Tampilkan postingan dengan label Nahdlatul. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Nahdlatul. Tampilkan semua postingan

Selasa, 20 Februari 2018

Ketua IAEA: Tak Ada Bukti Iran Membuat Senjata Nuklir

Washington, SMA Negeri 1 Slawi. Ketua badan pengawas nuklir PBB, Mohamed ElBaradei, Ahad (28/10),  mengemukakan, pihaknya tidak menemukan bukti bahwa Iran sedang aktif membuat bom nuklir.

"Saya belum mendapat informasi apapun bahwa saat ini berlangsung program senjata nuklir yang aktif secara konkret," kata Direktur Badan Energi Atom Internasional (IAEA) tersebut kepada CNN. Dia mengingatkan bahwa ancaman AS itu seperti "menyiram bensin ke api".

Ketua IAEA: Tak Ada Bukti Iran Membuat Senjata Nuklir (Sumber Gambar : Nu Online)
Ketua IAEA: Tak Ada Bukti Iran Membuat Senjata Nuklir (Sumber Gambar : Nu Online)

Ketua IAEA: Tak Ada Bukti Iran Membuat Senjata Nuklir

"Meskipun jika Iran akan membuat senjata nuklir...setidak-tidaknya mereka masih butuh beberapa tahun lagi untuk memiliki senjata seperti itu," katanya, mengutip penilaian dari para pejabat AS sendiri, yang dilansir AFP.

SMA Negeri 1 Slawi

"Pada tahap sekarang kita perlu meneruskan usaha lewat diplomasi yang kreatif...karena saya tidak melihat adanya solusi lain kecuali diplomasi dan inspeksi," kata ElBaradei.

Gedung Putih, Jumat, menolak adanya kesamaan antara pernyataan mereka terhadap Iran dengan persiapan saat akan menyerbu Irak.

SMA Negeri 1 Slawi

"Kami sepenuh hati ikut proses diplomatik," kata juru bicara Gedung Putih, Tony Fratto kepada para wartawan, namun mengatakan bahwa mengesampingkan pengerahan militer adalah sesuatu yang "kurang bijaksana".

Dalam bulan-bulan terakhir, Bush telah meramal tentang "holocaust (bencana besar) nuklir" dan "Perang Dunia III", jika Iran memiliki senjata nuklir. Wapres Dick Cheney menyebut "konsekuensi berat" bagi Iran jika menolak tuntutan global untuk membekukan program nuklir mereka.

ElBaradei mengemukakan jika AS memiliki informasi lebih banyak dibanding IAEA mengenai program nuklir Iran, dirinya "akan sangat senang menerima dan menindaklanjutinya."

Dia mengemukakan "kami saat ini belum dapat memberi izin (program nuklir) kepada Iran karena masih banyak tanda tanya."

"Tapi apakah kami telah melihat bahwa Iran memiliki bahan nuklir yang akan siap dijadikan senjata? Tidak. Apakah kami melihat program persenjataan yagn aktif? tidak," katanya seperti dikutip sumber Antara.

"Perang kata-kata" tidak akan menyelesaikan masalah nuklir Iran, kata ElBaradei, lalu menyebut perundingan yang masih berlangsung dengan Korea Utara sebagai contoh untuk menangani kasus Iran.

Dia mengingatkan bahwa pengunaan militer dapat memicu "lautan api" global. (dar)Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Nahdlatul, Warta SMA Negeri 1 Slawi

Sabtu, 17 Februari 2018

LTMNU: Bersihkan Masjid dari Kampanye Hitam

Jakarta, SMA Negeri 1 Slawi. Pengurus Pusat Lembaga Ta’mir Masjid Nahdlatul Ulama (LTMNU) mengimbau seluruh masjid di Indonesia untuk menjaga netralitas fungsinya sebagai tempat ibadah dan pemberdayaan umat menjelang pemilihan umum presiden 2014.

LTMNU: Bersihkan Masjid dari Kampanye Hitam (Sumber Gambar : Nu Online)
LTMNU: Bersihkan Masjid dari Kampanye Hitam (Sumber Gambar : Nu Online)

LTMNU: Bersihkan Masjid dari Kampanye Hitam

“Masjid adalah tempat yang netral. Tidak boleh dibuat kampanye. Karena masjid merupakan tempat berkumpulnya jamaah dari berbagai macam golongan dan aspirasinya bermacam-macam,” ujar Ketua PP LTMNU KH Abdul Manan A Ghani di Jakarta, Jumat (13/6).

Manan juga menyayangkan adanya kampanye hitam bernuansa SARA yang dikumandangkan melalui tempat ibadah umat Islam ini. Menurutnya, pengurus masjid semestinya dapat mencegah hal tersebut melalui penyeleksian khotib atau dai yang ada di sana.

SMA Negeri 1 Slawi

“Tidak ada contoh dari Nabi untuk memusuhi golongan lain, apalagi black campaign (kampanye hitam). Masak orang yang benar-benar Islam, benar-benar haji, diplesetkan sebaliknya. Tidak benar itu,” tuturnya.

Kalaupun masjid menjadi tempat pembicaraan politik, lanjut Manan, materi yang disampaikan mestinya bersifat normatif saja, tidak menyudutkan atau mendukung salah satu pihak. “Mungkin mengenalkan bahwa tasharruful imam alar ra’iyyah manuthun bil mashlahah (kebijakan pemimpin tergantung pada kemaslahatan umat). Yang begini tidak apa-apa,” paparnya.

SMA Negeri 1 Slawi

Manan tidak menampik fungsi lain masjid di luar sebagai tempat shalat. Menurutnya masjid bisa menjadi sarana pengembangan dakwah, pendidikan, bahkan ekonomi, namun bukan politik praktis. “Mending pengurus masjid menyiapkan bagaimana memakmurkan masjid menghadapi Ramadhan, daripada harus kampanye hitam,” katanya. (Mahbib Khoiron)

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Pendidikan, Nahdlatul, Nahdlatul Ulama SMA Negeri 1 Slawi

Selasa, 06 Februari 2018

Awali Mapaba, PMII UGM Ziarah Budaya

Sleman, SMA Negeri 1 Slawi. Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Komisariat Universitas Gajah Mada akan mengadakan kegiatan bertajuk ziarah budaya pada Sabtu 19 Oktober 2013. Kegiatan ini merupakan bagian dari Masa Penerimaan Anggota Baru (Mapaba) yang akan digelar pada bulan November 2013.

Salah seorang anggota PMII UGM, Abdul Jalil, mengatakan ziarah budaya tersebut bertujuan memberikan informasi wisata, edukasi, dan semangat perjuangan kepada para peserta. Kegiatan ini meliputi kunjungan ke tempat-tempat bersejarah di Yogyakarta, Masjid Bawah Tanah (termasuk dalam komplek wisata Taman Sari).

Awali Mapaba, PMII UGM Ziarah Budaya (Sumber Gambar : Nu Online)
Awali Mapaba, PMII UGM Ziarah Budaya (Sumber Gambar : Nu Online)

Awali Mapaba, PMII UGM Ziarah Budaya

“Termasuk makam KH. Moenawwir (tokoh pendiri dan perintis Pondok Pesantren Krapyak, Yogyakarta dan murid Syech Kholil Bangkalan) di wilayah Dongkelan, Yogyakarta, makam KH. Ahmad Dahlan (pendiri Muhammadiyah) di wilayah Mergangsan, Yogyakarta,” katanya melalui pers rilis yang dikirim Jumat (18/10).

Peserta yang umumnya merupakan mahasiswa baru, kata Jalil, perlu diberikan penguatan nilai yang berbasis pada budaya dan sejarah bangsa. Selain sebagai sarana peserta untuk mengenal lebih jauh tentang PMII. 

“Kegiatan ini mudah-mudahan bisa menjadi sarana bagi mereka untuk menguatkan identitas kebangsaan, sadar akan warisan budaya, dan mengambil hikmah dari perjuangan orang-orang terdahulu,” ungkap mahasisa Psikologi UGM ini.

Mapaba kurang Kreatif

SMA Negeri 1 Slawi

Ide awal dari kegiatan ziarah budaya, tambah dia, karena melihat bahwa kegiatan MAPABA akhir-akhir ini kurang kreatif dan stagnan.

Keresahan itu disampaikan kepada pengurus PMII Komisariat Gadjah Mada dan pengurus PMII Cabang Sleman. Keresahan ini kemudian dituangkan dalam bentuk diskusi, dimana sahabat Ahmad Jay., S.Fil bertindak sebagai fasilitator. Diskusi yang dimulai sejak September 2013 ini,berhasil memberikan titik terang kepada para panitia, untuk menciptakan kegiatan yang lebih kreatif.

SMA Negeri 1 Slawi

Di waktu yang hampir bersamaan, sahabat/i dari PMII Komisariat Hasyim Asy’arie Universitas Negeri Yogyakarta juga melaksanakan kegiatan Mapaba yang bertempat di Pesantren Kaliopak, Piyungan, Yogyakarta yang diasuh Muhammad Jadul Maula. 

Kegiatan ini dimulai tanggal 18 Oktober 2013 - 20 Oktober 2013. Tema yang diusung dalam kegiatan ini adalah: Idealisme Mahasiswa Dalam Menghadapi Tantangan Masa Depan Bangsa. (M. Fathul Farikh/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Nahdlatul SMA Negeri 1 Slawi

Rabu, 31 Januari 2018

Laksanakan Amanat Mukamar, PBNU Dorong Mabadiku Wujudkan Kesejahteraan Ekonomi

Jakarta, SMA Negeri 1 Slawi?



Ketua PBNU bidang ekonomi H. Eman Suryaman mengatakan, keberadaan Mabadiku merupakan bagian implementasi dari hasil muktamar NU ke-33 di Jombang yang harus segera direalisasikan.?

Ia menyampaikan hal itu saat membuka Rapat Kerja Pengurus Koperasi Mabadiku Bintang Sembilan di lantai 5, Gedung PBNU, Jakarta Pusat, Sabtu (19/8).

Laksanakan Amanat Mukamar, PBNU Dorong Mabadiku Wujudkan Kesejahteraan Ekonomi (Sumber Gambar : Nu Online)
Laksanakan Amanat Mukamar, PBNU Dorong Mabadiku Wujudkan Kesejahteraan Ekonomi (Sumber Gambar : Nu Online)

Laksanakan Amanat Mukamar, PBNU Dorong Mabadiku Wujudkan Kesejahteraan Ekonomi

Menurutnya, pada Muktamar ke-33 NU di Jombang ini menghasilkan tiga poin, yakni bidang pendidikan, kesehatan, dan ekonomi. Bidang pendidikan dan kesehatan akan terwujud apabila bidang peningkatan ekonominya bisa diimplementasikan di berbagai bidang.

Ia menceritakan, dulu, para kiai NU sebelum mendirikan Nahdlatut Ulama, yang didirikan terlebih dahulu adalah Nahdlatul Tujjar, kesejahteraan ekonomi umat.?

SMA Negeri 1 Slawi

"Ini kami sampaikan demikian ini untuk semangat kita semua. Bahwa kita sangat penting sekali mensejahterakan umat. Kalau umat sudah sejahtera, tidak lagi nanti terombang-ambing dengan yang akan merugikan kita ini, (merugikan) bangsa Indonesia, " katanya.?

Ia berharap, semua pengurus Mabadiku dapat bersinergi dengan baik, bahkan bila perlu bekerja sama dengan pihak lain agar Mabadiku dapat berkembang dengan cepat.?

Pada acara tersebut, juga dilakukan nota kesepahaman (MOU) antara Koperasi Mabadiku Bintang Sembilan dengan delapan mitra, yakni PT Hydro, PT Japfa Confeed Indonesia Tbk, Fakultas Peternakan Brawijaya Malang, PT FX Indonesia, PT Mukti Mitra Abadi, PT Berkah Manunggal Sejati, PT Cipta Indo Buana, UNU Cirebon. (Husni Sahal/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi

SMA Negeri 1 Slawi Nahdlatul SMA Negeri 1 Slawi

Jumat, 26 Januari 2018

Lailatul Ijtima Bersama Ketua NU Jepang

Kairo, SMA Negeri 1 Slawi. Malam Jum’at (21/13) sekretariat PCINU Mesir yang berada di daerah Gamie, distrik 10, Madinat Nasr, Kairo, kedatangan tamu dari negeri Sakura, Jepang. Pria asal Purworejo itu bernama Dr Aziz Muhammad, anggota Nahdliyin yang sekarang menjadi asisten dosen di Universitas bergengsi di Jepang, yaitu Institut Teknologi Tokyo.?

Lailatul Ijtima Bersama Ketua NU Jepang (Sumber Gambar : Nu Online)
Lailatul Ijtima Bersama Ketua NU Jepang (Sumber Gambar : Nu Online)

Lailatul Ijtima Bersama Ketua NU Jepang

Tidak hanya kedatangan tamu dari Jepang, sekretariat juga dikunjungi oleh sesepuh Nahdliyin, Abdul Basith MA, yang sekarang menjadi dosen di IAIN Sunan Ampel di Surabaya dan aktif di Lajnah Falakiyah NU Jawa Timur.?

Acara juga dihadiri oleh sesepuh syuriyah, Mahmudi, A’wan, Oyi, Ketua Tanfiziyah periode sebelumnya, Tabrani Basya, Ketua Tanfiziyah periode sekarang, Khozin Dipo, dan segenap warga Nahdliyin Mesir serta anggota Fatayat NU Mesir.?

SMA Negeri 1 Slawi

Kedatangan kedua tamu istimewa itu bertepatan dengan acara mingguan Lailatul Ijtima’, agenda yang memuat acara tahlilan, baca surah Yasin, dan mau’izah hasanah.?

Setelah membaca surat Yasin bersama dan tahlilan, acara langsung dilanjutkan dengan mauidhah hasanah dan sharing pengalaman dari kedua tamu.?

SMA Negeri 1 Slawi

Abdul Basith langsung membincang isu-isu hangat yang kini terjadi di Indonesia. Ia juga mengajak warga Nahdliyin untuk mempersiapkan diri untuk menghadapi isu-isu tersebut, baik secara teknis, maupun teoritis.?

Abdul Basith membahas soal thariqoh, yang merupakan jalan tazkiyah, atau menyucikan diri untuk menuju Allah. Ia juga mengajak agar nahdliyin mengikuti salah satu thariqoh yang berada dalam lingkungan NU sehingga tidak hanya keilmuan saja yang digeluti, namun dimensi rohani juga demikian.?

Abdul Basith mengecam mahasiswa-mahasiswa ‘pendatang baru’ yang lancang mengusir pengajian yang diampu dosen-dosen yang notabene berbeda haluan dengan mereka. Dosen di universitas bergengsi di Surabaya itu juga menyinggung sedikit perihal maqashid syari’ah yang tidak sembarangan diterapkan oleh para ulama.?

Wejangan selanjutnya disampaikan oleh Dr Aziz Muhammad, Nahdliyin asal Jawa yang sekarang tengah meniti karirnya di negeri Sakura. ilmuwan sekaligus ketua tanfidziyah NU Jepang tersebut membeberkan pengalamannya selama di Jepang. Asdos muda itu juga memberikan gambaran tentang Jepang, baik dari sisi budaya, pendidikan, agama, dan hukum setempat.?

Menurut Aziz, yang sangat dikaguminya tentang Jepang adalah prinsip bushido-nya, yang secara literal berarti “jalan pahlawan”. Warga Jepang sangat tidak ingin mengecewakan orang lain. Menurut orang Jepang, lebih baik mengundurkan diri atau bunuh diri saja jika tidak bisa berbuat hal yang bermanfaat. ?

Agama kebanyakan warga Jepang adalah Shinto, yang berarti “Jalan Tuhan”. Tetapi cara beragama Jepang terbilang unik,” jelas Aziz. Semua warga di Jepang bisa menjadi “tuhan”, dengan syarat berprestasi tinggi dan memiliki kedudukan yang membanggakan, seperti cerita seorang yang ahli destilasi di Universitas Kyoto, yang mengklaim ingin menjadi tuhannya Destilasi.?

Selain Shinto, Budha dan Kristen juga banyak dipeluk oleh warga Jepang. Tetapi, uniknya, warga Jepang bisa saja lahir beragama Shinto, tetapi ketika nikah, mereka akan ke gereja, dan nanti dimakamkan sebagai penganut Budha.?

Untuk Islam, menurut Aziz, warga muslim di Jepang terbilang sangat sedikit dan minoritas. Warga muslim di sana juga kadang mendapatkan kesulitan ketika harus berbenturan dengan hukum setempat, seperti penguburan dengan dipendam tanah.?

Warga Jepang sangat antipati dikubur di dalam tanah. Ketika orang Jepang meninggal, dagingnya dijadikan abu dan dihanyutkan di sungai, sementara tulangnya akan disimpan di dalam kotak, lalu diletakkan di kuburannya. Lucunya, alasan mereka tidak mau dikubur dalam tanah hanya simpel, yaitu masalah higienis dan kebersihan.?

Aziz juga mengkomparasikan antar Jepang dengan negara-negara lain, seperti China, Eropa, Amerika, tidak lupa Indonesia. Menurutnya, warga Jepang sangat memegang prinsip experience based, dan tidak hanya berhenti dalam tataran teori, berbeda dengan warga Muslim, yang dalam hal empiris dan teknis sangat minim sekali skill dan pengalamannya. Dan ini menjadi tantangan muslim sekarang, terkhusus warga Nahdliyin.?

Menyinggung NU di Jepang sana, asdos yang sekaligus memiliki paten pembuat alat pembuluh darah dan fokus di bidang konversi energi termodinamika tersebut mengatakan bahwa geliat warga Nahdliyin di sana sempat ramai pada tahun 2007-an. Pengajian juga seringnya menggunakan basis online, mengingat warga Nahdliyin tinggal berjauhan.?

Setelah ngobrol dan sharing pengalaman, acara ditutup dengan pemberian piagam kepada kedua tamu. Kini warga Nahdliyin harus memikul tugas yang lebih berat, yaitu tidak hanya berkutat pada bidang teori, tetapi juga pada dimensi praktis dan berbasis pengalaman serta pengetahuan.?

Redaktur: Mukafi Niam

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Nahdlatul SMA Negeri 1 Slawi

Senin, 22 Januari 2018

Nusron Wahid: GP Ansor Harus Ngaji, Ngader, dan Kerja

Wonosobo, SMA Negeri 1 Slawi. Ketua Umum Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Ansor H. Nusron Wahid mengajak kader Ansor untuk selalu belajar ilmu agama, mencetak dan melakukan kaderisasi, serta meningkatkan etos kerja yang tinggi.

Nusron Wahid: GP Ansor Harus Ngaji, Ngader, dan Kerja (Sumber Gambar : Nu Online)
Nusron Wahid: GP Ansor Harus Ngaji, Ngader, dan Kerja (Sumber Gambar : Nu Online)

Nusron Wahid: GP Ansor Harus Ngaji, Ngader, dan Kerja

"Sebagai kader Ansor harus ngaji, ngader dan kerja supaya bisa memberi kemanfaatan bagi masyarakat,"katanya di depan peserta Konferensi Wilayah (Konferwil Gerakan Pemuda Ansor Jawa Tengah di Universitas sain Ilmu Quran (UNSIQ), Sabtu (17/5).

Ia menjelaskan, bukti adanya semangat mengaji di kalangan Ansor harus ditunjukkan melalu gerakan program sholawatan bersama kiai, ulama maupun habaib. Setiap Pimpinan Cabang dan Pimpinan Anak Cabang (PAC) harus mendirikan sebuah jamiyah Rijalul Ansor untuk mensyiarkan dan menjaga tradisi ajaran Aswaja.

SMA Negeri 1 Slawi

"Setidaknya Ansor nanti bisa menyaingi Muslimat yang selama ini banyak mengadakan pengajian di ranting-ranting. Sekaran harus ada pengajian atau jam’iyah bernama “ansoran” tidak hanya “muslimatan”,"ujar Nusron bersemangat

Begitu pula, kaderisasi di lingkungan Ansor supaya berjalan berkisinambungan. Ia meminta semua PC atau PAC mampu menyelenggarakan pengkaderan semacam Pendidikan Kader Dasar (PKD).

SMA Negeri 1 Slawi

"Mengenai kerja, kader Ansor mampu membangun sisi ekonomi. Seperti mendirikan Baitul Mal wa Tamwil (BMT) pada setiap PAC/PC," terangnya.

Konferwil yang dibuka Gubernur Jateng Ganjar Pranowo ini diikuti peserta 266 PAC dan 29 PC. Konferensi ini berlangsung singkat, hanya menetapkan hasil materi yang sudah dibahas sebelumnya dalam Rakerwil 10-11 Mei lalu di Kantor PWNU Jl Drs Cipto Semarang.

Kemudia Konferwil juga hanya memilih ketua baru PW GP Ansor periode 2014-2018. Pada sidang pemilihan yang dipimpin PP Ansor menetapkan Ikhawanudin menjadi ketua baru menggantikan ketua lama Jabir Al Faruqi. (Qomarul Adib/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Pemurnian Aqidah, Halaqoh, Nahdlatul SMA Negeri 1 Slawi

Kamis, 28 Desember 2017

Tingkatkan Bantuan Sosial, LAZISNU Surabaya Siapkan Kader “NU Care”

Surabaya, SMA Negeri 1 Slawi

Lembaga Amil Zakat Infaq dan Shadaqah Nahdlatul Ulama (LAZISNU) Kota Surabaya merekrut dan melatih kader dari kalangan mahasiswa untuk menjadi petugas "NU Care LAZISNU". Langkah ini dilakukan? guna meningkatkan pengelolaan dana dan kegiatan bantuan sosial masyarakat kota Surabaya.

Tingkatkan Bantuan Sosial, LAZISNU Surabaya Siapkan Kader “NU Care” (Sumber Gambar : Nu Online)
Tingkatkan Bantuan Sosial, LAZISNU Surabaya Siapkan Kader “NU Care” (Sumber Gambar : Nu Online)

Tingkatkan Bantuan Sosial, LAZISNU Surabaya Siapkan Kader “NU Care”

"Saat ini kami melatih sekitar 100 orang kader dari dari berbagai kalangan baik dari warga NU, remaja NU, dan kalangan kampus di Surabaya, seperti ITS (Institut Teknologi Sepuluh Nopember) dan Unair (Universitas Airlangga), yang diharapkan menjadi motor penggerak lembaga," ujar Ketua LAZISNU Kota Surabaya Yusuf Hidayat dalam kesempatan pelatihan Manajemen dan Pengaderan Amil di Hotel Pesona Surabaya, Sabtu (9/4).

Ia mengatakan, kader tersebut diharapkan menjadi petugas profesional LAZISNU dan Program NU Care di Surabaya dalam pengoperasian dana zakat, nonzakat, infaq, dan shadaqah dari warga NU dan masyarakat untuk kegiatan bantuan sosial di bidang kesehatan, pendidikan, dan bantuan masyarakat yang kurang mampu, serta bantuan sosial lainnya. ?

SMA Negeri 1 Slawi

"Diharapkan mereka menjadi kader yang mampu bekerja secara profesional dalam pengelolaan dana guna memperluas jaringan dan meningkatkan kegiatan bantuan sosial NU Care seperti bantuan pendidikan dan kesehatan masyarakat Kota Surabaya,” tegasnya.

Dalam pelatihan ini, LAZISNU Surabaya mengajarkan peserta pembentukan kepribadian amil, dari aspek penampilan, perilaku profesional ketika menerima tamu, mendatangi muzakki (wajib zakat), serta cara menyapa mustahiq (penerima zakat). "Saya juga mengajak peserta pelatihan dan kader untuk serius bergiat di LAZISNU sebagai jalan untuk mengbdikan diri kepada masyarakat," ujarnya.

SMA Negeri 1 Slawi

Hal yang sama juga disampaikan Ketua Pengurus Pusat LAZISNU Syamsul Huda. Ia berharap dengan pelatihan tersebut, para kader bisa melakukan pengelolaan dana dan memperbanyak kegiatan bantuan NU Care di Surabaya sehingga meningkatkan kepedulian NU terhadap pendidikan, kesehatan masyarakat, maupun mendukung kegiatan keagamaan NU Kota Surabaya.

Ia juga menambahkan bahwa pada tahun 2016 ini PBNU melalui LAZISNU lebih meningkatkan bantuan sosial melalui program NU Care sedangkan untuk urusan zakat LAZISNU tetap bekerja sama dengan Baznas.

"Untuk dana program NU Care dan kegiatan sosial sepenuhnya akan dilakukan oleh NU Cabang masing-masing dan laporan pengelolaan akan disampaikan secara transparan dan terbuka, laporan keuangannya harus bisa diakses siapa saja, kapan saja, dari mana saja," ujarnya.? ?

Sementara ituWakil Rais Syuriah NU Kota Surabaya KH Azhar Sofwan berpesan agar dalam meningkatkan dan mengembangkan manajemen operasional tetap mengedepankan aspek hukum yang sudah ditetapkan oleh Nahdlatul Ulama maupun regulasi dari pemerintah agar LAZISNU tetap menjadi pilihan dalam mengelolah zakat dari warga NU maupun masyarakat.

"Yang perlu diperhatikan oleh LAZISNU bahwa manajemen adalah untuk mempercepat dan mempermudah orang untuk berzakat tapi bukan mengabaikan aspek hukum, mudah-mudahan dengan prinsip ini semangat berzakat semakin tinggi," ujarnya. (Red: Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Nahdlatul SMA Negeri 1 Slawi

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs SMA Negeri 1 Slawi sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik SMA Negeri 1 Slawi. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan SMA Negeri 1 Slawi dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock