun baru. 

“Kita tidak inggin kejadian yang di luar praduga itu muncul di permukaan,” katanya. 

Demi Kemanusiaan, Banser Jaga Keamanan Natal dan Tahun Baru (Sumber Gambar : Nu Online)
Demi Kemanusiaan, Banser Jaga Keamanan Natal dan Tahun Baru (Sumber Gambar : Nu Online)

Demi Kemanusiaan, Banser Jaga Keamanan Natal dan Tahun Baru

Karena itulah, GP Ansor Madiun mengimbau anggotanya di wilayah kecamatan masing-masing untuk waspada di setiap titik-titik keramaiaan. Tiap titik keramaian di 15 kecamatan itu harus ada anggota Banser.  

“Kita sudah imbau kepada seluruh jajaran di wilayah kecamatan masing- masing agar stand by menjaga keamanan dan memastikan kondusivitas yang nyaman untuk Hari Natal ini,” jelasnya.  

Menurut dia, menjaga keamanan bukan hanya tanggung jawab Kepolisian dan TNI, tapi Banser sebagai garda depan Nahdlatul Ulama harus lebih sigap dan tanggap terhadap situasi yang berkembang di wilayahnya masing-masing. 

SMA Negeri 1 Slawi

“Tidah hanya waktu, tenaga dan materi kita korbankan, tapi juga nyawa yang sewaktu-waktu harus kita siapkan di medan. Niatkan ini sabagai pengorbanan atas nama Kemanusiaan. Maka seyoganya kita sebagai kader yang memiliki jiwa sosial tinggi, harus terjun dan mengamankan NKRI,” pungkasnya.

Hal serupa dilakukan GP Ansor Tangerang. Menurut Ketua GP Ansor Kabupaten Tangeran, Khoirun Huda, menerjunkan pasukan pengamanan pada Natal dan Tahun Baru sebagai upaya cipta kondisi bagi masyarakat.

“Ini merupakan program rutin Banser Kabupaten Tangerang,” katanya dalam upacara Gelar Pasukan sekaligus Penutupan Diklat Terpadu Dasar (DTD) Banser yang diselenggarakan di pondok pesantren Miftahul Jannah, Cikupa 22 sampai 24 Desember 2017.

SMA Negeri 1 Slawi

Huda Menyampaikan bahwa ini bentuk komitmen Banser sebagai garda terdepan dan benteng NKRI. 

"Setiap tahun kami menyiapkan puluhan bahkan ratusan personel Banser untuk membantu aparat kepolisian dalam menciptakan keamanan menjelang Natal dan tahun baru," ucapnya. 

Disinggung tentang maraknya hujatan terhadap Banser yang sering menjaga gereja,  Huda menjelaskan, hal itu dilakukan oleh orang-orang atau kelompok yang tidak paham terhadap visi misi dan tugas Banser.

"Mereka pasti tidak paham tentang visi misi, tugas dan tanggung jawab Banser. Hal yang kami lakukan ini pada hakikatnya adalah dalam menjaga negara, menjaga Indonesia," tegasnya. 

Huda menyampaikan, pada Natal tahun ini, Banser menjaga keamanan di gereja ST. Gregorius, ST. Odelia Citra Raya,  GKI Panongan dan GKJ Pasar Kemis. (Hend Sulaksono/Abdullah Alawi) 

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Humor Islam SMA Negeri 1 Slawi

Rabu, 31 Januari 2018

Zakat Berperan Penting Wujudkan Kesejahteraan Umat

Brebes, SMA Negeri 1 Slawi. Ketua Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Brebes KH Chusnan Zein meminta semua pihak untuk peduli terhadap kewajiban membayar zakat. Hal ini penting dilakukan guna percepatan penanggulangan kemiskinan, terutama di Kabupaten Brebes.

Hal tersebut dikatakan Ketua Baznas saat Sosialisasi program Baznas dengan Kepala KUA, Tokoh Agama dan Ketua Takmir Masjid se-Kabupaten Brebes di Kantor Baznas, Jalan Ahmad Yani Brebes, Kamis (7/4).

Zakat Berperan Penting Wujudkan Kesejahteraan Umat (Sumber Gambar : Nu Online)
Zakat Berperan Penting Wujudkan Kesejahteraan Umat (Sumber Gambar : Nu Online)

Zakat Berperan Penting Wujudkan Kesejahteraan Umat

Masyarakat Brebes yang mayoritas Islam, lanjut Kiai Chusnan, akan cepat mencapai kesejahteraan bila kepedulian terhadap kewajiban membayar zakat ditunaikan. Selama ini, kita masih sedikit ‘eman-eman’ bukan karena faktor keimanan belaka, tetapi karena berbagai faktor. “Saya sendiri belum meneliti perihal masih enggannya masyarakat menyalurkan zakat lewat amil zakat,” ungkapnya.?

Potensi umat, kata Kiai Zein, jauh lebih besar bila diberdayakan dengan penuh kesungguhan. Tentunya, perlu mendapat bantuan dari seluruh pihak untuk mewujudkan masyarakat yang sadar zakat melalui baznas. “Kami bertekad mewujudkan Baznas Kabupaten Brebes sebagai lembaga yang amanah, professional dan transparan,” ujarnya.

Chusnan menjelaskan, selama ini kesadaran yang tinggi untuk berzakat lewat Baznas baru dari kalangan PNS. Itu pun masih berkisar 9 persen. Hal ini terjadi karena sosialisasi dan pengumpul ditingkatan masyarakat belum maksimal. “Kalau dari kalangan PNS, penghimpunan zakatnya agak mudah karena melalui bendahara di masing-masing instansi,” ucapnya.?

SMA Negeri 1 Slawi

Sosialisasi disampaikan terkait dibentuknya kepengurusan baru periode 2015-2020. Dalam program unggulannya, antara lain akan mengadakan pendataan dan pembentukan Unit Pengumpul Zakat (UPZ), pemetaan dan pengembangan kuantitas dan kualitas mustahik, potensi zakat produktif, pemenuhan sarana prasarana, membangun kepercayaan muzaki, membangun sinergitas kerja dengan unsur terkait, dan meningkatkan akuntabilitas laporan keuangan dengan audit internal dan eksternal.

Senada disampaikan Bupati Brebes Hj Idza Priyanti yang disampaikan Kepala Bagian Perekonomian Setda Brebes Daan Susanto. Dia mengaakan bahwa masyarakat masih memandang zakat itu masih sebagai urusan pribadi masing-masing umat. Sehingga yang menyalurkan zakat lewat Baznas masih belum signifikan dari jumlah umat Islam di Kabupaten Brebes.?

Bupati juga mengingatkan untuk tidak terkecoh dengan lembaga yang mengumpulkan zakat karena ditengarai pertanggungjawabannya tidak maksimal. “Kita sudah memiliki badan resmi yang mengelola Zakat, Infak dan Sodaqoh yakni Baznas Kabupaten Brebes. Sehingga masyarakat muslim sudah seharusnya menyalurkan ke badan resmi pemerintah,” tandasnya. (Wasdiun/Fathoni)?

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi

SMA Negeri 1 Slawi Sholawat, Humor Islam, Pendidikan SMA Negeri 1 Slawi

Minggu, 21 Januari 2018

GP Ansor Arjosari Ajak Masyarakat Kembali ke Masjid

Pacitan, SMA Negeri 1 Slawi. Ratusan jamaah dalam kegiatan Majelis Ratib dan Shalawat Rijalul Ansor Pimpinan Anak Cabang (PAC) GP Ansor  Arjosari, Pacitan, Jawa Timur membaca shalawat di Masjid Al-Mubarok Dusun Kulak, Desa Tremas, Arjosari, Sabtu Malam (19/3).

Jamaah yang terdiri dari Masyarakat, pengurus GP Ansor dan Anggota Banser ini dengan penuh khidmat melakukan pembacaan Ratib al Haddad karya Al-Habib Abdullah bin alwi bin muhammad Al-Haddad. Kegiatan ini digelar pertama kalinya oleh PAC GP Ansor Arjosari seusai terbentuk kepengurusan Rijalul Ansor pada awal bulan maret ini.

GP Ansor Arjosari Ajak Masyarakat Kembali ke Masjid (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor Arjosari Ajak Masyarakat Kembali ke Masjid (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor Arjosari Ajak Masyarakat Kembali ke Masjid

Ketua GP Ansor Arjosari, H Hamka Hakim dalam sambutanya menyampaikan beberapa keutamaan bagi pengamal atau pembaca Ratib Al Haddad, di antaranya akan terhindar dari mara bahaya, memanjangkan umur dan mempermudah memperoleh rizqi. Ratib al Haddad, katanya, diamalkan sebagai salah satu cara untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT.

SMA Negeri 1 Slawi

“Mari melalui kegiatan ini, kita niat ingsung (berniat), bismillah untuk mendekatkan diri kepada Allah dan juga sebagai caranya kita nguri-uri (menjaga) ideologi Ahlussunnah wal-Jamaah. Karena tanpa kita yang peduli, terus siapa lagi yang akan peduli,” jelas lulusan univeritas Al Azhar Mesir itu.

Lebih lanjut, Hamka Hakim menyampaikan keperihatinanya atas kondisi masyarakat khususnya masyarakat pedesaan yang mulai meninggalkan masjid dan mushala sebagai pusat kegiatan keagamaan. Menurutnya, telah terjadi pergeseran nilai dan budaya yang diakibatkan oleh kemajuan zaman.

SMA Negeri 1 Slawi

“Zaman dahulu para remaja tidur di masjid atau mushala adalah suatu kenikmatan. bagaimana kita dididik dan dibina tumbuh dalam lingkungan masjid dan mushalla.” kata dosen Staifa Kikil Pacitan itu.

Namun kondisi yang terjadi sekarang sangat memperihatinkan. Seusai waktu magrib, para remaja dan anak-anak mulai menjauh dari kegiatan keagamaan di masjid atu mushala. Mereka banyak yang tidak mau belajar mengaji, justru memilih dan mendatangi tempat-tempat seperti tempat tongkrongan dan tempat permainan lainya.

“Ini kehawatiran kita kalau imbas dari kemajuan zaman ini justru menggerus terhadap moral dan nilai yang baik dalam generasi muda kita,” imbuhnya.

Oleh sebab itu, GP Ansor Arjosari hadir dengan sayapnya Rijalul Ansor untuk memberikan kontribusi dan pencerahan kepada masyarakat tentang pentingnya kembali ke masjid sebagai tempat kegiatan keagamaan. Rijalul Ansor menggelorakan ajakan kembali ke masjid sebagai sarana membentengi generasi muda dari pengaruh zaman.

Sementara itu Pembina GP Ansor Arjosari, Ust Zafri Wicaksana meminta kegiatan Rutinan Rijalul Ansor semacam ini harus tetap berjalan, bagimanapun kondisinya. GP Ansor tidak boleh kalah semangat dengan Fatayat dan Muslimat NU yang telah lama berjalan dengan pengajian dan seaman Al-Qur’anya.

“Bukan maksud Ansor bersaing dengan Fatayat atau muslimat. Namun bagaimana caranya kita bersama-sama berjuang dan menguatkan ideologi Ahussunnah wal-Jamaah di tengah-tengah masyarakat pedesaan,” tandasnya.

Kegiatan Majelis Ratib dan Shalawat Rijalul Ansor ini akan digelar rutin sekali dalam satu bulan. Yakni tiap malam Sabtu Pon atau Ahad Wage. Rutinan akan digelar dari desa ke desa di seluruh kecamatan Arjosari dengan menggandeng takmir masjid dan pengurus karang taruna. (Zaenal Faizin/Abdullah Alawi)



Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Humor Islam, PonPes SMA Negeri 1 Slawi

Kamis, 18 Januari 2018

PP LAZISNU Kunjungi 3 PC di Jawa Tengah

Banyumas, SMA Negeri 1 Slawi



Pengurus Pusat Lembaga Zakat Infak dan Sedekah Nadhlatul Ulama (LAZISNU) melakukukan lawatan ke tiga kantor Pengurus Cabang LAZISNU di Jawa Tengah pada Selasa (11/7). ? Rombongan terdiri dari Ketua LAZISNU Syamsul Huda dan Direktur Penyaluran Slamet Tuhari Ng.?

PP LAZISNU Kunjungi 3 PC di Jawa Tengah (Sumber Gambar : Nu Online)
PP LAZISNU Kunjungi 3 PC di Jawa Tengah (Sumber Gambar : Nu Online)

PP LAZISNU Kunjungi 3 PC di Jawa Tengah

Tempat pertama yang dikunjungi adalah LAZISNU Cilacap. Rombongan diterima di Kantor PCNU Cilacap pada Selasa sore. Rombongan lalu meneruskan perjalanan ke Purbalingga dan Banyumas pada malam harinya. Di Purbalingga, rombongan disambut di Kantor PCNU Purbalingga. Sementara silaturahim di LAZISNU Banyumas dilangsungkan di Kantor LAZISNU di Perumahan Sumampir, Purwokerto.

Ketua LAZISNU Syamsul Huda mengungkapkan lawatan tersebut selain sebagai ajang silaturahim dengan pengurus LAZISNU di daerah, juga untuk mengetahui kinerja LAZISNU daerah, serta mensosialisaikan sejumlah program yang akan dilaksanakan secara nasional.

“Ini sebagai bentuk perhatian dari pengurus pusat, maka kami sengaja datang bersilaturahim ke pengurus cabang LAZISNU Cilacap, Purbalingga dan Banyumas,” kata Syamsul.

Dalam kunjugan tersebut, diisi dengan laporan dari PC LAZISNU Cilacap, Purbalingga dan Banyumas, serta dialog dengan Pengurus Pusat.

SMA Negeri 1 Slawi

“Kami sangat mengapresiasi kerja keras teman-teman pengurus LAZISNU di tingkat cabang. Seperti di Cilacap, kami menerima laporan kegiatan KOIN NU sudah berjalan. Demikian juga di Banyumas dan Purbalingga. Di Banyumas kegiatan KOIN NU sudah dilaksanakan di beberapa kecamatan, dengan dana yang terkumpul rata-rata mencapai 50 juta rupiah. Ini semangat yang harus kita dukung dan terus kita sebarkan,” tambah Syamsul.

Menurutnya ada sejumlah hal yang harus terus diperkuat terkait dengan kinerja LAZISNU di seluruh cabang, salah satunya adalah pengembangan ekonomi melalui zakat produktif. Ia menilai ketiga cabang memiliki potensi yang besar baik dalam pengumpulan dan pengelolaan dana ZIS, maupun pengembangan zakat produktif. Ia menegaskan, melalui LAZISNU, NU dapat berkiprah untuk kebaikan bersama. (Kendi Setiawan/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi

SMA Negeri 1 Slawi Tokoh, Pemurnian Aqidah, Humor Islam SMA Negeri 1 Slawi

Selasa, 09 Januari 2018

Sambut Hari Santri, IAIN Jember Wajibkan Civitas Akademika Pakai Busana Santri

Jember, SMA Negeri 1 Slawi - Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Jember dalam rangka menyambut hari santri nasional mewajibkan segenap warga civitas akademika mulai dari dosen, pegawai, satpam hingga mahasiswa memakai busana ala santri.

Mahasiswa diharuskan memakai sarung, baju takwa atau batik, berkopiah dan bersandal atau sepatu sandal. Sementara mahasiswi dan dosen wanita tetap menggunakan jilbab dan sandal. Dosen atau mahasiswa yang tidak berbusana ala santri dilarang masuk kecuali tamu orang luar IAIN Jember.

Sambut Hari Santri, IAIN Jember Wajibkan Civitas Akademika Pakai Busana Santri (Sumber Gambar : Nu Online)
Sambut Hari Santri, IAIN Jember Wajibkan Civitas Akademika Pakai Busana Santri (Sumber Gambar : Nu Online)

Sambut Hari Santri, IAIN Jember Wajibkan Civitas Akademika Pakai Busana Santri

Kewajiban menggunakan busana ala santri itu berlaku sejak 17 Oktober hingga tiga hari ke depan.

Dalam pantauan SMA Negeri 1 Slawi, IAIN Jember benar-benar berubah. Sejak masuk pintu gerbang kampus, suasana ala pesantren sudah terasa. Begitu juga di dalam ruang perkuliahan, juga tak ubahnya seperti di madrasah atau pondok. Bahkan, tak jarang di antara mereka saling menggoda dan bercanda soal busana santrinya.

SMA Negeri 1 Slawi

"Hari santri memang kami sambut sedemikian rupa agar syiarnya lebih menggema dan maknanya lebih terasa. Acara lain juga masih banyak terkait hari santri," ujar Rektor IAIN Jember Babun Suharto kepada SMA Negeri 1 Slawi.

Menurutnya, selain terkait hari santri instruksi berbusana ala santri tersebut juga sejalan dengan visi IAIN Jember, yaitu sebagai pusat kajian Islam Nusantara berbasis pesantren.

SMA Negeri 1 Slawi

Sambutan positif datang dari dosen IAIN Jember Halim Subahar. Pria yang juga Ketua MUI Jember ini menilai apa yang diterapkan kampusnya dalam menyambut hari santri layak diapresiasi. Ia berharap pakaian ala santri bisa diterapkan secara rutin di IAIN Jember, misalnya setiap hari Jumat.

"Saya akan senang kalau mahasiswa dan dosen diminta terus berbusana santri. Pakai sarung ini sangat rileks. Justru kalau pakai celana panjang malah terkekang," canda Halim. (Aryudi A Razaq/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Tegal, Halaqoh, Humor Islam SMA Negeri 1 Slawi

Selasa, 02 Januari 2018

PMII IAIN Pekalongan Lahirkan Kader Baru Melalui Mapaba

Pekalongan, SMA Negeri 1 Slawi. Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Rayon IAIN Pekalongan kembali melahirkan 45 kader baru untuk berkhidmah ke Nahdlatul Ulama melalui gerakan organisasi ekstra kampus.

Sebanyak 45 peserta kader baru PMII melalui Masa Penerimaan Anggota Baru (Mapaba) Raya semuanya berasal dari IAIN Pekalongan berlangsung di balai desa Gutomo Kecamatan Karanganyar Kabupaten Pekalongan (3-5/3).

PMII IAIN Pekalongan Lahirkan Kader Baru Melalui Mapaba (Sumber Gambar : Nu Online)
PMII IAIN Pekalongan Lahirkan Kader Baru Melalui Mapaba (Sumber Gambar : Nu Online)

PMII IAIN Pekalongan Lahirkan Kader Baru Melalui Mapaba

Mapaba Raya bertema “Kader Mu’takid: Paham, Yakin, Lakoni kanthi Istiqomah” itu ditangani pengurus dan anggota PMII Rayon Tarbiyah, Rayon Syariah dan Ekonomi Islam, dan Rayon Ushuludin dan Dakwah.

Ketua Panitia Mapaba PMII Nurul Haq kepada SMA Negeri 1 Slawi mengatakan, kegiatan yang berlangsung selama 3 hari diisi materi ke-PMII-an, Keislaman, Sejarah Bangsa Indonesia, Mahasiswa dan Tanggung Jawab Sosial, Studi Gender dan Kopri, dan Nilai Dasar Pergerakan.

“Tujuan diadakannya Mapaba Raya ini adalah untuk merekrut kader dan menambah wawasan bagi mahasiswa Nahdliyin untuk bergerak dalam bingkai organisasi PMII,” ujar Nurul.

SMA Negeri 1 Slawi

Dikatakan, pada malam inaugurasi peserta dihibur penampilan dari pencak silat Pagar Nusa, komunitas tari pergerakan, dan teater Jagat PMII IAIN Pekalongan.?

SMA Negeri 1 Slawi

Menurut Ketua PMII Komisariat Ki Ageng Ganjur IAIN Pekalongan Sahrul Pamuji Utomo, Mapaba Raya itu adalah bagian dari kaderisasi formal PMII yang bertujuan untuk mencetak kader-kader yang kompetitif dikalangan mahasiswa khususnya yang berhaluan Ahlussunnah wal-Jamaah.

“Saya berharap dari kegiatan Mapaba PMII ini peserta ? dapat memahami isi materi yang disampaikan, sehingga para mahasiswa yang tergabung dalam organisasi PMII tidak hanya melek ilmu saja, akan tetapi juga melek organisasi yang berbasis ajaran dan akidah aswaja," tandas Sahrul. (Abdul Muiz/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Pendidikan, Makam, Humor Islam SMA Negeri 1 Slawi

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs SMA Negeri 1 Slawi sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik SMA Negeri 1 Slawi. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan SMA Negeri 1 Slawi dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock