Tampilkan postingan dengan label Fragmen. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Fragmen. Tampilkan semua postingan

Kamis, 22 Februari 2018

Seratus Banser Temanggung Tingkatkan Keterampilan Khusus

Temanggung, SMA Negeri 1 Slawi - Satuan Komando Cabang (Satkorcab) Banser X-22 Kabupaten Temanggung mengadakan Pendidikan Latihan Khusus (Diklatsus) Banser Tanggap Bencana (Bagana) dan Banser Lalu Lintas (Balalin) di Desa Kundisari Kecamatan Kedu Kabupaten Temanggung. Sepanjang Jumat-Ahad (6-8/5), mereka dipersiapkan untuk menangani masalah bencana dan lalu lintas.

Kegiatan dengan tema Mengabdi Untuk Negeri Membentuk Kader Pemuda Yang Ikhlas, Tangkas, dan Cerdas ini diikuti oleh seratus peserta yang terdiri dari 60 peserta Diklatsus Bagana dan 40 peserta Diklatsus Balalin. Peserta merupakan utusan dari Satuan Komando Rayon (Satkoryon) Banser se-Kabupaten Temanggung.

Seratus Banser Temanggung Tingkatkan Keterampilan Khusus (Sumber Gambar : Nu Online)
Seratus Banser Temanggung Tingkatkan Keterampilan Khusus (Sumber Gambar : Nu Online)

Seratus Banser Temanggung Tingkatkan Keterampilan Khusus

Komandan Satkorcab Banser Temanggung Lutfi Arifin mengatakan, selama ini anggotanya sudah banyak terjun di masyarakat membantu penanganan bencana di daerah rawan bencana maupun membantu mengatur kelancaran lalu lintas dalam banyak kegiatan. Hanya saja mereka belum memiliki keterampilan yang memadai.

"Untuk itu adanya Diklatsus Bagana dan Balalin ini diharapkan mampu melahirkan kader-kader Banser Tanggap Bencana dan Kader Lalu Lintas yang mumpuni," katanya.

SMA Negeri 1 Slawi

Belum lama ini puluhan anggota Banser Temanggung ikut berpartisipasi menangani bencana tanah longsor yang melanda beberapa tempat di Desa Tegalsari, Kecamatan Tretep, Kabupaten Temanggung.

SMA Negeri 1 Slawi

Bersama Tim SAR Tretep dan masyarakat setempat puluhan anggota Banser ini membantu evakuasi bencana tanah longsor yang mengakibatkan terhambatnya jalur utama transportasi yang menghubungkan Kecamatan Wonoboyo dan Kecamatan Tretep. (M Haromain/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Syariah, Fragmen, Habib SMA Negeri 1 Slawi

Kamis, 08 Februari 2018

Momentum Membangkitkan Jamiyah

Jombang, SMA Negeri 1 Slawi. Halal bihalal  yang di gelar Badan Otonom Nahdlatul Ulama kabupaten Jombang, Ahad (9/9) terlihat sangat meriah. Meski digelar lesehan, hampir 300 perwakilan Banom NU yang terdiri, Ansor, Muslimat NU, Fatayat NU, Pergunu, IPNU-IPPNU, Ikatan Sarjana NU, Pagar Nusa dan juga PMII pun terlihat kompak. 

Ketua PCNU Jombang terpilih KH Isrofil Amar, mengatakan kegiatan yang digelar Banom NU ini bisa menjadi momentum meneguhkan gerakan NU dimasa yang akan datang. "Kegiatan semacam ini, merupakan Inisiatif cemerlang untuk membangun NU ke depan. Saya sangat mengapresiasi positif, dan berharap bisa menjadi kegiatan yang lebih bermakna," tuturnya mengatakan.

Momentum Membangkitkan Jamiyah (Sumber Gambar : Nu Online)
Momentum Membangkitkan Jamiyah (Sumber Gambar : Nu Online)

Momentum Membangkitkan Jamiyah

Apalagi, Ketua PCNU dua periode ini menambahkan, dalam kegiatan halal bihalal badan otonom juga melibatkan PMII yang selama ini berada diluar perangkat kelembagaan NU."Mudahmudahan PMII segera masuk NU, mudah mudahan pada kongres mendatang bisa masuk menjadi perangkat organisasi NU," tandas Dosen Unipdu ini berharap.

SMA Negeri 1 Slawi

Masih menurut KH Isrofil menuturkan, persoalan NU ke depan, pihaknya sangat optimis dengan melihat kekompakan badan otonom, NU memiliki potensi yang sangat besar dan kuat."Mudah mudahan tidak hanya halal bihalal, tetapi juga kegiatan yang lain, juga bisa disinergikan, untuk menuju NU yang maju," tandasnya seraya meminta seluruh pengurus banom istqomah membesarkan NU dan tidak ada lagi Banom, baik  Muslimat, Ansor berjauhan dengan NU nya. 

SMA Negeri 1 Slawi

KH Isrofil mengakui, adanya kesenjangan komunikasi antar Badan Otonom. Dan hal itu karena kurang ada pertemuan."Mengapa ini terjadi demikian karena tidak sering ketemu. Karena itu mari kita kokohkan NU. Ini momentum, Kami minta dikokohkan untuk menuju masa depan NU yang gemilang," pungkasnya.

Nampak hadir memberikan semangat, pada kegiatan tersebut mantan ketua Muslimat NU Jombang Hj Munjidah Wahab. Putri pendiri NU, KH Wahab Hasbulloh ini meminta jalinan komunikasi antar banom bisa dilakukan terus menerus. "Ini penting, dan harus kita lakukan terus, dan saya siap untuk memfasilitasi sehingga ada sinergitas program antar Banom," tutur anggot DPRD Jatim ini menjanjikan. 

Redaktur: Mukafi Niam

Kontributor: Ramadlan

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Syariah, Olahraga, Fragmen SMA Negeri 1 Slawi

Selasa, 06 Februari 2018

Puluhan Drumben Banser Banjiri Pawai Ta’aruf Pesantren Roudlotul Huda

Kebumen, SMA Negeri 1 Slawi. Pawai ta‘aruf yang digelar pesantren Roudlotul Huda desa Kebadongan kecamatan Klirong kabupaten Kebumen, berlangsung meriah, Ahad (18/1) kemarin. Pawai ini tidak lepas dari aksi puluhan grup drumben Banser dari sejumlah kabupaten di wilayah eks karesidenan Kedu, Pekalongan, dan Banyumas.

Sepanjang perjalanan pawai, kerap kali para anggota Banser memamerkan ketangkasanya dalam memainkan alat musik tersebut seperti halnya grup drumben TNI dan Polri. Pawai ini juga tampak meriah oleh ratusan sepeda hias dan 50 grup jaran joged yang ditunggangi santri pesantren setempat.

Puluhan Drumben Banser Banjiri Pawai Ta’aruf Pesantren Roudlotul Huda (Sumber Gambar : Nu Online)
Puluhan Drumben Banser Banjiri Pawai Ta’aruf Pesantren Roudlotul Huda (Sumber Gambar : Nu Online)

Puluhan Drumben Banser Banjiri Pawai Ta’aruf Pesantren Roudlotul Huda

Wakil Bupati Kebumen Hj Djuwarni melepas langsung pawai ta‘aruf yang diadakan dalam rangka peringatan maulid Nabi Muhammad SAW. Lepas pawai, panitia maulid menyerahkan santunan kepada 50 anak yatim piatu .

SMA Negeri 1 Slawi

"Kegiatan pawai ta‘aruf ini merupakan rangkaian peringatan Maulid tahun ini yang dilaksanakan selama dua hari," kata Pengasuh pesantren Raudlotul Huda KH Khafi Mahfud di sela-sela kegiatan.

Pihak pesantren, kata Kiai Khafi, sengaja mengundang Banser dari berbagai daerah. Ia berharap, setelah melihat adanya ribuan anggota Banser warga NU di Kebumen akan merasa bangga sekaligus tumbuh semangatnya untuk menghidupkan organisasi NU.

SMA Negeri 1 Slawi

Pihaknya juga ingin mengenalkan keberadaan Banser kepada masyarakat terutama generasi muda. Mengingat semakin berkembangnya zaman, generasi muda NU yang tahu dan mengenal Banser semakin jarang.

"Dengan kedatangan ribuan anggota Banser di Kebumen ini, kita ingin menunjukan bahwa warga NU Kebumen tetap solid untuk menjaga keutuhan Bangsa Indonesia dari gangguan gerakan-gerakan Islam radikal," imbuh Kiai Khafi didampingi Komandan Banser Kebumen Juni Awaludin. (Beni Yanto/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Fragmen, Warta SMA Negeri 1 Slawi

Rabu, 31 Januari 2018

PBNU: MK Tidak Melegalisasi Perzinaan, Perkosaan dan Hubungan Sesama Jenis

Jakarta, SMA Negeri 1 Slawi. Melalui Putusan Nomor 46/PUU-XIV/2016 tanggal 14 Desember 2017, Mahkamah Konstitusi (MK) menolak permohonan judicial review mengenai perluasan norma tentang zina, perkosaan dan hubungan sesama jenis yang saat ini pengaturannya ada di dalam KUHP (Kitab Undang-Undang Hukum Pidana) yang merupakan warisan kolonial.

PBNU: MK Tidak Melegalisasi Perzinaan, Perkosaan dan Hubungan Sesama Jenis (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU: MK Tidak Melegalisasi Perzinaan, Perkosaan dan Hubungan Sesama Jenis (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU: MK Tidak Melegalisasi Perzinaan, Perkosaan dan Hubungan Sesama Jenis

Putusan tersebut tidak bulat alias ditempuh melalui dessenting opinion 4 dari 9 hakim menyatakan pendapat berbeda terhadap penolakan  permohonan uji materi tersebut.

Ketua PBNU Robikin Ehmhas berpendapat bahwa rumusan norma zina dalam KUHP tidak sesuai dengan nilai-nilai agama yang ada di Indonesia, karena yang dikategorikan zina hanya hubungan kelamin laki-laki dan perempuan yang salah satu atau keduanya terikat perkawinan dengan orang lain.

"Konsekuensinya, kalau kedua pelakunya single alias tidak berstatus nikah dengan orang lain maka menurut KUHP bukan zina dan tidak bisa dijatuhi hukuman dengan pasal perzinaan," ungkap Robikin melalui rilis yang diterima SMA Negeri 1 Slawi, Sabtu (16/12) petang.

SMA Negeri 1 Slawi

Hanya saja, lanjut dia, jika dibaca secara saksama, tidak terlihat MK menolak substansi permohonan perluasan norma yang diajukan pemohon. Dengan bahasa lain, MK tidak melegalisasi perzinaan, perkosaan dan hubungan sesama jenis. Namun, MK berpendirian bahwa perluasan norma mengenai zina, perkosaan dan hubungan sesama jenis adalah domain positive legislature, bukan wilayah negative legislature.

"Secara singkat, positive legislature dapat diartikan sebagai tindakan melakakukan penafsiran konstitusi secara aktif dengan cara membentuk suatu UU. Sedangkan penilaian bahwa suatu UU dan norma yang dihasilkan oleh pembentuk UU sebagai bertentangan dengan konstitusi merupakan negative legislature," terang dia.

SMA Negeri 1 Slawi

Positive legislature adalah kewenangan cabang kekuasaan legislatif, sedangkan negative legislature merupakan domain cabang kekuasaan yudikatif.

"Dalam sistem ketatanegaraan kita, positive legislature diperankan oleh pembentuk undang-undang, yakni Pemerintah dan DPR. Sedangkan negative legislature menjadi kewenangan MK," Robikin menambahkan.

Munas Alim Ulama, Konbes NU dan Rancangan KUHP

Selain sudah usang sehingga tidak compatiable, dengan perkembangan masyarakat, beberapa norma KUHP bahkan tidak sesuai dengan landasan filosofis bangsa dan bertentangan dengan nilai-nilai agama yang ada di Indonesia. Diantaranya adalah norma tentang perzinaan, pemerkosaan dan hubungan sesama jenis.

"Dengan mempertimbangkan hal seperti itulah maka Munas Alim Ulama dan Konbes NU di NTB tanggal 23-25 November 2017 menjadikan Rancangan KUHP yang saat ini sedang dibahas di DPR dijadikan salah satu pokok bahasan," katanya.

Di antara pesan Munas Alim Ulama dan Konbes NU 2017 adalah agar Pemerintah dan DPR segera merampungkan pembahasan Rancangan KUHP yang ada.

"Apalagi kehendak untuk merubah KUHP sudah ada sejak akhir tahun 1960-an," pungkas Robikin. (Red: Kendi Setiawan)

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Khutbah, Fragmen SMA Negeri 1 Slawi

1000 Banser Rembang Siap Tanggap Bencana 2016

Rembang, SMA Negeri 1 Slawi - Barisan Ansor Serbaguna (Banser) Kabupaten Rembang menyatakan siap menanggulangi bencana pada tahun 2016-2017 seiring telah datangnya musim penghujan. Mereka dengan giat melakukan simulasi dan pembekalan dalam menangani bencana.

Ketua GP Ansor Kabupaten Rembang Hanies Cholil mengatakan, total 1.000 orang anggota Banser disiagakan untuk menghadapi potensi bencana tahun ini. Banser mulai dari satuan koordinasi kelompok di masing-masing ranting, rayon di tiap kecamatan, dan cabang di kabupaten kini telah siap tanggap bencana.

1000 Banser Rembang Siap Tanggap Bencana 2016 (Sumber Gambar : Nu Online)
1000 Banser Rembang Siap Tanggap Bencana 2016 (Sumber Gambar : Nu Online)

1000 Banser Rembang Siap Tanggap Bencana 2016

"Kami sudah perintahkan Banser melalui Kepala Satkorcab untuk secara intensif saling berkoordinasi mengenai potensi bencana dan kejadian bencana di daerah masing-masing," terangnya.

SMA Negeri 1 Slawi

Ia menyebutkan, daerah seperti Kecamatan Gunem, Sedan, Pamotan, Kaliori, dan Sumber, merupakan lima dari 14 kecamatan di Kabupaten Rembang yang siaga bencana.

"Melalui kegiatan pendidikan dan latihan dasar (Diklatsar) Banser di Gunem pada hari ini Jumat, (12/11) sampai Ahad besok, kami telah tegaskan, Banser siap tanggap bencana," tandasnya.

SMA Negeri 1 Slawi

Camat Gunem Teguh Gunawarman pada saat membuka Diklatsar Banser Angkatan V tahun 2016 di Desa Kulutan Kecamatan Gunem meminta Banser ikut serta tanggap bencana tanpa diminta.

"Kami berharap kepada Banser agar tanggap jika terjadi bencana. Tanpa harus diminta. Selain bertugas sebagai pengamanan misalnya dalam kegiatan Pemilu, Banser perlu tanggap bencana," ujarnya.

Meskipun demikian, Banser tetap harus menjalin koordinasi secara berjenjang dengan pihak yang berwenang saat terjadi bencana dengan kerawanan tertentu. (Ahmad Asmui/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Fragmen SMA Negeri 1 Slawi

Jumat, 26 Januari 2018

Muslimat NU Gelar Rakernas dan Mukernas di Jakarta

Jakarta, SMA Negeri 1 Slawi. Pimpinan Pusat Muslimat Nahdlatul Ulama menggelar Rapat Kerja Nasional (Rakernas) dan Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) di Jakarta pada 28 Mei hingga 1 Juni 2014 di Asrama Haji Pondok Gede Jakarta Timur. Tema yang diangkat kali ini adalah “Khidmah Muslimat NU untuk Indonesia Bermartabat”.

“Rakernas dilaksanakan oleh jajaran pengurus, sedangkan Mukernas akan dilakukan oleh perangkat Muslimat NU dari anak cabang hingga pusat,” terang Ketua Umum PP Muslimat NU Khofifah Indar Parawansa dalam Jumpa Pers, Senin (26/5) di Gedung Serba Guna Utama Asrama Haji Pondok Gede Jakarta Timur.

Muslimat NU Gelar Rakernas dan Mukernas di Jakarta (Sumber Gambar : Nu Online)
Muslimat NU Gelar Rakernas dan Mukernas di Jakarta (Sumber Gambar : Nu Online)

Muslimat NU Gelar Rakernas dan Mukernas di Jakarta

Khofifah juga menjelaskan bahwa Muslimat NU yang telah berkembang di 33 Provinsi, mempunyai 554 Cabang di tingkat Kabupten/Kota, 5.222 Anak Cabang di tingkat Kecamatan, dan lebih dari 36 ribu Ranting di tingkat Desa atau Kelurahan, serta 22 Juta anggota sangat perlu menyelenggarakan kegiatan seperti ini dalam rangka membangun Muslimat NU ke depan.

SMA Negeri 1 Slawi

“Dengan berbagai macam materi dan permasalahan yang akan dibahas dalam kegiatan ini, diharapkan seluruh potensi Muslimat tumbuh berkembang untuk Indonesia bermartabat,” kata Khofifah, pusuk pimpinan badan otonom NU yang digawangi oleh kaum ibu ini.

SMA Negeri 1 Slawi

Dia juga menuturkan bahwa sudah lazim kegiatan Muslimat NU berjalan antara 5 hingga 6 hari, karena, tambah Khofifah, kegiatan seperti ini sangat dibutuhkan oleh seluruh komponen Muslimat NU di Indonesia agar terjalin komunikasi dan saling berbagi.

Acara ini akan dibuka langsung oleh Wakil Presiden RI Boediono Rabu, 28 Mei 2014. Sebelum resmi dibuka, sambutan Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj dan Gubernur DKI H Joko Widodo akan mengiringi kegiatan ini. Selain itu, acara ini juga akan dihadiri oleh para menteri, ulama, dan jajaran tokoh nasional lainnya. (Fathoni/Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Sejarah, Fragmen, AlaSantri SMA Negeri 1 Slawi

Rabu, 24 Januari 2018

Untuk Apa PMII Didirikan?

Oleh KH Nuril Huda (Pendiri PMII)

Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) pada 17 April 2016 genap berusia 56 tahun. Sebagai warga pergerakan sekaligus pendiri PMII, penulis bangga sekaligus bersyukur ke hadirat Illahi Robbi yang telah memberikan karunia dan nikmat untuk terus mengabdi dan berjuang dalam mencari ridla-Nya.

Untuk Apa PMII Didirikan? (Sumber Gambar : Nu Online)
Untuk Apa PMII Didirikan? (Sumber Gambar : Nu Online)

Untuk Apa PMII Didirikan?

Bangga karena tidak terasa ternyata PMII sudah berusia 56 tahun, umur yang dalam hitungan usia sudah tidak muda lagi, tapi semangat dan jiwa sebagai warga pergerakan harus muda dan siap menjadi garda terdepan dalam mengawal tradisi dan ajaran Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja).

Semakin tua semakin menjadi. Artinya, dengan sikap kesatria, profesional dan mandiri, PMII harus lebih produktif memberikan sumbangsih dan kontribusi terhadap agama dan bangsa Indonesia. Meskipun acapkali PMII selalu menjadi momok dalam rumah sendiri, tapi itulah perjuangan, bahwa perjuangan hanya butuh pengorbanan bukan imbalan.

SMA Negeri 1 Slawi

Meminjam istilah Bung Karno “berikan aku 10 pemuda, maka akan kuguncang dunia”, begitu juga dengan PMII, sekali PMII selamanya berjuang bersama PMII. Di PMII hanya butuh pemuda yang idealis dan semangat berjuang mengawal tradisi Aswaja. Berorganisasi itu belajar menghargai orang lain, latihan mengenal orang, menghormati keyakinan orang lain. Orang yang tanpa latihan maka dia akan menjadi pemimpin yang wagu, yang tidak pernah menghargai orang lain, apalagi menghormati orang lain.

Nah, pada harlah (hari lahir) PMII kali ini, terpenting dan yang paling penting adalah mengenang dan mendoakan (haul) jasa para pendiri PMII. Meneruskan perjuangan dan menjaga tradisi paham Aswaja. Tentu, melalui acara istighotsah, tahlil, dan doa bersama. Karena inilah etika dan kebudayaan model Aswaja. Harlah PMII dalam setiap tahun harus selalu diperingati agar para generasi PMII tahu, orang lain tahu, apa sih PMII dan mengapa didirikan. Ini penting!

SMA Negeri 1 Slawi

Mengapa PMII berdiri? Pada saat itu, tahun 1960 partai-partai besar mempunyai angkatan muda khususnya di kalangan mahasiswa, seperti GMNI, HMI, Masyumi, dan lain sebagainya. Akan tetapi NU yang memiliki basis massa terbesar justru tidak memiliki. HMI yang dulunya menjadi garda NU akan tetapi lebih condong kepada Masyumi.

Akhirnya, munculah ide dan gagasan dari daerah-daerah untuk mendirikan pergerakan mahasiswa yang selanjutnya diberi nama PMII. Beridirnya PMII tidak mulus begitu saja, banyak ganjalan dan kendala untuk mendirikan sebuah pergerakan Islam. Namun, karena keukeuh dan tekad bulat dari para pendiri PMII, maka hingga saat ini PMII tetap kokoh berdiri dan eksis sepanjang masa.

Gagasan Mendirikan PMII

Gagasan untuk mendirikan PMII berawal muncul dari pojok Sekretariat IPNU di Yogyakarta, dan waktu itu yang menjadi koordinator sementara adalah Ismail Makki. Setelah semua ide dikumpulkan, maka sepakat untuk mendirikan PMII. Sebanyak 13 orang sowan (menghadap) kepada Pengurus Besar NU di Jakarta yang isinya niatan untuk mendirikan PMII. Akhirnya, setelah berbincang dan membahas panjang, maka PBNU setuju PMII didirikan yang tujuannya adalah untuk mengikat para mahasiswa NU agar tidak bisa dan memiliki rumah sendiri.

Pada tahun 1960-an tepatnya bulan Ramadhan, selama 3 hari di Kaliurang,Yogyakarta, berkumpulah para tokoh IPNU dan 13 pimpinan IPNU wilayah se-Indonesia. Ketika itu, saya merupakan ketua IPNU cabang Solo yang saat itu sedikitnya memiliki 7 perguruan tinggi. Karena memang syarat mendirikan PMII di daerah harus ada perguruan tingginya. Sedangkan utusan dari PBNU yang hadir adalah KH. Anwar Mussadad.

Nah, dalam kongres pertama inilah PMII resmi berdiri lalu melahirkan berbagai macam aturan dan okoh muda yang selanjutnya diberikan mandat untuk meneruskan perjuangan Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja) di Nusantara. Karena esensi didirikannya PMII adalah pertama, untuk meneruskan estafet perjuangan NU. Kedua, untuk melatih diri bermasyarakat dan berorganisasi tanpat mengubah pendirian dalam mempertahankan Aswaja. Dan ketiga, untuk menyiapkan generasi yang mampu menangani pergolakan tanpa mengorbankan prinsip akidah.

Untuk mendirikan PMII di daerah, saya sowan ke KH Abdul Hadi Al Hafidz di Langitan, Tuban. Niatan itu mendapat restu dan pesan untuk menunaikan puasa. Saya puasa 7 hari, dan mendirikan PMII di Lamongan, kemudian harus kembali lagi ke Solo untuk melanjutkan kuliah. Jadi, tidak main-main untuk memperjuangkan PMII. Bahwa berjuang di NU itu tidak mengandalkan pemikiran saja tetapi juga mengorbankan harta dan mendekatkan diri kepada Yang Maha Kuasa.

Sekali lagi inilah perjuangan. Jadi, idealis itu butuh generasi, bahwa mendirikan PMII sampai merawat organisasi itu tidak gampang dan butuh perjuangan panjang. Untuk itulah, generasi saat ini hanya tinggal meneruskan dan merawat saja, tidak kurang, tidak lebih. Dan yang paling utama adalah tradisi Aswaja jangan sampai pudar dan musnah ditelah modernnya zaman.

Setelah PMII berdiri, maka para pengurus langsung eksen dan menyebarkan PMII di kampus-kampus. Berawal di kampus Yogyakarta, selama beberapa tahun anggotanya bisa dihitung jari, karena banyak mahasiswa yang tidak tertarik dengan PMII. Apa PMII itu? Mahluk apa itu? begitu kira-kira pertanyaannya.

Alhamdulillah, di Asia Tenggara, hanya PMII-lah yang sampai hari ini tetap eksis dan banyak anggotanya hampir mencapai satu juta dua ratus, tiap kota ada PMII. Dari 9 tokoh pendiri PMII, kini tinggal 3 orang yang masih hidup dan terus berjuang agar PMII tetap eksis dan menjadi penerus perjuangan ajaran Aswaja. Ketiga tokoh itu di antaranya, saya, KH Munsih Nahrawi dan KH Khalid Mawardi.

Sampai sekarang saya masih terus bergerilya ke daerah-daerah untuk menyuarakan panji-panji PMII. Pada tanggal 17 April 2016 saya menghadiri harlah PMII di Tuban, lanjut ke Lamongan pada tanggal 18, terus ke Bekasi, dan tanggal 19 saya menghadiri harlah PMII di Bondowoso, dan tanggal 20 saya menghadiri harlah PMII di Pamekasan, Madura. Kalau dituruti, hidup saya di jalanan, tapi enggak apa-apa, memang harus begini. Yang penting PMII tetap hidup dan terus berkembang.

Kalau saya tidak turun, saya khawatir, dalam ilmu sosiologi, suatu organisasi yang lama didirikan tanpa sentuhan pendiri maka lambat laun akan berubah. Makanya, saya khawatir PMII kalau tidak diurusi, akan berubah dan lama-lama tidak keruan. Saya sangat memperhatikan, terlebih kalau di luar daerah, apakah saya diundang MUI, NU, atau acara lainnya, saya selalu telepon temen-temen PMII untuk kumpul sama-sama bicara soal PMII dan masa depan PMII. Ini saya lakukan, mumpung saya masih hidup.

Tantangan hari ini, besok dan lusa PMII adalah budaya zaman. Tapi kalau idealisme PMII selamanya tidak bisa berubah yakni Aswaja, begitu juga soal akidah tidak bisa kompromi dan berubah, sekali NU selamanya tetap NU. Memang zaman sekarang berbeda jauh dengan zaman dulu, dari sisi budaya, karakter dan modelnya. Untuk itulah, generasai PMII saat ini harus bisa mengalahkan zaman atau paling tidak, jangan sampai kalah dengan budaya zaman saat ini. Boleh kita bicara budaya, boleh kita bergaya modern, boleh kita berdandan barat, boleh kita berpolitik, dan seterusnya. Tapi, jangan sekali-kali idealisme dan idiologi Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja) berubah. Karakter NU harus tetap melekat walaupun penampilan bukan NU.

Salam pergerakan! Wallâahul muwaffiq ila aqwamith tharîq. Wassalam.

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Fragmen, Cerita, Santri SMA Negeri 1 Slawi

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs SMA Negeri 1 Slawi sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik SMA Negeri 1 Slawi. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan SMA Negeri 1 Slawi dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock