Tampilkan postingan dengan label Tegal. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tegal. Tampilkan semua postingan

Jumat, 16 Februari 2018

Untuk Dilantik, GP Ansor Sidoarjo Tunggu SK Pimpinan Pusat

Sidoarjo,? SMA Negeri 1 Slawi?

Usai pelaksanaan Konfercab ke-13 di Pondok Pesantren Bumi Sholawat, Lebo Sidoarjo, beberapa waktu lalu, kini PC GP Ansor Sidoarjo membentuk pengurus baru periode 2016-2021. Ketua GP Ansor Sidoajro H Rizza Ali Faizin telah membentuk kepengurusan struktural di jajarannya.

Dalam menyusunan pengurus, PC GP Ansor telah melibatkan semua unsur banom NU dengan melakukan fit and proper test terhadap semua calon pengurus PC GP Ansor Sidoarjo.

Untuk Dilantik, GP Ansor Sidoarjo Tunggu SK Pimpinan Pusat (Sumber Gambar : Nu Online)
Untuk Dilantik, GP Ansor Sidoarjo Tunggu SK Pimpinan Pusat (Sumber Gambar : Nu Online)

Untuk Dilantik, GP Ansor Sidoarjo Tunggu SK Pimpinan Pusat

Rizza mengaku sudah mengantongi nama yang telah masuk dalam fit and proper test dan memilih sebanyak 26 pengurus harian yang mempunyai integritas serta memenuhi persyaratan. Dari 26 itu di antaranya 9 wakil ketua, 9 wakil sekretaris dan 7 bendahara.

"Dari wakil-wakil pengurus harian PC GP Ansor Sidoarjo tersebut terdapat dari Pengurus Anak Cabang Ansor yang ada di kabupaten Sidoarjo. Selain itu, ada kader fungsional dan kader profesional dari kalangan pemuda Nahdlatul Ulama," kata Rizza, Selasa (10/1).?

SMA Negeri 1 Slawi

Selanjutnya, sambung Rizza, Ansor Sidoarjo akan menyerahkan rekomendasi struktural organisasi ke Pengurus Wilayah GP Ansor Jatim. Setelah mendapat rekom dari PW GP Ansor Jatim, tinggal menunggu surat keputusan dari Pimpinan Pusat GP Ansor, dan selanjutnya dilakukan pelantikan.

"Alhamdulillah tanggal 4 Januari kita sudah bentuk pengurus harian dan sesuai kriteria yang diinginkan. Permohonan rekomendasi juga sudah kita bawa kepada PW Jatim. Setelah itu baru rekomendasi dari Ansor pusat. Kami juga sudah melakukan koordinasi dengan Ketum Ansor dan sudah positif tinggal menunggu dari pimpinan wilayah," pungkasnya. (Moh Kholidun/Abdullah Alawi)

SMA Negeri 1 Slawi

?

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Olahraga, Kajian Islam, Tegal SMA Negeri 1 Slawi

Kamis, 01 Februari 2018

Ketua Baru Ansor Jakbar Komit Kembangkan NU di Ibu Kota

Jakarta, SMA Negeri 1 Slawi - Regenerasi di tubuh Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Jakarta Barat berlanjut dengan terpilihnya Alfanny sebagai ketua baru pada perhelatan Konferensi Cabang GP Ansor Jakarta Barat di TK Muslimat 2 Yayasan Darussalam Cengkareng, Jakarta Barat.

Alfanny mengajak segenap kader Ansor Jakarta Barat untuk bersinergi mengembangkan NU di tengah masyarakat Ibu Kota yang majemuk dengan membenahi organisasi Ansor terlebih dulu sebelum terjun menyelesaikan masalah di tengah masyarakat.

Ketua Baru Ansor Jakbar Komit Kembangkan NU di Ibu Kota (Sumber Gambar : Nu Online)
Ketua Baru Ansor Jakbar Komit Kembangkan NU di Ibu Kota (Sumber Gambar : Nu Online)

Ketua Baru Ansor Jakbar Komit Kembangkan NU di Ibu Kota

“Jakarta Barat adalah pintu gerbang Jakarta dan juga Indonesia, karena ketika turis asing dari luar negeri mendarat di Bandara Soekarno-Hatta, harus diingat sebagian wilayah bandara tersebut merupakan wilayah Cengkareng yang termasuk dalam Jakarta Barat.  Sudah saatnya Ansor Jakarta Barat bangkit dan terjun ke masyarakat dengan terlebih dulu membenahi tata internal organisasinya,” papar Alfanny di hadapan peserta konfercab, Ahad (13/3).

SMA Negeri 1 Slawi

Optimisme Alfanny didukung oleh Ketua Pimpinan Wilayah GP Ansor DKI Jakarta Abdul Azis yang mengatakan, Ansor merupakan organisasi pemuda terbesar yang mesti memberikan kontribusi positif bagi kemajuan DKI Jakarta.

Dalam kesempatan konfercab tersebut, turut hadir Abdul Haris Makmun dan Saiful Dasuki, fungsionaris Pimpinan Pusat GP Ansor serta mantan Ketua PC Ansor Jakarta Barat Abdul Syakir.

SMA Negeri 1 Slawi

Sebelum dipilih menjadi ketua PC GP Ansor Cabang Jakarta Barat, Alfanny memulai kiprah organisasinya di PMII UI-Depok tahun 1996-2001 dan menjadi salah satu anggota pertama PMII UI yang didirikan Yaqut Cholil Qoumas (Ketua Umum PP GP Ansor saat ini) dan Nusron Wahid (Ketua Umum PP GP Ansor 2011-2015).

Setelah lulus UI, Alfanny berkiprah sebagai wakil sekjen DPP Sarikat Buruh Muslimin Indonesia (Sarbumusi) antara tahun 2004-2010, kemudian tahun 2012-2015 menjadi Ketua Umum Forum Alumni PMII UI dan kemudian “pulang kampung” ke Jakarta Barat mendampingi kaderisasi IPNU-IPPNU sejak 2007 lalu bergabung dengan PC Ansor Jakarta Barat periode 2011-2015 sebagai wakil sekretaris. (Red: Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Ubudiyah, Lomba, Tegal SMA Negeri 1 Slawi

Selasa, 30 Januari 2018

Subhan ZE, “Orang Luar” di Lingkaran NU

Menelusuri jejak politik Subhan ZE, seolah menapaki jalan panjang penuh misteri. Alur hidup Subhan, sebagai aktifis NU yang menjadi rujukan kaum muda, sampai kini masih belum terungkap sepenuhnya. Di tengah kabut misteri itu, menyimak Subhan dengan segala kontroversinya, seakan menjadi petualangan penting.

Sosok Subhan, menjadikan NU sebagai poros penting pada zamannya. Ia menjadi rujukan anak-anak muda lintas agama dan ideologi, tidak hanya kaum sarungan namun juga kaum muda Tionghoa dari Katolik dan Kristen. Dalam sepak terjangnya, Subhan benar-benar mampu menjadikan dirinya sebagai referensi kepentingan dan kekuasaan.

Menurut Martin van Bruinessen, Subhan ZE merupakan pemimpin NU yang mengambil peranan penting dalam mengorkestrasi rangkaian demonstrasi yang mengantarkan kelahiran Orde Baru. "Subhan adalah orang luar di dalam NU, yang walaupun usianya masih muda, sejak pertengahan tahun 1950-an telah menjadi ahli terkemuka dalam masalah ekonomi," tulis Martin, dalam karyanya NU: Tradisi, Relasi-Relasi Kuasa, Pencarian Wacana Baru (hal. 91). Dalam risetnya, Martin mengungkap betapa Subhan sebenarnya menjadi perantara budaya dan sosial, yang menjadi aset besar Nahdlatul Ulama.

Subhan ZE, “Orang Luar” di Lingkaran NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Subhan ZE, “Orang Luar” di Lingkaran NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Subhan ZE, “Orang Luar” di Lingkaran NU

Martin menegaskan bahwa Subhan merupakan sosok penting bagi NU, terutama pada momentum pergantian kekuasaan dari Orde Soekarno menuju rezim Soeharto. Martin juga mengkritik sosok Subhan, sebagai pribadi yang kepentingan bisnisnya diuntungkan oleh pengaruh politik dan koneksinya yang baru. "Tetapi, dia tidak pernah menunjukkan ketamakan membabi buta yang melanda begitu banyak orang segenerasinya," demikian ungkap Martin. Dalam ulasannya, Martin juga mengkorfirmasi bahwa Subhan termasuk sosok yang murah hati menyediakan dana untuk kegiatan organisasi, tanpa mengharap imbalan.

Jika beberapa pengurus NU kompromis terhadap Orde Baru, semisal Ahmad Syaikhu dan Kiai Idham Cholid, tidak demikian dengan Subhan ZE. Bahkan, Ali Moertopo—seorang petinggi intelijen di lingkaran Soeharto—melakukan operasi-operasi khusus untuk memasuki lingkaran pengaruh di tubuh Nahdlatul Ulama. Moertopo menggunakan alat politik dan militer, untuk “mendukung” Kiai Idham Chalid agar menang dalam persaingan dengan beberapa lawan politiknya.

Pada masa menjelang Pemilu Orde Baru yang pertama pada 1971, Subhan tampil sebagai sosok yang sangat kritis terhadap Soeharto. Langkah politik Subhan, menjadikan NU sebagai partai politik yang terlihat paling kritis. Gerakan politik dan zig-zag kultural Subhan, secara langsung berkonfrontasi dengan Golkar, serta tokoh militer-intelijen: Ali Moertopo dan Amir Machmud.

Pada masa kampanye, banyak sekali teror yang ditujukan kepada warga, terutama komunitas santri. Teror ini dilancarkan oleh Angkatan Bersenjata dan birokrasi pemerintah, agar memilih partai Golkar sebagai tulang punggung Orde Baru. Namun, Subhan dan pendukungnya tidak tinggal diam. Ia menyusun strategi dan kampanye agar warga tidak takut menghadapi ancaman dari militer.

SMA Negeri 1 Slawi

Pada Pemilu 1971, Golkar tampil sebagai pemenang, dengan mengumpulkan 62,8 % dari keseluruhan suara. Kemenangan Golkar tidak lepas dari gerakan massif Angkatan Bersenjata, sekaligus langkah-langkah politik pemerintah Orde Baru. Namun, sebagai representasi kubu Islam, suara Partai NU juga mengalami peningkatan, dari 18,4 persen menjadi 18,67 %. Tentu saja, keberhasilan NU mempertahankan basis pemilih bahkan meningkatkan perolehan suara, karena terampilnya Subhan ZE menyusun strategi politik. Perolehan suara NU, disusul Parmusi dengan 7,365%, PNI sebanyak 6,49 %, Perti 2,39 %, dan PSSI mendapat 0,70 %.

Kemenangan Golkar menjadikan partai ini mendapatkan 236 kursi di DPR, serta 100 kursi Karya ABRI dan non-ABRI. Dengan 336 kursi dari jumlah keseluruhan 460 kursi di DPR RI, Golkar menjadi pemenang mutlak yang menyingkirkan pesaingnya. Hal ini berbanding jauh, dari para pesaingnya. Jika suara-suara dari partai Islam digabung, hanya mendapatkan 20,3 % suara, atau 94 kursi. Dari 94 kursi itu, NU hanya mendapatkan 58 kursi atau 61,7 % (Zahro, 2004: 61).

SMA Negeri 1 Slawi

Menanggapi hasil Pemilu 1971, kubu Partai NU melihat banyak kecurangan. Subhan ZE, sebagai Ketua I PBNU, memohon kepada Idham Chalid (Ketua Umum PBNU) agar menarik pencalonan dirinya sebagai Ketua DPR/MPR karena tidak puas atas hasil pemilu. Sedangkan, Parkindo dan Partai Katolik, sebagai sarana aspirasi politik kelompok Kristen Protestan dan Katolik, menerima kenyataan kalah, termasuk di wilayah basis masa kaum Kristen (Aritonang, 2004: 376).

Pemilu 1971 merupakan kisah pedih yang menjadi tanda dimulainya tapak kekuasaan Soeharto. Dengan menggunakan jaringan politiknya, Orde Baru kemudian meminggirkan Nahdlatul Ulama, yang dianggap sebagai kekuatan politik utama yang berpotensi menyaingi Golkar. Di tengah arus perubahan itu, Subhan ZE terbuang, nyawanya melayang. Ia meninggal di tanah suci, di tengah kecelakaan yang sampai sekarang masih berselimut misteri.

Munawir Aziz, Wakil Sekretaris LTN PBNU, sedang menulis buku “Silang Sejarah Subhan ZE” (email: moena.aziz@gmail.com)?







Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Tegal SMA Negeri 1 Slawi

Sabtu, 27 Januari 2018

Yenny Wahid: Lawan Terorisme dengan Solidaritas Bangsa

Jakarta, SMA Negeri 1 Slawi - Direktur The Wahid Institute Yenny Zannuba Wahid mengutuk keras aksi teror siang ini di Jakarta, Kamis (14/1) pagi. Aksi teror dengan alasan apapun, menurut putri Presiden Ke-4 RI KH Abdurrahman Wahid ini, tidak bisa dibenarkan. Ia mengajak seluruh elemen bangsa untuk bersama-sama mengatasi terorisme.

“Pagi ini, kita kembali menyaksikan dan menghadapi serangan terorisme yang mematikan di pusat ibu kota. Sejumlah ledakan terjadi di sekitar pusat perbelanjaan Sarinah, Jakarta. Bom pertama meledak di kedai kopi Starbucks,” kata Yenny dalam rilisnya, Jakarta (14/1) sore.

Yenny Wahid: Lawan Terorisme dengan Solidaritas Bangsa (Sumber Gambar : Nu Online)
Yenny Wahid: Lawan Terorisme dengan Solidaritas Bangsa (Sumber Gambar : Nu Online)

Yenny Wahid: Lawan Terorisme dengan Solidaritas Bangsa

Berikutnya bom meletus di pos polisi di seberang gedung Sarinah, di perempatan Jalan Thamrin-Wahid Hasyim. Bom kedua ini diduga bom bunuh diri. Beberapa korban diperkirakan tewas dalam serangan ini: polisi, pelayan Sturbuck, warga negara asing, termasuk beberapa orang yang diduga pelaku bom bunuh diri. Indonesia berduka.

“Peristiwa ini tentu saja kembali mengguncang nurani kita sebagai manusia dan bangsa. Peristiwa ini menambah deretan kasus terorisme di Indonesia yang dampaknya tentu tak mudah diatasi,” kata Yenny.

SMA Negeri 1 Slawi

Menurutnya, aksi teror menunjukan sikap frustasi para pelaku dalam mencapai tujuan politik, ekonomi, atau motif-motif lainnya.

Ia mengajak seluruh elemen bangsa ini baik pemerintah maupun masyarakat bergotong royong mengevakuasi dan menolong korban agar mendapat perawatan medis dan psikologis sesegara mungkin.

SMA Negeri 1 Slawi

Dukungan semua elemen, kata Yenny, penting untuk memberi pesan bahwa sebagai bangsa kita semakin kuat. Di sampinjg itu kita mendukung aparat yang tergabung dalam penanggulangan teror agar dapat bekerja cepat menangkap dan mengungkap pelaku dan otak aksi teorisme ini.

Masyarakat harus menunjukkan solidaritas sebagai manusia dan bangsa Indonesia terlepas dari sekat-sekat politik, etnis, agama, dan keyakinan untuk korban serangan ini. Solidaritas ini penting untuk membuktikan bahwa kita tidak takut atas serangan ini. Sebaliknya sebagai sebuah bangsa kita semakin kuat dan solid. Ketakutan dan saling curiga hanya akan melempangkan tujuan pelaku teror ini.

Yenny mengingatkan semua pihak, pemerintah dan masyarakat, bahwa aksi terorisme adalah ujung paling ekstrem dari upaya-upaya sekelompok orang untuk mencapai tujuan politik dan ekonomi mereka.

Namun, upaya pencegahan menuju aksi terorisme juga perlu terus didorong dan disuarakan seperti merespons setiap aksi kekerasan dan intoleransi berbasis agama dan keyakinan. (Red Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Tegal SMA Negeri 1 Slawi

Selasa, 16 Januari 2018

Sambut “Bonus Demografi”, IPNU-IPPNU Harus Berperan

Gresik, SMA Negeri 1 Slawi. Menyambut bonus demografi Indonesia yang diperkirakan terjadi sekitar tahun 2020-2030, IPNU-IPPNU diharapkan mengambil kesempatan penting dalam mempersiapkan generasi emas menuju bonus demografi Indonesia yang akan berdampak pada pertumbuhan sosial-ekonomi Indonesia ke tingkat yang lebih tinggi.

Sambut “Bonus Demografi”, IPNU-IPPNU Harus Berperan (Sumber Gambar : Nu Online)
Sambut “Bonus Demografi”, IPNU-IPPNU Harus Berperan (Sumber Gambar : Nu Online)

Sambut “Bonus Demografi”, IPNU-IPPNU Harus Berperan

Hal tersebut disampaikan KH Nur Khozin saat memberikan ceramah di hadapan ratusan pelajar NU se-kecamatan Panceng dalam acara Pelantikan dan Peringatan Isro Miroj Pengurus Anak Cabang IPNU-IPPNU Kecamatan Panceng, Sabtu kemarin (15/6) di Yayasan Tarbiyatul Wathon Campurejo, Gresik.

"Namun, bonus demografi tersebut akan menjadi bencana jika pembangunan sumber daya manusia tidak dipersiapkan dengan baik," tuturnya

SMA Negeri 1 Slawi

Ia menjelaskan, pada tahun 2020-2030, penduduk Indonesia umur produktif (15-64 tahun) diperkirakan akan mencapai 70%. Sisanya, 30% merupakan penduduk tidak produktif (di bawah 15 tahun dan diatas 64 tahun).

SMA Negeri 1 Slawi

Dalam menyambut bonus demografi tersebut, IPNU-IPPNU sebagai organisasi kader NU diharapkan mampu membangun sumber daya manusia anggotanya sebagai kader-kader berkualitas yang nantinya diharapkan mampu berperan penting dalam pembangunan Indonesia.

"IPNU-IPPNU diharapkan berhasil mencetak kader-kader berkualitas. Mampu mensinergikan kemampuan intelektual dan spiritual," tambahnya

Hal tersebut juga diamini KH Aziz Rohim, Rais Syuriyah MWCNU Panceng. Dalam sambutannya, ia menegaskan peran penting IPNU-IPPNU sebagai kader pokok yang akan meneruskan perjuangan ulama-ulama NU. 

"Di tangan pemudalah, urusan umat akan bergantung. Nasib NU ke depan akan bergantung pada IPNU-IPPNU sebagai pemilik masa depan NU," tuturnya

Ketua PAC IPNU kec Panceng terlantik, Fathur Rozi, menyampaikan banyak terima kasihnya kepada segenap pihak yang turut berpartisipasi dalam mensukseskan kegiatan tersebut. Ia pun menyampaikan prioritas kepengurusannya ke depan.

"IPNU-IPPNU sebagai prioritas utama masa depan NU harus mampu menggaet kader-kader muda NU terbaik. Menghidupkan ranting-ranting IPNU-IPPNU yang vakum merupakan prioritas ke depan kami," tuturnya

Redaktur    : A. Khoirul Anam

Kontributor: Ahmad Faiz

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Amalan, Tegal SMA Negeri 1 Slawi

Senin, 15 Januari 2018

Guru Harus Dilibatkan dalam Penentuan Kelulusan UN

Yogyakarta, SMA Negeri 1 Slawi. Penentu kelulusan siswa itu seyogianya diserahkan kepada pihak sekolah. Penentuan kelulusan oleh pemerintah pusat berarti merampas hak guru dan sekolah karena pemerintah hanya menilai prestasi pelajar dari ujian tulis saja.

Guru Harus Dilibatkan dalam Penentuan Kelulusan UN (Sumber Gambar : Nu Online)
Guru Harus Dilibatkan dalam Penentuan Kelulusan UN (Sumber Gambar : Nu Online)

Guru Harus Dilibatkan dalam Penentuan Kelulusan UN

Demikian tanggapan Drs. Suharyanto, Kepala Sekolah SMK Ma’arif Yogyakarta, terhadap isu kebijakan pemerintah tentang ujian nasional yang akan ditentukan oleh sekolah, saat ditemui SMA Negeri 1 Slawi di kantornya, Jl. Hos Cokroaminoto, Sabtu (17/01).

Ia menjelaskan, memang seharusnya, dalam penentuan kelulusan harus mempertimbangkan budi pekerti, perilaku dan kreativitas siswa. “Kita (guru) tahu siswa kita seperti apa.? Kita bisa menambah nilai bagi anak yang patut ditambah. Misalnya, kalau ada siswa yang rajin sekali masuk sekolah dan berperilaku baik, maka ini akan kita pertimbangkan. Kalau siswa seperti itu dinyatakan tidak lulus kan tidak adil,” ungkapnya.

SMA Negeri 1 Slawi

Suharyanto menjelaskan tentang ketidakadilan lain, misalnya ketika ada siswa yang sering bolos, buruk secara perilaku, tapi lulus karena ia beruntung mennjawab soal dengan benar meski dengan cara mengundi.

SMA Negeri 1 Slawi

“Budi pekerti, sopan santun, menjadi krisis di sekolah, karena penentuan kelulusan hanya berdasarkan ujian tulis. Kalau kelulusan ditentukan oleh sekolah, itu akan menjadi bahan pertimbangan kelulusan bagi siswa. Kalau kelulusannya ditentukan oleh pusat, guru tidak berhak menilai anak,” tandasnya.

Sampai saat ini, kata Suharyanto, belum ada surat edaran resmi dari pemerintah. “Baik besok ujiannya mau Unas atau apa, ditentukan oleh pemerintah atau sekolah, kita sudah siap. Guru-guru sudah kita bagi tugas, masing-masing guru kita minta untuk menangani dua siswa, untuk mengawal sejak sekarang hingga menjelang ujian," tuturnya. (Nur Sholikhin/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Olahraga, Tegal SMA Negeri 1 Slawi

Selasa, 09 Januari 2018

Sambut Hari Santri, IAIN Jember Wajibkan Civitas Akademika Pakai Busana Santri

Jember, SMA Negeri 1 Slawi - Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Jember dalam rangka menyambut hari santri nasional mewajibkan segenap warga civitas akademika mulai dari dosen, pegawai, satpam hingga mahasiswa memakai busana ala santri.

Mahasiswa diharuskan memakai sarung, baju takwa atau batik, berkopiah dan bersandal atau sepatu sandal. Sementara mahasiswi dan dosen wanita tetap menggunakan jilbab dan sandal. Dosen atau mahasiswa yang tidak berbusana ala santri dilarang masuk kecuali tamu orang luar IAIN Jember.

Sambut Hari Santri, IAIN Jember Wajibkan Civitas Akademika Pakai Busana Santri (Sumber Gambar : Nu Online)
Sambut Hari Santri, IAIN Jember Wajibkan Civitas Akademika Pakai Busana Santri (Sumber Gambar : Nu Online)

Sambut Hari Santri, IAIN Jember Wajibkan Civitas Akademika Pakai Busana Santri

Kewajiban menggunakan busana ala santri itu berlaku sejak 17 Oktober hingga tiga hari ke depan.

Dalam pantauan SMA Negeri 1 Slawi, IAIN Jember benar-benar berubah. Sejak masuk pintu gerbang kampus, suasana ala pesantren sudah terasa. Begitu juga di dalam ruang perkuliahan, juga tak ubahnya seperti di madrasah atau pondok. Bahkan, tak jarang di antara mereka saling menggoda dan bercanda soal busana santrinya.

SMA Negeri 1 Slawi

"Hari santri memang kami sambut sedemikian rupa agar syiarnya lebih menggema dan maknanya lebih terasa. Acara lain juga masih banyak terkait hari santri," ujar Rektor IAIN Jember Babun Suharto kepada SMA Negeri 1 Slawi.

Menurutnya, selain terkait hari santri instruksi berbusana ala santri tersebut juga sejalan dengan visi IAIN Jember, yaitu sebagai pusat kajian Islam Nusantara berbasis pesantren.

SMA Negeri 1 Slawi

Sambutan positif datang dari dosen IAIN Jember Halim Subahar. Pria yang juga Ketua MUI Jember ini menilai apa yang diterapkan kampusnya dalam menyambut hari santri layak diapresiasi. Ia berharap pakaian ala santri bisa diterapkan secara rutin di IAIN Jember, misalnya setiap hari Jumat.

"Saya akan senang kalau mahasiswa dan dosen diminta terus berbusana santri. Pakai sarung ini sangat rileks. Justru kalau pakai celana panjang malah terkekang," canda Halim. (Aryudi A Razaq/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Tegal, Halaqoh, Humor Islam SMA Negeri 1 Slawi

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs SMA Negeri 1 Slawi sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik SMA Negeri 1 Slawi. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan SMA Negeri 1 Slawi dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock