Tampilkan postingan dengan label PonPes. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label PonPes. Tampilkan semua postingan

Jumat, 23 Februari 2018

Hipsi Bertekad Cetak Satu Juta Santri Pengusaha

Surabaya, SMA Negeri 1 Slawi. Himpunan Pengusaha Santri Indonesia (Hipsi) bertekad ingin mencetak satu juta santri pengusaha dalam sepuluh tahun ke depan.

Ketua Hipsi Pusat Moch H Ghozali menyampaikan hal itu dalam seminar dan deklarasi HIPSI, di kantor PWNU Jawa Timur, Surabaya, Selasa (13/11).

Dalam kesempatan itu, hadir sejumlah pengusaha, yakni Ir Aunur Rofiq (pengusaha tambang dan sawit Jakarta), Fauzan T Hananto (pendiri Plannet Design Surabaya), Arum Sabil (pengusaha tebu dan peternakan Jember), dan Edy Setiadi (Direktur Eksekutif Departemen, Perbankan Syariah Indonesia).

Hipsi Bertekad Cetak Satu Juta Santri Pengusaha (Sumber Gambar : Nu Online)
Hipsi Bertekad Cetak Satu Juta Santri Pengusaha (Sumber Gambar : Nu Online)

Hipsi Bertekad Cetak Satu Juta Santri Pengusaha

Selain itu, dalam seminar "enterpreneur santri" HIPSI Jatim itu, artis terkenal Anang Hermansyah juga hadir menjadi pembicara. Bahkan, dia juga didaulat menjadi Pembina HIPSI Pusat.

SMA Negeri 1 Slawi

Ghozali menegaskan, HIPSI sengaja memilih Anang Hermansyah bertujuan untuk mempercepat pencapaian visi HIPSI yakni mencetak satu juta santri pengusaha tersebut. "Buktinya, saat kami membina santri di Kalimantan pun, mas Anang ikut," ujar Ghozali. 

Pemilihan Anang sebagai pembina dan duta HIPSI, lanjut dia, bukan tanpa alasan. Anang dinilai tulus dan mau berbuat untuk HIPSI. 

SMA Negeri 1 Slawi

"Mas Anang punya satu visi dengan kami, karena dia juga santri, dia juga NU dan dia mau berbagi dengan HIPSI," tandasnya.

Sementara itu, Anang Hermansyah mengaku, dirinya tertarik masuk HIPSI, karena dirinya berasal dari keluarga santri dan organisasi itu sudah lama menjadi mimpinya selama ini.

Redaktur    : A. Khoirul Anam

Kontributor: Abdul Hadi JM

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi PonPes SMA Negeri 1 Slawi

Senin, 12 Februari 2018

Safari Ramadhan, PWNU DKI Kunjungi MWCNU Se-Jakarta Selatan

Jakarta, SMA Negeri 1 Slawi - Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) DKI Jakarta memanfaatkan momentum Ramadhan sebagai ajang konsolidasi dengan kepengurusan NU di bawahnya. Pengurus Harian NU DKI Jakarta menemui pengurus Majelis Wakil Cabang NU se-Jakarta Selatan di Kantor Sekretariat PCNU Jakarta Selatan di Jalan H Zainudin, Radio Dalam, Gandaria Utara, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Sabtu (11/6) malam.

Kunjungan silaturahmi dan konsolidasi ini diawali dengan khataman Al-Quran dan sembahyang tarawih berjamaah. Forum ini diisi dengan tanya jawab terkait ke-NU-an dan permasalahan ibu kota Jakarta antara pengurus MWCNU dan PWNU DKI Jakarta.

Safari Ramadhan, PWNU DKI Kunjungi MWCNU Se-Jakarta Selatan (Sumber Gambar : Nu Online)
Safari Ramadhan, PWNU DKI Kunjungi MWCNU Se-Jakarta Selatan (Sumber Gambar : Nu Online)

Safari Ramadhan, PWNU DKI Kunjungi MWCNU Se-Jakarta Selatan

“Semoga pertemuan silaturahmi ini menguatkan nahdliyin di Ibu Kota Jakarta,” kata Ketua Panitia Safari Ramadhan Ustadz H Munahar Mukhtar mengawali sambutannya.

SMA Negeri 1 Slawi

Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Jakarta Selatan KH Abdurrazak Alwi mengapresiasi gerakan tangkas pengurus harian NU DKI Jakarta. Menurutnya, tidak lama setelah konferensi wilayah NU pengurus baru harian NU DKI Jakarta segera melangsungkan pelantikan untuk kemudian terus menyapa cabang dan majelis wakil cabang NU di Jakarta.

“Insya Allah Jakarta adem kalau pengurus NU dan nahdliyin bergerak menjalankan amanah organisasi dan menghidupkan tradisi Aswaja NU. Semoga gerakan NU Jakarta ini menjadi etalase kepengurusan NU se-Indonesia,” kata Kiai Abdurrazak.

SMA Negeri 1 Slawi

Sebelum menyapa pengurus MWCNU se-Jakarta Selatan, H Saefullah mendata kehadiran pengurus satu per satu MWCNU. Menurutnya, Jakarta ini penuh dengan masalah.

Pengurus NU di Jakarta, menurutnya, harus kerja keras untuk membenahi Jakarta dan nahdliyin. Kiprah NU dalam pergerakan dan mengisi kemerdekaan Indonesia tidak perlu diragukan. Kini kita mesti meningkatkan pengabdian kita untuk khususnya Jakarta menjadi lebih baik.

“Kalau Pemda DKI Jakarta punya APBD, NU ini seperti kata Ketua PBNU KH Imam Aziz tidak memiliki APBN dan APBD. Tetapi berkah perjuangan para ulama kita, NU harus terus bergerak dari mana rezekinya,” kata H Saefullah disambut gelak tawa hadirin.

Menurutnya, NU sudah terbukti menerima Pancasila dan UUD 1945. Hal ini terbukti dari komitmen NU terhadap Pancasila dan UUD 1945 sebagai landasan ideal dan konstitusional di Indonesia. NU dalam acara formalnya selalu membawakan lagu Indonesia Raya.

Sebelum ditutup dengan doa khatmil Quran oleh KH Muhyiddin Ishaq, Ketua PWNU DKI Jakarta Dr H Saefullah menyerahkan secara simbolis wakaf Al-Quran pribadinya kepada Ketua PCNU Jakarta Selatan KH Abdurrazak Alwi. Sebelum bubar, para hadirin membaca doa kaffaratul majlis yang dipimpin Rais Syuriyah NU Jakarta Selatan KH Lukman Hakim. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Budaya, PonPes, Tokoh SMA Negeri 1 Slawi

Sabtu, 10 Februari 2018

Hari Maritim Nasional, Banser Maritim Siap Kawal Kedaulatan NKRI

Jakarta, SMA Negeri 1 Slawi. Saat ini, Barisan Ansor Serbaguna (Banser) memiliki pasukan satuan khusus (satsus) di bidang maritim. Satsus ini dinamakan Banser Maritim yang kini satuannya telah terbentuk di sejumlah daerah.

Hari Maritim Nasional, Banser Maritim Siap Kawal Kedaulatan NKRI (Sumber Gambar : Nu Online)
Hari Maritim Nasional, Banser Maritim Siap Kawal Kedaulatan NKRI (Sumber Gambar : Nu Online)

Hari Maritim Nasional, Banser Maritim Siap Kawal Kedaulatan NKRI

Satuan berbaju biru laut ini melengkapi satuan-satuan lain di Banser, seperti Densus 99 Asmaul Husna, Banser Tanggap Bencana (Bagana), Banser Relawan Kebakaran (Balakar), Banser Relawan Lalulintas (Balantas), Banser Kesehatan (Banser Husada), dan Banser Protokoler.

Pada momen Hari Maritim Nasional yang jatuh pada 21 Agustus tiap tahunnya, Baritim bertekad dan siap sampai kapan pun untuk menjaga wilayah kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Komitmen ini menurut Kepala Satuan Koordinasi Nasional (Kasatkornas) Banser Alfa Isnaeni sebagai langkah untuk mewujudkan fungsi Baritim yang meliputi pengamanan, pemeliharaan, pelestarian, dan konservasi wilayah maritim NKRI.

“Baritim adalah Satsus Banser yang mengemban dan mengamankan program-program sosial kemasyarakatan GP Ansor yang memiliki ketahanan fisik dan mental yang tangguh, disiplin, berdedikasi tinggi,” ujar Alfa Isnaeni lewat page resmi GP Ansor, Senin (21/8).

SMA Negeri 1 Slawi

Pria berkumis ini menegaskan, Baritim juga memiliki kemampuan dan kecakapan di bidang kelautan dan kemaritiman yang berdomisili di daerah kepulauan dalam wilayah yuridiksi maritim NKRI.

SMA Negeri 1 Slawi

“Selamat Hari Maritim Nasional,” tutupnya. (Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi PonPes SMA Negeri 1 Slawi

Minggu, 04 Februari 2018

Qasidah Al-Karimiyyah Meriahkan Pembukaan Makesta

Subang, SMA Negeri 1 Slawi. Grup Qasidah “Band Kepret” dari Pesantren Al-Karimiyyah turut berpartisipasi dalam memeriahkan kegiatan Pembukaan Masa Kesetiaan Anggota (Makesta) dan sekaligus Pelantikan Pimpinan Anak Cabang (PAC) IPNU-IPPNU Kecatamatan Patokbeusi, Subang, Jawa Barat, di gedung Madrasah Ibtidaiyyah (MI) Al-Huda, Ahad (10/3) kemarin.

Qasidah Al-Karimiyyah Meriahkan Pembukaan Makesta (Sumber Gambar : Nu Online)
Qasidah Al-Karimiyyah Meriahkan Pembukaan Makesta (Sumber Gambar : Nu Online)

Qasidah Al-Karimiyyah Meriahkan Pembukaan Makesta

Salah satu keunikan dari Grup Qasidah yang digawangi oleh Nashori, Cecep, Ino, Epul, Wisnu, Gofur, Irfan, Radi, Yadi dan Sopyan tersebut ketika tampil di hadapan sedikitnya 78 orang peserta dan 30 orang panitia adalah berhasil membawakan beberapa lagu shalawat dengan beberapa arransemen dan para penabuh yang mengiringinya pun dapat menyesuaikan dengan arransemen yang dibawakan oleh Nashori, sang vokalis.

Selain itu, keunikan lainnya adalah dalam Grup Qasidah ini pun terdapat beberapa alat musik yang tidak biasanya hadir dalam Grup Qasidah “Band Kepret”, karena selain alat musik konvensional dari “band kepret”, juga dilengkapi dengan tam-tam, kotek, symbal dan drum tenor.

SMA Negeri 1 Slawi

Menurut Nashori, kolaborasi alat musik tersebut merupakan hasil karyanya sendiri, naluri dan imajinasi musiknya berhasil membuat inovasi suara dalam “band kepret” apalagi kemampuan musiknya selalu dilatih dalam seminggu paling tidak 2 kali.

“Jadwal latihan kita seminggu dua kali, hari jum`at sore dan minggu sore,” ujarnya

SMA Negeri 1 Slawi

Menurut mahasiswa STAI Riyadlul Jannah ini, dibandingkan dengan marawis dan hadroh, qasidah dihitung lebih mudah dalam melakukan inovasi.

“Menurut saya, untuk membuat kreasi dan inovasi musik lebih gampang qasidah daripada marawis dan hadrah,” ungkapnya

Dalam kegiatan yang dihadiri oleh Pengurus MWCNU Patokbeusi, PC IPNU Subang, Sekretaris Kecamatan dan beberapa tokoh masyarakat tersebut grup qasidah Al-karimiyyah cukup menghibur hadirin dan hadirin pun terlihat khusu dalam mendengarkan beberapa lantunan shalawat yang dibawakan oleh mereka.

Redaktur? ? ? : A. Khoirul Anam

Kontributor : Aiz Luthfi

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi AlaSantri, Warta, PonPes SMA Negeri 1 Slawi

Kamis, 01 Februari 2018

Pagar Nusa Siap Adakan Ijazah Kubro Kiai Sepuh

Jakarta, SMA Negeri 1 Slawi 

Pimpinan Pusat Pencak Silat NU Pagar Nusa akan menyelenggarakan Ijazah Kubro di Lapangan Puser Bumi, Ciperna, Kecamatan Talun, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, pada Ahad (28/1). Ijazah akan dilakukan kiai-kiai sepuh untuk sekitar 25.000 pendekar dan Nahdliyin. 

Ketua Umum Pagar Nusa M. Nabil Haroen, mengungkapkan pentingnya agenda Ijazah Kubro bagi para pendekar Pagar Nusa dan Nahdlyyin. 

Pagar Nusa Siap Adakan Ijazah Kubro Kiai Sepuh (Sumber Gambar : Nu Online)
Pagar Nusa Siap Adakan Ijazah Kubro Kiai Sepuh (Sumber Gambar : Nu Online)

Pagar Nusa Siap Adakan Ijazah Kubro Kiai Sepuh

"Penyelenggaraan Ijazah Kubro ini merupakan amanat dari Pengurus Besar Nahdlatul Ulama dan kiai-kiai sepuh," katanya. 

Menurut dia, si tengah pelbagai tantangan bangsa kini, perlu ada penyelenggarakan Ijazah Kubro untuk mendapatkan semangat dan sentuhan dari kiai sepuh. Intinya, Nahdliyin perlu siap secara mental dan spiritual menghadapi dinamika bangsa ini pada masa kini dan mendatang.

Menjelang agenda ini, Nabil Haroen didampingi Ketua Panitia, Zainul Munasichin dan pengurus Pimpinan Pusat Pagar Nusa, sowan ke beberapa kiai sepuh, di antaranya, KH Maimoen Zubair, KH Mustofa Bisri, KH Habib Luthfi bin Yahya, KH Maruf Amin, KH. Said Aqil Siroj, KH Ayip Abbas, dan beberapa kiai sepuh lainnya. 

SMA Negeri 1 Slawi

Sementara salah seorang Pengurus Pimpinan Pusat, Athoillah juga akan bersilaturahim ke beberapa kiai di Jawa Timur, di antaranya KH Nawawi Abdul Jalil dan beberapa kiai sepuh lainnya.

SMA Negeri 1 Slawi

Ijazah Kubro ini terbuka bagi pendekar Pagar Nusa, Banser dan warga Nahdliyin. Bagi para peserta yang ingin hadir dan menjadi peserta, dapat menghubungi Pengurus Pagar Nusa di Wilayah dan Cabang masing-masing, atau mendaftar secara online di bit.ly/ijazahankubropn, serta menghubungi call center Pagar Nusa (0813 1947 1986 / 0878 8723 1986).

Kegiatan itu merupakan salah satu rangkaian agenda Pengukuhan Pimpinan Pusat masa khidmah 2017-2022 di Cirebon, Jawa Barat, pada Ahad (28/1). Setelah itu, dilanjutkan dengan Rakernas di Pesantren KHAS Kempek, Cirebon, pada 28-30 Januari 2018 yang dihadiri para pengurus Pimpinan Wilayah Pagar Nusa. (Sirojuddin/Abdullah Alawi)  

 

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi PonPes, Olahraga SMA Negeri 1 Slawi

Senin, 22 Januari 2018

Tolak Full Day School, NU Siap Demo dan Judicial Review

Jakarta, SMA Negeri 1 Slawi



Kaum Nahdliyin bersiap menggelar aksi protes atas rencana kebijakan Sekolah Sepanjang Hari (Full Day School). Jika aturan sekolah selama 8 jam 5 ? yang dikeluarkan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy tersebut tidak benar-benar dicabut. Mereka mengaku siap memobilisasi massa ke Jakarta.

Tolak Full Day School, NU Siap Demo dan  Judicial Review (Sumber Gambar : Nu Online)
Tolak Full Day School, NU Siap Demo dan Judicial Review (Sumber Gambar : Nu Online)

Tolak Full Day School, NU Siap Demo dan Judicial Review

Hal tersebut mengemuka dalam halaqah kebangsaan yang diinisiasi Fraksi Kebangkitan Bangsa MPR RI di Hotel Acacia Jl. Kramat Raya Jakarta, Senin (7/8). Acara bertajuk “Peran Strategis Madrasah Diniyah Dalam membangun Karakter Bangsa” ini dihadiri kurang lebih 300 peserta terdiri dari utusan Madrasah Diniyah dari Jakarta, Banten, dan Jawa Barat, serta perwakilan ormas Islam dan sejumlah aktivis LSM.

Ketua Umum Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (FKDT) KH Lukmam Hakim mengatakan, setidaknya ada dua langkah yang akan ditempuh Kaum Nahdliyin sebagai upaya penolakan Permendikbud 23/2017 Sekolah Sepanjang Hari. Selain menggelar aksi simpatik, mereka berencana melakukan uji materi (judicial review) di Mahkamah Konstitusi.?

“Menurut kami, para kiai serta banyak pihak telah menyampaikan, PBNU juga demikian, semua menolak keras. Maka saya yakin proses selanjutnya yang akan dilaksanakan ada dua. Pertama, aksi atau demonstrasi. Kedua, judicial review di MK. Kita akan menggugat Permendikbud ini,”ujar Lukman disambut tepuk tangan hadirin.

SMA Negeri 1 Slawi

Dalam pidatonya, Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa Muhaimin Iskandar menyatakan, kebijakan delapan jam belajar dalam lima hari sekolah yang dikeluarkan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan tidak realistis. “Kebijakan ini tidak lebih baik dibanding kebijakan yang dikeluarkan pemerintah kolonial Belanda di masa lalu,” cetusnya.

Menurut Cak Imin, sapaan akrabnya, dulu pemerintah kolonial Belanda menyesuaikan diri dengan budaya masyarakat lokal sebelum mengeluarkan kebijakan. Mereka beradaptasi dengan budaya masyarakat Indonesia terlebih dahulu agar kebijakannya terimplementasi dengan baik. “Snouck Hurgronje ditugasi menganalisis, jangan sampai kebijakan Belanda itu tidak produktif bagi tujuan mereka,” tandasnya.

SMA Negeri 1 Slawi

Halaqoh dengan pembicara kunci Ketua Umum PKB A Muhaimin Iskandar ini menghadirkan lima narasumber, yakni Ketua PBNU Bidang Hukum KH Robikin Emhas, Ketua Lembaga Pendidikan Maarif Nahdlatul Ulama (LP Ma’arif NU) KH Arifin Junaidi, Ketua FKDT KH Lukman Hakim, Bupati Pasuruan KH Irsyad Yusuf, dan Komisioner KPAI Hj Margaret Aliyatul Maemunah.

Diskusi panel yang dimoderatori Anggota Komisi VIII DPR RI KH Maman Imanul Haq ini berlangsung seru. Para guru Madrasah Diniyah dengan semangat menyampaikan pandangan mereka serta memberikan usulan terkait Sekolah Sepanjang Hari (Full Day School).

Semua narasumber bersepakat menganggap kebijakan Sekolah Sepanjang Hari dapat mengganggu eksistensi madrasah diniyah. Untuk memeriahkan acara, PKB pun menyertakan tagar #tolakfulldayschool untuk dijadikan trending topic. (Musthofa Asrori/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi PonPes, Warta, Kajian Sunnah SMA Negeri 1 Slawi

Minggu, 21 Januari 2018

GP Ansor Arjosari Ajak Masyarakat Kembali ke Masjid

Pacitan, SMA Negeri 1 Slawi. Ratusan jamaah dalam kegiatan Majelis Ratib dan Shalawat Rijalul Ansor Pimpinan Anak Cabang (PAC) GP Ansor  Arjosari, Pacitan, Jawa Timur membaca shalawat di Masjid Al-Mubarok Dusun Kulak, Desa Tremas, Arjosari, Sabtu Malam (19/3).

Jamaah yang terdiri dari Masyarakat, pengurus GP Ansor dan Anggota Banser ini dengan penuh khidmat melakukan pembacaan Ratib al Haddad karya Al-Habib Abdullah bin alwi bin muhammad Al-Haddad. Kegiatan ini digelar pertama kalinya oleh PAC GP Ansor Arjosari seusai terbentuk kepengurusan Rijalul Ansor pada awal bulan maret ini.

GP Ansor Arjosari Ajak Masyarakat Kembali ke Masjid (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor Arjosari Ajak Masyarakat Kembali ke Masjid (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor Arjosari Ajak Masyarakat Kembali ke Masjid

Ketua GP Ansor Arjosari, H Hamka Hakim dalam sambutanya menyampaikan beberapa keutamaan bagi pengamal atau pembaca Ratib Al Haddad, di antaranya akan terhindar dari mara bahaya, memanjangkan umur dan mempermudah memperoleh rizqi. Ratib al Haddad, katanya, diamalkan sebagai salah satu cara untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT.

SMA Negeri 1 Slawi

“Mari melalui kegiatan ini, kita niat ingsung (berniat), bismillah untuk mendekatkan diri kepada Allah dan juga sebagai caranya kita nguri-uri (menjaga) ideologi Ahlussunnah wal-Jamaah. Karena tanpa kita yang peduli, terus siapa lagi yang akan peduli,” jelas lulusan univeritas Al Azhar Mesir itu.

Lebih lanjut, Hamka Hakim menyampaikan keperihatinanya atas kondisi masyarakat khususnya masyarakat pedesaan yang mulai meninggalkan masjid dan mushala sebagai pusat kegiatan keagamaan. Menurutnya, telah terjadi pergeseran nilai dan budaya yang diakibatkan oleh kemajuan zaman.

SMA Negeri 1 Slawi

“Zaman dahulu para remaja tidur di masjid atau mushala adalah suatu kenikmatan. bagaimana kita dididik dan dibina tumbuh dalam lingkungan masjid dan mushalla.” kata dosen Staifa Kikil Pacitan itu.

Namun kondisi yang terjadi sekarang sangat memperihatinkan. Seusai waktu magrib, para remaja dan anak-anak mulai menjauh dari kegiatan keagamaan di masjid atu mushala. Mereka banyak yang tidak mau belajar mengaji, justru memilih dan mendatangi tempat-tempat seperti tempat tongkrongan dan tempat permainan lainya.

“Ini kehawatiran kita kalau imbas dari kemajuan zaman ini justru menggerus terhadap moral dan nilai yang baik dalam generasi muda kita,” imbuhnya.

Oleh sebab itu, GP Ansor Arjosari hadir dengan sayapnya Rijalul Ansor untuk memberikan kontribusi dan pencerahan kepada masyarakat tentang pentingnya kembali ke masjid sebagai tempat kegiatan keagamaan. Rijalul Ansor menggelorakan ajakan kembali ke masjid sebagai sarana membentengi generasi muda dari pengaruh zaman.

Sementara itu Pembina GP Ansor Arjosari, Ust Zafri Wicaksana meminta kegiatan Rutinan Rijalul Ansor semacam ini harus tetap berjalan, bagimanapun kondisinya. GP Ansor tidak boleh kalah semangat dengan Fatayat dan Muslimat NU yang telah lama berjalan dengan pengajian dan seaman Al-Qur’anya.

“Bukan maksud Ansor bersaing dengan Fatayat atau muslimat. Namun bagaimana caranya kita bersama-sama berjuang dan menguatkan ideologi Ahussunnah wal-Jamaah di tengah-tengah masyarakat pedesaan,” tandasnya.

Kegiatan Majelis Ratib dan Shalawat Rijalul Ansor ini akan digelar rutin sekali dalam satu bulan. Yakni tiap malam Sabtu Pon atau Ahad Wage. Rutinan akan digelar dari desa ke desa di seluruh kecamatan Arjosari dengan menggandeng takmir masjid dan pengurus karang taruna. (Zaenal Faizin/Abdullah Alawi)



Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Humor Islam, PonPes SMA Negeri 1 Slawi

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs SMA Negeri 1 Slawi sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik SMA Negeri 1 Slawi. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan SMA Negeri 1 Slawi dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock