Tampilkan postingan dengan label Kajian Sunnah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kajian Sunnah. Tampilkan semua postingan

Kamis, 15 Februari 2018

Habib Luthfy Minta Akhiri Puasa Tunggu Pemerintah

Pekalongan, SMA Negeri 1 Slawi. Habib Muhammad Luthfy Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Pekalongan meminta kepada seluruh umat Islam di Pekalongan untuk menunggu keputusan pemerintah dalam mengakhiri puasa Ramadhan 1433 H.

Habib Luthfy Minta Akhiri Puasa Tunggu Pemerintah (Sumber Gambar : Nu Online)
Habib Luthfy Minta Akhiri Puasa Tunggu Pemerintah (Sumber Gambar : Nu Online)

Habib Luthfy Minta Akhiri Puasa Tunggu Pemerintah

Permintaan ini dilakukan mengingat beberapa waktu yang lalu ada salah satu ormas Islam yang telah mengumumkan awal Syawal 1433 H jatuh pada hari Ahad 19 Agustus 2012, padahal puasa masih berlangsung.

Hal tersebut disampaikan Habib Luthfy kepada perwakilan umat Islam yang hadir pada pertemuan MUI Kota Pekalongan yang berlangsung di rumah Habib Luthfy Jalan dr Wahidin 70, Rabu (16/8).

SMA Negeri 1 Slawi

"Kita sebagai rakyat yang memiliki pemerintahan yang sah, maka sudah seharusnya kita mentaati segala apa yang telah diputuskan oleh pemerintah, termasuk dalam mengakhiri puasa Ramadhan 1433 H yang baru akan diputuskan Sabtu malam besok melalu sidang itsbat," ujarnya.

Dikatakan, sebagai ulil amri, pemerintah tidak saja mengatur masalah masalah kepemerintahan yang bersifat duniawi, akan tetapi juga mengatur masalah ukhrowi seperti mengawali dan mengakhir puasa Ramadhan, hal ini dimaksudkan untuk menjaga persatuan dan kesatuan umat Islam.

SMA Negeri 1 Slawi

Dalam musyawarah yang dihadiri jajaran pengurus cabang NU Kota Pekalongan, perwakilan dari Al Irsyad, STAIN Pekalongan, pengurus thariqah dan ratusan undangan lainnya bersepakat untuk mengakhiri puasa menunggu keputusan pemerintah. 

Meski diprediksi awal Idul Fitri 1433 H akan sama dengan pengumuman salah satu ormas Islam, forum sepakat tetap akan menunggu hasil rukyat sebagai rujukan kepastian bahwa memang telah terjadi bulan baru yang bisa dilihat dengan mata.

Redaktur    : Mukafi Niam

Kontributor: Abdul Muiz P

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Pahlawan, Pertandingan, Kajian Sunnah SMA Negeri 1 Slawi

Rabu, 07 Februari 2018

Jadul Unjuk Rasa ke DPR soal Kerusakan Jalan di Jember

Jember, SMA Negeri 1 Slawi



Puluhan orang yang tergabung dalam Jember Aksi Peduli Jalan Berlubang (Jadul) menggelar unjuk rasa di gedung DPRD Jember, Jawa Timur, Selasa (11/4). Mereka mengeluhkan rusaknya jalan di sejumlah tempat, termasuk jalan yang dipenuhi lubang.?

Jadul Unjuk Rasa ke DPR soal Kerusakan Jalan di Jember (Sumber Gambar : Nu Online)
Jadul Unjuk Rasa ke DPR soal Kerusakan Jalan di Jember (Sumber Gambar : Nu Online)

Jadul Unjuk Rasa ke DPR soal Kerusakan Jalan di Jember

Menurut salah seorang pengunjuk rasa, Kustiono Musri, jalan berlubang di Jember sudah cukup parah sehingga perlu segera ditangani.?

Dikatakannya, hampir di setiap ruas jalan, lebih-lebih di pedesaan, lubang selalu ditemukan. "Jadi saya minta anggota dewan yang terhormat untuk menekan bupati agar jalan berlubang segera diperbaiki. Ini untuk kepentingan masyarakat. Bukan orang per orang," ucapnya.

Ia menambahkan, yang paling ? merasakan dampak rusaknya jalan (berlubang) adalah masyarakat kebanyakan, khsusunya di pedesaan. Selama ini jalan berlubang terkesan ? dibiarkan begitu saja, hingga akhirnya masyarakat berinisiaif untuk menanami lubang tersebut dengan pohon pisang. Tujuannya adalah sebagai tanda bahwa jalan itu berbahaya dan tak boleh dilintasi. "Itu juga sindiran bagi pemerintah," ungkap Kustiono.

SMA Negeri 1 Slawi

Hal senada juga diungkapkan, Prasetyo. Menurutnya, hampir setiap hari terjadi kecelakaan akibat jalan berlubang. Dikatakannya, korban jalan berlubang kebanyakan dari pengendara roda dua, sebab model ban kendaraan roda dua ? memang sangat rentan ? terhadap ? lubang.?

"Kalau roda dua, itu artinya kan katakanlah ? masyarakat biasa. Sedangkan pejabat biasanya memakai roda empat, sehingga tak terasa meski ada lubang. "Oleh karena itu, tolong ini diperhatikan. Jangan sampai lubang di jalan memakan korban lebih banyak lagi," jelasnya.

Menanggapi itu, Wakil Ketua Komisi C DPRD Jember, Anang Murwanto menegaskan bahwa pihaknya sudah melakukan fungsi pengawasan dengan baik. Namun diakuinya, eksekusi di lapangan tergantung pada eksekutif.?

Walaupun demikian, katanya, apa yang disampaikan perwakilan pengunjuk rasa, merupakan masukan bagi dewan untuk melakuan evaluasi kinerja pada pihak-pihak terkait. "Kami sudah melakukan itu (pengawasan). Yang jelas kami juga tak ingin lubang di jalan terus memakan korban," ucap politisi Partai Demokrat itu. (Aryudi A. Razaq/Abdullah Alawi)

SMA Negeri 1 Slawi

?

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Kajian Sunnah, Santri, Berita SMA Negeri 1 Slawi

Sabtu, 27 Januari 2018

Menengok Masjid Syekh Jafar Shidiq Garut yang Berusia Ratusan Tahun

Garut, SMA Negeri 1 Slawi. Salah seorang tokoh penyebar Islam di Garut, Jawa Barat adalah Syaikh Muhammad Jafar Shidiq Cibiuk yang hidup satu perjuangan dengan Syekh Abdul Muhyi Pamijahan Tasikmalaya dan Syaikh Maulana Mansur Banten.

Hingga saat ini banyak masyarakat yang datang berziarah ke makam Syekh Jafar Sidiq yang terletak di Gunung Haruman Cibiuk dan nama Haruman ini kemudian jadi nama lain Syekh Jafar Sidiq, Sunan Haruman, namun masyarakat setempat sering menyebutnya dengan Embah Wali Cibiuk.

Menengok Masjid Syekh Jafar Shidiq Garut yang Berusia Ratusan Tahun (Sumber Gambar : Nu Online)
Menengok Masjid Syekh Jafar Shidiq Garut yang Berusia Ratusan Tahun (Sumber Gambar : Nu Online)

Menengok Masjid Syekh Jafar Shidiq Garut yang Berusia Ratusan Tahun

Menurut riwayat, Syekh Jafar Sidiq ini bersahabat baik dengan Syaikh Abdul Muhyi Pamijahan dan Syekh Maulana Mansur Banten, bahkan persahabatan Syekh Jafar Sidiq dengan Syekh Maulana Mansur tergambar jelas dari gaya arsitektur bangunan masjid yang bernama Masjid Agung Syaikh Jafar Shiddiq.

Masjid yang sudah beberapa kali mengalami renovasi tersebut diperkirakan sudah berusia lebih dari 400 tahun dan sampai hari ini pataka yang terbuat dari ukiran batu dan dipasang di pucuk atap bangunan masjid tersebut masih terlihat utuh.

"Pada saat membangun masjid Agung tersebut Embah Wali mendatangkan arsitek dari Banten, makanya bentuk masjidnya mirip sekali dengan bentuk masjid Banten," papar H Rd Imam Abdurrachman di Pesantren As-Saadah Limbangan,Garut. Jumat (29/12) lalu.

SMA Negeri 1 Slawi

Dikatakan Imam, masjid tersebut berlokasi beberapa KM dari kaki gunung Haruman, tepatnya di jalan Pesantren Tengah, Desa Cibiuk Tengah, Kecamatan Cibiuk dan masyarakat setempat sering menyebutnya dengan Masjid Agung, Masjid Keramat atau masjid Embah Wali.

"Syaikh Syaikh Muhammad Jafar Shiddiq Cibiuk ini adalah putera Kyai Mas Masud Dipakusumah dan merupakan generasi ke 8 dari Sunan Pancer Limbangan," tambah Katib Syuriah MWCNU Limbangan ini.

Berdasarkan pantuan SMA Negeri 1 Slawi, konstruksi bangunan Masjid Syaikh Jafar Shidiq yang berbentuk bujur sangkar berukuran 6x6 meter ini masih berdiri kokoh dan konstruksi bangunan yang didominasi oleh kayu jati tersebut berbentuk panggung, sedangkan bangunan baru yang ada di belakangnya berukuran lebih luas dan sudah menggunakan lantai keramik.

Selain mewariskan masjid, ada juga peninggalan lain dari puteri Syekh Jafar Shidiq yang bernama Nyimas Siti Fatimah, ia mewariskan resep kuliner Sambel Cibiuk yang sampai hari ini masih terkenal hingga ke beberapa kota besar di Indonesia. (Aiz Luthfi/Fathoni)

SMA Negeri 1 Slawi

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Halaqoh, Kajian Sunnah, Sholawat SMA Negeri 1 Slawi

Senin, 22 Januari 2018

Tolak Full Day School, NU Siap Demo dan Judicial Review

Jakarta, SMA Negeri 1 Slawi



Kaum Nahdliyin bersiap menggelar aksi protes atas rencana kebijakan Sekolah Sepanjang Hari (Full Day School). Jika aturan sekolah selama 8 jam 5 ? yang dikeluarkan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy tersebut tidak benar-benar dicabut. Mereka mengaku siap memobilisasi massa ke Jakarta.

Tolak Full Day School, NU Siap Demo dan  Judicial Review (Sumber Gambar : Nu Online)
Tolak Full Day School, NU Siap Demo dan Judicial Review (Sumber Gambar : Nu Online)

Tolak Full Day School, NU Siap Demo dan Judicial Review

Hal tersebut mengemuka dalam halaqah kebangsaan yang diinisiasi Fraksi Kebangkitan Bangsa MPR RI di Hotel Acacia Jl. Kramat Raya Jakarta, Senin (7/8). Acara bertajuk “Peran Strategis Madrasah Diniyah Dalam membangun Karakter Bangsa” ini dihadiri kurang lebih 300 peserta terdiri dari utusan Madrasah Diniyah dari Jakarta, Banten, dan Jawa Barat, serta perwakilan ormas Islam dan sejumlah aktivis LSM.

Ketua Umum Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (FKDT) KH Lukmam Hakim mengatakan, setidaknya ada dua langkah yang akan ditempuh Kaum Nahdliyin sebagai upaya penolakan Permendikbud 23/2017 Sekolah Sepanjang Hari. Selain menggelar aksi simpatik, mereka berencana melakukan uji materi (judicial review) di Mahkamah Konstitusi.?

“Menurut kami, para kiai serta banyak pihak telah menyampaikan, PBNU juga demikian, semua menolak keras. Maka saya yakin proses selanjutnya yang akan dilaksanakan ada dua. Pertama, aksi atau demonstrasi. Kedua, judicial review di MK. Kita akan menggugat Permendikbud ini,”ujar Lukman disambut tepuk tangan hadirin.

SMA Negeri 1 Slawi

Dalam pidatonya, Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa Muhaimin Iskandar menyatakan, kebijakan delapan jam belajar dalam lima hari sekolah yang dikeluarkan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan tidak realistis. “Kebijakan ini tidak lebih baik dibanding kebijakan yang dikeluarkan pemerintah kolonial Belanda di masa lalu,” cetusnya.

Menurut Cak Imin, sapaan akrabnya, dulu pemerintah kolonial Belanda menyesuaikan diri dengan budaya masyarakat lokal sebelum mengeluarkan kebijakan. Mereka beradaptasi dengan budaya masyarakat Indonesia terlebih dahulu agar kebijakannya terimplementasi dengan baik. “Snouck Hurgronje ditugasi menganalisis, jangan sampai kebijakan Belanda itu tidak produktif bagi tujuan mereka,” tandasnya.

SMA Negeri 1 Slawi

Halaqoh dengan pembicara kunci Ketua Umum PKB A Muhaimin Iskandar ini menghadirkan lima narasumber, yakni Ketua PBNU Bidang Hukum KH Robikin Emhas, Ketua Lembaga Pendidikan Maarif Nahdlatul Ulama (LP Ma’arif NU) KH Arifin Junaidi, Ketua FKDT KH Lukman Hakim, Bupati Pasuruan KH Irsyad Yusuf, dan Komisioner KPAI Hj Margaret Aliyatul Maemunah.

Diskusi panel yang dimoderatori Anggota Komisi VIII DPR RI KH Maman Imanul Haq ini berlangsung seru. Para guru Madrasah Diniyah dengan semangat menyampaikan pandangan mereka serta memberikan usulan terkait Sekolah Sepanjang Hari (Full Day School).

Semua narasumber bersepakat menganggap kebijakan Sekolah Sepanjang Hari dapat mengganggu eksistensi madrasah diniyah. Untuk memeriahkan acara, PKB pun menyertakan tagar #tolakfulldayschool untuk dijadikan trending topic. (Musthofa Asrori/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi PonPes, Warta, Kajian Sunnah SMA Negeri 1 Slawi

Jumat, 12 Januari 2018

Eks Bintang Timnas AS Berbagi Teknik Sepak Bola dengan Santri

Tangerang, SMA Negeri 1 Slawi 



Kedatangan Ethan Zohn, mantan bintang sepak bola Timnas Amerika, disambut hangat dan meriah oleh para santri di Pondok Pesantren Darul Muttaqin. Ethan yang sudah tiga kali menjadi survivor kanker ini memang aktif di dunia pendidikan dan anak-anak selepas dari karirnya di bola.

Co-founder Grassroots Soccer ini menyengajakan diri mengunjungi pesantren atas fasilitasi Kedubes Amerika setelah mendengar gaung Liga Santri Nusantara (LSN). Melalui yayasannya, Ethan Zohn mengkampanyekan pendidikan kepada anak-anak yang kurang beruntung. Kali ini kunjungannya ke pesantren juga dilatarbelakangi oleh informasi bahwa para santri hidup dalam kesederhanaan bahkan tidak sedikit yang kekurangan.

Eks Bintang Timnas AS Berbagi Teknik Sepak Bola dengan Santri (Sumber Gambar : Nu Online)
Eks Bintang Timnas AS Berbagi Teknik Sepak Bola dengan Santri (Sumber Gambar : Nu Online)

Eks Bintang Timnas AS Berbagi Teknik Sepak Bola dengan Santri

Bertempat di lapangan sepak bola Pondok Pesantren Darul Muttaqin di Jalan Raya Cadas-Kukun, Kampung Ilat, Desa Pangadegan, Pasar Kemis Tangerang, Ethan memberikan coaching clinic kepada dua kesebelasan dari Ponpes Darul Muttaqin Tangerang dan Ponpes Ar Roisiyah Tangerang Selatan. 

Didampingi asistennya, Bryan, mantan kapten kesebelasan Maccabee Amerika Serikat tersebut memberikan pelatihan teknik dasar bermain kepada dua tim kesebelasan yang pernah bertemu di final Liga Santri Nusantara (LSN) Region Banten tersebut. Kedua kesebelasan tersebut masing-masing adalah juara dan runner-up Liga Santri Region Banten tahun ini.

Kehadiran Ethan membuat atlet muda dari dua kesebelasan tersebut tampak antusias dan berlatih penuh semangat. Tanpa malu-malu, para santri belia tersebut berinteraksi dengan Ethan. 

SMA Negeri 1 Slawi

Tidak hanya memberikan materi teknik sepak bola, Ethan juga memberikan motivasi kepada para santri. Ethan mengisahkan lika-liku kehidupannya hingga akhirnya bisa merumput di dunia sepak bola Amerika Serikat sebagai pemain professional bahkan bintang. Ia juga menceritakan pengalamannya bertahan dari serangan kanker dan bersyukur bisa selamat hingga kini.

"Sepak bola itu kadang penuh misteri. Kadang Anda tidak tahu akan seperti apa Anda ke depannya. Tetapi bermimpilah dan wujudkan mimpi itu. Awal karir saya di sepak bola adalah kiper cadangan. Ini membuat saya merasa tak berkecil hati karena tidak selalu dimainkan. Hingga suatu ketika saya mendapatkan titik balik dan tumbuh seperti ini," kata Ethan memotivasi.

Lebih lanjut Ethan menambahkan pentingnya kedisiplinan dalam membentuk karakter pesepak bola yang kuat. "Sepak bola itu bukan sekedar olahraga, tapi juga melatih kemampuan kepemimpinan, persahabatan, disiplin dan tanggung jawab. Sepak bola adalah kerjasama dan adaptasi, kita harus membuang egoisme dan rasa ingin tampil mencolok," imbuhnya. 

SMA Negeri 1 Slawi

"Berlatih sepak bola tidak harus menjadi pemain profesional, namun justru melalui sepak bola anak muda terlatih mentalnya, sehingga kelak profesi apapun yang dijalani, mereka menjadi orang-orang terbaik," tambah Ethan seraya memotivasi santri. 

Coaching clinic lalu dilanjutkan dengan pertandingan ekhibisi. Dalam pertandingan ini para pemain Liga Santri Nusantara tersebut tampak bersemangat setelah mendapatkan suntikan motivasi dari Ethan Zohn yang merupakan kiper dan sekaligus kapten tersebut. (Ali/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Kajian Sunnah, Hikmah, Aswaja SMA Negeri 1 Slawi

Bazar Murah Muslimat NU Disambut Antuasias Warga

Jakarta, SMA Negeri 1 Slawi. Pengurus Pusat Muslimat NU melalui bidang Ekonomi dan Koperasi (Ekop) menggelar bazar murah Ramadhan, Jumat-Sabtu, 16-17 Juni. Bazar murah bertempat di ? kantor PP Muslimat NU, Pancoran Jakarta Selatan.

Ketua PP Muslimat NU Siti Aniroh Slamet Efendi Yusuf, mengungkapkan bazaar tersebut bertujuan memberikan motivasi agar keluarga Muslimat lebih terampil dalam pergerakan ekonomi yang diharapkan akan menjadikan Muslimat yang mandiri.

Bazar Murah Muslimat NU Disambut Antuasias Warga (Sumber Gambar : Nu Online)
Bazar Murah Muslimat NU Disambut Antuasias Warga (Sumber Gambar : Nu Online)

Bazar Murah Muslimat NU Disambut Antuasias Warga

“Setelah dilantik pengurus mengadakan rapat dengan seluruh anggota bidang dan kita sepakat untuk memberikan semangat dalam menggairahkan bidang ekonomi dan koperasi. Langkah pertama adalah menghimpun kekuatan ke dalam.

Artinya siapa di antara anggota Muslimat yang punya potensi kita kembangkan. Ternyata banyak ibu-ibu Muslimat NU yang sudah menjadi pengusaha, maupun aktif di organisasi dalam bidang ekonomi. Ketika kami ajak sedikit, mereka klik untuk sehingga terlibat di bazaar ini,” papar Aniroh.

SMA Negeri 1 Slawi

Selain itu, bazaar juga bertujuan untuk membantu masyarakat umum, karena dalam bazaar tersebut selain pengurus Muslimat NU, juga dibuka untuk masyarakat sekitar yang datang berbelanja. Aniroh mengatakan pihaknya bersyukur, karena bazaar disambut baik oleh masyarakat.

“Alhamdulillah, selama dua hari bazaar yang beli ada dari masyarakat umum dan pengurus PP Muslimat NU. Ada yang beli 20 piece, atau beras 20 kilo,” tambah Aniroh.

Pihaknya menyatakan bazaar serupa akan sering diadakan walaupun bukan di bulan Ramadhan. “Sepanjang kita maish hidup kan perlu makan, jadi menyediakan sembako ini untuk kebutuhan pokok,” tuturnya.

SMA Negeri 1 Slawi

Aniroh menyebut Inkopad Muslimat NU Banyumas telah beberapa kali menyelenggarakan bazar murah dan selalu mendapat respons baik dari masyarakat. (Kendi Setiawan/Fathoni) ?

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Kajian Sunnah, Sejarah, Lomba SMA Negeri 1 Slawi

Senin, 08 Januari 2018

Geliat Pasar Kalitapen Banyumas di Bulan Ramadhan

Banyumas, SMA Negeri 1 Slawi. Bulan suci ramadhan membawa keberkahah sendiri bagi para pedagang di Pasar Kalitapen. Pasar kecil yang beralamat di Jalan Raya Ajibarang-Purwojati KM 8 Desa Kalitapen, Kecamatan Purwojati, Kebupaten Banyumas, Jawa Tengah itu, sejak awal ? bulan ramadhan terlihat menjadi ramai ? pengunjung.?

"Jika dibandingkan bulan-bulan biasanya, bulan puasa yang lumayan ramai," kata Jasmin tukang parkir pasar.?

Geliat Pasar Kalitapen Banyumas di Bulan Ramadhan (Sumber Gambar : Nu Online)
Geliat Pasar Kalitapen Banyumas di Bulan Ramadhan (Sumber Gambar : Nu Online)

Geliat Pasar Kalitapen Banyumas di Bulan Ramadhan

Meningkatnya jumlah pengunjung pasar tersebut, tentunya meningkat pula jumlah pendapatan para pedagang. Seperti diungkapkan Burhan, penjual ayam potong yang setiap hari menjajakan daganganya di Pasar Kalitapen. Burhah mengatakan, sejak memasuki bulan ramadan omset pejualanya meningkat.?

"Kalau hari-hari biasa menjual 10-15 kilogram ayam saja sudah alhamdulillah," kata Burhan.?

SMA Negeri 1 Slawi

"Namun sejak memasuki bulan puasa, pagi ini saja sudah habis 15 kilo, sehari bisa sampe 27 kiloan yang saya jual," lanjut burhan ketika ditemui di lapaknya, Jumat (2/6) pagi.?

Selain Burhan, hal senada juga dirasakan oleh Adi dan Dasilah sepasang suami istri penjual sayuran dan buah-buahan. Adi mengungkapkan, jika dihari-hari biasa paling banyak ? satu hari dapat 1 juta lebih. Namun sejak bulan puasa pendapatan satu hari bisa 2-3 jutahan. "Alhamdulilah, ini mungkin berkah di bulan ramadhan," kata Dasilah istri Adi.?

SMA Negeri 1 Slawi

Meningkatnya jumlah pengunjung di pasar Kalitapen rata-rata didominasi oleh kaum ibu-ibu. Mereka sengaja ke pasar untuk membeli bahan makanan dan lauk pauk untuk berbuka puasa.?

Para ibu-ibu berharap semoga harga sembako atau bahan makanan pokok tetap stabil dan tidak naik. Karena biasanya setiap mendekati lebaran, harga bahan kebutuhan pokok biasanya naik. ?

"Naik ya boleh asal jagan banyak-banyak," kata Bu Kasem pembeli di pasar. "Tapi lebih baik tidak naik," tandasnya. (Kifayatul Ahyar/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Kajian Sunnah SMA Negeri 1 Slawi

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs SMA Negeri 1 Slawi sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik SMA Negeri 1 Slawi. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan SMA Negeri 1 Slawi dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock