Tampilkan postingan dengan label Khutbah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Khutbah. Tampilkan semua postingan

Kamis, 22 Februari 2018

Dauroh Aswaja NU Center Jatim Buka Pendaftaran Khusus Mahasiswa

Surabaya, SMA Negeri 1 Slawi - Tim Aswaja NU Center PWNU Jawa Timur mengagendakan Dauroh Aswaja khusus untuk mahasiswa secara cuma-cuma. Dauroh pertama akan selenggarakan pada 30 September, dan yang kedua pada November.

Demikian kesimpulan rapat tim Aswaja NU Center pada Sabtu (16/9) di kantor PWNU Jatim, Surabaya. Rapat dipimpin oleh Direktur Aswaja NU Center PWNU Jatim KH Abdurrahman Navis.

Dauroh Aswaja NU Center Jatim Buka Pendaftaran Khusus Mahasiswa (Sumber Gambar : Nu Online)
Dauroh Aswaja NU Center Jatim Buka Pendaftaran Khusus Mahasiswa (Sumber Gambar : Nu Online)

Dauroh Aswaja NU Center Jatim Buka Pendaftaran Khusus Mahasiswa

Menurut Kiai Navis, tiap angkatan peserta maksimal berjumlah 100 mahasiswa, dan yang mendaftar selepas itu akan diikutsertakan pada angkatan berikutnya.

SMA Negeri 1 Slawi

Pendaftaran ini bisa langsung perorangan ke Assisten Direktur Aswaja NU Center PWNU Jatim  (Ustadz Muhaimin), atau secara kelompok melalui organisasi kemahasiswaan, atau pimpinan perguruan tinggi.

SMA Negeri 1 Slawi

Dalam satu dauroh, peserta bisa berasal dari kampus berbeda. Mahasiswa yang telah mendaftar sama sekali tidak dipungut biaya. “Yang menjadi acuan adalah buku Khazanah Aswaja, dan dauroh berlangsung sehari, dengan tiga sesi,” katanya.

“Sesi pertama adalah paparan bab satu dan bab dua. Akan disampaikan oleh Ustadz Yusuf Suharto dan Ustadz Muntaha. Pada sesi pertama ini yang dibahas seputar sejarah Aswaja dan mengapa harus Aswaja, Aqidah 50 dan persoalan persoalan Aqidah termasuk kritik trilogi tauhid,” tambah Kiai Navis.

Ia menambahkan, sesi kedua, materi akan diisi bab ketiga dan bab keempat yang bakal disampaikan oleh Ustadz Maruf Khozin. Ini terkait dengan pembahasan mengapa harus bermazhab, dan membahas landasan amaliah, juga tentang jati diri tasawuf.

“Dan sesi ketiga, bab kelima dan keenam, akan disampaikan Ustadz Faris Khoirul Anam dan Ustadz Fathul Qodir. Ini tentang aliran aliran di luar aswaja dan memaparkan sejarah NU, perjuangan dan khitah nya," ujarnya. (Red: Mahbib)



Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Khutbah, Aswaja SMA Negeri 1 Slawi

Minggu, 18 Februari 2018

Mengapa KH Wahab Chasbullah Layak Pahlawan Nasional (2)

Oleh Ahmad Baso

Setelah Resolusi Jihad dicetuskan, Kiai Wahab Chasbullah kemudian bergerak di lapangan. Itu ditunjukkan dari peran beliau sebagai komandan Barisan Kiai. Barisan Kiai tidak popular di kalangan kaum pergerakan merebut kemerdekaan. Tidak seperti Laskar Hisbullah pimpinan KH Zainul Arifin yang bermarkas di Malang atau Laskar Sabilillah di bawah komando KH Masykur.?

Peran sentral laskar kiai khos ini dikutip dari KH Saifuddin Zuhri di atas, sudah muncul sejak masa pendudukan Jepang. Pasca Resolusi Jihad, misinya kemudian lebih mengental untuk tujuan-tujuan khusus perjuangan mempertahankan kemerdekaan bangsa kita.

Mengapa KH Wahab Chasbullah Layak Pahlawan Nasional (2) (Sumber Gambar : Nu Online)
Mengapa KH Wahab Chasbullah Layak Pahlawan Nasional (2) (Sumber Gambar : Nu Online)

Mengapa KH Wahab Chasbullah Layak Pahlawan Nasional (2)

Apa itu Barisan Kiai dan Apa Peran Kiai Wahab?

SMA Negeri 1 Slawi

Dalam buku-buku sejarah resmi, apalagi yang diajarkan kepada anak-anak sekolah, nama Barisan Kiai tidak muncul. Sebutan ini dimunculkan eprt kali oleh seorang santri Kiai Wahab, yang juga aktif dalam pergerakan nasional, KH Saifuddin Zuhri. Dalam buku yang terbit setahun setelah Kiai Wahab wafat, KH Saifuddin Zuhri menulis “Di samping ada ‘Tentara Pembela Tanah-Air’, juga tersusun Laskar HIZBULLAH di bawah pimpinan Almarhum Zainul Arifin, Laskar SABILILLAH di bawah pimpinan Kiai Haji Masjkur, dan BARISAN KIAI dipimpin sendiri oleh Kiai Wahab.”?

Mengungkap peran Kiai Wahab sebagai komandan Barisan Kiai di era Revolusi Kemerdekaan tahun 1945-1949 memang amat susah. Karena Kiai Wahab sendiri menutupi keberadaan laskar kiai-kiai khos ini. Dan hanya orang-orang tertentu saja yang tahu.?

SMA Negeri 1 Slawi

Kalau peran Kiai Wahab ini bisa terungkap, sudah selayaknya beliau dapat penghargaan anugerah pahlawan nasional untuk tahun ini. Karena dengan barisan ini, perjuangan kemerdekaan di kalangan rakyat benar-benar menjadi dinamit yang mengekalkan semangat heroik dan daya juang rakyat kita di lapangan dalam berperang melawan penjajah.

Di antara sedikit orang yang tahu tentang Barisan Kiai itu, setidaknya dan tiga sumber yang bisa saya tunjukkan di sini:

Pertama, sumber yang ditulis oleh murid beliau sendiri, KH Saifuddin Zuhri. Pernah menjabat sebagai Menteri Agama di era Sukarno, KH Saifuddin Zuhri menulis tiga buku yang mengangkat kiprah Kiai Wahab selama Perang Kemerdekaan. Ketiga buku ini sudah sering saya kutip di atas.

Dalam buku ini Kiai wahab disebut sebagai komandan Barisan Kiai pusat.

Kedua, penuturan para informan pelaku sejarah yang pernah bergabung dalam Kesatuan Laskar Hizbullah Surakarta. Pengalaman mereka sudah dibukukan dengan judul Hizbullah Surakarta (UMS Karanganyar, 1992).?

Dalam buku ini disebut struktur pimpinan Barisan Kiai dan naman-nama kiainya. Karena ini kasusnya Hizbullah Surakarta, maka yang disebut di sana adalah Barisan Kiai Jawa Tengah pimpinan Kiai Ma’ruf; dan Barisan Kiai Surakarta pimpinan Kiai Abdurrahman. Barisan Kiai Sragen dipimpin Kiai Haji Bolkin, KH Muslim, Kiai Ridwan, Kiai Sujak dan Kiai Djarkasi.

Disebut juga: “Semula Sabilillah merupakan laskarnya Barisan Kiai. Tetapi para kiai menyadari, akhirnya Sabilillah yang ditampilkan.”?

Ketiga, penuturan seorang informan bernama Tamsiri Hadi Supriyanto, mantan komandan Hizbullah di wilayah Surakarta, yang kemudian ditulis oleh Tashadi dalam satu artikelnya berjudul “Hizbullah-Sabilillah Divisi Sunan Bonang dalam Revolusi Kemerdekaan: Lahir dan Pertumbuhannnya”.?

Dari sumber terakhir ini, kita temukan satu karakter Barisan Kiai. Tidak mendapat gaji, tidak mendapat jabatan tertentu, keiktu sertaan mereka dalam perjuangan kemerdekaan didasarkan pada keikhlasan dan semangat mempertahankan negara dan agama.

“Penasehat Laskar Hizbullah-Sabilillah adalah para ulama atau kiai yang memiliki peran dalam pembinaan mental dan ideologi, tetapi kadang-kadang mereka juga ikut berjuang di medan perang. Gabungan para ulama atau kiai dalam laskar Hizbullah-Sabilillah diberi nama Barisan Kiai”.?

Barisan Kiai tidak kalah gigihnya dengan ketiga lasykar di atas, dan langsung di bawah pimpinan Kiai Wahab Chasbullah sendiri. Keberadaan Barisan Kiai ini memang sangat dirahasiakan, karena anggotanya terdiri dari para kiai sepuh, yang memang tidak pernah muncul dipermukaan. Bahkan di antaranya sudah tua renta, yang berjalan dan melihatpun pun sudah tidak mamapu. Namun demikian, mereka tokoh yang disegani.

Kelahiran Barisan Kiai ini tidak diketahui persis, karena ia merupakan komitmen para kiai sejak lama dan ‘khas’. Tapi, Jepang mengetahui pergerakan mereka. Dan tak lama mereka menangkap serta memenjarakan tokoh-tokoh kunci, seperti Hadrotusy Syekh KH Hasyim Asy’ari, KH Machfudz Siddiq. Dan ternyata, para kiai yang ditangkapi tidak hanya di Jombang dan Surabaya, tapi juga di Wonosobo, Banyumas, Magelang. Sikap Jepang yang keras membuat Kiai Wahab Chasbullah, keliling Jawa, selama empat bulan, guna membela para koleganya yang dipenjara.

Disebutkan dalam buku ketiga di atas, Ketua Barisan Kiai Jawa Tengah KH Ma’ruf, Barisan Kiai Solo dipimpin KH Abdurrahman yang usianya sudah sangat uzur, Barisan Kiai Sragen dipimpin KH Bulkin. Para kiai itu menjadi pembimbing kapan musuh datang dan harus menyerang. Dan para kiai pula yang tergabung dalam Barisan Kiai yang memberi doktri bela negara-bela agama di kalangan para anggota laskar perjuangan. Dan itu semua berkat perjuangan al-maghfur-lah Kiai Wahab Chasbullah.?

Ahmad Baso, Wakil Ketua Pengurus Pusat Lakpesdam NU, penulis Agama NU untuk NKRI, Pesantren Studies, NU Studies, dan banyak buku lainnya. Artikel ini disampaikan dalam Seminar Nasional “KH. Abdul Wahab Chasbullah dalam Politik, Keagamaan dan Transformasi Sosial Masyarakat Indonesia: Usulan Bagi Pengangkatan Pahlawan Nasional”, yang diselenggarakan oleh Pusat Kajian Sosial Politik FISIP Universitas Nasional, Kamis, 24 April 2014, di Jakarta.?

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Khutbah, Pendidikan, Pemurnian Aqidah SMA Negeri 1 Slawi

Rabu, 31 Januari 2018

PBNU: MK Tidak Melegalisasi Perzinaan, Perkosaan dan Hubungan Sesama Jenis

Jakarta, SMA Negeri 1 Slawi. Melalui Putusan Nomor 46/PUU-XIV/2016 tanggal 14 Desember 2017, Mahkamah Konstitusi (MK) menolak permohonan judicial review mengenai perluasan norma tentang zina, perkosaan dan hubungan sesama jenis yang saat ini pengaturannya ada di dalam KUHP (Kitab Undang-Undang Hukum Pidana) yang merupakan warisan kolonial.

PBNU: MK Tidak Melegalisasi Perzinaan, Perkosaan dan Hubungan Sesama Jenis (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU: MK Tidak Melegalisasi Perzinaan, Perkosaan dan Hubungan Sesama Jenis (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU: MK Tidak Melegalisasi Perzinaan, Perkosaan dan Hubungan Sesama Jenis

Putusan tersebut tidak bulat alias ditempuh melalui dessenting opinion 4 dari 9 hakim menyatakan pendapat berbeda terhadap penolakan  permohonan uji materi tersebut.

Ketua PBNU Robikin Ehmhas berpendapat bahwa rumusan norma zina dalam KUHP tidak sesuai dengan nilai-nilai agama yang ada di Indonesia, karena yang dikategorikan zina hanya hubungan kelamin laki-laki dan perempuan yang salah satu atau keduanya terikat perkawinan dengan orang lain.

"Konsekuensinya, kalau kedua pelakunya single alias tidak berstatus nikah dengan orang lain maka menurut KUHP bukan zina dan tidak bisa dijatuhi hukuman dengan pasal perzinaan," ungkap Robikin melalui rilis yang diterima SMA Negeri 1 Slawi, Sabtu (16/12) petang.

SMA Negeri 1 Slawi

Hanya saja, lanjut dia, jika dibaca secara saksama, tidak terlihat MK menolak substansi permohonan perluasan norma yang diajukan pemohon. Dengan bahasa lain, MK tidak melegalisasi perzinaan, perkosaan dan hubungan sesama jenis. Namun, MK berpendirian bahwa perluasan norma mengenai zina, perkosaan dan hubungan sesama jenis adalah domain positive legislature, bukan wilayah negative legislature.

"Secara singkat, positive legislature dapat diartikan sebagai tindakan melakakukan penafsiran konstitusi secara aktif dengan cara membentuk suatu UU. Sedangkan penilaian bahwa suatu UU dan norma yang dihasilkan oleh pembentuk UU sebagai bertentangan dengan konstitusi merupakan negative legislature," terang dia.

SMA Negeri 1 Slawi

Positive legislature adalah kewenangan cabang kekuasaan legislatif, sedangkan negative legislature merupakan domain cabang kekuasaan yudikatif.

"Dalam sistem ketatanegaraan kita, positive legislature diperankan oleh pembentuk undang-undang, yakni Pemerintah dan DPR. Sedangkan negative legislature menjadi kewenangan MK," Robikin menambahkan.

Munas Alim Ulama, Konbes NU dan Rancangan KUHP

Selain sudah usang sehingga tidak compatiable, dengan perkembangan masyarakat, beberapa norma KUHP bahkan tidak sesuai dengan landasan filosofis bangsa dan bertentangan dengan nilai-nilai agama yang ada di Indonesia. Diantaranya adalah norma tentang perzinaan, pemerkosaan dan hubungan sesama jenis.

"Dengan mempertimbangkan hal seperti itulah maka Munas Alim Ulama dan Konbes NU di NTB tanggal 23-25 November 2017 menjadikan Rancangan KUHP yang saat ini sedang dibahas di DPR dijadikan salah satu pokok bahasan," katanya.

Di antara pesan Munas Alim Ulama dan Konbes NU 2017 adalah agar Pemerintah dan DPR segera merampungkan pembahasan Rancangan KUHP yang ada.

"Apalagi kehendak untuk merubah KUHP sudah ada sejak akhir tahun 1960-an," pungkas Robikin. (Red: Kendi Setiawan)

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Khutbah, Fragmen SMA Negeri 1 Slawi

Minggu, 28 Januari 2018

Yahya Staquf: Pagelaran Wayang Mirip dengan Al-Qur’an

Bantul, SMA Negeri 1 Slawi. Katib Syuriah PBNU KH Yahya Cholil Staquf mengatakan bahwa pagelaran wayang mirip dengan Al-Qur’an. Selama ini bahasa yang digunakan dalam pagelaran wayang adalah bahasa Jawa Kawi, yang meskipun banyak orang dapat menikmati alur ceritanya, tapi tidak semua orang (Jawa) dapat mengerti dan memahami maknanya.

Yahya Staquf: Pagelaran Wayang Mirip dengan Al-Qur’an (Sumber Gambar : Nu Online)
Yahya Staquf: Pagelaran Wayang Mirip dengan Al-Qur’an (Sumber Gambar : Nu Online)

Yahya Staquf: Pagelaran Wayang Mirip dengan Al-Qur’an

“Ini mirip dengan Al-Qur’an. Al-Qur’an itu kan berbahasa Arab, tapi tidak semua orang Arab dapat memahaminya. Tapi meskipun tidak paham, itu dapat menimbulkan sensasi spiritual yang luar biasa ketika merapalkannya,” ujarnya saat mengisi Seminar Nasional bertajuk Wayang dan Krisis Manusia Nusantara, Senin (17/11) siang, di Aula Pesantren Kaliopak Bantul, Yogyakarta.

Pengasuh Pesantren Raudhatut Thalibin itu menambahkan, sebenarnya pagelaran wayang bukanlah sekadar tontonan, hiburan, atau rekreasi semata, melainkan juga merupakan ritus keagamaan, selain sebagai media pendidikan. “Sehingga ada suasana yang mirip dengan ketika berdzikir,” tegas Kiai Yahya.

SMA Negeri 1 Slawi

Ia menduga, pagelaran wayang sudah ada sejak sebelum zaman Wali Songo. Kemudian ketika ada Wali Songo, pagelaran wayang menjadi bagian dari Islam yang dikembangkan dalam peradaban Jawa.

SMA Negeri 1 Slawi

“Ini tidak ada kaitannya dengan otentik atau bid’ah, karena islam hadir untuk seluruh umat manusia, dan Nabi Muhammad diutus untuk menyempurnakan akhlak manusia, innama bu’itstu li utammima makarimal akhlaq (sesungguhnya aku diutus untuk menyempurnakan akhlaq),” tandasnya.

Dalam hal ini, Kiai Yahya menitikberatkan pada kata-kata utammima yang berarti menyempurnakan. Menurutnya, ada alasan di balik penggunaan kata-kata utammima dan bukan ubaddila yang berarti menggantikan. “Rasulullah saat itu diutus hanya untuk menyempurnakan, tidak menggantikan. Secara implisit ini merupakan pengesahan bahwa makarimal akhlaq sebelum Islam itu sudah ada, dan Nabi tidak menggantikannya, tapi menyempurnakannya agar menjadi lebih berkualitas,” jelasnya panjang lebar.

Maka sama halnya dengan pagelaran wayang, yang tidak serta merta langsung diganti begitu saja oleh Wali Songo, melainkan disempurnakan dengan membingkainya sebagai salah satu ritus keagamaan dalam Islam. (Dwi Khoirotun Nisa’/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Nusantara, Berita, Khutbah SMA Negeri 1 Slawi

Minggu, 21 Januari 2018

Manfaatkan Momentum Tahun Baru Hijriah untuk Bermuhasabah

Pringsewu, SMA Negeri 1 Slawi. Berlalunya waktu memiliki dua sisi sudut pandang yang berbeda. Di satu sisi, berjalannya waktu akan menambah umur kita menjadi lebih tua namun di sisi lain akan mengurangi jatah umur kita yang telah ditentukan oleh Allah SWT.

Manfaatkan Momentum Tahun Baru Hijriah untuk Bermuhasabah (Sumber Gambar : Nu Online)
Manfaatkan Momentum Tahun Baru Hijriah untuk Bermuhasabah (Sumber Gambar : Nu Online)

Manfaatkan Momentum Tahun Baru Hijriah untuk Bermuhasabah

Hal tersebut diungkapkan Ketua MWCNU Kecamatan Pringsewu KH Ahmad Shodiqin saat menerangkan Hikmah Tahun Baru Hijriah pada Ngaji Ahad Pagi (Jihad Pagi) yang rutin dilaksanakan di Aula Gedung NU Pringsewu, Lampung, Ahad (24/9).

Ia mengingatkan pula agar kedatangan tahun baru hijriah 1439 dijadikan momentum untuk senantiasa muhasabah diri dengan selalu mengingat sejarah perjuangan Nabi Muhammad SAW saat berhijrah dari Makkah ke Madinah.

Ia menjelaskan bahwa Hijrah memiliki dua versi makna yaitu hijrah secara badaniah dan hijrah secara Bathiniyyah. "Secara dzohir badaniyyah hijrah adalah pindah ketempat yang lain yang lebih baik, sedangkan Hijrah bathiniah adalah hijrah menjadi pribadi yang lebih baik," jelasnya.

SMA Negeri 1 Slawi

Momentum hijrah ini juga haruslah dimaksimalkan dengan senantiasa bersyukur atas karunia Allah SWT yang telah dianugerahkan kepada kita.

Muhasabah yang dapat dilakukan, lanjutnya, dapat dalam bentuk memperhitungkan apa yang telah dilakukan selama ini dan menyadari bahwa semua itu akan dipertanggungjawabkan dihadapan Allah SWT.

SMA Negeri 1 Slawi

"Saat kesempatan masih ada berhitunglah apa yang telah kita lakukan agar kita masih bisa menambal kekurangan ditahun tahun yang lalu sebelum Allah yang melakukan perhitungan dan saat itu sudah tidak ada kesempatan untuk memperbaiki amal kita," jelasnya.

Menurutnya orang yang celaka adalah orang yang melupakan dosa-dosa dimasa lalu dan tidak memohon ampunan karena dosa yang tidak dimintai ampunan akan tetap utuh sampai kita bertaubat.

Orang yang celaka lainnya adalah orang yang selalu membanggakan amal yang telah dilakukan sehingga membuatnya malas untuk beramal sholeh karena merasa sudah pernah melakukan banyak kebaikan dan pahala.

"Orang yang memiliki tanda tanda celaka adalah mereka yang selalu melihat keatas untuk urusan dunia, akan tetapi melihat kebawah untuk urusan akherat," katanya. (Muhammad Faizin/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Khutbah, Kyai, Habib SMA Negeri 1 Slawi

Senin, 25 Desember 2017

Pergunu dan Ansor Bantu Pelajar NU Masuk Perguruan Tinggi

Waykanan, SMA Negeri 1 Slawi. Persatuan Guru Nahdlatul Ulama Waykanan mendukung program Pesantren Kilat Bimbingan Belajar Pasca Ujian Nasional (Sanlat BPUN) GP Ansor setempat. Keduanya telah melakukan penandatanganan nota kesepahaman untuk membantu para pelajar NU melanjutkan pendidikan ke jenjang selanjutnya.

Pergunu dan Ansor Bantu Pelajar NU Masuk Perguruan Tinggi (Sumber Gambar : Nu Online)
Pergunu dan Ansor Bantu Pelajar NU Masuk Perguruan Tinggi (Sumber Gambar : Nu Online)

Pergunu dan Ansor Bantu Pelajar NU Masuk Perguruan Tinggi

Penandatangan dilakukan Ketua Pergunu Ali Tahan Uji dan Ketua GP Ansor Gatot Arifianto di sela perhelatan Festival Bhineka Tunggal Ika berlangsung di SMAN 2 Blambangan Umpu, kampung Sidoarjo, kecamatan Blambangan Umpu, Rabu (18/11).

Pada tahun 2015, demikian Ali menjelaskan latar belakang nota kesepahaman, GP Ansor Waykanan menggelar Sanlat BPUN dan meloloskan lima pelajar masuk Perguruan Tinggi Negeri (PTN) dan mendapat beasiswa.

SMA Negeri 1 Slawi

"Tujuan utama program ini ialah mengantarkan siswa-siswa kurang mampu memasuki PTN melalui jalur SBMPTN dengan program studi beragam. Kami rasa itikad baik Ansor harus direspon untuk semakin banyak meloloskan pelajar Waykanan memasuki PTN. Inilah upaya kecil kami, warga NU untuk Waykanan," ujar Ali lagi.

SMA Negeri 1 Slawi

Secara garis besar, BPUN berbicara tiga hal, pendidikan, kepemimpinan, dan keberagamaan yang ramah.

Sebagaimana diketahui, Pergunu merupakan organisasi profesi yang mewadahi para ustadz, guru, dan dosen NU yang dirintis mulai 1952. Secara singkat, Pergunu dalam khidmat dan kiprahnya diharapkan sebagai penggerak intelektual dan sekaligus sebagai penggerak peradaban. (Disisi SF/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Ulama, Ubudiyah, Khutbah SMA Negeri 1 Slawi

Buka Konferwil Pergunu Jatim, Khofifah Ingatkan Persaingan Terbuka

Mojokerto,SMA Negeri 1 Slawi ?

Menteri Sosial RI Khofifah Indar Parawansa ditunjuk Ketua Umum Pimpinan Pusat Pergunu KH Asep Saifuddin Chalim untuk membuka Konferensi Wilayah Pesatuan Guru NU (Pergunu) Jawa Timur di Institut Abdul Chalim, Pacet, Mojokerto (5/8).

"Atas nama kita bersama dengan mengucap basmalah, konferwil Pergunu resmi dibuka," kata perempuan yang juga Ketua Yayasan Taman Pendidikan dan Sosial Khadijah Surabaya ini.

Buka Konferwil Pergunu Jatim, Khofifah Ingatkan Persaingan Terbuka (Sumber Gambar : Nu Online)
Buka Konferwil Pergunu Jatim, Khofifah Ingatkan Persaingan Terbuka (Sumber Gambar : Nu Online)

Buka Konferwil Pergunu Jatim, Khofifah Ingatkan Persaingan Terbuka

Dalam sambutannya Khofifah mengingatkan kepada para guru, bahwa persaingan terbuka sudah dimulai. Seluruh dunia akan mengukur daya saing setiap bangsa.

SMA Negeri 1 Slawi

Saat ini, kata dia, lembaga pendidikan sudah saatnya tidak hanya memproduksi para doktor secara kuantitatif. Namun, bagaimana caranya agar para magister dan doktor bisa bersaing secara kualitas.

SMA Negeri 1 Slawi

Fenomena yang terjadi di kalangan pendidikan NU ialah banyak tutorial tidak berani mengaku NU. Ada, tapi itu sangat susah sekali. Hal ini disebabkan ketika mereka diterima di perguruan tinggi negeri mereka tidak berani mengaku ini.

"Saya melihat ada yang putus dalam proses perjalanan NU. Seperti para tokoh yang mengaku NU, karena kakek-neneknya NU, tapi tidak dengan sang ayah, lalu saat di kampus dia tidak berani mengaku NU dan saat menjadi tokoh dia bilang NU," ungkapnya.

Ketua Umum Pimpinan Pusat Muslimat ini juga mengingatkan kepada para guru NU, ke depan tidak hanya guru TK, RA dan PAUD yang harus menempuh pendidikan Strata satu, madin juga seperti ini. Misalnya guru TK harus memiliki ijazah PGTK (Pendidikan Guru TK) dlsb.

Selain itu, perempuan kelahiran Surabaya ini mengajak kepada para guru untuk syiar dengan media sosial.

"Jangan takut untuk mengshare kegiatan para bapak ibu guru. Riya dan syiar itu beda tipis," terangnya.

Karena saat ini kebutuhan media itu sangat penting. Para kiai dulu terlalu ikhlas dalam memperjuangkan kemerdekaan, setelah perang mereka kembali ke pesantren. Akhirnya ada data yang tercatat dalam pusat sejarah TNI bahwa para tentara Hizbullah yang ikut berperang hanya 16 orang.

"Ini kan satu contoh jika kita tidak cakap menulis aktivitas kita. Inilah tugas para guru ke depan," pungkas Khofifah.

Konferwil juga dihadiri oleh KH Hamid Syarif Wakil Ketua PWNU Jatim, Nyai Mahfudhoh Ali Ubaid, Hj Faridah Salahuddin Wahid, Ketua PC Muslimat Surabaya. (Rof Maulana/Abdullah Alawi)



Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Khutbah SMA Negeri 1 Slawi

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs SMA Negeri 1 Slawi sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik SMA Negeri 1 Slawi. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan SMA Negeri 1 Slawi dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock