Tampilkan postingan dengan label News. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label News. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 27 Januari 2018

Indonesia Akan Makmur Jika Dipimpin Kiai

Malang, SMA Negeri 1 Slawi. Mantan Presiden RI KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur) menyatakan bahwa Indonesia akan menjadi negara makmur dan mampu bersaing dengan negara lain jika dipimpin oleh seseorang yang berpikiran kiai atau ulama.

"Saya kira negara kita ini akan menjadi negara yang besar dan makmur kalau yang memimpin negeri ini perpikiran seorang ulama atau kiai," katanya usai melantik Dewan Pengurus Cabang Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) kabupaten Malang periode 2006-2011 di Ponpes Annur Bululawang, Kabupaten Malang, Minggu sore.

Indonesia Akan Makmur Jika Dipimpin Kiai (Sumber Gambar : Nu Online)
Indonesia Akan Makmur Jika Dipimpin Kiai (Sumber Gambar : Nu Online)

Indonesia Akan Makmur Jika Dipimpin Kiai

Menurut dia, strategi pembangunan yang diterapkan Presiden  Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) kurang maksimal dan bisa dibilang  tidak berhasil bahkan harga kebutuhan pokok masyarakat terutama beras juga melambung.

Hanya saja, Gur Dur tidak memberikan solusi bagi "kebaikan" Indonesia ke depan agar lebih baik dan kemakmuran masyarakat luas bisa tercapai. (ant/mad)



SMA Negeri 1 Slawi

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi

SMA Negeri 1 Slawi News, Kyai, Kiai SMA Negeri 1 Slawi

Rabu, 24 Januari 2018

“Mengikuti Lakut Bagian dari Jihad Fi Sabilillah”

Tasikmalaya, SMA Negeri 1 Slawi

Mengikuti Latihan Kader Utama (Lakut) sama dengan Jihad Fi Sabilillah, tutur pengasuh Pesantren Al Munir Gunung Tanjung, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, Ajengan Muayyad pada pembukaan Lakut Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) se-Priangan Timur yang meliputi Kota Tasikmalaya, Kabupaten Tasikmalaya, Kabupaten Ciamis, Kabupaten Garut, Kota Banjar, dan Kabupaten Pangandaran.

Lakut adalah jenjang kaderisasi formal tingkat lanjut di Ikatan Pelajar NU (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri NU (IPPNU). Menurutnya, Lakut termasuk perjuangan dalam organisasi tingkat pelajar di NU.

“Mengikuti Lakut Bagian dari Jihad Fi Sabilillah” (Sumber Gambar : Nu Online)
“Mengikuti Lakut Bagian dari Jihad Fi Sabilillah” (Sumber Gambar : Nu Online)

“Mengikuti Lakut Bagian dari Jihad Fi Sabilillah”

“Kita perhatikan, penjaga NKRI adalah NU, NU dijaga oleh pelajar-pelajar NU ini, menjaga IPNU juga menjaga Ahlussunah wal Jamaah sebagai aqidah kita, pijakan kita,” ujarnya, Jumat (25/8) itu di hadapan para kader IPNU.

SMA Negeri 1 Slawi

Oleh karena itu, bagi Ajengan Muayyad, mengikuti Lakut adaah bagian dari menjaga NU, menjaga NKRI, menjaga Aswaja. “Dan ini merupakan jalan kita untuk berjihad fisabilillah (di jalan Allah). Ini bentuk jihad kita, tidak harus ngebom dan sebagainya,” tuturnya.

SMA Negeri 1 Slawi

Ia menambahkan, di era globalisasi ini IPNU harus tampil di depan mengawal pelajar dan santri Nahdlatul Ulama untuk tetap berada pada ideologi yang benar demi mengisi kemerdekaan dan memajukan Indonesia.

“Hambatan dan tantangan yang sangat banyak di era ini harus ditaklukan oleh Pelajar NU, teruslah berjuang rekan-rekan pelajar NU, tetap belajar berjuang dan bertaqwa,” pungkas putra pendiri Pesantren Al Munir ini. (Husni Mubarok/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi News, Syariah, Tokoh SMA Negeri 1 Slawi

Sabtu, 06 Januari 2018

LAZISNU Pekalongan Gelar Buka Bersama Anak Yatim

Pekalongan, SMA Negeri 1 Slawi. Lembaga Amil Zakat, Infaq dan Shadaqah Nahdlatul Ulama (LAZISNU) Kota Pekalongan menggelar buka puasa bersama anak anak yatim di Rumah Makan Selaras Jalan Sriwijaya 2 Pekalongan, Kamis (1/8) kemarin.

Acara buka puasa sekaligus pemberian santunan kepada 50 anak yatim dihadiri jajaran Pengurus NU Kota Pekalongan dan puluhan tamu undangan berlangsung cukup khidmat.

LAZISNU Pekalongan Gelar Buka Bersama Anak Yatim (Sumber Gambar : Nu Online)
LAZISNU Pekalongan Gelar Buka Bersama Anak Yatim (Sumber Gambar : Nu Online)

LAZISNU Pekalongan Gelar Buka Bersama Anak Yatim

Ketua LAZISNU Kota Pekalongan Lukman Hakim Kamil kepada SMA Negeri 1 Slawi mengatakan, kegiatan buka puasa bersama dan pemberian santunan kepada anak yatim merupakan kegiatan perdana Lazisnu sejak dibentuk enam bulan yang lalu.

SMA Negeri 1 Slawi

Dikatakan, Sebagai lembaga baru yang dibentuk NU Kota Pekalongan, LAZISNU melakukan tugas utama di bidang penghimpunan zakat, infaq dan shadaqah sekaligus menyalurkan kepada mereka yang berhak (mustahiq) dalam bentuk program NU Care berupa program tanggap darurat untuk kemanusiaan dan NU Smart berupa layanan beasiswa bagi para siswa, santri dan mahasiswa yang tidak mampu.

SMA Negeri 1 Slawi

Kegiatan santunan anak yatim yang digelar LAZISNU Kota Pekalongan merupakan bagian dari kegiatan Lazisnu Pusat yang menyantuni tidak kurang dari 5000 anak yatim di seluruh Indonesia.

Lebih lanjut dikatakan Lukman, di samping anak anak yatim yang diundang mendapatkan uang tunai, LAZISNU Kota Pekalongan juga memberikan bingkisan berupa paket sembako, sedangkan usai lebaran nanti pihaknya juga akan menyalurkan zakat dan infaq kepada anak anak sekolah yang tidak mampu dalam bentuk beasiswa.

Wajah wajah ceria dari anak anak yatim begitu nampak, bahkan sebelum buka puasa berlangsung, ustadz Hasan Suaidi yang memberikan tausiyah mengetes salah satu anak untuk mengucapkan do’a kepada otang tua, maka salah satu anak yang baru berusia 4 tahun dengan lancarnya melantunkan do’a yang diinginkan ustadz.

Usai buka puasa bersama, panitia bersama jajaran Pengurus NU Kota Pekalongan menyerahkan santunan dan bingkisan untuk dibawa pulang ke rumah masing-masing.

Ketua PCNU Kota Pekalongan H. Ahmad Rofiq yang hadir dalam acara santunan anak yatim mengatakan, kegiatan santunan yang digelar LAZISNU merupakan wujud nyata program NU peduli ummat. Meski belum banyak masyarakat yang mempercayakan zakatnya kepada Lazisnu, dirinya cukup optimis ke depan masyarakat yang menititipkan melalui Lazisnu akan terus bertambah.

PCNU beserta seluruh jajarannya akan secara terus menerus melakukan sosialisasi kepada masyarakat tentang lembaga penghimpun dana umat LAZISNU, sehingga dana yang terhimpun dapat disalurkan lebih terarah, terprogram dan tepat sasaran. 

Redaktur    : A. Khoirul Anam

Kontributor: Abdul Muiz

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi News, Meme Islam SMA Negeri 1 Slawi

Senin, 01 Januari 2018

GP Ansor: Kejari Pamekasan Abaikan UU Pencucian Uang

Pamekasan, SMA Negeri 1 Slawi. Dalam penuntasan sejumlah kasus korupsi di Kabupaten Pamekasan, Kejaksaan Negeri (Kejari) setempat dinilai belum menerapkan Undang-undang Nomor 8 Tahun 2010 tentang pencucian uang terhadap para koruptor. Sejumlah kasus yang ditangani belum tampak bisa membuat para koruptor tersita harta hasil korupsinya.

GP Ansor: Kejari Pamekasan Abaikan UU Pencucian Uang (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor: Kejari Pamekasan Abaikan UU Pencucian Uang (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor: Kejari Pamekasan Abaikan UU Pencucian Uang

Hal demikian disayangkan oleh Sekretaris GP Ansor Pamekasan Abd Latif saat dihubungi SMA Negeri 1 Slawi, Kamis (29/5). Latif menegaskan, betapa Kejari Pamekasan tampak gentar memiskinkan para koruptor di Pamekasan yang kian menjamur.

Padahal, selanya, dengan melakukan penyitaan harta kekayaan koruptor, itu bisa menjadi salah satu cara yang bisa menimbulkan efek jera. Juga, bisa menjadi upaya pencegahan terhadap perilaku korupsi di Pamekasan secara berkesinambungan.

SMA Negeri 1 Slawi

Latif menilai, setiap ada kasus korupsi pihak Kejari terlihat belum berani menerapkan UU tersebut. Diterangkan, sejumlah tersangka kasus korupsi di Pamekasan yang sedang ditahan maupun yang sudah menjalani vonis hukuman, tapi hartanya masih belum disita. Menurutnya setelah bebas, para koruptor itu masih bisa menikmati harta kekayaan hasil korupsinya tanpa perasaan jera untuk korupsi lagi.

SMA Negeri 1 Slawi

“Kejari Pamekasan harus mempergunakan Undang-undang Nomor 8 Tahun 2008 di setiap pengungkapan kasus korupsi, dengan memiskinkan para koruptor. Supaya menimbulkan efek jera bagi mereka dan para calon koruptor yang lain,” katanya.

Dicontohkan, dengan jumlah korupsi yang bisa mencapai Rp 5 miliar, namun hanya menjalani hukuman selama 5 tahun penjara tidak akan membuat jera. Pasalnya, jumlah uang sebesar itu bisa saja dinikmati setelah keluar dari penjara. Akibatnya, calon pelaku korupsi yang lain juga tidak akan takut untuk melakukan tindakan penggerogotan uang rakyat.

“Yang kami ketahui sampai detik ini, kasus korupsi yang sudah vonis seperti penyelewengan raskin di Desa Tanjung Kecamatan Pademawu, tidak ada penyitaan harta kekayaan. Termasuk penyidangan kasus raskin Desa Larangan Slampar, Kecamatan Tlanakan,” ungkap pria asal Desa Kertajaya, Kecamatan Kadur, Pamekasan.

Sementara itu, Plh Kepala Kejari Pamekasan Syafei mengatakan, pihaknya akan menyampaikan kritikan GP Ansor itu kepada Kepala Kejari Pamekasan Sudiharto yang saat ini masih menjalani pendidikan dan pelatihan (diklat) di luar kota. ?

“Saya sampaikan terima kasih atas semua kritik dan saran pada Kejari Pamekasan. Nanti akan disampaikan kepada Kepala Kejari dan tim di Kejari,” tukasnya. (Hairul Anam/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Bahtsul Masail, News SMA Negeri 1 Slawi

Minggu, 31 Desember 2017

Pesantren Tambakberas Siapkan Peringatan Seabad Madrasah

Jombang, SMA Negeri 1 Slawi

Pondok Pesantren Bahrul Ulum (PPBU) yang lebih dikenal dengan Pesantren Tambakberas Jombang, Jawa Timur, tahun ini akan memperingati usia satu abad madrasah. Berbagai acara disiapkan sebagai momentum hari bersejarah tersebut.

Pesantren Tambakberas Siapkan Peringatan Seabad Madrasah (Sumber Gambar : Nu Online)
Pesantren Tambakberas Siapkan Peringatan Seabad Madrasah (Sumber Gambar : Nu Online)

Pesantren Tambakberas Siapkan Peringatan Seabad Madrasah

"Kalau usia pesantren memasuki 191 tahun," kata KH M Fadlullah Malik kepada media ini, Rabu (23/3). Sedangkan satu abad adalah peringatan bagi dikenalkannya sistem klasikal atau madrasah di PPBU sebagai perpaduan antara model lama khas pesantren dengan sistem baru hasil pengembaraan pengetahuan ke sejumlah kawasan baik di dalam maupun luar negeri,? khususnya di Tanah Haram, lanjutnya.

"Perlu diketahui bahwa Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas didirikan tahun 1825 oleh salah satu pasukan Pangeran Diponegoro yang membentengi Jawa yakni Abdussalam yang lebih populer dengan nama Mbah Saichah," katanya.

SMA Negeri 1 Slawi

Dan dalam perjalanannya, pesantren yang terletak di Dusun Tambakberas, Desa Tambakrejo, Jombang ini terus menjaga sistem weton, sorogan, dan bandongan. "Dan setelah sejumlah putra kiai dan santri menempuh pendidikan tinggi di dalam serta luar negeri, sistem tersebut mengalami adaptasi dengan dikenalkannya model klasikal madrasah," terangnya.

Peristiwa mulai dikenalkannya model madrasah secara klasikal ini adalah tahun 1915, yang akhirnya menjadi momentum diselenggarakan acara satu abad madrasah tersebut.

SMA Negeri 1 Slawi

"Kepanitiaan telah terbentuk dan melakukan sejumlah rapat untuk memastikan rangkaian yang akan digelar," kata Gus Fad, sapaan akrabnya. Ketua panitia kegiatan ini mengemukakan bahwa berbagai kegiatan telah melalui pertimbangan dan dipasrahkan kepada para koordinator bidang.

Secara lebih rinci, mantan anggota DPRD Jombang itu menjelaskan bahwa acara yang telah disiapkan adalah bedah buku, wayang wali, ushbu‘ul waahid, festival bonsai, seminar, gowes, pameran, dan kontes burung, lailatus shalawat, khatbilom Quran bildhaib, khitanan massal, serta pengajian umum.

"Untuk pembukaan sekaligus dimulainya rangkaian harlah satu abad madrasah adalah dengan kegiatan bedah buku," kata Gus Fad. Acara diselenggarakan di aula pesantren setempat hari Selasa, 26 April mendatang, jelasnya.

Dan usai bedah buku, kegiatan lain akan mengiringi hingga Sabtu, 4 Juni. "Sehingga kegiatan dalam rangkaian harlah satu abad ini lumayan panjang karena sejumlah kegiatan diselenggarakan di banyak tempat dan melibatkan peserta dari berbagai kalangan," ungkapnya.

Peringatan satu abad ini sebagai upaya mengingatkan para kiai, ustadz, santri dan juga alumni akan makna didirikannya madrasah di pesantren tersebut.? (Ibnu Nawawi/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi News, AlaSantri, Kiai SMA Negeri 1 Slawi

Sabtu, 30 Desember 2017

Masyarakat Pemilih Makin Independen

Jakarta, SMA Negeri 1 Slawi
Pemilihan Umum Presiden 5 Juli nanti, akan diwarnai oleh kecenderungan perilaku pemilih (voting behavior) yang makin independen. Ciri khas pemilih independen ini, pengambilan keputusan politik  berdasarkan pertimbangan rasional, menggunakan hitungan-hitunagan matang dalam menggunakan preferensi pilihan politiknya. Demikian kesimpulan umum Diskusi Membaca Skenario Pilihan Presiden Putaran Kedua, yang diselenggarakan oleh Komite Persiapan Pergerakan Indonesia (KPPI), (2/7) pukul 19.00 di Jl Proklamasi 41 Jakarta. Hadir sebagai pembicara dalam forum tersebut Enceng Shobirin Naj, Wakil Direktur LP3ES, Mohammad Qodari, Direktur Riset LSI, serta Faisal Basri, Sekretaris Jenderal Pergerakan Indonesia.  

Dalam pemaparannya E. Shobirin mengungkapkan terjadinya migrasi pemilih yang sangat signifikan konstituen partai tertentu pada pilihan presiden yang berbeda dengan partainya, bahkan politik aliran juga menunjukkan hal yang sama, tidak mampu mengikat pemilih berdasarkan ikatan ideologi serta politik aliran, mengalahkan popularitas presiden. Pilihan presiden sangat berbeda dengan Pemilu Legislatif, popularitas sangat penting didalam mendongkrak  Hasil Survey LP3ES, Juni 2004 yang lalu menunjukkan gejala tersebut, misalnya pendukung Megawati juga mengalami kenaikan dengan kehadirannya dalam dialog mulai memunculkan simpati dukungan dari luar konstituennya. skenario putaran kedua akan diperebutkan oleh pasangan SBY-Kalla dengan Megawati-Hasyim. Gejala otonomi pemilih dalam konteks demokrasi sangat membantu, semakin masyarakat menggunakan kalkulasi-kalkulasi politik maka peluang, mobilisasi politik makin berkurang. Namun ini hanya tangkapan yang bisa dilihat sementara. Sebab operasi inteljen yang digunakan untuk memenangkan salah satu kandidat presiden atau praktek money politik bisa menggugurkan tesis itu.

Senada dengan E. Shobirin, M  Qodari menyatakan bahwa survey LSI menemukan data-data yang tak jauh beda dengan LP3ES. Gejala bahwa pilihan partai politik tidak equivalen dengan pilihan presiden tampak nyata. Oleh karena pemilihan presiden akan saling menarik. Dua pasangan yang akan bertarung kuat di putaran kedua adalah SBY versus Megawati, tinggal dilihat apakah perbandingan angkanya mencolok atau tidak. Amien dan Wiranto juga memiliki kans kuat untuk masuk putaran kedua, namun penambahan suaranya tidak akan mampu mengguli popularitas SBY. Dukungan PKS pada Amien memang besar namun belum tentu akan menjamin masuk ke putaran kedua.

Sementara Faisal Basri mengungkapkan analisis hasil polling ini akan makin meningkatkan kompetisi  antar kandidat, kandidat yang suaranya tidak begitu bagus harus bekerja keras, akan simpati publik makin meningkat. sekaligus bisa dijadikan sarana pendidikan politik masyarakat. Masyarakat akan terlibat aktif dalam proses ini, mayoritas yang diam (silent mayority) perlahan tapi pasti akan tergerus dengan makin terbukanya informasi yang dapat diakses langsung oleh masyarakat. Dengan demikian apapun scenario putaran kedua akan sangat dipengaruhi oleh kesiapan kandidat serta sejauhmana mereka mampu mempengaruhi pemilih.(AA)

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Kiai, News, Sholawat SMA Negeri 1 Slawi

Masyarakat Pemilih Makin Independen (Sumber Gambar : Nu Online)
Masyarakat Pemilih Makin Independen (Sumber Gambar : Nu Online)

Masyarakat Pemilih Makin Independen

Kamis, 07 Desember 2017

Pasar Rakyat NU Giliran di Sidoarjo

Sidoarjo, SMA Negeri 1 Slawi. Kegiatan pasar murah atau Pasar Rakyat Indonesia yang diselenggarakan oleh Pengurus Besar Nahdlatul Ulama PBNU) bersama pengurus NU setempat giliran dilaksanakan di Sidoarjo, Jawa Timur. Pasar rakyat ini akan dibuka pada Sabtu (19/1) sore ini.

Pasar Rakyat NU Giliran di Sidoarjo (Sumber Gambar : Nu Online)
Pasar Rakyat NU Giliran di Sidoarjo (Sumber Gambar : Nu Online)

Pasar Rakyat NU Giliran di Sidoarjo

H Nasirul Falah Amru, pemrakarsa kegiatan yang akan berlangsung di 48 kota ini menandaskan, kegiatan  ini merupakan sebagai wujud kepedulian NU terhadap warganya. "Pasar murah adalah komitmen NU untuk mengangkat ekonomi warga," katanya kepada SMA Negeri 1 Slawi.

Wakil Bendahara PBNU ini mengingatkan, NU tidak boleh terpengaruh dengan hiruk pikuk politik baik lokal maupun nasional. "Kita ingin ngopeni (merawat, red) ekonomi warga," katanya.

SMA Negeri 1 Slawi

Menurutnya, pada pasar murah ini nantinya akan dijual sembilan bahan pokok dengan harga terjangkau. Beras misalnya. Kalau di pasaran seharga tujuh ribu rupiah perkilogram, akan dijual dengan harga empat ribu rupiah. "Demikian juga dengan minyak goreng, pasti akan lebih murah dari harga pasar," ungkapnya.

SMA Negeri 1 Slawi

Pasar murah untuk wilayah Sidoarjo dan sekitarnya akan diselenggarakan di Kampus YPM (Yayasan Pendidikan Maarif) Sepanjang Sidoarjo.

Kegiatan ini terselenggara atas kerjasama PBNU, PT Umat Power, Apace, Sinar Mas dan perusahaan pendukung lainnya. Pasar murah akan berlangsung sampai besok Ahad dengan diikuti beberapa perusahaan pendukung maupun unit lembaga pendidikan yang berada di bawah naungan YPM.

Redaktur    : A. Khoirul Anam

Kontributor: Saifullah

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi News, AlaNu SMA Negeri 1 Slawi

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs SMA Negeri 1 Slawi sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik SMA Negeri 1 Slawi. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan SMA Negeri 1 Slawi dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock